-Contest Fiction- Let’s Go On Trip!

Original Fanfiction By : Grace Putri(@Kimmy_Yoonri)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story (^__^)

***

Annyeong onnie ^^ saya balik lagi dengan FF abal saya tentang KyuNara *plakk* maaf ya kalo mungkin ga sebagus yang lain >.< tapi semoga bisa menghibur onnie~ eh iya happy 3rd anniv yaaa😀 semoga KyuNara langgeng terus ^^ ini aku ambil ide dari honeymood nya si Lee Young Jae sama Han Ji Eun Full House ^^ soalnya aku pikir dua couple ini tuh mirip >.< romantis dengan caranya sendiri ._. sama sebagian terinspirasi dari WGM YongSeo, karena cinta mati sama Goguma Couple ini ._. *peluk Jungshin* *plakk* ya pokoknya selamat membaca onn ^^

——–

“Yak! Yak! Begitu! Benar,YESSS!!” Nara melonjak senang lalu secara tiba-tiba ia menari no other bagian reff.  Nara sudah menyelesaikan games Genso Suikoden terbaru di PS3 barunya. PS3 ini adalah hadiah dari Kyuhyun karena Nara sudah diterima di Seoul University (walaupun Ujian Nara belum keluar).

seminggu yang lalu-

“Permisi..” terdengar suara ketukan pintu di rumah Nara. Nara yang sedang bermalas-malasan sambil mendengarkan iPod nya melangkah menuju pintu dan membukakan pintu bagi sang tamu. Sosok pria muda berseragam tersenyum ramah pada Nara dan Nara membalas senyuman itu.

“Ne.. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Nara.

“Apa betul ini kediaman Nona Kwan Nara?” tanya pria itu, Nara mengangguk ragu.

“Benar, aku Kwan Nara. Ada perlu apa ya?” tanya Nara bingung.

“Begini Nona..”

“Nara..” jawab Nara cepat setelah melihat pria dihadapannya sibuk mencari secarik kertas yang sepertinya di kertas itu tertera namanya.

“Ne..Nona  Kwan Nara-ssi, saya mau mengantarkan paketan untuk anda.”

“Paketan?” Nara bingung, dia merasa belum membeli barang apapun setelah Ujian Negara selesai.

“Paketan dari mana ya?”

“Nanti nama pengirim tertera di barang ini, saya kurang tau nama pengirimnya. Saya hanya tau barang ini dikirim dari Taipe..” Nara terkejut,Taipe? Siapa lagi kalau bukan kekasihnya si Kyuhyun yang mengirim. Apa isinya? Tanyanya dalam hati.

“Silahkan tanda tangan disini Nona Kwan Nara..” pria itu menunjukkan tempat kosong dimana Nara harus bertanda tangan sekaligus membuyarkan lamunan Nara tentang Kyuhyun.

“O, ne..”

“Gamsahamnida Nona Kwan..”

“Nara..” sambung Nara lagi, pria itu mengangguk malu karena tidak mengingat nama Nara.

“Ini barangmu, sekali lagi gamsahamnida~”

“Ne, gamsahamnida..” Nara sedikit membungkuk dan pria itu membalas Nara dengan membungkuk juga. Setelah memastikan pria tadi pergi meninggalkan kawasan rumahnya, Nara masuk kembali dan membawa paketan tersebut sambil menggerutu.

“Apa sih yang dikirim oleh orang itu?! kenapa berat sekali?!” Nara meletakkan sembarangan benda itu ke atas meja makan dan terdengar suara ‘GLODAK’

“Eh?” Nara melonjak kaget dan segera menghampiri paketan itu. Awalnya dia malas membuka paketan dari Kyuhyun dan berniat melanjutkan kegiatannya bermalas-malasannya. Namun suara itu membangkitkan rasa keingin tahuan Nara. Dengan penuh rasa penasaran Nara membuka bungkusan paket itu perlahan.

“Mwo?!” Nara berlari menuju sofa yang dia gunakan untuk bermalas-malasan tadi dan meraih ponsel  LG Lollipop merah miliknya. Dia mengetikkan kombinasi nomor yang sudah benar-benar menempel di otaknya, sehingga dia dengan mudah mengetikkan nomor-nomor itu. Nara mendengar sambungan telepon yang mengalunkan suara sang pemilik ponsel dengan lagu New Endless Love yang dinyanyikannya di Super Show 3 untuk solo perform nya.

-Taipe-

Ponsel LG Lollipop biru milik Kyuhyun berbunyi. Sang pemilik yang sedang berbaring di ranjangnya mengacuhkan panggilan itu. Badannya masih belum benar-benar sehat, dia masih agak sedikit demam. Dan yang ia lakukan sekarang adalah istirahat agar dia cepat sembuh dari penyakitnya ini. Namun karena suara yang ditimbulkan ponselnya itu membuatnya terbangun.

“Zhoumi hyung~ tolong dong angkat telefonnya~” Kyuhyun menggulingkan badannya menghadap tembok dan membelakangi arah suara itu. Tidak ada jawaban dari Zhoumi, sepertinya member lain sedang tidak di dorm. Dengan enggan Kyuhyun bangkit dan meraih ponselnya di meja riasnya.

‘Queen of Evil Calling..’

 Begitu yang tertera di layar ponselnya sekarang. Kyuhyun mempersiapkan dirinya –lebih tepatnya suaranya. Nara saat ini belum mengetahui keadaannya yang sedang dilanda demam. Dia sengaja tidak memberitahu perihal ini kepada Nara agar Nara tidak khawatir. Walaupun Nara sangat acuh terhadapnya, ada pengecualian dimana Nara benar-benar memperhatikan Kyuhyun.

1.   Berat badan. Nara akan terlihat bahagia apa bila Kyuhyun mengalami ‘kenaikan berat badan’. Dia akan selalu tersenyum walaupun pada kenyataannya tetap mengejek Kyuhyun. Entah dengan mencubit pipi Kyuhyun yang lebih ‘berisi’ ataupun dengan ejekan-ejekan dari mulut Nara. Tak dapat dipungkiri, gurat kebahagiaan tetap tersirat di wajah Nara.

2.  Perkembangan level ‘games’ Kyuhyun. Memang jika dilihat ini adalah hal yang tidak penting. Namun dibalik ini semua bagi Nara itu berarti (.__.) karena apa bila level games yang dimainkan Kyuhyun tidak naik berarti pemiliknya tidak sempat memainkan gamesnya. Itu pertanda Kyuhyun sedang memiliki jadwal yang sangat padat! Dan disaat itu juga pikiran Nara akan melambung, memikirkan apakah Kyuhyun bisa tidur dengan cukup? Apakah Kyuhyun makan dengan teratur? Apakah Kyuhyun baik-baik saja? Pertanyaan-pertanyaan itu akan berputar di otak Nara secara bergantian. Membuat Nara frustasi dengan hanya memikirkannya sendiri. Maka jangan heran jika Nara menyempatkan mengirim pesan ke Kyuhyun hanya untuk bertanya sudah sampai level berapa Kyuhyun menyelesaikan gamesnya?

3.  Kesehatan. Pasangan lain juga akan sangat overprotective dengan masalah ini. Begitu juga Kwan Nara. Nara yang terkenal dengan ke cuekannya akan berubah drastis dan menjadi seorang ‘cheonsa’ bukan menjadi seorang ‘evil’ lagi. Apa lagi akhir-akhir ini Kyuhyun memiliki ketahanan tubuh yang lemah –terbukti dengan Kyuhyun yang sedang mengalami demam. Maka dari itu Kyuhyun sengaja menutupi demam yang ia derita sekarang agar tidak terjadi ‘perang’ diantara mereka berdua. Bisa-bisa Nara sudah muncul di depan dorm Super Junior M dengan tatapan ‘membunuh’ nya lalu membakar Kyuhyun hidup-hidup (.___.) bahkan yang sangat Kyuhyun takutkan adalah apabila Nara datang membawa satu tempat makan penuh terisi berbagai macam sayuran yang ia benci dan memaksanya memakan semua bekal yang Nara bawa.

Kyuhyun menekan tombol ‘hijau’ di ponselnya.

“Yeobuseyo?”

“YA! Untuk apa barang ini?!” Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga sebelum gedang telinganya pecah karena teriakan Nara (.__.)

“Bisakah kau tidak berteriak?!” jawab Kyuhyun yang tidak kalah ketus dari Nara namun suara itu terdengar lebih lembut dari suara Kyuhyun yang biasa.

“Kau yang membangkitkan hormon marah ku Cho Kyuhyun yang tampan~ untuk apa barang ini?! Aku tidak memintamu membelikanku ini bodoh!” Kyuhyun mengerutkan dahinya sejenak, berfikir apa yang dimaksud gadis diseberang sana dengan kata ‘barang ini’. Setelah beberapa detik bergulat dengan pikirannya dia akhirnya menemukan jawaban yang ia cari.

“Ahhh~ kenapa? Kau tidak suka?” tanya Kyuhyun enteng.

“Bukannya tidak suka, aku tidak pernah menyuruhmu untuk membelikanku PS3 ini! jadi buat apa kau membelikannya untukku?!”

“Untuk hadiah karena keberhasilanmu lolos Ujian di Seoul Universty Kwan Nara sayang~.” Jawab Kyuhyun enteng.

“Aku tak butuh! Akan kukembalikan PS3 ini ke dorm-mu! Ini terlalu mahal Cho Kyuhyun yang tampan~ aku saja ingin membeli ini tidak pernah tega dengan tabunganku >.< lebih baik kau gunakan uang ini untuk membeli makanan supaya kau tambah berisi lagi~ kkkkkk~”

“Terserah kau saja lah~ aku sedang tak ingin berdebat” Kyuhyun menjawab singkat kata-kata Nara. Kepalanya bertambah berat, dia benar-benar pusing sekarang. Untuk berdiri saja rasanya berat, apa lagi harus berfikir bagaimana cara membantai Nara?

-Seoul-

Nara merasa ada sesuatu yang berbeda dari Kyuhyun. Seperti ada yang mengganjal dari suara Kyuhyun yang membuatnya berfikiran kemana-mana. Tidak biasanya seorang Cho Kyuhyun mengalah untuk Kwan Nara. Kecuali di saat-saat tertentu, ketika Kyuhyun…

“Kau tidak mabuk kan?” tanya Nara dengan nada penuh tanya.

“Tidak ada yang berpesta, jadi tidak ada minuman disini. Mana mungkin aku bisa mabuk?” jawab Kyuhyun datar. Kalau Kyuhyun tidak sedang dalam keadaan mabuk, hanya ada 1 kemungkinan mengapa dia begini.

“Kau sakit?” pertanyaan Nara yang singkat itu mampu membuat Kyuhyun diam seribu bahasa –tak ada jawaban dari seberang.

“Sakit apa?” lanjut Nara sambil memegang dadanya yang sesak. Lagi-lagi Kyuhyun menyembunyikan masalah kesehatan darinya.

“Hanya sakit kecil, sebentar lagi juga sembuh. Makanya aku tak memberitahumu.” Jawab Kyuhyun yang seakan tau apa yang sedang dipikirkan Nara saat ini.

“Bukan masalah parah dan tidaknya. Aku tau ini belum apa-apa bagimu, kau bisa menghadapi ‘sesuatu’ yang lebih berat dari ini.” Nara menghela nafas, untuk masalah yang satu ini memang dia agak sedikit sensitif.

“Kenapa aku harus mengetahuinya dengan caraku sendiri? Mengapa kau tak memberi tahuku?”

“Ini hanya sakit demam Kwan Nara sayang~ mianhae aku tak memberitaumu sebelumnya, aku takut kau khawatir.”

“Sepertinya tingkat kepercaya-dirianmu bertambah ya Cho Kyuhyun yang tampan. Siapa yang mengkhawatirkanmu?! Aku hanya berfikir bagaimana dengan starcraftmu yang….” ‘TUT TUT TUT’

“Yeobuseyo? YA! Cho Kyuhyun!” tiba-tiba Kyuhyun mematikan sambungan telefon diantara mereka. “csssshhhh~” Nara mendesis ada sedikit rasa kecewa disana.

“Aku tidak hanya mempedulikan starcraft-mu Cho Kyunhyun yang tampan~ aku juga mengkhawatirkan kesehatanmu” Nara berbicara dengan ponsel LG Lollipop merahnya.

Dia mengetikkan sederet pesan untuk Kyuhyun berharap Kyuhyun tidak salah sangka dengan perkataannya tadi.

To : Master of Evil

Semoga kau cepat sembuh, kutunggu kau untuk bermain games lagi denganku. Istirahatlah yang cukup Cho Kyuhyun yang tampan~ Jaljjayo~

From : Master of Evil

Ne.. Kwan Nara sayang~^^

Sekarang Kyuhyun sudah sehat kembali –begitulah yang dikatakan Leeteuk saat bertemu Nara. Ini sudah pukul 3 dini hari dan Nara masih saja berkutat dengan PS3 nya.

“Sudah jam 3 ya? Ahh sebaiknya aku tidur saja..” dia membereskan PS3 nya yang berserakan di ruang tengah lalu pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan tidur di kamarnya tercinta.

-7:00 AM-

Terdengar suara bell yang berasal dari pintu bawah, karena hari ini hari sabtu –dimana para ahjumma sedang libur—mau tak mau Nara harus turun untuk membukakan pintu. Dengan rasa kantuk yang masih menderanya dan piyama yang berantakan Nara membukakan pintu bagi sang tamu.

“Adik ipaaaaar~~”

“Naraaaa-ya~”

Kedua tamu tersebut menghambur memeluk Nara yang masih setengah sadar karena waktu tidurnya yang terganggu oleh kedua makhluk yang sedang memeluknya ini. Ya, tamu tersebut adalah JinRin. Entah apa yang akan dilakukan kedua orang itu di rumah Nara.

“Masuk onnie~” Nara mempersilahkan kedua onnie nya masuk. JinRin yang memang sudah terbiasa dengan rumah Nara masuk lalu duduk di sofa ruang tengah diikuti Nara.

“Ahjumma libur?” tanya Ririn, Nara mengangguk dan menyandarkan kepala serta punggungnya pada sofa. Matanya tidak bisa berkompromi sekarang, dia butuh waktu tidur lagi.

“Ahhh~ begini Nara-ya~ kami ingin membicarakan sesuatu.” Kata Haejin girang.

“Eumm.. katakan saja onnie, aku mendengarkanmu..” jawab Nara dengan mata terpejam.

“Begini kau pasti suka dengan rencana kami.. onnie katakan pada Nara~” Haejin melirik Ririn dan mereka tersenyum.

“Nara-ya~ kami memiliki hadiah untukmu..” Ririn mencari sesuatu di tas nya dan mengeluarkan sebuah amplop putih

“Jajjang~! Ini untukmu~” Ririn menyodorkan amplop itu kepada Nara namun Nara yang sudah mengubah posisinya menjadai menunduk tidak bereaksi sama sekali. Haejin curiga dan menyibakkan rambut yang menutupi wajah Nara, dan ternyata Nara sedang tertidur. JinRin yang tak tega melihat Nara tidur dengan posisi tersebut menyandarkan Nara ke sofa dan mengambil selimut di kamar Nara.

“Onnie dia masih tidur, pesawat jam 11 nanti berangkat. Apa yang harus kita lakukan? Pasti dia kan belum menyiapkan apapun..”

“yasudah Haejin-ah~ mari kita ke kamar Nara dan menyiapkan barang-barangnya.” Mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kamar Nara yang terletak di lantai dua.

“Kopor nya dimana sih Hae?” Ririn mengedarkan pandangan ke segala penjuru kamar mencari benda berbentuk balok yang disebut kopor.

“Aku juga tak menemukannya onnie~” Haejin yang sudah mencari di atas lemari, di dalam lemari, hingga di bawah tempat tidur juga tidak menemukan benda itu.

“Jangan bilang kalau..” mereka berdua menepuk kening mereka pelan.

“Nara.. Nara.. Masa kopor saja dia tidak punya?” keluh Ririn

“Sebaiknya kita memberi dia kado kopor di hari ulang tahunnya besok onnie~”

“Ide yang bagus Haejin-ah~”

Sedetik kemudian mereka sudah membongkar isi lemari Nara, memasukkan beberapa pakaian dan berbagai barang yang diperlukan Nara untuk liburannya. Dilain sisi, Nara menggeliat, meregangkan tubuhnya yang sakit karena tertidur di sofa. Matanya mengerjap-ngerjap, mencari dua sosok yang tadi ada di hadapannya. Sekarang sudah jam sembilan lebih sepuluh menit, berarti tadi dia tertidur sudah satu jam? Nara mencari JinRin ke dapur namun siluet keduanya tak ada disana. Dengan keyakinan penuh Nara menaiki tangga menuju kamarnya dan mendapati kedua onnienya sedang merebahkan diri mereka di ranjang Nara.

“Onnie ngapain disini?” tanya Nara memasuki kamarnya, ia melihat tasnya sudah terisi penuh sesak dengan barang didalamnya, tapi itu apa?

“Ini.. Kenapa onnie?” tanya Nara bingung

“Kenapa apanya?” jawab Haejin sambil terus bermain dengan si putih.

“Kenapa tasku penuh dengan isi?” Nara beringsut menuju tasnya, membuka tas tersebut dan terkejut mendapati apa yang ada di dalamnya.

“Baju?” tanya Nara heran. Ririn menangguk dan nyengir kepada Nara. Nara memandang kedua onnienya ini dengan penuh tanya.

“Jelasin deh onn~ aku mau tilpun poppa dulu..” Haejin beranjak dari tidurnya, melangkah ke arah balkon kamar Nara.  Ririn bangkit berdiri di dekat Nara, dan merangkul pundak Nara.

“Aku sama Haejin punya hadiah buat kamu!” kata Ririn semangat.

“Hadiah? Untuk?” tanya Nara masih bingung

“Menghilangkan stress..” jawab Haejin yang entah sejak kapan sudah menyelesaikan acara kangen-kangenannya dengan ‘poppa’-nya

“Eung?” Nara semakin bingung sekarang, menghilangkan stress? Dia kan tidak gila.

“Kau kan habis ujian, pasti kan pusing menghadapi statistik-statistik akutansi itu..”

“Maka dari itu kami memberimu hadiah..” jelas Ririn yang menyambung penjelasan Haejin.

“Yaudah deh onn, kita kasih tau sekarang aja. Mukanya si Nara udah serem (.__.)” jawab Haejin takut-takut. Ririn mengangguk..

“Hana.. dul.. set.. Jajjang~!!” JinRin mengeluarkan amplop putih yang sempat mereka pendam di dalam tas Ririn lagi lantaran Nara tidur (__”)

“Terima dan bukalah!” Ririn menyodorkan amplop itu dengan semangat diikuti dengan senyuman lebar darinya dan Haejin. Nara mengambilnya dengan dengan ragu dan membuka amplop itu.

“Tiket.. pesawat?!” tanya Nara heran.

“Dan coba lihat tujuan pesawat itu..” kata Haejin semangat.

-Taipe-

“PATTAYA?!!” SiHae mengangguk semangat seperti anjing yang ingin makanan yang dibawa majikannya (-_-“)

“Kau kan butuh refreshing Kyuhyun-ah~” jawab Donghae menutupi semua.

“Aku? Sendiri?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk dirinya. Dan lagi-lagi SiHae hanya mengangguk semangat.

“Jadi karena ini sudah jam setengah sepuluh, kau harus segera bersiap. Pesawatmu berangkat jam setengah dua belas!” Kyuhyun tidak begitu saja menuruti kata-kata Siwon dan Donghae, dia mengerutkan dahinya. Berusaha berfikir sekeras mungkin mengapa kedua makhluk dihadapannya ini bisa baik sekali padanya.

“Tapi kenapa hyung baik sekali denganku?” pertanyaan itu mendapat jawaban jitakan dari Donghae dan tatapan tajam Siwon.

“Kau pikir selama ini kami tidak baik padamu?” jawab SiHae bebarengan dengan kompaknya seperti tentara. Kyuhyun hanya nyengir tanpa dosa dan mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Sekarang dia tidak curiga dengan kedua pria tampan dihadapannya. Dia merebut amplop berisi tiket pesawat Taipe-Pattaya yang sempat ia berikan kembali kepada Siwon. Kyuhyun melenggang masuk menuju kamarnya dengan semangat sambil berteriak kepada Siwon dan Donghae.

“Gomawo hyungie~ sering-sering saja ya kalian seperti ini..” saat Kyuhyun di kamarnya, Siwon mem-bbm Ririn.

CSW : ternyata Kyuhyun tak sepintar yang kita kira ya baby~

Baby : eh? Memang kenapa? O.o

CSW : dia percaya saja padaku dan Donghae bahwa kami memberikan tiket itu secara cuma-cuma padanya~

Baby : kalian jahat hubby~

CSW : kalau kami jahat kalian berdua apa? kan yang punya ide ini kalian :p

Baby : maksud kami kan baik ;p yasudah ya, aku mau memasakkan Nara sarapan dulu, kasihan dia. Ahjumma nya libur, yasudah ya hubby.. Pappai~~ :*

CSW : I love you~ :*

Baby : Love you too hubby :* i miss you *smooch*

CSW : Na ddo~ bogoshiposeo~ *cium balik*

Donghae berdehem melirik Siwon yang senyam-senyum tak jelas sambil memandang BB nya.

“Enaknya yang kangen-kangenaaaaannn~ aku iri oh iri~”

“Ya tinggal di BBM dong ikan mas kokimu itu..” jawab Siwon masih dengan seringaian bahagia.

“BB ku rusak won, si hitam error TT,TT dari tadi nggak mau di reboot, padahal ngandet~” Donghae udah mau mewek saja, segera Siwon menyodorkan BB nya didepan muka Donghae.

“nih pake sepuasnya~ aku mau nge gym dulu, udah lama nggak nge gym~” Donghae menerima BB Siwon dengan penuh suka cita dan langsung saja dia melepas rindu dengan ikan mas kokinya (.___.)

-Bangkok International Airport-

“AAAAHHH~ Akhirnya bisa juga ke luar negri, langsung ke Thailand lagi~ Aiyaa, senangnyaaaa~~!” Nara merentangkan kedua tangannya dan berputar-putar, dia sangat menikmati liburannya kali ini. Tiba-tiba ada sosok yang menghampirinya, menepuk bahu kanan Nara. Nara kaget dan menemukan sesosok pria paruh baya berkebangsaan Thailand.

“Annyeonghaseyo~” sapa pria itu, Nara tersenyum dan menjawab sapaan pria tersebut.

“O.. Annyeonghaseyo~”

“Saya James, saya akan menjadi tour guide anda.” Meskipun menggunakan bahasa Korea ternyata Korea nya belum fasih juga, tapi setidaknya dia tidak perlu repot-repot berfikir menggunakan Bahasa Inggris.

“Eumhh.. bisakah kita langsung menuju hotel?” tanya Nara tak sabar.

“Sebentar nona, kita harus menunggu satu penumpang lagi.”

“Penumpang lain?” tanya Nara heran, dia kira tour guide ini hanya khusus menemani dirinya saja. Tour guide itu mengangguk.

“Saya rasa itu orangnya..” Nara yang memunggungi arah yang ditunjuk tour guide tersebut membalikkan badannya.

“NEO?!!” pekik mereka berdua bebarengan. Nara mendapati Kyuhyun yang menyeret kopor nya dengan santai. Nara segera mendekati Kyuhyun dan memukul lengan kekasihnya sekuat mungkin.

“YA?!! Apa yang kau lakukan disini?!” Kyuhyun belum menjawab, masih sibuk mengelus lengannya yang sakit karena dipukul Nara tadi.

“Harusnya aku yang bertanya padamu! Untuk apa kau kemari?!” tanya Kyuhyun tak kalah ketus.

“Aishhhh, pasti ini kerjaan onnie-onnie~!” Nara sibuk menghubungi kedua onnienya, namun tidak ada jawaban dari seberang sana –nihil.

“Yasudah lah~ kita nikmati saja liburan kita sendiri-sendiri. Kau berlibur sendiri, begitu juga aku. Bagaimana?” Kyuhyun yang juga sudah frustasi karena acara liburannya rusak mengambil keputusan bijak untuk dirinya dan Nara. Nara mengangguk-angguk paham dan menjabat tangan Kyuhyun yang tadi terulur untuknya.

“Mari tuan.. nona..” ajak tour guide itu memasuki mobil.

-Pattaya International Hotel-

“APA?!!”

“TIDAK ADA YANG LAIN?!!”

“Maaf tuan.. nona.. kami hanya menerima satu pesanan kamar hotel, dan karena ini libur panjang di beberapa negara hotel kami juga penuh..”

“Tidak adakah yang lain? Yang kelas biasa saja juga tidak apa-apa..” bujuk Nara kepada petugas resepsionis itu.

“Maaf nona, kami benar-benar full~” Kyuhyun mengambil kunci yang diberikan resepsionis tadi dan membungkuk tanda terima kasih.

“Kau cari hotel lain saja, ini untukku~”

“YA! Kau itu laki-laki atau perempuan sih? Seharusnya kau yang mencari hotel lain.”

“Tidak mau!” Kyuhyun berlari menuju lift dan sebelum pintu lift tertutup dia menjulurkan lidahnya. Persis seperti anak kecil (.__.)

Nara akhirnya keluar hotel, mencoba mencari hotel yang masih memiliki kamar kosong. Tidak ada yang menyediakan kamar kosong saat ini, adapun juga harganya mahal. Memang kamar hotel yang di booking tadi adalah kamar hotel paling mahal di hotel itu, namun hotel itu kan yang membayar onnie-onnienya. Nah ini?! Dia harus membayar biaya sewa selama 3 hari (.__.) bisa-bisa dia menjual PSP dan iPad nya. Karena putus asa, Nara kembali lagi ke hotel pertama tadi. Dia menuju lantai 10 –lantai kamar Kyuhyun yang juga seharusnya kamarnya— setelah tiba di depan kamar 1001 itu nara memencet bell dengan gusar. Bahunya capek terus menerus menggendong tas ransel yang berisi bajunya untuk tiga hari kedepan. Namun Kyuhyun bersikeras tak memperbolehkan kekasihnya masuk.

“Hanya ada satu tempat tidur disini..” jawab Kyuhyun karena kengototan Nara. Nara berhenti sejenak dari aksi ngototnya. Hanya ada satu tempat tidur, berarti mau tak mau dia harus tidur seranjang dengan Kyuhyun?!! Lebih baik ia terjun dari dorm Super Junior daripada harus tidur dengan Kyuhyun, apalagi ini satu tempat tidur? (o_o) tapi mau tak mau dia harus bisa tidur didalam, karena tak mungkin dia harus tidur di pinggir jalan kan? (-_-!) walau bagaimanapun juga mengingat fakta bahwa Nara adalah pewaris perusahaan otomotif ternama di Asia dan sebagian Eropa itu adalah sesuatu yang konyol (.___.”)

“aku bisa tidur di sofa, ada sofa kan? Ayolah, tas ini sungguh berat..” Nara benar-benar tidak tahan dan tanpa permisi langsung masuk. Beban yang ia gendong sudah tidak bisa diajak kompromi. Nara masuk dan langsung menjatuhkan dirinya –dan juga ransel super beratnya—ke sofa yang terlihat sangat nyaman baginya. Kyuhyun walaupun terlihat acuh sesekali mencuri pandang dengan kekasihnya, dia juga kasihan melihat Nara kelelahan.

Hari sudah menjelang malam, perut mereka berdua sudah berbunyi menandakan pemiliknya dilanda bencana kelaparan. Kyuhyun sudah bersiap akan pergi keluar mencari makan namun dilihatnya Nara masih dengan hot pants dan kaus longgarnya dengan santai bersandar di kursi santai pinggir kolam renang. Karena kamar hotel yang di booking oleh RinWon-JinHae adalah kelas paling bagus di hotel tersebut, maka fasilitas yang ditawarkan juga menggiurkan. Mulai dari ruang gym kecil, ruang tamu, ruang tengah, dapur, kolam renang, jakusi dan juga sauna didalam kamar. Sudah seperti rumah sendiri.

“Kau tidak mau ikut?” Kyuhyun merapikan cardigannya dan menatap Nara yang juga sedang menatapnya bingung.

“Kemana?”

“Makan, aku sudah lapar. Mau cari tom yum..”

“O.. Kau mengajakku?” Nara mengingat-ingat lagi tentang perjanjian di awal pertemuan mereka tadi, bahwa mereka akan mengurus liburan mereka masing-masing.

“Adakah orang lain dikamar ini selain kau dan aku?” tanya Kyuhyun dingin. Nara hanya mengangguk-angguk.

“Jadi bagaimana? Ikut atau tidak? Jangan membuang waktu, aku sudah lapar!”

“Iya tunggu sebentar..” ditemani dengan gerutuan khas Nara, Nara menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan dress lengan spagetti dibalut cardigan putih rajut. Mau tak mau Kyuhyun menelan ludah melihat Nara yang terlihat cantik hanya dengan dress biasa seperti itu. Kyuhyun buru-buru menghilangkan rasa kagumnya, dimatanya Nara ya Nara seorang ratu iblis. Dan statemen itu tidak akan pernah ia ubah (.__.)

Karena Kyuhyun yang sudah sering berkunjung ke Pattaya ia sudah mengetahui tempat makan tom yum dengan cita rasa yang tidak akan terlupakan. Disini banyak turis, jadi tidak banyak yang mengenalinya sebagai Kyuhyun Super Junior, ada beberapa tetapi tetap saja privasinya terjaga. Maka dari itu banyak artis yang berlibur disini karena privacy yang di tawarkan. Setelah menyantap santap malam mereka, Kyuhyun dan Nara memutuskan untuk kembali ke hotel. Hari sudah terlalu larut untuk meneruskan perjalanan.

Sesampainya mereka di kamar hotel Kyuhyun menggosok giginya dan meninggalkan Nara yang sedang terduduk lemas di sofa ruang tengah. Nara terlihat sangat kenyang karena menghabiskan banyak tom yum tadi. Setelah menggosok gigi Kyuhyun keluar kamar mandi dan mendapati Nara yang tertidur pulas. Seulas senyum tergambar di wajah Kyuhyun, se jahat-jahat nya dia, dia tidak akan membiarkan seorang wanita tidur di sofa sedangkan dia tidur di tempat tidur double bed dengan nyamannya. Terlebih wanita itu orang yang ia sayangi. Kyuhyun berniat membangunkan Nara, namun melihat wajah Nara yang sangat lelah Kyuhyun mengurungkan niatnya.

“Lalu bagaimana aku harus memindahnya ke kamar?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“apa iya aku harus… menggendongnya?” mau tak mau Kyuhyun harus menggendong Nara. Awalnya Kyuhyun ingin menggendong Nara didepan dengan posisi Nara menyamping, namun dia langsung membuang pikiran itu jauh-jauh. Itu bukan dia, terlalu romantis baginya. Akhirnya ia menggendong Nara di punggungnya dan menyelimuti Nara. Malam itu Kyuhyun memutuskan untuk tidur di sofa ruang TV.

-Seoul-

Haejin memutuskan menginap di apartemen Ririn karena besok dia break satu hari tidak syuting Let’s Get Married.

“Haejin-ah~ apakah Nara akan baik-baik saja? Bagaimana dia tidur?” tanya Ririn cemas.

“Tenang saja onnie, pasti Nara tidur di tempat tidur itu..”

“Apa kita keterlaluan? Kita mengganti nomor kita, memesankan dia dan Kyuhyun satu kamar dengan satu tempat tidur, belum lagi rencana terakhir kita..”

“Sudahlah onnie, ini kan untuk kebaikan mereka. Lagi pula mereka tak akan berbuat apa-apa, percayalah~” Ririn memandang ke arah Haejin yang sedang membolak-balik majalah fashion terbaru keluaran Cosmopolitan.

“Kalau meraka aku tidak khawatir akan terjadi apa-apa, tapi jika kau dengan Donghae yang seperti itu aku akan khawatir setengah mati !” jawab Ririn ringan, Haejin mengerucutkan bibirnya sebal.

“Onnie, aku tak se yadong itu!” Ririn hanya bisa terkekeh melihat adiknya merajuk.

-keesokan paginya-

Nara menggeliat di atas tempat tidur, sinar matahari menelusup dari celah-celah tirai yang masih tertutup itu. Dengan enggan Nara membuka matanya dan bangkit duduk sambil mengusap matanya yang masih lengket –ngantuk. Dia baru menyadari posisinya sekarang yang sudah berada di atas tempat tidur, seingatnya dia tadi malam tertidur di sofa. Tetapi mengapa dia berpindah tempat? Nara mengedarkan pandangan ke sekitar. Tidak ada tanda-tanda Kyuhyun di ruangan itu, itu membuat Nara lega. Setidaknya kekasihnya memang tidak memiliki pikiran macam-macam dengannya.

Walaupun sebenarnya Nara masih ingin bermalas-malasan di atas tempat tidur dia tetap bangkit berdiri mencari sosok Kyuhyun. Dia menemukan Kyuhyun tertidur di sofa tengah dengan PSP di atas tubuhnya. Entah naluri apa yang membuat Nara mengambil selimut di kamar dan ingin menyelimuti Kyuhyun. Namun belum sempat Nara menyelimuti Kyuhyun, Kyuhyun sudah menggeliat. Nara segera membuang selimut itu ke mana saja. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya, menyesuaikan matanya dengan cahaya terang itu. setelah benar-benar sadar Kyuhyun mendapati Nara duduk berdiam di meja makan.

“Kau sudah bangun?” tanya Kyuhyun. Nara yang pura-pura tak mengetahui Kyuhyun bangun menengok ke arah Kyuhyun.

“O.. Ne, bagaimana tidurmu?” tanya Nara basa-basi. Kyuhyun bingung melihat kekasihnya yang terlihat … gugup?

“Tentu saja kurang nyenyak! Bagaimana bisa nyenyak tidur di sofa!” jawab Kyuhyun ketus, Nara yang semula ingin bersikap baik terhadap Kyuhyun –karena telah membiarkan Nara tidur di kamar—mengurungkan niatnya dan kembali ke pemikiran asalnya. Bahwa Kyuhyun tetaplah Kyuhyun, sang Master of Evil. Dan gelar itu tidak akan pernah lepas darinya (.__.”)

“Kalau kau sudah tau begitu mengapa kau memindahkanku ke kamar?!” jawab Nara tak kalah ketus.

“Aku tak se jahat itu membiarkanmu tidur di sofa sedangkan aku tidur di ranjang super empuk seperti itu.” Nara mengurungkan niat marah-marahnya lagi, merasa bersalah lagi.

“O.. Eummhh, gomawo..” Nara agak sedikit gugup. Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan menemukan selimut tergeletak di lantai dekat sofa tempat ia tidur. Nara menepuk dahinya pelan sambil mendesis “Kenapa dia lihat selimut itu?! Umma~!”

“Kau tadi ingin menyelimutiku ya?”

“EH? Menyelimutimu? Mana mungkin? Jangan bermimpi Cho Kyuhyun yang tampan~” Kyuhyun hanya terkekeh saja, tak menanggapi tingkah Nara.

“Kok nggak percaya sih? Hanya dalam mimpimu aku menyelimutimu Cho Kyuhyun yang tampah~ Cihhh~”

“Lalu itu apa?” Kyuhyun menunjuk selimut di samping sofa dengan masih terkekeh.

“Kkkkk~ dan kau bilang kau tidak ingin menyelimutiku? Kwan Nara sayang akuilah bahwa kau mengkhawatirkanku.” Nara yang sebal menjadi bahan lelucon Kyuhyun memilih menuju kolam renang, meninggalkan Kyuhyun yang masih terkekeh senang.

“Ayo..” tiba-tiba Kyuhyun muncul dibelakang Nara seperti hantu (.__.)

“Kemana lagi? Aku tidak mau jika hanya masuk ke dalam dan kau jadikan bahan lelucon Cho Kyuhyun yang tampan~”

“Cshhh, aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan. Kau kan baru pertama kali ke Pattaya, dan aku sudah beberapa kali berkeliling. Apa kau mau berlibur hanya melihat kolam renang Kwan Nara sayang?” Nara menengok ke belakang, menamati kesungguhan Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya dan bergegas meninggalkan Nara. Beberapa detik kemudian Kyuhyun sudah merasakan angin melewatinya dan disusul teriakan dari Nara.

“Tunggu aku 15 menit!” hanya itu yang diucapkan Nara dan meninggalkan Kyuhyun sendiri dengan PSP hitam miliknya.

-Pattaya Traditional Market-

*bayangin aja pasar ini kaya di drama Full House ya, waktu Lee Young Jae sama Han Ji Eun lagi bulan madu ^^ soalnya mereka emang bulan madunya di Thailand, dan emang aku sedikit banyak terinspirasi dari pasangan itu ^^*

Kyuhyun melangkah dengan langkah besar-besar, Nara hanya mengekor dibelakang Kyuhyun sambil menatap keadaan sekitar yang ramai. Sesekali mereka berhenti di beberapa toko souvenir, dan ketika mereka sedang melihat-lihat mata Nara berbinar melihat cincin yang terlihat seperti imitasi emas putih.

“Berapa harga cincin ini pak?” tanya Kyuhyun dengan bahasa inggrisnya yang terbilang lancar. Hanya saja dia terkadang sulit menunjukkan keahliannya di depan publik, tidak seperti Siwon dan Kibum.

“10 Baht tuan..” Kyuhyun mengangguk mantap, uang seperti itu tidak ada apa-apanya dengan hasil yang ia dapat. Bahkan ia bisa membelikan Nara cicin emas putih asli 24 karat, namun karena dia baru melihat Nara benar-benar tertarik dengan barang-barang yang seperti ini dia akan membelikannya dengan senang hati. Tanpa berfikir tentang cincin yang bisa saja warna putihnya luntur karena terkena parfume.

“Pilihkan satu untukku..” meskipun Kyuhyun mengatakannya dengan acuh, 3 kata itu sukses membuat jantung Nara ingin lepas dari tubuhnya (.__.) Nara menatap Kyuhyun tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Kurasa kau tak tuli Kwan Nara sayang~ cepat pilihkan satu untukku.” dengan masih terheran Nara memilihkan Kyuhyun sebuah cincin bermata satu berlian imitasi di tengahnya, begitu juga milik Nara.

“Euhmm, not bad lah~ seleramu bagus juga, seperti kau memilih aku” Nara menatap heran kekasihnya ini, sudah terlalu percaya diri tingkahnya aneh >.<

Kyuhyun menyerahkan dua lembar uang 10 baht kepada penjual souvenir itu dan langsung meninggalkan Nara. Nara berlari mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Nara mencoba meminta penjelasan Kyuhyun atas kelakuannya tadi.

“Hanya ingin saja, tak boleh?”

“Bukannya tidak boleh, tapi aku merasa itu seperti bukan dirimu..”

“Kau tidak sakit kan? Kau aneh hari ini Cho Kyu hmmmppp..” Kyuhyun menjejalkan permen lollipop ke mulut Nara.

“Jangan cerewet, dan bisakah kau berjalan lebih cepat?! Jalanmu sudah seperti Ddangkoma saja!” Nara hanya menggerutu saja, entah mengapa hari ini hormon mengamuknya sedang tidak berkobar (.__.) apa karena kelakuan Cho Kyuhyun yang bisa dibilang …. romantis? Nara buru-buru akting mual karena pikirannya sendiri, itu hal yang mustahil, M-U-S-T-A-H-I-L!!

Mereka sesekali masih berhenti di toko souvenir, Nara membelikan kedua onnienya beberapa kalung yang cantik. Langkah Kyuhyun dan Nara terhenti didepan kedai Baskin Robin. Mereka saling bertatapan dan tersenyum sumringah, beberapa menit kemudian mereka sudah berada di antrian kedai tersebut.

“Mau pesan apa tuan?” tanya pelayan itu sopan.

“Ice Cream dengan toping Chocco chips dan Oreo 2 ya.. dan yang satu tanpa saus strawberry, beri saja saus coklat. Thank you~”

KyuNara duduk di dekat jendela yang menghadap ke pemandangan hamparan laut Pasifik itu.

“Pesananku benar kan? Full cokat dan oreo, tanpa strawberry sedikitpun?” Nara mengangguk dan tersenyum, setidaknya secuek-cueknya Kyuhyun, kekasihnya ini tau apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka. Setelah jam menunjukkan pukul 6 sore bagian Thailand, mereka memutuskan pulang ke kamar hotel untuk membersihkan keringat-keringat yang menempel di badan mereka dan melanjutkan rencana jalan-jalan mereka nanti jam 7 sambil mencari makan malam.

-7.00 PM-

Pintu kamar hotel KyuNara diketuk oleh seseorang, Kyuhyun dan Nara yang sedari tadi sibuk dengan kegiatan bermain PSP nya merasa terusik dan dengan sedikit pertengkaran Kyuhyun mengalah membukakan pintu bagi sang ‘pengganggu’

“Selamat malam Tuan Cho Kyuhyun..”

“Ne.. Ada apa ya?”

“Begini Tuan, Tuan Cho Kyuhyun dan Nona Kwan Nara telah di booking kan satu meja dinner di dekat pantai.” Nara yang penasaran ikut mendekat ke arah pintu dan terkejut mendengar perkataan pria yang berdiri di depan pintu tadi.

“Dinner? Candle light dinner? Di pinggir pantai?” Nara limbung, bagaimana bisa dia menghabiskan satu hari ini dengan penuh keromantisan?! Apakah dia bermimpi? Dia harus segera mengakhiri mimpinya, ini tidak benar. Nara menepuk-nepuk pipinya, mencubitnya juga. Sakit, berarti dia tidak mimpi, tapi ini konyol! Konyol untuk Nara dan mungkin untuk Kyuhyun.

“Mari Tuan, Nona, ikuti saya..” mau tak mau Nara dan Kyuhyun mengikuti pelayan itu dan sampailah mereka di pinggir pantai dengan satu meja kecil dihiasi lilin dengan dua kursi yang berhadapan. Kyuhyun tak bisa berkata apapun, begitu juga Nara. Awalnya Nara menolak, namun Kyuhyun meyakinkan Nara bahwa tak murah untuk menyewa ini semua. Dan sekali lagi mereka yakin ini merupakan ulah dari onnie dan hyung mereka (.__.)

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun dan Nara dihadapkan dengan Bebek panggang, Lobster, Steak dan masih banyak makanan yang menggiurkan lainnya. Namun sebelum mereka menyantap makan malam mereka, seorang pelayan datang dan membawakan dua buah surat yang dia berikan satu kepada Kyuhyun dan satu lagi pada Nara. Kedua surat itu merupakan surat dari RinWon dan JinHae. Mereka memutuskan membuka surat yang dipegang Nara dahulu.

From : RinWon

Ririn : KyuNaraaaaa~~ Anakku!! Menantu!! Happy 3rd anniv ya sayang ^^ semoga kalian awet terus.. Umma dan Appa akan selalu mendoakan kalian. Pesanku hanya satu jaga baik-baik hubungan kalian. Jangan mudah mengambil keputusan, pikirkan baik-baik sebelum kalian bertindak. Aku harap dengan ini hubungan kalian akan bertambah dewasa. Maaf aku merencanakan ini semua, semoga kalian suka ^^ *hug*

Siwon : Kyuhyun-ah~ Nara-ah~ Congratulation for your 3rd anniv! Long last yah~! Dan jangan lupa, sekali-sekali bertingkah romantislah terhadap Nara, Kyuhyun-ah~ itu tak semengerikan yang kalian kira. Dan juga nikmati liburan kalian ya~ Sampai berjumpa lagi ^^

Sekarang giliran Kyuhyun membuka surat di genggamannya yang sudah dipastikan dari JinHae.

From : JinHae

Haejin : Kwan Nara~! Cho Kyuhyun~! Happy 3rd anniv!! Long last for you :* tidak terasa kalian sudah 3 tahun saja ya >.< semoga aku bisa seperti itu juga dengan poppa ^^ disini aku hanya ingin berpesan, mungkin yang lain sudah mengingatkan, tapi aku akan mengulanginya lagi. KyuNara~ dewasalah sedikit >.< jangan membuat kami takut karena kalian sedang melancarkan aksi ‘perang’ kalian. Aku harap kalian bisa saling menjaga satu sama lain. Sudah itu saja ^^ kkkk~~ dan aku hampir lupa, skinship sekali-sekali itu wajar! Apa lagi hubungan kalian sudah 3 tahun, asalkan tidak berlebihan itu tidak apa-apa. Seperti aku dan poppa, tidak berlebihan #plakk *chu*

Donghae : Congratulation and Celebration ^^ Happy 3rd anniv KyuNara!! Longlast😀 aku harap kalian akan terus seperti ini *atau seharusnya aku bilang kalian harus lebih romantis? Lebih banyak skinship?* kkkkkk~ sejujurnya skinship itu mengasyikkan loh #plakk ^^ aku harap kalian menyukai hadiah dari kami ber empat ^^ ini usaha kami agar kalian lebih harmonis,hahaha. Aku tunggu makan-makannya ya ^^

Kyuhyun dan Nara tersenyum melihat kedua surat itu, memang mereka berempat lah yang mengetahui lika liku perjalanan asmara KyuNara. Walaupun memang KyuNara belum pernah mengenal kata ‘putus’ *dan aku berharap tidak akan ._.* KyuNara juga memiliki saat dimana mereka ‘down’. Dan keempat makhluk Tuhan yang paling sempurna tulah yang membantu mereka memecahkan masalah mereka. Dengan diam mereka melanjutkan acara dinner yang sempat tertunda. Setelah acara dinner Kyuhyun mengajak Nara duduk di bangku panjang dekat pantai dan membawa kembang api. Mereka duduk masih dengan diam, hingga mereka berkata bersamaan.

“Happy 3rd Anniv~” kata mereka bebarengan, mereka lalu tertawa  renyah.

“Semoga kita bisa awet sampai Kyuhyun Jr. terbentuk~ bahkan sampai anak dari Kyuhyun Jr. ada..” pandangan Kyuhyun menerawang jauh ke langit, Nara hanya menatap Kyuhyun dari samping.

“Aku harap apa yang di doakan onnie dan oppa bisa terkabul secara perlahan..” Kyuhyun menarik kepala Nara menyandarkannya ke bahunya.

“Aku tidak menyangka kita bisa melewatinya selama 3 tahun..” Nara mengangguk menyetujui perkataan Kyuhyun. Kyuhyun menyalakan kembang apinya lalu berteriak.

“HAPPY 3rd ANNIVERSARY KYUNARA~! LONG LAST KYUNARA~!!”

“I WILL ALWAYS BE ‘KWAN NARA SAYANG’ FOR ‘CHO KYUHYUN YANG TAMPAN’~~!!” mereka kembali tertawa ditengah ramainya suara kembang api.

-FIN-

24 thoughts on “-Contest Fiction- Let’s Go On Trip!

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. Author.. aku tau itu foto siapa yg dipake sebagai Nara.. namanya Park Bo Ram.. sjenis ulzzang.. tpi bukan ulzzang juga (?) mksdnya.. dia bukan ulzzang tpi dianggep ulzzang krn keimutannya.. hehee..aku slalu mampir ke DeviantArtnya dia buat ngliat foto2na yg bru.. imut2.. hehehe.. critanyaa kereeenn!!!!!!!!!!!!!!!!!!! aku sukaaa !!!!!

  3. yoonri kimmy itu rihyuk yg buat ff lee hyuk jae eunhyuk monyet nari-nari raja yadong itu bukan sih?? asix yee honeymoon k pattaya.. uda dibeliin cincin terus uda pikir kyuhyun.Jr tapi knapa mrk ga dibuat tidur sranjang aja sekalian?#plakk😄 gensi nara ama kyu kliatan bgt yah dicerita ini.. beneran mirip.. owww..asix rinwon ama jinhae ikutan ngeksis di sini loh.. ihhh.. TE.O.PE lah pokokny.. uhuy XDXDXD fighting!

  4. Ciecieee…. Happy 3rd anniv yaaah kyunara.🙂
    Longlast!
    Sumpah ini terakhirnya sweeeeettt bgt.
    Bener tuh kata jinhae, sekali2 skinship gpp laaah~😛

  5. Congratulation and Celebration…….=>>>>>brasa nyanyi bwt world cup…XDD
    kyunara ‘bulan madu’ d’pattaya,smoga cepat menghasilkan kyuhyun Jr…#plakk
    baik bgtz deh rinwon ma jinhae ngasih hadiah liburan*wink*
    aduh ntu jinhae couple nyuruh skinship mulu…#plakkk….*d’cecekyangpunyanama*^^V

  6. entah kenapa perasaannya aneh aja pas baca ff ini.. kekkekee~~~

    tapi bagus kok, bikin kyunara jadi agak romantisan ^^

  7. sumpah ini romantis bgt, iri bgt sama nara yang punya kyuhyun yang walau evil tapi care bgt :))) ditunggu ff kyunara lainnya, authornya lama-lama bisa nyaingin author resmi kyunara nih yam ampun bagus bgt ini

  8. happy 3rd anniversary kyunara !! \(^0^)/
    wowowooow…3 tahun deh evil couple bersama, yg awet-awet aja ya😀
    jinhae sama rinwon baik banget ngasih hadiah liburan di thai, nginep di hotel super mewah pula!
    pas bagian milih2 cincin jadi inget sama goguma couple, tp evil couple melakukan dengan cara mereka sendiri yg tentu saja lain daripada yg lain😀

  9. gahahah… pengen ih yang Kyu Naranya banyak skinshipnya… ^^ #plakk… *tossamaJinHae*
    Unnie Crystal bikin yaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s