(Drabble) “Bring Them Back, Can You?”

Super Junior’s Leeteuk hospitalized for exhaustion

Super Junior’s leader Leeteuk was recently raised some concerns amongst fans after it was revealed that he was hospitalized for exhaustion.

On the morning of May 8th, the idol tweeted, “Exhaustion.. I’m at the hospital getting an IV treatment.”

Super Junior completed their concert in Vietnam before returning to Korea on the 8th.  After suffering severe fatigue, Leeteuk was taken to the hospital. He’s currently receiving IV treatments and is getting an ample amount of rest.

Through Star News, representatives of SM Entertainment stated, “Leeteuk is staying at the hospital for his recovery. Should there be nothing else wrong, he will be discharged and returning to his dorm to rest.”

***

“Aku tak apa-apa, Heechul-ah! Berhenti menyuapiku dengan bubur itu!”, seru Leeteuk sebari memalingkan mukanya dari ayunan sendok yang berisi bubur itu dari tangan Heechul.

Heechul mengeluh kesal dan meletakkan mangkuk buburnya itu dengan sentakan yang cukup kencang, “Ya, Park Jungsoo! Sekarang disini hanya ada kita berempat. Kau, aku, Yesungie, dan Shindong. Kau kira siapa lagi yang bisa mengurusmu dengan baik selain aku?”, tanyanya dengan sedikit geram karena pria yang terpaut usia sembilan hari darinya itu selalu saja bersandiwara bahwa semuanya berjalan dengan baik untuknya, padahal kenyataannya berbeda 180 derajat.

Leeteuk sedikit menggerakkan tubuhnya untuk mencari posisi yang lebih nyaman diatas kasur miliknya, “Sudahlah, aku hanya butuh istirahat. Kau sendiri juga tahu mendengar hal itu dari dokter, ‘kan?”, ucapnya dengan nada ringan dan mengulurkan tangannya untuk mengambil jeruk yang telah dikupas oleh Heechul.

Heechul mendengus kecil dan melemparkan sisa kulit jeruk itu ke tempat sampah dengan lemparan yang lihai, “Pria yang sok kuat. Itulah hal yang kadang membuatku benci padamu, Teuk-ah”, ucapnya dan membuat Leeteuk terkekeh pelan.

Akhirnya Heechul bangkit dari kasur Leeteuk dan menepuk-nepuk celana jinsnya sejenak, “Karena kau tak membutuhkan bantuanku, maka aku akan pergi untuk siaran. Aku sudah memanggil Yonghan Ahjumma untuk mengurusi semua keperluanmu”, ucap Heechul sambil memakai jaket dan masker kesayangannya. Sebelum keluar dari kamar, Heechul melirik ke arah Leeteuk lagi, “Jika aku pulang nanti, kau mau titip apa? Makanan?”

Leeteuk terdiam sejenak, namun detik berikutnya dia menggeleng pelan. “Aku titip..tolong bawa mereka semua kembali kesini. Aku mulai bosan dengan semua kesunyian ini”, ucapnya sambil tertawa kecil, seakan menertawakan permintaannya itu.

Heechul mengangkat sudut bibirnya dengan sinis, “Jika aku bisa, aku sudah melakukannya dari dulu, Teuk-ah”, balasnya sambil membuka kenop pintu kamar kemudian kembali menengok ke belakang, “Kuanggap kau tak ingin memesan apapun, kalau begitu”, ucap Heechul terakhir kali sebelum sosoknya menghilang di balik pintu dan membuat kamar Leeteuk kembali sunyi senyap.

“Hahh..”, ia mendesah pelan dan beranjak mengambil pensil juga kertas partitur miliknya, “..tidak ada hal yang lebih mengasyikkan untuk mengisi waktu liburan selain dengan membuat lagu”.

***
-END-

Yayaya, gaje? XD haha, namanya juga drabble 🙂
Tadi ga sengaja liat pic 83line & yah..jadilah FF ini
Semoga di kenyataannya, ga cuma Heechul yang jagain Teuk tapi juga semua member ikut jagain Teuk 🙂

Biarpun cuma drabble, tapi tetep..
Comment are L.O.V.E

Advertisements

(Ficlet) Let Me Out Of Here!

“Kau tak akan menikah dengannya! Kau harus sadar akan hal itu!”

Konyol..

“Cish, jangankan untuk memegang tangannya, bahkan sampai saat ini kau hanya bisa melihatnya dari layar TV, ‘kan?”

Freak..

“Hentikan semua kegilaanmu!”

Bodoh..

“Sadarlah!! Bangun dari semua khayalanmu!”

Aku mengangkat kepalaku dan tersenyum perih ke arah mereka semua, “Tak bolehkah aku bermimpi?”

Kapan mimpi ini akan berhenti?

***

Continue reading

(OneShot) Chocolate – Strawberry (Ms.Chocolate’s POV)

REWARD : 5 POINT
Hanya untuk 3 orang dengan comment terbaik 🙂

***

Di dunia ini, selalu ada sebuah hal yang tak terkira manisnya. Dan bagiku, hal itu adalah persahabatan.

Namun, di dunia ini juga selalu ada hal yang membuatku merasa terhenyak tak percaya akan sebuah rasa perih yang tak terkira. Dan bagiku, hal itu adalah persahabatan.

Ini hanyalah sekelumit curahan hati yang hina.
Seberkas kenangan mengenai sebuah hal yang sangat manis sekaligus sangat menyakitkan.
Sebuah untaian kata tak bermakna.
Sebuah hal yang selalu mengingatkanku pada ‘dia’. Continue reading

(OneShot) 4 Things Why Kyuhyun Won’t Make Twitter

..Minggu, 7 Juni 2010, SuJu’s Dorm..

“KYUHYUNN~!!”, teriak Ryeowook dari ruang tengah.  Aishh, tak bisakah dia agak tenang sedikit?  Bukankah dia tahu bahwa aku baru pulang dari Rumah Sakit sehabis Operasi?  Mengapa tak ada tempat yang tenang bagi orang sakit sepertiku? (==)

“KYUHYUUNN~!”, teriaknya lagi.  Aku hanya mendecak kesal dan mengencangkan volume ipod’ku hingga ke volume maksimum.  Setelahnya aku mulai memainkan game di PSP’ku lagi, yang sempat terhenti karena teriakan Ryeowook tadi.

Tak lama kemudian, dia menghampiriku sambil membawa laptop’nya.  Wajahnya benar-benar seperti yang sedang kesal setengah mati padaku.  Dia terlihat sedang berceloteh sesuatu, tapi toh percuma, suaranya sama sekali tak terdengar olehku karena volume ipod’ku yang maksimal.  Ahh, mungkin ini sebabnya mengapa telingaku sampai mesti dioperasi, T.T.  Selain karena harus mendengar celoteh para member, mungkin juga karena kebiasaanku yang mendengarkan lagu dengan earphone, juga dengan volume maksimal. :p

Ryeowook masih terus berceloteh panjang lebar, dan aku tetap tak mempedulikannya.  Sampai akhirnya dia menunjukkan layar laptopnya dan jarinya menunjuk ke sebuah baris tulisan, ahh..tidak~bukan hanya sebaris, tapi banyak baris yang menuliskan namaku.

Aku yang mulai penasaran, akhirnya melepas earphone’ku.  “Apa ini, hyung?”, tanyaku bingung.  Ryeowook langsung mengangkat alisnya tak percaya, “Kau tak mendengar apa yang ku katakan barusan?!”

Aku hanya mengangkat earphone’ku ke hadapannya, “Ini..aku memakainya tadi”, ucapku santai.  Dia langsung menggelengkan kepalanya kesal, tapi kemudian menarik nafas dalam dan menatap ke arahku, “KAU HARUS MEMBUAT TWITTER!!  SEKARANG JUGA!!“, ucapnya tegas.

Aku menatapnya heran, “Twitter? Kenapa tiba-tiba..”, tanyaku heran.  Dia menunjuk layar laptop’nya lagi, “Lihat, Kyuhyun-a.  Aku baru saja membuat twitter kemarin, dan kini sudah ada ribuan mention padaku”, jelasnya.

Aku makin bingung, “Lalu apa hubungannya denganku?”.  Apakah dia mau membanggakan dirinya yang sudah mendapat ribuan mention hanya dalam jangka waktu 1 hari? Ahh~tapi toh hyungie yang lain juga begitu kan?  Yang kutahu, mereka juga sudah memiliki ribuan (atau mungkin puluh ribuan) follower? (==)a

“Tapi hampir setengah dari ribuan mention itu hanya mengatakan, ASK KYUHYUN TO MAKE HIS OWN TWITTER! Aigoo, sebenarnya ini twitter siapa? Milikku atau milikmu?”, ucapnya sebal.  Aku hanya mengangguk paham, “Ahh~hanya itu?  Kukira ada masalah besar, hyung”, ucapku santai dan kembali meneruskan game’ku. “Bukan hanya hyung yang berkata seperti itu, member lainnya juga sudah menyuruhku untuk membuat twitter, karena alasan yang sama seperti yang hyung katakan barusan.  Keundae..”, ucapanku terputus di tengah-tengah.

Ryeowook menatapku penasaran, “Keundae?”

Aku hanya menjawab ringan, “Twitter itu membosankan.  Tidak ada game online’nya“.

Oke, itulah salah satu masalahku saat ini.  Seorang Cho Kyuhyun yang belum memiliki TWITTER di tengah virus twitter yang merajalela di Super Junior.   Dan cerita ini adalah tentang mereka yang membujukku untuk membuat twitter.  Apakah mereka akan berhasil?  Uhmm, kita lihat saja nanti.

+++

TRICKER #1 [LEETEUK HYUNG]

Leeteuk masuk ke kamarku sambil membawakan sebungkus makanan, “Kau belum makan, kan?”, tanyanya.  Aku hanya menggeleng pelan sambil melepaskan kacamata bacaku dan menaruh majalah yang sedang kubaca di sampingku.  “Gomawo, hyung”, ucapku pelan.

Leeteuk hanya mengangguk dan menggumam pelan, “Ini tanggung jawabku.  AhRa dan orangtuamu yang menitipkanmu padaku”, jelasnya.  Aku hanya tersenyum simpul dan menerima makanan yang disodorkannya padaku.

“Kyu, tadi aku melihat ada  ELF yang mengatakan padaku di twitter, ‘Aku akan memberikan Starcraft edisi ke-2 pada Kyuhyun Oppa’, ucap Leeteuk.  Mataku langsung membulat, sangat antusias.  “Jinjja, Hyung?”.

Leeteuk mengangguk yakin, “Ya~bahkan bukan hanya satu, tapi ada puluhan ELF yang mengatakan hal yang sama padaku”, tambahnya.  Aku makin bahagia, “Katakan pada mereka, ‘AKU MAU’, hyung”.

Leeteuk memandangku lagi, “Tapi mereka bilang, dengan satu syarat…”, ucapnya menggantung.  Aku mengangguk yakin, “Syarat apa, hyung?”

“Kau harus membuat TWITTER”

Kata-katanya seperti langsung membawa awan mendung ke atas kepalaku.

Aku mendengus kesal, “Ahhh~tidak..tidak!  Bilang saja tak usah”, ucapku tak tertarik dan melanjutkan makanku.  Leeteuk masih menatapku penasaran, “Hei, mengapa kau tak mau membuat Twitter?.  Itu bukan hal yang sulit kan?  Sama seperti saat kita membuat Cyworld”, tambahnya.

Ahahaha~aku tahu kata-katanya itu hanya bohong semata.  Aku yakin, alasan Leeteuk menyuruhku membuat Twitter pasti sama seperti alasan Ryeowook, Karena dia lelah didesak oleh para ELF yang menyuruhku untuk membuat Twitter

Aku masih mengunyah kimchi di mulutku dan mengangkat bahu santai, “Entahlah, aku tidak tahu.  Mungkin suatu saat nanti, aku akan membuat twitter”, ucapku.  Leeteuk langsung tersenyum senang, “Jinjja? Onje? Kapan?”, tanyanya antusias.

Aku menerawang ke langit-langit kamar, “Aku akan membuatnya saat…aku sudah bosan dengan game“, jawabku akhirnya.

Leeteuk mendesah kecewa, “Jika seorang Cho Kyuhyun bosan dengan game, itu berarti dunia akan segera kiamat”, ucapnya.  Aku hanya mengangguk yakin, “Begitulah kira-kira, hyung~”.

Leeteuk beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkanku, “ahh~sudahlah.  Anggap saja aku tak pernah membicarakan hal ini denganmu”, ucapnya.

Aku hanya menyeringai, “2 orang telah gagal”, gumamku pelan dan kembali memakan kimchi’ku.

+++ Continue reading

(OneShot) Who Are You? I’m Park JoongSoo

“Gilaa!!! Kamu emang gila, Ra.”, Kak Dina terus terusan menggelengkan kepalanya, sepertinya dia nggak percaya bahwa aku bisa melakukan hal ini.

Aku hanya mengangkat bahu dengan santai dan tetap serius menulis sesuatu di kertas pink itu. “Yahh, nothing impossible kan?”, ucapku santai.

“Tapi kalo kamu nerbangin surat itu pake balon dan berharap kamu bisa nemuin pangeran idaman kamu itu, itu namanya mission imposibble, Ra”, seru Kak Dina agak berteriak. “Kamu udah kelas 2 SMA, kenapa pikiran kamu masih childish kayak gitu??”

“Yahh, biarin dong. Shizuka aja bisa nemuin pangeran dari negeri seberang setelah nerbangin balon kan?”, jawabku tak mau kalah.

“Ya olloh, sadarr Ra!! Ntu kan komik Doraemon!! Cuma ceritaaaaa. Nggak mungkin ada di kehidupan nyata”, seru Kak Dina lagi. “Lagian, gimana kalo balon itu pecah di atas gunung Himalaya atau di air terjun Niagara? Nggak ada orang yang bisa nemuin surat itu kan?”

“Yayayaayaya, udahlah Kak. Aku kan beli surat dan balon ini pake duit ku sendiri. Kok malah Kakak yang nyolot sih?”, ucapku agak sebal. Tapi ternyata ucapanku tadi bisa membuat Kak Dina diam tak berkutik.

Aku meneruskan menulis sesuatu di surat itu…

..For someone who find this letter, would you be my friend?..If you want, please reply this letter.. =)
Rara,
Gg.xxx no xx, Jakarta Timur, Indonesia

Kak Dina masih menatapku dengan pandangan yang aneh. “Kenapa adek gue bisa segila ini sih?”, ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Aku beranjak mengikatkan surat itu pada tali balon. Kubawa balon itu ke halaman belakang. Kak Dina masih saja tetap mengikutiku. Aneh, kalau dia pikir aku gila, kenapa dia terlihat antusias akan hal ini??

Sebelum melepaskan balon itu, aku berdoa sejenak, “Semoga pangeran ku benar benar datang”.

***

“Rara, ada surat buat kamu nak”, panggil mama saat aku sedang serius mengerjakan PR. Huuh, kenapa selalu saja ada gangguan di saat aku sedang semangat belajar?

“Dari siapa mah?”, teriakku. Yahh, kalau suratnya nggak terlalu penting kan bisa kuambil nanti saja.

“Nggak tahu, tapi kayaknya dari Se.. Seo.. Seoul gitu. Korea ya?”, ucap mama dengan terbata.

HUWAA??

Aku langsung berlari keluar kamar dan menuju mama. “Seoul?? Masa ma? Dari So Ji Sub bukan?? Atau dari Joo Ji Hoon? Rain??”, tanyaku berantai. Mama hanya kebingungan saat mendengar nama yang kusebutkan itu. Mungkin beliau berpikir itu nama orang dari planet mars.

“Nggak tahu deh. Nih, liat aja sendiri”, ucapnya sambil menyerahkan surat itu padaku. Aku membalik surat itu dengan deg degan. Huwaaa, jangan jangan dari Rain?? Atau So Ji Sub?? Pokoknya semoga ini surat dari artis drama Koreaaaaa!!!

Tapi harapanku pupus saat melihat nama yang tertera di surat itu. “ Park Joong Soo? Siapa nih?”

*** Continue reading

Wind, Sun, Star, Moon {Chapter 1}

“Lukisan itu dicuri!!”

Ingat baik-baik ucapanku, Sun..

“Dia kabur~!”

Aku akan mengambil target dengan strategiku sendiri..

“Dia naik mobil Porsche hitam! Sialan, itu Wind!”

Saat aku sudah berhasil mengambil target, kau sudah siap di posisimu dengan motor kesayanganmu itu untuk mengambil alih target ini..

“Cepat tangkap mereka!”

Setelah itu, segera pergi ke tempat yang sudah kuberitahu dan temui Star di situ..

“Apa yang sedang kalian lakukan?  Dasar polisi tak berguna!”

Serahkan target ke tangannya dan biarkan dia yang beraksi dengan skateboard kebanggaannya itu..

“Mereka lolos!!  Damn it!”

Saat Star berhasil kabur dari kejaran polisi, saat itulah misi kita berakhir..

“Success”, sahut Jino singkat dari telefon dengan nafas agak tersengal setelah mati-matian berusaha kabur dari kejaran polisi dengan skateboard miliknya.  Zhoumi tersenyum tipis, “Bagus, Star.  Segera berkumpul dirumah, kita adakan pesta”, gumamnya dan segera mematikan sambungan telefon.

Dia menengok ke arah Kyuhyun yang berada di samping mobilnya dan mengendarai motor Ducati hitam yang membuatnya makin terlihat gagah, “Success, Sun.  Lukisan itu aman di tangan kita”, lanjutnya.

Kyuhyun mendecak pelan sambil memakai kembali helmnya, “Polisi Korea memang lamban.  Padahal tadi aku menyetir dengan kecepatan minimum tapi mereka tak bisa menyusulku sedikitpun”, dengusnya dan mulai menstarter motornya.  Zhoumi mendelik penasaran, “minimum?”, tanyanya tak percaya.

Kyuhyun mengangguk sambil menggas motornya hingga mengeluarkan suara deruan yang agak kencang, “hanya 150km/jam, Wind.  Biasanya aku menyetir hingga kecepatan 225km/jam. Ck~.  Lama-lama aku mulai bosan dengan hal ini”, keluhnya.

Zhoumi nyengir kecut dan mulai menyalakan mesin mobil Porsche hitam kesayangannya itu, “150km/jam kau bilang minimum?  Ya~jika kau bosan dengan hal ini, kau bisa mendaftar menjadi peserta MOTOGP saja”, usulnya lalu dan dijawab dengan kekehan Kyuhyun.  “Ide bagus, mungkin akan kulakukan lain kali”, candanya.

Zhoumi menggeleng heran dengan jalan pikiran adiknya itu dan mencoba untuk tak peduli, “Sudahlah, cepat kembali ke rumah.  Sepertinya Star sudah tiba dari tadi”, ingatnya.  Kyuhyun mengangguk paham dan segera mendahului mobil Zhoumi untuk melaju di kegelapan malam itu.

Sepeninggal Kyuhyun, Zhoumi menengok dari kaca spion mobilnya dan melihat ada kilatan cahaya dari beberapa mobil dan bunyi sirine yang sayup-sayup mulai terdengar.

Oh, rupanya polisi itu masih setia melacak keberadaan kami?, pikirnya.

Akhirnya dia mengeluarkan selembar kertas dari dashboard mobilnya dan membuang kertas itu begitu saja dari dalam mobil.  “Berusahalah lebih keras jika ingin menangkap kami”, desisnya sambil menginjak pedal gas mobilnya dan meninggalkan lokasi awalnya.

Terima kasih telah membuat kami tertawa hari ini..

Atas kejarannya dan atas hadiahnya..

Semoga kita bisa bermain di lain kali..

-Wind, Sun, Star-

***** Continue reading