SHADOW {3rd Sight}

“Ayah, aku ingin menonton Super Show 2″, pinta gadis itu dengan pandangan memohon.  Ayahnya menurunkan koran yang tengah dibacanya, “Super Show? Apa itu?”, tanyanya dengan pandangan heran.

Gadis itu menggembungkan pipinya dengan kesal, mengingat bahwa Ayahnya sama sekali tak mengenali idola pujaannya itu.  “Konser Super Junior, Ayah.  Aku ingin sekali melihat Heechul, Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin & Donghae”, ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya.

Ayahnya menghela nafas dalam dan mengangkat bahu, “Kapan-kapan saja ya?”, ucap sang Ayah. “Kau harus bersiap-siap untuk persiapan masuk Universitas bukan?”, tambahnya.

Sang gadis langsung mencibir, “Ayolah Ayah.  Kalau aku sudah menonton Super Show, aku tak butuh apapun lagi di dunia ini dan kalaupun aku mati, aku pasti akan mati dengan tenang”, desak gadis itu.  Sang Ayah menatapnya tegas, “jangan semudah itu mengucapkan kata mati, Lee Ryeona!!”.

Ia menunduk takut tapi masih tetap merajuk, “Ayaaah~Ayolah!  Ayolah~ boleh ya?”, ucapnya, kini sambil menggenggam tangan Ayahnya dengan erat.  “Ayahku adalah ayah terbaik di seluruh dunia~”, rayunya.

Sang Ayah mendesah pelan dan akhirnya mengangguk singkat, “Baiklah, Baiklah.  Anggap saja ini hadiah untukmu sebelum masuk Universitas”, ucap Ayahnya akhirnya.

“JINJJA?!  Aaaa~ Ayahhh, Kamsahamnida!!”, pekik sang gadis, kini memeluk Ayahnya dengan erat.  Sang Ayah terkekeh pelan dan mengelus rambut anaknya dengan sayang, “Sudah, sudah.  Nafas Ayah sesak, Ryeona-ah”, ucapnya.

Gadis itu masih tersenyum lebar dan mengecup pipi Ayahnya, “Aaaa~ Aku akan menghadiahkan boneka Prancis milikku pada mereka”, ucapnya semangat dan beranjak pergi ke kamarnya.

Sang Ayah menatap langkah ringan anaknya itu sambil menggelengkan kepalanya dengan senyum simpul.  Dia menatap foto yang terpajang anggun di figura, “Anak kita sudah dewasa, Jinsa-ah”, gumamnya pelan.

*****

“Heechul hyung!!  Ryeowook-ah!!”, teriak Eunhyuk dengan panik.  Shindong memeriksa kamar Kyuhyun & Siwon, tapi tak ada siapapun di sana.  Hanya sebuah boneka Prancis yang tergeletak begitu saja dan rembesan darah yang ada di pojok kamar.

Leeteuk mulai frustasi, 5 member’nya menghilang tanpa jejak.  Sangat tak masuk akal!!  Tidak logis!

“Hyung!!”, seru Shindong dari dalam kamar.  Siwon, Leeteuk, Eunhyuk & Yesung langsung beranjak ke kamar & melihat Shindong sedang menggenggam sebuah kertas kusam.  “Waeyo, Shindong-ah?”, tanya Yesung.

Dia menatap Leeteuk dengan tajam, “Hyung, apa maksudnya ini?”, tanyanya sambil menunjukkan selebaran kertas itu.  Mereka berempat menyipitkan matanya untuk membaca tulisan di kertas itu,

“Kyuhyun Oppa, Himnaeyo~.  Kau tahu? Kau amat tampan ketika kau sedang menyanyi”

-ELF, Lee Ryeona-

Siwon mengernyitkan dahinya, “Kyuhyun? ELF?”, gumamnya pelan. “Hyung, dimana kau menemukan kertas ini?”, tanya Siwon pada Shindong.  Shindong mengangkat boneka Prancis yang tergeletak di lantai, “Kertas itu terselip disini”.

Mereka diam sejenak, “Sebentar, aku..menyadari 1 hal..”, ucap Eunhyuk pelan.  Leeteuk menatap Eunhyuk penasaran, “Apa, Hyuk-ah?  Cepat katakan!!”, desak Leeteuk.  Eunhyuk menggigit bibirnya dengan ragu, “Keundae..aku tak tahu ini benar atau salah”, tambahnya lirih.

Yesung menatapnya tak sabar, “Ayolah, Eunhyuk-ah!!  Di saat mendesak seperti ini, tak ada perbandingan tentang hal yang benar atau salah!!”, seru Yesung yang mulai frustasi.

“Bukankah..5 member yang hilang itu adalah teman sekamar diantara kita berlima?”, tanya Eunhyuk, lebih kepada dirinya sendiri.  Mereka menatapnya bingung, “Maksudmu…mereka itu..”

Eunhyuk mengangguk cepat, “Donghae sekamar denganku.  Kyuhyun dengan Siwon.  Sungmin hyung dengan Shindong hyung.  Heechul hyung dengan Leeteuk hyung, lalu Ryeowook dengan Yesung hyung.  Betul kan?!”, jelas Eunhyuk.

“Lalu apa hubungannya?”, tanya Leeteuk.  Eunhyuk mengerutkan dahinya lagi, “Ehmm, entahlah.  Baru itu yang dapat kusimpulkan kali ini”, ucapnya pelan.  Leeteuk mendecak kesal, “Kesadaranmu itu sama sekali tidak penting!!”, ucapnya dengan sinis dan membuat Eunhyuk langsung manyun.

Shindong mengerutkan keningnya lagi, “di kamarku..ada boneka Prancis ini juga”, seru Shindong cepat dan segera kembali ke kamar.  Setelahnya dia langsung ke kamar tempat member lainnya berkumpul, “Ada!!  Aku menemukan kertas di balik boneka itu.  Dan ini untuk..Sungmin”, ucapnya sambil menunjukkan kertas itu.

“Sungmin? Bukankah dia sekamar denganmu?”, tanya Leeteuk.  Shindong mengangguk.

Yesung & Eunhyuk langsung beranjak ke kamar, dan kembali dengan membawa selembar kertas di tangannya, “ini..untuk Ryeowook.  Dia sekamar denganku!!”, ucap Yesung dan Eunhyuk mengikutinya dengan mengangkat kertas lainnya, “Ini..untuk Donghae”.

Kini mereka berempat langsung menatap Leeteuk yang masih diam terpaku, “Hyung!! Cobalah cari di kamarmu juga”, seru Shindong cepat.

Leeteuk menarik langkahnya dengan pelan menuju kamarnya dan Heechul.  Dan dia melihat ada sebuah boneka Prancis di atas meja rias kamarnya.  Dia mengangkat boneka itu dan memang ada sebuah kertas yang menempel di belakang boneka.

“Heechul Oppa~ biarpun kata sebagian orang kau adalah Cinderella, tapi bagiku..kau adalah pangeran! :) . Karena aku sangat mencintaimu~”

-ELF, Lee Ryeona-

Bulu kuduk Leeteuk langsung meremang saat melihat nama itu secara langsung. “Lee..Ryeona?”, gumamnya pelan.  Dia merasa seperti mengingat sesuatu, tapi..akh!! Rasanya hal itu terlalu sulit untuk diingat.

Leeteuk memegang kepalanya dan menjambak rambutnya pelan, “Akhh!! Joongsoo..ingatlah!! Kau pasti pernah mendengar nama itu!!  Cepat..cepat!!”, bisiknya.  Dia memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba mengingat segala memori yang pernah terjadi.

“Hal ini tak boleh tersebar!!”

“Itu bukan kesalahan kita!!”

Leeteuk memejamkan matanya lebih rapat, bayangan manager’nya yang tengah berdebat dengan beberapa orang tak dikenalnya lah yang muncul di pikirannya.

****

Leeteuk berjalan dengan santai melewati lorong gedung SMent ini.  Hari ini, dia akan menemui manager’nya untuk membicarakan tentang konsep album ke’4 Super Junior.

Leeteuk memijat lehernya pelan, lehernya terasa agak pegal dan kram.  Mungkin ini efek dari kegiatan Super Show 2 mereka, tapi dia bersyukur bahwa acara itu sudah selesai.  Dan berakhir dengan sukses, setidaknya itulah yang dikatakan manager’nya pada mereka ber 10.

Langkah Leeteuk menjadi pelan saat mendengar teriakan yang berasal dari ruangan manager’nya, “Hal ini tak boleh terungkap ke media massa!!”, serunya kencang.

Sedangkan beberapa orang yang tak dikenalnya masih menatap manager dengan tegas, “Tapi ini bukan kesalahan dari pihak kami! Kami tak mau bertanggung jawab sepenuhnya”, jawab orang tak dikenal itu.

Leeteuk mengeryitkan dahinya sejenak, sebenarnya apa yang mereka bicarakan?

“Aissh~ sudahlah”, gumam Leeteuk pelan. Dia tak ingin menguping pembicaraan orang lain dan akhirnya memutuskan untuk beranjak pergi dari lorong itu.  Dia akan bertemu dengan manager’nya itu beberapa saat lagi.

Tapi saat dia melangkahkan kakinya, dia masih bisa mendengar beberapa perkataan dari ruangan manager’nya.

“Siapa dia?”

“Gadis SMA, Lee Ryeona”

*****

Eunhyuk memandang kertas ditangannya ini dengan pandangan hampa.  Terlalu banyak teka-teki di otaknya kali ini.

“Bagaimana jika mereka tak ditemukan?”, lirih Yesung.  Siwon menatap Yesung dengan tajam, “Hyung!  Tak mungkin.  Kita pasti bisa menemukan mereka!!”, sentak Siwon.

Shindong menghela nafasnya dalam-dalam, “Mungkin saja..kita yang akan jadi korban berikutnya”, ucapnya pelan dan membuat suasana langsung menjadi sunyi dan kembali tegang.  Eunhyuk beranjak berdiri, “Tak ada gunanya kita diam seperti ini!  Pasti ada jawaban dibalik semua kejadian ini”, ucapnya optimis.  Dia segera menarik tangan mereka bertiga untuk segera keluar kamar, tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat ada sebuah boneka Prancis yang ada di atas meja ruang tengah.

“Wae?”, tanya Yesung dan mencoba untuk mengintip dari balik punggung Eunhyuk.  Eunhyuk menggumam pelan, “Saat kita masuk ke kamar Kyuhyun & Siwon, di atas meja itu tak ada barang apapun kan?”, tanyanya lebih kepada dirinya sendiri.  Wajah Siwon, Yesung & Shindong langsung menjadi pucat saat melihat boneka itu berdiri angkuh dan seakan menatap mereka dengan pandangan menantang.

“Bagaimana bisa?”, lirih Shindong.  Kemudian, Siwon langsung melangkah pelan menuju boneka itu dan mengangkatnya.  Seperti yang telah diduga, ada sebuah kertas lagi di balik boneka itu.  Siwon membaca tulisan di kertas itu dan menahan nafas seketika.  “Eeteuk..hyung?”

“Teuki Oppa~ sama seperti namamu, kau adalah orang yang amat berharga.

-ELF, Lee Ryeona-

****

Leeteuk meringis pelan, masih menjambak rambutnya.  “Arghh!”, sentaknya kesal dan meninju lantai di dekatnya.  Dia tak tahu hal apapun tentang Lee Ryeona selain nama itu disebut oleh manager’nya.  Apa sebenarnya yang terjadi padanya?  Apa hubungannya dengan mereka ber-10?!

“Hyung!!”, teriak Eunhyuk sambil berlari kea rah Leeteuk yang masih duduk di atas kasurnya.  Siwon, Shindong & Yesung mengikutinya dari belakang.  “Kau tak apa-apa?  Baik-baik saja?”, tanya Siwon sambil mengecek tubuh Leeteuk.

Leeteuk memandang mereka dengan heran, “Waeyo?”.  Melihat kondisi Leeteuk yang baik-baik saja, mereka langsung menghela nafas lega.  “Hyung, kau tak boleh kemana-mana.  Tetaplah bersama kami”, ucap Yesung.

Leeteuk masih heran, tapi dia melirik kertas yang digenggam oleh Shindong, warna kertas itu berbeda dengan kertas milik 4 member yang hilang.  Dia terkekeh miris, “Korban selanjutnya..aku, bukan?”, tanyanya pelan.

Shindong menatap kertas di tangannya dan buru-buru menyembunyikan kertas itu ke belakang tubuhnya, “Ani, hyung!!”, seru Shindong gugup.

Leeteuk menggeleng pelan dan akhirnya menunduk dalam, “Kuingatkan kalian, jika aku menghilang..cepat pergi dari sini dan cari pertolongan.  Jangan pedulikan aku dan member lainnya.  Aku akan berusaha mengembalikan semua kondisi ini ke semula.  Arasseo?!”, tanya Leeteuk lirih.

Yesung membelalak tak percaya, “MWORAGO?!  Tidak, tidak!  Kami tak akan pergi, hyung!”, katanya tegas.  Leeteuk masih menunduk dalam, sama sekali tak bergerak.  Tapi akhirnya dia mendesis, “Pergi.  Sekarang..juga.  Cepat”, lirihnya.

Siwon mendekati Leeteuk perlahan tapi langkahnya tertahan oleh bisikan Leeteuk, “Berhenti!  Dia..datang.  Kakiku..digenggam olehnya..”, ucapnya pelan.  Siwon membelalak dan mundur beberapa langkah, “Hyung..”, panggilnya pelan.

Leeteuk masih menunduk sambil memejamkan matanya.  Ia bisa merasakan kakinya dipegang oleh tangan yang dingin dan kasar, ia terlalu takut untuk mengetahui apa yang sedang menggenggam kakinya itu.  Tapi di benaknya kali ini adalah menyelamatkan 4 member yang tersisa dan berusaha mengetahui keadaan 5 member yang lain.  Ia yang harus bertanggung jawab atas semua ini!!  “Pergi!  Aku mohon..pergilah!”, desisnya lagi pada Eunhyuk, Siwon, Yesung & Shindong.

Tubuh Leeteuk tersentak hebat saat dia merasakan ada sesosok tubuh yang bersandar di bahunya, dia bisa mencium bau mawar yang sangat menusuk hidung dan rambut panjang yang menempel ke lehernya.  “Kau..terperangkap”, bisik suara dari sosok yang bersender di bahunya.  Kini ia merasakan tangan itu menarik kakinya dengan kuat hingga Leeteuk terjatuh dari kasur, “Arghh!!!”

“Hyung!!!!”, teriak mereka berempat.  Shindong langsung menarik tangan Leeteuk karena tubuh Leeteuk kini masuk ke dalam kolong kasur, seakan ada sesuatu yang menarik tubuhnya.  Leeteuk menggenggam tangan Shindong, tapi matanya langsung terbelalak saat dia melihat ada beberapa sosok yang berdiri di belakang Siwon, Eunhyuk, Shindong & Yesung.  Masing-masing dari sosok itu tertawa menyeringai seakan menantang Leeteuk.  “Lepaskan..tangannya.  Jika tidak, dia..korban selanjutnya”, ucap seorang wanita yang berdiri di samping Shindong, lehernya hampir putus sedangkan darahnya mengalir deras dari lehernya itu.

“Hyung!  Jangan lepaskan tanganmu”, seru Shindong pada Leeteuk.

Leeteuk tak bisa berpikir apapun lagi.  Dia melepaskan genggaman tangan Shindong dan berteriak kencang, “PERGI!!!  CEPAT PERGI!!”

“Hyung!!”, Shindong masih berusaha menarik tangan Leeteuk tapi kini tangan Shindong tiba-tiba berdarah, seperti terkena sayatan pisau.  “Arghhhh!!!”, teriak Shindong saat darah mulai mengalir dari lengannya.  Leeteuk menatap Shindong dan pandangannya beralih ke member lainnya, “SEKARANG!!  PERGI!”

Siwon, dan Eunhyuk mundur perlahan sedangkan Yesung menarik tubuh Shindong untuk menjauh dari Leeteuk.  “Hyung, kami tak bisa…”, lirih Siwon.  Leeteuk kini merasakan punggungnya panas dan seakan melepuh, kulitnya seperti terkelupas.  “Arghhhh~!!!!”, Leeteuk berteriak kencang dan mengepalkan tangannya kencang.  Tak hanya merasa panas, tapi Leeteuk merasakan punggungnya itu seperti sedang disayat-sayat.

Eunhyuk melihat darah itu perlahan-lahan merembes muncul ke kaus putih Leeteuk, sedangkan tubuhnya masih ditarik perlahan ke dalam kolong kasur.  Dia berderap maju untuk menyelamatkan Leeteuk, tapi tiba-tiba saja ia terjatuh karena kakinya menjadi mati rasa.  “Eunhyuk-ah!!”, seru Yesung saat melihat kaki Eunhyuk kembali berdarah.  Bentuk luka itu masih sama, seperti sayatan oleh benda tajam.

“MENJAUH!!  CEPAT PERGI!!  PERGIIII~!  JEBAL!!”, teriak Leeteuk dengan seluruh tenaga yang tersisa.  Dia meringis hebat saat punggungnya kembali terasa panas, bau anyir darah mulai tercium di hidungnya.

Siwon menarik tubuh Eunhyuk dan Yesung segera memapah tubuh Shindong untuk segera keluar kamar.  Mereka berderap keluar dari rumah dan berhasil keluar tanpa menemui rintangan yang berarti.  Air mata Leeteuk mengalir perlahan saat melihat 4 member itu keluar dari kamar.  Dia merasa..lega.

“ARGHHH!!”, teriakan Leeteuk kembali terdengar saat kakinya ditarik seluruhnya ke dalam kolong kasur.  Dan bayangan Leeteuk telah terperangkap bersama  member lainnya.

*****

“Tidak!!  Kita tak boleh tinggalkan Leeteuk hyung disana!”, sentak Eunhyuk pada Siwon yang kini memapah tubuhnya.  Siwon tetap diam memandang jalanan di depannya dan membuka pintu mobil dengan cepat, “Masuk!”, serunya sambil mendorong tubuh Eunhyuk untuk segera masuk ke dalam mobil.  Yesung dan Shindong langsung masuk ke bangku belakang, dan menutup pintu mobil.

Eunhyuk memandang kea rah villa itu berulang kali dan mendecak kesal, “Demi Tuhan!  Aku tak percaya kalian tega meninggalkan Leeteuk hyung!!”, setelah mengucapkan kata-kata itu, dia langsung keluar dari mobil dan berjalan kembali ke dalam villa dengan langkah tertatih.

“Hyukjae-ah, kembali!!”, seru Yesung.  Tapi Eunhyuk seakan tuli dan masih tetap melangkah.  Eunhyuk juga merasakan, setiap saat kakinya melangkah..maka rasanya tiap luka sayatan di kakinya itu akan semakin dalam, tapi ia mencoba tak perduli.  Di pikirannya sekarang hanyalah nasib Leeteuk dan member lainnya.

“Aishh~anak itu!!”, Yesung mengumpat singkat dan keluar dari mobil untuk menyusul Eunhyuk yang sudah masuk ke dalam villa. Shindong mencoba untuk ikut, tapi Yesung melarangnya karena luka ditangannya itu sudah semakin parah. Siwon memukul setir mobil dengan kencang, “Tuhan!!  Berikan keajaibanmu!!”, bisik Siwon sambil terisak pelan.

“Hyukjae-ah!!  Berhenti!!”, sentak Yesung dan menarik tangan Eunhyuk, “Segera kembali ke mobil!  Kita harus segera mencari bantuan!”,

Eunhyuk menggeleng, “Ani, hyung!  Tak akan ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali kita sendiri!”, ucap Eunhyuk sambil kembali mencoba melangkah.  Kakinya makin sakit dan darah masih mengalir dari luka sayatan itu.  Yesung tak berkata apa-apa lagi dan akhirnya mengikuti langkah Eunhyuk, “Apa yang mau kau lakukan?”, tanya Yesung.

Eunhyuk menjawab singkat, “Mencari tahu siapa Lee Ryeona”.

****

Leeteuk mengerjapkan matanya perlahan, rasanya seluruh tubuhnya sudah mati rasa.  Tidak ada rasa sakit, tapi yang ada hanya rasa sesak yang tiada terkira.

“Hyung~jang..ngan  ber..ger..rak”, lirih sebuah suara.  Leeteuk menyadari suara itu, “Ryeowook-ah?”, tanya Leeteuk pelan.  Leeteuk mencoba membuka matanya tapi saat matanya sudah terbuka, di hadapannya muncul sesosok gadis yang memakai seragam SMA.  Pandangannya amat tajam, menatap kea rah Leeteuk.  “Kau..akan mati!”, ucapnya sambil mencekik leher Leeteuk dengan tangannya yang dingin dan berkuku panjang.

“Arghh~”, Leeteuk benar-benar merasa sesak.  Sedangkan mata gadis itu tetap memandang tajam kea rah Leeteuk tanpa ampun, seakan tak pernah puas melihat wajah Leeteuk yang tengah tersiksa.

“Hyung!!!”, teriak Kyuhyun kencang.  Leeteuk mengalihkan pandangannya, dia melihat Sungmin, Kyuhyun, Heechul , Donghae dan Ryeowook tengah dikelilingi oleh mahkluk dengan bentuk yang tak jelas.  Kondisi mereka berlima benar-benar memprihatikan.  “Ka..lian..”, lirih Leeteuk, tapi semakin ia mencoba bicara, cekikan gadis itu akan makin erat di lehernya.

“Lep..pas..kan”, bisiknya.  Gadis itu masih tak merespon dan tetap mengencangkan cekikannya di leher Leeteuk.  “Kalian..harus temani..kami”, ucap gadis itu dingin.  Leeteuk tak sengaja melirik ke seragam gadis itu, di sana terpasang papan nama : Lee Ryeona.

Leeteuk membelalak sejenak dan kemudian menatap gadis itu.  Matanya memang menatapnya dengan tajam, tapi ia merasakan hal lain dari tatapan itu.  Leeteuk merasakan pandangan matanya itu menyimpan makna yang lebih dalam, pandangan..menyesal?

Leeteuk memegang tangan gadis itu dan menggenggamnya pelan, “Terima..kas..sih telah men..cintai Sup..per Juni..or , Ryeo..Na”, bisik Leeteuk sambil tersenyum perih.  Ryeona membelalak lebar, “Aku..benci kalian”, ucapnya lirih dan makin mengencangkan cekikannya.

Leeteuk benar-benar tidak tahan lagi.  Rasanya nafasnya sudah habis, apalagi kini kuku panjang Ryeona mulai menembus kulit lehernya.  Leeteuk mencoba berkata dengan nafas terakhirnya, “Kami ju..ga mencin..taimu”, ucap Leeteuk pelan.

****

Eunhyuk & Yesung mengecek sekeliling rumah dan kini langkah mereka terhenti ke sebuah kamar yang ada di ujung rumah.  “Terkunci!!”, seru Yesung saat dia mencoba untuk membuka pintu itu.  Eunhyuk mencoba untuk mendobrak pintu itu tapi percuma, tenaganya benar benar terkikis habis.

“Pabo!  Dalam hal ini, aku ahlinya”, ucap sebuah suara dari belakang mereka.  Begitu menengokkan kepala, mereka melihat Shindong yang datang dengan dipapah oleh Siwon.  Eunhyuk kaget, “untuk apa kalian kesini?!”, tanyanya.  Siwon mengernyitkan alisnya, “Kami tak boleh bergabung untuk menyelamatkan member grup kami sendiri?”, tanyanya.

Yesung tersenyum simpul dan kemudian menarik tangan Shindong, “Ayo, kita dobrak pintunya!”, serunya.  Shindong mengangguk dan Siwon juga segera mengambil ancang-ancang.  “1, 2..3!!!”

BRRRAKK!!

Pintu itu terbuka dan terdapatlah sebuah kamar yang telah berdebu dan banyak sarang laba-laba.  Tapi yang paling menarik mata mereka berempat adalah dinding kamar yang penuh terisi oleh poster Super Junior.  “Apa maksudnya ini?”, tanya Siwon yang takjub dengan pemandangan ini.

Eunhyuk tak punya waktu untuk terkejut dan dia langsung memeriksa seluruh laci lemari yang ada di kamar itu.  Sesuai dugaan, dia menemukan banyak majalah yang berisi artikel tentang Super Junior.  Tapi sama sekali tak ada benda yang bisa dijadikan petunjuk mengenai hilangnya 6 member itu!

Oppa~”, bisik sebuah suara.  Eunhyuk terdiam sejenak dan melirik ke sekitar.  Siwon, Shindong & Yesung juga tiba-tiba langsung terdiam.  “Kalian dengar suara itu?”, tanya Yesung, mereka bertiga mengangguk.  Mereka kembali mencari sumber suara, tapi tak ada siapapun dikamar itu.

Oppa~”, suara itu makin terdengar jelas dan Eunhyuk langsung melonjak kaget saat melihat ada sosok gadis yang memakai seragam SMA sedang menatap mereka dari dalam cermin yang ada di kamar itu.  “Kau siapa?!”, tanya Shindong gugup.

Gadis itu tersenyum, “Lee Ryeona, sosok yang kalian cari”, ucapnya pelan.  Eunhyuk langsung mendekati cermin itu, “KAU!! KAU YANG MEMBAWA PERGI LEETEUK HYUNG!”, teriaknya kencang.

Ryeona menggeleng pelan, “Itu..bukan aku.  Dia adalah sosokku yang lain.  Sosok yang menyalahkan Super Junior sebagai penyebab kematianku.  Aku yang disini adalah Ryeona yang terperangkap oleh bayanganku sendiri.”, jelasnya pelan.  Siwon bergumam pelan, “Sebenarnya, apa yang telah kami lakukan padamu?!”

Ryeona hanya tersenyum simpul dan merentangkan kedua tangannya ke samping dan tiba-tiba keadaan di sekeliling mereka langsung menjadi terang benderang.

Akan kutunjukkan apa yang dulu pernah terjadi..”

*****

“Waaah~”, mulut Ryeona menganga lebar saat melihat banyaknya ELF yang datang untuk menonton Super Show 2 ini.  Dia menggelengkan kepalanya takjub, “Aigooo~ Oppadeul, kalian memang hebat”, ucapnya pelan sambil melirik kea rah banner Super Junior yang terpasang di dinding gedung.

Ryeona membenarkan letak tas selempangnya dan menepuk-nepuk tasnya, “Oke~ boneka ini akan kuberikan pada mereka semua”, lanjutnya sambil mengingat 10 boneka Prancis miliknya yang ingin diberikan pada para member.  Dia tak henti-hentinya tersenyum senang dan bahagia.

“Para penonton, diharapkan untuk segera mengantri dengan rapi untuk masuk ke dalam gedung”, seru salah seorang staff dan dalam sekejap, suasana di gedung itu langsung berubah ricuh karena setiap orang berdesakan untuk bisa segera masuk ke dalam gedung.

Tubuh Ryeona ikut terdorong ke antrian para ELF, tapi dia lupa bahwa tiket masuk miliknya diletakkan di dalam tas.  Dia merogoh tasnya di tengah antrian, tapi tiba tiba saja..tiketnya itu terjatuh.  “Ahh~ Andwae!”, pekiknya saat beberapa orang menginjak tiketnya itu tanpa peduli.

Ryeona bergerak melawan arus antrian, dan saat dia melihat tiketnya..dia langsung membungkuk untuk mengambilnya.  Tapi, tiba-tiba saja kepalanya sudah terantuk oleh tas seseorang sehingga dia langsung terjatuh terbaring di tengah antrian.

“Argghhh~!!”, dia meronta-ronta kesakitan saat orang-orang ini melewatinya dan bahkan menginjak tubuhnya tak peduli.  Nafasnya benar-benar sesak, terlalu sesak.  Ahh~tidak, asma’ku kambuh!

Ryeona mencoba menggapai tasnya, tapi sangat sulit untuk menemukan inhaler miliknya di tengah keramaian seperti itu, apalagi kepalanya ditendang dari berbagai arah oleh orang yang mengantri.  “Tolong~!”, lirihnya pelan.  Tapi suaranya tak akan pernah terdengar di tengah keramaian ini.

Nafasnya tersengal karena asma’nya mulai menusuk dadanya.  Terlalu sesak, bahkan untuk mencoba mengambil nafas.  Sesak.  Sangat amat sesak.

****

“Ehmmm~”, Ryeona mencoba mengerjapkan matanya beberapa kali sampai akhirnya dia sadar sepenuhnya.  Dia melirik ke sekeliling dan menyadari bahwa dia masih terbaring di tengah gedung pertunjukan.

Dia mencoba bangkit dan melihat keadaan sekeliling, sudah mulai sepi.  Aisshh~konsernya sudah selesai?!  Bagaimana ini?!!  Aku datang ke sini hanya untuk sebuah hal yang sia-sia?!

Dia mendecak kessal dan akhirnya berdiri dan beranjak pulang.  Selama petjalanan, ia benar-benar sangat dongkol dan jengkel, karena insiden tiket itu..dia melewatkan kesempatannya sekali seumur hidup untuk menonton Super Show 2?!

Sampai di rumah, Ryeona melihat banyak orang berkumpul di rumahnya.  Dia melihat sanak familinya berkumpul sambil menangis histeris.  Dia merasakan 1 hal yang tak mengenakkan, dan yang paling pertama terlintas di benaknya adalah..Ayahnya!!

Dia berlari kencang menuju kerumunan saudaranya, “Giyeon-ah, Wae?!!  Apa yang terjadi?!”, tanyanya kencang.  Tapi Giyeon seakan tak mendengar dan masih menangis histeris.  Ryeona menengok ke arah ruang tengah, dia melihat Ayahnya di situ.  Ryeona menghela nafas lega, setidaknya..Ayahnya baik-baik saja.   Tapi, jika Ayahnya baik-baik saja, lalu untuk apa mereka semua berkumpul dan menangis seperti ini?

Karena masih bingung dengan apa yang terjadi, akhirnya dia memberanikan diri untuk melangkah mendekati Ayahnya yang masih diam terpaku ke sebuah peti yang ada di hadapannya.  Ryeona menatap Ayahnya heran, “Ayah~Ada Apa ini?”, tanyanya.

Ayahnya menghela nafas dalam-dalam, “Ayah..akan membalaskan kematianmu, Ryeona-ah!”, ucapnya pelan dan langsung membuat Ryeona shock.  Dia melirik kea rah peti itu dan lututnya terasa lemas saat melihat sosoknya sendiri yang ada di dalam peti itu.

Dia mengingat kembali segala yang terjadi beberapa waktu belakangan, memang..rasanya dia merasakan hal yang aneh.  Tapi ia tak tahu bahwa itu berarti bahwa dia telah mati!

Ayahnya mendekati peti mati Ryeona dan berbisik, “Super Junior akan hancur.  Ayah janji akan hal itu, Ryeona-ah”.

Ryeona membelalak lebar, “Tidak, Ayah!  Andwae~  Itu bukan salah mereka!  Ini adalah takdirku, jangan usik mereka”, ucap Ryeona ssambil mencoba untuk memegang lengan ayahnya.  Tapi percuma, tangannya malah menembus tubuh Ayahnya.

Ryeona menatap kedua lengannya, tak tahu apa yang harus dia lakukan.  Akhirnya dia pergi ke kamarnya dan langsung menangis ditemani dengan puluhan poster Super Junior yang ditempel di dinding Kamarnya.

Dia menatap dirinya di cermin, tapi sesuai dugaan, sosoknya sama sekali tak terlihat.  Tapi lama-kelamaan dia menyadari, sosok yang ada di hadapannya saat ini..bukanlah sosok dirinya.  Dia adalah orang lain.

Sosok di hadapannya itu menyeringai licik, “SJ harus mati, Ryeona. Seperti apa yang telah mereka lakukan padaku”, ucap sosok di depannya.  Ryeona menggeleng kencang, “Tidak!  Mereka tidak bersalah!!”.

Ryeona mencoba berbalik untuk keluar dari kamar, tapi dia menyadari bahwa dia telah terperangkap di dalam cermin sedangkan sosok dirinya yang lain itu ada di seberang cermin, berada di dunia nyata.

“Super Junior akan mati!”

****

 

Eunhyuk, Shindong, Siwon & Yesung mengerjapkan matanya beberapa kali saat cahaya terang itu berubah drastis menjadi gelap.  Tak berapa lama kemudian, mereka sudah mulai terbiasa dengan cahaya remang itu dan bisa melihat sosok Ryeona yang masih tersenyum ke arah mereka.

“Kau..mati?”, gumam Yesung pelan.  Ryeona menatap mereka dengan pandangan kosong, “mungkin..begitu.  Tapi, yang pasti..sosokku yang menyimpan dendam pada kalian itu lebih mendominasi di diriku dan dia bebas berkeliaran d luar sana.  Sedangkan aku terperangkap disini“, jelasnya.

Eunhyuk mendekati cermin itu dan berkata pelan, “Bagaimana cara..menolong mereka?”.

Ryeona menunjuk ke depan, “hancurkan cermin ini dan aku bisa keluar untuk membantu kalian“, lirihnya.  Siwon menatapnya tajam, “Lalu bagaimana denganmu?”, tanyanya.

Ryeona mendesah pelan, “Tidak apa.  Aku..ingin bertemu kalian di surga.  Aku tunggu kalian disana, Oppadeul“, ucapnya sambil tersenyum simpul.

Shindong mengangguk pelan, “Terima kasih telah mencintai kami”, ucapnya dan Ryeona mengangguk senang, “Terima kasih telah membahagiakanku selama ini“, jawabnya.

Siwon mengangkat kursi yang ada di depan meja rias itu.  “Hancurkan cermin lainnya, para mahkluk itu menggunakan cermin sebagai perantara mereka untuk keluar ke dunia nyata“, ucap Ryeona pelan.  Mereka berempat mengangguk, “Gomawo”, bisik Eunhyuk pelan.

Siwon menghela nafas dalam dan mengayunkan kursi di tangannya ke arah cermin.

PRANNGG!!

Suara pecahan kaca itu diiringi dengan cahaya terang benderang yang keluar dari cermin itu.  Bayangan putih itu berkelebat di depan mereka berempat.

Hancurkan cermin lainnya.  Sekarang!”

*****

Donghae menatap Leeteuk yang masih dicekik oleh gadis SMA itu.  Nafas Leeteuk mulai terlihat tersengal, wajahnya memucat.  Amat sangat pucat.  “Hyung!!”, teriak Donghae sambil berusaha untuk membuka ikatan tangannya.  Tapi anak kecil tanpa sebelah lengan itu menahan tangan Donghae.  “Hyung, jangan mencoba untuk pergi.  Kau harus menemaniku.  Aku kesepian disini“, ucap anak itu pelan.

Donghae menatap anak itu dengan gentar, dan melirik ke sampingnya.  4 member lainnya sudah tidak sadar, tubuh mereka sudah berlinangan darah.

“Hyung..Leeteuk hyung!!”, Donghae merasakan matanya memanas dan air mata mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.  Dia merasa bahwa seluruh kenangannya bersama Leeteuk selama 8 tahun itu kembali berkelebat di benaknya.  Leeteuk yang selalu menjaganya, Leeteuk yang selalu menyemangatinya, Leeteuk yang bisa menjadi pengganti ayahnya.

Ulljima“, bisik sebuah suara & membuat Donghae menengadah.  Dia melihat ada sesosok gadis yang berwajah sama persis dengan gadis yang tengah mencekik Leeteuk.  “Mianhae“, ucap gadis itu.

Ryeona mengalihkan pandangannya dari Donghae dan berbalik memandang sosoknya yang tengah mencekik Leeteuk.  Dia melangkah pelan ke arah sosoknya dan berhenti tepat di samping dirinya, “Hentikan.  Jebal..”, bisiknya sambil menyentuh bahu sosoknya yang lain.

Sosok Ryeona yang lain itu membelalakkan matanya dan melepaskan cekikannya dari leher Leeteuk. “Arghhh!!”, teriaknya kencang sambil menyentuh bahunya.  Bahunya terasa amat perih dan panas.

Mereka..tak bersalah“, ucap Ryeona pelan.  Air mata mengalir dari pelupuk mata Ryeona.  Sosoknya yang lain itu masih berteriak kencang, “Arghhhh!!”, teriaknya.  Tubuhnya mengeluarkan asap yang mengepul panas.

Ryeona tetap tak melepaskan tangannya, “Lepaskan dendammu.  Jebal..aku ingin bebas dari rasa itu“, ucapnya pelan.  Sosok Ryeona yang lain itu perlahan ambruk dan terlihat jiwa Ryeona menyatu dengan sosoknya yang lain.

Leeteuk melihat sosok Ryeona ini berbeda.  Tubuhnya bersinar dan sosoknya menjadi lebih ramah.  “Oppa~saranghae“, bisiknya pelan dan kini tubuh Ryeona bersinar terang hingga akhirnya berubah menjadi sinar terang yang menghilang perlahan.

Leeteuk menatap hal itu dengan nafas yang masih tersengal.  Dia masih bingung dengan yang harus dilakukan, tapi pandangannya langsung tertuju ke arah 5 member yang terkulai lemas, “Hae-ah!!”, lirih Leeteuk saat melihat Donghae yang tengah dikelilingi oleh beberapa mahkluk menyeramkan.

Leeteuk mencoba untuk bangun, tapi dia sama sekali tak kuat untuk melangkah.  Lagi-lagi kakinya dipegang oleh sosok wanita berbaju putih yang hanya memiliki setengah badan, tanpa kaki.

“Lepaskan!!”, teriak Leeteuk kencang.  Tapi kini tak hanya wanita itu yang menangkapnya.  Puluhan mahluk lainnya mulai mendekatinya dan mencabik tubuhnya.  Dia merasa sakit.  Amat sakit.  Hingga akhirnya segalanya menjadi gelap.  “Hae-ah, mian..hae”, lirih Leeteuk pelan.

“HYUNGG!!”

****

Sosok itu masih menatap tajam ke arah cermin yang ada di hadapannya.  Dia melihat sosok Ryeona yang tersenyum dan tubuhnya berubah menjadi kilauan cahaya dan menghilang secara tiba-tiba.

“Ryeona-ah, kau sudah tenang?”, gumam sosok itu pelan.  Tapi dia tetap menggeratakkan giginya, “Tapi, Ayah tak akan membiarkanmu pergi sendirian, Ryeona-ah!  Mereka harus mati!  Tetap harus mati!”, ucap sosok itu dan menempelkan foto Siwon, Eunhyuk, Yesung & Shindong dengan jarum yang panjang.

Saat dia melakukan hal itu, bayangan putih bersinar langsung mengelilingi tubuhnya.  Tiba-tiba saja cawan berisi darah itu langsung bergetar hebat dan jarum yang menancap di foto 4 member itu langsung terlepas.

“Mworago?!”, seru sosok itu panik.  Semua foto member itu langsung terbang ke udara dan terpisah dari tangannya.

Sosok itu langsung terkejut saat menyadari sosok sebenarnya dari bayang putih itu, “Ryeona-ah?”, bisiknya takjub.  Ryeona tersenyum perih saat mengetahui bahwa sosok Ayahnya-lah yang membuat semua perkara ini.  Sosok Ayahnya-lah yang mencoba menghancurkan Super Junior.

Ayah..lepaskan dendam itu.  Biarkan aku pergi dengan tenang.  Biarkan mereka bebas.  Tolong, Ayah.  Ini permintaanku“.

****

Eunhyuk, Shindong, Yesung dan Siwon berderap cepat, berkeliling ke seluruh kamar.   Mereka menemukan ada 5 cermin yang ada di villa ini, mereka memutuskan bahwa 1 orang menangani 1 cermin.

Eunhyuk berhasil memecahkan 1 cermin tanpa ada halangan yang berarti.  Kini dia beranjak pergi ke ruang tengah, “Cepat!! Cepat!!”, seru Eunhyuk sambil mengangkat kursi ruang tengah.  Dia menghadap ke sebuah cermin yang dilihat oleh Sungmin saat bayangan Donghae tak terlihat.  Eunhyuk berniat mengayunkan kursi itu, hanya saja tangannya langsung terasa dicekal oleh sesuatu.

Dari cermin itu, Eunhyuk melihat sepasang tangan tanpa tubuh sedang mencekal tangannya.  “Lepaskan!!”, lirih Eunhyuk sekuat tenaga.  Tapi tangan itu masih tetap memegang lengannya.  Eunhyuk merasa tenaganya sudah tidak tersisa lagi.  Semua kejadian itu terlalu membuatnya frustasi.

Tapi Donghae melihat bayangan Leeteuk dan Donghae yang tersenyum padanya.  Tak hanya mereka berdua, tapi Eunhyuk juga melihat bayang Sungmin, Ryeowook, Heechul dan Kyuhyun yang menatapnya penuh harap.  Keadaan mereka ber 6 terlihat baik-baik saja, tak ada sedikitpun luka di tubuh mereka.  Dan hal itu membuat Eunhyuk sedikit lega.

Hyukjae-ah, hwaiting“, ucap Leeteuk sambil menunjukkan dimple’nya.

Kyuhyun tersenyum simpul ke arahnya, “Hyung, tolong aku.  Aku masih ingin bertemu denganmu“, ucapnya pelan.

Eunhyuk-ah, tarik nafas dalam-dalam dan kau pasti bisa melakukannya“, tambah Sungmin.

Hyung, aku masih ingin hidup“, ucap Ryeowook pelan.

Kau..masih berhutang banyak padaku“, lirih Heechul padanya.

Eunhyuk-ah, aku..belum pernah memanggilmu sebagai ‘hyung‘.  Setidaknya, untuk sekali ini saja..aku ingin memanggil mu dengan kata hyung“, lirih Donghae pelan

Eunhyuk menelan ludahnya, dia masih berusaha keras untuk melepaskan cengkraman tangan itu.  Tapi percuma, rasanya genggaman tangan itu terlalu kuat.   Tiba-tiba saja sosok Ryeona juga muncul di cermin itu dan menatap Eunhyuk dengan memohon, “Oppa, lakukanlah! Kau pasti bisa“, bisiknya.

Yesung, Siwon dan Shindong berderap menuju ruang tengah dan melihat Eunhyuk masih terdiam sambil mengangkat kursi di tangannya.  “Eunhyuk-ah, palliwa!!  Cepat hancurkan!! Sekarang!”, teriak Yesung cepat.

Eunhyuk masih tak bergerak, kini tak hanya tangannya, tapi kakinya yang tadi terkena luka sayat cukup dalam kembali terasa kembali disayat.  “Arghh!!”, teriak Eunhyuk kencang.  Shindong berderap mendekati Eunhyuk dan ikut menggenggam tangannya, mencoba untuk mengayunkan kursi itu.  Tapi percuma, kursi itu tak bergeming.

“Bantu kami!!”, teriak Shindong pada Siwon dan Yesung.  Mereka berdua berderap ke arah Eunhyuk dan Shindong, tiba-tiba saja mereka bertiga melihat sosok member yang lain di dalam cermin.

Mereka kembali tersenyum dan kini mengacungkan telapak tangannya ke arah depan, persis seperti setiap sapaan mereka.  “Urineun Syupo Junio-eo“, ucap Leeteuk, Heechul, Sungmin, Donghae, Ryeowook, dan Kyuhyun bersamaan.  Yesung, Eunhyuk, Shindong dan Siwon merasakan tiba-tiba saja tenaga mereka membuncah hebat.

Yang bisa mereka sadari sekarang adalah suara pecahan kaca yang terdengar amat jelas dan tiba-tiba segalanya terlihat amat terang.  Terlalu terang hingga rasanya mereka merasa buta.

****

Leeteuk membuka matanya perlahan dan suasana remang-remang langsung menyambut matanya.  Dia mengerjapkan matanya sejenak dan mengedarkan matanya ke sekeliling.  Suasana ini adalah kamarnya, dan kini dia sedang duduk di depan komputernya.  Di komputer itu terbaca beberapa baris tulisan yang belum dia kirimkan ke pesan UFO’nya.

Leeteuk : “Yeorobun, tampaknya kami butuh liburan.  Ada yang bisa menyarankan kami harus liburan kemana?”

Leeteuk membelalakkan matanya tak percaya.  Pesan ini..awal dari semua masalah!  Dia melirik ke arah kalender, tanggal yang tertera disitu..3 hari yang lalu.  Dia melihat kondisi tubuhnya saat ini, semuanya baik-baik saja.  Tak kurang satu apapun, tak ada darah yang keluar dari tubuhnya.  Tak ada luka sayatan.

Dia bergerak ke luar kamar dan melihat member lainnya masih diam di ruang tengah.  Masih terdiam, dan memandangi tubuh mereka masing-masing.  “Kita..selamat?”, bisik Kyuhyun pelan.

Leeteuk melangkah pelan ke arah mereka semua.  “Ya.  Kita selamat”, ucapnya lirih.  Senyum langsung terkembang di wajah mereka semua.  Siwon mengatupkan kedua tangannya, “Tuhan, terima kasih”, ucapnya pelan.

Sungmin, Eunhyuk & Donghae langsung berpelukan senang.  Kyuhyun tersenyum ke arah Leeteuk yang masih terdiam.  “Hyung, kita berhasil”, ucap Kyuhyun lagi.  Yesung memeluk ryeowook, “Tuhan, syukurlah kau selamat, Wookie”, ucap Yesung semangat.  Ryeowook hanya balas mengangguk sambil memeluknya singkat.

“Hyung~ Wae?”, tanya Eunhyuk saat melihat Shindong terdiam dan melihat ke 1 arah.  Shindong menunjuk ke 1 arah, “Itu..boneka itu..”

Pandangan mereka tertuju ke arah yang ditunjuk oleh Shindong.  Mereka melihat ada 10 boneka Prancis berbaris rapi di atas meja ruang tengah.  Mereka mendekati boneka itu dan menyadari bahwa ada selembar kertas di balik boneka itu.

Kata-kata itu masih sama seperti kata-kata yang pernah mereka lihat di villa itu.  Leeteuk menaruh kertas itu dan tersenyum simpul, “Ryeona-ah, gomawo”, ucapnya pelan dan dibalas dengan anggukan member lainnya.

Heechul menghempaskan tubuhnya ke sofa, “Jadi..bagaimana dengan liburan kita?”, tanyanya.  9 member lainnya langsung menggeleng kencang, “Tidak lagi-lagi!!”, teriak mereka berbarengan.

Member Super Junior merasa liburannya kemarin sudah amat memuaskan mereka.  Amat sangat puas.

*****

E.N.D

11 thoughts on “SHADOW {3rd Sight}

  1. oo~~ haha~~ jadi ini buatannya onn ya,, waktu aku baca di suju ff, aku ga tau nih buatannya siapa.. aduh serem banget critanya nih~~ tapi untung bacanya di skolah haha~~ kalo ga salah aku baca ini dari bulan agustus *?* Daebak!!

    • Haha~😄
      Iyaa, ni buatan onnie :3
      Tapi wktu itu blum pake uname icha_kyura..makanya bnyak yg ga nyadar~😀

      Iyaa, emang dipost sblum bulan puasa kok😀

      Makasih udah komennn🙂

    • Hehehe😀
      Brrti disini ngelanjutin aja deh ^___^

      Iyap..
      Fantasi horor gaje(?)
      Hehe, soalnya ni pengalaman prtama bkin crita horor sih .____.
      Jd psti msih gaje bgt. Hehe

  2. *huggh..
    merinding ah~
    ckckck
    *nyesel g bca ff ni pas malem2, kan lbih terkesan horror.😀

    ffny daebak😀
    gomawo~

  3. ryeonaaaaa~
    kamu baik banget :’)
    hyuk kamu disini jadi hero laaaaah😀 akhirnya kamu berguna! *ditendang*
    udah aku kira pasti itu ortunya mau balas dendam karena anaknya mati dan anaknya elf.
    Itu ceritanya ayahnya punya kekuatan gaub gitu ya icha onn?
    Aku baca bagian dekripsi makhluk seremnya jadi merinding sendiri.

  4. Ending’e keren e0n.
    Gue kira eeteuk cuma mimpi. Heheh. . Meleseeet. .

    Terharu bgt ama solidaritas perSaHAbAtan Terharu bgt ama solidaritas perSaHAbAtan Terharu bgt ama solidaritas perSaHAbAtan Terharu bgt ama solidaritas perSaHAbAtan mreka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s