{JunRim} A Cup of Starbucks

Hati wanita ibarat satu cup Hot Coffee Starbucks.

Ada berbagai macam hal yang tercampur di dalam sana.

Pahitnya Kopi. Manisnya Susu. Kentalnya Caramel. Lembutnya Vanilla. Kuatnya Mocca..

 

Namun senikmat apa pun, akan tetap ada ampas yang mengendap di bawah sana.

Kau sudah tau,

Tapi kenapa kau malah semakin mengaduk-aduknya?

 

***

(2012, March 12th. Seoul..)

Kim Junsu melongokkan kepalanya ke dalam kulkas. Pria itu mengambil dua buah apel dan melemparnya satu pada sosok Nickhun yang saat ini sibuk mengolesi roti dengan selai coklat. Tak lama kemudian, kedua tetua 2PM itu sudah sibuk menyantap ‘makanan sederhana’ mereka dengan lahap. Sungguh hari yang damai mengingat mulut berisik Junho dan Wooyoung sedang di ungsikan ke kantor JYP sejak sore tadi. Ahh.. betapa tenangnya hari ini untuk beristirahat, dan…

BANANA CHAN!! AKU BERSUMPAH SETELAH INI KAU TIDAK AKAN BISA MEMAMERKAN PERUT KOTAK-KOTAKMU ITU LAGI!”

Haishh.. STARBUCKS KIM! Kenapa kau selalu mendiskriminasi 2PM, hah?”

YAK! BUKAN URUSANMU! KEMBALIKAN SCRIPTKU DALAM 10 DETIK, ATAU KAU AKAN MATI!”

Mati?

Siapa yang aka mati?

Nickhun dan Junsu langsung berlari menghambur ke ruang tengah dengan roti yang masih menggantung di mulut. Mata keduanya langsung membulat kaget saat melihat pemandangan film thriller di hadapan mereka. Kim Seorim yang sedang mengejar-ngejar Hwang Chansung, dengan wajah buas khas seorang pembunuh berdarah dingin, sambil mengangkat garpu di tangannya tinggi-tinggi..

BANANA CHAN! KAU MAU USUSMU TERURAI BERANTAKAN DAN KUPAJANG DI MUSEUM BIOLOGI, HAH??”

Jika kau berani melakukannya, maka Hottest akan membakarmu hidup-hidup!”

Dan keadaan Dorm 2PM saat ini, jauh lebih buruk dari sebuah kapal pecah. Sofa-sofa dan meja bahkan sudah terbalik cacat dari posisi normal. Rak-rak kecil sudah bergeser letak tak beraturan, menimbulkan decit-decit memekik. Bantal-bantal sofa berterbangan dengan bebas di udara. Komik-komik dan bungkus snack berserakan. Bagaimana bisa ruangan ini hancur dalam waktu singkat?

Kim Junsu menghela nafas pasrah, “Yah, hari yang tenang kalau saja aku tidak ingat bahwa gadis itu ada disini..”

Tapi nyatanya dia disini. Dan itu artinya, ketentraman dunia tidak akan pernah terwujud..”, tambah Nickhun, menelan roti selainya bulat-bulat.

Khun-ahh.. Seorim sebenarnya gadis yang manis, hanya saj-… Yak!! Kau sedang apa? Heh?”, Junsu memekik risih saat Chansung tiba-tiba bergelayut di belakangnya, meminta perlindungan.

Hyung.. adikmu mengerikan!”

Cishhh… Oppa~ pria bodoh itu merebut script ku!”, sungut Seorim, gadis itu malah mengadu pada Nickhun.

Nikchun sok bijak menggoyang-goyangkan jari telunjuknya sambil melirik sang magnae, “Chansung ahh..”

Tapi hyung… Lihat! Dia membuat script sekeren ini untuk pemotretan Shinee!”, dengan itu Chansung buru-buru memamerkan sejilid kertas yang sedari tadi dipegangnya. Sebuah script pemotretan dengan tema Aliens & Silver.

Junsu dan Nickhun mulai membolak-balik tiap lembar script itu, beberapa kali mereka berdecak tanpa sadar.

Hyung, ingat? Saat super Junior pemotretan di Ceci, dia juga membuat script yang sangat keren..”, jelas Chansung lagi.

Jelas! Aku profesional!”, timpal Seorim. Gadis itu lalu menoleh pada Junsu, “Benar kan, Oppa?”

Junsu mengangkat kepalanya dan langsung mengangguk setuju, “Orang Daegu memang selalu punya profesionalitas yang tinggi..”

Ya! Hyung! Tapi saat kita pemotretan di Ceci, tidak sebagus ini!”, Hwang Chansung masih terus bersungut.

Seorim memanyunkan bibirnya, “Jangan salahkan aku! Saat 2PM pemotretan, bukan aku yang membuat script!”

Kenapa bukan kau?”

Mana kutahu!”

Bagaimana kau bisa tidak tau? Katanya profesional, tapi-”

Ishh.. Kenapa kau tidak jadi Direktur Ceci saja, hah?”, sinis Seorim, “Dasar Tante-tante bawel! Magnae wajah ahjusshi! Pisang berotot! Monyett… Hmmppp..”

Seorim tak bisa melanjutkan kata-kata makian itu saat tangan besar seseorang tiba-tiba membekap mulutnya dari belakang. Ok Taecyeon. Pria itu baru saja keluar dari kamarnya dengan rambut acak-acakan dan wajah setengah mengantuk.

Ishh.. Taec Oppa~”, desis Seorim setelah berhasil menyingkirkan bekapan tangan rapper 2PM itu,

Kenapa brisik sekali, hah?”, Taecyeon memanyunkan bibirnya “Aku sedang tidur! Dan kalian…”, ia lalu melirik jengkel pada Chansung dan Seorim, “Kalian merusak mimpi indahku bersama Angelina Jolie..”

Si Banana itu yang mulai!”, tunjuk Seorim dengan ujung garpu di tangannya.

Chansung membulatkan matanya, “Mwo? Aku?”

Aishh.. kau!!”, dengus Taecyeon sambil kemudian merangkul pundak sang magnae dan menggeretnya paksa kedalam kamar, “Daripada ribut dengan Rimmy, ayo ikut tidur bersama Hyung, Chansung ahh..”

YA!! Hyung! Lepaskan aku! Ini pemaksaan!”

Blammm…’

Sementara Junsu dan Nickhun, tersenyum bahagia di balik script pemotretan milik Seorim yang masih berada di tangan mereka. Hingga beberapa saat kemudian, pintu dorm menjeblak terbuka dan terdengar pekikan nyaring,

KAMI KEMBALI!!”

Jang Wooyoung muncul dan langsung berjengit bingung melihat keadaan ruang tengah Dorm yang nyaris tidak berbentuk, “Aigoo… bisa kalian jelaskan gempa sebesar apa yang telah melanda Dorm kita?”

Di belakangnya, menyusul Junho yang langsung menatap curiga pada sosok Seorim yang masih berdiri memasang wajah datar dengan garpu tajam di tangannya, “Kurasa gadis itu adalah Episentrumnya..”

Aishh.. Junho Oppa! Di matamu, aku ini buronan atau apa?”, dengus Seorim, “Ahh.. baiklah. Duo Oppa gila yang menyebalkan ini sudah pulang, dan aku lelah. Aku akan tidur sekarang, karena besok pagi aku harus mengurus wawancara dan pemotretan..”, gadis itu lalu merebut cepat sricptnya dari tangan Nickhun dan Junsu.

Heh? Tidak pulang ke apartement?”, tanya Nickhun.

Malas. Hyosun masih di Denmark..”, sahut Seorim seraya berjalan menuju pintu kamar di dekat dapur.

Joo bilang Hyo akan pulang minggu ini kan?”, tanya Junsu.

Molla~”

Yak! Kim Seorim, kau salah pintu!” teriak Junho tiba-tiba, “Apa karena saking lamanya tidak bermain kemari, kau jadi lupa kamar di Dorm ini?”

Seorim menoleh malas, “Siapa bilang aku salah pintu?”

Kamar Junsu hyung disana..”, tunjuk Junho pada pintu kamar di sebelah rak buku.

Seorim mentautkan alisnya, “Jadi kenapa aku harus tidur di kamar Su Oppa kalau aku bisa mendapatkan ranjang yang lebih nyaman di kamar ini?”, gadis itu kemudian berlalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu rapat-rapat.

Owhh..”, Junho mengangguk mengerti. Tapi setelah beberapa detik, ia baru sadar kamar siapa yang baru saja dimasuki gadis itu, “Eh, tunggu.. maksudmu… Yak!! Rimmy! JANGAN TIDUR DI KASUR BESARKU!”

……..”

Lee Junho berlari menghampiri kamarnya dan menggedor-gedor pintu kayu itu dengan penuh harap, “RIMMY! BUKA PINTUNYA! JANGAN TIDUR DI KASURKU YANG EMPUK!”

……..”

Nihil. Dan rasanya percuma saja. Sementara Lee Junho masih terus menggedor-gedor pintu kamarnya –yang pasti tidak akan dibuka oleh Seorim-, Nickhun dan Junsu hanya melipat tangan sambil menata iba. Sedang Jang Wooyoung malah iseng mengutak-atik laptop white Toshiba milik Seorim yang tergeletak di atas meja dekat pintu kamar, dan tiba-tiba..

HYUNG! Lihat apa yang kutemukan!”, pekiknya, tertahan.

Junsu dan Nickhun langsung mendekat penasaran, -sementara Junho masih meratapi pintu kamarnya-. Sekarang, ketiga pasang mata mereka membelalak lebar, seolah terpaku pada sebuah folder yang tampak pada layar tipis itu. Sebuah folder dengan judul.. ‘Toples of DooJoonie..’

Nickhun menelan ludah, “Kenapa dia bisa punya yang seperti itu?”

Ini benar-benar laptop Rimmy??”, shock Junsu.

Apa diam-diam, DooJoonie punya kelainan psikis hingga memotret-motret foto toplesnya sendiri?”, dan spekulasi aneh itu muncul dari otak seorang Nickhun, membuat Junsu semakin merinding.

Hyung~ apa kalian ingin melihatnya?”, tanya Wooyoung, penasaran. Matanya bahkan tidak berkedip sama sekali sejak tadi. Dan tanpa menunggu persetujuan dari kedua hyungnya, pria itu langsung mengklik folder tadi hingga terbuka.

Klikk…’

……..”

Ketiganya langsung terdiam kaku saat melihat gambar-gambar di dalam sana. Benar-benar gambar toples.

………”

IGE MWOYA???”

 

***

Aishh…”, Yoon DooJoon mengusap telinganya dengan agak risih.

Yang Yoseob yang sedari tadi sibuk memainkan air hujan di luar jendela mobil, menoleh bingung, “Waey?”

Molla~ telingaku terasa agak panas saja..”

Dongwoon melonggokkan kepalanya dari jok belakang, “Aigoo~ seseorang sedang membicarakanmu, Hyung..”

Jincha?”

Mungkin Bongsun Noona..”, cletuk Hyunseung dari jok depan yang langsung di sambut dengan lemparan kaleng soda. Hyunseung mendengus kecil, kemudian kembali menyumpal telinganya dengan earphone.

DooJoon beralih lagi pada Dongwoon yang masih melongokkan kepala sambil menyangga dagunya di atas punggung kursi mobil, “Kau tidak tidur?”

Dongwoon menggeleng, ia lalu melirik sekilas pada sosok Gikwang dan Junhyung yang berada di jok belakang bersamanya, keduanya sudah tertidur pulas, “Memangnya aku seperti duo sleeping beast itu?”

DooJoon dan Yoseob terkekeh kecil.

Beast sedang dalam perjalan kembali ke Dorm mereka setelah tiba di Incheon Internasional Airport beberapa jam lalu. Menyelesaikan promotion di Thailand dengan sukses, dan sekarang mereka meluangkan sedikit waktu di Seoul untuk beristirahat sebelum berangkat ke Vietnam untuk Musik Bank.

Jenuh, Son Dongwoon melongokkkan kepalanya semakin ke depan dan menatap penasaran pada satu kantong plastik putih yang tampak penuh dengan benda-benda berbentuk kotak, “Soebi hyung, itu apa?”

Coklat..”

Sebanyak itu?”, jengit Dongwoon.

DooJoon terkekeh, “Kau harusnya berjengit pada Seorim Noonamu itu!”

Yoseob mengangguk-angguk setuju, “Dia itu sudah seperti rentenir yang selalu menagihku tentang coklat-coklat ini!”

Ahh.. aku kangen Seorim Noona!”, rajuk Dongwoon kemudian, pria itu tiba-tiba mengeluarkan aegyo-nya tanpa sadar..

Na do..”, sahut Yoseob.

Hyung tidak kangen?”, tanya Dongwoon pada DooJoon kali ini.

DooJoon menaikkan sebelah alisnya, “Kalau tentang itu, kenapa kau tidak bertanya saja pada sleeping beast di sebelahmu?”

Dongwoon menoleh ke samping, “Gikwang hyung?”

………”

Yoon DooJoon mengacak-acak rambutnya, frustasi.

***

(2012, March 13th. Seoul..)

Tampaknya banyak sekali lagu yang membuat SHINee berkembang, ya?”

Ya, terutama Juliet. Dari lagu itu kami mulai tampak berubah perlahan-lahan, menuju generasi 20-an…”, Onew tertawa kecil dan membetulkan posisi duduknya, “Dengan lagu ini sebagai titik balik kami, kami tampaknya telah menemukan penampilan yang cocok dengan umur kami. Sebagai SHINee yang terus-menerus bekerja keras dengan semua kekuatan kami, kami hanya berharap bahwa orang-orang tidak memandang kami dengan penuh kebingungan..”

Kim Seorim tersenyum puas sambil mengamati Key, Taemin, Minho dan juga Jonghyun yang tampak mengangguk-angguk kecil menyetujui ucapan leader mereka.

Bagaimana dengan Jonghyun-shhi?”, Seorim mengarahkan mich recordernya pada Jonghyun kali ini.

Jonghyun berdehem sebentar, “Kami perlahan-lahan berkembang dan tumbuh lebih maju dengan banyak dorongan. Kemajuan pesat yang mungkin tampak mustahil. Kali ini juga, kami membawa keyakinan seperti ketika kami mulai mempraktekkan lagu ini. I’m so curious… dan kami semakin penasaran dengan seberapa mampu kami bisa berkembang..”

Jadi, menurut Jonghyun-shhi, Sherlock seolah memberi banyak semangat dan dorongan untuk SHINee? Lalu bagaimana tentang antusiasme para fans dengan mini album kali ini?”, lanjut Seorim, semakin tertarik dengan mini album terbaru grup debutan SMEnt ini.

Kami pikir respon seperti ‘Daebak’ yang akan muncul pertama, dan itu benar. Karena se-“

Porong Pororo… Porong Pororo.. Porong Porong Porong Pororo..’

Musik theme song kartun Pororo yang tiba-tiba mengalun itu memotong kalimat Jonghyun. Pria itu tersenyum kikuk sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celana, diiringi tawa tertahan dari member SHINee yang lain..

Onjena.. Arrara.. Igeum Jeuhee Porro..’

Jonghyun menatap Seorim tidak 
enak, “Mianhae, boleh aku..”

Silahkan..”, Seorim tersenyum kecil, mencoba menahan tawanya saat lagu Pororo itu terus mengalun nyaring dari ponsel Jonghyun, “Kita sedang tidak terburu-buru Jonghyun-sshi, santai saja..”

Jonghyun mengangguk dan beranjak dari duduknya. Pria itu berjalan ke sudut ruangan dan buru-buru menekan tombol jawab, “Oh… SooJung ahh.. Waey?”

………..”

Beberapa saat kemudian, Jonghyun sudah kembali lagi dan menatap sinis pada sosok Key yang pura-pura menatap bingung ke arahnya, “Kim Kibum, kapan-kapan akan kuganti ringtone-mu dengan lagu Crayon Shincan..”

Owhh.. SooJung mengadu padamu? Itu tidak seru!”, dengusnya.

Bisa kita lanjutkan?”, tanya Seorim kemudian.

Jonghyun mengangguk tidak enak, “O, mianhae, tentu saja bi-”

Dance… Wuuhhuu… I wanna dance dance dance dance dance… Fantastic Baby!’

Dan kali ini giliran Key meringis tanpa dosa sambil mengeluarkan ponsel LG Norinya. Ia menatap Seorim sebentar, “Permisi. Aku janji tidak akan lama, jadi bisa aku..”

Selalu bisa!”, putus Seorim cepat.

Terimakasih..”, dan Key langsung mengangkat telfon sambil mulai beranjak dalam waktu bersamaan, “Ohh.. Woon-ahh. Ne.. aku sedang ada wawancara dan pemotretan di Studio Ceci..”

………”

Sementara Seorim dengan sabar menunggu sambil mengecek list pertanyaan di note booknya. Iseng, gadis itu lalu melirik kecil pada beberapa member SHINee yang lain, “Ada yang mau mengangkat telfon lagi, mungkin? Kurasa Studio ini kapan-kapan bisa menjadi Wartel dadakan…”

Jonghyun, Key, Minho dan Onew tergelak,

Mungkin kau bisa mengusulkan itu nanti jika Studio ini tutup, Noona..” ujar Taemin, setengah terkekeh.

Seorim menyipitkan matanya, “Kau mendoakan Ceci bangkrut?”

A… ani.. aniya.. bukan begitu. Eung~” gugup Taemin yang langsung mendapat jitakan dari Onew dan Minho di sebelahnya. Jonghyun ikut bergabung menjambak-jambak rambut Taemin. Kemudian, tanpa komando apa pun, di sela sesi wawancara yang mendadak tertunda itu, tiba-tiba saja terjadi pembullyan magnae..

Seorim hanya berdecak kecil sambil geleng-geleng kepala. Apa semua grup idol selalu seaneh ini di belakang panggung? Aiggoo.. mengenal Beast dan anak-anak Oneday saja sudah membuatnya pusing.

Eh? Siapa? Seorim Noona? Nuguya?”, pekikkan Key dari sudut ruangan membuat Seorim menoleh cepat.

Kau memanggilku, Key-shhi?”

Key menoleh bingung tanpa menurunkan ponselnya dari telinga, “Seorim Noona?”, tanyanya memastikan.

Seorim mengangguk.

Key masih dengan agak bingung, berjalan mendekat kearah Seorim dan menyodorkan ponselnya, “Dongwoonie… ahh.. Beast’s Dongwoon..”

Seorim berjengit sebentar sebelum akhirnya mengangguk-angguk paham dan menerima ponsel itu. Ia membalik kursinya membelakangi member SHINee dan mulai menempelkan benda tipis milik Key itu ke telinga, “Woon-ahh?”

NOONA! BOGOSHIPPOYO~” suara di seberang memekik telinga, “KAMI BARU SAJA PULANG KEMARIN DAN SEKARANG SUDAH DI DORM. NOONA KESINI, YA? YA? SEOBI HYUNG MEMBAWA SEKANTUNG PENUH COKLAT UNTUK NOONA!!”

Ishhh.. berhenti merusak telingaku dengan nada setinggi itu!”, Seorim sedikit menjauhkan ponsel dan mengusap-usap telinganya dengan jengah,

Mianhae..”, nada suara Dongwoon melunak sekarang.

Yong… Eung.. maksudku, semuanya sedang apa disana?”

Diam sejenak. Hanya suara gemrisik yang samar-samar terdengar. Mungkin di seberang sana, Dongwoon sedang memutar pandang untuk melihat dan memastikan apa saja yang sedang dikerjakan hyung-hyungnya saat ini.

Hyunseung hyung sedang menonton film romantis, atau.. entahlah, yang jelas dia sedang menangis terharu..”, sahut Dongwoon beberapa detik kemudian, “Gikwang dan Seobi hyung sedang bermain poker dengan taruhan jus brokoli. Lalu DooJoon hyung sedang…. di kamar mandi. Sudah nyaris sejam. Mungkin hobi selcanya sedang kumat. Dan Junhyung hyung membersihkan kamar mandi, kami baru saja membeli sikat gigi baru dan-”

YAK! TUAN ARAB YANG IDIOT! YONGIE MEMBERSIHKAN KAMAR MANDI SENDIRIAN DAN KALIAN TIDAK MEMBANTUNYA?”, potong Seorim, murka.

Sementara kelima member SHINee yang ada di ruangan langsung ternganga shock saat mendengar jurnalis Ceci itu tiba-tiba berteriak membentak seperti tadi. Pada seorang member Beast, dan dengan ponsel Key. Apa ini benar-benar gadis yang sama dengan gadis manis yang mewawancarai mereka tadi?

Woahh… Daebak! Aku bahkan belum pernah membentak Dongwoonie sampai seperti itu..”, decak Key, terkagum.

………”

BANTU YONGIE! DAN BERSIHKAN SELURUH DORM! Aku akan kesana nanti malam seusai menyelesaikan pekerjaan di ceci!”

Noona mau mengunjungi kami?”, riang Dongwoon. Seolah-olah yang masuk kedalam telinganya hanyalah satu kalimat terakhir dari Seorim.

TIDAK! AKU MAU MENGAMBIL BAJUKU YANG TERTINGGAL DISANA!”, tandas Seorim, ia nyaris saja mematikan ponsel hingga kemudian teringat satu hal, “Dan pastikan Buckaroo sudah mencucinya hingga bersih..”

Trreekk!’

Seorim kembali memutar kursinya setelah memutus telfon. Gadis itu hendak mengembalikan ponsel pada Key, tapi tangannya menggantung saat ia melihat ekspresi para member SHINee yang terlihat shock di tempat dan menatap kearahnya tanpa berkedip. Taemin bahkan bergidik ngeri..

Apa tadi aku terlihat sangat menyeramkan?”, tanyanya.

Dan kelima pria itu mengangguk cepat dengan polosnya.

***

Kim Seorim melangkah pelan melewati loby Hwayangdong Apartemen sambil menyesap Hot Chapucinno Starbucks di tangannya. Di malam yang dingin seperti ini, kopi hangat memang paling nikmat, kan? Dan entah kenapa, satu cup Starbucks selalu bisa menenangkan pikirannya. Sama seperti Arakawa Taichi..

Seorim tersenyum. Senang rasanya bisa kembali memantapkan hati untuk pria Jepang itu. Ya, menyimpan apa-apa tentang Taichi dan terus menjaganya adalah pilihan yang gadis itu putuskan sejak beberapa hari lalu.

Aku tidak salah kan, Sei?”, gumamnya.

Bruugghhh…’

Seseorang tiba-tiba menabrak pundaknya. Atau malah dia yang menabrak seseorang itu? Entahlah.. Seorim tersungkur jatuh tepat di depan lift, tapi untungnya ia masih sigap menggenggam satu cup kopi kesayangannya untuk tak ikut jatuh dan tumpah.

Huftt..”, Gadis itu meniup ujung poninya lalu tersenyum puas menatap cup Starbucks yang masih tergenggam di tangannya, “Oke, aku berhemat beberapa ribu won untuk ini..”

Mianhamnida..”, sebuah lengan terulur.

Seorim mendongak, tatapannya menelusur pada lengan mungil yang terulur hendak membantunya berdiri. Seorang pria tampan? Yang kemudian akan mengajaknya menikah? Dan kemudian akan menjadi tokoh utama lain dalam kisah ini? Owhh… ayolah, ini bukan sinetron! Itu adalah lengan mungil seorang gadis.

Gadis misterius? Entahlah.. Ia memakai kaca mata hitam dan masker silver yang menutupi sebagian wajah, masker yang menurut Seorim agak mirip dengan punya Junsu –abaikan bagian ini-, dan rambut ikal gelapnya tampak mencuat keluar dari tudung hoodie yang ia kenakan.

Gwaenchanayo?”, tanya gadis itu, masih mengulurkan tangannya.

Seorim tersenyum, “Kopiku baik-baik saja..”, dan dengan santainya ia beranjak bangkit tanpa mengacuhkan uluran tangan gadis tadi.

Entah hilang kemana sopan santunnya, atau malah tata krama itu hanya ia gunakan saat bekerja di Ceci? -Dan rasanya itu pun sudah runtuh sejak siang tadi member SHINee melihat tabiat aslinya karena Son Dongwoon!-, yang jelas saat ini Kim Seorim melenggang masuk begitu saja kedalam lift tanpa berbasa-basi apa pun pada gadis tadi.

Seorim baru saja hendak menutup pintu lift saat tiba-tiba gadis bermasker tadi ikut masuk kedalam sana, dan menekan tombol yang sama dengan Seorim. 11. Oke, mereka akan menuju lantai yang sama..

Hening…

Waktu beberapa detik yang terasa lama sekali. Mengusir rasa canggung, Seorim iseng mengetuk-ngetukkan sebelah kakinya di lantai sambil menyesap Starbucksnya yang tinggal seberapa itu..

Hueee…” gadis itu tiba-tiba menjulurkan lidah, refleks menjauhkan paper cup Starbucksnya dari mulut.

Pahit.

Ampas.

Stabucksnya sempat tergoncang saat ia jatuh tadi, jadi tentu saja ampas yang mengendap di bawah akan berterbangan lagi di permukaan dan kemudian ikut terminum. Bodohnya, Kim Seorim tak sempat berpikir tentang itu sebelum kembali menyesap Starbucksnya tadi.

Ting..’

Pintu lift terbuka beberapa saat kemudian. Dan entah ini namanya sial, beruntung, kebetulan, atau apa.. Yong Junhyung sudah berdiri di depan sana sambil menengguk sekaleng coca cola dengan santai. Pria itu bahkan masih sempat-sempatnya memasang tampang cool dengan menyanggakan lengannya di sisi lift. Cishh.. Seorim tersenyum. Ia baru saja hendak membuka mulut sampai tiba-tiba..

OPPA!”

Gadis misterius di belakangnya langsung menyeruak memeluk Junhyung. Ia melepas tudung hoodie, kacamata hitam dan masker yang menutupi sebagain wajahnya. Tarraaa… dan sekarang kau bisa melihat siapa gadis yang saat ini tengah bermanja-manja dengan Yong Junhyung itu.

Junhyung terkekeh kecil mengacak-acak rambut gadis itu, “Hara-ya..”

Degggg…

Seorim tidak tau perasaan apa yang tiba-tiba menyerangnya saat ini. Gadis itu menekan dada kirinya. Sesak. Ada yang teraduk-aduk di dalam sana. Membuat ampas-ampas pahit yang sebelumnya mengendap jauh, kini kembali naik ke permukaan, berterbangan. Terbang menyesaki tiap rongga-rongga kecil di hatinya..

Oppa, aku mau bicara sesuatu. Penting sekali..”

Arra.. program apalagi sekarang? Strong Heart? MBC Radio lagi?”

Eung… coba Oppa tebak!”, Hara tersenyum lebar, mengetuk-ngetukkan kedua telunjuknya saling bersentuhan.

Junhyung memutar matanya sebentar, “Dream team? Entahlah, kau suka sekali ikut program yang mengejutkan..”

Lalu keduanya tertawa. Tawa yang begitu lepas..

Deeggg…

Kasar. Sesuatu yang kini menyesaki rongga hatinya itu terasa kasar. Lebih kasar dari ampas kopi yang sempat tersangkut di lidahnya. Ya, perasaan yang sudah ditata rapi olehnya, sekarang teraduk-aduk lagi. Dan sekarang, sudah terlalu banyak ampas yang kembalai mengambang dan berterbangan disana.

Seorim menghela nafas berat.

Kenapa? Kenapa jadi seperti ini? Bukankah ia sudah memilih Taichi? Akhhh… Padahal ia sudah mencoba menjaga perasaannya. Padalah ia sudah mencoba memantapkan hatinya. Padahal ia sudah mencoba mengubur jauh-jauh rasanya pada Mr.Cola itu. Padahal ia sudah mencoba menyugestikan dirinya sendiri bahwa Yong Junhyung hanyalah sahabat untuknya. Padahal..

BUCKAROO!!”, pekiknya saat menangkap sesosok yang tiba-tiba keluar dari pintu Dorm. Gadis itu menghela nafas lega. Ia memang sedang butuh sesuatu untuk mengalihkan perasaannya saat ini.

Sementara Yoon DooJoon hanya menelan ludah saat melihat siapa saja yang ada di koridor apartement saat ini. Yong Junhyung, Kim Seorim, dan Goo Hara. Lucu sekali! Ck.. Ia sudah mengira ada yang tidak beres saat mendengar pekikan manja Hara tadi, dan keputusannya untuk melihat keluar rasanya tepat. Ya, setidaknya untuk membantu gadis bodoh yang saat ini tengah berjalan ke arahnya.

Apa?”

Aku lapar!”, sahut Seorim. Gadis itu sudah berdiri di hadapan DooJoon, memasang tampang memohon sambil memegangi dada kirinya.

DooJoon mendesis, dengan jengekel ia memindahkan posisi tangan Seorim ke perut, membuat gadis itu meringis, “Kau selalu kesini untuk minta makan ya?”

Seorim mengangguk pasti, “Tentu saja! Untuk apa aku punya sahabat seorang idol jika tidak untuk kumanfaatkan?”

Sialan..”, jitak DooJoon.

Seorim mengerucutkan mulutnya, “Aku kan hany-”

NOONA! KAU DATANG?”

Pintu Dorm menjeblak terbuka lagi, dan kali ini sang magnae menyeruak keluar dengan senyum sumringahnya. Ia langsung memeluk Seorim erat-erat secara sepihak selama beberapa detik. Ya, hanya beberapa detik, karena Seorim sudah melempar tatapan membunuh yang mengancam kehidupan Son Dongwoon untuk sehari ini.

Rimmy mouse…”, lalu suara cempreng Lee Gikwang menyusul, ia melongokkan setengah badannya keluar pintu, “Kau baru sampai? Kau tidak bertemu Junhyungie di loby? Tadi dia keluar dan sekarang se-”

Sedang pacaran..”, potong Dongwoon dengan polosnya.

Heh?”

Pa-ca-ran..”, Dongwoon mengeja tiap suku katanya sambil menunjuk kearah Junhyung dan Hara yang sedang mengobrol sambil tertawa-tawa kecil di depan lift.

Gikwang mendengus, “Aishh… untuk apa gadis itu kemari sih?”

Yoon DooJoon langsung menggeplak kepalanya tanpa sungkan, “Sopanlah sedikit. Dia sunbae kita..”

Memangnya aku peduli?”, Gikwang mendesis malas, ia lalu menggandeng tangan Seorim dan menarik gadis itu masuk, “Ayo Rimmy Mouse, kita buat Ramyun!!”

Dongwoon mengekor, “Aku ikut!”

Gikwang ahh..”, panggil DooJoon.

Apa?”

Satu, rasa kari ayam..”

***

Jadi… Minsun Onnie bilang, untuk kali ini aku juga harus konfirmasi dengan Oppa..”, Hara menyeruput pelan strawberry milknya..

Tentu saja..”, Junhyung melempar kaleng cokenya yang kosong ke tempat sampah, “Tidak lucu jika suatu saat kita diberi pertanyaan yang sama tapi jawabannya berbeda kan?”

Hara mengangguk cepat, “Lalu, untuk pertanyaan ‘Dimana pertama kali kalian berekencan?’ ini, mau di jawab apa?”

Eung~ Di taman kota?”

Hara menggeleng tidak setuju, “Di tempat Heechul oppa?”

Yak! Jangan bawa-bawa Heechul hyung!”, sungut Junhyung, “Aku sudah banyak merepotkannya dan HongHong tentang hubungan kita..”

Lalu?”, Hara menopang dagunya, menatap Junhyung lamat-lamat..

Yong Junhyung mengedikkan bahu.

Oppa sedang stress?”, tanya Hara tiba-tiba.

Heh?”

Sedang memikirkan sesuatu?”

Entahlah..”

Pria itu menghela nafas berat, menghempaskan punggungnya pada punggung kursi cafetaria. Jujur, yang sedang dipikirkannya saat ini bukan sesuatu, tapi lebih tepat mengarah pada seseorang. Seseorang bernama Kim Seorim yang…. yang sempat ia abaikan saat bertemu dengan Hara tadi.

Apa dia baik-baik saja? Apa gadis itu sedang bersenang-senang dengan membernya yang lain di Dorm? Atau malah sebaliknya? Akhh.. diam-diam Yong Junhyung mengkhawatirkan gadis itu tanpa alasan yang jelas. Ada sesuatu dalam dirinya yang seolah mengatakan bahwa Mrs.Coffenya tidak sedang ‘baik-baik saja’ sekarang. Mungkin terdengar aneh, tapi bagaimana jika ia berpikir bahwa pertemuannya dengan Hara barusan membuat gadis itu… sakit?

Sedang memikirkan gadis yang satu lift denganku tadi?”, tebak Hara.

Junhyung membelalak terkejut. Ia menegakkan punggungnya lagi dan menatap Hara penasaran, “Apa begitu terbaca?”

Jadi benar? Hahaha.. Aigoo.. akhirnya Oppa jatuh cinta..”, kekeh Hara. Gadis itu tertawa kecil menggoda Junhyung sambil mengeluarkan aegyo-nya.

Yak! Jangan menggodaku!”, Junhyung memalingkan wajah.

Aigoo… apa muka Oppa memerah? Hahaha..”, Hara masih terus tertawa geli. Ini menyenangkan! Kapan lagi ia bisa menggoda rapper kharismatik Beast ini? Hara masih terkekeh pelan sambil mencomot potongan strawberry di pinggir gelas susunya, “Oppa benar-benar menyukai gadis tak tau sopan santun itu ya?”

Junhyung berdecak, “Dia tidak seburuk yang kau bayangkan, Hara-ya..”

Jincha?”, Goo Hara memutar matanya, “Kalau begitu, biarkan aku mengukur seberapa baik dia untuk Oppa..”

***

Noona.. kau mau rasa apa?”, tanya Dongwoon sambil menunggu air yang direbusnya mendidih.

Vanilla late..”

Gikwang yang sedang meneguk sebotol air langsung tersendak, “Yak! Rimmy! Kami akan membuat Ramyun!”

Aku tau.. Memangnya siapa yang bilang kalian akan membuat kopi?”

Tapi kau memesan Vanilla late..”

Jadi tidak ada Ramyun rasa Vanilla late?”

TENTU SAJA TIDAK!”, kesal Gikwang.

Sementara Yang Yoseob dan Son Dongwoon terkekeh puas sambil sok sibuk memotongi daun bawang dan kubis.

Seorim mencomot satu potongan sosis di meja dapur tanpa memperdulikan kekesalan Gikwang, “Well, jadi kalian punya rasa apa saja?”

Dongwoon membuka rak atas dapur dan mengejek persediaan Ramyun apa saja yang masih mereka punya, “2 rasa kari ayam, 1 rasa Bulgogi, 1 lada hitam, dan 1 Rarrikumya..”

Seorim mengangguk-angguk kecil. Ia lalu menoleh pada Yoseob, “Yang Yoseob, kau suka yang mana?”

Yoseob menoleh, “Aku? Bulgogi, tentu saja..”, senyumnya, menjilat bibir. Seolah Ramyun rasa Bulgogi adalah makanan paling enak di dunia.

Oke…”, Seorim menjentikkan jarinya, “Bulgogi.. aku ambil yang itu saja!”

Oke. Pedas atau?”

Sangat pedas!”

Arraseo..”

Merasakan sesuatu yang tidak beres, Yoseob menghentikan kegiatan memotong kubisnya sejenak. Ada 2 rasa kari ayam, 1 rasa Bulgogi, 1 lada hitam, dan 1 Rarrikumya. Kemudian Seorim minta rasa Bulgogi. Dan..

YAK! RIMMY! KAU SENGAJA MEREBUT RAMYUN KESUKAANKU YA?”

Sementara gadis yang ditunjuki rutukan itu sudah melenggang santai kearah sofa setelah menyambit setoples kerupuk udang dari dapur. Duduk menyilangkan kakinya di sebelah Hyunseung yang tampak menonton caset Drama dengan ogah-ogahan.

Oppa sedang menonton apa?”

Flower boy. Entahlah.. tapi itu tidak menarik, ganti saja!”

YAK! DRAMA ITU SANGAT MENARIK, JANG HYUNSEUNG! KAU SAJA YANG TIDAK PUNYA SELERA BAGUS!”, teriak Gikwang dari arah dapur.

Hyunseung mengernyit sambil mencomot kerupuk udang dari toples yang di pegang Seorim, “Dia sedang kenapa sih? Datang bulan?”

Seorim mengedikkan bahu. Gadis itu meletakkan toplesnya, kemudian berjalan kearah rak CD di samping televisi. Ia berkutat disana agak lama, mengacak-acak, mencari sesuatu yang sekiranya menarik untuk ditonton atau..

Wooahh.. ayo kita karaoke saja!”, pekiknya, ia mengambil album karaoke Kara dan menunjukannya pada Hyunseung.

Eh? Aku baru tau kami punya CD itu..”, sahut Hyunseung, setengah bingung.

Seorim membolak-balik CD di tangannya dengan antusias, “Ini pasti Yongie yang membelinya kan? Aigoo.. dia benar-benar fanboy Kara dan-”

Ikut aku!”

Kim Seorim tidak sempat menyelesaikan kalimatnya saat seseorang tiba-tiba mencekal lengannya dan menariknya dengan paksa.

YAK! BUCKAROO!! LEPASKAN!”, jerit Seorim, murka.

Tapi Yoon DooJoon tak mengacuhkannya. Pria itu terus menarik paksa Seorim ke dalam kamar mandi, kemudian menutup pintunya rapat-rapat.

Klikk..’

Gikwang, Yoseob, dan Dongwoon yang sedang sibuk dengan ramyun mereka di dapur, langsung menoleh kaget saat mendengar pintu kamar mandi dikunci dari dalam.

Woaahhh… Hyung! Mau kau apakan Seorim Noona?”, Dongwoon berteriak histeris.

Sementara Yang Yoseob sudah memikirkan hal yang tidak-tidak di dalam otaknya, “LEADER YOON! APA KAU MAU BELAJAR CABUL DARI VIDEO-VIDEO MILIK GIKWANGIE? KAU BE-”

Gompyaanngg…’

Yang Yoseob akhirnya meringis geram sambil memutar lehernya ke kanan kiri. Sementara Lee Gikwang tersenyum puas saat pukulan penggorengannya tadi berhasil membuat anak ayam itu diam.

Tenang saja..”, Gikwang tersenyum santai, meletakan penggorengannya di atas kompor, “Kalian pikir apa yang bisa dilakukan selca couple di dalam kamar mandi?”

Dongwoon dan Yoseob saling menoleh menatap satu sama lain, “Berfoto?”

Tentu saja..”

Sementara di dalam kamar mandi, Kim Seorim tampak mendengus kesal menendang-nendang dudukan closet di depannya. Sedang Yoon DooJoon masih meringis nyeri sambil meniup-niup punggung tangannya yang memerah bekas gigitan wanita buas.

Kau pikir itu lucu?”, desisnya melirik Seorim.

Seorim menengok malas, “Apa? menggigit tangan Yoon DooJoon? Sama sekali tidak!”

Aishh.. kau mencoba mengalihkan pertanyaan ya?”, leader Beast itu menatap menyindir, “Merasa tidak nyaman saat melihat Junhyungie dengan Hara, kemudian kau bertindak seolah kau baik-baik saja! Merasa sok kuat, merasa kau bisa menyembunyikan semuanya..”

Aku biasa saja!”, tukas Seorim, cepat.

DooJoon tersenyum sinis, “Owhh.. ya, terimakasih untuk matamu yang menyiratkan kecemburuan itu!”

What? Kenapa aku harus cemburu?”

Kau menyukainya, tentu saja!”

Degggg…

Menyukainya? Yong Junhyung? Ya. Dia menyukai pria itu. Kemarin, saat ia belum memutuskan apa pun. Kemarin, saat ia masih sedikit berharap pada Mr.Colanya itu. Kemarin, saat ia masih berani maju untuk meraih cinta yang baru. Kemarin, saat ia belum menyadari bahwa perasaannya mungkin akan sia-sia. Kemarin, saat pria itu belum menegaskan tentang ‘dia’ dan seorang gadis bernama ‘Goo Hara’. Itu kemarin..

Lalu sekarang?

Apa rasa yang harus ia sebut untuk mendefinisikan hati yang teraduk-aduk?

Apa rasa yang harus ia sebut untuk ampas-ampas pahit yang kembali mengambang di dalam rongga harinya?

Hahaha… lucu sekali, Buckaroo..”, dan akhirnya gadis itu malah tertawa, tawa skaptis tanpa artian yang jelas, “Kau sedang mengerjaiku atau apa? Aku tidak pernah menyukai Yongie! Aku masih punya Taichi yang-”

Dia sudah pergi, Rimmy..”, potong DooJoon. Pria itu menggenggam kedua bahu Seorim dan mengguncangnya pelan, “Dia sudah lama pergi dari hidupmu..”

Tapi tidak dari hatiku, Buckaroo..” tukas Seorim, suaranya melemah, “Apa salah jika aku ingin menjaga semua perasaan yang kupunya untuknya? Aku sudah memutuskan untuk menutup hatiku. Menyimpan semua perasaanku hanya untuk Arakawa Taichi. Dan aku tidak peduli dengan Yong Junhyung!”

Benarkah?”, serobot DooJoon, cepat. Ia menatap sepasang mata coklat sahabatnya itu lamat-lamat, “Kalau memang kau tidak peduli pada Junhyungie, kenapa kau selalu menatapnya dengan hangat? Kenapa kau selalu menjadi manis di depannya? Kenapa kau selalu merasa nyaman dalam pelukannya?”

Aku ti-”

Kau tidak memungkiri itu, Rimmy!”, tegas DooJoon, “Aku sudah 4 kali memergokimu menangis di pelukannya! Kemudian kau akan langsung terlelap setelah itu..”

……”

Yoon DooJoon tersenyum kecil saat gadis itu mulai diam dan tak lagi memotong kalimatnya, “Dan yang terakhir… kau kemari, sekarang, tentu bukan hanya karena Dongwoon memintamu, kan?”

……”

DooJoon mengusap-usap puncak kepala Seorim dengan sayang, “Aku tau kau seperti apa, Kim Seorim. Tidak mungkin satu rengekan magnae kami berhasil membuatmu kemari di sela kesibukanmu sebagai Jurnalis Ceci..”

Seorim menelan ludah, ia menunduk sebentar, “Oke. Kau benar. Aku kesini bukan hanya karena Dongwoon memintaku..”

Jadi?”

Sejujurnya… aku kemari karena..”, gadis itu menarik nafas panjang, lalu menatap tegas pada sosok DooJoon yang masih menunggu di hadapannya, “Karena aku ingin mengambil bajuku yang tertinggal..”

***

Jadi… kita akan membuat Kimchi yang sangat enak!”

Ne..”

Eung~ Kau pikir Junhyung Oppa akan lebih suka Kimchi Neorgu atau Maethoki?”

Maethoki..”, jawab Seorim. Gadis itu mengigit bibir bawahnya sambil menengok nasi di dalam ricecooker. Ia ingat, saat pertama kali bertemu dengan Junhyung dulu, mereka sempat kabur dari lokasi shooting MV Beautiful dan malah menyantap Kimchi Maethoki di sebuah kedai pinggir jalan, “Mungkin dia akan lebih suka Maethoki..”

Goo Hara mengangguk-angguk kecil sambil kemudian mengambil beberapa wortel dari kulkas, mencucinya, kemudian mengirisnya kecil-kecil, “Kupikir juga begitu..”

Kim Seorim mendesah kecil, mengambil beberapa timun dari dalam kantong plastik dan mencucinya. Rasanya masih setengah kaget saat tadi tiba-tiba saja Hara dan Junhyung kembali sambil membawa sekantong penuh belanjaan. Lalu kemudian, member Kara itu langsung menariknya ke dapur untuk membuat Kimchi karena ia bilang dirinya dan Junhyung tidak sempat makan di luar..

Bagus sekali..

JunHara couple yang kelaparan, lalu kenapa dia jadi harus membantu memasak?

Seorim menyelesaika potongan timunnya dengan cepat. Ia melirik sekilas pada Hara dan langsung berjengit saat melihat gadis itu tengah mengiris udang, “Eonnie..”

Ya?”

Yongie.. Eung, maksudku Junhyung Oppa.. dia alergi udang..”

Detik itu juga Hara menghentikan gerakan pisaunya, “Ahhh… Bodohnya, aku hampir saja lupa tentang itu..”

Tidak apa..”, sahut Seorim, “Kita bisa mengganti udangnya dengan cumi..”

Hara mengangguk mengerti. Ia lalu mendekat kearah kulkas, berjongkok dan membu pintu bawah. Gadis itu menyapukan ke seluruh mesin pendingin itu, mencari sesuatu di antara botol-botol dingin yang berjejer rapi disana,

Aigoo… bagaimana bisa Coke-nya habis?”, dengusnya saat tak menemukan satu pun botol cola di dalam sana, “Seorim ahh, kupikir aku dan Junhyung Oppa harus mem-”

Aku ada sebotol..”, potong Seorim.

Heh?”

Aku punya sebotol Cola di tasku..”, ulang Seorim lagi.

Goo Hara menoleh cepat, dahinya berkerut aneh, “Jincha?”

Kim Seorim mengangguk pasti sambil mulai memindahkan nasi di ricecooker kedalam sebuah mangkuk besar.

Eumhh.. Maethoki, udang, dan Cola..”, sebut Hara, seolah mengabsen ketiga nama itu satu persatu. Ia lalu menatap Seorim dengan agak heran, “Tidakkah kau merasa bahwa kau mengerti Junhyung Oppa lebih banyak dari semestinya?”

Eh?”

Seorim terhenyak.

Apa dia memang sudah Mengerti Yong Junhyung lebih banyak dari semestinya?

Lupakan saja! Kalau begitu ambillah Colanya dan segera masukkan ke kulkas. Arraseo?”, tukas Hara kemudian, gadis itu melepas celemeknya, “Aku mau bicara sebentar dengan Junhyung Oppa. Ahh.. kami sudah lama sekali tidak bertemu..”

Arraseo..”

Hara melipat celemeknya dengan rapi dan meletakkannya di atas meja dapur, “Setelah ini aku minta tolong untuk potongkan cumi-cuminya.. kau bisa kan?”

O~”, Seorim mengangguk kecil.

Kemudian, setelah Goo Hara berlalu keluar dari dapur, Kim Seorim terdiam sejenak. Semuanya terasa gamang, dan.. menyesakkan. Ia tidak yakin sampai kapan ia bisa terus memaksakan diri untuk menjadi kuat seperti ini..

Hufftt..”

Seorim merenggangkan sebentar otot-otot lehernya, kemudian tersenyum. Ia meraih tasnya yang terselempang di gantungan celemek, mengambil sebotol coca cola berukuran sedang dari dalam sana..

Cola..”, gumamnya sambil kemudian terkekeh kecil, “Setelah nyaris 2 minggu tidak bertemu, aku bahkan belum bicara denga Mr.Cola-ku seharian ini..”

Lalu Kim Seorim meletakkan sebotol coca colanya itu ke dalam kulkas.

 

Detik berikutnya, ia sudah disibukkan dengan hal lain. Cumi-cumi. Seorim langsung mencuci daging lunak itu hingga bersih, kemudian mulai memotong-motongnya seukuran yang dulu biasa ia santap dengan washabi bersama Taichi..

YA! Kenapa kau memotong cumi-cuminya sekecil itu?”, kaget Hara yang sudah kembali ke dapur. Gadis itu langsung menarik mangkuk besar berisi potongan cumi-cumi dari tangan Seorim, “Aishhh.. dan kau tidak melumurinya dengan minyak lebih dulu?”

Aku tidak tau..”, sahut Seorim. Singkat, dan tanpa nada bersalah.

Bagaimana mungkin kau tidak tau?”, decak Hara

Mungkin saja..”

Merasa omelannya tak diacuhkan, Goo Hara merutuk jengkel, “Yak! Harusnya kau tau! Seorang yeoja harusnya biasa membuat Maethoki untuk kekasihnya sendiri saat hari anniversary mereka kan? Kau be-”

Tekkk…’

Hara menelan ludah. Gadis itu tak berani melanjutkan kata-katannya lagi saat Seorim dengan jengah menancapkan ujung pisau yang dipegangnya ke atas tatakan kayu.

Maaf..”, ujar Seorim dengan nada datar, “Aku tidak tau. Kekasihku meninggal sebelum aku membuat Maethoki untuk merayakan anniversary kami!”

……”

Tanpa memperdulikan Hara yang masih diam di tempat, Seorim meraih tasnya dan langsung berlalu keluar meninggalkan dapur. Ia berjalan cepat melewati ruang tengah tanpa mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan dari Yoseob, Dongwoon, dan Doojoon yang tampak kaget. Ia bahkan tak peduli saat berpapasan dengan Hyunseung yang menatapnya bingung.

Kim Seorim membuka kenop pintu dan hendak menyeruak keluar saat seseorang tiba-tiba menahan tangannya..

Kau mau kemana, Mrs.Coffee?”

Seorim menoleh. Gadis itu refleks menggembungkan pipi saat sepasang matanya bertemu dengan mata Yong Junhyung, “Pulang.. tentu saja. Lelah sekali hari ini..”

Pulang?”, Junhyung menyipitkan matanya, “Tanpa meninggalka apa pun untukku?”

Seorim terkekeh kecil, ia membuka resleting tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Sebotol coca cola ukuran kecil. Ia lalu menyodorkan minuman berwarna coklat itu pada Junhyung, “Yang besar sudah kutaruh di kulkas..”

Bukannya menerima botol itu, Yong Junhyung justru membuka mulutnya lebar-lebar. Ia terus menatap Seorim dengan posis itu, seolah menunggu sesuatu.

Kim Seorim langsung memukul pelan kepala pria itu dengan ujung botol cocalnya, “Ya! Aku tidak harus meminumkan Cola ini saat kekasihmu sendiri ada disini kan, Mr.Cola?”

Tapi-”

Cepat masuk! Hara Eonnie sedang membuat Kimchi Maethoki untukmu..”, potong Seorim. Gadis itu mendorong-dorong paksa tubuh Junhyung agar segera masuk kedalam Dorm.

Bagaimana denganmu?”

Memangnya aku kenapa?”, Seorim masih terus mendorong-dorong Junhyung sambil berusaha melepas tangan pria itu yang bertumpu menahan tubuhnya pada kerangka pintu, “Cepat sana masuk, Mr.Cola!”

Arra.. Arra.. Aku masuk..”, putus rapper Beast itu akhirnya, mengalah.

Seorim menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan tersenyum menang. Gadis itu melambai singkat saat Junhyung mulai menutup pintu Dorm. Ia kemudian membalikkan badan dan hendak berlalu saat suara itu tiba-tiba memanggilnya lagi..

Raisly Kim..”

Raisly Kim..’

Lalu angin hangat seolah berhembus. Dan entah kenapa ia merasakan kenyamanan yang sama saat mendengar Yong Junhyung memanggilnya dengan panggilan itu. Rasa nyaman yang sama seperti saat Taichi biasanya memanggilnya dulu..

Seorim menoleh pelan, “Eung?”

Hati-hati di jalan..”

***

(2012, March 14th. Seoul.. )

EONNIIIIIIEEEE!”

Seorang gadis tersenyum lebar dan memekik panjang di depan sana saat Kim Seorim yang baru saja bangun pagi itu membukakan pintu apartementnya.

……..”

Seorim menatap gadis yang tampak lebih muda beberapa tahun darinya itu dengan wajah datar. Dengan enggan ia memandangi gadis di hadapannya ini dari ujung kaki sampai ujung kepala. Mungil. Gadis itu mengenakan kaos bibble abu-abu yang dipadukan dengan rompi tebal berwarna merah. Rambut ikal kecoklatannya tampak manis dengan diikat dua ke depan. Tidak terlalu berubah setelah 2 bulan tak bertemu..

Lalu sekarang, gadis berompi merah itu sudah memasang tampang kesal di luar pintu dan menggeletakkan kopernya ke lantai.

Seorim mengangkat sebelah alisnya, “Kau mau terus berdiri di sana, Jung Hyosun?”

Hyosun menggembungkan pipinya dengan sebal, “Eonnie! Aku baru saja pulang dari pertukaran pelajar di Denmark setelah dua bulan!”

Lalu?”

Gadis itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku sambil menatap jengkel, “Kupikir saat membuka pintu, Eonni akan menyambutku dengan manis seperti ‘Aigooo.. Uri Hyosunnie sudah pulang..’ lalu memelukku erat-erat dan-”

Seorim meletakan punggung tangannya di dahi gadis itu, “Panas. Kau terlalu banyak menonton Mruello (sinetron) di Denmark ya?”

Ishh.. Eonnie… itu kan hal wajar yang biasa dilakukan sahabat!”, sungut Hyosun.

Seorim mengibaskan tangannya sambil melangkah ke dalam, “Memangnya aku sudah mencatat anak kecil sepertimu dalam daftar sahabatku?”

ARRGGHHHH… EONNIEE!!!!!”, Hyosun langsung mengamuk-ngamuk sambil menyeret kopernya kedalam apartement.

Disini perlu sedikit penjelasan sepertinya. Seorim sejak awal memang tinggal bersama Hyosun di apartement ini. Kenapa mereka bisa tinggal satu apartement? Karena Junsu awalnya tidak setuju Seorim menyewa apartement dan tinggal sendirian di Seoul, akhirnya ia meminta Seorim untuk tinggal bersama kedua adik kembar Joo, yaitu Hyosun dan Ilhoon di apartement ini. Tapi sekarang mereka hanya tinggal berdua karena Ilhoon sudah punya Dorm sendiri sejak ia bergabung menjadi trainee di Cube.

Dan, ya… begitulah..

Kim Seorim beranjak mengambil segelas air putih dari dispenser kemudian menyodorkannya pada Hyosun, “Jadi… kau pulang 2 minggu lebih cepat dari rencana?”

Hyosun menerimanya dan menghabiskan air itu dalam sekali teguk, “Ilhoon akan debut, tentu saja aku harus segera pulang untuk mendukungnya kan?”

Seorim mengangguk-angguk paham, gadis itu membuka gorden-gorden jendela, membiarkan cahaya matahari pagi masuk kedalam apartementnya. Kemudian melompat menghempaskan tubuhnya keatas sofa panjang di depan televisi, “Adik yang baik..”

Tentu saja..”, Hyosun tersenyum bangga. Gadis itu mendorong pintu kamarnya dan menyeruak masuk kedalam, “Aku kan tidak seperti Eonnie yang harus dipaksa, diseret dan disogok Junsu Oppa dulu untuk menonton come back 2PM..”

……..”

Eh?’

Seorim yang baru menyadari sesuatu beberapa detik kemudian, langsung menatap tajam pada pintu kamar Hyosun yang sudah tertutup rapat, “Yak! Jung Hyosun! Siapa yang mengajarimu, hah?”

Hyosun melongokkan kepala dari pintu kamar sambil tersenyum lebar dengan wajah tanpa dosanya, “Doo…”

Yaishh.. kau dan Doo-mu itu benar-benar menyebalkan!”

Eitt… jangan lempar!”, tahan Hyosun saat Seorim sudah nyaris melayangkan bantal sofa kearahnya, “Aku membelikan Starbucks untuk Eonnie..”, tunjuknya pada paper bag berlogo strabucks di atas kulkas.

Kim Seorim langsung menurunkan bantalnya dan tersenyum lebar. Starbucks!Cishh.. Gadis mungil itu memang paling tau kelemahannya. Hyosun sudah masuk ke dalam kamar lagi dan berkutat di dalam sana, sementara Seorim buru-buru meraih minuman ber-cup di dalam paper bag dan memeriksa rasa apa yang akan melumer di lidahnya nanti..

Original Americano..

Tapi karena tadi aku sedikit terburu-buru kemari, mungkin ampasnya jadi sedikit berterbangan, Eonnie. Tunggu saja sampai mengendap lagi..”, Hyosun setengah berteriak dari dalam kamar.

Ampas?”, gumam Seorim, lirih. Gadis itu menghela nafas pendek dan menimang-nimang satu cup Americano Starbucks di tangannya, “Hyo, bagaimana jika ampasnya tidak mau mengendap?”

Jung Hyosun masih tampak sibuk sendiri di dalam kamar, “Mudah, saring saja..”

Kim Seorim meletakan Starbucksnya di atas meja. Kemudian ia melipat tangan dan membaringkan kepalanya di tepi meja kayu yang sama. Sepasang mata coklatnya menelusur, menatap lurus pada cup minuman kopi itu..

Saring saja?’

Lalu bagaimana ia harus menyaring hatinya sendiri?’

 

-T.B.C-

Panjang!!!!! OwO Sumpah ini panjang banget! Longshot se Long-Longnya! (?)

Aduh, part ini kyaknya boring banget kali ya? Feel-nya naek turun, dan mungkin banyak kata-kata yang berantakan. Pokoknya mian banget kalo part kali ini nggak memuaskan dan nggak sesuai ama harapan kalian semua.. *bow bareng Joker*

Nggak tau kenapa bisa jadi sepanjang ini, saya jga ga tau, mungkin karena keasyikan ngetik mentang-mentang udah bebas dari UN kali ya? ._.a

 

Yang jelas thx banget buat yang udah ngikutin dan menerima(?) kehadiran couple baru ini, baik yang udah coment atau pun belum. Pokoknya, buat sider yang belum sempet coment di ‘Yet’ ama ‘Like an Origami’, qu maafin deh asal mulai coment di part ini.. XP

Pokoknya Coment dari readers semua selalu ditunggu dengan sangat deh, kritik dan saran juga akan selalu di denger dan di tampung *berasa janji2 palsu Caleg #plakkk..

 

P.s: Salam damai buat JunHara Shipper! \^o^/ *tebar duit recehan* *kabur*

55 thoughts on “{JunRim} A Cup of Starbucks

    • Oke, akhirnya bisa komen juga haha😄
      Reaksi pertama –> woh, ada Soo Jung! Hmm tapi ya Rin, kayaknya interview yang di atas waktunya sebelum Soo Jung balik ke Seoul loh hahaha tapi ya sudahlah, aku seneng Soo-Hyun couple rada nyelip di sini🙂
      Ngakak lagi bacanya pas yang interview SHINee. Kebayang mereka melongo-nya kayak gimana haha!

      Kedua, aiyaaaaa JunHara bikin gereget. Hara-nya jugaaa, emang sih niatnya baik sama Seorim tapitapitapi itu kayaknya Seorim salah nangkep ya? Bikin makin gereget kan?
      Rada iri ini sama Seorim. Deket sama member 2PM juga huaaaa abang Junho! *kayaknya semua cast di sini bikin iri semua ya gak sih?*

      Well, aku tunggu JunRim selanjutnya! Fighting!

    • …seorim, bener-bener menyeramkan itu waktu ngejar2 chansung. poor maknae ;___;
      ngakak waktu yang bagian toples doojoon! ternyata beneran foro toples xD

      waah.. soojung + jonghyun couple nyelip tuh~
      enak nya seorim bisa interview shinee😮 /envy
      bisa ngebayangin gimana ekspresi para member shinee habis ngeliat seorim teriak2 xD

      junhara itu jadi emang fake di ff ini kan ?
      sebenernya sih hara punya niat baik gitu cuman entah kenapa dia itu keliatan jahat waktu marah ke seorim nya .___.

      komen nya segini aja deh, gatau mau ngomong apa lagi kekeke xD
      /kabur lagi sama sungyeol & L

  1. HUA… ini bener2 feel nya dapat.. tapi feel nya di ombang-ambing kaya air laut ._.v /plak
    Hara kok kayanya jahat sih sama Seorim -___-v *peace*
    aduduh, Seorim sadis banget.. sampai anak SHINee pada kaya gitu😄
    wah eonni enak UN nya udah selesai *sokakrabnihreader* ditunggu deh part selanjutnya ^o^ hehehe~

    tambahan: kayanya OC di chocolate’s crown ini lucky girl banget ya u,u bisa dekat sama banyak kpop idol.. envy…. hehehe

  2. WWWKKKWKK~ ORINNNNNNN!!!!!!!
    Kamu tau, diantara semua kalimat diatas ada 1 yg bikin aku ngakak!!!!

    “Ayo Rimmy Mouse, kita buat Ramyun!!”
    Dongwoon mengekor, “Aku ikut!”
    “Gikwang ahh..”, panggil DooJoon.
    “Apa?”
    “Satu, rasa kari ayam..”

    HHAHHAHHAHHAAAHA~ Berasa kayak Dongwoon itu pemilik kios WARTEG!!!!
    Waakakakkwkaka~
    _____

    Disini Yoseob sama Junho lemot bgt yak!!
    Hhahahaa~
    Yoseob lemot nya pas adegan Ramyun nya di rebut sama Seorim!
    Junho lemot nya pas adegan Ranjang besar empuk nya diambil sama Seorim!!!
    Aigooo YoHo (?) Oppa!
    Kalian dinistakan sama Orin! #plak

    Gikwang~ entah knapa di ff ini Gikwang selalu terlihat lebih sangar dri pda aslinya yg babo bin aneh gajelas itu! *ngakaksndiri*

    Dongwoon~ah, kasian sekali kau nak, cuman dijadikan alasan doang sama Seorim buat ketemu Junhyung!
    Kkeke~
    Itu Key lg telp-an sama Dongwoon trnyata ya? :O
    Ahh, mentang2 91liner~ kkeke~
    Untung bukan Haejin-Dongwoon yg telp,an *nahloh*
    *tambah ga nyambung ini comment* *gubrak*

    JunHara! Prnah kukasih tau kan klo sbenarnya aku ini JunHara Shipper, yaaaa aku sneng aja pas adegan peluk2 td kkekeke~ *dibakarOrin*
    Tp spertinya aku tau maksud trselubung Goo Hara disini, btw seorim asli serem bgt pas adegan pisau2 itu hahaa :S

    aaaahhh~ Aku cemburu sama adekan Buckharoo en Seorim yg dikamar mandi *manyunsndiri*
    Wahh x_x

    Dan apa itu!!!!!!
    Bintang yg sesungguhnya telah muncul!!!!
    Jung Hyosun!!!!!!!!!!
    (>ˆ▽ˆ)> ωªªκªªκªª <(ˆ▽ˆ<) *brb kabur*
    Aaaiiissstt Orin! Saranghae lah~
    Suka bgt sama pnjelasan km yg tntg Jung Siblings, dimulai dari Joo, iLhoon dan Hyosun!!!
    Aaahhh *kecup basah* kkeke~

    _____
    Oh iya, mau ngasih tau lagi, di Like An Origami kan aku koment tntg Roommate,
    Nah km sudah tau kan klo mreka sudah punya Roommate skrg~
    Teman skamar, yg skrg dibagi menjadi
    JunKwang = Work Room
    DooSeung. = Porn Room
    DongSeob. = Kids Room .—-.

    Aku bingung itu seenaknya aja kamar dooseung dibilang Porn Room hahaaaha x_x
    Enak tuh, coz kamar JunKwang adalah The Biggest room, and Dongseob yg paling kecil wwkek~

    Aahh udahan, koment ku udah kyak kereta kyaknya ini -__________-"

    • Komment lagi, ada yg mau kutanya x_x #plak
      Itu nama uLzzang di km pake buat hyosun siapa sih?
      Kok kyak te-unyu anak kcil gtuh deh haha😄 *oke,ini pertanyaan gak penting sebenernya* *gubrak*

      Wassalam.

  3. jd..hubungan hara-junhyung cm…status publik?? lebih ky adeknya y..
    seorim dsni umur brp y? koq manggil hara eonnie?
    suka ngliat seorim ngbully member beast+2pm..kyy gada yg bisa nglawan..hahahha

  4. Yap. dsni cuma status public! \^o^/
    Seorim lahiran 91, sama kaya Hara. tpi krna Hara lbh tua stngah taun, trus msh bru knal jga, jdi manggilx Eonnie.. Thx ya..

  5. ini yang saya tunggu loo
    *jujur..

    Saya terpesona sama couple ini,,
    lahh ini kurang adegan junrimnya,, biasanya adegan merka yang bikin pingin gigit bantal,, manis2 gmn gitu..

  6. Annyeong haseyo. Hehe merasa tersindir nih jdi sider makanya aku comment. Btw aku nunggu2 bgt lho couple ini. Aku suka bgt sama pemilihan kata sama analogi2 yg dipake, kaya origami sama kopi. Keren authornya. DAEBAK!
    Hehe udahan dlu ya, salam kenal buat authornya, btw qta sama” kls 3 sma nih.

    • part ini bner” bkin galau…
      Junhyung sm Seorim bner” deh, pd gk mau ngakuin prasaan satu sama lain.. jinjja

      itu pra maknae pd gk skit telinga.y d teriakin sm Seorim?? hehhe… suara.y b’ptensi bkin orng tuli #mian ^^ becanda..
      kirain si Doo mw ngapain sm Seorim d kmr mndi,, gk ada tmpat yg lbh elit kek oppa?? kkeke😀

      ini lagi si Hara, crewet bngt sih~~ -__- pke mrahin orng sgala…

      next part d tungguin ^^

  7. Woahh.. Jincha?😄
    Mksh mksh mksh..
    Aduh, ni mang msh taraf2 part galau. udh dstruktur bgtu (?)
    Junrim moment full ntar di part slanjutnya! janji! ^^
    dtnggu ja ya..

  8. Daebaaaaakkkk
    seorang kim seorim bisa ngebuat member 2pm dan beast kalang kabut…
    Junhara gak beneran pacaran kan?
    Hara kayak mo ngetes seorim…..
    Isi hati junhyung masih abu2…
    Q gak bisa ngritik dah dilanjut aja dah seneng….
    Junrim couple fav. 2 setelah kyunara di blog ni…

  9. ngakak sampe ileran(?) baca pas part “toples of doojoon” dan ternyata……./hening
    gwangie bisa marah juga? ;~~;
    kritik ga ada..
    saran? tambah panjang :p wkw ini msh kurang eon😄
    junhyung kau memang kharismatic rapper fufufu

  10. waaaaa ada junhara disini
    cinta segitiganya berasa bgt
    eh adegan yg pas didorm 2pm ama pas ama shinee.
    lucu dan kocak bgt sumpah.
    jd seorim suka ama junhyung ga nih sebenarnya?
    aaaa junrim momentnya di ff ini dikit.
    mudah2an di ff selanjutnya mkn banyak

  11. Wow..baru selesei un juga ya..
    aku juga lo,#emangadygnanya?
    plakkk
    ffnya bagus,struktur bahasanya juga oke ko’,#aseekk..so ngerti,Terus kalimat2nya lumayan nusuk,khas abg galau,bagus😄
    konfliknya juga bagus,terus jga berani melawan arus,soalnya kan udh ada junhara yg real trus udh ad dluan,aku saranin sih,buat author konfliknya semakin d bkn nyata,n terus timbul tapi eng monoton byar readers terus semangat n penasaran gmna nasib si soerim ini.
    oke..
    keep writing yaa..😀

  12. wow keren bgt
    ak ska bgt ma ni ff
    btw tu c sobie kasian amat y ampe dsiksa ma sorim mulu
    critany makin ruwmit aj y
    btw itu hyo pacaran ma dojon y?dtggu lanjtny y

  13. wow keren banget ni
    komen pake pc berkali2 ga masuk trus iseng pake hp lsg jadi
    sebelum baca ni ff ak g gtu tw member beast slain gikwang ma sobie
    tpi gara2 ni ff aku jadi penasaran n nyari tw tentang beast
    pokonya T.O.P banget deh ditunggu lanjutannya aj
    mga komen ini masuk ya
    inet pc nya lemot c..

  14. yeay setelah lama ditunggu tunggu si orin update juga yuhuuuu. Gara2 penasaran dgn kelanjutan ff ini aku bela belain baca padahal besok uts statistik hueeee dan hasilnya rumus yg tdnya udh di afal di kepala jadi lenyap tergantikan oleh wajah junhyung /lah kok malah curhat

    oke serius komen. Pertama, ff ini mengembalikan jiwa b2uty aku yg belakangan mendem gara gara sibuk sama shinee dan exo hue hue. Pas baca ff ini aku baru sadar setelah beautiful show ina kemaren aku jd melupakan jjun kuh /yah curhat lagi

    kedua, orin memang selalu daebak! Itu bisa aja kopi disambung sambungin sama hati. Dan… Yaksss syok every day i’m shock pas baca bagian junhara plus seorim di lift~ masih bingung tp dengan hubungan junhara disini, jadi kesannya kaya fake gitu yah hmmmm tapi gapapa sih ya aku setuju kalo kejadiannya beneran begini *kabur*

    yah pokoknya ya rin, ff mu ini akan selalu dinanti dan ditunggu tunggu kehadirannya. Fighting untuk next chap dan juga smptn nya!

  15. Dapet banget feel nya
    Sakit ati nya Seorim berasa banget(?)
    Kayaknya JunHara ga bener-bener pacaran ya? Terus yang Hara bikin Seorim sebel itu udah direncanain kah?
    Lanjut asap yaaa
    Penasaran sama hubungan JunRim ni
    Geregetan liat mereka

  16. huwaaaaa . sudah saya tunggu apdetannyaaa iniii :3
    tapi kurang puaaaas ! :3
    itu pake ada hara segalaaa -,-
    ckck .
    dan saya paling ngakak bagian anak 2pm nemu toplesnya dujun .. hahahaa
    otaknya udah yadong tingkat tinggi sih .. ngira yg aneh2 pas buka .. speechless sendiri😄
    dan , SELALU SUKA bagian ocop di-bully walo kurang banyak😛
    disini seorim nya dikit moment sma member b2st nyaa garagara hara -,-
    jd intinya mereka itu purapura pacaran tp belom dikasihtau kan alesannya ?
    aaarrhh knp udah kaya tugas author yaa buat bikin ridernya selalu penasaraan ?! -..-
    daaaan paling demen pas jujun minta disuapin cola .
    hyaaaaaa~ mr.cola manjanyaa -,-
    kayanya pem-bully-an maknae *liriktaemin+chansung* itu sering terjadi kecuali di suju yaa -_____-”
    *digantung kyu*
    next chaaaap hwaitiiing !

  17. daebak…bisa bikin dorm 2PM ancur parah .____.
    itu kenapa si channie di buly??/ perasaaan dia yang paling sering mem-bully deh… -,-

    part 2PM-nya banyak😀 *ketawa
    tapi seorimnya kasian…masa harus ngeliat junhara pacaran???

    btw, junhara itu cuma pura2 ya???

  18. daebak! aku jg ikut ngerasain ‘ampas’nya cerita ini… hara sebenernya jahat apa baik sih? jadi ragu ama niatnya pas dy marahin seorim cz salah motong cumi -_-

  19. Aiyaaa seneng banget baca bagian pas seorim-SHINee… Pada melongo gitu kayanya lucu kali yaa:3😄 sama……… Pokonya semuaanya deh….. Daebaakk~!! ^^9

    P.s : Eonni… *sksd* mianhae…. Aku ‘mantan’ siders… Yang janji bakal sering komen kedepannya dehh.. Jeongmal mianhae yaaaaaa eonni *bowbow* ^^v

  20. adegan Seorim ketemu Hara adalah hal yang aku tunggu hahahaha xDDD
    ah sebel nih si Joker kok sok cuek gitu errrr -___-
    jadi pertengkarang Seorim sama Hara karena salah potong cumi. ckckck ada cumi dibalikk udang (??)
    hahhaaha

    yaaaaah Dujun ama Seorim di kamar mandi ga selca tuh:? selca dooong, bikin si Joker CEM BU RU !!!

    next part, ASAP yoooo orin ^^

  21. pertama aja udh ketawa ngakak banget ngelihat rimmy yg lagi ribut sama banana chan wkwk itu kasian banget 2pm dormnya hancur seketika
    udah itu yang waktu lagi wawancara sama shinee lucu banget gitu,sampe member shinee melongo kaayak orang gila wkkw
    makin kesini,feelnya sedih apa lagi ngelihat hara sama junhyung ampun deh pasti seorim sedih banget.udah ngaku aja kalau suka sama junhyung.kayaknya hara sama junhyung itu pura pura deh.gk serius gitu pacarannya.buckaroo emang pengertian banget sama rimmy u.u jadi iri banget deh
    ohhh ayolah kayaknya junhyung juga suka deh sama seorim,apalagi yang ditunggu? ungakpin aja -.-
    btw seorim hidupnya enak banget ya dikelilingi namja yg kece kece

  22. Keren !!😀
    Ga tau kenapa aku udah suka ngikutin ceritanya JunRim dari cerita pertamanya.🙂
    mungkin karena aku suka dengerin lagu2nya BEAST kali ya?? meskipun bukan fans mereka.
    kayaknya, bukan itu aja deh yah. soalnya aku suka sama penggunaan kata, juga alur ceritanya.
    well, ditunggu yah untuk kelanjutannya, dan semoga cepet. wkwk😀

  23. aah, aku suka ide onnie tentang ampas
    dari segelas starbucks, bisa mendeskripsi keadaan seorim yang menggalau haha
    jujur, update-an junrim sering aku tunggu di yahoo ahaha
    hyosun !
    yaampun aku mau outfitnya ! #salah
    ya, aigoo. Junho Seobi -__- di bully dah kan
    aku asli ngakak yang bagian “satu, rasa kari ayam” , ngebayangin ekspresi gikwang wkwk
    buahaha, toples of dujun. Makanya, jangan mesum duluan. Speechless kan ? wkwk
    Aigoo, dongwoon jadi king of aegyo atau gimana ya ? wkwk
    Yaallah, video cabul -_____-

    Seorim seorim, dia ngga sadar kalau dia-lah yang nyeret dirinya sendiri ke pesonanya junhyung cikiciw
    sekali jatuh, ngga bisa lepas lagi ahaha
    itu jarak antara dapur sama ruang tengah jauh ya onn ?
    segitu aja, daebak onnie! Always🙂

  24. Ga kebayang muka SHINee pas liat Seorim neriakin Dongwoon di telfon. Pasti shock berat tuh…
    Chansung iri sampe segitunya. Ckckckck.
    Itu.. Yoseob beneran beliin coklat sesuai dengan jumlah yang ditagih seorim? Wow. Itu nepatin janji apa karna takut sama seorim? *dibakar*
    Aaaaaaa belum kenyang liat scene junhyung sama seorimnya😐
    Ah, itu kayanya JunHara di sini fake ya?
    Dan seorim pun galau…

  25. aaasiiiik….. akhirnya ff junrim muncul juga..
    ooh.. baru beres ujian toh *ngangguk2*
    ff junrim bikin nyesek apalagi pas ada hara.. haduuuhh kesian seorim makan ati.
    hubungan seorim ama junhyung itu ampe kapan ngegantungnnya? ngegemesin pengen cepet2 jadian..
    author yg baik,, cerita junrimnya banyakin donk #minta digampar..

    tetep suka ma ni ff..
    author daebak!!

  26. Ga kepanjangan kok. Ga ngebosenin kok. Kata-kata author itu bener-bener menghipnotis deh. Saya juga ga sadar kalau ini panjang, ceritanya mengalir begitu saja.

    Dibanding ‘Like an Origami’ yang ini ceritanya agak flat. Tapi tetep aja filosofinya itu bagus banget.
    Hebat authornya, bisa membuat hal yang terdengar begitu sederhana namun bermakna banyak di dalam cerita.

    Intinya, lanjutannya jangan lama-lama, ga sabar nungguinnya.

  27. buat ku ini bagus kok. rada sedikit galau sih tapi feelnya dpt kamu. kmu couple ff kesukaan ku setelah kyunara. next jgn lama2 yaaa.

  28. aku udah baca dari kemarin tapi baru sempat komen *mian* *kebiasaan copas ff ke word #plakk*
    sumpah feelnya dapat banget >.< * semua ff disini aku emg dpt feelnya* kkk~

    ini aku jadi galau tingkat dewa gara2 baca ini… sampe2 temen sekelas di kampus semua ngeliatin karena aku marah2 sendiri baca ini…

    sumpe dah~ itu hara kenapa muncul? *tapi kalo ga muncul ga dapet konfliknya*
    aduuuhhh~ mana dr awal aku jg ga suka sama hara *karena ak joker biased* eh, disini jg muncul jg cewe itu…
    tapi gapapa dehh~ intinya perasaan Seorim udah mewakili perasaanku (eh?)

    cepet-cepet dilanjut yaaa thor😛

  29. kakak… suka! hehe..
    joker sok cuek bgt disini, tpi cool XP
    aigoo Junhara nongol, bkin ati seorim keaduk”
    lanjut ka! jgn lama” hehe..

  30. Yaaa~ knp tbc *ga rela udh tbc*
    Seorim knp msh nyangkalin hati sendiri sih
    aku ga sabar liat Seorim sm Yogie jadian ㅋㅋㅋㅋ

  31. Aduh ini keren banget banget banget bangetaaan!! Aku suka banget pas Junhyung resah (?) Wkwk mikirin Seorim walaupun dia bareng Hara~~~ aaaaaa mau nangis TT^TT gaboong aku suka, ini keren banget~~ feelnya berasa… Aku slalu mau nangis kalo Seorim udah galau atau kalo Doojoon sama Junhyung ngertiin Seorim~~ parah aku suka, gimana nih? Wkakakaka keren!! Ddddaaaeeebbbbbaaakkk!!😄 ayo Seorim move on lah~ ^o^ hihihi sedih banget pas Seorim liat hara sama Junhyung ;A; ayoo lanjutkan lanjutkan aku tunggu next story nya yaaaa xD

  32. seorim dah nyadar ma perasaan’y tp dy gak mau ngakuin…
    pdhl junghyun n seorim sama2 suka tp ntah knp jln’y pjg yah, hehe

    hara jd sosok jahat ato cmn akal2an aja…:(
    seorim beruntung yah dkelilingi namja idol…😄

  33. Kereen banget !
    Aku nganga *plak* pas rim ama chansung lg brantem udah gt ngakak bgt pas ada penampakan botol2 bening itu ~.~
    .. Pas shinee ya ampun aku ngakak sengakak2nya wkwkwk
    Go haraa itu kykny rada2 jahat gtu ya ,, dtggu deh lnjtan ny ya ! Aku gapandai komentar *serius*
    Sjauh ini bagus bgt ! Dapet bgt feelnya thor ini kurang panjang tau *ditimpuk* bnyakin adegan junrim ny yg sesuatu bgt itu yaa … Copel fav saia ini stlh kyunara hehe

  34. Seruuu ff nya. Masing2 dari JunRim belom mau ngakuin perasaannya yak, malah seorim nyangka JunHara beneran pacaran u.u.. Keren ff nya ^^

  35. Unni..mian baru komen mhehe .._..v aku udah lama bacanya,tapi br sempet komen *sigh *bowing

    Rrrrr suka suka suka sama quotesnya!! setuju bangeeet!!! Aaaa hati wanita seperti segelas kopi beneeer >< Hmm coba aja kalau semua anak cowok baca ini, mungkin bisa ngerti perasaan cewek._. /apadeh

    Mmm..disini Junhyung Hara status publik doang, bukan real? Oooo..bagus deh *eh ck
    Kebayang jadi Seorim…ngeliat Junhyung pacaran di depan mata….rr pasti dalem bgt itu mah._.

    Ah udah deh, lanjut aja ya onn, aku tunggu next partnya dan….aku tunggu juga quotesnya kkk~

  36. khas rinnie bget!
    with a simple world, but has many meanings! kekekeke
    dari awal cerita sampai akhir di buat terlena(?)
    kenapa aku slalu suka crta kk? karna ‘ngena’ bnget akakkakakaak😄

    rasa-rasanya lebih suka ank2 B2st sma 2pm di sini dripda aslinya! #ngekk
    Dongwooonnnnkuuuu~~~ aigoooooo .. baby, you’re so funny! #tabokDongwoon *ehh
    tp .. sulit bayangin DooJoon bijak XP
    akakakakaka

    Rinnie nih ya .. mentang2 lgi ‘demam’ BTOB jdi Ilhoon di msukin! akakakakak
    tp joha joha .. *kibar spanduk Ilhoon*

    ah! cman mau blg, tolong munculin lgi adegan hara di marahin ok? SUKA BANGET SUMPAH!!
    kekekeke
    ngomong2, ini crtanya pda nyambung ya? O.o
    msih gk ‘ngeh’ #plakk

    satu lgi, kenapa sih kk gk crta klo bkin ff disini? dan kya gni? T.T
    aku sedih loh gk ada pemberitahuan!-____- hohoho

  37. hara y tau ya klo junhyung suka ma seorim n jadian ma dia cuma pura2 ja…..
    watak y Hara blm terlalu kekiatan apa nanti dia bakal beer2 suka ma junhyung n jadi penghalang JunRim….
    kasian ma seorim pa lg yg hati y udah d mantapin jd goyah lg gara2 liat JunHara n d tambah pas hara ngomel n seorim jawab klo pacar y udah meninggal tu NYESEK bgt…
    Lanjut…..

  38. berasa bgd nech paitnya..
    jd sdih bgd bcanya..
    gregetan jg sich sma dua org itu..
    trlalu amat sich, g sdar ma perasaan sndri..
    ayo cpt jd sna!
    #dorong seorim k junhyung
    #dorong junhyung k seorim
    heheheee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s