{KyuNara Scene} We Got Married {3rd Episode}

…MBC’s We Got Married Recording Studio…

“Ah, Ne~.  Jadi di season 2 We Got Married kali ini, kita semua tahu jika sudah ada pasangan baru, bukan?”, ucapan Jinwoon itu langsung membuka segment acara We Got Married yang ditayangkan di stasiun MBC.

Seperti biasa, sebelum acara itu menampilkan aktifitas yang dijalani oleh para pasangan, biasanya pihak staff selalu menayangkan sedikit obrolan para MC mengenai pendapatnya masing masing tentang pasangan di We Got Married.   MC di episode kali itu adalah Seulong, Jinwoon dan Nayoung.  Dan setelah video mengenai episode terbaru dari pasangan Yonghwa – Seohyun juga Nichkhun – Victoria telah selesai ditayangkan, kini tiba saatnya video mengenai aktifitas Kyuhyun – Nara lah yang akan diputarkan.

Nayoung mengangguk semangat, “Keurae!.  Dan pasangan ini bahkan sudah menjadi isu yang sedang ramai dibicarakan oleh para netizen“, ucapnya tak kalah antusias.

Ne, ne.  Semua orang membicarakan pasangan ini.  Mungkin…pemirsa tertarik karena baru kali ini We Got Married memilih cast yang bukan dari kalangan artis”, tebak Seulong ringan.   Jinwoon menggumam pelan, “Mungkin juga karena cara pemilihan pasangan yang agak diluar batas kewajaran?  Dengan cara diundi”, tambah Jinwoon.

“Tapi di episode perdana kemarin, kita juga sudah melihat pertemuan pertama mereka.  Dan itu cukup…menakjubkan”, ucap Nayoung dengan senyuman yang canggung saat mengingat episode sebelumnya, sewaktu Kyuhyun dan Nara saling beradu mulut.  (.____.)

Seulong terkekeh pelan, “Ah, tapi karena hal itu pula, para netizen mulai memberikan nama julukan untuk mereka berdua…”, Seulong mengecek cue cardnya untuk sejenak dan membaca nama julukan bagi Kyuhyun dan Nara, “Evil Couple“.

Nayoung dan Jinwoon menggumam paham, “Julukan yang sangat cocok untuk mereka”, ucap Jinwoon mengiyakan.  “Banyak juga yang mengatakan bahwa mereka adalah 2nd Generation of Kwon – Gain“, komentar Nayoung.

“Tapi Kwonnie tak setampan Kyuhyun, Nayoung-ssi.  Hahaha~”, ucapan Seulong langsung membuat semua tergelak geli, Jinwoon membalas dengan semangat.  “Kurasa Kyuhyun hyung dan Nara akan memiliki cara yang berbeda untuk mengekspresikan diri mereka”.

“Jadi, bagaimana jika kita mulai saja cerita kedua dari pasangan baru ini?”

***

“Annyeonghaseyo.  Super Junior Maknae, Cho Kyuhyun imnida“

Aigoo~ tampannya!”, seru Nayoung saat sosok Kyuhyun muncul di layar TV yang ada di studio recording. Kini pihak MBC sedang menayangkan cuplikan tayangan wawancara dari masing masing individu, dan kali ini adalah giliran Kyuhyun.

Seulong menyenggol bahunya dan menyindir pelan, “Kau mengatakan hal itu ke setiap pria yang ikut acara ini, Nayoung-ssi.  Awalnya pada Yonghwa, lalu ke Nichkhun dan sekarang pada Kyuhyun?  Aigoo~”, desahnya heran namun sambil terkekeh geli.

Nayong menjawab ringan, “Itulah yang namanya insting wanita.”

Kesan pertama sewaktu melihat Nara?”

“Aku hanya bisa berpikir, ‘Oh~ini gadis yang akan menjadi istriku?’.  Dia kelihatannya tegas.  Dari pandangan matanya yang tajam itu, aku bisa mengira bahwa dia adalah gadis keras kepala dan tak mau kalah dalam hal apapun.  Sama sepertiku”.

Lalu, apa kau yakin bisa menjalankan pernikahan ini dengan baik?”

“Entahlah..tapi yang pasti, aku hanya berusaha untuk menikmati status baruku sebagai seorang pria yang telah memiliki istri.  Dan yah..semoga semuanya berjalan dengan lancar”.

***

“Annyeonghaseyo, Kwan Nara imnida“

“Aaa~ imut sekali”, ucap Jinwoon sambil menatap antusias ke layar TV yang sedang menayangkan gambar Nara.  Seulong mengangguk mengiyakan, “Tidakkah dia sedikit mirip dengan IU?  Wajah imutnya itu…sangat manis~”, puji Seulong.

Nayoung berdehem pelan, “Permisi Tuan, tapi gadis ini sudah memiliki su-a-mi“, ucap Nayoung mengingatkan dan membuat Seulong juga Jinwoon langsung tertawa kecil.

Bagaimana perasaanmu saat terpilih untuk menjalani WGM dengan Kyuhyun?”

“Sejujurnya, saat aku terpilih dari 200 ribu pendaftar..tidak ada perasaan yang istimewa.  Karena aku lebih condong untuk menjadi fans 2PM dibanding dengan Super Junior.  Namun saat bertemu dengannya di sekolah, aku sedikit…berdebar, mungkin.   Karena biasanya aku hanya bisa melihat Kyuhyun-ssi dari layar TV dan kali ini aku bisa menjadi istrinya.  Mulai sekarang, aku hanya akan terus mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam menjadi seorang istri”.

Apakah ada serangan ‘fans’ yang ditujukan untukmu, karena kau terpilih dalam acara ini?”

“Tidak ada.  Aku sama sekali tak menerima serangan apapun dari para fans Super Junior.  Aku yakin jika ELF adalah fans yang dewasa dan tak menilai status palsuku ini sebagai sebuah hal yang perlu dipermasalahkan secara luas.  Toh kenyataannya, Cho Kyuhyun tetaplah milik mereka seutuhnya dan aku hanya bertugas untuk menjaganya.  Jadi, aku mohon bimbingan dari para ELF semua.  Aku akan mencoba untuk menjaga Kyuhyun semaksimal mungkin”.

“Ahh~ gadis yang bijaksana”, puji Jinwoon lagi.

“Tak kusangka bahwa dia masih SMA”, ucap Nayoung sambil mengangguk singkat.

“Tapi kurasa Kwan Nara ini masih menyimpan banyak kepribadian yang harus kita tunggu supaya dia mau mengungkapkannya secara gamblang”, tebakan Seulong itu langsung diiyakan oleh Nayoung dan Jinwoon.

***

…Kyuhyun – Nara 2nd Story…

“Selamat atas pernikahan kalian berdua.  Sekarang pergilah berjalan-jalan untuk saling mengenal lebih jauh mengenai kepribadian masing-masing”

Shireo!”, Nara langsung berteriak kencang setelah membaca isi mission itu.  “Nan shireo!  Aku tidak mau!”, ucapnya sekali lagi.

Seluruh staff MBC yang berkumpul di lapangan itu langsung menganga heran saat mendengar ucapan Nara.  Begitupun dengan Kyuhyun, dan semua warga di Namsoon High School yang menyaksikan syuting itu dari segala penjuru sekolah.  Gadis ini menolak kesempatan untuk berjalan-jalan bersama seorang idola yang kini telah menyandang status sebagai suaminya?  Tak bisa dipercaya.

Waeyo?  Ayolah, kita harus mengenal kepribadian kita masing-masing, Nara-ssi“, ucap Kyuhyun sambil melipat kembali kertas mission itu ke bentuknya semula.

Nara menggigit bibirnya dengan gelisah, “Aku…ada ulangan”, ucapnya mengelak.  Kyuhyun mengernyitkan alisnya, “Bukankah tadi guru geografimu bilang kalau ulangannya dibatalkan?”.  Nara langsung menjawab, “Tapi ada ulangan matematik…”

“BOHONG!!  BOHONG!!  KYUHYUN OPPA, DIA BOHONG!”, sebelum Nara sempat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja teriakan nyaring itu kembali terdengar dari arah lantai dua.  Ternyata teriakan itu berasal dari teriakan teman-teman sekelas Nara.  (._____.)

“YA!  KALIAN INI…”, Nara melepaskan sepatu ketsnya dengan geram dan melemparnya langsung ke arah lantai dua, tak peduli biarpun kamera TV sedang menyorot gambarnya.  Seluruh staff terkekeh pelan, begitupun dengan Kyuhyun yang hanya bisa tertawa kecil.

“Untuk apa kau berbohong, Kwan Nara-ssi?”, tanya Kyuhyun sambil mencondongkan wajahnya kearah Nara dan menatapnya dengan tatapan mengejek.  Nara balas menatapnya dan mendengus kecil, “Cish~”.

Kenapa kau berbohong pada saat itu?”

“Entahlah.  Rasanya…aku masih belum siap untuk pergi berdua bersamanya dan memperlihatkan hubungan kami kepada khalayak umum.  Kurasa aku masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengannya.  Dan yang terpikir pada saat itu, hanyalah dengan mengelak bahwa ada ulangan, tapi ternyata teman temanku sama sekali tak bisa diajak berkompromi. (—.—)”

“Jadi, kita jalan-jalan?”, tanya Kyuhyun saat Nara sedang memakai kembali sepatu ketsnya yang tadi ia lemparkan kearah teman-temannya.  Nara mendesah pasrah dan menggaruk pipinya yang tidak gatal, “Terserah kau saja, Cho Kyuhyun yang tampa…”, tiba-tiba Nara langsung menghentikan ucapannya dan segera menutup mulutnya saat menyadari bahwa ia hampir saja menyebutkan kata keramat itu.

Kyuhyun juga terlihat kaget saat mendengar ucapan Nara itu, namun ia segera berusaha mengalihkan topik pembicaraan.  “Kau mau kemana?”, tanyanya dengan nada agak mendesak.

Jujur saja, Kyuhyun takut jika ucapan Nara tadi disadari oleh para ELF dan mereka akan menyelidiki hubungan keduanya secara lebih jauh.  Kyuhyun sama sekali tak meragukan kemampuan analisis dari para ELF.  Buktinya, dalam kasus secret code yang diberikan Shindong untuk Nari itu dapat dipecahkan oleh para ELF dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.  Padahal para member pun membutuhkan waktu selama 1 minggu untuk mengetahui cara untuk membaca kode rahasia itu.

Nara mencoba kembali mengendalikan ekspresinya dan menenangkan degup jantungnya lagi.  “Aku…”, ucapan Nara terdengar menggantung, “…Lapar”.

***

Bagaimana perasaanmu saat dia malah mengajakmu untuk makan dan bukan berencana untuk berjalan-jalan dengan nuansa romantis?”

“Bagiku…tak masalah.  Jujur saja, aku kurang suka dengan hal-hal yang berkesan romantis dan lagipula aku sangat lapar pada saat itu.  Jadi yah…kurasa ada semacam koneksi antara pikiran kami berdua, makanya dia mengusulkan untuk pergi ke restoran.  Entahlah, aku merasa jika dia bisa membaca pikiranku dengan hanya melihat tatapan mataku”

Aigoo~ so sweet. Saling membaca pikiran hanya dari tatapan mata pasangan masing masing”, ucap Nayoung dengan pandangan kagum saat mendengar ucapan Kyuhyun itu.  Dia beralih menatap Jinwoon dan Seulong yang mengangguk angguk singkat, “Rasanya mereka berdua seperti telah ditakdirkan untuk bertemu dengan cara seperti ini”.

Jinwoon menyela, “Tapi…entah kenapa, rasanya ada yang berbeda dengan cara mereka mengobrol.  Rasanya seperti mereka sudah mengenal lama~ sekali”, selidiknya.  Seulong menjitak kepala dongsaengnya itu dan berujar gemas, “Jangan menjadi detektif gadungan!”

Jinwoon merengut kesal, “Hyung~!”  (—3—)

***

“Lapar?”, tanya Kyuhyun memastikan.  Nara mengangguk mengiyakan dan melirik ke arah jam tangannya, “Lagipula..ini sudah waktunya istirahat makan siang ‘kan?”, ucapnya saat melihat waktu yang telah menunjukkan pukul 12 siang.

Kyuhyun menggumam mengiyakan, dia melirik ke salah satu staff yang sedang mengacungkan buku gambar dengan sebaris tulisan di atasnya, ‘OK!’.  Kyuhyun menyimpulkan bahwa itu berarti staff setuju dengan ide mereka berdua untuk pergi mencari makan.

Kyuhyun menggumam pelan dan mengangguk singkat, “Keurae!.  Ayo kita makan siang”, ajaknya dan mulai berjalan kembali ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari situ. Nara mencegah Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobil, “Ah, tunggu!.  Bagaimana jika kita pergi setelah pulang sekolah?  Aku masih ada pelajara…”

BRUAKK!

Dalam sekejap saja, tiba-tiba sebuah tas ransel berwarna putih itu sudah melayang dan terjun bebas dari jendela di lantai dua kemudian jatuh dengan sempurna tepat di depan kaki Kyuhyun dan Nara yang hanya bisa melongo hebat.  Nara mendongakkan kepalanya dengan penuh tatapan bengis ke arah kelasnya, “YA!  Kenapa kalian melempar tasku?!”

“PULANGLAH, KWAN NARA!!”, teriak teman teman sekelasnya dengan kompak dan sambil tersenyum lebar.  Mereka melambaikan tangannya dengan ceria, seakan memberi kesempatan bagi Nara untuk menikmati waktunya bersama Kyuhyun.

“Kata semua guru, kau boleh BOLOS hari ini!!”, tiba tiba saja wajah Soohyun sudah muncul di pinggir jendela dan berteriak kencang ke arah Nara yang kini sedang membersihkan tasnya karena kotor terkena debu tanah.  “Jangan sia-siakan kesempatan BOLOS ini, Nara-ya!!”, lanjutnya lagi.

Detik berikutnya ia langsung melambai genit ke arah Kyuhyun yang terkekeh pelan, “Aaaa~ Kyuhyunnie Oppa, nae fan-iyeyo!!  Super Junior DAEBAK!!  Neo gateun saram tto obseo~  Bonamana, Bonamana~  Sorry Sorry Sorry~ Cause i can’t stop thinking about you, bohmmmpp!! hmmpp!!  Yaa~ lepa..hmmp…paskan!!”, tiba-tiba saja mulut Soohyun sudah dibekap oleh beberapa teman sekelasnya dan ia segera dibawa menjauh dari jendela.  (.__.)

Nara menundukkan kepalanya dalam-dalam dan menggelengkan kepalanya dengan penuh perasaan malu, “Ya Tuhan!  PD-nim, tolong edit bagian tadi!  Itu merusak image sekolah kami!”, ucapnya sambil menatap dengan penuh pandangan memohon kepada PD dari acara We Got Married itu.  Semua staff hanya bisa tertawa geli saat melihat semua kelakuan gila dari seluruh warga dari NamSoon High School itu.

***

Tampaknya semua warga sekolah sama sekali tak mempermasalahkan mengenai hubungan kalian…”

Ne.  Tampaknya mereka sangat mendukung kelangsungan acara ini.  Kuharap ini bisa menjadi satu pertanda baik bahwa semua orangpun sama mendukung kami selayaknya mereka semua”

“Ah~  (Nara menundukkan wajahnya dalam-dalam, merasa malu)  Kurasa akan lebih baik jika mereka menentang hubungan kami daripada aku melihat kegilaan mereka semua disebarluaskan di TV Nasional.  Aigoo-ya~  Kepala Sekolah, sonsaengnimdeul, jwosonghamnida. Aku minta maaf jika kelakuan teman-temanku agak…memalukan”

“Aku jadi ingin sekolah disitu”, ucap Seulong dengan nada iri.  Jinwoon meninju bahunya pelan, “Hyung, ingat usiamu!  Bukan waktunya untuk sekolah, tapi waktunya untuk menikah”

Seulong menatap Jinwoon dengan sengit, “Neo mwoya?!”

Tiba-tiba saja Nayoung sudah merapatkan tubuhnya ke arah Seulong, “Seulong-ssi, sekarang aku sedang single“, ucapnya manja dan membuat Seulong langsung menjauhkan jaraknya dengan Nayoung yang masih tersenyum genit.  “Jinwoon-ah, tukar tempat dudukmu denganku!”

Shireo~!”

***

Nara menyampirkan tas ranselnya itu ke pundaknya dan berjalan pelan mengikuti langkah Kyuhyun menuju mobil.  Beberapa kamera tetap mengikuti setiap langkah mereka dan hal itu agak membuat Nara merasa risih.  Entahlah, mungkin karena dia belum terbiasa dengan semua hal ini.  Ya, mungkin dia belum terbiasa dengan semua kamera dan keberadaan orang-orang saat ia dan Kyuhyun sedang berdiri bersama.

Kyuhyun masuk duluan ke dalam mobil.  Nara hanya bisa merengut kecil karena ternyata dia sama sekali tak mempedulikan dirinya. Sejujurnya Nara berharap bahwa setidaknya Kyuhyun akan membukakan pintu mobil untuknya dan mempersilahkannya masuk lebih dulu.  Tapi…aish, biarpun dia sedang berusaha akting di depan kamera dengan berlaku manis dan ramah pada Nara tapi tetap saja nalurinya sebagai Raja Iblis itu tetap muncul secara tersirat.

Nara masuk ke dalam mobil dengan wajah sebal dan segera memasangkan sabuk pengamannya.  Dia menatap lurus ke arah jalanan, sama sekali tak berminat untuk melirik ke arah Kyuhyun.  Namun saat ia mengedarkan pandangannnya untuk sejenak, Nara menemukan sebuah kamera kecil yang terpasang tepat di kaca spionase kemudi.  “Aigoo-ya, kenapa ada kamera dimana-mana?”, gumamnya dalam hati, benar benar merasa risih.

Kyuhyun melirik ke arah Nara yang kini sedang menyenderkan kepalanya ke jendela dan mendesah dengan nada berat.  “Kau mau makan apa?”, tanyanya singkat.  Nara mengangkat bahu, “Terserah”, ucapnya dingin dan kembali menatap pemandangan diluar jendela.

Kyuhyun menghela nafas dengan berat dan mengganti persneling mobilnya, hingga kini mobil sedan milik MBC itu tengah melaju di jalan raya.  Dari kaca spion, Kyuhyun bisa melihat mobil van milik We Got Married itu mengikutinya dari belakang.  Dia mendesah bingung, “Semuanya terlalu tidak wajar.  Semua orang bisa curiga nanti”, gumamnya dalam hati.

Tak dapat dipungkiri, mereka berdua kini sedang kebingungan mencari cara yang tepat untuk saling berkomunikasi.  Kyuhyun tahu bahwa Nara pasti masih merasa asing dan tak nyaman dengan semua hal ini, makanya dia terus-terusan bersikap cuek dan dingin seperti biasanya. Tapi Kyuhyun juga bingung bagaimana cara untuk menutupi semua hubungannya jika gadis ini masih terus-terusan bersikap dingin padanya?. Semua hal yang terjadi sekarang ini benar-benar terlalu mencurigakan!

Gadis ini sama sekali tak berteriak histeris saat bertemu dengannya..

Gadis ini sama sekali tak kelihatan gugup saat berada di dekatnya..

Dan semua itu bisa membuat netizen curiga : “Ada apa dibalik hubungan mereka berdua?”

Kyuhyun memutuskan untuk mengambil sebuah inisiatif yang tiba-tiba muncul di benaknya, “Nara-ssi..”, panggilnya ringan.  Namun pandangan matanya masih tertuju lurus ke arah jalanan, sama sekali tak melirik ke arah Nara.

“Hmm?”, gumam Nara dengan nada datar, masih dengan posisi menyender ke jendela samping dan pandangannya tetap terfokus pada pemandangan di luar jendela sampingnya.

***

“Mereka kelihatan sangat canggung di dalam mobil itu.  Aigoo~ bahkan mereka berdua tak berani untuk saling menatap mata lawan masing-masing”, Nayoung menyimpulkan kejadian yang sedang terjadi di dalam mobil.  Jinwoon dan Seulong hanya menggumam mengiyakan, “Pasti mereka sangat gugup”.

***

“Kau…tak suka menjadi istriku?”, tanya Kyuhyun dengan suara beratnya.  Nara melirik sekilas ke arahnya, merasa heran dengan pertanyaan yang dilontarkannya secara tiba-tiba.  “Atas dasar apa kau bertanya seperti itu?”, tanya Nara balik.

Kyuhyun mengangkat bahunya, “Entahlah, tapi sikapmu itu terasa acuh tak acuh padaku”, ucapnya dan mengerling sejenak kearah kekasihnya itu, seakan memberikan pandangan yang berarti : ‘Kau harus mengikuti alur ceritaku ini, Kwan Nara sayang!  Atau kau akan mati!!’

Nara mengangguk paham saat melihat kerlingan dari Kyuhyun.  Mau tak mau, dia harus mengikuti sandiwara ini.  Karena jika tidak, Nara yakin bahwa setelah syuting acara ini selesai, Kyuhyun akan membakar rumahnya atau bahkan membunuh dirinya dan kemudian memutilasinya sampai ke potongan tubuh yang terkecil (.____.)

“Tidak juga.  Aku hanya masih belum terbiasa dengan status baruku ini”, jawab Nara sambil membetulkan posisi duduknya dan menatap ke arah Kyuhyun yang melirik ke arahnya juga.  “Kuharap kau bisa bersabar dengan semua tabiatku ini, Kyuhyun-ssi“, kini Nara menundukkan kepalanya dan membungkukkan badannya singkat, seakan meminta maaf atas semua hal yang terjadi.

Kyuhyun terkekeh pelan, “Sudahlah, tak apa.  Aku juga minta bantuanmu, Nara-ssi.  Kuharap kita bisa melewati semua hal ini dengan baik”.  Biarpun Kyuhyun mengatakan kata-kata itu dengan nada yang tenang, tapi Nara yakin bahwa arti sebenarnya dari kata-kata Kyuhyun adalah, ‘Kau harus membantuku!.  Tak ada pengecualian apapun!  TITIK!’

Nara mendesah pelan dan mengangguk singkat, “Arasseo“.

***

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di lahan parkir yang tersedia di sebuah restoran yang menyajikan khusus makanan khas Korea.  “Kita sampai”, ucapnya sambil mematikan mesin mobilnya.  Nara melirik ke arah bangunan restoran itu, cukup megah dan tak banyak pembeli yang datang ke restoran itu.  Hal itu memudahkan mereka untuk menyembunyikan identitas mereka. Biarpun kini status mereka berdua adalah sebagai suami-istri yang diakui di kalangan publik, namun Nara masih belum merasa nyaman jika harus berada di keramaian bersama dengan Kyuhyun.

“HyongMan Restaurant?”, ucap Nara saat dia membaca papan nama restaurant itu.  Kyuhyun mengangguk, “Restoran dengan jjajangmyun terenak yang pernah kudatangi.  Kau juga suka jjajangmyu…”, Kyuhyun langsung menyadari bahwa ia hampir saja membocorkan salah satu rahasia mereka.  Dia segera pura-pura terbatuk untuk menutupi semua ucapannya barusan, “Uhuk..uhuk!”.

Nara mengeluarkan sebuah botol air mineral dari dalam tasnya dan menyerahkannya untuk Kyuhyun yang sedang (berpura-pura) batuk, “Minumlah dulu”.  Kyuhyun menerima botol itu dan meminumnya dengan cepat, “Gomawo“, ucapnya sambil menyerahkan kembali botol minuman itu pada Nara.

“Jadi…”, Nara memulai pembicaraan tepat saat Kyuhyun telah sembuh dari batuknya, “Kita turun dengan dandanan seperti ini?  Aku dengan seragam dan kau dengan…wajah seperti itu?”, tanyanya.  Kyuhyun menjawab ringan, “Hubungan kita sudah tersebar secara umum.  Kita tak membutuhkan penyamaran lagi”, jelasnya.

Nara tak membalas perkataan Kyuhyun, dia malah membuka tasnya lagi dan kini mengeluarkan sebuah topi.  “Ini…pakailah”, ucapnya sambil menyerahkan topi itu pada Kyuhyun yang menatapnya heran.  “Bukankah sudah kubilang, tak akan ada yang menyadar…”

“Bisa kau ikuti saja permintaan istrimu ini, Tuan Muda Cho Kyuhyun yang tampan?”, Nara menyela ucapannya dan langsung menaruh topi itu ke kepala Kyuhyun.  Ia juga mengeluarkan kotak kacamatanya, kemudian segera memberikannya pada kekasihnya itu.  “Hanya untuk jaga-jaga”, tambahnya. Kyuhyun yang tak mempunyai pilihan lain, hanya bisa memakai kacamata itu dengan ekspresi pasrah.

Aigoo, minusnya parah sekali!”, ucap Kyuhyun saat dia telah memakai kacamata itu untuk beberapa saat.  Dia segera mengembalikan kacamata itu pada Nara, “Kau saja yang memakainya.  Aku pusing, ukuran minusnya tak cocok untukku”.

Nara menerima kacamata itu dan segera memakainya kembali.. Ia juga mengeluarkan sebuah sweater tanpa tudung dari dalam tasnya.  Detik berikutnya, ia menatap Kyuhyun dengan tajam.  “Kau…berbaliklah”, ucapnya.  “Aku ingin memakai sweater“.

Kyuhyun mendengus kecil, “Ayolah~ kau tinggal pakai saja lagipula…”

Hattsyi!”, tiba-tiba saja Nara bersin, biarpun hanya bersin kecil.  Tapi tepat setelah itu, Kyuhyun langsung mendesah pelan dan segera membalikkan tubuhnya hingga membelakangi gadis itu, “Arasseo.  Cepat pakai sweatermu sebelum kau makin kedinginan”

***

“Ahh~ sebuah perhatian yang terselubung”, ucap Jinwoon, masih mencoba menyelediki.

Nayoung mengangguk, “Awalnya Kyuhyun-ssi tak ingin berbalik, tapi saat mendengar bersin dari Nara, dia langsung berbalik.  Aigoo~ sangat menggemaskan”.

Seulong melirik Nayoung dengan heran, “Siapa yang kau gemaskan?  Cerita hubungan di antara mereka atau hanya menggemaskan Kyuhyun saja?”.  Ucapan Seulong yang asal itu langsung membuat Nayoung terkekeh kecil dan menunduk malu.

***

“Sudah selesai, belum?”, tanya Kyuhyun.  Posisinya masih membelakangi Nara yang sedang memakai sweater di atas seragam sekolahnya.  “Tunggu..tunggu!”, Nara buru-buru merapikan sweaternya dan mengaca sebentar ke arah spion dan menyisir rambutnya dengan jarinya.  “Oke, sudah~”, ucapnya dan membereskan isi tasnya.  Kyuhyun berbalik menghadap ke arah Nara, dan dia melihat gadis itu kini sudah terlihat manis dengan sweater berwarna coklat mudanya.

Kyuhyun kembali melirik ke belakang mobilnya.  Dan ternyata benar, mobil van dari WGM sudah terparkir tepat dibelakangnya dan ada beberapa kamera yang kini sedang mengelilingi mobilnya, seperti siap untuk mengambil gambar mereka kapanpun tanpa harus disuruh.

Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Nara keluar berbarengan dari dalam mobil.  Nara sengaja meninggalkan tasnya di dalam mobil dan hanya membawa dompet beserta handphonenya saja.  Namun baru saja mereka mau melangkah menuju restoran, tiba-tiba saja hujan turun rintik-rintik.

Aishh~”, Kyuhyun menggerutu pelan sedangkan Nara hanya bisa berusaha menutupi kepalanya dengan tangannya, “Aiyaa, aku lupa membawa sweater yang bertudung”, keluhnya dan masih berusaha menghindari rintik hujan itu.  Tapi tiba-tiba saja Kyuhyun langsung melepaskan topinya dan memakaikannya kembali ke kepala Nara, “Cepat pakai!”, perintahnya.

Nara menggeleng, “Kau saja yang pakai!”, ucapnya sambil menaruh topi itu ke kepala Kyuhyun.

“Kau saja!  Kau ini perempuan, tahu!”, Kyuhyun mengembalikan topi itu ke tangan Nara dan menyuruhnya untuk memakainya.  Nara mendengus kecil, “Cish~ sudahlah, masalah tidak akan selesai jika kita terus berdebat seperti ini.  Lebih baik kau dan aku tak usah memakai topi ini!”, ucap Nara sambil melipat topi itu dan memasukkannya ke dalam saku sweaternya.

“Kubilang : PA-KA-I”, ucap Kyuhyun dengan nada tajam dan penuh dengan penekanan di tiap kata terakhir yang dia ucapkan.  Nara mendengus kecil dan akhirnya mengeluarkan topi itu dari saku sweater kemudian segera memakainya.  “Puas, Tuan Muda Cho Kyuhyun yang tampan?”, tanyanya dengan nada dingin.

Kyuhyun tak menjawab dan segera menarik tangan Nara untuk segera pergi dari pelataran parkir itu karena hujannya mulai menjadi deras, “Ppali~ ppaliwa!”, serunya sambil tetap berlari menuju pintu restoran.  Nara hanya bisa mengikuti langkahnya dan mencoba menahan ekspresi mukanya saat menyadari bahwa genggaman tangan Kyuhyun kini sedang bertaut erat dengan tangannya.

Osso Osseyo~”, seorang pelayan restoran itu langsung menyambut mereka berdua dengan senyum lebar.  Kyuhyun dan Nara hanya tersenyum seadanya.  “Omma, dingin~!”, ucap Nara saat angin dingin itu kembali berhembus kencang.

“Bangku untuk berapa orang?”, tanya pelayan itu.  Kyuhyun mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, “2 orang”, ucapnya singkat.  Pelayan itu mengangguk dan segera mengantarkan mereka ke arah sebuah meja yang berada di pinggir jendela, “Apa yang ingin anda pesan?”

“2 Jjajangmyun special“, jawab Kyuhyun.  Pelayan itu mengangguk paham dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Nara mengedarkan pandangan ke sekitar, “Tak ada kamera MBC disini”, bisiknya pada Kyuhyun.  Kyuhyun ikut mengedarkan pandangannya dan mengangguk singkat, “Tapi kau harus tetap waspada.  Mereka bisa datang kapan saja.  Mungkin sekarang mereka sedang mempersiapkan peralatannya untuk dibawa kemari dan sedikit mengalami kesusahan karena diluar sedang hujan deras”, ucap Kyuhyun dengan tenang.

Nara menggumam paham.  Namun ia menyadari bahwa ada beberapa pembeli yang tertarik dengan kehadiran mereka berdua,  “Penampilanmu terlalu mencolok, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucap Nara sambil melepaskan topinya dan memakaikannya ke kepala Kyuhyun.  Kyuhyun hanya terkekeh pelan, “Kau tahu?  Aku sedikit rindu untuk memanggilmu ‘Kwan Nara sayang’.  Aishh~ acara ini cukup menyulitkan”,  kata Kyuhyun sambil membetulkan posisi topi di kepalanya.

Nara hanya tersenyum kecil, “Aku juga bingung harus berbuat bagaimana padamu.  Entahlah, sepertinya saat kamera-kamera itu sudah mengelilingi dan mengawasi setiap langkah kita, aku merasa menjadi sangat sensitif”, jelas Nara.  Kyuhyun mengangguk paham dan mengacak rambut Nara dengan gemas, “Kita hanya perlu canggung untuk beberapa episode saja.  Untuk ke depannya, kita akan melakukannya seperti hubungan kita yang biasanya.  Kau paham?”, tanya Kyuhyun memastikan.

Nara mengangguk singkat dan menggembungkan pipinya, “Dulu aku memang bosan dengan status kita yang dirahasiakan.  Tapi sekarang, saat status kita sudah menjadi rahasia umum, aku merasa lelah”, ucap Nara sambil menopangkan dagunya diatas kedua tangannya.

Kyuhyun beralih menjitak kepala gadis itu dengan sumpit di tangannya.  Nara langsung menatapnya dengan merengut kesal, “Ya!  Kenapa memukulku?!”

“Bersabarlah”, ucapan Kyuhyun yang singkat itu ternyata bisa membuat Nara diam tak berkutik.  “Kau dan aku pasti bisa melewatinya”, lanjutnya lagi dan diiyakan oleh anggukan Nara.

Tak lama kemudian, terdengar suara gaduh dari pintu utama restoran.  Nara dan Kyuhyun melongokkan kepalanya untuk memeriksa siapa yang datang.  Ternyata benar, beberapa kameraman WGM telah datang dan seperti sedang kebingungan mencari meja tempat Nara dan Kyuhyun berada.  “Mereka datang~”, bisik Kyuhyun.

Nara langsung kembali berpura-pura sibuk dengan handphonenya sedangkan Kyuhyun pura-pura tertarik dengan pemandangan diluar jendela restoran.  “Jangan sampai rahasia kita terbongkar, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Kyuhyun mengangguk kecil, “Arasseo, Kwan Nara sayang”

***

Beberapa staff MBC tampak sibuk mengatur lighting maupun mengatur posisi kamera.  Sedangkan Kyuhyun dan Nara malah bersikap tak acuh, masih berusaha untuk tetap terlihat canggung.  Nara mengalihkan pandangannya keluar jendela sedangkan Kyuhyun sibuk dengan handphonenya.

Seorang staff datang menghampiri mereka, “Kyuhyun-ssi, Nara-ssi.  Boleh aku mengganggu waktu kalian sebentar?”, tanyanya meminta izin terlebih dahulu.  Kyuhyun dan Nara mengangguk pelan, “Ne?”, tanya Nara sedangkan Kyuhyun terlihat memperhatikan staff itu.

“Bisakah kalian menjadi lebih talkative?”, tanyanya singkat.  Kyuhyun mengernyitkan alisnya, “Maksudnya…kami tak boleh canggung seperti ini?”, tanya Kyuhyun.  Nara memiringkan kepalanya, masih merasa bingung, “Apakah sikap kami berlebihan?”.

Staff itu menggeleng cepat, “Animida.  Tak ada yang salah dengan sikap kalian, hanya saja..kami membutuhkan adegan yang lebih ceria.  Dan jika kalian terus-terusan bersikap canggung seperti ini, rasanya…itu tak akan menjual rating.  Jadi kami harap kalian bisa bekerja sama dengan kami”, jelasnya.  “Bersikaplah lebih santai”.

Kyuhyun dan Nara mengangguk singkat, “Algessemnida“, jawab mereka berbarengan.   Staff itu tersenyum kecil dan mengacungkan jempolnya, “Semangat untuk kalian berdua”, ucapnya sebelum beranjak meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kumpulan staff yang masih sibuk mengatur property dan masih belum siap untuk mengambil gambar mereka berdua.

Setelah kepergian staff itu, Kyuhyun dan Nara saling menatap dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.  Mereka seakan..bingung.  “Apa ini berarti..kita harus bersikap seperti biasanya saja?”, tanya Nara dengan suara berbisik.  “Dan tak usah bersikap canggung?”

Kyuhyun masih blank dan mengangkat bahunya, “Mollayo.  Mungkin..harus seperti itu.  Kau harus maklum, ini dunia pertelevisian.  Semuanya sudah direncanakan, kecuali tentang terpilihnya dirimu sebagai pasanganku, tentunya.”, ucapnya ringan sambil menggaruk pipinya.

Nara menunduk dalam dan menjambak rambutnya pelan, sedikit merasa frustasi.  “Argh!  Aku harus bagaimana?!  Cho Kyuhyun, kau membuatku gila!!”.

Kyuhyun terkekeh pelan dan menjitak kepala Nara dengan lembut, “Ayolah~ kita pasti bisa.  Bukankah kau yang selalu mengatakan hal itu?  Kenapa sekarang jadi aku yang mengatakannya?”, tanyanya.  Nara menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, “Aish~ sudahlah.  Yang terjadi, biarlah terjadi.  Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita berdua”, ucapnya sambil memainkan sumpit di tangannya.

Kyuhyun sedikit mengernyitkan alisnya, “Kau makin terpengaruh oleh Siwon hyung. Tuhan lagi, lagi dan lagi”, ucapnya dengan nada sedikit merajuk.

Nara menginjak kaki Kyuhyun dari bawah meja sekaligus menusuk tangannya dengan ujung sumpit yang tengah dipegangnya, “Jangan berkata macam-macam tentang Tuhan, Cho Kyuhyun yang tampan~”, ucap Nara dengan suara mendesis dan tatapan bengis yang dimilikinya.

Kyuhyun meringis pelan dan detik berikutnya dia langsung balas menginjak kaki Nara dengan kencang.  Kyuhyun juga menjejalkan topi yang dipakainya itu tepat ke wajah Nara.  “Ya~!  Kwan Nara, kau akan matiii!!!”, desis Kyuhyun sambil masih menjejalkan topinya.  Kaki Nara langsung berebut posisi untuk balas menginjak kaki Kyuhyun, “Ya!! Cho Kyuhyun, akan kubunuh kau!!”.

Sementara itu, kumpulan para staff WGM hanya bisa menganga parah saat melihat kelakuan pasangan itu.  Mereka langsung melirik ke arah staff yang tadi menghampiri Kyuhyun dan Nara, “Apa yang kau katakan pada mereka hingga mereka jadi seperti ini?”, tanya mereka dengan ekspresi takjub.  Staff yang ditanya itu hanya bisa ikut melongo, “Entahlah.  Tak kusangka omonganku bisa berdampak besar pada mereka berdua”.

Seorang koordinator acara langsung melirik ke arah PD yang tengah tersenyum-senyum kecil melihat kelakuan keduanya yang masih bertengkar hebat, “Kyowoon-ah“, PD itu memanggil seorang script writer yang bernama Kyowoon itu untuk datang mendekat.  “Ye, PD-nim?”, tanya Kyowoon dengan nada segan.

“Jangan berikan mereka berdua script.  Biarkan mereka mengekspresikan semuanya dengan cara mereka sendiri.  Mereka berbeda dengan pasangan lain.  Itulah yang akan membuat rating acara ini naik”, ucapnya.  Kyowoon mengangguk singkat dan ikut melirik ke arah Kyuhyun dan Nara yang kini sudah mulai tenang dan berhenti bertengkar, “Ne, PD-nim.  Saya setuju.”

***

“SEMUA SIAP DALAM HITUNGAN KE 5!”, seru seorang staff dan semua kamera sudah kembali fokus kearah Kyuhyun dan Nara.

“1,2..”

Kyuhyun dan Nara mengambil nafas dalam-dalam dan saling menatap dengan pandangan tak yakin.  “Bersikap seperti biasa?”, tanya Nara memastikan.  Kyuhyun mengangguk ragu, “Ne.  Aku akan mengatur semuanya.  Kau hanya perlu mengikuti semua ucapanku.  Ara?”

Eung~”, gumam Nara sambil mengangguk pelan. “Arasseo“.

“3, 4..”

Kyuhyun menyentuh pipi Nara dengan ujung sumpit yang sedang dipegangnya, “Tersenyumlah sedikit”, pintanya.  Detik berikutnya, Nara sudah tersenyum lebar namun dengan ekspresi yang sangat dipaksakan.  “Hehehehe~”, ucapnya dengan nada tak rela.  Kyuhyun terkekeh pelan saat melihat ekspresi gadis itu, “Kau..sangat jelek!”, guraunya dan membuat Nara menggembungkan pipinya dengan kesal.

“ACTION!”

Tepat setelah kata itu terucap, seorang pelayan retoran langsung datang dan mengantarkan 2 porsi jjajangmyeon ke meja mereka berdua.  Kyuhyun dan Nara mengangguk terima kasih kepada pelayan itu, “Kamsahamnida“, ucap mereka berbarengan.

“Wahh~”, Nara langsung menganga hebat saat melihat semangkuk besar jjajangmyeon itu.  “Daebak~”, ucapnya kagum.  Kyuhyun mengangguk setuju, “Cepatlah makan sebelum makanannya keburu dingin”, cetusnya.  Nara menggumam paham dan mulai memakan jjajangmyeon itu dengan nikmat.

“Kau suka jjajangmyeon?”, tanya Kyuhyun, berpura-pura tak tahu.  Nara yang tahu bahwa pertanyaan Kyuhyun ini sekedar untuk menutupi hubungan mereka, hanya bisa mengangguk pelan. “Sangat suka.  Kau juga ‘kan?”, tanyanya balik.  Kyuhyun menatapnya ragu, “Darimana kau tahu bahwa aku suka jjajangmyeon?”.

“Internet”, jawab Nara dengan ringan dan kembali melanjutkan makannya.  Kyuhyun mengangguk paham, “Kukira kau memang tahu segala hal tentangku”.  Nara terkekeh geli, “Hanya dalam mimpimu, Cho Kyuhyun-ssi”, ucap Nara sambil mengerling sinis namun tetap dengan senyum khas yang dimilikinya.

Setelah selesai makan, mereka berdua kini sedang diam dan menyesap minumannya masing-masing. Kyuhyun segera menyerahkan tissue pada Nara saat gadis itu menyisakan sedikit kecap di pipinya, “Pipimu kotor”, ucapnya sambil menunjuk ke arah pipi Nara.  “Jinjjayo?”, tanya Nara sambil bercermin di layar handphonenya dan setelah melihat pipinya yang kotor, ia segera membersihkan pipinya dengan tissue yang diberikan dari Kyuhyun.  “Kamsahamnida“.

***

“Aaa~ mereka sudah bisa mulai berinteraksi dengan baik”, ucap Nayoung dengan penuh raut wajah bahagia.  Jinwoon ikut tersenyum-senyum sedangkan Seulong malah berceletuk ringan, “Tapi tetap saja kesannya seperti melihat dua setan sedang bersama.  Sebagaimana pun romantisnya mereka, tapi tetap saja ada aura setan yang terpancar”.

***

“Jadi..kita mau kemana lagi?”, tanya Kyuhyun sambil kembali menyesap minumannya.  Nara menatap Kyuhyun dengan pandangan heran, “Kau tidak sibuk?”.

Kyuhyun melirik jam tangannya dan menggeleng singkat, “Masih ada waktu 2 jam lagi sebelum ke schedule berikutnya”, jelasnya.  Nara mengangguk-angguk paham, “Terserah kau saja”, ucapnya ringan.  Kyuhyun melirik ke luar restoran, “Hujannya sudah berhenti, ya?”.

“Hanya tinggal gerimis, sepertinya”, lanjut Nara sambil menengok ke luar restoran dari jendela disampingnya.  Nara melirik ke arah Kyuhyun yang hanya memakai sebuah kemeja berlengan panjang dan tanpa memakai tambahan apapun lagi, “Kedinginan?”, tanya Nara saat melihat Kyuhyun yang sedang menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

Kyuhyun menggumam pelan, “Lumayan.  Temperatur AC disini dingin juga”, ucapnya sambil mengedarkan pandangan ke sekitar restoran yang ramai dipasangi oleh AC.  Nara mengangguk paham, “Lain kali, jangan lupa untuk selalu membawa jaket”, ucapnya sambil membetulkan posisi kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.

“Hmm, arasseo…”, ucapan Kyuhyun terdengar menggantung, merasa bingung memanggil Nara dengan cara bagaimana.  “Tidakkah kau berpikir jika kita harus memiliki nama panggilan?”, tanya Kyuhyun.  Nara menatapnya datar, “Kau cukup memanggilku dengan Nara.  Dan aku akan memanggilmu dengan Kyuhyun…”

Oppa~”, sela Kyuhyun tanpa menunggu Nara menyelesaikan ucapannya, “Kau bisa memanggilku Kyuhyun Oppa“.

Nara menyipitkan matanya dan menatap Kyuhyun dengan tajam, “Shireo“, ucapnya ringan.  “Semua orang bisa memanggilmu dengan Kyuhyun Oppa.  Apakah statusku sama seperti orang lain itu?”, tanyanya dan membuat Kyuhyun mengangguk paham.  “Jadi, kau mau memanggilku apa?”.

“Yang pasti, kau harus tahu bahwa aku benci segala hal yang bersifat romantis.  Jadi jangan harap aku memanggilmu dengan sebutan Jagiya, Yeobo, Honey dan lain sebagainya”.  Kyuhyun menggumam mengerti,  “Lalu, kau akan memanggilku apa, Kwan Nara-ssi?”

Cho Kyuhyun yang…tampan?”

***

“Kenapa kau memanggilnya seperti itu?”

“Karena dia…tampan?.  Haha~ entahlah, aku hanya merasa bahwa aku menyukai saat aku mengucapkannya dan melihat ekspresi wajahnya yang seakan merasa tersindir setiap kali aku memanggilnya dengan nama itu. Cho Kyuhyun yang tampan~  Uhm, aku menyukainya” (^^)

Cho Kyuhyun yang tampan?”, Seulong mengulangi kalimat itu dengan tatapan heran.  “Baru kali ini aku mendengar panggilan sayang sepanjang itu”.

Jinwoon menoel lengan Seulong, “Hyung, bagaimana dengan kalimat : ‘Jung Jinwoon yang tampan?’.  Kalimat yang sempurna ‘kan?”.

Namun Nayoung langsung menyela, “Bagaimana jika aku yang mengucapkannya?  Jung Jinwoon yang tampan~~”, ucapnya dengan nada genit dan langsung membuat Jinwoon merinding hebat, “Ah, sepertinya namaku tak cocok untuk disebut seperti begitu”.  (.____.)

***

Kyuhyun mengernyitkan alisnya.  Jika diperhatikan secara seksama, ia terlihat tersenyum samar saat mendengar Nara mengucapkan nama panggilan itu.  Entahlah, mungkin Kyuhyun sedikit merasa bahagia karena akhirnya dia bisa mendengar gadis itu menyebutkan ‘Cho Kyuhyun yang tampan’ lagi untuknya.

“Nama yang bagus.  Mencerminkan diriku yang sesungguhnya”, ucap Kyuhyun dengan penuh percaya diri dan membuat Nara melengos tak peduli.  “Kalau begitu…boleh aku memanggilmu Kwan Nara sayang?”, ucap Kyuhyun dengan nada suara yang merendahkan, seperti biasanya.

Nara berusaha setengah mati untuk tidak memperlihatkan senyumnya itu ke kamera yang sedang menyorot gambarnya.   Dia menggigit lidahnya kuat kuat untuk mencegah supaya bibirnya itu tidak tertarik keatas dan membentuk sebuah garis bahagia yang dinamakan ‘senyuman’.

“Terserah kau saja, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucap Nara sambil menyesap sedotan terakhir dari cokelat hangat yang ada di gelasnya.

Kyuhyun kembali menengok keluar jendela restoran, “Hujannya sudah berhenti.  Ayo pergi.  Kau sudah selesai makan ‘kan?”, tanyanya dan beranjak berdiri.  Nara menaruh gelasnya dan mengelap bibirnya dengan tissue yang ada disitu, “Hmm, sudah selesai”, jawabnya singkat.

Kyuhyun memanggil pelayan untuk meminta bill.  Namun tepat saat Nara ingin mengeluarkan uang dari dompetnya, Kyuhyun langsung berkata singkat, “Aku yang traktir”.  Awalnya Nara ingin menolak tawaran Kyuhyun, tapi saat melihat tatapan tajam pria itu sudah menatapnya dengan bengis, Nara memutuskan untuk memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku sweaternya.      (.___.)

Selama menunggu pelayan itu membawakan kembalian, Nara melihat-lihat pemandangan diluar restoran.  Tapi kemudian pandangannya tertuju ke satu arah dan mulutnya langsung membulat dengan antusias, “Ahh~”.

Kyuhyun mengikuti pandangan arah gadis itu, “Mwohae?”.  Nara tak menjawab dan langsung berdiri kemudian beranjak meninggalkan Kyuhyun yang masih melongo melihat kepergian gadis itu.  “Ya~!  Ya, Kwan Nara!”, ia berseru cepat dan bergegas menyusul langkah kekasihnya.

Pelayan itu datang di saat yang terlambat, “Tuan, ini kembalianny…”

“Ambil saja”, ucap Kyuhyun tak peduli dan kembali mengejar Nara yang kini sudah keluar dari restoran itu.   Beberapa staff dari We Got Married juga langsung buru-buru merapikan seluruh property’nya dan ikut berlari mengejar pasangan itu,  “Aigoo~ baru kali ini aku merasa gemas dengan kelakuan pasangan yang ikut acara ini!”, desis salah satu kameraman dan diiyakan oleh kameraman lainnya.  (—.—)

Tapi ternyata diluar restoran, hujan masih turun rintik-rintik.  Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan melihat Nara sedang berdiri di salah satu penjuru arah, seperti sedang melakukan sesuatu.  “Aish~ apa yang dia lakukan di tengah hujan begini?”, tanyanya kesal.  Kyuhyun memutuskan untuk berlari kesana, tanpa mempedulikan hujan rintik-rintik itu.

“Kau ini…”, begitu Kyuhyun sudah berada di samping gadis itu, Kyuhyun langsung menaruh topi yang sedang dipakainya tadi ke kepala Nara.  Jadi sekarang Naralah yang sedang memakai topi.  “Setidaknya tunggu aku sebenta…”

Ucapan Kyuhyun langsung terhenti saat Nara meraih tangannya dan langsung memasangkan suatu benda ke pergelangan tangannya.  “Heh?”, Kyuhyun langsung merasa heran saat melihat benda yang kini melingkar disitu, “Gelang?”

Nara mengangguk dan memasangkan satu gelang lainnya dengan motif yang serua itu ke tangannya sendiri.  “Lucu ‘kan?”, tanyanya semangat.  Kyuhyun memperhatikan gelang itu.  Sebuah gelang yang sangat sederhana, hanya terbuat dari tali berwarna dan diujungnya ditempelkan kancing sebagai pengait.  Memang modelnya tidak terlalu feminin, sehingga cocok untuk digunakan olehnya juga.

Eung~ lucu dan tak terlalu berlebihan”, jawab Kyuhyun, masih mengagumi model dari gelang itu.  Nara tersenyum simpul dan kembali menghadap ke penjual gelang yang juga ikut tersenyum-senyum melihat kelakuan pasangan itu.  “Berapa harga 2 gelang ini?”

“4 ribu won“, jawabnya.  Nara mengeluarkan dompetnya dan menatap ke arah Kyuhyun, “Kali ini aku yang bayar”, ucapnya mengingatkan.  Kyuhyun mengangguk singkat dan menepuk-nepuk topi yang dipakai Nara (mungkin niatnya adalah untuk mengelus kepala Nara, tapi karena masih ada kamera MBC maka Kyuhyun hanya bisa menepuk topi kekasihnya itu).

Kamsahamnida“, Nara membungkuk singkat sambil menerima kembalian dari penjual gelang itu.  Kyuhyun juga ikut membungkuk, sekedar untuk menunjukkan kesopanannya.   Kini mereka berdua tengah berjalan beriringan kembali menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berada sekarang, pandangan mata Nara masih tak bisa lepas dari gelang yang melingkar di tangannya.  Begitupun juga dengan Kyuhyun yang masih tersenyum kecil.

Saat mereka sudah sampai di depan mobil, Kyuhyun segera mendahului langkah Nara untuk membukakan pintu mobil bagi kekasihnya itu.  “Silakan masuk, nona muda”, ucapnya dengan penuh nada hormat.  Nara terkekeh dan mengangguk kecil, “Kamsahamnida, supirku yang tampan”.  Kyuhyun langsung menjitak kepala gadis itu dengan pelan, “Kau ini…dasar”.

***

“Hubungan kalian terlihat makin menjadi dekat saat setelah berada di restoran itu…”

Ne.  Saat di restoran, aku merasa bahwa sikapnya yang cuek dan dingin itu mungkin karena dia belum terbiasa dengan status barunya.  Dan lama-kelamaan, aku mulai merasa nyaman saat berbincang dengannya.  Yahh, dia gadis yang manis dan sikapnya itu tak seburuk yang kuperkirakan saat awal-awal.”

Ne.  Sewaktu berada di restoran, aku mulai melihat sosok Kyuhyun-ssi sebagai sosok pria pada umumnya.  Bukan sebagai sosok Super Junior Kyuhyun, tapi sebagai Cho Kyuhyun”

***

Nara memasangkan sabuk pengamannya dengan erat, sementara itu Kyuhyun menatapnya ringan.  “Lalu, kita mau kemana lagi?”, tanyanya.  Nara melirik jam tangannya, “Kurasa..lebih baik kita pulang saja.  Waktumu menuju schedule berikutnya tinggal 1 jam lagi, ‘kan?”.

Kyuhyun ikut menengok ke arah jam tangannya, “Hmm, keurae..”, ucapnya dengan nada tak rela.  “Akan kuantarkan kau pulang ke rumah”, lanjutnya dan mulai menekan pedal gas mobil.

“Memang apa schedule‘mu untuk hari ini?”, tanya Nara.  Kyuhyun menjawab ringan, “SJ Foresight”.   Nara mengangguk paham, “Lain kali aku akan mampir kesana..”, ucap Nara dan langsung membuat Kyuhyun menatapnya tak percaya, “Jinjjayo?”

Nara balas menatapnya, “Boleh ‘kan?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun mengangguk singkat sebari berusaha untuk menahan degup jantungnya yang berdebar seribu kali lebih cepat.  Tak lama lagi dia akan melihat sosok gadis itu datang ke lokasi syutingnya, tanpa perlu takut ketahuan oleh siapapun.  Wow~ Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa hari ini akan segera datang, hari dimana dia bisa mengakui bahwa Nara adalah miliknya secara terang-terangan.

“Boleh!  Tentu saja boleh!.  Lagipula siapa yang akan melarang jika ada seorang istri yang ingin melihat suaminya bekerja?”, Kyuhyun berkata dengan penuh antusias sedangkan Nara hanya mendengus kecil saat mendengar kosakata istri dan suami itu.

Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Kyuhyun itu telah sampai di depan rumah megah milik keluarga Kwan.  Nara segera turun dari mobilnya dan kini berdiri di samping pintu pengemudi, “Terima kasih atas hari ini”, ucapnya sopan seraya membungkukkan badannya.

Kyuhyun menundukkan kepalanya singkat, “Nado.  Terima kasih untuk gelang ini”,  balasnya sambil mengangkat tangannya dan menunjukkan gelang yang melingkar manis itu.  Nara tersenyum simpul, “Gwenchana.  Terima kasih untuk traktiranmu tadi”.

Ne~”, balas Kyuhyun.  “Sampai jumpa nanti, Kwan Nara sayang~”, ucapnya dengan nada merendahkan seperti biasa.  Nara tersenyum sinis dan berkata singkat, “Ne, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Akhirnya Kyuhyun mengedikkan kepalanya, seakan menyuruh Nara untuk segera masuk kedalam rumah.  “Masuklah”.  Nara berbalik untuk membuka pagar dan segera membuka pintu rumahnya.  Sebelum masuk, Nara membungkukkan badannya sekali lagi kemudian melambaikan tangannya beberapa kali, “Kamsahamnida“.

Pada saat Nara telah menutup pintu rumahnya, baru Kyuhyun mulai menyalakan mesin mobilnya dan beranjak meninggalkan rumah keluarga Kwan itu.  Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum sambil memperhatikan gelang di tangannya itu.  Namun detik berikutnya, dia mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali dengan menepuk pipinya beberapa kali, “Aigoo-ya~ ayolah, Kyuhyun-ah..kenapa hanya karena gelang saja kau bisa menjadi gila seperti?!”

Sementara itu, di rumah keluarga Kwan, Nara segera mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan SMS ke sebuah kombinasi nomor yang sudah dihafalnya di luar kepala. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya saat dia mengetik SMS ke nomor itu.

To : Master Of Evil

Kau tahu?  Aku mulai bisa menikmati semua ini  :)

***

—T.B.C—

34 thoughts on “{KyuNara Scene} We Got Married {3rd Episode}

    • Haha, namanya juga FF.😀 pdahal mgkin aja kalau di dunia nyata, cwe pasangan kyu itu nasibnya bakal diragukan kelanjutan hdupnya (–.–) hehe, mksih udh komen yaa😀 sering2 mampir aja ksini🙂

  1. Ekhm…ekhm ceileh siKyu salah mkn ya onn kok jdi romantis gitu !

    Tapi ttp Setuju sama seulong “sebagaimana pun romantisnya mereka ttp saja ada aura setan yg terpancar”
    tpi itulah nilai plus dari KyuNara😀 yakan…benerkan….benerdong

  2. Ah.. Berapa kalipun baca tetep gag bosen.. Xixixixi…

    Tp rada bingung jg si.. Kyknya nara mulai tobat ya?#ditabok nara# haha.. Maksudnya alergi romantisnya mule luntur.. Mungkin stlg kyunara yg ada kisseu2nya kmrn..wkwkwk

    • Haha, jinjjayo onn?😄

      Aiyaa, banyak yg bilang gitu..tapi emang sebenernya nara ga seevil yg kliatannya kok😄
      Dia cma cwe biasa yang yahh..bisa romantis lahh😀
      Hehe~

      Makasih udh komen ya onn ^^

  3. suka deh pas kyunara lagi berantem direstoran, hehe😀

    iya bener, enaknya jadi nara jadi iri. onnie tukeran yuk x)

    onnie lanjutannyaaaaa, jangan lama-lama, masih bersambung kan? mumpung masih bisa baca ini, hehe ;D

    • Haiahhh~ itu adegan brutal bgt! Xd
      Wkwkwk

      Waaah😄
      Silakan kalo mau brimajinasi jd nara ^____^
      Siapapun bleh jd nara kok😀
      Lanjutannya baca di sjff dlu yaa ^_^
      Blom smpet dipost dsini😦

  4. Bahagianya jadi seorang Kwan Nara…. Kepengen juga… Hiks… TT^TT…. Eh tapi koq aku rada ngerasa ada yang aneh ya? Apa semua orang tak curiga? Di FF ini bahkan Kyuppa ngga nanya alamat rumah Nara sama sekali pas di mobil… Ya emang sih ngga usah di tanya juga Kyuppa udah tau… Tapi untuk status PURA PURA mereka yang diketahui semua orang mereka BARU aja kenal, bukannya harus nya waktu di mobil Kyuppa bilang “Nara-ssi… Dimana letak rumah mu?” ato “Nara-ssi, bisa kau tunjukkan jalan menuju rumah mu?” *sewot amat yah aku jadi readers?*.. Ah mian… *deep bow* Anyway aku setuju ma Seulong… ‘seberapa mesra mereka tetep ada aura setannya’…. ya iyalah … pasangan evil… #plak!!
    hehehe…. segitu dulu ah comennya… takut kependekan… #pletak!! takut ke panjangan maksudku…. hehehehe… ^_^

  5. Lucu bgt wkt direstourant kyunara saling injak kaki,kyu jg jd cwo g mo ngalah bgt sich…mrk g sadar kru wgm pd ngliatin tgkh mrk yg uda mulai enjoy g kaku lg…untng aj kru ny nyuruh spy mrk ga kaku lg dlm berakting pdhl dlm hati mrka it yg mrk harapkan…omo..brntng bner pasangan ini jd iri wlpn nara g ada feminim2ny tp kyu cinta mati sm dia..#iri iri iri

  6. Huaaa.. Aku juga menikmati part ini Nara-ya~😀
    keren keren thor.. Part ini daebak, lucu,gemes,romantisnya dapaattt huaaaaa.. *histeris menggila*

  7. Baru nyadar klo ini sedikit komedi hahha.. Gemes sama nara.. Tapi untuk gelang 1 hal positif,a dia masih memikirkan pasangan.a hehhe

  8. Aigo..pasangan ini bener2 bs bikin envy ya
    AKU ENVY!!! kekeke
    sungguh beruntung Kwan Nara dan Cho Kyuhyun
    ff nya keren sekaleeeeee kekeke

  9. Hahahahahahahaha, couple WGM yg aneh yaaaa.. Smpe para kru jg gemas sm tingkah mreka. Wkwkwkwk.. Ya ampun, yg bkin ngakak tu wkt syuting di skul nara, tmn2ny itu lho kompak abs, dh gt konyooooooolllll. Trutama soohyun, hahahahaha.. Syukur deh mreka b2 udh mlai bs mnikmati peran mreka sbg diri mreka sprti biasany. G canggung atopun mntup-nutupi lg. Sukaaaaaaaaaakkkkk

  10. arrgghh gokil, enggak kyunara, teman-teman nara pun sama gokilnya,kocak pokoknya apalagi pas soohyun, sumpah gak bisa nahan tawa hahaha~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s