-Contest Fiction- Let’s Get The Crystal

Original Fanfiction By : Delliana Islami (@idell03)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

Seorang gadis yang terdapat cukup banyak selang infus dan peralatan medis lainnya di tubuhnya, sedang dirawat di ruang ICU. Di tubuh gadis itu terdapat banyak luka, luka yang didapatnya dari kecelakaan mobil. Seorang wanita yang adalah ibu dari gadis itu terus memegangi tangan anaknya yang tergeletak tak sadarkan diri di kasur ruang ICU. Seorang pria yang adalah ayahnya hanya bisa memandang sedih anaknya.

“Sekarang dia masih dalam keadaan koma. Kita tidak tau kapan dia akan sadar dari koma nya, dan juga tidak tau apakah dia akan terus hidup. Saya permisi dulu.” Ucap sang dokter lalu keluar ruangan.

Ibunya hanya bisa melamun, lelah menangisi keadaan, “Tuhan, tolong selamatkan dia.” Bisik ibunya sambil memegang erat tangan gadis itu.

Keduanya tidak menyadari ada orang lain dalam ruangan itu. Tentu saja, sebab dia hanya berbentuk roh. Roh gadis yang sedang koma itu. Roh gadis itu hanya bisa memandang kedua orang tuanya yang sedih dengan keadaannya yang sedang koma dan tidak diketahui apakah akan sadar dari koma, atau mati. Roh gadis itu ingin sekali menenangkan orang tuanya, namun apa daya, dia hanya berbentuk roh. Di ambang hidup dan mati.

Dia mengulurkan tangannya, berusaha menggapai ibunya, namun tangannya menembus tubuh ibunya begitu saja.

“Tuhan, tolong sadarkan aku dari koma. Aku masih ingin hidup, aku masih ingin bisa membahagiakan orang tuaku… masih ingin bersama teman-temanku. Aku masih ingin menyelesaikan semua game yang belum tamat…” ucapnya sedih -_-

“Kau ingin sembuh dan kembali sehat?” tiba tiba ada sebuah suara di belakangnya. Gadis itu segera membalikkan tubuhnya untuk melihat siapakah yang berbicara. Gadis itu menemukan seorang wanita yang memiliki sayap putih bersih.

“A-anda bisa melihat saya?” tanya gadis itu keheranan.

“Tentu. Saya  Lee Ahna. Saya adalah seorang angel yang diutus untuk menemuimu, Kwan Nara.” Ucap wanita yang mengaku bernama Lee Ahna itu.

“Angel? Kalau begitu, Ahna-ssi, apakah anda datang untuk mengambil nyawa saya? Kumohon, jangan dulu ambil nyawa saya. Saya masih ingin membahagiakan orang tua. Masih ingin menjalani kehidupan…” pinta Nara sedih.

“Tidak, saya tidak diperintahkan untuk mengambil nyawamu.”

“Lalu? Apakah anda akan menyadarkan saya dari koma? Apakah anda bisa membantu saya?” tanya Nara penuh harap.

“Tidak.” Jawab Ahna. Wajah Nara langsung terlihat putus asa, “Tapi.” Ahna melanjutkan kalimatnya, “Aku bisa memberitahumu cara untuk sadar dari koma dan kembali sehat.”

“Benarkah? Bagaimana caranya?” tanya Nara semangat.

“Kau harus mencari The 13 Masters Of Zodiac. 13 orang pengatur rasi bintang yang menentukan nasib manusia. Kau harus meminta bantuan ketigabelasnya untuk menyadarkanmu dari koma dan membuatmu kembali sehat. Kau harus meminta kristal dari setiap Master Of Zodiac. Dengan ke-13 kristal itu, kau akan bisa membuat satu keinginanmu terkabul.” Jelas Ahna.

“The 13 Masters Of Zodiac? Kristal? Keinginan? Dimana aku bisa menemukan mereka?” tanya Nara.

“Bisa dimana saja. Mereka berada di tempat yang berbeda beda. Berbeda negara. Mereka hidup di antara manusia manusia. Tanda mereka adalah The Master Of Zodiac adalah cincin, mereka semua memakai cincin dengan lambang zodiac masing masing.” Jelas Ahna.

“Tapi bagaimana aku bisa menemukan mereka? Sedangkan aku tidak memiliki sosok yang bisa dilihat manusia?” tanya Nara bingung.

“Aku akan memberikanmu jampe jampe duet dari Ki Joko Bodo, tapi bercanda deng masa duat ama Ki Joko Bodo sih, aku akan memberikanmu mantra untuk membuatmu terlihat. Dengan sosokmu yang asli sebagai manusia, tapi tidak akan ada orang yang mengenalmu. Bahkan orang yang mengenal wajahmu pun tidak akan sadar kalau kau adalah Nara. Kau akan mendapatkan kekuatan untuk berpindah tempat hanya dalam sekejap dengan memikirkan tempat yang kau tuju. Dan ingat, waktumu hanya 7 hari. Dalam waktu 7 hari itu kau harus mengumpulkan ketigabelas-nya dan meminta kristal pada mereka.”

“7 HARI?! 7 hari mencari ke seluruh pelosok dunia?! Bagaimana aku tau mereka ada di negara mana, di kota mana, tinggal dimana, hanya dengan petunjuk mereka memakai cincin dengan lambang masing masing zodiac?!” teriak Nara shock.

“Ikuti intuisi hatimu, ikuti kata hatimu.” Jelas Ahna, “ingat, waktumu 7 hari.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nara membuka matanya dan menemukan dirinya sedang berada di Tokyo karena dia bisa melihat Tokyo Tower. Tunggu, TOKYO?!

Nara membelalakkan matanya, “Tokyo?! Aku ada di Tokyo Jepang?!” ucap Nara tak percaya. Kemudian Nara menatap telapak tangannya yang tidak transparan, “Hm, hanya untuk 7 hari…” gumam Nara, “Aku tidak boleh putus asa. Ayo mulai mencari!” ucap Nara semangat sambil mengangkat kedua tangannya.

“Tapi… aku carinya kemana?!” ujar Nara frustasi.

“Game center.”

Tiba tiba Nara mendengar sebuah suara di pikirannya, “game center? Ada di game center? Asyik aku bisa sekalian main game!” ucap Nara senang, lalu terdiam sebentar, “Kwan Nara bodoh! Sekarang bukan saatnya main game!” ucap Nara sambil memukul-mukul kepalanya, “hhh, masih saja sempat-sempatnya mikir main game. Lupakan dulu soal game, Kwan Nara! Setelah kau sehat, kau akan bisa main game sepuasnya! Ayo semangat!”

Nara pun mulai mencari ke game center yang berada di Tokyo satu persatu. Berusaha menahan nafsunya untuk bermain game. Nara mencari dengan sangat teliti, memperhatikan setiap orang yang sedang sibuk bermain dengan mesin game. Memperhatikan jari tangan mereka, untuk mencari apakah ada yang memakai cincin berlambang zodiac itu.

Nara berjalan dari satu game center ke game center lain. Maklum, Jepang memang penuh dengan game center. Nara terus berusaha untuk tidak putus asa dan terus mencari. Beberapa kali Nara diusir dari game center, karena mengira Nara adalah seorang pencuri, karena terus menerus berkeliling di dalam game center sambil memperhatikan setiap pengunjung.

Sampai akhirnya Nara menemukan seorang lelaki yang sedang bermain game dengan serius. Nara melihat sebuah cincin yang belum terlihat jelas. Entah kenapa, Nara merasa yakin bahwa lelaki itulah salah satu The Master Of Zodiac. Nara mendekati lelaki itu, dan berdiri di belakang lelaki itu, mencoba melihat cincin yang dikenakan lelaki itu. Dan ternyata cincin tersebut terdapat lambang Ophiuchus, rasi bintang yang baru-baru ini dimasukkan ke dalam zodiac.

Lelaki itu menyadari keberadaan Nara yang terus memperhatikan dirinya dan membalikkan badan dan menatap Nara, lelaki itu mulai berbicara pada Nara dengan agak membentak, dengan bahasa Jepang.

Nara hanya bisa bengong karena tidak mengerti bahasa Jepang, “I, I’m sorry. I can’t talk Japanese.” Ucap Nara.

Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya, “Orang Korea?” tanyanya dalam bahasa Korea yang fasih. Lelaki itu membalikkan tubuhnya lagi, kembali bermain game.

“A-ah ne!” sahut Nara, “Ma-maaf. Tapi, apakah saya boleh menanyakan sesuatu?”

“Mwo?” gumamnya yang sedang fokus bermain game.

“Mmm, apakah anda, The Master Of Ophiuchus?” tanya Nara gugup. Takut salah orang.

Lelaki itu langsung mengalihkan pandangannya dari layar mesin game pertempuran itu dan menatap Nara, “Kau, roh?” tanyanya balik.

“Iya! berarti kau benar benar The Master Of Ophiuchus kan? Horeee!” Nara langsung lompat lompat di tempat, Nara menyadari orang orang memandang heran ke arahnya dan berhenti melompat, “Ehehe maaf aku terlalu senang.”

“Apa yang kau inginkan?” tanya lelaki itu.

“Aku… saat ini aku sedang berada di rumah sakit Seoul. Aku sedang koma karena mengalami kecelakaan. Ketika aku sedang berdoa agar diberikan jalan kesembuhan, tiba tiba seorang wanita bernama Lee Ahna yang mengaku Angel mengatakan padaku bahwa aku bisa sembuh, dengan cara meminta bantuan dari The 13 Masters Of Zodiac. Wanita itu bilang, petunjuknya adalah cincin yang berlambangkan zodiac masing masing. Dan aku hanya diberi waktu 7 hari untuk mencari ke-13 nya.” Jelas Nara.

“Lee Ahna? Dasar Angel ga tegaan.” Gumamnya.

“Eum, jadi… Apa kau mau menolongku? Memberikanku kristal?” tanya Nara penuh harap, “Kumohon, aku masih ingin hidup… Aku belum membahagiakan orang tuaku, aku masih ingin bertemu teman-temanku… dan, masih ada beberapa game yang belum kuselesaikan… Kumohon, tolong aku! Berikan sebuah kristal padaku!” pinta Nara dengan mata berkaca-kaca.

“Game? Kau suka main game?”

“Iya. Kenapa?”

“Kalau begitu. Kalahkan dulu aku di game ini. Baru aku mau memberikanmu kristal.”

Nara pun bengong, “Game?”

“Iya. Game. Perlu ku eja? G-A-M-E.” Ucap lelaki itu dengan wajah menyebalkan, membuat Nara ingin menonjoknya.

“Oke oke!” ucap Nara. “Lelaki aneh!” pikirnya.

Nara pun segera duduk di kursi sebelah lelaki itu, memilih tokoh game untuk dipakai melawan tokoh yang dipakai lelaki itu. Dan akhirnya Nara memilih tokoh perempuan.

“Lihat saja. Aku tidak akan kalah!” ucap Nara menggebu-gebu.

Pertarungan pun dimulai. Nara menekan tombol tombol dengan penuh semangat, yang memungkinkan membuat tombol tersebut rusak.

Tak lama kemudian, ternyata Nara berhasil mengalahkan lelaki itu.

“Huh! Apa kubilang! Aku pasti bisa mengalahkanmu!” ucap Nara bangga, “jadi, maukah kau menolongku?”

“Huh. Hebat juga kau. Baiklah, ini.” lelaki itu pun menaruh tangan kanannya di atas tangan kiri yang memakai cincin. Dia mengangkat tangan kanannya perlahan dan muncullah sebuah kristal berwarna perak dari dalam cincin itu. Lelaki itu mengambil kristal tersebut, “ini.” ucapnya sambil mengulurkan kristal itu pada Nara.

“Aaah terima kasih! Terima kasih banyak!” Nara mengambil kristal itu dari tangannya dan terus menerus membungkukan tubuh untuk berterima kasih. Nara terus menerus tersenyum menatap kristal di tangannya itu.

“Sama sama.”

“Terima kasih banyak! Eh, ngomong ngomong, namamu siapa?” tanya Nara.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Jawab lelaki yang mengaku bernama Cho Kyuhyun itu.

“Terima kasih ya Kyuhyun-ssi! Masih ada 12 kristal lagi yang harus kukumpulkan. Jangan putus asa!” ucap Nara menyemangati dirinya sendiri, “Ah, aku permisi dulu ya. Aku masih harus mencari sisa 12 kristal lagi. Sekali lagi, terima kasih.” Ucap Nara sambil tersenyum.

Kyuhyun merasa jantungnya tiba tiba berdegup kencang melihat senyuman Nara, dan merasa agak kikuk, “Eh, eh, iya. sa-sama sama… eh, namamu siapa?”

“Namaku Kwan Nara.” Jawab Nara sambil tersenyum, “aku permisi dulu ya.” Lalu Nara pun berjalan keluar dari game center tersebut.

“Dimana lagi aku harus mencari kristal?” gumam Nara bingung, “Ah! Toko kaset game!” Nara melihat sebuah toko CD game yang cukup besar, yang tampaknya terdapat seluruh jenis game di dalamnya.

Ketika Nara hendak berjalan kedalam, Nara berhenti, “Tunggu. Kwan Nara bodoh! Bukan saatnya memikirkan game!” ucap Nara sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Tapi…” gumam Nara lagi, “sebentar aja gapapa kali ya…” Nara pun masuk ke dalam toko CD game tersebut, dan mendapati rak rak yang penuh dengan CD game.

“Waaah! Banyak banget!” Nara tercengang melihat isi toko tersebut, bagi Nara, itu adalah surga. Nara berjalan ke rak yang bertuliskan ‘NEW’ di atasnya. Nara langsung membulatkan matanya, “Ini kan game yang aku tunggu tunggu! Ini juga! Ah! Ini!”

Para pengunjung pun menatap Nara dengan tatapan ‘kau berisik.’.

Nara akhirnya menyadari bahwa dirinya terlalu berisik. Karena terlalu kegirangan, “hehe, sumimasen. Sumimasen.” Nara meminta maaf pada orang orang di sekitarnya. Lalu keluar dari toko CD game tersebut dengan enggan.

“huft, Jepang memang surganya game! Ah, kemana aku harus cari ya…” Nara menutup matanya, dan berkonsentrasi pada pikirannya, “tolong beri aku petunjuk…”

Paris.” ucap suara dalam pikirannya, suara yang sama dengan sebelumnya.

“hm? Paris? Baiklah.” Nara menutup matanya dan berusaha untuk ber-teleportasi.

“Nara!” tiba tiba suara yang diyakini Nara sebagai suara Kyuhyun memanggil namanya. Nara membuka matanya dan mendapati Kyuhyun berada di hadapannya sekarang.

“Ya? Ada apa?” tanya Nara.

“Aku ikut denganmu.” Ucap Kyuhyun.

“Hah? Mau ikut kemana?” tanya Nara dengan tampang bodoh.

“Ikut mencari The Master Of Zodiac lain lah, babo!”

“Ga usah bilang babo juga bisa kali.” Gumam Nara sambil memanyunkan bibirnya, “jadi? Kau ingin ikut denganku untuk mencari The Master Of Zodiac lain karena ingin lebih lama bersamaku yaa? Hahaha.”

“Enak saja!” bantah Kyuhyun, tapi wajahnya memerah, Kyuhyun pun menyembunyikannya dengan telapak tangannya, “lagipula, aku mengenal mereka. Jadi, akan lebih mudah jika aku yang mencarinya.”

“Hahaha aku bercanda. Terima kasih ya, mau membantuku mencari.”

“Sama sama. Apa kau sudah dapat petunjuk dimana keberadaan yang lain?”

“Aku tadi dengar suara dalam pikiranku yang bilang ‘Paris’.”

“Paris? Kalau begitu, ayo berangkat. Aku saja yang teleportasi. Takut nanti kalau kau yang teleportasi, nanti terjadi spliching.”

“Spliching? Apa itu?”

“Tubuhmu tertinggal, tidak terbawa ke tempat tujuanmu. Tubuhmu terbagi. Mau?” tanya Kyuhyun, membuat Nara takut.

“Hah? Benarkah?” tanya Nara takut.

“Iya. Itu bisa saja terjadi kalau kau tidak berkonsentrasi. Ayo, pegang tanganku.” Ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya.

“A-ah ne.” Nara pun menggenggam tangan Kyuhyun, dan berpindah tempat.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Kyuhyun dan Nara pun akhirnya sampai di Paris, dan tampaknya tidak ada yang menyadari kedatangan mereka berdua yang secara tiba tiba di tengah kerumunan banyak orang. Kyuhyun dan Nara bisa melihat menara Eiffel yang tinggi.

“Waah, menara Eiffel!” Nara terkagum-kagum melihat menara Eiffel yang tingginya 324 meter tersebut.

“Ayo cari. Cari kemana?” tanya Kyuhyun.

“Sebentar.” Nara pun menutup matanya dan berkonsentrasi mencari suara petunjuk di kepalanya.

restaurant.

“restaurant? Ada di restoran. Sepertinya.” Ucap Nara.

“Sepertinya? Yang yakin dong!” ujar Kyuhyun.

“Aku kan gatau! Itu suara muncul tiba tiba dari dalam kepala. Seperti waktu di Tokyo, tiba tiba ada suara di kepalaku yang mengatakan ‘game center’, dan memang benar kan. Kau ada di game center.”

“Ya udah. Ayo cari.” Ajak Kyuhyun sambil berjalan di depan Nara.

“Yak! Tunggu aku babo!” rutuk Nara sambil mengejar langkah Nara.

“Mungkin aku tau.” Ucap Kyuhyun sambil terus berjalan.

“Tau apaan?”

“Tau restoran yang mungkin ada dia.”

“Dia siapa?”

“Salah satu The Master Of Zodiac.”

Kyuhyun pun terus berjalan, Nara kecapekan mengikuti langkah kaki Kyuhyun yang besar besar.

“Yak! Jalannya pelan pelan! Ga nyadar kaki panjang apa?!” keluh Nara yang berjalan di belakang Kyuhyun. Kyuhyun tiba tiba berhenti, membuat Nara menabrak punggung Kyuhyun, “Yak! Kenapa berhenti tiba tiba?! Sakit nih!” keluh Nara sambil mengusap-usap hidungnya yang mengenai tulang belakang Kyuhyun.

“Sudah sampai.” Ucap Kyuhyun.

“Sampai?” Nara menolehkan kepalanya dari punggung Kyuhyun yang lebar, dan mendapati sebuah restoran yang dari luarnya saja terlihat megah, “ada disini?”

“Kemungkinan.” Jawab Kyuhyun.

Nara pun terdiam sebentar dan merasakan ada hawa yang sama dengan hawa Kyuhyun. Hawa The Master Of Zodiac.

“Sepertinya memang ada.” Gumam Nara.

“Ayo masuk.” Ajak Kyuhyun dan langsung masuk ke dalam restoran tersebut.

Nara mengikuti Kyuhyun dan masuk ke dalam restoran tersebut. Nara tercengang melihat interior restoran tersebut. Langit langit yang tinggi, dan terdapat lukisan langit di langit langitnya. Nara berpikir, tangga setinggi apa yang digunakan untuk mencapai langit langit itu.

“Katupkan mulutmu. Jangan membuatku malu.” Ujar Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Berisik! Dasar menyebalkan.” Gerutu Nara.

Kyuhyun tampak menemukan seseorang dan berjalan menuju sebuah meja, Nara pun mengikutinya.

Akhirnya Kyuhyun berhenti di depan sebuah meja yang terdapat seorang lelaki yang sedang memesan makanan dalam bahasa Perancis.

Nara melihat lelaki itu, lelaki yang cantik. Pikir Nara. Nara melihat sebuah cincin dengan lambang yang Nara ingat sebagai lambang Taurus.

“Kyuhyun? Lama tak bertemu. Silakan duduk.” Ucap lelaki itu. Kyuhyun pun duduk, “ah? Teman Kyuhyun? Duduklah.” Lalu Nara pun duduk di sebelah Kyuhyun, “Apa yang membuatmu datang kemari?”

“Ini, ada yang ingin meminta kristal. Dia sedang koma karena mengalami kecelakaan. Dia ingin tetap hidup. Dan Ahna mendatanginya dan menyuruh gadis ini untuk mencari kita dan meminta kristal.” Jelas Kyuhyun.

“Iya, itu benar. Kwan Nara imnida.” Ucap Nara sopan.

“Ah, saya Kim Heechul. The Master Of Taurus. Benar kau ingin mendapatkan kristal dariku?”

“Ne, benar. Saya memohon dengan sangat.” Ucap Nara dengan nada memohon.

“Hm, baiklah. Aku akan memberikan kristal padamu. Tapi dengan satu syarat.” Ucap Heechul dengan nada misterius. Membuat Nara agak takut.

“Syarat, apa?” tanya Nara takut takut.

“Serveuse!” Heechul memanggil pelayan, yang segera datang menghampiri Heechul. Tampaknya Heechul memesan makanan. Nara tidak mengerti karena Heechul mengucapkannya dalam bahasa Perancis.

Tidak lama kemudian, pelayan membawakan sebuah makanan dalam piring yang tertutup penutup besi. Pelayan tersebut menaruhnya di hadapan Nara, kemudian membukakan tutup besi tersebut, dan Nara-dapat-melihat-5-udang-mentah-besar-yang-bagi-Nara-itu-menjijikkan. Nara membulatkan matanya menatap udang mentah yang mungkin orang Perancis sebut makanan enak itu, tapi bagi Nara udang mentah membuatnya ingin muntah hanya dengan melihat bentuknya saja. Nara pun menatap Heechul yang tersenyum-jahil dan udang mentah itu bergantian.

“Makan itu sampai habis. Kalau kau habiskan, aku akan memberikanmu kristal.” Ucap Heechul senang.

“Haruskah aku makan?” tanya Nara pasrah.

“Ya.” Jawab Heechul sambil tersenyum.

Nara menatap Kyuhyun, meminta bantuan. Namun Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

Dengan pasrah, Nara mulai mengambil sendok, dan mengambil satu udang mentah. Nara memandang udang menjijikkan itu, menutup matanya dan menggerakkan sendok ke dalam mulutnya. Dan akhirnya udang tersebut sampai di mulut Nara. Nara mulai mengunyahnya dengan wajah mengernyit. Setelah udang tersebut ditelannya, Nara langsung menjulurkan lidahnya keluar dan mengernyitkan wajahnya lebih lagi. Nara langsung mengambil gelas berisi air putih dan meminumnya sampai habis.

“Apa aku harus memakan semuanya?” tanya Nara frustasi.

“Tidak, sudah cukup satu saja. hehehe. aku akan memberikanmu kristal. Ini” ucap Heechul yang nyengir senang sambil mengulurkan kristal pada Nara.

“Te… rima… Kasih…” Nara mengambil kristal tersebut dari tangan Heechul.

“Kami permisi dulu. Terima kasih.” Ucap Kyuhyun lalu mengajak Nara keluar, “Kau tidak apa apa?”

“Tentu saja apa-apa! Yang benar saja, makan udang mentah segede gentong gitu bisa bilang tidak apa apa?!” ucap Nara stress, dan kembali mengernyit karena masih merasakan udang mentah di mulutnya.

“Begitulah orangnya. Jahil.” Ucap Kyuhyun.

“Huek. Jangan sampai ada yang seperti itu lagi. Hueeek ga enak!”

“Kemana sekarang?”

“Sebentar.” Nara menutup matanya lagi.

“Dimana?” tanya Kyuhyun ketika Nara membuka matanya.

“Hawaii.”

“Hawaii? Mungkin yang disana ada dua.” Gumam Kyuhyun.

“Dua? Tahu darimana?”

“Yah, lihat saja nanti. Ngomong-ngomong, hari sudah malam. Mau pergi sekarang atau besok saja? sekarang sudah malam.” Ujar Kyuhyun.

“Hmm, benar juga, sudah gelap. Tapi mau tidur dimana?” tanya Nara.

“Di hotel saja.” ucap Kyuhyun ringan.

“HAH?! SATU KAMAR?!” jerit Nara.

“Dua kamar lah babo!” sergah Kyuhyun cepat, “Atau jangan jangan… Kau ingin sekamar denganku ya?” goda Kyuhyun sambil tersenyum jahil.

Wajah Nara pun memerah, “Enak aja lo! Kagak! Amit amit aku sekamar ama orang kayak kamu! Bisa bisa… bisa bisa…” Nara pun terdiam, wajahnya semakin merah.

“Bisa bisa apa? Eh? HAHAHA! Tak kusangka pikiranmu kotor juga, Kwan Nara.” Kyuhyun tertawa terbahak bahak karena mengerti maksud Nara.

“Diem! Aaaaa lupakan! Ayo cepat ke hotel!” ajak Nara kesal.

“Cieee mau buru buru ke hotel, mau ngapain nih?” goda Kyuhyun lalu tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Nara yang sebetulnya mengerikan, namun terlihat lucu di mata Kyuhyun.

Nara menggembungkan pipinya, lalu menendang lutut Kyuhyun sampai Kyuhyun jatuh ke belakang, “Puas.” Nara pun mengeluarkan smirk nya melihat Kyuhyun yang kesakitan karena lututnya ditendang dan jatuh. Nara memberikan mehrong.

“Yak! Awas kau!” Kyuhyun berteriak pada Nara yang berjalan menjauh meninggalkan Kyuhyun yang terduduk di jalan. Kyuhyun pun bangkit dan mengejar Nara dan berjalan di sampingnya, “Dasar ngeselin.”

“Yang duluan nyebelin siapa coba.” Ucap Nara ringan.

“Ish. Hotel nya kesini, babo.” Kyuhyun menarik tangan Nara yang malah berjalan lurus dan bukannya belok ke kanan. Kyuhyun dan Nara saling menatap wajah masing masing dan menatap tangan Kyuhyun yang menggenggam tangan Nara bergantian.

Kyuhyun pun melepaskan tangannya dari tangan Nara, “Ah, ma-maaf.”

Keduanya tampak kikuk.

Kyuhyun dan Nara kembali berjalan, dan akhirnya sampai di sebuah hotel yang mewah.

“Hah? Kita nginep disini? Emang kamu punya uang buat bayar?” tanya Nara dengan mulut menganga melihat hotel megah itu.

“Jangan belaga miskin.” Ucap Kyuhyun dengan wajah sok yang membuat Nara ingin meninjunya.

Kyuhyun pun langsung memesan kamar pada resepsionis, “Two rooms please.”

“Ah we’re so sorry, only one room left. What if you two use one room? She is your girlfriend, isn’t she?” tanya resepsionis tersebut sambil melirik ke arah Nara yang langsung kaget mendengar perkataan resepsionis tersebut.

“NO! He’s not my boyfriend!” bantah Nara.

“Oh I’m so sorry. But there is only one room left. Many tourist came to Paris this week. And I’m afraid there is no room left too at other hotel. So, do you want to check in the last room?”

Kyuhyun menatap ke arah Nara sekilas, “Alright. I’ll take it.” Ucap Kyuhyun lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang dengan jumlah yang Nara duga cukup besar. Nara tercengang melihat isi dompet Kyuhyun yang penuh dengan uang dari berbagai negara.

“Ayo.” Ajak Kyuhyun setelah selesai membayar.

“Yak! Kita tidur satu ruangan?!” Protes Nara.

“Kau tidur di sofa saja. tenang, aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.” Ucap Kyuhyun datar.

“Yak! Masa aku tidur di sofa?! Kau membiarkan seorang perempuan tidur di sofa?! Lelaki macam apa kau hah?!” protes Nara kesal.

“Yang ngeluarin uang buat bayar hotel siapa?” tanya Kyuhyun sambil menatap Nara dengan senyum menyebalkan.

Nara pun hanya bisa mendesis, “Yak, darimana kau dapatkan uang uang sebanyak itu? Maling ya lu? Apa pake babi ngepet? Atau kau punya tuyul?!”

“Enak aja nuduh pake babi ngepet atau tuyul! Dapet uang sih gampang, keluarin aja kristal dari cincin, terus dijual.” Ujar Kyuhyun ringan.

“Hah? Penyalah gunaan kekuasaan itu namanya…” gumam Nara.

“Itu namanya memanfaatkan kekuasaan.” Ujar Kyuhyun.

“Sama aja sih intinya.” Cibir Nara.

“Ya udah sih ga usah dibahas. Ah, ini dia kamarnya.” Ucap Kyuhyun lalu membuka pintu dengan kunci yang didapatnya dari resepsionis tadi dan langsung masuk ke kamar.

Nara tercengang melihat isi kamar tersebut. Ranjang besar dengan tirai, dan interior nya yang sangat mewah, “Wuaaah. Mewah banget.”

“Jangan diajar kampungan deh.” Ejek Kyuhyun.

“DIEM!” bentak Nara kesal, “Kau ini kenapa sih? Nyebelin banget jadi orang.”

“Hahaha.” Kyuhyun hanya tertawa, membuat Nara semakin kesal.

“Yak! Dibilang ngeselin kenapa malah ketawa?!” Nara berjalan ke arah Kyuhyun dengan kesal, dan ternyata Nara tersandung kakinya sendiri, “KYAA!”

Dengan sigap Kyuhyun menangkap Nara kedalam pelukannya, namun Kyuhyun tidak bisa menjaga keseimbangan hingga jatuh ke atas kasur. Kini posisi di atas kasur adalah, Nara di bawah, dan Kyuhyun menahan dengan tangannya untuk tidak menindih Nara.

Kyuhyun dan Nara saling berpandangan dengan mata terbelalak. Hening. Hanya suara deru nafas yang terdengar.

Setelah beberapa detik, Nara barulah sadar apa yang sesungguhnya terjadi, “KYAAA MINGGIR KAU!” teriak Nara sambil menendang-nendang sembarangan, dan mengenai perut Kyuhyun, Kyuhyun pun jatuh ke lantai.

“Yak! Sakit tau!” keluh Kyuhyun.

“Suruh siapa tadi, tadi… pokoknya itu salahmu!” ucap Nara sambil menyembunyikan wajahnya dari pandangan Kyuhyun, karena Nara yakin wajahnya semerah kepiting rebus sekarang.

“Mwoya?! Salahku?! Siapa yang kesandung kaki sendiri hah? Dasar babo!” rutuk Kyuhyun.

“Kau tadi tidak bisa menangkapku sih! Malah jatuh ke kasur kan jadinya… Ah lupakan! Aku mau mandi!” dengan wajah merah Nara mengambil handuk dari lemari lalu berjalan ke kamar mandi. Nara berhenti di depan pintu kamar mandi lalu melirik tajam ke arah Kyuhyun, “Awas kalau kau mengintip! Mati kau!”

“Siapa juga yang bernapsu untuk mengintipmu hah?” ujar Kyuhyun.

Nara memanyunkan bibirnya, mengutuk Kyuhyun pelan, lalu masuk ke kamar mandi.

Kyuhyun pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kejadian tadi terlintas kembali di pikiran Kyuhyun, Kyuhyun dapat merasakan deru nafas Nara. Kyuhyun membelalakkan mata, wajahnya memerah.

“Kenapa aku jadi mikirin dia?!” Kyuhyun mengacak acak rambutnya frustasi.

Beberapa menit kemudian Nara pun keluar dari kamar mandi, “Kau tidak mandi?” tanya Nara.

“Tidak. Tidak mandi pun aku selalu wangi. Aku kan orangnya baik, jadi makanya tubuhku selalu wangi.” Jawab Kyuhyun.

Nara mengernyit mendengar kalimat Kyuhyun tadi, “Hah? Ga salah? Bukannya sebaliknya dari baik?”

“Cho Kyuhyun selalu benar. Cho Kyuhyun selalu tampan.” Ucap Kyuhyun dengan pedenya.

“Pede sekali kau. Menyebalkan.” Gerutu Nara.

“Kenapa kau tidak menyanggah ketika aku mengatakan Cho Kyuhyun selalu tampan? Kau pasti mengakui ketampananku.”

Nara mencibir pelan, memperhatikan Kyuhyun dari ujung kepala sampai ujung kaki, “Wajahmu memang lumayan tampan, Cho Kyuhyun-ssi. Tapi sifatmu itu buruk sekali. Mana ada cewek yang mau denganmu.”

“Banyak kok cewek yang mau denganku. Tapi aku tidak boleh mempunyai hubungan cinta dengan manusia. Itu dilarang bagi The Master Of Zodiac.” Ujar Kyuhyun muram.

“Dilarang? Kenapa?”

“Entahlah, peraturan dari sananya. Tapi The Master Of Zodiac bisa menjadi manusia biasa, hanya jika ada manusia yang membuat permohonan menjadikannya sebagai manusia.”

“Hah? Apa itu pernah terjadi?” tanya Nara penasaran.

“Pernah. Nama The Master Of Zodiac itu Henry. Dulu ada seorang perempuan yang sedang koma karena penyakit Leukimia yang diberi kesempatan hidup, namanya Hyosang. Henry menemani Hyosang untuk mendapatkan kristal dari The Master Of Zodiac lainnya. Namun, Hyosang dan Henry saling jatuh cinta, namun mereka tidak bisa bersatu karena Henry tidak boleh menjalin hubungan dengan manusia. lalu setelah Hyosang mendapatkan ke-13 kristal itu, Hyosang bukannya mengucapkan permintaan dirinya untuk sembuh dari penyakitnya. Melainkan meminta agar Henry menjadi manusia biasa. Akhirnya Henry menjadi manusia, dan Hyosang tetap sakit Leukimia. Henry selalu menemani Hyosang di rumah sakit, sampai akhirnya Hyosang meninggal karena penyakitnya itu.” Jelas Kyuhyun.

“Waah… romantis sekali…” ucap Nara terpana mendengar kisah tersebut.

Keduanya pun terdiam selama beberapa saat.

“Tidur sana, besok kita harus pergi mencari The Master Of Zodiac lainnya di Hawaii.” Suruh Kyuhyun. Lalu Kyuhyun berjalan ke sofa, mencari posisi tidur yang enak, kemudian merebahkan kepalanya di bantal yang dia ambil dari kasur lalu berbalik menghadap sofa.

“Yak, aku tidur di kasur?” tanya Nara heran.

“Oh gamau? Ya udah aku yang di kasur nih?” ucap Kyuhyun.

“Eh iya nggak, bagus deh aku di kasur. Tapi, ada angin apa tiba-tiba membiarkan aku tidur di kasur sementara kau tidur di sofa?” tanya Nara sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Sudah sana cepat tidur sebelum aku berubah pikiran.”

“Ah ne, ne.” Gumam Nara kemudian tidur di kasur.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Nara berteleportasi di Hawaii. Nara mengatakan bahwa ada The Master Of Zodiac di pantai. Namun tampaknya tak perlu diberitahu pun, Kyuhyun sudah tau.

Kyuhyun dan Nara pun sampai di pantai.

“Bagaimana harus mencarinya di antara banyak orang begini?!” ujar Nara sambil memperhatikan orang orang yang banyak di pantai itu.

“Gampang.” Ucap Kyuhyun, yang langsung berjalan menuju pepohonan di sisi pantai. Lalu berhenti di dekat sebuah pohon. Kyuhyun memandang ke atas pohon, yang terdapat seorang lelaki yang sedang memanjat pohon kelapa tersebut untuk mengambil kelapa.

“Hey monkey!” teriak Kyuhyun supaya lelaki itu mendengar. Lelaki itu menyadari dirinya dipanggil monkey, dan langsung memanjat turun ke bawah.

“YAK! Siapa yang kau panggil monkey hah?!” protes lelaki itu.

“Kau lah. Siapa lagi yang pantas dipanggil monkey.” Ucap Kyuhyun ringan, dengan wajah tanpa dosa.

“Dasar tak sopan, padahal kau yang terakhir ditunjuk menjadi The Master Of Zodiac.” Cibir lelaki itu, “Ada perlu apa?”

“Ini, perkenalkan.” Ucap Kyuhyun lalu melirik Nara.

“Ah, saya Kwan Nara. Saya datang untuk meminta kristal dari anda. Anda pasti, The Master Of Scorpio kan?” tanya Nara sambil melirik ke arah cincin lelaki itu.

“Ya, aku The Master Of Scorpio. Namaku Eunhyuk. Nih kristal.” Eunhyuk pun mengeluarkan kristal dari cincinnya dan memberikannya begitu saja pada Nara.

“Begitu saja?” tanya Nara tidak percaya.

“Apa maksudmu begitu saja?” tanya Eunhyuk.

“Soalnya, waktu aku meminta pada Kyuhyun dan Heechul, mereka mengetesku dulu. Kyuhyun menyuruhku untuk mengalahkannya dalam game waktu di Jepang. Waktu di Paris, Heechul menyuruhku untuk memakan udang mentah, huek.” Nara kembali merasa mual mengingat udang mentah yang dimakannya kemarin.

“Begitu ya? Yah seharusnya tadi aku juga menyuruhmu melakukan sesuatu. Kembalikan kristalnya.”

“Ah tidak usah terima kasih atas tawarannya. Sudah cukup kristalnya saja, terima kasih banyak.” Nara menolaknya dengan halus, menolak penderitaan -_-

“Hahaha, aku cuma bercanda.” Ucap Eunhyuk ringan. Eunhyuk tiba tiba memperhatikan Nara dari ujung kepala sampai ujung kaki, “Kyu, dia cantik juga tuh.”

“Dasar Cassanova. Pikirannya ceweeek mulu!” cibir Kyuhyun, Eunhyuk hanya nyengir memperlihatkan gusinya yang indah itu.

“Hey, dimana kembaran siam-mu itu?” tanya Kyuhyun.

Eunhyuk menunjuk ke arah laut menggunakan dagunya, “Biasa, renang. Bertemu ikan ikan sahabatnya itu.”

“Selalu deh.” Gumam Kyuhyun.

“Kembaran siam? Siapa?” tanya Nara penasaran.

“The Master Of Capricorn, dia dan Eunhyuk selalu bersama-sama kemana-mana, tak terpisahkan. Dimana ada dia, selalu ada Eunhyuk. Begitu juga sebaliknya.” Jawab Kyuhyun.

Nara membuat huruf ‘o’ dengan mulutnya.

“Itu dia.” Ujar Eunhyuk sambil menunjuk seseorang yang tampaknya baru saja menyelam.

“Hey, Donghae!” panggil Kyuhyun.

“Kyuhyun, lama ga ketemu.” Sahut Donghae, “Ada apa?”

“Biasa, ada yang minta kristal.” Jawab Kyuhyun ringan.

“Saya Kwan Nara. Ehm, boleh, saya meminta kristal darimu?” tanya Nara sopan.

“Oh tentu saja.” Donghae segera mengeluarkan kristal dari cincinnya dan memberikannya pada Nara.

“Terima kasih banyak!” ucap Nara sambil membungkuk berkali-kali.

“Sudah ya. Kami pergi lagi, mencari yang lain.” ucap Kyuhyun lalu pergi.

“Ah permisi, terima kasih banyak atas kristalnya.” Ujar Nara terburu buru dan mengikuti langkah Kyuhyun.

“Berikutnya kemana?” tanya Kyuhyun.

Nara menutup matanya, berkonsentrasi lagi.

Canada.

“Kanada. Sepertinya ada di Kanada.” Ucap Nara.

“Kanada ya? Apa dia masih disana?” gumam Kyuhyun, “ayo berangkat.” Ucap Kyuhyun lalu mengulurkan tangannya pada Nara.

Nara merasa jantungnya berdebar ketika Kyuhyun mengulurkan tangan padanya, selama beberapa detik Nara belum menyambut uluran tangan Kyuhyun.

“Yak. Mau pergi atau nggak?” tanya Kyuhyun, “Kok malah bengong?”

“Ah, ani. Iya, ayo berangkat.” Nara pun menggenggam tangan Kyuhyun yang baginya terasa hangat itu. Lalu mereka pun menghilang dari Hawaii, menuju Kanada.

Kyuhyun dan Nara pun sampai di Kanada, tepatnya di depan sebuah toko binatang.

Kyuhyun pun langsung masuk ke dalam toko binatang tersebut, diikuti Nara dibelakangnya.

“Selamat datang.” Sapa lelaki yang tampaknya adalah pemilik toko binatang tersebut, “Kyuhyun?”

“Iya ini aku.” Jawab Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya lelaki itu.

“Ada yang mau meminta kristal.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan sinyal pada Nara untuk memperkenalkan diri.

“Saya Kwan Nara. Saya datang untuk meminta kristal.” Ucap Nara, “Anda, The Master Of…?”

“Cancer.” Ucap lelaki itu cepat, “Aku Yesung. The Master Of Cancer.”

“Boleh, saya meminta kristal?” tanya Nara sopan.

“Boleh. Tapi,” Yesung menatap Nara dengan wajah yang sulit ditebak.

“Tapi?” ulang Nara.

“Tapi, kau harus menarikan Octopus Dance dulu. Di trotoar sana. Selama dua menit.” Ucap Yesung sambil menunjuk ke arah luar, yang terdapat banyak orang.

“Hah? Octopus Dance? Apa itu?” tanya Nara heran.

“Sebuah tarian. Begini, aku contohin.” Ucap Yesung, lalu mulai menari dengan gerakan aneh. Yang bahkan sebetulnya tidak bisa dibilang sebagai tarian. Tangan dan kaki Yesung bergerak aneh, seperti gurita yang sedang berenang, mungkin.

Nara melongo tidak percaya.

“Orangnya memang agak sedikit aneh.” Bisik Kyuhyun di telinga Nara, membuat wajah Nara memerah karena Nara merasakan hembusan nafas Kyuhyun di telinganya.

Nara menghela nafas panjang, mencoba menghilangkan rasa malu, kemudian keluar dari toko binatang tersebut. Sekilas Nara melirik ke arah dalam toko binatang melalui kaca transparan, menatap Kyuhyun dan Yesung di dalam.

Nara menarik nafas panjang kemudian memejamkan mata, “Abaikan orang yang lewat. Abaikan. Abaikan saja, Kwan Nara. Kau bisa. Anggap saja kau sendirian. Abaikan.”

Nara pun mulai melakukan tarian aneh yang tadi diperagakan oleh Yesung.

Orang orang pun menertawakan Nara, menganggap Nara gila. Nara berusaha mengabaikan suara yang menertawakan dirinya.

Setelah Nara rasa sudah lebih dari dua menit, Nara melirik ke arah toko binatang, dan melihat Yesung mengangkat kedua ibu jarinya dan memberikan isyarat pada Nara untuk masuk.

Nara menggembungkan pipinya, kemudian berjalan masuk ke dalam toko.

“Ini kristalnya.” Ucap Yesung sambil mengulurkan kristal.

Nara langsung mengambilnya, “Terima kasih.” Ucap Nara datar, “Ayo pergi.”

“Ayo.” Sahut Kyuhyun, “Aku pulang dulu. Bye.”

“Bye.” Jawab Yesung.

Kyuhyun dan Nara pun keluar dari toko.

“Sekarang kemana?” tanya Kyuhyun langsung.

Mexico.”

“Meksiko.” Jawab Nara singkat.

“Hahaha jangan marah begitu. Yesung itu memang orangnya ajaib. Setiap orang yang meminta kristal padanya, pasti disuruh melakukan tarian Octopus itu di luar tokonya.”

“Dia membuatku malu.” Gerutu Nara.

“Ya sudahlah. Yang penting kau dapat kristalnya. Udah ada berapa kristalnya?”

“Satu darimu, satu dari Heechul, satu dari Eunhyuk, satu dari Donghae, dan terakhir dari Yesung tadi. Jadi totalnya ada 5. Masih harus mengumpulkan 8 kristal.”

“Oke, ayo berangkat ke Meksiko.”

~~~~~~~~~~~~~~~

Kyuhyun dan Nara sampai di Meksiko. Kali ini, mereka berhenti di depan sebuah rumah makan. Kyuhyun pun langsung masuk ke dalam rumah makan tersebut. Dengan seenaknya, Kyuhyun berjalan ke arah dapur, dan menemukan seorang lelaki yang sedang memasak. Nara memperhatikan tangannya yang sedang memegang pisau itu, dan melihat cincin yang berlambang Aquarius.

“Ryeowook-ah.” Panggil Kyuhyun pada lelaki itu, yang langsung berhenti memasak dan menatap Kyuhyun.

“Hey Kyuhyun-ah. Ada yang mau minta kristal ya?” tanya Ryeowook sambil melirik pada Nara.

“Ah iya. saya Kwan Nara. Boleh saya meminta kristal, The Master Of Aquarius?” tanya Nara.

“Boleh. Tapi…” Ryeowook mengambil sebuah piring dan menaruh makanan khas Meksiko yaitu Nachos, dengan porsi yang sangat besar, “Habiskan dulu Nachos ini.”

Nara terbelalak melihat porsi Nachos yang sangat banyak itu, “Itu? Segitu banyak? Harus kuhabiskan?”

“Betul. Aku akan sangat senang jika kau mau menghabiskannya.” Ucap Ryeowook dengan senyum manis.

“Jangan khawatir, masakan buatannya selalu enak.” Bisik Kyuhyun. Membuat Nara sedikit tenang.

“Baiklah.” Nara mengambil piring berisi Nachos porsi jumbo tersebut dan duduk di kursi. Nara mulai memakan satu Nachos, dan ternyata Nachos itu memang enak, “Enak!” ucap Nara terkejut. Nara pun memakan Nachos itu dengan lahap. Wajah Nara sekarang terlihat amat bahagia. Dan tanpa terasa, Nachos yang awalnya Nara kira tidak mungkin habis dimakannya itu ternyata sekarang telah berpindah seluruhnya ke perut Nara, “Kenyaaang.”

“Hebat. Aku senang sekali kau memakannya sampai habis. Hehehe. Ini, kristalnya.” Ryeowook memberikan kristalnya pada Nara.

“Ah, terima kasih banyak.” Nara hanya bisa menganggukan kepala, karena perutnya terlalu kenyang untuk membungkuk.

“Oh iya, di dekat sini ada The Master Of Zodiac lain,” ucap Ryeowook, “di tempat pacuan kuda. Dia selalu disana, naik kuda.”

“Kuda selalu naik kuda. Hahaha.” Kyuhyun tertawa bersama Ryeowook, “Ayo Nara.”

“Ah, ne.” Nara berusaha keras untuk berdiri, “sekali lagi, terima kasih banyak. Saya pergi dulu.” Kyuhyun dan Nara pun keluar dari rumah makan milik Ryeowook.

“Ayo ke tempat pacuan kuda. Dekat dari sini, jalan kaki saja.” ajak Kyuhyun.

“Ah, aku, tidak kuat berjalan.” Keluh Nara.

“Ish dasar. Ya udah, ayo.” Kyuhyun menggenggam tangan Nara kemudian berpindah dengan cepat ke sebuah pacuan kuda, “Ah, itu dia!” Kyuhyun menarik tangan Nara dan berjalan menghampiri lelaki yang sedang menaiki kuda.

“Hai Kyuhyun.” Sapa lelaki itu. Menurut Nara, lelaki itu sangat tampan, tanpa ada kekurangan sedikitpun.

“Hai kuda.” Sapa Kyuhyun balik.

“Jangan panggil aku kuda kenapa sih?” Lelaki itu merengutkan wajahnya.

“Hahaha maaf deh. Ini, ada yang mau minta kristal.”

“Saya Kwan Nara, “Nara memperhatikan tangan orang yang sedang memegang tali kendali kuda dan menemukan cincin berlambang Sagittarius, “The Master Of Sagittarius, boleh saya minta kristal?”

“Ah tentu saja, nona cantik.” Siwon pun langsung mengeluarkan kristal dari cincinnya dan memberikannya pada Nara.

“Terima kasih banyak, atas cincin, dan pujiannya. Hehe.” Nara terkekeh senang karena dipanggil cantik.

“Sama sama. Aku harus bertanding dulu. Sampai jumpa lagi.” Ucap Siwon lalu menaiki kudanya dan pergi ke arena bertanding.

“Syukurlah tidak disuruh yang aneh aneh.” Nara menghela nafas lega.

“Ayo, kemana lagi sekarang?”

Itali.

“Itali.” Gumam Nara.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 “Dimana kita harus mencari?” tanya Nara.

“Venesia. Pasti di tempat perahu.”

“Kenapa kau tau di tempat perahu?”

“Inget adegan di drama BBF ga yang Jandi naik perahu terus si pengayuhnya nyanyi? Nah, terkadang dia jadi pengayuh perahu sambil menyanyi. Dulu sih, gatau sekarang. Liat aja dulu.”

Kyuhyun dan Nara pun menuju tempat untuk menaiki perahu.

Kyuhyun sepertinya sudah menemukannya, Kyuhyun berjalan cepat diikuti Nara, dan berhenti di depan seorang lelaki imut yang tampaknya sedang menunggu penumpang, “Sungminnie~” panggil Kyuhyun pada lelaki itu.

“Kyunnie~” sahut Sungmin, tersenyum melihat kedatangan Kyuhyun.

“Sungminnie? Kyunnie? Astaga…” Ucap Nara dalam hati. Merasa geli melihat dua lelaki memanggil dengan nama yang imut imut begitu -_-

“Apa kau mau naik perahu?” tawar Sungmin.

“Ah, ayo. Ini Kwan Nara. Dia datang untuk meminta kristal.” Ucap Kyuhyun.

“Ah boleh tentu saja. saya Sungmin, The Master Of Libra. Silakan naik perahu dulu. Aku ingin kalian melihat keindahan Venesia~” ucap Sungmin ramah. Membuat Nara senang, karena tidak ada perintah yang aneh aneh. Kyuhyun dan Nara pun naik ke perahu kemudian Sungmin mendayungnya. Selama berada di atas perahu, Sungmin bernyanyi dengan sangat merdu. Lalu Kyuhyun pun ikut bernyanyi bersama Sungmin, menyanyikan lagu Marry U.

Nara terpana mendengar nyanyian Kyuhyun yang sangat indah. Baru kali ini Nara mendengar Kyuhyun bernyanyi, dan ternyata itu sangat indah.

Kyuhyun pun selesai bernyanyi, dan Kyuhyun menyadari bahwa Nara terpana mendengar nyanyiannya, “Kenapa? Suaraku bagus ya? Sampai terpana begitu. Hahaha. Aku memang selalu bisa membuat orang terkagum-kagum sih ya. Wajah dan suara~” ucap Kyuhyun bangga.

“Wajah dan suara doang. Sifatnya nggak.” Nara menghilangkan raut wajah yang terpana melihat Kyuhyun dan kembali pada raut wajah ingin menendang Kyuhyun karena wajah kepedeannya sudah muncul.

“Ini kristal untukmu.” Sungmin mengulurkan tangannya, memberikan kristal dari cincinnya pada Nara.

“Ah terima kasih.” Nara pun menerima kristal dari Sungmin, “Sisa 5 kristal lagi. Mengumpulkan 8 kristal hanya dalam 2 hari. Daebak haha.” ucap Nara senang.

“Masih ada 5 hari lagi. Sekarang sudah malam, kita menginap saja disini. Ayo cari hotel.”

“Di rumahku saja. lagipula di rumahku sekarang lagi ada Shindong tuh.” Ujar Sungmin.

“Oh ada? Apa persediaan makananmu selalu habis?” tanya Kyuhyun sambil menaikkan alisnya.

“Hahaha, selalu. Persediaan makan sebulan saja bisa habis dalam waktu dua minggu…”

~~~~~~~~~~~~~~~~

Sungmin’s house.

Akhirnya Kyuhyun dan Nara sampai di rumah Sungmin. Rumah yang tak terlalu luas, tapi terasa sangat nyaman.

“Aku pulang.” Ucap Sungmin begitu memasuki rumah, dan datanglah seorang lelaki yang bertubuh besar.

“Kyuhyun? Lama tak bertemu hey!” sapa Shindong sambil memeluk Kyuhyun, sampai Kyuhyun sesak nafas.

“Le-pas-a-ku-ti-dak-bi-sa-na-fas!!!” keluh Kyuhyun dengan suara tertahan.

“Oh maaf~ begitu melihatmu, aku jadi gemas. Hahaha.” Shindong tertawa sampai perabotan rumah bergoyang, lampu lampu bergoyang. Lebay sih sebenernya, “Siapa gadis itu?”

“Ini, mau minta kristal.” Ucap Kyuhyun sambil menyikut Nara pelan.

“Ah, saya Kwan Nara. Saya datang untuk meminta kristal.” Nara memperkenalkan diri sambil membungkuk sopan.

“Minta kristal ya. Aku Shindong, The Master Of Virgo. Aku akan memberikanmu kristal milikku, tapi, lomba makan dulu denganku. Sungminnie, tolong siapkan masakan.” Ucap Shindong dengan raut wajah senang sekaligus jahil.

“LOMBA MAKAN?!” teriak Nara frustasi. Tadi siang dia baru saja harus makan Nachos dengan porsi besar untuk mendapatkan kristal dari Ryeowook, sekarang, harus melawan Shindong di lomba makan?! Yang benar saja!

“Ayo.” Shindong memberi isyarat pada Nara untuk masuk ke ruang makan. Nara pun memasuki ruang makan, dan melihat ayam goreng di atas meja, dengan porsi besar tentu, “Silakan duduk.”

“N-ne…” Nara pun duduk di kursi meja makan dengan ragu. Apa mungkin Nara yang bertubuh kecil ini bisa mengalahkan Shindong dalam lomba makan? -,-

“Satu, dua, tiga, mulai!” Shindong pun mulai melahap makanan di piringnya dengan cepat, dan mengambil lagi ayam, lalu mengambil lagi daging sapi.

Nara masih diam menatap makanan di atas meja. Belum makan saja Nara sudah merasa mual. Nara mulai mengambil sepotong ayam dan memakannya dengan pelan, mengunyah dengan pelan. Nara sama sekali tidak merasakan kenikmatan makan -_-

Nara melihat Kyuhyun di seberang meja makan mengangkat kepalan tangannya, menyemangati Nara, dan berbisik, “Hwaiting! Kau pasti bisa!”

Nara menghela nafas dengan mantap, matanya mulai memancarkan keyakinan, dan mulai memakan ayamnya dengan cepat. Nara berusaha sebisa mungkin untuk memakan makanan yang ada di atas meja makan. Kecepatan Nara dalam memakan sekarang mengalahkan Shindong, sampai Shindong menganga melihat Nara yang makan dengan cepat, padahal beberapa detik yang lalu Nara sama sekali tidak punya semangat untuk makan.

Waktu telah habis, Nara menghabiskan 8 potong ayam, dan Shindong memakan 13 potong ayam.

“Aku… kalah? Aku tidak mendapatkan kristal?” tanya Nara putus asa.

“Tentu saja dapat. Siapa yang bilang kau tidak dapat kalau kalah? Hahaha.” Shindong tertawa puas melihat raut muka Nara yang kesal. Shindong pun mengeluarkan kristal dari cincinnya dan memberikannya pada Nara, “Berapa kristal lagi yang harus kau kumpulkan?”

“Aku sudah punya 8, ditambah darimu, jadi 9. Sisa 4 kristal lagi. Ini hari kedua, aku masih punya 5 hari lagi.” Jelas Nara.

“5 hari? Masih lumayan lama. Cepat sekali kau mendapatkan kristal. Belum pernah ada yang mengumpulkan 9 kristal dalam 2 hari. Ini rekor! Hahaha.” Shindong menunjukkan wajah terkejut.

“Semua berkat Kyuhyun yang membantuku. Hehehe.”

“Oh iya dong. Semua pasti berjalan lancar jika ada Cho Kyu-” kalimat Kyuhyun terputus karena Nara melempar tulang ayam ke muka Kyuhyun, “HEH SOPAN!”

“Oh kena ya? Maaf deh disengaja.” Ucap Nara dengan wajah tanpa dosa.

“Sudah sudah. Ayo kalian tidur. Besok lanjutin cari sisa 4 kristal.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kami pergi dulu ya.” Ucap Nara berpamitan pada Sungmin dan Shindong.

“Kalau sudah sembuh, mampir mampir ya. Kita lomba makan lagi.” Ucap Shindong senang. Nara memanyunkan bibirnya lalu senyum.

“Titi DJ ya.” Ucap Sungmin.

“Hah? Apaan tuh?” tanya Nara yang tidak mengerti apa maksud Sungmin.

“Titi DJ, hati hati di jalan.” Jawab Sungmin -___-

“Hah? Oh, iya. ha ha.” Nara tertawa terpaksa. Garing -_-

“Sudah ya. Kami pergi dulu.”

Kyuhyun dan Nara pun berjalan menjauh dari pintu rumah Sungmin.

“Kemana?” tanya Kyuhyun.

“China.” Jawab Nara.

“Oh China. Ayo.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kyuhyun dan Nara pun sampai di China. Tepatnya di Shanghai. Dengan segera, Kyuhyun menemukan The Master Of Zodiac lain, sedang berkeliling menggunakan sepeda.

“Saya Kwan Nara. Datang untuk meminta kristal.”

“Oh, ne. Saya Hankyung. The Master Of Gemini.” Ucap lelaki itu dengan bahasa Korea yang terbata-bata dan pengucapan bahasa inggris yang aneh -_-v “Ini, kristalnya.” Hankyung langsung memberikan kristal pada Nara, membuat Nara bersyukur karena tidak disuruh yang aneh-aneh. Dan menurut Nara, dari wajah Hankyung ini terlihat bahwa dia orang yang baik hati dan ramah.

“Terima kasih banyak. Kami pergi dulu ya.” Ucap Nara. Lalu pergi meninggalkan Hankyung yang kembali menaiki sepedanya, mengelilingi kota.

“Kemana lagi?” tanya Kyuhyun.

“Rusia.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Brrr, Rusia dingin sekali…” Nara menggigil kedinginan karena suhu udara di Rusia sangat dingin.

“Ini, pakai jaketku saja.” Kyuhyun melepaskan jaketnya dan menaruhnya dengan sembarangan di atas kepala Nara. Nara menggerutu, walaupun merasa sangat berterima kasih atas perhatian Kyuhyun itu.

“Ah! Kibum!” panggil Kyuhyun pada seorang lelaki yang sedang berjalan sendirian.

“Kyuhyun!” sahut Kibum.

Kyuhyun pun langsung menghampiri Kibum, “Bum, ada yang mau minta kristal. Ini orangnya.”

“Saya Kwan Nara.” Ucap Nara, “Anda, The Master Of, apa ya?” Nara bertanya karena cincin Kibum tertutup oleh sarung tangan yang dikenakannya.

“Ah, saya The Master Of Pisces.” Tanpa basa basi, Kibum melepas sarung tangannya lalu mengeluarkan kristal dari cincinnya dan memberikannya pada Nara, tanpa banyak bicara.

“Ah terima kasih.” Ucap Nara sambil membungkuk.

“Sama sama.” Kibum tersenyum, senyum yang bisa membunuh gadis mana saja *~* membuat Nara terpesona.

“Kami permisi dulu ya. Masih harus mencari dua kristal lagi.” Ucap Nara. Kibum pun tersenyum lalu membungkukkan kepalanya sedikit, lalu pergi.

“Ayo pergi.” Ajak Kyuhyun.

“Hah? Kemana? Kau tau tempatnya?”

“Spanyol sih kayaknya. Soalnya banyak dari yang lain masih tetap di tempat yang sama ketika aku terakhir bertemu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kyuhyun dan Nara pun sampai di Spanyol. Lebih tepatnya, di tempat adu banteng.

“Tempat adu banteng?”

“Ya, dua orang ajaib itu mungkin masih disini.” Ucap Kyuhyun.

“Dua? Ada dua? Berarti kalau hari ini dua, dapet semua kristal dong? Horeee! Aku bisa sembuh!” Nara lompat lompat girang. Kemudian Nara terdiam, berpikir. “Kalau begitu, aku dan Kyuhyun tidak akan bertemu lagi? Tidak, bersama lagi?” pikir Nara.

“Hey kenapa melamun? Ayo.” Kyuhyun  melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nara, membuat Nara tersadar dari lamunannya.

“Ah, iya. ayo.” Nara tersentak pelan, “Ayo cari…”

“Dasar aneh. Tadi lompat lompat senang, terus tiba tiba bengong.” Cibir Kyuhyun.

“Terserah orang dong!” Nara memanyunkan bibirnya.

Kyuhyun dan Nara pun melihat dua banteng yang sedang diadu. Lalu seorang lelaki berambut hitam membawa bendera merah, dan banteng menyeruduk bendera merah tersebut. Menyeramkan.

Ada pula atraksi menunggangi banteng. Seorang lelaki berambut pirang. Banteng tersebut terus menghentakkan kakinya ke belakang, berusaha untuk menjatuhkan lelaki yang menungganginya. Namun lelaki itu tampaknya sudah biasa dan bisa menjaga keseimbangan. Lelaki itu melompat dari punggung banteng dan mendarat di matras yang telah disiapkan.

“Gila.” Gumam Nara, “Dia kan bisa mati!”

“The Master Of Zodiac tidak bisa mati.” Gumam Kyuhyun.

“Hah? Lelaki itu The Master Of Zodiac?” tanya Nara tidak percaya, “Gila. Gila…”

“Yang tadi bawa bendera merah yang diseruduk banteng itu juga The Master Of Zodiac.”

“Oh iya? ayo kita minta sekarang. Tampaknya pertunjukkan telah selesai.” Nara dan Kyuhyun bangkit dari kursi penonton. Menemui dua lelaki yang memainkan atraksi bersama banteng tadi.

“Leeteuk! Kangin!” seru Kyuhyun. Kedua lelaki itu pun menengok pada Kyuhyun dan nyengir.

“Hey Kyu!” ucap Leeteuk dan Kangin bersamaan.

“Ini, ada yang mau minta kristal.” Ucap Kyuhyun.

“Saya Kwan Nara. Mau minta kristal. Anda berdua pasti The Master Of Aries dan The Master Of Leo ya?”

“Saya Leeteuk, The Master Of Aries.” Ucap Leeteuk sambil mengacungkan tangannya.

“Saya Kangin, The Master Of Leo.” Ucap Kangin, mengacungkan tangannya juga.

“Mau kristal? Coba dulu atraksi kami tadi.” Ucap Leeteuk dan Kangin bersamaan.

“HAH? MEMBAWA BENDERA MERAH DAN DISERUDUK BANTENG? MENAIKI BANTENG YANG MENGAMUK?!” Teriak Nara kaget, melebihi kaget. Yang ini sudah melebihi batas kemampuan manusia normal -_-

Leeteuk dan Kangin tersentak, tidak menyangka Nara akan berteriak sekeras itu. Dan ekspresi wajah Nara yang menyeramkan membuat Leeteuk dan Kangin takut.

“E-eh, tidak usah. Ini kristalnya,” Leeteuk dan Kangin menyerahkan kristalnya secara terburu-buru, “Kami permisi dulu. Harus melakukan atraksi lagi.” Leeteuk dan Kangin pun kabur. Padahal atraksi untuk hari ini sudah selesai.

“Mereka kenapa takut begitu?” tanya Nara dengan wajah mengernyit.

“Karena wajahmu menakutkan. Babo.” Ejek Kyuhyun sambil terkekeh.

“YAK!” Nara membentak Kyuhyun.

“Tuh kan tuh kan. bentak bentak. Nyeremin tau! Hahaha.” Kyuhyun terkekeh keras. Nara memanyunkan bibirnya. Berpikir apakah dirinya semenyeramkan itu.

“Sekarang, semua kristal sudah terkumpul…”gumam Nara sambil mengeluarkan seluruh kristal dan menaruhnya di telapak tangan. Nara terlihat murung.

“Benar…” Kyuhyun pun terlihat muram, “Kau hebat, bisa mengumpulkan 13 kristal hanya dalam 3 hari!” Kyuhyun berusaha mencairkan suasana yang terasa kaku. Kyuhyun tersenyum, senyum yang terlihat dipaksakan.

“Semuanya jadi cepat karena bantuanmu… Terima kasih ya.” Nara tersenyum simpul.

“Sama sama…” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Aku membantumu, karena, dari pertama melihatmu, aku… aku senang melihat senyumanmu… senyuman terindah yang pernah kulihat. Walaupun kau menyebalkan, tidak seperti perempuan, tapi aku…” Kyuhyun menyingkirkan poni Nara yang menutupi keningnya, dan mencium kening Nara dengan lembut, “Aku mencintaimu… aku tau ini salah, melanggar peraturan.” Nara hendak mengatakan sesuatu, mengatakan bahwa Nara mempunyai perasaan yang sama, Nara membuka mulutnya untuk berbicara tapi Kyuhyun kembali melanjutkan kalimatnya, “Maaf… lupakan yang kukatakan tadi. Kau harus membuat permohonan, dan kau akan tetap hidup.” Kyuhyun mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada kristal yang terdapat di tangan Nara.

Tiba tiba seluruh kristal yang berada di tangan Nara bercahaya dan terangkat sendiri. Membentuk lingkaran yang mengelilingi Nara.

“Cepat buat permohonan supaya kau tetap hidup…” ucap Kyuhyun sambil tersenyum sedih menatap Nara.

Nara menunduk, air matanya mengalir. Nara mengangkat kepalanya dan tersenyum mantap menatap Kyuhyun, walaupun air matanya terus mengalir, “Kyuhyun, aku juga mencintaimu. Walaupun kita bersama hanya 3 hari, tapi rasa cinta itu tumbuh dengan cepat. Sampai bertemu lagi. Sebagai sesama manusia…”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa tahun kemudian. Diadakan sebuah pernikahan.

Seorang gadis berjalan menuju altar dengan merangkul lengan ayahnya, kemudian melepaskan lengan ayahnya dan merangkul seorang lelaki yang dalam hitungan menit akan menjadi suaminya.

Gadis itu nyengir menatap sang lelaki, gugup dan bahagia. Gadis itu tersandung gaunnya sendiri, namun sang lelaki dengan cepat menangkapnya, tidak jadi jatuh. Tapi tetap saja memalukan. Gadis itu pun nyengir malu. Mereka pun kembali berjalan menuju altar. Dan mengucapkan janji setia sebagai suami istri.

Mereka pun sah menjadi suami istri~

Suami istri baru tersebut tentu saja Cho Kyuhyun dan Kwan Nara.

And then they lived happily ever after~

~~~~~~~~~~~~~~~~

~Flashback~

Cahaya dari kristal mulai menghilang bersamaan dengan Nara yang lenyap dari hadapan Kyuhyun.

Namun, tiba tiba cahaya menyelimuti Kyuhyun. Dan cincin berlambang Zodiac Ophiuchus menghilang entah kemana. Kyuhyun telah berubah menjadi manusia.

Rupanya Nara memohon untuk menjadikan Kyuhyun sebagai manusia biasa. Kyuhyun segera pergi ke Korea, dan menemui Nara, yang rupanya telah sadar dari koma. Dan dokter menyatakan Nara bisa tetap hidup.

Tuhan berkehendak lain🙂

~THE END~

22 thoughts on “-Contest Fiction- Let’s Get The Crystal

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. idell jadi angel? O.o *tidak bisa dipercaya*
    deeeell kenapa saya disebut sebut disini… sakit leukimia lagi (-_-)

    walaupun kontes ffmu tetep lawak :p apalagi bgian yesung, shindong sama kangteuk :p

  3. OMONA~ DAEBAKKK~~~ NOEMU NOEMU DAEBAK!!! AMAZING BANGETTT~~~ Gila… KyuNara bahasanya gaul…. ^^ seru bangett….

  4. ya ampun. ngakak ptm x gr2 joko bodo dan belanjut ke yg lain nya😄 bodor bener dah.. ada aja ide2nya.. gr2 baca ini sy jd pengen ngcek apa bener itu bintangnya mrk masing2 -__- kekeke..

  5. kyaa seneng kyu ama nara bisa bareng..😀
    tapi sedih kenapa waktu Henry ama Hyosang kagak T.T #tragis😥
    tapi kereeen😀
    ake suka ^_^

  6. Pingback: Lets Get The Crystal! « Kyuhyun & Ahna's hell (?)

  7. panjang banget weeeh aku rada ngantuk ngantukan bacanya soalnya abis belajar Kimia *terlalu jujur* bagus ih fantasinya dapet :3 itu kayanya si Kyuhyun bukan one of the master of zodiac deh tapi dia mah the master of evil ._. abis selama baca ini aku ngenanya kalo dia master of evil bukan zodiac -,-v

  8. Lee Ahna jadi Angel? O.O beneran? Kok? *bengong*
    Tapi betul setuju, ff kamu pasti jadi lawak, itu letak menariknya! Hahahaha dan yesung, ya Allah, ampun deh *tutup mata*
    Keren keren!

  9. idel hyung jadi angel yang baik, tumben -__-v

    namanya aja keren, master of zodiac, tapi kelakuannya hahahaha (?)

  10. Ceritanya baguuuuuuuuus bgt aduh siwon ku :3 lucu pas bagian si angel keluar terus pas yesung, eunhae sm kangteuk hahaha daebak author😀 tp flashback nya kurang detail menurutku. ini FF kontes ya? Semoga menang yaaaaa

  11. keren ceritanyaaa!! Authornya daebak lah! Ngakak bener pas bagian yesung, gimana tuh tariannya -_-
    ini beneran ff kontes? Semoga menang dan pantes menang😀

  12. waah, aku seneng ama jalan ceritanya nih thor
    tapi, mian ya sbelumnya
    cara penyampaiannya kurang sreg hehe, mungkin bisa ditingkatkan lagi #eh
    overall, nice ff ^^

  13. Pingback: Let’s Get The Crystal! | SJ is MINE's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s