{KyuNara Scene} Listen Girls, My First Kiss Story

“Mwoya?!  Kissing scene?!”, teriak Ryeowook, Sungmin, Eunhyuk dan Yesung bersamaan.

Kyuhyun mengangguk sambil membolak-balik naskah drama musical yang diperani olehnya.  Ini pengalaman pertama untuknya mendapatkan kesempatan dalam berakting dan menunjukkan bakatnya.  Tapi dia tak menyangka bahwa pengalaman pertamanya itu langsung diuji dengan adegan yang agak ekstrim, kissing scene.

“Kau ingin mati ya?”, tanya Sungmin sambil menghampiri Kyuhyun yang masih diam di sofa.  Kyuhyun mengangkat bahunya ringan, “Apa boleh buat, hyung? Aku harus professional.  Lagipula aku yakin sparKYU dapat memakluminya”, jawabnya santai.

Eunhyuk menjitak kepala magnaenya itu, “Babo, maksud kami bukan tentang penggemarmu, tapi tentang nasibmu ditangan ratu iblis itu.  Kurasa kau akan dikuliti hidup-hidup dan dicincang sampai halus oleh Nara”, ucap Eunhyuk sambil memikirkan nasib Kyuhyun jika Nara sampai tahu bahwa kekasihnya itu akan mendapatkan kissing scene.  Padahal Eunhyuk tahu betul jika pasangan itu belum pernah melakukan skinship yang berlebihan, apalagi berciuman.  Ryeowook dan Yesung hanya bisa mengangguk dan menatap Kyuhyun dengan iba.

Kyuhyun diam sejenak dan menatap naskah ditangannya itu dengan nanar.

Kwan Nara akan membunuhnya saat mengetahui perannya di drama musical ini?.  Cish, tak akan pernah terjadi.  Kekasihnya itu mungkin tak akan pernah peduli mengenai apapun yang dia lakukan, bahkan jika dia mendapat peran untuk terjun dari lantai 13, Kwan Nara tak akan pernah mau mengurusinya.

“Hyung, tenang saja.  Gadis itu adalah ratu iblis yang tak punya hati untuk merasa cemburu”

******

..Namsoon Senior High School, 3-2’s Class..

“Haahh…”

Nara menghela nafas dengan berat untuk kesekian kalinya di pagi itu.  Soohyun, sahabat sekaligus teman sebangku Nara hanya bisa menatapnya dengan heran.  Gadis di sampingnya ini seperti sedang diguna-gunai oleh hal yang tidak dia ketahui.  Dan jujur saja, melihat kelakuannya yang sok melankolis seperti ini malah membuat Soohyun bergidik ngeri, lebih baik dia melihat Kwan Nara yang sinis dan bersikap dingin.  “Ya~ no waegurae?”, tanyanya hati-hati.

Nara tak menjawab apapun dan kembali mengambil nafas dengan ekspresi murung, “Haahh…”

Soohyun mendengus kesal karena pertanyaannya sama sekali tak diindahkan oleh gadis di sampingnya ini.  “Huh, terserahlah”, ucapnya pasrah dan mengambil tabloid mingguan yang baru saja dibelinya tadi pagi, “Daripada mengurusi kau, lebih baik aku baca majalah.  Ada liputan tentang Super Juniornya”.

Nara melirik Soohyun dari ujung matanya, menangkap ada foto 10 member di album Bonamana menghiasi cover tabloid itu dan otomatis matanya melihat sosok pria yang kini sedang memenuhi pikirannya, Cho Kyuhyun.

“Haahh…”, desahnya lagi, kali ini sambil menundukkan kepalanya dan menangkupkannya di atas meja.  Soohyun melirik Nara sekilas, mencoba untuk tak peduli, tapi tak bisa.  Kini Soohyun mengeluarkan sekaleng minuman soda dari dalam tasnya dan menaruhnya di atas meja, bersebelahan dengan Nara yang sedang menunduk.  “Kwan Nara, minumlah dulu.  Kurasa kau kehausan, makanya uring-uringan seperti itu”, ucap Soohyun ringan dan membuat Nara mengernyitkan alisnya heran.  Apa hubungannya rasa haus dengan uring-uringan?  Aish, jinjja…

Tapi akhirnya Nara mengambil kaleng minuman itu dengan lemas dan berkata pelan, “Gomawo”.  Soohyun mengangguk seadanya, tetapi matanya tertarik ke satu artikel yang terpampang di halaman pertama, “Wah, Kyuhyun main drama musical?”, gumamnya saat membaca deskripsi artikel itu.  Tangan Nara langsung diam di udara, saat dia hendak membuka penutup kaleng minuman.  Tapi Soohyun tak menyadari perubahan sikap dari sahabatnya itu dan malah melanjutkan membaca,

Super Junior Cho Kyuhyun melakukan debutnya dalam drama musical berjudul Three Musketeers.  Berperan sebagai D’Artagnan, salah satu dari 3 pemeran utama dalam drama itu…”, ucapan Soohyun dapat terdengar jelas ditelinga Nara biarpun dia sudah berusaha untuk tak mempedulikan ucapan gadis ini.

Rumor mengatakan bahwa akan terjadi kissing scene antara Kyuhyun dengan sang pemeran utama wanita, Kim AhSun…

Nara menelan ludah dengan berat saat mendengar kalimat terakhir Soohyun.  Tapi Soohyun tetap tak menyadari keadaan Nara yang kini tengah menahan emosinya dengan meremas kaleng minumannya kuat-kuat, “Ck~ dasar artis..tak pernah bisa berhenti membuat sensasi.  Apa mereka pernah berpikir bagaimana perasaan penggemarnya saat melihat mereka melakukan adegan seperti itu dengan gadis lain?”, keluh Soohyun yang juga merupakan salah satu SparKYU.

Aigoo~ aku tak bisa membayangkan perasaan kekasih para artis itu.  Bagaimana rasanya saat melihat kekasihnya sendiri malah berciuman dengan gadis lain?  Aiyaa~pasti sakit sekali”, ucapnya asal dan kembali melipat tabloid itu dan memasukkannya kedalam tas, dia sudah kehilangan semangat untuk membaca artikel lainnya karena berita tentang Kyuhyun itu cukup membuatnya kecewa dan sedikit sakit hati.

Setelah menaruh tabloid itu, Soohyun melirik Nara (yang tidak seperti biasanya) masih diam membisu.  Namun matanya langsung membelalak saat melihat kaleng minuman yang tadi diberikan olehnya kini telah hampir remuk dan mengeluarkan busa soda dari dalamnya.  Soohyun melihat ekspresi Nara yang menatap ke papan tulis dengan pandangan kosong tapi tangannya tetap menggenggam kaleng minuman itu dengan sekuat tenaga.

Ya!!  Kwan Nara!  Rokmu basah!”, Soohyun mengambil kaleng itu dari tangan Nara saat busa soda itu mulai menetes ke rok sahabatnya itu.  “Aishh~ada apa denganmu hari ini?!  Kau sangat aneh!  Melamun dari pagi, mendesah tak jelas, uring-uringan, dan…maaasih banyak lagi”, ucap Soohyun agak kesal karena tumpahan soda itu juga merembes ke meja mereka.  Dia mengeluarkan tissue dari sakunya dan mengelap air yang ada di meja mereka, “Aish~lihatlah hasil perbuatanmu ini”, keluhnya.

Nara masih terdiam selama beberapa detik tapi setelahnya dia langsung menengok kearah Soohyun dengan wajah tegang, “Soohyun-ah!”, serunya dan membuat Soohyun terkejut, “Wa..Waeyo?”, sahutnya takut.  Wajah Nara saat ini seperti macan yang akan memangsanya.

“Ajarkan aku cara berciuman yang baik!!”

“Hah?!”

******

Bukannya tanpa maksud jika Nara meminta Soohyun untuk mengajarinya cara berciuman.  Sungguh…seumur hidupnya, Nara tak pernah memikirkan hal seperti itu.  Jangankan berciuman, berpegangan tangan dengan Kyuhyun pun hanya dilakukannya sebanyak 2 kali selama 2 tahun mereka berpacaran, itupun saat anniversary mereka.

Kesibukan Kyuhyun dan ketidakpedulian Nara lah yang membuat hubungan mereka tak ubahnya seperti teman biasa.

Tapi tadi pagi saat Nara melihat liputan gossip yang selalu diputarkan oleh Ibunya, pikirannya langsung berubah 180 derajat.  Acara itu meliput berita tentang Kyuhyun yang akan melakukan debut drama musical dan melakukan kissing scene.  KISSING SCENE.

Selama 2 tahun berpacaran, mereka berdua tak pernah sekalipun melakukan hal itu.  Dan kini kekasihnya itu harus melakukannya dengan gadis lain yang tak memiliki hubungan apapun?!. Setelah dengan Haneul, sekarang dia akan melakukannya lagi?  Di depan umum pula?!

Itulah yang membuat Nara uring-uringan hari ini.

******

…Gyongju Hall, Three Musketeers Practicing Room..

“Kyuhyun-ssi, saat adegan kissing itu dimulai, tolong jangan melakukan blocking kearah penonton.  Karena puncak dari semuanya berada di adegan itu”, salah satu staff drama itu menjelaskan tentang semua teknis pelaksanaan kepada Kyuhyun.  Kyuhyun mengangguk paham dan kembali membuka script naskah saat staff itu sudah pergi meninggalkannya.

Annyeonghaseyo”, sapa seorang gadis berwajah manis dan bertubuh mungil kepadanya.  Kyuhyun menatapnya sekilas dan menyadari bahwa dia adalah Kim AhSun, lawan mainnya di drama musical ini, “Ah, annyeonghaseyo.  Cho Kyuhyun imnida”, sapanya balik.  Gadis itu tersenyum simpul, “Tenang saja, aku sudah tahu.  Tak ada satu orangpun yang tak mengetahui siapa kau, Kyuhyun-ssi”, pujinya.  Kyuhyun tersipu dan membungkuk sopan, “Kamsahamnida, Ahsun-ssi”.

“Panggil saja aku noona.  Aku 15 tahun lebih tua daripada kau”, ucapnya dan membuat Kyuhyun terbelalak.  “Hee?!  Jeongmalyo?!”.

“Haha~jangan terkejut seperti itu.  Dan mengenai adegan kissing nanti, tenanglah..aku akan memikirkan cara yang terbaik supaya aku tak diserang oleh para netizen yang cemburu padaku”, ucapnya dan membuat Kyuhyun mendesah lega.  Ternyata lawan mainnya ini memiliki pikiran yang sama dengannya dan untungnya dia tak berniat mengambil keuntungan dari dirinya. (.__.)

“Ne, lagipula aku tak ingin membuat kekasihmu cemburu”, ucap AhSun.  Kyuhyun agak terkejut dengan perkataannya, “Eh, kekasih?”, Kyuhyun mencoba berpura-pura bodoh.  Tak boleh ada yang tahu bahwa dia…

“Tenang saja.  Aku tahu rahasia para selebritis, Kyuhyun-ssi.  Mengatakan di depan public bahwa dia masih single, tapi kenyataannya kekasihnya sedang menangis cemburu di rumah.  Keuraeyo?”. Tanyanya memastikan.  Kyuhyun terkekeh kaku, “Ahaha, ne~.  Begitulah kenyataannya”, akunya.

AhSun mengangguk paham, “Sepertinya aku harus meminta maaf secara personal pada kekasihmu itu karena telah melakukan hal yang paling dibenci para wanita”, ucapnya sambil tersenyum simpul.

Kyuhyun diam sejenak dan menggeleng pelan, “Animida, dia itu tidak sensitif.  Dia tidak akan cemburu terhadap apapun yang kulakukan”.

******

…Super Junior’s Dorm, 12th Floor, Living Room…

“Jadi Kissing scene di dramanya itu bukan cuma rumor?”, tanya Leeteuk tak percaya.  Eunhyuk, Yesung, Ryeowook dan Sungmin mengangguk bersamaan.  “Yaa~ottokhae?  Aku tak mau di dorm kita terjadi perang dunia ketiga”, Leeteuk mulai khawatir dengan hal yang akan terjadi antara Kyuhyun dan Nara nanti.

Kini semua member Super Junior (minus Kyuhyun) berkumpul di lantai 12 untuk membicarakan mengenai kelangsungan hidup maknae mereka ditangan gadis bernama Kwan Nara.  Para member dari lantai 11 meminta bantuan dari tetuah di lantai 12 mengenai hal yang harus mereka lakukan.  Tapi Leeteuk juga sama blanknya jika membicarakan mengenai penyelesaian masalah yang menimpa pasangan itu.

Heechul membuka mulutnya, “Biarkan saja.  Mereka berdua ‘kan selalu begitu.  Lama kelamaan juga akan kembali lagi ke hubungannya yang semula”.

Donghae mengangguk mengiyakan, “Keurae, bukannya akan makin menyulitkan jika kita ikut campur masalah mereka?”.

“Tapi…”, Ryeowook berkata ragu, “Aku hanya takut jika tiba-tiba di dorm lantai 11 sudah tergeletak tubuh Kyuhyun yang berlumuran darah dan kulit yang terkelupas.  Lalu Nara yang sedang mengulitinya hidup-hidup, terus…”

PLAKK!!

Babo!  Kau kira Nara itu kanibal?  Dia tak sekejam itu”, ucap Sungmin mencoba meluruskan pikiran Ryeowook.  Ryeowook hanya bisa mengaduh kesakitan sambil mengusap kepalanya yang tadi sempat dijitak oleh Sungmin.

“Bagaimana jika…”, Yesung mengatakan sesuatu dengan wajah serius.  Member lainnya mendengarkan dengan seksama dan akhirnya tersenyum sumringah, “IDE BAGUS!!”.

******

…Soohyun’s Bedroom…

Soohyun menaruh tasnya tepat diatas kasur miliknya sedangkan Nara mengikutinya dengan langkah gontai dan menaruh tasnya di dekat pintu kamar.  “Haahh…”, lagi-lagi Nara mendesah lesu, membuat Soohyun seakan ingin menimpuknya dengan jam dinding yang ada dikamarnya.

“Nara-ya, kenapa kau ingin belajar berciuman,‘hah?  Jujur saja, aku jadi merasa takut, rasanya keinginanmu itu seperti menunjukkan seperti kiamat sudah dekat”, ucap Soohyun jujur.  Biasanya Nara akan menghajar Soohyun  jika dia sudah berbicara yang jelek-jelek tentang dirinya, tapi kali ini Nara hanya diam dan mendesah lagi, “Haahh…”

Mwoya?!  Lama-lama kusumpal mulutmu dengan kaus kakiku jika kau terus mendesah seperti itu”, ucap Soohyun sambil melepaskan kaus kakinya dan melemparnya kearah Nara.  Akhirnya setelah beberapa lama diam, Nara berkata sesuatu, “Aku…hanya tak mau kehilangan lagi”.

Soohyun mengernyit heran, “Kehilangan?  Kau berbicara tentang Joongki?”, tanya Soohyun, menanyakan tentang kekasih Nara yang pernah diberitahukan padanya.

Nara mengangguk mengiyakan, biarpun pada kenyataannya dia sedang membicarakan Kyuhyun.  “Joongki…akan bermain drama di festival seni kampusnya.  Dan dia kebagian kissing scene, seperti Kyuhyun tadi”, Nara mulai mengarang bebas.  Sebisa mungkin, tak boleh ada yang tahu bahwa Kyuhyun adalah kekasihnya, termasuk sahabatnya sendiri.

Soohyun menggumam, “Ah~pantas saja kau uring-uringan saat kubicarakan tentang kissing scene Kyuhyun di sekolah tadi”.  Nara mengangguk lagi, “Lalu…aku belum pernah berciuman dengannya, tapi minggu depan dia sudah harus berakting dan berciuman dengan gadis yang menjadi lawan bicaranya.  Makanya…”, Nara tak melanjutkan kata-katanya, merasa ragu.

“Kau ingin merebut ciumannya terlebih dahulu kan?”, tebak Soohyun.

O”, ucap Nara pelan.

Soohyun menggumam paham, “Arasseo.  Uhmm, baiklah..aku akan mengajarkan caranya.  Yang pertama…”, Soohyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar dan mengambil boneka teddy bear berwarna putih yang berukuran cukup besar, “Kau harus melakukan praktek terhadap boneka ini”.

Mwohae?”, tanya Nara heran sambil menerima boneka pemberian Soohyun.  Sahabatnya itu mengangguk semangat, “Praktekkan ciumanmu pada boneka ini”.

Nara menggeleng cepat, “Sirheo!  Aku seperti orang gila, menciumi boneka~?  Cish..”, ketusnya.  Soohyun tak kehabisan akal, “Ada 2 cara untuk belajar, Nara-ya, dengan memakai boneka atau…menonton videonya langsung?”.

Nara menelan ludah dengan berat, “Video?”, tanyanya tak percaya.  Seumur hidup, Nara tak pernah melihat hal seperti itu secara langsung.  Entahlah, sepertinya Kwan Nara ini terlalu polos untuk gadis seusia dirinya.  Hampir separuh hidupnya dihabiskan dengan PSP kesayangannya ataupun dengan Game Online yang menyita seluruh waktunya.

“Ya Ya Ya~ lebih baik aku melakukannya dengan boneka ini”, putus Nara sambil memeluk boneka itu erat-erat.  Soohyun tersenyum puas dan bertepuk tangan senang, “Good choice~.  Lagipula aku tak punya videonya”, ucapnya ringan dan membuat Nara membelalak, “Ya~!! Kalau begitu untuk apa kau menyuruhku memilih?!”

Soohyun tak peduli dan segera duduk di samping Nara.  Dia mengatur posisi dan komposisi boneka itu hingga kini berhadapan dengan posisi Nara, “Ayo taruh tanganmu di leher boneka ini!”, perintah Soohyun semangat dan bergaya sok ahli.

“Hah?  Leher?  Untuk apa?!”, tanya Nara heran.  Soohyun mendecak kesal, “Kwan Nara, diamlah dan ikuti saja kata-kata Choi Soohyun ini~”, ucapnya sok.  Nara mendesah sebal dan akhirnya menaruh tangannya di leher boneka itu.  “Bagus!  Sekarang pejamkan matamu dan manyunkan bibirmu…”

“Heh?!  Kok begitu?”

Ternyata meminta bantuan kepada Choi Soohyun adalah keputusan yang salah.

*******

…Gyongju Hall, Three Musketeers Practicing Room..

“Okay, CUT!  Break 30 menit!”, seru sang sutradara dalam drama musical ini.  Kyuhyun melepaskan pelukannya dari pinggang AhSun dan membungkuk sopan, “Noona, apa aku memelukmu terlalu erat?”, tanyanya khawatir saat mereka melakukan satu adegan yang memaksa Kyuhyun untuk memeluk AhSun dan memutarkannya di tempat.  AhSun tersenyum memaklumi, “Gwenchanha. Santai saja”.

Kyuhyun  mengangguk singkat dan mengeluarkan handphonenya dari dalam saku celananya.  Setelah menyadari bahwa tak ada satu SMS dari siapapun, dia mendesah kecewa sekaligus agak kesal.  Tak bisakah gadis itu memberinya semangat sekali saja?

“Menunggu SMS dari kekasihmu?”, tanya AhSun yang tiba-tiba sudah berada di samping Kyuhyun.  Kyuhyun salah tingkah dan langsung memasukkan handphone itu kembali ke dalam sakunya, “Animida, hanya mengecek jam berapa sekarang”, elaknya.  AhSun tersenyum simpul, alasan klasik..padahal Kyuhyun mengenakan jam tangan pada saat itu.  Untuk apa susah-susah mengecek jam di handphone?

Boleh aku bertanya sesuatu?”, tanya AhSun.  Kyuhyun mengangguk cepat, “Silakan”.

“Seperti apa gadis yang berhasil mencuri hati seorang Cho Kyuhyun?”, tanya AhSun penasaran. Kyuhyun agak terkejut dengan pertanyaan itu dan menggaruk kepalanya dengan gugup, “Dia…hanya gadis SMA biasa”, ucapnya jujur.

AhSun membelalakkan matanya, agak tak percaya.  “Ah~jinjjayo?  Bukan dari kalangan artis?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun menggeleng lagi, “Gadis biasa, seperti Nari noona dengan Shindong hyung”.

AhSun mengangguk paham, “Daebak~!  Aku kira kekasihmu itu salah satu dari member SNSD atau Wonder Girls”, guraunya dan membuat Kyuhyun terkekeh.  “Lalu sudah sejauh apa hubungan kalian?”.

Kyuhyun menelan ludah dengan gugup, “Sejauh…apa…hubungan kami?”.  AhSun mengangguk, “Ayolah~kalian sudah sama-sama dewasa ‘kan?  Setidaknya pasti sudah bercium…”

“Belum, noona.  Belum sekalipun selama 2 tahun kami berpacaran”, jawaban Kyuhyun langsung membuat AhSun membelalak.  “Jeongmalyo?  Aiyaa~kojitmal..jangan berbohong padaku, Kyuhyun-ah.  Aku bisa memaklumi jika kalian sudah…”, ucapannya langsung berhenti saat melihat wajah Kyuhyun yang menjadi muram, “Jinjjayo?  Kalian belum pernah berciuman?  Kalau di kening?  Pipi?  Sudah kan?”.

AhSun makin membelalak saat melihat Kyuhyun yang menggeleng lagi.  Dia tak pernah menyangka bahwa seorang member Super Junior yang dikenal selalu maskulin dan digilai banyak wanita, belum pernah sekalipun mencium kekasihnya.

Dunia sudah gila.

“Lalu ada niatan untuk melakukannya?”, tawar AhSun.

“Hah?!”

******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

“Aku pulang”, ucap Kyuhyun dengan langkah gontai.  Dia melepaskan sepatunya dan memijat lehernya yang terasa pegal sekali, “Aigoo-ya~”, erangnya saat kakinya telah bebas dari jeratan sepatu sneakersnya.

Dia benar-benar lelah setelah pulang latihan drama musical tadi.  Apalagi tadi AhSun menasehatinya mengenai hal-hal yang harus dilakukannya sebelum mencium seorang gadis, mengenai tempat yang cocok untuk berkencan, bahkan hingga kata-kata yang harus dia katakan sebelum melakukan hal itu.  Tapi sungguh, Kyuhyun sama sekali tak peduli mengenai hal itu.  Toh gadis itu juga sama sekali tak memikirkan mengenai hal seperti ciuman atau semacamnya kan?  Jadi untuk apa dia repot-repot memikirkannya?

Saat dia memasuki ruang tamu, Kyuhyun melihat Eunhyuk, Yesung, Ryeowook dan Sungmin sedang berkumpul dan membuat lingkaran.  Sepertinya mereka sedang berdiskusi.  “Hyung?”, panggilnya dan membuat mereka berempat langsung pura-pura sibuk.  “Ah~kau sudah pulang, Kyuhyun-ah?”, tanya Sungmin sambil bangkit dari duduknya kemudian mengambilkan segelas lemon juice untuk roommatenya itu, “Minumlah, kau pasti lelah”.

Gomawo”, ucapnya.  Tapi pandangannya kembali tertarik kearah Yesung dan Eunhyuk yang sedang berbisik dan Ryeowook yang tersenyum kaku ke arahnya.  “Apa yang sedang kalian lakukan?”, tanyanya curiga. Yesung mendelik tajam, “Kami sedang membicarakan mengenai kesehatan ddangkoma”, ucapnya sinis dan kembali berbisik dengan Eunhyuk.

Kyuhyun mengernyit heran, sejak kapan Eunhyuk hyung tertarik mengurusi ddangkoma?

Tapi otaknya sudah tak bisa diajak berpikir lagi.  Dia hanya ingin istirahat sebentar sebelum melakukan schedulenya yang lain.  Akhirnya Kyuhyun beranjak menuju kamarnya dengan langkah lunglai dan tak mempedulikan hyungnya yang kini saling menatap dengan pandangan saling menyalahkan, “Ya!  Yesung hyung, kau terlalu mencurigakan~!  Sejak kapan Hyukjae tertarik mengenai urusan ddangkoma?”, desis Sungmin dengan suara pelan, supaya tak terdengar Kyuhyun.

Yesung tersenyum bersalah, “Mian~”.

Di kamar, Kyuhyun langsung mengganti bajunya dengan piyama dan segera berbaring diatas kasurnya yang nyaman. Baru saja beberapa detik setelah dia menutup matanya untuk tidur, handphonenya berbunyi.  “Aish~!”, keluhnya sambil mengorek isi tasnya dengan malas.  Akhirnya dia menemukan handphonenya di tengah tumpukan baju gantinya dalam tas, dia menyipit saat memperhatikan nama penelpon itu.

Calling..

B.A.B.O

Tanpa Kyuhyun sadari, wajahnya menjadi agak berbinar.  Dia langsung mengangkat telefon itu, “Yoboseyo?”, tanyanya dengan nada manis.  Sulit untuk diketahui, tapi dia sedikit merindukan gadis ini.

“Kemana Eeteuk Oppa?  Aku dari tadi menelfonnya, tapi dia tidak mengangkatnya terus.  Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?”, ucap Nara langsung, bahkan tak menjawab sapaan dari Kyuhyun sebelumnya.  Senyuman di wajah pria itu langsung menghilang dan digantikan dengan guratan masam, “Mana kutahu.  Aku bukan isterinya.  Sudahlah, aku lelah sehabis latihan drama”, ucap Kyuhyun singkat dan segera mematikan sambungan telefonnya dengan perasaan kesal.

Gadis itu…benar-benar keterlaluan.  Selama satu hari penuh, dia tak mengabarinya sama sekali dan saat menelfonnya sekarang, bukannya menanyakan kabarnya setelah latihan drama tapi dia malah menanyakan mengenai leadernya.  Bukan dirinya.

Cish~

*******

…Nara’s Bedroom…

TREKK!

Sambungan telefon itu langsung diputus dan membuat Nara hanya bisa menganga tak percaya.  “Ya~!  Ada apa dengannya?  Sedang PMS ya? Ck~”, decaknya heran sambil memandangi handphonenya.

Nara mencoba menghubungi nomor Kyuhyun lagi, tapi percuma…handphonenya sedang dinonaktifkan.  “Ya~!  Cho Kyuhyun, no waegurae?!”, Nara memencet tombol reject di handphonenya dengan kesal.

Tadi sore saat Nara baru saja pulang ke rumah sehabis menjalani praktek kilat dari Soohyun mengenai cara berciuman yang baik (?) (.___.), tiba-tiba saja Leeteuk mengSMSnya.

Nara-ya, sebentar lagi liburan musim panas. :D Bagaimana jika kau ikut berlibur bersama para member?  Kita ke pantai~ :) Jika kau setuju, telefon aku~ ^^  tenang saja, banyak gadis yang ikut kok :)

Tapi saat Nara ingin menelfon Leeteuk, ternyata handphone sang leader itu sedang tak aktif.  Maka dari itu dia menelfon ke handphone Kyuhyun, tapi yang didapatkannya malah jawaban ketus seperti itu.

Cish~

******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor, Tomorrow Morning…

“Liburan? Pantai?”, tanya Kyuhyun tak percaya saat member di lantai 11 sedang sarapan.  Eunhyuk, Ryeowook, Sungmin dan Yesung mengangguk, “Bukankah kau diberi waktu libur selama 3 hari sebelum drama itu dimulai?  Sebaiknya kau menenangkan pikiranmu dengan berlibur”, ucap Yesung sambil menyumpit kimchinya.

“Aku akan mengajak Kyorin”, seru Ryeowook tiba-tiba.  Kyuhyun mengernyitkan alisnya, “Boleh mengajak kekasih kita?”, tanyanya heran.

Eunhyuk mengangguk semangat, “Tentu saja!  Kenapa tidak?  Aku juga akan mengajak JooEun”.  Yesung berkata dengan mulut yang penuh nasi, “Semoga Min Gi bisa ikut nanti”.

“Bagaimana denganmu?  Kau akan mengajak Nara?”, tanya Sungmin.  Kyuhyun terkekeh meremehkan dan mengunyah nasinya, “Mengajak si bodoh itu hanya akan membuang waktuku saja.  Lagipula ada atau tidak dia disampingku, semua akan sama saja.  Tak ada yang berubah”.

*****

…D-Day, Let’s Go Vacation!..

Kini sebuah van berukuran cukup besar sudah terparkir di dorm milik Super Junior.  Beberapa gadis yang berpenampilan serupa sudah menunggu di depan van itu.  Jika ada beberapa orang yang curiga tentang keberadaan mereka, para gadis itu akan menjawab bahwa mereka ada stylist ataupun coodi para member yang akan menemani mereka untuk melakukan jadwal acara keluar kota.

Para member keluar dari dorm dengan berbagai barang bawaan mereka masing-masing, setelah melihat para gadis yang sudah menunggu di depan van, mereka langsung berderap menghampiri para gadis itu.  Sikap mereka semua biasa saja, seperti sikap seorang artist dengan stylistnya.  Sebisa mungkin mereka menghindari kecurigaan dari masyarakat.

Kyuhyun keluar dari dorm paling terakhir dengan langkah malas dan menguap beberapa kali.  Dia hanya membawa sebuah tas ransel berukuran sedang, sebetulnya dia malas ikut-ikutan acara seperti ini.  Apalagi jika para member lainnya sudah membawa kekasihnya masing-masing, para dia akan diperlakukan seperti nyamuk pengganggu.

Nara?  Ah~jangan ditanya lagi.  Kyuhyun tidak menghubunginya lagi semenjak 3 hari yang lalu. Saat gadis itu menanyakan keberadaan Leeteuk dibandingkan menanyakan kabarnya.

“Kyuhyun-ah, palliwa!!”, Donghae berteriak dari jendela van.  Kyuhyun bisa melihat bayangan seorang gadis yang duduk disampingnya, itu pasti Haejin.  Cih, tak bisakah mereka berpisah untuk sejenak saja? Kyuhyun curiga jika diantara Donghae dan Haejin telah dipasangi semacam les yang terikat erat.

Kyuhyun melangkah lebih cepat dan membetulkan letak tas ransel dipunggunggnya.  Dia naik ke dalam van dengan malas, tapi pandangannya langsung terbelalak saat melihat ada sesosok gadis yang paling tidak ingin dilihatnya saat ini sedang asyik memainkan IPadnya dengan earphone yang terpasang di telinganya.  Kenapa dia bisa ada disini?!  Siapa yang mengajaknya?!

Tapi jawaban Kyuhyun langsung terjawab saat Leeteuk menyenggol bahunya dan mengedikkan kepalanya kearah Nara yang terlihat tak peduli, “Cepat temani dia”, suruhnya.  Kyuhyun terlihat enggan dan mencoba mencari tempat duduk yang lain, tapi tak ada satupun yang tersisa.

Jika ada beberapa bangku yang tersisa, bangku itu telah digunakan sebagai tempat menaruh tas para member.  Sepertinya tas-tas itu sengaja diletakkan disitu sehingga tidak tersedia lagi bangku kosong, padahal sudah ada ruang yang disediakan khusus untuk menaruh tas. “Aish, jinjja!!”, serunya kesal dan terpaksa duduk disampaing kekasihnya itu.

Tanpa berniat untuk menyapanya, Kyuhyun langsung mengeluarkan PSP miliknya dan memasangkan earphone ke telinganya.  Dia lebih memilih untuk melanjutkan level starcraftnya dibandingkan harus bergurau atau sekedar menanyakan kabar gadis yang tak ditemuinya selama 3 hari terakhir ini.

Beberapa menit pertama, Kyuhyun menikmati permainannya.  Tapi lama kelamaan dia menjadi jengah saat melihat Siwon dan Ririn yang sedang berpegangan tangan dengan mesra ataupun melihat MinGi dan Yesung yang asyik berbicara sambil mengelus tempurung ddangkoma.  Seandainya dia bisa melakukan hal yang sama, dia ingin sekali mengajak Nara untuk bertanding game dengannya.

Tapi Kyuhyun langsung menggeleng kencang dan kembali fokus ke gamenya.  Sesekali matanya melirik kearah Nara dari ujung matanya, tapi gadis itu masih terlalu konsentrasi pada game di IPadnya.

Oke, kau yang memulainya, Kwan Nara.  Kau jual, maka akan kubeli.  Kau yang memulai pertengkaran ini, maka aku akan meladeninya, Kwan Nara sayang.

*****

“Pantai~!!!”, teriak JooEun semangat saat van milik mereka telah sampai di sebuah pantai di daerah yang cukup terpencil. Eunhyuk menghampiri kekasihnya itu dan segera menyampirkan jaket ke pundaknya, “Awas, kau bisa hitam nanti”, ucapnya perhatian.

Sedangkan Donghae dan Haejin langsung bergaya ala Rose dan Jack di dalam film Titanic, mereka melakukannya dia atas batu yang langsung menghadap ke pantai. (.___.)

Min Gi dan Yesung langsung bersemangat saat melihat ada banyak kura-kura berjalan di atas pasir yang tersapu ombak.  Kyorin dan Ryeowook sudah sibuk main ciprat-cipratan air sambil berteriak seru.

Kyuhyun?  Dia langsung beranjak kearah Leeteuk yang sedang memperhatikan para membernya yang lain.  Leeteuk memang datang sendirian pada saat itu, karena statusnya yang masih melajang.  “Hyung, aku minta kunci kamar”, ucapnya ketus.

Leeteuk melirik kea rah Kyuhyun, “Mana Nara?”, tanyanya.  Kyuhyun mendecak kesal, bahkan hyung kesayangannya inipun lebih memperhatikan kekasihnya dan tak mempedulikan pertanyaannya barusan?.

“Aku bukan pengasuhnya”, jawabnya tak peduli dan masih mengulurkan tangannya, “Mana kuncinya? Aku ingin istirahat”.

Leeteuk mendecak heran dan mengeluarkan kunci kamar dari dalam sakunya, “Jangan begitu.  Dia kekasihmu, Kyuhyun-ah.  Jagalah dia baik-baik.  Saat kau kehilangan dia, baru kau akan merasakan sakitnya”, ucap Leeteuk bijak.  Kyuhyun mendengus pelan, “Hah~kalau mati ya mati saja.  Tak akan ada bedanya jika dia ada di sampingku atau tidak”.

Leeteuk menganga tak percaya saat mendengar kata-kata maknaenya itu, apalagi ditambah Kyuhyun mengatakannya agak kencang sehingga membuat Nara yang berada tak jauh dari situ tentu bisa mendengarnya, “Kyuhyun-ah!”

“Ya~!  Kalau hyung begitu memperhatikannya, hyung saja yang pacaran dengannya.  Aish~ jinjja!”.  Kyuhyun akhirnya beranjak menuju kamarnya dan melewati Nara yang masih diam terpaku saat mendengar kata-katanya barusan.

Leeteuk langsung menghampiri Nara yang kini berdiri dengan pandangan kosong, “Nara-ya, gwenchanha?”.  Nara menggeleng dan mencoba untuk tersenyum, “Gwenchana.  Aku tak akan jatuh karena omongan si bodoh itu”, ucapnya tenang.  Leeteuk tersenyum lega dan mengelus kepala gadis itu, “Tenanglah, mungkin dia hanya emosi saja”.

Nara mengangguk, “Oppa, boleh aku minta kunci kamarku?”, tanyanya.  Leeteuk merogoh saku celananya dan mengeluarkan kunci lain, “Kamarmu bersebelahan dengan kamarnya”, jelasnya.  Nara mengambil kunci itu dan segera berjalan menuju kamar bernomor 302.  Dia melirik ke kamar bernomor 301, itu kamar Kyuhyun.

Nara membuka pintu kamar dengan lemas dan setelah pintunya terbuka, Nara langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang tersedia.  Pikirannya melayang ke ucapan kekasihnya tadi..

“Hah~kalau mati ya mati saja.  Tak akan ada bedanya jika dia ada di sampingku atau tidak”.

Sebegitu tak berharganyakah dirinya dimata Cho Kyuhyun?

******

Setelah Nara dan Kyuhyun masuk ke kamarnya masing-masing, Leeteuk segera mengumpulkan para member beserta para kekasihnya.  Mereka mengadakan rapat darurat mengenai masalah Kyuhyun dan Nara.

Jinjjayo?!  Kyuhyun mengatakan hal itu? kalau mati ya mati saja.  Tak akan ada bedanya jika dia ada di sampingku atau tidak.”, tanya Donghae tak percaya.  Haejin menggeleng heran, “Ah, pasti Nara sakit hati dengan ucapannya”.

Leeteuk mengangguk mengiyakan, “Rasanya misi kita untuk menyatukan mereka dipantai ini tak berhasil.  Padahal awalnya aku pikir ide Yesung untuk menunjukkan kemesraan kalian di depan mereka itu akan membuat mereka berdua iri dan akhirnya berbaikan.  Tapi ternyata malah lebih buruk”, sesalnya.  “Kita membutuhkan ide lain”.

Sungmin mengedarkan pandangannya ke segala arah, mecoba mencari inspirasi.  Tapi pandangannya langsung berhenti saat melihat balon udara berwarna mereah tua dan bertliskan, “STARCRAFT REGIONAL CHAMPIONSHIP”

Dia menjetikkan jarinya dengan semangat, “Hyung, bagaimana jika…”

******

Nara mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengerang pelan.  Sudah berapa lama dia tertidur?.  Dia melirik ke jam di handphonenya, pukul 5 sore.  Berarti sekitar 3 jam dia tertidur semenjak mereka sampai di pantai ini.

“Arggh~”, Nara meregangkan tubuhnya dan memijit lehernya yang terasa agak keram, mungkin karena posisi tidurnya yang salah.  Dia mengitarkan pandangannya ke sekeliling kamar, tak ada yang istimewa pada kamar ini.  Hanya sebuah kamar biasa dengan kasur dan TV, itu saja.

“Ck~”, dia mendecak bosan dan memutuskan untuk meneruskan gamenya di IPad.  Dia beranjak dari kasur menuju meja, tapi matanya tertarik saat melihat ada sebuah kertas yang menyembul dari sela pintu. Nara yang penasaran, mengambil kertas itu dan membacanya dengan seksama.

STARCRAFT REGIONAL CHAMPIONSHIP

Come and enjoy all about starcraft game for FREE!!

Mata Nara langsung terbelalak lebar dan bibirnya langsung menyunggingkan senyum bahagia.  Dia melihat alamat tempat perlombaan itu, Sip, masih berada di dekat sini!

Dia segera mengambil tasnya dan membawa dompetnya.  Ekspresinya sangat terlihat antusias dan senyuman tak pernah lepas dari bibirnya.  Tapi saat Nara keluar dari kamar dan melewati kamar nomor 301, timbul niatan untuk mengajak Kyuhyun ke tempat itu dan bertanding bersama, pasti akan sangat menyenangkan.  Namun sekali lagi, ego bisa mengalahkan segalanya.  Nara menggeleng kencang dan mencoba untuk tak peduli dengan pria itu.

Cho Kyuhyun, kau yang memulai segalanya.  Dan seperti biasa..aku bukan gadis yang hanya bisa diam saat ditantang oleh seseorang.  Kau selalu tahu itu kan, Cho Kyuhyun yang tampan?

******

Kyuhyun diam di balkon kamarnya yang menghadap langsung kea rah pantai.  Dia memainkan handphonenya tanpa minat.  Hanya melihat folder foto yang berisi beberapa fotonya dengan para member dan foto gadis bodoh itu, kemudian keluar dari folder itu tanpa melakukan apapun.

Entahlah, Kyuhyun bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Dia menyadari bahwa perkataannya tadi sudah keterlaluan, tapi apa boleh buat..untuk kali ini, dia cemburu sekaligus kecewa.  Cemburu karena kekasihnya lebih memperhatikan Leeteuk, dan kecewa karena dia tak bisa mengatakan apapun yang menunjukkan bahwa dia sangat menyayangi gadis itu.

“kalau mati ya mati saja.  Tak akan ada bedanya jika dia ada di sampingku atau tidak”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan bingung, kata-katanya itu terlalu keterlaluan.  Lalu apa yang harus dilakukannya sekarang?

DDRRTTT…DRRRTTT…

Handphone Kyuhyun bergetar menandakan ada telefon yang masuk.  Dia melirik nama penelpon dengan malas.  Ternyata dari KyuJong, teman mainnya dalam bertanding starcraft.  “Yoboseyo?”

“Kyuhyun-ah, kau sedang dimana?  Ayo kita bertanding!  Aku bosan main sendirian”, ajak KyuJong.  Kyuhyun mendesah kecewa, “Aku sedang diajak liburan bersama para member ke daerah…sanggokdong?”, tebaknya tak yakin.

KyuJong langsung antusias, “Sanggokdong? Jinjjayo? Bukankah disana sedang ada pertandingan starcraft seregional?  Kenapa kau tidak kesana saja?”.

Kyuhyun mengenyitkan alisnya taapi kemudian langsung tertarik, “Jeongmalyo?  Seregional?”.  Tapi kemudian matanya tertuju ke sebuah balon udara berwarna merah tua yang bertuliskan mengenai lomba starcraft itu, “Keurae!  Aku melihat ada balon udara pemberitahuannya disini”, ucapnya senang.  Rasanya dia bagai mendapatkan jackpot.

“Lalu kenapa tidak kesana saja?”

*******

Leeteuk menatap kepergian Nara dengan membawa selebaran berisi pemberitahuan lomba starcraft itu.  Oke, rencananya untuk membuat Nara pergi duluan telah berhasil.  Kini tinggal menunggu magnaenya itu menyusulnya pergi.  Dia sudah menyuruh KyuJong, sahabat Kyuhyun untuk memberitahukannya bahwa di daerah ini sedang diadakan lomba starcraft.  Namun entah usahanya itu bisa berhasil atau tidak.

Baru saja Leeteuk memikirkan tentang hal itu, tiba-tiba pintu kamar bernomor 301 itu langsung terbuka dan muncullah sosok Kyuhyun yang memakai jaket tipis dan mengenakan masker untuk menyembunyikan identitasnya.  Leeteuk tak bisa menyembunyikan senyumnya, ternyata membujuk kedua mahluk ini untuk keluar dari sarangnya memang amat mudah.  Cukup hanya dengan sebuah game bernama STARCRAFT.

Leeteuk segera mengirimkan SMS ke membernya yang sedang menyiapkan rencana lain di tempat yang berbeda,

Rencana A SUKSES!  Kedua target sudah keluar dari sarangnya!

******

STARCRAFT REGIONAL CHAMPIONSHIP Location..

Nara melihat sekumpulan manusia yang berdiri antusias menghadap beberapa layar yang sedang menayangkan 2 pertandingan starcraft secara online.  Senyumnya masih terus terkembang dan tak pernah lepas dari wajahnya.  Tempat ini layaknya surga baginya.

“Ah~!  Player B kalah!  Sayang sekali~.  Apakah ada diantara pengunjung yang ingin bertanding melawan juara bertahan kita?”, suara MC itu langsung membahana di lokasi penyelenggaran acara.  Sementara itu disampingnya sudah ada satu pria yang memakai kacamata dan bertubuh agak jangkung, sepertinya itu adalah sang juara bertahan.

Tangan Nara langsung teracung semangat, “Aku!!  Aku!! Aku!!”, serunya dan menerobos kerumunan orang-orang untuk segera menuju podium.  “Aku mau mencobanya!”.

MC itu terlihat geli melihat Nara yang nekat melawan sang juara bertahan, “Rupanya seorang wanita.  Hm, cukup menarik~.  Kita akan lihat sejauh mana nona manis ini bisa bertahan melawan sang juara bertahan”, ucap sang MC yang terdengar meremehkan.  Nara terkekeh dan membuka bungkus permen karet yang tadi sempat dia beli di pinggir jalan, “Kau akan menyesal karena telah meremehkanku”.

Nara duduk di depan sebuah computer yang tersambung langsung ke layar raksasa, hingga setiap gerakannya kini bisa dilihat oleh semua pengunjung.  Awalnya Nara masih agak canggung untuk menggerakkan dan menguasai permainan karena setiap perangkat computer ini bukan miliknya dan masing terasa asing.  Tapi lama kelamaan, tangannya mulai terbiasa dalam mengendalikan setiap control.

“YES!”, seru Nara saat dia memenangkan pertandingan.  Si juara bertahan masih agak shock karena dikalahkan oleh seorang gadis yang bahkan tak dikenalnya, begitupun dengan MC yang tadi menyindirnya.  Nara tersenyum simpul dan menatap kearah MC, “Tak ada lagi yang berani melawanku, ahjusshi?  Kalau begitu, aku bisa jadi juara baru ‘kan?”, tanyanya penuh percaya diri.

MC itu mendehem dan berteriak lagi, “Adakah pengunjung yang berani melawan sang juara baru ini?!”.

Nara tersenyum puas saat melihat tak ada satupun tangan yang terangkat, “Ya~ahjusshi, sudahlah,terima saja kenyataan bahwa pemenang di liga ini adalah seorang perempu…”, ucapan Nara langsung terputus saat seorang pria berjaket coklat dan memakai masker putih itu duduk di sampingnya, mengendalikan computer yang tadi digunakan oleh sang juara bertahan.

Nara memang tak bisa melihat wajahnya, tapi ia sangat hafal dengan matanya.  Ya, mata yang selalu menemani hari-harinya selama 2 tahun terakhir, Cho Kyuhyun.

Nara mendengus pelan dan kembali bersiap dengan computernya, “Akhirnya datang juga, Cho Kyuhyun yang tampan”, desisnya puas.  Kyuhyun tak menjawab apapun dan hanya fokus terhadap komputernya.  Hingga akhirnya sang MC memulai pertandingan, Nara dan Kyuhyun masih belum bicara apapun.

Mianhae”, ucap Kyuhyun datar dan dengan suara yang pelan.  Tapi Nara bisa mendengar ucapan itu dengan jelas, “Aku yang salah”.

“Hah?”, tanya Nara pura-pura tak mengerti.  Matanya masih fokus ke layar computer, sama sekali tak melepaskan sedikitpun kesempatan untuk mengalahkan skor Kyuhyun.  “Memang apa kesalahan yang sudah kau lakukan?”

“Semuanya.  Sikapku yang kekanakan, tentang ciuman di drama itu dan tentang kata-kataku barusan”, jelasnya.  Nara masih tak peduli, “Kau tak salah.  Memang kenyataannya begitu kan?  Ada atau tidak ada aku disisimu, tak akan ada yang berubah”, ucapnya ringan.

Kyuhyun diam sejenak dan akhirnya menjawab, “Memang tak akan ada yang berubah, tapi selalu akan ada yang terasa berbeda”, jawabnya lirih.  Nara mencoba menajamkan pendengarannya, “Mwohae?  Jadi sekarang kau ingin mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku?”, tebak Nara pada akhirnya.

Kyuhyun langsung salah tingkah saat mendengar ucapan Nara itu, “A-aniyo.  Masih banyak hal yang lebih berarti daripada memikirkan dirimu, Kwan Nara sayang”, ucap Kyuhyun sambil terus memainkan jarinya untuk mengendalikan control permainan.

Nara tersenyum simpul.  Ucapan kekasihnya itu memang tak pernah berkesan manis dan membuatnya merasa terbang ke awang-awang, tapi dengan mendengar satu kata ‘Kwan Nara sayang~’, itu sudah menandakan bahwa segalanya sudah kembali seperti semula.

“Ah~akui saja jika kau sangat mencintaiku, Cho Kyuhyun yang tampan~”, goda Nara.  Matanya masih memperhatikan dengan seksama tiap gerak gerik lawannya.  Kyuhyun menggeleng cepat, “Teruslah bermimpi, Kwan Nara sayang~”

Memang tak akan ada yang berubah, tapi selalu akan ada yang terasa berbeda

*******

Ige mwoya?!!”, teriak Donghae yang tidak terima dengan akhir cerita Kyuhyun dan Nara.  Kini mereka semua sedang memperhatikan kelakuan mereka berdua secara diam-diam, tapi pada akhirnya mereka malah dibuat gemas dan jengkel sendiri.

Eunhyuk  mendecak kesal, “Ya~!  Kejadian ini terulang lagi?!  Bahkan mereka bisa berbaikan hanya dengan perantara Starcraft?”, serunya sebal karena harapannya yang ingin melihat Kyuhyun dan Nara berbaikan dengan ala di film-film India, langsung pupus dan hancur seketika.

“Lalu untuk apa aku membeli balon-balon ini?!”, tanya Yesung sambil memegang puluhan balon yang diujungnya tertaut cincin perak.  Sebenarnya mereka semua merencanakan untuk memberikan kejutan manis bagi Kyuhyun dan Nara dan mengusahakan untuk membuat mereka kembali berbaikan dengan cara paling sweet sedunia.

Tapi ternyata pasangan itu bisa berbaikan hanya dengan starcraft.

*******

[Epilog..]

“Haaah…”, Nara mendesah dengan nafas berat untuk kesekian kalinya dihari itu.  Soohyun menatap sahabatnya itu dengan jengah, “Ya!!  Ada apa lagi denganmu?!  Bukankah kau sudah kuajarkan cara berciuman yang baik?!”, tanyanya heran.

Nara menjawab dengan lesu, “Tak jadi kupraktikkan.  Ternyata dia tidak benar-benar berciuman dengan gadis itu di dramanya.  Hanya seperti benar-benar berciuman saja”.

Soohyun mengangguk paham, “Jadi kau tidak jadi menciumnya?”

Nara menggeleng, “Tapi..”.  Soohyun menatapnya penasaran, “Tapi?  Tapi apa, Nara-ya?”

“Hahhh…”, Nara tak menjawab dan malah mendesah kecewa lagi.  Soohyun menyerah, sahabatnya itu memang sudah gila karena seorang pria bernama Joongki.

Akhirnya Soohyun memutuskan untuk mengambil tabloid mingguan yang baru saja dibelinya dalam perjalanan ke sekolah.  Matanya terbelalak saat melihat sebuah artikel yang menjadi headline, “Super Junior Cho Kyuhyun mencium pipi salah satu penonton drama musicalnya?”

“Hahhhh…”

*******

END

24 thoughts on “{KyuNara Scene} Listen Girls, My First Kiss Story

  1. kasian para member udh nyiapin segala sesuatuny,, malah sia2,, hahahaha
    keren dah ceritany,, bikin ketawa terus,,hahahahahaha

  2. Ahahaaa.. Endingnya itu pasti nara yg dicium kan ya? Xixixixii, gantian soohyun yg mendesah kecewa. Bwahahahaa

  3. Sweeeet…
    Ide segila apapun tidak akan membuat mereka menyatukan lips.. Kecuali kemaunan mereka…😀

    *tendang membersj

  4. Bwahahahahahaha… KyuNara emang selalu bersikukuh pada Gengsi gkgkgkgk.. MWOYA ?? Berbaikan lewat Starscraft ?? DAEBAK !!! KyuNara Pasangan Game Sejati…

  5. Hahaha… Aigo ngakak guling2
    tapi… Gk nyium bibir. DIA MENCIUM PIPI PENONTON DRAMA MUSIKALNYA! hahaha….
    Lucu bgt couple ini
    daebak! But kata2 kyu memang menyakitkan T.T

  6. Wah,seru bgt kyu pny hyungdeul yg pduli bgt dgn keselamatan’y!
    Ngakak pas wookie mmbygkn kyu tergeletak dgn berlumuran darah dan nara sdg mengulitinya!
    Hahahaha

  7. Ya Tuhan oen, Q bnr2 sukaaaaa sm ffmu. Q mst ktawa, seneng deh. Q hd ngefans deh oen sm km. Wkwkwkwk.
    Tingkah mreka b2 tu bnr2 deh, bs baikan lg cm krn game? Kasian tu hyung2mu smpe nyiapin balon2 sgala, bwahahaha. Tp enak ya mreka b2 dprhatiin bgt sm oppadeul. Q heran deh, pacaran 2th tp sm skli g da sisi romantisny, ciuman pipi ato dahi aj g prnh. Pegangan tangan cm 2x, wkwkwk. Tp syukur deh mreka bs baikan lg.

  8. benar-benar pasangan maniak game hanya dengan starcraft aja mereka udah baikan ckckck kasian kan para member yg berusaha keras membuat mereka baikan kekeke~

  9. Ckck. . Udah tw pasangan itu gk bisa bersikap romantis, tapiiii masiiihhh aja ngarepin mereka baikan ala film2 India. Hwahahaa itu sama aja pertanda kalw sebentar lg mau kiamat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s