-Contest Fiction- KyuNara in Wonderland

Original Fanfiction By : Stella Cho (@SKy_cassiELF)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

***

Bagaimana jika Kyu-nara berada di negeri ajaib?

Apakah kalian pernah membayangkannya?

Apakah mereka akan tetap bertengkar seperti biasanya?

Check it out!

>>>

“Kwan Nara agasshi!! Tunggu!!”

“Agasshi!!”

“Hahaha! Bertapa 1000 tahun dulu baru kalian bisa mengejarku!” teriak Nara sambil menjulurkan lidahnya.

“Agasshi! Kami nanti akan dimarahi jika agasshi bersikap seperti ini!”

“Hei, dia sudah jauh. Tak mungkin mendengar kita berteriak lagi”

“Aish! Dia gadis yang sangat menyebalkan!” gerutu para pelayan yang daritadi telah mengejar Nara.

Kwan Nara, atau Nara adalah seorang gadis yang sangat jahil dan hiperaktif *mianhae* Dia adalah anak tunggal dari Raja dan Ratu Candy. Ya, Nara tinggal di sebuah negeri ajaib nan jauh di sana bernama Honnah Lee. Semua orang yang tinggal di negeri itu adalah mahkluk-mahkluk ajaib yang memiliki kekuatan supranatural tersendiri. Paman Sam, paman Nara memiliki kekuatan untuk mengubah air biasa menjadi jus semangka. Bibi Caramel bisa mengubah buah-buahan menjadi karamel yang sangat lezat – sesuai namanya. Ayah dan Ibu Nara tentu saja dapat mengubah benda-benda mati menjadi permen. Sedangkan Nara? Entahlah. Dari semua penduduk negeri ini hanya dia yang tidak memiliki kekuatan ajaib. Karena itu, seluruh rakyat Honnah Lee selalu meremehkan dan mengejek Nara. Mana mungkin seorang pewaris tahta kerajaan sama sekali tak memiliki kekuatan ajaib? Karena sejak kecil telah diperlakukan seperti itu, Nara akhirnya tumbuh menjadi gadis yang usil dan suka membuat masalah. Dia merasa tak ada orang yang menyayanginya. Semua orang membencinya. Bahkan orang tuanya sendiri tidak mengharapkan kehadirannya.

“Akhirnya aku bisa bebas dari pelayan-pelayan sialan itu!” gerutu Nara.

“Hei! Lihat! Dia Putri bodoh yang tak bisa apa-apa!” teriak beberapa penduduk Honnah Lee.

“Putri! Apakah kau bisa melakukan ini? Lihat! Barusan aku mengubah sebatang kayu menjadi seekor ular!”

“Rasakan ini!” Nara mengambil ular itu dan membelitkannya kepada orang-orang yang telah mengejeknya.

“Kabuuur!” teriak orang-orang itu seraya berlari menajauh dari Nara.

“Huh! Selalu saja seperti ini! Sebenarnya ini negeri macam apa sih! Semua penduduknya abnormal!” gerutu Nara.

“Meeeow!” Seekor kucing tiba-tiba menjilati kaki Nara.

“Yaaaa! Kucing bodoh! Kuhajar kau!” teriak Nara.

“AAAW! Berani-beraninya kau menggigit kakiku! Dasar kucing jelek!” emosi Nara kini telah memuncak.

“JANGAN KABUR KAU KUCING SIALAN!” Nara berteriak sambil mengejar kucing tersebut.

SRAAK! BRUK!

“Aaw! Sakit!” gumam seorang pria.

“Sakiiit!” teriak Nara.

“Eh? Siapa kau?” tanya mereka berdua bersamaan.

“Kau tak tahu siapa aku?” Nara balik bertanya.

“Tidak. Ah, sudahlah aku banyak urusan. Maaf tadi telah menabrak anda”

“Eeeh? Yaaa! Kau kira semua bisa selesai hanya dengan kata maaf apa?!”

“Lalu, apa mau mu?”

“Mauku? Kau!! Berlutut dan menyembahku!”

“Tak sudi”

“Apa kau bilang?!” Nara mulai naik pitam lagi.

“Pendengaranmu bermasalah?” jawab pria itu santai.

“Dasar pria kurang ajaaaar!” teriak Nara keras-keras. Pria itu hanya terdiam sambil berlalu begitu saja.

“Apa sih maunya gadis itu? Oh iya, aku harus segera menyelesaikan tugasku di sini” gumam pria jangkung tersebut sambil terus berjalan menuju ke arah istana.

>>>

“Permisi ahjusshi” pria jangkung tadi itu pun mulai berdialog dengan seseorang.

“Ya? Ada apa?” jawab seorang pria separuh baya alias kakek-kakek.

“Apakah anda melihat Putri Nara?”

“Maksudmu gadis bodoh itu?” sang kakek balik bertanya.

“Eh?” pria tadi terlihat sedikit shock.

“Untuk apa kau mencarinya? Dia hanyalah gadis bodoh yang tidak bisa apa-apa. Hanya bisa merepotkan orang saja” gerutu si kakek.

“Saya ada sedikit urusan dengannya” jawab pria itu singkat.

“Hmm.. Biasanya dia pergi berkeliaran ke hutan di sebelah sana” kata si kakek sambil menunjuk arah barat.

“Saya tadi sudah berkeliling di sana. Tapi, tak ada siapa-siapa” jawab pria jangkung tersebut – padahal tadi dia bertabrakan dengan seorang gadis.

“Entahlah. Aku juga tak tau. Dia itu gadis aneh yang suka berkeliaran di mana saja. Pokoknya, asal kau menemukan gadis aneh yang tingginya sekitar segini, berpakaian tidak rapih, dan rambut acak-acakan, serta berlumuran lumpur, itulah dia” jelas sang kakek.

“Jinja? Bukankah dia seorang putri?”

“Entah. Aku juga tak tau dia itu benar-benar putri atau bukan. Sikapnya sama sekali tak mencerminkan sosok putri”

“Baiklah kalau begitu. Terima kasih ahjusshi”

“Sama-sama”

“Rupanya saatnya telah tiba..” sang kakek pun bergumam, setelah sang pria jangkung pergi menjauh.

>>>

“Gadis yang penampilannya berantakan.. Hmmm… Tapi, sepertinya ciri-ciri gadis itu tak asing lagi bagiku” gumam pria jangkung tersebut sambil memperhatikan keadaan sekitar dengan seksama dan tingkah mecurigakan.

“Psst! Hubby, pria itu terlihat aneh” bisik seorang wanita.

“Iya, baby. Mencurigakan sekali dia” jawab pria berotot di sebelahnya.

“Dia siapa ya kira-kira?”

“Kita tanya aja yuk, baby”

>>>

“Mas.. Mas.. Mas cari siapa?” tanya pria berotot tadi.

“Putri”

“Putri? Maksudmu.. Nara?” wanita di sampingnya tampak melongo.

“Ya. Kwan Nara. Kalian siapa?”

“Ah, aku Siwon d’Kuda. Dan ini baby-ku, Ririn”

“Oh, perkenalkan namaku Kyu’artagnan. Panggil saja Kyu”

“Namamu aneh sekali” gerutu Ririn.

“Sst! Baby, tak sopan”

“Maaf, hubby”

Pria jangkung yang konon bernama Kyu’artagnan itu pun bergidik ngeri melihat tingkah laku dua sejoli bernama Siwon dan Ririn. Dia berharap bisa segera pergi menjauh dari mereka, namun rupanya takdir berkata lain…

“Lalu, kau sudah menemukannya?”

“Belum. Aku saja tak tahu wajahnya”

“Kau ini bagaimana?”

“Aku kan hanya disuruh” jawab Kyu pasrah.

“Oh, lalu kau tinggal di mana?”

“Aku bisa tinggal di mana saja” lagi-lagi Kyu hanya pasrah.

“Hubby, kasihan dia” Ririn nampak iba.

“Iya baby.. Gimana kalau sementara kau tinggal di rumah kami saja?”

“Eh?!” Kyu’artagnan nampak sedikit kaget. “Yang benar saja? Mana aku tahan melihat mereka setiap hari. Bisa muntah-muntah aku jika terus-terusan melihat mereka” gumam Kyu dalam hati.

“Bagaimana? Tenang saja, kau tak perlu membayar untuk menginap di rumah kami” kata Siwon merajuk.

“Hmm.. Ya sudahlah” Kyu lagi-lagi terlihat pasrah.

“Baiklah. Ikut kami” ajak Ririn sambil menggandeng tangan Kyu.

“Baby”

“Ya, hubby?”

“Apa itu?”

“Apa itu apa nya, hubby?”

“Tanganmu baby”

“Eh? Ah! Maaf. Aku hanya takut dia tersesat”

“Aku tak akan tersesat” jawab Kyu – kali ini dengan nada dingin.

“Tuh kan, baby. Sudah tak usah digandeng-gandeng lagi”

“Iya. Maaf ya hubby”

“Lama-lama aku bisa benar-benar gila jika terus berada di antara mereka. Hah! Tapi, sudahlah. Ini kan juga demi sesuatu yang sangat kuimpi-impikan…” batin Kyu – lagi.

 

-Flash Back-

 

“Kyuhyun-ah! Appa ingin bicara”

“Bicara saja” Kyu menjawab dengan santai dan tanpa sopan santun.

“Tak bisa di sini”

“Lalu di mana?”

“Ikut appa!”

>>>

“Ruangan apa ini? Seumur-umur aku baru mengetahuinya”

“Ini ruangan rahasia. Di sini terdapat sumur yang menuju ke Negeri Ajaib bernama Honnah Lee

“Hah?? Honnah Lee?? Appa bercanda?? Hahaha” Kyuhyun nampak meremehkannya.

“Biar appa jelaskan. Hmm.. Singkatnya, ini adalah peninggalan nenek moyang kita. Dulu, manusia dan rakyat Honnah Lee saling bersahabat. Namun, karena suatu hal mereka jadi sangat membenci manusia. Dikarenakan…”

“Karena apa?”

“Saingan bisnis appa. Kwan Hyonsaeng. Ingat?”

“Hmmm.. Ah! Ya!”

“Dulu.. Appa sangat mencintai seorang wanita. Dia adalah penghuni negeri Honnah Lee. Dia seorang putri mahkota kerajaan Honnah Lee. Namun ketika appa ingin melamarnya, dia malah dibunuh oleh Keluarga Kwan. Mereka iri pada appa, karena tak berhasil mendapatkan harta dari kerajaan Honnah Lee. Keluarga kerajaan lainnya pun turut terbunuh. Sejak saat itu, penduduk Honnah Lee  menjadi sangat benci terhadap manusia. Dan.. Kau tahu? Keluarga Kwan akhirnya kehilangan putri bungsu nya?”

“Ya.. Saat aku masih kecil, kudengar putri bungsunya hilang”

“Dia bernama Kwan Nara. Appa telah membuangnya di hutan Honnah Lee. Namun sialnya, dia malah diangkat anak oleh keluarga kerajaan yang baru. Appa ingin kau membunuhnya”

“MWOOO??!!” mata Kyu seolah-olah akan meloncat keluar berlarian kesana-kemari. *iiiuh! abaikan*

“Paling tidak.. Tangkaplah dia. Bawa kemari. Biar orang suruhan appa yang membunuhnya”

“Tapi..”

“Bukankah kau ingin ini?”

“EHH??!!”

Starcraft Complete Limited Edition lengkap dengan tutorial trick-trick rahasia nya”

“Ehhmm.. Tapi..”

“iPad 2”

“Uhm..” GLEK! Kyu menelan ludahnya.

“iPhone 5”

“Appa.. Sudah cukup”

“Kau ingin apa lagi? Mercedes-Benz SLR McLaren?? Atau Porsche Carrera GT?? Atau.. Ferarri…”

*PS: ini mah yang pengen si authornya*

“CUKUP APPA!” teriak Kyu.

“Baiklah. Kau mau atau tidak Kyu dengan penawaran appa?”

“Tapi, aku tak ingin membunuh orang”

“Suruhan appa yang akan membunuhnya”

“Hmmm.. Hhh.. Baiklah appa”

“Yak! Pakailah ini. Bawa ini. Dan.. Namamu bukan lagi Cho Kyuhyun, tapi Kyu’artagnan”

“Yaaa! Nama macam apa itu! Dan.. Pakaian macam apa ini?!”

“Sudah coba pakai saja dulu”

>>>

“Appa.. Ini telihat aneh sekali”

“Wow! Cocok sekali!”

“Cocok apanya!” gerutu Kyu.

“Baiklah Kyu’artagnan! Laksanakan tugasmu!”

“Ehmm.. Tunggu sebentar”

“Apa lagi Kyu?”

“Bolehkah aku membawa PSP ku?”

“MWO?!”

“Di sana ada listrik tidak ya?”

“Kyu..” appa Kyu terlihat mulai geram.

“Tunggu.. Bolehkah aku juga membawa notebook ku?”

“Sudah cepat laksanakan tugasmu!” bentak appa Kyu sambil mendorongnya ke sumur.

“Eits! Aku belum mau berangkat kalau tak bawa istriku!” kata Kyu sambil menahan dirinya di ambang sumur agar tak terjatuh ke sumur. *bahasanya ribet*

“Hah??” appa Kyu tampak heran.

“Maksudku.. PSP ku”

“Hah! Baiklah! Asal jangan menimbulkan kecurigaan karena benda aneh itu”

“Hei! Jangan menghina istriku appa! Dia menantu appa!” *ditabok sparKYU*

“Sudahlah sana cepat!”

“Baiklah! Bye appa!” kata Kyu dengan nada tak berdosa sambil nyemplung ke dalam sumur.

“Anak ini.. Haah.. Harusnya sejak dulu aku tak membiarkannya bermain game. Tapi, kali ini ada untungnya juga sih. Hahahaha” appa Kyu tertawa EVIL – like son, like father.

 

-Flash Back End-

>>>

“Nah, kita sudah sampai”

“Maaf, rumah kami hanya seperti ini. Bahkan tak layak disebut rumah”

“Apaaa??!! Mereka bilang tak layak disebut rumah?? Iya. Memang. Ini bukan rumah. Ini ISTANA! Gila! Tak pernah kutemui rumah sebesar ini sebelumnya!” batin Kyu dalam hatinya.

“Hei! Kyu?” Ririn melambai-lambaikan tangan di depan muka Kyu.

“Dia tepana dengan rumahmu onnie” kata seorang gadis tiba-tiba.

“Haejin-ah?”

“Onnie.. Onnie.. Masih saja kalian ini bertindak seolah-olah rumah kalian adalah gubuk kecil yang tak layak untuk ditinggali. Rumahmu ini bahkan jauh lebih indah dari istana sekalipun!” seru gadis bernama Haejin berapi-api.

“Haejin-ah. Memang kau sudah pernah masuk ke istana? Ayolah.. Rumah kami ini tak sebagus yang kau pikir. Ini hanyalah sebuah rumah biasa” sahut Siwon.

“Kalian orang-orang abnormal” kata seorang pria tiba-tiba, sambil merangkul Haejin.

“Eh, si ikan ada disini! Biasanya masih mancing di laut” sindir Ririn.

“Iya dong. Poppa kan selalu ada di samping momma” kata Haejin manja sambil memeluk pasangannya – yang ternyata bernama Donghae L’fishy – dengan sangat erat.

Kyu yang daritadi diam seribu bahasa hanya bergidik ngeri melihat tingkah dua pasang sejoli itu. Satu saja sudag eneg apalagi dua. Dia merasa sudah tak sanggup lagi tinggal di negeri aneh ini. Dia ingin sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya. Pulang. Dan mendapatkan imbalannya. Dia sudah benar-benar muak berada di sini terus menerus.

“Dia siapa onnie?” tanya Haejin kemudian.

“Ah! Dia Kyu’artagnan. Dia sedang dalam misi untuk mencari Nara. Tapi, karena dia tak punya tempat bermalam, maka kami menawari rumah kami sebagai tempat bermalamnya”

“Oh begitu. Jadi sekarang kalian buka usaha sewa kamar ya?” goda Donghae.

“Tidak. Kami hanya membantu Kyu kok. Lagipula Nara kan sering bermain bersama kita. Siapa tahu nanti Nara kesini” jawab Siwon sok bijaksana.

“Jadi, Putri sering ke sini?” tanya Kyu sedikit kaget.

“Iya. Dan.. Nara tak suka dipanggil putri. Jadi, panggil saja dia Nara” jelas Haejin.

“Baiklah” jawab Kyu dingin.

“Oh iya. Kau berasal darimana? Sepertinya kau bukan orang sini ya?”

“Mati aku! Aku harus jawab apaaa??!!” seru Kyu di dalam lubuk hatinya yang terdalam.

“Halooo?? Kau masih hidup bukan?? Jawablah pertanyaankuuu..” Donghae melambaikan tangannya tepat di depan wajah Kyu yang daritadi mematung.

“Ah!” akhirnya Kyu sadar dari alam gaibnya.

“Saya berasal dari daerah yang agak terpencil di sebelah sana” Kyu menunjuk asal.

“Emang di sana ada rumah ya, poppa?” tanya Haejin pada Donghae.

“Iya ya, momma”

“Ada kok! Tapi sangat terpencil sekali” Kyu tampak sedikit ngeyel.

“Kita lanjutkan sambil minum di dalam saja bagaimana?” tawar Siwon mencairkan suasana.

>>>

“Silahkan..” Ririn membagikan minuman pada kawan-kawannya itu.

“Makasih ya onnie” – hanya Haejin yang mengucapkan terimakasih diantara mereka.

“Hubby! Bilang makasih juga kek!” Ririn setengah memaksa.

“Iya deh.. Makasih ya, baby” kata Siwon sambil mengecup kening Ririn.

“Hyung, tamu mu bergidik tuh liat kalian” kata Donghae.

“Ah. Tidak. Tak apa” jawab Kyu menutupi ‘kengeriannya’.

“Kyu, kau sudah punya pasangan?” tanya Haejin tiba-tiba.

“Iya ya.. Dari tadi kita berduaan gini, cuma Kyu yang sendirian” tambah Ririn.

“Tidak. Belum. Lebih tepatnya aku tak terlalu memikirkannya”

“Wah.. Kau tak normal” jawab Donghae singkat.

“Atau jangan-jangan.. Kau mencari Nara karena ingin melamarnya?” kata Siwon sok tau.

BRUUASHH!

Ruang tamu itu kini telah dipenuhi oleh hujan teh dari mulut Kyuhyun. Semua yang ada di situ hanya melongo. Sedangkan Ririn sedikit geram, karena ruang tamunya kini terlihat.. Kotor.. (?)

“Yaa! Apa-apaan kau? Tadi pagi aku baru membersihkan rumah, sekarang kau kotori lagi!” omel Ririn.

“Baby, tenanglah. Itu juga karena tiba-tiba aku melontarkan pertanyaan seperti itu”

“Tapi.. Hubby..”

“Maaf. Biar saya yang membersihkannya” Kyu berusaha meredam amarah Ririn.

“Eh iya, jangan-jangan kamu mau ngelamar Nara ya?” Haejin jadi penasaran.

“Tidak. Aku bahkan tak tahu wajahnya” jawab Kyu sambil mengepel lantai. *tumben banget Kyuuu*

“Lalu, untuk apa kau mencarinya?”

“Entahlah. Tuanku ada urusan dengannya” kata Kyu berbohong.

“Tuan?” mereka berempat nampak heran.

“Iya. Aku hanya orang suruhan yang ditugaskan untuk mencari Nara”

“Oooh” mereka semua kemudia ber ‘OOO’ ria~

“Ah iya! Poppa! Eommonim nanti akan datang kan? Ayo kita pulang!”

“Ah, benar momma~”

“Baiklah. Kami permisi dulu” Donghae dan Haejin berpamitan – sambil bergandengan tangan.

Kontan Kyu langsung bergidik ngeri untuk yang kesekian kalinya. Apalagi Ririn juga langsung kembali bermesraan dengan Siwon. Kyu  seperti obat nyamuk saja di sini. Di tambah posisi Kyu yang sekarang sangat tidak enak. Mengepel lantai ruang tamu, sedangkan Ririn dan Siwon bermesraan di atas sofa ruang tamu. Itu membuat Kyu tampak seperti pembantu. Namun.. Rupanya Kyu sedang memikirkan sesuatu di dalam benaknya..

“Hmm.. Iya ya.. Kalau melihat mereka semua aku jadi ingat.. Aku belum memiliki seorang kekasih.. Setidaknya sampai beberapa tahun yang lalu.. Aish! Kau berpikir apa sih Kyu? Lupakan saja gadis itu! Gadis yang telah mencampakkanmu itu! Toh, juga pasti kau akan menemukan gadis yang jauuuuh lebih baik!” Kyu terus menggumam di dalam hati sambil menjitak-jitak kepalanya.

>>>

“Eh? Siapa orang ini? Pembantu baru onnie?” tanya seorang gadis yang sedari tadi rupanya telah berdiri di ambang pintu memperhatikan Kyu – dengan segala keanehan yang dilakukan Kyu.

“Aniya! Bukan. Hush! Jangan bilang begitu Nara-ya” Ririn menghampiri Nara dan membekap mulut Nara.

“Apaan sih onnie!” teriak Nara sambil melepas tangan Ririn. Kyu yang mendengar kata ‘NARA’ langsung shock  dan beranjak berdiri.

“Nara?!” Kyu keheranan dengan nada sedikit tinggi.

“Eh?” kontan Nara langsung menoleh.

“KAUU?!” Nara dan Kyu langsung teringat kejadian tadi pagi.

“Yaaaa! Kau pria kurang ajar yang tadi pagi itukan??!!” Nara mulai berteriak histeris.

“Kau??!!” Kyu masih sangat shock dengan kejadian ini.

“Aku belum memberimu pelajaran!”

“Mwo? Apa salahku?”

“Hyaaaa!!!” Nara mulai menjambaki rambut Kyu dengan liar.

“Apa maumu hah?! Yaaa!!!” Kyu berusaha meronta-ronta sambil menggigit tangan Nara. *Wah, kebalikan nih sekarang* Sedangkan Rin-Won masih terpaku melihat kejadian ini. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Nara menjadi seliar itu. Apalagi dengan orang yang tak di kenal.

>>>

Beberapa menit pun berlalu.. Namun, mereka tak kunjung berhenti bertengkar. Sampai akhirnya..

“Ada apa ini??!! Kenapa berisik sekali??”

“Ah! Ahjumma!” secercah senyum penuh harapan mengembang di bibir Rin-Won.

“Nara??”

“Ahjumma??” Nara menoleh ke asal suara yang memanggilnya itu.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya wanita yang sudah separuh baya itu.

“Eomma! Sudah! Paling itu suara Rin-Won yang sedang bertengkar. Tak usah diurusi!” teriak Donghae yang tiba-tiba saja muncul – lagi.

“Eh? Lho? Nara? Kyu? Sedang apa kalian?” Donghae kini malah keheranan.

“Ya! Kurang ajar kau Ikan! Kami yang adem-ayem begini kau bilang bertengkar?!” Siwon protes, tak terima atas perkataan Donghae barusan.

“Mianhae..” Donghae malu-malu karena perkataannya barusan.

“Poppaaaa!!” tiba-tiba suara Haejin menggelegar di ambang pintu. *emang guntur apa*

“Momma?? Kenapa??”

“Huweee” Haejin mulai merengek.

“Ada apa momma??”

“Kompor kita tiba-tiba meledaaak!” rengek Haejin pada Donghae.

“MWOOO??!! Momma tak apa kan?? Ada yang luka?? Mana?? Biar poppa yang obati”

“Bukan aku.. Tapi rumah kita.. Lihaat.. Hangus!”

“MWOOO??!!” semua orang yang ada di situ kontan tercengang.

“Apaaa??!! Kau ini bagaimana Haejin?!” Eomma Donghae kini terlihat naik pitam.

“Mian.. Jeongmal Mianhae Eommonim..” kata Haejin lirih sambil menundukkan kepalanya.

“Sudahlah Eomma.. Yang penting Haejin dan kita semua baik-baik saja” kata Donghae tenang sambil membelai rambut Haejin dengan lembut – yang sukses membut Kyu kembali bergidik.

“Lalu kita mau tinggal di mana Hae?!” Eomma Donghae tampak sedikit frustasi.

“Di sini?” tawar Ririn dengan nada aneh.

“Iya, benar kata baby-ku. Kalian tinggal di sini saja”

“Benarkah?” Haejin mulai memelas.

“Tapi, apa tidak merepotkan kalian?” tanya eomma Donghae.

“Ani.. Anggap saja ini Pajama Party” jawab Ririn santai.

“Eh? Kalo aku boleh nginep di sini juga?” Nara kini mulai ikut angkat bicara.

“Boleh. Lagipula bukankah semakin ramai, semakin seru?” kata Siwon diikuti anggukan semua orang.

“Kita berpesta malam ini!” teriak Fishy a.k.a Donghae. Sementara semua orang nampak senang-senang saja, aura kegelapan daritadi telah menyelimuti sosok Kyu dan Nara. Mereka berdua masih sama-sama menyimpan dendam kesumat. “Tunggu pembalasanku!” teriak Kyu dalam hatinya.

>>>

“Kyu, ini kamarmu. Pakai saja sesuka hatimu” kata Siwon sambil membukakan pintu kamar.

“Gomawo. Eh, Won! Di sini tuh ada listrik gak?” Kyu nyablak gak tau malu.

“Listrik?”

“Iya. L-I-S-T-R-I-K. Telingamu gak apa-apa kan?” kali ini kata-kata Kyu sudah kelewatan.

“Gak apa-apa kok.. Ehh??!! Apa katamu?!” Siwon jadi agak telmi ketularan Haejin ^^v

“Udah lah. Ada gak?”

“Ada. Tapi, Cuma ditempat Profesor”

“Hah? Profesor?”

“Iya. Tuh di atas gunung rumahnya”

“Terus kalo gak ada listrik, kok bisa terang banget di sini?”

“Yaiyalah. Secara gitu ini Negeri Ajaib. Emang kamu mahkluk darimana sih? Ginian aja gak tau”

“EH?” Kyu hanya kaget dan diam seribu bahasa.

“Dia itu mahkluk dari neraka, Siwon-sshi” Nara tiba-tiba ikut nimbrung.

“Yaa! Aku belum memberimu pembalasan!”

“Coba saja kalau bisa. Week!” kata Nara sambil berlari dan menjulurkan lidahnya.

“Tunggu kau gadis bodoh!!!!” teriak Kyu sambil mengejar Nara.

“Ckckck.. Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosa yang telah mereka perbuat” gumam Siwon.

>>>

“Yaaa! Tunggu! Gadis bodooohh!”

“Weeek!” Nara kembali menjulurkan lidahnya.

“Ck! Gadis menyebalkan!”

“Ayo.. Ayoo! Kejar aku pria bodoh!”

“Apa?! Kau bilang apa?!”

“BODOH” Nara mengulanginya dengan nada datar.

“Yaa! Awas kalau aku berhasil menangkapmu!”

“Eits! STOP! Kita sudah sampai” Nara tiba-tiba berhenti.

“Waa!” Kyu yang kaget dan berhenti tiba-tiba spontan langsung terjatuh – dan menindih Nara.

“Yaa! Kenapa kau selalu membuatku ikut jatuh juga sih?!” omel Nara.

“Eh?” tanpa sadar wajah mereka kini saling berhadapan dan hanya berjarak sekitar lima senti saja.

“Ehem!” tiba-tiba ada seorang pria gemuk berdeham.

“Ah! Profesor Shindong!” Nara langsung beranjak berdiri dan memberi salam.

“Siapa itu Nara-yaaa? Rupanya kau telah menemukan tambatan hatimu” goda Profesor Shindong.

“Hah! Tambatan hati apaan! Dia hanya pria bodoh yang sedang mencari listrik!” Nara mulai emosi.

“Listrik? Darimana dia tahu listrik?” Profesor bertanya-tanya.

“Ehm.. Saya mengetahuinya dari tuan saya” jawab Kyu tenang.

“Tunggu.. Jadi, Nara sengaja mengajakku bertengkar untuk membawaku ke tempat ini?Hhh.. Aish! Kau ini ke-geeran sekali sih Kyu!” batin Kyu dalam benaknya.

“Baiklah. Silahkan masuk nak. Btw, siapa namamu?” tanya Shindong sok gaul.

“Kyu’artagnan. Panggil saja Kyu”

“Dasar! Di depan orang lain selalu sok alim!” gerutu Nara. Shindong hanya terkekeh pelan.

“Baiklah. Ini sumber listrinya Kyu. Dan.. Nara-ya, ini game terbaru buatanku” tunjuk Profesor Shindong.

“Yeeiii!” teriak Nara senang dan langsung mulai memainkan game tersebut.

“Heii.. Game itu tampak seperti Strarcraft” gumam Kyu pelan sambil men-charge PSP nya.

“Nak, kau bawa darimana benda itu?” tanya Profesor tiba-tiba.

“Eh? Ini? PSP? Ya dari rumah lah” jawab Kyu seenaknya.

“Di tempatmu telah ada barang secanggih itu?”

“Ya begitulah” jawab Kyu asal.

“Hei! Apa itu? Pinjaaaam!” tiba-tiba Nara ikut-ikutan – lagi.

“Aaaah! Jangan sentuh istrikuuuu!” teriak Kyu sambil merebut PSP nya kembali.

“Apa? Istri?”

“Sudahlah! Kembalikaaaan!”

“Pelit sekali sih!”

“Kembaliii… CTRAAAK! kaann?”

“Ups!” Nara nampak sedikit ketakutan.

“YA! GADIS BODOH! KAU APAKAN ISTRIKU?!”

“Miaaan..” kata Nara dengan puppy-eyes nya. Entah ada guntur di siang bolong atau bagaimana, hati Kyu tiba-tiba melunak. “Sial! Perasaan apa ini!” gerutu Kyu dalam hatinya. Sepertinya… Sudah lama sekali Kyu tidak merasakan ada sesuatu yang aneh di hatinya. Dulu, jauh sebelum ini.. Kyu juga pernah merasakan hal yang sama…

-Flash Back­-

 

“Oppa! Kembalikan bukuku!” ronta seorang gadis.

“Andwae!” Kyuhyun menjulurkan lidahnya

“Jebaaaal” kali ini gadis itu mengeluarkan puppy-eyes nya.

DEG! “Kenapa? Ada apa ini?” Kyu sibuk berasumsi di dalam benaknya.

“Hup! Terambil! Oppa bengong sih!” canda gadis itu riang.

-Flash Back End­-

 

“Yaaa.. Kyu.. Kau masih marah ya? Profesor katanya akan memperbaikinya. Tenang saja, pasti bisa kembali seperti semula.” Nara terus merajuk. Namun, Kyu tak menunjukkan reaksi apa-apa.

“Yaaaa! Kyu! Jangan bengong dong!” Nara mulai kembali membentak Kyu.

“Kenapa sama seperti dulu? Aish! Kau berpikir apa Kyu? Tak mungkin. Tak boleh. Keluarga Kwan telah berlaku tak adil terhadap appa! Dan… Aku kesini untuk.. Membunuhnya?” Kyu sibuk berasumsi sendiri di dalam benaknya. Sedangkan, Nara kini emosinya telah memuncak karena Kyu tak menanggapi semua omongannya.

BLETAK!

“Aaaw! Ya! Dasar Ratu Iblis!”

“Siapa suruh kau melamun!”

“Ah sudahlah! Mana PSP ku?”

“Ini. Sudah selesai. Cepat kan?” tiba-tiab Profesor datang sambil membawa PSP milik Kyu.

“Ah! Terimakasih Profesor” keceriaan kembali terukir di wajah Kyu.

“Hahaha.. Sama-sama. Kalian saling berbagi, lah. Biar bagaimanapun juga, di negeri ini yang suka bermain game hanya kalian berdua. Alangkah baiknya kalau kalian itu rukun” nasehat Profesor.

“Berbagi? Dengan dia?!” kata Kyu dan Nara bersamaan.

“Tuh kan, kalian memang kompak” Profesor nampak menggoda mereka lagi.

“Huh!” Kyu dan Nara sama-sama memanyunkan bibirnya.

“Aku pulang ke rumah Ririn onnie dulu ya Profesor! Aku sangat lelah hari ini!” gerutu Nara masih dengan memanyunkan bibirnya. Dia pun segera berjalan ke arah pintu rumah Profesor. Namun tiba-tiba…

DDOK! DDOK! DDOK!

“BUKA PINTUNYA!”

“CEPAT! KAMI DARI PASUKAN PENGAWAL ISTANA!”

>>>

“OMO! Profesor, aku tak ingin kembali ke tempat itu lagi!” rengek nara kemudian.

“Baiklah. Aku mengerti. Nara-ya, kau sembunyilah di ruang bawah tanah. Kyu, sebaiknya kau juga sembunyi. Mereka akan curiga padamu nanti karena kamu bukan penduduk sini”

“Eh? Baiklah”

“Cepat!” hardik Profesor.

>>>

“Ada apa? Kalian menganggu saja! Aku sedang melakukan penelitian tahu!” bentak Profesor.

“Kami ditugasi untuk mencari Putri Nara. Dan kami yakin dia pasti berada di sini!”

“Dia kabur lagi? Astagaaa..”

“Kau tak usah pura-pura Profesor! Dia di sini bukan? Karena kami sudah memastikan di rumah milik Tuan Donghae L’Fishy, tapi rumah mereka malah hangus terbakar. Begitu juga di rumah Tuan Siwon d’Kuda, sama sekali tak ada Putri Nara di sana”

“Lalu, atas dasar apa kalian berasumsi dia di sini?”

“Karena anda adalah satu-satunya penduduk lain yang selalu membantu Putri, selain keluarga Tuan Donghae dan Tuan Siwon”

“Tapi dia tak ada di sini. Kalian boleh geledah rumah ini”

“Laksanakan! Ayo! Cepat geledah!” perintah komandan pasukan itu.

>>> Di Ruang Bawah Tanah

“Nara-ya?” tanya Kyu perlahan. Sejak pertama mereka bersembunyi di sini, Nara terus meringkuk di pojok ruang bawah tanah. Dia terlihat sangat takut, hingga membuat Kyu sedikit khawatir.

“Apa? Kau akan menertawakanku? Karena aku tak sekuat yang kau kira?” bentak Nara.

“Tidak. Aku sedang malas bertengkar. Aku hanya ingin bertanya.. Ngg.. Ngg.. Kau.. Kenapa?”

“Entah. Aku takut. Tak ingin kembali lagi”

“Maksudnya? Coba jelaskan secara perlahan saja”

“Aku tak tahu. Aku hanya takut kembali ke Istana. Aku akan di bunuh!”

“Ah? Di bu..nuh?” Kyu tampak sedikit tercengang. Sekarang, dia jadi teringat kembali akan misi yang diberikan oleh appa nya. Dia menjadi merasa bersalah. Karena, dia juga menjadi salah satu oknum yang ditugaskan untuk menghabisi nyawa gadis tak berdosa ini.

“Ya. Aku dengar pembicaraan appa dan eomma kemarin. Ternyata, aku akan dibunuh. Aku bukan anak mereka!” erang Nara dengan nada memelas.

“Menangislah, jika ingin menangis”

“Tak akan! Menangis hanya akan membuatku kalah dari masalah”

“Kau memang keras kepala” gerutu Kyu.

“Kyu.. Jika nanti para pasukan itu berhasil menemukan kita di sini, bagaimana?”

“Aku akan melindungimu” tiba-tiba entah kenapa, dari lubuk hatinya yang terdalam Kyu sangat ingin melindungi Nara.

“Ah! Bodohnya aku. Kenapa sekarang aku jadi bergantung pada mu? Aku gadis yang sudah terbiasa hidup dalam kesendirian. Aku adalah gadis yang tegar. Kenapa aku jadi lemah begini?”

“Karena kau wanita. Wanita, tetaplah wanita. Membutuhkan seseorang disisinya untuk menjadi penopang kekuatannya”

“Sok tahu kau. Kau mengajak ribut lagi hah?!”

“Tidak. Itu sebuah kenyataan”

“Tau apa kau soal wanita!”

“Begini-begini aku juga pernah memiliki seorang gadis di sisiku”

DEG! “Perasaan apa ini? Kenapa hatiku begitu sakit mendengarnya?” batin Nara dalam hati.

“Tapi, dia pergi meninggalkanku. Ck! Aish! Untuk apa aku bercerita hal seperti ini padamu?”

“Kau yang tiba-tiba mulai bercerita!”

“Kau yang memancingku untuk bercerita!”

“Yaa! Apa mau mu sih?!”

>>> Sementara itu, tepat di atas ruang bawah tanah

“Psst! Kau mendengar suara itu?”

“Ya. Itu suara Putri!”

“Dari bawah!” para pasukan itu berdiskusi sejenak. Dan mereka sekarang sedang memeras otak untuk bisa menuju ke ruangan yang mungkin berada di bawah tanah itu.

“Hei Profesor!” kata salah seorang dari mereka sambil menodongkan sebilah pisau.

“Aaa..apa?” Profesor Shindong nampak gugup.

“Cepat beritahu bagaimana caranya ke ruang bawah tanah!” hardik mereka.

>>> Back to Kyu-Nara Scene

“Hei? Kau dengar itu?” Nara mulai bergidik.

“Ne. Pasti gara-gara kita ribut” jawab Kyu asal.

“Kau dulu yang mulai!” bentak Nara.

“Psst!” Kyu membekap mulut Nara.

“Kalau kita berisik. Mereka akan makin curiga” lanjut Kyu.

“Hmm..Hmm..Hmm..” Nara meronta dan Kyu pun melepaskan bekapan nya.

“Kau hampir membuatku mati!” gerutu Nara pelan.

“Diamlah!”

“Ne. Arra” setelah Nara mengucapkan kalimat itu. Keheningan pun segera menyelimuti mereka.

“Ngg.. Boleh aku bertanya?” kini Nara akhirnya mulai membuka pembicaraan.

“Apa?”

“Sebenarnya, kau berasal dari mana?”

“Kalau aku bilang aku adalah mahkluk dari dunia lain yang lebih normal dan aku datang ke sini untuk membunuh mu bagaimana?” Kyu berkata dengan nada sedikit mengambang.

“Bohong” jawab Nara.

“Kau, adalah orang yang kupercaya setelah Jungsoo” lanjut Nara tiba-tiba.

“Mwo? Hmm.. Jungsoo?” Kyu tampak terhenyak.

“Dia.. Sangat akrab denganku. Hingga akhirnya eomma dan appa memisahkanku darinya. Entah di mana dia sekarang. Aku sanagt merindukannya”

DEG! “Dia kekasih mu?” tanya Kyu perlahan.

“Bukan. Dia kakak laki-laki yang sangat berarti bagiku.. Hmm.. Kau tahu? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?”

“Tidak”

“Sama. Aku juga tak tahu. Namun, hatiku berkata aku harus mempercayaimu”

“Mianhae.. Seharusnya kau tak percaya padaku. Aku tak layak untuk kau beri kepercayaan” batin Kyu.

“Ah! Sudahlah. Kenapa jadi seperti ini sih suasananya!” Nara mencoba mengembalikan suasana.

“Kau tahu? Aku ingin melindungimu”

“Mwo?”

“Entahlah. Setelah mendengar ceritamu aku jadi ingin melindungimu”

“Ahahaha.. Gomawo. Tapi, aku sudah terbiasa sendiri Mr. Kyu”

“Buktinya kau tadi sangat ketakukan Mrs. Nara”

“Ah sudahlah! Lupakan!”

“Oh iya, bukankah semua orang di sini bisa membuat keajaiban? Lalu,keajaiban apa yang bisa kau buat?”

“Tidak. Aku tak bisa membuat apapun. Kau sendiri?”

“Sama”

“Benarkah?”

“Tentu” jawab Kyu tegas.

“Ah, tentu saja. Kita kan sama-sama manusia” batin Kyu dalam hati.

“Tapi, aku bisa melakukan ini. Taraaa~”

“Apa itu?”

“Sihir memunculkan coklat secara tiba-tiba”

“Cish! Aku juga bisa melakukannya”

“Kau mau? Aku sangat menyukainya”

“Boleh. Mana?”

“Tak akan kuberi. Week!” goda Nara sambil menjulurkan lidahnya. Namun, tiba-tiba…

“ITU PUTRI NARA! TANGKAP!” teriak salah satu pasukan istana.

“Ahh!” Kyu dan Nara masih tampak tak percaya. Kini, mereka telah ditemukan.

“Ayo! Putri! Lekas kembali!” perintah mereka sambil menarik tangan Nara dengan sangat kasar.

“Tidak mau!!!!” ronta Nara.

“Biarkan dia di sini” kata Kyu tenang sambil meraih tangan Nara.

“Siapa kau?! Berani-beraninya melawan kami!”

“Namaku Kyu’artagnan” kata Kyu datar, disambut oleh keheningan semua orang.

“Siapa yang tanya namamu bocah?!” komandan pasukanpun mulai meledak-ledak.

“Kau” jawab Kyu sedatar piringan hitam. *apalah*

“Hah?” mereka semua tampak heran.

“Ck! IQ kalian memang tak sebanding dengaku”

“Apa kau bilaaang?!” komandan pasukan pun mulai geram. Tiba-tiba..

“Biip biip biip.. Aku adalah robot abad 21 yang ditugaskan untuk menumpas kejahatan. Kalian orang-orang bodoh silahkan pergilah dari sini”

“Siapa yang kau katai bodoh hah?!” komandan pasukan itu mulai geram lagi.

“Benda apa ini?” pasukan yang lain nampak bertanya-tanya.

“Biipp Biip.. cepat pergi dari sini. Kalau tidak, rasakan ini!”

“Gyaaa! Apa ini!” para pasukan itu berteriak kewalahan. Ternyata, robot canggih buatan Profesor Shindong itu menyemburkan banyak sekali Kraby-patty dari tangan kanannya. Kyu dan Nara memanfaatkan kesempatan ini untuk segera kabur.

“Profesor, ayo ikut bersama kami!”

“Tidak. Aku bertanggung jawab atas Bibib – robot tadi – dan juga rumahku”

“Ayolah Profesor” bujuk Nara lagi.

“Tidak. Kalian pergilah sejauh mungkin. Kalau perlu tinggalkan tempat ini”

“Terimakasih Profesor. Kebaikan Profesor tak akan kami lupakan!” teriak mereka seraya pergi menjauh.

>>>

“Yaa! Jangan mentang-mentang kaki mu panjang lalu kau berjalan secepat  itu! Aku lelah mengejarmu!”

“Siapa suruh mengejarku. Apakah aku tadi minta di kejar, nona?”

“Yaaa! Kau menyebalkan sekali!”

“Memang. Dan.. Sekarang, daripada kau berteriak-teriak terus seperti itu, punya usulan kita akan ke mana?”

“Tidak”

“Mau mengikutiku?”

“Eh?”

“Keluar dari negeri ini. Ke tempat yang jauh lebih normal daripada di tempat ini”

>>>

“Yaa! Kita akan kemana? Tempat apa ini?” teriak Nara setengah sebal.

“Jangan cerewet. Masuk saja ke dalam sumur itu”

“Apa?!”

“Cepat!”

“Kenapa aku harus menurutimu?”

“Karena kau tadi memutuskan untuk mengikutiku”

“Tak mau!”

“Cepatlah!” hardik Kyu dengan aura setannya.

“GYAAAA!” teriak Nara, yang ternyata di dorong oleh Kyu hingga masuk ke dalam sebuah sumur.

>>>

“Tempat apa ini Kyu? Kenapa gelap sekali di sini?”

“Ini? Ini adalah rumahku”

“EEHH?!” Nara tampak sedikit terkejut.

“Tunggu di sini sebentar dan jangan kemana-mana”

>>>

“Bagaimana ini? Aku malah membawanya ke sini. Kalau sampai appa tau bagaimana? Aaargh!” erang Kyu sambil menuju ke ruang kerja appa nya.

“Appa?”

“Tuan sedang pergi sebentar” jawab salah seorang pelayan.

“Oh begitu? Baiklah” Kyu tampak terlihat sedikit senang.

“Seharian ini Tuan Muda kemana saja?”

“Ah! Main ke rumah teman”

“Dengan pakaian seperti itu?”

“Eh? Hmm.. Pesta kostum!” jawab Kyu agak gugup.

“Oh.. Anak muda jaman sekarang memang aneh”

“Baiklah. Aku akan ke kamar saja. Jangan ganggu aku, sampai aku membutuhkan bantuan kalian”

“Baik Tuan Muda” jawab beberapa pelayan.

>>>

“Nara-ya?”

“Kyu! Hei! Tempat ini menarik sekali! Tadi aku menemukan berbagai macam benda-benda ajaib…..”

Kyu hanya memandang Nara yang sedang bercerita panjang lebar dengan seulas senyum kesedihan. “Bagaimana mungkin aku akan merenggut nyawa gadis ini? Aku tak sanggup melakukannya. Aku tak sanggup kehilangan tawanya. Aish! Lagi-lagi aku berpikir seperti ini? Ada apa denganku sih?!” Kyu terus-terusan merutuk di dalam hatinya.

“Kyu? Hei! Susah-susah aku bicara panjang lebar, tapi tak kau dengarkan?!”

“Dengar kok. Sekarang, gantilah bajumu. Nih!”

“Eh? Baju apa ini? Modelnya aneh”

“Sudah cepat sana!” Kyu setengah mendorong Nara ke dalam kamar mandi – di ruang bawah tanah tersebut.

>>>

“Begini?” Nara keluar dari kamar mandi – setelah cukup lama berada di sana.

“Kekeke” Kyu malah terkekeh setelah melihat penampilan Nara.

“Salah ya? Aku bingung bagaimana cara memakainya”

“Tidak kok. Hanya lucu saja. Kau tak seperti noonaku. Saat noona yang memakainya dia terlihat sangat anggun, tapi kalau kau yang memakainya malah terlihat seperti badut!” ejek Kyu.

BLETAK!

“Sudah cukup Kyu!”

BLETAK

“Bagiku masih belum cukup Nara-ya”

“Aaargh! Sakiiit!” erang Nara.

“Ikut aku!” kata Kyu sambil menarik tangan Nara dengan sanagt kuat.

>>>

“Kenapa harus mengendap-endap begini?”

“Hei! Kalau sampai aku ketahuan membawa seorang gadis ke rumah, appa pasti akan marah, bodoh!”

“Jadi, kau menganggapku seorang gadis?”

“Hah? Maksudmu?”

“Ah! Sudahlah. Kita mau kemana?”

“Membawamu ke tempat yang aman. Cepat masuk!”

“Benda apa ini? Aku tak mau masuuuukk!”

“Ini mobil, tipe Hyundai NF Sonata.

“Hah? Apa?”

“Sudah cepat masuk!”

“Gyaaa! Hmmmpphh!” Kyu segera membekap mulut Nara.

“Diam, atau kita akan dalam bahaya!”

GRRRK!

“Yaaa! Kenapa mengigit tanganku?! Cepat masuk atau aku akan membunuhmu!”

“Baiklah” entah kenapa Nara merasa sangat lemas begitu mendengar kata-kata “bunuh”.

Tanpa mereka sadari, mereka sedang diperhatikan oleh sepasang mata. Sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan aneh.

>>>

“Kita sampai. Turunlah”

“Eh? Tempat apa lagi ini? Kenapa kau selalu membawaku ke tempat aneh?”

“Cepat turun!” bentak Kyu. Namun, Nara terlihat tak gentar.

“Tidak! Kenapa aku harus selalu menuruti perintahmu!”

“Karena kalau tidak kau akan mati!”

“Maksudmu? Kenapa daritadi kau bersikap seolah-olah akan membunuhku?!”

“Karena itu memang tugasku. Sadarlah! Sekarang aku sedang berusaha melindungimu!” batin Kyu.

“Jawab Kyu!”

“KYU JAWAB!”

“Sudahlah. Tak usah banyak tanya. Ayo turun, dan ikut aku”

>>>

“Lepaskan! Sakit Kyu!”

“Tidak!”

“Gyaaa! Lepaaas!”

“Baiklah” jawab Kyu dingin. Sambil berlalu meninggalkan Nara.

“Aaaw! Sakit tau! Gyaaa!” rupanya Nara terpeleset karena lantai itu baru saja di pel.

“Kau tak apa-apa nona?” kata seorang pria sambil mencoba membantu Nara berdiri.

“Ah.. Tak apa. Terimakasih”

“Aku Ok Taecyeon. Siapa namamu?”

“Eh? Ngg.. Nara. Kwan Nara”

“Nama yang indah. Hmm.. Lain kali, hati-hati ya kalau berjalan. Bye!”

“Eh?” Nara hanya bisa bengong melihat pria itu pergi menjauh.

“Sudah selesai nona Nara?” Kyu tiba-tiba muncul dengan nada sinis.

“Belum Tuan Drakyula”

“Apa katamu?!”

“Sudah. Lupakan. Kau tau siapa pria tadi?”

“Taecyeon? Tidak”

“Yaa! Kau tau namanya tapi tak mau memberitahuku!”

“Untuk apa aku memberitahumu? Lagipula dia sudah menjadi milik orang lain”

“Eh? Siapa?”

“Noonaku”

“MWO?!”

“Kau kalah cepat dengan noonaku. Kau juga kalah cantik. Kau juga..”

BLETAK! “Aku semakin malas bersamamu Drakyula”

“Aku juga malas sekali bersamamu Ratu Iblis”

“Ya sudah! Tinggalkan aku di sini!”

“Tidak. Aku akan  membawamu ke tempat yang aman terlebih dulu. Ikut aku dan jangan protes!”

“Gyaaaa!”

Semua mata orang di sekitar mereka, daritadi telah tertuju kepada mereka. Mereka hanya berpikir kok masih ada ya? Dijaman semodern ini orang-orang bodoh seperti mereka – a.k.a KyuNara.

 

>>>

“Noona! Buka pintunya! Ini aku!” Kyu menggedor-gedor pintu dengan sangat tidak sopan.

“Tak sopan sekali” gerutu Nara.

“Diam kau!” bentak Kyu.

“Nee! Kyu, sebentar!” teriak Noona Kyu dari dalam apartemen nya.

CKLEK! “Eh? Eh? EH??!! GYAAA!!” teriak Noona Kyu a.k.a Cho Ahra sambil memeluk Nara.

“On..onnie.. a..ku.. tak..bisa..ber..na..fas” kata Nara tersenggal.

“Ah! Mian! Aku terlalu senang sih! Akhirnya Kyu jadi normal juga!”

“Maksdu noona apa hah?!” Kyu nampak melakukan aksi protes bak demo di depan gedung DPR.

“Sudah lama ya, kau tak membawa wanita kemari”

“Jadi, Kyu pernah membawa wanita kemari?” Nara setengah shock.

“Iya, dulu waktuu.. Upps! Harusnya aku tak cerita padamu” Ahra keceplosan.

“Sudahlah. Begini, sembunyikan Nara dari siapapun, terutama appa. Jaga dia baik-baik. Nanti, pada saatnya aku akan menjelaskan semuanya pada kalian. Permisi” kata Kyu dingin sambil meninggalkan apartemen Ahra.

>>>

“Ckckck.. Dia tak berubah. Dulu waktu menyembunyikan Haneul juga begini”

“Haneul?”

“Uups!”

“Cerita! Cerita!” rengek Nara, karena daritadi dia telah dibuat penasaran.

“Hmm.. Oke.. Singkatnya, dulu dia pernah memiliki kekasih bernama Haneul. Ketika itu, Haneul sedang ada masalah dengan keluarganya. Dan, Kyu membawa Haneul kemari. Namun, akhirnya keluarga Haneul pun tahu dia ada di sini. Appa juga akhirnya tahu masalah ini. Sehingga appa marah besar dan meyuruh mereka untuk berpisah. Namun, sepertinya.. Tanpa disuruh pun, Haneul telah meninggalkan Kyu begitu saja beberapa tahun yang lalu. Begitu”

“Oohh” jawab Nara singkat dengan tatapan kosong.

“Eh, aku Cho Ahra. Siapa namamu?” Ahra mencoba mencairkan suasana.

“Nara. Kwan Nara” jawab Nara singkat.

“Nama yang indah” kata Ahra sambil tersenyum.

“Tadi.. Taecyeon juga bilang begitu. Rupanya kalian memang berjodoh ya” jawab Nara ketus.

“Taecyeon?”

“Iya. Kata Kyu, dia pacar onnie kan?”

“Buahahaha!” tawa Ahra meledak.

“Dia bukan pacarku! Kau ditipu mentah-mentah oleh Kyu” lanjut Ahra.

“APA?!” Nara kaget setengah mati.

“Yah.. Kau seperti tak tahu dia saja. Dia pasti cemburu, jadi bilang begitu”

“Hah?! Cemburu?”

“Iya.. Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kalian jadian? Kenal dimana? Kapan ketemu?”

“Jadian???!!”

“Iya.. Lho? Jadi kalian nggak pacaran?”

“Tidak! Huh! Tak sudi aku pacaran dengan orang seperti dia!”

“Aigooo.. Kalian memang lucu sekali ya.. Tak mungkin Kyu melakukan hal ini kalau dia tak menyukaimu! Ahahaha!” tawa Ahra kembali meledak-ledak.

“MWO?! Yaa! Onnie apa-apaan sih!” Nara mengerucutkan bibirnya.

“Sudah-sudah.. Ini kamarmu, beristirahatlah karena kau tampak sangat lelah”

“Huh!” Nara masih tampak mengerucutkan bibirnya.

>>> Ahra’s Room

CTEK!CTEK!CTEK!

To: Captain Cho

Anak kuuuu.. Pacarmu lucu sekaliiii.. >3<

Unyunyunyu~

From: Captain Cho

MWO?! Gadis bodoh itu BUKAN pacarku! T^T

To: Capatain Cho

Tak mungkin kau melakukan ini jika dia bukan pacarmu.. Dasar anak nakal! Selalu membawa kabur anak gadis orang! ==#

From: Captain Cho

Sudah cukup! Aku ingin istirahat! Besok aku akan menjelaskan semuanya!

“Huh! Dasar! Dongsaeng yang menyebalkan! Begitu saja marah! Ah! Sudahlah aku mau tidur” gumam Ahra sambil menarik selimutnya dan bersiap untuk tidur. Namun, saat Ahra baru saja akan memasuki alam mimpinya..

DDOK! DDOK!

“Onnie..” panggil sebuah suara kecil dari seberang pintu kamar Ahra.

“Eh? Nara?” Ahra bertanya pada dirinya sendiri dan segera membuka pintu kamarnya.

“Aku mengganggu? Mianhae”

“Tidak. Tak apa. Ada apa?”

“Aku hanya tak bisa tidur. Aku sedang memikirkan sesuatu”

“Kalau boleh tau, apa itu?”

“Siapa aku sebenarnya? Kalau aku bukan anak appa dan eomma ku yang sekarang, siapa aku?”

“Hmm.. Onnie juga tak tahu Nara-ya.. Tapi, sepertinya ada seseorang yang mengetahui kebenarannya”

“Eh?! Siapa?”

“Ikut onnie”

>>>

“Untuk apa sih, noona tengah malam begini mengajakku bertemu di taman?” gerutu Kyu.

“Ah! Noona di sini Captain Cho!” teriak Ahra sambil melambaikan tangannya ala Miss Korea.

“Noona! Eh.. KAU?! Mau apa kau ikut kesini?!” teriak Kyu.

“Justru dia yang berkepentingan denganmu” jawab Ahra santai.

“Mwo?” Kyu tampak kaget.

“Kyu.. Sebenarnya aku telah memikirkan ini sejak tadi. Kau tahu, siapa aku sebenarnya? Aku telah memikirkannya semalaman. Aku rasa.. Kau tahu sesuatu. Dari sikapmu.. Aku tahu kau pasti tahu sesuatu kan?! Kau juga berjanji pada onnie bahwa kau akan bercerita yang sebenarnya. Yang sebenarnya apa Kyu?! Jawab!”

“Bisakah kau tenang sedikit? Aku tak akan bisa bercerita jika kau tak tenang”

“Baiklah. Ceritakan semua yang kau tahu padaku”

“Sebenarnya…” Kyu mulai bercerita panjang lebar – yang tak mungkin author tulis satu persatu. *dasar ini author emang males*

BLETAK! BRUK! BRAK!

Nara mulai mengamuk dan melemparkan barang-barang di sekitarnya kearah Kyuhyun. Nara merasa sedih dan kecewa. Orang yang telah diberinya kepercayaan ternyata malah salah satu orang yang ditugasi untuk membunuhnya.

“Nara-ya! Aku kan sudah bilang, sekarang aku akan melindungimu!” Kyu berteriak meyakinkan Nara sambil menghindari serangan-serangan maut Nara.

“Bagaimana aku bisa percaya jika kau telah membohongiku?! Kau membohongiku Kyu’artagnan! Ah! Salah.. CHO KYUHYUN! Bahkan kau juga telah berbohong pada semuanya! Donghae oppa, Haejin onnie, Siwon oppa, Ririn onnie, Profesor Shindong! Bahkan sekarang kita tak tahu bagaimana nasib mereka di sana karena aku telah melarikan diri dari istana!”

“Nara, onnie yakin Kyuhyun bersungguh-sungguh melindungimu. Kau harus percaya padanya”

“Bagaimana aku bisa percaya pada orang yang telah MENTAH-MENTAH MEMBOHONGIKU DENGAN LICIKNYA!” bentak Nara disetai penekanan pada setiap kata-kata.

“Terserah kalau kau tak mau percaya. Aku pulang dulu. Kau baik-baiklah dengan onnie”

“Ya sudah, kita juga pulang yuk” ajak onnie sambil menggandeng Nara.

>>>

“Kyuhyun-ah, habis darimana kau tengah malam begini?”

“Appa?”

“Kau sudah pulang dari Honnah Lee? Kenapa tak menghubungi appa?”

“Mian, aku terlalu lelah appa”

“Di mana Nara? Kata pelayan, tadi dia melihatmu membawa seorang gadis”

“Hm? Nara?”

“Kau tak usah berpura-pura Kyu!” appa Kyu nampak mulai emosi.

“Appa.. Bisakah memberiku istirahat malam ini? Aku sangat lelah”

“Kau berusaha untuk melindungi gadis itu Kyu?”

“Sudahlah aku ingin istirahat”

“Baiklah. Appa tak akan mengganggu mu beristirahat. Lebih baik, appa pergi ke apartemen noona mu”

“Eh?!”

“Sudah kuduga. Dia pasti disana. Pikiranmu mudah sekali ditebak Kyu. Ck! Persis seperti peristiwa Haneul dulu”

“Jangan bawa-bawa Haneul lagi!”

“Sudah. Appa akna berangkat sekarang. Kau istirahatlah”

“Tidak akan kubiarkan appa menyentuhnya!” gertak Kyu sambil memegang tangan appanya dengan sangat erat.

“Huh! Kau bisa apa Kyu?”

“Kenapa dia harus dibunuh? Kenapa?!”

“Karena dulu Hyonsaeng telah membunuh calon istri appa!”

“Itukan dulu! Toh, sekarang juga appa telah menikahi eomma. Lalu apa hubungannya dengan Nara?!”

“Ck! Dia anak Hyonsaeng, orang yang sangat appa benci!” appa Kyu tampak kehilangan kata-kata.

“Tapi, Nara sama sekali tak berdosa! Dia tak tahu apa-apa!”

“Lepaskan appa, Kyu!”

“Tidak!”

“Pelayan!”

“Gyaa! Lepaskan aku! Lepas!” Kyuhyun meronta-ronta sekuat tenaga. Tapi, rupanya tenaga para pelayan itu jauh lebih kuat daripada Kyu. Mereka langsung menyeret Kyu ke kamarnya dan menguncinya.

>>>

“Nara! Kyu barusan menghubungi onnie. Katanya, appa sebentar lagi kesini. Bagaimana ini? Mana Kyu sekarang sedang dikunci di kamarnya lagi!”

“Dikunci?”

“Dia berusaha memberontak. Tapi, appa bertindak licik. Jadilah akhirnya seperti itu”

“Lalu sekarang bagaimana onnie?! Aku tak ingin nasibku berakhir seperti ini!”

“Aha! aku punya ide! Hahaha” Ahra mulai tertawa evil – like brother, like sister.

>>>

“Permisi”

“Ya.. Sebentar.. Eh, Ahra?” kata seorang pria sambil membuka pintu apartemennya.

“Bisakah aku minta bantuan? Tolong sembunyikan Nara di sini. Jebaaal” rengek Ahra.

“Nara?”

“Annyeong” Nara tiba-tiba muncul dan membungkuk sopan.

“Kau? Gadis itu bukan?”

“Jadi, kau mau membantuku kan, Ok Taecyeon?” bujuk Ahra dengan puppy eyes nya.

“Baiklah. Memang ada apa?”

“Nanti kujelaskan. Yang penting sembunyikan dia dari appaku. Oke?”

“Hmm.. Baiklah”

“Gomawo Taecyeon-sshi!” kata Ahra membungkukkan badan seraya kembali ke apartemennya sendiri.

>>>

“Nara-sshi, diminum dulu hot chocolate nya” Taecyeon menyodorkan secangkir hot chocolate.

“Gomawo Taecyeon-sshi” jawab Nara sedikit gugup.

“Sudahlah, santai saja. Anggap saja aku adalah teman lama mu.. Hahaha” Taecyeon tertawa geli.

“Baiklah, aku akan mencobanya.. Haha” Nara tersenyum kaku.

>>>

“Apa?! Noona bilang sekarang dia ada di apartemen Taecyeon?!”

“Iya. Kenapa? Ahhh! Kau cemburu yaaa?” goda Ahra.

“Ti..tidak! Buat apa aku cemburu?!”

“Tuh kan.. Kau marah-marah terus. Lebih baik, cepat kesini kalau tak ingin terjadi apa-apa dengan Nara dan Taecyeon”

“Maksud noona ‘terjadi apa-apa’ apa?! Hah?!”

“Ya dibunuh oleh appa lah! Memang kamu kira apa hah?” goda Ahra centil.

“Noonaaa!!!” ~pip

Kini, Ahra telah memutuskan sambungan telepon. “Bagus Kyu! Itu yang noona inginkan! Kalau kau benar-benar laki-laki, kau pasti akan kemari dan merebut Nara dari Taecyeon. Juga melawan appa, apapun yang terjadi. Tidak waktu seperti Haneul… Kekeke” Ahra tertawa evil – lagi.

“AHRA!” tiba-tiba sebuah suara menggelegar dari arah ruang tamu.

“Appa! Gawat! Dia telah sampai di sini!” gumam Ahra.

“CHO AHRA!” teriak suara itu sekali lagi.

“Yaaa! Appa apa-apaan sih! Aku lagi tidur digangguin!” omel Ahra sambil membuka pintu kamarnya perlahan.

“Mana Nara?”

“Nara? Nara siapa?”

“NARA! KWAN NARA!”

“Dia siapa?”

“Jangan pura-pura tak tahu!”

“Aku benar-benar tak tahu appa!”

>>>

“Nara-ya, kau beristirahatlah di kamar tamu. Kalau nanti ada orang yang mencarimu, cepatlah bersembunyi di dalam lemari. Arra?”

“Eh? Lemari?”

“Sudah, beristirahatlah saja. Aku akan berusaha melindungimu Nara-ya” kini tangan Taecyeon telah membelai lembut rambut Nara. Tentu saja, wajah Nara kini telah memerah bak kepiting rebus.

“Ngg.. Ngg.. Baiklah, Taecyeon-sshi”

BRAK! “KWAN NARA!”

“Eh!” Nara langsung tersentak begitu mendengar suara yang sudah tak asing lagi baginya itu.

“Ikut aku!” tanpa ba-bi-bu lagi Kyuhyun langsung menyeret Nara keluar dari apartemen itu dan langsung menuju Hyundai NF Sonata kesayangannya.

>>>

“Kyuhyun-sshi, ini rumah siapa lagi?!”

“Rumah Kwan Hyonsaeng. Appa kandungmu”

“MWO?! Kenapa membawaku ke sini?”

“Lebih baik kau dilindungi oleh keluargamu yang sesungguhnya. Ayo!”

“Permisi” DDOK! DDOK! DDOK!

“Ya.. Sebentar!” teriak pelayan dari dalam rumah.

CKLEK! “Saya ingin bertemu Kwan Hyonsaeng. Minggir!”

“Yaa..! Tuan besar sedang beristirahat!”

“Ada apa ini? Kenapa ribut sekali? EH?! Cho Kyuhyun?”

“Ini putri anda yang hilang belasan tahun yang lalu”

“Apa maksudmu?” tanya Kwan Hyonsaeng heran. Kyuhyun pun mulai menjelaskan panjang lebar, tentang seluk beluk masalah ini. Hingga sampai ke titik tujuannya kemari.

“Sebenarnya, saya juga punya tujuan tersendiri datang kemari. Jika anda berkenan, bolehkah saya menjadi pendamping hidup putri anda?”

“HAH?!” Nara kontan berteriak heran dengan muka yang sudah memerah bak kepiting rebus – lagi.

“Tapi, aku tidak yakin kalau kau pantas menjadi pendamping hidup Nara. Buktikan dulu padaku kalau kau bisa menyelesaikan semua masalah ini” tantang Hyonsaeng.

“Kau apa-apaan sih Kyu?! Jangan bercanda!” omel Nara.

“Aku akan membuktikannya! Ikut aku! Ahjusshi, anda juga boleh mengikutiku kalau anda ingin melihat buktinya!” ujar Kyu dengan penuh percaya diri.

>>>

“Akhirnya kita sampai juga” Kyu nampak sedikit puas.

“Sudah lama aku tak kemari” ujar Hyonsaeng penuh kekaguman.

“Untuk apa kita kembali ke Istana, Kyu?” Nara tampak sedikit khawatir.

“Kita akan bicara dengan keluarga kerajaan”

>>>

“Yang mulia, kami ke sini untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi diantara kita. Pertama, masalah.. Nara. Yang mulia ingin membunuhnya karena Honnah Lee dulu telah diporak-porandakan oleh Kwan Hyonsaeng bukan? Lalu, sebenarnya apa salah Nara? Bukankah dia sama sekali tak bersalah? Dia tentu tak tahu-menahu soal kejadian itu. Kedua.. Kwan Hyonsaeng.. Dia telah menyesali semua perbuatannya dengan segala konsekuensinya. Apakah anda akan mengampuninya, Yang Mulia?”

“Siapa kau?! Untuk apa kau ikut campur hah?!” Raja Candy mulai tampak emosi.

“Dia adalah Cho Kyuhyun, anak dari Mr. Cho. Kalian ingat bukan siapa Mr. Cho?” kata seorang kakek yang tiba-tiba saja datang.

“Ahjusshi? Ahjusshi yang waktu itu kan?” Kyuhyun terlihat heran.

“Ya, aku adalah pria tua yang kau tanyai tentang keberadaan Nara waktu itu. Yang mulia, ramalan itu benar kan? Bahwa suatu hari nanti, anak dari kedua belah pihak yang berseteru akan bersatu dan mengakhiri semua masalah ini. Lihat? Cho Kyuhyun dan Kwan Nara akan mengakhiri semua ini” ujar sang kakek – yang ternyata bernama Lee Sooman.

“Tetap saja tak bisa! Keputusan tak bisa diubah! Baiklah, bunuh saja mereka bertiga sekalian kalau mereka menjadi penghalang keputusanku!” teriak sang Raja.

“Biarkan Hyonsaeng ahjusshi dan Nara yang baru saja bertemu itu hidup. Kalau kalian mau, bunuh saja aku! Cukup aku saja! Jangan mereka berdua” ujar Kyu dengan penuh keyakinan.

“Kalau kau mati, siapa yang akan kuajak bermain game lagi? Siapa yang akan bertengkar denganku lagi? Siapa yang akan menjambak rambutku lagi? Dan.. Ngg.. Siapa yang akan melindungiku?! Hah?! Dasar Cho Kyuhyun babo!”

“Ya! Kau jauh lebih bodoh dariku Kwan Nara!”

“Apa kau bilang???!!!!” teriak Nara sambil menjambak rambut Kyu dengan sangat liar. Dibalas injakan maut dari Kyuhyun yang sanggup membuat Nara mengamuk seperti monster. Semua orang di sana tak ada yang angkat bicara. Batin mereka, KyuNara ini sangat bodoh sekali. (.___.)

“Baiklah. Sudah-sudah. Sana, kalian pergi saja. Aku pusing melihat kalian bertengkar seperti ini”

“Eh?! Yang Mulia serius?!” teriak Nara dan Kyu kegirangan.

“Ya. Sudah sana! Aku bisa stroke mendadak kalau melihat kalian bertengkar lagi”

“YEEEIIII!!!” teriak KyuNara seperti anak kecil. Yang disambut senyuman lembut Hyonsaeng. Appa Kyu yang daritadi hanya melihat mereka dari jauh tiba-tiba angkat bicara..

“Sepertinya, ramalan itu benar.. Mau diapakan lagi? Hahaha” tawa Mr. Cho sinis.

“Ternyata benar, tujuanmu datang ke sini untuk melamar Nara” Siwon tiba-tiba muncul bersama yang lainnya.

“Kalian juga di sini?” Nara tampak sangat gembira.

“Yaaa! Apa maksudmu Siwon-sshi!” bentak Kyu dengan tatapan evil nya.

“Sudahlah, akui saja Kyu..” goda Ririn dan Haejin.

“Caramu melamar Nara juga sangat keren!” puji Donghae.

“KALIAAANNN!!!” Kyu tampak sudah bersiap-siap untuk melakukan perlawanan.

>>>

“Hmmm.. Raja dan Ratu bangga padamu, Nak. Kau bisa membuat kedua negri berdamai kembali. Sudikah jika kau dan Putri Nara menjadi pengganti kami sebagai pemimpin kerajaan ini?”

“Kyu.. Appa juga bangga padamu. Kau telah membuka mata appa. Selama ini jalan pikiran appa sanagt sempit sekali. Hingga selalu mengambil jalan pintas”

“Kyu, ahjusshi juga sangat bangga padamu. Terimakasih karena telah menyelamatkan nyawa Nara”

“Yaa! Kalian semua tak usah memuji si bodoh ini! Nanti dia akan makin besar kepala! Kenapa sih, dari tadi Kyuuuuu teruuus yang dipuji! Huh!”

“Karena aku memang jauh lebih baik darimu, Kwan Nara sayang”

“Huh! Kau itu jauh lebih bodoh dariku Cho Kyuhyun yang tampan”

“Masa? Buktinya aku bisa menyelesaikan soal-soal Matematika yang sama sekali tak bisa kau kerjakan”

“CHO KYUHYUN SIALAN!”

BLETAK!

>>>

BLETAK!

“Hoooaaam.. Yaaa! Siapa yang melempar sepatu ke arahku hah?!”

“Kau susah sekali dibangunkan sih!”

“Haejin onnie? Ririn onnie? Kenapa kalian bisa di sini?”

“Kami kesini untuk membangunkanmu bodoh! Ini adalah hari yang sangat penting!”

“Penting?”

“YAA!!! KWAN NARAAA!!! HARI INI ADALAH HARI PERNIKAHANMU DENGAN CHO KYUHYUN!!!” teriak Haejin dan Ririn.

“Eh? Lho? Tadi bukannya aku masih di istana Honnah Lee?”

“Hah? Kau ini bermimpi apa sih?! Sudah cepat sana mandi dan ikut kami untuk berdandan!”

>>> Disaat yang sama, di Super Junior’s Dorm

“Kyu! Kau kenapa? Kau mengigau?” tanya Sungmin sedikit khawatir.

“Hmm? Hoaaaahm… Mengigau bagaimana?” Kyuhyun nampak masih mencoba untuk menyadarkan diri dari alam gaibnya. Maksudnya, alam mimpinya.

“Kau.. bicara sendiri.. berteriak-teriak sendiri..” kata Ryeowook bergidik.

“Hah? Untuk apa kalian membangunkanku pagi-pagi begini sih?” tanya Kyu yang masih setengah sadar.

“Kau kelewatan Kyu! Kalau si Ratu Iblis tau, habislah kau!” cerca Eunhyuk.

“Memang, aku ada janji dengan Nara?” tanya Kyu polos.

“INI HARI PERNIKAHANMU CHO KYUHYUN!!!” teriak mereka semua serempak.

“Mwo?! Menikah?! Bukannya tadi aku masih.. di Istana?”

“Istana? Sudah kau tak usah berkhayal Kyu! Kalau kau terlambat, Nara pasti akan mengamuk!”

 ***

~FIN

14 thoughts on “-Contest Fiction- KyuNara in Wonderland

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. wuaaaaw keren!
    Kyunara bermimpi dalam satu mimpi yang sama,dasar soulmate ~(‘▽’~) (~’▽’)~
    btw aku suka loh kalimat kyu yang bilang “Karena kau wanita. Wanita,
    tetaplah wanita. Membutuhkan
    seseorang disisinya untuk
    menjadi penopang
    kekuatannya” gak percaya aja kyu bisa ngomong begitu ke nara hahaha
    daebak chingu!nice ff ^^

  3. Jadi yang tadi cuma mimpi????
    Yaaaah kukira beneran….
    Tapi dimimpi dua duanya tetep evil!!!
    Keren banget nih ff!!!!

  4. kemaren gak berani buka ni FF.. >///<
    masih gak nyangka FF nan gaje yg dibuat dalam beberapa jam terakhir ini bisa d post dan dibaca orang (=.=)''a

    makasih buat yg udah mau baca.. dan makasih yg sebesar2nya buat onnie Icha yang udah mau ngepost ini FF..
    m(U_U)m *deep bow*

  5. Anyeong^^
    reader baru nih! Ririn a.k.a han je ai imnida! Hhehe,
    Ih, critana kok unyu unyu banget sih #abaikan!

    Huwaaa critana keren! Ckckck daebak dah buat author!
    Kekeke tdi siwon ma ririn d.katain pasngan abnormal? Huaaa ngkak! Hhaha kyunara tetep brantem mulu kerjaanna!
    Donghae ma haejin pasngan yg pnuh dg kegombalan hhaha😄,
    trus Seorng LEE SOOMAN tumben castna baek?
    Hhaha bingung pngen ngmong apa lg!!
    Pkokna keren lah!
    GOOD JOB AUTHOR!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s