Year Of Us [Part One]

***

{Year of Us}

Part One – Hello.

Incheon Airport, 27th May 2010; 02.57 PM.

“Jung-ah, maafkan mom karena tidak bisa menjemputmu, ya?”

“Hahaha, iya, mom. Tenang saja.”

“Sekarang kau mau langsung ke rumah, kan? Atau mau ke mana dulu? ”

Gadis berambut coklat itu menyesap kembali hot green tea latte-nya. “Hmm, ke rumah saja. Aku lelah sekali, mom. ”

“Ah ya, benar. Ayo ke sini, ppali-ya! Mom kangen sekali denganmu, Jung-ah!”

Ne, ne. Arasseoyo~”

“Oh, ya, Jung-ah. Hubungi adikmu, sana! Bilang padanya kalau kau sudah kembali ke Korea, oke? Dijamin dia juga pasti kangen sekali denganmu!”

“Ngggh~ Okay. Tapi sepertinya dia sama sekali tidak ada pikiran ‘kangen padaku’ atau semacam itu, mom”, ucapnya sambil terkikik kecil.

“Hush! Sudahlah, jangan lupa hubungi dia, ya?”

“Iya, iya. Aku mengerti.”

“Oke, baiklah. Sampai ketemu nanti, Jung-ah.”

Yup! Sampai nanti, mom!”

Ia memasukkan kembali ponsel hitamnya ke dalam saku. Ditatapnya bagian dalam cup putih bekas minumannya tadi, menyisakan titik demi titik butiran green tea latte yang menempel pada permukaan. Sesaat kemudian, dilemparnya cup tersebut ke dalam tempat sampah yang ada di sebelahnya.

Soo Jung tersenyum.

“Seoul? Yep, it’s Seoul.”

Gumaman itu seakan sesuatu yang terus bermunculan di dalam kepalanya. Ia duduk menyandar pada kursi panjang yang terletak pada hall utama Bandar Udara Incheon, tenggelam pada pikirannya sendiri. Mata hitam miliknya menerawang langit-langit gedung, telinganya terbuka lebar menerima gelombang suara gaduh keadaan hiruk pikuk keadaan sekitar.

Untuk beberapa saat, ia terapung pada ritme atmosfir sekeliling dirinya.

Soo Jung lantas menyentuh kalung sederhana yang melingkar di leher. Ia tersenyum, “Aku kembali. Tidakkah kau tahu?”

“Huruf L? Mwoya ige?”

Soo Jung mengrenyit heran. Lelaki di hadapannya hanya tersenyum kecil, “Entahlah. Dia menemukan ini kemarin.Dia menyuruhku agar memberikan ini kepadamu.”

Gadis itu tersenyum getir.”Jadi benar dia tidak datang mengantarku?”

”Sepertinya”, ungkap lelaki yang ada di depannya dengan ekspresi sedikit redup.

“… Begitu.”

Soo Jung mengalungkan benda itu pada lehernya. Inisial L itu masih mengganjal di kepalanya. “Dia belum memutuskan apa arti inisial ini? Jadi… Dia hanya asal beli?”

“Mungkin. Tepat seperti itu yang dia katakan kemarin. Asal beli saja.”

“Hmm, kalau begitu…”

Lelaki di depannya melipat kedua tangan. “Apa?”

“La croyance. Sampaikan padanya kalau aku menganggap inisial ini adalah… ‘La croyance’.”

“La–… ‘La’ apa? ‘La croyance’? Apa itu?”

“… Rasa percaya. Bilang saja itu. Aku yakin dia pasti mengerti.”

Arrrh~ Punggungku!”

Rasa pegal yang dari tadi menempel pada otot punggungnya kembali membuat Soo Jung meringis. Beginilah resikonya; resiko sebuah perjalanan panjang membelah ribuan mil antara dua benua selama delapan belas jam tidaklah baik untuk keadaan punggung–tidak. Lebih tepatnya bagian bokongmu terasa mati rasa apabila kau duduk selama lebih dari setengah hari dalam posisi diam.

“Oh, ya. Joonie-ya…”, ujarnya pelan. Kembali ia mengambil ponsel  kemudian mengetikkan beberapa kata singkat pada adiknya, Hwang Ha Joon .

To: Joon!

Aku sudah kembali Korea, Joonie. Tidakkah kau kangen dengan noona-mu satu-satunya ini, heh?

Aish. Apa kabar dengannya ya?”, ungkapnya geli saat mengetikkan kata-kata itu. Soo Jung berdiri dan merapikan pakaiannya sedikit sebelum akhirnya menggeret koper menuju pintu keluar bandara.

DRRRT.

Ponselnya bergetar –tanda bahwa ada pesan masuk. Soo Jung berhenti di depan bandara, mengambil kembali ponselnya dan membaca deretan alfabet yang terpampang pada layar.

From : Joon!

Benarkah? Wah, selamat datang di Korea, noona.

“Hanya ini? Aish– Jinjja! Tidak ada embel-embel ‘aku kangen padamu, noona’ atau semacamnya, heh? Dasar anak aneh.”

—–

Wuaah, sepertinya tempat ini sedikit berubah, eh?”

Coffee Cia, bangunan putih mungil di puncak undakan belasan anak tangga itu sedikit menjulang. Toko kopi kecil ini milik keluarga Hwang yang sudah berusia lima belas tahun dan cukup digemari banyak pelanggan setianya.

Yah, termasuk mereka.

Kaki kanan Soo Jung melangkah keluar taksi, membiarkan alas kakinya membentur aspal abu yang keras. Disibakkan sedikit rambut coklat miliknya, menatap jelas bangunan kecil rumah sekaligus toko kopi mini milik keluarga. Beberapa pengunjung tampak tengah berdiri mengantri di balik meja kasir –yang Soo Jung bisa lihat dengan jelas dari bayangan balik kaca coffee shop–.

Oh, terima kasih, paman”, ucap Soo Jung sembari membungkuk kepada lelaki paruh baya di sampingnya. Lelaki itu tersenyum setelah meletakkan koper merah terracotta milik si gadis, “Perlu saya bawa hingga ke atas?”

Umm, kalau paman tidak keberatan… Bolehkah?”, responsnya sambil tersenyum canggung. Bagaimanapun menyuruh orangtua membawa barang milik pribadi tidaklah baik, bukan?

Si paman –yang diketahui bermarga Kang, terlihat dari nametag seragam miliknya– hanya tertawa, “Hahaha, tenang saja, nona. Ototku masih cukup kuat untuk membawa barang sebesar ini. Tidak usah merasa sungkan!”

Soo Jung ikut terkikik kecil, “Benarkah? Banyak terima kasih, paman!”

“Kafe ini milikmu, nona?”, tanya sang paman sambil melangkahi undak demi undak anak tangga batu. Soo Jung –yang berjalan tepat di sebelah– mengangguk, “Emm, ya, milik keluargaku lebih tepatnya.”

“Bangunannya unik. Kehadirannya makin melengkapi keunikan daerah Samcheong-dong ini, nona.”

“Hehehe, terima kasih, paman.”

Kang-ahjussi meletakkan koper Soo Jung tepat di depan pintu kafe. Gadis itu tersenyum, “Terima kasih banyak, paman! Mau mampir sebentar untuk segelas kopi?”

Lelaki berumur sekitar 50-an itu tersenyum kecil dan mengibaskan tangan, “Tidak, nona. Terima kasih banyak.”

“Benarkah? Gratis, kok.”

“Tidak. Tidak usah, nona. Saya masih ada pekerjaan.”

Errr~ Ya sudah. Hati-hati. Terima kasih, paman!”

Lelaki paruh baya itu membungkuk sebelum akhirnya menuruni tangga. Soo Jung mendesah, berpikir kenapa si paman tidak mau mampir sebentar untuk sekadar menikmati segelas kopi hangat. Tetapi memaksa pun tidak baik, kan?

Klingkling. Bel berumur lima belas tahun ini berbunyi akibat getaran pada pintu.

“Aku pulang.”

“Jung-ah!”

Sebuah dekapan erat diterima dengan baik oleh Soo Jung. Aroma khas citrus menyeruak masuk ke dalam indera pembau miliknya. “Mom~ rambutmu wangi sekali~ Aku kangeeeen!”, ungkap si gadis sambil mendekap balik sang ibu.

“Bagaimana studimu di Paris, Jung-ah? Kau baik-baik saja, kan? Tidak ada yang mengganggumu, kan? Tidak ada yang berani mencu–“

Aiyaaa~ Hush hush, mom! Pertama, aku baik-baik saja. Kedua, studiku lancar dan predikatku cukup baik. Ketiga, tidak ada yang menggangguku. Keempat, jangan bertanya yang aneh-aneh, karena hidupku di sana tidak se-absurd itu.”

Hwang Ah Ra –nama ibu Soo Jung– pun mendesah lega. “Syukurlah, anak perempuan mom satu-satunya baik-baik saja. Kau mau makan? Atau mandi? Atau apa?”

“Mandi. Badanku lengket sekali.”

Ah Ra menggusak rambut anaknya pelan, “Baiklah. Ya sudah, ke atas sana. Kamarmu sudah mom bersihkan. Kalau kau mau makan juga sudah mom siapkan, kok.”

Ne, mom. Merci beacoup!”, ucap Soo Jung kemudian mengecup kedua pipi Ah Ra. Ia menggeret kopernya menuju lantai atas sambil sesekali menyapa beberapa tamu langganan kafe.

Di ujung ruangan ada si kakek Yoon, lelaki tua pemilik bengkel piano di blok sebelah. Di sebelahnya duduk seorang wanita berumur 50-an bernama nenek Im, sang koki jenius di salah satu restoran di daerah ini. Soo Jung tersenyum melihat dua sahabat karib itu tengah bercengkrama.

“Ah! Jung-ah! Kau sudah kembali dari Eropa?”, tanya seseorang dari samping kanannya. Dia Lee Yong Dae, anak seorang pemilik butik yang ada di daerah Itaewon. Rumahnya persis di seberang kafe sekaligus kediaman keluarga Hwang.

Soo Jung tersenyum, “Hehehehe, yup! Err~ aku ke atas dulu, ya. Badanku berkeringat berat! Berbicaranya besok saja ya~”, ungkapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangan.

“Oke, oke. Aku mengerti. Mandi sana! Mukamu juga terlihat kelelahan. Istirahat!”

Arasseoyo, ahjussi~”

Mwo?! Sudah kubilang jangan panggil aku ahjussi! Aku baru berumur 29 tahun!”

Gadis itu terkikik sebelum akhirnya menapaki tangga kayu menuju lantai dua. Satu, dua pintu ia lewati sebelum sebuah pintu ruangan yang bertuliskan ‘Jung’s’ terlihat di hadapannya. Diputarnya knop berwarna perak keabuan itu dan ia pun tersenyum.

“Tidak berubah, ya?”

Kamar yang cukup mungil memang. Hanya sebuah tempat tidur ukuran single berlapis bedcover berwarna krem, sebuah rak buku berisi majalah, komik, buku novel dan buku musik, serta sebuah lemari kayu berumur dua dasawarsa dan meja belajar berwarna putih.

But that’s such a cozy place to stay in.

Aiii~ ya!”. Soo Jung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang empuk. Dipeluknya bantal besar putih bergambar Mario Bros yang sudah berusia sepuluh tahun lebih, menghirup aroma kamarnya yang telah lama ia rindukan.

Drrrt. Drrrt.

Ponselnya kembali bergetar. “Ne, yeoboseyo?”

Hwang Soo Jung-ah?”

“Ne? Ah! Young Jin-sonsaengnim!”

Hahahaha, berhenti memanggilku sonsaengnim, Jung-ah.”

 ”Biarlah, sonsaengnim. Kau ini memang master pembuat lagu dan aransemen menurutku”, lanjutnya sambil terduduk di atas kasur.

Terdengar suara deheman kecil dari ujung sambungan, “Err~ Terserah kaulah. Kau sudah sampai di rumahmu Jung-ah?

“Sudah, baru saja.”

Oh ya, besok bisa langsung ke studio, kan?

“Langsung? Eh? Lalu Soo Man-sonsaengnim?”

Ia yang menyuruhku agar kau langsung ke studio besok. Lagipula ia sudah menjelaskan segalanya kepadamu lewat e-mail, ya, kan?

Ehm, ya. Lalu?”

Besok mereka masih ada recording. Tinggal dua lagu lagi, dan tolong bantu aku di studio. Besok jadwalku agak padat, jadinya aku butuh seseorang agar bisa mem-backup pekerjaanku.

“Oke, oke. Apa saja yang harus kubawa besok?”

Badan saja. Semua alat sudah dipersiapkan di sini. Tinggal eksperimen. Mudah, bukan?

Ne, arasseoyo.”

“Oh, bawa espresso buatanmu, ya? Tenang, nanti kubayar.

“Hahaha, iya, sonsaengnim.”

Baiklah, sampai ketemu besok, Jung-ah. Mohon bantuanmu.

“Yep. Sampai besok. Mohon bantuanmu juga, sonsaengnim.”

Jung-ah meletakkan ponselnya ke atas meja. Bergegas dia mengambil macbook silvernya dari dalam tas dan memakai sebuah headphone hitam di kedua telinga.

Now Playing: SHINee-Life (Instrumental)

“Jadi ini pekerjaan pertamaku? Jung-ah, hwaiting!

—–

Toktok. Klek.

Err~ Selamat… pagi?”

Seorang pria dengan mantel coklat cukup tebal menoleh ke arah pintu masuk, “Oh! Jung-ah! Akhirnya kau datang!”

Gadis itu tersenyum dan membungkuk dalam. Diletakkannya dua pouch dengan delapan gelas espresso hangat di atas meja sebelum menerima jabatan tangan kanan Young Jin.

“Waaah, studio seorang pro memang berbeda…”, ungkapnya takjub. Young Jin hanya terkikik sekilas. “Bagaimana Eropa? Studi Audio Recording-mu lancar?”

“Hehehe, lumayan, sonsaengnim”, Soo Jung mengambil sebuah kursi, “Oh, ini pesanan espressonya.”

“Wah? Kau benar-benar membawanya? Padahal kemarin aku hanya bercanda”, Young Jin tertawa dan mengambil satu dari gelas-gelas hangat itu. “Ada delapan? Banyak sekali.”

“Satu untukmu, satu untukku, lima untuk mereka, dan satu lagi untuk… Err~”, gadis itu mengetukkan jari telunjuknya ke meja–tanda bahwa ia lupa akan suatu hal.

“… Song Young Ju?”, Young Jin mengangkat sebelah alis. Gadis itu menjentikkan jari, “Aaah! Ya, ya! Sekarang ia di mana?”

Recording booth. Tuh, dia lagi merekam ulang part-part piano dalam lagu yang akan kita rekam hari ini”, jawabnya sebelum menyesap espresso-nya.

“Oh, ini bayaran espressomu”. Young Jin segera mengeluarkan dompet hitam kulit miliknya, namun segera dihentikan oleh Soo Jung, “Tidak usah, sonsaengnim. Gratis, kok. Gratis!”

“Hah? Yang benar?”

“Yep. Anggap saja ucapan terima kasih karena aku boleh membantumu bekerja di studio.”

“Yakin?”

Yup!”

“Wah, terima kasih banyak, Jung-ah.”

“Sama-sama. Ehm, ngomong-ngomong kapan mereka datang? Janjinya dimulai jam sepuluh, bukan? Ini sudah jam… setengah sebelas. Kukira aku yang paling terlambat.”

Young Jin mendesis sebelum mengecek jam tangannya. “Sebentar lagi… Sepertinya.”

Taptaptaptap.

Soo Jung menoleh. Ditatapnya pintu masuk studio–bukan, lebih tepatnya menoleh ke arah lorong di balik pintu putih itu. Terdengar suara derap kaki dan juga suara sayup yang telah lama ia kenal.

Hyung! Aigoo~ Siapa suruh kemarin tidur terlalu malam, hah?! Apakah sebuah pertandingan sepak bola-yang-sangat-tidak-penting itu bisa mengalahkan seluruh rasa kantukmu, heh?”

Ya! Minnie! Tidak usah mendorongku begini! Aku bisa jalan sendiri!”

“Diam, Minho! Gara-gara kau, kita terlambat setengah jam! Dasar raja tidur!”

“Key, Key. Sudahlah, tidak perlu emosi. Bersabarlah sedikit.”

Hyung, masa’ kau tidak terbiasa juga dengan sifatnya yang mudah meledak, ha?”

“Diam kau, Jjong! Kau juga sama! Untuk apa keluar malam selama dua jam hanya untuk jogging?! Kau jadi susah bangun tadi!”

Aish! Tidak usah memukulku juga bisa, kan?!”

BRAK!

Pintu S.M. Ocean Blue Studio terbanting cukup keras. Tampak seseorang dengan muka lelah –lebih tepatnya dengan mata yang agak memerah disertai kantung mata hitam– dan beberapa orang di belakang punggungnya.

“Astaga, Choi Minho… Mukamu…”, gumam Soo Jung pelan.

Namja tinggi yang diketahui bernama Minho itu hanya menggaruk mata sedikit. “… Hah? Soo Jung?! Kau?”.

Mendengar nama itu, Taemin –yang berdiri di balik Minho– berjinjit sedikit agar pandangannya tidak lagi tertutupi oleh kepala Minho. Matanya membulat sebelum akhirnya menyipit kembali karena dorongan senyum besar yang terpampang di wajahnya, “Woah! NOOONAAAA~!”

Hampir saja Soo Jung terjungkal ke belakang kalau saja Young Jin tidak menahan kursinya. Lee Taemin, bocah berumur delapan belas tahun itu tidak (akan pernah) berubah. Sifatnya tetap saja manja dan… yah, cenderung kekanakan. Badan kurusnya –well, memang agak ‘berisi’ sekarang– memeluk erat Hwang Soo Jung, sahabat sekaligus seniornya dulu.

“Ya Tuhan, Taemin! Lepas! Umggghh~”, gadis itu memukul-mukul punggung Taemin hingga akhirnya si maknae melepas dekapannya. “Jangan pernah membuatku hampir terkena serangan asma secara tiba-tiba seperti tadi lagi, Tae”, sambung Soo Jung sambil berdiri dari kursi.

“Jungie? Itu kau? Benarkah?! WOAAAAAAAAAAAAH!”

Kibum –atau biasa dikenal sebagai Key, the almighty– memeluk gadis itu dengan cepat sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri. “Key! Key! YAAAA!”

“JUNG-AH!”

Tambah lagi sebuah beban yang membelit tubuh gadis itu.

“SOO!”

Oke, bertambah lagi.

Eommaaaaa~ Toloooong~”, si gadis tersesak, tetapi rasa senangnya juga meluap. Bertemu kembali dengan lima sahabat karib; bukankan hal itu menyenangkan? Mereka yang dulu selalu membantu, dan mereka yang selalu latihan bersama saat trainee. Berpisah selama lebih dari dua tahun terasa sangat panjang sepertinya.

Jonghyunnie?

Soo Jung terkesiap pelan. Lelaki itu berdiri dua meter di depannya dengan sunggingan senyum kecil yang tulus; senyum yang kerap kali ia temukan dalam harinya dulu. Gadis berumur dua puluh tahun ini pun balas terseyum.

“Kapan kau kembali ke Korea, Soo? Tega sekali kau tidak memberitahu kami!”

Soo Jung merapikan cardigan hijau toska miliknya, “Kemarin, Jinki-ya.

Pletak!

Aiya! Kenapa, sih?!”

“Jinki-oppa. Sudah ratusan kali kubilang, Soo. Aku ini lebih tua darimu dua tahun!”

“Lebih tepatnya satu tahun lima bulan, Jinki-ya. Lagipula apa salahnya aku memanggilmu dengan tambahan -ya? Aku sudah terbiasa dengan panggilan seperti itu~”, ia beralasan. Jinki hanya menggelengkan kepala sebelum akhirnya duduk di sofa dan kembali menatap kertas yang dari tadi tergulung di tangannya. Pasti itu lirik dan chores lagu yang akan direkam sekarang.

“Kenapa kau tidak menelepon kami kemarin? Setidaknya ‘kan kami bia menjemputmu di Incheon, Jung-ah”, giliran Minho yang berbicara dengannya. Soo Jung hanya mengangkat bahu, “Entahlah. Aku lupa. Hmm, aku ingin mengejutkan kalian sedikit, boleh, kan? Dan kau, Taemin, jangan tarik bajuku terus-menerus seperti itu.”

Si kecil bermarga Lee itu hanya melepas tangannya yang bergelayut pada kain wol cardigan milik Soo Jung dan duduk diam setelah tatapan tajam milik gadis itu membuatnya bergidik.

“Rambutmu… Panjang ya? Potong, sana”, ucap gadis itu sambil menunjuk rambut si jangkung. Minho menyentuh dan menarik sedikit ujung rambutnya, “Tenang, Jung-ah. Sebentar lagi gaya rambutku akan berubah total.”

“Aku juga, noona! Kau harus melihatnya!”, timpal si maknae dengan telunjuk teracung pada Soo Jung. Perempuan itu hanya mengangguk dan menggusak rambut jamur kecoklatan milik Taemin.

“Lalu? Apa yang kau lakukan di sini, Jungie?”, Key mengambil segelas espresso dan meminumnya sedikit, “Hm, ini buatanmu, ya? Lama sekali aku tidak mencicipinya.”

Soo Jung mengangguk. “Aku–“

“Soo Man-sajangnim menawarinya untuk menjadi asistenku di sini. Kalian tahu kan dia pergi ke Eropa untuk studi Audio-Recording? Pekerjaan ini pas untuknya”, Young Jin memotong perkataan Soo Jung dan mengutak-atik sound mixer di hadapannya. “Dan kalian terlambat setengah jam. Sebaiknya kalian hapalkan lagi liriknya, karena rekaman dimulai lima belas menit lagi.”

Soo Jung hanya menghela napas panjang. Aneh mereka ini, pikirnya. Sudah jelas jadwal SM itu padat dan mengharuskan artisnya untuk terus mengikuti schedule tepat waktu, namun yang dilakukan kelima orang ini malah terlambat menepati janji rekaman album.

Key –yang tadi merutuk kecil dan melemparkan tatapan kesalnya pada Minho– mengedikkan bahu seraya berjalan menghampiri Young Jin. Minho dan Taemin memilih untuk masuk ke recording booth untuk bertemu Young Ju.

Soo Jung mendehem pelan sebelum akhirnya berjalan mendekati seseorang yang berdiri menyandar pada pintu. Ia menghentikan langkahnya tepat di hadapan si pria dengan kedua tangan di dalam saku cardigan miliknya. Lelaki itu menatapnya tanpa membuka mulut, seakan menunggu Soo Jung untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu.

Ummm, lama tidak jumpa, ya?”, Soo Jung tersenyum kecil. Sebenarnya dia merasa bodoh untuk mengatakan ini. Dua tahun enam bulan, sudah jelas itu waktu yang cukup lama.

“ Ya.”

Soo Jung terdiam. Bukan jawaban itu yang dia inginkan.

“… Kau masih memakai kalung itu?”

Gadis itu memutar mata menuju kalung yang ia pakai kemudian menyentuhnya, “Tentu. Kau yang menyuruhnya, bukan?”

Lelaki itu akhirnya tersenyum kembali sebelum akhirnya ia berjalan mendekati Soo Jung, “Selamat datang kembali, Jung-ah”, ungkapnya pelan dan mengacak pelan rambut si gadis.

“…Err~, terima kasih, Jonghyunnie… ”, balasnya sedikit ragu dan tersenyum kecil.

—-

“Lalu lalu? Ayo ceritakan lagi, noona! Aku penasaran!”

Break time, mereka berkumpul lagi di sofa ruang studio. Soo Jung tampak berpikir, “Apa lagi yang harus kuceritakan, Minnie? Sepertinya sudah semua”, ucapnya bingung sebelum meletakkan piring kosong yang tadi berisi dark mocha brownies pesanan Young Jin.

“Adakah orang ‘spesial’ di sana?”, tanya Key secara sepihak yang langsung membuat Soo Jung menatap heran kepadanya. “Apa? Rasanya pertanyaan tadi tidak ada yang aneh”, sergahnya.

Gadis itu menggeleng, “Hmm, tidak. Paling beberapa teman dekat di kampus saja, tidak lebih.”

Cih, tidak menarik”, cibir Key dan ditanggapi Minho yang menyikut lengan kirinya cukup keras. Ia mendelik dan mulutnya seakan berkata ‘Mwo?!’ pada Minho dan dibalas gelengan kepala darinya. Gadis yang duduk di hadapan mereka hanya mendesah pelan; mengerti apa yang dimaksud Minho terhadap Key tadi.

“Soo?”

“Yep?”

“Kenapa kau berhenti menjadi trainee? Padahal ada kemungkinan kau akan segera didebutkan kalau kau tidak keluar dari perusahaan, Soo.”

Soo Jung tersenyum. “… Tidak apa-apa, kan?”

Jinki –yang tadi bertanya– menyandarkan badannya pada sofa dengan kedua tangan terlipat. “Ya memang tidak apa-apa, sih. Tapi kenapa?”

“… Badanku tidak memungkinkan aku untuk berprofesi sebagai entertainer, Jinki-ya.”

Jinki mengangkat sebelah alis, “Hah? Maksudmu?”

“Kau sakit, noona?”

“Apa kau… Didiagnosa mengalami penyakit parah?”, Minho menambahkan.

Soo Jung tertawa sambil mengibaskan tangan, “Hah? Hahaha, tidak, tidak! Kalian jangan berpikiran terlalu jauh! Aku bukan seorang gadis-yang-terkena-penyakit-gawat-dan-akhirnya-mati seperti dalam drama!”, ucapnya pada kelima laki-laki yang kini menatap bingung dirinya.

Euh, kalian tahu ‘kan kalau aku dari dulu mengidap darah rendah turunan ibuku? Jadwal trainee yang seperti itu saja sudah membuatku tifus dua kali dalam setahun, apalagi kalau aku meneruskan latihan sebagai trainee?”

“Melihat jadwal So Nyeo Shi Dae dan juga sunbaenim yang lain makin membulatkan tekadku untuk keluar perusahaan. Jadi ya, aku keluar. Aku juga mendapat beasiswa ke Paris, jadinya ya… Begitulah.”

Leader SHINee itu mengangguk mengerti, “Benar juga. Waktu trainee juga aku sering melihat wajahmu pucat setelah kelas dance selesai. Kau punya darah rendah ternyata.”

Yup, begitulah. Tapi aku tidak mau begitu saja melepas minatku terhadap musik. Jadi ya… Beginilah aku sekarang. Orang di belakang layar, lebih fleksibel dan tidak melelahkan”, sambungnya lagi.

Keempat pria yang lainnya mengangguk-angguk. Key menoleh ke arah Jonghyun dan tersenyum kecil, “Hei, hyung. Kenapa daritadi kau terus menutup mulut, heh? Seperti bukan dirimu saja, hyung.”

Jonghyun balas tersenyum kecil, “Tidak. Tidak apa-apa. Aku lebih suka mendengarkan kalian.”

Gadis itu mengambil napas panjang dan menatap laki-laki yang kini tengah memakai earphone miliknya. Mulutnya terus menggumam lirik lagu yang akan ia rekam setelah istirahat ini selesai. Soo Jung menerawang langit-langit di atas kepalanya.

Apakah… Dia masih tidak bisa memaafkanku sepenuhnya?

—–

-Next Part’s Teaser-

“Gila, Key. Itu… Astaga. Apakah otakmu sudah rusak?”

“Minho dengan Yeon Ji? Hah?!”

“Bagaimana hubunganmu dengan Jonghyun-hyung? Perlu bantuan?”

“SMTOWN Los Angeles? Wow.”

“Kau itu keras kepala, hyung.”

“Ia terancam tidak bisa ikut comeback stage, Soo”

—–

Annyeong! Ketemu lagi deh sama author baru di sini. *membungkuk amat sangat dalam*

Baru sadar kalau saya telah menelantarkan FF ini selama tiga bulan. Maaf banget, maklum nasib anak kelas tiga SMA nih ahahaha, sibuk sama les tugas ulangan plus tes yang setiap hari enggak berhenti. Belum lagi galau mikirin nanti kuliah di mana. Maaf banget T.T

Tapi akhirnyaaaa, saya punya waktu juga untuk menyelesaikan part satu (ya Tuhan baru part satu dong TT.TT) karena akhirnya saya libur! Yay! Mumpung ada ide langsung saya ketik deh ini part ngebut~

Jujur yah, saya masih bingung loh ini FF ngarahnya kemana hahaha *penulis gagal*. Terus maaf ya kalau ceritanya terkesan terburu-buru. Ah, yang pasti, akan ada dua pairing di sini, dan udah ketauan dong pairing pertamanya siapa.

Yep, Jonghyun – Soo Jung!

Kenapa Jonghyun? Jujur, selama ini saya liat FF SHINee tuh pasti cast utamanya itu kalau enggak Minho, ya pasti Key atau Onew, dan yang main cast-nya Jonghyun itu saya jarang banget nemuin.

Oh iya, bagi yang mau tahu siapa itu Soo Jung, bisa lihat di sini. Iseng-iseng buat kayak gituan tuh haha😀

Nah, FF ini akan menceritakan tentang SHINee dari era Lucifer, yang berlangsung pertengahan 2010 lalu. Jadi jangan aneh kalau saya nanti lebih banyak nulis kejadian di masa lalu kekeke~. Oh, ya, kan di atas tuh diceritain mau rekaman lagu Life dan diaransemen oleh Young Jin, iya kan? Sebenarnya yang ngebuat lagu itu Kenzie, bukan Young Jin. Tapi di FF ini saya anggap Young Jin aja deh ya, enggak apa-apa, kan? Hehehe.

Kemudian, ehm. Saya mohon maaf ya pas nulis teaser tiga bulan yang lalu sumpah gak mikir banget tuh ahaha. Masa di pesawat boleh make HP? Aduh, ngayal deh mulai. Tapi anggap aja boleh deh ya, namanya juga fiksi hehehe (._.)v

Makasih banget yang udah mau komentar di teaser kemarin, saya seneng banget! Terus makasih banget bagi yang masih nyempetin waktu untuk baca part ini, I’m totally appreciate it🙂

Makasih juga buat Icha-eonnie yang udah ngebolehin aku nampung FF asal nan kacau ini di sini, seneng banget! Aku tetap menunggu KyuNara dan FF 2PM-nya ya eonn hehehe😀. Semoga kuliahnya lancar ya eonn, fighting!

Baik, sepertinya note ini kepanjangan. Terima kasih sudah membaca!

Satu lagi, selamat Natal bagi yang merayakan!

Regards,

Mya.

(Twitter:@kamilaokta)

78 thoughts on “Year Of Us [Part One]

    • jujur ga pernah baca ff shinee . hahaha .
      dan nyobain sesuatu yg baru itu :: NOT BAD ::😄
      haha . pertama baca “Minnie” ak kira ming numpang lewat *otak udah kekontaminasi suju*
      hehe critanya simpel dan ga buru2 ko kata aku ..
      jjong aslinya emg pendiem cool begini ? ga kliatan dari rambutnya di lucifer #plak!mintaditendang
      lanjuuuuutt myathor~ #kicked ><)//

      • Wehehe, wah semoga FF SHINee-nya enggak membosankan ya😉
        Aduh bukan Sungmin (eh Sungmin kan maksudnya?) hahaha tapi nanti ada member SJ masuk sini kok😉

        Jonghyun itu orangnya… gatau, soalnya aku ga kenal dan ga pernah ketemu ahaha
        Setau aku mah ya kalau liat di acara2 variety show gitu, dia orangnya garing+gampang nangis+rada yadong+rada ribut+troublemaker+hobi skinship X)

        Siaaap, dilanjut!
        Makasih udah bacaaaa🙂

  1. Main cast nya jjong?? Aku suka kalo jjong!!! Jonghyun aja ya main cast nya~ ya ya ya ya?? Eonni ya? Hehehehehehe di tunggu kelanjutannya!😀

  2. seru… seru..
    cerita’y simpel, khas remaja.
    main cast’y jonghyun yah, satu’y siapa yah… mgkn taemin.. *asal*
    d’tunggu part 2’y…😀

    • Ehehe makasih ya🙂

      Iya kan jarang banget? Makanya sekarang saya mencoba buat ff yang maincastnya dia.
      Makasih ya udah mau bacaa~

      Amin, doain ya semoga lancar sekolahnya. Kamu juga sukses ya sekolahnyaaa🙂

  3. annyeoong~
    penasaran nih ama masa lalunya soo jung-jonghyun. trus pairing keduanya sapa? minho ya?? o.O
    oke, dtunggu part slanjutnya. :3

    • Hehe annyeong~
      Nanti diceritain kok masa lalunya, malah aku mikirnya ntar ada judul FF tersendiri yang bakal ngebahas masa masa trainee mereka berenam🙂

      Siiip, makasih udah baca ya😀

  4. yeeay….jjong jadi main cast… *nari hula-hula*
    hmmm…penasaran kisah soo ma jjong….critanya mereka dulu pacaran ato gmana?? pairing keduanya minho ma yeon ji kah?? hmm…makin penasaran…😀

    fighting chingu…😀

    • Yaaaay~ *ikut nari*
      Pacaran? Ummm, mungkin? Aku juga gatau #pletak
      Yep, Minho-Yeon Ji! Dan sepertinya saya akan membuat FF tersendiri untuk pairing yang satu ini haha #ups

      Sip, makash udah baca, chingu🙂

  5. Akhirnya part1nya muncul *lapkringetkelamaannunggu*
    Hmmm koreksi sedikit bhs prancisnya boleh?
    Itu harusnya La croyance (kepercayaan)
    Kalo croient itu kt kerja dari “croire”, untuk orang ketiga jamak…🙂
    Merci beaucoup🙂

    Ok, now 4 d story…
    Image ‘baby’ taemin emg ga pernah bisa lepas!!!
    D sni jonghyun cool bgt!!! Kalung Lnya mungkinkah LOVE?? Ahayyy…
    Key, as usual suka ngejablak yah mulutnya… Lecet bgt deh :p
    Jinki, kyknya sering bgt ga disebut oppa sama mreka yg lebih muda :p
    Minho.. Tetep tampan😀

    Oke dtunggu part2nya yaaahhh
    Pengen tau hubungan SooJung-Jonghyun

    Author hwaiting \(´▽`)/

    • Waaah makasih banyak ya koreksinya! *langsung edit ulang*
      Mohon maklum yah, bahasa perancis saya kemampuannya masih segede kacang ijo (?) hahahaha
      Merci beaucoup🙂

      Iya tuh, Taemin mah emang gak pernah berubah. Digimanain juga tetep bayi dia mah di mata saya hahaha~
      Kalung ‘L’-nya dari kata Love? Aih, jujur loh ga ada pikiran ke situ. Mungkin iya kali ya ehehehe *author gila
      Key sih memang selalu gitu kan ngomongnya, asal keluar ga liat sekitar. Terlalu jujur memang itu orang -,-
      Minho belum banyak keluar, ada rencana dibuat side-story buat dia sendiri nantinya hehehe ^.^v #ups

      Makasih udah baca dan udah komentar ya😀

  6. Just read it and fall in love with it ><

    Semangat yah aku juga sama kayak kamu nih sibuk berat tapi yaaa semangat aja deh 8D

    Ditunggu kelanjutannya yah😉

    • Kepotong komentarnya?
      Kamu pake tanda kaya gini >< tapi ada huruf o atau titik di tengahnya, gak? Kalau iya, otomatis komentarnya bakal kepotong tuh.

      Wah, makasih udah suka😄
      Makasih udah mau baca dan komentar, deehae🙂
      Semangat juga yaaa, hwaiting!

  7. Ahhh~ akhirnya keluar juga part 1-nya ~(‾▽ ‾~) (~‾ ▽‾)~
    Hmm~ jjong!!!
    Penasaran sm kisah mrk °•(>̯┌┐<)•°
    Sblmnya pnh bc ff dr grup2 lain selain SJ tp yg one shot,br kali ini bc yg berseri..
    I'm looking foward to it :))

    • Iya, setelah tiga bulan akhirnya keluar hahaha~ Udah lumutan ini FF gak pernah saya urus huhuhu
      Nanti diceritain kok, tenang aja. Malah ada rencana aku mau buat satu judul khusus buat nyeritain masa trainee mereka🙂

      Sip, ditunggu, ya. Semoga part-part selanjutnya enggak membosankan😀
      Makasih udah baca dan udah komentar loh ya😄

  8. pertama buka fanfic ini… kirain icha yang bikin loh .____.v
    tapi setelah dibaca hampir pertengahan, ding~ langsung mikir “kok icha nulis ini jadi gini, kayak bukan icha aja. ==’ ”
    dan sya mulai simpulkan bahwa yg nulis bukan icha. *lemot #plak
    apalagi setelah ada penjelasan dibawanya, ketauan saya emang lemot ._____.v
    padahal ‘perasaan’ sya juga udah baca dan comment di teaser YOU sebelumnya.
    tapi kok kyak lupa2 ingat = =a *pikun
    oh ya, kenalan dulu kali ya hehe
    zee a.k.a nanami imnida. 18yo! bangapta ^^

    over all suka sama part 1 nya.🙂
    ada kesan misterius(?) dalam tiap kalimatnya.
    cuman… terlalu pendek yah menurut saya ._____.

    segitu aja dulu commentnya
    Fighting buat part 2 nya! ^^

  9. Aduh hahaha Icha Eonni kan spesialis nulis FF KyuNara-SJ sama 2PM. Aku kebagian nulis FF SHINee~
    Wah lupa udah baca teasernya, ya? Oke, itu efek gara-gara aku publishnya kelamaan berarti.
    Maaf ya eonn TT.TT

    Iyaa, salam kenal juga🙂
    Nama aku Mya, 17 yo. Bangawoyo🙂

    Wihiii~ Makasih udah suka, eonn😄
    Ada kesan misterius? Hah? Hahaha, gak ngerti nih saya hehehe~
    Terlalu pendek ya? Memang sih ya *garuk kepala*. Oke, diusahain part selanjutnya bakal dipanjangin!

    Ne, makasih, zee eonn😀

  10. Huwaaaa….
    akhirnya publish juga…
    lama nih nunggunya chingu… kekeke

    jujur aja emang jarang bgt baca ff SHINee…
    kereenn juga ternyata….

    ummm… pas ada yang bilang minnie… *cling yang muncul di otakku malah umin uri aegyo king. hahaha ternyata taemin to…wakakakaka..

    jjong ya main cast nya?? hahaha, it’s fine, walau biasku di SHINee itu Onew…

    ceritanya… baguss. bikinn penasaran chingu…

    ngerjainnya pelan-pelan aja..
    aku juga ngrasain gimana rasanya dikejar-kejar project ff yang menggunung sedangkan ujian menghantui TT-TT

    wkwkwkw. Lanjtannya ditunggu ya….
    FIGHTING!!

    • Hahaha iya akhirnya publish juga :’)
      Maaf banget ya kalau terlalu lama nunggunya huhuhu

      Iya Jonghyun main castnya, soalnya jarang banget sih nemuin ff yang tokoh utamanya dia, makanya sekarang aku coba buat🙂
      Tapi tenang, aku usahain semua member dapet partnya masing masing, jadi rata semua gitu hehehe ^^v

      Siaaaap, ditunggu ya. Makasih banget udah mau komen dan baca, chingu🙂
      Ne, fighting!

      • Wah daftar?
        Hahahaha di ff ini aku cuma ngerencanain dua pairing aja.
        Tapi kayaknya di project ff selanjutnya bakal dapet pairing tuh tiap membernya🙂
        Nanti aku buat notesnya ya di chapter terakhir ff ini *eeeh lama gilaa*

        Kamu daftaaar? Oke, ditampung dulu~ Tunggu kabar selanjutnya!

  11. *kedip kedip* whoaaaa~ finally ni ff nongol juga meskipun aku telat baca o,O /plak

    kyaaaaaaaa~! Jujur ya eonn aku kalau baca ff shinee suka agak asing sama aneh gimana gitu terus begitu baca ff ini…..langsung jatuh cintaaa >< /peluk jjong/eh walaupun awalnya aku kurang ngerti karena otak aku yang lola._. Ah penasaran sama yang kesalahan soo jung itu loh~ Atau jjong jadi canggung gitu emang gara kesalahan yang dibikin soojung itu? O,o

    keren eonn,bahasa pembawaannya enak,alurnya juga baguus,terus penggambaran tokoh soo jung nya juga detail ^o^ nice ff!
    Err…baca ff ini aku malah gemes sama taem loh=))

    yaudah deh daripada komen absurd aku ini berlanjut udahan aja deh. Keep writing eonn, I'll wait for next part,hwaiting eonn! b^^d

    • Iyaaa ahaha akhirnya nongol jugaaa~ Enggak apa-apa kok telat baca, makasih banget malahan🙂

      Wah jatuh cintaaaa? Ya ampun makasih yaa, semoga di part part selanjutnya makin cinta yah :3 *peluk Taemin*
      Soal Soo Jung sama Jonghyun… Nanti diceritain kok, tenaaaang🙂
      Pokoknya mulai part selanjutnya bakal ada banyak flashback #ups

      Makasih yah udah suka, seneng banget deh aku hahaha
      Taemin emang ngegemesyiin kok haha~

      Siiip, ditunggu ya say. Makasih loh udah mau baca dan komentar😀

  12. hoaaa akhirnya keluar juga . udh lama nunggunya😀

    waah main cast nya jjong ya~
    aku kira smua bkal ada couple nya kkeke

    dtunggu part 2 nya .
    fighting ^^

    • Hehe iyaaa, maaf ya kalau kelamaan nunggunya TT.TT

      Iya, maincastnya uri dino❤
      Kalau semuanya punya pairing… aduh belom kuat (?) saya, soalnya rada repot tuh ngurus 5 couple hahaha🙂

      Siaaaap, ditunggu yah. Ne, fighting!
      Makasih udah baca dan komentar yaa~

  13. jonghyun! bener bgt eonni, ff dgn main cast jjong itu jarang banget. surprise ketika ff shinee pertama dsn main cast nya jonghyun. oke, hwaiting eonni!

    • Yup, Jonghyun!
      Bener kan jarang banget kalau main castnya jonghyun?
      Jadinya aku bikinny ayang Jonghyun aja deh eheheh🙂
      Doain semoga lancar yaa ff-nya.

      Ne, hwaiting!
      Makasih ya🙂

  14. I do love the way you have framed this specific concern and it does supply me personally a lot of fodder for consideration. On the other hand, coming from just what I have personally seen, I just hope when other reviews pile on that men and women continue to be on point and don’t embark on a tirade regarding some other news of the day. Yet, thank you for this superb point and although I can not really concur with this in totality, I respect the standpoint.

  15. Kyaaaaaa untung kagak ada pairing onew disini huahaueahauhaha~ *ketawabarenghyuk* ah sumpah saya demen bgt dah tulisannya mya onnie berasa udah jadi penulis profesional😄 lanjut part dua ya onnnnnn ditunggu dengan senang hati kekeke~ *nyengirbarengkyu*

  16. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ntar ada yg pairingan sama onyu ga ya semoga aja enggak >////< *bletak!* *sapelu* btw jjong keliatan keren disini😄 *dijitakonew* hwaiting onnie!! =D

    • eh itu komennya ada yg kurang mehehe.-.

      kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ntar ada yg pairingan sama onyu ga ya semoga aja enggak >////< *bletak!* *sapelu* btw jjong keliatan keren disini😄 *dijitakonew* hwaiting onnie!! =D

      • Oneeeeeew? Liat aja nanti yaa, mungkin nanti dia tiba-tiba ada pairingnya di sini wehehehehehe *peluk Onew*
        Jonghyun keren? Memang keren kok dia (sebenernya), walaupun kalau di acara-acara variety show gitu suka agak garing ahahaha~

        Siaaaaaap, ditunggu ya part duanya.
        Makasih ya udah mau mampir dan komen disini🙂
        Neeeee, hwaitiiing!

  17. Halo mya eonnie :3 *bow
    Pairing ke dua siapa onnie? *poke poke*
    Apakah fida-jinki?? #eeaaa *timpuk
    Lanjuuut eonn..
    Ditunggu part duanya😉 nunggu 3 bulan lagi pun aku sanggup *beeeuh

    • Haloo fidaryeo🙂
      Pairing keduanyaaa… kayaknya dari nextpart’s teasernya udah ketauan kok :3
      Fida-Jinki? Waaaah gatau yaaaa hahaha *timpuk juga*
      Atau kamu mau aku bikinin ff khusus pairingnya kamu sama Onew? Mau? Hehehe~

      Siaaap, ditunggu ya. Diusahain paling lama sebulan kok tenaaaang😀

      Makasih udah komentar dan mampir yaaa~

  18. Jjong trnyata….
    Ntar kira2 kopel slanjutnya sapa ya?
    Geeezzz…..
    Ini kesalahan masa lalu ya?
    Apa ya kira2…. Kyaknya sampe marah bgt….
    Ahh… Next partnya ditunggu yaaa😀

  19. annyeonghaseyo..
    Lun imnida,

    akhirnyaa muncul juga part satu-nya Y.O.U..
    ditunggu bgt loh,
    sayaangnya…..
    kurang pnjaang😉

    si Jjong rada yadong? -eh, rada pendiem.. Hee
    tumbenan nih, biasany ke-2 paling berisik dri Key-eomma.. *ditampol Key sampe k dorm SuJu*
    okeh, ditunggu lanjutannya yah..😀 ^^

  20. Aaaaaaa akhirnya aku ketemu ff shinee yang main cast-nya Jonghyun.. Asik asikk.. Iyaa aku setuju, kalo kebanyakan ff shinee pasti kebanyakan main cast-nya Minho, Key, ato Jinki (termasuk aku sendiri kalo bikin main cast-nya Jinki *curhat*)
    Huaaaaa Jjong ><
    Ayoo unnie, dilanjut part 2-nya. Aku tunggu.. Jiayo! ^^

  21. walau aku shawol, tapi baru skrang baca ffnya shinee… ahahaha.. jadi seneng mampir ksini, stelah skian lama, eh malah dpet ffnya shinee..

    ehm.. aku suka gaya bhsanya.. mudah dimengerti n simple, ga bertele2..

    jjong jdi main cast? ehm.. mnarik.. dgn kpribadian dya yg unik mang cocok jdi main cast.. plagi kyaknya dy kliatan namja bgt yg punya pluang buat punya cewek.. tpi ati2 ya mya, karakterny jjong susah dipahami..palagi kamu bikin dy cool n jrang ngomong dsini, tapi kayaknya diemnya jjong it ad alasan masa lalu ya? ahahahaha *reader sok tau*

    kalo liat jjong ga banyak omong n cool gtu, jdi inget insiden kcelakaan dya di jakarta mpe gosip ma shin se kyung.. muka dya sedih banget n jarang ngomong, jdi bkin ak agak sedih kalo inget it.. huhuhuhu.. smogha ntar dya ga tlalu dibikin jadi cool ya.. *ahahahahaha* *reader yang banyak minta* ohohoho

    it yang mukul si jjong syapa ya? sedihnya.. main cast dipukul.. onew bukan sih?
    tapi kalo onew it sbenarnya sosok hyung yg sabar dn bisa di-bully ma dongseng2nya,,palagi dgn sifat lemah lembut n pengertiannya itu.. makin bikin demen anak2 shinee buat nge-bully dh.. *maaf ya fansnya onew*
    jdi akan sangat sulit bagi onew buat memukul anak2 shinee.. ohohoho..

    lanjutin ya ffnya,, smangat buat sekolahnya, smangat buat tulisannya!! aku tunggu part berikutnya.. smogha makin banyak halamannya n shineenya makin banyak muncul..

    salam kenal,,

  22. aku agak lupa nih teasernya dulu gmana.. heheeh #efekujian #alibi😄
    masi belum ngerti nih baru part 1 sih ya,, hehe. penasaran sama lanjutannya, iya kok itu Jjong pendiem gitu,, hehe
    semangat buat belajarnya thor, nikmatilah masa2 terakhir SMA.. hehehe

  23. Ninggalin jejak,,,, lg muter2 di dunia per-FF-an tiba2 kesasar disini dan menemukan lima org terdampar (?),,,

    ShINee Jjong??? Pasti serru,,, sejak kapan Jjong jadi pendiam??? Spt bukan dirimu hyung,, setuju tuh sama Key..

    Menarik-menarik,, ditunggu next part-nya,,hehe

  24. dikasih link wp iniii hihihi pertama baca ff yg ttg junhyung, trus skrng lg mau baca yg shinee, skrng lebih bnyk ff suju ya hmmm makanya susah nyari ff shinee yg bagus, wehehe oiya pas teaser blm comment, baru comment disini, aku pernah baca ff nama OCnya itu soojung dan disitu dia jahat, jadi kebawa2 aku ingetnya disini soojung jg jahat wekekek comment pertama ini dulu ya, mau menancap ke part berikutnya dulu hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s