{KyuNara Scene} Love : Game = Mathematics

“Kwan Nara”

Suara berat itu langsung membuat jantung Nara berdegup kencang dan seakan ingin copot dari tempatnya semula.  Dia beranjak dari bangkunya dan berjalan perlahan ke depan, langkahnya terasa amat berat.

Pria bertubuh agak tambun itu membetulkan letak kacamatanya dan memperhatikan selembar kertas yang sedang dipegangnya.  Nara menelan ludah dengan gugup saat melihat ekspresi menakutkan yang terpancar dari wajah pria itu, “Ne, sonsaengnim..”, lirih Nara saat dia telah berada di hadapan meja pria itu.

Jang Sonsaengnim mendesah kecewa dan menyodorkan selembar kertas itu pada Nara yang diam terpaku, “Lebih seringlah berlatih mengerjakan soal.  Dan hafalkanlah semua rumus yang pernah saya ajarkan pada anda”, ingatnya.

Nara mengangguk pelan dan mengambil kertas itu dengan nanar.  “58?!”

“Cho Kyuhyun, S.O.S!!”, desis Nara saat dia berjalan kembali menuju mejanya.

******

..Cafetaria..

“58?!”, tanya Soohyun tak percaya.  Nara mengangguk pelan dan menyesap Ice Chocolatenya dengan hampa, “Aku..tak punya bakat di matematika”, desahnya sedih.

Soohyun menggelengkan kepalanya heran, “Yaa~kenapa kau tak memanfaatkan kekasihmu saja?  Bukankah kau bilang bahwa dia itu mantan peserta olimpiade matematika?  Uhhm, siapa namanya..?”, tanya Soohyun mencoba mengingat-ingat nama kekasih Nara.

“Joongki”, elak Nara sebisanya.  Dia tak ingin ada orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah kekasih dari Super Junior Cho Kyuhyun, bahkan sahabatnya sendiripun tak boleh tahu mengenai hal itu.

Soohyun memiringkan kepalanya heran, “Joongki? Song Joongki?”, tanyanya, menyebutkan nama seorang actor tampan yang cukup terkenal.  Nara terkekeh pelan dan mengelap bibirnya dengan tissue yang dibawanya, “Tentu saja tidak, babo.  Yang kumaksud adalah another Joongki.  Mana mungkin seorang gadis biasa sepertiku memiliki kekasih yang notabene adalah superstar?!  Di mimpi liarku sekalipun, aku tak akan berani membayangkannya”, ucapnya lagi, mencoba menghilangkan kecurigaan Soohyun.

Dan berhasil!

Soohyun mengangguk paham, “Ah, itu tidak penting!  Yang penting, aku ingin bertemu dengan dia~!  Kapan kau bisa mengenalkanku padanya?”, rengek Soohyun.  Nara menggeleng sambil membuka dompetnya untuk mengeluarkan sejumlah uang guna membayar Ice Chocolate yang dbelinya, “Jangan sekarang.  Dia…sedang sibuk”, kilahnya.

Soohyun menggembungkan pipinya dengan kesal, “Ya~kenapa dia selalu sibuk?!  Memang apa pekerjaannya?”

“Penyanyi cafe”, jawab Nara singkat, “Suatu saat nanti, kau pasti akan kukenalkan padanya.  Tapi tidak untuk sekarang”, , lanjutnya dan melirik jam tangannya, “Ya!  Sudah jam segini, kita tidak boleh terlambat masuk kelas!  Palliwa, Soohyun-ah”, serunya dan beranjak dari meja kantin untuk segera kembali ke kelas.

Soohyun mengikuti langkah Nara dan bergumam pelan, “Untuk sesaat, tadi aku memikirkan bahwa kekasihmu itu adalah Kyuhyun Super Junior..”

UHHUKK!!”, tiba-tiba Nara tersedak hebat setelah mendengar ucapan Soohyun barusan.  Wajahnya menjadi merah padam, “Kyuhyun SJ?  Atas dasar apa kau menuduh seperti itu?!”, tanyanya panic.

Soohyun mengangkat bahunya santai, “Yahh~penyanyi dan peserta olimpiade matematika.  Hanya itu..”, jelas Soohyun.  Tapi detik berikutnya dia menambahkan, “Keundae..rasanya mustahil.  Aku lebih percaya kau pacaran dengan Song Joongki dibandingkan jika kau berpacaran dengan Cho Kyuhyun”.

Nara terkekeh garing dan berdehem beberapa kali untuk menghilangkan rasa sesaknya akibat tersedak barusan.  Dan kali ini dia telah memutuskan : Tidak mengatakan apapun lagi kepada sahabatnya ini mengenai kekasihnya.  Ternyata dia mewarisi gen detektif milik Sherlock Holmes.  Sialan!

*****

..SJ’s Dorm, 11th floor..

Nara berdiri di depan pintu dorm Super Junior ini dengan perasaan ragu.  Tangannya sedari tadi sudah berada di ujung tombol bel, tapi rasanya dia belum cukup berani untuk menekan bel ini.  Dia masih belum siap menerima ejekan Kyuhyun atas permintaan bodohnya ini.

Nara menggigit bibirnya takut, “Aish, apa aku pulang saja?”, gumamnya pelan.  Tapi tak ada jalan lain lagi, dia masih belum mengerti semua materi yang diajarkan oleh Jang sonsaengnim. Mengenai statistic, logaritma, matriks, dan apalah itu namanya.  Nara sudah benar-benar blank mengenai matematika.

Argh, inilah kerugian jika kita terus-terusan menghabiskan waktu di depan PSP untuk menyelesaikan level Starcraft!!, rutuk Nara pada dirinya sendiri.

Setelah berpikir agak lama, akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan mengurungkan niatnya menemui Kyuhyun.  Setidaknya dia masih memiliki harga diri dan pantang baginya untuk ditertawakan oleh seorang Cho Kyuhyun.

Tapi tepat saat Nara akan membalikkan tubuhnya menuju elevator, handphonenya bergetar.  SMS.

From : King of Evil

Lihat belakangmu, Pabo~!

Nara mengernyitkan alisnya sejenak dan menoleh kearah belakang, tapi tak ada apapun yang mencurigakan.  “Mwohae?”, tanyanya heran, masih sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah.

Handphonenya bergetar lagi.

From : King Of Evil

Tengok 45 derajat kearah utara!  Jangan mengedarkan pandangan seperti itu.  Kau kelihatan makin aneh, Kwan Nara sayang~

Nara menengok kea rah yang ditunjukkan oleh Kyuhyun.  Dan dia menemukan sebuah kamera tersembunyi yang mengarah tepat kearahnya.  “Heh?  Ige mwoya?”, tanyanya heran.  Dan tepat saat mengatakan hal itu, pintu dorm sudah terbuka dan menunjukkan sosok Kyuhyun dibaliknya.  “Sebegitu susahnyakah untuk menemukan 45 derajat arah utara?”, ejeknya.  “Aku bosan melihatmu berdiri tanpa melakukan apapun di depan pintu selama 20 menit.”

Nara mengangguk paham, “Ah~kamera pengintai baru rupanya?”, gumamnya pelan.

Tapi dia kembali murung, mendengar kata 45 derajat malah kembali mengingatkannya dengan hasil ujiannya tadi.  “Jangan bicara tentang angka.  Aku sedang sensitive dengan apapun yang berbau angka”, jelasnya sambil berdiri di depan Kyuhyun yang masih memegang kenop pintu.

“Kau tak mempersilakanku masuk?”, tanyanya sinis dan membuat Kyuhyun mengedikkan kepalanya, “Apakah guru di sekolahmu mengajarkan cara memohon yang sopan adalah seperti itu, Kwan Nara?”, ucapnya.

Nara menghembuskan nafas kesal, mencoba sabar dengan segala perkataan Raja Setan satu ini.  Akhirnya dia tersenyum lebar dan langsung memasang gaya aegyo terbaik yang dimilikinya, “Cho Kyuhyun-ssi, boleh aku masuk?”, tanyanya dengan nada manja yang berlebihan.

Kyuhyun langsung merasakan bulu kuduknya merinding.  Pada akhirnya dia mendorong dahi Nara dengan jari telunjuknya, “Sudahlah, jangan sekali-kali bersikap sopan seperti itu lagi.  Perutku langsung mual melihat ekspresimu tadi”, jelasnya dan membuat Nara menggembungkan pipinya dengan kesal tapi tetap mengikuti arahan Kyuhyun yang menyuruhnya masuk ke dalam dorm.

Di dalam dorm, Nara melihat beberapa member SuJu lainnya yang sedang berkumpul dan melakukan halnya masing-masing.  Ryeowook yang sibuk dengan keyboard’nya, Eunhyuk yang sedang duduk di sofa dan memakan cemilan, ada juga Yesung yang sedang memainkan tempurung ddangkoma.

“Nara-ya?  Annyeong~”, sapa Sungmin yang baru keluar dari kamarnya dan tak lupa memakai piyama pink kebanggaannya.  (—..—)  Nara tersenyum lebar dan segera membungkukkan badannya dengan hormat, “Annyeonghaseyo, Sungmin Oppa”.

“Tumben sekali kau kesini siang hari?  Tidak sekolah?”, tanya Sungmin lagi.

Nara menjawab singkat, “Baru saja pulang, Oppa.  Aku hanya ada keperluan dengan orang itu”, ucapnya sambil mendelikkan matanya kearah Kyuhyun yang sedang menutup pintu dorm.  Sungmin mengangguk paham, “Ara, selesaikan urusanmu”.

Nara mengangguk dan menatap kepergian Sungmin yang beranjak menuju dapur.   Nara melongokkan kepala, mengecek keadaan di ruang tengah.

Tidak bisa, terlalu ramai!! Tak memungkinkan untuk memberitahu Kyuhyun mengenai hal ini.

Hingga akhirnya mata Nara berhenti di sebuah tempat yang menurutnya sangat strategis dan tersembunyi, yaitu di…

“Cepat masuk!”, Nara langsung menarik tangan Kyuhyun yang baru tiba disampingnya untuk masuk ke dalam kamar milik Sungmin (juga kamar Kyuhyun) yang pintunya sempat terbuka.  Kyuhyun yang masih bingung dengan apa yang terjadi, hanya bisa mengikuti arahan kekasihnya itu.

“Ya ya ya, mau apa kau?”, Kyuhyun mulai curiga saat Nara mengunci pintu kamarnya dan menatapnya dengan pandangan yang tak bisa dijelaskan.  Nara menaruh tasnya dan melepaskan sweater yang sedang dikenakannya, membuat Kyuhyun makin membelalakkan matanya, “Hei, Kwan Nara~!  Apa yang akan kau lakukan?”, cegah Kyuhyun dengan ekspresi panic.

“Hentikan~akan ada waktunya bagi kita untuk melakukan hal itu!  Jangan sekarang!!”, Kyuhyun menyelimuti dadanya dengan selimut di kasurnya (?), merasa keperjakaannya terancam.

Nara mengernyitkan dahi, “Maksudmu?  Aku hanya kepanasan!  Aishh, kamarmu pengap sekali~”, keluhnya dan langsung duduk menyandar ke pintu sambil mengipas wajahnya dengan selembar kertas di tangannya.  Kyuhyun menganga lebar, “Kepanasan?  Jadi bukan karena…”, ucapnya ragu.

“Mwohae?  Kau memikirkan hal ‘itu’?  Aish, bahkan jika tinggal kau satu-satunya pria di dunia ini..aku akan berpikir seratus kali untuk melakukannya denganmu”, jawab Nara santai sambil mengacak isi tasnya untuk mengambil sesuatu.  Kyuhyun merasakan wajahnya memanas karena maksudnya ketahuan, memang tak ada gadis lain yang membuatnya speechless selain Kwan Nara.

“Jadi, apa yang mau kau bicarakan?”, ucap Kyuhyun dengan agak kesal.  Nara mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya dan menyodorkannya pada Kyuhyun, “Ajarkan aku matematika”.

Kyuhyun memperhatikan kertas itu dan beberapa detik kemudian,

“Kau lebih bodoh dari keledai”, ucap Kyuhyun singkat dan membuat Nara agak sangsi bahwa pria dihadapannya ini adalah Cho Kyuhyun yang dikenalnya.  Awalnya Nara berfikir bahwa Kyuhyun akan mengejeknya habis-habisan dan menertawakannya tanpa henti, tapi ternyata dia hanya mengatakan 1 kata yang *memang* agak menyakitkan (–..–)

“Aku tak butuh cacian darimu, yang penting..sekarang ajari aku matematika”, Nara mencoba menahan semua rasa kesalnya dan mengeluarkan kotak pensil dari dalam tas.  Kyuhyun mendecak pelan, “Tak kusangka kau sebodoh ini, bahkan kau tak bisa mengerjakan matriks”.

“Hentikan omonganmu itu, atau…”, Nara menatap Kyuhyun dengan tajam sambil mengacungkan sebuah cutter dari kotak pensil miliknya kearah dada Kyuhyun.  Kyuhyun mengangguk ringan dan beranjak meninggalkan kamar, “Ya~ mau kemana kau?”, tanya Nara.

“Aku hau…”, tepat saat Kyuhyun membuka pintu kamar tiba-tiba tubuh Eunhyuk, Yesung, Ryeowook dan Sungmin langsung jatuh didepannya dan bertumpuk tidak beraturan.  Kyuhyun menganga lebar, “Kalian..menguping?”

“Hehehehe~”, mereka berempat hanya tersenyum garing dan membuat Kyuhyun menggeleng heran, “Ckck~tak adakah privasi dirumah ini?”

****

Sepeninggal Kyuhyun, Nara masih duduk di tepi tempat tidur miliknya tanpa melakukan apapun.  Matanya mengelilingi setiap penjuru kamar kekasihnya itu, aneh..biarpun sudah 2 tahun berpacaran tapi baru kali ini dia memasuki daerah ‘private’ milik Kyuhyun.  Biasanya Nara selalu dilarang olehnya untuk masuk ke kamarnya, entah karena alasan apa.

“Sedang apa?”, tanya Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dihadapannya sambil membawa segelas susu cokelat hangat.  Nara menggeleng sekenanya dan segera mengambil pensil dari dalam kotak pensilnya, “Bisa segera kita mulai pelajarannya, Cho sonsaengnim?”, tanya Nara datar.

Kyuhyun tak menjawab dan malah duduk di hadapan Nara kemudian menyerahkan segelas susu coklat hangat itu untuknya.  “Minumlah dulu, setidaknya kau adalah tamuku dan aku harus menghidangkan minuman untukmu ‘kan?”, ucapnya.

Nara tersenyum tipis saat menerima minuman itu.  Kyuhyun selalu tahu minuman kesukaannya, susu cokelat hangat.

“Kamsahamnida”, ucap Nara formal.  Kyuhyun berdiri dan mengambil beberapa lembar kertas dari laci mejanya dan menyerahkannya pada Nara, “Coba kerjakan ulang ulanganmu tadi di kertas ini.  Nanti akan kulihat dimana letak kesalahanmu”, jelasnya singkat.  Nara mengangguk paham dan menerima kertas itu.  Dia langsung mengerjakan semua soal itu dalam diam.

Kyuhyun duduk di ujung tempat tidurnya, memperhatikan sosok kekasihnya yang sedang kebingungan mencari jawaban dari soal-soal yang menurutnya amat mudah itu.  Tanpa disadari, dia tersenyum simpul dan menyadari bahwa gadis ini sedang berada di kamarnya, sebuah daerah terlarang bagi siapapun kecuali para member SJ sendiri.  Bahkan tak ada satu orangpun yang mengetahui kondisi kamarnya, termasuk media massa yang sering meliput dorm’nya.

Karena kamar ini adalah satu-satunya rahasia yang dia miliki, setelah semua hal yang menyangkut dirinya bisa menjadi konsumsi public secara luas.  Dan satu-satunya rahasia itu telah diketahui oleh gadis di hadapannya ini.  Gadis yang telah menjadi rahasianya yang lain selama 2 tahun ke belakang.

“Ordo A dikali Ordo C kemudian ditambah dengan Invers B?  Arghh~ aku menyerah!!”, tiba-tiba Nara melemparkan pensilnya dengan agak geram.  Kyuhyun mengernyit heran, “Ya~kau ini bod…”

“Kenapa aku sangat bodoh?  Wae? Bahkan soal seperti inipun tak bisa kukerjakan..aish, jinjja”, kini Nara menutup wajah dengan kedua tangannya.  Terlihat amat frustasi dan kehilangan harapan.

Kyuhyun langsung mengurungkan niatnya untuk mengejek kekasihnya itu.  Dia memperhatikan bahu Nara yang bergetar dan lama-kelamaan terdengar isakan kecil dari bibir gadis itu, dia juga bisa melihat air mata yang perlahan merembes dari sela-sela jari tangan yang menutupi wajahnya, “Hei, kenapa menangis untuk hal sepele seperti ini?!  Kau sakit, hah?”, tanya Kyuhyun sambil beranjak ke hadapan Nara.

Nara tak menjawab apapun dan masih mencoba mengatur nafasnya sekaligus menyembunyikan isak tangisnya, biarpun percuma karena Kyuhyun sudah mengetahui bahwa dia sedang menangis.

Akhirnya Kyuhyun berjongkok tepat di hadapannya dan segera membereskan lembaran kertas yang berisi soal ulangan, “Sudahlah, sepertinya tidak mungkin jika kau harus mengerjakan soal dengan kondisi seperti itu.  Lebih baik kau segera pulang dan beristi…”

Mian.  Jeongmal mianhaeyo.  Aku tidak istimewa dan tak bisa kau banggakan”, cukup dengan segelintir kata yang keluar dari bibir Nara itu langsung membuat Kyuhyun merasa tubuhnya kaku, tak tahu harus berbuat apa.  Entahlah, mungkin dia hanya shock karena Kwan Nara yang selama ini selalu cuek padanya tiba-tiba bisa meminta maaf sambil menangis dihadapannya?.

Mungkin hal ini bisa dihitung sebagai keajaiban dunia ke-8.

Gwenchanha”, jawab Kyuhyun dengan datar dan menaruh kembali lembaran kertas yang tadi telah ia bereskan.  “Lagipula aku tak suka hal yang terlalu istimewa”.

Keundae..aku tak bisa seperti Haneul.  Cantik, pintar, model dan…”

PLAKK!

“Awww~!”, Nara meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya yang mendapatkan sambitan dari buku yang tengah dipegang oleh Kyuhyun.  “Yaa~kenapa kau memukulku?!  Appo, jinjja!”

“Kau adalah kau.  Dia adalah dia.  Aku saja bisa menerima dirimu yang bodoh seperti ini, lalu kenapa kau tak bisa menerimanya, hah?  Sejak kapan Kwan Nara yang kukenal itu bisa menjadi cengeng seperti ini? Aish~jinjja”, ucapan Kyuhyun yang terdengar pedas itu memang agak sedikit membuat Nara sebal.  Tapi tak urung dia tersenyum simpul karena menyadari bahwa niat pria ini adalah untuk menghiburnya, biarpun dengan cara yang aneh.

Kyuhyun memutuskan untuk duduk di hadapan Nara dan menaruh lembaran kertas itu disampingnya.  Kini tangannya sedang mengetuk-ngetuk pelan kepala Nara dengan pensil yang tergeletak di dekatnya dan bergumam pelan, “Invers dalam matriks = 1 dibagi determinant penyebut, kemudian dikali dengan adjoint penyebut”.

Nara menengadahkan kepalanya dengan ekspresi bingung, “Hah? Determinant?  Adjoint?”.

Kyuhyun mendecak sebal dan menyentil dahi Nara dengan agak kencang, “Memori otakmu sudah penuh oleh 2PM ya?  Bahkan untuk mengingat rumus saja, kau masih kebingungan seperti ini. Ya~!  Mulai sekarang, buang segala hal tentang 2PM dari otakmu dan sisakan sedikit memori untuk mengingat rumus”, seru Kyuhyun agak sinis, mengingat bahwa kekasihnya itu memang penggemar berat 2PM, bahkan melebihi Super Junior.

Nara mendesah kecewa dan akhirnya mengangguk pasrah, “Arayo.  Tapi, tunggu sebentar..”, dia menutup matanya sebentar dan memejamkannya rapat-rapat, seperti sedang berusaha berfikir keras, “Selesai!  Memori 2PM sudah terhapus~!”, ucapnya semangat dan tersenyum lebar, “Sekarang kapasitas otakku bisa menampung sekitar 10% data mengenai rumus”.

Kyuhyun menganga hebat, “Secepat itu kau melupakan boyband kesukaanmu?  Dan 10%?  Cish, aku kira seluruh otakmu sudah terisi oleh sosok Taecyeon hyung”, sindir Kyuhyun dan membuat Nara mendelik tajam, “Anii, Taecyeon hanya mendapat 1/10% dari 85% kapasitas otakku”, jelasnya santai.

Kyuhyun penasaran, “1/10%? Jinjja?! Lalu siapa sisa dari 80% isi otakmu itu?  Nichkhun hyung? Atau Junho?  Wooyoung hyung?  Ahh~ jangan-jangan kau seperti kekasih Donghae hyung, Haejin, dia juga sangat menyukai 2PM, apalagi Chan…”

Neorago”, sela Nara seraya mengambil buku tulis matematikanya yang ada di dalam tas.  “80% sisanya adalah tentang kau, Cho Kyuhyun”, lanjutnya, nyaris dengan wajah tanpa ekspresi.

Tapi Nara tak menyadari bahwa wajah Kyuhyun kini sudah menjadi merah seperti kepiting rebus.  Tangannya bergetar hebat saat mendengar kata-kata gadis di hadapannya ini.  Jujur saja, selama ini banyak sekali gadis yang berteriak bahwa mereka mencintai Kyuhyun dengan sepenuh hati, dia merasa tersanjung untuk hal itu.  Tapi baru kali ini Kyuhyun mendengar ucapan Nara yang mengatakan bahwa 80% dari otaknya itu terisi oleh sosok dirinya sendiri?

Ini bisa dianggap sebagai keajaiban dunia ke 9 untuk Kyuhyun!

Cho Kyuhyun-ssi, segeralah turun dari khayangan dan cepat ajari aku matematika”, ucapan bernada dingin yang besumber dari bibir mungil di sampingnya itu dapat membuat raga Kyuhyun seperti terbanting tiba-tiba dari udara.  Dia langsung salah tingkah dan menggaruk kepalanya dengan ekspresi yang sukar dijelaskan, “Uhmm..jadi..kita belajar tentang..eh, kau tadi ingin belajar apa?  Bahasa Inggris..ya?”

Nara menghela nafas dengan berat dan segera menunjukkan hasil ulangannya itu tepat di wajah Kyuhyun, “Cho Kyuhyun sonsaengnim, kita akan belajar matematika.  Bukan bahasa Inggris”, jelasnya.  Kyuhyun mengangguk paham, tapi Nara masih bisa melihat wajahnya yang merah padam.  Bahkan ia sangsi bahwa ia melihat asap putih mulai keluar dari telinga kekasihnya itu.

Sepertinya Nara harus lebih sering memuji Cho Kyuhyun, sebelum dia membuat pria ini terus-terusan merasa salah tingkah setiap saat mendengar pengakuan cintanya.

Aish, jinjja~”, gumam Nara pelan saat melihat Kyuhyun yang kini tersenyum-senyum sendiri sambil membuka buku paket matematika.

Sebegitu bahagianyakah kau, Cho KyuhyunIngat, aku hanya mengatakan ini sekali dalam seumur hidup.

******

Mwoya?! Hanya seperti itu?”, tanya Yesung tak percaya. Kini dia sedang menaiki punggung Ryeowook untuk menengok keadaan di dalam kamar dari celah ventilasi, tapi dia sangat kecewa saat mengetahui bahwa mereka berdua sama sekali tak melakukan hal yang daritadi dia harapkan.

Hyung~ palliwa!!  Kau berat sekali~!”, Ryeowook berbisik sambil memasang wajah memelas.  Lututnya bergetar hebat, sudah tak kuat menahan beban tubuh Yesung.  Akhirnya Yesung turun dari punggung Ryeowook dan menggeleng heran, tak mempedulikan kondisi Ryeowook yang terkulai lemas, “Aigo~mereka berdua itu..jinjja!  Bagaimana jika mereka menikah?  Apa mereka akan tetap seperti itu?  Argh, kenapa aku jadi gemas sendiri?!”, celetuk Yesung antusias.

“Mana adegan romantisnya?”, desis Eunhyuk sambil mengintip dari lubang kunci pintu kamar, sama gemasnya seperti Yesung.  “Sungmin hyung, bagaimana pendapatmu?”, tanya Eunhyuk pada Sungmin yang asyik menonton TV dan tak mempedulikan ulah ketiga membernya itu.

Sungmin memasang wajah datar dan tetap menatap lurus ke TV, tapi tangannya merogoh saku piyama pink’nya dan mengeluarkan sebuah kunci berwarna perak.  Dia melemparkan kunci itu kearah Yesung, “Kau pasti tahu maksudku ‘kan, hyung?”, tanyanya sambil tersenyum menyeringai.

Yesung menangkap kunci itu dan balas menyeringai, Eunhyuk juga tersenyum licik, “Ah~arasseo!!  Ide bagus!”, seru Eunhyuk semangat.

Hanya Ryeowook yang mengerjapkan matanya beberapa kali dan menggumam bingung, “Apa yang akan kalian lakukan, hyung?”.  Tapi mereka bertiga tak menghiraukan pertanyaan Ryeowook dan malah memasukkan kunci itu ke lubang kenop dan memutarnya secara perlahan, tanpa menimbulkan suara sama sekali.  Hingga akhirnya pintu itu terkunci rapat tanpa diketahui oleh Kyuhyun dan Nara yang sedang berada di dalam kamar.

Yesung sengaja tak melepaskan kunci itu dari lubang kenopnya dan segera memberi kode para Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook untuk segera pergi dari dorm.  “Ayo pergi ke lantai 12!  Biarkan mereka berdua”, desisnya pelan.  Ryeowook terlihat ragu tapi Eunhyuk dan Sungmin langsung menatapnya dengan tajam, “Jangan hancurkan rencana kita, Ryeowook-ah”.

Ne, hyung~”, jawabnya pasrah dan mengikuti langkah Eunhyuk yang segera keluar dari dorm dan beranjak menuju lantai 12.

*****

“SELESAI!!”, seru Nara semangat saat dia berhasil mengerjakan ulang soal ulangannya tadi. Dia tak percaya bahwa dia bisa mengerjakan soal-soal itu dengan baik setelah mendapatkan pengajaran singkat dari Kyuhyun.  Mungkin kekasihnya ini lebih berbakat menjadi guru dibandingkan menjadi penyanyi.

“Bagus, kau sudah bisa mengerjakannya dengan baik”, ucap Kyuhyun setelah memeriksa hasil pekerjaan Nara.  Nara tersenyum puas dan meregangkan ototnya sejenak, “Ahh~jinjja, aku pegal sekali”, keluhnya.

Kyuhyun tersenyum simpul dan menepuk-nepuk kepala Nara lembut, “Kau tak perlu menjadi istimewa dalam segala hal.  Kau hanya harus melakukan yang terbaik di setiap hal yang kau lakukan, itulah yang membuatmu istimewa.  Arasseo?”.

Nara mengangguk senang dan membungkuk singkat beberapa kali, “Gomawo jagiya”, ucapnya ringan dan kembali membuat wajah Kyuhyun memanas dan menjadi merah padam.  Nara terkekeh senang saat melihat ekspresi wajahnya, “Kau tahu?  Rasanya aku mulai menikmati saat menggodamu seperti ini”, celetuknya dan langsung membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya, berusaha mengontrol ekspresi mukanya.

Tak sengaja Nara melirik ke jam dinding yang terpasang di sudut kamar, “Mwo?! Jam 8 malam?!  Aigoo~aku harus segera pulang!”, serunya panic dan segera membereskan buku-bukunya yang berserakan.  Kyuhyun membantunya membereskan buku itu, “Memangnya orangtuamu sedang ada di rumah?”, tanyanya.  Biasanya orangtua Nara sering mengadakan dinas luar ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya yang cukup maju di industry ekspor-impor, jadi tak heran jika Nara terbiasa tinggal sendirian di rumahnya yang megah.

Nara menggeleng, “Ani, mereka sedang ada di Switzerland.  Berbulan madu kedua katanya”, ucapnya sambil menggeleng heran, “Ck~buat apa mereka bulan madu ke sana? Membuang uang saja”.

Kyuhyun nyengir mendengar omongan Nara, “Sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ini?  Biasanya kau selalu tak peduli dengan kondisi ekonomi keluargamu”, celetuknya.  Nara mengangkat bahu, bingung harus menjawab apa.  “Entahlah, aku hanya merasa kalau suatu saat nanti aku akan menjadi seorang istri dan sudah seharusnya aku mulai memikirkan mengenai hal-hal seperti itu.  Apalagi jika sudah memiliki anak, pasti akan jadi rep…”

Ucapan Nara langsung terhenti saat dia menyadari bahwa omongannya ini sudah terlalu jauh dari topic yang seharusnya.  Jinjja, seumur hidup pun Nara tak pernah membicarakan mengenai kehidupan pernikahan.  Dan kali ini, kenapa dia harus membicarakannya di depan Kyuhyun?!!  Bodoh, Bodoh, Bodoh!!

“Ahhh~!!  Aku harus segera pulang!  Aku lapar~”, ucap Nara, mencoba mengalihkan topic pembicaraan.  Kyuhyun juga terlihat agak salah tingkah dan buru-buru menyerahkan buku dan kertas corat-coret yang tadi sempat digunakan oleh Nara barusan, “Perlu kupanggilkan taksi?”, tanyanya.  Nara mengangguk sambil menerima buku itu, “Gomawo, kalau begitu aku tunggu di depan dorm ya?”, ucapnya.

Kyuhyun menggumam mengiyakan dan mengambil ponselnya yang terletak diatas meja rias sedangkan Nara beranjak menuju pintu kamar, tapi

“Lho?!  Lho?!  Lho?! Pintunya..kenapa?”, Nara mencoba membuka kenop pintu kamar, tapi percuma.  Pintu itu tetap bergeming, tak mau terbuka.  Nara menatap Kyuhyun dengan panic, “Ottokhae?!”.

Kyuhyun berderap menuju pintu, hasilnya tetap sama.  “HYUNG!!”, teriaknya, mencoba meminta pertolongan para hyung’nya tapi tak ada yang menyahut teriakannya. “HYUNG!! JANGAN BERCANDA!”.

Nara mendesah dengan nafas berat dan jatuh berlutut, ekspresi wajahnya benar-benar muram, “Jadi…kita terkunci disini?  Ber..dua?”, tanyanya tak yakin.  Kyuhyun mengangguk dengan terpaksa, “Sepertinya ada kunci lain yang dipasang di luar pintu”.

Nara menjambak rambutnya frustasi dan segera beranjak kemudian mengambil bantal dan guling yang ada di atas kasur milik Kyuhyun dan Sungmin.  Dia menjejerkan guling dan bantal itu hingga membentuk 1 garis yang membatasi posisinya dengan Kyuhyun sekarang, “Kau tetap berada di situ!  Dan aku akan tetap berada di sini!  Jangan coba-coba untuk melewati garis batas ini!!”.

Kyuhyun menganga lebar, “Ya~!  Tanpa melakukan hal inipun, aku tak pernah berniat melakukan apa-apa padamu!  Kenapa kau memperlakukanku seperti lelaki bejat, hah?”.

“Memang kau suci, hah?  Jangan kira aku tak tahu tentang fotomu yang berciuman dengan Haneul dulu!  Mana kutahu apa yang sudah kaulakukan dengannya selain berciuman?!”, balas Nara.  Kyuhyun kembali emosi, “Bukankah sudah kubilang?  Jangan bicarakan dia…”

STOPPP!  Sekarang kau harus diam disitu, jangan melakukan apa-apa!”

Kyuhyun mendecak kesal dan segera melangkah menuju kasur Sungmin, (karena dia kini berada di daerah Sungmin dan Nara sendiri sedang berada di daerah kasurnya sendiri), “Baiklah, lakukan sesukamu!”, serunya dan segera berbaring di kasur.  Dia menyelimuti tubuhnya hingga ke kepalanya dan memunggungi Nara.

Nara menyender ke kasur milik Kyuhyun, sama sekali tak berniat untuk tidur di atasnya.  “Cish~”, desisnya kesal, bingung dengan apa yang harus dia lakukan.  Setelah berfikir beberapa menit, akhirnya dia memutuskan untuk mengerjakan kembali semua soal ulangan tadi.

“Cho Kyuhyun pabo!!”, seru Nara sambil menekan pensilnya kuat-kuat ke atas buku tulis matematika miliknya.  “Awas jika kau beranjak dari tempatmu!  Akan kubunuh kau~!”.

“Kau merasa dirimu seksi, hah?”

Sindiran dari Kyuhyun itu langsung membuat emosi Nara memuncak.  Dia mengeluarkan semua isi tasnya dan melemparkannya satu persatu secara membabi buta kearah Kyuhyun yang sedang tertidur, “MEMANG KENAPA KALAU AKU TIDAK SEKSI, HAH?  KAU KIRA HANEUL YANG CEKING ITU SEKSI SAMPAI KAU MAU MENCIUMNYA?!!!   KAU KIRA KAU ADALAH  PRIA PALING TAMPAN SEDUNIA, HAH?”

Kyuhyun yang mendapat serangan buku tulis dan pensil maupun pulpen bertubi-tubi dari Nara, hanya bisa mengurung dirinya di dalam lilitan selimut milik Sungmin.  Beberapa dari serangan buku tulis yang tebal itu sempat mengenai punggungnya atau malah bahkan kepalanya, “Ya!!  Kwan Nara, kau sudah gila!!!!”

******

…5 hours later…

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, dan hal yang pertama kali dilihatnya adalah beberapa buku yang tergeletak begitu saja dikasurnya.  Dia menghela nafas dengan berat, baru kali ini dia dan Nara bertengkar hebat karena masalah diluar games ataupun starcraft.  Dan yang paling disesalkannya, kenapa mesti tentang gadis itu?  Gadis dari masa lalunya itu?  Sialan!

Kyuhyun menengok ke jam di handphonenya, pukul 1 pagi.  Hahh~mungkin hyungdeul sudah selesai mengerjai kami, pikirnya.  Dia bangun dari tidurnya dan beranjak kearah pintu, begitu ia memutar kenop pintunya..pintunya langsung terbuka.

Aish~jinjja!”, ketusnya dan mengutuk hyungnya itu.  Gara-gara ulah usil mereka, kini dia dan Nara malah terlibat pertengkaran seperti ini.  Padahal sebelumnya, mereka berdua masih baik-baik saja.  Terlalu baik malahan, tapi…

“Argh!”, Kyuhyun mengacak rambutnya kesal dan berbalik menuju kasurnya, tapi matanya tertarik ke sosok yang sedang tertidur sambil menyender ke kasur miliknya.  Dia tertidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya dan dengan kaki yang dilipat.

Kyuhyun mendekati gadis itu dan melewati garis batas yang tadi dibuat olehnya. Kini dia sedang berjongkok di depannya dan memperhatikan setiap inchi dari wajah Nara yang sedang tertidur, tapi dia malah bingung sendiri setelah memperhatikan kekasihnya ini.

Dia tidak cantik seperti Haneul.

Dia tidak pintar seperti dirinya, bahkan terlalu bodoh untuk mengerjakan soal matriks yang bisa dikerjakan olehnya sambil menutup mata.

Dia tidak seramah noonanya, yang menjadi tipe ideal dari wanita idamannya.

Lalu kenapa dia bisa sangat menyukai gadis yang penuh kekurangan ini?

Kyuhyun terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya, heran sendiri dengan jalan pikiran hatinya.  “Neo neomu baboya.  Jinjja!”, desis Kyuhyun sambil mencolek lembut hidung Nara.  Tapi pandangannya kembali terarah ke handphone flip yang ada di sebelah Nara, kabel earphone terpasang ke telinga gadis itu.  Rupanya tadi dia ketiduran saat sedang mendengarkan music?

Kyuhyun berencana melepaskan earphone itu saat matanya menangkap sebuah judul lagu yang sangat tidak asing untuknya, terpampang di layar handphone itu. “Hee?”, desisnya tak percaya.  Kini tangannya beralih mengutak-atik playlist lagu yang sedang dimainkan oleh Nara, semua itu..lagu solonya.

Kyuhyun mencari seluruh lagu yang ada di handphone Nara, tapi tak ada lagu lain selain lagunya sendiri.  Kyuhyun heran, bukankah dia sering bilang bahwa seluruh lagu di handphonenya adalah tentang 2PM?  Lalu kenapa…?

Tapi akhirnya dia tersenyum paham dan menggelengkan kepalanya dengan maklum, “Aigoo-ya, kau memang..mengutamakan gengsi diatas segalanya.  Kau mau membuatku cemburu dengan mengatakan bahwa kau menyukai Taecyeon dibandingkan aku?”, tanyanya lebih pada dirinya sendiri.  “Mengatakan bahwa seluruh lagu di handphonemua adalah milik 2PM, padahal kenyataannya hanya ada laguku?”

“Kau-sangat-bodoh, Kwan-Nara”, ucap Kyuhyun dengan penekanan di setiap kata yang diucapkannya.  Bibirnya tak berhenti mengulaskan senyum bahagia saat melihat kembali setiap tracklist di handphone kekasihnya itu.  Bahkan di folder videonya, Nara hanya memiliki kumpulan video fokus pada dirinya saat sedang perform di beberapa panggung.

Tak ada hal lain yang bisa menandingi perasaan bahagianya saat ini.

Akhirnya Kyuhyun bangkit dan mengambil selimut lainnya yang berada di kasur Sungmin, kemudian dia membawanya menuju tempat Nara berada.  Dia duduk tepat di samping kekasihnya itu dan menyelimuti dirinya rapat-rapat karena udara yang agak menusuk ke tulangnya.

Kyuhyun memasangkan sebelah earphone dari telinga Nara ke telinganya sendiri dan memilih sebuah lagu yang ada di tracklist handphone Nara.  Lagu solonya sendiri, Love Again.

Kyuhyun tersenyum sendiri saat mendengar suaranya di lagu ini.  Entah sejak kapan dia menyadari bahwa lagu ini benar-benar mewakili setiap perasaannya pada gadis di sebelahnya ini.

Ia  melirik sekilas kea rah Nara yang masih tertidur pulas, entah kekuatan apa yang menghipnotis tangan Kyuhyun untuk meraih kepala Nara dan menyenderkannya ke bahunya yang tegap. Setelah posisi tidur Nara menjadi lebih nyaman di bahunya, Kyuhyun juga ikut menyenderkan kepalanya ke kepala gadis itu.  Bibirnya  bergerak mengikuti setiap lirik lagunya yang sedang mengalun lembut,

Dasii ireona..

Get up again

nal gidaryeojun geudael bogoshippo..

I want to see you who has waited for me

Dasii doraga..

Get back again

Hago shipeun mal saranghamnida..

I want to say, I love you

*****

Nara berlari dengan langkah tergesa di lorong menuju kelasnya.  Dia melirik jam tangannya, Sialan, dia benar-benar sudah terlambat!. Ini salah Cho Kyuhyun yang tidak membangunkannya dan malah sudah pergi entah kemana saat dia bangun di pagi hari.  Bodohnya lagi, Nara lupa memasang alarm di handphonenya.

Bertambah lagi 1 alasannya untuk membenci Cho Kyuhyun.

Akhirnya dia melihat pintu kelasnya telah berada di depan matanya, sayup-sayup dia bisa mendengar suara Jang Sonsaengnim yang sedang mengabsen para murid.  Nara segera membuka pintu dengan satu sentakan dan tepat saat itu, “Kwan Nara..”

“HADIR!!!  HADIR!!  SAYA HADIR!!”, seru Nara dengan nafas tersengal dan wajah yang agak kusam karena ia belum sempat mandi dan hanya sempat menggosok gigi. (.____.)  Jang sonsaengnim mendesah kesal tapi akhirnya mencontreng nama Nara, sebagai tanda bahwa dia hadir dan tidak terlambat, “Cepat duduk!”, ketusnya.

Nara mengangguk paham dan beranjak menuju bangkunya yang berada di sebelah Soohyun.  Dia langsung menyerang Nara dengan bertubi pertanyaan saat Nara baru saja duduk, “Ya!  Nekat sekali kau?  Terlambat di pelajaran Jang sonsaengnim!  Ckckck~ aku salut”.

Nara hanya menggeleng pelan, “Sudahlah, aku sedang tak berniat membicarakan hal itu”, ucapnya singkat dan membuat Soohyun langsung diam, tapi kembali menatapnya heran, “Kau..tidak mandi?”.

Nara langsung mendelik tajam pada sahabatnya itu, “Choi Soohyun, diamlah atau kusumpal mulutmu dengan kaus kakiku”, desisnya ganas dan langsung membuat Soohyun bergidik ngeri dan mengalihkan pandangannya menuju papan tulis.  Dia sangat takut saat melihat tatapan tajam sahabatnya itu, entahlah..berkesan seperti ratu Iblis yang siap membunuhnya kapan saja.

“Buka buku paket kalian.  Halaman 213”, sahut Jang sonsaengnim dan beberapa anak langsung membuka buku paketnya masing-masing.

Nara mendesah kecil dan mengambil buku paket dari dalam tasnya juga.  Tapi matanya tertarik ke satu kertas berwarna biru sapphire yang awalnya tak berada di dalam tasnya itu.  Dia menarik kertas itu keluar dan melihat ada beberapa baris tulisan dengan gaya menulis yang berbeda..

Nara-ya!  Jangan menyerah~ nilai tes yang jelek itu bukan segalanya! :]  Hwaiting, nae dongsaeng-ah”  — Eeteuk ^^

Tirulah aku, Nara-ya.  Aku seorang Big Star dan aku bisa hidup tanpa matematika. Kekeke~ jadi jangan kecewa seperti itu :D Himnae!”  – Chullie

Syukurlah kau bisa mengalihkan pikiran dari game untuk sejenak dan beralih ke matematika, Nara-ya. Keke~”Shindong

Mianhae, Nara-ya.  Aku tak mau mengunci kalian di kamar, tapi hyungdeul mengancamku dan itu sangat menyeramkan :’[.  Jeongmal mianhaeyo (T/\T)” Wookie

Ya~!  Apa yang sudah kalian lakukan berdua di kamar? ;] Kekeke~”Hyuk

Namai anak kalian dengan Joongwoon!  Supaya dia bisa menjadi anak yang popular (sepertiku), Nara-ya” – Yesungie

Matematika itu mudah, tergantung sugestimu saja. :] Kwan Nara, hwaiting~”Sungmin ^w^

Kalau Kyuhyun tak bisa mengajari dengan baik, aku bisa ganti mengajarimu dengan penuh rasa cinta, Nara-ya.  Kekeke~” – Sexiest fishy

Bagaimana jika aku menyewakanmu guru les matematika langsung dari Harvard? ;]”Siwonnie

Nara tersenyum simpul saat melihat semua tulisan itu, entah bagaimana caranya hingga mereka semua bisa tahu mengenai hal ini.  Tapi semua ini hanya menuju ke satu nama, Cho Kyuhyun.  Agak memalukan memang jika semua member mengetahui mengenai hasil ulangannya yang jelek, tapi jujur saja..dia tak pernah mendapatkan rasa yakin pada dirinya sendiri setelah mendapatkan dukungan seperti ini.  Kata-kata ini bagaikan sihir yang bisa membuatnya percaya diri bahwa dia bisa mengerjakan soal matematika sesulit apapun.

Tapi alis Nara bertaut heran saat tak melihat ucapan semangat dari Kyuhyun tertulis di situ.  Dia mendesah agak kecewa dan membalik kertas itu dengan perasaan hampa.  Tapi ternyata di balik kertas itu terdapat tulisan tangan yang sudah amat dikenalnya.  Terlalu dikenal olehnya, malahan.

Kwan Nara-ssi, kau spesial dengan caramu sendiri.

Jangan pernah membandingkan dirimu dengan gadis lain, aku tak suka itu.  Kau adalah kau, mereka adalah mereka.  Kau berbeda dengan mereka, terutama Haneul.

Tenanglah, aku bukan namja yang suka memikirkan tentang suatu kejadian di masa lalu, gokjonghajima. :]

Tentang hasil ulanganmu, aku sudah memberitahukannya ke member lain.  Semoga kau tak marah, tapi mereka juga tertawa terbahak saat mendengar hasil ulanganmu yang bernilai 58.  Yah, tapi mereka tetap mendukungmu ‘kan?

Saat mengerjakan ulangan, jangan tegang!.  Ingat semua materi yang sudah kuajarkan padamu, tentang invers dan operasi bilangan matriks yang lainnya.  Jangan memalukan jabatanmu sebagai kekasihku, seorang peraih olimpiade matematika!

Aku yakin kau bisa, selalu bisa dan akan tetap bisa melewati semuanya.  Anggap soal-soal itu seperti sebuah game yang harus kau selesaikan dengan berbagai trik yang kau tahu.  Seperti starcraft yang membutuhkan strategi, seperti tetris yang membutuhkan kecekatan, seperti harvest moon yang membutuhkan kesabaran dan seperti winning eleven yang membutuhkan kelincahan.

Semua itu game yang kau suka kan?  Dan aku yakin kau bisa mengerjakan matematika sebagaimana kau mengerjakan hal yang kau sukai itu. ^^

Kwan Nara, hwaiting~ ;]

p.s : ekspresi wajahmu saat tidur kemarin sangat..jelek~! (.___.)”

Nara benar-benar ingin berteriak saat itu juga.  Dia sangat bahagia.  Rasanya setiap kata dari tulisan itu membuatnya makin percaya diri dan tak gentar menghadapi soal matematika yang akan dia kerjakan nanti.  Dan terlebih lagi, Kyuhyun mengatkan hal ini padanya.  Kyuhyun, yang biasanya tak peduli dengan apapun yang dilakukannya, yang biasanya selalu mencaci dan mengejek setiap kekurangannya, kini bisa memberikan dukungan yang sangat berarti untuknya.

Ini adalah keajaiban dunia ke-8 bagi Nara.

Nara menaruh kertas itu kembali kedalam tas dengan hati-hati.  Dia berterimakasih dalam hati atas semua dukungan yang telah mereka berikan untuknya.  Akhirnya dia kembali memfokuskan pandangan kea rah Jang Sonsaengnim yang sedang menulis sebuah soal matriks invers.  Jang Sonsaengnim membalikkan pandangannya dan menatap setiap muridnya dengan tatapan tajam, “Siapa yang bisa mengerjakan soal ini?”

Sebuah tangan langsung terangkat dengan semangat dan dibalas dengan tatapan tak percaya dari murid di sekitarnya, “Choneun, sonsaengnim!  Aku bisa mengerjakannya”, ucap Nara penuh percaya diri.

Cho Kyuhyun telah berhasil memberikan sebuah game baru seorang untuk Kwan Nara, dan game itu bernama Matematika.

******

…SJ Dorm, 11th Floor.  Kyuhyun’s Bedroom..

“100?!”, seru Kyuhyun tak percaya saat melihat selembar kertas yang diberikan oleh Nara.  Nara mengangguk senang dan tersenyum puas, “Semua berkat bantuanmu.  Gomawo”, ucap Nara girang.  Kyuhyun mengangguk seadanya dan masih menggeleng tak percaya, ternyata dirinya berbakat untuk menjadi guru matematika.

Nara bergumam pelan, “Aku..mau mengatakan sesuatu..”, ucapnya ragu.  Kyuhyun menatapnya penasaran, “Mwo?”.

Nara memainkan jarinya dengan gugup, tidak berani menatap mata Kyuhyun.  “Selama ini aku sudah berbohong padamu”, ucapnya grogi.  Kyuhyun berpikir sejenak dan akhirnya menghembuskan nafas dengan nada sok tahu, “Ahh~ tentang semua ceritamu mengenai 2PM?  Tentang ceritamu yang bilang bahwa di handphonemu tak ada lagu lain selain 2PM tapi kenyataannya hanya ada semua lagu soloku?  Tentang kau yang mencintai Taecyeon lebih daripada aku tapi semua video di handphonemu hanyalah video perform SuJu yang fokus padaku?”.

Nara menganga lebar saat mendengar celotehan Kyuhyun itu, “Neo..bagaimana kau bisa tahu?”.

Kyuhyun membusungkan dadanya dengan ekspresi bangga, “Kau tak tahu bahwa aku masih punya ikatan darah dengan para pesulap terkenal di dunia yang bisa membaca pikiran seseorang?”, ucapnya pasti.  Nara mendengus sebal dan mendecak sesekali, “Ck~ lama-lama kenarsisanmu bisa mengalahkan kenarsisan Donghae Oppa”.

Kyuhyun mendelik tajam tapi kemudian terkekeh puas, “Jadi..sekarang kau tak bisa memungkiri bahwa kau sangat mencintaiku.  Keurae, Kwan Nara-ssi?”, tanyanya dengan nada menggoda.

Nara bisa merasakan wajahnya memanas dan dia langsung salah tingkah, “Aa~ apa maksudmu?  Kapan aku pernah bilang begitu?  Jangan terlalu percaya diri seperti itu, bagiku Taecyeon itu seribu kali lebih tampan dan keren dibandingkan kau”, Nara membela diri tapi Kyuhyun hanya mengangguk sambil menggumam tak percaya, “Ah~ ya ya ya, sejak kapan kau dididik untuk berbohong oleh orangtuamu?”

Nara tak bisa menahan semua rasa malunya dan langsung beranjak menuju pintu kamar, “Aku benci kau, Cho Kyuhyun”, ucapnya sebelum tangannya memutar kenop pintu.  Tapi..

“Lho?!  Lho?!  Lho?!”, Nara mulai panic saat kenop pintu kamar itu tak bisa dibuka lagi.  Kyuhyun menganga tak percaya dan segera beranjak menuju pintu, “Jangan bilang kalau pintunya…”

“TERKUNCI!!  Ottokhae?!”, teriak Nara panic.

Kyuhyun menggedor pintunya dengan sekuat tenaga, “HYUNG!!! BUKA PINTUNYA!!”

Selagi Kyuhyun sibuk menggedor pintu, Nara kembali mengambil bantal dan guling dan lagi-lagi menjejerkannya hingga membentuk batas antara dirinya dan Kyuhyun berada sekarang.  “Jangan melewati batas ini, Cho Kyuhyun!!  Aku bisa membunuhmu dengan cutter ini!”, serunya seraya mengeluarkan cutter dari dalam kotak pensilnya.

Kyuhyun mendengus frustasi dan memandang Nara dengan ekspresi meremehkan, “Ya! Aku hanya bernafsu pada gadis seperti Han Chae Young!  Sebaiknya kau bercermin dulu, apakah kau mirip Han Chae Young atau tidak, Kwan Nara-ssi”.

MWOYA?!”, teriakan Nara itu langsung dibarengi dengan beberapa buku yang melayang dari tas Nara kearah Kyuhyun yang kini dengan sigap menangkis setiap serangan buku itu, “KAU KIRA HANEUL YANG CEKING ITU MIRIP SEPERTI HAN CHAE YOUNG, HAH?”

“YA!!  KENAPA MEMBAWA-BAWA NAMA DIA LAGI?!!”

******

..Epilog..

Ryeowook, Eunhyuk, Yesung dan Sungmin kini sedang berdiri berderet di atas meja yang sengaja disiapkan oleh mereka, dan diahapkan langsung kea rah ventilasi kamar sehingga mereka bisa melihat keadaan didalam kamar milik Sungmin dan Kyuhyun.

“Ya~  Ini lebih seru daripada adegan romantic yang kita harapkan!”, desis Yesung saat melihat Nara yang melemparkan buku kearah Kyuhyun dengan kekuatan yang tak terkira.

Eunhyuk mengangguk semangat dan menyenggol lengan Sungmin, “Hyung~ ayo taruhan.  Aku bertaruh Nara yang menang~!”.

Sungmin menatap Eunhyuk tak terima, “Ya~!  Aku juga mendukung Nara.  Mana mungkin Kyuhyun bisa melawan ratu iblis seperti itu?”

Ryeowook langsung beranjak menuju dapur dengan semangat.  Yesung menatap langkah Ryeowook dengan heran, “Ryeowook-ah, mau kemana?!  Kau mau melewatkan tontonan seru seperti ini?”, tanya Yesung tak percaya.

Ryeowook menoleh dengan senyuman lebarnya, “Aku mau membuat popcorn!  Supaya berkesan seperti kita sedang menonton di bioskop, hyung!”

******

39 thoughts on “{KyuNara Scene} Love : Game = Mathematics

  1. Daebak…keren bgt ffnya….
    Annyeong chingu,,Kyuni imnida…#ntu nama asli loh,,bkan krn dgbungin ma nama.a kyu
    Gila ntu nara sadis amat ya ma kyu,,
    oia,,ntu rumus MTK bab pa si??q g ngerti sma skali…
    Kyu oppa ajarin dong,,q g bgtu paham yg logaritma ma trigonometri…huhu….

    • waahh, makasih udah nyempetin baca yaa🙂

      enaknyaa, namanya ada unsur KYU (TT^TT)
      *envy
      itu materi matematika kelas 3SMA, Say
      hehehe~

      kyu, ajarin dia noh~ *nunjuk kyuni*
      Hahahaha~ makasih udh komeb yaa🙂

  2. HAHAHAHA
    KyuNara parah, ramenya gak ketolongaaaaaaaaaan!
    cerita-cerita KyuNara eonni gila banget, rame semuaaa!

    ohya, kenalkan, aku mya, reader baru ff-mu.
    umurku 16 taun😉

    dan waktu pertama kali baca ff KyuNara, aku lgsg jadi KyuNaration!

    super super nice stories thoor!

    • hahaha~makasih udh nyempetin baca yaa ^____^
      alhamdulilah kalo readers pada suka juga sama kyunara

      yeayy~ welcome to kyunaration line, darl.
      ttepbaca ff onnie ya? *Sembah sujud*😄

  3. wooowww, daebaakkk..
    kyunara bener2 gokil.. ga kebayang tampang plos wookie oppa yg mo masak popcorn u hyung2 yg lg nnton.. jd penasaran siapa yg menang?? Kyu atau Nara??
    hahaha… ceritanya seru2..

    eh, maaf belum kenalan, aku dah baca bbrp FFnya, namaku Merry.
    ditunggu yg selanjutnya..
    *ikutan jadi KyuNaraTion, hehe..

  4. Annyeong.. Onnie.. aq reader baru..
    Baru baca ff ini lngsung jatuh cinta..
    Kayaknya aq bakalan sering2 baca or bahkan jd fans no 1 ff KyuNara couple..

  5. Anyeong, new reader disni, *wave* keke..
    Wah suka dg ceritanya, eh, itu matriks bab favoritku lho haha *mentang2 bab paling mudah dkelas 3*. Suka bget ma wookie yg tunduk patuh ma anceman hyung2nya.. Eh, kyu bisa malu jga, haha *disambit* salam kenal ya,

  6. Anyeong!!
    Indhrie imnida
    Ff nya bagus eon
    ceritanya seperti kenyataan gitu
    buat karya tentang ‘evil couple’ ini lebih banyak ya…..pleaseT_T
    pai_pai

  7. Bentar lagi kelas 3.. Hahaha harus jadi pacar.a kyuhyun nih hahah…
    Semua akan tercapai jika ada kemauan dan menunjukan kemampuan kita… Kerja keras akan menghasilkan yang terbaik…😀

    *jitak eunhyuuuukk… Ada sapuuu?? Mau lempar ke dia..

  8. Gkgkgkgk😀 Kyuhyun mah jangan ditanya kalo soal Matematika… Hehe beruntung Nara punya pacar kayak Kyuhyun yang jago Matematika, jadi kan bisa minta ajarin sekaligus pacaran (?) hahaha. Nara aku banget, kagak bisa ngerjain soal, pengennya nangis meraung-raung. Hahahay😀

  9. Ya ampun hahaha… Malah bikin popcorn si ryeowook ckck
    seru bgt chingu
    daebak
    aku suka
    lucu bgt kyunara keke..
    Keren

  10. Ya ampun oen, sumpah.. Q sll ktwa sndri, ngakak kl bca ffmu. Bnr2 mnghibur bgt oen.. Wkt kyu & nara berantem itu lucu, kocak, mreka romantis dg cra mreka sndri. Nara enak ya dpt dukungan dr oppadeul, aigoooo~ bkin iri deh. Wkwkwk.. Tryt kyu bnr2 hebat, pntes tu jd guru matematika, hohoho..

  11. “Aku mau
    membuat popcorn! Supaya
    berkesan seperti kita sedang
    menonton di bioskop, hyung!”

    apa banget ryeowook oppa.

  12. aigoo benar-benar hyung yg jail, 1 kejadian yg sama terulang lagi, dan seperti sebelumnya ryeowook yg selalu bersikap polos kekeke~ benar-benar daebak~!! >.<

  13. Sumpah mereka itu pasangan aneh lucu dan absurd banget hahahaaha
    suka suka suka >.<
    nyesel deh bru nemu blog ny:/
    eyy oppadeul smua nya aneh , di kira nonton film kli ya pke makan pop corn segala LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s