Diary Of Boys Sitter {ENDING}

Leeteuk’s Car, 22 Desember 2009, 09.10am

“Akhirnya~ aku bisa kembali ke dorm!”, ucapku semangat sambil memasang sabuk pengaman pada kursi di samping pengemudi. Leeteuk hanya tersenyum simpul dan menyalakan mesin mobil. “Siap kembali ke rumah anda, tuan putri?”, ucap Leeteuk sambil mengacak rambutku pelan. Aku mengangguk semangat.

Mesin mobil mulai dinyalakan dan mobil beranjak meluncur di jalan raya. Aku menatap jalanan dan tersenyum tak henti saat membayangkan suasana dorm dan tingkah para member. Aku benar-benar tak sabar untuk segera sampai dorm. Aku tak sabar untuk segera menghabiskan sisa waktu’ku bersama mereka.

Aku memejamkan mataku sejenak, menarik nafasku dalam-dalam dan aku bisa melihat KwangHee yang ada di hadapanku. Ia menangis berlutut padaku, seakan menyesal atas segala yang terjadi padaku.

Aku membuka mata dan kembali menatap jalanan, “Aniyo, KwangHee. Gwenchana. Kau telah memberikan waktu pada Onnie dan Onnie akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Demi kau, para Oppadeul dan demi Jinki”, bisikku pelan.

Leeteuk menatapku heran, “Kau barusan bilang apa, Nara?”. Aku menggeleng pelan, “Aniyo~, bukan apa-apa. Ayolah Oppa, ppalii~ aku tak sabar bertemu dengan yang lainnya!!”.

=== Continue reading

Diary Of Boys Sitter {13th Diaries}

Kyochoon Hospital, 16 Desember 2009, 20.32pm

“Stop, Minho!!”, ucapku tergesa dari belakang bangku kemudi. Tanganku masih menggenggam tangan Nara yang makin dingin, wajahnya makin pucat. Terkadang ia mengerang kesakitan sambil mengcengkram tanganku, dia selalu berkata “Dingin”. Aku benar-benar bingung, jaketku dan jaket Minho sudah kusampirkan di tubuhnya, tapi ia masih tetap dingin? Sebenarnya dia kenapa?

Minho mengerem mobil dengan mendadak dan membuat kepalaku teranduk headrest bangku kemudi. “Aigoo~”, gerutuku. Minho hanya nyengir bersalah dari kaca spion. “Mianhae, hyung”, ucapnya dan mematikan mesin mobil. Aku mencibir sekilas dan menatap Nara cemas, “Nara..Nara!”, ucapku sambil menepuk pipinya pelan, tapi ia sama sekali tidak bereaksi.

“Hyung, dia sudah pingsan”,ucap Minho cemas. Aku menyentak kesal dan segera membopong tubuh Nara ke dalam rumah sakit. “Hyung!! Andwaee~ wajahmu bisa dikenali orang-orang!!”, seru Minho sambil menyamakan langkahnya denganku. Aku menatap Minho bingung, “Tapi..bagaimana dengan dia?”, ucapku panic. Nafas Nara mulai memburu, sepertinya dia benar-benar kesakitan!

Minho masih diam, sedangkan aku menatap ragu ke arah rumah sakit. Rumah sakit itu sedang penuh oleh pengunjung, jika aku nekat masuk ke sana..mereka pasti akan mengenali’ku!!. “Minho-ya, bagaimana sekarang?”, tanyaku bingung. Minho mengedarkan pandangannya ke sekitar, tapi tiba tiba pandangannya mulai fokus ke satu arah. Aku mengikuti arah pandangannya itu, ada sebuah mobil putih yang sedang menuju kea rah kami bertiga. Mobil putih? Aniyo, itu bukan mobil Van milik SuJu sunbaenim? Lalu siapa? Aigooo~ Andwae!! jangan bilang kalau itu wartawan?!!

Minho langsung menarik pundakku untuk kembali masuk ke dalam mobil dan bersembunyi. Aku hanya bisa mengikuti semua yang Minho lakukan. Rasanya kepalaku hampir mau meledak karena semua kejadian ini!! Aku sudah benar-benar tidak bisa berpikir jernih lagi!! Continue reading

Diary Of Boys Sitter {12th Diaries}

..SHINee bedroom, 16 Desember 2009, 18.46pm..
*Nara POV*

Argggh, Omma!! Gelap bangett~ Aku mesti ngapain sekarang? Nelfon Oppadeul? Aishh, tapi kan sekarang mereka semua lagi goodbye stage di MuCore. Nanti aku ngeganggu mereka lagi. (=.=)

“Oppaa~”, tanpa sadar aku menggoyangkan lengan Onew, berharap supaya dia segera sadar dan bisa sedikit menenangkanku. Soalnya kalau dia tetap pingsan seperti ini, aku seperti merasa sedang bersama mayat. (>.<)

Tapii, percuma!! Dia masih tetap tak bergeming.

Aku mencoba mengeluarkan handphone dari sakuku dan mulai mengedarkan sinar handphone ku ke seluruh ruangan, huweeee~ gelapp!! Omma, aku takutt!! (>.<) Gimana kalau nanti ada setan yang tiba-tiba mencengkeram tanganku dan menarikku ke dalam lubang kegelapan yang akan mengurungku selama-lamanya disana? Arggh, andwaee!!!! Kwan Nara, sejak kapan kau menjadi bodoh seperti ini?? (=.=)

“Oppaa~ cepatlah sadar!! Jangan bikin aku takut seperti ini!! Lama-lama kau makin terlihat seperti mayat!!”, ucapku sambil menggoyangkan lengannya lagi, tapi kali ini agak lebih kencang. Tapi dia masih tetap tak bergerak sedikitpun. Atau jangan-jangan, dia sudah matii?

Dengan agak panic (karena takut jika dia benar-benar mati), aku segera mengambil segelas air yang kebetulan ada di atas meja di sampingku dan menyiramkan air itu langsung ke wajahnya. “Oppaa!! Mianhaee!!”, ucapku sebelum menyiramkan air dalam gelas itu.

PLASSSH

Dia masih juga belum sadar!!! (>.<) Ya ampuun, jangan-jangan dia benar-benar matii?? Aissh, tapi dia masih bernafas kok!!

Aku berniat beranjak untuk mencari bantuan, setidaknya mencoba menelfon member SHINee lainnya. Tapi baru saja aku mengambil handphone ku, tiba-tiba handphone Onew berbunyi. Sepertinya SMS.

Aku mengambil handphone nya yang kebetulan diletakkan tak jauh dari tempatku berada. RingTone’nya JoJo ternyata, sama sepertiku. (^0^) Aku melihat pengirim SMS itu, uhhmp, ternyata hanya SMS dari operator. (=.=) Aku kira SMS dari Jessica onnie.

Setelahnya, aku mulai memperhatikan handphone Onew. Handphonenya merek Samsung tipe Omnia. Huahh, ini kan mahal?! Berbeda sekali dengan Samsung corby milikku (=.=) Aissh, selera artis memang berbeda.

Wallpaper handphone’nya, adalah foto Onew bersama Jonghyun dan Taemin. Sepertinya ini foto saat mereka sedang liburan.

*Hahaha, lucuu~ (>.<)*

Ehh, kalau begitu, di handphone ini juga pasti ada banyak foto Onew yang belum dipublikasiin ke fans-fans nya!! XD Hahaha, mumpung orangnya lagi pingsan, sekalian aja aku transfer semua foto-fotonya. Hahahaha *otak criminal mode : ON*

Aku mulai mengaktifkan handphone itu dan membuka folder foto-foto miliknya. Ada beberapa folder di sana, tapi aku langsung membuka folder yang berisi foto-fotonya, ada yang bersama member SHINee lainnya, tapi ada juga yang bersama artist lainnya. Ada yang bersama Taeyeon onnie,

Dan sebenarnya masih banyak foto member SHINee bersama artist lainnya. Tapi yang membuatku bingung, kenapa nggak ada foto Onew bersama Jessica onnie? Bukankah seharusnya yang namanya pasangan kekasih itu wajib mempunyai foto bersama ya? (=.=)

Aishh, Nara.. Jangan bodoh seperti ini, tentu saja foto mereka berdua ada di folder lain. Mana mungkin foto mereka digabungkan dengan foto bersama member lainnya. (>.<)

Aku keluar dari folder foto SHINee itu, dan mataku langsung tertuju ke satu folder yang ber title, _Naui Juliette_

Ini pasti folder untuk foto-foto Jessica Onnie. (=3=)

Aku meneguhkan hati untuk membuka folder itu. Sempat kutarik nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol options. Kwan Nara, jangan jadi pengecut!! Bukankah yang penting kau hanya ingin melihat Onew bahagia? Tak peduli bagaimana caranya atau dengan siapa dia bahagia, yang penting jika ia bisa tersenyum bersama Jessica Onnie, kau harus merelakannya!! Bukankah kau sudah bertekad seperti itu, Kwan Nara?

Aku mengangguk yakin dan mencoba untuk tersenyum. Aku sempat menoleh sekejap ke arah Onew yang masih pingsan, wajahnya masih amat damai.

Wajahnya masih dapat kulihat meskipun di tengah kegelapan sekalipun, masih dapat kubayangkan senyumannya saat ia sedang menyanyi, keseriusannya saat menjadi leader SHINee, tawanya saat ia membuat suatu hal yang bodoh, dan segalanya.

Tapi sayangnya bukan aku yang memiliki semua itu. Continue reading

Diary Of Boys Sitter {11th Diaries}

..@ Leeteuk’s car, 16 Desember 2009, 03.00pm..
*Nara POV*

“Oppa..”, ucapku pelan saat mobil Leeteuk mulai meninggalkan pelataran parkir dan juga meninggalkan Onew yang masih terbelalak tidak percaya dengan ucapan Leeteuk barusan.

“Ne, chagiya?”, ucapnya dengan tatapan dan senyuman jahilnya. Aku tersenyum simpul mendengar ucapannya itu dan memukul lengannya perlahan.

“Oppa, gomawo sudah mau membantuku sampai sejauh ini”, kataku sambil merangkul lengan Leeteuk. Leeteuk mengangguk dan mengacak rambutku pelan, “Dan, mianhae soal jawabanku tadi”, ucapku murung. Leeteuk juga terdiam sejenak.

“ Aishh, sudahlah.. jangan bahas hal itu lagi”, ucapnya setengah memaksa. “Untuk kali ini, biarkan aku merasakan peranku sebagai namjachingu-mu. Ok?”, lanjutnya dengan senyum malaikatnya itu.

Aku masih membeku saat melihat senyuman Leeteuk itu.

Apa aku seorang yeohja yang benar benar bodoh? , sampai rela melepaskan senyuman malaikat ini demi seseorang namja bernama Lee Jinki??

Dan kini, aku telah berbohong pada ‘dia’ yang sangat kusayang itu. Entahlah apa maksudnya, aku sendiri juga sama sekali tak mengerti apa yang telah kulakukan barusan. Mungkin aku hanya terlalu lelah, aku ingin lepas dari semua ini.

Mengapa aku seperti orang bodoh? Otakku mengerti untuk tidak bertindak bodoh terus menerus, tapi hatiku seperti menarikku untuk selalu bertindak bodoh.

Aku ingin lepas dari rasa cintaku pada Lee Jinki. Aku ingin membenci Lee Jinki, tapi semuanya percuma. Bahkan jelmaan malaikat yang kini ada di sampingku inipun tidak berhasil mengusir bayangan seorang Lee Jinki.

Seistimewa apakah Lee Jinki??

Cintaku pada seorang Lee Jinki, benar benar membuatku lelah.

Apa ini yang dinamakan cinta?

Tapi, masih berhakkah aku mencintaimu? Walaupun aku telah meninggalkanmu?

== Continue reading

Diary Of Boys Sitter {10th Diaries}

..Dorm SHINee..

*Onew POV*

“HYUNGGG!!!!”, teriak suara itu. Uggh, dari suaranya pasti itu teriakan si Taemin sama Jonghyun. Yang satu cempreng, yang satunya lagi powernya gede banget. Ahh, apaan sih??

“HYUNGGG!! BANGUNN!!”, Kini suara cempreng itu malah menggoyangkan tubuhku. “Hyung, di TV!!”, ucap suara lainnya. Aissh, ini pasti Key.

“Apaan di TV?”, tanyaku pelan sambil masih tetap memejamkan mata. Ngantuk banget!! Kemaren aku mesti nganterin Jessica noona ke dorm SNSD jam 1 pagi (Habisnya kemarin dia curhat sampe 3 jam!!). Sampai di dorm SNSD, aku malah disuruh dengerin curhatnya Sunny noona. Arrrgh!!!! (>.<) Otomatis aku tidur jam 3 pagi!! (=3=)

“Acara gossip!!”, jawab Taemin panik. “Hyung jadian sama Jessica noona!!!”

“MWO??!!”, teriakku nggak percaya. “PACARAN?”

..Ring Ding Dong.. Ring Ding Dong..

“Yebbseo?”, ucap Minho saat mengangkat telepon dari HP ku. Aku masih shock. Pacaran dengan Jessica noona? Bagaimana bisa? Kemarin aku hanya mendengarkan curhatnya dan mengantarkannya pulang. Nggak ada kejadian apapun lagi setelah itu. Tapi bagaimana bisa ada kabar seperti itu?

“Hyung, Jessica noona”,ucap Minho sebari menyerahkan handphone ku. Tanganku bergetar saat menerima telepon dari Jessica noona.

“Jinki-ya”, sapa suara di seberang sana.

“Noona, berita di TV itu..”, ucapku ragu. “Sebenarnya apa yang telah terjadi?”, tanyaku bingung. Jessica noona hanya menghela nafas berat.

“Semuanya sudah terlanjur, Jinki. Nggak ada jalan lain selain kamu berpura-pura menjadi pacarku”, ucapnya tenang.

MWO??

==== Continue reading

Diary Of Boys Sitter {9th Diaries}

*Author POV*

“Hyung?”, ucap Onew sambil menepuk pundak Kyuhyun yang sedang tertidur di samping ranjang Nara. Kyuhyun mengerjapkan matanya karna silau dengan cahaya matahari yang menembus jendela kamar.

“Oh, Jinki”, ucap Kyuhyun saat menyadari kalau Onew sudah ada di ruangan ini. Onew tersenyum simpul dan beranjak duduk di samping ranjang Nara, berhadapan dengan tempat Kyuhyun berada. Onew menatap heran ke sekeliling ruangan.

“Kemana member yang lainnya??”, Tanya Onew bingung. Biasanya kamar Nara dirawat ini selalu penuh sesak oleh 15 cowok ini. Kyuhyun juga terlihat bingung. Tapi ia hanya mengangkat bahunya ringan.

“Mungkin mereka ada jadwal masing masing”, ucap Kyuhyun santai. Onew mengangguk paham. Selama beberapa saat, tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua. Mereka sama sama menatap kea rah Nara.

“Gimana caranya supaya dia bisa siuman?”, Tanya Kyuhyun memecah keheningan. Onew menatap heran ke arah Kyuhyun.

“Yahh, kalau di dongeng dongeng tuh, biasanya para putri selalu bangun dari tidurnya karna ciuman dari pangeran”, ucap Onew datar. Kyuhyun menatap takjub kea rah Onew.

“Jadi maksudmu, Nara mesti dicium oleh pangeran??”, Tanya Kyuhyun bingung. Onew mengangkat bahunya.

“Itu kan Cuma dongeng, Hyung”, ucap Onew sambil tetap menatap Nara dengan tulus. Kyuhyun menatap dalam kea rah Onew.

“Jinki, apa kamu tau?”, ucap Kyuhyun pelan. Onew menoleh kea rah Kyuhyun.

“Apa hyung??”

“Sebenarnya, ada seseorang yang suka sama kamu. Suuuukkkaaa bangett!!!!”, ucap Kyuhyun sambil tetap menatap dalam kea rah Onew. Onew langsung mundur beberapa langkah dari tempatnya berada.

“Hyung, kauu.. mencurigakan”, ucap Onew takut takut. Kyuhyun langsung menatap nggak percaya. “Hyung, kau bukan homo kan??”

“Aigo!! Orang itu bukan aku!! Aku masih normal!”, ucap Kyuhyun gemas. Onew langsung menghembuskan nafas lega. Ia beranjak untuk duduk kembali di depan Kyuhyun.

“Habisnya, pandangan mata mu tadi padaku, terlihat..mencurigakan”, ucap Onew pelan sambil tersenyum geje. Kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya kencang kencang.

“Aku masih normalllll, Jinki!!”, teriak Kyuhyun yang nggak terima kalau dirinya disebut homo.

“Ok, hyung. Mianhae”, ucap Onew. “Jadi, siapa yang sebenarnya suka denganku??”

Kyuhyun masih ragu untuk mengucapkannya. “Bilang nggak ya?? Ini kan rahasia yang dijaga Nara setengah mati. Tapi, mau gimana lagi? Ini kan biar Onew tau kalau pangeran yang ditunggu Nara itu adalah dia. Jadi, dia bisa cium Nara, trus Nara jadi siuman”, piker Kyuhyun. Onew masih menatap penasaran kea rah Kyuhyun.

“Jadi, cewek itu udah lamaa sekali suka denganmu. Bahkan sebelum kamu debut sebagai Leader SHINee”, ucap Kyuhyun serius. Onew mengangguk paham. “Dan cewek itu adalah….”

“AAARRRRGHH!!!! TIDAAAKKKK!!!!”, teriak seseorang sambil langsung menutup mulut Kyuhyun yang sedang bersiap mengucapkan suatu kata.

Onew langsung menatap takjub ke sosok itu. “NARA?? KAMU SIUMANN?”

=== Continue reading

Diary Of Boys Sitter {8th Stories}

Minggu, 04 Oktober 2009.. 15.30 waktu seoul.

“Nara Noona, makasih karna udah ngebantuin kami ngejaga Taemin. Kami pasti udah bikin noona repot dengan tingkah Taemin”, ucap Key pada saat kami akan berpisah. Taemin tampak agak manyun.

“Hyung, aku nggak ngerepotin Nara noona kok!”, ucapnya ketus pada Key dan membuatku tersenyum mendengarnya.

“Jangan sakit lagi ya, Taemin?”, ucapku sambil memandangnya hangat. Taemin mengangguk patuh. “Tenang aja noona! Aku pasti bisa jaga kondisi, kok!!”, ucapnya sambil menepuk dadanya. Aku mengacak rambutnya dengan gemas.

Aku mulai beranjak untuk kembali ke dorm Suju, aku benar benar kangen mereka ber 14!!!!! (Yahh, sebenarnya 15, jika Kibum juga dihitung.)

Tapi tiba-tiba Onew menghampiriku, “Nara, benar kamu nggak mau kuantar sampai ke dorm?”, tanyanya. Aku menggeleng menjawab pertanyaannya.

“Nggak usah. Aku pengen bikin surprise buat mereka semua!”, ucapku tanpa bisa menyembunyikan kegembiraanku. “Hari ini kan mereka tampil di Music Bank, jadi dorm pasti kosong. Dan aku pengen bikin sebuah kejutan”, ucapku lagi.

Onew tersenyum simpul, “SuJu sunbae benar-benar beruntung karna udah memiliki bidadari yang setia menemani mereka”. Aku hanya tersipu malu mendengar ucapannya.

Setelah selesai mengepak barang, Jonghyun dan Minho langsung membantuku membawakan koperku sampai ke depan elevator. Mereka berlima membungkukkan badannya untuk yang terakhir kali padaku. “Kamsahamnida, Nara noona”, ucap mereka kompak. Aku tersenyum dan ikut membungkuk. Tapi, tiba tiba Jonghyun langsung memelukku erat.

“Hati hati ya, Nara noona”, ucap Jonghyun padaku. Aku hanya mengangguk pelan sambil menepuk punggungnya.

“Hei, aku nggak bakal pergi jauh. Kalian juga bisa main ke dorm SuJu kalau kangen aku”, sahutku menenangkan Jonghyun yang sepertinya mulai terisak. Ya ampuuun, apa perpisahan ini terlalu menyedihkan untuk mereka???

“Maaf, noona, Jonghyun hyung memang suka lebay!”, ucap Minho sambil menarik Jonghyun untuk melepaskan pelukannya dariku. Jonghyun masih saja terisak. *dibalik wajahnya yang ‘gentle’ banget, ternyata dia cengeng.. =)*

Setelah berpelukan dengan masing-masing member, aku langsung masuk ke elevator yang telah tiba. Aku hanya melambaikan tanganku saat pintu elevator mulai menutup. Mereka berlima juga melambaikan tangannya. “Dahh, noona”, ucap mereka pelan. Sekilas aku melihat Onew mengucapkan ‘saranghae’ tanpa suara.

Ahhh, mungkin hanya khayalanku saja!! Mana mungkin Onew mengucapkan hal itu??? (=.=)7

*** Continue reading