Wind, Sun, Star, Moon {Chapter 1}

“Lukisan itu dicuri!!”

Ingat baik-baik ucapanku, Sun..

“Dia kabur~!”

Aku akan mengambil target dengan strategiku sendiri..

“Dia naik mobil Porsche hitam! Sialan, itu Wind!”

Saat aku sudah berhasil mengambil target, kau sudah siap di posisimu dengan motor kesayanganmu itu untuk mengambil alih target ini..

“Cepat tangkap mereka!”

Setelah itu, segera pergi ke tempat yang sudah kuberitahu dan temui Star di situ..

“Apa yang sedang kalian lakukan?  Dasar polisi tak berguna!”

Serahkan target ke tangannya dan biarkan dia yang beraksi dengan skateboard kebanggaannya itu..

“Mereka lolos!!  Damn it!”

Saat Star berhasil kabur dari kejaran polisi, saat itulah misi kita berakhir..

“Success”, sahut Jino singkat dari telefon dengan nafas agak tersengal setelah mati-matian berusaha kabur dari kejaran polisi dengan skateboard miliknya.  Zhoumi tersenyum tipis, “Bagus, Star.  Segera berkumpul dirumah, kita adakan pesta”, gumamnya dan segera mematikan sambungan telefon.

Dia menengok ke arah Kyuhyun yang berada di samping mobilnya dan mengendarai motor Ducati hitam yang membuatnya makin terlihat gagah, “Success, Sun.  Lukisan itu aman di tangan kita”, lanjutnya.

Kyuhyun mendecak pelan sambil memakai kembali helmnya, “Polisi Korea memang lamban.  Padahal tadi aku menyetir dengan kecepatan minimum tapi mereka tak bisa menyusulku sedikitpun”, dengusnya dan mulai menstarter motornya.  Zhoumi mendelik penasaran, “minimum?”, tanyanya tak percaya.

Kyuhyun mengangguk sambil menggas motornya hingga mengeluarkan suara deruan yang agak kencang, “hanya 150km/jam, Wind.  Biasanya aku menyetir hingga kecepatan 225km/jam. Ck~.  Lama-lama aku mulai bosan dengan hal ini”, keluhnya.

Zhoumi nyengir kecut dan mulai menyalakan mesin mobil Porsche hitam kesayangannya itu, “150km/jam kau bilang minimum?  Ya~jika kau bosan dengan hal ini, kau bisa mendaftar menjadi peserta MOTOGP saja”, usulnya lalu dan dijawab dengan kekehan Kyuhyun.  “Ide bagus, mungkin akan kulakukan lain kali”, candanya.

Zhoumi menggeleng heran dengan jalan pikiran adiknya itu dan mencoba untuk tak peduli, “Sudahlah, cepat kembali ke rumah.  Sepertinya Star sudah tiba dari tadi”, ingatnya.  Kyuhyun mengangguk paham dan segera mendahului mobil Zhoumi untuk melaju di kegelapan malam itu.

Sepeninggal Kyuhyun, Zhoumi menengok dari kaca spion mobilnya dan melihat ada kilatan cahaya dari beberapa mobil dan bunyi sirine yang sayup-sayup mulai terdengar.

Oh, rupanya polisi itu masih setia melacak keberadaan kami?, pikirnya.

Akhirnya dia mengeluarkan selembar kertas dari dashboard mobilnya dan membuang kertas itu begitu saja dari dalam mobil.  “Berusahalah lebih keras jika ingin menangkap kami”, desisnya sambil menginjak pedal gas mobilnya dan meninggalkan lokasi awalnya.

Terima kasih telah membuat kami tertawa hari ini..

Atas kejarannya dan atas hadiahnya..

Semoga kita bisa bermain di lain kali..

-Wind, Sun, Star-

*****

“Cheers!!”, dentingan gelas yang saling beradu itu terdengar di rumah sederhana milik keluarga Cho.  Kini 3 bersaudara itu tengah merayakan keberhasilannya dalam mencuri sebuah lukisan terkenal karya pelukis legendaris dunia yang tengah dipamerkan di Museum Seoul.

Ya, sekedar penjelasan singkat, keluarga Cho adalah keluarga pencuri handal.  Mereka memiliki basis yang cukup kuat dikalangan para criminal, tapi keluarga Cho ini selalu melakukan aksinya dengan bersih dan tanpa cela hingga polisi seniorpun sulit untuk melacak keberadaan mereka ataupun untuk menangkap mereka.

Terdiri dari 3 Cho bersaudara : Cho Zhoumi, Cho Kyuhyun dan Cho Jino, mereka bertiga dilahirkan dari seorang wanita yang hobi memiliki banyak suami bernama Cho Hyuna.  Wanita inilah yang menjadi otak dari semua aksi yang dilakukan oleh ketiga anaknya dan selalu memberikan informasi mengenai benda legendaris ataupun harta berharga yang dapat mereka curi.

Hingga saat inipun, Zhoumi, Kyuhyun dan Jino belum mengetahui siapa ayah mereka yang sesungguhnya.  Yang mereka ketahui hanyalah, mereka dilahirkan dari 3 ayah yang berbeda karena golongan darah diantara mereka bertiga tidak ada yang sama.  Tapi mereka tidak pernah ambil pusing mengenai hal itu, karena mereka menyadari bahwa masalah sifat playgirl Ibunya itu memang tak akan pernah berakhir.  Bahkan mungkin saja ada beberapa ‘Cho’ yang lain, hanya saja mereka belum mengetahuinya.

Dalam melakukan aksinya, Zhoumi, Kyuhyun dan Jino memiliki peranan masing-masing..

Cho Zhoumi

Nickname : Wind

Partner : Mobil Porsche Hitam

Status : Pegawai Marketing PT. Hyundai

Anak sulung keluarga Cho.

Dilahirkan saat Hyuna sedang berada di China dan ada kemungkinan bahwa ayah Zhoumi berasal dari China pula.

Bertugas mengelabui polisi dalam mengambil target pencurian dari tempatnya semula.

Cho Kyuhyun

Nickname : Sun

Partner : Motor Ducati Hitam

Status : Mahasiswa Fakultas Musik

Anak kedua keluarga Cho.

Dilahirkan dengan bakat mengemudi yang sangat handal, diperkirakan bahwa ayahnya adalah seorang pembalap.

Bertugas menjadi tangan kedua setelah Zhoumi berhasil mengambil target pencurian dan menyerahkannya pada Jino.

Cho Jino

Nickname : Star

Partner : Skateboard DIVX Hitam

Status : Siswa Chungnan High School, 12rd Grade.

Anak bungsu keluarga Cho.

Dilahirkan dengan bakat skateboarding yang diwariskan dari Ayahnya yang merupakan surfer terkenal di Amerika.  Tetapi Ayahnya sudah meninggal dunia karena serangan jantung mendadak, sebelum Jino dilahirkan.

Bertugas menerima target pencurian dari Kyuhyun dan menyembunyikannya ke tempat yang aman.  Biasanya dia selalu menjadi target utama kejaran polisi, tapi karena kelincahannya dalam mengemudikan skateboard, dia selalu lolos dari kejaran polisi.

3 Cho bersaudara ini juga memiliki kehidupan layaknya penduduk Korea pada umumnya.  Jika tidak sedang melancarkan aksi pencuriannya, biasanya mereka akan melakukan kegiatan yang umum dilakukan dengan status mereka masing-masing, sehingga tak ada seorangpun yang curiga bahwa mereka bertiga adalah kawanan pencuri.

“Ah~jadi apa yang akan kita lakukan dengan lukisan ini, hyung?”, tanya Kyuhyun pada Zhoumi.  Matanya tak lepas memandang lukisan yang berhasil mereka curi itu.  Zhoumi mengangkat bahunya dengan ringan, “Entahlah, mungkin akan kukirimkan pada Umma yang sedang di LA.  Mungkin dia bisa menjualnya disana, karena akan berbahaya jika kita menjual lukisan itu disini”, jelasnya.

Jino langsung antusias, “Kira-kira lukisan ini laku dijual berapa, hyung?”.

Zhoumi menggumam sejenak, “Sepertinya..1 juta won, atau mungkin malah lebih”, jawabnya.  Jino bertepuk tangan senang dan segera memasang aegyo dihadapan kedua hyung’nya itu, “Hyung~belikan aku skateboard yang baru.  Jebal, aku sudah tidak nyaman memakai yang ini”, pintanya.

Kyuhyun langsung menjitak kepala Jino dengan majalah music yang tengah dipegangnya, “Ya~beli lagi?!  Kau tak sadar bahwa gudang kita sudah penuh dengan tumpukan papan beroda milikmu itu?”, tanyanya heran.  Jino tak peduli dan kembali memohon pada Zhoumi yang ia anggap sebagai dewa keuangan di keluarganya ini, “Ya, hyung?  Belikan yang baru~ Ya ya ya?”.

Zhoumi mengangguk bijak dan mengelus rambut adik kesayangannya itu, “Arasseo, kau boleh beli skateboard baru”, jawabnya dan langsung membuat Jino melonjak kegirangan.  Kyuhyun hanya melongo, “Hyung, jangan manjakan dia terus”, keluhnya kesal.  Zhoumi terkekeh pelan dan menjawab ringan, “Sudahlah, tak apa.  Lagipula nilai sebuah skateboard baru itu tak sebanding dengan perawatan motormu setiap bulan, Kyuhyun-ah”.

Kyuhyun mendelik tajam pada Jino yang sedang memijat bahu Zhoumi dengan penuh terima kasih, “Ya~ hyung, gomawo”, serunya semangat.

Kyuhyun yang kesal, langsung melemparkan sandal karetnya kearah Jino dan mendarat tepat di kepala adiknya itu, “Ya!  Berhenti menjilat Zhoumi hyung, cepat buatkan makan malam~!”, suruhnya.  Jino manyun dan berjalan malas menuju dapur, “Arasseo..arasseo.  Beginilah nasib maknae~”, gumamnya pelan sambil memakai celemek masaknya dan mulai menyalakan api di kompor.  Beberapa saat kemudian, mulai terdengar bunyi wajan yang menandakan bahwa Jino mulai sibuk memasak.

Zhoumi menggeleng heran dengan kelakuan kedua adiknya itu, “Kalian berdua, berhentilah bertengkar seperti itu”, ucapnya mengingatkan Kyuhyun yang malah asyik membaca majalah dan tak mengindahkan kata-kata hyung’nya itu.

“Ah~sudahlah.  Aku lelah, lebih baik aku tidur sebentar.  Bangunkan aku jika makan malam sudah siap”, ucap Zhoumi akhirnya dan dibalas dengan anggukan seadanya dari Kyuhyun.

Tepat saat pintu kamar Zhoumi tertutup, tiba-tiba bel rumah berbunyi.  Jino berteriak dari dapur, “Hyung~bukakan pintunya.  Aku sibuk disini!!”.

Kyuhyun mendecak sebal dan beranjak ke pintu depan dengan langkah yang diseret malas, “Yaa~siapa yang bertamu tengah malam begini?”, tanyanya heran, pukul setengah 12 malam.  Bel itu masih terus-terusan berbunyi beberapa kali, seakan tak sabar.

“Ya ya ya~  tunggu seben…”, ucapan Kyuhyun langsung terhenti saat melihat sosok gadis manis dan bertubuh mungil sedang berdiri di luar pintu dengan memakai jaket yang agak tebal.  Wajahnya memerah karena kedinginan dan asap putih keluar dari mulutnya seiring dengan nafas yang dihembuskannya.

“Kyu..hyun oppa?”, tanyanya ragu dengan suara yang lirih.  Kyuhyun memiringkan kepalanya, masih bingung dengan asal usul gadis ini, “Ya, nan Kyuhyun.  Neo nugu…”, belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya, gadis asing ini langsung memeluknya dengan erat, “Aigoo~Aigoo~Aigoo~!!  Oppa, akhirnya aku bisa bertemu denganmu.  Mimpiku terkabul, Oppa.  Aku senang sekali!!”, serunya semangat dan makin mempererat pelukannya di pinggang Kyuhyun.

“Hei~ apa-apaan ini?!”, Kyuhyun mulai panic dan  berusaha melepaskan pelukan gadis ini. Tapi..

“Hyung?  Dia..siapa?  Kenapa dia menangis sambil memelukmu?  Jangan-jangan…”, Tiba-tiba saja Jino sudah berdiri di belakang Kyuhyun sambil memakai celemek dan membawa spatula.

Wajahnya seperti menyiratkan suatu hal yang membuat Kyuhyun gelisah, “Hyung, kau…menghamili gadis ini ya?  Aigoo~sudah kubilang, pakai pengaman, Hyung”, cetusnya polos dan membuat Kyuhyun membelalak lebar.  “Ya~apa yang kau bilang?!  Aku tidak menghamilinya!!  Lagipula darimana kau tahu mengenai pengaman, Jino-ya?!”

Gadis itu menengadahkan kepalanya dan menengok kearah Jino, “Kau..pasti Jino Oppa!!  Ya kan?”, tanyanya yakin dan segera masuk ke dalam rumah kemudian memeluk Jino sama eratnya seperti saat dia memeluk Kyuhyun.  “Hee?!  Aku tidak menghamilimu!!  Kenapa kau memelukku?!”, Jino memukul bahu gadis itu dengan spatula yang ada di tangannya, tapi gadis itu tetap tak bergeming.

“Ada apa ini? Kenapa berisik sekali?”, Zhoumi keluar dari kamarnya dengan wajah yang terkantuk-kantuk.  Gadis itu langsung berteriak kencang, “Aaaa~!  Itu..Zhoumi Oppa?!!  Oppa~ Oppa~ Oppa~!!”, dia segera melepaskan pelukannya dari Jino dan bergegas menuju Zhoumi.  Bisa ditebak, dia memeluk Zhoumi dengan erat dan membuat Zhoumi shock hingga melupakan rasa kantuknya.

Kyuhyun dan Jino segera menghampiri mereka berdua dan memasang tampang heran kea rah gadis itu, “Kau siapa?!”, bentak Kyuhyun tegas.  Jino mengangguk-angguk sambil memainkan spatulanya dengan tampang mengancam.

Gadis itu tersenyum lebar dan membungkuk dalam, “Cho Crystal imnida!!  Akulah adik kalian bertiga, oppadeul!!  Mohon bimbingannya!”

“HAH?!”

*****

“Apa-apaan ini, Umma?! Adik?”, seru Zhoumi dengan suara tertahan karena tak ingin Crystal mendengar obrolan mereka bertiga dengan Hyuna.  Kini Zhoumi, Kyuhyun dan Jino sedang melakukan video call dengan Hyuna yang berada di LA.  Mereka ingin tahu kejelasan mengenai gadis yang mengaku sebagai adik mereka bertiga itu.  Sedangkan Crystal masih sibuk makan malam hingga memungkinkan dia tak mendengar pembicaraan ini.

Hyuna terkekeh anggun dan mengibaskan rambutnya dengan angkuh, “Itu adik kalian, memang benar.  Dialah Cho yang lain.  Tapi dia bukan ‘murni’ anak Umma, dia adalah anak dari sahabat Umma yang juga bermarga Cho.  Belum lama ini, sahabat Umma yang juga Ibu Crystal telah meninggal dan dia meninggalkan pesan supaya Crystal dapat diterima di keluarga Cho kita.  Permintaan yang mudah kan?”, tanya Hyuna dengan nada ringan dan membuat Zhoumi, Kyuhyun dan Jino membelalak lebar.

“Mworago?!!”, seru Kyuhyun agak kencang hingga membuat Crystal melirik penasaran, “Waeyo, Oppa?”, tanyanya dengan wajah polos.  Zhoumi menggeleng sambil tersenyum manis, “Aniyeyo, gwenchanha.  Lanjutkan saja makanmu, Crystal.  Makanlah sepuasmu”, ucapnya.  Crystal mengangguk paham dan melanjutkan menyendok nasi ke mulutnya.

Zhoumi menjitak kepala Kyuhyun agak keras, “Kecilkan suaramu, babo”, desis Zhoumi.  Kyuhyun hanya mengaduh kesakitan sambil mengusap kepalanya yang terasa nyeri.

“Jadi dia telah menjadi adik kita?  Mulai hari ini?”, tanya Jino.  Hyuna mengangguk santai, “Jagalah dia baik-baik.  Dia sudah yatim piatu sekarang dan perlakukanlah dia seperti adik kandung kalian sendiri.  Arasseo?”, tekannya.  Zhoumi dan Jino mengangguk paham tapi Kyuhyun masih menggeleng tak percaya, “Cish, satu Cho bertambah lagi.  Sebenarnya akan ada berapa Cho lagi yang ingin kau tambahkan ke keluarga Kita, Umma?”, tanyanya skeptic.

Hyuna tersenyum tipis melihat kelakuan anaknya yang satu ini, memang Kyuhyun adalah anak yang keras kepala, berbeda dengan 2 saudaranya yang lain.  “Dia anak yang manis, Kyuhyun-ah.  Umma yakin kau pasti akan menyukai sifatnya”.

“Tapi..”, Hyuna melanjutkan ucapannya dengan nada misterius.  “Aksi pencurian kita ini tak boleh diketahui olehnya.  Dia tak boleh tahu bahwa kita adalah pencuri.  Yang harus dia ketahui hanyalah kehidupan kita sebagai orang biasa”, pesannya.  Kyuhyun, Zhoumi dan Jino langsung mengernyit hebat, “Hee?!  Bagaimana caranya?!”, tanya mereka heran.

Hyuna mengangkat bahunya dengan santai, “Itu terserah kalian.  Umma yakin kalian pasti bisa.  Lalu…”, omongan Hyuna lagi-lagi terpotong hingga membuat mereka bertiga penasaran, “Ayah Crystal adalah salah satu dari Ayah kalian juga lho”, ucapnya sambil mengerling nakal.

“MWOHAE?!!”

“Umma, kau bilang Ibu Crystal adalah sahabatmu!  Tapi kenapa bisa Ayah Crystal juga adalah ayah salah satu diantara kami?”, tanya Zhoumi linglung.  Sedangkan Kyuhyun hanya menggeleng pasrah dengan kelakuan Ibunya ini.  Jino?  Dia malah memandang Ibunya dengan tatapan berbinar dan berulang kali mengatakan, “Umma, daebak!!  Jjang~!”, ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.

Hyuna terkekeh bangga, “Tapi Umma lupa, siapa diantara kalian yang memiliki Ayah sama dengan Crystal.  Mungkin Zhoumi?  Ah~sepertinya bukan.  Kyuhyun?  Aniya, bukan..bukan.  Jino?  Bukan juga..tapi, Umma yakin, salah satu diantara kalian memiliki hubungan darah dengan Crystal.  Hanya tinggal menunggu waktu saja.  Hahaha~.  Ya sudah, Umma mau ke pub dulu.  Bye, baby!”.

TREK!

Zhoumi, Kyuhyun dan Jino saling memandang dengan lemas dan mengalihkan pandangan kearah Crystal yang kini mengelap mulutnya dengan serbet yang tersedia di meja, “Wah~Jino Oppa, masakanmu jjang!!”, ucapnya sambil mengacungkan jempolnya kearah Jino.

“Apa boleh buat..”, Zhoumi merangkul bahu Kyuhyun dengan lembut, “Karena kamar kita hanya ada 2, aku sudah sekamar dengan Jino.  Maka..”, Zhoumi tak melanjutkan kata-katanya tapi Kyuhyun sudah mengerti sepenuhnya dengan maksud hyung’nya itu.  “NA?!  AKU?!  WAE?!”, teriak Kyuhyun tak terima dengan keputusan Zhoumi.

Tiba-tiba Crystal sudah menyeruak diantara mereka dan tersenyum dengan manis, “Oppa, jadi aku harus tidur dimana?”, tanyanya polos.  Zhoumi dan Jino langsung menunjuk Kyuhyun dengan wajah tanpa dosa, “Crystal, kau akan tidur sekamar dengan Kyuhyun.  Gwenchanha?”, tanya Zhoumi memastikan.

Crystal menggeleng semangat dan segera melambaikan kedua tangannya di depan wajah Kyuhyun, “Kyuhyun Oppa, annyeong~”.

“AAAARGHHHH!!!!”

*******

—T.B.C—

4 thoughts on “Wind, Sun, Star, Moon {Chapter 1}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s