-Contest Fiction- Let’s Get The Crystal

Original Fanfiction By : Delliana Islami (@idell03)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

Seorang gadis yang terdapat cukup banyak selang infus dan peralatan medis lainnya di tubuhnya, sedang dirawat di ruang ICU. Di tubuh gadis itu terdapat banyak luka, luka yang didapatnya dari kecelakaan mobil. Seorang wanita yang adalah ibu dari gadis itu terus memegangi tangan anaknya yang tergeletak tak sadarkan diri di kasur ruang ICU. Seorang pria yang adalah ayahnya hanya bisa memandang sedih anaknya.

“Sekarang dia masih dalam keadaan koma. Kita tidak tau kapan dia akan sadar dari koma nya, dan juga tidak tau apakah dia akan terus hidup. Saya permisi dulu.” Ucap sang dokter lalu keluar ruangan.

Ibunya hanya bisa melamun, lelah menangisi keadaan, “Tuhan, tolong selamatkan dia.” Bisik ibunya sambil memegang erat tangan gadis itu. Continue reading

-Contest Fiction- UNBELIEVABLE {Hollywood}

Original Fanfiction By : Monika Sendhy Yoana (@saranghae_oppa)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

~~~

-Seoul, SM.Entertainment Building-

 “ jadi benar uri Kyuhyun- kita ? “ ucap pria yang duduk dibelakang meja besar- diatas meja itu tertera papan nama yang ditulis dalam huruf hangul ‘Lee Soo Man’.

“ Ne, pihak Warner Bros. sudah menghubungi kita untuk yang ke-2 kalinya membicarakan kontrak FILM yang akan dibintanginya “ pria yang duduk diseberang Lee Soo Man itu menjawab.

“ tapi… kau tau sendiri bagaimana sibuknya Kyuhyun sekarang, dengan SJM- persiapan comeback album ke-5, SM Town, dan masih-banyak-lagi “

“ Ne, tapi ini ‘Warner Bros’ –Hollywood.. Kyuhyun akan menjadi anak SM Entertainment pertama yang memulai debut Filmnya di Amerika. Dan lawan mainnya juga bukan artist biasa, ‘Crystal Kwan’ pemenang Teen Choice Awards, 2010. MTV Movie Awards, 2009 “ ujarnya menggebu-gebu.

Lee So Man menganggukkan kepalanya- tanda setuju, “ keputusan ada di tangan Kyuhyun- nanti aku akan bicara dengannya “

~~~ Continue reading

-Contest Fiction- It’s Our Anniversary

Original Fanfiction By : Anik (@EvilNayoung)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

***

Super Junior M’s dorm in Taipe.

Kyuhyun sibuk mengetuk-ngetukkan jarinya diatas ponselnya. Keningnya berkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu yang amat penting. “Telepon tidak ya?” Tanyanya pada diri sendiri. Tak berapa lama, ia meraih ponselnya lalu terdiam sejenak hingga akhirnya meletakkan kembali ke tempat semula. “Aish… ada apa denganku ini?” Gumamnya lagi.

“Ada apa Kyu? Sepertinya sedang memikirkan sesuatu.” Sungmin datang dengan menenteng laptopnya.

“Anniyo, hanya saja….” Ucap Kyuhyun.

“Ah, aku tahu kau pasti sedang memikirkan Nara kan?” Tebak Sungmin, dan dibalas anggukan lemah dari Kyuhyun.

“Entahlah, aku punya firasat buruk.” Aku Kyuhyun.

“Sudah telepon saja dia, dari pada kau seperti ini.” Suruh Sungmin.

Kyuhyun memikirkan usulan Sungmin sejenak, “Baiklah.” Ujarnnya akhirnya, lalu meraih ponselnya dan memencet nomor yang telah dihafalnya diluar kepala.

Terdengar nada tunggu beberapa saat, hingga seseorang menyahut, “…”

“Nara-ya, Gwenchanayo?” Tanya Kyuhyun khawatir setelah mendengar suara Nara yang terdengar berbeda.

“…”

“Kau yakin?”

“…”

“Ya sudah tidur sana, ini sudah malam.” Kyuhyun menutup teleponnya.

“Bagaimana?” Tanya Sungmin yang masih duduk dihadapannya. Continue reading

-Contest Fiction- You’re Special Just The Way You Are

Original Fanfiction By : Mardha Tilla Septiani (@Mrs Cho-colate)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

***

You’re Special Just The Way You Are

 

“Ne. arasseo”

Nara hanya bisa mendecak sebal membaca sms dari Kyuhyun. Apa-apaan itu? Setelah mengiriminya sms yang panjang lebar, Kyuhyun hanya membalas dengan 2 kata?! Pikir Nara.

“Cih~ padahal aku sudah mengesampingkan gengsiku untuk mengirimu pesan. Bodoh!” rutuk gadis itu sambil melemparkan handphonenya ke atas sofa.

Terlebih lagi, Kyuhyun juga tak pernah menelpon Nara sekedar untuk menanyakan kabar. Dan setelah 2 bulan Kyuhyun berada di Cina, dia tidak pernah mengiriminya sms terlebih dahulu. Selalu saja harus Nara yang mengiriminya pesan pertama kali. Dan ketika dibalas, Kyuhyun hanya sekedar menjawab dengan “Ne.” atau “Arasseo” atau kadang-kadang gabungan dari kedua kata itu, seperti pesan yang baru saja Ia kirimkan.

“Baiklah, kau harus diberi pelajaran, Cho Kyuhyun yang tampan~” desis Nara dengan geram.

*** Continue reading

-Contest Fiction- Pick One

Original Fanfiction By : Nurmalia Febrianti/ Cho Neul Rin/ viviviski (@silvervipvivi)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

***

Title: Pick One

Genre: vampire, romance, brothership.

Rating: PG 13

Main Cast (Tag) : Cho Kyuhyun, Kwan Nara, Zhou Mi, Lee Sungmin, Cho Neul Rin, Lee Hyukjae (Eunhyuk), Lee Jaerin, Hankyung, Heechul, Kangin, Leeteuk.

***

 Kyuhyun menatap nanar ke arah seorang pria yang terbujur kaku di atas ranjang kayu berwarna hitam dengan aksen kuno. Wajah pria itu pucat, tidak, sangat pucat. Sekujur tubuhnya seperti membeku, dingin dan kaku. Mata coklatnya menatap lurus ke langit – langit kamar. Tatapannya kosong.

“Miris.” Kyuhyun mengangguk pelan kemudian menoleh ke sumber suara. Suara itu suara Neul Rin, Cho Neul Rin, sepupunya.

“ Kyu Oppa, kau di tunggu yang lain di ruang makan,” ujar Neul Rin.

“Kau duluan saja, sebentar lagi aku menyusul.” Neul Rin menghela nafas panjang, menepuk bahu Kyuhyun, kemudian pergi meninggalkan kamar.

“Zhou Mi Hyung, sudah 15 tahun kau menderita seperti itu, aku akan mencari wanita itu untukmu.” Kyuhyun berkata tanpa menatap Hyungnya. Tatapannya tertuju ke luar, di balik bingkai jendela hitam yang sudah kusam.

Cukup lama Kyuhun memandang ke arah luar. Bulan purnama yang bulat utuh tidak begitu terang menyinari bumi. Hujan dengan intensitas sedang menyiram pinggiran kota Seoul. Bunyi gemerisik dari rantai pohon yang terkena angin melenyapkan keheningan. Sejak tadi tubuh Kyuhyun mengeluarkan banyak keringat. Suhu tubuhnya tidak stabil. Perasaan takut dan hawa nafsu yang tinggi benar – benar menyelimuti dirinya. Rasanya seperti dalam keadaan sakau.

Kyuhyun mulai beranjak bangun, saat dia benar – benar tidak kuat menahan rasa aneh dalam tubuhnya yang patut di sebut sakau, walaupun ia bukan pemakai narkoba. “Sebaiknya aku turun sebelum aku menyerang orang – orang kota.” Kyuhyun meracau dengan sendirinya.

Continue reading

{KyuNara Scene} Perfection

*****

Nara  duduk sambil melipat lututnya di atas kasur, dia menempelkan headphone buttons berwarna putih miliknya itu ke telinganya.  Jantungnya berdegup kencang, sangat amat kencang malahan.  Tangannya memainkan trackball handphonenya, masih terlihat ragu dan menimbang-nimbang, “apa aku harus mendengarnya?”, desisnya pelan.

Kini jarinya menekan sebuah tombol icon yang tertuju langsung ke twitter di handphonenya.  Dia memeriksa setiap tweet yang muncul disitu.  Semua isinya sama, tentang kebahagiaan para ELF yang tengah menyambut comeback Super Junior-M.

Tapi Nara berbeda.

Dia hanya menatap semua tweet itu tanpa minat.  Nafasnya terhembus dengan berat dan pandangannya masih nanar, tertuju lurus ke layar handphone tanpa ada garis fokus sedikitpun.  Akhirnya dia menarik nafas dalam-dalam dan memindahkan trackball handphonenya ke folder music.  Satu judul lagu yang baru saja ia download itu langsung menarik perhatiannya, “PERFECTION”.

Nara menekan tombol playlist dengan rasa ragu yang tak terkira.

Tapi detik berikutnya, yang terdengar malah suara DJ Radio yang berbicara dengan bahasa Mandarin.  Nara mendecak agak sebal, “Ck, bukan clear version ternyata…”, gumamnya pelan dan kembali berkonsentrasi pada lagu itu.

Intro pertama, terdengar suara gitar listrik yang menggelegar dan memberikan nuansa catchy di dalam lagu itu.  Tak lama kemudian, suara nyanyian Siwon mulai terdengar, mengawali setiap lirik dalam lagu itu.  Nara sedikit terkejut dengan lagu itu dan terlebih dengan suara Siwon yang makin berkembang dari waktu ke waktu.

Tapi saat detik ke 0:25, Nara langsung merinding hebat.  Suara Kyuhyun terngiang jelas, sangat amat jelas biarpun rekaman lagu itu bukanlah clear version dan hanya rekaman cut dari radio.

Nara menggigit bibirnya dan langsung menundukkan kepalanya hingga kini ia menyenderkan kepalanya ke lututnya.  Nara mencoba untuk menahan semua perasaannya yang meluap dan seakan ingin melonjak keluar dari kelopak matanya dalam bentuk air mata.

Jauh di dalam lubuk hatinya, hati Nara merasa sakit saat mendengar alunan lagu itu.  Bukan karena setiap arti dari lirik lagu itu, (lagipula Nara sama sekali tak mengerti dan sama sekali tak berminat mempelajari bahasa Mandarin) tapi ia merasa sakit setiap saat dia mendengar nyanyian Kyuhyun.

Suara kekasihnya itu memang terdengar baik-baik saja, tapi Nara tahu bahwa pria itu pasti merasa lelah.  Sangat lelah.  Dengan semua schedule yang sangat padat, (bahkan terkadang hingga membuatnya tak bisa tidur dengan jatah yang layak)  Kyuhyun pasti merasa muak. Continue reading

{KyuNara Scene} Cho Kyuhyun VS Kwan Nara (ENDING)

…Siwon’s Car…

“Jadi apa yang harus kita lakukan, hyung?”, tanya Kyuhyun dengan wajah cemas sekaligus bingung.  Siwon hanya menggaruk kepalanya dan menguap pelan, matanya masih fokus menatap jalanan.  “Mollayo.  Lebih baik kita bicarakan di dorm dan meminta bantuan Eeteuk hyung.  Aku benar-benar mengantuk, jangan paksa aku untuk berpikir dalam keadaan seperti ini”, jawabnya dan membuat Kyuhyun mendesah kecewa.

Kyuhyun menengok ke bangku belakang, mencoba meminta masukan dari ketiga hyungnya yang lain.  “Hyung, apa yang sebaiknya kita lakuka…”, ucapan Kyuhyun langsung terputus saat melihat ketiga orang itu tengah tertidur pulas dan saling menyender ke bahu satu sama lain. Donghae menyender ke Sungmin, Sungmin menyender ke Eunhyuk dan Eunhyuk menyender ke kaca jendela dengan posisi yang…kurang enak untuk dilihat. (.___.)

“Aish~!”, Kyuhyun mendengus kesal dan mengacak-acak rambutnya sendiri, “Gadis bodoh itu…tak pernah bisa berhenti membuatku khawatir!  Babo!”, ucapnya lirih dan membuat Siwon terkekeh, “Bukan Nara yang tidak bisa berhenti membuatmu khawatir tapi kau yang tak bisa berhenti mengkhawatirkannya”, jawab Siwon sambil menyenggol punggung Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam untuk sejenak dan kemudian mencibir, “Cish~ tidak mungkin, hyung.  Jika benar begitu, itu tandanya aku sudah gila”, elaknya.

Siwon menjawab ringan, “Kau memang sudah gila”.

“Ah~ayolah, hyung.  Jangan mengejekku seperti ini.  Aku benar-benar butuh masukan pendapat!”, Kyuhyun mulai merengek karena hyungnya ini malah mencibirnya dan bukan membantunya.  Siwon terkekeh pelan, “Kau hanya perlu mengingatkannya dengan semua hal yang pernah kalian lakukan bersama, Kyuhyun-ah”, jawabnya dan membuat Kyuhyun agak penasaran, “Hah?”

Siwon mengangguk singkat, “Yah, maksudku…kalian saling bicara dari hati ke hati dan…”

“STOP!”, Kyuhyun menyela ucapan Siwon dan menutup kupingnya rapat-rapat, “Hyung, tolong jangan gunakan bahasa kiasan seperti hati ke hati.  Kau membuatku merasa mual dengan kata-katamu itu”, ucapnya dan membuat Siwon mengernyitkan alisnya heran, namun akhirnya mengangguk pasrah, “jadi bicaralah berdua dan kau harus membicarakan tentang semua hal mengenai kalian selama 2 tahun ini, Kyuhyun-ah”

Kyuhyun menghela nafas dengan berat, “Itu terlalu sulit”, jawabnya.  Siwon menatapnya heran, “Waeyo?  Ayolah~ kau pasti bisa!”

Kyuhyun menggeleng yakin, “Itu sulit, hyung.  Karena selama 2 tahun ini, aku dan dia hanya menghabiskan waktu dengan bertanding game!”, jawabnya putus asa dan membuat Siwon menganga kemudian menggeleng heran, “Makanya aku bilang tadi, kau sudah gila!”.

******

…Nara’s Bedroom…

“SELINGKUH?!”, Haejin dan Ririn membelalak tak percaya saat mendengar kata itu terucap dari bibir Nara.  Nara mengangguk sambil mencomot potato crispy lagi dan memasukkannya dalam mulutnya, “Memangnya kenapa?”, tanyanya ringan.

Haejin menggeleng kencang, “Andwae!  Tak akan pernah kuizinkan kau selingkuh, Nara-ya”, ucapnya bijak, “Nanti kau malah terkena karma dari perbuatanmu ini!!  Pokoknya tidak boleh!”.

Nara terkekeh, “Ayolah onnie~ ini zaman modern dan kau masih percaya dengan karma?  Aigoo~ jangan-jangan Donghae Oppa yang mengajarkan adat Mokpo itu padamu?”, tanyanya ringan dan memakan potato crispynya lagi.  Haejin menggembungkan pipinya dengan kesal, “Jangan berbicara yang aneh-aneh tentang Mokpo!  Itu kampung halamanku juga”, ucapnya tajam dan membuat Nara segera nyengir kecil dan mengacungkan jari telunjuk juga jari tengahnya hingga membentuk huruf V.  “Ups~ sorry, Onnie”, ucap Nara polos.

Ririn masih penasaran, “Kenapa kau ingin selingkuh, Nara-ya?”.

Nara menggumam pelan, “Bukan selingkuh dalam artian sebenarnya, Onnie.  Maksudku..aku hanya ingin dekat dengan seorang pria untuk membuat si bodoh itu cemburu”, jawabnya dan membuat Haejin juga Ririn makin menganga, “Kau…sudah membohonginya dengan berpura-pura amnesia, sekarang juga ingin membuatnya cemburu?!  Aigoo~ Kwan Nara, kau benar-benar ratu iblis!”, ucap Ririn tak percaya dan Nara hanya mengangkat bahunya dengan ringan, “Raja Iblis memang hanya pantas dengan Ratu Iblis ‘kan?”, jawabnya santai.

Haejin menggeleng-gelengkan kepalanya, masih shock.  “Okay, kita berdua hanya bisa membantu sebisanya.  Asalkan kau berjanji untuk tak menjalin hubungan lebih dengan pria itu.  Kau hanya boleh mendekatinya untuk membuat Kyuhyun cemburu.  Arasseo, Nara-ya?”, tanya Haejin memastikan.  Bagaimanapun juga Cho Kyuhyun adalah dongsaeng Donghae, dan bagi Haejin..keluarga Donghae adalah keluarganya juga.  Jadi sebisa mungkin Haejin mencoba netral diantara dua iblis ini, biarpun sulit tentunya.

Nara mengangguk singkat, “Arasseo, Lee Haejin-ssi”, jawab Nara dengan nada merendahkan khasnya dan membuat Haejin menjitak kepalanya dengan gemas.

Ririn ikut menengahi, “Jadi kau sudah tahu mau selingkuh dengan siapa?”

Nara  menggeleng, “Aku tidak ada ide.  Onnie punya nama yang bisa dipertimbangkan?”, nada bicara Nara seakan menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis tercantik di dunia, dan membuat Ririn yang sangat gemas itu langsung pura-pura mencekik lehernya, “Aigoo~seriuslah sedikit!!”, ucapnya.

Nara terkekeh, “Haha~ arasseo.  Tapi aku berpikir untuk mendekati seorang artis”, jawabnya.  Haejin mengernyit heran, “Artis?!”. Continue reading