-Contest Fiction- It’s Our Anniversary

Original Fanfiction By : Anik (@EvilNayoung)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

***

Super Junior M’s dorm in Taipe.

Kyuhyun sibuk mengetuk-ngetukkan jarinya diatas ponselnya. Keningnya berkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu yang amat penting. “Telepon tidak ya?” Tanyanya pada diri sendiri. Tak berapa lama, ia meraih ponselnya lalu terdiam sejenak hingga akhirnya meletakkan kembali ke tempat semula. “Aish… ada apa denganku ini?” Gumamnya lagi.

“Ada apa Kyu? Sepertinya sedang memikirkan sesuatu.” Sungmin datang dengan menenteng laptopnya.

“Anniyo, hanya saja….” Ucap Kyuhyun.

“Ah, aku tahu kau pasti sedang memikirkan Nara kan?” Tebak Sungmin, dan dibalas anggukan lemah dari Kyuhyun.

“Entahlah, aku punya firasat buruk.” Aku Kyuhyun.

“Sudah telepon saja dia, dari pada kau seperti ini.” Suruh Sungmin.

Kyuhyun memikirkan usulan Sungmin sejenak, “Baiklah.” Ujarnnya akhirnya, lalu meraih ponselnya dan memencet nomor yang telah dihafalnya diluar kepala.

Terdengar nada tunggu beberapa saat, hingga seseorang menyahut, “…”

“Nara-ya, Gwenchanayo?” Tanya Kyuhyun khawatir setelah mendengar suara Nara yang terdengar berbeda.

“…”

“Kau yakin?”

“…”

“Ya sudah tidur sana, ini sudah malam.” Kyuhyun menutup teleponnya.

“Bagaimana?” Tanya Sungmin yang masih duduk dihadapannya.

“Sepertinya dia sakit. Suaranya agak berbeda juga beberapa kali ia terbatuk. Apa yang haruus kulakukan? Bagiamana kalau aku ke Korea saja besok?” Kyuhyun terdengar khawatir.

“Kau yakin? Jangan berpikiran yang negatif dulu Kyuhyun-ah. Lagi pula jadwal kita besok padat, kau tak mungkin bisa kabur.” Ujar Sungmin.

“Tapi ini penting, memangnya besok jadwal kita apa saja?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin menatap laptopnya, “Besok kita jadi bintang tamu di acara yang diadakan di Gaoxiong selama 2 hari. Jadi kita akan pergi kesana dan menginap.”

Kyuhyun berpikir sejenak, memikirkan cara bagaimana ia bisa “kabur”, “Ha! Aku tahu bagaimana caranya!” Pekik Kyuhyun tiba-tiba, nyaris membuat Sungmin nyaris terlonjak kaget.

“Apa?” Sungmin terlihat penasaran. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke telinga Sungmin, lalu membisikkan sesuatu.

“Mwo? Kau yakin? Tapi ini beresiko Kyuhyun-ah.” Sungmin terlihat ragu.

“Tak ada salahnya jika dicoba, bagaimana mau membantu?” Bujuk Kyuhyun.

“Aish… Baiklah. Tapi jika terjadi sesuatu aku tak mau tanggung jawab.” Ujar Sungmin.

“Beres. Sekarang panggil yang lain.” Kyuhyun keluar kamar, berteriak memanggil member lain untuk merundingkan rencananya.

*****KyuNara*****

Nara terbaring lemah dikasurnya, sesekali terdengar suara ia bersin dan terbatuk, kepalanya terasa berputar, suhu badannya juga cukup tinggi, hingga membuatnya tak sanggup bangkit dari tidurnya. “Aigoo, pusing sekali… jika ini bukan karena pria menyebalkan itu, aku juga tak mau.” Gumamnya.

Tiba-tiba ponselnya berdering, dengan malas Nara mengambil ponselnya. Ekspresinya langsung berubah ketika melihat rangkaian nomor yang terpampang di layar ponselnya. Ia berdehem beberapa kali, mencoba mengatur suaranya agar terdengar seperti biasanya. “Yoboseyo?” Sahutnya.

“…”

“Ne. Gwenchana Kyuhyun-ah.” Jawabnya, namun tiba-tiba ia terbatuk.

“…”

“Iya. Kau tak percaya padaku?” Ujarnya.

“…”

“Ne, kau juga, jangan lupa makan, aku tak mau kekasihku kembali jadi tengkorak berjalan.” Nara kembali meletakkan ponselnya ke meja disamping kasurnya.

“Huh… untunglah, kalau sampai dia tahu yang sebenarnya, apa yang ia katakan?” Nara bergumam sendiri. “Semua ini juga karenamu Cho Kyuhyun yang tampan.”

~~~Flashback start: this afternoon~~~

Nara baru saja selesai mengucapkan doa. Ia menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, dan mendapati seorang gadis yang duduk tak jauh disebelahnya.Gadis itu menoleh padanya, tersenyum ramah. Nara membalas senyumnya, lalu kembali menunduk dan berdoa.

Nara hendak meninggalkan gereja ketika ia menemukan sebuah tas tergeletak begitu saja. “Eh, bukankah ini milik gadis yang tadi?” Gumam Nara. “Kemana ya dia? Aku harus mengembalikannya.” Ia segera berlari keluar mencoba menyusul gadis itu.

“Agasshi!” Panggil Nara saa melihat gadis yang dicarinya tak jauh didepannya.

Gadis itu berhenti lalu menoleh kebelakang.Nara berlari kearahnya. “Ini, tasmu tadi tertinggal.”

“Astaga… kenapa aku bisa lupa. gomawo….” Gadis itu mengerutkan keningnya.

Mengerti apa yang dimaksud gadis itu, Nara menjawab “Nara, Kwan Nara.”

“Ah… Gomawo Nara-ssi. Aku Nayoung. Ngomong-ngomong mau kemana?” Tanyanya.

“Aku mau ke halte bis, mau pulang.” Ujar Nara.

“Oh kalau begitu searah. Keberatan kalau aku kesana bersamamu?” Ujarnnya.

“Anni, tentu saja tidak. Kajja.” Jawab Nara riang, merekapun berjalan bersama menuju halte bus.

Nara menatap layar ponselnya, “Dua hari lagi resmi 3 tahun. Apa yang akan kuberikan untukknya?” Gumam Nara bingung.

“Boleh aku beri saran?” Tanya Nayoung yang duduk disebelahnya.

“Eh?” Nara memandangnya tak mengerti.

“Kalau  menurutku, sebaiknya berikan sesuatu yang kau buat sendiri. Meski hanya sesuatu yang sederhana, aku yakin hal itu akan sangat berkesan.” Jelas Nayoung.

“Tapi apa yang akan kubuat? Aku tak bisa apa-apa.”

“Syal rajutan misalnya.” Saran Nayoung.

Nara medesah, “Aku tak bisa membuatnya.”

“Kalau kau tak keberatan aku bisa membantumu. Ibuku pintar merajut, mungkin dia mau mengajarkanmu caranya.” Tawar Nayoung.

Wajah Nara langsung berubah jadi berbinar. “Jinjja? A… Gomawo….”

“Ne Cheon, kalau begitu ayo ikut kerumahku.” Ajaknya.

“Ne.”

“Eomma, aku pulang!” Teriak Nayoung ketika sampai dirumahnya.

“Kau sudah pulang nak?” Seorang wanita paruh baya datang dari arah belakang rumah.

“Ne. Oh ya kenalkan ini temanku, namanya Nara, dan dia datang untuk berguru pada eomma.” Nayoung memperkenalkan Nara.

“Berguru, maksudmu?” Tanya Eomma Nayoung.

“Iya, dia ingin diajari cara merajut. Dia ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk seseorang.” Jelas Nayoung.

Eomma Nayoung mengangguk mengerti, “Baiklah, dengan senang hati. Ayo duduk dulu biar kuambilkan alat-alatnya. Nayoung buatkan minuman untuknya.” Perintahnya pada sang anak.

“Ne, Nara-ssi, tunggu sebentar bia kuambilkan minum.” Ujar Nayoung.

“Ne, gomawo.” Sahut Nara.

Tak berapa lama kemudian eomma Nayoung kembali, sambil membawa alat yang diperlukan. “Kau mau membuat apa?”

Nara berpikir sejenak, “Topi, apakah itu sulit?”

“Tidak, jika kau yakin kau bisa membuatnya.” Jawabnya sambil tersenyum. “Ayo kita mulai saja.”

Eomma Nayoung dengan sabar mengajarkan Nara bagiamana cara membuat topi rajutan seperti yang ia inginkan. Meski berkali-kali membuat kesalahan, Nara tak menyerah. Ia berekad untuk membuat sesuatu yang spesial untuk kekasihnya Cho Kyuhyun.

“Aigoo… kau istirahat dulu saja Nara-ssi. Sudah 3 jam kau seperti ini, dan kau belum istirahat sama sekali.” Ujar Nayoung.

“Sebentar Eonnie, tanggung. Mungkin sebentar lagi sudah selesai.” Jawab Nara masih tak melepaskan pandangannya dari pekerjaannya.

“Sebegitukah kau mencintainya? Sampai-sampai kau rela seperti ini.” Tanya Nayoung, yang dibalas senyuman dari Nara.

“Ha! Sdah selesai!” Pekik Nara girang hingga membuat Nayoung yang tertidur bangun.

“Kau sudah selesai Nara-ya?” Tanya Nayoung masuh setengah sadar.

“Ne eonnie, bagaimana menurutmu?” Nara menunjukkan hasilnya kepada Nayoung.

“Wah, ini bagus sekali. Kau pintar membuatnya Nara-ya.” Puji Nayoung.

“Ah eonnie bisa saja. Gomawo,” ucap Nara malu. “Emm… sepertinya aku harus pulang ini sudah malam.”

Nayoung memandang jam dinding, “Kau benar, ya sudah hati-hati di jalan.”

“Aku pulang dulu, gomawo atas bantuannya.” Pamit Nara saat berada di depan pintu.

“Eh, tunggu!” Cegah Nayoung.

“Waeyo?” Nara menghentikan langkahnya.

“Bukankah kau Kwan Nara yang jadi ‘istri’ Cho Kyuhyun?” Tanya Nayoung, seketika itu ekspresi Nara berubah.

“Ah… Ne.” Jawab Nara.

“Dan kalau boleh aku tahu, kekasihmu itu adalah Cho Kyuhyun?” Sontak mata Nara membesar karena kaget.

“Em… Itu… em…” Nara bingung mencari jawaban yang tepat.

“Sudah kuduga, kau kekasihnya kan?” Tebak Nayoung. “Tapi tenang saja, aku takkan bilang pada siapa-siapa, aku bukanlah orang yang senang mengurusi hal-hal seperti itu.”

“Ah gomawo eonnie, aku pulang dulu annyeong.” Pamit Nara.

Nara berjalan sendirian menuju rumahnya. Senyumnya tak pernah berhenti mengembang, dipandanginya tas kecil yang dibawanya. Ia merasa senang sekali karena berhasil membuat sesuatu yang spesial untuk kekasihnya.

Tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, “Kenapa hujan? Aish… tak bisakah hujan turun saat aku sudah sampai dirumah saja?”Gerutu gadis itu, sambil terus berlari menmebus hujan yang semakin deras.

Nara sampai dirumahnya dengan baju yang basah kuyub. “Hatchi!” Ia mulai bersin. Kondisi badannya yang memang  sudah lelah karena sibuk merajut tadi, ditambah dengan kehujuanan, membuat gadis itu merasakan pusing, dan demam.

“Hatchi!” Nara kembali bersin. “Sebaiknya aku istirahat saja. Kepalaku sakit sekali….” Keluhnya.

~~~Flashback end~~~

*****KyuNara*****

Super Junior M’s dorm in Taipe.

Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, namun seisi dorm sudah sibuk menyiapkan barang-barang mereka karena sebentar lagi mereka akan berangkat menuju luar kota. “Kau yakin ini akan berhasil?” Tanya Ryeowook masih ragu akan rencana Kyuhyun.

“Sudahlah, lakukan saja.” Ujar Kyuhyun. Ryeowook hanya mengangkat bahu pasrah. Ia menempel gelas berisi air panas di dahi dan leher Kyuhyun agar terkesan seperti orang demam.

“Cepatlah bersiap-siap, sebentar lagi kita berangkat!” Teriak sang manager dari luar kamar Kyuhyun.

“Kau sudah siap?” Tanya Kyuhyun pada Ryeowook, yang ditanya hanya meangangguk.

“Hyung! Sepertinya Kyuhyun sakit!” Ryeowook berteriak dari dalam kamar.

Pintu menjeblak terbuka, dan masuklah seorang pria berbadan tegap, “Benarkah? Kau sakit Kyuhyun-ah?” Tanyanya agak panik.

“Ne hyung, kepalaku terasa pusing sekali. Sepertinya aku tak bisa ikut pergi hyung.” Jawab Kyuhyun dengan suara yang lemah.

Seunghwan-nama manager itu- menyentuh dahi Kyuhyun, “Ternyata benar kau demam. Kalau begini, sebaiknya kau tak ikut saja. Tapi siapa yang akan menjagamu disini?” Ia mengerutkan keningnya berpikir. “Bagaimana kalau kalian pergi saja sendiri biar aku yang menjaganya disini?” Ia memandang member yang sudah berada di kamar Kyuhyun secara bergantian.

“Andwe!” Pekik Kyuhyun cepat. “Em… maksudku, bukankah para member juga butuh hyung? Bagaimana kalau tanpa hyung malah jadwalnya jadi berantakan?” Lanjutnya.

“Lalu mau bagaimana? Tak mungkin kan kau ditinggal sendiri?”

“Bagaimana kalau meninggalkan salah satu member disini?” Usul Ryeowook. “Eunhyuk hyung misalnya, atau siapa.”

“Tapi, member lain juga mengisi acara itu.” Ujar Seunghwan.

“Daripada tak ada yang menjaganya. Lagipula ini keadaan darurat kan? Kukira mereka akan mengerti.” Sungmin akhirnya bicara.

Seunghwan nampak berpikir, “Baiklah kalau memang itu jalan terbaik. Eunhyuk, kau tinggal disini bersama Kyuhyun.” Perintahnya pada Eunhyuk.

“Ne.” Jawabnya.

Kyuhyun bersusah payah agar tak tersenyum. Dalam hati ia merasa puas sekali rencana berhasil dengan sukses.

“Kyuhyun-ah, jaga dirimu baik-baik. Istirahat yang cukup. Jangan sampai hal ini terjadi lagi.” Ujar Seunghwan panjang lebar, Kyuhyun mengangguk lemah.

Tak lama setelah itu, member super junior M yang lain berangkat bersama manager, meninggalkan Eunhyuk dan Kyuhyun berdua di dorm.

Setelah memastikan mereka aman, Kyuhyun langsung bangkit dan mengambil koper yang telah ia siapkan. “Yes! Rencanaku berhasil.” Katanya senang. “Ayo hyung, kita segera berangkat!”

Eunhyuk hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Kyuhyun yang lain dari biasanya ini. “Ada apa denganmu? Kenapa kau jadi ikut-ikutan nekat juga? Bawa-bawa aku segala.”

Kyuhyun menghentikan kegiatannya, lalu berjalan menuju Eunhyuk yang bersandar di pintu kamar, dan menepuk pundaknya, “Hyung, sepertinya aku tak perlu menjelaskannya lagi padamu kenapa aku bersikeras ke Korea sekarang juga. Yang perlu kau lakukan adalah membantuku, dan kenapa aku memilihmu? Itu karena kau telah berpengalaman membantu Donghae hyung kabur, jadi kupikir kau orang yang tepat untuk membantuku.” Ujarnya dengan tatapan yang mampu membuat Eunhyuk bergidik ngeri.

“Aish… Baiklah aku akan membantumu.” Ucap Eunhyuk akhirnya, lalu menuju kamarnya untuk bersiap-siap.

*****KyuNara*****

Kyuhyun kini berdiri didepan rumah Nara. Ia baru saja akan memencet bel, namun gedung rumah terdorong dan terbuka, “Eh tidak dikunci?” Gumamnya. Ia, melangkah masuk melewati pekarangan yang cukup luas. Kyuhyun mencoba membuka pintu rumah dan lagi-lagi terbuka dengan mudahnya. “Apa ia lupa menguncinya?” Gumamnya lagi.

Kyuhyun masuk ke rumah kekasihnya itu, berjalan menuju ruang televisi, mencari Nara. “Nara-ya!” Panggilnya, namun tak ada jawaban. Ia menyusuri seluruh penjuru rumah mncoba menemukan Nara. Ketika ia melewati sebuah kamar, Kyuhyun mendengar suara seseorang. Ia menghentikan langkahnya, menajamkan pendengarannya. Lagi-lagi ia mendengar suara seseorang.

Kyuhyun membuka pintu kamar itu, dan mendapati Nara sedang terbaring di kasur. “Aish… Ternyata kau masih tidur. Ayo bangun pemalas!” Perintah Kyuhyun, namun tak direspon sedikitpun. “Ya! Ppali!” Ujar Kyuhyun lagi, namun gadis itu tetap tak bangun.

Akhirnya Kyuhyun kehilangan kesabaran dan berjalan ke arah Nara berniat menyeretnya untuk bangun, namun matanya mebulat kaget ketika melihat Nara tampak begitu pucat, juga menggigil. “Nara-ya Gwenchana?” Wajah Kyuhyun berubah cemas.

Ditempelkannya tangannya ke kening Nara, “Aigo… kau panas sekali, apa yang kalau lakukan sampai bisa begini?” Gumam Kyuhyun, namun tetap tak ditanggapi oleh Nara yang sedang tertidur.

Kyuhyun berjalan menuju dapur, mengambil perlengkapan untuk mengompres. Tak lama, ia telah kembali dan mulai mengompres Nara sambil mengomel, “Ck, kau slalu bilang padaku untuk tidak lupa makan, istrahat yang cukup, dan jaga kesehatan, tapi lihat dirimu, kenapa kau sampai begini hah?” Omelnya namun terselip rasa khawatir dalam suaranya.

“Dasar gadis bodoh! Menjaga diri saja tak bisa. Dan kenapa pintu tak dikunci? Bagaimana kalau ada pencuri masuk? Untung akulah yang masuk.” Ia tetap menggerutu meski tak mendapat tanggapan apapun dari kekasihnya itu. Akhirnya setelah lama mengomel sambil mengompres Nara, Kyuhyun terdiam sejenak. Ia menghela nafas, “Mianhae, aku tak bisa menjagamu dengan baik.” Ucapnya lirih, lalu meletakkan kepalanya di kasur disamping tubuh Nara dan mulai tertidur.

*****KyuNara*****

Nara terbangundari tidurnya. Ia meraba dahinya, karena merasa ada sesuatu. “Eh, perasaan tadi malam aku tidak melakukan ini, dan jam berapa sekarang?” Gumamnya melirik jam di meja di sebelah kasur. “Mwo? Jam 3 sore?” Pekik Nara, tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergerak.

“Kyuhyun?” Ia menatap sosok Kyuhyun yang baru saja terbangun karena keget, “Sejak kapan kau disini?” Tanyanya.

“Kau sudah bangun Nara-ya?” Kyuhyun malah balik bertanya.

“Sejak kapan kau disini?” Nara mengulangi pertanyaannya.

“Entahlah, sekitar jam 11 pagi.” Jawab Kyuhyun. “Kau kenapa kau bisa begini? Apa yang terjadi huh?” Kyuhyun mulai mengomel.

“Em… bukan apa-apa, kemarin aku hanya kehujanan.” Ujar Nara beralasan.

Kyuhyun hendak mengomel lagi, tapi suara perut Nara mengalihkan perhatiannya, “Kau belum makan?” Tanyanya.

Nara menggeleng, “Kemarin belum sempat. Aku lapar sekali.” Jawabnya seraya bangkit dari tidurnya namun dicegah Kyuhyun. “Wae?” Nara memandang Kyuhyun heran.

“Kau tidur saja biar aku yang masak.” Ujar Kyuhyun diluar dugaan.

“MWO? Kau yakin?” Nara tak yakin.

“Aish… percaya saja padaku.” Kata Kyuhyun berusaha meyakinkan, lalu beranjak menuju dapur.

Nara hanya bisa menunggu. Ia sedikit khawatir akan nasib dapurnya.

Klontang!! (?)

“Ya! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan dengar dapurku!?” Teriak Nara.

“Sudah kau tenang saja, semuanya akan beres!” Terdengar suara Kyuhyun.

*****KyuNara*****

Kyuhyun’s POV

Aku  mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan kugunakan untuk memasak. Aku baru saja menemukan sebuah majalah, yang memuat artikel tentang cara membuat sup dan kupikir, itu masakan yang cocok.

Klontang!!

Sebuah penggorengan  tak sengaja jatuh saat aku  hendak mengambil panci. “Ya! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan dengar dapurku!?” kudengar suara teriakan Nara. Aish, gadis ini meski sedang demam, kemampuannya berteriak tetap saja tak berkurang.

“Sudah kau tenang saja, semuanya akan beres!” Balasku berteriak.

Sekarang waktunya memasak! Aku mulai memasukkan bahan-bahan sesuatu petunjuk majalah tadi. Sejauh ini, semuanya lancar-lancar saja. Tapi, sesuatu membuatlu terhenti.

“Berapa takaran garamnya?” Aku mengacak rambut bingung. Di majlah ini hanya tertulis ‘secukupnya’ tapi seberapa?.  Ish tidak bisakah mencantumkan ukuran yang pasti?

“Tiga sendok cukup?” Aku menimbang-nimbang, “Ah cukuplah.” Aku memasukkan tiga sendok penuh garam kedalam masakanku.

“Ha! Akhirnya selesai juga!” Pekikku. Segera saja kubawa masakanku itu ke kamar Nara.

“Ini makanlah.” Suruhku sambil menyodorkan sup panas itu padanya.

Ia memandangku tak yakin, “Kau yakin ini aman?” Tanyanya.

“Kau pikir aku memasukkan racun ke dalam makananmu? Sudahlah cepat makan!” Tukasku.

Ia menyendok makanannya dan memasukkan ke dalam mulutnya, “Cho Kyuhyun! Kau mau membunuhku?” Tiba-tiba saja ia berteriak.

“Wae?” Apa ada yang salah? Kurasa aku sudah melakukan hal yang benar.

“Ini asin sekali… Kau masukkan garam berapa sendok?” Katanya.

“Benarkah? Aku hanya memasukkan tiga sendok penuh.” Ujarku.

Seketika, minuman yang sedang diteguknya menyembur, “Mwo? Tiga sendok penuh? Astaga… pantes saja asin seperti air laut. Ini kau makan saja sendiri aku tak mau. Lebih baik tak usah makan.”

“Baiklah akan aku ganti dengan yang baru.” Kataku.

Ia menatapku tak percaya. “Kau serius?”

“Setidaknya kau harus makan Kwan Nara Sayang… Kau mau terus-terusan sakit?” Ia hanya terdiam mendengar omonganku.

*****KyuNara*****

Author’s POV

Nara hanya bisa menganga tak percaya. “Sejak kapan ia jadi perhatian seperti ini? Kerasukan roh apa dia?” Gumamnya. “Sudahlah, yang penting aku tak perlu repot-repot memasak.”

Setelah lama berkutat didapur, Kyuhyun akhirnya kembali sambil membawa nampan, berisi makanan yang baru saja dimasaknya. “Ini makanlah, aku sudah mencobanya jadi kujamin rasanya takkan buruk.” Ujarnya.

Nara mulai mencoba makanannya, “Hm… tak terlalu buruk. Setidaknya tak separah tadi.” Komentarnya.

“Sudah makan saja, tak usah banyak bicara.”

“Sekarang kita mau melakukan apa?” Tanya Nara setelah selesai makan.

“Kau, istirahat lagi.” Jawab Kyuhyun.

“Eh? Tapi kan aku baru saja tidur.” Protes Nara.

“Sudah tidur saja. Kau itu masih sakit.” Ujar Kyuhyun.

Nara bangun dari tidurnya hendak memprotes namun terhenti karena kepalanya tiba-tiba terasa berputar. “Kubilang juga apa?” Ucap Kyuhyun. Nara mendengus kesal, namun ia tetap memejamkan matanya mencoba untuk tidur.

Kyuhyun memandang wajah Nara yang sedang terlelap. Ia berpikir, kenapa ia bisa mencintai gadis yang hobi berteriak, dan mendebat dirinya ini? Tapi ia tak peduli. Yang penting sekarang adalah ia merasa bahagia dengan keadaannya sekarang. Dengan adanya Nara hidupnya terasa lengkap.

Mata Kyuhyun menangkap sebuah kalender. Ia mencermati benda itu tampak seperti mencoba mengingat sesuatu, ‘Bukankah besok…?’ Pikirnya.

“Aku pergi dulu, besok aku akan kesini lagi. Kau istirahat yang cukup.” Pamitnya sebelum meninggalkan Nara.

Nara membuka matanya, ternyata ia belum tidur. Ia bangkit dari tidurnya, membuka laci mengambil sesuatu disana. Sebuah beanie yang sengaja ia buat untuk kekasihnya itu. Ia mendesah pelan, “Bagaimana caranya aku memberikan ini padanya?” Tanyanya pada diri sendiri. “Aish sudahlah lihat saja besok, aku mau tidur.” Akhirnya ia menyerah dan kembali tidur.

*****KyuNara*****

“Nara-ya Bangun! Ikut aku!”  Teriak Kyuhyun membelah keheningan pagi.

Nara menggeliat pelan, “Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan? Ini masih pagi….” Kata gadis itu malas.

“Turuti saja aku. Ppali!” Kyuhyun menarik tangan Nara agar.

“Ish… baiklah-baiklah aku bangun. Tunggu 10 menit, au mau bersiap-siap.” Ujar gadis itu setelah matanya membuka sepenuhnya.

“Kita mau kemana? Ini masih jam 5 pagi Kyuhyun-ah.” Tanya Nara pada Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi menyetir.

“Sudah jangan banyak tanya. Nanti kau akan tahu sendiri.” Jawab Kyuhyun. Nara mendengus, Kyuhyun yang melihatnya hanya tersenyum.

“Kita sudah sampai.” Ujar Kyuhyun menghentikan mobilnya. “Ayo keluar.”

“Tempat apa ini?” Tanya Nara begitu ia turun dari mobil. Yang dilihatnya hanyalah pepohonan.

“Sudah ikuti saja aku. Sekarang tutup matamu.” Suruh Kyuhyun.

“Mwo???” Nara memandangnya tak percaya.

“Cepat lakukan!” Perintah Kyuhyun.

Mau tak mau Nara melakukannya. “Awas kalau kau macam-macam, aku akan membunuhmu Cho Kyuhyun yang tampan!” Ancamnya.

“Kau tenang saja Kwan Nara sayang.” Sahut Kyuhyun sembari menuntun Nara menuju suatu tempat.

“Tunggu instruksiku, baru kau boleh membuka mata.” Ujar Kyuhyun.

Hening. Tak ada percakapan diantara mereka. Nara mulai merasa tak nyaman, apalagi dengan kondisi matanya yang tertutup.

“Sekarang buka matamu.” Nara membuka mata. Ia menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Pemandangan kota Seoul saat matahari terbit benar-benar menakjubkan. Tak ada kata-kata yang pas untuk menggambar keindahannya.

“Aku tak tahu bagaiamana cara mengatakannya, tapi terima kasih kau telah menemaniku selama tiga tahun ini.” Kyuhyun memecah keheningan.

Nara mengangguk masih memandang keindahan kota Seoul, “Tak terasa tiga tahun sudah kita lewati. Dan selama itu aku merasa nyaman bersamamu.”

“Em… ini untukmu.” Kyuhyun memberikan sesuatu.

Gadis itu menoleh, “Eh??” Gumamnya.

“Wae?” Kyuhyun menatap heran.

“Bukan apa-apa hanya saja….” Nara tak menyelesaikan kalimatnya. Ia mengambil beanie yang ia letakkan di tas kecilnya. “Aku berniat memberimu ini.” Ia memberikan benda itu pada Kyuhyun.

Mereka saling berpandangan, lalu tertawa bersama. “Tak kusangka ternyata pikiran kita sama.” Ujar Kyuhyun. Memang barang yang diberikan mereka tak sama, tapi sejenis. Kyuhyun memberikan Nara sebuah topi berwarna putih-biru. Entah apa alasnnya, ia hanya ingin memberikan kekasihnya benda itu. Sedangkan Nara memberinya sebuah beanie berwarna biru yang dibuatnya sendiri dengan susah payah.

Nara mengangguk tanda setuju, “He’em, gomawo atas segalanya.” Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambut Nara pelan.

Tiba-tiba handphone Kyuhyun berdering, segera ia mengangkatnya, “Yoboseyo?”

“…”

“Mwo? Ne, aku akan segera kesana.” Ia menutup telponnya.

“Ada apa?” Tanya Nara.

“Gawat! Kata Eunhyuk hyung para member yang lain, akan kembali ke taipe beberapa jam lagi. Aku harus segera kembali sebelum mereka. Eunhyuk hyung sudah menuggu di depan rumahmu” Jelas Kyuhyun agak panik.

“Ya sudah, ayo pulang.” Ujar Nara. Merekapun segera kembali menuju rumah Nara.

Eunhyuk, Leeteuk, dan Yesung sudah menunggu didepan rumah Nara. “Ppali! Aku sudah pesan tiket. Pesawat berangkat 2 jam lagi.”

Kyuhyun mengangguk, lalu ia beralih pada Nara. “Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik, jangan sampai sakit lagi.” Nara mengangguk patuh.

Merekapun berangkat menggunakan mobil yang dikendarai Leeteuk, sedangkan mobil yang dikendarai Kyuhyun, dibawa Yesung kembali menuju dorm.

*****KyuNara*****

Super Junior M’s dorm in Taipe

“Hah….” Kyuhyun melemparkan tubuhnya ke kasur. “Untunglah mereka belum kembali, kalau sudah, bisa mati kita.” Ujarnya senang.

“Memangnya apa yang terjadi padanya? Sampai-sampai kau nekat begini?” Eunhyuk ikut merebahkan diri, disampingnya.

“Ternyata dia sakit. Dan juga hari ini adalah anniversay kami.” Jawab Kyuhyun sambil memejamkan mata.

“Aigoo… ternyata instingmu kuat juga. Kukira tumpul.” Gumam Eunhyuk.

“Apa maksudmu hyung?” Kyuhyun tiba-tiba menatapnya tajam.

“Ah… anni. Bukan apa-apa” Jawab Eunhyuk cepat, tatapan Kyuhyun yang tajam membuat nyalinya menciut.

~~~THE END~~~

Alhamdulillah akhirnya selesai….. padahal tadinya gak yakin rampung. Mian jelek, ini batas kemampuan saya -_-  Hope you like this. And, maaf kalau banyak typonya

16 thoughts on “-Contest Fiction- It’s Our Anniversary

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. first? huaaaa keren, anniversary nya kyunara :)))) ffnya bagus, saya iri authornya dapet aja ide buat ff kyunara, aku bingung mau dibikin kaya apa ceritanya, bagus bagus pokonya bagus ffnya..

  3. bagus ~~
    >.<
    jrg" Kyuhyun pura" sakit utk nengok Nara sekaligus rayain 3rd anniv ^^
    happy 3rd anniv KyuNara🙂

  4. aigooooo,,, baru kali ini aku menemukan sesuatu yg baru dalam EVIL COUPLE yg satu ini,,,
    gila ya,,, instingnya kyu tajem banget,,, udah kaya 2 cinta 1 hati,,,
    haha,,,
    KYU,,,,,,,, sering-seringlah kau bersikap manis kepada Nara,, toh tak ada ruginya ini,,, kalian sama-sama menikmatinya,,
    hahaha…

  5. Yaak.. serang eunhyuk.. Berani-beraninya dia bilang raja iblis instingnya tumpul… (wkwkwk :D)
    author kereen.. Eh maksudnya keren author..

  6. Kyaaa~~ cho kyuhyun ternyata km bs ‘agak’ romantis juga ya,,hihihi~
    Sayang member yg lain udh mau balik ke taipei klo nggak kan bs lbh lama lg sm nara..

  7. eh si abang evil bisa romantis juga😀
    kyunara bener2 sehati yee…ngasih kado aja samaan😀
    happy 3rd anniversary evil couple😀

  8. Bagus eonnie… Keren banget. Jadi bingung mo komen apa…
    Tapi kok ada yang kelewatan ya, pas bagian
    “Turuti saja aku. Ppali!” Kyuhyun menarik tangan Nara agar…
    Agar apa? Kok ga ada terusannya?
    Tapi uda bagus banget kok…
    Daebak eonnie!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s