SHADOW {1st Sight}

Sesuatu hal yang datang, pasti ia juga akan pergi.

Tapi, bagaimana jika hal itu juga membawa ragamu untuk pergi bersamanya?

Ke sebuah tempat yang bahkan tak akan pernah bisa kau bayangkan keberadaannya.

Akan jadi apa & apa yang akan terjadi padamu, tak akan ada yang tahu.

Jadi, siap untuk bermain?

***

Leeteuk duduk santai di depan komputer, tangannya masih menari di atas keyboard untuk membalas UFO message dari para ELF.

Leeteuk : “Yeorobun, rasanya kami butuh liburan.  Ada yang bisa menyarankan kami harus liburan kemana?”

Beberapa detik setelah message itu terkirim, langsung ada banyak balasan untuknya.  Jawabannya rata-rata sama : London, USA, Indonesia, dan lainnya.  Tapi ada 1 balasan yang menarik minat Leeteuk,

SJ6666 : “jika kalian berlibur, datanglah ke Gyongju. Aku jamin, kalian pasti menikmati suguhan di pulau itu. Lagipula tak akan ada seorang pun yang akan mengganggu kalian”

Leeteuk : “SJ6666, gomawo untuk sarannya. :) . Tapi kenapa username’mu 6666? Bukankah itu angka kematian?”

Tak ada balasan setelahnya.  Leeteuk menganggap bahwa ELF itu sudah tidur dan beranjak ke ruang tengah dorm, para member masih berdebat mengenai tempat liburan mereka.

“Bagaimana kalau kita ke Gyongju?”, usul Leeteuk.

Tanpa mereka sadari, bahwa ada seseorang yang tengah menyeringai licik sambil menatap balasan UFO dari Leeteuk.

“Permainan dimulai, SJ”.

****

“Laut!!!”, seru Donghae dengan semangat setelah mobil van yang khusus disewa oleh Super Junior itu telah tiba di daerah Gyongju.

Sebelum menjalankan aktivitas Super Show 3, para member Super Junior memutuskan untuk berlibur sejenak dengan maksud untuk melepaskan sedikit rasa lelah mereka.  Setelah melewati debat yang panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk berlibur ke Gyongju.  Tempat dimana tak akan orang yang tahu bahwa mereka adalah member Super Junior yang terkenal.

“Holiday~holiday!!”, teriak Eunhyuk sambil merentangkan tangannya dan berlari ke tepi pantai saat mereka sudah turun dari van.

Heechul yang bertugas menjadi supir hanya menatap Eunhyuk dengan kesal, “Ya! Hyukjae-ah, selama perjalanan tadi kau tidur terus & sekarang kau menjadi orang pertama yang berlari ke laut?!”, teriak Heechul dari jendela mobil.  Eunhyuk tetap berlari senang ke tepi laut & Donghae ikut menyusulnya.  *oke, mari kita SKIP EunHae moment tersebut*

Leeteuk turun berikutnya dan segera menjadi ‘tukang parkir’ bagi Heechul.  “Chullie-ah, Ke kanan sedikit.  Putar penuh!! Balas!! Kiri..kiri!!  Mundur!!”, Leeteuk memberikan aba-aba dengan fasih.  Hingga akhirnya Heechul berhasil memarkirkan mobilnya dengan selamat.

Kyuhyun turun dengan santai, “Teuk Hyung, kau memang multitalent.  Bahkan menjadi tukang parkir pun bisa kau lakukan”, ucapnya ringan tapi segera berlari kencang saat Leeteuk berniat melemparkan sepatu kets ke arahnya.

Siwon, Shindong, Sungmin, Ryeowook dan Yesung segera turun dari dalam mobil.  Mereka yang awalnya suntuk dengan perjalanan yang panjang, kini menjadi segar sepenuhnya saat melihat laut yang terhampar luas di depan mereka.  “Ahh~udaranya sejuk!!”, gumam Sungmin sambil meregangkan tubuhnya.  Siwon mengangguk setuju dan berjalan pelan ke arah Eunhyuk dan Donghae yang kini sedang bermain ciprat-cipratan air.  *oke, EunHae moment akan kembali saya SKIP*

Ryeowook segera membuka payung’nya dan menyipitkan matanya karena cahaya matahari terik itu menyilaukan matanya, “Panas ya?”, gumamnya sendiri.

Yesung melirik ke arah Leeteuk, “Hyung, mana penginapan yang akan kita tempati?”, tanyanya.  Leeteuk mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menunjuk ke satu arah, “Itu dia”.

Leeteuk menunjuk ke sebuah rumah (yang sepertinya hanya satu-satunya di sekitar sini), cukup megah, bersih dan terawat.  Yesung menatap rumah itu dengan heran, “Aku kira kita akan tinggal di rumah bobrok & hampir runtuh, hyung”, ucapnya pada Leeteuk.

Leeteuk mengangkat bahunya dengan santai, “Molla~ ada fans yang memberitahu tempat ini padaku”, jawabnya ringan.  Shindong menatapnya penasaran, “Jinjja?  Berarti dia tahu bahwa kita akan pergi ke sini?”, tanyanya.

Leeteuk berpikir sejenak tapi kemudian mendesah enteng, “Siapa yang peduli?  Yang penting kita bisa liburan kan? Lagipula 1 fans itu tak akan menghancurkan liburan kita.”

Ucapan Leeteuk itu akhirnya membuat member lainnya mengangguk pelan, biarpun mereka merasa ada suatu hal yang mengganjal dari tempat ini.  Entahlah, rasanya seperti…mencekam.

****

Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur yang ada di penginapan ini.  Dia mengeluarkan handphone’nya dan mendesah kesal saat tak melihat tanda sinyal operator telefonnya.

“Siapa yang menyuruh berlibur ke tempat terpencil ini?”, gumamnya kesal dan menaruh handphone itu ke meja yang ada di sampingnya.  Dia mendengar hyung’nya yang lain masih sibuk berdebat mengenai pembagian kamar dan hal-hal lainnya.  Kyuhyun mendesah tak peduli dan mencoba mengalihkan perhatiannya ke langit-langit kamar.  Tapi hal itu malah membuat rasa penasarannya kembali muncul.

Kyuhyun lah yang pertama kali masuk ke rumah ini & dialah yang menyadari bahwa rumah ini tak terkunci. Leeteuk bilang bahwa dia menerima kunci itu lewat agen pos & belum bertemu dengan pemilik rumah ini.  Bukankah hal itu terlalu mencurigakan?

Dia sudah berkeliling rumah, dan dia menyadari bahwa ada 10 boneka Prancis yang berada terpisah di sekitar rumah, ada di ruang tengah, di dapur, di jendela kamar, dan lainnya.  Entahlah, rasanya terlalu ganjil untuk menemukan boneka Prancis di tempat terpencil seperti ini.

10 kasur yang terpisah di 5 kamar yang berbeda, seakan-akan menunjukkan bahwa kedatangan mereka ke tempat ini memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.  Padahal Leeteuk baru mengatakan usulnya itu 2 hari yang lalu.

Dan, perasaan aneh apa ini?  Rasanya sesak dan membuatnya khawatir.

“Kyu, kau ada di sini daritadi?”, tanya Siwon padanya.  Kyu mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar dan melirik ke arah Siwon.  “Ah~ ya, hyung”.

Siwon mengangguk singkat dan menaruh barang bawaannya di situ.  “Kau tidur denganku, hyung?”, tanyanya.  Siwon menggumam mengiyakan, “Wae?  Kau ingin sekamar dengan Sungmin hyung?”

Kyuhyun menggeleng pelan, “Tidak, hanya ingin bertanya saja”, jawabnya santai dan mengambil PSP dari dalam tas’nya.

Kyuhyun mencoba tak mempedulikan segala perasaannya itu, dia mencoba berpikir positif.

Mungkin tak akan terjadi apa-apa. Mungkin ini hanya sekedar perasaannya saja.  Ya, mungkin…

****

“Samgyupsal!!”

“Samkyetang!!”

“Bulgogi!!”

“Jangan lupa kimchi!”

“Bimbimbap, Wookie-ah”

Ryeowook menatap bingung ke arah para Hyung’nya yang lain.  Kini sudah tiba waktunya makan malam, dan tentu saja mereka tetap berdebat untuk menentukan menu makan malam.

“Baik, baik!!  Aku mengerti!  Serahkan semuanya padaku”, serunya dan beranjak meninggalkan ruang tengah menuju dapur.  Member lainnya menatap kepergian Ryeowook dengan tak peduli dan kembali melakukan kegiatannya masing-masing.

Kyuhyun melirik ke luar jendela balkon yang menghadap langsung ke arah pantai.  Matanya masih menatap dengan pandangan kosong ke derai ombak, rasanya pemandangan di pantai itu amat menenangkan.

Sudah hampir 5 jam semenjak mereka sampai di pulau ini, dan segalanya berjalan lancar.  Mereka merasa nyaman & tenang, tapi Kyuhyun merasa ada hal ganjil di tempat ini.  Entahlah, dia sendiri juga bingung tentang perasaannya itu.

Dia mengalihkan pandangan ke arah kaca jendela dan melihat bayangan para member lainnya yang terpantul di jendela itu.  Tak urung senyumnya terkembang tipis saat melihat kelakuan konyol para member.  Mereka kelihatan benar-benar senang & gembira.

Tapi matanya membelalak lebar saat dia melihat ada sosok anak kecil dengan tubuh berbalur darah dan mata yang hampir copot sedang menggelayut erat di kaki Sungmin.  Dia mengerjapkan matanya beberapa kali dan pemandangan itu masih sama, anak kecil itu kini malah menyeringai lebar ke arahnya seakan menantangnya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah Sungmin, tapi tak terjadi apapun pada Sungmin.  Segalanya terlihat normal.  Namun saat Kyuhyun kembali melirik ke kaca jendela, anak kecil itu tetap muncul dan dia malah tengah mencakar kaki Sungmin dengan kuku panjangnya.

“Hyung, Hyung~”, suara Kyuhyun bergetar dan dia mundur perlahan dari jendela balkon.  Suaranya seakan tercekat saat ia merasakan ada sesuatu yang menetes dari langit-langit ruangan dan kini merembes ke kepalanya.  Ia menyentuh kepalanya, tapi tak ada apa-apa.  Namun di kaca jendela, dia melihat ada sosok wanita dengan perut terkoyak yang tergantung tepat di atas kepalanya dan darah yang keluar dari tubuh wanita itu kini menetes di atas kepalanya.

“HYUNG!!”, Kyuhyun jatuh terduduk dan menutup wajah dengan kedua tangannya.  Para member langsung menghampirinya, “Kyu, wae?”, tanya Eunhyuk khawatir.

Kyuhyun menunjuk ke arah kaca jendela dengan tangan yang bergetar, “Sungmin hyung..”.  Leeteuk menengok ke arah jendela dan tak melihat apapun selain bayangan para member yang sedang berkumpul, “Kyu, ada apa?  Tak terjadi apapun di sini”, ucap Leeteuk sambil menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng kencang, “Hyung, kita harus pulang.  Sekarang juga!”, serunya.  Mereka terlihat bingung dengan kelakuan maknae’nya itu.  Akhirnya Siwon menarik tangan Kyuhyun untuk kembali ke kamar, “Sudahlah, kau hanya kelelahan.  Di perjalanan tadi kau tak sempat tidur dan hanya bermain game”, ucap Siwon mencoba menenangkan Kyuhyun.

Kyuhyun tak bisa melawan dan berjalan lemah mengikuti arahan Siwon.  Matanya tak berani menatap setiap jendela yang ada di villa ini.

*****

Donghae melirik ke dalam kamar yang ditempati Siwon & Kyuhyun, “Dia tidur?”, bisiknya pada Siwon.  Siwon mengangguk pelan & menyelimuti tubuh Kyuhyun perlahan.

Siwon beranjak keluar kamar dan mendorong tubuh Donghae untuk menjauh dari kamar, “Biarkan dia tidur”, ucapnya dan menarik tangan Donghae menuju ruang tengah.  Donghae hanya mengikuti langkahnya tapi pandangan matanya masih penuh penasaran, “apa yang dilihatnya tadi?  Baru kali ini aku melihatnya segelisah itu”, gumam Donghae.  Siwon mengangkat bahu, “Entahlah, mungkin dia terlalu kelelahan hingga melihat halusinasi yang aneh”, tebaknya.

Di ruang tengah, para member kembali berkumpul dan terlihat sibuk berpikir.  Makanan yang tadi dibuat oleh Ryeowook pun kini sama sekali tak membuat member lainnya bernafsu untuk memakannya.  Pikiran mereka hanya tertuju ke satu hal : apa yang terjadi pada Kyuhyun?  Apa yang dilihatnya barusan?

Sungmin menatap nanar ke jendela kaca yang tadi dihadapi oleh Kyuhyun, tapi dia tak melihat apapun.  Tak ada hal aneh yang terjadi pada dirinya seperti yang tadi dikatakan oleh Kyuhyun.  Lalu apa yang sebenarnya terjadi?!

Ia menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya cepat.  Dia segera berbalik ke ruang tengah dan mencoba tak peduli dengan hal barusan.  Namun pandangannya terhenti saat dia melihat bayangan Eunhyuk terpantul di cermin yang tergantung di dinding ruang tengah.  Disitu tak terpantul bayangan Donghae, padahal Donghae tepat berada di samping Eunhyuk.

Sungmin mengerjapkan matanya dan masih tak melihat bayangan Donghae.  Kini dia berjalan ke arah Donghae dan langsung memegang bahunya dengan erat, tapi yang terlihat di cermin itu adalah dia yang tengah memegang udara hampa, tak ada siapapun di hadapannya.

“Hyung, wae?”, tanya Donghae heran saat wajah Sungmin menjadi muram saat melihat cermin.  Donghae ikut melirik ke arah cermin, tapi di matanya..tak ada apapun yang terjadi, hanya ada bayangan Sungmin yang tengah memegang bahunya.

Wajah Sungmin memucat, “bayanganmu di cermin..”, ucapnya kaku.  Mulutnya seakan kelu.  Tidak!  Ini benar-benar tak masuk akal!!

Tiba-tiba mata Sungmin membelalak lebar dan dia berteriak kencang, “AAARGHHH~!!”, dia jatuh terduduk sambil memegang kakinya.  Secara perlahan, darah mulai mengalir dari kaki Sungmin.  Seakan-akan ada sesuatu yang tajam tengah mencakar kakinya.  “AARGHHH!!”

“Sungmin-ah!!”, seru Leeteuk langsung menghampiri Sungmin.  Darah itu masih mengalir dan malah membentuk bekas cakaran yang makin membesar.

Sungmin menatap Donghae dan member lainnya dengan nanar, “Pergi!!  Cepat pergi!!  Donghae-ah, cepat per…”, ucapan Sungmin terpotong dan kini tubuhnya tergolek tak berdaya di tengah para member.

****

“Kita harus cepat pergi, hyung!!”, seru Yesung sambil membalutkan perban ke kaki Sungmin.  Leeteuk masih tak bisa berpikir dengan jernih, rasanya segala hal ini terlalu rumit.

“Bekas cakaran ini..bukan cakaran biasa, hyung!!”, tambah Yesung.  Leeteuk masih tak menjawab, dia masih bingung dengan apa yang terjadi.

Kini suasana di villa itu makin menjadi tegang, Sungmin pingsan sedangkan Kyuhyun menjadi sulit dibangunkan, seakan-akan dia kehilangan kesadaran.

“Sebenarnya apa yang terjadi?!!”, Shindong mulai frustasi.  Tapi ia melihat Donghae yang duduk di pojok ruangan, pandangannya benar-benar hampa.  “Donghae-ah, kau pasti tahu sesuatu! Tadi Sungmin mengatakan sesuatu padamu!  Cepat katakan, Donghae-ah!”

Donghae menggeleng lemah, “Molla, hyung.  Aku tak tahu apa-apa”.

Shindong mendecak kesal, “Argh, lalu apa yang harus kita lakukan?!”.  Donghae masih diam dan menatap lurus ke arah rak lemari kaca yang ada di depannya.  Dia melihat Heechul yang tengah mondar mandir, bingung dengan apa yang harus dilakukan.  Tapi dia langsung menganga saat melihat bayangan Heechul tengah diikuti oleh sesosok wanita dengan gaun kusam berwarna merah, tidak..warna itu bukan berasal dari warna gaun yang dikenakannya. Warna merah itu adalah darah!!

Donghae beralih menatap Heechul, tapi tak ada apapun di sampingnya atau yang mengikutinya.  Heechul masih sibuk mondar-mandir, Donghae menggeleng kencang.  “Tidak!  Tidak mungkin, tidak..”, dia memegang kepalanya dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi oleh Kyuhyun & Sungmin barusan.

Kyuhyun yang berteriak saat melihat kaca jendela, Sungmin yang menjadi pucat setelah melihat cermin dan dia yang melihat sosok wanita itu di kaca rak lemari, jawabannya hanya satu!

Donghae berderap menuju Heechul dan langsung mencengkram tangannya.  Heechul tampak terkejut saat melihat Donghae menunjuk rak lemari dibelakangnya, “Hyung!!  Aku mengerti sekarang!  Aku melihat bayangan itu di tiap pantul…”

PPATTS

Tiba-tiba saja lampu di villa itu mati seketika.  Ucapan Donghae langsung terputus sedangkan Heechul masih merasakan cengkraman tangan Donghae di lengannya.  “Donghae-ah!! Hae!!”, seru Heechul sambil menarik tangan Donghae di tengah kegelapan.  Tapi tangan itu terasa berbeda, tangan Donghae terasa dingin dan..beku. “Donghae!!”

“AARGGHH!!”, teriakan itu langsung terdengar di tengah kegelapan.  Heechul menyadari bahwa itu adalah teriakan Donghae, “Hae!!  Donghae-ya!”, dia tetap mencoba menarik tangan yang tengah mencengkramnya tapi tangan itu tetap tak bergeming.

“ARGGHH!! TIDAKK!! HYUNG, PERGII!”, serunya dan kini Heechul merasakan tangan itu mencengkram tangannya dengan begitu erat, seakan tak ingin lepas.

PPATSS

Lampu kembali menyala dan kini di hadapan Heechul tak ada apapun.  Tangannya hanya menggenggam udara hampa di depannya.  Di tangannya masih tersisa bekas cengkraman yang kuat.

“Donghae!! Donghae!!”, seru Heechul sambil melirik ke sekelilingnya. Tapi yang ada hanya 7 member lainnya, tanpa Donghae.

“Sungmin hyung!”, seru Ryeowook sambil menyibakkan selimut di hadapannya.  “Sungmin hyung, tadi dia ada di sini!!”, ucap Ryeowook sambil menunjuk ke arah sofa di ruang tengah.

Siwon berderap ke kamar dan jatuh terduduk dengan lemas, “Kyuhyun tak ada di kamar”, lirihnya. “Mereka..menghilang”.

****

_T.B.C_

10 thoughts on “SHADOW {1st Sight}

    • Haha~😄
      Emang..qu jga ngrasa merinding sndiri pas baca crita ni .___.
      Ga tau deh pas bkinnya ni lg krasukan setan apa😦
      Hehe

      Makasih ya udh komen😀

  1. busyet…
    serem amat…
    baru nyadar mlm ini mlm jumat n aku sendirian d kost, huhu
    lanjut k part selanjut’y….🙂

  2. Aku udh baca ff ni d sjff eon😀
    tp gtau kenapa pngen baca lagii biar nangis (?)
    bayangin yeoboku uminhae ngilang gtu pasti aku jd janda dah #apacoba

    *brb ke chap slanjutnya*

  3. ga bisa bAyangin. Sumpah ga bisa bAyangin. Tragis bgt. Untung bAcA’e pagi2. Kalo malem2,kaga bisa tidurlah gue.
    Epep’e keceh e0n. Jarang nemu epep yg genre’e horror kya gni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s