{Soo-Hyun’s Pièce} Sherlock

Fanfic inl mengambil setting dua tahun setelah titel FF Year Of Us. Jadi, plot yang ada di sini anggap saja kejadian yeng terjadi sekarang, bukan era Lucifer (yang menjadi latar utama Y.O.U), oke?

Enjoy!

***

{Soo-Hyun’s Pièce}

SHERLOCK

Thursday, 22nd March 2012, 11.50 AM KST.

M! Countdown Recording, Mnet Studio.

“Permisi, permisi.”

Si gadis berhambur masuk ke dalam ruangan besar bertuliskan 3rd Studio. Kumpulan para SHINee World –atau yang biasa disebut Shawol– itu memenuhi lorong gedung; dengan balon berwarna pearlescent blue atau sebuah light stick di tangan. Suara gaduh seakan menjadi pengiring untuk segera memasuki ruangan cukup besar yang terdapat di lantai enam gedung stasiun Mnet itu.

Drrrt.Drrt.

From: Kim Jonghyun

Duduklah pada bagian tengah, sehingga aku bisa cepat menyadari keberadaanmu, arasseo? Ingat, kami ada di studio 3.

“Di tengah? Di sini? Enghh– Di sini sajalah.”

Ia menghempaskan dirinya pada kursi yang sedikit jauh dari bibir panggung. Diihatnya sekeliling; puluhan Shawol telah sibuk dengan dunianya sendiri, entah bersenda gurau, mengobrol, ataupun terpaku pada layar ponsel –eung, dia sepertinya sibuk meng-update tentang situasi di dalam studio.

“Kau tahu? Kemarin aku membeli kelima albumnya!”

Jinjja? Aku hanya membeli yang Onew. Walau biasku Taemin… Well, aku tidak suka konsepnya kali ini.”

“Hei! Aku belum menghapal fanchants-nya! Pinjam kertasmu!”

Soo Jung tersenyum. Mata hitam kecokelatan miliknya menatap panggung yang dipenuhi oleh staf Mnet. Kru-kru berbaju hitam itu sibuk menata lampu dan mengecek beberapa kamera yang ada di luar stage. Si gadis melihat jam tangan kulitnya; pukul satu lebih sepuluh menit, dan sebentar lagi recording lagu kedua akan segera dimulai.

Kyaaaaaaa!”

Siluet kelima pria beranjak naik ke atas stage. Soo Jung menarik sudut bibirnya ke atas –akhirnya mereka kembali. Dia memang sedikit kecewa karena tidak melihat gladi resik dan rekaman lagu sebelumnya, Sherlock. Well, yang penting dia menepati janjinya untuk datang ke sana, bukan?

“Hyun! Sini, sini!”

Soo Jung mencoba berteriak dan melambaikan tangan. Sesosok pria yang memakai jaket kulit hitam melongok ke arah deretan bangku penonton yang berundak naik. Matanya menelusuri baris demi baris kursi di sana. Akhirnya senyumnya berkembang; tangannya balas melambai ke arah si gadis.

Key –yang sebelumnya sibuk menata ulang baju hitam kebesaran miliknya– memutar mata pada si lead vocal SHINee itu. Alisnya mengrenyit; sepertinya ia bingung pada siapa Jonghyun menyapa. Jonghyun mengisyaratkan Key untuk mendekat kepadanya, kemudian menunjuk lurus pada tempat di mana Soo Jung duduk tenang sekarang.

Mata Key membulat.

Si gadis hanya bisa terkekeh pelan melihat wajah aneh pria yang lebih muda lima bulan darinya itu. Jemari Soo Jung membentuk tanda ‘peace’ sebelum menoleh ke arah sisi kanan panggung. Di sana si maknae dan sang leader membentuk sebuah ekspresi yang sama ajaibnya; mata membulat dan bibir sedikit terbuka.

“Kejutan!”, ucap Soo Jung pelan.

—–

Flashback

Wednesday, 14 March 2012, 07.45 PM KST.

Incheon International Airport, South Korea.

Aiyaaa~ Anak itu ke mana, sih?”

Sang gadis berambut cukup panjang menghentakkan kakinya dengan gusar. Mata sesekali melirik ke arah layar ponsel putihnya; tidak ada satupun missed call atau sebuah pesan darinya.

Kim Jonghyun is calling you…

+822-335x-xxx10

“Yah! Kau di man–“

“Sabar, Jungie! Sulit untuk melepaskan diri dari manajer dan semua member!”

“Eugh– memangnya untuk apa sih merahasiakannya dari mereka? Ngomong-ngomong… Sekarang kau di mana?”

“Masih di Yeonsu-gu. Macet total. Mungkin sekitar 30 menit aku sampai di sana.”

 “Aaaah~ Lama sekali!”

“Aish, kau ini. Sudahlah, lakukan saja sesuatu untuk menghabiskan waktumu! Mungkin kau bisa belanja dulu, kan? Atau kau bisa juga jalan-jalan  mengelilingi bandara selagi menungguku!”

“Gila! Aku baru saja duduk diam di pesawat selama tujuh belas jam! Dan kau tahu betapa lelahnya aku, huh? Dan sekarang kau malah menyuruhku untuk bekeliling bandara?! Otot kakiku bisa meledak!”

“Aaaah! Terserah kaulah! Pokoknya tunggu saja, oke? Ke kafe saja kalau kau mau!”

Soo Jung menjentikkan jari. “Ah! Kau benar! Kenapa tidak kupikirkan daritadi, ya?”

Beberapa saat kemudian terdengar sebuah lenguhan panjang dari ujung sambungan.

Arasseoyo, Hyunnie. Aku tunggu kau di Pascuccia, oke?” , ucap si gadis sembari beranjak menuju kafe itu.

“Pascuccia? Itu… Kafe yang ada di terminal 4F, bukan?”

Yup. Secepatnya, oke?”

“Ara, ara! Ah! Ingat, kularang kau untuk meminum kopi!”

“Iya, aku mengerti, tuan dinosaurus. Sudah, fokus menyetir sana! Jangan sampai mobil yang kau pakai sekarang tergores. Mobil yang tengah kau kendarai itu punya Minho, kan?”

Aish! Ya, ya. Hati-hati, Jungie.”

“Kau juga, Hyun. Sampai nanti.”

Ckrek.

Soo Jung menghela napas. Ia meletakkan sweater beserta ponselnya di atas meja kayu kafe. Pukul delapan malam, dan jujur saja matanya kini sudah cukup berat; mungkin tinggal menunggu beberapa saat lagi sebelum menutup seutuhnya.

“Ada yang bisa kubantu, nona?”

Sang pelayan berseragam putih itu tersenyum. Si gadis dengan bersahabat menerima sebuah buku menu yang ditawarkan. “Eung~ Aku pesan… Hot green tea latte saja.”

“Baik. Pesanannya akan segera saya antar.”

Merci”, respons Soo Jung dan tersenyum.

Tangan kanan Soo Jung menopangkan dagunya di atas meja. Ponsel yang sedikit memanas karena digunakan untuk menelepon tadi diambilnya, kemudian ia segera mengaktifkan kembali jaringan internet yang sempat ia matikan selama lebih dari dua minggu –karena ia ingin serius dengan tugas kuliahnya. Well, kadang hanya dengan koneksi internet, seseorang bisa melupakan waktu dan tempat, benar, bukan?

“Ponselku tidak berguna tanpa internet. Tugas kuliah benar-benar memuakkan!”

Si gadis mulai tenggelam dalam aktifitasnya menyelami dunia maya yang tak terbatas. Ia mengecek beberapa situs penyedia informasi terbaru; entah itu dunia entertainment atau bukan.

“Silakan nona, satu hot green tea latte.”

Si pelayan berkacamata itu meletakkan pesanan Soo Jung ke atas meja. Si gadis balas tersenyum, “Kamsa hamnida.”

Soo Jung kembali menaruh perhatiannya pada ponsel. Ia terus membaca berbagai macam berita terbaru dari ranah Korea –yah, lebih tepatnya tentang dunia hiburan. Beberapa informasi mengenai para rookie grup baru mulai menarik perhatian. Wajah-wajah baru serta merta mewarnai dunia yang dulu juga ingin ia masuki.

“BtoB, EXO, B.A.P, NU’EST. Persaingan rookies akan semakin sengit, sepertinya…”

Halaman demi halaman web terus ia gali. Sampai pada suatu halaman, ia menemukan sesuatu. “… SHINee’s back? Mereka? Apa?”

Soo Jung memilih hyperlink menuju sebuah situs entertainment Korea itu. Si gadis membaca kata demi kata yang ada. Tentang mini album yang akan segera mereka rilis, semua lagu yang terdapat di dalamnya, dan juga semua teaser foto mereka yang…. yah, menurutnya aneh dan sedikit kontroversial.

“Ini… Pornografi! Astaga… Aku lebih suka comeback teasers B1A4 yang kulihat tadi! ”

Plek.

Tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap. Soo Jung meraba kepalanya yang tertutup sesuatu. “Ini… Beanie?”, ucapnya dan melepas barang itu.

Long time no see~”

Soo Junge menoleh ke belakang. Tampak seorang pria yang memakai kacamata hitam plus sebuah jaket ber-hoodie  tengah tersenyum lebar terhadapnya.

Annyeong, Soo Jun– YAH! UNTUK APA KAU MEMUKULKU, HAH?!”

 —–

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau minggu depan kalian akan comeback, huh?!”

“Itu salahmu sendiri! Ke mana saja kau, ha?! Sepertinya berita ini sudah tersebar di kalangan netizens semenjak dua minggu yang lalu!”

Soo Jung mendengus. Kedua tangannya terlipat di dada, dan matanya menerawang keluar jendela mobil. “Setidaknya kirim aku kabar. Kenapa yang lain juga tidak ada yang menginformasikan tentang hal ini? You… Puppy nostrilzilla!”

Jonghyun melenguh panjang. Matanya masih terfokus pada jalanan yang ada di hadapan. “Memangnya kau sesibuk apa sampai tidak bisa membuka browser internetmu, huh?”

“Bukannya tidak bisa. Tetapi aku tidak mau menyentuh yang namanya internet. Tugas akhir semesterku menumpuk. Aku harus mengerjakan itu semua kalau ingin lulus dalam tiga tahun saja.”

“Oh.”

“Hanya itu responsmu?!”

Ish! Aku harus mengatakan apa memangnya?”

“Ingatlah siapa yang memintaku untuk cuti kuliah ke Korea bulan ini! Itu kau,bukan?!”

Yah! Aku hanya mengharapkan kau datang ke Korea untuk melihat comeback kami setelah vakum satu setengah tahun. Kalau kau tidak bisa, ya sudah!”

“Hei, hei, hei! Bersyukurlah karena aku bisa menyelesaikan tugasku tepat waktu dan bisa berlibur ke sini! Kenapa kau– ”

“Aaaaah! Sudahlah! Lelah sekali berdebat denganmu!”

Soo Jung menelan ludah. Ibu jarinya mengetuk-ngetuk pelan layar androidnya –yang masih terpampang tulisan ‘SHINee’s Back’ di sebuah halaman web.

“Jungie?”

“… Apa?”

“Kau mau minum? Pasti lelah mengomel seperti tadi”, tawar Jonghyun seraya menyodorkan sebuah botol jus jeruk dingin.

“Mengomel?!”

“Kutanya, mau tidak?”

“… Mau.”

Si gadis meneguk minuman setengah dingin itu perlahan. Jonghyun menginjak remnya; lampu merah menyala tepat di sebuah persimpangan jalan sebelum jembatan Incheon. “Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Hyun”, tanya Soo Jung dengan nada yang cukup normal.

Hng? Kau… sudah tidak marah lagi, ya?”

Cish. Aku ini bukan tipe orang yang suka lama-lama termakan kemarahan. Lagipula aku tadi tidak marah, hanya sedikit kesal.”

“… Mian.”

“Tidak apa. Kembali ke topik. Kenapa yang lain tidak memberitahuku, hm? Bahkan Young Jin-sonsaengnim pun juga tidak.”

“Oh… Itu kejutan.”

“Kejutan?”

Eo. Maksudnya supaya kau yang tahu sendiri nantinya, tidak usah kami beritahu dulu. Aku ingin kau yang tiba-tiba menemukan sendiri video terbaru kami di internet.”

“Lalu? Maksudmu untuk menyuruhku untuk kembali ke Korea bulan ini?”

“Untuk mengejutkan anak-anak itu. Sepertinya lebih menarik untuk mengejutkan semua member daripada dirimu, hahaha~”

Eung… Jadi intinya…. Apa? Aku tidak mengerti.”

“Inti dari intinya… Aku hanya ingin kau berlibur sementara di sini sekaligus memberikan surprise kepada yang lain. Well, sungguh sebuah kebetulan ternyata kau kembali ke Korea saat comeback kami.” 

Si pria kembali menginjak pedal gas mobil. Jam digital yang tertempel pada dashboard mobil menunjukkan pukul sembilan malam. Sesekali Soo Jung menguap lebar; ia tidak bisa tidur nyenyak di pesawat tadi.

“Kau mau mampir ke sana?”, Jonghyun mengedikkan dagu menuju sebuah tempat yang berhiaskan kerlip lampu.

Noraebang? Enak saja! Aku ingin cepat pulang ke rumah!”

“Oke. Oke.”

Soo Jung mengucek matanya pelan. Sandaran kursi sengaja ia dorong sedikit ke belakang agar bisa mengistirahatkan punggungnya sedikit lebih rileks. Tempratur yang hangat di dalam mobil ditambah lagi sayup alunan musik jazz menambah rasa kantuknya. “Hyun… Aku boleh tidur dulu sebenetar?”

Ng? Silakan saja.”

“Kalau sudah sampai, bangunkan aku.”

“Eits, tunggu. Sebelumnya…”

Jonghyun merogoh saku kanan blazer hitam miliknya. Sebuah iPhone putih yang terlilit earphone ia sodorkan pada si gadis. “Coba kau dengarkan lagu yang ada bagian paling akhir playlist New Recordings.”

Soo Jung menerimanya dan segera menyumbat earphone itu di kedua telinga. Jarinya menyentuh sebuah lagu berjudul Track-7 yang tersimpan di paling bawah daftar playlist.

“Ini… Lagu baru kalian?”

Yup. Bagaimana?”

Si gadis menutup matanya. Melodi yang mengalir dari lagu itu terasa sangat lembut. Amat sangat sederhana –hanya alunan gitar akustik yang ia tangkap. Namun suara khas milik mereka berlima sungguh membuatnya bisa menikmati semua yang ada dalam kesederhanaan sekaligus kesenangan sebuah musik.

♪ Neul geu jariae isseonal ji kyeojwoseo

Neul naega badeul binan daesinhaeseo

Amu maldo eobsi nal gamssajun ne moseubeul ijen

Naega geoulcheoreom bichuryeo hae ♪

“Judulnya?”

Jonghyun tersenyum. “Neul geujari e (Because you’ve always been there).”

Senyum si gadis sedikit mengembang di sela rasa kantuknya. Jari telunjuk tampak terketuk pelan mengikuti irama yang ada. Ia menoleh pada samping kirinya; tampak pria yang sudah ia kenal selama enam tahun lebih itu tengah terpaku pada lajur jalan yang ada di hadapannya.

Ia menatap rahang tegas milik si pria. Tahun lalu ia kembali meninggalkan Korea demi melanjutkan kembali sekolahnya di Paris. Ia hanya bisa berhubungan dengan mereka berlima melalui Skype saja, dan mungkin beberapa mail yang saling mereka berenam kirim.

Soo Jung tersenyum. Untuk beberapa waktu, mungkin ia bisa mengulang kembali momen bersama mereka. Dan tahun ini, ia dikejutkan oleh sebuah comeback yang mungkin telah ditunggu para Shawol di dunia, khususnya di negeri ginseng ini. Sudah pasti ia turut merasa senang, bukan?

“Sudah, tidur sana. Tidak usah melihatku terus.”

Si gadis terkekeh. Ia memukul pelan siku sang pria. “Anda percaya diri sekali, tuan dinosaurus.”

“Memang benar, kan?”

Gaseumeneun ichyeojiji anketji

Nuneneun namgyeojyeo utgo itgetji

Naui gippeumi neoege haengbogi deondamyeon

Gomawo…

Dengan berakhirnya satu lagu itu, mata Soo Jung tertutup rapat. Sepertinya alam bawah sadar telah menarik dirinya kembali ke dunia mimpi.

—–

“Jadinya kapan waktu kalian kosong?”

Pukul dua malam, dan akuilah bahwa cuaca di luar sedang buruk. Angin yang cukup kencang, ditambah lagi rintik hujan yang tampaknya akan mengguyur Seoul sebentar lagi. Awan kelabupun tampaknya lebih senang diam mengambang di atas langit hitam pekat; mereka tak berniat menunjukkan bulan di awal musim semi ini.

Soo Jung menutup notebook silvernya. Tangannya memijit pangkal atas hidungnya –kehidupan perkuliahan musik yang tengah ia jalani sekarang sungguh gila. Setelah berkutat empat jam dengan layar monitor, ia memutuskan untuk menelepon seorang pria tidak-cukup-tinggi bernama Kim Jonghyun.

“Kami sibuk terus.”

 “Kau itu bermaksud menyombongkan diri atau bagaimana sih?”

“Serius! Comeback stage memang masih lima har –tidak. Tinggal lima hari lagi.Tapi kami harus terus menerus berlatih vokal dan dance steps-nya. Belum lagi rehearsal dan kegiatan lain. Belum lagi siaran rad–”

“Jadi kapan waktu kosongnyaaa? Sama saja bohong kalau aku susah payah ke sini kalau kalian tidak akan pernah sempat bertemu denganku.”

“Tunggu… Sepertinya aku sedikit ingat jadwal seminggu ke depan.”

Si gadis berbaring di atas ranjang beralaskan seprai berwarna toska. Matanya menerawang ke arah langit-langit, dan telinga kanannya masih menunggu jawaban dari laki-laki yang berada di ujung sambungan.

“Tanggal 22 hingga 25 semuanya comeback stage, dan itu pasti sampai malam. Belum lagi beberapa siaran radio. DItambah gladi resik yang pastinya memakan waktu banyak.”

“Jadinya?”

“… Aku menyerah. Tunggu kabarku selanjutnya saja, oke?”

Lenguhan panjang milik Soo Jung terdengar. “Kau sedang di mana?”

“Di dorm-lah. Memang di mana lagi?”

“Kenapa belum tidur? Sekarang pukul 2 dini hari, Hyunnie.”

“Insomnia. Kau sendiri kenapa belum tidur? Memangnya masih ada tugas, huh?”

“Baru saja aku menyudahinya. Well, tidurlah sekarang, Hyun. Stop tweeting about some unimportant things. Aku heran melihat semua tweets anehmu.“

“Hahahaha, arasseo. Kau juga tidur sekarang, nona Ellouise Hwang. Jangan terlalu lelah dengan semua tugasmu.”

Eung. Sampai nanti, Hyun. Aku tunggu kabarmu nanti, ya?”

“Ne. Sampai nanti.”

Ckrek.

Comeback stage? Sepertinya aku harus… Aaah, benaaar~!”

Gadis itu segera melompat dari ranjang. Ia membuka lemarinya yang tersimpan di sudut ruangan. Ditatapnya isi lemari yang penuh oleh aneka barang; mana kotak itu?

Ia merutuk, “Aiyaaaa~ Padahal aku yakin kertas resep kue itu ada di sana!”

End of Flashback

—–

Thursday, 22nd March 2012, 03.00 PM KST.

Mnet studio – Backstage Area

Noonaaa~!”

Pelukan hangat si maknae menyambut kedatangan Soo Jung di area backstage. Si gadis hanya menepuk-nepuk pelan puncak kepala Taemin, “Aish. Rambutmu panjang lagi. Kenapa setiap aku ke Korea rambutmu begini terus, sih? ”

“Tanya saja coordi noona sebelah sana”, Taemin menunjuk seorang wanita yang tengah berdiri di sebelah Choi Jin –manajer SHINee. Wanita itu tersenyum dan membungkuk kecil.

“Ah, annyeoAIYAA! KIBUM!”

Soo Jung refleks balas mencubit punggung tangan Key yang tadi menarik kulit kedua pipinya. Kibum segera melepaskan kedua jarinya dari pipi Soo Jung dan mendesis. “Neo! Lagi-lagi kau datang tanpa memberitahu kami!”

“Tidak usah menarik pipiku juga bisa, kan?!”

“Kau–“

“Kibum, sudahlah”, Minho menarik jauh kerah kaus Key dan memeluk singkat Soo Jung, “kapan kau sampai di sini, Soo Jung-ah?”

“Minggu lalu”, Soo Jung menggosok wajahnya yang memerah, “maaf ya tidak memberitahu kalian.”

Sang leader SHINee tiba-tiba merangkul bahu si gadis, “Mwo? Kenapa begitu?”

Soo Jung menunjuk Jonghyun yang tengah duduk di sofa.“Tanya saja makhluk pendek berambut rancung yang ada di sana”, ucapnya datar.

Jonghyun spontan menyemburkan air mineral yang tengah ia teguk saat mendengar panggilan tadi. “Yah! Siapa yang pend–“

Ucapannya terhenti saat keeempat pasang mata para member SHINee tertuju padanya dan seakan berkata, ‘Kenapa kau tidak memberitahu kami, bodoh?’

“Hei, hei! Aku hanya– Ya, ya, YAH! TAEMIN! KEY! BERHENTI!”

Si gadis menghela napas menatap tingkah ketiga manusia yang tengah ‘bergelut’ di atas sofa. Well, sudah lama juga dia tidak melihat mereka bertingkah seperti bocah. Si gadis berjalan keluar ruangan khusus SHINee itu dan melihat sekeliling. Sekilas terlihat Min yang tengah asyik bercengkrama dengan 2AM oppadeul, kemudian terlihat juga beberapa member MBLAQ serta B1A4 yang tengah mengobrol dan bersandar di sepanjang lorong lantai enam.

Sesuatu menarik perhatian Soo Jung. Lantas ia melirik Jinki yang kini masih terkikik pelan di sampingnya, “Jinki-ya, coba lihat kemari.”

Eung?”

“Anak itu… siapa?”

Soo Jung menunjuk seorang pria yang tengah berdiri di dekat pintu masuk studio. Lelaki yang berperawakan tinggi, namun wajahnya… hei, apa dia seorang laki-laki?

“Oh. Dia rookie. Kalau tidak salah dari NU’EST. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa. Tapi… sebagai seorang wanita, aku iri padanya.”

Jinki menjitak puncak kepala si gadis, “Hush! Kau itu–”

Eiyaa~ tapi aku benar, kan? Dia itu cantik!”

Hngg– benar juga, sih…”, lelaki berusia 23 tahun itu mengangguk-angguk kecil.

Beberapa saat kemudian, Ren –yang tadi Jinki dan Soo Jung bicarakan– menoleh ke arah mereka berdua setelah merasa diperhatikan. Dia tersenyum dan membungkuk dalam, “Annyeong haseyo.”

“O–oh. Annyeong”, respons Jinki dan Soo Jung kikuk.  Merasa tidak enak hati dengan Ren, Jinki dan Soo Jung berhambur masuk kembali ke dalam ruang ganti milik SHINee. Mereka berdua menatap satu sama lain dan tertawa kecil.

“Kalian kenapa?”, suara bariton mlik Minho kembali terdengar. Ia meneguk minuman dinginnya sebelum duduk di sebuah kursi. Matanya masih menatap Jinki dan Soo Jung bergantian.

Ani, tidak apa –yah, kau mau ke mana, Kibum?”, tanya Onew pada Key yang berjalan keluar ruangan.

“Miss A. Aku ingin bertemu mereka sebentar. Beritahu aku kalau kalian akan pergi ke SBS, oke?”, ucapnya seraya berjalan menuju ruangan di samping. Taemin pun meminta izin keluar untuk berjalan-jalan sebentar –yah, sebenarnya ia juga ingin ikut menyapa sunbae yang lainnya.

“Ah!”, Soo Jung menjentikkan jari. Ia melirik sekitar; Minho dan Jonghyun tengah sibuk mengobrol, Taemin dan Key tangah beranjak keluar, sedangkan Onew sedang berkutat dengan iPodnya. SI gadis mengangguk kecil, lantas mendekati salah seorang manajer SHINee yang kini mengobrol pada seorang coordi, “Choi Jin-oppa, boleh tahu sesuatu?”

“Oh, tentu. Ada apa?”

“Kapan jadwal mereka kosong?”

“Kosong? Tunggu sebentar.”

Choi Jin kemudian mengecek ponselnya. Ia mengamati beberapa schedule yang telah ia atur susah payah dalam beberapa minggu ini. “Hmm, negatif. Jadwal mereka full minggu ini. Minggu depan pun sama.”

Soo Jung melenguh kecewa, “Benarkah? Aaah~ Sungguh disayangkan.”

“Memangnya kenapa, Jung-ah?”

“Tidak apa-apa. Aku… hanya bertanya saja, kok”, jawabnya sambil tersenyum sedikit terpaksa.

“… Oh, sebentar, sebentar.”

Pria berumur awal 30-an itu kembali mengecek ponselnya. Kedua alisnya tertaut –tanda ia serius mengamati sesuatu. “Kalau untuk sekadar bertemu, waktunya ada. Hari Minggu besok, setelah selesai KBS Open Concert, mereka kosong. Pukul sembilan malam. Bagaimana?”

Call! Call! Setuju!”

“Baiklah, aku tandai tanggal ini. Kutanya lagi, memang kenapa kau menanyakan hal ini?”

Si gadis mendekatkan wajahnya pada telinga kanan Choi Jin, “Pokoknya setelah jadwal KBS, seret mereka ke kafeku, oppa. Ada semacam pesta kecil yang kubuat sendiri. Oppa juga boleh ikut, kok. Yang pasti jangan beritahu mereka kalau aku yang merencanakan ini.”

“Kejutan? Aaaah~, aku mengerti. Baiklah, akan kulakukan. Tetapi jangan sampai terlalu larut, oke? Mereka juga butuh istirahat, Jung-ah”, bisik Choi Jin.

Eung! Arasseo.”

—–

Sunday, 25th March 2012, 10.20 PM KST.

Café Cia, Samcheong-dong, South Korea.

Boom shakalaka! Boom shakalaka! Boom shakalaka! Dance, dance, da-da-“

DANCE!

Boom shakalaka! Boom shakalaka! Boom shakalaka! Dance, dance, da-da-

DANCE~!

Big Bang – Fantastic Baby. Dua makhluk itu menari tanpa arah diiringi musik up-beat milik grup asuhan YG tersebut. Kafe sudah Soo Jung tutup sekitar sejam yang lalu, dan sekarang ruang lantai satu rumahnya –yang sehari-hari biasa dijadikan kafe– telah berubah menjadi kamar disko darurat. Hentakan bass serasa menggema tiada dua.

“Kau tahu? Walaupun dia lebih tua dua tahun, mental keduanya kadang terlihat sama”, bisik Key pada Jonghyun. Yang diajak hanya bisa mengangguk, “Setuju.”

What, Onew?!”, tunjuk kedua manusia –yang sepertinya kehilangan kesadaran untuk sementara– pada sang leader yang tengah mengangguk-anggukan kepalanya sesuai ketukan.

Onew balas menunjuk dengan kedua tangannya, “Wow~ Fantastic baby!

Wooo~hoo!”

Dan kini si pria tertua ikut berdiri dan menggila dengan kedua dongsaeng-nya itu. Untung saja semua meja dan kursi sudah mereka singkirkan sebelumnya, kalau tidak, mungkin seluruh sudut ruangan sudah terpecah belah semuanya.

Beruntung seluruh keluarga Soo Jung tidak ada di rumah. Ayahnya masih bekerja di Singapura. Ah Ra, ibunya, tengah mengunjungi saudaranya di Gyeongju, sedangkan adiknya, Ha Joon, sedang mengikuti rapat semalam suntuk untuk pesta kelulusan angkatannya.

Jonghyun berbisik, “Kau tidak ikut, Minho?”

“Tidak. Cukup melihat mereka saja.”

“Kau, Key?”

Yang ditanya hanya bisa diam. Kedua mata yang tersembunyi dibalik poni pirangnya hanya menatap ketiga manusia yang tengah bergerak gila mengikuti irama lagu.

“Kib –wuah!”

Key meletakkan gelasnya yang sudah kosong di meja dengan keras. Ia bangkit dari kursi dan bergerak menuju tiga rekannya itu, “YEAH! FANTASTIC BABY~!!”, teriaknya dengan tangan terkepal di atas sebelum ikut menari tanpa kesadaran.

Jonghyun menepuk dahinya sendiri, “Ya Tuhan.”

WO-HOO!”

Musik berhenti. Tawa menggema di dalam ruangan yang cukup luas itu, sebelum akhirnya kembali tertutup oleh sebuah intro lagu yang terputar dari sound system milik keluarga Hwang.

Wuah, EXO! EXO!”, ujar Taemin dan segera melepas jaket yang sebelumnya ia pakai. Si anak termuda dalam grup itu langsung mengambil posisi di tengah ruangan dengan tampang serius; diikuti oleh Key dan Onew yang siap di belakangnya.

Listen!

Neukkil su inni

Nae simjangi, ttwijireul anha (My heart be breakin’)

WOOO!”

Jonghyun dan Minho bersorak. Keduanya kadang bersiul, dan tawa mereka pecah saat Key tiba-tiba memperlihatkan gerakan salah satu girlband’s dance pada sela-sela iringan musik.

Soo Jung terkikik. Kafe yang sepertinya nampak sunyi dari luar, keadaanya terbalik seratus persen. Untung saja ruangan ini dilapisi lapisan kedap suara, sehingga tidak ada hantaran suara yang berpenetrasi keluar ruangan.

Sang gadis beranjak ke balik meja bar. Dibukanya pintu kulkas yanga ada di pojok, lantas senyumnya terkembang ceria. Ia melongok ke arah lima laki-laki itu; mereka masih tampak larut dalam suasana.

Key berteriak, “Every, every, everyday naega mandeun History~!”

Soo Jung kembali tertawa kecil.

TIME FOR THE CAKE!”, teriaknya keras.

Semua member menatap si gadis, kemudian mata mereka beralih pada sebuah benda yang dibawa oleh Soo Jung.

“Wuaaaah, daebak!”

“Kau membuatnya sendiri, noona?”

“Itu… Cheese cake yang pernah kau buat waktu trainee dulu, ‘kan?”

Soo Jung mengangguk. “Kau masih mengingatnya, Minho?”

“Tentu saja!”

Soo Jung meletakkan kue sebesar diameter bola basket itu di meja.“Oh ya… Kalian besok ada jadwal pagi?”

“Tidak. Memangnya kenapa?”, tanya Jonghyun yang mengambil sebuah strawberry yang ada di atas permukaan kue.

“Bagaimana kalau aku merayakan comeback kalian…”, Soo Jung menunjuk meja di sebelah bar, “dengan sedikit soju?”

CALL, CALL!

Soo Jung mengambil sebotol soju dingin itu, “Dan kau, Taemin. Jangan minum ini dulu, arasseo?”

Yah! Noona!”

—-

Soo Jung menutup pintu kamarnya. Pukul dua belas malam, dan ia baru saja mandi setelah seharian sibuk membuat kue dan menyiapkan beberapa hal untuk mengadakan pesta kecil-kecilan itu.

Ia menuruni anak tangga kayu menuju lantai satu. Dahinya mengrenyit; mereka semua tertidur pada sofa. Dua botol soju tergeletak kosong di atas meja dengan sebuah piring dengan beberapa noda whipped cream di atasnya.

Cklek.

“Oh, Jungie?”

“Kau baru membersihkan eyeliner-mu yang tebal itu, Mr. Sherlock?”

“Begitulah… Oh ya, aku pinjam handuk kecil yang ada di atas rak wastafel. Tidak apa-apa?”

“Tentu.”

Soo Jung membersihkan sisa gelas piring kecil yang ada di meja. Sekarang tidak ada lagi suara gaduh ataupun suara dentuman bass yang tadi terasa menusuk telinga. Yang terdengar hanyalah suara angin yang berhembus diluar bangunan, kadang disertai dengan suara deru mesin kendaraan yang melintas.

“Sekali lagi selamat untuk comeback kalian, Hyun”, ujar Soo Jung seraya memutar kran sink di dekat mesin pembuat kopi. Jonghyun yang berada di sampingnya mengangguk, “Terima kasih.”

“Besok benar kan kalian tidak ada jadwal pagi?”

“Tidak, tenang saja. Kami keluar dorm siang hari, kok.”

“… Baguslah.”

Suara air yang tadi mengalir kini berhenti, tergantikan oleh dengkuran halus milik empat member lainnya yang memasuki kedua liang telinga Soo Jung. “Kalian pasti sangat lelah, ya?”, tanyanya sembari bersandar pada counter.

Heung–Tidak usah kujawab juga kau tahu, bukan?”

Soo Jung melirik lelaki yang ada di hadapannya. Tangannya menarik handuk yang ada di genggaman si pria. “Masih ada sisa sabun di dekat rambutmu, bodoh”, ujarnya sambil menempelkan handuk itu di dahi bagian atas Jonghyun.

Lelaki itu hanya tersenyum.

“Kuharap kalian bisa menjaga kesehatan. Jangan terlalu memforsir tenaga. Itu saja pesanku, oke?”

“Tentu”, jawabnya sambil menangguk kecil.

Si gadis mengehela napas panjang dan meletakkan handuk itu di meja.  “Aku mengambil cuti hanya satu bulan”, ucap Soo Jung.

“Jadi… Kapan kau ke Paris lagi?”

“Tanggal 14 April. Tiketnya sudah kupesan.”

Jonghyun tersenyum kecil, “setidaknya kau masih di Korea pada tanggal 8 April.”

Perempuan itu kembali terkekeh.

“Oh iya. Kau tidak lagi sering meminum kopi, ‘kan?”.

Jonghyun mendelik tajam pada Soo Jung. Gadis itu berdecak. “Tidak. Sesuai perintahmu, tuan Kim.”

“Baguslah. Kau tahu sendiri ‘kan akibat banyak meminum kopi itu apa?”

“… Iya, iya. Aku tahu.”

Di sisi yang lain, Key –yang ternyata sudah bangun daritadi– membuka sedikit mata kirinya. Kepalanya masih besandar pada bahu Taemin, dan si kecil-yang-katanya-beranjak-dewasa itu masih tertidur cukup pulas.

“Hubungan mereka sangat tidak jelas”, gerutu Minho. Key terkejut; diliriknya segera Minho yang masih bersandar pada sofa.

“Aku setuju.”

—–

Thursday, 29th March 2012, 07.15 PM KST.

M! Countdown Recording, Mnet Studio.

“SHINee!”

Teriakan penonton bergaung. Key membelalakkan mata, sedangkan sang tetua grup, Onew, hanya menatap ke arah penonton tidak percaya.

Jung Shin memberikan trofi bening M!Countdown kepada Key, yang disambut tepukan tangan beberapa artis lain yang ada di panggung. Jonghyun berteriak mengungkapkan kegembiraan, disusul senyuman Minho dan Taemin yang membungkuk dalam ke arah penonton.

Sudut bibir milik Soo Jung –yang lagi-lagi duduk tepat di bagian tengah studio– terangkat membentuk sebuah kurva kecil. Kemenangan yang kedua untuk Sherlock; akhirnya mereka kembali merasakan trofi kaca bening itu setelah terakhir kali memegangnya tiga tahun yang lalu.

Jonghyun menunjuk sekumpulan penonton –atau mungkin Soo Jung?– dengan tangan kanan, disusul sebuah kedipan mata darinya.

Ish! Apa-apaan itu?!”

Soo Jung bergidik. Tetapi saat keempat member yang lain melambaikan tangan ke arahnya, ia kembali menunjukkan senyum.

Fighting, Sherlock(s)!”

***END***

Annyeong, saya kembali!

Sesuai dengan note yang di atas, plot ff ini mengambil latar waktu sekarang, enggak ada hubungannya sama plot Y.O.U. Jadi, aku harap enggak ada yang bingung, yah🙂

Mungkin ada pertanyaan : “Loh? Kok jadi gini?”, “Lah? Hubungan Soo Jung sama Jonghyun kok begini, ya?”

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya memutuskan bahwa Year of Us adalah kumpulan flashback alias cerita masa lalu mereka. Jadi, kalau yang masih ingin tahu, silakan tunggu Y.O.U yang berikutnya🙂

Tetapi berhubung kegiatan saya lagi nadzubillah banyak sekali, jadinya saya akan kembali super hiatus selama beberapa minggu (atau bulan?) demi kehidupan akhir SMA saya dan masa kuliah nanti. Mohon doanya m(.___.)m

Oh iya. Mohon maaf kalau FF ini sedikit berantakan/membosankan. Maklum, buatnya ngebut ;___; FF ini rencananya mau dipublish minggu lalu, tapi karena satu dan lain hal, gagal sudah rencana itu.

Terima kasih!

Regards,

Mya.

22 thoughts on “{Soo-Hyun’s Pièce} Sherlock

  1. as usual myaa, your ff is daebaak!!
    haha, soo-hyun ttp gak jelas, tapi udh lumayan banyak kemajuan yaa?
    gak terlalu kaku kayak di Y.O.U.

    seneeng, SHINee is back!!
    bareng sama soo-hyun is back, keke~
    Y.O.U next part ttp ditunggu yaaa🙂

  2. sebenarnya soojung pacaran gak sih sama jonghyun? T,T ya ampun, itu taemin ‘si maknae yang sudah beranjak dewasa’ emang iya sih udah dewasa😄
    oh iya, salam kenal ya mya eonn ^^ mian baru bisa komen disini~ hehe pas di Y.O.U aku gak sempet komen T.T

  3. kyaa syaini sherlock kkk🙂 mya udah lama ga muncul, sekalinya muncul lgs sherlock gini, padahal aku sudah menanti2 YOU nya tapi gpp keren kok aku suka kyaa taemin😉 kaget tiba2 nyanyi2 EXO haha demam history ya. eh si Ren muncul jadi cameo, baru kemaren aku nanya sama kamu di twitter ttg ren kk iya cantik ya Ren..

  4. Daebak..tp ko ending nya ngegantung ya*digebuk..tu jong oppa ma soojung hbungannya pa sich..pcr,ttm,(?) ..fighting aja buat unnie..
    Kekeke~tu si magne gila2an..onew oppa hati2 jogetnya nanti encok lho*eh/digampar mvp..sekian unn..pai pai*tebar kiss/hueekk

  5. waaaa daebak , akhirnya y.o.u update jg . hahaha hubungan tanpa status soo-jung lucu juga🙂 fighting , ditunggu ff y.o.u selanjutnya🙂 semngat jg buat menempuh UN ~

  6. aiyaaa~! itu Ren nyempil, wakaka xD emang ya, dia tuh terlalu cantik buat jadi cowok .__. what a true pretty boy ~

    uyee~! SHINee is back. oh I’m curious yeaah~ /slapped
    hubungan Soojung sama Jonghyun sepertinya masih sama kyk yang di Y.O.U ya ?
    tapi yang ini udah lebih baik lah (?)
    sama kayak yang dikatakan Minho, hubungan mereka itu sangat tidak jelas.
    kenapa ga pacaran aja sih ? /maksa xD

    ditunggu next part nya! oh, yang Y.O.U nya juga~
    hwaiting mya unnie!😀

  7. Ahhhh… Mya~ saya tinggalin jejak dulu.
    Lagi cari tugas.. T___T
    Oke, Shinee jjang! ITB jjang! #Plakkkk
    *back to google*

  8. penasaran ma hub soo jung ma jonghyun…
    spt kata minho, hub mereka sangat gak jelas..
    d’tunggu aja ff flashback’y, gak berani nebak2 cerita’y.. hehe

  9. Eonnieeeeee aku suka jonghyun disini aaaaa entah kenapa dia keren disini >w< eonnie bikin aku galau jjong u,u *ditendang onew* yah seperti biasa~ ff eonnie daebak! Semua ff disini daebak😄
    eonnie mau lulus ya? hwaiting ujian dan tes masuk univnya ya eon! Mya eonnie paiting!~ *nabuh galon sama onyu*

  10. kyaaaaaaa! SHINee is back! Sherlock bitnaneun SHINee^^
    waaaa akhirnya ada juga kelanjutannya..hubungannya berkembang pesat bgt yah😀
    Mian gak sempet komen di prev part😦
    Ditunggu kelanjutannya😀😀😀

  11. Seneng liat SooHyun ga terlalu kaku kayak di Y.O.U😀
    Hohoho, ayoo perjelas hubungannya😄
    Gemes liat SooHyun HTS.an *tos sama minho-key*
    Wkwk, setuju sama soojung, Ren itu cantiiiik banget!! Aku sebagai wanita juga merasa kalah huaaaa😥
    Semangaat buat UNnya ya ka Mya :))))

  12. yah mereka ga pacaran ya??
    aigoo, kuenya bikin ngiler *kebetulan belum makan siang #plak curcol jadinya..
    daripada ngeliat hubungan soojung sama jonghyun yang gajelas arahnya, mending ikut gila-gilaan sama key, taemin sama onew.. “YEAH FANTASTIC BABY!!” #abaikan..

  13. Yey!! Mya! akhrnya gw bisa coment…😄
    First, telat bgt gw baca ini ya? tpi ggp lah, yg pnting baca toh. hehe..
    Suka! freshh dan ringan, like an coca cola… *mulai ga waras*

    “CALL, CALL!” –> berasa enk bgt dnger kalimat ini, ga tw knpa.. –a
    Dan.. dan.. gw pling suka gaya sengak’a Key pas matanya trtutup poni pirang N kmudian ikut berFantastic Baby..
    Yeyyyy!! Uri Kibummie!! *ikut bergabung* Dance!! Wuhuuuu~

    Terus2, masalah SooHyun, (ya Alloh… nyebut nama couple ini jdi kepikiran Samdong di Dream High.. >o<)
    HTS'an nih ye… cuit-cuit..
    Dari Y.O.U ampe sekarang t2p aja ya ga jelas, wlau udah terlihat lebih enjoy disini sh..
    Yo!! maju terus!! I'm so curious..

  14. annyeonghaseyo *bow90degree
    choneun Faridha imnida,, atau bisa dipanggil Lun,,
    bangapseumnida..

    ini author yg nulis Y.O.U itu?
    ah~ mianhae bru baca ini, stlh teaser itu,, stlah mlewati masa2 UN itu, ahirny bisa kebuka lagi~~

    gomapseumnida, udh bikin crita ff yg ”Jjang”!

    ah, o,ya,, couple Soo-Hyun ini mirip nma member snsd yah? Heehee *sembunyidibalikJjong*
    btw, hbungan mrk itu apa yaa??
    TTMan? PDKTan?*tapi kq lama*
    atauu.. pacaran??*awalny q kra gtu,

    last word, Keep Figting, great author!

  15. Aaaaaa!! Soo jungie~ beruntungnya dikau bisa nyanyi fantastic baby ama onyu *gigitjari*
    Setujuuuu! Ren itu cantiknya allahu akbar -_- dibandingin cewe asli juga yaahhh..begitulah *gaberanilanjutin*
    Tapi tumben aja itu si jonghyun ga ikutan gila-gilaan, padahal kan biasanya dia partner in crimenya si Kibum. Huuu, mentang-mentang ada soojung sih yaa..makanya jaim gitu *jitakjong*
    Tapi sumpah deh, ini si Jong ama Jung (?) Keliatan udah lumayan deket yaa dibandingin pas Year Of Us. Udah bisa jitak-jitakkan, padahal jaman YOU kan nyapa aja udah ba bi bu kayak orang gagu gitu😄
    Tembak jong! Tembak buruan itu si Soojung, ntar diambil Taemin aja baru deh nangis -__-
    Eh, pas Taemin nari History, ngebayanginnya langsung ke Kai loh, mya -_- itu anak dua kembar asli deh kayaknya *random*😄
    Lanjut ya mya! Smoga snmptn’nya lancar! Inget, belajar dulu , jangan ngecek wp trus *jitak*

  16. hmmh Unnie maafkan aku baru sempet komen,kmrn juga aku disibukin un jadi gadibolehin buka nb ;A; Maaf baru komen sekarang padahal bacanya udah lama.. ._.

    Shinee is back yeay! Mmmm makin penasaran sama Soo sama Jjong..mereka ada hubungan apa sih? Sumpah..di y.o.u kan mereka canggung gitu? Jangan jangan…. woahaha nunggu kelanjutannya aja daj daripada sotau gini eekekek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s