{New Staff} (BEAST) Yet

Title : Yet

Author : orin_park

Cast :

  • Beast’s Junhyung
  • Kim Seorim

***

Studio utama Ceci Magazine tampak ramai. Orang-orang dengan jaket borzuet hitam tampak mondar-mandir di dalam ruangan bernuansa putih itu dengan camera nikon yang tak pernah lepas dari genggaman. Ya, beberapa kru masih sibuk menyelesaikan pemotretan Illusions dengan CNBlue, beberapa lagi fokus mengedit gambar di depan laptop, sementara yang lain berkutat dengan tumpukan script fashion..

………………………………………..

“Ree.. tolong rapikan make-up Yonghwa-shhi!”

“Jin-ah, ambilkan flop, lensanya kotor!”

“Dongjoo-ya, break 10 menit sebelum frame persecond!”                                                     …………………………………………

Dan di antara banyak kebisingan itu, masih ada saja seseorang yang tampak acuh dan sibuk sendiri. Kim Seorim. Gadis dengan kaos rajut pastel yang tengah mengutak-atik nicon 2052-nya di hadapan salah satu lay out shoot itu masih terus mendengus mengamati hasil potretannya, “Haisshh.. noise. Harusnya aku tidak meningkatkan ISO-nya setinggi ini..”

“Okay… tenang, Rimmy. Kau masih bisa mencobanya lagi..” racaunya, mencoba menghibur diri. Ya, hanya mencoba, dan rasanya itu tak berhasil.

Kesal. Lagi-lagi gadis itu mendengus. Sejak kapan ia kehilangan skill memotretnya? Padahal, -seingatnya, dulu ia pintar membidik gambar. Ya, dulu. Saat pria Jepang itu masih ada di sampingnya. Dulu. Saat pria Jepang itu masih berjuang bersamanya untuk menjadi seorang fotografer Nolde, Denmark Magazine. Dulu. Saat pria Jepang itu masih utuh menghuni hatinya. Menghuninya dengan nyata..

“Jangan memaksakan diri, Rim-ah…” Seseorang tiba-tiba mengambil alih camera di tangannya dengan cepat.

Seorim terhenyak kaget, kemudian menoleh ke samping, “Dongjoo oppa..”

Pria bernama Dongjoo yang tampak berusia 30an tahun itu kini terkekeh kecil mengamati hasil gambar yang diambil Seorim, “Noise? Lagi? Ckk.. sudah berapa kali aku mengajarimu agar tidak menggunakan intens cahaya terlalu banyak?”

“Lima atau en… ah, tidak, tujuh kali! Tujuh kali ini dengan ini..” sahut Seorim,

Dongjoo kembali terkekeh, sementara matanya tetap fokus menslide setiap gambar dalam camera sambil sesekali menggeleng-geleng pasrah, “Kau lebih berbakat mengurus script daripada terus mencoba memotret seperti ini..”

Kim Seorim hanya merengut.

“Lagipula…” Dongjoo sedikit melirik Seorim kali ini, “Manager Shim akan marah kalau tau jurnalis kesayangannya ini berhenti membuat script dan malah bermain-main dengan Nicon Camera..”

“Oppa~ aku tidak bermain-main! Aku memang suka memotret!” sungut Seorim, membela diri.

“………”

“Sejak di Slagelse dulu aku sudah pegang Camera..”

“………”

Seorim menggembungkan pipinya, kesal. Song Dongjoo. Kenapa seniornya ini kadang begitu menyebalkan sih? Bahkan sifat menyebalkannya itu tak juga hilang setelah 2 bulan lalu menikah? Ugghh.. Gadis itu kembali mendengus setelah beberapa lama tak diacuhkan, “Oppa, aku berbakat dalam fotografi!”

Dongjoo menoleh, sepasang matanya menyipit ragu menatap gadis yang belum genap 20 tahun itu, “Jeongmal?”

Seorim mengerucutkan bibirnya, “YA! Oppa tidak bisa meremahkan potensi orang Daegu!”

Song Dongjoo malah tertawa hangat kali ini. Pria itu menjitak kecil kepala Seorim lalu mengacak-acak rambut gadis itu dengan santai, “Hahaha.. Baiklah, Mrs.Daegu..”

“YA! OPPA! Jangan diacak-acak! Nanti aku ti-”

‘treeettt…treettt…’

Seorim memutus kalimatnya sendiri dan segera meraih ponselnya yang begetar di dalam tas. Dan detik berikutnya ia sudah sibuk membuka satu pesan masuk pada benda berlayar sentuh itu sambil tersenyum sumringah..

“Waey? Neo namjachingu?” goda Dongjoo, merangkulkan lengannya di pundak Seorim. Ia mencoba mengintip layar benda tipis itu tapi Seorim lebih dulu mengelak.

“No! I’am single…” gadis itu menjulurkan lidahnya sambil kembali memasukan ponsel kedalam tas, “Oppa aku sudah selesai kan?”

Dongjoo lagi-lagi menyipitkan matanya, “Memang seharian ini kau bekerja apa?”

Dan entah kenapa kali ini Seorim malah terkekeh. Tidak ada lagi dengus atau racauan kesal. Mood-nya berubah total. Ya… Pesan singkat barusan sepertinya adalah kabar gembira yang paling ditunggunya selama seminggu ini.

“Kau mau pulang?” tanya Dongjoo

“Eung~” Seorim mengangguk cepat, “Boleh kan?”

“……………”

“DONGJOO-YA!! CEPAT! FRAME PERSECOND 3 MENIT LAGI!” tiba-tiba terdengar teriakan seseorang dari arah pintu Stream Studio.

Dongjoo menoleh, pria itu mengisyaratkan symbol ‘OK’ dengan sebelah tangannya, kemudian beralih lagi pada Seorim. Ia menyerahkan kembali nicon camera ditangannya pada gadis yang sudah dianggapnya adik itu, “Berhenti dulu bermain dengan ini. Selesaikan tugasmu. Script untuk White mice, deadline 3 hari lagi! Oke?”

Seorim tersenyum memasang sikap hormat, “Siap, Boss!”

Dan setelah Song Dongjoo berlalu masuk kedalam studio, Seorim segera berkemas memasukkan camera dan setumpuk rancangan scriptnya kedalam tas. Cepat-cepat! Ya, entah kenapa ia sangat merindukan pria itu setelah nyaris sebulan ini tak bertemu. Tunggu… rindu? Kenapa Seorim harus merindukan pria itu? Entahlah… hanya rindu saja, tanpa sebuah alasan yang jelas.

“Terburu-buru, Rimmy?”

Seorim baru saja hendak melangkah pergi saat seseorang tiba-tiba merangkul pundaknya dari belakang. Sial, kenapa banyak sekali yang seolah menahan langkahnya untuk bertemu pria itu? Seorim memanyunkan bibirnya dan menengok ke samping..

“Oppa?” Ia sedikit terkejut mendapati siapa sosok yang iseng menahannya itu. Kim Junsu, sang kakak. “Sedang apa disini?”

Junsu berjengit, “Kau benar-benar bekerja disini tidak sih?”

Seorim meringis, gadis itu buru-buru mengeluarkan sebuah lipatan kertas dari saku celana dan membacanya, “28 Februari, 2PM pemotretan untuk nature style..”

Junsu mengangguk mengiyakan, “Setelah pemotretan ini selesai, kami akan makan-makan, kau mau ikut?”

“Emmhh…”

“Khun akan mentraktir semuanya!”

Sebentar, Seorim mengecek lagi ponselnya yang kembali bergetar. Kemudian mendongak ke arah Junsu yang saat ini sudah berpindah di hadapannya, “Aku tidak bisa, Oppa. Aku-”

“Reclado teuich!!” pekik Wooyoung yang kemudian muncul dari belakang punggung Junsu bersama Junho.

“Ahhhh…” Seorim mendesah panjang.

Galau. Reclado teuich? Kenapa harus makanan Denmark kesukaannya itu? Ughhh… Jarang-jarang dia bisa menyantap steak jagung bersaus cheese milk di Seoul. Tapi kenapa harus sekarang? Kenapa harus saat pria itu sedang bisa ditemuinya?

“Memangnya kau mau kemana, Rim-ah?” tanya Junho

“………”

“Dorm Beast?” cletuk Junsu, seolah bisa membaca pikiran adiknya itu.

Seorim terkekeh kecil, menggaruk-garuk pipinya.

Wooyoung memanyunkan bibir, “YA! Oppamu ini kan member 2PM! Tapi bagaimana bisa kau lebih suka main ke Dorm Beast daripada Dorm kami?”

Kim Seorim menangkupkan kedua tangannya, memohon.. “Ayolah… mereka baru saja pulang menyelesaikan Beautiful Show dari Shanghai. Ya? Ya?”

Junsu melipat tangannya di dada, menatap adik perempuannya itu sok intelek, “Lalu?”

“Aku kan sahabat tercinta Doojoonie~” sahut Seorim, memasang aegyo sambil mengedip-ngedipkan matanya pada sang kakak.

Junsu menyentil hidung adiknya itu dengan gemas, “Menjijikkan… sana pergi!!”

Seorim nyengir kecil, “Oppa, gomawoyo…”

Dan isengnya, gadis itu masih sempat menjinjit dan mendaratkan satu kecupan di pipi kiri Junsu sebelum kemudian berlalu pergi meninggalkan Studio Ceci. Membuat member tertua 2PM itu berjengit ngeri di tempat. Aishhh… apa terlalu sering bermain dengan member Beast membuat adiknya itu jadi makin tidak waras?

Sementara Jang Wooyoung dan Lee Junho masih saling berangkulan dengan tampang shock, “Hyung… harusnya kau tidak mengenalkannya pada Yoon Doojoon..”

***

“Buckaroo!!” pekik Seorim begitu pintu di hadapannya terbuka.

Dan satu jitakan kecil langsung mendarat di kepala gadis itu, “YA! Berhenti memanggilku dengan sebutan aneh itu, Rimmy..”

Seorim mencibir tak peduli. Gadis itu melenggang masuk begitu saja, melewati sosok Yoon Doojoon yang masih berdiri di depan pintu. Matanya berjengit melihat ruang depan yang masih tampak berantakan dengan beberapa bungkus snack dan gelas-gelas kotor. Kalau dilihat sekilas dari keadaan Dorm yang seperti ini, rasanya pria itu belum sempat berada lama disini.

Doojoon mendengus sambil menutup pintu, “Kau memekik lalu masuk begitu saja seolah kau benar-benar tidak merindukan sahabatmu ini!”

Seorim menoleh kecil, “Memang tidak..”

“Heh? Jadi untuk apa kau datang kesini?”

“Molla~”

Dan untuk kesekian kalinya, Kim Seorim mengacuhkan pria itu dan berlalu menuju ruang tengah Dorm Beast dengan santai. Ia mengedarkan pandangannya sambil mencari-cari seseorang yang biasanya tengah mengutak-atik laptop di sofa merah ruang tengah. Tapi dia tidak ada disana.

Seorim beralih ke dapur, berharap menemukan pria itu sedang berjongkok di depan kulkas sambil menengguk sekaleng coca-cola dingin. Tapi tidak ada siapa pun juga disana. Nihil. Benar-benar tidak ada tanda kehidupan di Dorm ini. Ya, tidak ada, kecuali dari sosok leader Beast yang saat ini masih geleng-geleng kepala melihat kelakuan gadis itu.

“Sepi sekali~” racau Seorim. Gadis itu akhirnya kembali ke ruang tengah dan menghempaskan diri keatas sofa merah.

Doojoon berdecak. Sepi? Bukan karena hanya ada dia seorang di Dorm ini, Doojoon tau itu. Sekalipun Yoseob, Dongwoon dan yang lain berada disini pun, Seorim akan tetap mengatakan ‘sepi’ jika pria itu tidak ada.

Doojoon membuka lemari es kecil di sudut ruang tengah, mengambil dua botol air putih dari dalam sana lalu melemparnya satu kearah Seorim, “Dia sedang di tempat Tiger hyung..”

“Owhhh…”

Doojoon tersenyum. ‘Owhhh…’? Ya, mungkin hanya sebuah tanggapan yang absurd dan terlihat acuh. Tapi sebuah sirat kelegaan yang terpancar dari raut wajah gadis itu tak bisa membohonginya. Seorim peduli, benar-benar peduli pada pria itu..

“Dia tidak menghubungimu saat kami pulang?” tanya Doojoon kemudian, ikut menghempaskan diri di samping Seorim.

Seorim menoleh, mengocok-ngocok botol di tangannya tanpa berniat menengguknya sama sekali, “Memangnya dia harus menghubungiku?”

“Tapi kalian kan-”

“Apa?” potong Seorim, cepat.

Yoon Doojoon mengedikkan bahu, “Entahlah… aku sendiri bingung dengan hubungan kalian..”

Seorim hanya diam. Dia sama sekali tak berminat membahas hubungannya dengan ‘pria itu’. Karena ia sendiri masih tidak yakin dengan perasaannya. Sebagai ganti, ia iseng mengamati botol minum di tanganya dan menemukan sesuatu. Tulisan hanzi. Gadis itu langsung tersenyum licik mengingat sesuatu, “Ngomong-ngomong, Buckaroo…”

“Waey?”

Gadis itu meletakan botol air mineral tadi ke atas meja, lalu menyodorkan kedua tangannya kearah Doojoon, “Oleh-oleh?”

“Cishhh…” cibir Doojoon. Pria itu meraih sebuah tas ransel hitam disebelah sofa dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana, sebuah kerajinan tangan khas Shanghai berbentuk lampion kaca kecil yang bisa menyala dalam gelap…

“YA! Hanya ini? Kau ke Shanghai dan hanya membelikanku ini?” pekik Seorim ketika Doojoon menyerahkan benda mungil itu untuknya, “Ya Tuhan… bahkan di Daegu ada banyak kerajinan tangan yang lebih bagus dari ini..”

Doojoon terkekeh. Ia sama sekali tidak jengkel atau apa. Karena beginilah Kim Seorim, sahabatnya. Gadis cablak yang tidak tau terimakasih, tidak tau malu, senang mengacuhkan orang lain, keras kepala, suka membanggakan dirinya sendiri, penagih utang… dan… ya, rasanya tak akan pernah habis jika harus membicarakan kejelekan gadis itu. Tapi semenyebalkan apa pun Seorim, Yoon Doojoon tak pernah bisa membencinya, tidak saat ia tau bahwa gadis sok kuat ini ternyata memiliki satu sisi rapuh yang tak diketahui banyak orang.

“Yaishhh.. berhenti membangga-banggakan kotamu itu, Mrs.Daegu..” lengan Doojoon sudah beralih merangkul pundak Seorim kali ini, mencoba menghentikan segala ocehan panjangnya tentang Daegu.

“Ckk.. kau harus tau betapa indahnya Daegu, Buckaroo..” decak Seorim. Ia merapikan poninya dan siap berpose saat sadar camera ponsel Doojoon sudah menggantung di hadapannya..

“Hana… dull… set…”

“DAEGU!!!!” teriak Seorim, memanyunkan bibirnya..

‘Ckrreeekkk…’

Yoon Doojoon mendesis melirik sahabatnya itu, “Kenapa kau jadi semakin mirip dengan Junsu hyung sih?”

“What’s the problem? I’am his sister…” sahut Seorim, santai. Gadis itu langsung mengambil alih ponsel Doojoon dan mengarahkan cameranya lagi ke arah mereka berdua, “Ok. Once again…”

“Hana… dul….”

Seorim tiba-tiba menoleh sebelum jarinya kemudian menekan tombol potret, “Kau juga harus berteriak ‘DAEGU’!!”

Doojoon mendengus pasrah, “Arra…”

“Oke. Hana… dull…set..”

“DAEGU!!!”

‘Ckrrreekkk….’

“Ahhhh…. Mrs.Daegu! Kau disini?” terdengar suara memekik dari arah depan, seorang pria kemudian muncul dari balik rak buku -yang merupakan pemisah ruang tengah dan ruang depan-, “Ya Tuhan! Bagaimana bisa kami pulang dan disambut dengan pemandangan Selca couple?”

“Yang Yoseob, kau masih berhutang 50 coklat untukku!” tuding Seorim, tanpa basa-basi.

“Ahh.. tidak! Enam! Enam puluh! Aku lupa menghitung Shanghai!” ralatnya sedetik kemudian, dan selanjutnya, gadis itu sudah mengambil beberapa selca lagi bersama Doojoon.

Yoseob mendengus, “Kenapa kau selalu menagih itu?”

“Karena kau sudah menjanjikannya, Seobi…” kekeh Doojoon.

“Tapi kan aku tidak serius waktu itu! Just kidding, you know? Lagipula, yang benar saja, masa 10 coklat untuk sekali show? YA! KIM SEORIM!!”

Tapi Kim Seorim tidak lagi mau peduli. Tidak pada Yoseob mau pun Doojoon. Matanya sudah beralih pada sosok lain yang kemudian muncul di belakang Yoseob dengan hoodie hitam bermotif neil abstrak. Sosok yang ditunggunya sejak tadi,

“Yongie!” panggilnya.

“Eung?” Junhyung menoleh malas. Seorim buru-buru meraih sesuatu dari dalam tas, kemudian melemparkannya pada rapper Beast itu. Sekaleng coca-cola..

“Thanks…” Pria itu tersenyum kecil, kemudian berlalu begitu saja kedalam kamarnya.

Seorim menatap bingung, “Waey?”

“…………….”

“Aishhh… kenapa jadi aku yang memarkir mobil?” dengus seseorang. Suara baru. Lee Gikwang menyeruak masuk dengan menjinjing kantong plastik putih. Ia terus merancau tidak jelas sambil melepas sepatunya.

Seorim menoleh, “Kau kenapa?”

“Rimmy mouseee….” senyum Gikwang langsung merekah saat mendapati gadis itu tengah duduk di samping Doojoon.

Doojoon berjengit ngeri, “Kenapa semua orang di Dorm ini mendadak jadi sok manis saat bertemu denganmu, Rimmy?”

“Aku tidak!” Yoseob membela diri, “Aku memang sudah manis sejak dulu…” dan pria itu melenggang pergi begitu saja menuju dapur.

“Rimmy mouse, ada sesuatu untukmu..” Gikwang dengan bersemangat mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong plastiknya, “Taaarraaaa!!!”

“STARBUCKSS!!!” pekik Seorim.

Hot Carramel Coffee Starbucks. Dan untuk sejenak, kebingungannnya tentang Junhyung teralihkan. Kim Seorim langsung menyambar Cup minuman favoritnya itu dengan antusias, “Sejak kapan kau tau favoritku?”

“Junhyungie~”

“Heh?”

Gikwang mendudukkan diri di lantai dan melipat tangannya ke atas meja, “Aku tidak tau apa-apa tentang Starbucks. Itu dari Junhyungie~”

“Yongie~?” Seorim lalu melirik kearah pintu kamar Junhyung yang masih juga tertutup, “Apa dia baik-baik saja?”

Doojoon melompat turun dari atas sofa, “Kenapa tidak kau tanyakan langsung saja padanya?”

***

“Hi, Mr.Cola…” Seorim melongokkan kepalanya kedalam kamar.

Yong Junhyung beranjak dari posisi rebahnya dan beralih duduk di tepi ranjang. Ia tersenyum kecil sambil menengguk kembali sekaleng coca cola di tangannya. Wajahnya terlihat lelah, kedua matanya yang tajam itu kini terlihat sayu, seolah ada beban yang menekannya. Kacau dan tidak sedang baik-baik saja. Ya… pria yang biasanya terlihat cool itu, sedang memikirkan sesuatu yang tak bisa diputuskannya sendiri..

“Kau mau terus berdiri di sana, Mrs.Coffee?” tegur Junhyung.

Seorim menyesap Carramel coffee ditangannya, menyeruak masuk kedalam, kemudian menutup pintu, “Katakan sesuatu selain ‘kau baik-baik saja’, karena aku tak akan mempercayainya..”

Junhyung terkekeh kecil, “Aku merindukanmu..”

“Heh?”

“Aku bilang, aku merindukanmu..”

“Aku?” gadis itu menunjuk wajahnya sendiri dengan tampang bodoh.

Junhyung mendengus, “Bukan. Bukan kau, kalimat itu untuk Goo Hara..”

Eh? Goo Hara? Oke. It’s fine. Setiap pria hanya akan merindukan kekasihnya saja, bukan gadis lain. Memang selalu begitu kan? Dan Seorim bukan kekasihnya, bukan siapa pun untuknya, tapi kenapa gadis itu tiba-tiba merasa kesal? Rasanya sedikit… eung.. menyesakkan. Nyaris sesesak saat minggu lalu ia mebaca artikel “Yong Junhyung telah mengenalkan Kara Goo Hara kepada Ayahnya..”

Dan, hey, kenapa harus membahas gadis itu?

Seorim membalikkan badan dan hendak beranjak pergi kalau saja Junhyung tak menahan lengannya, “Waey? Kau cemburu?”

Seorim menoleh malas, “Tidak..”

Junhyung menaikkan sebelah alisnya, “Lalu? Kenapa tadi kau mau pergi?”

Seorim terhenyak. Kenapa tadi ia mau pergi? Ia… ia tidak punya jawaban untuk itu. Entah, ia sendiri tidak tau kenapa badannya tiba-tiba berbalik. Ia tidak tau kenapa ada sebuah rasa yang mendorongnya untuk segera pergi selama beberapa detik lalu. Dan ia tidak tau kenapa nama ‘Goo Hara’ selalu bisa mengacaukan pikirannya belakangan ini.

“Aku hanya sedikit lelah belakangan ini..” Junhyung tersenyum, meraih kedua pundak Seorim agar menghadap lurus kearahnya. Entah kenapa ia langsung mengalihkan pembicaraan saat melihat gadis itu nampak tersudut, “Manager hyung terlalu memforsir kami. Kau juga pasti menyadari lingkar hitam di bawah mata Doojoon kan? Dia kurang tidur..”

“Dan?” tanya Seorim, gadis itu kembali menyesap Hot Carramel Coffee-nya sambil menatap sepasang mata Junhyung lurus-lurus. Ia tau kalimat itu belum berakhir. Masih ada penjelasan lain yang harus ia dengar..

Yong Junhyung menghela nafas berat, “Dan tadi aku sempat bertengkar dengan Tiger hyung tentang salah satu lagu untuk album baru Beast…”

“Harusnya kau mengatakannya sejak awal, kan?” desah Seorim, tangan kanannya terulur mengelus pipi kiri Junhyung, merambat keatas, menekan lebam biru kecil di dekat pelipis yang tertutupi oleh sebagian rambut pirang pria itu,

Junhyung meringis kecil,

“Kenapa selalu begini jika bertengkar dengan Tiger Oppa?” hardik Seorim. Gadis itu masih serius mengamati lebam di wajah Junhyung dan mengusap-usapnya. Sementara Junhyung tersenyum puas melihat ekspresi gadis itu,

“Kau mencemaskanku?” selidiknya.

“Tidak!” sangkal Seorim, cepat.

“Benarkah?” goda Junhyung, “Lalu apa namanya kalau bukan cemas?”

Seorim buru-buru menurunkan tangannya dari wajah pria itu, “Tida, tidak. Aku hanya…. eung.. khawatir?” dan gadis itu bahkan tak yakin dengan jawabannya sendiri.

Junhyung mentautkan alisnya, “Seberapa khawatir?”

Seorim kembali menyesap Carramel Coffee-nya, mencari kesibukan, “Eung… ya, khawatir seperti Yoseb mengkhawatirkanmu..”

“Tidak lebih?” tanya pria itu, sedikit berharap.

“Eung~” angguknya, masih dengan Papper Cup yang menggantung di mulut, “Jika kau bad mood begini, kasihan Doojoonie kan? Tidak ada yang akan membantunya membersihkan Dorm..”

“Sialan..” umpat Junhyung, terkekeh. Ya, sial! Kenapa gadis ini selalu bisa mengembalikan moodnya? Kenapa gadis ini selalu bisa membuatnya tertawa di saat-saat buruknya? Junhyung menyentik pelan dahi Seorim hingga gadis itu mengaduh dan membuat Cup Coffee-nya yang sudah kosong itu lepas dari mulutnya, “Jadi, Mrs.Coffee, buatkan aku sesuatu..”

“Heh?”

Junhyung mencondongkan wajahnya, menyatukan dahinya dengan dahi Seorim, “Kau tau? Aku bosan selalu makan makanan instan belakangan ini. Itu tidak sehat kan? Aku butuh asupan gizi agar tumbuh tinggi..”

Seorim menyipitkan matanya, “Kau sudah cukup tinggi, Mr.Cola..”

“Aku ingin lebih tinggi lagi!”

“Seberapa tinggi?”

Junhyung berangsur menjauhkan wajahnya dan beralih mengedikkan dagu kearah pintu kamar, “Setinggi dua orang pendek yang tengah mengintip kita dari celah pintu..”

“…………”

Dan semburat wajah tanpa dosa Yang Yoseob akhirnya melongokkan diri sambil menatap keduanya bergantian, “Kalian membicarakanku?”

Junhyung dan Seorim melempar tatapan dingin.

Kemudian kepala lain sudah ikut melongok di atas kepala Yoseob, Lee Gikwang, mengerucutkan bibirnya, “Hey, kurasa aku tak sependek itu..”

Yoseob mengangguk-angguk setuju, “Dan tadinya kami pikir disini akan ada adegan kiss atau ap- YYAAAA!!!! SAKITT!!!”

……………………

Lalu yang terdengar berikutnya hanyalah bunyi teriakan yang diiringi lemparan kaleng cola dan botol starbucks..

***

“Kenapa jadi aku?” Yoseob bersungut meratapi nasibnya sendiri. Pria itu terus berkoar di balik masker hitamnya sepanjang jalan dari Supermarket sambil menjinjing 3 kantong plastik besar di tangannya. Aishhh… Entah sayuran macam apa saja yang dibeli Seorim hingga kantong-kantong ini terasa begitu berat.

“Konsekuensi seorang penguntit kan?” Seorim tersenyum puas di sebelahnya sambil menyeruput satu cup Blend coffee Starbucks, “Hitung-hitung melunasi hutang coklatmu lah..”

“Cishhh~ Beauty akan membunuhmu jika mereka tau kau telah memperbudak Sobie mereka..” desis Yoseob.

Seorim melirik tajam Yoseob dengan ekor matanya, “Tapi sebelum itu, aku akan membunuhmu lebih dulu agar kita bisa hidup bersama di alam sana..”

“Dan agar aku bisa memperbudakmu lagi..” tambahnya, menerawang bahagia. Seolah memperbudak Yang Yoseob itu sangat nikmat, senikmat Starbucks coffee ice yang tiap detik melumer di lidahnya.

Yoseob lagi-lagi mendengus pasrah, “Mungkin Tuhan sedang mengujiku..” lalu pria itu kembali melirik sosok Seorim yang masih ‘asyik-asyik saja’ dengan Starbucks-nya sambil melenggang santai, “Dan.. sebenarnya seberapa kaya kau hingga menjadikan minuman kopi elite itu sebagai cemilan, hah?”

Seorim tersenyum lebar, “Sekaya orang-orang Daegu pada umumnya..”

“Ckk.. jawaban macam apa itu? Mrs.Daegu come back? Hahaha…” cibir Yoseob setengah terkekeh, “Hey, omong-omong, apa kau ti-”

“AHH!!! HUJAN!!” pekik Seorim, memotong.

“Heh?”

Dan hujan tiba-tiba saja turun mengguyur Seoul. Deras. Seorim dengan sigap berlari menerobos tirai hujan dan berteduh di sebuah halte bus. Yoseob yang tidak bisa berlari dengan 3 kantong plastik berat di tangannya, lagi-lagi hanya menggerutu sebal sambil kemudian mengikuti gadis itu menuju halte.

“Dingin…” dengus Seorim, merapatkan jaketnya.

“Sepertinya ini akan lama..” komentar Yoseob, menadah air hujan yang turun dengan telapak tangannya.

“Aku tidak bawa payung..”

“Kukira sehari ini akan cerah..” Yoseob menaikkan tudung jaketnya saat menyadari beberapa orang di halte mulai berbisik-bisik memandanginya. Kehilangan kebebasan. Huhh… kadang-kadang ia benci keadaan seperti ini. Masker, topi, da tudung jaket. Apa suatu saat dia benar-benar harus membalut rapat seluruh tubuhnya agar orang-orang itu tidak mengenalinya? Seperti teroris saja..

Yoseob mendongakkan kepalanya, sedikit keluar dari batas kanopi halte, mencoba mengamati awan mendung, “Kita hujan-hujanan saja, bagaimana?”

“…….”

‘CKKIIIttttt……..’

“……”

‘DUAARRRR!!!!’

“ANDWAEEE!!!”

Teriakan histeris Seorim seolah menutup semua suara yang memekik itu. Yoseob menatap lurus kedepan jalan. Seorang pria tersungkur bersimbah darah di atas kap sebuah mobil sport merah. Sebuah kecelakaan? Ya, kecelakaan di bawah hujan yang terjadi begitu cepat. Terlampau cepat.

Yoseob menoleh pada Seorim, “Apa kau sebegitu kag… Rimmy, kau baik-baik saja?”

Tidak. Hanya dengan melihatnya pun, semua orang pasti tau bahwa gadis itu tidak baik-baik saja. Kim Seorim tampak tersungkur. Se-cup starbucks coffee ditangannya sudah jatuh tumpah begitu saja. Ia merosot jatuh dan meringkuk di sudut halte. Ia menangis, benar-benar menangis. Rasanya gadis itu bahkan tak peduli pada orang-orang yang kini menjadikannya tontonan..

Sementara Yang Yoseob menela ludah. Panik bercampur bingung. Ia lalu berjongkok pelan mendekati sosok Seorim yang saat tampak menangis histeris, kemudian mengelus pundak gadis itu, “Rim-ahh, gwaenchanika?”

“Ta… taichi….”

………………………………….

………………………………….

Master Brouse, sebuah kedai kopi kecil di sudut kota Slagelse itu tampak legam. Didalam sana, seorang gadis berwajah Asia tengah terdiam menunggu sambil menopang dagu. Matanya menatap lurus keluar, memandangi langit kosong tak berarak dari dinding kaca. Ya… langit Denmark memang selalu indah untuk dinikmati, tapi tidak untuk saat mendung seperti ini.

Titik-titik air yang disebut hujan itu terus berjatuhan sejak tadi. Deras. Mengguyur Slagelse, dan mungkin juga sebagain kota lain di barat Denmark.

Sepasang mata coklat gadis tadi lalu beralih melirik sebuah benda tipis di atas meja, berharap benda itu akan sedikit bergetar dan menandakan sebuah panggilan. Tapi nihil. Benda yang disebut ponsel itu nyatanya tetap tak bergeming seinchi pun dari tempat semula.

Gadis itu mendengus, “Kenapa tidak juga menelfon?” ia meraih ponsel putih itu dan menimang-nimangnya, “Harus berapa lama lagi aku menunggu disini, hah?”

“Rim-ah!”

Sebuah seruan kencang membuatnya menoleh keluar dinding kaca. Disana, diseberang jalan sana, di depan sebuah halte, seorang pria dengan jaket baseball coklat tampak melambai kearahnya. Pria itu berteduh disana dari guyuran hujan. Terdengar? Ya, dinding-dinding kaca di Slagelse memang tidak akan pernah menahan suaramu dari luar, itulah yang membuat cafe-cafe dikota ini menjadi unik.

Gadis yang tak lain adalah Seorim itu tersenyum, akhirnya orang yang ditunggunya datang juga. Ia beranjak dari duduknya dan meraih sebuah payung denga garis-garis vertikal yang tergantung pada sebuah clock bambu disisi kursi, tapi..

“Tidak usah keluar! Hujannya deras! Aku akan kesana…” teriak pria itu melarangnya.

Seorim menaikkan alisnya,

Pria di seberang jalan itu mengangguk meyakinkan dari balik topi hitam yang menutupi sebagian rambutnya, “Tetap disana dan pesankan aku secangkir coffee milk hangat!”

Seorim mengangguk mengerti, tersenyum. Gadis itu meletakkan kembali payungnya, membalikan pada dan hendak beranjak untuk memesan apa yang diminta pria itu. Coffee Milk. Tapi baru selangkah…

Baru selangkah, dan….

‘CKKIIIITTTT…..’

“AAARRGGGHHHhhh…”

‘DUAARRR!!!’

“KREUSTO!! KREUSTO!! (Kecelakaan! Kecelakaan!)”

Bunyi decitan ban. Pekik perih seseorang. Suara debuman benda jatuh. Besi yang mendesing tergesek. Teriakan-teriakan panik para Danish. Suara-suara itu memenuhi telinganya. Keras! Beruntun! Begitu cepat! Terlalu cepat!

Kim Seorim tak tau sesuatu macam apa yang tiba-tiba membuat cairan bening mengalir turun dari sepasang matanya. Apa yang terjadi? Dan gadis itu hanya membalik badannya dengan kaku. Menatap keluar, menyadari pria itu sudah tak ada lagidi seberang jalan sana. Ya, tidak lagi. Sosok pria itu kini berada di tengah jalan, tergeletak di atas aspal basah dengan darah yang bergelimang di sekitarnya..

“ANDWAAEEEEE!!!”

………………………………….

………………………………….

“ANDWAEEEEE!!!!!!!!!” teriak Seorim lagi. Semakin parau. Kenangan ini kembali, kenangan itu masih tak bisa pergi dari benaknya..

Tentang hujan..

Tentang hujan yang mengiringi kepergian lelaki itu..

Yoseob yang memang tak mengerti apa pun hanya merangkul pundak rapuh gadis itu dalam dekapannya, “Sttt… semua baik-baik saja, Rimmy. Semua baik-baik saja..”

***

Kim Seorim langsung menghambur kedalam pelukan Junhyung saat pria itu baru saja membuka pintu Dorm. Antara shock dan bingung, pria itu menggerakan lengannya, mengusap punggung Seorim yang basah kuyup. Junhyung bisa merasakan sedetik kemudian kaosnya ikut basah, dan.. hangat. Bukan, itu bukan air hujan. Gadis itu menangis, menangis dan terisak dalam pelukannya..

“YA TUHAN! Rimmy, kau kenapa?” pekik Gikwang,

Menyusul Dongwoon yang entah sejak kapan sudah kembali, “Noona, kau basah kuyup? Yoseob hyung membiarkanmu hujan-hujanan?”

“Dongwoon-ah, ambilkan handuk! Aku akan membuat teh panas!” suruh Gikwang kemudian. Lalu detik berikutnya mereka sudah melesat pergi, membuat keadaan ruang depan kembali sepi. Ya, sepi, hanya isakan Seorim yang terdengar menggema.

Junhyung beralih memandang Yoseob yang sedari tadi masih berdiri di depan pintu dengan keadaan yang juga basah kuyup, meminta penjelasan.

Yoseob mengigit bibir, sedikit tak yakin untuk menjelaskan, “Di jalan hujan deras. Saat kami berteduh di halte, ada kecelakaan mobil, aku tidak tau. Tiba-tiba saja Seorim berteriak histeris. Dia menangis dan-”

“Sssttt…” potong Junhyung tiba-tiba.

Yoseob merasa tidak enak, “Tapi aku benar-benar-”

“Aku tau…”

“Heh?”

“Aku tau, Sobie..” Junhyung memberi sahutan yang sama tanpa menoleh, pria itu terus mengusap-usap punggung Seorim yang masih bergetar, “Masuklah dan ganti bajumu..”

Tau? Junhyung tau apa? Entahlah. Yoseob memilih tak bertanya. Pria itu hanya mengangguk paham lalu melangkah masuk kedalam. Ia langsung menyambar handuk dari tangan Dongwoon yang baru saja keluar dari kamar, lalu dengan santai menggunakannya untuk mengeringkan rambut.

Dongwoon membulatkan matanya, “YA! Itu untuk Seorim noona!”

“Seorim? Dia kenapa?” pintu kamar terbuka, Yoon Doojoon melongokkan kepalanya sambil mengucek-ucek mata. Nampaknya baru saja bangun tidur..

“Dia baru saja kembali dengan Sobie hyung, menangis, dan basah kuyup..” jawab Dongwoon, setaunya.

Doojoon mengernyitkan dahi. Seorim? Gadis cablak itu menangis? Ia langsung melangkah keluar kamar dan mendapati Junhyung yang tengah memeluk erat gadis itu di depan pintu, “Junhyungie, dia kenapa?”

Junhyung mengedikkan dagunya kearah jendela.

Doojoon menatap keluar, “Hujan?”, lalu ia menoleh lagi kearah Junhyung. “Taichi?” tanyanya yang langsung mendapat anggukan singkat dari rapper Beast itu.

Taichi? Arakawa Taichi? Doojoon menghela nafas mengingat nama itu. Ia berjalan mendekat kearah Seorim dan Junhyung, kemudian ikut mengusap-usap pundak Seorim, “Rimmy, semua akan baik-baik saja. Kau tau itu kan?”

“……”

“Dia tidur..” tukas Junhyung.

“Owhhh..” Doojoon menurunkan tangannya, “Yasudah, kau bawa saja ke kamar..”

“Eung~”

Junhyung dengan pelan melepas pelukannya. Ia mengusap air mata Seorim, dan merapikan poni gadis itu yang tampak basah berantakkan. Sambil mendesah berat, pria itu kemudian mulai mengangkat tubuh Seorim yang kini terlelap dan menggendongnya kedalam kamar.

“Heh? Mana Seorim?” Gikwang muncul sedetik kemudian dengan secangkir teh panas di tangannya.

“Tidur. Junhyungie baru saja membawanya ke kamar..” sahut Doojoon. Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian berlalu. Mungkin ia harus mengabari Junsu bahwa adiknya itu akan menginap di Dorm Beast malam ini..

Sementara Lee Gikwang masih terdiam bingung, “Tidur?”, pria itu lalu menyesap sendiri teh di tangannya dan beralih menghampiri Yoseob Dongwoon di sofa ruang tengah, “Apa berada di pelukan Junghyungie sebegitu nyamannya hingga dia bisa tertidur?”

Yoseob mengedikkan bahu, “Aku pernah di peluk Junhyungie, ahh.. tidak, aku yang memluknya! Dan rasanya biasa saja..”

“Mereka punya hubungan yang special, pasti!” yakin Gikwang.

Dongwoon agak terkejut, “Jincha? Lalu bagaimana dengan Hara noona?”

“Kenapa dengan Goo Hara? Bagaimana apanya?” bingung Yoseob, masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Mereka kan sepasang kekasih!”

“Hanya public couple, Dongwoon-ahh..”

“Tapi-”

Gikwang berdecak, “Ya! Kenapa malah membahas skandal Junhyungie?”

“Molla~” Dongwoon mendengus, menghempaskan punggungnya ke punggung sofa. Baru sedetik, magnae itu langsung menegakkan punggungnya lagi, “Apa Hyunseung hyung belum pulang?”

Gikwang meraih remote di atas meja dan menyalakan TV, “Orang itu tidak akan merasa cukup beberapa jam saja berkunjung ke Dorm Big Bang kan?”

“O~” Dongwoon mengangguk mengiyakan, “Apalagi mereka sedang come back. Dan… hey, apa benar Big Bang sunbae akan mengeluarkan single Jepang?”

“Eh, ngomong-ngomong…” Yoseob tiba-tiba teringat sesuatu saat Dongwoon memekikkan ‘Jepang’, “Siapa itu ‘Taichi’?”

***

Junhyung tersenyum lembut menatap sosok gadis yang terlelap di hadapannya itu. Kim Seorim. Masih terpahat kuat dalam ingatannya, bagaimana gadis itu tadi menghambur kedalam pelukannya. Menangis. Terisak. Ya, tampak begitu ringkih. Junhyung menggigit bibir bawahnya, diam-diam ia ingin tau, apa kejadian 3 tahun lalu itu masih meninggalkan luka semenyakitkan itu untuknya? Apa pria bernama Taichi itu masih menghuni hatinya sampai saat ini? Apa kenangan-kenangan masa lalu itu masih dijaganya?

Entah apa yang dipikirkannya, Junhyung tiba-tiba meraih tas slempang gadis itu di bawah ranjang, kemudian membukanya. Lancang memang, tapi untuk saat ini ia tidak peduli. Junhyung mengambil sebuah buku agenda dari dalam sana dan membukanya.

Sedetik, dan ia menghela nafas..

Ada. Memang ada. Tepat seperti perkiraannya.

3 buah foto polaroid. Foto Seorim dan pria itu, Arakawa Taichi. Ternyata gadis itu memang masih menyimpannya. Junhyung tersenyum getir, ia merapikan foto-foto itu lagi dan memasukka kedalam tas Seorim. Toh semakin lama menatap foto-foto itu hanya akan membuat dirinya sendiri semakin sakit.

“Mrs.Coffee…” lalu ia beralih menatap Seorim lagi, mengusap lembut puncak kepla gadis itu dengan penuh perhatian, “Pria itu, kenangan tentangnya, apa memang masih selalu ada di hatimu?”

Junhyung tersenyum pias. Untuk alasan apa pun, ia tidak bisa menyalahkan gadis ini kan? Dicondongkan wajahnya ke wajah Seorim yang masih tampak pulas. Ia menyentil pelan hidung Seorim dan memberi satu kecupan manis di kening gadis itu. Kemudian beranjak pergi. Berlalu keluar dari kamar dan menutup pintu sepelan mungkin.

………………………..

“Masih…” sahut Seorim, gadis itu membuka matanya saat memastikan Junhyung sudah benar-benar pergi.

Ia mengerjapkan mata sebentar dan menyeka tetes hangat yang sedari tadi ditahannya di pelupuk mata.

Gadis itu beranjak bangkit dan mendudukkan diri di tepi ranjang. Ia meraih ponselnya, lalu menatap sebuah gambar yang ia jadikan wallpaper pada benda berlayar sentuh itu. Fotonya dan Taichi, di Denmark, 3 tahun lalu…

“Bahkan saat hari-hari terus berlalu, dan hari-hari berikutnya dimulai lagi, memori tentangnya tidak pernah hilang..” dan tiba-tiba rasa sesak itu kembali menjalar. Seorim menekan dada kirinya dengan sebelah tangan, “Selalu disini. Masih disini…”

“Hahhh….”

Seorim merebahkan tubuhnya lagi diatas ranjang. Menengadahkan kepala, mencegah cairan bening itu mengalir turun dari rongga matanya yang mulai kembali sayu. Ia meraih kabel earphone yang tersambung dengan sebuah I-phone di atas meja -mungkin milik Junhyung-, kemudian menyumpal ujung earphone itu kedalam telinganya. Dan detik berikut, matanya sudah kembali terpejam. Ia membiarkannya. Membiarkan sebuah lagu mengalun, memenuhi rongga telinganya..

A-jik-eun i-byeol-eul mot baet-sweo-seo

a-jik-geun seul-peum-eul jal mol-la-seo

a-jik-eun geu-dae-ga nae gyeot-eul ddeo-na-do

Mid-eo-ji-ji-ga anh-a nun-mul-i heul-reo-nae-ri-ji anh-a

 

I still haven’t learn to say goodbye

I still don’t know how sadness feels like

I still don’t get the fact that you left my side

I still don’t believe it…

 

A-jik-eun i-byeol-no-rael deul-eo-do

Seul-peu-ji anh-a geo-jit-mal gat-a

a-jik-eun geu-reon-dae jo-geum-sshik neu-ggyeo-jyeo

Nun-mul-i go-yeo-wa i-je shi-jak-in-ga bwa

 

Tears doesn’t seem to fall….Yet

Listening to farewell song I won’t cry it is all a lie

Yet…. I feel a little bit

Tears in my eyes started to drop..

(B2st/Beast – Yet)

 

 

***

Yong Junhyung menyesap pelan secangkir coffee late-nya. Itu.. cangkir ke-5nya malam ini, dan mungkin itulah yang membuatnya tak juga tidur hingga malam beranjak selarut ini. Ternyata memang ampuh ya? Tidak heran jika selama ini Seorim bisa berkutat di depan laptop hingga larut malam untuk membuat setumpuk script dan artikel-artikel fashion..

Pria itu menyandarkan tubuhnya pada pagar balkon, memandangi bulan yang semakin meninggi. Aneh, mungkin. Dan.. entahlah, ia sendiri tidak tau kenapa dirinya mendadak jadi melankolis seperti ini. Mungkin sejak setelah melihat gadis itu menangis untuk masa lalunya? Atau sejak tau bahwa gadis itu ternyata masih menyimpan masa lalunya? Menyakitkan.

“Sejak kapan Yong Junhyung minum kopi?” tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang, terkekeh kecil.

Yoon Doojoon. Tanpa menoleh pun, Junhyung tau itu. Ia tersenyum dan menyesap kopinya lagi, “Hanya ingin merasakan pahit yang selama ini disukainya. Itu saja..”

“Pahit?” Doojoon merangkulkan lengannya di pundak Junhyung, “Jadi kenapa kau tidak memberikan sesendok gula untuk membuat rasa pahit itu sedikit terkurangi?”

“Aku menunggunya hingga ia siap..”

“Menunda lagi?” desah Doojoon, terdengar kecewa.

Junhyung mengangguk, “Hanya sampai waktu yang tepat..”

Doojoon hanya tersenyum kecil, kemudian menepuk-nepuk punggung Junhyung dengan tegas, “Jangan menunda sesuatu hingga waktu yang tepat. Karena waktu tak akan tepat bagi mereka yang suka menunda..”

Lalu ia beranjak pergi, berlalu..

……………………..

“Jangan menunda sesuatu hingga waktu yang tepat. Karena waktu tak akan tepat bagi mereka yang suka menunda..”

……………………..

Yong Junhyung tersenyum. Ia mengamati secangkir kopi di tangannya yang tinggal tak seberapa itu, “Tapi bagaimana jika aku tetap ingin menunda? Seperti bergelas-gelas kopi yang terus menunda tidurnya, aku juga ingin menunda. Menunda apa-apa yang mungkin akan membuatnya semakin sakit..”

-T-B-C-

68 thoughts on “{New Staff} (BEAST) Yet

  1. BLEH! ini sweet abis >,< “Hanya public couple, Dongwoon-ahh..” SUKA SAMA KALIMAT INI buahahaha *dibakar*
    rumit nih kayaknya tapi seruuuu, penasaran kisah gimana si Joker bisa tau masa lalau Seorim sama Taichi.

    ditunggu ya next part nya~

  2. suka banget sama karakter seorim disini
    sebenarnya aku pengen banget nimpuk junhyung,kenapa sih dia gk jujur aja kalau dia itu ada rasa sama seorim
    iri banget deh sama seorim,udah kakaknya junsu trus kenal sama semua member beast
    gregetan banget baca ff ini semuanya campur aduk
    feel sedihnya dapat,lucunya juga terus gregetan juga ahhh komplit banget
    ditunggu next chapternya unnie😀
    ehh aku mau tau dong gimana reaksi fans kalau mereka tau beast itu deket sama adeknya junsu 2pm pasti gk kebayang u,u

  3. Aaaa
    suka ffnya ga biasa alurnya
    ada angst ada happy ada lucunya juga
    trs juga ada member 20pm muncul dikit haha
    jd penasaran ttg perasaan junhyung yg sebenarnya deh

  4. adoh pengen banget dipeluk jun doooonggg yaaamppuuunnn~
    enak banget nih seorim. kakaknya junsu, pasti deket sama member 2pm. terus sahabatnya dujun. so pasti deket sama semua. mana pake nginep.
    weleeeehhh~
    lanjut mbak brooo :p
    penasarannyoooo >.<

  5. waa ff ini bnyak sebut menyebut cameo ya. contoh ny CNBlue 2PM Big Bang.. hahah😀
    dan aq agak bingung ama perasaan ny junhyung oppa, seorim apa hara?
    kisah masalalu… susah jg yaa ><
    ok dech ditunggu yaa lunjutan nya. hwaiting!

  6. oke rin🙂 ga berenti senyum ya baca ff ini. JUNHYUNG!!!
    seperti aku bilang di twitter kemarin, aku suka banget. jarang banget loh main cast Junhyung.
    ahh kita bakalan berebutan yongie nih u.u sepertinya dapat dipastikan aku bakalan nungguin bgt next part dari ff ini🙂

  7. uwaaah, onnie! aku suka banget sama karakter nya Seorim!😀
    Seorim beruntung banget jadi adeknya Junsu, aigooo >//////<

    • yaaah kepotong komen nya *get bricked*
      copas lagi deh xD

      uwaaah, onnie! aku suka banget sama karakter nya Seorim!😀
      Seorim beruntung banget jadi adeknya Junsu, aigooo ~
      uwah, trauma masa lalu😥
      baca ini bikin gregetan, jadi Junhyung itu suka kan sama Seorim ? cepat nyatakan perasaanmu Junhyung~!

      “Hanya public couple, Dongwoon-ahh..” THIS.
      thumbs up buat yang ngomong ini! kekeke xD *slapped*
      bagus ceritanya! aku sukaaa, ditunggu lanjutan nya ~^^

  8. INI FANFICT BARU TERBAIK ;;;;;;;;;;;;;;;_;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

    oke, saya junhara shipper sih sebenernya. tapi jalan cerita ff ini bagus. bagus banget. sangat sangat bagus. ada something didalamnya. alur ceritanya beda. lanjutin ya

  9. finnaly! ff orin eonni yang aku tunggu-tunggu :’D
    baca dulu ya eonn~😀

    “Hanya public couple, Dongwoon-ahh..” this!!
    ga kebayangin kalo junhara emang beneran public couple ><
    ok, nanti kalo udah baca komen lagi C;

  10. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya.. akhirnya akhirnya… sorak-sorai..:D sangat nunggu ff beast walaupun pemaran utamanya gag dongwoon.. tapi tetep sukaaaaaaaaaaaaa.. keren banget!!!!
    can’t wait for next chapt..
    ceritanyaa bagus suka seorim………………

  11. aih~ sweet couple nih >< aaa~ bang joker kenapa kaga ngaku aja sih kalo suka T.T
    mudahan next chapter nya jadian :3 amin

  12. aiii, beast !
    chukkae buat author ^^
    tergelak pas baca yang kenapa member beast berubah manis pas ada rimmy, aku memang manis sejak dulu. Terimakasih abang osob, atas pernyataannya -____-
    oiya, gue baru inget tentang junhyung-hara, ini mau begimana ya jalan cerita ke depannya ?
    aaa, cinta segi banyak ini mah
    kira2 disini hara di jadiin cast ngga cingu ?
    jalan ceritnya aku suka cingu
    fighting buat next chap !

  13. hiks! ;___;
    senangnya liat kalian bertiga pada komen di ff staff lainnya *tearsofjoy*
    ayoo, miracleperfection’s crew..keep our spirit ya😀
    hehehe

    GO SEORIM GO SEORIM GO!
    SEORIM, KALAHKAN HARA! YOU CAN DO IT!
    KALO JUNHYUNG LEBIH MILIH HARA, BAWA ANAK-ANAK 2PM BUAT BAKAR DORM BEAST! *eh*
    aishhh, emang ya rin..gaya cerita kamu emang selalu ngalir apa adanya ><
    suka banget liat percakapan seorim ama anak 2PM atopun ama BEAST ;___; ENVY ABIS pas seorim ngobrol ama duo choding UYONG ama JUNHO. Ya ampun ;___; bahagianya kamu nak.

    pokoknya, seorim ga boleh galau buat milih antara Junhyung ato Doojoon -___-
    wae? karena.. *cough* doojoon itu punya.. *cough* saya.😄

  14. aigooo~ ff nya keren… ceritanya keren dan yang paling penting bahasanya keren!! suka ama kata” doojon yg terakhir…
    ff pertama yg aku baca dengan cast selain member suju kkkkkk~
    next part ditunggu ^^

  15. OhMyGod ;_;
    nice fanfiction wakawakawaka.
    Ini ceritanya demi apa melankolis bgt huhuhuhu ;_;
    public couple? scandal yongie? wakawakawaka. Demi apa aku ngakak thor~ mendadak terbayang King Of Idol pas scene Hara ama Donghae -___- *jedotin pala ke tembok*
    anw, aku suka ama cara nyeritainnya~ karakter member B2ST juga unyu unyu=)) *cubit sobie ama gikwang*
    di tunggu next story nya yaa;;)

    • Akkkhh… jgn ingatkan aku pda King of Idol!! Envy mampus qu dsitu.. T0T
      Mksh ya udh mw baca. sering2 mampir ya…. *berasawarungkopi*
      Aishh.. jgn cubit Gikwang! He’s mine! hahaha… *diceraiJunhyungamaHae*

  16. Annyeooong, aku mya salam kenaal!
    Maaf baru sempet komen sekaraang ;_;

    Selamat datang di miracleperfection, semoga blog ini makin rame yaaa😉

    Pas pertama kali baca ff ini, sumpah langsung suka! Ceritanya ngalir, simpel, tapi bahasanya wuih sukaaa ;))
    Bagus banget penyampaian alurnya. Pas bgt nempatin momen momen atau plot yang bikin cerita ini jadi hidup. Top deh🙂
    Penasaran antara Junhyung-Seorim! Pokoknya banyakin line-nya Gikwang! *lah?*

    Lanjutkaaaaaan! Fighting!

    • Lam kenal, Mya…
      Krna qta seumuran *situkelas3kan?* jdi sante aja, ga ush formal2an.. =D
      Mksh ya, mhon bantuan’a sebagai Junior di blog ini *bow bareng ank2 Beast*

      • Yeeeep saya kelas tiga!
        Gausah ada junior-junioraaan, yang penting saling mendukung ajaa🙂
        Lanjutin ya Rin (aku manggil kamu Orin kan ya?), sumpah bagusss ffnya! *membungkuk bareng anak2 SHINee*

        Ohya satu lagi, suksesssss buat UN nantiii! Fighting!

  17. Junhyung itu yang mana ya???
    Di beast cuman bisa ngenalin yosoeb ama gikwang…

    Ceritanya bagus, sama sama suka tapi saling memendan juga…
    Lanjutannya ditunggu ya…

  18. sempet googling~ lupa yang mana junhyung kkk~😄
    keren ! ;A;
    aku udah tertarik dri cover ama profilenya seorim nyehehe..
    baca ini jadi menerka nerka wajah member beast hehe
    sobie~ kamu memang imut dari dulu nak T^T
    ditunggu lanjutannya🙂

  19. SUMPAH DEMI APA SUKA BGT SAMA FF INI!!!!!!
    ‎​​​ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

    Kan jarang2 bgt tuh ada ff yg couple nya B2ST!!!
    Apa lagi aku B2UTY (´⌣`ʃƪ)
    Pas tau list couple slanjutnya ada B2ST disini langsung loncat2 kegirangan saya XDD

    Oh iya, perkenalkan,
    Naneun Yoland imnida
    18yo Balikpapan
    B2UTY, istri sah sang Leader #plak
    Sneng bgt disini Dujun nya banyak eksisss gyahaha~

    Awal tau cast nya bang joker aku langsung mikir -,-
    Trus gemana sama Goo Hara??
    Eh, trnyata Hanya COUPLE PUBLIC!!!
    *tebar petasan ke Dongwoon, en ucup* gyaaaaa~
    Padahal jujur aja nih, aku trmasuk Junhara shipper~
    Tp aku rela deh sama Junhyung-seorim XDD
    *khusus disini aja*

    Itu truss… Kok Junhyung nya tau tntg Taichi?
    Itu seorim nya gak bisa ngelupain Taichi soalnya ditinggal mati, apalagi mati nya depan mata sndirii… *miris*
    Yaampunnnn!!!!
    Klo aku jga mungkin bakal kayak gtuh T~T

    Ohh Gikwang, Gikwang… Mengapa dirimu disini manis sekaliiii~
    Trus karakter nya bang joker disini keren abisss lah~
    Mantappp (y) Cool Cool ajib mamen~ bner2 Joker lah~
    *kissu author*

    Dan paling yg ngebikin aku nge-jingkrak?
    YaTUHAN! Sejak kapan Dujun mau bersih2 DORM?
    Surga Dunia!!! Wkwkwkkkkwkk~

    Tp dujun gak keliatan tengil nya disini~ dia dewasaaaaaaaaa bgt disini *bangga*
    Apalagi kalimat terakhir itu,

    “Jangan menunda sesuatu hingga waktu yang tepat. Karena
    waktu tak akan tepat bagi mereka yang suka menunda..”

    Yaampun bang~ Kesambet setan apaan lu ngomong kyak gtuh??? Waahahhahahahaa~
    Truss, thor thorr *goyang2badanauthor*
    Kok authornya punya panggilan ajaib gtuh ke suami aku??
    Apaan??
    “Buckaroo!!”
    Astagaaa x_x dapat dari mana Thor? Tp lucu sih >,< haha

    *mian ya Thor~ klo kepanjangan~ tp ini resiko thor, soalnya aku memang selalu komen kayak kereta klo cast nya anak2 B2ST, semangat bgt!!!*

    Author auhtor~ FIGHTING!!!!
    Ditunggu sequel2 nya yaaa (•ˆ⌣ˆ•) *kecup basah*

    • SUMPAH DEMI APA AKU SUKA BANGET AMA COMENT U, YOL!!
      Panjang’a ampe mau saingan ama FFku gni, ya? hahaha…
      Thx ya, Sist. udah tw kmu kok di Twit, gra2 Piccu’a MyungYeol yg jdi trouble maker.. *menerawang*

      Berarti untk part2 slanjut’a coment u jga akan sepanjang ni? Aiggooo… O.O
      GPP! Saya suka, saya suka~ mengocok perut. wkwkwkwk…
      Silahkan mengotori FF saya dengan ceramah2 anda tentang Dujunie!! *nyalain petasan*

  20. SUKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA😄
    BANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET!!!
    AAAAAAK! Sy bukan beauty, tapi tetep suka ini ;AAAAA;
    Ah unyu tingkat dewa ini mah!
    Junhyungnya cool2 unyu gimanaaaaa gitu.
    Top markotop lah!

    Ditunggu yaa kelanjutannya :3

    • Thx udh mau baca… ^^
      Mari menjadi Beauty! enk loh jadi beauty… #halah..
      Uri Yongyongie emang cool dan unyu2 >o<
      Itulah yg bkin qu cinta..

      • 😄 aduh kaka sy slalu setia sm cinta pertama #eh
        Hahahaha sy suka sih sm Beast suka Dujun tapi suka-sukaan aja deh masih kecil soalnya (?)
        Haiyaaaaa jd inget chocoball😄 kan junhyung anggota chocoball tuh :3
        Anu lanjutannya ditunggu yaaaaa >< banyakin ayang dujun ya kaka~~
        Buat junhyung, mari tendang taichi dari pikiran seorim! #digamparTaichi
        LOL oke semakin lama sy bisa hyper syekali lg ceumungudh ya posting lanjutannya!😀

      • ceileehhh.. msh kcil? aduh, ank TK ja skrg udh cinta2an XP
        Jgn suka2 Dujun, ntar digampar Icha Eon loh… *dipelototin*
        Aduh, chocoball itu the best! kumpulan orang2 ckep brkepribadian aneh…. hoho..

        Hayo loh… ntar dihantuin ama Taichi!! ~.~

  21. pertama baca ff ini sampe abis langsung CINTA!!!
    baca karakter member beast berasa remaja kembali #lah sekarang apa? wkakkakakaak
    ffnya FRESH, RINGAN, ENAK DIBACA.
    ada lucunya walaupun kayanya mslhnya rumit

    wkakakaka “public couple” ngakak, suka sama nih kata-kata
    daebak!
    masih belum paham hubungan Seorim sama Junhyung.
    ughhh nama panggilannya unyu-unyu semua
    Seorim, karakternya dapet banget.

    gak mau tahuuu. .
    ak pinginnnnn lanjutannnnnnyaaaaaaaa sekaraaaaaannnnng #jduagh/dilemparEmber.
    ya ya ya please#chickeneyes(?)

    FIGHTING YA^^. . .
    eh onnie atau apa nih?
    ah, marissa imnida 17-18y.o wkakaka bntr lgi hbd#eaaaa
    salam kenal^^

    • Situ yg Eonni, saya Saeng.. ^o^
      Blm genep 17th nh, msh muda… hahaha… *bangga*
      Mksh… terus dukung qta ya!! *bow bareng Yongie~*

  22. keren, keren…
    aku suka karakter seorim…
    ntah knp aku suka karakter yeoja yg apa da’y n cuek drpd tipe feminim, hehe

    kasian junhyung, spt’y suka ma seorim tp gak bs jujur..
    msh byk masa lalu yg terpendam nih, d’tunggu next chapter yah..😀

  23. Waaaaa!!!! KEREEEEENNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!! *taboked*
    Eonni ceritanya keren banget!! 5 jempol deh buat author *1 jempol lagi minjem jempolnya author*
    Apalagi si Joker yang jadi tokoh utama.. Asyik asyik, cepet dilanjut yaa…

  24. seorim terlalu mirip junsu… -..-
    itu si seorim ceritanya suka sama junhyung tapi masih suka sama mantannya gitu ??? *ribet
    next part ditunggu thor ^^

  25. seru ff y…..
    dalem bgt…..mantap…
    sebener y seorin n junhyung y daling suka ya,,,, tp seorin y masu kebayang masa lalu n junhyung y nunggu….. yg begini nih cinta yg rumit saling suka tp banyak halangan n alesan yg susah buat nyatu……
    seru….Lanjut……

  26. Daebak!!
    Daebakdaebakdaebak banget onnie ffnya😄
    Suka karakter seorim..
    Dan OMG! Ms daegu? Tadinya aku pikir dia kerabatnya junsu, dan ternyata dia beneran adeknya -__- *iri to the max*

    Hueee, luka masa lalu emg susah dilupain. Aplagi sampe trauma begini, kasian seorim..
    Tapi aku sukasukasukaaa banget pas seo meluk junhyung!! Hiyaaaa, saya yang malu bayanginnya😀
    Hahaha, suka banget panggilan “public couple” hara-junhyung!!
    dalem nih perkataan junhyung buat seorim, dia akan menunggu waktu yang tepat, dan dikaitin sama kopiii. Nyambung euy~
    Aku juga pecinta kopi loh orin eonnie😀 *senyumsenyumSKSD*

  27. aku suka.
    karakter cewek sok kuat tapi rapuh itu emang kuat banget.
    seorim panggilannya rimmy imut banget . suka suka.
    suka karater doojoon dan junhyung secret guardian angel. huauaua . dapet deh semuanya.
    part selanjutnya mau mau

  28. omaigat.. dujun kuuuuuwww… omaigat Junsu kuuuuww jg >o_< slm knl ya thor.. maap koment'ny ud kya ceramah mamah dedeh.. smpai berjumpa d'ff slanjutnya.. bubye… *peluk author, bwa dujun plg* 0_o

  29. kepotong dah tu koment -__- koment lg ah.. *plaak
    omaigat.. dujun kuuuuuwww… omaigat Junsu kuuuuww jg >o_< slm knl ya thor.. maap koment'ny ud kya ceramah mamah dedeh.. smpai berjumpa d'ff slanjutnya.. bubye… *peluk author, bwa dujun plg* 0_o

  30. haduh demi ap deh sy tulis pnjg2 trnyta kepotong trz.. jari2 sy lg knpney?? keriting gr2 tulis koment yg pnjg2 kah? *plaaak.. yesungdeh klo gto mw koment yg dkit aj =,= tp klo mzh ttp kepotong.. T___T mw plg aj ah.. >_< slm knl ya thor.. maap koment'ny ud kya ceramah mamah dedeh.. smpai berjumpa d'ff slanjutnya.. bubye… *peluk author, bwa dujun plg* 0_o

  31. wowowowo
    Daebak!ntah kenapa kayak bisa ngerasain perasaannya rimmy..btw, manis bener panggilannya..rimmy..:)
    Huaaa..saia bukan beauty sejati sih…tapi seriusan..kocak banget sama seobie disini..he’s my bias..suka..suka..kayaknya nie ff bakalan banyak konflik yah??hmm…penasaran sama hubungan mereka

  32. wahhhh,, ff beast,,sukaa ceritanyaa,, suka sama karakter nya,,
    biar saya bukan beauty, tapi doyan sama member nya, kkkkk,,,
    junhyung hara hanya public couple, kkk terus seorim apa couple donks??
    hara gimana? Apa dijadiin cast ato cameo, biar mantaps,hehe,,,
    fighting buat orin
    blog nya nara jadi rame euyy,,
    fightingggg^^

  33. FFnya kereen onni xD #envy
    Pantes keterima di blog ini
    Mau koreksi dikit boleh kan onn?
    Jadi kata acuh dlm KBBI itu artinya mengindahkan, jd dlm kalimat Dan di antara banyak kebisingan itu, masih ada saja seseorang
    yang tampak acuh dan sibuk sendiri.
    Itu maksudna tampak tak acuh kan?
    Semoga bermanfaat ya onni xD semangat nulisnya onni xD

  34. Kyaaa
    bagus bgt ceritanya!!

    Walaupun masih ada kata yang kurang pas ataupun berlebih, tapi tidak ada manusia yang sempurna, kan?
    Saya yakin authornya masih bisa memperbaikinya dengan terus belajar dan membuat karya yang lebih banyak lagi.

    Saya udah jatuh cinta waktu pertama kali liat bannernya, dan ternyata ceritanya memang tidak mengecewakan. Dan Icha unni tidak salah pilih Anda sebagai author baru di blog ini.
    Hhe
    Saya tunggu karya2 Anda selanjutnya. Fighting!

  35. HYAAAAAAA!!!! BISEUTEU!!!! >WOO<
    pokoknya keren banget lah, emang dari awal liat posternya, aku paling tertarik ma poster ff ini, dan ternyata hasilnya juga sama seperti dugaanku ^O^
    gak salah deh admin" di sini milih ff ini :DDD
    good job lah! next chap ditunggu ya ^O^
    FIGHTING!! ^O^

  36. wuah daebaak ini pertama kali ni bc ff cast nya b2st ..aku sukaaa dtggu lanjtannya yaa hehe suka alurnya , sedih ada lucunya juga .. Nice ff !

  37. Tau ini teh rame bangeeeeeet (>̯-̮<)
    Konfliknya sih biasa aja. Cuman penyampaiannya, alur, Dan penyelesaiannya luar biasaaaa (~‾▿‾)~
    Bikin penasaran bgt! Hahahhaa
    Ditunggu lanjutannya😉

  38. God!!! I fall in love with this ff
    Your ff is really good
    Ahhhh~ ga sabar mw baca lanjutannya
    Junhyungie fighting!!!

  39. Aneh. Feeling aku bilang junhyung itu yang nabrak taichi. Terus tadinya dia cuma ingin membalas apa yang dia perbuat pada taichi untuk seorim. Dan dia malah suka.

    Tapi gak mungkin lah yahh

  40. sepertinya (atau emang bener) seorim masih suka sama taichi… terus junhyung nya gmn dong???
    agak-agak php gitu ga sih seorim nya (sotau nih, ><)
    kukira oneshoot, ternyata eh ternyata TBC.. part 2😀

  41. Wuaaaaaaaaaaah!! Aku sukaaaaaaaaa.. Itu sama goo hara jadi boongan? Agak gimana juga sih awal nya (⌣́_⌣̀). Hehhehehehe

  42. brulang kali buka ini .. tp baru dibaca /plak/
    daaaaaaaaaaaaaaaaaan ..
    I LOVE IT~~
    gyaaa~ jujun~ ririm~ #ditabokyangpunyanama
    euuum~ nasib ririm yang kebagusan apa saya yang ngiri yaa ?
    NYIUM JUNSU 2PM !! yaolooooh .. terus sama b2st jg deket banget~ :3
    okey , abaikan .
    saya ship junrim~😀

  43. Wow baru sempet baca ffnya author baru d blog ini🙂
    Annyeong haseyo, cece imnida🙂

    Aq suka crita yg mengungkap masa lalu kyk gni… Everybody has a past!!! Karakter Seorim jg kuat ya? Seru bgt kayaknya…

    Dtunggu ff lainnya ya…

  44. Onnie!!!! bilang apa klo ini pasrt pertamanya-___-
    kan bingung jdinya ..
    msa saya baca nya dri part 2 nya T.T

    ngomong2 itu … Jun-Hara bneran cman Couple Public doang??? O.o
    klo iya BAGUSLAH! XDD
    ksian Seobbie dia disini slalu traniaya ya *tepok2 seob*
    Member B2ST jdi pda kocak gtu di sni deh😄
    Gikwang … awwww
    tp aku protes! msa bgian Hyunseung sedikit bget sih T.T *demo dpan author*

    DEMI APAPUN DOOJOON SOK BIJAK BGET !!
    “Jangan menunda sesuatu hingga waktu yang tepat. Karena waktu tak akan tepat bagi mereka yang suka menunda.” KATANYA?? HAHAHA XDD
    klo dia yg blg rasanya .. aneh akakakakka

    bru ngerti skrang sma si Tachi -____-
    dia mati sadis toh ya .. hmm,,
    pantes aja seorim bgtu,,
    tp knp bsa Doojoon tau? O.o

  45. Aduh kenapa si ocoob dipanggil sobie -_- haha
    Tapi tetep ye narsisnya kaga ilang ilang

    Awal2 ceritanya udh kocak
    Terakhir jd sedih

  46. annyeonghaseyo *bow
    Lun imnida,..
    mianhae bru baca ff qm stlh ” Like an Origami ” itu~
    jdi ky flashback,

    bguss bgett,, ffny, terbawa emosi, *mataudahberkacakaca*
    yep, mgkn efek tengah malam..

    btw, keep writting Orin author😀
    Hee

  47. iseng mampir k blog ini..
    eh, ad orin yg jd author d blog ini..
    pnsaran, jdnya bca dech..
    wah, neomu joahaeyo..
    asik bgd critanya..
    trnyata risi rapuhnya seorim itu y?
    yuk lnjut bca ah..
    hehehehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s