Sweet 13 Sweat {1st Drop}

14 Februari 1997, Incheon Airport

Tiga anak kecil berusia 11 tahun itu kini saling berpandangan dengan sedih.  Salah satu diantara mereka menyeka air matanya dan berkata dengan terisak, “Kalau aku sudah sampai di London, aku akan kirim e-mail untuk kalian.  Aku janji!”, ucapnya yakin.

Kedua temannya saling pandang.  Salah satu diantaranya bergumam, “Tapi di rumahku tak ada komputer maupun internet, Donghae-ya”, ucapnya.

Anak yang bernama Donghae kembali menjawab, “Kalau begitu..aku akan mengirim sur…”

“Dirumahku ada komputer dan internet”, sela anak yang lainnya.  Donghae menoleh ke arah gadis kecil itu dan tersenyum senang, “Benarkah, Haejin-ah?  Bagus!! Jadi, Raena-ya…”, ucap Donghae sambil menggenggam tangan gadis bernama Raena, “Kau bisa membaca e-mail dariku di rumah Haejin.  Keuraeyo?”, tanyanya memastikan.

Raena hanya mengangguk malas, “Akan kuusahakan.  Jika aku sedang tak malas untuk membaca”, ucapnya dan membuat dirinya mendapat sikutan pelan dari Haejin.  “Aww~ appo, Haejin-ah!”, gerutu Raena.

Donghae hanya tersenyum simpul.  Kemudian orangtuanya sudah memanggil dirinya karena pesawat yang akan membawa mereka ke London telah siap untuk take off.

Donghae menoleh lagi kepada kedua temannya, “Aku..berangkat ya?”, pamitnya.  Haejin dan Raena mengangguk dan melambaikan tangan saat Donghae melangkah pergi.

Tapi baru beberapa langkah, Donghae segera kembali ke tempat semula dan dengan tiba-tiba mencium bibir Raena dan membuat Raena diam membeku, “Ya!!! Apa-apaan kau?!”, gerutunya sambil memukuli bahu Donghae.

Donghae tertawa kencang dan segera beralih ke arah Haejin yang tersenyum ke arahnya, “Haejin-ah, aku sungguh bersyukur memiliki teman sepertimu”, ucapnya sambil mengacak rambut Haejin dengan lembut.

Haejin mengangguk lemah dan berkata pelan, “Hanya…teman?”.  Donghae mengangguk cepat, “Tentu saja!  Kau adalah teman terbaikku”, jelasnya.  Haejin menggigit bibir bawahnya dan memaksakan untuk tersenyum, “Arasseo.  Kita bertiga adalah teman, keurae?”, tanyanya.

Donghae menggumam pelan, “Keundae..untuk Raena agak sedikit berbeda”, ucapnya rahasia dan membuat Raena menatapnya penasaran, “Apa maksudmu?”, tanya Haejin dan Raena bersamaan.

Donghae mengangkat bahu dan tersenyum jahil, “Lanjutannya akan kujelaskan di e-mail yang akan kukirimkan begitu aku tiba di London.  Oke?  Annyeong~”, serunya semangat dan berlari ke arah orangtuanya yang sudah memanggilnya karena pesawat akan segera take off.

Saat bayangan Donghae mulai menjauh, Raena segera berbalik dan meregangkan tubuhnya dengan malas, “Ahh~ ayo segera pulang, Haejin-ah.  Aku lapar~”, ajaknya.

Tapi Haejin masih menatap lurus ke arah Donghae yang sedang berlari menuju departement keberangkatan, pandangannya hanya tertuju ke sosok tubuh itu, tak ada yang lain.  “Tuhan, semoga dia sampai di London dengan selamat“.

***

Haejin’s house, 15 Februari 1997, Seoul

Saat aku sampai di London, aku melihat patung bernama…. Aishh, sudahlah!!  Aku malas membaca ceritanya”, Raena menghempaskan tubuhnya ke bangku yang ada di kamar Haejin.

Haejin melepaskan kacamata tipisnya dan menggeleng ke arah sahabatnya itu, “Tapi Donghae sudah menyempatkan diri untuk mengirimkan e-mail untukmu, Raena-ya”, jawab Haejin.

Raena hanya mengangkat bahu dan mengambil boneka dari kasur Haejin, “Ah, kau tahu sendiri jika aku benci membaca cerita, Haejin-ah.  Dan Donghae malah mengirimkan e-mail sepanjang itu?”, gerutu Raena sambil memeluk boneka ikan milik Haejin, matanya melirik sekilas ke arah jam yang tergantung di dinding kamar, “Aigo!! Sudah jam empat?!  Ya Tuhan, aku ada latihan dance bersama Hyukjae untuk pentas seni.  Sudah ya, aku berangkat!!”, serunya sambil segera mengambil tas di pojok kamar.

“Tapi e-mailnya…”, seru Haejin saat Raena sudah menyampirkan tasnya ke pundaknya.  Raena menoleh ke arah Haejin dan mengangkat bahunya, “Kau saja yang balas e-mailnya.  Aku malas~  Annyeong”, serunya sambil melambaikan tangan dan segera meninggalkan Haejin yang menggelengkan kepalanya heran.

Akhirnya Haejin duduk di depan komputernya dan memegang mouse di tangannya dan segera meng-scroll mouse itu untuk membaca e-mail dari Donghae.

3 menit , 5 menit , dan akhirnya 10 menit berlalu setelah Haejin membaca e-mail dari Donghae.  Dia merasa senang karena bisa mengetahui keadaan sahabatnya itu baik-baik saja selama di London.

P.S : Balaslah e-mail ini jika kau juga menyayangiku. :)

 

Your friend.

Lee Donghae

 

Haejin segera mengetik e-mail balasan untuk Donghae.  Lama-kelamaan jarinya terasa amat terbiasa untuk merangkai kata untuk sahabatnya itu,

 

P.S : Donghae-ya, jangan pernah lupakan sahabatmu di Korea saat kau sudah menemukan teman baru di London sana.  Aku sangat merindukanmu disini. (T.T). Bagaimana denganmu?

Your friend,

Lee Haejin”

 

Haejin mengetik namanya di akhir e-mail, namun dia merasa ragu untuk mengirimkan e-mail ini dengan menuliskan namanya, karena dari awal pun Donghae hanya membuat surat ini untuk Raena, bukan untuknya. Dan jika Donghae mengetahui bahwa yang membalas e-mailnya adalah dirinya dan bukan Raena, pasti Donghae akan merasa amat sedih.

Lalu apa yang harus dilakukannya?

Haejin menghela nafas dalam-dalam dan menghapus namanya dari isi email itu.  Kemudian tangannya mengetik satu nama dengan perasaan hampa,

Your friend,

Im Raena

*****

Subject : Aku senang :)

From : Donghae_Lee

Date : 20 Februari 1997

Hai, Raena-ya.  Apa kabar?  Ah~ aku sangat senang saat kau membalas e-mail’ku. ^^  padahal kukira kau tak akan membacanya (apalagi membalasnya), karena aku tahu bahwa kau paling benci membaca sebuah cerita yang panjang. Kekeke~

Ngomong-ngomong, aku sudah mendapatkan teman baru disini.  Namanya Mike, dia sangat baik.  Dia sering mengajakku bermain bola basket di lapangan basket yang ada di dekat rumahku.  Aku senang berteman dengannya, tapi aku sangat rindu pada kalian.

 

p.s : aku rindu kimchi dan bulgogi khas korea T.T, di London hanya ada sereal dan roti. :p

 

Subject : Re : Aku senang :)

From : Raena_Im

Date : 22 Februari 1997

Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?  :) Ah~jinjja?  Syukurlah jika kau sudah menemukan teman baru, Donghae-ya.  Jangan sampai kau membuatnya kesal karena kelakuanmu yang masih seperti anak kecil.  Arasseo? Kekeke~

Ah~kebetulan Umma-ku sedang memasak kimchi. :( Seandainya saja aku bisa mengantarkannya langsung ke tempatmu, pasti akan langsung kuantar. Tapi cobalah syukuri apa yang kau dapatkan hari ini, Donghae-ya.

 

p.s : aku selalu mendoakanmu dari sini :) hwaiting~!

*****

..2002..

Subject : Your voice, maybe?

From : Donghae_Lee

Date : 5 Juni 2002

Tadi siang, saat aku pergi ke ruang musik sekolah, aku mendengar suara gadis sedang bersenandung pelan.  Awalnya aku kira itu suara hantu (kau tahu jika aku penakut ‘kan?).  Saat aku berniat untuk kabur, suara senandung itu berubah menjadi nada yang lembut dan merdu.  Kau penasaran bagaimana suaranya?  Nanti aku akan mengirimkan partitur nadanya. :) Kau pasti akan menyukainya.

Sore harinya, aku menceritakan hal ini pada Ibu dan beliau mengatakan, “Itu bukan hantu, Donghae-ya.  Itu suara gadis yang kau sayangi.  Pasti kau amat rindu padanya dan sugestimu tentang gadis itu malah membuatmu mendengar suara lain.  Kau sedang suka pada seseorang?”

Jujur saja, aku ingin menjawab, “Ya, aku rindu Raena”.  Kekeke~

 

p.s :  Apa kau rindu padaku?  Pernah kau mendengar suara ‘aneh’ seperti itu?  Jika iya, mungkin saja itu suaraku, Raena-ya.  Hahaha~ :D

Subject : Re : Your voice, maybe?

From : Raena_Im

Date : 7 Juni 2002

Aku sudah menerima partiturnya dan seperti yang kau bilang, itu adalah nada yang indah. :) Aku suka mendengarnya dan kadangkala aku sering menyenandungkannya jika aku berada di tempat favoritku, di pohon mapple yang ada taman (tempat kita sering bermain dulu) sambil mendengarkan musik.

Kau tahu musik kesukaanku?  Sekarang aku sangat menyukai lagu H.O.T-Happiness.  :)

Jika kau ada waktu, cobalah dengar lagu itu.  Lagu yang bagus dan bisa membuatmu tersenyum.

 

p.s : Ya, aku rindu padamu.  :)

 

*****

..2005..

Subject : New university!

From : Donghae_Lee

Date : 31 Juli 2005

Aku masuk ke universitas pilihanku~! :) Apa kau senang mendengarnya? (Aku harap kau senang. Kekeke~).  Bagaimana denganmu dan Haejin?  Kalian masuk ke universitas pilihan kalian?

Ngomong-ngomong, disini banyak gadis yang sedang tergila-gila dengan novel “Love Story”.  Aku sudah membacanya karena didorong oleh rasa penasaran, dan…not bad. :D Kau harus membacanya.

 

p.s : aku tahu bahwa kau benci membaca cerita yang panjang, tapi setidaknya..bacalah cerita itu, untukku. Arachi? :)

 

Subject : Re : New university !

From : Raena_Im

Date : 1 Agustus 2002

Happy August Day, Donghae-ya.  Awali hari di bulan Agustus ini dengan senyuman. :)

Ya, aku diterima di universitas yang aku mau, bersama dengan Haejin.  (seperti yang kau tahu, kami berdua masih belum bisa dipisahkan.  Kekeke~) :D

“Love Story”?  Bagaimana hal ini bisa terjadi?  Kemarin aku baru saja membeli novel itu dan seperti yang kau bilang, ceritanya sangat menakjubkan. :D

 

p.s : Aku sudah membaca cerita ini untukmu.  Jadi…dengarkan lagu H.O.T – Happiness itu untukku. :) Jadi kita impas. Arachi? ^^

******

..2010..

 

Subject : Miss u, girl :*

From : Donghae_Lee

Date : 23 Oktober 2010

Hei, tebak apa yang akan terjadi di tanggal 7 November nanti, Raena-ya?  YA~! Aku akan kembali ke Korea untuk liburan! ^^  Setelah 13 tahun hanya berbicara lewat e-mail, aku benar-benar penasaran dengan sosokmu yang sesungguhnya!  Jinjja, Raena-ya~!  Setiap kali aku memintamu untuk mengirimkan fotomu, kau selalu saja mengirimkan foto masa kecilmu bersama dengan Haejin. (–..–)

Aku ingin melihat sosokmu yang asli, dan harapanku terkabul!!

Lihat saja, tanggal 7 November nanti..aku akan langsung mengenali sosokmu saat kau menjemputku di bandara! J

 

p.s : aku yakin kau pasti sudah menjadi seorang gadis yang cantik. ^^

 

Subject : Re : Miss u, girl :*

From : Raena_Im

Date : 23 Oktober 2010

Jinjja?  Kau akan kemari? 7 November?!

Ah, aku tak yakin bahwa kau akan langsung mengenaliku saat di bandara nanti.  Asal kau tahu, gadis Korea zaman sekarang banyak yang cantik. (–..–)  Dan aku yakin kau pasti tak akan mengenaliku, Lee Donghae. J

 

p.s : Aku dan Haejin amat merindukanmu ^^  Cepatlah kemari dan hati-hati dijalan.

 

Saat e-mail itu terkirim, Haejin tak bisa menahan senyumannya lagi.  Dia membenamkan wajahnya ke atas bantalnya yang bergambar ikan nemo dan berteriak kencang-kencang, “Arghhh~!  Dia akan kembali!!!”.

“Siapa yang akan kembali?”, tiba-tiba saja suara manis itu sudah berada di belakang kursinya dan sedang mendekapkan kedua tangannya di depan dada.  Raena memakai kaus agak ketat yang membalut tubuhnya, kelihatannya dia baru saja selesai latihan dance, sebuah rutinitas yang selalu dilakukannya selama 13 tahun terakhir. “Lee Haejin, siapa yang akan kembali?”, tanya Raena yang kini sudah duduk di samping kursi Haejin dan menatapnya penasaran.

Haejin masih tersenyum lebar, “Donghae!!.  Dia akan kembali tanggal 7 nanti, Raena-ya!!”

Raena mengerutkan keningnya, “Donghae?  Siapa Donghae?”.

*****

“Ya Tuhan!!  Jadi selama 13 tahun ini kau menipu dia dengan menggunakan namaku di setiap e-mail yang kau kirimkan untuknya?!  Lee Haejin, kau gila!!”, Raena menggelengkan kepalanya heran dengan arah pikiran sahabatnya ini.  Sementara Haejin hanya menunduk dalam dan menggaruk pipinya yang tidak gatal, suatu kebiasaannya di kala gugup, “Keundae…aku bingung harus bagaimana.  Dia sepertinya berharap bahwa kaulah yang membalas e-mailnya, bukan aku.  Tapi kau malah tak peduli dengan e-mail darinya.  Jadi…”, Haejin menggantungkan ucapannya dan tersenyum kaku kearah Raena, “aku berpura-pura menjadi dirimu”.

“Lalu?”, tanya Raena memastikan, “Kau tidak memintaku untuk pura-pura menjadi Raena yang dikenal olehnya ‘kan?”.

Haejin menggaruk pipinya lagi, “Sebenarnya aku ingin kau berpura-pura menjadi Raena selama 13 tahun ini.  Tapi, kupikir tak usah.  Kau hanya perlu mengaku bahwa selama ini kaulah yang membalas e-mailnya dalam 13 tahun terakhir”, jelas Haejin dan membuat Raena mengangguk paham.

Raena kelihatan penasaran dan beranjak mendekati Haejin, “Tapi…bagaimana rupanya sekarang?  Apa dia tampan?  Apa dia tinggi?  Lucu?  Manis?”, tanyanya cepat.  Haejin mendongak ke atas, seakan berupaya membayangkan sosok seorang Lee Donghae, “Aku…tak tahu”, ucapnya ringan sambil mengangkat bahunya dan membuat Raena terbelalak, “Tidak tahu?  Ya!  Bagaimana mungkin selama 13 tahun ini kau tak pernah melihat fotonya?!”.

“Yah, itulah kenyataannya.  Yang aku ingat tentang Donghae adalah sama seperti bocah laki-laki saat 13 tahun yang lalu.  Kau juga masih mengingat wajahnya kan?”, tanya Haejin pada Raena.  Tapi Raena langsung menggeleng cepat, “Tidak.  Aku sudah lupa padanya, dan sudah pasti aku sudah lupa wajahnya.  Malah aku sangsi jika kita pernah memiliki sahabat bernama Donghae saat 13 tahun lalu”, ucap Raena cuek sambil memeluk guling yang ada di kasur Haejin.

Haejin menggeleng bingung melihat kelakuan sahabatnya ini, “Yaa~Im Raena, kau tak pernah berubah.  Terlalu santai dan pelupa”, ucap Haejin sedangkan Raena langsung terkekeh pelan dan merentangkan tangannya dengan bangga, “That’s me, Im Raena”.

******

London, 25 Oktober 2010

“Jadi beberapa hari lagi kau akan menemui gadis pujaanmu selama 13 tahun itu, Donghae-ssi?”, tanya Kyuhyun pada Donghae yang masih tersenyum lebar.  Donghae mengangguk dan membereskan kertas kerjanya yang berserakan diatas meja kerjanya, “Ya, aku akan bertemu dengannya, Kyuhyun-ssi.  Kau bisa bayangkan?  Selama 13 tahun, aku hanya berkomunikasi lewat e-mail, dan tanggal 7 nanti aku akan bertemu dengannya secara langsung!!  Kau bisa bayangkan itu, Kyuhyun-ssi?”, tanya Donghae antusias.

Kyuhyun hanya terkekeh pelan sambil menyesap kopinya, “Aish, beginilah ekspresi orang yang sedang  jatuh cinta.  Siapa nama gadis itu?  Raena atau Haejin?”.

“Raena”, jawab Donghae cepat.  Kyuhyun mengangguk paham dan kembali menatap Donghae, “Lalu apa yang akan kau lakukan saat sudah bertemu dengannya?”, tanyanya penasaran.

Donghae menggumam sebentar dan menjawab dengan ragu, “Entahlah.  Mungkin aku akan membatu saat melihat sosok gadis yang sudah menemani dan menyemangatiku selama 13 tahun, biarpun hanya lewat e-mail”.

“Bagaimana jika dia itu jelek, berjerawat, berkawat gigi tebal dan gemuk?  Kau tetap akan membatu?”, tanya Kyuhyun jahil dan segera membuatnya mendapatkan lemparan sepatu dari Donghae, “Ya!!  Jangan menyumpahi seperti itu!!”.  Kyuhyun terkekeh geli dan segera menepuk bahu Donghae dengan tulus, “Good luck, dude.  Beberapa hari lagi, penantianmu selama 13 tahun akan terbayar”.

Donghae mengangguk, “Thanks”.

Setelah sosok Kyuhyun mulai menghilang di balik ruangan miliknya, Donghae segera memperhatikan fotonya bersama 2 orang gadis kecil yang manis.  Pose mereka sangat menggelikan, Donghae diapit oleh mereka berdua dan Raena mencoba untuk memeluknya tetapi Donghae malah pura-pura meminta tolong kepada Haejin yang terlihat tak peduli.

Donghae terkekeh pelan dan memperhatikan foto itu lekat-lekat.  Aneh, matanya tak bisa berhenti menatap wajah Haejin.  Padahal seharusnya dia memikirkan Raena, gadis yang sudah menemaninya selama 13 tahun tapi kenapa matanya tak bisa melepaskan pandangan dari Haejin?

Apa yang salah dengannya?

*****

..7 November 2010, Incheon Airport..

Haejin menatap jadwal kedatangan yang terpampang di bandara dengan pandangan gelisah, sedangkan Raena masih terlihat tenang dan kini sedang memotong kukunya dengan gaya yang anggun.   “Ya~ duduklah.  Kau terlihat seperti nenek-nenek yang kebingungan karena cucunya terlambat pulang dihari pertamanya sekolah”, ucap Raena ringan.  Haejin mendesah kecewa dan menurut untuk duduk disamping Raena yang masih asyik merapikan kukunya.

Haejin menatap ke arah Raena dengan khawatir, “Raena-ya, ayo kita latihan sebagai persiapan jika Donghae menanyakan sesuatu kepadamu tentang e-mail”, ucap Haejin.  Raena mengibaskan tangannya dengan santai, “Tidak usah.  Aku bisa mengatur semuanya.  Kau santai saja, segalanya pasti berjalan lancar”, ucapnya santai.  Lagi-lagi Haejin hanya bisa mendesah kecewa sekaligus khawatir.

Papan penunjuk jadwal kedatangan mulai bergerak dan menunjukkan waktu kedatangan pesawat dari London, “Itu dia!!!  Mereka sudah tiba!!  Ayo~ Ayo~ Ayo!!  Ppali~ Ppali~”, Haejin segera menarik tangan Raena untuk bangkit dan berlari menuju terminal kedatangan.

“Yayayayaya~ hentikan!!  Kukuku bisa patah~!”, gerutu Raena yang tak diindahkan oleh Haejin.

Tiba di terminal kedatangan, Haejin melongokkan kepalanya kesana kemari untuk mencari keberadaan pria yang ditunggunya selama 13 tahun, “Dimana dia?”, gumamnya pelan.  Sedangkan Raena masih menggerutu kesal karena kukunya telah patah karena Haejin menarik tangannya secara tiba-tiba

Beberapa saat kemudian, Haejin melihat sesosok pria yang memakai kacamata hitam dan topi baseball berwarna senada.  Dia membawa koper yang tak cukup besar dan berjalan gagah sambil mengitarkan pandangannya ke segala arah, seperti sedang mencari sosok seseorang.

Haejin tahu bahwa itu adalah Donghae, Lee Donghae.  Memang selama 13 tahun ini dia sama sekali tak mengetahui bentuk wajah pria itu, tapi hatinya mengatakan bahwa pria itu adalah Lee Donghae.

Raena merasa heran saat melihat Haejin yang tiba-tiba menjadi diam seribu bahasa.  Arah mata Raena ikut tertuju ke arah pandangan Haejin dan reaksi selanjutnya adalah, “Ommona!  Itu..Lee Donghae?  Ya Tuhan, neomu…areumdaun!!  Aigoo, Aigoo..tampan sekali!!”, Raena terlihat kikuk dan segera merapikan penampilannya saat melihat sosok Donghae yang sesungguhnya.

Sedangkan Haejin masih terdiam terpaku, bingung harus berbuat apa.  Kini dia hanya bisa berharap bahwa Donghae benar-benar dapat membuktikan ucapannya di e-mail yang sebelumnya, bahwa dia dapat mengenali dirinya saat pertemuan pertama.  Haejin hanya bisa berharap pada satu hal itu.  Semoga saja Donghae dapat mengenali dirinya, sama seperti dirinya yang mengenali sosok pria itu pada kali pertama.

Langkah pria itu semakin mendekat ke arah Haejin dan Raena.  Wajah pria itu semakin berbinar dan tersenyum ke arah mereka.  Masih belum jelas kemana senyum itu ditujukan karena posisi Haejin dan Raena yang sedang berdiri berdekatan.

Seperti ingin menguji Donghae, Raena segera mundur beberapa langkah dari tempatnya berada dan membuat Haejin mendesis, “Apa yang kau lakukan?”.

Raena terkekeh pelan, “Hanya menguji inteligensinya saja”, jawabnya ringan.

Haejin kembali menatap pria itu, langkahnya terlihat mulai melambat saat dia sudah berada di dekatnya.  Hati Haejin makin berdebar, bahkan melebihi kegugupannya saat pengumuman kelulusan SMA-nya, ini seratus kali lebih membuatnya berdebar.  “Jebal, kenali aku”, desis Haejin.

Tapi pada kenyataannya, langkah pria itu  tetap tak berhenti di hadapan Haejin dan malah melangkah melewatinya dan berhenti tepat di hadapan Raena yang tengah tersenyum malu-malu, “Kau…Raena ‘kan?”, tanya Donghae penuh percaya diri dan senyumannya makin terkembang saat melihat anggukan gadis di hadapannya itu, “See?  Aku bisa menemukanmu hanya dengan sekali melihat, Raena-ya”, ucapnya bahagia.

Tapi setiap ucapan Donghae itu seakan membuat luka sayatan yang terlalu perih untuk Haejin.  Rasanya…menyesakkan dan membuatnya sekan menjadi manusia paling rapuh.

Lihat saja, tanggal 7 November nanti..aku akan langsung mengenali sosokmu saat kau menjemputku di bandara! :)

Tidak, semua ucapannya itu sama sekali tak terbukti.  Selama 13 tahun ini, memang hanya ada bayang-bayang Raena di hati Donghae.  Sama sekali tak ada celah bagi Haejin untuk sedikit muncul dan menempati hati pria itu, bahkan dalam kurun waktu 13 tahun…sama sekali tak ada artinya.

Kini Raena tengah menarik tangan Donghae ke arah Haejin yang masih diam di tempat, “Coba tebak siapa dia?”, tanya Raena sambil merangkul bahu Haejin.  Donghae terlihat berpikir sejenak dan akhirnya menjetikkan jarinya semangat, “Kau…Haejin ‘kan?”, tanyanya memastikan.

Haejin hanya bisa mengangguk sambil tersenyum simpul, berusaha untuk tak menjatuhkan airmatanya dihadapan kedua orang ini, “Ya, dan kau pasti Lee Donghae kan?”, tanya Haejin sambil mengulurkan tangannya dan segera dibalas oleh jabatan tangan Donghae, “Aigoo~ bagaimana bisa kedua temanku ini telah menjadi gadis yang amat cantik?”, ucap Donghae semangat.

“Siapa yang lebih cantik?  Aku atau Haejin?”, tanya Raena sambil merangkul Haejin lebih erat.  Haejin menyikut pinggang Raena dan menatapnya garang, “Yaa~ apa-apaan pertanyaanmu it…”

“Tentu saja kau lebih cantik, Raena-ya”, ucap Donghae sambil membetulkan letak kacamatanya dan membuat Haejin diam tak berkutik karena jawabannya.  Raena menatap Donghae curiga, “Jinjja?  Kau pasti bohong~”, tanya Raena tak percaya dan Donghae hanya mengangkat bahu, “Terserah padamu, tapi asal kau tahu..selama 13 tahun ini, aku tak pernah berbohong padamu”, ucapnya santai.

Haejin segera meminta izin pada kedua sahabatnya itu, “Aku…ke toilet dulu”, ucapnya pelan dan segera beranjak menuju toilet yang ada di bandara.  Sesampainya di toilet, air mata Haejin sudah tak dapat terbendung lagi.  Pertahanannya runtuh karena ucapan pria itu.  Bagi Donghae, hanya ada satu nama dihatinya dan itu adalah Im Raena, bukan Lee Haejin.

p.s :  Apa kau rindu padaku?  Pernah kau mendengar suara ‘aneh’ seperti itu?

 

p.s : aku tahu bahwa kau benci membaca cerita yang panjang, tapi setidaknya..bacalah cerita itu, untukku. Arachi? :)

Lihat saja, tanggal 7 November nanti..aku akan langsung mengenali sosokmu saat kau menjemputku di bandara!

 

p.s : aku yakin kau pasti sudah menjadi seorang gadis yang cantik. ^^

 

Lalu apa arti semua itu?

Apa arti semua kata yang terucap selama 13 tahun ini?

Dan, rasa sakit apa ini?

Cemburu?

******

-To Be Continued-

7 thoughts on “Sweet 13 Sweat {1st Drop}

  1. Kasihan haejin… Cinta ny bertepuk sbelah kanan..
    Jd penasaran ama lanjutannya…
    ​​☺hë•⌣•hë•⌣•hë•⌣•hë‎​☺.

  2. omo~ haejin kasian.. T.T pas hae bilang klo raena lebih cantik daripda haejin.. tj
    hae dsini pengen kbecek becek deh author.. palagi si raena

    huft.. coba aja hae tahu kalo yg balesin emailny tuh haejin bkan raena..

    tpi aku suka alur ceritanya!.. bn_nd

  3. kaya mujhse dosti karogi apa ini ya pokoknya pernah ntn film india ini yang pemainnya hrithik roshan,rani mukherjee, kareena kapoor tapi ini versi koreanya, bagus🙂 sedih deh sama ceritanya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s