Behind The Scene Of Ring Ding Dong {3rd Scene}

“OK, sekarang kita ke part berikutnya!! Masih part dance, Cuma kita pindah lokasi”, ucap Leeteuk sambil membuka note nya. Member SHINee yang masih kelelahan sehabis dance tadi Cuma bisa diam mendengarkan omongan Leeteuk. Mereka nggak mau ‘sesepuh’ mereka ini ngambek lagi. *sesepuh?? Lo kira Teuki setua ituu?? XD*

“Pindah ke mana, Hyung??”, Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari game di gameboy nya. Leeteuk melirik sekilas kea rah Kyuhyun dan kembali ke member lainnya.

“Ke situ tuhh!!”, ucap Leeteuk sambil menunjuk kea rah sebuah gedung yang kelihatannya sudah sangat tua dan gelapppp sekali. Member lainnya langsung menelan ludah takut.

“Hyung? Bercanda kann?? Itu kan sarang setan..”, ucap Onew sambil mengelus tengkuknya yang tiba tiba merinding. Minho mengangguk semangat.

“Iya, sarangnya temen Jonghyun hyung semua”, ucapnya datar. Jonghyun langsung menatap Minho sengit.

“Aaah, nggak peduli!!! Setan apapun pasti bakal takluk ama kegantengan aku!! Jadi kalian nggak perlu takut”, ucap Leeteuk sambil beraksi membetulkan kerahnya. Member lainnya langsung pergi ke belakang gara gara mau muntah karena mendengar omongan Leeteuk.

“LET’S GO!!!!!”, teriak Leeteuk yang nggak mempedulikan ekspresi jijik member lainnya yang mendengar omongan narsis nya barusan. Continue reading

Advertisements

Behind The Scene Of Ring Ding Dong {2nd Scene}

Setelah berhasil kabur dari LSM, member SuJu, SHINee dan DBSK langsung berkumpul lagi di dorm SuJu. Kini mereka sedang sibuk menempelkan bulu ayam yang telah mereka ambil dari ayam milik LSM.

“Hyung, disini ada lem nggak??”, Tanya Yoochun sambil memeriksa laci lemari dapur. KangIn dan Yesung menggeleng kompak menjawab pertanyaan Yoochun.

“Lem sisa kemarin udah kita pake buat nambal sepatu punya Donghae, Ryeowook ama Hankyung yang jebol”, ucap Yesung sambil merapikan bulu ayam itu. Yoochun hanya menggeleng heran dengan kemiskinan yang tiba tiba dialami artis SMent. (>..<)

“Terus, kita nempelin bulu ini pake apa??”, Tanya Minho sambil memperhatikan bulu ayam itu dan membandingkannya dengan Jonghyun. “Tuh kan, miriip banget hyung!!!”, ucap Minho sambil mengangguk angguk nggak jelas. (=.=)7

“Pake nasi aja deh!!”, ucap Leeteuk pesimis. Dia langsung beranjak ke dapur dan membawakan sepiring nasi yang panas ke hadapan semua artis SMent. “Bisa kan??”, tanyanya sangsi. Member yang lainnya hanya bisa menghela nafas sedih.

“Kita ini artis bukan sih??”, Tanya Yunho yang heran sendiri. Continue reading

Behind The Scene Of Ring Ding Dong {1st Scene}

.. Ruang rapat SMent…

“Jadi saya minta bantuan kalian semua untuk membantu berjalannya MV SHINee terbaru ini. Karena uang Kas perusahaan sedang mengalami penurunan, dan sepertinya tidak mungkin untuk memakai tenaga ahli demi menangani MV ini. Jadi, Leeteuk dan Jaejoong, saya tunjuk kalian sebagai director MV ini. Lakukan segalanya sebaik mungkin dan dengan dana seminim mungkin!!!!”, ucap Lee Soo Man dengan wajah serius pada para personil Super Junior dan DBSK yang sedang menganga lebar, nggak percaya.

===

“Jadi, mesti gimana, hyung??”, Tanya Jaejoong bingung pada Leeteuk. Kini para personil Super Junior, SHINee dan DBSK sedang berkumpul bersama di dorm SuJu.

Leeteuk mengangkat bahunya bingung. “Yahh, mau gimana lagi? Kita mesti bikin MV ini dengan kemampuan kita sendiri”, ucap Leeteuk bijak.

Heechul menatap sinis kea rah para personil SHINee, “lagipula kenapa kalian mesti comeback saat perusahaan lagi krisis?? Kan jadi kayak gini keadaannya!”, ucap Heechul sambil menatap tajam kea rah Taemin. Taemin langsung mengkeret dan bersembunyi di balik punggung Onew.

“Yahh, mianhae hyung. Ini kan gara gara Taemin pengen banget release album terbaru, malahan kemaren dia sampe nangis sesenggukan di depan Boss LSM. Hyung semua juga tau kan kalau Boss LSM itu paling nggak kuat kalo denger dan liat Taemin nangis?? Katanya Boss jadi ngerasa bersalah kalau nolaak permintaan Taemin”, ucap Key dengan wajah datar. Minho langsung menjitak kepala Key dari belakang. Key langsung meringis kesakitan. “Kenapa sih, Minho?? Kok pake jitak jitak segala??”, Tanya Key yang nggak terima gara gara jitakan Minho tadi.

“Key hyung!! Aku kan nangis gara-gara dipaksa sama Onew hyung dan Jonghyun hyung!! Mereka berdua nih yang pengen banget comeback!!”, ucap Taemin sambil menunjuk kea rah Onew dan Jonghyun yang pura-pura nggak tau. Para personil SuJu dan DBSK langsung merasa gemas dengan tingkah laku hoobae mereka ini.

“Ya udahlah, sekarang kita tentuin aja tugas masing masing!!”, ucap Yunho agak keras dan langsung membuat para personil SHINee diam seketika.

“Eh, emangnya Yunho tuh segalak ini ya?”, Tanya Eunhyuk pada Junsu yang duduk di sebelahnya. Junsu hanya mengangkat bahunya.

“Nggak kok. Lagi PMS aja kali”, ucap Junsu polos. Eunhyuk malah mengangguk paham. Siwon yang duduk di belakang mereka berdua hanya bisa menatap gemas 2 orang di depannya. “Ni orang berdua pada bego amat sih?”, ucapnya dalam hati.

“Ya udah, berarti aku aja yang jadi director MV ini ya?? Ada yang nggak setuju?”, Tanya Leeteuk dengan wajah malas. Member lainnya juga sepertinya sama malasnya seperti Leeteuk, jadi mereka hanya mengangguk pelan.

“OK, besok kita mulai rekaman!!!!”

=== Continue reading

{2Shot} Present

February 2nd 2010, Namsan Tower Park, 07.56pm

“Hatschiii~”, aku mengusap hidungku sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku untuk mendapatkan sedikit kehangatan. Aku melirik ke namja disebelahku ini, dia masih santai memandang jauh ke langit dari Namsan tower ini. Dia tak tahu bahwa aku kedinginan? (T.T) Aku hanya memakai T-Shirt yang tak cukup tebal, tanpa memakai jaket!!

Aku menoel lengannya pelan, “Oppa~, sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan padaku?”, ucapku sambil merapatkan diri ke tubuhnya. Ia hanya menatapku sekilas dan tersenyum simpul sambil mengacak rambutku pelan, “Tunggulah 5 menit lagi, Nara”, ucapnya sambil kembali menatap langit. Aku hanya menggembungkan pipiku sebal, 5 menit apanya? Dari tadi kami sudah berdiri seperti ini sejak 30 menit yang lalu. (>.<)

Aku memperhatikannya lagi, Lee Gi Kwang, namja ini sudah jadi tetanggaku sejak 10 tahun yang lalu. Ia sunbae ku di sekolah, dan selalu menjadi Oppa yang baik bagiku. Oppa yang selalu menghiburku saat namja yang kusuka ternyata telah berdua dengan yeoja lain, Oppa yang selalu membelikanku es krim saat aku mendapat ranking di kelas, Oppa yang rela menjadi sandaran saat aku mempunyai masalah. Dan, kini..ia telah menjadi Oppa yang tampan, sangat tampan.

Beberapa menit kemudian, Ia melepas jaketnya dan langsung menyampirkan tudung jaket itu ke kepalaku. “Tutup matamu”, ucapnya singkat. Aku menatapnya bingung, “Mwo’ya?”, tanyaku heran. Ia hanya menatapku tajam, “Just because”, ucapnya singkat tapi bisa langsung membuatku tertunduk takut. Dari dulu aku memang takut dengan tatapan dan kata-katanya yang satu itu. (T.T)

“Kau masih ingat kalau aku ingin meraih bintang untuk seseorang yang berarti untukku?”, tanyanya kemudian. Aku hanya mengangguk dan menggumam pelan, “Wae, Oppa? Kau mengatakan itu saat kita masih kelas SD”, tanyaku bingung. Ia menggumam mengiyakan. Kami diam sejenak, “Boleh aku buka mataku? Karena sepertinya tidak etis jika kita berbincang seperti ini”, ucapku. Gi Kwang juga terdiam, “Andwae, tunggu 1 menit lagi, dan selama itu..cobalah untuk berbincang seperti sekarang”, jawabnya ringan. Aku mendengus sebal. (>0<)

Tak lama kemudian, ia menggenggam tanganku dan menuntun langkahku menuju suatu tempat. “Hati-hati dengan langkahmu”, ucapnya. Aku menjawab ketus, “Kalau begitu, biarkan aku membuka mata supaya aku bisa lebih berhati-hati”, Gi Kwang hanya tertawa tertahan dan mencubit pipiku. “Dari dulu kau memang sangat imut kalau sedang marah seperti itu”, ucapnya lagi. Aku tersenyum tipis.

Setelah berjalan tak jauh, kami berhenti di suatu tempat. Ia masih menggenggam tanganku dan mengayunkannya dengan riang, “Ini pertama kalinya aku menggenggam tanganmu”, ucapnya. Aku mengangguk. “Padahal, kita sudah berteman hampir 10 tahun, dan orang-orang sudah mengira bahwa kau adalah dongsaeng’ku. Tapi, aku baru kali ini menggenggam tanganmu”.

Aku mengangguk semangat, “Betul, Oppa. Orang-orang juga mengira kalau Oppa adalah Oppa kandungku. Apa kita sebegitu miripnya, ya?”, tanyaku ringan. Gi Kwang diam sejenak dan menjawab, “Ehhmp, mungkin juga karena kita mirip, tapi aku pikir mungkin karena kita sudah cocok satu sama lain dan kita nyaman dengan hal ini, jadi banyak orang yang menganggap kita sebagai saudara kandung”, jelasnya lagi. Aku menggumam paham, “Arasseo”.

Gi Kwang melepaskan genggaman tangannya, “Waktunya tiba”, sahutnya singkat dan membuka tudung jaketnya dari kepalaku. “Buka matamu”, lanjutnya. Aku membuka mata perlahan dan menatap lurus ke wajahnya. Tak ada suatu kejutan yang berarti, tak ada perubahan yang berarti kecuali tempat kami berdiri sekarang. “Kejutan’nya?”, tanyaku heran. Ia hanya tersenyum simpul dan menunjuk ke atas langit, “Di sana”, lanjutnya lagi.

Aku menengadah ke langit dan melihat hal yang sangat menakjubkan. Hujan Meteor? .
Aku kembali menatap Gi Kwang dan tersenyum senang, “Neomu yeppeoda”, ucapku. Ia mengangakt alisnya ragu, “Jinca?”.

Aku mengangguk yakin, “Ne, jeongmal neomu yeppeoda!!”, ulangku sambil menengadahkan kepala lagi. Ia mengacak rambutku pelan dan berdiri di sampingku. Tangannya kini terarah ke langit, “Nara, kau lihat bintang itu?”, tanyanya sambil menunjuk ke satu bintang. Aku mengangguk. Ia menatapku jahil, “Kau percaya bahwa aku bisa memetik bintang?”, lanjutnya.

Aku langsung terkikik geli, “Ahahaa~ Oppa! Jangan bercanda. Aku bukan anak SD yang bisa ditipu lagi olehmu”, ucapku. Ia langsung tersenyum penuh arti dan mengulurkan tangannya, “Berikan tanganmu, kita petik bintang itu bersama-sama”, lanjutnya.

Aku membelalak tak percaya. “Oppa~ jangan bercanda!”, pintaku. Tangan kirinya masih terulur ke arahku, “Kwan Nara, ikuti perintah Oppa”, ucapnya singkat dan lagi-lagi aku kalah oleh tatapan matanya yang tajam itu. (T.T)

Aku mengulurkan tanganku dan kini tangan kami berdua sedang menengadah ke langit. Ajaib!! Bintang-bintang itu seakan-akan jatuh ke tangan kami berdua, aku bisa merasakannya. (^A^)

Tiba-tiba tangan kanan Gi Kwang menunjuk ke satu bintang dan bertingkah seakan-akan ia sedang memetik bintang itu, “Huup”, serunya sambil meloncat pelan. Aku menatapnya heran, “Oppa, kau kira kau benar-benar bisa memetik bintang?”, tanyaku dengan senyum meremehkan. Ia langsung menatap ke arahku dan menjitak keningku, “Itu hukuman karena tak mempercayaiku”, ucapnya. Aku meringis kesakitan.

“Bukannya aku tak percaya, hanya saja buktinya…”, tiba-tiba suaraku langsung tercekat saat melihat rantai kalung itu menjuntai anggun di depan mataku. Sebuah bandul berbentuk bintang tengah bersinar angkuh.

“Ini buktinya”, katanya sambil tersenyum simpul. Aku menatapnya bingung, “I..Ini..Untukku?”, tanyaku tak percaya. Ia mengangguk mengiyakan, “10 tahun adalah waktu yang cukup untuk mengenalmu”, lanjutnya sambil mengalungkan kalung itu ke leherku. Aku masih shock.

“Oppa~”

“Mungkin panggilan itu harus berubah mulai detik ini”, ucapnya dengan senyuman yang tak akan pernah bisa kulupakan. Karena bagiku, senyumannya kali ini..adalah senyuman malaikat.

“Hah?”

Ia mencubit hidungku pelan dan wajahnya makin mendekat ke arahku, “Be mine?”

== Continue reading