-Contest Fiction- My Ice Princess

Original Fanfiction By : Silmi Azizah / Lee Hyejin

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

***

Cho Kyuhyun POV

“urri magnae.. akhirnya kau punya yeojachingu juga.. aih..”

“ya! Kyuhyun ah.. kau tak boleh melupakan kami, hyung-hyungmu..”

“apa dia game maniac sepertimu juga?”

“apa dia ELF?”

“atau sparkyu?”

“dia cantik tidak?”

“tinggi? putih?”

“apa dia bisa memasak?”

“matanya bagaimana?”

Aku mendelik tajam menatap 9 hyung-hyungku yang dengan asyiknya menggodaku. Hati-hati saja kalian ya.. evil kyu ini belum beraksi..

Aku yang sedang malas hanya menatap mereka satu persatu dengan tatapan membunuhku yang aku yakin setidaknya bisa membuat mereka menghentikan pembicaraan ini. Aku lalu masuk kamar dan menjatuhkan tubuhku diatas kasur empukku.

 ‘yeojachingu’

Apa itu nyata? Aku benar-benar punya pacar ya? Jadi apa yang harus kulakukan sekarang? Sungmin hyung tiba-tiba masuk kamar dan menjatuhkan dirinya di kasur disampingku.

“Kyuhyun ah, yeojachingumu itu.. bagaimana dia?” Tanya Sungmin hyung tanpa melihat ke arahku. Lama aku tak menjawabnya. Sebenarnya aku tak punya deskripsi yang cukup untuk menggambarkan dirinya. Aku hanya melihat gadis itu sekali, itupun sebulan yang lalu. Tapi yang kuingat…

“dia…cantik.”

“hanya itu?”

“dia…matanya indah.”

“dan dia…”

“mengalahkanku main game”

“mwoya?”

 ***

Flashback: 1 month ago

 “kalau aku menang, kau harus menuruti apapun keinginanku. Apapun.”

Aku kabur ke game centre saat Leeteuk hyung bilang akan ada acara di dorm pagi-pagi. Acara dorm pagi artinya kita membersihkan seluruh dorm. Tanpa kecuali. Siapapun. Tapi kadang seseorang akan kabur dari acara itu dan kembali saat semua sudah rapi. Tapi sebenarnya seseorang itu hanya satu orang dan itu adalah aku. Haha.. aku tak peduli apapun resikonya aku keluar dorm seperti ini. Yang jelas aku tak ingin berhubungan dengan acara itu.

Aku adu mulut dengan seorang gadis tentang sebuah game yang berakhir dengan kami harus tanding game. Jarang ada seorang gadis sepertinya datang ke game centre. Biasanya gadis-gadis yang datang ke game centre itu tomboy, gayanya seperti gamer pada umumnya. Tapi gadis ini.. tak terlihat seperti pemain game. Entahlah aku jadi tertarik dengan permainan ini.

“arasseo.. dan kau juga harus melakukan hal yang sama saat aku menang..”

“deal” aku hanya terkekeh pelan mendengarnya. Gadis di hadapanku ini terlihat yakin sekali dengan apa yang dikatakannya. Tapi maaf… mungkin nanti kau akan menyesal mengatakan hal itu.

 20 minutes later

 “aisshh.. sudahlah.. cepat katakan apa yang kau inginkan..” dia menang. Gadis itu menang. Aissh.. aku dikalahkan seorang wanita dalam starcraft yang biasa aku mainkan di laptopku. Dan bahkan itu masih level biasa. Ada apa denganmu cho kyuhyun?? Apa ini kutukan dari para hyung karena aku kabur lagi?? Aku harus minta maaf pada mereka sepertinya..

Gadis itu menatapku dengan.. aishh.. aku tak suka tatapannya. Seperti seluruh dunia ada di tangannya. Wajahnya dingin hampir tak berekspresi. Dia menatapku seperti meremehkan. Ya! Tak usah menatapku seperti itu karena kau baru menang dariku satu kali. Aarrghhh… sekarang bagaimana? Bagaimana kalau dia minta yang aneh-aneh dan bisa membongkar identitasku??

“sekarang aku tak punya keinginan.. mungkin nanti saat aku membutuhkannya aku akan menghubungimu.” katanya tegas namun ada sentuhan lembut didalam suaranya itu.

“baiklah..” setelah aku berkata begitu gadis itu pergi dari hadapanku. Beberapa orang berdiri di sampingnya seperti bodyguard sampai gadis itu masuk mobilnya.

 Flashback end

 ***

Tadi pagi seorang pria menelponku dan mengatakan aku akan menjadi kekasih dari seorang gadis yang dulu menang game melawanku. Kalau tak salah namanya Kwan… Nara?

“aku menjadi namjachingunya? Begitu maksudmu?”

“kau kalah dan kau harus menuruti semua keinginan nona Nara. Tanpa kecuali. Kau ingat kan??” katanya langsung tanpa basa-basi dulu.

“jadi.. keinginannya… ini?” pria itu tak menjawab. Ia juga tak mengatakan siapa dirinya. Ia hanya bilang aku akan dijemput seseorang pada pukul 7 malam. Sialnya pembicaraanku itu terdengar oleh Eunhyuk hyung yang langsung member tau semua member tentang hal ini.

“Kyuhyun.. dia punya pacar!! Dia menyebut-nyebut kata namjachingu di telponnya tadi..” kontan semua langsung berkumpul mendengarkan monkey hyung itu bicara.

Dan kalian tau sendiri kan bagaimana reaksi mereka semua. Aahh.. aku melirik Sungmin hyung yang masih menerawang menatap langit-langit kamar kami. Aku hampir saja lupa kalau aku ada janji dengan seseorang di telpnon itu kalau Sungmin hyung tak mengingatkanku. Aku lalu bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk menemui ‘yeojachinguku’ itu. Pukul 7 tepat bel pintu dormku berbunyi. Membuat semua penghuninya tersentak kaget sekaligus penasaran. Donghae hyung membukakan pintu.

“aku mencari tuan cho…”

“Kyuhyun.. dia disana..” Donghae hyung menunjukku.

 ****

 “ige mwoya??” aku mengerutkan kening saat seorang gadis berpakaian pelayan memberiku satu pasang pakaian resmi lengkap dengan jas dan dasi. Dia lalu mendorongku masuk ke kamar ganti menyuruhku cepat berganti pakaian. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Aku segera mengganti kemeja ku dengan pakaian tadi.

Setelah selesai aku langsung ditarik oleh pelayan tadi ke sebuah ruangan yang berbeda. Aku masuk dan menemukan gadis itu. Gadis itu… terlihat berbeda. Dia tak seperti gadis waktu di game centre itu. Dia terlihat…

“ya! Apa yang kau lakukan. Cepat masuk..” dia memerintahku seenaknya?? Memangnya kau siapa hah???

“oh ya.. siapa namamu tuan?” seorang pria yang menjemputku tadi yang kutau adalah bernama Son dongwoon bertanya padaku. Aku menengadah menatapnya sejenak lalu menjawab.

“Cho Kyuhyun.. panggil saja Kyuhyun.” ia mengangguk.

“kau boleh memanggilku Dongwoon saja..” aku hanya membungkuk pelan dan tersenyum samar padanya.

“jadi.. kau sudah tau apa yang harus kau lakukan kan?” Dongwoon lagi-lagi bertanya padaku.

Ha? Apa? Aku harus menjadi namjachingunya kan? Lalu apalagi? Aku hanya menatapnya sambil mengerutkan keningku bingung. Aku lalu menggeleng. Gadis bernama Kwan Nara itu hanya menatapku dingin lalu kembali lagi memperhatikan para pelayannya yang sedang membenarkan pakaiannya.

 Kyuhyun POV end

***

Kwan Nara POV

“sudah waktunya..” Son Dongwoon, asistenku, mengingatkanku. Aku mengangguk dan berbalik menatap lelaki itu lagi.

“kau hanya perlu mengikuti permainanku. Jangan bicara macam-macam dan semua akan selesai..” aku menatapnya. Ia terlihat bingung tapi lalu ia mengangguk paham. Syukurlah.. ia bisa diajak kerjasama dan penurut. Aku yakin omma dan appa akan percaya kalau ia adalah namjachinguku. Aku berdiri tapi tiba-tiba Dongwoon mendorong pria itu agar berdiri disampingku.

“kalian harus meyakinkan.. bersikaplah seolah kalian sudah lama menjalani hubungan ini. Jangan canggung dan… selalu tersenyum satu sama lain… ara??”

***

 “sejak kapan kalian berhubungan?”

“1 tahun lalu..”

“bagaimana kalian bisa bertemu?”

“di toko game”

“bagaimana kalian bisa menjadi kekasih?”

“pertama kali melihatnya, aku langsung terpesona padanya. Mataku tak bisa melihat gadis lain. Saat aku menyatakan perasaanku pada Nara satu tahun lalu, Nara menerimaku.. aku sangat bahagia..”

“Nara ya.. bagaimana perasaanmu terhadap Kyuhyun?”

“mwoya??”

“jawab saja Nara ya.. tak usah malu-malu pada omma dan appa..”

“aku tak akan menjawab pertanyaan seperti itu..”

“Kyuhyun ah, kalau kau bagaimana?”

“uhuk uhuk.. ne? oh.. aku.. tentu saja.. gadis disampingku ini, Kwan Nara, hanya ada satu di dunia ini. Dan dia milikku. Aku tak tau harus berkata apalagi..”

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang ia jawab dengan mulus. Ia bahkan berkali-kali menatapku sambil tersenyum manis agar lebih meyakinkan. Membuat omma dan appa tersenyum dengan.. ahh… aku tak mengerti apa arti senyuman mereka..

“aiya… Nara.. kau pintar mencari calon suami..”

“Uhuk uhuk…” aku kaget hingga tersedak makananku sendiri. Omma kelihatannya senang sekali dengan ‘namjachinguku’ ini. Ia tak henti-hentinya bertanya tentang apapun kepadanya. Dan Kyuhyun juga.. aisshh.. dia pintar sekali mengambil hati omma dan appaku. Sepanjang mengobrol omma dan appa tak henti-hentinya tertawa karenanya. Mereka juga terus memuji-mujinya. Membuatku mual saja.

“jadi? apa pekerjaan Kyuhyun ini Nara??” aku melotot mendengar pertanyaan appa. Aku mengenalnya baru 2 jam lalu. Mana kutahu??

“anda harusnya bangga tuan… kekasih nona Nara ini sangat terkenal sebagai penyanyi..” asisten keluarga kami, Kim Jong woo, tiba-tiba bersuara. Semua orang menatapnya ingin tau. Aku menatap Dong Woon, ia menggeleng dan menunjuk-nunjuk Kyuhyun, membuat gesture ‘ia tak bilang apa-apa padaku’. Aku lalu menatap Kyuhyun. Ia hanya mengangkat bahunya seolah tak tau apa-apa. Aishh.. pria ini menyebalkan.. >0<

“Super Junior.. benar kan tuan??” Jong woo ajusshi menatap Kyuhyun, reflex kami semua pun ikut menatapnya. Yang ditanya malah nyengir sambil menatap kami satu persatu.

 ***

 “ya. Aku, Cho Kyuhyun, bekerja sebagai penyanyi. Aku sekarang tergabung dalam grup Super Junior, Super Junior M, Super Junior KRY. Aku juga actor dalam drama musical. Aku tinggal bersama member Super junior lain. Kadang aku berada di Korea, Taiwan, Jepang, Thailand, bahkan Amerika. Itu semua karena scheduleku yang mengharuskanku berada di tempat-tempat itu. Aku masih kuliah. Kakak perempuanku bernama Cho Ahra dan sekarang kuliah di luar negeri. aku suka makan tapi tak suka memasak. Aku juga… ahh… sudah banyak yang kau tau.. apa cukup?? Apalagi yang ingin kau tau??”

“kenapa dari awal kau tak bilang kalau kau adalah penyanyi?” aku langsung ‘menyidangnya’ saat kami tengah berdua di taman belakang rumahku. Kami baru saja selesai makan malam dan omma menyuruhku membawa Kyuhyun untuk jalan-jalan di sekitar taman agar ia ‘mengenal’ rumah kami.

“kau tak bertanya..” apa?? Masa aku harus bertanya-tanya satu-satu mengenai dirinya sih.. dan apa dia bilang??? Kau??

“kau harus memanggilku nona..”

“mwoya?? Tadi aku boleh memanggilmu Nara.. masa sek-“

“hanya di depan orangtuaku dan orang-orang rumah.. selain itu kau harus memanggilku nona..” aku lihat Kyuhyun melotot. “kau harus menuruti keinginanku.. dan keinginanku adalah kau selalu menuruti perintahku..”

“nona? Agassi? sampai kapan?? Perjanjian itu kan hanya berlaku sekali. Aku sudah menurutimu untuk berpura-pura menjadi kekasihmu, seharusnya ini sudah cukup kan??”

“tidak ada aturan mengenai berapa kali kita akan meminta. Lagipula keinginanku kan hanya satu.. kau menuruti semua aturanku.. sampai aku bilang selesai..”

 Kwan Nara POV end

***

Cho Kyuhyun POV

Dua bulan. Aku berpura-pura menjadi namjachingu dari seorang gadis bernama Kwan Nara. Gadis keras kepala, dingin, jarang bicara, memerintah orang seenaknya (termasuk memerintahku), selalu bersikap seolah ia bisa melakukan segalanya. Tapi… ia gadis tercantik yang kukenal setelah ibu dan nunnaku. Kwan Nara itu.. wajahnya cantik, tegas sekaligus lembut, tatapannya dingin namun itu membuat wajahnya makin menarik. Badannya sempurna dan apapun yang dilakukannya selalu dengan rapi dan teratur. Kalau pertama kali melihatnya kalian akan bilang bahwa ia gadis paling sempurna. Setelah mengenalnya?? ingin mati aja rasanya..

Aku membuka laptopku dan bermain starcraft lagi. Bermain lumayan lama sampai mataku perih. Akhirnya aku mematikan laptopku dan mengeluarkan ipod dari ranselku untuk mendengarkan lagu. Aku tiduran sambil menengadahkan kepalaku ke langit-langit kamarku. Hhh.. aku jadi teringat lagi kejadian itu, saat gadis itu dengan mudahnya mengalahkanku dan membuatku harus menuruti keinginannya. “apapun..” aku masih ingat nada suara tegasnya saat mengatakan itu. Aishh.. jadi ini yang kau mau nona?? Menjadi kekasih dari seorang cho kyuhyun yang tampan dan mempesona ini.. haha.. sekarang dia sedang apa ya.. biasanya Dongwoon akan menelponku untuk menanyakan kabarku dan memberitahu kalau-kalau aku harus datang lagi ke rumah Kwan Nara itu. Aishh.. kenapa aku jadi memikirkannya?? sudahlah.. yang jelas aku harus segera menyelesaikan ini dan seorang pun tak usah tau kejadian ini. Apalagi bagian ‘seorang cho kyuhyun dikalahkan seorang gadis dalam bermain starcraft’

Hyung-hyungku hanya tau aku benar-benar pacaran dengan Nara. Hanya Sungmin hyung yang tau yang sebenarnya. Mereka semua benar-benar memuji-muji gadis itu. Waktu itu Ryewook tak sengaja menemukan photo-photonya dan semua data tentangnya di internet. Aku baru tau kalau keluarganya itu masih keturunan langsung raja-raja Korea dulu. Pantas saja mereka tinggal di istana kerajaan, tempat kerajaan megah yang selalu ada di sejarah-sejarah dulunya berdiri. Dari internet juga aku tau kalau keluarganya itu termasuk keluarga yang kaya raya. Aku tak usah menyebutkan detailnya. Yang jelas kalau Nara ingin membeli seluruh toko game yang ada di dunia ini, itu artinya sama dengan saat kita membeli handphone lama dengan harga miring. Tak berpengaruh apa-apa. Hanya kehilangan 0,0000000001% dari seluruh kekayaannya.

“kyuhyun ah.. dengan wajah seperti apa kau memikatnya??” kata Eunhyuk hyung saat mereka sedang membicarakan Nara. aisshh.. hyukjae hyung.. kau cemburu karena aku punya pacar sedangkan kau masih saja bersama pasangan sejatimu, donghae, hah?? Eunhyuk hyung langsung mendapat balasan atas perkataannya. Malam harinya aku menyembunyikan seluruh persediaan susu strawberrynya di lemari baju Zhoumi hyung.. 8D

Aku sedang bernyanyi pelan saat ada sms masuk.

From: Son Dongwoon

“Tuan cho.. maaf mengganggu anda. Apakah saya boleh menelpon anda sekarang??”

Kebiasaannya. Ia akan bertanya dulu apakah aku tak terganggu kalau ia akan menelponku. Baik sekali ia. Aku segera membalasnya. Sepersekian detik setelah smsku terkirim, Dongwoon langsung menelponku.

“nona Nara berulang tahun hari ini. Tadi pagi ada acara rutin yang turun temurun dilakukan saat seorang anak berulang tahun. Dan malam ini ada pesta besar yang mengundang semua orang. Kolega-kolega perusahaan, pemerintah, keluarga kerajaan lain, artis, tokoh masyarakat. Dan tuan Kwan berkata agar kau juga datang..”

“tapi aku sedang di Taiwan.. tak akan sempat mengejar pesawat untuk sekarang. Dan aku juga ada schedule untuk nanti malam. Jadi-“

“anda bersiap saja. 2 menit lagi kami sampai..”

“mwoya?” Dongwoon menutup telponnya. Aku kebingungan, tapi tak urung membereskan barang-barangku juga. Setelah seleai aku keluar kamar.

“hyung ah.. kau mau kemana?” Henry yang sedang menonton tv bertanya padaku.

“aku..”

“henry ya.. yeojachingu kyuhyun ulang tahun hari ini.. karena dia nona besar dari keluarga kerajaan Kwan.. sudah pasti akan ada pesta besar disana.. dan kyuhyun sebagai kekasih yang baik, sudah pasti harus hadir disana.. ara?” Siwon hyung bicara dengan gaya yang dibuat-buat. Semua orang tertawa. Aku tak mempedulikan mereka.

“aku harus pergi.. tapi jadwal kita malam ini..”

“sudah sudah.. kau pergi saja.. seunghwan hyung pasti mengerti..” ujar Sungmin hyung.

“sana cepat pergi, keburu ajusshi itu datang.. haha..” Eunhyuk oppa malah menggiringku ke depan pintu dengan gaya seperti mengusirku.

 ***

 Saengil chukae hamnida… Saengil chukae hamnida… Saranghaneun Kwan Nara… Saengil chukae hamnida…

Tepuk tangan riuh membahana di hall ini. Ulang tahun Nara dirayakan di sebuah hotel berbintang yang menurut Dongwoon sih masih milik keluarga Kwan. Dan yang membuatku tambah shock adalah kehadiran seluruh member super junior. Lengkap bersama henry dan zhoumi hyung. Padahal kan sujuM ada acara mala mini. Aku tak tahu bagaimana hyung-hyungku bisa datang dan sekarang mereka tengah duduk di satu meja bundar bersama. Aku menatap mereka heran. Tiba-tiba handphoneku bergetar.

From: oldman teuki hyung

“keluarga Kwan mengundang kami!!^^ bahkan mereka menjemput SJ-M dari Taiwan menggunakan pesawat pribadi yang kecepatannya berkali-kali lipat dari pesawat biasa. Jadilah kami disini dan bisa melihatmu dengan kekasihmu itu… kekeke…”

Aku menatap Teuki hyung yang tengah tersenyum padaku. Aku kembali memfokuskan diriku pada acara ini. Aku berdiri di samping appa Nara. Omma dan appa Nara memeluk Nara bersama. Appa Nara tiba-tiba merangkulku.

“ini adalah Cho kyuhyun.. kekasih dari Nara.. dia akan memberikan sepatah kata untuk Nara..” ujar appa Nara kepada seluruh tamu yang hadir. Mwoya?? Aishh.. aku harus bicara apa? Aku memandang Nara yang balas menatapku bingung. Kau saja bingung gimana aku sendiri nona besar????

 Cho Kyuhyun POV end

***

Kwan Nara POV

“ini adalah Cho kyuhyun.. kekasih dari Nara.. dia akan memberikan sepatah kata untuk Nara..” ujar appa kepada seluruh tamu yang hadir. Mwoya?? Aku memandang Kyuhyun yang terlihat kebingungan. Aigoo.. appa pasti spontan tadi..

Kyuhyun melangkah maju dan sekarang kami berdiri saling berhadapan. Tiba-tiba dia meraih tanganku. Matanya langsung menatapku dengan… lembut?? Aku tak yakin cho kyuhyun memiliki jenis tatapan seperti ini. Dia kan-

“Nara ya.. kau tambah tua..” mwoya??? Semua orang yang berada di ruangan ini tertawa. Aku menatapnya galak. Tapi ia tetap memegang tanganku. Masih dengan posisi tadi.

“mungkin akan tambah gendut..” ya!

“atau juga tambah pendek..” aishh.. mana ada orang yang tambah pendek??

“tapi aku harap kau tambah dewasa, bisa mengatur dirimu, dan jadi yang terbaik dari siapapun.” Ia tiba-tiba memelukku. Aku yang shock hanya bisa diam terpaku sementara orang-orang bertepuk tangan riuh melihat perlakuannya padaku.

 ***

 Kami berempat kemudian turun panggung dan kembali duduk. Mc kembali mengambil alih panggung dan acara. Kyuhyun minta ijin ke belakang. Hh.. walau ini pestaku tetap saja promosi perusahaan appa akan tetap ada. Slide tiba-tiba berubah menjadi gambar pria-pria yang terus berganti. Kyuhyun. Itu Kyuhyun?? Dia terlihat berbeda di photo itu. Tidak seperti Kyuhyun biasanya. Super Junior tiba-tiba sudah ada di atas panggung dan mulai bernyanyi. Mereka hanya berdelapan. Apakah ini yang namanya Super Junior M?? ah.. aku tau lagu ini.. Perfection?? Kyuhyun pernah mengirimkan lagunya padaku. Dia.. Cho Kyuhyun.. terlihat bersinar di atas panggung sana. Padahal tadi kami sama-sama di atas sana. Kenapa sekarang dia sangat berbeda. Seperti ada aura berbeda yang keluar dari tubuhnya saat ia bernyanyi. Suara bassnya terdengar begitu dalam dan sangat khas.

Kemudian beberapa orang naik ke atas panggung disusul intro lagu kedua yang langsung mengalun. Bonamana. Dongwoon sering menyanyikan ini gara-gara Kyuhyun terus mempromosikan lagunya ini pada Dongwoon. Dancenya bagus juga. Lagu berakhir dan mereka berkumpul di tengah panggung.

“Annyeonghaseo.. urri neun syupeu juni-o-e-yo!! Kwan Nara ssi.. saengil chukae..” mereka pun turun panggung diiringi tepuk tangan dari semua orang yang ada disini.

Tiba-tiba appa naik ke atas panggung, mengambil mic, dan…

“sebenarnya malam ini kita tidak hanya merayakan hari jadi anakku ini.. tapi kita juga…”

 Kwan Nara POV end

***

Cho Kyuhyun POV

Udara pagi berhembus pelan lewat pintu balkon yang dibuka lebar oleh Teuki Hyung. Semalam kami menginap di hotel tempat acara ulang tahun Nara ini. Ternyata para tamu diberi gratis menginap semalam dan semua fasilitas hotel hingga seharian penuh. Lumayanlah.. sekalian liburan bersama para member. Dengan malas aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Setelah selesai aku menemukan kamar sudah kosong. Aku mengecek handphoneku. Ternyata ada satu sms.

From: oldman teuki hyung

“kami sarapan dibawah.. setelah mandi cepatlah menyusul..”

Aku langsung memasukan handphoneku ke saku dan segera menuju tempat makan. Aku bergegas menuju lift. Ah.. hampir tertutup.. aku berlari menuju lift.

“ah.. akhirnya..” aku bernafas lega saat sudah masuk lift. “Nara?” aku kaget melihatnya berdiri di sampingku. Dia tampak cantik dengan gaun santainya..

“apa kau bilang?” tanyanya tajam. Aishh… baru saja aku memujimu..

“ne ne.. nona.” Aku menekankan intonansiku saat kata ‘nona’. Ngomong-ngomong, ia terlihat muram.

“neo wae?” tanyaku. Ia hanya menunjukan jarinya padaku. Ah.. aku mengerti. Kami sudah bertunangan, ya ya.. aku tau ini.. aishh.. appa Nara tiba-tiba mengatakan kepada seluruh tamu bahwa kami akan bertunangan. Jadi omma Nara menggriringku dan Nara ke atas panggung lagi. Cincin emas putih yang elegan menjadi pengikat kami sekarang. Aku tak tau akan bagaimana lagi hidupku sekarang.

“kau tenang saja.. aku akan mencari cara agar kita sama-sama terbebas dari ini..” Nara menunjukan cincinnya padaku. Ia lalu memainkan handphonenya. “ah.. itu.. di rambutmu.. ada debu..” aku menunjuk-nunjuk puncak kepalanya yang sedikit kotor. Ia lalu mengacak-ngacak rambutnya agar debu itu hilang. Tapi bukannya hilang, debu-debu itu malah semakin menyebar dan rambutnya juga malah berantakan. Entah apa yang kupikirkan, aku malah berdiri dihadapannya, membelakangi pintu lift.

“kau habis ngapain sih sampai kepalamu kotor begini??” aku membersihkan kepalanya dari debu. Ia tiba-tiba menarik kalungku membuatku maju dan sekarang posisi kami begitu dekat.

“kalungmu hampir copot..” ia membenarkan rantai-rantai kalungku dan mengembalikannya lagi ke posisi semula.

“kalau kau membersihkannya seperti tadi malah tambah kotor.. babo..” aku melihatnya akan protes. Tapi aku duluan menundukan kepalanya.

“tundukan kepalamu.. debunya ke belakang tuh..” aku hampir selesai membersihkannya saat suara-suara itu muncul dari belakangku.

“apa yang mereka lakukan?”

“nona Kwan.. Cho Kyuhyun ssi..”

“kyuhyun ah.. apa yang kau lakukan pada nona besar?”

“aih.. yang baru tunangan..”

“Nara ya.. kau sudah tak malu-malu lagi ya nak..”

Aku berbalik dan mendapati orang-orang berada di depan kami dengan ekspresi kaget. Kemudian aku kembali menghadap Nara dan melihat posisi kami yang… Aishh.. aku tau apa yang kalian pikirkan.. tapi kami tidak.. ahh.. percuma aku jelaskan..

 ***

 Aku dan Ryeowook jalan-jalan di jalanan ramai Taiwan.. haha.. kami nekat pergi karena bosan diam di dorm. Hari ini kami libur, jadi tak ada yang kami lakukan di dorm selain browsing, twitteran, streaming video, baca komik, nonton tv. Aku sedang melanjutkan bermain starcraftku saat Ryeowook memintaku untuk menemaninya jalan-jalan ke café es krim. Dan disinilah kami sekarang.. di café es krim yang nyaman dan lumayan tertutup. Tak terlalu bahaya untuk kami. Aku melahap es krim coklatku dengan semangat. Taiwan panas, dan makan es krim adalah salah satu cara paling ampuh mendinginkan otak.

“Kyuhyun ah.. gimana tunanganmu sekarang?”

“mwo?”

“Nara..”

“ah.. dia.. dia baik.. tentu saja..”

“apa kau sudah menghubunginya??”

“ah.. belum.. hehe.. dia sibuk kuliah..” bohongku pada Ryeowook. Aku memang sudah lama tak berhubungan dengan Nara lagi. Terakhir adalah saat pesta ulang tahun itu. Oh ya.. cincin ini.. masih melingkar di jariku. Aku memperhatikannya lama. Saat aku melirik Ryeowook, ia juga sedang menatapku sambil tersenyum aneh.

“wae?”

“ani.. hanya saja wajahmu memerah saat kau melihat cincin itu..”

“mwoya?? Tidak mungkin.. kau pasti salah Wookie ah.. “

“aku melihatnya.. jinjja.. aishh.. kau harus percaya padaku…”

“shireo!! Wajahku baik-baik saja..” Ryeowook terus saja menggodaku. Aku hanya diam sambil menatapnya tajam. “sudah sana kau bayar es krim-es krim ini.. kita pulang sekarang..” Wookie berjalan menuju tempat kasir masih sambil tertawa puas. Aishh.. orang itu awas saja ya.. aku mengetuk-ngetukkan jariku malas. Aku melihat keluar jendela, memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang dengan sangat cepat. Tiba-tiba aku melihatnya. Gadis itu.. Kwan Nara?? Ia dengan segala aura dinginnya, dengan tatapan tajamnya, mata hitam kelam yang terasa sangat dalam untuk ditelusuri, dan… segala pesonanya. Apa ia itu Nara?? Tak mungkin seorang Kwan Nara pergi sendirian kan?? Paling tidak akan ada Dongwoon yang selalu berdiri disampingnya untuk menjaganya.

“kajja.. kita pulang sekarang..” Ryeowook menepuk bahuku.

“ah.. ne..” aku mengikutinya keluar dari café ini.

“wah.. langit terlihat gelap sekali..” ujar Wookie sambil menengadahkan kepalanya ke langit, sementara mataku malah terus mencari-cari sosok gadis tadi. Tapi nihil. Gadis tadi sudah tak ada. Mungkin memang bukan Nara..

 ***

Dongwoon menelponku. Tumben sekali.. biasanya ia akan mengirimiku sms dulu.. tapi tak urung aku pun mengangkat telponnya itu.

“Dongwoon ah..”

“Nona Nara hilang..” ujar Dongwoon langsung tanpa basa-basi.

“mwoya??”

“ia tak membawa apa-apa. Semua barangnya lengkap, kecuali dompet dan beberapa bajunya. Aku tak tau lagi harus bertanya pada siapa.. maaf merepotkan anda tuan..”

“ah aniyo.. gwaenchana.. tapi aku tak yakin ia akan menemuiku kesini..”

“kalau ada info atau bahkan tuan tau dimana nona Nara berada.. tolong beritahu kami.. semua orang khawatir.. nona tak pernah keluar rumah sendirian seperti ini..”

“ne. arasso..”

“jeongmal kamsahamnida Cho Kyuhyun ssi..”

“jangan seperti itu.. haha.. aku akan membantu sebisaku..” aku menutup telponku dan memandangi cincin ini lagi. Apa yang kau lakukan sekarang nona Kwan??

“ahh.. ya. Gadis di dekat café tadi..” pikiranku tiba-tiba tertuju pada gadis mirip Nara yang tadi kulihat. Aku segera mengambil jaket dan maskerku lalu bergegas pergi.

“kyuhyun ah kau mau kemana?” Zhoumi hyung bertanya padaku saat aku sedang membuat simpul dengan tali sepatuku.

“aku mau es krim..” dan aku pun menghilang dibalik pintu dorm kami.

 ***

 Akhirnya malam datang. Aku terus mencarinya seperti orang gila di jalanan. Sampai hujam besar turun dan jalanan pun sepi. Aku berteduh di depan toko yang sudah tutup. Seorang gadis berlari menuju ke tempatku berteduh. Ia mengenakan hoodie besar yang menutupi kepalanya.

“aishh.. dingin sekali..” ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya lalu membuka hoodienya…

“Kwan Nara??” ia menoleh. Terlihat kaget melihatku.

“apa yang kau lakukan disini??”

“jalan-jalan..” aku mengerutkan kening bingung. “ya.. aku hanya jalan-jalan.. lagipula kenapa kau memanggilku dengan namaku? Sudah kubilang kalau-”

“gotjimal..” kataku memotong perkataannya.

“kau menuduhku berbohong??”

“nona Kwan.. bicara jujur atau aku akan menelpon Dongwoon sekarang juga bahwa nona besarnya berada bersamaku??” ia terlihat kaget. Tatapan tajamnya menghujam mataku langsung.

“aku tak mau pulang…” katanya lirih.

“wae??”

“nggak ada alasan.. aku hanya tak mau pulang. Titik.”

“kau egois..”

“apa kau bilang? Aku-“ aku menatapnya langsung dengan tatapan tajamku.

“kau egois.. semua mengkhawatirkanmu. Seperti orang gila mencarimu kemana-mana.. tapi kau..”

“aku capek.. capek harus terus berperan sebagai gadis manis penurut yang pintar.. capek harus terus berpura-pura menjadi Kwan Nara yang sempurna.. capek harus terus tersenyum manis saat aku sedang sedih, beramah-tamah formal saat aku ingin istirahat, mengikuti semua jadwal yang omma dan appa buat saat aku ingin bermain dengan teman-temanku.. apa aku masih punya teman? Aishh.. bahkan mungkin teman-temanku sudah lupa denganku.. dan aku juga-“

Aku memeluknya. Entahlah apa yang kulakukan.. aku hanya merasa bahwa ia…  membutuhkannya. Tangannya terkulai lemas disampingnya. Ia terisak dalam pelukanku. Aku mengelus-ngelus puncak kepalanya lembut.

“tak semua orang bisa sepertimu.. tinggal di istana, dengan semua pelayan dan asisten..”

“aku ingin semua itu berakhir..” kepalanya terkulai lemas. Ia tertidur.. aku yang bingung membawanya menuju kursi taman yang tak terlalu jauh. Hujan sudah mulai reda. Aku mendudukannya disana.

Lama ia tertidur. Aku hanya diam sambil memperhatikannya. Wajahnya polos sekali saat tidur. Ekspresi dinginnya tak tampak disana.

 Cho Kyuhun POV end

***

Kwan Nara POV

Aku membuka mata perlahan. Betapa kagetnya saat aku membuka mata wajah Kyuhyun begitu dekat denganku. Kami berdua malah terdiam di posisi kami masing-masing. Tiba-tiba Kyuhyun menciumku. Kecupan singkat yang sangat berpengaruh pada hubungan kami selanjutnya. Karena setelah ia melakukan itu, aku menamparnya dan berkata aku benci padanya.

“mianhae..”

“selesai. Hubungan kita selesai. Aku tak akan minta apapun lagi padamu, termasuk memintamu jadi tunanganku di depan orangtuaku. Semuanya selesai..” kataku tegas. Ia hanya memandangku dengan tatapan yang tak bisa aku artikan. Tiba-tiba ia tersenyum, lagi-lagi aku tak bisa mengartikan senyumannya itu. Tak lama Dongwoon datang. Darimana ia tau?? Jangan-jangan…

“kau harus pulang.. dan jadi Kwan Nara yang kuat, agassi..” Kyuhyun meraih tanganku. Aku akan menarik tanganku kalau tak ia tahan dengan kuat. Ia menaruh sesuatu di tanganku, lalu melipat jari-jariku membentuk tangan yang mengepal.

 Kwan Nara POV end

***

Cho Kyuhyun POV

“Heechul hyung.. cepatlah.. aku ingin meneruskan starcraftku lagi..” aku berteriak-teriak disamping Heechul hyung yang sedang browsing dan twitteran di laptopku. Tadi dia bilang hanya 20 menit. Ini sudah 2 jam dan ia belum selesai juga.. aishh..

“wait a minute baby..” katanya dengan gaya khasnya. Aiya.. hyung ah… cepat atau aku akan-

“whhoooaa… kyuhyun ah.. lihat ini!!” ia sekarang malah berteriak-teriak heboh. Paling ia baru menemukan dance girlband yang menarik dan ia akan menarikannya segera. Aku meninggalkannya ke ruang tv.

“berita selanjutnya berasal dari keluarga paling istimewa di Negara kita. Keluarga yang masih keturunan keluarga kerajaan, keluarga Kwan. Dikabarkan Kwan Young Jae meninggal dunia dikarenakan kecelakaan saat beliau dan sang istri, Kwan In Young sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka..-“ aboji? Kwan sajangnim, appa Nara? Meninggal? aku tak mendengarkan lagi apa isi beritanya. Mataku terpaku melihat Nara, saat kamera-kamera itu menyorot gambar Nara. Tak ada ekspresi disana. Wajahnya tetap dingin dan tenang. Tapi kesedihan itu tergambar bahkan terlalu jelas di wajah mungilnya itu.

Aku melihat Teuki hyung yang menatapku khawatir, juga semua member yang langsung berdatangan ke ruang tv saat mendengar berita ini.

“antarkan aku.. ke rumah Nara.. sekarang..” sedetik kemudian mereka langsung sibuk menyiapkan mobil masing-masing. Akhirnya aku diantar oleh Eunhyuk, Sungmin, dan Teuki hyung.

 ***

 Ada banyak orang disana. Aku memakai masker dan hoodieku lalu berjalan pelan menuju pintu utama rumah itu. Entahlah.. orang-orang diperiksa dengan ketat disana, tapi aku hanya menunjukan wajahku dan mereka langsung saja menyuruhku masuk. Aku menelusuri lorong-lorong yang sudah kuhapal diluar kepala. Tiba-tiba aku bertemu Dongwoon. Ia membungkuk sopan padaku.

“bagaimana Kwan sajangnim bisa-“

“kecelakaan dengan truk..” aku hanya mengangguk menanggapi perkataannya. “nona Nara ada di kamarnya. Anda bisa kesana.. dan… pemakaman akan berlangsung sebentar lagi..” aku mengangguk dan berjalan lagi menuju kamar Nara.

Ia. Kwan Nara. Gadis yang terus memenuhi pikiranku hingga detik ini. Ia sedang menatap keluar jendela. Ia berbalik dan menatapku. Sepersekian detik aku melihat wajahnya menunjukan kalau ia kaget saat melihatku. Tapi ia tak berkata apapun. Hanya diam dan kembali menatap keluar jendela lagi.

“aku ingin melihat keadaanmu..” kataku tanpa ia bertanya apa-apa.

“kau sudah melihatku sekarang.. aku baik-baik saja.. sekarang pulanglah..”

“aku-“

“pemakaman akan dimulai..” Dongwoon tiba-tiba muncul di balik pintu. Nara lalu berdiri dengan sempoyongan. Refleks aku menahannya. Ia tampak ingin melepaskan diri dariku. Tapi badannya yang sedang lemah tak bisa memprotes dan melawan. Akhirnya kami berjalan berdampingan dengan aku membantunya berjalan.

 ***

 Berbulan-bulan sudah appa Nara meninggal. Berita-berita tentang beliau pun tak terlalu ramai lagi. Berbulan-bulan juga, Kwan In Young omma Nara sakit parah akibat dari kecelakaan itu. Beliau dirawat di rumahnya atas permintaan keluarga. Setiap hari dokter dan suster akan datang untuk memeriksanya. Sekeliling tubuhnya dipasang alat-alat medis canggih penyangga hidupnya. Alat-alat itu tak membantunya sembuh, hanya membantunya bertahan. Kalau salah satu dari alat-alat itu dilepas, nyonya Kwan In Young bisa langsung meninggal.

Beliau tak pernah membuka matanya sejak kejadian yang merenggut nyawa suaminya itu. Hari ini aku akan menengoknya. Entahlah.. aku merasa menemukan sosok ibuku dalam dirinya. Tapi aku harus sembunyi-sembunyi. Nara masih sangat marah padaku dan terakhir aku menemuinya ia langsung mengusirku tanpa ampun. Aishh.. kemana perginya harga diriku yang setinggi langit itu?? Aku diusir oleh seorang gadis dari rumahnya?? Ah.. harus kusembunyikan dimana wajahku??

Baru saja aku akan masuk saat aku mendengar suara dari dalam.

“omma.. ini Nara.. omma kau mendengarku?? Cepatlah bangun omma.. aku sendirian.. Appa sudah pergi, tinggal omma harapanku.. kalau omma ikut appa.. aku sama siapa disini??”

“nona Nara setiap hari duduk disana dan bicara sendiri..” Dongwoon yang berdiri disampingku berbicara pelan. Aku lalu memandangnya penasaran. “nona Nara.. tak pernah menangis. Aku tak pernah mendengar ataupun melihatnya menangis.” Cukup. Kwan Nara.. kau sudah kelewatan sekarang…

“Dongwoon ah.. aku akan masuk. Kau boleh kembali ke pekerjaanmu.. terimakasih sudah mengantarku kemari..” Dongwoon lalu pergi. Aku masuk perlahan.

“mau apa kau kemari??” tanyanya dingin tanpa melihat ke arahku.

“aishh.. tak bisakah kau bersikap baik padaku sekali saja..?”

“shireo.. cepat katakan atau aku akan mengusirmu lagi?”

“aku ingin menengok nyonya Kwan..” aku menaruh bunga yang kubawa di meja kecil di samping tempat tidurnya. “bunga indah ini dariku, agar kau merasa bahagia, ini bunga favoritmu..” Aku lalu menghampiri Nara. Ia menatapku tajam. Aku balas menatapnya sambil menariknya keluar.

“ya! Apa kau lalukan?? Lepaskan aku.. kyuhyun.. cho kyuhyun.. lepas..” aku menariknya paksa mengelilingi rumah megahnya itu. Kami lalu berhenti di taman belakang rumahnya.

“apa maksudmu?” tanyanya lagi saat aku akhirnya melepaskan genggaman tanganku padanya.

“kau lihat semua orang di rumah ini melihatmu seperti apa??” Nara hanya menatapku bingung. “Mereka kasian padamu..”

Cho Kyuhyun POV end

***

Kwan Nara POV

“kau lihat semua orang di rumah ini melihatmu seperti apa??” aku hanya menatapnya bingung. “Mereka kasian padamu..”

Plak.. aku menamparnya. Lagi. Aku membencinya. Sangat membencinya saat ia mengatakan semua kenyataan itu padaku. Aku tau kyuhyun ah.. bahkan sangat tau.. bahwa semua orang mengasihaniku. Mengasihaniku yang kehilangan appa dan tinggal punya omma yang juga sudah sekarat. Tapi aku tak mau tau. Aku terus saja menahan mereka semua disisiku. Menjadikan mereka blokadeku saat aku hancur. Dongwoon, Jongwoo ajusshi, pelayan-pelayanku.. aku tau setiap hari dibelakangku mereka semua membicarakanku. Membicarakan keluargaku yang entah akan bagaimana nantinya.

Aku membayangkan semuanya. Bertahun-tahun kemudian. Akan bagaimana aku? Tetap jadi putri keluarga Kwan yang akan memimpin semua perusahaan appa? Atau putri keluarga Kwan yang akan menghancurkan segala jerih payah appa yang bertahun-tahun dibangunnya dengan tangannya sendiri?? Tiba-tiba cairan bening turun dari mataku. Sedetik kemudian disusul dengan cairan-cairan yang sama membentuk hujan deras yang dikeluarkan mataku. Aku benci menangis. Apalagi dihadapan seseorang. Tapi entahlah.. aku merasa nyaman berada didekatnya dan.. tau dia memang benar-benar melakukannya untukku.

“aku takut.. takut semua pergi meninggalkanku.. takut topeng yang mereka pakai akan terbuka dan aku melihatnya.. aku juga takut-“

“siapa yang kau sebut bertopeng??”

“mereka.. semua orang di rumah ini.”

“apakah topeng saat Dongwoon menangis setelah pemakaman ayahmu berakhir? Apakah topeng juga saat Dongwoon selalu bicara dengan ommamu yang tak pernah menjawab semua perkataannya?” ujarnya membuatku membulatkan mataku. Dongwoon? Seperti itu?

“tak ada topeng apapun yang mereka pakai.. itu semua hanya ketakutanmu..” aku makin menangis. Tak tau apa yang harus kulakukan pada diriku sendiri. Aku meragukan mereka semua. Sikapku yang membuat mereka menjauh dariku.. benar kan?? Jadi aku harus bagaimana sekarang??

 ***

 “Dongwoon annyeong..” aku menyapanya saat sarapan. Ia terlihat kaget namun hanya tersenyum. Aku juga menyapa semua orang yang kutemui pagi ini. Kau lihatkan kyuhyun ah.. aku akan belajar..

“waahh.. sarapan disini memang enak-enak..” tiba-tiba dia dengan seenaknya duduk disampingku dan mengambil roti panggang dari piringku.

Kwan Nara POV end

***

Cho Kyuhyun POV

“Dongwoon annyeong..” aku mendengar suara dari arah ruang makan. Aku berada di rumah Nara. Aku melihatnya menyapa Dongwoon. Dongwoon terlihat kaget namun hanya tersenyum. Ia juga menyapa semua orang. Dia sudah berubah..

“waahh.. sarapan disini memang enak-enak..” aku ,asuk ke ruang makan dan dengan seenaknya duduk disampingnya dan mengambil roti panggang dari piringnya. Dia lalu menatapku tajam.

“aisshh.. kau menatapku seperti itu lagi.. katanya akan ramah pada semua orang..”

“kecuali padamu.. aishh.. untuk apa juga kau datang pagi-pagi ke rumahku hah?? Sana pergi…” bukannya pergi aku malah mengambil roti lagi dari piring yang dibawa pelayan. Nara semakin geram.. haha.. semua pelayan dan Dongwoon hanya memperhatikan kami sambil ikut tertawa denganku. Nara akhirnya duduk diam dan memakan rotinya yang baru diambilkan oleh pelayan. Dia menatapku tajam sambil mengembungkan pipinya.

“aku benci padamu cho kyuhyun..” aku hanya tertawa mendengarnya. Aku melihatnya, cincin pertunangan kami. Ia sempat menjatuhkannya dan saat kami berpisah di Taiwan aku mengembalikannya. Aku bahagia cincin itu sekarang melingkar manis di jarinya. Aku lalu beralih menatap tanganku sendiri. Cincin ini melingkar di jariku. Tak pernah kulepas karena ini tanda, bahwa Kwan Nara adalah milikku. Satu-satunya milikku. My ice princes.

 end

13 thoughts on “-Contest Fiction- My Ice Princess

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. kasian nara ditinggal sama ayahnya. trus ibunya jadinya meniggal?
    tapi gpp ada kyuhyun sma naraa. ahahahahha

    bagus ff nya😀

  3. Aku suka covernya \(^o^)/
    Simple tapi bagus (y)
    Senyumnya kyuhyun menawan😀
    Ceritanya bagus sih, cuman feelnya agak krg ._.V

  4. keren, konfliknya bagus
    paling suka pas adegan di lift .__.
    tapi, thor
    ada beberapa kata yang belom aku ngerti artinya
    tapi overall daebak😀

  5. ahhaha ngeri hidupnya nara mewah bgt ckckck
    bisa-bisanya dengan mudah bilang kyu jd namjachingunya, disini siapa yg bruntung?haha kyknya kyunara dua2nya bruntung kkk
    daebak pkokna mah hehe seruuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s