SHADOW {2nd Sight}

Kalian sama sekali tak berguna..

Hanya seonggok sampah murahan yang dibayangi oleh imej palsu..

Sekumpulan pengecut yang tak berani mengikuti arahan iblis..

Boneka usang yang menunggu arahan malaikat palsu..

Jadi, wajar saja jika aku ingin membunuh kalian, bukan?

****

Suasana villa di Gyongju yang dihuni oleh member Super Junior, kini benar-benar sudah diselimuti oleh rasa panik & kalut.

3 member : Kyuhyun, Sungmin & Donghae telah hilang tanpa jejak secara tiba-tiba sedangkan masing-masing dari mereka meneriakkan 1 hal yang sama :

SEGERA PERGI & TINGGALKAN VILLA ITU.

****

“Kita harus pergi, hyung!”, seru Shindong pada Leeteuk dengan nada panik.  Eunhyuk menatap Shindong tak percaya, “Mworago?! Meninggalkan mereka bertiga begitu saja tanpa kepastian keberadaan mereka?”.

Leeteuk makin bingung dan terus-terusan menggigiti kuku jarinya.  Suatu kebiasaan saat dia sedang panik dan tak tahu apa yang harus dilakukan.  “Kita..tak boleh pulang sampai mereka bertiga ditemukan”, ucapnya dengan nada parau.

Heechul masih diam sambil memperhatikan pergelangan tangannya yang membiru karena cengkraman tangan Donghae sebelumnya.  Bagaimana bisa Donghae menghilang?!  Padahal ia menggenggam tangannya juga, dan..apa maksud perkataannya tadi?!  Bayangan? Pantulan?

Heechul menjambak rambutnya sendiri, arghh..apa maksud perkataannya itu?  Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka bertiga?! Ada apa dengan tempat ini?!

Heechul beranjak ke dalam kamar dan memperhatikan kasur yang tadi ditiduri oleh Kyuhyun.  Kasur itu benar-benar masih tertata rapi.  Sama sekali tak ada tanda-tanda bahwa Kyuhyun dipaksa pergi oleh seseorang.  Tapi hal ini benar-benar diluar nalar & logika, dan dia sama sekali tak suka hal itu.  Dia benci hal tak masuk akal seperti ini, sangat benci.

“Hyung”, panggil Ryeowook pelan.  Heechul melirik cepat, “Mwo?”, jawabnya dingin.  Ryeowook tersentak sejenak dan menjawab dengan takut, “Itu..makanlah dulu.  Member lainnya sedang makan”.

Heechul menggeleng dan kembali menunduk menatap lantai.  Terdengar langkah Ryeowook mendekat ke arahnya, “Hyung~ ayolah, makan dulu.  Aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu”, bujuknya.

Ryeowook kini berdiri di samping Heechul sedangkan Heechul masih diam.  Dia melihat bayangan wajahnya & bayangan tubuh Ryeowook terpantul di lantai yang mengkilap itu.  Heechul mengernyit heran, “bayangan? Pantulan?”, gumamnya pelan, mencoba menebak hal yang diucapkan Donghae barusan.

Tapi mata Heechul langsung terbelalak lebar saat melihat pantulan wanita berambut panjang yang terurai sedang memeluk bahu Ryeowook dari belakang.  Matanya yang berwarna putih sempurna itu menatap Heechul sambil menyeringai, tangannya perlahan naik dan kini malah mencekik leher Ryeowook, sangat erat.

Heechul mendongak menatap Ryeowook, tapi sama sekali tak terlihat apapun, hanya sosok nyata seorang Kim Ryeowook yang ada di sampingnya dan menatapnya dengan khawatir.  “Hyung, gwenchana?”, tanya Ryeowook sambil menepuk bahunya.

Tapi Heechul menepis tangannya dan segera mengeluarkan cermin pribadi miliknya.  Dia mengarahkan cermin itu ke arah Ryeowook dan bayangan itu kembali terlihat, malah terlihat semakin jelas seringai tajamnya.

“Itu..dibelakangmu!!”, lirih Heechul sambil menunjuk ke arah pundak Ryeowook.  Ryeowook melirik ke arah pundaknya sendiri, tapi tak ada apapun yang terjadi.

“Hyung, wae?”, tanya Ryeowook mulai khawatir.  Dia berjalan mendekati Heechul tapi Heechul malah berjalan menjauhinya.  “Jauh!! Jauh!!”, seru Heechul, hampir berteriak.

Ryeowook berderap mendekatinya dan mendekap bahu Heechul dengan erat.  “Hyung, tenanglah.  Ada kami disini!!”, ucapnya mencoba menenangkan Heechul.  Tapi Heechul malah makin diluar kendali, dia makin berteriak kencang.

Heechul merasa lehernya dicekik oleh sesuatu yang beku dan kasar.  Dia tak bisa melihat apa yang mencekiknya saat itu, tapi ia benar-benar merasa sesak.  Dia mencoba mengeluarkan cermin sakunya dan mengarahkan ke lehernya, ternyata memang ada sepasang tangan yang sedang mencekiknya.  Tangan yang besar dan berkuku tajam, “Arghh!! Lep..pas..kan!!”, suara Heechul mulai terdengar lirih.

“Hyung!! Hyung!!”, Ryeowook makin takut saat melihat Heechul memegang lehernya dengan erat, ekspresi wajahnya benar-benar sangat tersiksa.  “Hyung!! Jawab pertanyaanku! Apa yang kau lihat?”, desak Ryeowook sambil mengguncangkan bahu Heechul.

“Arrghh!! Arggh!!”, Heechul masih merintih sambil mencengkram lehernya.  Lama kelamaan, Ryeowook melihat darah keluar dari sela-sela jari Heechul yang tengah memegang lehernya dengan erat.

Ryeowook membelalakkan matanya, tak percaya.  Dia memaksa untuk melepaskan cengkraman tangan Heechul dari lehernya, dan yang dilihat Ryeowook adalah goresan yang cukup dalam, ada bekas cengkraman yang amat kuat.  “Hyung!!  Wae?!!  Sebenarnya apa yang terjadi?”, suara Ryeowook mulai bergetar, air mata mulai bergenang di matanya.

“Arggghhh!! Per..gi!!”, mata Heechul membelalak lebar dan mendorong tubuh Ryeowook supaya menjauh darinya.  Tubuh Ryeowook menabrak lemari yang ada di kamar itu sehingga boneka Prancis yang ada di atas lemari itu terjatuh.

“Cep..pat pe..rgi!!”, ulang Heechul sambil kembali memegang lehernya.  Darah di lehernya telah merembes ke lengannya, “Arghhh!!”.

Ryeowook memutuskan untuk keluar kamar & memanggil member lainnya. “Wookie, wae?”, tanya Yesung saat melihat wajah Ryeowook yang sangat pucat.  Ryeowook terengah-engah sambil memegang dadanya, “Hyung! Tolong aku, leher Heechul hyung tiba-tiba saja…”

PPATSS

Lampu kembali mati dan lagi-lagi terdengar teriakan mencekam dari dalam kamar yang ditempati oleh Kyuhyun & Siwon.  “TIDAAAKK!!”

“Hyung!”, pekik Ryeowook sambil berusaha kembali menuju kamar.  Dia tak mempedulikan teriakan member lainnya, “Wookie!! Jangan kemana-mana!! Tetap diam di tempat”, seru Leeteuk.  Tapi Ryeowook tetap meraba-raba tembok dan mencari jalan menuju kamar, “Heechul hyung!! Hyung!! Jawab aku, hyung!”, ulangnya berulang kali.

“Argghh, jan..ngan..kem..ari!!”, suara Heechul yang lirih kembali terdengar.  Ryeowook masih meraba dinding, “Hyung!! Tetaplah bersuara~”, pintanya supaya dia bisa menemukan posisi Heechul di tengah kegelapan ini.

“Wookie-ah!! Berhenti!  Diam di tempatmu!”, ulang Leeteuk tapi Ryeowook seakan tuli, kakinya masih tetap melangkah.  Dia tak ingin Heechul hilang seperti 3 member lainnya.

SREEEKK, SRREEKK

Tiba-tiba saja kaki Ryeowook menjadi berat untuk melangkah dan seakan ada sesuatu yang menggelayut di kakinya.  Sesuatu yang dingin & kaku.  “Arggh!!”, Ryeowook tetap mencoba untuk melangkah, tapi sesuatu yang menggelayut di kakinya itu tetap mengikutinya dan menjadi ikut bergerak tiap kali ia melangkah.

Lama-lama, ia bisa merasakan bahwa yang ada di kakinya itu adalah tangan manusia, “Tuhan!! Tolonglah, lepaskan benda ini!”, ucap Ryeowook sambil tetap mencoba untuk melangkah.  Tapi alih-alih lepas, tangan itu malah makin menggenggam kakinya dengan erat dan kini genggaman tangan di kakinya itu tak hanya ada di sebelah kakinya tapi sudah mencengkeram kedua kakinya sehingga ia tak bisa melangkah.

Ryeowook meringis kesakitan, ia benar-benar sudah tak mampu untuk melangkah.

Menyerahlah dan kau tak akan kesakitan“, bisik suara yang berasal dari bawah kakinya.  Ryeowook merinding seketika, “Si..siapa kau?”

Bayanganmu telah menjadi tawanan kami!“, ucap suara lainnya, kali ini tepat berbisik di telinga kanannya.

Ryeowook memejamkan matanya dengan rapat, berharap bahwa semua ini hanya imajinasinya saja.

“Wookie-ah~”, bisik suara yang amat ia kenali, suara Sungmin!

Ryeowook membuka matanya dengan cepat dan saat itu juga, muncullah sosok Donghae, Kyuhyun, Sungmin dan Heechul yang sedang dikelilingi oleh sosok mahluk yang tak jelas bentuknya.

“Pergi!!”, seru Kyuhyun cepat saat melihat Ryeowook masih terpaku di tempatnya.  Wanita dengan seragam SMA yang robek dan penuh darah yang awalnya sedang menatap penuh dendam ke arah Kyuhyun, kini mengalihkan pandangannya ke belakang dan menatap Ryeowook dengan buas.  “Kau..selanjutnya!”, ucap wanita itu dengan parau.

Kini tak hanya wanita berseragam SMA itu saja yang beranjak mendekati Ryeowook, tapi ada banyak mahluk lainnya yang mengikuti.

Hyung~ tolong pasangkan kembali mataku“, ucap seorang anak kecil yang tiba-tiba sudah ada di sebelah Ryeowook dan menyodorkan kedua bola matanya ke arah Ryeowook.  “Cepatlah, aku ingin bisa cepat melihat“, tambah anak kecil itu.

Ryeowook memekik kaget dan beranjak mundur, tapi saat dia mundur, dia teranduk sesuatu dan ternyata itu adalah..kepala manusia.  “Bawa kembali kepalaku“, ucap kepala itu dan ada sesosok tubuh tanpa kepala yang sedang mendekat kearahnya.

Ryeowook menatap ke arah Sungmin dan yang lainnya dengan panik, “HYUNG!! KYU!!”

“PERGIII!!”, teriak Donghae sekuat tenaga.  Heechul masih menunduk tak berdaya dan tampak ada 2 anak kecil yang sedang menjilat darah yang mengalir dari leher Heechul dengan girang.

Saat Ryeowook hendak memejamkan matanya kembali, ia merasakan tangannya menjadi basah dan lembab.  Ia melirik takut dan ternyata tangannya itu sedang memegang sebuah kaca milik Heechul.  Kaca itu kini berlumuran darah tapi ia bisa melihat bayangan seseorang di cermin itu.  Bayangan..Leeteuk?!

Kau..tak akan bisa menyelamatkannya“, desis suara lirih itu dari arah belakang dan langsung membuat tubuhnya ambruk karena serangan yang tiba-tiba.

Ryeowook merasa tubuhnya benar-benar sesak.  Seperti ada beban ratusan ton yang menindihnya.  “Arggh!”, rintihnya.  Ryeowook melirik ke arah cermin itu, bayangan Leeteuk makin jelas terlihat.

Mungkinkah Leeteuk hyung adalah korban selanjutnya?!

“Eeteuk hyung!! Men..ja..uh!!”, bisik Ryeowook dengan sekuat tenaga.  Tapi percuma, suaranya benar-benar tercekat.  Kakinya kini ditarik oleh 2 sosok bayangan hitam besar menuju ke tempat Donghae, Sungmin, Kyuhyun dan Heechul berkumpul.

“Lepas..kan!!”, Ryeowook mencoba berontak tapi semua tenaganya sudah terserap habis.  Ia melirik ke arah Kyuhyun, dia sedang berteriak kesakitan saat lengannya sedang disayat oleh kuku wanita SMA yang tadi mendekatinya.  “ARGHH!!”, teriak Kyuhyun saat sosok itu menjilat darah yang keluar dari lengannya.

“Kyuhyun-ah!!”, Ryeowook mencoba beranjak ke arah Kyuhyun dan menolongnya tapi tangan Sungmin menahan langkahnya, “Diamlah!  Jika tidak, dia akan mendapat siksaan yang lebih berat!!”, lirih Sungmin.  Ryeowook melihat kondisi Sungmin, tubuh Hyung’nya itu benar-benar memprihatikan.  Bekas cengkraman dan darah yang keluar dari beberapa luka sayatan itu keluar dari tubuhnya.

Ini benar-benar gila!  Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?!

“Keundae, hyung..”, ucapan Ryeowook terputus saat ada sesosok anak kecil tanpa kedua lengan yang mendekatinya.  “Hyung, kau tahu? Kau akan mati dan hidup bahagia bersama kami di sini!!”

****

PPATSS

Lampu di villa kembali menyala dan ke 5 member lainnya bernafas lega.  Tapi kelegaan itu tak berlangsung lama saat mereka menyadari 1 hal.

Ryeowook dan Heechul sudah menghilang dari villa itu.

*****

Sosok itu menyeringai lebar, dan menatap sebuah cermin di hadapannya itu dengan rasa puas yang amat besar.  Dia melihat sosok samar 5 pengecut itu kini tersiksa dengan segala objek permainannya.  Ya, mereka hanya bisa berteriak kesakitan dan merintih yang tak ada gunanya.

Dan 5 calon korban lainnya kini sedang kebingungan saat melihat member yang mulai hilang satu persatu.

Sosok itu mengambil sebuah kotak dan mengeluarkan 5 lembar foto dari dalam kotak itu.  Foto Eunhyuk, Siwon, Yesung, Shindong dan Leeteuk itu kini sedang dia perhatikan tanpa minat. “Korban terakhir, sebelum semua permainan membosankan ini berakhir“, gumamnya pelan.

Tak lama kemudian, senyumnya terkembang di foto Leeteuk dan dia kembali bergumam, “Bukankah leader itu harus bertanggung jawab atas semua hal yang telah terjadi?  Bukan begitu, Leeteuk-ssi?”.

Dia memisahkan foto Leeteuk dan melemparkan foto itu ke dalam sebuah cawan yang terisi penuh darah. Foto Leeteuk kini telah mengambang diatas secawan darah itu bersama dengan foto Sungmin, Kyuhyun, Heechul, Ryeowook, dan Donghae.

Selamat bermain, Leader.  Selamatkan mereka, atau permainan ini akan berakhir sesuai dengan yang kuharapkan.”.

*****

_T.B.C_

6 thoughts on “SHADOW {2nd Sight}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s