-Contest Fiction- Pick One

Original Fanfiction By : Nurmalia Febrianti/ Cho Neul Rin/ viviviski (@silvervipvivi)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story🙂

***

Title: Pick One

Genre: vampire, romance, brothership.

Rating: PG 13

Main Cast (Tag) : Cho Kyuhyun, Kwan Nara, Zhou Mi, Lee Sungmin, Cho Neul Rin, Lee Hyukjae (Eunhyuk), Lee Jaerin, Hankyung, Heechul, Kangin, Leeteuk.

***

 Kyuhyun menatap nanar ke arah seorang pria yang terbujur kaku di atas ranjang kayu berwarna hitam dengan aksen kuno. Wajah pria itu pucat, tidak, sangat pucat. Sekujur tubuhnya seperti membeku, dingin dan kaku. Mata coklatnya menatap lurus ke langit – langit kamar. Tatapannya kosong.

“Miris.” Kyuhyun mengangguk pelan kemudian menoleh ke sumber suara. Suara itu suara Neul Rin, Cho Neul Rin, sepupunya.

“ Kyu Oppa, kau di tunggu yang lain di ruang makan,” ujar Neul Rin.

“Kau duluan saja, sebentar lagi aku menyusul.” Neul Rin menghela nafas panjang, menepuk bahu Kyuhyun, kemudian pergi meninggalkan kamar.

“Zhou Mi Hyung, sudah 15 tahun kau menderita seperti itu, aku akan mencari wanita itu untukmu.” Kyuhyun berkata tanpa menatap Hyungnya. Tatapannya tertuju ke luar, di balik bingkai jendela hitam yang sudah kusam.

Cukup lama Kyuhun memandang ke arah luar. Bulan purnama yang bulat utuh tidak begitu terang menyinari bumi. Hujan dengan intensitas sedang menyiram pinggiran kota Seoul. Bunyi gemerisik dari rantai pohon yang terkena angin melenyapkan keheningan. Sejak tadi tubuh Kyuhyun mengeluarkan banyak keringat. Suhu tubuhnya tidak stabil. Perasaan takut dan hawa nafsu yang tinggi benar – benar menyelimuti dirinya. Rasanya seperti dalam keadaan sakau.

Kyuhyun mulai beranjak bangun, saat dia benar – benar tidak kuat menahan rasa aneh dalam tubuhnya yang patut di sebut sakau, walaupun ia bukan pemakai narkoba. “Sebaiknya aku turun sebelum aku menyerang orang – orang kota.” Kyuhyun meracau dengan sendirinya.

 Kyuhyun menuruni tangga perlahan. Rasa dingin layaknya orang sakau cukup membuatnya menderita di tambah penglihatannya yang sudah mulai melemah. Di lihatnya dengan samar Neul Rin dan Eunhyuk –pacar Neul Rin– yang sedang asik berbincang di ruang sofa. Kyuhyun tersenyum samar.

“Masa muda.” Kyuhyun menggumam sangat pelan, bahkan tidak mungkin terdengar oleh mereka yang jaraknya sekitar semeter dari ku. Kyuhyun baru saja menyadari kalau gumamannya barusan membuatnya terlihat sangat tua setelah beberapa menit berfikir.

“Memangnya oppa sudah tua?” cibir Neul Rin.

Kyuhyun terkekeh. “Sepertinya kemampuan membaca pikiran mu sudah semakin kuat.”

“Tentu saja, oh ya oppa terlambat, bukan kah ku bilang untuk turun lebih cepat, yang lain sudah selesai makan.”

Kyuhyun menghela nafas kemudian bergumam. “Iya, aku tahu.”

“Tapi di ruang makan sepertinya masih ada seseorang,” lanjut Eunhyuk.

“Oke, terima kasih,” jawab ku datar.

Kyuhyun berlalu bergitu saja dari hadapan mereka. Setelah itu ia membuka pintu ruang makan. Hanya ada seseorang di ruangan itu dan seorang wanita bersamanya.

“Hai Kyu,” sapa Pria itu kemudian menghentikan aktifitasnya. Masih dengan langkah gontai Kyuhyun berjalan mendekati mereka berdua.

“Sungmin Hyung? Kau tidak ikut bersama yang lain ke China?” Kyuhyun ikut duduk bersama mereka. Mereka duduk dengan posisi, Kyuhyun di sisi kanan, seorang wanita di tengah dan Sungmin di sisi kiri wanita itu.

“Kau masih cukup muda untuk melakukan ini, kenapa melakukan ini? Siapa nama mu?” selidik Kyuhyun pada wanita di sampingnya.

“Nama ku Lee Jaerin. Orang tua ku sudah meninggal, aku membutuhkan biaya untuk menghidupi adik ku,” jelas Jaerin dengan nada merajuk khas anak remaja.

“Ah, alasan yang sama seperti yang lain,” kata Kyuhyun singkat dengan nada dingin. Sungmin kembali melakukan aktifitasnya kemudian tersenyum mengingrai ke arah Kyuhyun. Nafsu yang berlebih kini kembali menyerang Kyuhyun. Gigi taring Kyuhyun bertambah panjang. Tanpa basa basi dan sepertinya memang tidak perlu berbasa basi Kyuhyun menancapkan taringnya di leher bagian kanan milik Jaerin, sedangkan taring Sungmin menancap di leher kiri Jaerin.

Jaerin mendesah. Kyuhyun dan Sungmin mengisap darahnya pelan dan lembut agar tidak terlalu menyakitinya. Jaerin memejamkan matanya, banyak penyuplai darah di tempat ini mengatakan saat mereka –para vampire- menghisap darahnya, rasanya sakit tapi nikmat, tidak jauh berbeda ketika melakukan seks.

Cukup lama Kyuhyun dan Sungmin menikmati makan malam mereka. Darah Jaerin lumayan nikmat, karena ia pertama kali melakukan suplai darah kepada ‘mereka’. Kyuhyun rasa cukup bagi mereka menghisap darah Jaerin. Mereka hanya boleh menghisap seperempat darah di dalam tubuh Jaerin, jika tidak sesuatu akan menimpa mereka. Hanya melihat jari Jaerin yang sudah membiru berarti darah Jaerin sudah hilang setengah.

Mereka melepaskan taringnya dari leher Jaerin. Sisa darah masih menetes dari taring mereka berdua dan menempel pada sekitar bibir mereka. Sungmin menggunakan ibu jarinya untuk menghilangkan darah itu, dalam satu kali usapan. Sedangkan Kyuhyun lebih ingin menggunakan lidahnya untuk membersihkan sisa darahnya.

“Uangnya akan di transfer Leeteuk Hyungnim,” kata Kyuhyun yang masih sibuk membersihkan darah di mulutnya. Lidah Kyuhyun menelusuri langit – langit bibirnya, menjilati taring – taringnya, dan sentuhan terakhir ia menjilati bagian pinggir bibirnya.

“Oh ya Sungmin Hyung, besok aku akan ke Seoul kota selama beberapa hari.” Sungmin hanya mengangguk mengerti.

“Em… Jaerin, aku mempunyai suatu kejutan untukmu, ikut aku ya.” Sungmin mencubit pelan pipi Jaerin, mencoba menggoda Jaerin. Sungmin menutup mata Jaerin dengan sebuah kain hitam, kemudian menggandeng tangan Jaerin keluar.

“Terkadang aku iri dengan bakat mu Hyung.” Kyuhyun mendesah pelan. Sebenarnya Sungmin membawa Jaerin pergi ke suatu tempat untuk menghapus ingatannya.

Vampire akan menghapus ingatan manusia yang telah menjadi santapannya. Tidak semua vampire mempunyai kekuatan untuk menghapus pikiran manusia, hanya beberapa, sisanya memiliki kekuatan yang lainnya. Sungmin salah satu vampire yang mempunyai kekuatan menghapus pikiran manusia.

Oke harus diakui, tempat ini adalah mension para vampire. Semua yang ada di sini adalah vampire, termasuk Kyuhyun. Semua vampire yang ada di sini berkumpul, mencoba mempertahankan diri dari kepunahan dirinya.

Tidak semua vampire sebenarnya, masih ada satu klan di sebelah utara kota Seoul, tentu saja di pinggiran kota Seoul, tempat di mana pohon – pohon lebat masih berkerumun yang dinamakan hutan. Klan Utara itu di pimpin oleh Kang-in Hyungnim, sedangkan klan selatan, klan Kyuhyun, dipimpin oleh seorang petinggi yang bernama Leeteuk Hyungnim.

 Kyuhyun mengendarai mobil sport hitam dengan atap yang terbuka. Ia mencoba menikmati keadaan Seoul kota pada malam hari. Seoul yang notabanenya adalah ibukota Negera Korea Selatan ini memang sangat memukau pada malam hari. Dengan kaca mata hitam miliknya, ia mencoba menutupi mata sayu yang umum di miliki oleh para vampire. Jaket kulit hitam nya menyelimuti dirinya dari rasa dingin.

Kyuhyun melirik ke arah GPS nya. Setelah lampu merah di depan, ia harus belok ke arah kiri. Saat mulai memasuki belokan, setelah berjalan cukup jauh, semakin ke dalam keadaan semakin sepi.

“AAAAAAAAAAAA…” Teriakan yang cukup kencang mengangetkan ku. Teriakan itu berasal dari taman yang sebentar lagi ia lewati. Ia segera memarkirkan kendaraannya dan berlari menuju taman.

Seorang remaja putri terlihat pasrah dengan keadaannya. Seseorang memeluknya dari belakang dengan sangat kuat. Dalam keadaan yang cukup remang, Kyuhyun dapat melihat seseorang yang memeluk wanita itu sebentar lagi akan menancapkan taringnya.

Kyuhyun semakin mendekat. Pria yang memeluk gadis itu menatap ke arah nya.

‘Lepaskan-dia-sekarang’ Berulang kali Kyuhyun mengucapkan kata – kata itu seraya menatap mata pria itu. Perlahan lahan taring pria mengecil dan dalam kabut yang tiba – tiba saja muncul ia berubah seketika menjadi kalelawar dan pergi dari taman ini. Seperti biasa, hipnotis yang Kyuhyun lakukan berhasil. Bakat nya sebagai vampire adalah ilmu pikiran, baik hipnotis maupun membaca pikiran orang lain.

Kyuhyun menghampiri gadis itu, dia terlihat sangat shock dengan kejadian yang baru saja ia alami. Gadis itu duduk dalam keadaan lemas. Kyuhyun mengulurkan tangan nya, menawarkan pada gadis itu sebuah bantuan untuk berdiri.

Gadis itu menepis tangan Kyuhyun begitu saja.

“Ya! Kenapa?” protes Kyuhyun tidak terima.

“Aku yakin kau kawanannya juga,” cibir gadis itu kemudian berlalu begitu saja di depan Kyuhyun.

Refleks Kyuhyun menarik pergelangan tangan kanan gadis itu. Mereka saling bertatapan. Jujur Kyuhyun akui, wanita di depan nya ini sangat cantik. Matanya sangat indah. Bibir yang berwarna merah muda itu sangat cantik. Gadis itu pun mengakui bahwa Kyuhyun memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang tegap. Bahkan ia sampai berfikir bahwa pria di depannya ini sanggup melindungninya.

Gadis itu menggeleng, setelah sadar dari halusinasinya. “Ya! Apa yang kau inginkan?” gertak gadis itu. Kyuhyun yang terkejut ikut sadar dari lamunannya saat mengamati gadis di depannya.

“Kau perlu tau, aku bukan bagian dari mereka. Lagipula… setidaknya kau berterimakasih lah padaku!” Kyuhyun berbicara dengan nada datar dan dingin.

Tangan gadis itu memberontak, akhirnya Kyuhyun melepaskan tangannya.

“Arraseo arraseo ahjussi, gomapta. Jinjja, neomu, jongmal gomapta. Cukup?” gadis itu berkata dengan nada sinis.

“Ani, belum cukup. Sebagai ucapan terima kasih, kau harus…” Kyuhyun melihat gadis itu dari atas ke bawah kemudian kembali ke atas. Tiba – tiba saja gadis itu menyilangkan kedua tanggannya di depan dada dan berjalan mundur.

“Ma… mau apa kau?!” Gadis itu memekik pelan.

Kyuhyun menatapnya aneh. “Kau kenapa?” tanya nya pelan seraya terus melangkahkan kakinya ke depan mengikuti gadis di depannya yang terus menerus berjalan mundur. Hingga akhirnya gadis itu terhimpit karena sebuah pohon besar berdiri kokoh di belakangnya.

Dia menelungkupkan kedua tangan nya di depan wajah, dan matanya menatap ke arah Kyuhyun dengan tatapan puppy eyes.

“Ya! Ya! Ahjussi… jebal~ jangan apa – apa kan aku, aku masih muda, masa depan ku masih panjang.” Dia terus memohon.

Seulas senyum tersungging di wajah Kyuhyun. “Aku hanya ingin menanyakan, aku tau alamat ini?” Kyuhyun merogoh saku celana nya kemudian menyerahkan selembar kertas ke arah gadis itu.

“Aish… ku… ku kira apa, mana coba aku lihat.” Gadis itu merebut kertas yang ada di tangan Kyuhyun dengan sedikit kasar.

“Ah~ alamat ini tepat di samping rumahku. Baiklah ku antar, sekaligus kau antar aku pulang.”

Kyuhyun tersenyum. “Oke.” Kyuhyun menggandeng tangan wanita itu. Entah kenapa gadis itu tidak menolak. Jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat.

“Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Siapa namamu?” tanya Kyuhyun.

“Nara, Kwan Nara.” Gadis itu berkata seraya menunduk. Ia yakin wajahnya sangat merah sekarang dan ia takut Kyuhyun mengetahui wajahnya yang merah itu.

Kyuhyun terlihat sedikit berfikir. “Arraseo, Nara-ssi.”

“Kyuhyun-ssi, ini rumahnya, yang disebelahnya rumah ku.”

Kyuhyun dan Nara berdiri di pintu pagar rumah yang mereka tuju.

“Kalau begitu, aku pulang dulu ya, besok aku harus pergi ke sekolah,” pamit Nara kemudian pergi menuju rumahnya.

“Nara-ssi!” panggil Kyuhyun. Nara yang baru saja sampai di depan pagar rumah nya, membalikan badan ke arah Kyuhyun.

“Ne?” tanya Nara.

“A..ani. Gomapta.” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Cheonmaneyo. Terima kasih juga sudah mengantar ku pulang. Oh ya, panggil aku Nara saja tanpa embel – embel ssi, terlihat terlalu resmi,” ujar Nara.

“Arraseo, Nara. Kalau begitu kau panggil aku Kyuhyun saja, walaupun berkesan tidak sopan.” Mereka terkekeh.

“Annyeong Kyuhyun.” Pamit Nara.

“Ne, annyeong. Jaljayo.” Kyuhyun tersenyum ramah.

 “Annyeongasseo Hankyung Hyung.” Sapa Kyuhyun seraya membuka pintu rumah kemudian amsuk ke dalam nya seolah olah rumahnya sendiri.

“Nuguseyo? Aigoo… ternyata kau.” Hankyung menghampiri Kyuhyun kemudian memeluknya.

“Sudah 10 tahun tidak datang kesini, masih ingat jalan ke sini?” tanya seorang pria yang sangat cantik dengan sifatnya yang terkadang menyeramkan. Pria itu bernama Heechul.

“Aku? Oh… tentu saja tidak. Aku bertemu dengan tetangga sebelah kalian.” Jelas Kyuhyun.

“Dia cantik.” Kyuhyun tanpa sadar berbicara seperti itu.

“Ne? Maksudmu Nara? Dia sering pergi berbelanja dengan ku.” Sahut Heechul.

“Kau jatuh cinta pada Nara saat pandangan pertama?” selidik Hankyung.

“I think.. yes.” Kyuhyun terkekeh kemudian berlari ke lantai 2 dan masuk ke kamar yang biasa ia tempati saat menginap di rumah ini.

“Jaljayo Hyung!” teriak Kyuhyun dari kamar.

‘Falling in love at first sight.’ Gumam Kyuhyun dalam hati.

—-

Kyuhyun membuka jendela kamarnya yang buram. Ia langsung mendapati Nara yang sedang menendang sepeda walau terlihat tidak begitu jelas, entahlah yapi dia yakin itu adalah Nara. Kyuhyun yang sedang bingung dengan apa yang di lakukan Nara, akhirnya mencoba membaca pikiran Nara. Hasilnya nihil, sama sekali tidak terbaca apapun.

“Aish.. apa yang salah dengan ku?” umpatnya.

“Kau kenapa?” tanya Hankyung yang tiba – tiba saja sudah di belakang Kyuhyun.

“Hyung… aku sama sekali tidak bisa membaca pikiran Nara.”

“Nara jodohmu. Kau tau? Dalam sejarah vampire yang dapat mengendalikan pikiran, ilmu pengendali pikiran tidak akan berlaku pada orang yang akan menjadi jodohnya.” Hankyung menjelaskan.

“Bagaimana bisa?! Jodoh vampire adalah vampire. Nara bukan vampire!” respon terkejut dari Kyuhyun.

“Tidak semua jodoh vampire adalah vampire. 1 banding 50 vampire berjodoh dengan manusia,” bantah Hankyung.

“Oh ya kapan kau akan mulai mencari seseorang yang kau cari? Dan kau akan memulai nya dari mana?” tanya Hankyung.

Kyuhyun terdiam seraya berfikir sejenak. “Entahlah, pasti susah mencarinya hyung, Sepertinya arah tujuan ku datang ke sini berubah. Bukan lagi untuk mencari seseorang yang telah membuat Zhou Mi hyung menderita seperti itu. Tujuan ku sekarang… mendapatkan gadis itu.” Kyuhyun menunjuk Nara.

“Cinta memang dapat membutakan seseorang.” Hankyung terkekeh.

“Andai saja aku bukan vampire…. Hyung! Kau punya pil anti sinar matahari?” teriak Kyuhyun semangat.

“Ada di laci dapur.”

Kyuhyun memeluk Hankyung semangat. “Gomawo hyung.”

 “Nara, sedang apa?” tanya Kyuhyun yang sudah di belakang Nara.

“Aish… kau. Mengagetkan saja. Sejak kapan berdiri di belakang ku?” desis Nara.

“Mianhae. Kau kenapa? Muka mu kesal seperti itu?” tanya Kyuhyun lagi.

“Ban sepeda ku bocor.” Keluh Nara.

Kyuhyun tersenyum. “Mau ku antar? Kebetulan hari ini aku tidak ada yang perlu ku kerjakan.”

Kyuhyun berjalan menuju motornya. Nara mengikuti dari belakang. Mereka berdua berdiri di samping motor. Motor berwarna hitam itu milik Hankyung. Kyuhyun memakaikan helm hitam ke kepalanya. Kemudian ia memakaikan helm yang berwarna putih ke Nara. Saat Kyuhyun memasangkan tali helm milik Nara, lagi – lagi mata mereka saling beradu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Nara. Jantung Nara berdegup sangat cepat. Nafasnya tidak beraturan. Nara gadis yang biasanya jutek terhadap lelaki, bersikap sedikit kasar, semua sifat itu luluh di depan Cho Kyuhyun. Kyuhyun tiba – tiba sadar akan tindakakannya. Dengan cepat ia mengembalikan ke posisi semula.

“Mianhae.” Kata Kyuhyun yang melihat muka Nara sudah semerah tomat segar. Terlihat sangat lucu.

“Gwenchana…” Nara berkata sangat pelan kemudian menyusul Kyuhyun yang telah naik ke motor lebih dahulu.

 “Seseorang..hiks… kumohon… tolong aku.” Nara terus berlari. Nafasnya tidak beraturan. Keringat mengalir deras, dari seluruh tubuhnya. Rambutnya berantakan, tidak berbentuk. Seseorang mengejarnya dari belakang.

“AAAA…”

Nara menoleh kebelakang. Seseorang yang mengejarnya sedang bertarung hebat dengan seekor anjing hitam besar yang mirip dengan serigala.

Nara terduduk lemas. Ia memeluk lututnya. Air mata mengalir membentuk sungai kecil di pipinya. Ia membenamkan wajahnya di lutut. Cukup lama hingga akhirnya ia marasakan sebiah hembusan nafas di depannya.

Nara mengangangkat wajahnya. Anjing mirip serigala itu berdiri di depannya. Bibir anjing itu berdarah. Sebelah mata anjing itu juga berdarah. Masih dengan menangis, Nara mengusap bulu anjing itu.

“Gomapta anjing hitam.” Nara berkata seraya sesenggukan.

Anjing itu tiba – tiba berubah menjadi asap dan menjadi… Cho Kyuhyun. Dia terbaring lemah di jalanan. Darah segar mengalir di pinggir bibir Kyuhyun. Matanya dan pipinya lebam. Nara sangat terkejut.

“Kyuhyun-ah~ gwenchanayo? Gomapta” Nara terlihat panik. Ia sangat takut. Air matanya mengalir semakin deras.

“Cheonmaneyo, Nara-ya~.” Kyuhyun kemudian tak sadarkan diri.

 “Ya… seperti itu lah cerintanya.”

“Ah~ arraseo. Jadi kau vampire yang dapat berubah menjadi serigala? Semua dari klan selatan dapat berubah menjadi serigala, dan yang tadi mengejarku itu dari klan utara yang dapat berubah menjadi kelelawar?” selidik Nara. Kyuhyun hanya mengangguk.

“Sebentar ya, aku ambilkan minum.” Nara meninggalkan Kyuhyun di kamar Nara.

Kyuhyun mengamati sekeliling kamar Nara. Kamar yang simple namun nyaman. Tidak banyak barang – barang di kamar itu. Kyuhyun sedikit terkejut mendapati sebuah foto anak kecil yang terpajang di dinding kamar Nara. Itu foto seseorang yang membuat Zhou Mi sakit.

Waktu itu, semua vampire masih sangat liar. Klan Selatan menyerang perumahan penduduk selama seminggu berturut turut. Rumah yang Klan Selatan serang salah satunya rumah Nara. Saat itu, Zhou Mi yang memang hawa nafsunya sedang memuncak, menyerang Nara.

Zhou Mi tidak menyadari ia meminum setengah darah milik Nara. Hal itu sangat fatal di kalangan vampire. Seminggu kemudian Zhou Mi sudah di temukan dalam kondisi sekarat. Satu – satunya cara untuk sembuh adalah meminum sisa darah yang ada di tubuh Nara.

“Kyu.. ini minum mu.” Nara menyerahkan segelas air putih ke arah Kyuhyun.

“Nara… anak kecil itu kau?” Kyuhyun menunjuk bingkai foto yang baru saja ia lihat.

“Iya, kenapa?”

Kyuhyun menatap ragu ke arah Nara. “Ani, kau terlihat lucu.” Nara tersenyum.

“Terima kasih sudah mengobati lukaku, permisi.” Kyuhyun pamit dengan nada datar dan dingin. Nara terlihat bingung dengan perubahan sikap Kyuhyun.

 Kyuhyun duduk di depan rumah Hankyung. Duduk disebuah ayuan berwarna putih. Memandang ke arah langit. Bintang di langit sangat banyak dan bersinar terang. Sudah 3 hari Kyuhyun tidak menemui Nara. Otaknya benar – benar tidak bisa berfikir jernih. Yang ia lakukan hanya melamun dan melamun. Handphonenya berbunyi.

 From: Neul Rin

 Oppa, Zhou Mi oppa dalam keadaan sekarat, otthoke? T.T

Kyuhyun terkejut. Rasanya ia ingin berteriak. Ia harus memilih Nara atau Zhou Mi.

“Kyuhyun!”panggil Nara begitu melewati depan rumah Kyuhyun. Nara baru saja pulang sekolah. Nara masuk ke halaman Hankyung dan duduk di ayunan sebelah Kyuhyun.

“Hai.. Nara,” sapa Kyuhyun kaku.

“Hai. Belakangan hari ini kau kemana?” tanya Nara.

Kyuhyun tersenyum samar. “Belakangan hari ini tidak enak badan.”

“Oh.. get well soon Kyu.”

Keheningan menyelimuti mereka bedua. Hanya ada suara daun yang tergesek angin serta decit ayunan yang mereka naiki.

“Nara-ya~ mianhae.” Gumam Kyuhyun. Nara menoleh ke arah Kyuhyun. Mimik wajah Kyuhyun sangat sedih.

“Kyuhyun ah, Gwenchana?”

Kyuhyun memeluk Nara. Tapi Nara tidak membalas pelukan Kyuhyun. Ia hanya diam seperti patung

“Mianhae.” Ucap Kyuhyun lagi.

Nara yang tidak mengerti hanya diam. Kepalanya tepat di dada Kyuhyun. Nara sedikit terkejut, karena tidak ada bunyi detak jantung dari rongga dada Kyuhyun. Namun ia kemudian ingat bahwa, Kyuhyun itu vampire.

“Nara! Ikut aku!” Kyuhyun menarik tangan Nara kasar.

“Ya! Ya! Lepaskan!” pekik Nara. Tapi percuma, Kyuhyun tetap menyeretnya dan memasukannya ke dalam mobil.

—-

 “Temani aku selama beberapa saat disini.” Kyuhyun menghela nafas.  Nara hanya mengangguk pelan kemudian menyenderkan tubuhnya di jok mobil.

Kyuhyun membawa Nara ke sebuah pantai yang masih sangat bersih. Udara malam cukup membuat mereka kedinginan. Nara mengambil handphonenya kemudian menancapkan headset ke handphone itu. Ia mengantungkan headset sebelah kanan ke telinga kanannya. Sedangkan headset sebelah kiri ke telinga kiri Kyuhyun. Lagi – lagi keheningan muncul menyelimuti mereka. Hanya terdengar suara musik mengalun di salah satu telinga mereka. Lagu dari Big Bang yang berjudul My Heaven.

“Mungkin hari ini hari terakhir pertemuan kita. Besok aku pulang ke rumah. Ku harap kau selalu hati – hati. Jangan pulang sendirian, itu menggoda para vampire utara untuk membunuhmu.”

Nara menatap kesal ke arah Kyuhyun. “Ya! Kau ini hanya pulang ke rumah mu saja berbicara seolah – olah kau akan mati besok. Seolah – olah akan pergi selamanya.”

Kyuhyun menghela nafas berat. ‘Bukan aku yang akan pergi selama – lamanya Nara. Tapi kau.’ Kyuhyun berbicara dalam hati.

“Ya! Kenapa tidak menjawab ku? Hah.. terserah lah.” Nara kembali bersandar dan memejamkan matanya.

Kyuhyun mengamati gadis itu.  Hatinya semakin miris setiap ia semakin mengamati lebih dalam wajah Nara. Dia memejamkan matanya. Mencoba menikmati ketenangan di antara mereka.

 “Kyuhyun-ah~ gomapta. Kalau mengajak ku jalan jalan jangan sekasar tadi. Paboya! Pergelangan ku sakit.” Omel Nara. Mereka sudah tiba di depan rumah Hankyung.

“Mianhae. Nado gomapta sudah mau menemaniku.” Nara tersenyum, seraya bergegas melangkah pulang.

“Nara-ya!” panggil Kyuhyun. Nara menoleh.

“Saranghaeyo.”

“Ne?” pekik Nara terkejut. Jantung Nara kembali berdetak kencang.

“Kwan Nara… saranghaeyo.” Ucap Kyuhyun lagi, kali ini lebih lembut.

“Maaf Kyu, tapi… aku belum bisa menjawab sekarang.” Nara berjalan dengan cuek masuk kedalam rumah, tidak peduli Kyuhyun yang terus memanggilnya.

 Kyuhyun masuk ke kamar Zhou Mi. Ia pulang lebih dari rencana. Ia duduk  di samping ranjang Zhou Mi.

“Hyung…” panggil Kyuhyun pelan.

“Kyu…” respon Zhou Mi seraya menatap Kyuhyun lembut.

“Hyung?” Kyuhyun memekik karna terkejut. Zhou Mi tersdar dari masa kritisnya.

“Nara wanita yang cantik, pantas kalau kau menyukainya.” Zhou Mi berbicara seperti meracau. Sedangkan Kyuhyun terkejut, bagaimana Zhou Mi bisa tau semua itu.

“Dalam lamunan ku, aku terus mengamati mu. Aku tau semua yang terjadi padamu. Aku ingin kau bahagia dengan dia, lalu relakan aku pergi. Aku juga ingin bahagia bersama Ji Woo di alam sana. Ji Wo telah menungguku di alam sana. Ku mohon, tolong adakan upacara penguburan ku besok Kyu.”

“Hyung…”. Kyuhyun menangis, ia benar – benar takut akan kehilangan kakak kandungnya itu.

“Kyu… jebal. Aku tersiksa seperti ini.” Zhou Mi ikut menangis.

“Jaga mension ini baik – baik. Kau akan menjadi salah satu petinggi di mension ini setelah aku pergi nanti,” lanjut Zhou Mi. Kyuhyun hanya mengangguk pasrah. Dia memeluk Zhou Mi erat.

—-

 Kyuhyun duduk berdiam diri di pantai yang pernah ia kunjungi bersama Nara. 3 hari yang lalu Zhou Mi dikuburkan. Ingatan saat pembakaran Zhou Mi masih terngiang jelas di kepala Kyuhyun. Ia benar – benar merasa kehilangan kakak nya.

“Kyuhyun-ah!” panggil seseorang. Suara yang sangat khas di telinga Kyuhyun. Itu suara Nara. Dengan cepat ia menoleh ke arah sumber suara datang.

Nara menghampiri Kyuhyun kemudian duduk di sebelahnya. Duduk di pasir pantai yang putih.

“Nara-ya~ bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun.

“Aku… baik – baik saja.”

“Bagaimana kau tau aku ada disini? Kau mencari ku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Cih.. jangan terlalu percaya diri. Aku mulai menyukai pantai ini sejak saat kau membawa ku kesini. Aku sering melepas lelah disini.”

“Oh ya, jawaban waktu itu… nado. Apa masih berlaku?” lanjut Nara. Kyuhyun menatap Nara tidak percaya.

“Tentu saja masih.” Kyuhyun memeluk Nara.

“Ya! Ya! Lepaskan, uhuk… sesak.” Nara meronta. Kyuhyun merasa malu karena terlalu bersemangat.

“Aku punya satu permintaan. Jadikan aku vampire seperti mu. Aku ingin hidup selamanya bersama mu.” Perintah Nara.

“Arraseo kalau itu mau mu.” Taring tajam milik Kyuhyun muncul begitu saja. Ia menancapkan taring itu ke leher Nara. Tepat pada urat Nadi di leher Nara. Nara memekik pada awal karna rasasnya sangat sakit.

“Kau mau meminum darah ku sebanyak apa?” tanya Nara seraya menahan sakit.

“Cukup tigaperempat darah mu, dan kau akan menjadi seperti ku, Kwan Nara sayang.” Kyuhyun berkata tanpa mencabut taringnya di leher Nara.

“Arraseo Cho Kyuhyun yang tampan.”

 FIN

10 thoughts on “-Contest Fiction- Pick One

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. ceritanya vivi pasti gak juh jauh dr vampire kkk~

    zhoumi oppaaaa(?) jangan mati donk… sini sini sama aku aja(?) *ditabok henry*

    kasian tuh anakmu jadi vampire kkk~ malah nara juga ikut ikutan jadi vampire… kereeenn🙂

  3. Huwee kok miminya mati?mimi tunggu aku disana ya sayang/slapped
    mau jg dong digigit ama kyu haha/doubleslap
    nice ff vi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s