-Contest Fiction- Saranghae!

Original Fanfiction by : Meida (@seororo93)

Don’t Forget to leave a comment~

Ur words are precious for us as the author of this story (^__^)


***

*nara pov

Aku terdiam dan duduk memandang langit biru dengan tatapan yang kosong. Merenungi setiap kehidupan ku. Setiapku seperti ini ingin rasanya ku menangis entah karena apa. Suasana di balkon kamarku ini lah yang sangat ku sukai karna disini lah aku bisa melihat semua keadaan di luar dan aku pun bisa melihat langit luar disana. aku sangat menikmati ini semua. Namun entah kenapa ada beberapa beban yang selalu mengganjal di dalam hatiku. Mungkin ini semenjak aku mengenalnya. Ya dia, dia yang selama 2 tahun ini selalu membuat ku seperti ini. Selalu membuat hatiku merasa sakit ketika mengingat dia. Sungguh bodoh mungkin bila di fikir-fikir. Tapi ini lah kehidupan ku.

“nara sedang apa kau?” sesosok wanita yang selama ini aku kenal tiba-tiba kini sedang berada di hadapan ku. Dia adalah ibuku.

“tidak sedang apa-apa, aku hanya sedang melihat langit saja” jawab ku lalu bangkit dari tempat duduk ku, dan mengambil jaket yang ada di kursi lalu memakainya.

“umma, aku mau pergi ke rumah teman” kataku sambil pergi meninggalkan ibuku.

“ya, jangan pulang terlalu sore” jawab umma ku

“arraseo” jawab ku singkat.

Aku berjalan menuju rumah yura dia adalah teman kecilku dan masih bertahan hingga sekarang. Langkah ku terhenti ketika melihat sesesok manusia yang selalu membuat ku sakit. Itu dia, batin ku terasa begitu sakit melihat dia. Namun ketika aku sedang memperhatikannya dia malah memperhatikan ku dengan acuhnya aku berpura-pura tak melihatnya dah berlalu meninggalnya. Entah sudah berapa kali aku selalu bersikap seperti ini kepadanya.

“aisshh bodohnya kau nara, ketika kau tak melihat dia kau malah sangat merindukannya, tapi setelah kau bertemu dengannya dengan bodohnya kau mengacuhkannya, aishhhh babo-ya” gerutuku kesal sambil memukul dahiku

Akhirnya aku sampai di rumah yura namun ternyata yura sedang tidak ada di rumah

“huhh kenapa dia tidak bilang kepada ku kalau dia akan pergi dia yang menyuruhku datang kesini” batin kun kesal.

*end nara pov

***

*kyuhyun pov

Aku sedang berjalan di sekitar rumahnya, entah perasaanku saja atau memang benar aku sedang melihatnya. Namun ini benar adanya dia sekarang ada di hadapanku, aku tidak salah lagi aku benar-benar merindukannya. Namun ketika ku mulai mendekatinya tiba-tiba dia berjalan dengan cepat dan mulai menjauhiku. Kenapa dia, kenapa dia bersikap seperti ini padaku. aku mohon jangan seperti ini kepadaku KWAN NARA aku sudah tak sanggup. Aku terus melihat sosoknya yang mulai pergi menjauhiku

“sampai kapan kau bersikap seperti itu kepadaku nara-ya” kataku lirih

*end pov

***

*author pov

Bisa di bilang di antara kyuhyun dan nara masih tersimpan cinta. Namun nara selalu bersikap acuh semenjak kyuhyun meninggalkannya 2 tahun yang lalu. Kyuhyun meneruskan kuliahnya di amerika university. Ya kyuhyun dan nara dulu adalah sepasang kekasih namun setelah kepergian kyuhyun hubungan mereka menjadi hancur. Kyu pergi tanpa berpamitan itu yang membuat nara merasa tersakiti.

Room nara

“kenapa aku harus bertemu dengannya lagi,aisshhh jinjayo” tanpa nara sadari air matanya mulai membasahi pipinya kini tangisannya berubah menjadi isakan

“kenapa kau kembali disaat aku sedang melupakanmu”

“apa aku harus seperti ini setiap bertemu dengannya ssshhhh kyu aku tidak ingin terus menerus seperti ini hanya karena kau” isakannya kini mulai semakin keras

“nara sebegitu bodohnya dirimu selalu menangis karena seorang CHO KYUHYUN” dia termenung dalam diam

Sebelum nara ditinggalkan kyuhyun dia orang yang selalu ceria dan selalu bersikap ramah kepada teman lelakinya namun setelah kyu meninggalkannya sikap nara berubah menjadi dingin dan selalu acuh setiap ada pria yang mendekatinya. Dia hanya tidak ingin merasa tersakiti untuk yang kedua kalinya.

I was in the endless my solitude space,

Miserable and moaning at every track of time,

Where I found longing?

Or a heart left to freeze,

Icebergs into the stone,

Is there a dark soul will be shut,

Imprisoned in the heart of bitterness,

Why are you scatter plot romance until I stumbled and fell in love with folded arms?

The love that makes me hurt and cried for days without stopping,

Love that imprison me in a full range of punishment of time,

I love the peel with a sharp razor nicks,

The love that makes me drunk and destroyed, then pain, and torture in the cramped space and quiet.

Love that never ends. end and I started to hurt and after injury,

It is love that makes me drowning in a toxic storm,

Love the moaning in the sinking sun and the dark torment,

Auhhhh … …! I slumped, staring at empty space always

Looked at me full of humble, full of weeping and crying,

Is sick of me love stoned to death in a cruel punishment

*flash back

*nara pov

“kemana dia, sudah 2 hari ini tak menghubungiku. Apa ada yang terjadi padanya” hatiku kini bertanya-tanya kemana perginya dia.

“Kyu apa yang terjadi padamu. Hatiku sangat tak tenang setiap memikirkanmu. Beberapa kali telah ku coba menghubungimu namun hasilnya nihil” batin ku lirih.

“awas saja kalau aku menemui mu akan ku hajar kau kyu”

Aku mengambil handphone ku mencoba menghunbunginya lagi namun percuma saja nomornya tetap saja tak aktif. Rasa kesal di dalam hatiku kini berubah menjadi kekhawatiran.

“kemana kau kyuhyun, jangan membuatku seperti ini. Ahh coba saja telfon rumahnya mungkin saja dia sakit” akhirnya aku mencoba menghubunginya lagi.

“yeoboseo” kata orang disebrang sana

Aku yakin ini suara ummanya

“apa ada kyuhyun” tanyaku

“ini dengan siapa? Apa kau tidak tau kalau kyuhyun telah pergi keluar negeri untuk melanjutkan studinya”

Deg aku terkejut dengan kata-katanya barusan. Dia pergi, pergi kemana, kenapa tak member tahuku.

“apa kau masih disana, nona apa kau masih di sana???” suara itu membuyarkan lamunan ku

“apa boleh aku tau kapan dia pergi dan kemana dia pergi?” Tanya ku lagi

“dia pergi sekitar 2 hari yang lalu, aku mengirimnya ke Amerika ”

*end flashback

 ***

“nara-ya” teriak kyuhyun sambil berlari mengejar wanita itu.

“nara-ya tunggu aku, ku mohon” kini tangan kyu meraih tangannya dan menariknya

“kenapa kau bersikap seperti ini kepada ku apa kau tidak menginginkan ku lagi???” katanya terengah-engah sambil mencoba mengatur nafasnya.

nara masih diam tak berkutik mukanya tetap tertunduk

“jawab aku nara” katanya sambil memegang bahu nara

Bahu nara terasa bergetar di dalam genggaman tangan kyuhun, kyu kaget

“kenapa dia, apa yang telah ku perbuat padanya???” hatinya mulai bertanya-tanya

Kini isakan nara mulai terdengar oleh telinga kyu. Kyu merasa menjadi laki-laki yang sungguh jahat telah membuat orang yang ia cintai menangis seperti itu. Ia mulai melepas kan tangannya dari bahu nara.

“wae?? Nara-ah” Tanya kyu penasaran

“wae nara-ah???? Apa aku menyakitimu??”

“mianhae nara aku tidak bermaksud menyakitimu, mianhae nara”

nara menatap kyuhyun namun air matanya masih membasahi pipinya. Kyu masih terdiam karena rasa bersalahnya. Namun dengan cepat ia menyentuh pipi nara. Mungkin ia tidak tau berapa lama dia tidak sedekat ini dengan nara.

“tuhan apa ini jalan mu???” Tanya nya dalam hati

plak

nara tiba-tiba menampar pipi kyu dan pergi meninggalkan pria itu. Kyu kaget atas perlakuan nara tadi. Dia tidak sempat mengejar nara.

“aku tau kau masih mencintai ku nara, dan aku akan terus mencoba agar kau bisa menjadi milik ku lagi” kata-kata kyu terdengar begitu bergetar ketika mengatakannya.

***

*school

“narrrrrraaaaa” teriak yura dari gerbang menuju hyeri

“aissshh bocah ini tidak bisa kah dia bersikap selayaknya kepadaku” nara tetap saja berjalan dan tak mempedulikan sahabatnya itu

“nara tunggu aku” katanya terengah-engah

nara hanya melirik sahabatnya itu dengan malas

“ada apa??” tanyanya dengan nada sinis

“huh pasti kau marah padaku kan? Mianhae kemarin aku harus pergi ke acara keluarga ku. Aku tidak bias menolaknya” katanya sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah

“lalu kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan pergi. Dengan itu aku tidak perlu datang kerumahmu kan”

“handphone ku rusak, untuk saat ini aku tidak punya handphone” katanya sambil memanyunkan bibirnya.

“maafkan aku nara”

“huh gwenchana” namun tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika melihat sesosok pria itu sedang berada di hadapan mereka memakai seragam yang sama dengan yang ia kenakan

“apa yang kau lakukan di sini”

Kyu hanya tersenyum manis mendapat pertanyaan seperti itu

“aku akan bersekolah di sini bersamamu” kata kyu dengan wajah entengnya sambil berlalu meninggalkan nara yang masih terdiam karena kaget.

***

*nara pov

Apa maksudnya, kenapa dia harus satu sekolah dengan ku. Ya Tuhan aku belum siap menerima ini semua. 2 tahun dia meninggalkan ku dan sekarang dengan wajah tanpa dosanya dia menghampiriku lagi. Dimana hati nurani mu CHO KYUHYUN. Apa kau tidak tau betapa sakitnya aku setelah kepergian mu waktu itu. Aishhhh dia tidak pernah berubah, tidak pernah peduli perasaanku.

“nara, hey nara” lamunanku buyar ketika sahabatku yura menyenggol ku

“ada apa??” kataku bermalasan

“kenapa denganmu dari tadi kau hanya diam melamun saja, apa ada masalah?? Cerita saja padaku”

Hsss anak ini selalu saja ingin tau semua masalahku. Walau dia sahabatku, amat lah jarang bagiku berbagi cerita padanya. Mungkin karena aku bukan orang yang selalu ingin berbagi cerita pada orang lain.

“tidak, aku hanya sedikit bosan saja”

“sepulang sekolah aku akan pergi ke toko buku, apa kau akan ikut??” Tanya nya

“kalo aku berkata tidak akan ikut raut wajahmu pasti akan langsung …..” belum sempat aku meneruskan kata-kataku yura sudah menunjukkan muka sedihnya padaku.aisshhh bocah ini

“baiklah aku ikut”

***

*toko buku

“hmmm sepertinya buku yang ku cari masih belum ada”

“kenapa tidak kau tanya pelayannya”

“aku pergi ke toilet dulu”

Ketika aku kembali lagi ke toko buku itu yura sudah tidak ada.

“kemana dia, jangan bilang kau meninggalkanku im yura!!!!” -_-

“Awas saja kau nanti”

Tak berapa lama aku melihatnya sedang duduk dan memainkan ipodnya.

“kemana saja kau” tanyanya padaku.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu yura” kataku sinis lalu duduk di sampingnya

“kau lama sekali ke toiletnya, aku haus maka dari itu aku pergi sebentar”

“lalu mana minumannya???” berkeliling mencarinya membuatku dehidrasi huhhh awas saja kalau dia tak membelikan ku minum -___-

“hehe aku hanya beli satu kau tak bilang ingin minum kan??” katanya tanpa rasa berdosa sama sekali terhadapku

“kau tau kenapa kyu tiba-tiba datang lagi??” kataku tiba-tiba

“huh?? Aku tau perasaanmu kwan nara. Aku pun kaget saat melihat dia kembali lagi bersekolah di tempat yang sama dengan kita”

***

*room nara

Ting tong ting tong

Huhhh siapa sih yang bertamu siang-siang gini

Ting tong ting tong

“YA, baiklah akan ku buka”

Aku bangkit dari tempat tidurku, tidur siang ku selalu saja terganggu. Padahal aku hanya bisa tidur siang pada hari libur saja. Aishhhh tidak bisakah melihat diriku senang sedikit. Jlegerrrrrrr tiba-tiba hatiku merasa tersambar petir saat membuka pintu rumah. YA TUHAN kenapa harus dia lagi aku masih belum sanggup TUHAN.

“tunggu dulu jangan tutup pintunya, aku mohon” pintanya saat aku hendak menutup kembali pintu.

“aku ingin bicara denganmu kwan nara”

“duduklah”

Tuhan kuatkanlah hatiku

Untuk beberapa detik kita hanya terdiam dan  tak ada yang memulai pembicaraan

“apa kau merindukanku?” tanyanya dengan tiba-tiba dan spontan membuat hatiku merasa sedikit sakit

“hey kenapa tak menjawab pertanyaanku??”

CHO KYUHYUN ingin sekali aku memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian, aku benci kau bertanya seperti itu. Apa kau tak pernah sadar, kau telah jauh menyakitiku CHO KYUHYUN.

“tidak, malah aku telah melupakanmu” aku hanya bisa berbohong. Aku sangat merindukanmu kyuhyun amat sangat merindukanmu.

“kau tidak bertanya kenapa aku kembali lagi??”

“untuk apa aku bertanya seperti itu, tidak ada alasan untukku bertanya seperti itu padamu CHO KYUHYUN”

Tuhan tolong kuatkan aku, aku mohon

Tiba-tiba kyuhyun menarik tanganku

“YA!!!! Lepaskan aku”

***

*kyuhyun pov

Aku menarik tangannya dia berteriak-teriak memarahiku karena perbuatanku ini. Tak peduli dia berteriak sekeras apa.

“tenang saja aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja. Ayo masuk!!” pintaku saat sebuah mobil milikku telah ada di hadapan kami. Kini dia tak berontak seperti tadi, tatapannya yang polos itu yang aku rindukan darinya. Tanganku masih menggenggam pergelangannya. Mungkin ia belum menyadarinya, lebih baik seperti itu. Nara aku ingin TERSENYUM SELAMANYA UNTUKMU.

“ayo naik, kenapa diem??”

“mau di bawa kemana aku? Jangan bilang kau akan menculikku” gubraggggg dia fikir aku akan menculiknya, benar-benar bocah bodoh kau ini kwan nara.

“ayo cepatlah masuk kan sudah ku bilang tadi aku hanya ingin jalan-jalan saja denganmu. Ayolah kasian supirku sedari tadi sudah menunggu”

Akhirnya dia naik ke dalam mobil. Di dalam mobil kita hanya diam. Aku masih canggung untuk memulai pembicaraan, dan aku yakin dia tidak akan berbicara sebelum aku memulainya. Dia tidak pernah berubah selalu meninggikan gengsinya.

“kita sudah sampai” kataku sambil tersenyum girang padanya. Terlihat jelas raut wajahnya yang masih terlihat bingung. Hahaha lucu sekali wajahmu Kwan Nara😀

“……….”

Aishhhhh kenapa dia masih diam saja sih.

“hey kau mau turun atau tidak huh????” tanyaku seraya meninggalkannya yang masih diam di dalam mobil

“YA!!!! Tunggu aku”

“kenapa kau membawaku ke taman hiburan ini??”

***

*end pov

Kyuhyun sengaja membawa nara ke taman bermain, karena disana mereka bisa menghabiskan waktu bersama. Ya mungkin hati nara masih terlihat sangat dingin, namun kyu yakin ia dapat membuat nara berada di sampingnya lagi.

“ayo kita naik halilintar, aku ingin berteriak sepuas hatiku” ajak kyuhyun namun terlihat jelas raut wajah penolakan dari nara

“ayolah sejak kapan kau menjadi penakut seperti itu kwan nara”

“aku ingin pulang, aku tidak ingin berlama-lama di sini bersamamu” namun tak sempat nara berjalan untuk meninggalkan kyu, tangan kyu sudah sigap meraih tangan nara.

“YA!!! Sudah aku bilang aku ingin pulang. YA CHO KYUHYUN apa kau tuli huh!!!” kyu masih saja menarik tangan nara dia tak mempedulikan teriakan wanita itu

“AWWWW HEY BODOH” bentak kyuhyun saat tangannya terkena gigitan dari gigi nara

“kau pikir tidak sakit bodoh”

“kan sudahku bilang aku ingin pulang” akhirnya kyuhyun menyerah.

“Tingakahnya tidak berubah masih saja seperti anak kecil” gerutu kyu

“apa yang kau bilang tadi huh???”

“hhehehhe tidak” kyu hanya bisa nyengir

***

*nara pov

Kyu kenapa kau bersikap seperti itu kepadaku, apa kau benar ingin menghancurkan hidupku perlahan-lahan??? Kenapa disaat aku bisa melupakanmu, kau malah datang. Begitukah caramu terhadapku huh??? Sekuat-kuatnya aku menghadapi setiap masalah hidupku, hatiku begitu lemah bila menyangkut tentang mu kyu.

Aku sudah tak tahan lagi menahan air mata ini, entah sudah berapa puluh atau beratus kali aku menangisimu. Hari ini aku ijin untuk tidak sekolah, alasan kepada orang tuaku sakit padahal aku sedang menghindarinya. Ya sejak saat kyu mengajakku berjalan-jalan ke taman bermain setiap hari dia selalu mendatangiku entah itu untuk apa. Dia seperti sedang mempermainkan aku. Aku senang dia kembali sangat senang. Tapi hatiku masih merasa sakit. Dia pergi tanpa ada kata-kata pisah padaku, dan datang tanpa ada kata-kata maaf padaku. CHO KYUHYUN kau pria terjahat yang pernah aku kenal.

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Handphone ku berbunyi

“siapa lagi aku ingin istirahat jangan ganggu aku”

Aku tutup kepalaku dengan bantal yang ada

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray

“YA!! Bodoh kenapa kau masih bunyi juga. Baiklah akan ku angkat”

“yeoboseo, siapa ini”

“………..”

“yeoboseo???????”

“……………”

“YA, kau ini siapa huh??? Mau mengerjaiku???”

“HAHAHAHA begitukah caramu menerima telfon kwan nara-ssi??”

Deg suara itu, jangan bilang itu dia. Tau dari mana dia nomor handphone ku

“hey kwan nara kenapa diam saja kau????”

Trek

Aku putuskan sambungan telfonnya aku tidak ingin mendangar suaranya untuk saat ini. Aku sengaja tidak sekolah karena sedang menghindar darinya. Dan sekarang dia malah menghubungiku melewati nomor handphone ku.

*end nara pov

***

5 mei 2011 6:31

Room yura

“berapa lama kau akan menginap di rumahku??” Tanya yura pada temannya itu

“aku tidak tau, mungkin sampai dia berhenti menemuiku”

“aishhh dia kan masih bisa menemuimu di sekolah kwan nara” -___-

“benar juga ya AAAAAAAAAAAA yura aku harus bagaimana aku tidak ingin bertemu dengannya lagi” kini yura mulai kebingungan karena nara sedikit meneteskan air matanya

Tubuh nara mulai bergetar seraya dengan suara isakannya

“nanti aku akan mencoba bertemu dengannya dan membicarakan ini semua. Agar kau tidak seperti ini terus menerus. Sudahlah jangan menangis lagi”

Yura berfikir kalau tidak dirinya yang berbicara pada kyu siapa lagi, nara?? Huh tidak mungkin. Berhadapan dengannya saja dia tidak mau.

*****

“kenapa kau kembali lagi??” Tanya yura pada kyu

“aku hanya rindu pada tanah kelahiranku, apa tidak boleh aku kembali kesini??”

“ishhhhh lalu kenapa kau mengejar-ngejar nara, apa kau tidak puas menyakitinya huh? Sudah cukup dia merasakan sakit setelah kau tinggalkan beberapa tahun ini. Aku tidak ingin melihatnya terus-menerus sedih seperti itu. Aku mohon jangan permainkan hatinya”

Kyu hanya diam mendengar pernyataan dari yura tadi

“sebegitu jahat kah aku?”

Yura melongo saat kyu berkata seperti itu

“ YA!! KAU, apa kau tidak sadar hah!! Ketika kau meninggalkannya 2 tahun yang lalu nara menjadi wanita yang begitu lemah”

Kyu menutuo wajah dengan tangannya

“aku benar-benar tidak bermaksud meninggalkannya. Andai saja kalian tau alasanku meninggalkannya untuk apa”

“wanita lain??”

Kyu menggelengkan kepalanya “bukan itu, untuk saat ini aku belum bisa menceritakannya pada siapa pun termasuk nara. Maaf kan aku”

“baiklah terserah kau saja, kalau kau masih mencintainya aku harap kau tidak menyakitinya lagi kyuhyun aku percaya padamu. Aku harus pulang jangan lupa kata-kataku tadi jangan sakiti dia lagi kyu”

“ya titipkan salamku padanya katakana aku sangat merindukannya”

*kyu pov

Aku telah jauh menyakitinya Tuhan, aku tidak bermaksud menyakitinya sungguh. Aku hanya ingin bersamanya itu yang aku mau tapi ternyata itu malah membuatnya begitu sakit. Maafkan aku nara J andai saja kau tau keadaanku bagaimana mungkin kau akan bersikap sangat lembut terhadap ku. Tapi aku tidak ingin kau mengetahui ini semua. Tuhan jika ini semua tidak terjadi padaku aku tidak akan meninggalkannya begitu saja. Aku tidak menyalahkanmu Tuhan sungguh tidak sama sekali. Mungkin ini memang jalan hidupku.Aku sangat mencintaimu kwan nara.

“kyu sedang apa kau disana ayo cepat masuk” aku terbangun dari lamunanku

“ah ya aku akan masuk”

Namun aku masih saja belum beranjak dari tempat dudukku

“apa yang kau pikirkan huh?” Tanya umma ku tiba-tiba membuat ku sedikit terkejut

“hah, oh tidak” elakku

“aku tau masalahmu anakku sayang, jangan kau memendam semuanya sendiri. Jika memang dia bisa membuatmu bahagia kenapa kau harus berbuat seperti itu. noonamu yang cerita padaku, aku ini umma mu kenapa kau tidak bercerita semua masalahmu padaku. kau pulang ke korea pun karenanya kan??”.

Umma benar tidak seharusnya aku menyembunyikan masalah ku padanya.

“pasti noona sudah menceritakan semuanya pada umma??”

Umma mengiakan nya dengan mengangggukan kepalanya.

“tapi aku telah menyakitinya umma, aku telah jauh menyakitinya. Dan sebentar lagi aku akan meninggalkannya itu akan lebih menyakitinya. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi”

Aku ingin sekali menangis tapi aku tidak bisa aku tidak boleh terlihat lemah di hadapan umma

“aku percaya padamu kyu, kau harus yakin pada dirimu sendiri” katanya sambil mengusap kepalaku dengan halus

“ya sudah ayo masuk kau belum meminum obatmu kan??”

Aku memang mempunyai penyakit yang tiba-tiba bisa merenggut nyawaku entah itu kapan. Penyakit jantung genetic inilah yang selalu membuat aku lemah dari kecil. Andai saja aku terlahir sehat pasti aku tidak akan seperti ini. Penyakit ku ini mulai memburuk ketika 3 tahun yang lalu maka dari itu ketika 2 tahun yang lalu aku pergi ke amerika untuk memulai pengobatanku disana namun hasilnya sama saja. Akhirmya aku memutusan untuk kembali ke korea dan menemuinya lagi. Mungkin kondisiku akan membaik bila aku selalu bersamanya. Benar saja keadaanku begitu baik ketika bertemu dengannya. Nara kau begitu berarti dalam hidupku J

*end pov

******

“sedang mencari siapa kau?? Dari tadi seperti sedang menunggu seseorang”

Nara sudah kembali seperti biasa bersekolah lagi dan kembali ke rumah nya lagi namun baginya kini ada yang terlihat beda. Kyu dia sudah tidak pernah mendekatinya lagi, dan sekarang dia mulai terlihat jarang berada di sekolah. Dia oun sudah tidak pernah datang ke rumah nara. Ya awalnya nara senang namun hati nara berkata lain dia mulai merindukan sosoknya lagi.

“sudah beberapa hari ini aku tidak melihat kyu, apa dia datang padamu??”

“YA!!!nara sedari tadi kau hanya diam sambil celingak-celinguk tak jelas, apa yang sedang kau cari huh???”

“ah ani, aku hanya bingung saja” elaknya

“waeyo???”

“ah tidak”

Percuma saja yura bertanya beberapa kali pada nara tetap saja dia tidak akan berkata jujur pada sahabatnya itu.

*nara pov

Kemana dia?? Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya. Apa dia akan meninggalkanku lagi. Bukan hanya aku saja yang merasa kehilangannya sahabatku pun merasa seperti itu. Apa ini semua gara-gara aku terlalu berlebihan menghindarinya.

“lebih baik aku kerumahnya” namun aku berpikir sejenak

“aaaa tidak untuk apa aku kesana”

Aku diam untuk beberapa saat

“tapi aku butuh alas an darinya, baiklah aku akan kerumah mu CHO KYUHYUN”

***

Aku telah sampai di rumahnya, ya Tuhan kuat kan kau. Tanganku masih ragu untuk memencet bel rumahnya.

“baiklah aku siap” kataku tegas

Ting tong ting tong

Tak lama pun ada seorang wanita mungkin dia lebih tuadari ku membukakan pintu. Dia memperhatikanku lekat-lekat dari atas sampai bawah.

“kenapa dia menatapku begitu” batinku

“apa ada kyuhyun??” tanyaku padanya

“tidak salah lagi pasti kau kwan nara kan??”

Dari mana dia tau namaku, aku baru bertemu dengannya saja hanya kali ini

“ayo lah masuk, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan mu”

Aku kesini bukan ingin berbicara denganmu tapi dengan kyuhyun aishhhhh

“duduklah, sebentar aku bawakan minum dulu”

Tak begitu lama aku menunggunya membawa minum. Dia cantik,tapi dia siapa?? Kenapa dia ada di rumah kyu??

“aku kakaknya kyu namaku cho ahra aku sudah tau tentangmu dari adikku dia telah meceritakan semuanya padaku, dan ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu apa kau mencintai adikku???”

Kenapa dia bertanya itu padaku

“huh kenapa kau bertanya seperti itu??” tanyaku heran

“jawablah mungkin jawabanmu akan membuat adikku sedikit tenang disana”

“maksud mu? Sedikit tenang disana?”

Aku benar-benar bingung dengan kata-katanya apa maksudnya

“kenapa kau diam saja, apa yang terjadi dengannya onnie???”

Dia menyerahkan sebuah surat padaku

“ini bacalah kyu yang menulisnya”

Aku benar-benar bingung sebenarnya ada apa dengannya mengapa seolah-olah dia elah meninggalkanku

Hai kwan nara, apa kabarmu?? Maafkan aku bila aku terus-terusan membuatmu bingung. Mungkin ketika kau membaca ini aku telah tiada nara. Pasti kau bingung dengan kata-kataku ini ya nara. Aku mempunyai penyakit yang sulit di sembuhkan nara, dan kejadian 2 tahun lalu aku tidak bermaksud untuk pergi .Aku sengaja tak memberitahumu tentang semua ini, maafkan aku bila menyakitimu. Tapi hanya ini yang bisa aku perbuat. 2 tahun aku mencoba mengobati penyakitku ini, tapi hasilnya tetap saja. Aku mulai putus asa. Maafkan aku bila waktu itu aku harus meninggalkanmu tiba-tiba. Aku tidak ingin kau tau keadaanku nara. Sungguh tidak ada niatan bagiku untuk menyakitimu. Awalnya aku menolak untuk pergi ke amerika bersama ayahku tapi setelah aku berfikir lebih jauh, dan berfikir tentangmu. Akhirnya aku mengiyakan ajakan ayahku. Aku kira setelah aku pergi ke amerika keadaanku akan membaik, tapi sama saja. Akhirnya setelah 2 tahun aku disana aku berniat untuk pulang lagi ke korea dan kembali lagi padamu. Sungguh aku tak bermaksud untuk mempermainkanmu. Aku mengobati penyakitku ini untukmu nara, untukmu sungguh. Aku ingin kita bersama. Tapi Tuhan berkehendak lain, penyakitku ini sudah tidak bisa di sembuhkan lagi. Aku ingin sekali disisa hidupku selalu bersamamu nara. Sungguh egois memang tapi hanya itu yang aku mau sebelum aku benar-benar meninggalkanmu. Saat-saat kau bersikap sinis padaku atau saat kau membentakku itu yang membuat aku semakin merindukanmu nara. Aku benar-benar mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. SARANGHAE KWAN NARA J JEONGMAL MIANHAE

APA MAKSUD DARI SURAT INI????????? Nafasku begitu sesak

Badan ku begitu lemas sungguh aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tuhan dia telah meninggalkanku ini bukan hanya 2 tahun tapi untuk selamanya. Aku tidak bisa menahan tangis, aku menangis di pelukan ahra onnie

“dia sangat mencintaimu sampai ia meninggal pun ia tetap mencintaimu. Maafkan aku tidak memberitahumu tentang ini semua, kyu tidak ingin kau mengetahuinya. Dia pun tidak ingin di saat pemakaman nya ada dirimu, dia tidak ingin membuatmu menangis lagi karenanya”

“dia mempunyai penyakit jantung genetic dari kecil, ketika 3 tahun yang lalu kondisinya mulai melemah aku dan keluarga begitu ketakutan maka dari itu appaku membawanya ke amerika untuk menjalani pengobatan disana. Tapi kyu meminta untuk berhenti berobat di sana karena dia mulai merasa jenuh. Awalnya kami menolak, tapi kami bisa apa kyu tetap saja mengeluh ingin pulang. Aku tau alasan ia ingin pulang apa, ia ingin bertemu denganmu nara”

Kata-kata darinya tadi begitu membuat aku merasa bersalah. Ketika dia kembali ke korea aku bersikap begitu kasar padanya.

Sungguh bukan ini yang aku mau kyu, bukan ini yang aku mau. Kenapa kau meninggalkanku seperti ini. Begitu sakit hati ini Tuhan kenapa di saat aku selalu ingin dekat dengannya dia malah selalu pergi menjauhi ku.

***

Kini aku tengah berada di depan makamnya, kaki ku begitu lemas melihat pemakamannya. Dia benar-benar sudah tiada, aku selalu berharap ini adalah april mop Tuhan atau ini hanya khayalanku saja. Tapi semua ini nyata. Tangisan ku pun tumpah begitu saja, kyu kau tidak ingin menyakitiku tapi dengan kau meninggalkanku seperti ini kau sangat menyakitiku kyu.

Aku ingin memelukmu ketika kau merasakan kesakitanmu kyu. Kenapa kau tak pernah memberitahuku dari awal.

Tuhan sekarang dia sudah bersamamu di sana, titipkan salam ku untuknya Tuhan. Andai saja ada jalan singkat untukku bertemu denganmu kyu.

Sojunghameul itkko sarasseo chaga-un sesang sogeseo
Eodu-un georireul hemaedo nunmul heullil su eoptteon nayeonneunde

Neoreul gidaryeo ongeoya aju oraen shigandongan
Nareul kkok dalmeun sarangeul wihae
Weroweottteon shiganmankeum neo-ege da jugo shipeun
My endless moment, pray for you

Nega eomneun na-ui moseubeul sangsanghal suneun eopseo
Ibyeoriran mareul moreuneun neowa na-igil barae yeongweontorok
Neo-ui jageun euseumjocha ireoke nan haengbokhande
Kkumi anin neo-ege yakssokhae
Manheun nari jinagado neoreul wihan naega dwelge
My shining moment, forever

Gakkeum seotureun nae mami uril himdeulge hal ttaedo
Joheun geottteulman dashi gi-eokhandamyeon

Neoreul gidaryeo ongeoya aju oraen shigandongan
Nareul kkok dalmeun sarangeul wihae
Weroweottteon shiganmankeum neo-ege da jugo shipeun
My endless moment, pray for you

Ojik neomanrul weonhae eonjena
Manheun nari jinagado neoreul wihan naega dwelge
My shining moment, forever

Girl, my heart is cold,
Please come back to me
My shining moment, forever

26 thoughts on “-Contest Fiction- Saranghae!

  1. Pingback: -Announcement- Jadwal Publish Fiction Contest! « ♛ Chocolate's Crown ♛

  2. Uwaaaa.. Hiks hiks hiks…
    Smpe nangis bcanya!
    Kirain Nara lngsung prg k tmpat Kyu dan mnta maaf krn udh kasar sma Kyu trus Kyu nya smbuh!
    Eh trnyata malah sbliknya! Uwaaa hiks ..

  3. daebak tehchun, kemaren aku nangis gara2 baca novel sekarang aku dibikin nangis lagi sama tehchun T.T keren tehchun ^^d

  4. author nya kejem!!!masa kyunya dibikin mati =________= tuh juga si nara nyadar nya lama!!!suuzhon dulu seh tuh bocah hash!!jadi nyesel pan kyu nya dah meninggal baru dia tahu bahwa kyu ninggalin dia bukan karena apa-apa tapi karena dia….ya tau lah ya…T____T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s