-Contest Fiction- Entre Deux Balcons

Original Fanfiction by : Mya (@kamilaokta)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

***

{entre deux balcons.}

.: A KyuNara fanfiction :.

“Fuuh~”

Nara menguncir rambut panjangnya ke belakang, namun beberapa helai dibiarkan sedikit terurai. Ia membetulkan sepatu Nike running berwarna biru tosca-nya, kemudian memasukkan tas sport-nya ke dalam loker.

“Nara-ya! Ppaliwa!”, teriak salah satu temannya.

Nara segera mengambil stik hockey-nya dari dalam loker ruang ganti kemudian bergegas keluar. Ia berlari menuju lapangan tengah dan berbaur dengan rekan-rekan tim hockey putri Namsoon Highschool.

“Apakah sudah lengkap?”, tanya si pelatih, Han-sonsaengnim, dibalas dengan anggukan tim putri hockey.

“Baik. Sore ini kalian akan sparring bersama tim hockey putra, dan barangsiapa yang menang, saya akan membebaskan latihan selama satu minggu penuh. Setuju?”

Nara dan semua teman setimnya berlonjak senang. Memang, latihan fisik tim hockey sekolah ini terasa menguras seluruh tenaganya, dan bahkan sangat menyita waktunya. Bayangkan, tiap akhir minggu gadis itu harus tetap berada di sekolah hingga sore menjelang untuk latihan. Hampir saja seorang Kwan Nara stress berat gara-gara dia tidak bisa menaikkan level game RPG barunya (0__0). Waktunya tersita oleh latihan hockey karena sebentar lagi turnamen antar wilayah akan segera dimulai.

“Tim A bersiap. Kwan Nara, kau kaptennya.”

Nara mengangguk. Ia mengeratkan tali sepatunya, dan menarik napas panjang. Gadis itu kemudian berjalan menuju tengah lapangan, berjongkok dan meletakkan bola hockey lapangan di tengah hamparan rumput hijau itu.

“Wah, kau lawan sparring-ku kali ini? Aku tidak percaya.”

Nara mendongakkan kepalanya dan ia mendengus. “Memangnya salah?”, tanyanya sinis sambil berdiri kembali.

Laki-laki di hadapannya hanya tertawa, “Seperti biasa, kita taruhan. Siapa yang memenangi sparring ini, turuti semua permintaan sang pemenang.”

“… Terserah.”

Nara meninggalkan laki-laki itu dan segera bergegas menuju posisinya di bagian sayap kanan sebagai penyerang utama. Laki-laki yang tadi berbicara dengannya, Cho Kyuhyun, bersiap di tengah lapangan bersama teman timnya. Ia sedikit meregangkan tangan dan lehernya kemudian melempar senyum alias evil smile-nya pada Nara.

 Nara melenguh panjang dan kembali berkonsentrasi. Lelaki bernama Kyuhyun itu memang saingannya sejak mereka masih sekolah dasar. Tinggal bersebelahan rumah alias bertetangga bukannya memperlancar hubungan baik mereka, malahan perseteruan kian memburuk seiring waktu berjalan.

Cho Kyuhyun yang jenius dan Kwan Nara yang selalu pantang menyerah.

 Cho Kyuhyun yang jago olahraga apapun dan Kwan Nara si bintang lapangan.

 Cho Kyuhyun yang ramah dengan semua orang dan Kwan Nara yang mudah dekat dengan orang lain.

Entah kenapa, semua orang menginginkan hubungan baik terjalin di antara kedua manusia itu. Apabila itu benar adanya, pasti mereka akan dijuluki The Perfect Couple seantero sekolah.

Namun sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi.

Otak mereka sama-sama bebal dan benci kekalahan. Apabila Nara menang, Kyuhyun akan berusaha dengan cara apapun untuk kembali menyainginya. Dan apabila Kyuhyun mengungguli Nara, gadis itu itu akan semedi beberapa hari untuk kembali memenangkan persaingan.

Namun sepertinya pernyataan yang kedua lebih sering terjadi. Yup, Kyuhyun lebih sering menjadi si nomor satu, sedangkan Nara si nomor dua. Gadis ini sering merutuki dirinya sendiri dengan antrian pertanyaan seperti, ‘Cish~ Demi apa aku kalah lagi dengannya?’ dan ‘Aish, kenapa dia begitu jenius dalam soal pelajaran, sih?’

Dan entah mengapa, Nara sering berpikir, “Ya Tuhan, aku dosa apa sehingga aku harus terus satu sekolah dan satu kelas dengannya selama 12 tahun ini?”

Yup, mereka tidak terpisahkan selama dua belas tahun. Bahkan sekarang, mereka berada dalam satu klub yang sama, hockey lapangan. Apabila bukan karena permintaan sang pelatih yang sangat mempercayakan mereka sebagai ace kebanggaan sekolah, mereka pasti sudah keluar dari klub tersebut.

Nara sudah cukup bosan melihat laki-laki itu dari balik jendela kamarnya setiap hari. Dan Nara juga sudah bosan, tidak, sangat bosan malahan saat teman-temannya menyuruh Nara untuk berhubungan baik dengan Kyuhyun. Dan apabila teman-temannya mengungkit permintaan mereka itu lagi, Nara dengan sigap memberikan tatapan maut alias super death glare-nya terhadap mereka semua. Dengan sekejap, sosok Kwan Nara yang biasanya ramah akan berubah menjadi seekor monster yang siap memakan mangsanya kapan saja (0_0).

PRIIIIIIIIIIIT!

Suara peluit si wasit terdengar nyaring. Kyuhyun mulai menggeret bola hockey itu menuju wilayah pertahanan Tim A putri, yaitu tim Nara. Dengan gesit Nara berlari ke arah kiri lapangan, mencoba memecah serangan Kyuhyun. Ia melesat ke hadapan laki-laki itu dan menghadang gerakan Kyuhyun dengan stick-nya.

“Tidak kubiarkan kau lewat.”

“Ha? Memang kau bisa?”

Kyuhyun bergeser ke arah kanan, mencoba mnghindari kepungan Nara dan mencoba untuk memberikan bola itu pada rekannya. Namun Nara tidak kalah cepat, ia kembali berhasil mengunci pergerakan Kyuhyun. Laki-laki itu memainkan bolanya sebentar.

“Jangan anggap remeh aku, Cho Kyuhyun-ssi.”

Seorang Cho Kyuhyun tertawa kecil, dan kembali memampangkan senyum khasnya. Dengan cepat ia menggeret bola itu dengan keras, menyebabkan stick milik Nara terlempar ke arah kanan. Kyuhyun melesat meninggalkan Nara yang tengah meraih stick-nya kembali. Tidak sampai sepuluh detik, Kyuhyun berhasil menembus gawang tim putri dan ia pun disambut riuh para rekan timnya.

Nara berdecak kesal.

Cih, sampai kapan aku harus selalu kalah darimu, heh?

 —–

 “Aaaah~, demi apa uang bulananku terpotong lagi, hah?!”

Nara melenguh panjang penuh dengan rasa kesal. Ia memasukkan koin-koin ratusan won-nya ke dalam dompet warna kuningnya. Di belakangnya nampak sosok Kyuhyun yang sibuk melahap crepes yang baru saja dibelikan Nara.

Yap, untuk kesekian kalinya, Nara kalah lagi.

“Sabar, Kwan Nara. Sudah takdirmu untuk menjadi selalu nomor dua”, ujar Kyuhyun sambil menepuk-nepuk kepala Nara. Gadis itu hanya melempar tatapan tajamnya dan menyingkirkan tangan Kyuhyun dari kepalanya.

Aisssh~ Kenapa uangku yang terus menjadi korbannya sih? Kau itu menyusahkan, Cho Kyuhyun-ssi”, dengus Nara sambil berjalan meninggalkan laki-laki yang tengah menggigit crepes coklatnya itu.

Namja berbadan  jangkung itu pun berlari mengikuti Nara, mensejajarkan langkahnya dengan gadis yang bertubuh setinggi pundaknya itu.  “Hei hei, kan sudah kubilang tadi kita taruhan. Bukan sikapmu kan kalau kau tidak menepati janji?”

“Err~ Terserah kau, lah. Huh, seharusnya aku tidak menyetujuinya. Lembaran ribuan won tadi adalah uang terakhirku untuk minggu ini”, ungkapnya sambil melenguh panjang.

Kyuhyun hanya terkekeh sambil terus mengunyah snack itu. “Makanya, berusahalah lebih baik untuk mengungguliku, Kwan Nara.”

“Uuuh, kau sungguh menyebalkan”, Nara mempercepat jalannya dan meninggalkan laki-laki itu.

Perjalanan menuju rumah mereka dipenuhi oleh semua omelan Nara dan suara tawa kecil yang keluar dari mulut Kyuhyun. Tidak jarang tawa Kyuhyun itu menyebabkan pukulan kecil mendarat di pundak Kyuhyun atau sebuah jitakan diterima dengan baik di kepalanya.

“Heh! Bisakah kau sekali saja tidak memukulku, ha?”, ringis Kyuhyun sambil mengusap-ngusap dahinya.

Nara hanya membuka gerbang putih rumahnya dan menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun. “Enak saja. Kau tidak akan selamat dariku, Cho Kyuhyun! Selamanya!”

Baru saja Kyuhyun akan membalas perlakuan gadis itu, Nara sudah mengunci pagarnya dan berlari ke dalam rumahnya.

Aish, dasar gadis aneh. Apakah dia tidak memiliki sisi lembut, heh?”

 —–

 “Ya! Ya! Yaaaaaa! AAAH! Apa-apaan ini?!! AIIISH, jinjja!”

Kyuhyun hampir saja membanting stick PS3-nya ke lantai dengan keras, namun hal itu segera ia urungkan. Karena apabila hal itu ia lakukan, masalah baru akan muncul. Uangnya bulan ini tidak cukup untuk men-servis stick-nya yang rusak. Dan apabila benda itu rusak, Kyuhyun tidak bisa lagi bermain game di konsol favoritnya itu (-_____-).

TUKK. 

Sebuah benturan kecil terdengar dari arah jendelanya, tetapi Kyuhyun tidak sadar. Ia terus melanjutkan levelnya di game itu menuju level terakhir, level 99.

“Aiyaaaaaaaaaaa~! Igeo jeongmal! AAAH! Apa-apaan ini hah!”, teriaknya kesal.

TUKKK.

Benturan kedua kembali terdengar. Namun seperti tadi, Kyuhyun tetap memusatkan konsentrasinya pada layar tv LCD-nya.

TRRRT. TRRRT.

Tiba-tiba ponsel LG Lollipop warna biru Kyuhyun berputar-putar di sebelahnya. Sebuah nama terpampang pada layar flip ponsel itu. Kyuhyun mendesis kesal dan segera mem-pause permainan game-nya.

Ia membuka flip ponsel itu dengan emosi, “Ya! Apa-apaan kau, Kwan Nara?! Beraninya k–“

“SEHARUSNYA KAU YANG BERANI-BERANINYA MENGANGGU WAKTU BELAJARKU, CHO KYUHYUN! BISAKAH KAU DIAM SEBENTAR, HEH?!”

Teriakan Kwan Nara dari speaker ponsel tersebut langsung menusuk gendang telinga kanan Kyuhyun. Refleks ia langsung menjauhkan ponsel itu dari kupingnya. Dan anehnya, suara super keras gadis itu masih terdengar dalam radius satu meter (-_-)

Kyuhyun langsung berdiri dari bantal besarnya di lantai dan segera menggeser jendelanya dengan kasar. Terlihat sosok Nara dengan muka… ehm, menyeramkan, dengan ikat kepala yang melingkar di sekeliling dahinya. Gadis itu tengah berdiri dengan tangan kiri memegang batu kerikil kecil, dan tangan kanan yang memegang ponsel, terangkat menuju telinganya. Entah kenapa, sosok Nara kini makin terlihat ganas dan menakutkan di mata Kyuhyun.

“Err~ Mianhae?”, ucap Kyuhyun pelan sambil menutup flip ponselnya.

Nara hanya menatap Kyuhyun dengan evil glare-nya dan ia melenguh panjang. “Jangan kau rusak waktu tenangku, Cho Kyuhyun. Mentang-mentang nilaimu jauh di atasku, kau tidak berhak untuk mengganggu waktu belajarku, ARASSEO?!”, bentaknya kesal.

Kyuhyun menyenderkan badannya pada jendela balkonnya yang cukup besar itu, “Heh! Bisakah kau meminta tolong dengan cara yang lebih baik?! Kau tahu tata krama, kan? Dan perlu kau ketahui, sekarang sudah jam sebelas malam! Tidak baik seorang gadis berteriak-teriak malam-malam begini!”

“Memangnya kau tahu tata krama?! Apa-apaan seorang laki-laki umur 18 tahun berteriak-teriak jam segini gara-gara bermain game?! Seharusnya aku yang kesal terhadapmu!”, balas Nara tak kalah geram. Urat kesabarannya serasa mau putus.

Kyuhyun merengut kesal. Kadang ia bingung dengan gadis di hadapannya sekarang. Ia sama sekali belum pernah melihatnya menjadi seorang ‘wanita’ yang lembut. Nara selalu menjadi lawan debatnya di manapun dan kapanpun. Nara jugalah yang selalu membuat keributan di antara dua balkon ini.

Ck, sudahlah. Aku lelah berdebat denganmu terus”, ucap Nara sebelum membanting jendela besar balkonnya dengan keras. Kyuhyun sedikit tersentak dengan suara jendela yang tertutup dengan kasar, dan ia berniat untuk membalas omelan Nara. Namun ia urungkan niat itu. Tidak baik marah-marah di tengah malam begini. Dia hanya akan mendapat semburan omelan dari tetangganya yang lain saat esok tiba apabila ia terus membalas bentakan Nara.

Haishh, dasar gadis brutal”, ujarnya sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

Ia kembali menuju kamarnya dan mengunci jendela. Ia tidak lagi memikirkan game yang tengah ia mainkan. Kyuhyun malah mematikan konsol game-nya itu dan segera berbaring diatas tempat tidurnya. Matanya menerawang ke langit-langit. “Ah, ya. Besok ada tes matematika. Aku lupa.”

Kyuhyun bangkit dari ranjangnya itu dan mengambil catatannya dari dalam tas. Laki-laki itu mengambil pensilnya dan sedikit mengulang pelajaran yang akan diuji besok. Dengan mudah Kyuhyun mengerjakan soal-soal tersebut, namun setelah beberapa saat tiba-tiba sosok Nara terlintas di otaknya.

“Heh, kenapa tiba-tiba aku memikirkannya, ha?”

Laki-laki itu tidak menghiraukan pemikirannya, Ia terus berlatih kembali soal-soal yang telah dibahas, membolak-balikkan lembar demi lembar buku paket matematikanya, dan sesekali ia melihat buku kumpulan soal ujian yang terletak di rak sebelah meja belajarnya.

“Hoaaaaahm~”

Kyuhyun meregangkan tangannya dan menguap dengan lebar. Jam menunjukkan pukul setengah satu malam. Ini sudah lewat satu jam dari waktu biasa Kyuhyun mulai beristirahat. Ia segera merapikan buku-bukunya, namun cahaya yang menembus gorden kamarnya sedikit mengganggu perhatian Kyuhyun. Laki-laki itu mendekati jendela besar balkonnya dan menggeser sedikit tirainya.

Lampu kamar gadis itu masih menyala.

“Ha? Apa dia masih belajar? Sampai larut malam begini?”

Namja itu membuka gorden jendelanya lebih lebar. Kyuhyun melihat seperti ada siluet hitam dari sisi kiri kamar itu, di mana posisi meja belajar Nara berada. Ia tahu betul posisi kamar Nara beserta perabotan yang mengisi ruangan itu, mulai dari tempat tidur, meja belajar, lemari, hingga rak berisi komik-komiknya.

Walaupun mereka ini musuh bebuyutan, Kyuhyun pernah masuk ke dalam kamarnya beberapa kali, begitu juga dengan Nara.

“Ya! Kau itu laki-laki! Tidak pantas masuk ke dalam kamar seorang gadis!”

 “Enak saja! Kau itu mengambil buku walkthrough game-ku tanpa ijin! Di mana kau menyembunyikannya, heh?”

 Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 12 tahun melompat dari batang pohon yang berdiri kokoh di antara balkon itu ke balkon kamar milik Nara. Gadis itu berusaha menghadang Kyuhyun, namun usaha itu tidak berhasil. Kyuhyun mengobrak-abrik seluruh isi rak buku Nara hingga gadis itu berhasil menarik ujung kaos yang dikenakan Kyuhyun, dan pertempuran sengit pun terjadi.

 “Awas kau, Kyuhyuuuuuuun!”

 “Ya! Dasar gadis iblis!”

Kyuhyun terkekeh mengingat kejadian yang tiba-tiba muncul di kepalanya itu. ‘Dasar bocah’, pikirnya. Ia membuka jendelanya perlahan, dan duduk menyandar di jendela itu.

“Kyu! Cho Kyuhyun!”

Nara melempar beberapa kerikil kecil ke arah jendela kamar Kyuhyun. Namun batang hidung laki-laki itu tidak kunjung muncul. Gadis ini terus melempar kerikil-kerikil kecil tersebut,

 “Kyu! Cho Kyu–“

 BLETAKK.

 “HAISH! Nara-ya! Stop stop! Apa-apaan malam begini kau melempar benda itu ke kamarku, hah?”

 Tanpa disadari, Kyuhyun telah membuka jendelanya dan kerikil itu pun langsung mengenai dahi Kyuhyun. Nara langsung menghentikan kelakuannya itu dan menyengir tanpa rasa bersalah. “Ehehehe, mianhae.”

 “Cish, ada apa? Cepat katakan! Aku baru saja mau tidur, kau tahu?”

 “Ajari aku soal ini!”, ujar Nara sambil berusaha menaiki batang pohon itu dengan kertas di tangan kirinya. Namun dengan cepat Kyuhyun menghentikannya, “Yak! Stop di situ! Kau itu seorang perempuan, tidak pantas manjat-manjat batang pohon seperti ini!”

 Nara mengerutkan dahinya, “Apa pedulimu? Sudahlah, jarak balkon ini kurang dari lima meter! Dan dalam hitungan detik aku akan sampai ke sana!”. Dan benar, dalam hitungan tujuh detik, si tomboy Nara sudah melompat ke arah balkon Kyuhyun dan duduk di sana.

 “Kau masih sadar, kan? Jangan tidur dulu! Ajari dulu aku materi ini! Besok ujian akhir, dan aku belum begitu mengerti”, ucap Nara sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka ngantuk Kyuhyun. Mata Kyuhyun sudah berat, maklum, sepulangnya ke rumah tadi, dia langsung belajar hingga malam tiba.

 Laki-laki itu sedikit mengomel karena waktu istirahatnya terganggu, namun cubitan Nara yang mendarat di lengan kiri atas Kyuhyun berhasil membuatnya kembali ke dunia nyata.

 “Aiyayayayayyaya~! Stop! Arasseo, arasseo!”, ringis Kyuhyun sebelum dia mengambil kertas yang dipegang Nara. Gadis di hadapannya itu hanya tersenyum polos seperti tidak ada yang salah dengannya, padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam (-_-). Gadis ini memang aneh. Umurnya sudah lima belas tahun, tapi kelakuannya mirip balita.

Kyuhyun melenguh panjang, menarik napas dalam-dalam dan menghirup banyak udara malam yang cukup dingin. Ia memandang kembali jendela balkon Nara. Tampaknya gadis itu masih setia duduk di depan meja belajarnya.

“Hei hei, menurutmu, baju ini bagaimana?”

Kyuhyun yang duduk di pagar balkon itu meletakkan majalah yang baru saja dibacanya di atas pangkuannya. Matanya tertuju pada Nara yang tengah berdiri di balkon milik gadis itu, mengenakan baju yang baru saja dibelinya untuk pesta Sweet Seventeen teman baiknya nanti.Oke, jarang-jarang Nara menggelar ’fashion show’ seperti ini (.___.)

 “…Bagus… Sepertinya?”, jawabnya bingung.

 “Hmmm… Tunggu. Lima menit.”

 Nara kembali masuk ke dalam kamarnya, dan dalam hitungan empat menit 57 detik, dia kembali keluar balkon dan menunjukkan dress yang ia dapatkan dari orang tuanya minggu lalu.

 “Bagaimana?”

 “Euh… Oke…?”, jawabnya lagi dengan ragu-ragu. Seorang Kyuhyun bukanlah orang yang peduli tentang fashion atau apalah yang berhubungan dengan dunia itu.

 “Ck. Tunggu lima menit lagi.”

 Nara lagi-lagi masuk ke kamarnya. Selang beberapa waktu, ia keluar dan memakai satu lagi dress yang berbeda dengan kedua dress sebelumnya.

 “Eotthae?”

 “Ehm… Begini… Kau masih punya bon baju-baju itu?”

 “Emm~, ya. Aku punya. Memang kenapa?”

 “Kalau begitu sebaiknya besok kau kembalikan semuanya ke toko di mana kau membelinya. Jujur saja, semua dress itu membuatmu terlihat super gemuk.”

 Dan tanpa Kyuhyun sadari, lemparan kamus tebal bahasa Inggris sudah melayang menuju kepalanya.

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan mengambil ponselnya. Ia mengetikkan beberapa kata pada tetangga ‘sesama iblis’-nya itu.

To        : Kwan Nara.

Jangan terlalu lelah, pikirkan kesehatanmu baik-baik.

Aku tidak ingin melihatmu sa_

 

Aish, aku ini mengetikkan apa, sih? Memangnya aku ini siapanya, heh?”, rutuknya. Ia menutup kembali ponselnya dan melemparnya ke atas ranjangnya. Sesaat kemudian ia melempar sebuah kerikil kecil menuju ujung atas jendela balkon Nara.

TUKK.

“Jangan terlalu lelah!”, ujarnya pelan, namun ia yakin kalau Nara bisa mendengarnya apabila gadis itu masih terjaga. Kyuhyun tersenyum tipis, dan ia langsung beranjak menuju tempat tidurnya, mengistirahatkan badannya yang kini mulai memaksanya untuk segera berbaring di atas kasur empuk tersebut.

—–

 “Haa~ TCHII ! Aigooo~”

Nara yang sedang berjalan menuju ruang loker sekolah bersin untuk kesekian kalinya pada hari ini. Ia mengeluarkan selembar tissue dari satu pak tissue yang sengaja ia bawa. Ia menempelkannya ke hidung mungilnya, dan dia pun bersin-bersin kembali.

“Kau kenapa?”

Seseorang menyapanya ketika Nara hendak mengeluarkan beberapa bukunya. “Entah. Dari tadi pagi aku pilek, tenggorokanku agak sakit, plus bersin-bersin melu– HATCHHIII~!”

Laki-laki yang berada di sebelahnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Semalam kau tidur jam berapa, ha?”

“Err~ Jam dua?”

PLETAKK.

“Heh! Apa-apaan kau, Cho Kyuhyun?!”, omel Nara sambil mengelus-ngelus dahinya yang baru digetok Kyuhyun. Suaranya terdengar sedikit serak.

Laki-laki itu melenguh, “Pikirkan kesehatanmu, Kwan Nara! Kau tahu kan kalau badanmu itu bakal tumbang kalau kau kelelahan? Sekarang ini petengahan musim gugur, dan semalam kau tidur jam dua?! Aissh, kau itu keras kepala, ya? Udara malam itu sungguh tidak baik untuk tubuhmu yang mudah nge-drop!”

Nara membetulkan posisi kacamatnya, “Itu gara-gara kau yang mengganggu waktu belajarku dengan suara bisingmu itu, Kyuhyun-ssi. Aku jadi harus menambah waktu belajarku, kau tahu? Dan sejak kapan kau tahu aku bakal langsung sakit kalau kelelahan?”

Ya~ Kau itu tetanggaku lebih dari sepuluh tahun! Jarak kamarmu hanya lima meter! Aku bisa melihatmu dengan jelas setiap kau terbaring lemas di tempat tidurmu sehabis latihan olahraga tanpa henti ataupun kegiatanmu yang menggunung itu!”, jawab Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk muka Nara.

Nara menatap Kyuhyun dengan tatapan heran, “Itu kulakukan karena aku ingin mengalahkanmu, Cho Kyuhyun. Kau tahu kan kalau aku belum pernah sekalipun menang atas dirimu di bidang eksakta? Pertanyaan terakhir, apa pedulimu kalau aku sakit, ha?”

Kyuhyun menarik napasnya dalam-dalam, “Sebegitu pentingnya-kah hal itu dibanding kesehatan dirimu sendiri? Kalau kau benar berpikir seperti itu, neo jeongmal babo-ya, Kwan Nara-ssi. Dan…”

Aku peduli dengan keadaanmu.

Euh… Mukamu merah, dan aku yakin sebentar lagi kau akan demam”, lanjut laki-laki itu, berusaha tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Nara menyentuh keningnya dengan telapak tangan kanannya. Memang, temperatur badannya sedikit lebih tinggi dibanding biasanya. Dia juga sedikit merasa sedikit pening. Tapi untunglah, saat tes matematika tadi, pikirannya masih berjalan mulus. Mungkin hanya satu atau dua soal yang tidak bisa ia kerjakan dari 30 soal yang ditanyakan.

“… Ya sudah. Bilang pada Han-sonsaengnim aku izin latihan. Aku ingin beristirahat”, ucap Nara sambil mengunci lokernya sebelum ia pergi meninggalkan Kyuhyun. Laki-laki itu hanya terdiam sambil melihat sosok Nara yang berjalan menuju keluar gedung sekolah dengan langkah yang agak lambat.

Kyuhyun melenguh panjang sebelum dia menyampirkan tas selempang coklatnya pada bahu kanannya, dan berjalan menyusul Nara.

“Sedang apa kau mengikutiku? Bukannya kau ada latihan?”, tanya Nara dengan suara yang serak. Kyuhyun yang berjalan sejauh dua meter di belakang Nara memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket baseball birunya, “Kau lupa? Timku dibebaskan latihan selama seminggu karena aku berhasil mengalahkan tim kalian.”

Nara berdecak dan menghentikan langkahnya, “Ck. Aku lupa”. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku sweater-nya dan menghubungi sahabat sekaligus rekan tim hockey-nya, Soohyun.

“Soohyun-ah? Ya… Err~ ya, aku izin latihan sekarang. Sepertinya aku sakit gara-gara belajar semalaman kemarin. Ne… Tolong titip salamku pada Han-sonsaengnim, ara? Ne… Oke. Geomawoyo, Soohyun-ah”.

Gadis itu kembali memasukkan handphone LG Lollipop merahnya ke dalam saku. Ia kembali berjalan menuju rumahnya, diikuti oleh derap langkah Kyuhyun.

Sepanjang empat blok perjalanan, keheningan menyelimuti mereka berdua. Tidak ada topik yang menurut mereka menarik untuk dibicarakan. Atau mungkin mereka sedang malas untuk mengeluarkan suara mereka.

Kyuhyun hanya memperhatikan gadis itu dari belakang dan sesekali ia melihat sekeliling. Di depannya, Nara terus melangkahkan kakinya dengan sedikit malas, karena badannya sedikit lelah. Sesekali ia kembali mengeluarkan tissue-nya karena sekarang sumbatan di hidungnya mulai memburuk.

“Kyu…”

Kyuhyun menghentikan gerak kakinya dan melirik gadis di depannya. “Mwo?”

Sekarang mereka tepat di depan sebuah taman. Terlihat beberapa anak kecil yang bermain dengan lincahnya di arena bermain kecil di dama taman itu.

Lemon tea.”

“Ha?”

“Bisakah kau belikan aku hot lemon tea dari mesin penjual minuman otomatis itu?”, tunjuk Nara pada sebuah mesin di ujung jalan.

Mwo?! Kenapa aku–“

“Tolong.”

Nara kini memutar badannya, dan ia sekarang bertatap muka dengan Kyuhyun. Muka Nara terlihat sangat lelah. Matanya sayu –tanda bahwa kini badannya mulai terserang demam. Napasnya juga mulai sedikit berat.

“Astaga, Nara-ya… Tuh, sudah kubilang kan? Mukamu pucat!”

Nara mendesis, “Aish, bisakah sekali ini saja kau tidak mengeluarkan suara kerasmu? Yang kau lakukan hanya membuat kepalaku makin sakit”, ucap Nara seraya ia berjalan mendekati sebuah bangku kayu di taman tersebut. Kyuhyun berjalan di sebelahnya, berjaga-jaga apabila gadis itu tiba-tiba terjatuh atau pingsan atau apapun itu.

Nara duduk di kursi panjang itu dengan tangan bertumpu di kedua pahanya, menopang kepalanya yang mulai terasa berat dan pening. Ia memijit-mijit dahinya pelan, berusaha menekan rasa nyeri yang mulai menusuk kepalanya itu.

“Tunggu di sini, aku akan membelikan lemon tea itu”, ujar Kyuhyun sambil membuka jaketnya dan menyampirkannya pada tubuh Nara.

Cish~ Aku tidak butuh i–“

“Pakai. Atau kau akan tahu akibatnya.”

Nara mengerucutkan bibirnya, tapi pada akhirnya ia memakai juga jaket milik Kyuhyun. Laki-laki itu kemudian mengeratkan syal yang dari tadi dipakai Nara kemudian berdiri di hadapan gadis itu. “Tidak apa-apa kutinggal sebentar?”

Nara mengangguk kecil.

“Kalau ada apa-apa, teriak saja. Arasseo?”

“…Ne.”

Kyuhyun menepuk pelan kepala Nara sebelum ia berjalan menuju mesin penjual minuman yang terletak 20 meter dari taman tersebut. Ia memasukkan dua buah koin seribu won-nya, kemudian menekan tombol untuk memesan hot coffee dan hot lemon tea yang dipesan oleh Nara.  Dua kaleng minuman itu pun keluar, dengan cepat Kyuhyun mengambilnya dan kembali menuju tempat Nara berada.

Igeo”, ujar Kyuhyun sambil menyodorkan kaleng hangat itu.

Geomawoyo, Kyu…”

 Nara membuka pengunci botol itu, dan meneguk sedikit demi sedikit minuman lemon tea tersebut hingga habis. Kyuhyun duduk di sampingnya, dan mata laki-laki itu tidak pernah terlepas dari gerak-gerik gadis itu. Mukanya sedikit memperlihatkan rasa cemas dan khawatir.

“… Kyu…”

Laki-laki yang sedang menyesap kopi hangatnya itu menoleh. “Ya?”

“Aku… pusing.”

Kyuhyun melempar kaleng kopinya yang telah kosong ke tempat sampah, kemudian ia berdiri di depan Nara. Ia sedikit menunduk dan menyentuh dahi Nara.

“Ya Tuhan… Kau demam…”

Nara hanya mengangguk kecil kemudian ia membuang kaleng kosongnya. Ia menyampirkan tasnya ke pundak kanannya dan berdiri dari bangku itu.

“Kau yakin bisa berjalan sendiri?”

Babo. I’m not that weak.”

Kyuhyun hanya bisa melenguh panjang menghadapi sifat keras kepala gadis itu. Dia tahu betul kalau keadaan Nara sekarang benar-benar drop. Namun Kyuhyun tidak akan memaksa, karena hal itu bisa saja menyulut kembali perseteruan kecil di antara mereka, dan mungkin ini bisa memperburuk kesehatan Nara untuk saat ini.

Nara berjalan dengan lambat, lebih tepatnya langkah gadis itu terlihat sedikit oleng. Kyuhyun makin merasa was-was saat gadis itu tiba-tiba berhenti dan kembali memijit ubun-ubun kepalanya.

“Errrrh~ Dasar gadis keras kepala”, ucap Kyuhyun sambil berdiri membelakangi Nara, kemudian ia berjongkok di hadapan gadis itu.

“Apa-apaan kau?”, tanya Nara pelan.

“Naik.”

“Hah?”

“Kubilang naik”, sekarang Kyuhyun menoleh ke arah Nara. Ia melemparkan tatapan sinisnya, memaksa gadis itu untuk naik ke punggungnya.

“Punggungmu? Memangnya badanmu yang kurus kering itu bisa mengangkatku, ha?”, tanya Nara sambil menunjuk Kyuhyun.

Aiiish, cerewet. Cepat naik! Kalau tidak, aku doakan hasil tes matematikamu tadi bernilai sangat buruk dan aku bersumpah akan melempar PSP-mu dari puncak sekolah ke lapangan tengah.”

YA! Kau–“

“NAIK!”

Nara mendecakkan lidahnya kesal. Perlahan ia mendekati Kyuhyun dan mulai menaiki punggungnya. Ia melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun dan laki-laki itu pun berdiri tegak kembali.

“… Berat?”

Kyuhyun yang tengah berjalan itu tertawa kecil, “Sangat. Berat badanmu naik berapa puluh kilo, heh?”

Nara mendesis kesal. Ia kemudian memperkuat pegangannya, ehm, lebih tepatnya mencekik leher Kyuhyun dengan kedua lengannya. Walaupun ia tengah sakit, tapi tenaga iblisnya tetap terjaga dengan baik (-__-). Kyuhyun sontak menghentikan langkahnya, dan napasnya mulai terasa sesak.

“YA–! NAR– UHUUUUUUUUK–KK! LE…PASSSSSSSSSS~”

“Minta maaf!”

“AKH-U— … MIN–AFF—“

“Apa? Katakan lebih jelass~”

“MA-AAAAAAAAF!”

Akhirnya setelah beberapa detik Nara melonggarkan kedua lengannya pada leher Kyuhyun, dan laki-laki itu terbatuk beberapa kali. Orang-orang yang berjalan di sekitar mereka menatap heran kedua manusia itu. Mungkin sebagian dari mereka berpikir kalau Nara-Kyuhyun adalah sepasang kekasih, tetapi nampaknya ada yang salah dari dua orang itu. Mana ada seorang gadis mencekik pacarnya sendiri saat ia digendong, terlebih lagi ini di tempat umum?

“GILA! Kau mau membunuhku, heh?”, ucap Kyuhyun sambil sedikit memutar kepalanya ke arah Nara.

Gadis itu hanya membuang mukanya, “Makanya jangan berbicara yang aneh-aneh.”

Kyuhyun mendengus kemudian melanjutkan langkahnya menuju rumah Nara. Tidak ada lagi omongan di antara mereka berdua sampai Kyuhyun sampai di depan rumah perempuan itu. Kyuhyun menatap lurus ke depan, sedangkan Nara… Tampaknya gadis itu sangat kelelahan.

“Hei, Nara-ya. Kita sudah sampai…”

Kyuhyun menggoyang-goyangkan tubuhnya pelan. Tetapi suara dengkuran kecil dan pelan terdengar oleh kedua telinga Kyuhyun. Gadis itu terlelap.

Haaah~… Dasar menyusahkan.”

Kyuhyun membuka pagar rumah Nara, kemudian ia mengetuk pintu depan rumah tersebut. Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka, dan ibu Nara sedikit terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.

Omoo~ Apa yang terjadi dengan anakku, Kyuhyun?”, tanyanya cemas.

“Sepertinya Nara kelelahan, ahjumma. Badannya demam, dan sepertinya ia terkena flu”, jawabnya sambil tersenyum kecil.

“Astaga, Nara~ Ya sudah, bisa tolong bawa dia ke atas? Ahjumma akan membuatkanmu minuman dulu.”

“Ah, tidak usah repot-repot, ahjumma.”

Ibu Nara itu hanya tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Kyuhyun. “Tidak apa.”

Kyuhyun balas menyunggingkan senyumnya dan mengangguk. Ia melepaskan sepatunya dan sepatu Nara, kemudian menggendong gadis itu hingga sampai di kamarnya di lantai dua. Kyuhyun memutar kenop pintu kamar Nara perlahan, kemudian ia membaringkan Nara di atas tempat tidurnya. Laki-laki itu melepas kacamata yang Nara pakai, kemudian menarik selimut berwarna broken white itu hingga sampai ke leher Nara.

Kyuhyun melihat sekeliling. Kamarnya tidak berubah. Ia melihat tumpukan buku pelajaran yang sedikit berantakan di atas meja belajar gadis itu, menandakan bahwa Nara benar-benar menghabiskan malamnya untuk belajar. Ia menarik kursi di dekat meja dan duduk di atasnya. Tangannya meraih sebuah bingkai foto di atas meja belajar Nara.

 Sebuah foto dirinya dan Nara ketika Kyuhyun berhasil meraih medali emas di sebuah kompetisi SAINS.

Ia masih ingat ekspresi kekesalan Nara ketika mengetahui kenyataan bahwa Kyuhyun lagi-lagi memenangkan taruhan. Nara akhirnya membuka lagi tabungannya dan mentraktir Kyuhyun selama tiga hari penuh.

Tetapi Nara juga membelikan sebuah jaket baseball berwarna biru sebagai hadiah atas berhasilnya Kyuhyun di kompetisi tersebut. Dan Kyuhyun hampir saja menganggap gadis itu sudah gila, karena jarang sekali Nara berbuat baik terhadapnya, apalagi membelikannya sebuah hadiah.

Yap, jaket Kyuhyun yang sekarang tengah dikenakan Nara adalah hadiah dari gadis itu.

TOKTOK.

Ibu Nara masuk ke dalam kamar anaknya setelah mengetuk pintu itu beberapa kali, dengan nampan berisi dua gelas cokelat panas dan sebaskom air dingin beserta lap di tangannya. Kyuhyun menaruh kembali pigura foto itu di meja Nara dan mengambil nampan tersebut. Ibu Nara mengecek keadaan Nara, dan ia melenguh panjang.

“Nara-ya… Dia itu terlalu kelelahan. Sesampainya di rumah, ia langsung mandi dan makan, kemudian kembali ke kamarnya dan belajar hingga larut. Entah apa yang ia pikirkan sampai kesehatannya sering sekali drop.”

“Benarkah?”

Ibu Nara hanya mengangguk, “Benar. Dan… Oh, ya, Kyuhyun. Ahjumma mau memasak bubur untuknya dulu. Nanti kau makan malam di sini saja, ara?”

Ahjumma… Tidak usah repot-repot. Aku sungguh merasa tidak enak…”, ujar Kyuhyun sambil menggaruk-garuk kepalanya sendiri.

“Sudahlah, tidak apa-apa. Kau sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Tolong jaga dia sebentar, ya?”

Kyuhyun mengangguk dan akhirnya Ibu Nara pun keluar dari kamar Nara. Beberapa saat kemudian, ia mengambil lap di meja Nara dan memasukkannya ke air dingin dalam baskom, memerasnya, kemudian meletakkannya di atas dahi Nara dengan pelan.

Ia meraih segelas cokelat panas itu dan mulai menyeruputnya. Kyuhyun duduk di kursi belajar milik Nara, dan menatap wajah gadis yang tengah tertidur pulas itu.

Neo jeongmal babo-ya, Kwan Nara.

 “Sebegitu pentingnyakah kau bisa memenangkan taruhan di antara kita? Gadis bodoh…”

Kyuhyun berdiri dari kursinya kemudian melihat-lihat isi kamar Nara. Ia membolak-balik kertas yang sedikit berserakan di atas meja. Isinya penuh dengan angka-angka dan coretan. Tampaknya gadis itu bersungguh-sungguh untuk bisa mengerti matematika.

Di dinding kamar gadis itu tertempel foto-foto saat dirinya masih kecil hingga sekarang. Gambar Nara kecil bersama kedua orangtuanya, foto saat ia bersama teman-teman baiknya, foto dengan rekan tim hockey-nya, dan foto Nara dengan Kyuhyun saat mereka lulus SMP dengan nilai terbaik.

Kyuhyun terkekeh mengingat kejadian itu. Nilai kelulusan mereka persis sama, dan mereka berdua hanya bisa melongo tidak percaya saat itu. Baru kali itu tidak ada yang menang atau yang kalah dalam taruhan mereka.

Namja berambut coklat kehitaman itu berjalan mendekati balkon Nara dan menggeser sedikit tirainya. Dengan jelas ia dapat melihat balkon miliknya sendiri di seberang tempat ia berdiri sekarang.

Ia baru menyadari, ternyata kedua balkon ini sangat dekat. Kyuhyun melirik sudut luar balkon Nara. Terlihat beberapa tumpuk kerikil kecil. Barang-barang itu merupakan media untuk memanggil Kyuhyun untuk keluar ke balkonnya apabila Nara butuh sesuatu.

Yah, walaupun mereka ini rival, toh, pada dasarnya mereka ini saling membutuhkan.

“Kyuhyun?”

Kyuhyun menoleh pada pintu masuk kamar Nara. “Oh, ahjumma?”

Ibu Nara tersenyum, “Bagaimana keadaan Nara?”

“Ia masih tidur. Sepertinya ia sangat kelelahan.”

Ibu Nara hanya mengangguk dan duduk di pinggir tempat tidur Nara. Ia mengelus kepala anaknya itu dengan lembut.

“Oh, ya, ahjumma. Saya harus pulang, banyak tugas yang harus kukerjakan. Tidak apa-apa kan?”, tanya Kyuhyun sambil menyampirkan kembali tas selempangnya.

“Benarkah? Kau tidak mau makan malam di sini?”

“Bukannya tidak mau, tetapi di rumah masih banyak tugas dan laporan yang harus dikumpulkan besok. Maaf, ahjumma.”

“Tidak apa-apa. Terima kasih sudah mengantar anak ini pulang, ya?”

Ne, ahjumma. Kalau begitu saya pamit dulu.”

Kyuhyun membungkuk dalam sebelum ia menempatkan kembali pandangannya ke arah Nara. “Cepat sembuh, Kwan Nara.”

 —-

 Kyuhyun tengah sibuk mengerjakan laporan laboratoriumnya yang menumpuk. Ia terus berkutat dengan jurnalnya dan tangannya masih sibuk dengan keyboard pada Macbook putihnya.

TUKK.

 Sebuah benturan terdengar dari arah balkon. Kyuhyun menoleh ke arah suara itu berasal dan bangkit dari kursi belajarnya. Ia membuka jendela besar balkon itu dan melihat sosok Nara yang dibalut dengan beberapa lapis sweater dan sebuah beanie berwarna cokelat.

“Kau sudah sembuh?”

“Lumayan. Tapi kepalaku masih berat…. Oh, ini.”

Nara melemparkan jaket biru Kyuhyun dan berhasil ditangkap dengan satu tangan Kyuhyun. “Terima kasih jaketnya”, ucap Nara sambil tersenyum tipis. Kyuhyun mendekatkan jaket itu ke arah hidungnya dan ia mengerutkan alisnya, “Ukh. Bau keringat.”

Saat Nara akan melempar kerikil itu ke arah Kyuhyun, dengan cepat Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya, “Bercanda! Dasar, walaupun kau sakit, kau tetap saja si ratu iblis.”

Nara hanya menyeringai, “Sakitku tidak akan mengubah sikapmu padamu, Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun hanya mendesah lega karena sambitan kerikil itu tidak jadi mengenainya. “Sudah, beristirahatlah yang banyak, Kwan Nara. Aku tidak ingin mendengarmu sakit lagi.”

“Wuah~ Sejak kapan tuan Cho Kyuhyun menjadi perhatian begini? Apakah sekarang giliranmu yang demam, ha?”

Aissh, apa salah? Sekarang cepatlah masuk! Anginnya dingin, bisa-bisa keadaanmu nge-drop lagi!”, lanjut Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh Nara masuk kembali ke kamarnya.

“Yayaya, cerewet.”

Saat Kyuhyun akan masuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba Nara memanggilnya kembali.

“Kyuhyun?”

Laki-laki itu menoleh, “Mwo?”

“Sekali lagi terima kasih telah mengantarku pulang tadi. Maaf merepotkan. Aku.. sangat menghargainya”. Nara menyuggingkan senyumnya ke arah Kyuhyun, yang sukses membuat laki-laki di seberangnya itu menaikkan sebelah alisnya. Jarang sekali gadis ini tersenyum dengan tulus terhadapnya.

“Sama-sama. Sekarang tidurlah, Kwan Nara”, balasnya sambil tersenyum.

Algesseumnida. Terima kasih atas perhatianmu, Cho Kyuhyun.”

Dan dengan omongan Nara yang terakhir itu, gadis itu kembali masuk ke dalam kamarnya dan menutup jendela besar balkonnya. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama, ia masuk ke dalam kamarnya, namun ia tidak langsung menutup jendelanya.

Ia memperhatikan balkonnya dan balkon milik Nara.

Yah, tempat ini memiliki sejuta momen yang tertulis dengan baik dalam memori Kyuhyun. Saat Kyuhyun melihat Nara untuk pertama kalinya, saat mereka berseteru masalah game ataupun pelajaran, saat Kyuhyun menerobos masuk ke dalam kamar Nara, saat Nara melempar senjata kerikilnya ke arah Kyuhyun, saat Kyuhyun dipaksa menilai gaya berpakaian Nara, dan saat mereka berdua saling mengobrol tentang apapun di antara dua balkon ini.

Tanpa sadar, tempat ini sudah membiarkan mereka berdua mengenal pribadi masing-masing.

Kwan Nara yang sadis dan menyeramkan, namun di sisi lain ia bisa saja bersikap ramah dan baik. Gadis yang cukup pandai dan bersahabat, namun apabila sesuatu mengganggunya, mood-nya bisa langsung turun dan aura hitam mulai terlihat di sekelilingnya.

Cho Kyuhyun si jenius dan si game expert. Laki-laki yang bisa membuat jengkel Nara tanpa lihat situasi dan kondisi, sekaligus laki-laki yang bisa menenangkan emosi Nara apabila gadis itu tengah ada masalah.

Yah, tempat ini sangat berharga. Dan mungkin mereka menyadari sebuah perasaan sudah tumbuh di antara mereka sejak dulu.

Apakah itu?

Entahlah, sepertinya mereka malas membicarakannya, apalagi mengakuinya.

{the end.}


92 thoughts on “-Contest Fiction- Entre Deux Balcons

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

    • pacaran yah?
      hmmm aku juga pertamanya mikir kayak gitu, tapi bakal ketebak banget ^0^

      thanks for reading btw🙂

    • iya dong, KyuNara giru lho, beda dari yang laen!
      gengsi sama jaimnya tinggi buanget -_____-
      salut sama Icha eonni yang udah buat fiction couple se-ajaib mereka!

      thanks for reading!

    • sesungguhnya mereka itu manis lho di mata saya fufufufufufu~
      seiblisnya mereka itu, tetep aja saling sayang (kyaaaah~ so sweet)

      thanks for reading!

  2. IGE MWOYA? Harus’a jadian dunk! Hrus’a ada kata2 ‘saranghae’ yg nyempil! Haru’a.. *disumpel author*

    Hockey itu maenan yg gmana sh? Ga tw. Tw’a badminton TOT *ktauan bego’a*

    Overall suka kok. Cma agk ‘dikit’ bosen ja. Mending di bnyakin dialog dripda pemaparan. Hehe.. Cma saran.
    DAN HEBATNYA, GA DA TYPO SAMA SEKALI! Daebak!😄

    • waduuuh, aku gak bisa bikin momen romantis di antara dua manusia ini heuum -__-
      jadi kalau bilang saranghae atau jadian., entah kenapa aku rada susah ngebayangin ekspresi Kyu atau Nara-nya weheheheheh >.<

      hockey ituuuu, emmmm~ cari di google deh, susah ngejelasinnya saya fufufu~

      makasih banget sarannya ya, berguna banget buat aku nih!
      oh ya, itu ada typo lho, coba cek lagi hayoooooo~

      tahnks for reading and commenting😀

  3. hey, I LOVE this kind of fanfiction!
    wah, author beruntung ya, punya reader yang bisa bikin FF macam gini X3

    saya lebih berselera kehidupan yang condong ke school life,
    kesan imajinasinya menurutku lebih terasa <<terpengaruh drama school
    keke, selera saya,
    tapi buatan icha juga bagus kok :3
    engga kalah tegang (?)

    same comment:
    I LIKE the banner! <33

    wah, disini Nara jadi rival sejati Kyu -,-
    engga jauh-jauh ye

    “Ajari aku soal ini!”, ujar Nara sambil berusaha menaiki batang pohon itu dengan kertas di tangan kirinya.
    whoa, whoa O.o Nara jadi tomboy begitu,
    ya ampun, ini Nara jaman SMP? ckck

    “Kalau begitu sebaiknya besok kau kembalikan semuanya ke toko di mana kau membelinya. Jujur saja, semua dress itu membuatmu terlihat super gemuk.”
    sumpah, disini Kyu jahat sekali T_T

    ngomong-ngomong, jendela kalian dilempari kerikil,
    engga pecah? O.O
    dari dulu lo. kaca kan jendelanya? kaca apaan? anti peluru?

    ah, matik… Jum’at ini aku tesnya _._ #curhatanseorangreader

    Kyuhyun melempar kaleng kopinya yang telah kosong ke tempat sampah, kemudian ia berdiri di depan Nara. Ia sedikit menunduk dan menyentuh dahi Nara.
    EHM. khawatir, mas Kyuhyun?
    (yaiyalahgimanaenggakhawatirtibatibaorangdisebelahmubilangpusing)

    Kwan Nara yang sadis dan menyeramkan, namun di sisi lain ia bisa saja bersikap ramah dan baik. Gadis yang cukup pandai dan bersahabat, namun apabila sesuatu mengganggunya, mood-nya bisa langsung turun dan aura hitam mulai terlihat di sekelilingnya.
    whoa, the real witch .__.

    Cho Kyuhyun si jenius dan si game expert. Laki-laki yang bisa membuat jengkel Nara tanpa lihat situasi dan kondisi, sekaligus laki-laki yang bisa menenangkan emosi Nara apabila gadis itu tengah ada masalah.
    jeongmal? bukannya makin memperparah keadaan? :))

    • sama!
      tos! *highfive*

      aku juga suka banget genre AU school life, rasanya lebih ngena sama kehidupan saya sendiri sebagai anak SMA ahahahahahay😀
      makasih udah suka banner-nya ya, Shinningdiamond~

      Iya tuh, Kyu jahat banget sama Nara. Woy Kyu! SIni kamu! *narik kaos Kyuhyun*
      Oh iya, kaca jendela mereka engga pecah kok, kan yang dilempar kerikil berdiameter kurang dari satu cm, bukan batu segede gaban ahahahaha :DD

      thanks for reading and commenting🙂

  4. aigoo~ FF nya mantap *acungin seribu jempol* (?) woah~ sama kaya yg lain, kirain jadian… tapi gpp deh, keren ^^.

    • mantap? makasih banget *deep bows*
      iya nih, banyak yang kira mereka bakal jadian kekekekek~

      thanks for reading!

  5. Kyunara, Kyunara…evil sama gengsinya bener2 nggak ketulungan sampai kapanpun dan
    dimanapun -___-”
    di balkon banyak kenangannya yaa, wuuaaa…so sweet😀 coba mereka punya kenangan jadian di balkon wkkkkkk~😀

    • hihi memang mereka itu ga ada yang ngalahin soal gengsi!
      the evil couple forever!

      iya nih, di balkon banyak kenangan ya?

      thanks for reading and commenting😉

  6. wah? wah? wah?
    Jadi yang pertama ngasih komen..
    Ahaha. Asiiik!
    Rame! :’)
    jadi penasaran.. Kayanya kalau dilanjutin rame tuh.. Hahaha.
    Eh, tapi mending gini aja deng. Hahaha.😛

  7. wah? Ternyata bukan yg pertama.T_T
    dasar hp butut! #curhat
    maaf ya.. Jadi ngomen lagi..
    Eh, iya! Satu lagi! Aku ngefans banget sama bannernya!😉

  8. bannernya lucu, suka~~!

    ng, meski Kyu sama Nara berantem mulu, tapi intinya mereka saling membutuhkan..
    dan Nara-ya, sepertinya kau tidak bisa menang dari seorang Cho Kyuhyun yang tampan, ya? xD

  9. oke, time to comment😄
    buat mya, makasihhh banget yaa udah mau bikin FF sbagus ini buat KyuNara ^__^
    sumpah, awalnya onn bingung mau pilih FF kamu atau FF orin buat jadi winner, soalnya masing2 dr FF kalian tuh punya kelebihan. dan kelbihan FF kmu itu ada di segi penceritaannya, sumpahh..FF kamu ini bisa bikin siapapun yg baca tuh bener2 masuk kedalam cerita🙂

    bahasanya ringan, ceritanya asyik (genre school ama persahabatan emang paling asyik buat dibaca) :3
    ga keitung udh brapa kali onn ketawa ketiwi baca tiap adegan kyunara disini. lucu banget🙂
    Kyu gengsi, Nara sama aja. aigoo~
    apalagi pas flashback, ommo~ cute..bener2 bikin masuk ke dalam cerita.
    sayangnya endingnya ngegantung TT.TT
    jadi penasaran juga~ haha😄

    terus bannernya, sukaaa banget!
    simple, background putih & rapi~🙂
    berasa liat banner film gitu deh :3
    kerennnn~😄

    apalagi yaa? pokoknya salute banget buat kamu ya, mya krna udh bisa bikin FF sebagus inii😀 *bighug*

    • ehehehehehe sama sama Icha eonn 0<

      duh makasih banyak eonn atas pujiannya, aku terbang nih #plak #pelukbalik

      • kok komennya kepotong? huhuhuhu :((
        aku lanjutin eon gapapa?

        ehehehehehe makasih juga Icha eonn❤
        masa sih eonn pusing mikirnya?
        udah jelas-jelas yang Orin itu keren banget ceritanya, aku aja speechless lho bacanya, keren bageeeet!

        endingnya ngegantung ya? sengaja eon, aku paling suka bikin ending cliffhanger alias ngegantung fufufufufu~
        atau mau aku bikin sekuelnya? *kedapkedip mata*

        makasih juga udah suka bannernya eon!
        oh iya, aku juga salut banget sama eonni, soalnya udah bikin karakter Nara yang sumpah bikin ngakak banget tiap bacanya!

  10. kirain entar pacaran.
    tapi aku suka bangeeeeeeet!!!!!!!!!!!!
    suka suka suka.
    emang Nara masih kuat teriak waktu pusing?KYU BABO.
    hehehe.
    KEREN

  11. ngantung nih.. tp kyunara emang ngantung sih*disambit kyunara xp* bagus nih cerita balkon tetangga.. kyu ama nara emang gensi selangit.. tp kalo ga gini bukan kyunara namanya.. dikira akhrny mrk jadian, tp jd ktebak bgt ya akhrny.. ah pokoknya bagus! *ngomong apa sih sy?? XD*

  12. hoaaah bagus banget~
    ga kalah bagus sama yang juara pertama hihi🙂
    kaya bikinan icha onn..
    penulisannya mirip soalnya😀

    reader kaya diajak masuk cerita.. ah pokonya feelnya dapet banget lah gitu :3

    kyunara jadi TTM-an ini mah, Teman Tapi Musuh..
    tapi cinta juga *tsaaaah #apadeh

    suka bannernyaaa😀

    terus suka juga pas kyu gendong nara.. aih ngiri haha

    endingnya bagus meskipun bikin penasaran😉

    • aduh makasih banyaaaaaak :))
      aku juga ngiri sama Nara yang digendong Kyu wehehehehey

      endingnya bikin penasaran?
      sengaja! *dibanting readers

      makasih udah baca dan ngasih komen ya😀

  13. hehehehehe *ketawa geje*
    kyuhyun sama nara, bener” deh ya… aigoo
    itu endingnya… kirain bakalan diceritain sampe mereka jadian ._.
    overall, bagus kok, author, semangat terus ya ^^

  14. pertama2 AKU SUKA POSTERNYAAAAAAA *caps kepencet*
    waktu aku liat posternya keren! Muka kyu pas sama muka nara TT.TT iri pengen bisa edit gini .___.
    Kedua ceritanya sumpaaaaahhhhh KEREEEEEEEEEEEEEENNNNNN!! *kepencet lagi* *plakk*
    bener kata kak icha, lebih masuk lebih bisa merasakan. Disini aku jadi ngebayangin juga jadi nara tapi ga sama kyu sama unyuk *digatak* *plakk* itu bukan karena saya tukang ngayal tapi emang karena ceritanya bisa mengalir berasa aku tokohnya :3
    suka kok!! Banget malah!! Kak icha disuguhin cerita bagus2 gini pantesan bingung .___. Eh iya sejauh mata memandang aku liat cuma 1 typo! Harusnya padaku bukan padamu *iya kan ya? Aku lupa* congratulatioooon *tiup terompet* saya belum pernah soalnya typo cuma satu #plakk
    eh iya masalah ending nge gantung sih🙂 tapi dari kesan gantungnya itu yg bikin nambah bagus🙂
    ah love it love it love it! Berasa baca noveltau ga >.<

    • wiiii makasih banyak Rihyuk!
      makasih juga atas pujianya, idung aku terbang nih #plak

      typo?
      ada lebih dari satu ah perasaan saya mah, tapi gatau juga deng wehehehe ^.^ v

      makasih banget udah mau baca dan ngasih komen ya~

  15. huaaaaa keren chingu ff nya aku suka, alur ceritanya santai dan bahasa nya enak jadi aku gak bingung hehe. Aku kurang bisa itu menggambarkan balkon kamar mereka kaya begini jadi bingungnya disitu doang *plak*, tapi seluruhnya bagus kok aku sukaaaa (y) (y)🙂

  16. Keren…Penulisannya menarik…aku suka pic-nya..

    Kyunara tuh rival tp saling sayang dan butuh tuh sbnrnya khehehe…

  17. Yupp,, sama kayak yg lainn… Banner’a kereeeen bangeeet!! Mauuu…

    Ficnya bagus.. Serasa lagi baca komik atao novel gt.. Endingnya kata yang lain emang ngegantung, tp idkw aku juga lebih suka ending yg ngegantung gt.. Bikin penasaran, bikin para reader jd kepikiran dan akhirnya berimajinasi ‘liar’.. Suka suka suka >_< bikin fic yang lain lagiii…

    • thankyou😉
      aku sengaja buat endingnya ngegantung supaya readers bisa berimajinasi apa yg bakal terjadi sm KyuNara selanjutnya, jadi bener bgt tuh komentarmu🙂

      thanks for reading and commenting yah!

  18. hyaaaa~~ kereeeen .. ak berasa masuk ke ceritanyaa #ditendangkeluarsamakyunara+author
    ak suka ceritaa beginii .. emang icha keren, nyiptain karakter evilitanara yg bisa nyaingin evilkyu ..
    tp mya #soakrab jg kereen nyiptain settingnyaa ..
    kaya adegan pacuek-cuek ala komik jepang .. suuppeeerr sukkaaaa~
    daebaaak~ !!
    hohohoo ..
    sama kaya yang udah komen diatas ::
    1. ak suka bannernyaa~
    2. pengen afterstoryy~
    hehee ..
    kan klw disini kliatan kyu yang perhatiaan~
    klw d afterstory nara nyaa ..
    trus d afterafterstory jadian dee~ wkwkwk
    #dijitakbanyakmau ..

  19. aku mau tanya
    ini terinspirasi dari komik, bukan?
    soalnya perasaan rada mirip dengan komik yang pernah aku baca o_oa

    cerita sweet, dikemas dengan bahasa yang enak dan mudah dipahami🙂
    endingnya kurang nyesap tapi
    kkk~

    • ff ini terinspirasi dari salah satu ff yg ada di livejournal, tp aku cuma terinspirasi sm konsepnya aja, plot sama isi cerita murni pemikiran aku sendiri🙂
      kalau komik, jujur, aku sekarang jarang bgt baca komik, palingan yg aku baca sebatas one piece, shinchan, sm conan doang hahahah

      ohya, aku sengaja buat endingnya ngegantung supaya readers bisa berimajinasi apa yg bakal terjadi sm KyuNara selanjutnya.

      thanks for reading, Zee😉

    • waduh, maaf mengecewakan ya TT.TT
      ff ini open ending, jadi terserah readers mau nentuin endingnya mau seperti apa😀

      thanks for reading and commenting!

  20. ikutan kata komen-komen diatas, posternya bagus…^^

    ceritanya bagus, tapi kurang panjang /plak
    kalo komentar aku ya, dasar ceritanya biasa kaya rival-rivalan gitu terus jadi suka. tapi entah apa yang bikin ff ini menarik hehe. sihir?
    😀
    aku buka blog pribadi authornya, authornya juga orang bandung? aku juga *trus kenapa?* haha

    • makasih udah suka posternya🙂
      wah, sihir?
      sihir itu dilarang agama loh *ganyambung*

      iya nih, saya orang bandung weheheheh
      makasih udh baca+comment yaaaa😀

  21. suka deh ff macem begini ^^ berasa baca komik special A, mereka saling bersaing, cewenya ngebet banget buat ngalahin si cowok, tapi selalu jadi no.2 haha
    dan tanpa sadar mereka saling membutuhkan&mencintai keke
    buat sequelnya dong author!

    • special A?
      itu komik apa? *ketauan gak gaul*
      aku entar minjem ke temen deh *ketauan gak modal juga*

      wah sekuel?
      aku mikir-mikir dulu yah eheheh🙂

      thanks for reading and commenting!

  22. ntah napa aku juga suka ending kek gini, buatku endingnya ga gantung tapi open ending
    jadi terserah yg baca mau buat ending kek gimana, mo sd or happy tinggal pilih hehehehe

    aku suka alurnya, lancar bgt, malah aku ga bosan bacanya. yang ada cengengesan mulu pas baca hehehehe

    thumbs up buat author ^^

    • maaf banget TT.TT
      ini open ending, jadi terserah readers mau nentuin akhirnya kayak gimana🙂

      thanks for reading and commenting😀

  23. ffna kereeeeeen~~
    saia mau sksd sama yg buat ff KyuNara.. Mya *jiah beneran sksd
    Mya,, ceritanya bagus bgt!! bener kata icha *tunjuk2 di atas..
    bahasa kamu ringan tapi bermakna, justru harusnya begini sebuah ff diceritakan..
    antara tokoh bisa memberikan kesan real dari sifat asli orang tsb,,

    dan endingnya.. saia sangat SUKA endingnya seperti itu!! seperti ceritanya bisa kami -sebagai reader- bisa membayangkan sendiri gimana KyuNara nantinya o_oa

    ah~ pokoknya daebak lah ffmu.. pantas utk jadi winner!!!!
    terus buat lagi ff utk KyuNara ya.. icha beruntung banget dapet ff ini~ *iri sama icha -harusnya saia iri sama Nara-
    hahaha

    • duh makasih banyak Heuiny eonni *sok kenal juga* ehehehe

      aku juga lebih suka ending ngegantung, jadi kita bis ber’fantasi’ sendiri🙂

      thanks for reading and commenting!

  24. Keren epepny chingu.
    Kyu m nara tinggal brsebelahan.
    Sekelas selama 12 taun, sma2 pinter.
    Mereka musuhan alias rival, tp sling perhatian n sling ngebutuhin.
    Nara selalu berambisi ngalahin kyu, tp slalu kalah n kyu te2p jd yg no 1.
    Wlwpun msuhan, nara te2p aj nyimpen fto dy m kyu*aneh*
    tp kykna dsni iblisny nara ya chingu, kyu ny baik2 aj.
    Hahaha
    crita yg unik, co2k bget tuk mreka brdua.
    Daebakkk chingu^^

  25. Author,
    Huaaaa aku suka banget sama cerita ini. Hahaha
    Ceritanya ringan. Mudah dimengerti.
    Baca FF ini bikin aku senyum-senyum gaje. Hahaha.

    Dan, pas baca FF ini aku jadi ke inget komik special A.
    Pernah baca komiknya?
    Karakter Nara disini jadi ngingetin aku ke karakter Hikari.
    Kyuhyun nya juga agak mirip karakter Kei takishima *my perfect boy* *plakk*

    Tapi tenaaaang, ceritanya beda kok. Beneran beda. Hahah.

    Aaah, tapi geregetan sendiri nih pas akhirnya.
    Kok mereka ga jadian? Padahal aku udah ngarep dari awal bacanya mereka bakal jadiaaaan.
    Ayo dooong, author…
    Bikin kelanjutannya! Lanjutannya! Lanjutannya!
    Ya? Ya? Ya?
    *narik-narik author*
    Hahah… *reader maksa*

    Ah, udah deh. Gitu aja komentarnya.
    O iya.. sejauh ini, FF yang paling aku suka di FF contest ya ‘Entre Deux Balcons’ *judulnya susah banget* .haahaha.

    *saya masih ngarep nih FF ada lanjutannya*

    • waaah, pertama-tama makasih udah komen ya!

      komik special A belom pernah baca euy, tapi kayaknya itu rame deh setelah denger dari beberapa temen aku plus baca komentarmu🙂
      seperti balesan komen-komen di atas, endingnya terserah para readers, menentukan sendiri mau kayak gimana oke oke aja😀

      lanjutannya?
      udah ada niatan begitu, tapi dipikir-pikir dulu ya🙂
      aku harus minta ijin dulu sama pemilik blog ini *alias Icha eonn*

      masa sih ini ff yang paling suka?
      WUAAAAAAAAAH MAKASIH BANYAAAAK!!
      aku sempet mikir kalo kalau ff ini tuh ceritanya pasaran banget dan ngebosenin TT.TT
      and yup, it’s francais🙂 *berterima kasih sama google translate*

      sekali lagi makasih udah baca ya!

      • baca aja komiknya, bagus looh. haha *promosi*
        di komik itu ada Kei Takishima *selingkuhan saya dari Kyuhyun*
        LOL

        terserah readers ya?
        ah kalo gitu, endingnya si Kyu Oppa sama aku aja. *di bunuh Nara*

        iya nih, author~
        ceritanya simple. such a cute love story. haha

        ayo lanjut! lanjut lanjut lanjut ~ *teriak pake toa*

  26. yup, you’re right!
    aku serahin ke readers tentang akhir dr ff ini, jadi terserah deh mau happy atau sad ending😀

    makasih banget ya atas komentarnya!

    • yup, it’s francais🙂 *berterima kasih sama google translate*

      lanjut?
      udah kepikiran sih, tapi minta ijin dulu deh sama icha eonn.

      thanks for reading and commenting!

  27. Wooooaaaaaaaah, keren banget!! Walau kyunaranya ga di bikin jadian tp aku ngena banget sama ceritanya~ baguuuuuuus! (Y)

  28. hay, mya!!🙂
    aku minta maaf yaa karena telat sekali untuk membaca ini hehe here’s my commen :
    pertama aku suka bangeeet bannernyaaaaaaaaaaaa! aku ngefans parah ama bannernya itu lohlohlohloh aaaaaaaaaaa #icantstopscreaming :p
    kedua aku suka bangeeeet ama ceritanyaa aaaaaaaaaaaaaaa asli! sebenarnya ceritanya itu simpel–banget malahan–tapi mya berhasil banget ngehidupin si cerita itu lewat dialog2 Kyu-Nara, deskripsi, ama alurnya yang ada flashback yang bikin ceritanya jadi more cuteeee hehe
    ketiga sekalilagi ceritanyaaaa kereeen deeehhh asli, ide simpel bisa dibikin cerita yang jauh dari label sinetron hehe
    keempat judulnya yang dari prancis2 itu yang secara tidak sadar–sebenarnya sangat sadar–sangat menarik minat saya untuk membaca
    kelima JENGJENG kok aku jadi suka KyuHyun lagi yaaaaa #tidaaaaaak hahaha
    keenam aduh aku speechless! asli gak tau mau ngomong apa lagi, selain kereeen!!!
    ketujuh aku sangat enjoy banget bacanya, bener2 ringan dan gak berat dan gak nguras otak untuk mikirnya hehe
    kedelapan hmmm….
    kesembilan apa lagi yaah? ;p
    kesepuluh *THE END* hahaha -_-
    finally, mya lanjutkan terus ya hobinya… dan boleh dong kita duet ya sekali-kali hehehe and last… thanks mya for remembering me something that i’ve forgotten for so long. X0X0!

  29. hay, mya!!🙂
    aku minta maaf yaa karena telat sekali untuk membaca ini hehe here’s my commen :
    pertama aku suka bangeeet bannernyaaaaaaaaaaaa! aku ngefans parah ama bannernya itu lohlohlohloh aaaaaaaaaaa #icantstopscreaming :p
    kedua aku suka bangeeeet ama ceritanyaa aaaaaaaaaaaaaaa asli! sebenarnya ceritanya itu simpel–banget malahan–tapi mya berhasil banget ngehidupin si cerita itu lewat dialog2 Kyu-Nara, deskripsi, ama alurnya yang ada flashback yang bikin ceritanya jadi more cuteeee hehe
    ketiga sekalilagi ceritanyaaaa kereeen deeehhh asli, ide simpel bisa dibikin cerita yang jauh dari label sinetron hehe
    keempat judulnya yang dari prancis2 itu yang secara tidak sadar–sebenarnya sangat sadar–sangat menarik minat saya untuk membaca
    kelima JENGJENG kok aku jadi suka KyuHyun lagi yaaaaa #tidaaaaaak hahaha
    keenam aduh aku speechless! asli gak tau mau ngomong apa lagi, selain kereeen!!!
    ketujuh aku sangat enjoy banget bacanya, bener2 ringan dan gak berat dan gak nguras otak untuk mikirnya hehe
    kedelapan hmmm….
    kesembilan apa lagi yaah? ;p
    kesepuluh *THE END* hahaha -_-
    finally, mya lanjutkan terus ya hobinya… dan boleh dong kita duet ya sekali-kali hehehe and last… thanks mya for remembering me something that i’ve forgotten for so long. X0X0!

  30. Bannernya TOP BGT deh thooor! Maaf yaa baru selesai baca sekarang haha!
    So sweet banget ih kyuhyunnya pengen digigit (•̯͡.•̯͡)
    Aaa mereka lucu banget sih, ada cerita flashbacknya makin bikin so sweet! ‎​♥ ‎​♡
    Authooor ajja ajja hwaitiing! *\(´▽`)/*

  31. Hoaaahhhhh!! Kenapa gantutngg?? (⌣́_⌣̀)
    Tp ini baguss.. Keren authornya bisa bikin yg baca masuk ke dalam cerita…
    Berasa nonton film si kalo aku bilangg.. Bagusss pokonya🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s