{JunRim} Glass Box (Can’t I Love You?)

WARNING! LONG PART!!

Karena kau selalu tinggal di dalam kotak kaca.

Sebuah kotak kaca, yang menahan dirimu dari sentuhan dan suaraku.

Sebuah kotak kaca, yang mengurungmu dalam bayang-bayang masa lalu.

Kuncinya ada di dalam..

Hanya kau yang bisa membantu dirimu sendiri keluar dari dalam sana.

Aku tidak mungkin mendobrak paksa dengan menghancurkan kacanya,

Karena pecahan-pecahan tajamnya akan melukaimu,

Dan aku… tidak ingin kau terluka.

***

(2012, March 14th. Seoul.. )

Kau sampai tadi malam?”

Jung Hyosun menggeleng, “Baru saja.. sekitar 2 jam yang lalu..”, jawabnya sambil ganti mengikat tali sepatu yang sebelah kanan,

Yey!! Tebakan Oppa salah, kan?”, tambah gadis itu lagi. Ia selesai dengan sepatunya, mendongak ke atas, dan tersenyum menang pada sosok pria yang saat ini tengah bersandar pada rak sepatu di dekat pintu.

Yong Junhyung terkekeh, “Tentu saja salah. Aku ini kan hanya ahli menebak segala sesuatu tentang Seorim..”

Aigoo… manisnya..”, cicit Hyosun dengan mata menyipit iri, “Oppa jadi pacarku saja yuk! Aku bosan dengan Doo..”, rajuknya yang langsung di sambut kepalan tangan dari Junhyung.

Hyosun tertawa kecil sambil merapikan poninya, “Omong-omong, dia apa kabar? Oppa tau tidak dia sedang apa?”

Junhyung beranjak dari posisinya, beralih mengamati beberapa orakel dan miniatur rabbost Yunani kuno yang berjajar di atas meja kayu di samping rak sepatu, “Sedang menonton TV dengan mata setengah terkantuk..”

Dia sudah makan?”

Mandi pun belum sepertinya..”

Sudah hampir jam 10 dan dia belum mandi? Aigoo.. kukira harusnya dia sedang latihan dance untuk debut stagenya..”, decak Hyosun.

Junhyung berjengit, ia menoleh pada Hyosun yang saat ini tengah menggulung rambutnya ke atas, “Eh? Kau sedang menanyakan tentang siapa sih?”

Jung Ilhoon, tentu saja..”

Ahh.. Kupikir Yoon DooJoon..”

Aishhh… Kalau Doo..”, Hyosun meraih tas slempangnya yang tergeletak di lantai, “Tanpa bertanya pada Oppa pun aku sudah tau. Dia itu kan pria tidak berguna yang kerjaannya hanya bisa bermalas-malasan seharian saat tidak ada schedule..”

Junhyung langsung mengangguk-angguk setuju, “Jadi sekarang kau akan ke Dorm BtoB?”, tanyanya yang segera dijawab anggukan pasti Hyosun, “Tapi kami akan berangkat ke Vietnam untuk Musik Bank loh..”

Eh?”

Musik Bank..”, ulang Junhyung menegaskan, “Setelah itu kami akan ada Beautiful Show di Indonesia, kemudian Jepang… dan..”

Aku akan ke Dorm Beast!”, potong Hyosun kemudian. Gadis itu sudah berdiri dan mengeratkan tali slempang tasnya, “Enak saja, aku baru pulang setelah 2 bulan, masa harus menunggu lagi hingga dia pulang dari Jepang..”

Sementara Junhyung hanya terkekeh kecil dengan kepala yang menggeleng-geleng heran. Gadis itu masih terlalu muda, polos dan labil. Bagaimana bisa Yoon DooJoon memacarinya tanpa pikir panjang? Pantas saja leader Yoon itu tidak juga dewasa tapi malah semakin childish sekarang.

Namun diam-diam, ada satu hal yang begitu ia irikan dari DooJoon dan Hyosun. Pasangan yang simple seperti pasanga normal pada umumnya. Saling menyukai, mengungkapkan perasaan masing-masing, kemudian menjadi sesuatu manis! Tidak seperti hubungannya dan Seorim yang… Eh, Seorim!

Hyo..”, panggil Junhyung kemudian. Pria itu tiba-tiba saja teringat.

Hyosun yang baru saja melangkah keluar dari pintu langsung berbalik selangkah lagi kedalam apartement, “Eung?”

Kau tidak lupa rencana kita kan?”

Jung Hyosun menarik senyum lebar dan langsung membentuk isyarat ‘Ok’ dengan tangannya, “Akan kupersiapkan semuanya!”

Blammm…’

Yong Junhyung menghela nafas lega, kemudian tersenyum kecil setelah tubuh mungil Hyosun menghilang dari balik pintu yang tertutup. Ia baru saja melepas sepatunya dan naik selangkah menapaki lantai kayu apartement bernuansa minimalis itu, hingga tiba-tiba pintu depan kembali terbuka dan semburat wajah jail si empunya apartement –Jung Hyosun- lagi-lagi melongok iseng,

Oppa… Eonnie sedang mandi loh. Dan itu bisa memakan waktu sejam!”, Hyosun mengedipkan sebelah matanya, “Oppa mau mengintip tidak?”

……..”

Dan tatapan tajam khas Joker langsung terlempar menghujam..

***

Yong Junhyung tersenyum kecil, memutar pandangnya ke setiap sudut kamar dengan potret-potret masa lalu itu. Kamar yang tak banyak berubah sejak terakhir kali ia berkunjung kemari beberapa bulan yang lalu. Ya, masih penuh dengan foto-foto lama gadis itu bersama kekasihnya..

Junhyung melangkah pelan, mendekat kearah sebuah potret dinding besar di samping ranjang Seorim yang kosong. Foto sepasang kekasih yang tampak tersenyum dan bercanda kecil dengan wajah polos apa adanya. 4 foto yang dipajang manis secara vertikal dengan sebuah note kecil tertulis di bawahnya,

Raisly & Sei, Bubble day- Slagelse’

‘Raisly & Sei, Bubble day- Slagelse’

Mrs.Coffee… Bolehkah suatu saat aku juga melihat matamu yang tersenyum lepas seperti itu?”, gumamnya, meraba sepasang mata coklat Seorim yang terlihat begitu lembut dalam foto itu.

Ia lalu memutar badan, menyapukan pandangan pada foto-foto lain yang menghiasi kamar bercat soft brown itu. Tak jauh berbeda. Kebanyakaan adalah foto-foto Seorim bersama Arakawa Taichi. Foto-foto yang membuktikan seberapa berharganya cinta yang akan terus dijaga Seorim. Foto-foto yang seolah mengejeknya bahwa ia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok pria Jepang di dalam sana.

Yong Junhyung menghela nafas pendek sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Jika boleh jujur, tiap foto-foto itu selalu membuatnya sesak. Selalu..

Menekan rasa aneh yang semakin meluap didadanya, pria itu beralih lagi pada origami-origami manis yang tersusun rapi di atas meja kayu kecil di samping ranjang. Senang melihat gadis itu masih menyimpan lipatan-lipatan kertas ini dengan baik. Teru-teru bozu, burung kecil, perahu kertas, hati, dan… kamera?

Pria itu meraih kamera kertas sederhana itu dan terkekeh kecil, “Ternyata kau bisa membuat origami juga?”

Junhyung meletakan origami itu kembali ke tempatnya. Pria itu hendak beranjak, tapi sesuatu menahannya. Sepasang matanya menangkap sebuah benda kecil yang mencuat keluar dari laci meja kayu itu, sebuah strap mungil dengan gambar Pikachu.

Sepasang mata pria itu menyipit penasaran..

Bolehkah ia sedikit lancang?

Yong Junhyung menggerakan tangannya perlahan dan membuka laci kecil itu. Sedetik. Dan pria itu langsung menutupi setengah wajahnya sendiri dengan kikuk. Mencoba menyembunyikan senyuman malunya saat melihat apa yang ada di dalam sana. Strap Pikachu, ikat rambut Pikachu, sepasang boneka Pikachu kecil, sebotol kaleng cola dengan striker Pikachu, dan sebuah sapu tangan kecil dengan sulaman…..

PikaJun’

Pika…Jun?”, gumamnya, masih tak percaya. Dengan perasaan aneh, ia langsung menutup laci itu cepat-cepat dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, “PikaJun? PikaJun? Kau suka.. PikaJun?”

Pria itu tersenyum lebar sambil menerawang menatap langit-langit kamar Seorim, “Jadi, bolehkah aku masih berharap?”

Cishh…

Junhyung tiba-tiba mengacak-acak rambutnya lagi. Kenapa mendadak pikirannya jadi aneh seperti ini?

Lakukan hal lain, Yong Junhyung!

Tanpa beranjak dari posisi rebahnya, pria itu lalu memutar kepalanya ke samping, kearah punggung ranjang yang juga dijadikan sebagai buffet kecil tempat menyimpan barang-barang…. penting? Entahlah. Dan sepasang manik matanya langsung menangkap pandang pada sebuah kotak kaca kecil dengan balok keramik ‘heart ice’ di dalamnya. Kotak itu tampak terkunci, rapat.

Ada sebuah kertas yang tergeletak di sampingnya. Kertas HVS putih dengan sebaris pertanyaan sederhana namun terkesan amat bermakna.

How are you?’

 

Dan tanpa berpikir pun, rasanya Yong Junhyung cukup tau untuk siapa pertanyaan itu ditulis. Untuk Arakawa Taichi. Ya, bagaimana kabar pria Jepang itu di Surga? Mungkin terdengar kekanak-kanakan, tapi entah kenapa Junhyung merasa yakin tentang apa yang ada di otaknya..

Lalu kotak kaca mungil dengan balok keramik ‘heart ice’ di dalamnya itu, seolah juga mempunyai makna tersendiri. Menggambarkan hati Seorim yang membeku dan tersimpan utuh dalam sebuah kotak yang penuh dengan kenangan masa lalu. Menggambarkan perasaan Seorim yang terkunci rapat, yang hanya berisi tentang seseorang saja, dan mungkin tidak akan mau terbuka lagi. Menggambarkan sosok Seorim yang hanya bisa dipandangi dan disentuhnya dari luar. Ya, hanya dari luar..

Yong Junhyung tersenyum miris, “Karena dinding-dinding kaca yang terkunci rapat itu, menghalangiku untuk masuk dan menemuimu di dalam..”

Padahal, beberapa saat yang lalu, ia baru saja berharap karena ‘PikaJun’. Tapi kotak kaca itu, berhasil meruntuhkan harapannya dalam sekejap..

Tapi sekalipun harapanku runtuh, aku tidak akan jadi pengecut. Aku akan mencoba mengetuk kotak kaca itu, sekalipun aku harus menunggu lagi sampai kau mau membukanya, dan keluar dari dalam sana..”

***

Kim Seorim menyeruak masuk kedalam kamarnya sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Akhirnya ia lelah juga setelah satu jam lebih berendam. Gadis itu memakai sandal kamarnya dan hendak berjalan kearah meja rias, tapi sesuatu menahan langkahnya. Seorang pria tampak tertidur di ranjang dengan sebuah buku mitologi nordik yang terbuka menutupi wajahnya,

Yongie?”, panggilnya.

Seorim terhenyak kecil untuk dirinya sendiri. Untuk apa Junhyung kemari pagi-pagi seperti ini? Rasanya itu nyaris tidak mungkin kan? Tapi tanpa alasan yang jelas, entah kenapa ia bisa yakin kalau pria itu adalah Mr.Colanya. Dan memang benar. Semburat wajah Yong Junhyung tampak terlelap saat Seorim menyingkap buku tebal berjudul ‘Aesir glock ffour Angelboda’ itu.

Wooahh.. tidur ya?”, gumamnya sambil tersenyum kecil, ia lalu mengambil selimut di sisi kanan ranjang dan mulai menutupi tubuh Junhyung dengan kain tebal itu, “Uri Yongie pasti lelah sekali belakangan ini..”

Gadis itu mengigit bibir bawahnya sambil memandangi wajah damai Mr.Colanya selama beberapa saat. Darahnya berdesir lembut, rasanya tenang, sama seperti saat dulu ia biasa memandangi wajah Taichi yang terlelap di meja belajar setiap malam. Hanya saja, berbeda dengan 3 tahun lalu di Denmark, wajah damai yang kali ini terpejam itu bukan miliknya. Milik Goo Hara.

Milik Goo Hara..

Sebaris kalimat singkat itu seolah menggores hatinya. Tapi, tidak boleh begini kan? Ia sudah punya Taichi, dan hatinya tidak boleh serakah dengan menginginkan Yong Junhyung sekaligus. Ini tidak boleh! Seorim menggelengkan kepalanya cepat-cepat. Ia baru saja hendak berbalik pergi saat seseorang –seperti biasa- mencekal tangannya agar tak beranjak,

Jangan pergi..”

Seorim menoleh, gadis itu sedikit terkaget saat mendapati Junhyung sudah membuka mata dan menatapnya lekat, “Kau..”,

Aku lelah menunggu sejam lebih disini..”, dengus pria itu, ia menyingkap selimut dan menegakkan punggungnya, “Kau itu mandi atau berlibur ke Hawai, sih?”

Yak! Jangan berkomentar! Kau sendiri?”, tukas Seorim, ia mengambil bantal dan melemparnya dengan kesal ke arah Junhyung, “Sedang apa disini? Tiba-tiba saja sudah berada di dalam kamar seorang gadis tanpa permisi..”

Hey.. aku sudah permisi pada Hyosun..”, sahutnya, mengucek-ngucek mata.

Tapi ini kan kamarku!”

Lalu?”

Seorim mendesis sebal. Dia kan sedang marah, lalu kenapa pria itu malah menyahut dengan santai-santai saja? Bahkan sekarang ia sudah mengeluarkan ponselnya dan sibuk mengutak-atik benda elektronik itu tanpa rasa bersalah sama sekali.

Ishh.. Kau kan harusnya permisi padaku!”, sungut Seorim lagi.

Arra..”, Junhyung menurunkan ponselnya sebentar kemudian menatap lurus kearah Seorim sambil tersenyum lebar, “Mrs.Coffee.. aku permisi tidur di kamarmu. Sudah kan?”

Seorim menggembungkan pipinya, “Aishh… Mr.Cola, kau-”

Apa?”, potong Junhyung. Ia selalu suka kebiasaan Seorim yang seperti ini. Ya, gadis itu tanpa sadar selalu menggembungkan pipinya saat tatapan mereka bertemu, “Aigoo.. Uri Seorimy tidak bisa membentak Yong Junhyung ya?”

Terserah..”, dengus Seorim. Gadis itu melempar handuk di tangannya dan berbalik hendak membuka jendela kamar.

Mrs.Coffee..”

Heum?”

Tangkap!”

Eh?”

Yak!”, Seorim langsung memekik kaget dan buru-buru menangkap ponsel yang dilempar Junhyung dengan keahlian seadanya, “Kau benar-benar merasa sudah kaya ya sampai bisa melempar-lempar ponsel seenaknya?”

Angkat..”, perintah Junhyung, singkat.

Heh?”, bingung Seorim. Gadis itu masih terdiam menggenggam ponsel Junhyung sambil menstabilkan detak jantungnya yang masih shock.

Yong Junhyung menunjukan ibu jari dan kelingkingnya, kemudian meletakannya di telinga. Memberi isyarat pada gadis itu.

Masih dengan bingung, Kim Seorim mulai mengangkat ponsel Junhyung dan menempelkan benda itu ke telinganya, “Annyeong haseyo… yoboseo?”

Oh… Annyeong.. apa ini Seorimmie?”, tanya suara berat di seberang. Suara lelaki tua yang terdengar ramah.

Nde..”, gadis itu menyahut kikuk sambil memindahkan ponsel ke telinga satunya, “Seorim imnida. Nuguya?”

Yang terdengar kemudian hanya kekehan kecil seorang pria tua. Tawa yang berat namun terdengar hangat, mirip seperti tawa Appa-nya yang kini sudah berada di surga. Kim Seorim mengerjapkan matanya sebentar, kemudian menoleh, menatap penuh tanya pada sosok Junhyung yang masih duduk santai melipat kakinya di atas ranjang.

Appa..”, jawab pria itu dengan polosnya.

Mata Seorim membulat kaget, “Yak! Kau gila atau ap-”

Rim-ahh.. jangan membentak Junhyungie..”, suara berat lelaki tua dari speaker ponsel itu menegur sambil setengah terkekeh.

Ah, mian Ahjusshi..”, Seorim menyahut tidak enak. Gadis itu menggaruk-garuk pipinya sambil mendelik tajam pada Junhyung yang sekarang malah tersenyum puas.

Sementara dari arah ponsel, tiba-tiba saja terdengar suara lain. Dahi Seorim berkerut bingung. Terdengar sebuah perbincangan kecil disana yang tanpa sengaja ikut di dengarkan olehnya..

Appa! Siapa yang menelfon? Hyung?”

Bukan. Ini Seorim..”

Seorim? Seorim Noona yang itu? Aku mau bicara dengan Noona!”

Yak! Nanti, Appa dulu..”

Appa sebentar..”

Kemudian terdengar bunyi gemrisik yang sedikit gaduh, disusul rengekan memohon yang aneh. Jika boleh menebak, mungkin sedang ada perebutan ponsel disana. Antara Ayah dan anak, yang bisa jadi pada akhirnya akan dimenangkan oleh..

Noona, Annyeonghaseyo.. Junsung imnida..”, suara itu melengking. Mirip seperti nada yang digunakan Dongwoon saat menelfonnya.

Ohh.. Junsung-ahh, kau adik Yong Junhyung, kan?”

Nde… Apa Noona tau kalau hyung me-”

Kalimat itu terpotong dari pendengaran Seorim saat Junhyung tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya dan mengambil alih ponsel, “YONG JUNSUNG! JANGAN MENGGANGGU GADIS YANG BUKAN KEKASIHMU! KEMBALIKAN PONSELNYA PADA APPA!”

Kim Seorim terdiam. Satu kalimat yang meluncur dari Junhyung barusan, tidak sengaja mengait di dalam otaknya. Kalimat singkat yang begitu mengena dan seolah memperingatkannya pada sesuatu, ‘Jangan menganggu gadis yang bukan kekasihmu!’

Mrs.Coffee..”, Junhyung sudah mengulurkan ponselnya lagi pada gadis itu.

Seorim menggeleng pelan.

Sepasang mata Junhyung menyipit heran, “Tidak?”

Kurasa aku tidak perlu kenal Jung Ahjussi, kan?”, sahut Seorim. Gadis itu tersenyum menepuk pundak Junhyung, “Satu-satunya orang tua yang harus kukenal dekat selain orang tuaku, adalah orang tua kekasihku. Orang tua Taichi. Sedang orang tua sahabatku, aku cukup tau saja kan?”

Orang tua… sahabat?

Yong Junhyung terdiam kaku. Dan tiba-tiba saja, ia melihat sebuah kotak kaca yang mengurung tubuh gadis itu di dalamnya. Sebuah kotak kaca, yang tak juga terbuka bahkan saat waktu terus bergulir lama. Sebuah kotak kaca, yang menahan apa-apa untuk menerobos masuk kedalam sana. Sebuah kotak kaca, yang mengurung gadis itu dengan bayang-bayang cermin masa lalu..

Sebuah kotak kaca,

***

YONG JUNSUNG! JANGAN MENGGANGGU GADIS YANG BUKAN KEKASIHMU! KEMBALIKAN PONSELNYA PADA APPA!”

Mrs.Coffee..”,

Tidak?”

Kurasa aku tidak perlu kenal Jung Ahjussi, kan? Satu-satunya orang tua yang harus kukenal dekat selain orang tuaku, adalah orang tua kekasihku. Orang tua Taichi. Sedang orang tua sahabatku, aku cukup tau saja kan?”

……………………………………..

……………………………………………….

Ya! Ya! Apa-apaan itu?”, Lee Gikwang berteriak tidak terima sambil menggebuk-gebuk bantal sofa di pangkuannya.

Sahabat mwoya?”, tambah Yoseob yang ikut bersungut gemas saat menonton streaming lewat layar laptop Hyosun, “Jika sahabat saja seperti itu, lalu DooJoonie apa namanya? Pembantu pribadi?”

Yang Yoseob! Kau mau wajah imutmu itu remuk, ya?”, murka DooJoon. Leader Beast itu langsung menendang-nendang pantat Yoseob dengan sebelah kakinya.

YAK! HYUNG!! SAKIT!! Kenapa kau jadi seperti Seorim sih?”

Sedangkan satu-satunya gadis di dalam Dorm itu, Jung Hyosun, sudah berkaca-kaca sambil menopang dagunya, “Omo… Kalimat terakhir itu, pasti sangat menyakitkan untuk Junhyung Oppa..”

Disebelahnya, Dongwoon mengagguk-angguk setuju, “Aishh.. lihat-lihat! Noona sudah keluar dari kamar, Junhyung hyung juga..”

Semuanya langsung mengerubung kecewa, termasuk Yoon DooJoon yang kemudian melepaskan pantat Yoseob dari jerat tendangannya, “Lalu kita harus menonton pemandangan kamar kosong yang penuh dengan foto-foto romantis Seorim & Taichi, begitu?”

Oh!!! Jadi yang di foto-foto itu yang namanya Taichi?”, Yoseob, Dongwoon, dan Gikwang bertanya serempak sambil kemudian menyipit-nyipitkan mata untuk melihat dengan jelas seperti apa sosok ‘Taichi’ itu. Lalu apa kaitannya Taichi dengan hujan yang membuat Seorim menangis waktu itu? Apa Taichi itu pawang hujan? =____=a

Yoon DooJoon tak mengacuhkan ketiga pria idiot itu, ia malah merangkul Hyosun dari belakang dan mulai bermanja-manja dengan gadis mungil yang sudah dirindukannya 2 bulan ini, “Jadi.. apa filmnya sudah selesai?”

Hyosun tersenyum lebar, “Tenang saja… Jung Hyosun juga sudah menyiapkan kamera tersembunyi lainnya di area dapur dan ruang televisi..”

Aigoo… pintarnya uri Hyo..”, DooJoon mengacak-acak rambut Hyosun dengan sayang, membuat gadis mungil yang sebentar lagi lulus dari Hanrim High School itu tergelak, “Darimana Hyo-ku belajar memata-matai seperti ini?”

Dulu, aku dan Ilhoon kan pernah punya cita-cita jadi detektif..”, sahut Hyosun, bangga.

Benarkah?”

Doo… kau harus percaya itu!”

Arra.. tentu saja aku percaya pada Hyo-ku..”

Apa Season 2 sudah mulai, Hyo?”, seruan Jang Hyunseung dari arah dapur terasa mengusik, tapi beberapa detik kemudian pria itu sudah muncul dengan membawa semangkuk besar gundukan berwarna putih kecoklatan, “Tadaaaa.. aku bawa Popcorn!”

Yyeeeyyyy!!!”

***

Cola?”

Coffee..”

Kau yakin tidak mau Cola?”

Aku mau Coffee..”

Benar kau ingin kubuatkan Coffee? Tidak kuambilkan Cola saja?”

Yak! Kim Seorim! Kau mau bertanya berapa ratus kali lagi, hah?”, sungut Yong Junhyung dari meja makan.

Seorim terkekeh kecil sambil meraih setoples creamer bubuk di rak atas dapur, “Aku kan hanya memastikan..”

Memangnya aku tidak boleh minum kopi?”, dengus Junhyung lagi. Pria itu meraih sepotong roti roll dengan Raemboat cheese khas Denmark di tengah meja, kemudian mulai menggigitnya.

Ani… hanya merasa aneh saja. Tidak biasanya kau minta kopi. Apa ada sesuatu?”, selidik Seorim, ia melirik Junhyung sekilas sambil memasukkan 2 sendok kopi kedalam cangkir berwarna abu-abu.

O~”

Heh?”

Aku ingin merasakan menjadi Mr.Coffee..”

Pranggg!!!’

Secangkir kopi panas yang baru saja di aduk itu tiba-tiba terjatuh dari tangan Seorim, pecah. Cairan coklat pekat dengan asap yang masih mengepul tampak tumpah mengotori lantai dapur. Ampasnya berhamburan, sama seperti ampas-ampas pahit di dalam rongga hatinya yang kembali terhambur menyesakkan detik itu juga.

Raisly!” pekik Junhyung.

Kim Seorim masih terdiam di tempat. Kaku. Sepasang mata coklatnya menatap kosong. Terlalu bingung, atau mungkin terlalu takut untuk meyakini apa yang mungkin dirasakannya beberapa saat lalu. Ia sendiri tidak tau kenapa tangannya sempat serasa beku, seolah tak bisa menggenggam apa pun.

Kau… baik-baik saja?”

Seorim mulai memperoleh kesadarannya lagi saat merasakan tangan hangat seseorang mengusap pundaknya. Namun butuh beberapa detik hingga kemudian ia berjongkong memunguti pecahan cangkir yang berserakan di lantai, “Maaf.. aku.. Auwhh..”

Bodoh! Jangan dipegang!”

Dengan panik, Yong Junhyung langsung menyentak tangan Seorim dari pecahan cangkir dan segera memasukkan jari manis gadis itu kedalam mulutnya. Menghisapnya. Berusaha menghentikan cairan kental merah yang keluar dari segores luka disana. Yong Junhyung menyadari satu hal saat itu, bahwa ia tak pernah bisa membiarkan Mrs.Coffeenya terluka walau hanya sekecil apa pun.

Ishhh..”, ringis Seorim.

Tesss..’

Junhyung terhenyak kaget saat ia melihat setetes air terjatuh, menimbulkan bercak di atas tumpahan kopi. Ia mendongak, dan sesuatu mencelos di dalam hatinya saat melihat sosok Seorim meneteskan air mata sambil menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, “Kenapa kau menangis? Ini hanya luka kecil, kan?”

Sakit..”, desis Seorim.

Ya, sakit. Teramat sakit saat ia mencoba menyangkal perasaannya sendiri. Mencium aroma Yong Junhyung dalam radius sedekat ini, adalah hal paling menyenangkan sekaligus paling menyesakkan untuknya. Dan kehangatan dari tiap hembusan nafas Yong Junhyung dalam udara sejengkal ini, seolah mencekiknya diantara banyak kebingungan.

Tiap detik kehangatan itu, sudah menjadi milik gadis lain, kan? Dan bukankah ia sendiri sudah punya kehangatan yang harus tetap dijaganya? Lalu kenapa dia ingin merebut kehangatan itu juga? Tidakkah ia terlalu serakah? Harusnya tidak boleh kan?

Tapi… kenapa rasanya sesakit ini?

Apa sebegitu sakitnya?”, lirih Junhyung, pria itu menghela nafas berat, “Lagipula, apa sih yang kau pikirkan? Kenapa begitu bodoh sam-”

Kau yang bodoh!”, Seorim menyentak jarinya dari genggaman Junhyung, tak peduli luka di jarinya itu kembali menganga dan mengeluarkan darah. Gadis itu menyeka kasar cairan bening di ujung matanya agar tak lagi menerobos lancang, “Yong Junhyung bodoh! Seenaknya saja bicara, mau menjadi Mr.Coffee… sebegitu mengejutkannya. Jangan main-main! Kenapa kau sama saja seperti kekasihmu itu sih? Tidak bisa jaga mulut, suka mengoceh seenaknya sendiri tanpa-”

Grreebbbbb…’

Kim Seorim tak sempat mengelak saat Yong Junhyung tiba-tiba menarik lengannya dengan cepat. Membuat tubuhnya langsung terlempar kedalam dekapan hangat pria itu. Tangan kanan Junhyung melingkup pinggang Seorim dengan erat, sedang tangan kirinya menahan kepala gadis itu agar terus terbenam di balik bahunya..

Maaf…”, gumamnya, “Aku minta maaf, Raisly..”

…………..

Raisly?

…………..

Kau menyebalkan, Yong Junhyung!”, desis Seorim. Ia mengepalkan tangannya dengan kaku, menegakkan punggungnya dengan beku, sama sekali tak mencoba untuk membalas pelukan pria itu.

Aku tau, karena itu aku minta maaf. Aku salah. Harusnya aku sadar, bahwa aku tidak bisa memecahkan kaca itu semudah cangkir kopi itu..”, lirih Junhyung, nada bicaranya terkesan tenang walau terdengar nada kesungguhan di dalam sana, “Kau.. mau memaafkanku, kan? Aku akan melakukan apa pun asal kau mau memaafkan kelancanganku..”

Seorim menelan ludah, “Apa pun?”

Junhyung mengangguk pelan sambil terus memeluk gadis itu, “Apa pun..”

Lepaskan aku..”

Melepaskanmu?, batin Junhyung. Kenapa permintaan yang terdengar sederhana itu terasa berat untuk dilakukannya? Melepaskan Kim Seorim? Akkhh… terasa begitu aneh. Ini kali pertama gadis itu meminta lepas dari pelukannya. Kali pertama, yang langsung dikabulkan oleh Yong Junhyung.

Kau.. memaafkanku?”, Junhyung mengernyit ragu setelah pelan-pelan membebaskan Seorim dari pelukannya. Entah kenapa ia merasa… cemas. Tapi detik berikut, kecemasan itu memudar saat senyum lebar Kim Seorim sudah terkembang sempurna di hadapannya,

Gadis itu mengangguk cepat dengan gaya riangnya, “Tentu saja, bukankah sahabat harus saling memaafkan?”

Junhyung terkekeh kecil, tangannya terulur ke atas, mengusap-usap puncak kepala Seongrin, “Mau temani aku keluar?”

Eung?”

Aku ingin menonton film..”

Seorim tampak berpikir sebentar, “Tapi ak-”

Ini kali terakhir filmmya di putar, aku ingin lihat sebelum berangkat ke Vietnam nanti sore..”, potong Junhyung, pria itu melirik arlogi di pergelangan tangannya, “Masih ada beberapa jam lagi, bagaimana?”

…….”

Junhyung memiringkan kepalanya di hadapan Seorim sambil menatap memohon pada sosok gadis itu, “Please, Mrs.Coffee…”

Kim Seorim menggembungkan pipinya, ia menepuk-nepuk lutut dan beranjak berdiri bergitu saja. Gadis itu baru dua langkah berjalan sampai kemudian memutuskan untuk menoleh lagi pada sosok Yong Junhyung yang masih terduduk di lantai dengan tampang kecewa, “Kau perlu syall dan kacamata hitam untuk menyamar, Mr.Cola? Kurasa aku punya 2 benda itu di kamar..”

***

Kau perlu syall dan kacamata hitam untuk menyamar, Mr.Cola? Kurasa aku punya 2 benda itu di kamar..”

……………………..

YEEAAHHH!!!”

Dorm Beast penuh dengan teriakan-teriakan puas yang membahana ketika melihat sosok Seorim tersenyum di dalam layar laptop. Mengesankan! Tadinya mereka sempat kaget saat melihat Seorim menjatuhkan cangkir kopi dan kemudian menangis saat jarinya tertusuk pecahan beling.

Tunggu… Kim Seorim, menangis karena terkena pecahan beling?

Entahlah, rasanya aneh saja..

Hyo, kau hebat!”, pekik Yoseob. Ia langsung menarik tangan Hyosun di sampingnya agar beranjak dari duduk, dan mereka berdua langsung berjingkrak-jingkrak bahagia.

Bukan aku, Junhyung Oppa yang hebat..” koreksi Hyosun, masih bejingkrak-jingkrak bersama Yosoeb. Saking girangnya, ia nyaris menghambur memeluk lead vocal Beast itu kalau saja tangan seseorang tidak menariknya paksa..

Doo…”

Ya! Ya! Apa-apaan tadi?”, omel DooJoon, ia menatap Hyosun dan Yoseob bergantian dengan tatapan curiga, “Kalau mau selingkuh, setidaknya jangan di depan mataku, kan?”

Yoseob mendengus, “DooJoonie.. aku dan Hyo hanya-”

Aku tidak peduli!”, sinis DooJoon.

Doo..”, rajuk Hyosun, “Ini tidak seperti yang kau pikirkan..”

Tenngg…’

Lee Gikwang hadir di tengah-tengah pertikaian sambil memukul-mukul gelas sirup di tangannya dengan sendok, “Yak! Bagaimana bisa kalian bisa membuat masalah asmara baru sedangkan hubungan Mr.Cola dan Mrs.Coffee itu belum kita tuntaskan?”

Dongwoon yang sedari tadi duduk manis di atas sofa langsung melongok, menatap iba pada sosok DooJoon yang tengah merangkul Hyosun erat-erat, “Hyung.. kau sebegitu depresinya karena Dramamu sudah berakhir ya?”

Yoseob dan Gikwang mengangguk-angguk setuju.

DooJoon bersungut tidak terima, “YA! YA! Kalian mau mengeroyokku?”

Kenapa terus ribut sih?”, heran Hyunseung, pria itu tampak mengemas sesuatu kedalam ransel hitamnya di pojok ruangan,“Ayo cepat, kita harus sudah disana sebelum mereka sampai kan?”

Hyosun tersenyum mengangguk, “Eung..”

Hyunseung menoleh, balas tersenyum pada Hyosun sambil mengangkat tangannya yang mengepal, “Kita.. pasti berhasil!”

Jang Hyunseung, jangan tersenyum seperti itu pada Hyo! Nanti dia bisa naksir!”

***

Ckrreekk…’

 

Ya! Kenapa kau tidak tersenyum?”, Junhyung memandangi hasil potretan camera ponselnya dengan tidak puas.

Seorim membenarkan tudung hoodie merahnya dengan tak acuh,“Aku sudah tersenyum..”

Junhyung memperlihatkan layar ponselnya pada Seorim dan menunyuk-nunyuk hasil selca mereka –atau lebih tepatnya pada ekspresi wajah Seorim- dengan kesal, “Yang seperti itu kau sebut tersenyum?”

Seorim mengangguk-angguk kecil, “Kenapa? Senyumku…. sangat unik ya?”

Unik?”, Junhyung menyipitkan mata, ia mendekatkan wajahnya kearah Seorim sambil sebelah tangannya terus berpegang pada clok besi busway agar tubuhnya tidak oleng. Sepasang matanya yang terbingkai frame itu menatap intens tiap jengkal wajah Seorim yang tampak agak tegang di hadapannya, “Dari segi mana kau bisa me-”

Kalimat itu terpotong saat Seorim menyentak kebelakang dan mendorong tubuh Junhyung agar menjauh darinya, “Jangan dekat-dekat..”

….??”

Jangan dekat-dekat?

Dan Yong Junhyung kembali melihat kotak kaca itu lagi. Kotak kaca yang mengurung Kim Seorim di dalamnya. Dinding-dinding kaca itu seolah memental balik tubuhnya untuk tak mendekat. Dinding-dinding kaca itu seolah menghalanginya, menjadi pembatas dalam jarak nyata yang tak seberapa.

Junhyung menaikkan syal hitamnya yang melorot turun, “Kenapa?”

Kau…”, Seorim mengemut bibir bawahnya sendiri, tampak mengulur waktu untuk memberi alasan –yang harus ia pikiran lebih dulu-,“Kau bau..”

Apa? Kau mengataiku bau?”, kedua mata Junhyung membulat kaget, terkesan tidak terima, “Lalu kau sendiri? Lihat matamu yang bengkak itu, jelek sekali… Bagaimana bisa seorang gadis menangis hanya karena jarinya terkena pecahan beling?”

Yong Junhyung mengatur nada suaranya senormal mungkin, tanpa ingin menjadi sok tau tentang apa-apa yang sebenarnya ia pahami dari semua gerak-gerik gadis itu. Dan setidaknya, untuk kali ini, ia bersyukur pernah belajar acting di sekolahnya dulu. Siapa sangka kemampuan ini bisa membantunya di luar live performs dan syuting MV?

Benarkah?”, cemas Seorim, ia menepuk-nepuk kedua matanya yang sembab itu dengan sedikit jengkel, “Terlihat jelek?”

Junhyung terkekeh kecil, ia mengusap-usap kepala Seorim yang –seperti dugaannya-langsung ditepis halus oleh gadis itu, “Tidak.. sebenarnya tidak terlalu buruk, Mrs.Coffee.. Tenang saja..”

O..”, Seorim mengangguk lega, gadis itu lalu menunduk sebentar dan memainkan tali pengencang hoodie-nya, “Yongie~”

Eung?”

Seorim berdehem sebentar sebelum kemudian memelanka suaranya, “Berkeliaran di busway dengan menyamar seperti ini, apa pertama kali bagimu?”

Kedua kalinya..”

Lalu yang pertama?”, Seorim melirik Junhyung sembunyi-sembunyi lewat ekor matanya, “Bersama Goo Hara?”

Junhyung memandang Seorim yang langsung menunduk dalam-dalam ketika mata mereka sempat bertemu, “Memangnya hidupku hanya kuhabiskan bersama dia?”, desah pria itu kemudian, “Aku bersama Honghong..”

Owhh…”

……..”

Hingga 15 menit kemudian, keduanya hanya berdiri saling diam di dalam busway sampai transportasi umum itu berhenti di depan area ‘Boong Cinema’ yang tak terlalu ramai siang itu. Keduanya lalu turun. Belum semenit, Yong Junhyung tiba-tiba meminta ijin sebentar untuk pergi membeli sesuatu, dan Seorim tak keberatan tentang itu.

5 menit..

Kim Seorim mulai sibuk mengutak-atik ponselnya di depan gedung ‘Bong Cinema’ yang di dominasi warna aquan blue itu. Iseng menjelajah internet, mencari-cari berita baru tentang dunia jurnalistik, atau sekedar berkelakar mencari gosip-gosip dunia K-pop.

10 menit..

Gadis itu menyeka keringat yang mulai mengucur di dahinya. Sesekali ia berdehem sambil menelan ludah, membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Ayolah… ia belum minum lagi setelah satu cup Original Americano Coffee dari Hyosun. Ia ingin sesuatu untuk meghilangkan dahaganya, sesuatu yang dingin namun menenangkan.. seperti Blended Ice Vanilla Late Starbucks?

Menunggu lama?”, tegur seseorang.

Seorim mendongak, dan detik itu juga Yong Junhyung sudah tersenyum manis lewat matanya. Ia meneguk sekaleng cola dingin dengan tangan kanan sementara tangan kirinya menyodorkan sesuatu pada Seorim..

Blended Ice Starbucks..’

Vanilla late..”, jawab pria itu sebelum Seorim bertanya.

Seorim terhenyak, terdiam beberapa saat sebelum kemudian meraih cup plastik berlogo starbucks itu dengan sedikit ragu, “Kau tau?”

Junhyung mengedikkan kepalanya dengan santai, “Hanya menebak apa yang mungkin akan kau suka hari ini. Ayo..”

Yong Junhyung melenggang masuk kedalam gedung minimalis itu lebih dulu. Ia membenarkan syal dan tudung jaketnya sebelum kemudian berjalan ke arah loket untuk mengambil tiket.

Sementara di depan sana, Kim Seorim masih terdiam. Mengabaikan satu cup Vanilla late di tangannya sama sekali, gadis itu meraih seuntai kalung perak yang selalu melingkar di lehernya, kemudian menggenggam erat bandulnya yang tampak bersinar menyilaukan saat terkena cahaya. Sebuah bandul berbentuk kotak kaca mungil yang terbuat dari kristal,

Sei… kenapa pria itu selalu bisa menebak semua tentangku?”

***

Apa-apaan ini?”

Kim Seorim mendesis kesal. Bagaimana tidak? Yong Junhyung tiba-tiba saja menghilang, dan membiarkannya duduk sendiri di dalam ruang kedap suara dengan berpuluh-puluh kursi kosong, dan sebuah layar hitam besar. Sebuah ruang bioskop pribadi? Owhh.. Memangnya ia akan menonton film sendiri tanpa orang lain disini? Mengerikan..

Lalu untuk apa aku diberi benda-benda ini? Aku kan tidak sedang mau ujian..”, bingung Seorim, menatap secarik kertas dan pulpen dalam genggamannya yang tadi diberikan oleh seorang petugas di luar pintu.

Cllappp…’

Seorim nyaris saja berteriak kaget saat lampu bioskop tiba-tiba mati. Layar hitam di hadapannya mulai menyala redup menampilkan hitungan mundur, tanda sebuah film akan mulai di putar… tapi.. tunggu!!

5..

4..

3..

Dia benar-benar harus menonton film sendirian di dalam ruangan ini?

2..

1..

Sebuah buku agenda minimalis berwarna coklat tampak muncul di dalam layar, halaman pertamanya terbuka, menunjukan sebuah lembar berisi coretan tangan yang jelek –menurut Seorim-, yang mau tak mau harus dibacanya..


Selamat menyaksikan film dokumentasi terbaik tahun ini. Tapi sebelum itu, silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan dengan benar. Jangan protes dan mengomel seperti tikus bawel! Jangan mengumpat dan menyumpahi yang jelek-jelek pada pembuat film ini! Ikuti saja aturannya, dan tulis jawaban anda pada kertas yang telah di sediakan. Terimakasih..

Film by: BITB ^^


Yaish!! Yang benar saja! Film macam apa ini?”, umpat Seorim, “Memangnya aku bodoh yang akan mengikuti atur-”

Seorim langsung mengunci mulutnya rapat-rapat saat layar bioskop tiba-tiba memunculkan tulisan bernada mengancam secara tak langsung..

Film ini telah diberkati oleh Sang Budha. Jadi turuti saja ya..

Kim Seorim menghempaskan tubuhnya di kursi merah bioskop, mencoba menahan emosinya, “Baiklah, mungkin tidak ada salahnya jika aku mengikuti permainan aneh ini..”

Dan satu pertanyaan pertama mulai muncul di layar..

1. Member 2PM yang pernah bermain di Drama Dream High dan berwajah imut…’

Jurnalis Ceci Magazine itu mengernyitkan dahi. Menatap mencibir kearah layar seolah mengatakan ‘siapa-yang-membuat-pertanyaan-bodoh-seperti-ini?’. Tapi yasudah lah, mungkin dia memang harus menjawabnya.

Taec Oppa dan Wooyoung Oppa ya? Tapi yang imut… Eung…”, gadis itu memutar-mutar pulpen di tangannya, berpikir dengan bimbang, sampai tiba-tiba wajah imut seseorang terlintas di kepalanya, “Byun Baekhyun?”

……..”

Yaishh.. kenapa jadi EXO?”, detik berikutnya ia sudah mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri, “Baiklah.. antara Taec dan Uyoung Oppa, ahh.. Jang Wooyoung saja..”, putusnya sambil kemudian menuliskan nama ‘Jang Wooyoung’ di atas kertas.

Pertanyaan berikutnya muncul..

2. Nama asli rapper Infinite..’

Dongwoo?”, cletuk Seorim tanpa berpikir.

Tapi kemudian tulisan biru di layar tiba-tiba bertambah lagi, seolah sebagai clue penjelas, ‘Rapper yang tampan..’

Owhh.. maksudnya Dongwoo itu tidak tampan ya..”, jengitnya setengah malas, “Kalau begitu.. Hoya? Lee Howon..”

Kemudian pertanyaan-pertanyaan lainnya pun kembali muncul, yang langsung dijawab dengan sekali pikir oleh Kim Seorim..

3. Model utama Vogue Magazine yang menetap di Paris..’

Tentu saja Kang Minhee..”

4. Dosen utama sejarah dunia di Seoul University..’

Profesor Nam RaeSa..”

5. Komikus ternama Korea Selatan yang pernah meraih penghargaan di Jepang.’

Han YuRang..”

6. Pangeran ikan dari laut Mokpo..’

Lee Donghae?”

Kemudian layar besar dihadapannya tiba-tiba saja meredup. Seorim sudah nyaris mengumpat lagi sampai -tiba-tiba lagi- layar itu kembali menyala, menampilkan sebuah tulisan berwarna putih dengan backround hujan abu-abu di luar jendela..

Lihat semua jawaban yang kau tulis di kertas, hapus 2 suku nama pertama dari setiap jawaban, lalu bacalah suku-suku nama yang tersisa secara vertikal. Saat itu, film ini akan kami mulai..’

Benar-benar merepotkan..” cibir Seorim. Gadis itu mulai melakukan apa yang diperintahkan dalam tulisan, menghapus 2 suku kata depan, “Memangnya kalau ak-”

…………….

Dan detik berikutnya, gadis itu sudah tertegun ketiga menyadari tulisan apa yang kemudian terbaca dalam kertasnya..

  1. Jang WooYoung
  2. Lee HoWon
  3. Kang MinHee
  1. Nam RaeSa
  2. Han YuRang
  3. Lee DongHae

Youngwonhee Saranghae?”, dan tepat sedetik setelah Seorim menggumamkan kalimat singkat itu, layar besar di hadapannya seolah menepati janji..

Sebuah film dokumentasi mulai di putar. Film dokumentasi, dengan gambar pembuka yang membuat Kim Seorim terkesikap, membekap mulut. Itu, adalah foto polaroidnya, yang tersemat manis di pinggir halaman sebuah buku agenda. Dan disamping foto itu, tertulis pertanyaan sederhana yang langsung membuatnya merasa sesak detik itu juga..

Can’t I Love you?

Maebeon majuchil ttaemada, niga useojul ttaemada..

Jogeumssik nae ane jogeumssik, neol hyanghan maeumi jaradeoni..

Whenever i see you, whenever you smile for me..

Little by little, my feelings for you grew..

Kim Seorim membatu. Tak tau apa yang harus dilakukannya ketika film itu mulai terputar. Film yang menampakkan foto-fotonya 2 tahun lalu, masa-masa dimana ia pertama kali bertemu dengan Junhyung. Fotonya yang cemberut sambil melipat tangan di dekat loker tempat syuting Music Video ‘Beautiful’. Fotonya yang tertawa bersama NaEun, mengabaikan sosok DooJoon dan Junhyung di dekat mereka. Fotonya yang melempar kaleng cola kearah Junhyung. Fotonya yang.. ahh.. terlalu banyak.

2 tahun lalu. Saat Yong Junhyung masih sama seperti anak-anak Beast yang lain di matanya. Saat Yong Junhyung masih sering ia siksa dan ia perbudak. Saat Yong Junhyung masih benar-benar mudah untuk dipanggilnya ‘teman’. Saat-saat itu… Ya, saat-saat yang manis dan tanpa beban. Tak ada dilema, tak ada kebingungan, dan tak ada Goo Hara.

Tak ada sekat..

Ijeneun neol saenggakhamyeon, ni moseubeul tteoollimyeon..

Jakkuman dugeundaeneun, nae simjangeun meomchuljul molla..

When i think of you now, when i picture you..

My beating heart doesn’t know how to stop..

Kemudian foto-foto yang lain kembali bermunculan. Terslide secara halus dan rapi. Foto-fotonya yang tengah meneguk starbucks. Fotonya yang tengah membuat kopi di dapur Beast bersama Junhyung. Fotonya yang menjulurkan lidah karena terburu-buru minum kopi yang ternyata masih panas. Fotonya yang iseng memasukkan bubuk kopi maxim kedalam botol Cola Junhyung.

Semua, tentangnya, tentang Junhyung, tentang Coffee, tentang Cola..

Kim Seorim tersenyum menggigit bibir bawahnya, berusaha sekeras mungkin menekan air matanya ketika melihat sebuah foto yang terhenti lama. Fotonya dan Junhyung di back stage Mnet, yang saling meminumkan Cola dan Starbucks satu sama lain. Mr.Cola & Mrs.Coffee.. bermula dari foto itu..

Deo isang gamchul su eomneun naemam,

Jeonbu da jugo sipeo..

Hangsang gyeoteseo (ni yeopeseo)

Neol sarang hamyeon andoelkka?

Nuguboda neoreul jikigo sipeun mam, badajumyeon andoelkka

I can’t hide my feelings anymore,

I want to give it all to you

I’m always close to you (next to you)

Can’t I love you?

This heart that wants to protect you more than anyone else, can you accept it?

Lalu foto-foto berikutnya, adalah foto-fotonya yang tertidur lelap dengan mata sembab di kamar Yong Junhyung. Wajah yang tampak lembab dan basah karena terguyur air hujan. Wajah yang tenang namun terlihat tak begitu bahagia. Wajah yang lupa bagaimana caranya tersenyum tulus di luar topengnya sendiri..

Seorim tak cukup kuat untuk menahan air matanya lagi saat itu. Ia menangis, merasa semua benteng pertahannya runtuh ketika menyaksikan sosoknya sendiri yang terlihat begitu rapuh dan menyedihkan.

Gadis sok kuat yang takut pada hujan… tidakkah itu begitu miris?

Noui mamsoge (gaseumsoge)

Nega isseumyeon andoelkka?

Neoege gajang sojunghan sarami, doego sipeo..

Eoseo nae mameul badajwo

To be the one that’s in your heart (in your heart),

Can’t i be that?

To be the most important person in your life, Is what i want to be..

So quickly take my heart.

Kim Seorim seolah tak mampu lagi menopang tubuhnya untuk berdiri. Gadis itu terhempas menjatuhkan diri di atas kursi dan mulai terisak lagi disana. Sesak. Teramat menyesakkan. Seperti terkurung dalam sebuah kotak kaca pengap tanpa ventilasi. Sedang lagu berjudul Can’t I love You dari Jingwoon dan Changmin 2AM yang terus mengalun itu, laksana sebuah tempat yang menawarkan oksigen. Menggiurkan. Tapi.. ia tidak mungkin beranjak untuk menghirupnya..

Tidak mungkin..

Musik berhenti tiba-tiba. Seiring dengan nyala layar yang kemudian meredup dan mati. Tapi Kim Seorim seolah tak peduli, gadis itu menekan dada kirinya dengan keras, mencoba mengatur nafas sambil mengatasi sesak yang tak kunjung pergi dari sana, sampai ia merasakan lengan mungil seseorang merangkulnya dari belakang,

Ireon nae maeumeul arajwo, algetdago daedaphaejwo..

(Please tell me now, that you know how I feel..)”

Tanpa perlu menoleh, Seorim tersenyum kecil saat menyadari siapa yang melantunkan nada tinggi dari lagu itu sambil mendekapnya erat. Jung Hyosun, adik kecilnya. Tapi kenapa gadis itu ada disini?

Hangsang gyeoteseo (ni yeopeseo)

Neol sarang hamyeon andoelkka?

Nuguboda neoreul jikigo sipeun mam, badajumyeon andoelkka

I’m always close to you (next to you)

Can’t I love you?

This heart that wants to protect you more than anyone else, can you accept it?

Lalu kemudian, sebuah pintu di dekat layar terbuka. Sosok-sosok yang ia kenal menyeruak keluar dari dalam sana sambil melanjutkan lagu tadi secara acapella. Yang Yoseob, Yoon DooJoon, Jang Hyunseung, Lee Gikwang, dan Son Dongwoon. Kelimanya berjalan mendekat kearah Seorim dan Hyosun.

Seorim terhenyak kaget. Gadis itu langsung menaikkan kedua kakinya keatas kursi dan membenamkan kepalanya sambil memeluk lutut. Ini benar-benar memalukan! Bagaiman jika setelah ini Yang Yoseob dan Lee Gikwang meledekinya mati-matian? Bagaimana jika setelah ini ‘Buckaroo’ jadi semakin mencemaskannya? Bagaimana jika setelah ini image yang sudah dibangunnya susah payah akan hancur?

Jangan lihat..”, parau Seorim.. “Mataku bengkak, jelek sekali… jangan lihat!”

Noui mamsoge (gaseumsoge)

Nega isseumyeon andoelkka?

Neoege gajang sojunghan sarami, doego sipeo..

eoseo nae mameul badajwo

To be the one that’s in your heart (in your heart),

Can’t i be that?

To be the most important person in your life, Is what i want to be..

So quickly take my heart.

Gadis itu merasakan sebuah tangan hangat mengelus-elus kepalanya, tangan Yoon DooJoon. Sedang tangan mungil Hyosun sudah berpindah mengusap-usap pundaknya yang naik turun. Seorim bergeming, tak menolak kedua sentuhan hangat dari orang-orang terbaik dalam hidupnya itu. Tapi disisi lain ia ingin sendiri, benar-benar sendiri. Terlebih suara gumaman Gikwang, Yoseob, Dongwoon dan Hyunseung yang terdengar samar itu membuatnya tak nyaman..

Ya. Sama sekali tidak..

Karena Kim Seorim hanya benar-benar bisa melepas tangisnya di depan orang-orang tertentu. Di depan ‘sang Appa’ yang sekarang sudah berada di Surga, di depan ‘Su Oppanya’, di depan Arakawa Taichi, di depan ‘Buckaroo’, dan… dan tahun ini entah bagaimana daftar itu sudah bertambah lagi dengan nama seseorang. Pria itu..

Seorim mendesis sambil terus memeluk lutut, menyembunyikan wajahnya yang saat ini lebih dari sekedar kacau. Suaranya bergetar, “Tolong jangan lihat, aku ti-”

Grreebbb..’

Seseorang tiba-tiba saja menarik tubuhnya dalam sekali sentak. Kim Seorim terhenyak kaget saat dirinya sekarang sudah berada dalam dekapan seseorang. Dada bidang seorang pria yang selalu menopangnya dengan tegas. Kehangatan yang selalu berhasil membuatnya tenang. Aroma tubuh yang selalu berhasil mengobrak-abrik syaraf air matanya untuk berhenti atau terus mengalir di waktu yang tepat..

Sshhhtt… mereka tidak akan melihatnya, Rimmy. Tenang saja, mereka tidak akan melihatnya..”, Yong Junhyung terus menahan Seorim selama beberapa saat dalam dekapannya.

……”

Mereka sudah pergi, oke?”, Ia melepaskan pelukannya perlahan, kemudian merengkuh kedua bahu Seorim sambil menyeka air mata gadis itu dengan ujung jarinya, “Maafkan aku..”

Kim Seorim memaksakan diri untuk menatap lurus sepasang mata Junhyung. Sementara di bawah sana, tangannya yang berkeringat tak bisa berhenti bergerak untuk meremas ujung hoodie merahnya, “Kau sangat menyebalkan hari ini! Aku benci! Aku mem-”

Aku minta maaf..”

7 kali..”, sungut Seorim, gadis itu memukul pelan bahu Junhyung sambil mencoba tertawa, “Ini ketujuh kalinya kau memotong ucapanku hari ini, Mr.Cola..”

Junhyung tersenyum kecil, “Aku tau..”

Seorim memutar matanya, begitu pelan keseluruh penjuru ruang kedap suara yang saat ini terdengar legam itu, “Dan kau juga yang merencanakan hal konyol ini?”

Eung~”

Kau tidak berbakat menjadi sutradara atau apa pun, Yong Junhyung..”, gadis itu kembali mencoba tertawa sambil menyeka kasar air matanya yang tak juga mau berhenti sejak tadi, “Dan anak-anak idiot itu sama sekali tidak becus membuat film! Harusnya kau mengajak orang-orang yang lebih profesional, kan?”

Ssstttt…”, tawa pias Seorim terhenti saat telunjuk Junhyung menyentuh bibirnya, meminta gadis itu untuk diam, “Berhenti menghindar, berhenti mengalihkan pembicaraan, dan berhenti pura-pura tertawa seperti itu, Kim Seorim! Diam, dan dengarkan aku sebentar!”

……”

Junhyung tersenyum lembut. Ia mengusap kedua pundak Seorim, turun menyusuri sepasang lengan yang terbungkus hoodie itu, kemudian meraih kedua tangan Seorim yang bebas dan menggenggamnya dengan erat. Sepasang matanya menatap lekat kedalam manik mata Seorim, seolah memberi sebuah keyakinan, “Neol.. sarang hamyeon andoelkka?”

Goo Hara?”,

Dan Kim Seorim bahkan terhenyak kaget saat mendengar nama itu tiba-tiba saja terlontar dari mulutnya sendiri, tanpa berkompromi dengan syaraf otak.

Yong Junhyung menghela nafas, “Aku tidak punya hubungan apa pun dengan Hara. Maaf sebelumnya tak memberitahumu secara jelas, tapi hubungan kami hanya sekedar status publik. Tidak lebih dari itu.. Kau bisa tanya pada semua member kalau kau tidak percaya..”

……”

Tidak bisakah aku mencintaimu? Tidak bisakah kau membuka hatimu lagi?”, tanya Junhyung, memecah sunyi.

Seorim masih terdiam. Ia tak pernah punya jawaban pasti tentang semuanya. Gadis itu tidak tau sampai kapan ia akan menunda untuk menjawab pertanyaan tentang sebuah hubungan. Karena ia sendiri tidak yakin apakah ia punya cukup hati. Ia tak yakin apa dia cukup berani untuk melanggar apa yang telah dipilihnya. Ia tak yakin apa dia cukup mampu untuk menghancurkan kepercayaan yang dulu pernah ia janjikan pada ‘Sei’nya.

Kau… ragu?”, tanya Junhyung, begitu hati-hati dalam setiap kata yang diucapkannya.

Aku, hatiku sudah terkurung untuk Taichi..”, sahut Seorim, begitu lirih. Gadis itu melepas tangannya dari genggaman Junhyung.

Deegggg…

Yong Junhyung mencoba mengangguk paham walau tiba-tiba dadanya terasa perih detik itu juga, seolah ada ribuan pecahan kaca yang menusuk-nusuk hatinya agar ikut hancur. Perih. Padahal ia sudah meyiapkan hatinya, ia sudah tau kemungkinan ‘itu’ yang keluar dari mulut Seorim tadi, tapi ia tak pernah menyangka bahwa akan sesakit ini. Lebih dari yang ia bayangkan..

Hatimu tidak terkurung, tapi kau yang mengurungnya. Benar kan?”, pria itu mengulurkan tangannya, memainkan poni Seorim dengan lembut, “Karena itu, hanya kau yang bisa membantu dirimu sendiri untuk keluar dari kotak kaca itu, Rim-ahh..”

Sepasang mata Seorim membulat kaget..

Yong Junhyung meraba udara hampa di antara keduanya, “Ada dinding kaca tak terlihat disini. Dan sampai saat ini, aku hanya bisa melihat dan menatapmu dari luar. Kuncinya ada di dalam, dan aku tidak akan memaksa masuk dengan menghancurkan kacanya. Karena seprihan-seperpihan tajamnya akan melukaimu..”

Dan aku tidak ingin kau terluka..”, tambahnya, terdengar begitu lembut.

Teess…’

Bunyi kecil itu seolah terdengar nyaring. Setetes cairan bening kembali jatuh dari ujung mata Seorim. Tapi kali ini, Yong Junhyung tak mencoba menyeka air gadis di hadapannya itu. Ia ingin membiarkan Mrs.Coffeenya menangis untuk saat ini. Membiarkan gadis itu meluapkan semua emosinya dalam diam dan air mata.

……..”

Aku akan menunggu…”, putus Junhyung kemudian, pria itu mendekatkan wajahnya kearah Seorim. Dan seperti biasa, menyatukan dahinya dengan dahi gadis itu, membiarkan kehangatan keduanya melebur selama beberapa detik,

Sampai kapan pun, aku akan tetap menunggu. Sekalipun aku hanya manusia biasa yang punya batas, aku akan terusmenunggu sampai batas itu..

***

Kim Seorim menyandarkan punggungnya pada pilar peron stasiun kereta ‘Lout Slagelse’ sambil menatap benda di tangannya dengan bingung, “Kotak kaca dengan ‘heart ice’ di dalamnya?”

Eung~ Kotak kaca itu adalah diriku, dan hatimu ada di dalam sana, Raisly..”, Taichi tersenyum, “Hatimu harus selalu disana, terkunci disana, untukku… mengerti?”

Seorim mengangguk cepat, “Tentu saja, hati Raisly Kim hanya untuk Sei Arakawa, dan itu tidak akan berubah kan?”

Benar. Jadi, kau harus selalu menguncinya rapat-rapat agar hatimu tidak dicuri orang lain. Dan jangan pernah keluar dari kotak kaca itu, jangan pernah keluar dari jangkauanku, jangan pernah keluar dari perasaanmu tentangku. Janji?”

Janji!”, seru Seorim, setengah memekik. Tatapannya lalu beralih pada benda perak berdesain Danish kuno yang tergantung bersama rantai di ujung kotak kacanya, “Tapi jika harus begitu, kenapa kau juga memberikan kuncinya padaku?”

Sepasang mata Taichi menyipit tersenyum, “Karena mungkin, suatu saat-”

……………….

Jeeezzzz… Jeeezzzz… Jeezzz…’

……………….

Dan Kim Seorim tak bisa mendengar kalimat selanjutnya yang terlontar dari mulut pria itu. Deru laju kereta dan gesekan roda-roda pada rel besi yang tiba-tiba melintas di depan mereka benar-benar mengganggu selama beberapa saat. Seorim memang tak cukup mendengar apa yang dikatakan kekasihnya itu, tapi ia bisa melihat raut wajah Taichi yang mendadak berubah tak nyaman saat mengatakan hal yang ‘entah-apa-itu’.

Mengerti?”, tanya Taichi kemudian.

Aku mengerti..”, Seorim mengangguk cepat, lagipula apa pun yang dikatakan Taichi barusan –yang tak bisa di dengarnya- rasanya tak terlalu penting kan?, “Aku akan selalu menjaga hatiku dan menguncinya dalam kotak kacamu rapat-rapat..”

-T.B.C-

Aku kabulkan permintaan para readers yg coment di part sbelumnya, Tadaaaaa.. JUNRIM MOMENT SEMUA INIH! PUAS? Yang ga puas boleh gebug gue(?). Tapi Ini mungkin part paling mboringin diantara ‘Junrim’2 yang laen ya, ga ada lucu2nya sama sekali dan lebih ‘serius’.. XP

But, eung~ ya rencanaku udah begini sih. mau gimana lagi? Wkwkwkwk…

Secara ga langsung, aku berasa jadi spesialis FF galau ya di blog ini, belum apa2, baru awal2 debut, eh JunRim udah nangis2an aja.. #PLAAKK

Gpp deh ya? Namanya juga strategi pemasaran(?),

Eh, curhat dikit deh (?)… masa kmren ga sengaja liat Galaxy SuperStar di Indosiar kan, trus langsung treak-treak histeris akunya!! Bukan karena orang2nya loh, tapi karena TIGER Oppa (Composer berbakat Cube, skaligus sobat deket Junhyungie) JADI KAYAK MENTORNYA GITU!! ARGGHH.. ENVY!!

Trus ternyata (kata temen gw) Orang2 Galaxy superstar itu emang di Trainee di Cube!! Di CUBE!! TEMPATNYA ANAK2 BEAST!!!

Terus gue galau kan  -___- Dadah..


57 thoughts on “{JunRim} Glass Box (Can’t I Love You?)

  1. Woaaaahhh gomawo author JunRim momentnya *ketjup*
    Iya, dsni emang serius bgt scene-nya, tapi ya emg harus gtu kan? Masa masalah perasaan dijadiin mainan mulu, ya ga?

    Sweet bgt sumpah!!! Idenya ada aja deh ihhhh… Film dukumenter judul Youngwonhee saranghae… So sweeeetttt!!! D tambah lagu Can’t I Love U, melting~

    Ini romantis tapi ga murahan! Yeay!!! Keren2… Tapi oke juga ya, dia booking 1 teater d bioskop gtu maksudnyakah? Kenceng juga duit si artis satu ini, kwkwkkwkk

    Dtunggu part brikutnya!! Seorim pastinya mulai buka hati kan? Udh tau klo Go Hara bukan siapa2, harusnya jd lebih tenang. Tinggal dy membuka hati lg aja, relain kalo Sei itu udh ga ada n perasaan untuk Sei cukup disimpan tanpa menutup kmungkinan untuk masuknya org lain di hati Seorim… Bismillah…
    ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

    Dtunggu part brikutnya yaaahhh… \(´▽`)/

    • Thx ya.. hehhe… *kecup2*
      Mksh udh mendukung Junrim sejauh ini.. *halah*
      Iya dunk, Junhyung kn masuk 20 idol korea berpenghasilan terbesar.. *sombongkumat*

  2. Jeng jeng jeng! Datang saya datangggg!
    Pertama-tama, MAU TERIAK! WUAAAHH! Akhirnya cola ama coffenya bisa bersatu! Moga ga pada keracunan deh ya ntar itu mereka berdua (?) Hahaha

    Dan sumpah, cara jun confess cintanya itu..BIKIN ENVY! MAUNYA APA?! MAUNYA APA?! (;;;;;_____;;;;) emang siih si junhyung masuk urutan artis kpop yang kaya, tapi kan..tapi kan..IRIIIII!! *gigitbantal*

    trus ngakak abis pas tiba-tiba rimmy nyebut nama Baekhyun padahal itu pertanyaannya kan related ke 2PM! *tabokbaekhyun* trus, apa-apaan Dongwoo dibilang ga cakep, heh?! Siapa yang bikin itu soal, hah? SIAPA?! *siapnabok*

    Itu..nasibnya hara gimana, rin? Kalo kata onnie sih, BUANG AJA KE LAUT KUNING BIAR DIBOM AMA CHINA! *dirajamjunharashipper* hahaha, public couple~ cepatlah kalian putuss~ putuss~ putussss~ *kirimsantet*

    Rimmy ama Nara punya satu masalah deh ya -_- ga bisa lupain orang yang udah pergi😐 bedanya sih yang satu tentang kakaknya, yang satu ttg mantannya. *randomabis*

    Oya, satu lagi yang paling bikin ngakak ga berhenti nih pas yoseob bilang : “Jika sahabat saja seperti itu, lalu DooJoonie apa namanya? Pembantu pribadi?”
    Demi apa jadi ngebayangin doojoon bawa lap pel dipunggung sambil nyapu-nyapu? -___-

    After all, ditunggu official jadiannya tanpa bayang-bayang hara! Gogogogogo~ CoCo Couple Go! (CoCo : Cola-Coffe) :3 *seenaknya bikin nama couple haha*

  3. AHH EONNI!! Tanggung jawab ini air mata netes mulu T.T *author: emang lo sapa gue?* /plak

    ya ampun, bagian terakhir itu bikin nyesek, kirain jadian~ gak tau nya u,u *makan menyan*

    aduh, si Doojoon sama Hyosun lucu banget :3 walaupun chapter ini galau nya bukan main T.T

    dan itu pas bagian jawab pertanyaan, cuma bisa speecless! argh daebak ><

    ditunggu deh next chapternya u,u berharap ada JunRim moment yang banyak X'D *author jadi makin stres*

  4. Ikut Galaxy SuperStar aja~ kekeke. Kalo telat…. Berharaplah ada yang kedua😀 atau kenalan sama anak galaxy superstar biar bisa nebeng ke Cube ent. nya *gamenyelesaikanmasalah*

    anyway! Kiwkiw~ :3 Junhyung akhirnya menyatakan jugaaa :’) ayooo~ sedikit lagiii~ tinggal nunggu Seorim nemu kuncinya ajaa xD wkwkwk part ini panjang, tapi gaberasa kepanjangan karna banyak JunRimnyaaa~ hihihi :3 aaaa seneng bangeeeet xD wah, Junhyung semacam cenayang ya? Kobisa tau apaapa ttg Seorim? *nyipitin mata* wkwkwk kalo gitu junhyung harus tau dimana Seorim nyimpen kuncinya, biar cepet dibukain xD

    Ini emang galauuu dan aku bacanya jadi kaya orang pendiem gitu masa, lolol… Tapi galau ini beneran nyesek.. Bikin pengen nangis huhuhu ;A; tapi aku suka~ soalnya feelnya dapet banget dan sekalinya ada sweet moment yg little aja (?) ditengah kegalauan, itu… Huaaa :’) jadi keren bangeeet~ *peluk Junhyung* *ehsalah* Ohya!!! Dan gapapa galau di awal asal happy ending, ya kan ya kan? *tingting*😉

    Aiya aiya aiya~ lamalama aku jadi fan beast juga nih wkwkwk Gasabar buat part berikutnyaa xD semoga seorim bisa cepet buka kaca hatinya *eh* buat Junhyung yaaaa kiwkiw :3

  5. Aaaaa updatenya cepet sekali
    bahagiaaaa
    part ini galau sekali apalagi kata2nya soerim seakan2 menusuk banget
    junhyung harus sabar nunggu soerim.
    karena mereka cocok
    cant hardly wait for next chap

  6. “Memangnya hidupku hanya kuhabiskan bersama dia?”, desah pria itu kemudian” ini kalimat paling the best lah /dibakar
    hahahahha xDD
    AKHIRNYA, akang Joker menyatakan cinta!!! Selamat menunggu yaaa akang :*
    Salam cinta selalu dari eneng orin /plak

  7. part yg galau n serius, tp emg hrs gini.. saling terbuka..
    geregetan liat JunRim yg saling cinta cmn salah paham…😦

    pengakuan cinta’y mantap, pke film documentary.. sumpah bikin merinding n envy~ hehehe

    tergantung seorim aja nih, mau buka hati’y ato gak…
    kasian junhyung sakit hati mulu…😥

    d’tunggu next ff…😀

  8. Aku deg-deg an baca part ini ntah kenapa ._. Ayolah,seorim-ah buka hatimu untuk yong jun hyung *nyanyi bareng armada* aku suka foto editan JunRim yg bedua itu *nunjuk2 ke slh satu foto* berasa beneran! XDDD eh,hyunseung masih free kan ya? Buat aku ajaaaa😉 *kedip-kedip*digatak* aku ngakak pas bagian ‘Film ini telah diberkati oleh Sang Budha. Jadi turuti saja ya.. ’ ngakak maksimalll!😄 mrs.coffe n mr.cola,fighting! Btw,sebutan fansnya (?) JunRim kopel apa niii? Pengen gabung .-.

  9. Hahaha spesialis ff galau ada2 aja…
    Seorim masih terpaku dg masalalunya… Kasihan junhyung. Film dokumenternya daebakkkkk….
    Gokil anak2 beast ditambh hyosun, tontonan gratis….
    Galau boleh, tapi jgn lama2 ya…

  10. beh beh keren ,, feel.a dpet banget !!

    junrim moment part slanjut.a udah jadian yah yah yah ? *ditendang .

    yeosob bkn ngakak pas blng doojoon pembantu pribadi hahahaha ..

  11. unrim yg galau,, kenapa aku malah ikutan galau..
    nyesek bacanya,.,.,., sumpah!!
    junrim momentnya PUAS banget thor!
    apalagi pas junhyung nyatain cinta pake film,, so sweet..!! klo aku bakalan lgsg meleleh deh!
    seorim, plisss lupain masa lalu, liat masa depan aja deh sama junhyung..
    geregetan sama seorim deh ah~ #dijitak

    author ffmu te2p kereeen,, lanjutkan!!! ^^

  12. ORIN KAMU TANGGUNG JAWAB, TANGGUNG JAWAB!
    Kenapa gue bisa suka lagi sama yang namanya YONG JUNHYUNG?
    Dan kenapa aku iri berat sama Seorimmm HAAAAA~ Ya Allah sumpah ya parah part ini paraaah!

    Pas scene di bioskop aduh sumpah saya menggila senyam senyum sendiri bayanginnya! Dan ya ampun Seorim… bisakah kau segera membuka hatimu untuk seorang Junhyung?
    Dia udah mau nunggu kamu tuh, ayolah cepat resmikan hubungan kalian plis plis plis!

    Baik. Aku tunggu ffmu selanjutnya! Banyakin momen JunRimnya ya haha🙂
    Salam semangat!

  13. wowww~ saya suka yang panjang2 #plakk
    hehehe.. ninggalin jejak dulu yaa… copas ke word dulu, besok aku komen kalo udah dibaca .__.v

  14. Hwaaaaaaaaaaa
    Gilaaaa nyentuh banget nih orang. kata katanya apalagi~
    Udh ini mah dendam sama suara roda kereta apa. Jadi kan-___-
    Sudahlah junhyungah! Berjuang!!! HAHA
    Author *kecupkecup* next cepet ditungu *wink*

  15. akhirnya keluar jga
    wah keren2,bingung mw ngmg apa pokoknya ak nungguin bgt ff ini,soalny ak lg tergila2 ma beast hehe
    dtgg lanjtany aj y

  16. sedihnya …. Sampai terharu saia . Yong junhyung benar2 top man ,,,menunggu waktu yg tepat u/ mengungkapkan . Tapi seorim ko bebel banget sih … don’t give up to search a true love . Jarang ada cowo kaya mr cola .aku aja deh yg ganti posisi

  17. dannn ini nanggung arghh..
    Jadi pengen besok lanjutannya,, kekeke

    huaaaa junrim moment,, sumpah meskipun partnya penuhh tangis2an,, teteup ya perlakuan junhyung ke seorim itu bikin hmmm *gigit bantal..

    Ckckckc.. Saya suka couple ini, hidup junrim, haduh bener2 gak bisa berkata2 ini, terlalu semangat bacanya, jadi bingung apa yang harus diungkapin soalnya semuanya masukk hati.. Hahaha.. Masa harus diulang semua ceritanya gak kan?
    Hehehehe

    pokoknya suuka..

  18. Doo Ku sayanggggg!!!!!
    Km sweet bgt disini, tapiii………..
    Sumpah ngeselin, Childish, Pembokat lagi kta ncup (?)
    Wwkkakwk~

    Weehhh orin pinter bgt sihhhhh,,
    Hyosun disini daebak!!!
    Τώ aja lo gw pngin jd detektif gtuh *inget conan* wkwwkkk~

    Junhyung oppa!! Klo gak tega mecahin kaca nya sini aku bantuin mecahin nya gemanaa??
    Klo aku yg mecahin ga bakal ada kalimat ga tega deh XDDD *digetok orin* ㅋㅋㅋㅋ lagian nih si orin, udah di tembak pake sewa2 bioskop juga, buang2 duit oppa ku aja *ngeekkk* ㅋㅋ

    Yakk orin knapa lo masukin nama Yong Junsung ㅋ jiwa shipper Junhyung-Hyunseung gw balik lagi nihhhhhh Щ(ºДºЩ)
    Lagian tuh si Joker bisa punya nama adek pas bgt yaa -______-
    Btw, itu foto edit nya JunRim lucu >////<
    Posisi nya Honghong kan itu yg di edit jd seorim. ㅋㅋㅋㅋ

    Lo tau rin, gw s p e c h l e s s b g t pas baca kalimat Saranghee Yongwonhae ituu *$•£€$¥!!!
    Yatuhan!!!!!!!!!!!!!!!

    Aaaaaahhhh lanjutan nya ya Rin, lanjutan nyaaa…. ㅋㅋㅋㅋ.

    Oh iya, pas kalimat ini
    “Sudah hampir jam 10 dan dia belum mandi? Aigoo..
    kukira harusnya dia sedang latihan dance untuk
    debut stagenya..”

    Aku smpat bgung juga ㅋㅋ kukira lagi ngomongin Dujun, eh trnyata nyasar ke iLhoon (´⌣`ʃƪ)

  19. youngwonhee saranghae?? Wuahhh..aku gak nyangka akhirnya Junhyung nyatain perasaannya ke Seorim…lega sekaligus nyesek karena Seorim belum mau buka hatinya untuk yg lain.
    Udahlah, toh yg sudah meninggal gak mungkin bangkit lagi. Jadi, jalanin aja yg ada. okay!
    Aku tunggu ya next story nya^^

  20. Orin kamu produktif sekali updatenya cepat~~~
    hihi nappeun Junhyung, aku nggak nyangka dia bisa seromantis ini. Finally Jun-Hara-END! *entah knp paling seneng ngomong bagian ini* lol kalo sama Seorim aku rela deh, mereka lucu, jjun bisa nebak dgn tepat semua ttg rimmy ya, ky punya telepati gitu u.u ini dia pasti belajar dari Luhan (?) tapi coba deh Rin next part jelasin dikiiiiiit kenapa JunHara cuma status publik dan apa alasan mereka ngelakuin itu. heheh sekadar pengen tau aja gituuuu kkk

    dan itu jjun sampe nyewa bioskop cuma buat nyatain cinta aaah *mati* ini yang bikin irinya Rin u.u abang joker emang kaya raya ya nggak sia sia selama ini dia ngerap sana sini, sekarang jg ikutan bikin lagu buat Apink lagi makin kaya aja itu dia. udah rimmy terima aja hidupmu pasti akan terjamin ahaha

    dan itu soal galaxy superstar.. O.O serius itu? *ga pernah nntn tv* ahhhhh mau juga dong ketemu Tiger oppa! kemarin jg pas BS INA temen ku ada yg bela-belain nonton buat ketemu Prepix, tapi sialnya Prepix gak ikut gara2 lg sibuk ngurusin Jay Park. akhirnya dia malah ketemu sama manager 4minute dan katanya dia itu udah bahagia bgt padhal baru manangernya doang lol
    hih heran ya beast dari komposer, dancer sampe ke managernya sekalipun terkenal dan punya fans kk
    oke ditunggu next partnya ya~~

  21. aaaaa apalagi sih yang ditunggu sama seorim? udah se jujur itu junhyung sama perasaannya tapi masih aja gk bisa terima
    gregetan banget lihat mereka berdua
    itu kenapa membernya jadi kayak detektiv gitu pake pasang cctv lag ck
    ayo dong rimmy terima cinta junhyung kan hara udah gk ganggu lagi
    keren banget waktu awal film diputar
    ditunggu yang lainnya😀

  22. Aaaah full junrim! Awawaw~
    Di awal, malah jadi ngebayangin gimana kalo junhyung beneran ngintip Seorim yang lagi mandi. /ditendang/
    Akhirnyaaaaaaa~ setelah sekian lama seorim tau juga perihal goo hara. Haaah.
    Apa? Doojun pacaran sama hyosun? Kok hyosun mau pacaran sama ‘pembantu pribadinya’ seorim sih? Hyahaha😄
    Aiih, junhyung ada aja ya idenya. Tidak terduga. Bermodal pula. Hmm yang duitnya pabalatak sih gitu yaaa hmm
    Ha! Sudah diduga! Junhyung pasti ditolak! Zazaza. Soalnya galaunya junhyung belum maksimal nih. Masa langsung diterima. Tak seru laah /slap/ tapi jangan lama lama juga sih galaunya ._. Ayo seoriiiim, buka kotaknya! Ihiw

  23. Keren bangettt
    Khas nya JunRim emang galau dah/plak
    Tapi keren deh, dalem semua kata-katanya di part ini, apalagi soal yang kotak kaca itu, beuhhh

    Scene yang di bioskop paling suka deh, daebak beneran itu (y)

    Kira-kira kapan ya JunRim jadian? Kapan Seorim ngebuka hatinya?
    Lanjuuuutttt

  24. Enggak, ff nya sama sekali gak ngebosenin kok. Sumpah keren banget. Feel nya dapet bgt. Top bgt deh. Bacanya deg degan sendiri. Nyesek yg dirasain junhyung juga nyesss(?) bgt. Ditunggu ff lanjutannya ^^

  25. seperti janjiku kemarin bakal komen lagi😀 hehe
    jadi ceritanya disini my yong nembak gitu ya?? hehehe
    keren kok ceritanya walau rada galau… dan galaunya itu dapet banget … kkk~

    itu ada acara apa yak? kok pake di buat cctv segala?😮
    ntar kalo ada hal aneh” kan member lain keenakan ngintip .___.
    huahahaa…

    aku bingung mau komen apalagi… soalnya lagi laper + ngantuk /slap/
    intinya cepet2 lanjut yaaa😄 kalo bisa buat si Rimmie amnesia khusus untuk masa lalunya bareng taichi deh .. hauahahhahaa *evil laugh*

    itu, si rimmie juga keras kepalanya perlu diilangin tuh (dia gamau tau apa kelanjutan kata2 taichi yg sempat kesensor) padahal kata2 itu bisa aja yg ngebuat hidupnya jadi serasa hancur kya gini T.T

    sekian dari aku #tidurdulu hehehe😄

  26. sukaaaa ama perumpamaan ditiap serinyaa… kata”nya ngena banget dah😀
    oyeee yg penting junhyung udh ngomong klo dia ama hara itu g ada apa”… jdikan seorim ga ush galau and cemburu”an lagi, tgl ngasih ‘kunci’ hatinya buat jun :p

  27. Wuaahh daebak banget , kata2 kalimat dialog nya adegannya itu nyambung bgt semua keren tnp ada yg kurang . Thor gmna si bs bkn epep sbgus ini , kash rahasia nya dong ? T.T
    Gomawo bgt ini junrim smuaa trus pnjang lagi *prok prok*
    Daebak2 deh pkoknya !

  28. akhirnya !!
    uri junhyungii mengatakan perasaanya juga >.<
    sayangnya responya sedikit kurang baik😦
    Gwaenchana Mr. Cola, tetep semangat !
    semoga Mrs. Coffe segera menyadari perasaannya terhadap Mr. Cola
    author daebak !!
    nice FF😀
    *prokprokprok

  29. Hahahahahahaha habis baca ff nya galau. Baca note authornya langsung ngakak.
    Hah? Ya ampun junhyung. Ckckckck
    itu apa pula bawa raja ikan laut mokpo?
    Keren banget ini.

  30. grrrrrrr .. komennya belum masuuuk -_____-”
    oke , komen lg .____.
    BYUN BAEKHYUN SAYA KEBAWAAAAAA !!!!! :3 /ngek/
    jujuuun unyuu soswiiiiit sumpaaaah .. ahirnya ngaku kaan ga ada apaapa sama haraaaa ! \(^^)/
    paliing demen pas bagiaaan pikaJUN ! :*
    jujuun kepoooo -,-
    tp adeuuuh pikaJUUUN -..-
    berasa dari langit paling atas lngsg kebanting pas liat hiasan kotak kaca itu :3
    ㅠ_______ㅠ

    DUSEOB momeeent ! ocop di-bully -,-
    tp emang ngeliat ocop di-bully itu senikmat ngeliat enyuk di-bully :p *plak*
    dan ngakak banget pas taichi dibilang pawang ujan di bagian narasi . lol
    satusatunya yang kebayang ngomong gt cuman si ocop bocah doaang😄

    disini banyak banget jujun yang dibikin nyeseek . dri mulai pas disuruh ngangkat telepon dari appa-nya jujun , trus di bis , pas mr.coffee huwaaaaaaaa *peyuk jujun*
    PENASARAN sampe kapan seorim mw nutup pintuu ati nya buat jujun ? tp yg aku bingung .. sei itu nama laen dari taichi bukan yaa ? -,-)a
    huwaaaaa aslii suka banget sama bagian game suku kata trahiiiir ! gilaaaaa kurang soswit apalagii cobaaa bang jujuuuun :3
    dan pertanyaan paling pertama setuju sama jawaban paling pertama juga ! byun baekhyuuuun~~~ :****

    .____.
    dan prtanyaan kedua -.-
    dongwu juga unyuuuu koo ! :3
    penasaraaan pokonyaaa oriiiin !
    semogaa updatenya sll kilat😄
    hwaitiiiiiing !!!

  31. yep,, kyanya writter jdi spesialis galau nih.. kekeke
    JunRim moment bangett,, puas deh yg baca😀

    next chapter, bikin yg lebih happy yah,😀
    gomawoo~^^

  32. Annyeonghaseyo, author ^^
    Rin imnida, reader baruu yang baru nemu blog iniii~~ >,<

    Rin manggil author orin eonnie yah? *sokkenal*

    Eumm~ sebelumnya, mau pamer ah~ *apa2anini?*
    Habis borong baca junrim ff dari awal dan yang terakhir ini!! borongan eon borongan!! *terus? penting gituh?*

    FFnya daebaakkk~~ *0*/ beneran deh, komplit. ada lawaknya, seriusnya, so sweet, sama sedih2nya juga ada…
    Suka pokoknya sukaaa~~😄

    Seneng banget sama gaya penulisan orin eonni. Hal-hal kecil pun bisa dikaitin sama hati ya? ^^
    Mulai dari origami, kopi, sampai kotak inii~~ Like this puokokeee~~ *0*/

    Mian sebelumnya tapi eon kalo gak sempat komen satu-satu di ff eonni yg sulu *bow*
    RIn rapel semuanya disini ya? *bowagain*

    Yosh! tanpa banyak bacot, di tunggu lanjutannyaaa~~ *0*/

  33. Aiyaaaa… Nyesek sendiri yaa bagian di bioskop itu ;__ ;
    Kenapa nama pacar saya di sebut2 *baca: Byung Baekhyun XDD /slapp ^^v
    Ayooodonggg Seorim sama Junhyungnya jadian aja… *maksa-.-*
    Ditunggu lanjutannya eonn… Hwaitingg~!^^9

  34. Aigooooo…. Galau bgt part ini kak! >__<
    Gemes ndiri liat Seorim yg keras kepala gitu. Woooii.. msh ada cowok ckep diluar sana dan itu adalah akang Joker!
    U jga udah jatuh cinta ama si Joker, Mrs.Coffe… ngapa ga sadar"?
    Kalo terus"an jual mahal, mnding Joker bwt aku *eh? #dicerai Kibum

    Tapi.. tapi.. tapi.. tapi… Sweeeeett..
    Si Joker tajir bgt sewa bioskop! iya deh, tau yg duit'e banyak.. *duit'e bnyak tapi minumnya Cola, 3ribu perak -__-v
    Dan.. apa itu si Bacon Exo nampang tenar disini? Kkk..
    Aduh, komentku mkin nglantur gak pnting nh Kak.. ;p

    Udh deh.. inti'e SUKA!! LANJUT!! ;D

  35. Argggggh!!!!!!!!!!!!!! Yongie aku juga mau dipeluk trus dibkinin event kyk gt *jealous*
    Seorim-ah begitu sulitnya kah menyadari klo loe juga suka sama Junhyungie
    siapa lagi di dunia ini yg ngerti loe luar dalam
    mrs.coffee you’re the lucky one..admit it!!
    *waiting for seorim to open up his heart and mind*

    Sumpah galaxy superstar training-nya di CUBE?? *ga pnh nntn galaxy superstar*
    envy envy envy >,<

  36. sejenak lupa kalo seorim itu adiknya junsu 2PM… -___-
    jadinya kaget pas baca bagian yg si seorim bilang Appa di surga

    itu anak B2ST + Hyosun nonton CCTV berasa nonton film ya…mana si hyunseung bawa2 popcorn lagi… -_____-

    filmnya keren !!! itu pasti mikirnya harus pake semedi 7 hari 7 malam di gunung merapi ya buat bikin tebak2annya (?) ??!! /plaaak

    junhyung kasian ya…
    bikin event + nembak kayak gitu kan harus nanggung setengah mati juga
    eh…malah ditolak seorim *pukpuk junhyungie

  37. baru sempet baca. Dan ‘bom’ #ga enak bgt efek suara.a# langsung jatuh hati sama jungrim :*
    dan ini part suka bgt~ benr2 bkin perasaan saya kaya jungkat-jungkit😀
    antara sedih, gemes, deg2an smua.a naik turun kya jungkat-jungkit -..-”
    semangat ya bwt lanjutan.a ^^

  38. Maaf lagi unnie baru komen–v

    Part ini feelnya dapet banget.apalagi waktu di bioskop waktu seorim nangis….waaaaa suka bgtbgt><
    JunRim nya masih kurang banyak.. /plak
    Mmmm kasian Junhyung tuh…nunggu buat rimmy..
    Nunggu next partnya aja kaya gimana mhehe

  39. *air mata bercucuran* tnpa sadar d akhrx nangs.. Nyeseek bgt.. Melepas masa lalu yg brarti memang sulit.. Rimmy-ah kasihan Yongie.. Terima aja dh.. Cara nulis eoni pnya ciri yg beda.. Skaaa galau..keke wait next chapt!
    Then tentang Galaxy SuperStar aq juga envy bgt eonii! Mana mg dpan bkal ada BEAST! AAAAAA

  40. argggggggggg kenapa brubah dramatis gini ya~
    dirimu bkin aku nangis lgi setelah airmata ini udh lama kering!(?)
    suka sih .. suka sekali, tp rada aneh ya liat rinnie bkin yg rada melow drama akakakakakak
    eh eh .. semoga .. semoga .. JunHara bneran Couple Public aminnnnnnnn *pray*
    kak, scara gk langsung drimu memberi harapan pda jokers2 di luar sana~ XDD

    Jun hebat ya …. ada kamera tetep bsa acting._.v
    tetep stay cool jga~

    dan aku baru sadar, klo disini namanya Seorim bukan Seongrin akakakakakaakak
    maaf kan aku~~~ *sembunyi dibalik Dongwoon*
    ini model nya ganti ya dri seblumnya? fotonya mksudku ..

    dan untuk pertama kali nya aku baca tokoh cwe kk itu ‘luluh’ ..
    bner gk? kekeke

  41. bener2 pasangan baru ini oasangan paling galau baru muncul udh bikin galau n nyesek sendiri….
    suka moment2 JunRim d sini banyak bgt n junhyung udah bertindak tp sedih. tolak sama seorim sakit hati…..
    nyesek….. kno seorim y masi blm bisa ngelepas taichi kan hati y udah pasti k junhyung……
    Lanjut…..

  42. sedih, terharu tp takjub jg..
    gmn junhyung bsa gmbarin hti rimmy dg kotak kca itu..
    miris bgd nech..

    sng, akhrx junhyung oppa ungkapin perasaanx k rimmy..
    tp sbel jg bca rimmy yg g buka2 htix bwt junhyung..
    pdhal dy jg punya perasaan yg sma. .*sotoy
    cuma dy msh ragu aja, dan lbh milih taichi itu..
    ough..

  43. ugyaaa! orin eonni! ige mwoya ?!
    tanggung jawab saya jadi pengen nangis ini ;___;
    sumpah ni chapter bener2 bikin nyesek huwaaaa

    pokoknya aku suka banget sama junrim moment!
    akhirnya junhyung udah ngungkapin perasaaan nya dan dia itu so sweet banget >.<
    seorim itu bener2 cinta ya sama taichi , keren😀

    oke saya mau baca lanjutan nya dulu ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s