FF VERIFICATION!

Annyeong!

Di sini Mya, dan saya membuat postingan ini berhubungan dengan pengrekrutan author baru di blog miracleperfection 🙂

Nah, sekarang saya akan mengumumkan fanfiction-fanfiction mana saja yang sudah masuk ke dalam e-mail miracleperfection sampai dengan pukul 23.00 tanggal 28 Februari 2012.

Berikut adalah judul-judul fanfiction yang telah masuk.

  1. Can I Love You? – by Nuraini Fatyyah a.k.a Kim Soo Hae
  2. Sarang In Gayo – by Ririn Permata Sari
  3. 1095 – by Shin Minchan a.k.a Disha Shafira
  4. I Love You – by Muthia Adha
  5. I’m OK – by Mona Ia
  6. The Days with Mr. Arrogant aka Kim Myungsoo – by Pricilia Chelsea
  7. Paris, February 9th 2012 – by Shiro Fuyumari
  8. Sunflower – by Erie
  9. Not A Cinderella – by Dita Nurliani
  10. But, I Love You – by Amalia Syifa E. I
  11. My Destiny – by Rizka Damayanti
  12. Be Fool Together – by Uki Uki
  13. Yet – by Orin Park
  14. Trust Me, Jagiya – by Airen Lee a.k.a Lee Hyubi (Tie)
  15. Newbie Cats – by Oca
  16. Valentine’s Day – by êG
  17. Fanfict Xue – by Maudi Mauliza

Yup! Ada 17 judul fanfiction yang telah masuk ke dalam email miracleperfection! Sekarang masih dalam tahap penilaian, jadi harap sabar untuk menunggu hasilnya yah 😀

Well, cukup sekian postingan kali ini. Kalau ada fanfiction yang tidak terdaftar di atas, silakan tinggalkan komentar di bawah, selanjutnya akan kami cek kembali apakah judul fanfiction tersebut memang sudah terkirim ke e-mail miracleperfection atau belum 🙂

Regards,

Mya.

P.S : Aku dapet kabar kalau Icha-eonnie sekarang lagi sakit 😦 Ayo kita semua doain yah semoga eonnie bisa cepet sembuh dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa!

-Contest Fiction- Entre Deux Balcons

Original Fanfiction by : Mya (@kamilaokta)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story 🙂

***

{entre deux balcons.}

.: A KyuNara fanfiction :.

“Fuuh~”

Nara menguncir rambut panjangnya ke belakang, namun beberapa helai dibiarkan sedikit terurai. Ia membetulkan sepatu Nike running berwarna biru tosca-nya, kemudian memasukkan tas sport-nya ke dalam loker.

“Nara-ya! Ppaliwa!”, teriak salah satu temannya.

Nara segera mengambil stik hockey-nya dari dalam loker ruang ganti kemudian bergegas keluar. Ia berlari menuju lapangan tengah dan berbaur dengan rekan-rekan tim hockey putri Namsoon Highschool.

“Apakah sudah lengkap?”, tanya si pelatih, Han-sonsaengnim, dibalas dengan anggukan tim putri hockey.

“Baik. Sore ini kalian akan sparring bersama tim hockey putra, dan barangsiapa yang menang, saya akan membebaskan latihan selama satu minggu penuh. Setuju?”

Nara dan semua teman setimnya berlonjak senang. Memang, latihan fisik tim hockey sekolah ini terasa menguras seluruh tenaganya, dan bahkan sangat menyita waktunya. Bayangkan, tiap akhir minggu gadis itu harus tetap berada di sekolah hingga sore menjelang untuk latihan. Hampir saja seorang Kwan Nara stress berat gara-gara dia tidak bisa menaikkan level game RPG barunya (0__0). Waktunya tersita oleh latihan hockey karena sebentar lagi turnamen antar wilayah akan segera dimulai.

“Tim A bersiap. Kwan Nara, kau kaptennya.”

Nara mengangguk. Ia mengeratkan tali sepatunya, dan menarik napas panjang. Gadis itu kemudian berjalan menuju tengah lapangan, berjongkok dan meletakkan bola hockey lapangan di tengah hamparan rumput hijau itu.

“Wah, kau lawan sparring-ku kali ini? Aku tidak percaya.”

Nara mendongakkan kepalanya dan ia mendengus. “Memangnya salah?”, tanyanya sinis sambil berdiri kembali.

Laki-laki di hadapannya hanya tertawa, “Seperti biasa, kita taruhan. Siapa yang memenangi sparring ini, turuti semua permintaan sang pemenang.”

“… Terserah.” Continue reading