{KyuNara Scene} Perfection

*****

Nara  duduk sambil melipat lututnya di atas kasur, dia menempelkan headphone buttons berwarna putih miliknya itu ke telinganya.  Jantungnya berdegup kencang, sangat amat kencang malahan.  Tangannya memainkan trackball handphonenya, masih terlihat ragu dan menimbang-nimbang, “apa aku harus mendengarnya?”, desisnya pelan.

Kini jarinya menekan sebuah tombol icon yang tertuju langsung ke twitter di handphonenya.  Dia memeriksa setiap tweet yang muncul disitu.  Semua isinya sama, tentang kebahagiaan para ELF yang tengah menyambut comeback Super Junior-M.

Tapi Nara berbeda.

Dia hanya menatap semua tweet itu tanpa minat.  Nafasnya terhembus dengan berat dan pandangannya masih nanar, tertuju lurus ke layar handphone tanpa ada garis fokus sedikitpun.  Akhirnya dia menarik nafas dalam-dalam dan memindahkan trackball handphonenya ke folder music.  Satu judul lagu yang baru saja ia download itu langsung menarik perhatiannya, “PERFECTION”.

Nara menekan tombol playlist dengan rasa ragu yang tak terkira.

Tapi detik berikutnya, yang terdengar malah suara DJ Radio yang berbicara dengan bahasa Mandarin.  Nara mendecak agak sebal, “Ck, bukan clear version ternyata…”, gumamnya pelan dan kembali berkonsentrasi pada lagu itu.

Intro pertama, terdengar suara gitar listrik yang menggelegar dan memberikan nuansa catchy di dalam lagu itu.  Tak lama kemudian, suara nyanyian Siwon mulai terdengar, mengawali setiap lirik dalam lagu itu.  Nara sedikit terkejut dengan lagu itu dan terlebih dengan suara Siwon yang makin berkembang dari waktu ke waktu.

Tapi saat detik ke 0:25, Nara langsung merinding hebat.  Suara Kyuhyun terngiang jelas, sangat amat jelas biarpun rekaman lagu itu bukanlah clear version dan hanya rekaman cut dari radio.

Nara menggigit bibirnya dan langsung menundukkan kepalanya hingga kini ia menyenderkan kepalanya ke lututnya.  Nara mencoba untuk menahan semua perasaannya yang meluap dan seakan ingin melonjak keluar dari kelopak matanya dalam bentuk air mata.

Jauh di dalam lubuk hatinya, hati Nara merasa sakit saat mendengar alunan lagu itu.  Bukan karena setiap arti dari lirik lagu itu, (lagipula Nara sama sekali tak mengerti dan sama sekali tak berminat mempelajari bahasa Mandarin) tapi ia merasa sakit setiap saat dia mendengar nyanyian Kyuhyun.

Suara kekasihnya itu memang terdengar baik-baik saja, tapi Nara tahu bahwa pria itu pasti merasa lelah.  Sangat lelah.  Dengan semua schedule yang sangat padat, (bahkan terkadang hingga membuatnya tak bisa tidur dengan jatah yang layak)  Kyuhyun pasti merasa muak.

Bukannya Nara ingin membuat asumsi negatif dengan membuat pernyataan seperti ini.  Tapi dia hanya merasa prihatin setiap melihat schedule Kyuhyun.  Sungguh, dia merasa bahwa tubuh kekasihnya itu kini hanyalah bagian dari sebuah robot yang seakan harus mengikuti semua schedule yang telah dibuat oleh perusahaannya.

Drama Musical selama beberapa bulan lamanya dan membuat tenggorokan Kyuhyun kesakitan…

Menjadi MC di Super Junior Foresight yang terkadang selesai recording saat pagi buta.

Mengisi acara SuKiRa, untuk menggantikan Eunhyuk ataupun Leeteuk.

Acara  fanmeeting di berbagai Negara.

Konser KRY yang diadakan selama beberapa hari berturut-turut dan mengundang berbagai skandal tak mengenakkan di telinga Nara.

Dan sekarang, comeback Super Junior M…”

Nara makin menggigit bibirnya saat mendengar Reff dari lagu PERFECTION itu.  Lagi-lagi suara Kyuhyun terdengar jelas, dan suaranya masih tetap sama.  Tetap membuat Nara berdebar tak karuan.  Tapi debaran di hatinya kali ini bukan terjadi karena suara pria itu bisa membuatnya meleleh, namun karena ia tahu bagaimana pria itu tetap ingin menyanyi di tengah semua rasa muak dengan semua hal di sekelilingnya.

Cho Kyuhyun tetap ingin menampilkan semua yang terbaik dari kemampuannya untuk seluruh orang yang mencintainya.

Cho Kyuhyun tak ingin menunjukkan semua kelelahannya pada siapapun.

Cho Kyuhyun selalu ingin terlihat kuat.

Dan Nara selalu merasa tak pantas untuk menjadi kekasih dari seorang pria yang mendekati sempurna sepertinya.  Sangat tidak pantas.

Nara paham akan hal itu.  Dia tahu bahwa diluar sana masih ada banyak wanita lain yang lebih baik dan cantik dari dirinya, dan mereka akan dengan senang hati menggantikan posisinya untuk berdiri di samping Cho Kyuhyun.

Babo gateun”, lirih Nara saat lantunan lagu itu mulai mencapai klimaksnya, tepat pada saat high note yang dinyanyikan oleh Zhoumi.  Nara memejamkan matanya sejenak dan mencoba menghayati lagu itu, tapi percuma…biarpun lagu itu memiliki beat yang sangat cepat, tapi Nara sama sekali tak berniat untuk menggerakkan tubuhnya sesuai irama lagu.

Dia hanya bisa merasakan rasa lelah yang pasti sedang dirasakan oleh kekasihnya.

Nara memencet tombol pause dan melepaskan headphone itu dari telinganya.  Dia menghela nafas dalam-dalam dan menengadahkan kepalanya ke atas untuk mencegah supaya air matanya tak mengalir deras.

Tak lama kemudian, Nara langsung mengambil handphonenya dan menekan beberapa nomor yang sudah ia hafal di luar kepala.  Perlu menunggu beberapa lama hingga akhirnya nada sambung itu terhenti dan terdengar suara sapaan berat dengan nada lemah, “Yoboseyo?”

“Apa aku mengganggumu?”, tanya Nara saat menyadari bahwa suara pria itu terdengar lelah.  Suara diseberang sana hanya menggumam pelan, “Hmm..aku sedang latihan dengan hyungdeul untuk Comeback nanti”, jawab pria yang adalah Kyuhyun.

Nara menggumam paham, “Oh, begitu.  Jam segini masih latihan?”

Kyuhyun diam sejenak dan melanjutkan ucapannya, “Kau belum tidur?  Ini sudah hampir jam 12 malam, Kwan Nara sayang.  Besok kau harus sekolah”, ingatnya.

Nara terkekeh pelan, “Aku belum mengantuk, Cho Kyuhyun yang tampan.  Lagipula besok sekolahku libur.  Ada semacam rapat dewan sekolah”, jelasnya.

“Tapi kau harus tetap tidur.  Kau tahu?  Sebentar lagi Ujian Negara dan kau tak boleh sampai saki…”

“Lalu bagaimana denganmu?”, tanya Nara, menyela ucapan Kyuhyun.  “Cho Kyuhyun-ssi, jangan memikirkan tentangku.  Pikirkanlah tentang kesehatanmu.  Kau makin kurus sekarang.  Kantung matamu menghitam.  Tulang pipimu makin terlihat dan…”.

“Dan…?”

“Dan…kau terlihat makin jelek.  Kau tahu itu, ‘hah?”, ucap Nara dengan suara sinisnya lagi.  “Jika kau menjadi jelek, kau tak pantas lagi menyandang julukan Cho Kyuhyun yang tampan”.

Kyuhyun mendengus kecil, “Cish~ aku memang bodoh.  Untuk sesaat tadi, aku berharap kau mengatakan sedikit hal romantis padaku”, ucap Kyuhyun, seakan menyesali pikirannya itu.  Nara terkekeh pelan, “Romantis?  Hahaha, hanya dalam mimpimu, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Kyuhyun mendesah pelan dan melanjutkan kata-katanya, “Yasudahlah.  Kau dan aku memang tak pernah ditakdirkan untuk melakukan hal yang romantis”, katanya singkat.  Nara menggumam mengiyakan, “Terimalah takdirmu dan jangan mengeluh”.

Arayo..arayo”, balas Kyuhyun.   “Ada lagi yang mau kau bicarakan?  Aku harus latihan lagi”

Nara menggelengkan kepalanya pelan.  Namun saat menyadari bahwa Kyuhyun tak bisa melihat gerak geriknya, ia langsung menjawab ringan. “Tidak ada.  Aku hanya ingin bilang bahwa lagu Perfection itu bagus”, ucap Nara.  Kyuhyun langsung antusias, “Ahh~ kau sudah mendengarnya?”

“Sudah.  Dan suara DJ Radio itu agak mengganggu”, ucap Nara sebal.  Kyuhyun terkekeh kecil, “Nanti akan kuberikan clear versionnya”, balasnya.

Nara menggumam mengiyakan, “Sudahlah, kau bilang mau latihan ‘kan?  Sana latihan”.

“Kau juga, cepatlah tidur.  Biarpun besok libur tapi kau harus tetap tidur tepat waktu”, ingat Kyuhyun.

Arayo, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucap Nara dengan nada menggoda.  “Hoammph.. sudah ya?  Aku tidur duluan.  Annyeon…”

“Nara-ya”, Kyuhyun menyela ucapan Nara tepat sebelum Nara akan memutuskan sambungan telefonnya.  Nara langsung menajamkan pendengarannya lagi, “Hmm?”

Happy Valentine”, bisik Kyuhyun dengan suara lirih, seperti takut jika ucapannya itu diketahui member lainnya.  Nara agak shock sejenak tapi segera kembali menemukan kesadarannya, “Ahh, neHappy Valen..tine”, ucapnya terbata, masih merasa terkejut dengan ucapan Kyuhyun yang terkesan tiba-tiba.

Bukan karena apa-apa.  Tapi selama 2 tahun lebih menjalin hubungan dengannya, Nara sama sekali tak pernah mendapatkan ucapan ataupun perlakuan khusus saat Valentine dari kekasihnya itu.  Dan kali ini, entah setan apa yang sedang merasuki tubuh Cho Kyuhyun.

“Maaf aku tak bisa memberi apa-apa seperti yang dilakukan pria pada umumnya”, kata-kata Kyuhyun itu terasa sangat dalam memberikan torehan nyata di hati Nara.  Bukan, bukan karena pria itu mengeluarkan kata-kata yang manis, tapi karena Kyuhyun masih saja memikirkan tentangnya di tengah semua kesibukan jadwalnya.  “Aku…sibuk”

Nara menggumam paham, “Arasseo.  Gwenchanha.  Aku bisa memakluminya.  Lagipula, aku tak begitu suka coklat dan bunga”, Nara mencoba memberikan kata-kata hiburan untuknya.  Kyuhyun hanya terkekeh kecil.  Namun detik berikutnya, dia kembali diam.  “Nara-ya…”

“Hmm?”

“Tolong dukung aku.  Aku mohon, untuk sekali saja…tolong katakan bahwa kau benar-benar mendukungku”, ucap Kyuhyun dengan suara lirih.  Nara memejamkan matanya dan kembali memeluk lututnya, hatinya benar-benar merasa sakit saat mendengar suara lemah yang keluar dari bibir kekasihnya itu.  “Aku benar-benar muak, Nara-ya”.

“Aku tahu kau lelah.  Sangat amat tahu.  Bahkan saat mendengar suaramu di Perfection, aku bisa tahu bahwa kau sangat lelah dan muak.  Katakan saja aku sok tahu atau semacamnya, tapi aku tahu hal itu hanya dari mendengar suaramu”, ucap Nara pelan.  Di seberang sana, Kyuhyun masih diam, seakan ikut mendengarkan ucapan Nara dengan seksama.  “Seringkali aku menyesal, kenapa kau harus menjadi artis?  Kenapa kau harus terus-terusan tersenyum manis sedangkan aku tahu bahwa tubuhmu serasa remuk? Kenapa kau harus terus menyanyi sedangkan semua orang tahu jika tenggorokanmu sakit?.  Kadangkala, aku ingin menarikmu keluar dari SMEnt, tahu”, ucapnya dengan nada merajuk.

“Itu kewajibanku”, balas Kyuhyun singkat.  Nara menggumam mengiyakan, biarpun hatinya masih merasa berat untuk mengakuinya.  “Dan kau harus tahu bahwa aku selalu mendukung setiap langkahmu, Cho Kyuhyun…”, Nara menghentikan ucapannya dan melanjutkannya dengan suara lirih, “…Oppa

“Heh?”, Kyuhyun langsung terdengar agak terkejut saat mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh Nara.  “Kau bilang apa tadi?  Opp…”

“Kyuhyun-ah, ayo latihan lagi!!”, suara yang Nara kenali sebagai suara Siwon itu terdengar memanggil Kyuhyun.

Nara mengambil nafas kecil, “Latihan sana”, ucapnya singkat.  “Jangan sampai kelelahan.  Aku tak mau memiliki pacar yang tubuhnya sama seperti tengkorak berjalan”, tambahnya lagi.

Kyuhyun tertawa ringan, “Aku tahu.  Kwan Nara terlalu mencintai Cho Kyuhyun, tapi gengsimu setinggi langit khayangan.  Kau tahu itu, ‘hah?”, ucap Kyuhyun dengan nada menggoda.  “Terlalu sulitkah untuk mengatakan bahwa kau mengkhawatirkan kesehatanku dan takut jika aku sakit lagi?”.

Nara mengerucutkan bibirnya, tapi wajahnya terasa memanas saat mendengar ucapan Kyuhyun.  Bagaimana bisa dia mengetahui seluruh isi hatinya dengan seakurat itu?

“Terserah kau saja.  Aku sedang malas berdebat denganmu, Cho Kyuhyun yang tampan”,ucap Nara pelan, mencoba untuk terdengar tak peduli padahal sesungguhnya ia sedang berusaha untuk menyembunyikan semua debaran jantungnya yang berdetak seribu kali lebih cepat.

Kyuhyun tertawa lagi, “Sudahlah, aku latihan dulu.  Kau…tidurlah”, ucapnya mengingatkan.  Nara menggumam mengiyakan, “Ya, kau juga.  Jangan latihan sampai pagi hingga tak tidur.  Sampaikan salamku pada member yang lain”, kata Nara.

“Hmm, arasseo”, balas Kyuhyun.  “Selamat malam, Kwan Nara sayang”

“Selamat malam, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Nara memencet tombol reject di handphonenya dan kembali menaruh benda mungil itu disampingnya.  Dia merebahkan tubuhnya keatas kasur dan menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong, hingga akhirnya dia melirik kearah kalender yang menggantung di dinding kamarnya.  “14 Februari?”, gumamnya pelan.

“Aishh~”, akhirnya Nara memutuskan untuk bangkit dari tidurnya dan beranjak kearah dapur.  Di dalam kulkas, Nara menemukan sekotak es krim coklat yang sangat menggoda matanya.  Tak lama kemudian, dia langsung mengambil es krim itu dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya.

Nara beranjak ke kamarnya lagi dan mengambil jaket tebal miliknya yang tergantung dibalik pintu.  Ia mengikatkan rambut panjangnya ke belakang, menjadi model kuncir kuda dan memakau bedak seadanya.  Dia mematut lagi wajahnya di depan cermin, “Aku memang tak cantik dan sebaik gadis gadis itu, tapi…”

Akulah Kwan Nara yang selalu mendukung Cho Kyuhyun.  Itulah hal yang terpenting

*****

Kyuhyun menutup flip handphonenya dan tersenyum-senyum sendiri.  Siwon, Henry, Zhoumi, Sungmin dan Ryeowook yang sedang bersiap untuk latihan mempersiapkan comeback Super Junior M pun merasa heran dengan tingkah maknaenya itu.  Donghae sedang sakit diare sedangkan Eunhyuk masih belum tiba dari jadwalnya di SuKiRa.

Gui Xian, kau kenapa?”, tanya Zhoumi khawatir.  Ryeowook dan Sungmin langsung mengibaskan tangannya dengan ringan, seakan sudah memaklumi setiap tingkah Kyuhyun, “Santai saja.  Jika dia tersenyum seperti itu, tandanya dua iblis itu sedang berbaikan”, ucap Sungmin santai dan diiyakan oleh Ryeowook.

Siwon menghela nafas heran, “Sudahlah, ayo kita latihan lagi”, ucapnya sambil menepukkan tangannya beberapa kali.  “Bersiap di posisi masing-masing”.

Kyuhyun segera bersiap di posisinya, begitupun juga dengan member lainnya.  Namun matanya tertarik kearah Henry yang sedang membungkus kembali coklat batangan yang sedang dimakannya, “HENRY!!”

“Hehh~?  Kenapa?”, tanya Henry dengan posisi membatu di tempatnya semula karena kaget dengan teriakan Kyuhyun yang tiba-tiba.  Kyuhyun langsung menghampiri kearahnya dengan langkah lebar dan kemudian berjongkok di depan dongsaengnya itu.  Dia melirik kearah coklat batangan yang masih digenggam oleh Henry, “Coklat itu…boleh untukku?”

“Coklat ini?”, tanyanya sambil menunjuk ke coklat yang dipegangnya.  Kyuhyun mengangguk cepat, “Boleh untukku?”

“Tapi…ini sudah kumakan beberapa, hyung”, ucapnya dan menunjukkan sisa coklat yang hanya 4 potong saja.  Kyuhyun menggeleng cepat, “Tak apa.   Aku membutuhkannya”, ucapnya meyakinkan.  Henry tak mempunyai pilihan lain selain memberikan coklat itu untuk Kyuhyun, “Memangnya untuk apa, sih?”

“Bukan untuk apa-apa”, jawabnya ringan dan memasukkan coklat itu ke saku celananya.  Dia berdiri di posisinya lagi dan langsung berteriak semangat, “AYO LATIHAN!  SEMANGAT! HWAITING!”.

Sungmin menatap kearah Ryeowook yang masih menganga saat melihat perubahan drastis dari sikap Kyuhyun yang awalnya terlihat sangat lesu untuk latihan.  “Sepertinya…baru saja mendapat dukungan dari sang ratu iblis, ya?”, tanya Sungmin dan segera diiyakan oleh Ryeowook.

Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum saat latihan kali itu.  Dan dia tak pernah membuat satu kesalahan pun dalam gerakan tariannya.  Entahlah, dia juga merasa heran bagaimana kata-kata gadis itu bisa membuatnya semangat seperti sekarang.  Dan kali ini, giliran Kyuhyun yang memberikan sedikit hadiah untuknya

*****

Nara sudah berdiri di depan gedung SM Entertainment.  Suasana disitu sangat sepi dan agak mencekam. “Aish~ Star Museum?  Star Museum apa yang dari auranya saja sudah menampilkan kesan mencekam seperti ini?”, desis Nara sambil mengeratkan retsleting jaketnya.  Asap putih langsung mengepul setiap kali dia menghembuskan nafasnya, “Huwaa~ dinginn!!”, rengeknya kesal.

Nara langsung mengeluarkan handphonenya dan mencoba menelfon Kyuhyun.  Tapi percuma, tak ada satupun dari sekian banyak telefonnya yang diangkat. “Masih latihan?”, tanya Nara.  Dia melirik ke jam tangannya, pukul 01.45 AM.  Dia menggelengkan kepalanya dengan ekspresi miris, “Tubuhmu bisa remuk nanti”, ucap Nara dengan suara lirih.

Akhirnya Nara hanya mengirimkan sebuah SMS pada kekasihnya itu dan berharap supaya dia cepat membacanya.

“Jika kau sempat, datanglah ke Myongsan Park.  Tempatnya dekat dengan gedung SM.  Jika kau tak tahu, tanyakan saja pada member lainnya”

*****

“Huwaah~”, Kyuhyun langsung tergolek lemas saat lagu Perfection itu berakhir dan Siwon mengatakan bahwa latihan kali ini cukup sampai disitu.  “Lagu ini akan menjadi DAEBAK!”, ucapnya semangat dan membuat member lainnya tersenyum kecil dan mengangguk singkat.

Zhoumi melemparkan sebotol air mineral kearah Kyuhyun,  ”Gui Xian!”, serunya dan Kyuhyun segera menangkap botol minuman itu dengan sigap, “Xie Xie”, ucap Kyuhyun singkat dan segera meneguk isi botol itu.

Kyuhyun mengambil handphonenya yang tergeletak begitu saja diatas tumpukan handuk milik member lainnya.  Matanya langsung membulat saat melihat daftar panggilan disana, “10 missed call?”, ucapnya tak percaya.

Siwon melirik kearah Kyuhyun, “Nara?”.  Kyuhyun mengangguk pelan dan membaca sebuah SMS yang masuk ke handphonenya.  Alisnya bertaut sejenak dan detik berikutnya, dia langsung menatap para member lainnya, “Ada yang tahu dimana Myongsan Park?”

*****

Nara melirik lagi jam tangannya, pukul 02.15 AM.  “Masih belum selesai juga?”, tanyanya, lebih kepada dirinya sendiri.  Dia memutuskan untuk duduk di atas ayunan yang ada di taman itu.

Tak lama kemudian, ia bisa merasakan bahwa tas ranselnya mulai basah dan punggungnya sudah terasa dingin, “Aish~ pasti esnya mencair”, ucapnya kesal dan memindahkan tas ransel yang awalnya ia gendong di pundak, sekarang ia peluk di depan dadanya.

Karena bosan menunggu, Nara mengeluarkan handphonenya dan memutarkan lagu Perfection lagi.  Sesekali ia hanya menggumam mengikuti alunan lagu, tanpa mengetahui lyric yang dinyanyikan oleh para member Super Junior lainnya.  Dia hanya ikut menyanyi saat setiap ada lyric “Wo Ai Ni” saja (.___________.)

Setelah lagu itu selesai, Nara kembali mengulangi lagu itu.  Kali ini dengan hati yang lebih ringan dan tak lagi merasa ragu seperti saat pertama kali dia mendengar lagu itu.  Kini Nara menyadari bahwa Kyuhyun ingin menunjukkan yang terbaik karena itu kewajibannya,  Dan Nara hanya bisa mendukungnya, apapun langkah yang pria itu ambil.

Lagu itu mulai masuk ke Reff pertama yang dinyanyikan oleh Donghae.  Nara mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti beat lagu itu.  Hingga akhirnya lagu itu masuk ke reff kedua yang dinyanyikan oleh Kyuhyun, Nara langsung terpaku saat mendengar suara nyanyian itu terdengar dari dua arah yang berbeda.

Dari handphonenya dan…dari arah belakangnya!

O, Tai Wan Mei.. Ni yan li wo chu xian…

Wo bu rang shei ti wo zai ni shen bian..”

Nara menengok kearah belakang dan matanya menangkap sosok seorang pria yang melangkah mendekatinya dengan memakai tudung jaket berwarna biru.  Nara terkekeh pelan saat menyadari identitas sosok itu, “Jika saja semua setan di dunia ini bisa menyanyi sepertimu, rasanya tak ada satupun orang yang akan merasa ketakutan”, ucap Nara pelan, kini dia mulai memainkan ayunannya ke depan dan belakang.

“Maaf menunggu lama”, ucap Kyuhyun dan kini berdiri tepat di belakang ayunan yang sedang dimainkan oleh Nara.  Dia membantu mendorong ayunan yang dinaiki oleh Nara dengan perlahan, “Tak kusangka kau mendownload lagu itu.  Kukira kau tak akan mau mendengarnya karena tak ada suara Hankyung hyung disitu”, ucapnya pelan.

Nara menganggukkan kepalanya beberapa kali, “Awalnya memang tak mau, tapi…disini tetap ada suaramu.  Dan aku tak boleh melewatkannya.  Lagipula, aku sudah punya album solo milik Hankyung Oppa, jadi…tak apa”, jelasnya.  Kyuhyun mengacak rambut Nara dengan gemas, “Kau itu…dasar!”, serunya gemas karena kekasihnya itu masih belum bisa sepenuhnya melupakan sosok Hankyung.

Nara terkekeh pelan, “Latihanmu baru selesai?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun mengangguk, “Baru saja selesai dan aku langsung kesini”, jawabnya.  Nara menggumam pelan, “Maaf jika aku mengganggu waktu istirahatmu”.

Kyuhyun menggeleng ringan, “Santai saja.  Biasanya aku pulang jam 4 pagi.  Jadi masih ada waktu sekitar…”, Kyuhyun melirik jam tangannya. “2 jam lagi”, lanjutnya.

Nara mengangguk paham.  Dia menengok ke belakang dan langsung menatap wajah Kyuhyun yang terhalang oleh tudung jaketnya, “Duduklah disitu”, ucapnya sambil mengedikkan kepalanya kearah ayunan yang ada disebelahnya.  Kyuhyun hanya bisa menuruti ucapannya dan duduk disitu, hingga kini mereka berdua duduk berdampingan di ayunan yang bersebelahan.

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu…”, ucap Nara dan membuka tasnya.  Dia mengeluarkan sebuah kotak es krim yang sudah basah dan berembun, “Happy belated Valentine”, lanjutnya dan tersenyum manis hingga eye smilenya terlihat jelas.

Kyuhyun mengernyitkan alisnya, “Untukku?”, tanyanya sambil menerima kotak es krim itu.  Nara mengangguk singkat, “Semua coklat yang ada di swalayan 24 jam itu sudah habis.  Jadi…hanya ada es krim itu”, ucap Nara, agak menyesal.

Kyuhyun tersenyum kecil dan mengelus rambut Nara dengan lembut, “Gwenchanha.  Ini sudah lebih dari cukup”, ucapnya, mencoba menghibur kekasihnya itu.   Tak lama kemudian, Kyuhyun mengeluarkan sebatang coklat yang tinggal tersisa setengah, “Ini…untukmu.  Maaf, hanya tinggal setengah.  Ini pun kudapatkan dari Henry”.

Nara menerima coklat yang kini sudah agak mencair itu, “Henry?”, tanyanya heran.  Kyuhyun mengangguk, “Aku..tak punya waktu ke swalayan untuk membeli coklat”, ucapnya pelan.

Nara terkekeh pelan, “Aku tak peduli coklat ini berasal darimana.  Yang penting, sekarang aku menerimanya dari tanganmu”, ucapnya senang dan membuka plastic pembungkus coklat itu.  Dia memotong satu bagian coklat itu dan memakannya dengan ekspresi bahagia, “Enak~”.

Kyuhyun masih mengelus rambut Nara dengan gemas, “Gomawo”, ucapnya singkat.  Nara menatapnya heran, “Untuk apa?  Aku hanya memberikanmu es krim saja”.

“Karena kau bersedia untuk memahami semuanya.  Aku tahu kau pasti merasa kesal setiap kali melihat ucapan ELF di twitter ataupu  media lainnya.  Aku tahu kau bosan karena aku tak pernah bisa mengajakmu kencan ke tempat yang special, aku hanya bisa mengajakmu ke tempat seperti ini…dan itupun sembunyi-sembunyi.  Aku tahu kau pasti lelah”, ucap Kyuhyun dengan pandangan nanar.

Nara mendengarkan setiap ucapan kekasihnya itu sambil mengemut potongan coklat yang ada dimulutnya.  Dia menghela nafas sejenak dan menghembuskannya perlahan, “Kau tahu?  Aku memang bosan, kesal, lelah, dan terkadang aku ingin lepas dari semua yang berhubungan denganmu.  Tapi kenyataannya…tak bisa”

“Jadi, jangan pernah menceritakan apapun lagi.  Kau tak perlu tahu semua kelelahanku, rasa bosan, dan rasa lelahku saat bersama denganmu.  Kau hanya perlu tahu bahwa aku selalu mendukungmu, apapun langkah yang kau ambil”, ucap Nara sambil memotongkan satu bagian coklat dan menyodorkannya ke mulut Kyuhyun,

Kyuhyun memakan potongan coklat itu dan tersenyum kecil, “Anggap saja aku adalah coklat.  Coklat yang selalu bisa membuat seseorang tersenyum saat memakannya, dan aku harap kau selalu bisa tersenyum saat kau sedang bersamaku.  Bukannya merasa menyesal karena tak bisa memperlakukanku dengan baik atau lain sebagainya”, lanjut Nara.

“Aku hanya ingin kau menganggapku sebagai tempat dimana kau bisa menumpahkan semuanya.  Kau bisa menangis dan meluapkan segalanya padaku, karena aku tahu…kau tak akan pernah bisa meluapkannya di hadapan orang lain.  Jadi, lakukanlah dihadapanku”

Nara tahu bahwa bahu Kyuhyun bergetar pelan, namun dia tak membahasnya dan hanya tetap menatap lurus kedepan.  Sesekali ia memainkan ayunannya kedepan dan belakang, melakukan semuanya dalam kebisuan, seakan tak ingin mengganggu Kyuhyun yang sedang menumpahkan semua perasaannya.

Nara tahu bahwa Kyuhyun sangat lelah.  Ia tahu semuanya.  Dan ia muak untuk terus tersenyum di depan kamera dan semua orang yang memujanya.  Jadi untuk kali ini, biarkanlah ia menangis untuk meluapkan segalanya.

Kini tangan Nara meraih telapak tangan Kyuhyun dan menyelusup ke sela-sela jarinya secara perlahan, masih dalam kebisuan.  Tangannya kini menggenggam tangan Kyuhyun dan ternyata dibalas dengan genggaman tangan Kyuhyun yang meraihnya lebih erat, “Aku…selalu mendukungmu.  Kau hanya perlu tahu itu.”

Kyuhyun mengangguk pelan dan menengadahkan kepalanya, kembali menatap wajah Nara yang tersenyum kecil.  “Dan kau hanya perlu tahu bahwa aku selalu mencintaimu.  Kau tak perlu mendengar semua isu di TV atau internet, kau hanya perlu percaya padaku”, ucapnya menambahkan.

Nara mengangguk mengiyakan dan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.  Dia memakan sisa potongan coklat di tangannya lagi, “Ngomong- ngomong, sebenarnya apa arti dari setiap lirik Perfection itu?  Aku tak mengerti bahasa Mandarin”, ucap Nara sambil menyodorkan sepotong coklat lagi ke mulut Kyuhyun.

Kyuhyun menjawab dengan suara samar, karena masih mengemut coklat itu.  “Arthi…yangh…manah?”, tanyanya.  Nara mengangkat bahunya dengan ringan, “Semuanya.  Aku sama sekali tak mengerti maksud dari lagu itu”.

Kyuhyun menggumam pelan.  Ia berdiri dan kembali mendorong ayunan milik Nara dengan pelan, “Aku tak tahu semua liriknya.  Aku hanya tahu arti dari lirik yang kunyanyikan”, jelasnya.  Nara membalas paham, “Ah~ kalau begitu, apa ada lirik yang  menggambarkan perasaanmu padaku?”, tanyanya lagi.

Kyuhyun berpikir sejenak, “Mungkin ada.  Satu”, jawabnya akhirnya.  Nara menoleh ke arahnya dan menatapnya penasaran, “Oh ya?  Yang mana?”, tanyanya semangat.  Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam dan mencoba menyanyikan salah satu lirik itu.

Lirik dari Reff kedua yang ia nyanyikan.

O, Tai Wan Mei.. Ni yan li wo chu xian…

Wo bu rang shei ti wo zai ni shen bian..”

“Bagian reff ya?”, tanya Nara memastikan.  Kyuhyun menggumam mengiyakan.  Nara langsung antusias lagi, “Lalu, apa artinya?”. Sebelum menjawab pertanyaan Nara, Kyuhyun menghentikan ayunan dan tiba-tiba langsung memeluk leher Nara dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Nara.

“I’m too perfect, I’m appearing in front of you…

I will not let anyone replace me, by your side…”

“Tak akan kubiarkan orang lain menggantikan posisiku untuk selalu berada di sampingmu”, jelas Kyuhyun dan meraih pipi Nara hingga kini wajah mereka saling berhadapan.  Nara masih duduk di ayunan sedangkan Kyuhyun berdiri dibelakangnya.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Nara dan berbisik pelan, “Tak akan pernah kubiarka….AAAWWW!!”.

Kyuhyun langsung mengaduh kesakitan saat Nara menjitak kepalanya dengan sepatu kets yang dipakai olehnya.  Dia mengelus-ngelus kepalanya yang terasa perih karena jitakan yang cukup keras tadi.  “YA!! Kenapa kau memukulku?!!”

Nara masih memasang wajah datar dan kembali memakai sepatunya, “Aku tadi bertanya tentang lirik yang menggambarkan tentangku.  Bukannya malah lirik yang menggambarkan kenarsisanmu”, ucapnya ringan.  Kyuhyun membelalak lebar, “Narsis?!  Bagian mana yang kau bilang narsis, hah?!”

I’m too perfect”, jawab Nara dan mendengus mengejek, “Cish~ Cho Kyuhyun yang perfect?  Hahahaha~”.  Ia tertawa pelan dan  berdiri dari ayunannya.  “Jadi sekarang kau mengakui bahwa dirimu itu perfect, hah?”

Kyuhyun mendecak kesal dan segera beranjak meninggalkan Nara yang masih tertawa puas, “Terserah kau saja”, ucapnya ketus.  Dia berjalan cepat dan masih mengutuk pelan karena kepalanya masih terasa sakit, “Aishh~ gadis iblis siala…”

Tapi belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya, sebuah tangan langsung merangkul lengannya dan menggelayut dengan riang.  Kyuhyun sempat shock sejenak saat melihat Nara sedang merengkuh lengannya dan menyenderkan kepala ke pundaknya, “Arasseo.   Maafkan aku, Cho Kyuhyun-ssi”, ucapnya dan tersenyum sambil mengacungkan kedua jarinya hingga membentuk huruf ‘V’.

Kyuhyun berusaha menyembunyikan senyum bahagianya, jadi dia hanya mendengus kecil dan menggaruk kepalanya sebagai upaya untuk menutupi semua rasa senangnya.  “Cish~ tak akan pernah kumaafkan kau, Kwan Nara say…”

Nara tak menunggu Kyuhyun menyelesaikan ucapannya dan ia langsung mengecup pipi kanan Kyuhyun dengan cepat.  Kemudian dia langsung berpura-pura merajuk untuk membujuk Kyuhyun, “Maafkan aku, Cho Kyuhyun~”, ucapnya sambil menunjukkan semua aegyonya dan membuat Kyuhyun hanya diam dan terpaku di tempatnya semula.

“Aishh~ gadis menyebalkan!!”, ucapnya kesal namun tak urung menggenggam tangan Nara dengan erat dan mengajaknya untuk pergi dari taman.  “Ayo pulang!  Tak baik bagi seorang wanita jika masih ada di luar di jam segini”, ucapnya dengan intonasi yang aneh.  Sangat terlihat bahwa ia sangat salah tingkah.

Nara terkekeh pelan dan makin mengeratkan genggaman tangannya, “Kau harus tahu satu hal lagi, Cho Kyuhyun”, ucap Nara tiba-tiba dan membuat Kyuhyun menatapnya jengah.  “Apalagi yang harus kuketahui, hah?”

“Bahwa aku tak akan membiarkan orang lain merebut posisimu untuk terus berada di sampingku.  Tak akan pernah.”

Kyuhyun menggumam memastikan, masih tak percaya.  “Bagaimana jika yang ingin merebut posisiku adalah member 2PM?”

Nara menjawab dengan ringan, “Itu pengecualian.  Karena aku rela menukarmu dengan salah satu dari member 2PM.  Tak poeduli jika itu Taecyeon, Chansung, Wooyoung, Nickhun, Junsu atau Jun… YAYAYAYAYA!!  Cho Kyu..hyun, berhenti menjambak rambutku!!!”

KWAN NARA, AKAN KUBUNUH KAU!!!”

******

— E.N.D —

22 thoughts on “{KyuNara Scene} Perfection

  1. annyeonghaseyo.. reader baru disini… park minhee imnida..
    haahaa.. aku suka bagian akhirya.. kukira, nara mau kisseu kisseu ma kyuhyun #plak!! ketauan yadongnya haha..
    ff bagus onnii..#sksd.. haha

    • Annyeong😀
      Welcome to my blog yaa🙂
      Have a nice readin’ all of my fic ^___^

      Wahh..andwae, kyunara masih sucii😄
      Ga boleh diganggu gugat kalo udh brhubungan ama masalah yadong. Haha😀

      Makasih yaa ^___^
      Ayo mampir k fict lainnya yaa

  2. Annyouungg… Aku suka bgt fan fictionnya.. Smuanya udh aku baca *tp cm bagian kyunara* :p.. Ayooo update trs hehehe

  3. Annyoeng Haseyo..Jonen Leni Lang Imnida
    saya reader baru disini…
    wahh…baru beberapa kali baca ff tetang KyuNara uadah jadi penggemarnya keren bgt semangat truss ya…bwt bkin ff yg lebih seru lagi…
    HWAITING…!!!

  4. hiii.. merry imnida..
    baru baca, dan langsung aja aku suka bgt sama ceritanya,..
    asiikk, bahasanya ringan dan lucu.. ayo, semangat yaa..
    lanjut KyuNara, next part… *menuju TKP

  5. Pingback: {KyuNara Scene} WGM Intermission #2 « ♛ Chocolate's Crown ♛

  6. Huahaha kukira bagian terakhirnya itu romantis scene (?) ternyata.. Kyuhyun jambak Nara ._. seperti biasa -______-“

  7. 🙂
    kenapa masih ada pengecualian.. Sama aja bodoh kyuhyun hahaha…
    So sweet nara belain” malam kek gitu.. Dukungan.a emang kalahin yg lain dia memberi sesuatu yg berbeda.. Kyuhyunnn hwaitiing..🙂

    tidak ada yg lain yg bisa menggantikan dirimu…

    Kwan nara sayang dan cho kyuhyun yg tampan *telensendal

  8. Iya iya, kasian bgt suju oppadeul, jdwalny seabrek, kegiatanny full. Pst mreka lelah bgt. Tp mreka hebat krn ttp senyum, tmpil yg trbaik, mskipun lelah.
    Ya ampun, pdhl udh romantis2an, tp akhir2ny jg brantem. Ckckck.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s