-Contest Fiction- 3rd Anniversary

Original Fanfiction By : Titiz (@13_9elf)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story (^___^)

***

Tuk tuk tuk.

Nara mengetukkan jari-jari mungilnya ke kursi yang sedang ia duduki. Sesekali ia juga mengetukkan sepatu sneakers berwarna putih yang ia kenakan ke permukaan tanah.

“Aish…” desahnya. Kemudian mengetukkan jari-jarinya lagi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri beberapa kali. “Aish…” desahnya lagi. “Kenapa anak itu lama sekali?!” Nara mendengus kesal.

“Hai Nara,” sapa seseorang. Nara mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah orang yang sekarang ada di depannya itu.

Sedangkan makhluk yang sedang di tatapnya itu hanya tersenyum dengan senyumyang amat sangat di paksakan. “Sudah menuggu lama?” tanyanya dengan takut-takut. Ya, takut dengan tatapan mata Nara yang seolah-olah seperti  ingin mencengkeram lahernya .__.

Nara kemudian berdiri dari duduknya, maju sekitar 2 sampai 3 langkah untuk membuat posisinya berhadapan dengan orang itu sekarang. Karena badannya sedikit lebih pendek dari orang itu, membuat Nara harus sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah orang itu. Sedangkan orang yang sekarang ada di hadapan Nara hanya bisa menelan ludah, kerongkongannya terasa kering karena sedang berhadapan langsung dengan Ratu iblis dari neraka yang paling dasar -__-

Masih dengan tatapan yang tajam setajam kulit durian(?), Nara mulai mengepalkan tangannya dan perlahan-lahan diarahkannya menuju wjan orang yang ada di hadapannya itu.

Orang itu dengan refleks memejamkan matanya, mulutnya berkomat-kamit tak jelas. Mungkin sedang berdoa agar ia dapat masuk surga dan terhindar dari neraka yang paling dasar =o=a

“Min Gi ya~ Ayo berangkat sekarang!” seru Nara sambil merangkulkan tangannya ke leher gadis yang sedang ia tunggu-tunggu ka datangannya itu.

Gadis yang hampir mati ketakutan itu, mulai membuka matanya perlahan. “Eh? Kau tidak membunuhku?” gumam Min Gi, nama gadis itu.

Nara menolehkan kepalanya ke arah Min Gi yang sekarang ada di sampingnya itu. Kemudian Nara mengerutkan keningnya. “Hah? Apa yang kau bi…” ucapan Nara terpotong. “Ah Ani, bukan apa-apa” ucap Min Gi cepat.

Nara masih mengerutkan keningnya. “Ah, apa yang kau lakukan? Kajja! Kita berangkat sekarang!” ucap Min Gi lalu berjalan mendahului, sehingga membuat rangkulan tangan Nara terlepas dari laher Min Gi.

Mungkin hari ini adalah hari keberuntungan Min Gi karena ia bisa bebas dari ratu iblis yang hampir saja merenggut nyawannya(?)

Entah keajaiban apa yang membuat Nara melepas mangsanya kali ini. Padahal Nara paling benci menunggu, apalagi lebih dari 5 menit. Dan tadi, ia sudah menunggu hampir 30 menit! Hal ini sangat jarang terjadi. Biasanya Nara akan memilih untuk pulang setelah menunggu lebih dari 5 menit =__=

————

Snow store, Seoul

 “Nara, kau ingin membeli apa?” Tanya Min Gi yang sedang malihat-lihat kemeja yang di jual di toko tersebut. Nara yang sedari tadi hanya melamun saja tampak sedikit bingung dengan jawaban dari pertanyaan Min Gi. “Ah, eng… entahlah, aku ingin melihat-lihat dulu.” Ucap Nara malas.

“Hhhh~ Apa yang di sukai si Bodoh itu?” Tanya Nara pelan, lebih-lebih untuk dirinya sendiri. “Eh? Si siapa?” Tanya Min Gi sambil membalikkan tubuhnya menghadap Nara yang sedari tadi hanya mengikutinya dari belakang tanpa minat satupun untuk memilih barang apa yang ingin ia beli. Ya Nara terlihat seperti ekor yang membuntuti Min Gi dari belakang  .__.

“Eng.. bukan siapa-siapa” ucap Nara kemudan berlalu menghampiri rak sepatu dan berlagak seperti memilih-milih sepatu yang ingin di beli. Min Gi mengangkat kedua bahunya kemudian menghampiri Nara.

“Ah, yang itu bagus Nara!” seru Min Gi seraya mangarahkan telunjuk tangan kanannya kea rah sepasang sepatu. Nara menolehkan kepalanya sama seperti arah telunjuk tangan Min Gi.mereka berdua kini terpaku dengan sepatu sport berwarna biru safir dengan sedikit aksen warna putih di bagian sampingnya. Sepatu itu terliham simple namun keren.

“Oh iya, dia suka warna biru.” Lirih Nara. Segurat senyum terbentuk di wajahnya. Kemudian ia menghampiri sepatu itu. Min Gi mengerutkan keningnya. “Eh? Dia?” Tanya Min Gi. Nara tak menjawab, ia membungkukkan sedikit badannya agar ia dapat mengambil sepatu itu, setelah itu mengangkatnya sejajar dengan mata Nara. Nara membolak-balikkan sepatu itu kemudian berseru.

“Aish! Min Gi ah, kau mau beli apa? Sudah hampir satu jam kita berputar-putar di sini, tapi belum ada yang ingin kau beli? Ah aku capek berputar-putar Min Gi ah~ Kakiku pegal.” desah Nara sedikit kesal sambil memijiti kakinya.

Sedangkan Min Gi hanya tersenyum hambar. “Dua  jam lagi Nara ya?” Nara mendelikkan matanya ke arah Min Gi kemudian menjitak kepala gadis itu pelan.

“Auww auww…” rengek Min Gi seraya mengusap kepalanya yang tidak sakit. “Cepatlah pilih apa yang ingin kau beli. Aku mau membayar ini di kasir.” Ucap Nara sambil mengangkat sepatu tadi. “Jika kau belum selasai setelah aku mambayar ini, maka kau akan…” “Ah baik Nara,” ucap Min Gi menyambar perkataan Nara yang terpotong  kemudian berlari secepat kilat meninggalkan Nara yang terbengong di bagian penjualan sepatu.

—————

Nara’s bedroom

 “Tanggal 5 Mei, masih 8 hari lagi.” Nara mengecek kalender yang tertera di ponsel berwarna merah miliknya. “Hahhh~” desah Nara lagi kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.

Nara melihat ponselnya lagi. “Hahhh~ kurasa dia benar-benar sibuk.” Ucap Nara sambil membalikkan badannya dan membenamkan wajahnya ke bantal yang ada di sampingnya.

Tiba-tiba ponsel Nara bergetar, manandakan ada pesan masuk untuknya.

 From: Master of Evil

Hai, apa kabar?

Nara menyipitkan matanya. “Hah? Tumben sekali si Bodoh itu ingin tahu keadaanku.” Ucapnya.

 To: master of Evil

Baik. Kau sendiri?

From: Master of Evil

Baik. Di China aku makan banyak. Kurasa aku semakin gemuk T3T

To: Master of Evil

Ahahaha baguslah. Aku tak sabar ingin bertemu denganmu. Mungkin saja pipimu sudah mirip dengan Shin dong oppa

From: Master of Evil

Kau tak sabar ingin segera bertemu denganku? Kau pasti rindu sekali denganku.

Muka Nara sekarang sudah memerah seperti tomat yang sudah masak. Nara tak membalas pesan itu, namun ia berkata “Tentu saja bodoh, tapi sampai kapanpun aku tidak akan merendahkan diriku dengan berkata ‘aku merindukan seorang Cho Kyu Hyun’”

Ponsel nara bergetar lagi. “Ah, dia lagi” ucap Nara seraya meraih ponselnya yang ada di samping kepalanya.

 From: Master of Evil

Oh ya, besok aku akan kembali ke Korea

Ujung bibir Nara tertarik ke atas. Membuat lengkungan indah yang terbentuk di wajahnya yang imut 0o0

————–

Super Junior M’s dorm, China

 “Kyu Hyun ah~ jangan terus-terusan memainkan ponselmu! Kau belum membereskan barang-barangmu.” Seru Ryeo Wook.

“Hehe, Ok Hyung.” Ucap Kyu Hyun seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana pendek yang ia kenakan. Kemudian ia bangun dari sofa yang ia duduki di ruang TV dan beranjak menuju kamarnya. Sebelum Kyu Hyun masuk ke kamarnya, ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Ryeo Wook yang sedang memasak di dapur. “Eh Hyung, besok kita kembali  ke Korea jam berapa?” tanya Kyu Hyun.

Bukan Ryeo Wook yang menjawab pertanyaan Kyu Hyun, namun suara seseorang yang berasal dari arah pintu masuk yang menjawabnya “Besok jam 9 pagi, setelah kita selesai tampil secara live di HunanTV” ucap Si Won sambil melepas jas hitam yang ia kenakan.

“Ah, baru pulang Hyung?” Tanya Kyu Hyun sambil melihat jam dinding yang tergantung di Ruang TV. Waktu menunjukkan pukul 11:13 malam. Si Won mengangguk singkat kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Si won memegang tengkuknya yang terasa pegal kemudian duduk di sofa yang tadi di duduki Kyu Hyun. “Hahh~ aku capek sekali, yang lain sudah tidur?” Tanya Si Won sambil menoleh ke arah Henry yang sedang menonton TV disamping Si Won.

“Iya Hyung.” Ucap Henry singkat. Si Won memijat tengkuknya lagi kemudian mendesah lagi “Hahh~” Henry menolehkan kepalanya menatap Si Won “Hyung capek? Ah, pasti iya. Kakau begitu Hyung istirahat saja biar aku yang mengemas barang-barang Hyung.” Ucap Henry.

Belum sempat Si Won mengucapkan terima kasih untuk Henry, tiba-tiba Ryeo Wook yang masih memakai celemek bergambar Doraemon muncul dengan menenteng mangkuk berisi Ramyeon ke sukaan Si Won. “Ini Hyung, aku tahu pastu kau belum makan” ucap Ryeo Wook seraya menyerahkan mangkuk tersebutkepada Si Won.

Si Won menerima mangkuk tersebut, senyumnya semakin berkembang. “Ya, kalian memang Dongsaeng yang sangat baik. Jeongmal gomawo Saengdeul~” ucap Si Won. “Cheonmaneyo Hyung.” Ucap Ryeo Wook dan Henry serentak.

Sedangkan Kyu Hyun yang baru saja selesai mengemasi barang-barangnya ke dalam tas besar berwarna cokelat miliknya berucap pelan. “Keluarga bahagia.” ucapnya datar. “Hoammm…” Kyu Hyun menguap kecil kamudian merebahkan tubuhnya ke ata kasur miliknya.

—————-

HunanTV, China

 “Ya, ini adalah tampilan terakhir Super Junior M di China. Benarkan?” Tanya sang pembawa acara dengan bahasa mandarin. Karena Si Won mengambil alih posisi Han Geng dan menjadi leader Super Junior M sekarang, maka ia yang kerap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan seputar kegiatan Super Junior M.

“Ya benar. Rencananya kami akan berangkat ke Korea setelah tampil di acara ini” ucap Siwon dengan bahasa mandarin yang cukup fasih. “Apakah Henry dan Zhomi juga ikut ke Korea?” Tanya pembawa acara itu yang ternyata adalah seorang penyanyi solo wanita  China yang bernama Shine Huang.

Si Won membetulkan letak dasi berwarna merah hati yang ia kenakan, kemudian menjawab.”Tidak, Henry dan Zhoumi masih tetap di China. Mereka ada keperluan masing-masing di sini.” Ucap Si Won sambil menolehkan kepalanya kearah Henry dan Zhoumi. Sedangkan Henry dan Zhoumi hanya tersenyum menanggapi jawaban si won.

“Oke, saya rasa, kalian terburu-buru dan tak sabar ingin segera kembali ke Korea, mungkin kalian sudah rindu ingin bertemu dengan kekasih kalian masing-masing.” Goda pembawa acara itu lalu terkekeh pelan.

“Hahaha… kami belum punya kekasih, jadi kami tidak terburu-buru ingin kembali ke Korea” Ucap Si Won seraya menolehkan kepalanya ka arah Kyu Hyun. Kyu Hyun yang merasa di sindir oleh Hyung’nya itu mandelikkan matanya kea rah siwon dengan tatapan evil’nya. Meskipun mulut Kyu Hyun tertutup, tapi tatapan mata Kyu Hyun yang mengerikan itu  seolah-olah seperti mengatakan ‘Awas kau Choi Si Won, kau akan mati.’

Para member Super Junior M yang lain tampak ingin tertawa keras namun hanya bisa terkikik pelan. Ya mereka pasti takut jika mereka tertawa keras, nantinya akan mendapat tatapan pembunuh dari Kyu Hyun. Kyu Hyun semakin mendengus kesal.

Pembawa acara nampak mengangkat salah satu alisnya, tapikemudian mengabaikan hal tersebut dan berucap. “Ya, kurasa kita tak perlu berlama-lama lagi. Mari kita nikmati penampilan Super Junior M. Perfection!” Si Won menganggukkan kepalanya dan seperti memberi komando untuk personel Super Junior M yang lain untuk bersiap-siap di posisi masing-masing. Sedangkan pembawa acara tadi berbalik arah dan kembali ke backstage.

Alunan musik perfection bergema, Super Junior M mulai manari dan menyanyi.

——————

Nara’s House, Seoul

 “Hoammm…” Nara menggeliat di atas kasur empuknya. Kemudian dengan enggan ia terduduk di tepi kasur lalu berjalan dengan malas menuju pintu kamarnya. “Hahhh~” desah Nara. Dengan badan yang sedikit membungkuk, dengan langkah gontai dan masih mengenakan piyama tidur berwarna biru muda bermotif teddy bear, Nara mulai masuk ke kamar mandi. Tak lupa, sebelumnya ia mengambil handuk yang ada di keranjang kecil dekat mesin cuci.

Sambil manikmati waktu mandinya, Nara bersenandung riang.

“Hanbuhdo nan neoreul ijubbonjuhk ubhsuh

Ojik geudaemaneul saenggakhaenneun guhl

Geuruhn nuhneun mwuhya nal ijuhddun guhya

Jigeum nae noonesuhn noonmool heulluh baeshingam,”

Super Junior ~Happiness. Lagu favorit Nara dari semua lagu milik Super Junior. Ya, meskipun kekesihnya Cho Kyu Hyun tidak ikut berpartisipasi dalam lagu ini, tapi hal itu tidak berpengaruh terhadap kesukaannya terhadap lagu ini.

Sekitar lima belas menit berlalu dan akhirnya Nara keluar dari kamar mandi, dan mungkin lebih dari tiga lagu ia nyanyikan di dalam kamar mandi tadi -__-. Sekarang Nara terlihat lebih fresh dari pada sebelumnya. Matanya sudah tidak merah lagi, rasa ngantuk sudah tidak menyerangnya lagi dan bau apek dari air liur yang menempel di rambutnya pun *di hajar Icha eonni* sudah hilang karena ia membasuh ranbutnya dengan shampoo yang ber aroma buah jeruk (?)

Kali ini Nara tidak berangkat sekolah karena ia baru saja menyelesaika Ujian Negaranya. Dan Nara juga teman-temannya yang sudah  mengikuti Ujian Negara di beri waktu dua pekan untuk menikmati hari libur mereka.

“Hahhh~” lagi-lagi Nara mendesah lagi. “Hari ini tidak ada yang akan ku lakukan. Sung Young masih sibuk dengan pekerjaan part time’nya. Dongho pasti sedang belajar di sekolah. Dan Min Gi, ia sedang berlibur bersama Eun Ha kekesih barunya. Aishh!” gerutu Nara akan kesibukan sahabat-sahabatnya itu.

Tiba-tiba Nara mengingat sesuatu. “Eh? Jam berapa si Bodohitu kambali ke Korea?” tanyanya kepada dirinya sendiri. Ya memeng Nara di rumahnya yang sangat besar itu ia tinggal seorang diri karena ditinggal ke dua orang tuanya yang bekerja di Jepang. Ibu Nara sudah meminta seorang pembantu untuk tinggal dan mengurus Nara di rumah itu, Namun diam-diam tanpa sepengetahuan ibu Nara, Nara menyuruh pembantu itu untuk tidak mengurusinya lagi.

Bukannya Nara jahat. Tapi ia tak mau merepotkan orang lain dan tentu saja ia ingin menjadi gadis yang mandiri. Nara bukan orang yang jahat yang seenaknya sendiri memecat orang dan membuat orang itu menganggur. Tapi Nara menyuruh orang utusan ibunya itu untuk bekerja di panti asuhan yang didirikan oleh keluarga Kwan. Dan tentu saja penghasilan yang sebenarnya diberikan  untuk orang yang mengurusya justru di berikan kepada orang yang sama namun ber alih  profesi menjadi pengurus Panti Asuhan yang bernama ‘Panti Asuhan Miracle’

Nara malihat jam yang tertera di layer ponselnya. “Wah, sudah jam sepuluh ternyata. Hahh~ ternyata penyakit malas sangat ampuh di saat hari libur (–3–) sudah berapa lama aku tertidur tadi? Sampai-sampai jam segini baru bangun.” Ucap Nara sambil manggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Kruyuk kruyuk~

“Eh?” ucap Nara sambil memegangi perutnya. Nara baru sadar jika ia belum sarapan (–.–). Dengan langkah gontai dan masih memegangi perutnya yang masihmengeluarkan bunyi yang cukup keras, Nara berjalan menuju ka arah dapur.

Nara membuka lemaripenyimpan bahan makanan kemudian menepuk keningnya mnggunakan tangan kanan, tangan kirinya masi memegangi perutnya yang sudah meronta-ronta ingin segera di isi =,=. “Aigo~ aku lupa membeli persediaan makanan bulan ini.” Kemudian Nara menutup lemari tersebut kamudian beralih ke lamari es. “Aish! Di sini juga tidak ada makanan. Huweee.. T^T” rengek Nara.

 Kruyuk~

“Aish, bersabarlah sedikit!” seru Nara kepada perutnya sendiri = =a. Nara mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian yang ada di dapur. Pandangannya berhenti ke arah bungkusan yang ada di atas lemari es yang sedari tadi ada di depannya itu -_-. Nara membuka bungkusan plastic berwarna hitam itu kemudian mengeluarkan benda yang ada di dalamnya.

“Mie instant” ucap Nara datar. “Tunngu 7 menit!” ucap Nara sambil mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah perutnya.

Dengan sigap Nara menghidupkan nyala api di kompor gas kemudian meletkkan panci berisi air di atas nyala api tersebut. Sambil menunggu air mulai mendidih, Nara memilih untuk menonton TV.

“Oh, jadi dia sekarang masih sda di dalam pesawat.” Gumam Nara yang melihat ratusan ELF berada di Seoul Aiport dari layer TV 32 inc yang ada di Ruang TV yang dekat Ruang dapur. “Ah!” ucap Nara kemudian mematikan TV’nya dan berlari kea rah dapur.

——————

Seoul airport, Korea

 “Oppa~!” teriak ratusan ELF menggema ke seluruh penjuru bandara menymbut keluarnya 6 pria yang merupakan personil dari Super Junior. Super Junior, sebuah boy band dari Korea Selatan yang sangat terkenal dan memiliki anggota paling banyak. 13 orang! Ya itu dulu, memang sekarang banyak group vocal yang mempunyai banyak member. Contohnya saja AKB48, group vocal wanita dari Jepang yang mempunyai 48 personil! Terlebih labi, sekarang member Super Junior yang masih aktif hanya 10 orang😥

Satu-persatu personil Super Junor turun dari tangga pesawat.mereka melambaikan tangan dan menebarkan senyum kepada orang-orang yang meneriaki nama mereka. Cukup banyak body guard yang mengawal mereka sampai ke mobil van milik Super Junior. Penjagaan cukup ketat karena mereka takut kalau saja para fans menarik mereka dan melukainya.

Kyu Hyun keluar paling akhir dan sedikit tersenyum ke arah fans’nya. Kyu Hyun merentangkan ke dua tangannya kemudian berteriak “Kwan Nara, Aku mencintaimu!!” teriakan Kyu Hyun tentu saja tak terdengar karena kalah saing dengan teriakan yang di buat oleh lautan manusia yang menyambut meereka. Namun perbuatan Kyu Hyun cukup membuat beberapa ELF bertanya-tanya.

Si Won yang berada tepat di depan Kyu Hyun tentu saja mendengar teriakan Kyu Hyun. Si Won tersenyum simpul kemudian terkekeh pelan “Haha, aku yakin dia tidak akan punya nyali untuk mengatakannya langsung di depan Kwan Nara” lirih Si Won.

—————–

Super Junior’ van

 Drtt drtt~

Ponsel Kyu Hyun bergetar. Cepat-cepat Kyu Hyun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jeans yang di pakainya. “Kwan Nara?” Tanya Sung Min yang duduk di samping Kyu hyun. Kyu Hyun mengangguk pelan.

From: Kwan Nara babo

Kau sudah sampai Korea?

To: Kwan Nara babo

Ne, sekarang aku ada di di dalam van.

From: Kwan Nara babo

Oh, syukurlah.

To: Kwan Nara babo

Nara, aku rindu ingin bertengkar denganmu lagi

From: Kwan Nara babo

Bilang saja kalau kau merindukakku Cho Kyu Hyun yang tampan~

To: Kwan Nara babo

Hanya dalam mimpimu Kwan Nara sayang~

—————

Super Junior’s dorm, Seoul

 “Hahhh~” desah Kyu Hyun seraya merebahkan tubuhnya ke kasur yang sudah dua bulan lebih ia tinggalkan karena harus berada di China untuk mempromosikan lagu baru dari Super Junior M.

“Kyu Hyun ah~, bereskan barang-barangmu dulu!” ucap Ye Sung yang sudah berbaik hati mau membawakan tas cokelat milik Kyu Hyun ketika turun dari van sampai ke lantai 11 tempat mereka tinggal. Tapi Kyu hyun malah langsung bermalas-malasan dengan kasur kesayangannya itu. “Sebentar saja Hyung, aku ingin melepas rindu dengan kasurku ini.” Ucap Kyu Hyun.

Setelah melepas penat, member Super junior, termasuk penghuni lantai 12 juga ikut berkumpul di lantai 11. Namun mereka hanya sembilan orang, minus Hee Chul yang sedang sibuk syuting untuk serial baru. Lee Teuk memulai pembicaraan mereka.

“Ehm, jadi memberdeul, untuk 7 harike depan kita akan sangat sibuk” ucap Lee Teuk. Banyak desahan yang keluar dari mulut para member Super junior. “Aku capek Hyung” ucap Kyu hyun tiba-tiba. Semua member menoleh ke arah Kyu hyun. “Semuanya juga begitu Kyu Hyun ah~ tapi ingatlah senyum ELF ketika melihat penampilan kita” ucap Dong Hae mencoba untuk menyemangati Kyu Hyun. Senyum tipis terkembang di wajah Kyu Hyun. “Mianhae” lirih Kyu Hyun.

—————-

Nara’s House

 “Hahhh~” desah Nara lagi. “Sudah satu minggu si Bodoh itu di Korea tetapi tidak mengabariku sama sekali. Kekasih macam apa itu?” gerutu Nara. Kemudian Nara beranjak dari kamarnya menuju Ruang TV dan menghidupkan TVnya. “Mungkin ia benar-benar sibuk.” Ucap Nara yang sedang melihat Super Junior bernyanyi secara live di salah satu acara stasiun TV.

Bibir Nara mengikuti lirik dari lagu Bonamana, Nara juga menghentak-hentakkan kakinya seirama dengan lagu Bonamana yang sedang di nyanyikan Super Junior. Tak lama kemudian acara tersebut berganti dengan sponsor minuman jus yang di bintangi oleh Kang In dan Hee Chul.

 Kwan Nara, ada SMS dariku cepat buka!

Suara cempreng(?) Kyu Hyun mengagetkan Nara. Nara tersenyum simpul. Sudah lama ia tidak memasang ringtone itu lagi. Beberapa bulan ini iamemilih untuk men silentponselnya karena ia ingin focus ke Ujian Negaranya. Kemudian dengan segeraia membuka pesan singkat dari Kyu Hyun.

 From: Master of Evil

Kau besok ada acara? Kalau tidak, temui aku aku di taman Myeonyeol jam 4 sore.

Nara tidak membalas pesaan tersebut namun menganggukkan kepalanya. Tentu saja Kyu Hyun tak tahu (.__.)

—————–

Myeonyeol Park, Seoul

 “Sudah menuggu lama?” Tanya Kyu Hyun yang melihat Nara sedang duduk sendirian di taman Myeonyeol. Nara menggelang pelan. Kyu Hyun kemudian duduk di sebelah nara.

Tanpa sasa-basi Kyu Hyun mengungkapkan tujuannya mangajak Nara ke taman itu. “Nara, sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini.” Nara tampak kurang mengerti maksud Kyu Hyun. “mianhae” ucap Kyu hyun lagi kemudian pergi meninggalkan Nara yang masih tak percaya dengan ucapan Kyu hyun barusan.

Setelah sepenuhnya sadar bahwa Kyu Hyun sudah meninggalkannya, air mata Nara perlahan keluar. “Dia serius?” tanyaNara kepada dirinya sendiri.

Dengan cepat Nara menghapus air matanya kemudian berdiri dari tempat duduknya. Nara hamper lupa dengan kotak berwarna cokelat berisi sepatu yang iq beli beberapa minggu yang lalu. Rencananya Nara ingin memberikan sepatu itu untuk Kyu hyun. Tapi rencana itu gagal oleh kejutan dari kyu hyun yang membuat hati Nara sakit.

Nara merasa hubungan mereka baik-baik saja meskipun sering bertengkar mengenai hah-hal sepela namun Nara tidak berfikir jika hubungan mereka akan berakhir pada hari tepat 3 tahun mereka bersama. “Tanggal 13 Mei, dia tak menyadarinya? 3 tahun yang sia-sia.” Ucap Nara kemudian dengan cepat meniggalkan taman tersebut. Nara tak mau mempermalukan dirinya jika orang-orang melihatnya sedang menangis.

———————

Super Junior’s dorm, Seoul

 “Aku pulang” ucap Kyu Hyun dengan lesu. “Eh? Ada apa denganmu? Bertengkar dengan nara? Tanya Ye Sung yang sedang memberi makan peliharaan barunya.

“kami sudah berakhir hyung.” Ucap Kyu hyun lemas. “kau dan nara…? Kenapa Kyu Hyun ah~?” Tanya yesung lagi. Tanpa menjawab pertanyaan dari hyungnya, kyu hyun dengan kasar menutup pintu kamarnya kemudian menguncinya.

Member Super junior yang tinggal di lantai 11 hanya mengangkat bahunya dan mencoba untuk tidak mencampuri urusan asmara dongsaengnya itu.

***

 Lebih dari 2 bulan Nara tidak berhungan dengan Cho Kyu Hyun dan Super Junior lagi. Bukan hanya nomor handphone Kyu Hyun yang ia hapus (mungkin tu percumasaja karena ia hafal nomor ponsel Kyu Hyun di luar kepala), tapi juga semua nomor para personel Super Junior lainnya.

———————-

Nara’s house

 Nara melangkahakan kakinya menuju ruang TV, kemudian Nara mengambil remote control dan mulai menyalakan TV.

Tapi, ketika Nara melihat sosok yang sangat ia benci sedang bermesraan di layer TV, nara kemudian mengupat sebal. “ohhh.. jadi ia meninggalkanku Demi Sunny? Cih apa bagusnya Sunny? Bahakan ia lebih pendek dariku.”

Padahal Nara adalah juga seseorang yang mengagumi SNSD, tapi entah kenapa justru ua menjelek-jelakkan personel girl band yang sangat di kaguminya itu saat Sunny, salah satu personel SNSD terlihat bermesraan dengan Kyuhyun. Muhgkinkah Nara cemburu?

Mungkin Nara sakit hati, tapi kanapa tiba-tiba memutuskannya dengan tiba-tiba? Apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Kyu Hyun? Nara malas memikirkan itu semua. Kemudian ia memetikan TV dan beranjak menuju kamarnya.

Nara membuka lemari pakaiannya kemudian dengan asal menyambar sebuah sweater berwarna abu yang merupakan hadiah dari Kyu hyun yang di belikannya sewaktu brrlibur di Mokpo. Tapi karena Nara asal mengambil, jadi Nara tidak menyadari bahwa sweater yang ia kenakan adalah pemberian dari mantan kekesihnya.

***

 Nara melangkah tanpa arah tujuan dan tanpa sadar ia sudah berada di depan taman Myeonyeol, tempat yang sudah membuat Nara patah hati.

Mau tak mau, karena ia sudah berada di depan taman itu, Nara merasa ia harus tetap masuk ke dalam tempat suram itu, ya mungkin sekedar tempat untuk ia beristirahat setelah ia berjalan tanpa arah tujuan tadi.

————————-

Super Junior’s dorm, Seoul

 Kyu Hyun mengaduk-aduk ramyeonnya tanpa minat untuk memakannya. Eun Hyuk yang melahatnya merasa iba kemudian bertanya untukmemestikan keadaad dongsaengnya itu baik-baik saja.

“Kyu Hyun ah, gwaenchana?”tanya Eun Hyuk khawatir. Kyu Hyun hanya menggelang lemah. “tidak apa-apa hyung,”jawabnya lemah kemudian beranjak meninggalkan ramyeon yang dari tadi tidak pernah sukses masuk ke dalam mulutnya.

Kyu Hyun dengan langkah gontai berjalan ke arah kamarnya. Personel Super junior yang lain menyimpulkan ‘pasti karena Kwan Nara.’

Beberapa menit kemudian Kyu Hyun keluar dari kamarnya dengan penampilan yang beda jauh dari sebelumnya. Sekarang ia sudah perpakaian formal. Jas berwarna dan celana hitam yang tidak begitu ketat ia gunakan. Di balik jas hitamnya, terlihat kemeja warna putih yang bersih.

Personel Super Junior yang lain hanya bisa syok melihat penampilan Kyu Hyun. Apalagi Kyu hyun tersenyum lebar menampakkan gigi putihnya ketika keluar dari kamarnya, hal itu membuat mereka bertanya-tanya ‘çepat sekali ia berubah? Seperti sulap saja.

Kyu hyun menghiraukan tatapan aneh para Hyungnya kemudian beranjak menuju dapur. Beberapa detik kemudian ia keluar daridapur dan menuju pintu keluar apartemen tersebut. Dengan segara Kyu hyun memakai sepatu kulit berwarna hitam miliknya. Sebelum ia lenyap dari pintu keluar, Kyu Hyun mendongakkan kepalanya di belakang pintu kemudian berseru

“Hyukkie Hyung, aku meminjam uangmu yang ada di dispenser ya?” ucap Kyu Hyun kemudian segera menutup pintu apartemen.”Eh? Hyaaaa Cho Kyu Hyun awas kau!”teriak Eun Hyuk dari dalam apartemen. Kyu Hyun yang masih dapat mendengar teriakan Hyungnya itu kemudian terkekeh pelan seraya ia juga hendak mengenakan masker penutup mulut dan kaca mata hitam sebaga alat samarannya.

————————

Myeonyeol Park, Seoul

 Nara tampak lemas, ia kemudian memilih untuk duduk di kursi taman di bawah pohon yang rindang. Nara sadar bahwa tempat duduk yang ia duduki kini adalah tempat duduk yang sama saat Kyu Hyun memutuskannya.

“Hahhh`” desah Nara. “Äish, Kwan nara, kau harus melupakan Cho Kyu Hyun! Harus harus dan harus!” ucap Nara merutuki dirinya kamudian menjambak rambutnya. “katakan bahwa kau tidak mencintainya!” komando Nara pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia mendngar sebuah suara senandung sseorang yang amat ia kenal. Nara sudah menerka-nerka siapa pemilik suara merdu itu.

Geudaerel saranghandanenmal. Pyongsaeng maeil haejugo shipuh

Saying ‘I love you’. I want to do everyday for a life time

Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh. Saragago shipuh

Would you marry me? Loving and cherishing you. Is how I want to life

Dan benar saja, Nara melihat Kyu Hyun leluar dari arah belakang, ya dari belakang pohon beringin itu. Nara memperhatikan penampilah kyu Hyun dari ujung rambut sampai ujung sepatu yang Kyu Hyun kenakan. Nara syok tak bisa berkata apa-apa.

Geudaega jami deul ddaemada. Nae pare jaewuhjugo shipuh

Everytime you sleep. I want to be in my arms

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Would you marry me? Will you approve this heart of mine?

Pyuhngsaeng ghyuhte isseulge (I do). Nuhl saranghaneunguhl (I do)

I’ll be at your side for a life time (I do). Loving you (I do)

Nungwa giga wado akkyuhjumyhunsuh (I do). Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Even while its snows and rains I’ll cherish you (I do). I’ll protect you (My love)

Hayan dressreul ibneun geudae, Tuxedoreul ibeun naui moseup

You wearing a white dress, Me wearing a tuxedo

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun, Woori juh dalnimgwa byuhre I swear

We walk matching our pace, On the moon and the stars I swear

Guhjitmal shiruh uishimshiruh, Saranghaneun naui gongju stay with me

I don’t like lies I don’t like doubt, My beloved princess stay with me

Ini pertama kalinya Nara secara langsung mendengarkan Kyu Hyun menyanyikan bagian rap. Kyu Hyun, masih bersenandung, mulai berjalan mendekati Nara.

Wooriga naireul muhguhd. Wooseumyuh saragago shipuh

Even as we age. I want to live smilling

Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

Would you marry me? Do you want to spend all my days with me?

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do). Neul naega isseulse (I do)

Even if its difficult (I do). I’ll always be there (I do)

Kyu Hyun berhenti melanfkah tepat di depan Nara kemudian berlutut dan mengeluarkan sesuatu benda dari saku jas hitamnya.

Woori hamggehaneun nanheun nal dongan (I do). Maeil gamsahalge (My love)

For the many days we’ll have together (I do). I’ll be thankfull every day (My love)

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Please take this shining ring in my hands

Dan benar saja, di dalam kotak merah mngil itu terdapat sepasang cincin emas putih dengan permata yang terletak angkuh di bagian tengah cincin itu. Dan ketika tertimpa sinar matahari sore itu, tampak bercahaya seperti bintang!

Nansone bitnaneun banjireul badajwuh

That I’ve been preparing  for you for a long time

Oneulgwa gateumn maeumeuro

I’ll remember the promise made right now

Would you marry me?

“Maukah kau menikah denganku?” ulang Kyu Hyun, menatap mata Nara dengan penuh harap agar Nara mengeluarkan suara yang berbunyi ‘Aku mau’.

Nara yang masih syok dengan perlakuan Kyu Hyun tiba-tiba meneteskan air matanya. Namun dengan cepat Nara menghapus air matanya kemudian senyum kecil menghiasi wajahnya yang kini memerah seperti kepiting rebus (>///<)

“Cho Kyu Hyun bodoh.” Ucap Nara yang masih menyeka air matanya yang terus saja keluar. Kyu Hyun mengerutkan keningnya, namun tak membalas celaan dari mantan kekasihnya itu. Kyu Hyun tetap menuggu Nara mengucapkan kalimat bahwa gadis itu mencintainya dan menerima permintaan Kyu Hyun.

“Cho Kyu Hyun bodoh!” ulang Nara kemudian melanjutkan, “Jadi kau melamarku Cho Kyu Hyun yang tampan?” sindir Nara. Kyu Hyun tak dapat menahan emosinya. Kemudian ia berdiri dari tempatnya berlutut kemudian duduk di sebelah Nara.

“jadi kau menolakku Kwn Nara ssi?” Tanya Kyu Hyun emas. “Tentu saja Cho Kyu Hyun ssi~” jawab Nara datar. Segurat kekecewaan teruir di wajah Kyu Hyun yang ya, tidak semulus Sung Min karena Kyu Hyun memiliki beberapa bekas jerawat di wajahnya yang putih itu -__-.

Nara terkekeh pelan. “Kenapa Cho Kyu Hyun ssi? Bukankah kau yang memutuskanku?” ucap Nara sinis. Kyu Hyun manatap mata Nara dengan perasaanmenyesal. “Mianhae”  ucap Kyu Hyun singkat. “Mianhae. Aku pikir kau bosan menjalani kisah cinta seperti ini denganku, aku tak bisa memperlakukanmu selayaknya kekasih pada umumnya. Aku merasa aku adalah pria paling bodoh sedunia” ucap Kyuhyun panjang lebar kamudian menundukkan kepalanya.

“Memang” sahut Nara singkat, kemudian mengalihkan pandangannya ke atas, ke arah langit biru cerah. Cuaca cukup cerah di waktu itu, musim panas. Kyu Hyun menolehkan wajahnya ke arah Nara yang masih memperhatikan langit.

“Tapi aku serius.” Ucap Kyu Hyun. Nara menoleh ke arah Kyu Hyun yang sekarang sedang menatapnya. Dan tentu saja pandangan mata mereka bertemu. Nara inin memalingkan wajahnya, tapi ada sesuatu yang menahan kepalanya untuk tidak bergerak sedikitpun.

Kyu Hyun menghela nafasnya sejenak. “Aku mencintaimu Nara ya~ salama dua bulan ini aku gila aku rindu bertengkar denganmu, aku rindu saat kau memanggilku dengan pandangan sinismu itu. Dan aku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpamu.” Ucap Kyu Hyun mengungkapkan perasaannya. “Kau mau menikah denganku kan?” harap Kyu Hyun lagi.

Degup jantung Nara berdetak cepat dan wajahnya memerah lagi, bahkan lebih merah dari sebelumnya.tapi akhirnya kekuatan Nara mulai terkumpul dan ia berhasil mamalingkan wajahnya. “Yaaa… aku baru saja lulus SMA Cho Kyu Hyun! Seenaknya saja kau mangajak gadis belia untuk menikah!” umpat Nara. Kyu Hyun terkekeh. Kemudian Kyu Hyun maraih tangan Nara. Nara tersentak kaget namun tak berani menatap kyu hyun.

“Aku tak akan menikah sebelum lulus kuliah.” Ucap Nara datar. Kyu Hyun mencedakkan lidahnya kemudian berucap. “Aishh~ itu masih sangat lama Kwan Nara ssi.”

Nara kembali terkekeh. “Jadi kau tak sanggup menungguku Cho Kyu Hyun ssi?” tantang Nara. Kyu Hyun nampak menggaruk kepalanya  yang tidak gatal. “Entahlah.” Jawab Kyu Hyun singkat. Nara tampak kecewa dengan jawaban Kyu Hyun.

“Asal kau percaya padaku, aku akan tetap menunggumu” ucap Kyu Hyun kemudian mengambil cincin berkilauan itu dan mencoba untuk memasukkannya ke jari manis tangan kanan Nara. Nara terlihat sangat gugup dengan rona senyum yang menghiasi wajah inutnya.

“Jika kau melihat cincin ini, selalu ingatlah bahwa aku akan selalu menunggumu dank au harus mempercayaiku.” Ucap Kyu Hyun serius. Nara mengangguk-anggukkan kepalanya dengan malu-malu.

“Tapi aku yakin jika sebenarnya kau ini juga sangat igin menikah denganku secepatnya.” Ucap kyu Hyun dengan nada narsisnya kemudian ia tertawa keras.

“Hanya dalam mimpimu Cho Kyu Hyun yang tampan~” ucap Nara sambil mencubit lengan Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengaduh kesakitan “Auwww… lepaskan gadis babo!” ucap Kyu Hyun berusaha melepaskan cubitan tangan Nara dari lengannya. Sedangkan Nara hanya tertawa puas.

***

FIN

8 thoughts on “-Contest Fiction- 3rd Anniversary

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. wah, konfliknya agak kurang greget nih tapi basicly bagus🙂
    aku juga pernah bikin fic yang hampir sama kaya gini setaun lalu hahaha kita punya fiksi yang sama.
    tumbenan amat si pabo sopan.
    biar lebih rapi tanda baca diperhatiin ya.
    keep writing!

  3. sweetnya bagian akhir..
    aku terharu pas hae bilang “…tapi ingatlah senyum ELF ketika melihat penampilan kita..”
    huhuhu…
    nice ff.. like it!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s