-Contest Fiction- Let’s Get The Crystal

Original Fanfiction By : Delliana Islami (@idell03)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

Seorang gadis yang terdapat cukup banyak selang infus dan peralatan medis lainnya di tubuhnya, sedang dirawat di ruang ICU. Di tubuh gadis itu terdapat banyak luka, luka yang didapatnya dari kecelakaan mobil. Seorang wanita yang adalah ibu dari gadis itu terus memegangi tangan anaknya yang tergeletak tak sadarkan diri di kasur ruang ICU. Seorang pria yang adalah ayahnya hanya bisa memandang sedih anaknya.

“Sekarang dia masih dalam keadaan koma. Kita tidak tau kapan dia akan sadar dari koma nya, dan juga tidak tau apakah dia akan terus hidup. Saya permisi dulu.” Ucap sang dokter lalu keluar ruangan.

Ibunya hanya bisa melamun, lelah menangisi keadaan, “Tuhan, tolong selamatkan dia.” Bisik ibunya sambil memegang erat tangan gadis itu. Continue reading

-Contest Fiction- You’re Special Just The Way You Are

Original Fanfiction By : Mardha Tilla Septiani (@Mrs Cho-colate)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

***

You’re Special Just The Way You Are

 

“Ne. arasseo”

Nara hanya bisa mendecak sebal membaca sms dari Kyuhyun. Apa-apaan itu? Setelah mengiriminya sms yang panjang lebar, Kyuhyun hanya membalas dengan 2 kata?! Pikir Nara.

“Cih~ padahal aku sudah mengesampingkan gengsiku untuk mengirimu pesan. Bodoh!” rutuk gadis itu sambil melemparkan handphonenya ke atas sofa.

Terlebih lagi, Kyuhyun juga tak pernah menelpon Nara sekedar untuk menanyakan kabar. Dan setelah 2 bulan Kyuhyun berada di Cina, dia tidak pernah mengiriminya sms terlebih dahulu. Selalu saja harus Nara yang mengiriminya pesan pertama kali. Dan ketika dibalas, Kyuhyun hanya sekedar menjawab dengan “Ne.” atau “Arasseo” atau kadang-kadang gabungan dari kedua kata itu, seperti pesan yang baru saja Ia kirimkan.

“Baiklah, kau harus diberi pelajaran, Cho Kyuhyun yang tampan~” desis Nara dengan geram.

*** Continue reading

{KyuNara Scene} IPad, Thanks To You

“Misi rahasia?”, tanya Leeteuk tak percaya atas usul yang disampaikan 4 membernya dari lantai 11 : Eunhyuk, Yesung, Ryeowook dan Sungmin. Mereka berempat mengangguk cepat, “Hyung, kami khawatir dengan gaya berpacaran mereka”, ucap Sungmin.

Eunhyuk menambahkan, “Hyung bisa bayangkan?  Bisa-bisa dorm lantai 11 dijadikan arena tinju oleh mereka berdua jika mereka berdua sudah bertengkar”.

“Dan menjadi ajang latihan oktaf vocal”, ucap Yesung mengingat teriakan Kyuhyun dan Nara yang bisa mengalahkan gelombang ultrasonic dari kelelawar jika mereka sudah beradu pendapat.

Ryeowook mengangguk polos, “Hyung, kau tahu kenapa aku selalu membeli mangkuk plastik untuk  lantai 11?  Karena mangkuk dari keramik itu sudah pecah oleh mereka berdua”, sahutnya mengiba.

Leeteuk mendecak heran sekaligus bingung, “Jinjjayo?  Aigoo..tapi, misi rahasia apa yang harus kita berikan pada mereka berdua?”, tanyanya bingung.  Sungmin menggumam pelan, “Bagaimana jika kita menyuruh mereka untuk tinggal bersama di dorm selama  sehari penuh dan memberikan berbagai misi untuk mendapatkan sebuah hadiah?”.

Yesung langsung semangat, “Ya!  Selama sehari itu, mereka tak boleh keluar dari dorm!”.

Ryeowook menambahkan, “Jangan lupa pasangkan kamera tersembunyi untuk memantau kehidupan mereka berdua!”.

Tapi Eunhyuk menemukan satu kekurangan, “Tapi hadiah apa yang harus kita berikan supaya mereka mau mengikuti misi ini?”.

Mereka berlima saling berpandangan dan melihat sebuah kotak paket berwarna coklat yang ditujukan untuk Donghae, kiriman dari ELF China.  Senyum licik langsung tergurat di bibir mereka, “IPad!!”

Donghae yang daritadi hanya diam memperhatikan pembicaraan mereka, langsung shock.  “Ya!!  Itu pemberian fans~!!   Lagipula kenapa mesti IPad?!”

Sungmin menghela nafas sejenak dan mencoba untuk menjelaskan hal itu kepada Donghae, “Itu karena….”

*******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor, Saturday 11th December 2010..

“Waahh~”, Nara dan Kyuhyun sama-sama melongo saat melihat iklan online shop yang mereka kunjungi di sebuah blog.  Tangan Kyuhyun masih memainkan kursor mouse, mengklik setiap gambar yang menarik minatnya.  Sedangkan Nara masih asyik duduk disamping kekasihnya, ikut antusias dengan gambar di layar computer itu.  “Waaah~”, ucap mereka lagi berbarengan.

“Memori internalnya 27GB…”, gumam Kyuhyun, matanya masih tak lepas dari sebuah benda yang terpampang di layar komputernya.  Nara mengangguk semangat, “Mereknya Apple pula…”.

“Waaah~”, mereka menganga berbarengan lagi.  Ekspresi mereka berdua saat itu persis seperti 2 anak kecil yang melihat iklan permen lollipop yang menurut mereka sangat enak. (.___.)

Eunhyuk keluar dari kamarnya dan langsung terkejut saat melihat pasangan ini sedang duduk berdampingan dan tak bertengkar.  Keduanya nampak sangat akur dan memandangi layar computer dengan pandangan berbinar, dan hal itu agak membuat Eunhyuk merinding.  Sebuah kesempatan yang sangat langka untuk melihat keduanya diam dan tak saling beradu pendapat.

Sementara itu, Ryeowook dan Yesung yang daritadi sudah diam di kamar semenjak Nara datang ke dorm (karena takut terkena piring terbang yang dilemparkan oleh salah satu diantara mereka berdua), langsung keluar kamar saat tak mendengar ada teriakan ataupun suara piring pecah dari arah ruang tamu.  Mereka juga kaget saat melihat Kyuhyun dan Nara duduk berdampingan di sofa dan terlihat akur.

“Mereka kerasukan arwah romeo dan Juliet ya?”, tanya Eunhyuk pada Yesung dan Ryeowook yang hanya bisa mengangkat bahu bingung, “Tumben bisa akur”.

Sungmin yang baru pulang dari minimarket untuk membeli krim malam wajahnya, merasa heran saat melihat Ryeowook, Eunhyuk dan Yesung yang berdiri terdiam memperhatikan pasangan gamers itu.  “Kalian sedang apa?”.

Ryeowook menunjuk kearah Kyuhyun dan Nara yang masih asyik memperhatikan layar computer dan tak mempedulikan pandangan heran dari mereka berempat, “Ini…ada tanda-tanda kiamat di dorm kita”, ucapnya polos.

Sungmin memiringkan kepalanya dan mendekati mereka berdua, penasaran dengan hal yang dilihat oleh kedua sejoli ini hingga membuat mereka sangat akur.  Tapi setelah mengetahui hal itu, dia langsung menganga lebar, “IPad?!  Kalian bisa tidak bertengkar hanya karena IPad?!”

“Waaahh~”, Kyuhyun dan Nara tetap menganga lebar, masih kagum dan tak mempedulikan keheranan member lainnya.

*******

Donghae menganga mendengar penjelasan Sungmin, “Hanya karena IPad?!”

Para member lantai 11 langsung mengangguk mengiyakan, “Donghae-ya, kau tidak prihatin melihat nasib maknae kita yang terus-terusan menjalani masa pacaran seperti itu?  Kita harus membantu mereka merasakan cinta yang sesungguhnya!”, ucap Yesung berapi-api.

Leeteuk menepuk bahu Donghae dengan  kebapakan, “Relakan sajalah, bukannya kau punya banyak IPad hadiah dari fans?”.

Donghae menghela nafas dengan berat, “Hahh~arayo.  Demi maknae kita, aku akan merelakan satu IPadku di…”

“Bukan satu, tapi dua!.  Untuk Nara dan Kyuhyun masing-masing satu”, sela Eunhyuk, memotong ucapan Donghae dan makin membuat Donghae menganga.  “Mereka pasti tak mau menggunakan satu IPad berdua kan?”.

“Ya~!  Lee Hyukjae, ini namanya pemerasan!!”

****** Continue reading

{KyuNara Scene} Listen Girls, My First Kiss Story

“Mwoya?!  Kissing scene?!”, teriak Ryeowook, Sungmin, Eunhyuk dan Yesung bersamaan.

Kyuhyun mengangguk sambil membolak-balik naskah drama musical yang diperani olehnya.  Ini pengalaman pertama untuknya mendapatkan kesempatan dalam berakting dan menunjukkan bakatnya.  Tapi dia tak menyangka bahwa pengalaman pertamanya itu langsung diuji dengan adegan yang agak ekstrim, kissing scene.

“Kau ingin mati ya?”, tanya Sungmin sambil menghampiri Kyuhyun yang masih diam di sofa.  Kyuhyun mengangkat bahunya ringan, “Apa boleh buat, hyung? Aku harus professional.  Lagipula aku yakin sparKYU dapat memakluminya”, jawabnya santai.

Eunhyuk menjitak kepala magnaenya itu, “Babo, maksud kami bukan tentang penggemarmu, tapi tentang nasibmu ditangan ratu iblis itu.  Kurasa kau akan dikuliti hidup-hidup dan dicincang sampai halus oleh Nara”, ucap Eunhyuk sambil memikirkan nasib Kyuhyun jika Nara sampai tahu bahwa kekasihnya itu akan mendapatkan kissing scene.  Padahal Eunhyuk tahu betul jika pasangan itu belum pernah melakukan skinship yang berlebihan, apalagi berciuman.  Ryeowook dan Yesung hanya bisa mengangguk dan menatap Kyuhyun dengan iba.

Kyuhyun diam sejenak dan menatap naskah ditangannya itu dengan nanar.

Kwan Nara akan membunuhnya saat mengetahui perannya di drama musical ini?.  Cish, tak akan pernah terjadi.  Kekasihnya itu mungkin tak akan pernah peduli mengenai apapun yang dia lakukan, bahkan jika dia mendapat peran untuk terjun dari lantai 13, Kwan Nara tak akan pernah mau mengurusinya.

“Hyung, tenang saja.  Gadis itu adalah ratu iblis yang tak punya hati untuk merasa cemburu”

****** Continue reading

{KyuNara Scene} Love : Game = Mathematics

“Kwan Nara”

Suara berat itu langsung membuat jantung Nara berdegup kencang dan seakan ingin copot dari tempatnya semula.  Dia beranjak dari bangkunya dan berjalan perlahan ke depan, langkahnya terasa amat berat.

Pria bertubuh agak tambun itu membetulkan letak kacamatanya dan memperhatikan selembar kertas yang sedang dipegangnya.  Nara menelan ludah dengan gugup saat melihat ekspresi menakutkan yang terpancar dari wajah pria itu, “Ne, sonsaengnim..”, lirih Nara saat dia telah berada di hadapan meja pria itu.

Jang Sonsaengnim mendesah kecewa dan menyodorkan selembar kertas itu pada Nara yang diam terpaku, “Lebih seringlah berlatih mengerjakan soal.  Dan hafalkanlah semua rumus yang pernah saya ajarkan pada anda”, ingatnya.

Nara mengangguk pelan dan mengambil kertas itu dengan nanar.  “58?!”

“Cho Kyuhyun, S.O.S!!”, desis Nara saat dia berjalan kembali menuju mejanya.

******

..Cafetaria..

“58?!”, tanya Soohyun tak percaya.  Nara mengangguk pelan dan menyesap Ice Chocolatenya dengan hampa, “Aku..tak punya bakat di matematika”, desahnya sedih.

Soohyun menggelengkan kepalanya heran, “Yaa~kenapa kau tak memanfaatkan kekasihmu saja?  Bukankah kau bilang bahwa dia itu mantan peserta olimpiade matematika?  Uhhm, siapa namanya..?”, tanya Soohyun mencoba mengingat-ingat nama kekasih Nara.

“Joongki”, elak Nara sebisanya.  Dia tak ingin ada orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah kekasih dari Super Junior Cho Kyuhyun, bahkan sahabatnya sendiripun tak boleh tahu mengenai hal itu.

Soohyun memiringkan kepalanya heran, “Joongki? Song Joongki?”, tanyanya, menyebutkan nama seorang actor tampan yang cukup terkenal.  Nara terkekeh pelan dan mengelap bibirnya dengan tissue yang dibawanya, “Tentu saja tidak, babo.  Yang kumaksud adalah another Joongki.  Mana mungkin seorang gadis biasa sepertiku memiliki kekasih yang notabene adalah superstar?!  Di mimpi liarku sekalipun, aku tak akan berani membayangkannya”, ucapnya lagi, mencoba menghilangkan kecurigaan Soohyun.

Dan berhasil!

Soohyun mengangguk paham, “Ah, itu tidak penting!  Yang penting, aku ingin bertemu dengan dia~!  Kapan kau bisa mengenalkanku padanya?”, rengek Soohyun.  Nara menggeleng sambil membuka dompetnya untuk mengeluarkan sejumlah uang guna membayar Ice Chocolate yang dbelinya, “Jangan sekarang.  Dia…sedang sibuk”, kilahnya.

Soohyun menggembungkan pipinya dengan kesal, “Ya~kenapa dia selalu sibuk?!  Memang apa pekerjaannya?”

“Penyanyi cafe”, jawab Nara singkat, “Suatu saat nanti, kau pasti akan kukenalkan padanya.  Tapi tidak untuk sekarang”, , lanjutnya dan melirik jam tangannya, “Ya!  Sudah jam segini, kita tidak boleh terlambat masuk kelas!  Palliwa, Soohyun-ah”, serunya dan beranjak dari meja kantin untuk segera kembali ke kelas.

Soohyun mengikuti langkah Nara dan bergumam pelan, “Untuk sesaat, tadi aku memikirkan bahwa kekasihmu itu adalah Kyuhyun Super Junior..”

UHHUKK!!”, tiba-tiba Nara tersedak hebat setelah mendengar ucapan Soohyun barusan.  Wajahnya menjadi merah padam, “Kyuhyun SJ?  Atas dasar apa kau menuduh seperti itu?!”, tanyanya panic.

Soohyun mengangkat bahunya santai, “Yahh~penyanyi dan peserta olimpiade matematika.  Hanya itu..”, jelas Soohyun.  Tapi detik berikutnya dia menambahkan, “Keundae..rasanya mustahil.  Aku lebih percaya kau pacaran dengan Song Joongki dibandingkan jika kau berpacaran dengan Cho Kyuhyun”.

Nara terkekeh garing dan berdehem beberapa kali untuk menghilangkan rasa sesaknya akibat tersedak barusan.  Dan kali ini dia telah memutuskan : Tidak mengatakan apapun lagi kepada sahabatnya ini mengenai kekasihnya.  Ternyata dia mewarisi gen detektif milik Sherlock Holmes.  Sialan!

***** Continue reading

{KyuNara Scene} Adventure in Italy

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di jangkauan servis area.  Cobalah beberapa saat lagi..”
Dimana sebenarnya si bodoh itu berada?
Cho Kyuhyun, apa kau sedang bersembunyi dariku?!
*****

..October 1st 2010, Nara’s Room..

“Kami benar-benar tak tahu dimana dia berada sekarang, Nara-ya”, suara Leeteuk terdengar agak jengah setelah mendengar pertanyaan yang sama dariku, ‘Apa Oppa tahu dimana Kyuhyun sekarang?’.

“Jinjja?”, tanyaku menyelidik.  Leeteuk hanya menggumam mendengar pertanyaanku.  Aku melanjutkan ucapanku dengan curiga, “Mana ada member yang bisa pergi tanpa meminta izin dari leadernya?  Apalagi jika member itu adalah maknae?  Bukankah itu terlalu mengherankan, Leeteuk Oppa?”, tanyaku pasti.

Leeteuk terdengar menggumam ragu, seperti sedang sibuk mencari jawaban atas pertanyaanku.  Aish, aku tahu..pasti ada yang disembunyikan dari mereka.  Tapi akhirnya Leeteuk menjawab datar, “Bukankah kau tahu sendiri jika Kyuhyun itu adalah maknae yang paling menyalahi aturan dan tak pantas disebut sebagai maknae?”.

Aku terdiam sejenak, merenungi perkataan Leeteuk dan mengakui bahwa kata-kata itu benar adanya.  Cho Kyuhyun memang tak pernah pantas menyandang gelar maknae. (.____.).  “Lalu dimana dia sekarang?”, tanyaku tak sabar.

Leeteuk mencoba menenangkanku, “Sudahlah, sekali-kali kau harus memberikan sedikit waktu untuk privasinya, Nara-ya”.  Aku mengerutkan alisku saat mendengar ucapan Leeteuk, “Privasi?  Aku bahkan belum menghubunginya semenjak 1 bulan yang lalu, Oppa.  Apa itu belum cukup untuk memberinya privasi?”, tanyaku tak terima.

Leeteuk mendecak pelan setelah mendengar ucapanku, “Aiyaa, dasar kalian.  Memang seperti pinang dibelah 2, selalu saja memaksakan pendapat”, celetuknya membuatku sedikit terkekeh.

Aku menghela nafas dalam-dalam dan akhirnya bertanya memastikan, “Oppa benar-benar tak tahu keberadaan Kyuhyun?”.

Leeteuk menjawab pasti, “Ya!  Aku benar-benar tak tahu dimana dia berada.  Kenapa kau tak tanya pada AhRa saja?  Mungkin dia lebih tahu mengenai Kyu…”

“EETEUK HYUNG!!!  KITA DIIZINKAN MENYUSUL KYUHYUNNIE KE ITALY!!  YESSS!!”, teriakan nyaring Ryeowook dari seberang telefon ini sangat teramat dapat kudengar.

Dan selanjutnya aku bisa mendengar Ryeowook mengaduh kesakitan dan suara jitakan pelan, tapi bukan itu yang paling kupikirkan…yang kupikirkan sekarang adalah, “***** Continue reading