{KyuNara Scene} IPad, Thanks To You

“Misi rahasia?”, tanya Leeteuk tak percaya atas usul yang disampaikan 4 membernya dari lantai 11 : Eunhyuk, Yesung, Ryeowook dan Sungmin. Mereka berempat mengangguk cepat, “Hyung, kami khawatir dengan gaya berpacaran mereka”, ucap Sungmin.

Eunhyuk menambahkan, “Hyung bisa bayangkan?  Bisa-bisa dorm lantai 11 dijadikan arena tinju oleh mereka berdua jika mereka berdua sudah bertengkar”.

“Dan menjadi ajang latihan oktaf vocal”, ucap Yesung mengingat teriakan Kyuhyun dan Nara yang bisa mengalahkan gelombang ultrasonic dari kelelawar jika mereka sudah beradu pendapat.

Ryeowook mengangguk polos, “Hyung, kau tahu kenapa aku selalu membeli mangkuk plastik untuk  lantai 11?  Karena mangkuk dari keramik itu sudah pecah oleh mereka berdua”, sahutnya mengiba.

Leeteuk mendecak heran sekaligus bingung, “Jinjjayo?  Aigoo..tapi, misi rahasia apa yang harus kita berikan pada mereka berdua?”, tanyanya bingung.  Sungmin menggumam pelan, “Bagaimana jika kita menyuruh mereka untuk tinggal bersama di dorm selama  sehari penuh dan memberikan berbagai misi untuk mendapatkan sebuah hadiah?”.

Yesung langsung semangat, “Ya!  Selama sehari itu, mereka tak boleh keluar dari dorm!”.

Ryeowook menambahkan, “Jangan lupa pasangkan kamera tersembunyi untuk memantau kehidupan mereka berdua!”.

Tapi Eunhyuk menemukan satu kekurangan, “Tapi hadiah apa yang harus kita berikan supaya mereka mau mengikuti misi ini?”.

Mereka berlima saling berpandangan dan melihat sebuah kotak paket berwarna coklat yang ditujukan untuk Donghae, kiriman dari ELF China.  Senyum licik langsung tergurat di bibir mereka, “IPad!!”

Donghae yang daritadi hanya diam memperhatikan pembicaraan mereka, langsung shock.  “Ya!!  Itu pemberian fans~!!   Lagipula kenapa mesti IPad?!”

Sungmin menghela nafas sejenak dan mencoba untuk menjelaskan hal itu kepada Donghae, “Itu karena….”

*******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor, Saturday 11th December 2010..

“Waahh~”, Nara dan Kyuhyun sama-sama melongo saat melihat iklan online shop yang mereka kunjungi di sebuah blog.  Tangan Kyuhyun masih memainkan kursor mouse, mengklik setiap gambar yang menarik minatnya.  Sedangkan Nara masih asyik duduk disamping kekasihnya, ikut antusias dengan gambar di layar computer itu.  “Waaah~”, ucap mereka lagi berbarengan.

“Memori internalnya 27GB…”, gumam Kyuhyun, matanya masih tak lepas dari sebuah benda yang terpampang di layar komputernya.  Nara mengangguk semangat, “Mereknya Apple pula…”.

“Waaah~”, mereka menganga berbarengan lagi.  Ekspresi mereka berdua saat itu persis seperti 2 anak kecil yang melihat iklan permen lollipop yang menurut mereka sangat enak. (.___.)

Eunhyuk keluar dari kamarnya dan langsung terkejut saat melihat pasangan ini sedang duduk berdampingan dan tak bertengkar.  Keduanya nampak sangat akur dan memandangi layar computer dengan pandangan berbinar, dan hal itu agak membuat Eunhyuk merinding.  Sebuah kesempatan yang sangat langka untuk melihat keduanya diam dan tak saling beradu pendapat.

Sementara itu, Ryeowook dan Yesung yang daritadi sudah diam di kamar semenjak Nara datang ke dorm (karena takut terkena piring terbang yang dilemparkan oleh salah satu diantara mereka berdua), langsung keluar kamar saat tak mendengar ada teriakan ataupun suara piring pecah dari arah ruang tamu.  Mereka juga kaget saat melihat Kyuhyun dan Nara duduk berdampingan di sofa dan terlihat akur.

“Mereka kerasukan arwah romeo dan Juliet ya?”, tanya Eunhyuk pada Yesung dan Ryeowook yang hanya bisa mengangkat bahu bingung, “Tumben bisa akur”.

Sungmin yang baru pulang dari minimarket untuk membeli krim malam wajahnya, merasa heran saat melihat Ryeowook, Eunhyuk dan Yesung yang berdiri terdiam memperhatikan pasangan gamers itu.  “Kalian sedang apa?”.

Ryeowook menunjuk kearah Kyuhyun dan Nara yang masih asyik memperhatikan layar computer dan tak mempedulikan pandangan heran dari mereka berempat, “Ini…ada tanda-tanda kiamat di dorm kita”, ucapnya polos.

Sungmin memiringkan kepalanya dan mendekati mereka berdua, penasaran dengan hal yang dilihat oleh kedua sejoli ini hingga membuat mereka sangat akur.  Tapi setelah mengetahui hal itu, dia langsung menganga lebar, “IPad?!  Kalian bisa tidak bertengkar hanya karena IPad?!”

“Waaahh~”, Kyuhyun dan Nara tetap menganga lebar, masih kagum dan tak mempedulikan keheranan member lainnya.

*******

Donghae menganga mendengar penjelasan Sungmin, “Hanya karena IPad?!”

Para member lantai 11 langsung mengangguk mengiyakan, “Donghae-ya, kau tidak prihatin melihat nasib maknae kita yang terus-terusan menjalani masa pacaran seperti itu?  Kita harus membantu mereka merasakan cinta yang sesungguhnya!”, ucap Yesung berapi-api.

Leeteuk menepuk bahu Donghae dengan  kebapakan, “Relakan sajalah, bukannya kau punya banyak IPad hadiah dari fans?”.

Donghae menghela nafas dengan berat, “Hahh~arayo.  Demi maknae kita, aku akan merelakan satu IPadku di…”

“Bukan satu, tapi dua!.  Untuk Nara dan Kyuhyun masing-masing satu”, sela Eunhyuk, memotong ucapan Donghae dan makin membuat Donghae menganga.  “Mereka pasti tak mau menggunakan satu IPad berdua kan?”.

“Ya~!  Lee Hyukjae, ini namanya pemerasan!!”

******

…Nara’s Bedroom…

Nara membuka laci meja belajarnya dan mengambil sebuah buku tabungan berwarna krem.  Dia membuka-buka buku itu dengan penuh harap, tapi kemudian mendesah kecewa. “150 ribu won?”, gumamnya pelan.

Dia melirik kearah notebooknya, disana terpampang gambar sebuah IPad yang sangat menarik minatnya, “Yaa~darimana aku mendapatkan sisa 750 ribu won?”, Nara mengeluh sambil menaruh kembali buku tabungannya ke dalam laci meja.  Setelah itu, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap nanar ke langit-langit kamarnya, “Hahhh~”, desahnya kesal.

“Tuhan, kalau kau memang baik…berikanlah aku jalan untuk mendapatkan IPad itu”, bisiknya sambil merapatkan kedua tangannya dan menutup mata rapat-rapat, seakan berharap dengan penuh kesungguhan.  “Ayolah, Tuhan.  Kau pasti selalu baik pada umatnya ‘kan?  Please~ sekali ini saja, kabulkan permintaanku~”.

DDRRTTT…DRRTTT…

Handphone Nara bergetar beberapa kali, menandakan ada telefom yang masuk.  Dia membuka matanya dan melirik ke meja belajarnya dan menemukan bahwa handphonenya masih bergetar.  “Selalu saja ada yang mengganggu~”, rutuknya sebal dan beranjak menuju meja kemudian mengambil handphonenya dengan malas.

 

Calling…

Teuki Oppa :)

 

Yoboseyo?”, sapa Nara dengan malas, sebelah tangannya kini menggaruk pipinya yang tiba-tiba terasa gatal.  “Ada apa, Oppa?”

“Nara-ya, berminat untuk mendapatkan IPad dengan cuma-cuma?”

Omongan Leeteuk kini terdengar bagaikan sebuah oase di tengah padang pasir yang gersang di telinga Nara.

******

…MBC Stasion, Super Junior Foresight Location…

“Hah?!  Cuma-cuma?!  Maksudnya…gratis?”, tanya Kyuhyun tak percaya saat Leeteuk mengatakan bahwa dia akan memberikan IPad pada dirinya.  Leeteuk mengangguk mengiyakan, “Ne, gratis.  Bagaimana?  Penawaran yang menarik ‘kan?”, ucap Leeteuk memastikan.

Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya, tapi otaknya masih merasa heran dengan kebaikan leadernya yang berkesan tiba-tiba ini.  “Hyung, pasti ada sesuatu di balik ini semua kan?  Pasti kau ingin memanfaatkanku ‘kan?  Apa kau ingin menyuruhmu menjadi comblang antara kau dengan Raehoon, hah?”, desak Kyuhyun tajam.  Raehoon memang adalah seorang staff di StarKing, dan katanya Leeteuk sudah menaruh hati pada gadis itu semenjak dia menjadi MC tetap di Starking.

Wajah Leeteuk langsung memerah, “Mwoya?!  Aku tak perlu bantuanmu untuk mendekati Raehoon.  Aku juga bisa sendiri”, elaknya.  Kyuhyun mengangguk paham, “Jadi, kau serius ingin memberikanku IPad secara cuma-cuma, hyung?”.

Leeteuk mengangguk lagi, “Akan kita bicarakan masalah itu di dorm saja.  Kita masih harus fokus ke acara dulu”, jelasnya.  Kyuhyun mengangguk semangat dan memeluk leadernya itu, “Aaaa~Eeteuk hyung, saranghae!”, desisnya.

Kyuhyun menepuk-nepuk bahu Kyuhyun, “Sudahlah, jangan berlebihan~”, ucapnya saat Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya dan berniat untuk mencium pipinya, “YA!  Cho Kyuhyun , hentikan!!”.

“Kyuhyun-ssi, tolong kemari!  Kita akan mengambil solo scene untukmu!”, tiba-tiba seorang staff  MBC memanggil Kyuhyun untuk mengambil part scenenya.  Kyuhyun mengangguk paham, “Ne~”, jawabnya dan meninggalkan Leeteuk yang merasa diselamatkan dari ciumannya barusan.

Saat Kyuhyun telah berada jauh dari jangkauan pendengarannya, Leeteuk segera menelfon Ryeowook yang sedang berada di dorm.  “Ryeowook-ah, bagaimana keadaan disana?  Persiapan disana sudah siap semuanya?”

Ne, hyung~  Semuanya sudah dipasang pada tempatnya!  Kapan hyung pulang?”

“Setelah recording selesai, kami akan segera pulang.  Siapkan segalanya dengan sempurna!”, Leeteuk mengingatkan dongsaengnya itu.  Ryeowook menggumam paham, “Arasseo, hyung~”, jawabnya dan segera memutuskan sambungan telefonnya.

Leeteuk kini beralih menelfon seseorang yang menjadi target selanjutnya.  Dia menunggu beberapa saat hingga telefon itu diangkat oleh pemiliknya, “Yoboseyo?”

“Nara-ya, berminat untuk mendapatkan IPad dengan cuma-cuma?”

******

…Super Junior’s Dorm, 12th Floor…

Nara keluar dari lift dan segera beranjak menuju sebuah pintu yang berada di ujung koridor.  Dia membetulkan letak tas yang menggantung di pundaknya dan melirik jam tangannya sekilas, pukul 4 sore.  Sesuai dengan waktu yang disuruh oleh Leeteuk kepadanya.

Akhirnya dia mengetuk pintu dorm itu dan tak lama kemudian muncullah sosok Donghae dan Eunhyuk dengan wajah yang (pura-pura) heran, “Eh, Nara?  Kenapa kau kesini?  Kau lupa jika Kyuhyun berada di lantai 11?”, tanya Eunhyuk.

Nara terkekeh pelan, “Animida, Oppa.  Aku kesini karena disuruh oleh Leeteuk Oppa.  Katanya ada sesuatu yang ingin dia berikan padaku”,ucapan Nara itu langsung membuat wajah Donghae sedikit murung, mengingat IPadnya akan diberikan untuk duo iblis ini.  “Donghae Oppa, waekeurae?”, tanya Nara heran.

Eunhyuk langsung menginjak kaki Donghae dengan hentakan yang cukup keras, “Aigoo~ jangan pedulikan dia!  Dia hanya sedang ada masalah dengan Haejin”, elak Eunhyuk sambil membekap mulut Donghae untuk mencegahnya berteriak kesakitan.

Nara menyipitkan matanya, sedikit curiga.  Tapi pada akhirnya, dia hanya mengangguk paham dan mencoba tak mempedulikan sikap kedua pria ini.  “Boleh aku masuk?”, tanyanya sopan.  Eunhyuk mengangguk semangat sambil masih membekap mulut Donghae yang mengaduh kesakitan karena sampai sekarangpun kakinya masih diinjak oleh Eunhyuk, “Hmmmp!!  Hmmmpp…”

“Diamlah!  Kau bisa membuat segalanya menjadi ketahuan!”, desis Eunhyuk saat Nara mulai berjalan menjauh.  Donghae melirik kearah kakinya, Eunhyuk juga mengikuti arah pandangan sahabatnya itu dan ternyata…“Aiya~kenapa kau tak bilang daritadi?!”, serunya sambil mengangkat kakinya dari kaki Donghae.

Babo! Neomu appayo~!!”, serunya sambil mengelus-ngelus kakinya yang kini memerah.  Eunhyuk tak peduli dan malah mengintip kearah Nara yang kini sedang duduk di ruang tengah.  Gadis itu duduk di lantai karena di lantai 12 ini memang tak disediakan sofa.

Kini Eunhyuk langsung menarik tangan Donghae untuk segera keluar dari dorm secara diam-diam tanpa sepengetahuan Nara.  Gadis itu masih sibuk memperhatikan kondisi dorm lantai 12 yang masih terasa asing baginya,

Let’s Go~!”, desisnya sambil menarik tangan Donghae yang masih menggerutu kesal.  Setelah menutup pintunya, Eunhyuk tak lupa mengunci pintu itu dari luar, tanpa menimbulkan suara sedikitpun dan membiarkan Nara terkunci di dalamnya.

“Oke, sekarang kita ke lantai 11!”

*****

Kyuhyun turun dari mobil van milik SM Entertainment dengan semangat.  Dia mendahului langkah Leeteuk dan tersenyum bahagia, “Ah~ tak kusangka kau begitu baik, hyung.  Nanti aku akan membuat klarifikasi di tiap variety show bahwa kau tak pernah berbuat jahat padaku selama 6 bulan aku menjadi member SuJu”, ucapnya riang.

Leeteuk menjitak kepala maknaenya itu, “Mwoya?!  Itu sudah terlanjur kau katakan dimana-mana!  Bagaimana kau mau mengklarifikasinya?”, tanyanya heran.  Kyuhyun nyengir lebar dan langsung naik ke dalam lift dengan langkah yang amat ringan.

Setelah lift berhenti di lantai 12, Leeteuk dan Kyuhyun berjalan sejajar menuju ke ruangan yang ada di ujung koridor.  Leeteuk membuka pintu dorm dengan kunci yang dimilikinya sementara Kyuhyun hanya diam di belakangnya.

“Kau masuk duluan.  Aku ke lantai 11 dulu, ada yang mau kubicarakan dengan Hyukjae mengenai jadwal SuKiRa”, jelas Leeteuk saat pintunya telah terbuka.  “Tenang saja, ada Donghae di dalam kok”.  Kyuhyun mengangguk paham dan segera masuk ke dalam dorm tanpa curiga sedikitpun.

Setelah masuk ke dalam dorm, Kyuhyun segera meletakkan tas dan melepaskan sepatu sneakersnya.  Dia memijat lehernya yang terasa pegal dan meregangkan tubuhnya untuk sejenak, “Ahh~ Donghae hyung, aku sangat lapar.  Apa yang kalian masak hari in…”.

Ucapan Kyuhyun langsung terhenti saat dia melihat sosok gadis yang sedang duduk di lantai ruang tengah sambil bersender ke tembok.  Di telinganya terpasang earphone sehingga memungkinkannya tak mendengar apapun dan pandangannya hanya terutuju pada PSP yang ada ditangannya.  “Kenapa dia ada disini?”, gumam Kyuhyun tanpa sadar.

Dia merasakan ada sesuatu yang telah direncanakan diluar sepengetahuannya.

Kyuhyun segera berbalik menuju pintu dan mencoba untuk membuka kenop pintu itu tapi..“Aish~ Terkunci?!”, desisnya tak percaya.  Dia mencoba menelfon handphone para member, tapi tak ada satupun yang menjawab telefonnya.  Pasti ada sesuatu yang tidak beres!, pikirnya.

******

Nara mendengar ada suara gemerisik yang menggangguk konsentrasinya dalam memainkan game di PSPnya.  Dia melirik ke sekeliling dan melepaskan earphonenya untuk mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi.  Matanya langsung menangkap sosok yang sedang berdiri di depan pintu sambil membuka kenop dengan penuh usaha.  “Hee~kenapa kau ada di sini?”, tanya Nara heran dan beranjak berjalan menuju sosok itu, Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menengok ke belakang dan menatap mata Nara, “Kau sendiri kenapa ada disini?  Kau lupa jika aku tinggal di lantai 11?”, tanyanya.  Nara mengangkat bahu dan menaruh PSPnya kedalam tas yang dibawanya, “Aku ingin bertemu dengan Eeteuk Oppa”, jawabnya singkat.  Kyuhyun mendengus pelan, “Ah~ya..aku lupa bahwa kau sangat mengagumi hyung”, sungutnya.

Nara terkekeh, “Jangan bilang kau sedang cemburu padaku, Cho Kyuhyun yang tampan”, tebaknya dan langsung dijawab dengan jitakan kecil di kening Nara, “Teruslah bermimpi, Kwan Nara sayang”, ucapnya dengan nada yang sangat merendahkan.

Nara menggembungkan pipinya, agak sebal.  “Eeteuk Oppa bilang, dia mau memberikanku IPad secara gratis”, jelasnya tanpa diminta dan membuat Kyuhyun menganga, “Hah?!  Dia juga bilang seperti itu padaku!”, ucapnya tak percaya.

Kini pasangan kekasih itu mulai berpandangan dengan tatapan blank, “Kau tahu?  Sepertinya ada yang tidak beres, karena…”, ucapan Kyuhyun dibarengi dengan gerakannya yang memutar kenop pintu, “Pintunya terkunci..lagi”.

Nara membelalak lebar dan langsung mendorong tubuh Kyuhyun untuk segera minggir dari depan pintu, “Ya!  Dikunci lagi?!  Ige mwoya?!  Oppadeul~ BUKA PINTUNYA!!”, Nara langsung kalap dan mencoba membuka kenop pintu dengan sekuat tenaga. “Ya, Cho Kyuhyun!  Kau pasti punya kunci duplikatnya kan?”

Kyuhyun menatapnya jengah, “Kwan Nara sayang, gunakan otakmu!.  Pintu ini selain memakai kunci biasa juga memakai kombinasi angka untuk kemanan.  Dan aku tak tahu kode keamanan di lantai 12 ”, ucapnya sambil menunjuk kearah benda berbentuk kotak yang ditengahnya terpampang berbagai nomor.

“Kalau begitu, coba saja asal-asalan!”, ucapnya sambil berniat untuk memasukkan sembarang nomor, tapi Kyuhyun langsung menahan tangannya.  “Kau hanya punya 3 kesempatan!.  Tak boleh asal-asalan!”.

Nara langsung terduduk lemas, hampir mau menangis, “Ya~!  Kenapa membermu itu usil sekali?!  Mengunci kita berdua terus-terusan.  Apa sebenarnya mau mereka semua?!”, tanyanya kesal.  Kyuhyun mendesah berat, sama kesalnya seperti kekasihnya itu.  Sebenarnya apa yang diinginkan para hyungnya itu?

Belum sempat Kyuhyun memikirkan jawabannya, tiba-tiba sudah ada selembar kertas yang disisipkan melalui celah bawah pintu.  Kyuhyun menggeser tubuh Nara dengan kakinya, “Ya~!  Minggir!”, sentaknya dan Nara langsung bergeser dengan patuh, sedang tak berniat membalas perkataan raja iblis itu.

Kyuhyun mengambil kertas itu dan melihat sebaris tulisan yang dikenalnya, kemudian dia langsung menggedor pintu dengan kalap. “Ya!! Kalian semua ada diluar kan?!  Buka pintunya!!”, serunya penuh emosi.  Nara yang mengerti bahwa para member sedang berada di luar pintu, langsung ikut menggedor dengan penuh nafsu, “Oppadeul!!  Jebal!!  Aku sudah bosan dikurung dengan si bodoh ini!!”, teriaknya dan langsung membuat Kyuhyun mendelik tajam, “Siapa yang kau sebut bodoh, Kwan Nara sayang?”

“Tentu saja kau, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucap Nara dengan tajam dan balas mendelik.

“Yaa~jangan bermesraan seperti itu!  Bacalah mission card dari kami!”, teriak seseorang dari luar pintu dan membuat Kyuhyun dan Nara segera menutup mulutnya.  Mereka berdua kini melirik sebuah kertas berwarna putih yang diatasnya tertulis beberapa baris kalimat :

Cho Kyuhyun dan Kwan Nara…

Apa kabar? Kekekeke~

Kami harap kalian bisa tinggal dengan damai di dorm ini, keterangan selanjutnya bisa kalian lihat di dalam kaset recorder yang ada di depan TV.

Nyalakanlah dan kalian akan tahu apa yang terjadi dan apa yang harus kalian lakukan.

Nara segera beranjak ke depan TV yang ada di ruang tamu dan menemukan ada sebuah kaset recorder yang tergeletak begitu saja, “Maksudnya ini?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun mengangkat bahu, “Mungkin saja.  Coba kau nyalakan”, Kyuhyun melipat kertas itu dan beranjak menuju kearah Nara yang sedang memasukkan kaset ke dalam deck pemutar.

Annyeong~”, kini wajah Leeteuk, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook dan Yesung langsung muncul di layar TV setelah kaset recorder itu diputar.  Nara dan Kyuhyun saling berpandangan, masih heran.  Tapi Kyuhyun mengedikkan kepalanya kea rah TV, “Kita tonton saja dulu”, ucapnya.  Nara mengangguk mengiyakan.

Kwan Nara dan Cho Kyuhyun.  Aigoo~kadang aku bingung kenapa kalian bisa berpacaran dan bertahan hingga 2 tahun”, ucap Eunhyuk dan dibalas dengan anggukan member lainnya yang berada di situ.

Kalian sama sekali tidak seperti orang yang berpacaran.  Kalian sadar itu?”, ucap Sungmin sambil menghadap kamera.  “Jadi…

Kami akan mengadakan SECRET MISSION untuk kalian!!”, ucap mereka layaknya saat mereka memandu sebuah acara variety show.  Nara dan Kyuhyun hanya menganga melihat video itu, “Hah?”, ucap mereka berbarengan, masih heran.

Jadi, Cho Kyuhyun dan Kwan Nara…kalian akan kami kurung di dorm ini selama sehari penuh.  Kalian tidak boleh keluar dari dorm dengan alasan apapun.  Ah, ya~ Nara, kami sudah meminta izin ke sekolahmu dan bilang bahwa kau ada urusan keluarga selama 2 hari.  Jangan khawatir~!”, ucap Leeteuk santai.  Nara langsung emosi, “Mwoya?!  Kenapa seenaknya saja?!”

Yesung menambahkan, “Kalian akan mendapat beberapa misi yang harus kalian selesaikan dalam sehari itu.  Dan jangan pernah berpikir untuk tidak melakukan misi yang telah kami suruh karena kami bisa mengintai kalian”, ucapnya misterius.  Kyuhyun segera mengitarkan pandangannya dan menemukan sebuah kamera tersembunyi yang dipasang di posisi yang strategis untuk mengintai setiap kegiatan mereka, “Aissh, jinjja! Ini keterlaluan~!”, keluhnya.

Ryeowook tiba-tiba muncul di depan kamera dan tersenyum lebar, “Nara-ya, semua bahan-bahan untuk memasak sudah kusiapkan di kulkas.  Jadi kalian tak perlu keluar dari dorm”, jelasnya.  Nara mendengus kesal, “Siapa juga yang berminat untuk masak? Kita kan bisa…”

Dilarang DELIVERY ORDER!”, seru Ryeowook yang seperti bisa menebak jalan pikiran Nara.  Nara akhirnya mengangguk dengan berat, “Arasseo~ Arasseo”, jawabnya mengalah.

Kini Donghae muncul di layar TV sambil tersenyum lebar, “Dan jika kalian telah menyelesaikan misi tersebut, kami sudah menyiapkan hadiah untuk kalian”, serunya dan memperlihatkan 2 kotak yang dimata Kyuhyun dan Nara terlihat bagaikan harta karun yang tak bernilai harganya, “IPad merk Apple dengan memori internal 27GB.  Persis seperti yang kalian lihat bersama-sama waktu itu”.

“Waaah~”, Nara dan Kyuhyun langsung menganga lebar dan menatap IPad itu dengan pandangan kagum.

Misi yang pertama sudah kami sisipkan di atas kulkas”, ucap Leeteuk ringan, “Sampai berjumpa  besok, Cho Kyuhyun yang tampan dan Kwan Nara sayang~”, ejeknya membuat Nara dan Kyuhyun agak merinding mendengar nama panggilan mereka berdua diucapkan oleh orang selain mereka masing-masing.

Nara dan Kyuhyun berpandangan sejenak dan akhirnya saling menghela nafas dengan berat, “Apa boleh buat, ini semua demi IPad”, ucap Nara dan diiyakan oleh Kyuhyun.

Kini mereka berdua berjalan menuju kulkas dan mengambil sebuah kertas yang ada diatasnya.  Terdapat beberapa baris tulisan lagi, mereka berdua langsung membacanya :

Segeralah ke kamar Hankyung dan temukan misi pertama kalian disana”,  Kyuhyun membaca tulisan itu.  Nara mengangguk paham dan segera mengedarkan pandangannya, “Kamar Hankyung Oppa…yang itu kan?”, tanyanya memastikan sambil menunjuk ke satu arah.  Kyuhyun mengangguk, “Kau masuk duluan.  Aku mau mengambil handphoneku dulu yang ada di dalam tas”, pintanya.

Nara menggumam ringan dan masuk ke kamar dengan santai, otaknya kini hanya fokus pada IPad yang akan diberikan untuknya secara gratis.  Mengenai masalah misi ini, ah…Nara tak takut.  Dia dan Kyuhyun pasti bisa melewati segala misi apapun (biarpun harus dengan bertengkar terlebih dahulu, tentunya).

Sedangkan Kyuhyun beranjak ke pintu untuk mengambil tasnya yang tadi tergeletak begitu saja.  Dia merogoh isi tas dan mengambil handphonenya, “Ya~ kenapa baterenya mesti habis di saat seperti ini?!”, gerutunya kesal.  Dia berniat mengambil charger miliknya yang disimpan di sisi lain tas sebelum Nara berteriak kencang,

IGE MWOYA?!”.

Kyuhyun yang agak khawatir, langsung berderap menuju kamar milik Hankyung dan dia langsung menangkap sosok Nara yang tengah berdiri terpaku menghadap kearah kasur, “Ya~neo waekurae?”, tanyanya heran.

Tangan Nara terangkat dengan gemetar dan menunjuk kea rah kasur, “Itu…di atas kasur…ada…”, ucapan Nara terputus, terdengar sangat gugup.  Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah kasur namun sedetik kemudian matanya langsung terbelalak lebar, “BAYI?!”

Bayi yang awalnya tengah terlelap itu kini merasa terganggu dengan keadaan bising di sekitarnya, hingga akhirnya…“HUWEEEEEEE~!”

“Yaa!  Cho Kyuhyun, jigeum ottokhae?!!”

******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

Mata Eunhyuk dan beberapa member lainnya kini tak lepas memperhatikan televisi yang tersambung langsung dengan kamera tersembunyi yang mereka pasang di lantai 12 untuk memantau setiap gerakan Kyuhyun dan Nara.  Leeteuk mendesah ragu, “Benarkah misi kita ini tidak keterlaluan untuk mereka?  Maksudku…aku mengkhawatirkan nasib bayi itu”.

Eunhyuk mengibaskan tangannya dengan santai, “Ah~hyung, tenang saja.  Sebodoh-bodohnya mereka berdua, pasti mereka bisa menjaga bayi itu dengan baik ‘kan?  Apalagi ini hanya sehari, bayi itu pasti masih hidup kok”.

Ryeowook menggaruk kepalanya dengan ekspresi polos, “Hyung~ kau ingat? Jika mereka berdua bertengkar, mereka sering membanting apapun tanpa melihat apa yang sedang mereka lempar.  Bisa saja ada kemungkinan bayi itu yang…” , dia tak meneruskan kata-katanya, merinding sendiri membayangkan apa yang akan terjadi.

“ANDWAE!!  ITU KEPONAKANKU!!”, teriak Donghae yang tak terima jika nasib keponakannya itu terancam di tangan duo iblis itu.  “Ya~!  Ottokhae?!  Jika dia dilempar oleh Kyuhyun atau Nara, apa yang harus kukatakan pada sepupuku itu?”!”, tanyanya panik.

Sungmin menjawab dengan santai, “Ya, buat saja bayi yang baru dengan Haejin”.

********

…Super Junior’s Dorm 12th Floor…

“HUWEEEE~!!”, bayi itu masih menangis dan makin lama rengekannya makin kencang.  Nara masih diam di tempat dan tak berhenti membuka tutup mulutnya.  “Ini..bayinya..nangis. Jadi..jadi..jadi..”, ia masih gugup dan tak tahu harus melakukan apa.

Kyuhyun juga sama, dia tak bergeming sama sekali.  Tangannya benar-benar gemetar melihat bayi dihadapannya ini, jadi mereka harus tinggal selama sehari penuh bersama bayi ini?!

Nara akhirrnya mengambil inisiatif duluan untuk menghampiri bayi itu, tapi masih belum berani menyentuhnya.  “Ya!!  Ottokhae?!”, serunya saat bayi itu kini mulai meraung-raung hingga membuat gendang telinga Nara seakan mau pecah.  Kyuhyun menggelengkan kepalanya beberapa kali, seperti mencoba untuk mendapatkan kesadarannya kembali.  “Itu…gendong saja”, ucapnya singkat.

Nara mendengus, “Cho Kyuhyun, ini bayi!  Bukan balita!  Semua tubuhnya masih rentan untuk dipegang!”, serunya kesal.

Tapi akhirnya dengan penuh nekat dan karena tak tahan mendengar tangisannya, Nara memberanikan diri untuk menggendong bayi itu biarpun pegangannya masih agak kaku.  “Cup cup cup~”, kini ia mencoba menenangkan bayi itu hingga tangisannya kini hanya tinggal isakan kecil saja.

Saat Nara sedang menggendongnya, Kyuhyun melihat ada kertas yang awalnya tertutupi oleh adanya bayi itu.  Dia langsung mengambil kertas itu dan melihat ada tulisan bertuliskan Mission #1 di atasnya.

Misi #1 : Berikan nama untuk bayi ini setelah itu buatkan susu dan jangan lupa siapkan makan untuknya!!

p.s : selesaikan semua misi ini, baru kalian akan menemukan kertas yang berisi misi selanjutnya~

Nara yang ikut melihat isi dari kertas itu langsung mendesis heran, “Nama?”.  Tangannya masih mengelus-ngelus pundak bayi itu, kini dia sudah mulai terbiasa untuk menyentuh tubuh mungil ini.  “Memangnya kita punya hak untuk menamainya?”.

Kyuhyun mengangkat bahu, “Molla.  Tapi kurasa kita harus menyelesaikan misi ini secepatnya”, ucapnya.  Dia melirik bayi yang digendong oleh kekasihnya itu, ternyata dia sudah kembali terlelap, “Hee?  Dia sudah tidur lagi?!”, tanyanya tak percaya.  Nara tersenyum penuh kemenangan, “Tangan seorang wanita itu selalu menjadi hal terhebat selain sihir.  Kau harus tahu itu~”.

Kyuhyun mendecak heran, “Ya~ tanganmu memang hebat, tapi otak dan hatimu itu tetap saja seperti batu”, ucapnya asal dan membuat Nara membelalak kesal, “Ya~!!  Cho Kyuhyun, neo….!!”

“Hik..Hik..Hiks”, bayi di gendongan Nara mulai merengek saat mendengar kebisingan di sekitarnya.  Nara langsung diam dan menutup mulutnya sementara itu Kyuhyun malah terkekeh senang, “Pelankan suaramu itu, Kwan Nara sayang” ejeknya dan langsung dibalas dengan hentakan kaki Nara yang mendarat mulus di kakinya yang jenjang.  “Awww~!!!”

“Hentikan ucapanmu dan segera pikirkan nama untuk bayi ini, Cho Kyuhyun yang tampan!”, desisnya karena takut bayi ini kembali terbangun.  Kyuhyun memfokuskan pikirannya dan memikirkan beberapa nama yang muncul di otaknya, sementara itu Nara kini tengah menidurkan kembali bayi itu di kasur.

“Starcraft?”, ucap Kyuhyun singkat dan membuat Nara menatapnya galak.  “Biarpun kita maniak game, tapi nama itu adalah suatu cerminan diri seseorang.  Mana mungkin kita menamai anak ini dengan starcraft?!  Babo gateun~”, kata-kata Nara itu agak membuat Kyuhyun merinding, “Sejak kapan kau jadi bijak seperti ini?”.

Pertanyaan Kyuhyun itu kembali dibalas dengan sebuah injakan di kakinya, “Jangan biacara macam-macam.  Pikirkan nama yang lain!”.

Keundae…bukankah kita harus tahu jenis kelamin bayi ini, baru kita bisa mencari nama yang tepat?”, tanya Kyuhyun.  Nara mengangguk mengiyakan, “Ah~keurae.  Kalau begitu, cepat periksa”.

“Kenapa mesti aku?!  Mataku masih suci! Bagaimana jika dia itu bayi perempuan?  Kau saja yang memeriksa”, serunya.  Nara segera menggeleng, “Mataku juga masih suci, Cho Kyuhyun yang tampan”, tolaknya enggan.

Kyuhyun menggaruk kepalanya dengan kesal, “Arggh~sudahlah, tunggu sebentar!”, ucapnya dan beranjak keluar kamar, “Aku akan menelfon noona dan menanyakan nama yang bagus untuknya”.

Nara menatap kepergiannya tanpa minat dan kembali mengalihkan pandangannya ke bayi yang secara perlahan kembali ia letakkan di atas kasur.  Dia amat sangat mungil, hingga membuat Nara takut jika dia akan menyakitinya saat menggendongnya tadi.  Beginikah perasaan seorang Ibu saat menggendong anaknya?

Nara terkekeh sendiri saat memikirkan hal barusan.  Ck~sejak kapan dia memiliki naluri keibuan seperti ini? Ah~ dirinya sudah mulai gila! (.____.)

Akhirnya dia memutuskan untuk membuat susu saja, toh tak ada lagi yang bisa dikerjakan olehnya.  Nara pun beranjak ke dapur dan membuka rak makanan kemudian menemukan sebuah kotak susu.  Dia menaruh susu itu disampingnya dan mulai merebus air. Tapi masalah baru datang lagi…

Dia tak tahu takaran yang tepat untuk membuat susu!

“Yaa~kenapa tak ada petunjuknya sih?”, rutuknya sambil membolak balik kotak susu itu dan tetap tak menemukan cara ataupun takaran untuk membuat susu ini.

Saat Nara sedang berkonsentrasi dengan kotak susu itu, tiba-tiba saja Kyuhyun sudah berada di sampingnya dengan wajah berbinar, “Dapat!!  Noona bilang, namai saja Allen!  Bisa untuk perempuan atau laki-laki kan?”, tanyanya meminta pendapat.  Tapi Nara terlihat tak peduli dan menggumam seadanya, “Hmm, nama yang bagus~”, ucapnya ringan dan masih fokus pada kotak susu itu.  “Mana sih petunjuk penggunaannya?!”

Kyuhyun hanya manyun saat idenya atas nama bayi itu tak diindahkan oleh gadis ini, “Ya! Setidaknya pujilah aku~  aku sudah bersusah payah mencari alasan supaya noona tak curiga mengapa aku tiba-tiba menanyakan nama anak padanya!”, ketusnya.

Nara tak menjawab dan akhirnya menyerah, “Ah~sudahlah, masukkan secukupnya berdasarkan insting saja”, gumamnya dan membuka kotak susu itu kemudian memasukkan beberapa sendok bubuk susu  ke dalam botol yang khusus disediakan olehnya.

Ingin rasanya Kyuhyun menelan bulat-bulat gadis di sampingnya ini!

******

“Selesai~!!”, seru Nara semangat sambil mengencangkan tutup botol susu yang disiapkannya untuk Allen.  Kyuhyun masih memicingkan mata ke arah botol susu itu, “Apa ini sudah benar-benar aman untuk Allen?”, tanyanya ragu.  Nara memandang Kyuhyun dengan pandangan merendahkan, “Jika kau ragu dengan susu buatanku ini, silakan membuat yang baru, Cho Kyuhyun-ssi”, ucapnya dan beranjak meninggalkan Kyuhyun yang masih diam terpaku dan mencoba menahan emosinya.

Kyuhyun mengatur nafasnya dan berbisik pelan, “Sabarlah, Cho Kyuhyun.  Sabaaar~ Tenaaang~Santaai~.  Jangan emosi~ Jangan emosi”.  Jujur saja, Kyuhyun sudah merasa frustasi padahal mereka baru tinggal bersama kurang dari 1 jam.

Selama ini Kyuhyun dan Nara tak mengetahui arti berpacaran selain : bertemu dan bertanding game. Jadi wajar saja jika mereka masih asing saat mengetahui kenyataan bahwa banyak masalah yang bisa terjadi di dalam berpacaran selain bertengkar karena kalah dalam memainkan satu game.

Tapi dia tak pernah menyangka bahwa tinggal bersama gadis itu benar-benar sesulit ini.  Apalagi ditambah dengan kehadiran bayi itu, membuatnya merasa telah menjadi seorang…

“Ayah?”, desisnya tak percaya.  Sedetik kemudian wajahnya memerah saat mengingat moment ketika Nara menggendong Allen dengan hati-hati dan penuh perhatian.  Dia tak menyangka bahwa kekasihnya itu bisa berlaku layaknya seorang Ibu pada umumnya.

“Aaaaargh!!”, dia langsung menjambak rambutnya dan membenturkan kepalanya dengan sengaja kearah kulkas untuk mendapatkan kesadarannya kembali.  Dia tak percaya bahwa tadi dia berpikir melihat Nara yang tersenyum sambil menggendong Allen dan memanggilnya Yeob…

Cho Kyuhyun!!  Buatkan makanan untuk Allen!!”, angan-angan Kyuhyun yangsedang terbang ke langit ketujuh, tiba-tiba saja seperti dihempaskan ke dasar bumi saat dia mendengar kata-kata bernada dingin itu.  Kini Nara sedang berada di hadapannya dan menggendong Allen yang sedang meminum susu dengan tenang, kelihatannya dia nyaman berada di pelukan kekasihnya itu.

Kyuhyun menarik nafas lagi dan menepuk pipinya beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.  “Dia makan apa?”, tanyanya blank.  Nara menatapnya jengah, “Allen makan darah perawan yang cantik seperti Haneul”, ucapnya kesal karena mendengar ucapan bodoh kekasihnya ini.

Kyuhyun mendecak kesal, “Yaa~kenapa membawa-bawa nama dia lagi?!”.

“Kau yang bodoh, Cho Kyuhyun.  Masih saja bertanya : ‘Dia makan apa?’.  Ya tentu saja Allen makan makanan bayi.  Aish, jinjja~”.

Kyuhyun mengangguk paham dan membuka rak makanan dengan malas-malasan sementara itu Nara meninggalkannya sendirian, “Ya~!  Mau kemana kau?!”, tanya Kyuhyun saat melihat Nara pergi.  “Tanganku pegal menggendong Allen, aku mau menidurkannya”, jawabnya singkat dan kembali masuk ke dalam kamar.

Kyuhyun  mendecak kesal dan mengambil sekotak bubur bayi yang ada di dalam rak dan membaca petunjuk untuk memasak bubur itu.  “Ah~mudah sekali!”, ucapnya sambil menyiapkan panci untuk merebus air.

Setidaknya Allen tak akan marah seperti Leeteuk hyung jika bubur yang dibuat olehnya ini kelebihan air, bukan? Jadi, Kyuhyun langsung memasak bubur itu dengan penuh percaya diri dan tanpa ragu-ragu.

******

“Kau memasak bubur atau merebus air?”, tanya Nara saat melihat semangkuk bubur yang dibawakan oleh Kyuhyun kepadanya.  Bubur di tangannya ini sama sekali tak pantas disebut sebagai bubur karena bentuknya yang terlalu cair.  Bahkan dimata Nara, bubur ini hanya terlihat seperti air berwarna keruh.  “Kau memang tak pernah bisa belajar dari pengalamanmu memasak ramyeon dulu, ya?”, ejek Nara dan membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

“Sudahlah, aku saja yang membuat buburnya”, Nara beranjak menuju dapur, “Jaga Allen!  Jangan sampai dia jatuh dari kasur!”, ucap Nara khawatir.  Kyuhyun menggumam mengiyakan dan kini duduk di pinggir kasur dan menatap Allen yang sedang asyik memegang botol susu di tangannya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan polos.

Tanpa sadar, tangan Kyuhyun bergerak mengelus pipi Allen dan mencubitnya pelan.  Dia tersenyum kecil saat melihat Allen terkekeh senang saat dia melakukan hal itu, “Aigoo~neomu kweiyopda”, desisnya pelan dan mengelus rambut bayi itu.

Entahlah, tapi Kyuhyun benar-benar merasakan kedamaian ketika melihat tawa Allen yang senang saat Kyuhyun menyentuhnya.  Rasanya seluruh rasa lelah yang Kyuhyun rasakan sehabis syuting itu langsung sirna dan menghilang tanpa bekas.  Mungkin inilah perasaan Ayahnya saat melihat dirinya sewaktu kecil yang berlari-lari ke arah Ayahnya setiap beliau pulang kerja.

Entah atas dasar apa, Kyuhyun memberanikan diri untuk menggendong tubuh mungil itu dengan hati-hati.  Dan ajaibnya, Allen tak menangis sama sekali.

*******

“Aishh, si bodoh itu! Masa’ membuat bubur seperti ini saja dia tak bisa?”, Nara mengeluh sambil mengaduk bubur di mangkuknya.  Kini dia berjalan menuju kamar tempat Kyuhyun dan Allen berada.  Tapi langkahnya langsung terhenti saat dia melihat sosok Kyuhyun yang tengah tertawa kecil sambil mencubit pipi bayi itu.

Nara merasakan jantungnya berdebar tak karuan saat melihat senyuman itu, apalagi saat ini Kyuhyun sedang mencoba menggendong Allen, biarpun masih terlihat agak takut dan khawatir.  Entah kapan terakhir kali Nara merasa berdebar saat melihat sosok Cho Kyuhyun, mungkin terakhir kali adalah saat dia belum berkenalan dengannya dan masih tergila-gila padanya sebagai sosok ELF.

Tapi kali ini berbeda.

Debaran di jantung Nara bukan terjadi karena dia melihat wajah tampannya atau karena mendengar suara merdunya yang bisa meluluhkan hati siapapun.  Tapi terjadi karena dia melihat sosok lain dari seorang iblis yang biasa menemani harinya selama 2 tahun terakhir.

Dia menemukan sosok malaikat di dalam raga Cho Kyuhyun.

*******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

“INI DIA!!!  Ini adegan yang dari kemarin kutunggu-tunggu!!”, ucap Eunhyuk semangat.  Leeteuk, Yesung, Sungmin, Donghae dan Ryeowook yang awalnya sedang menonton DVD Drama You’re Beautiful, langsung beranjak kearah Eunhyuk yang masih setia memperhatikan perkembangan Kyuhyun dan Nara dari kamera CCTV.  “Mwo?  Mwo?”, tanya Leeteuk penasaran.

“Lihat sendiri, hyung!!!  Lihat~ persis adegan di film India kan?!”, serunya.  Kini di TV terlihat sosok Kyuhyun yang sedang menggendong Allen dan juga Nara yang memperhatikan keduanya secara sembunyi-sembunyi dari dekat pintu kamar.  “Ya!!  Ini harus didokumentasikan!”.

Leeteuk menggeleng heran saat melihat respon Eunhyuk yang menurutnya terlalu berlebihan.  Tapi akhirnya dia menyadari bahwa pasangan itu telah menyelesaikan misinya yang pertama, “Ah~tak kusangka mereka bisa menanganinya dengan cepat”, ucapnya sambil mengeluarkan handphone dari sakunya kemudian memencet nomor handphone Kyuhyun.

Saatnya memberikan misi kedua”.

*******

“Jadi bagaimana kita menyuapinya?”, tanya Nara bingung.  Kyuhyun mengangkat bahunya dengan ringan, “Yaa~begitu saja”, ucapnya sambil menunjuk kearah Allen yang sedang tidur terlentang sambil menghisap jempolnya.

Nara mendelik kearah kekasihnya itu, “Cho Kyuhyun, kau pernah makan bubur sambil tiduran?”, tanyanya.  Kadangkala ucapan kekasihnya ini benar-benar bodoh dan bahkan sama sekali tak masuk akal. Maka dari itu, Nara masih bingung kenapa pria bodoh ini bisa menjadi salah satu peserta olimpiade matematika.  Cish~

Kyuhyun menggaruk kepalanya, “Jadi kau mau bagaimana?”, tanyanya balik.  Nara berpikir sejenak dan akhirnya menyuruh Kyuhyun untuk menggendong Allen, “Kenapa digendong?”, tanyanya heran.  Nara menginjak kakinya lagi, “Jangan banyak bicara.  Aku lelah”, ucapnya dan mengangkat tubuh Allen ke pelukan Kyuhyun, hingga kini Nara bisa menyuapinya dengan leluasa.

“Aigoo~kelihatannya dia kecil, tapi ternyata berat ya?”, gumam Kyuhyun yang mulai merasa tangannya pegal setelah menggendong Allen selama beberapa saat.

Nara terkekeh pelan, “Kau sudah pegal menggendongnya selama beberapa menit? Apa kau bisa bayangkan rasanya menjadi seorang Ibu yang selalu membawa beban seberat itu selama 9 bulan?”, tanyanya sekilas dan kembali menyuapkan sesendok bubur ke mulut Allen yang mungil, “Ommo~anak pintar”, pujinya.

Kyuhyun diam sejenak, masih mencerna setiap kata-kata Nara barusan.  Ya, selama hidupnya ini..Kyuhyun belum pernah memikirkan hal itu.  Bagaimana perasaan Ibunya saat mengandungnya dulu, saat mendidiknya mengenai etika dan menjaganya hingga ia bisa seperti sekarang.  Dan sekarang ia mengetahui hal itu karena kata-kata seorang gadis seperti Kwan Nara.  Aigoo~

Tepat saat Nara menyuapkan sendok terakhir ke mulut Allen, tiba-tiba handphone Kyuhyun berbunyi.  Ia segera menyerahkan Allen pada Nara dan mengangkat telefon itu.  Ternyata dari Leeteuk.

Yoboseyo, hyung?!”, tiba-tiba saja emosi Kyuhyun kembali muncul lagi saat mengingat ulah mereka berenam yang mengerjainya.  “Ya~cepat keluarkan kami dari sini!”, pintanya.

Leeteuk terkekeh dari seberang telefon, “Tenanglah, masih ada 2 misi lagi yang harus kalian selesaikan”, ucapnya ringan dan membuat Kyuhyun ingin melemparkan sandal yang sedang dipakainya ini ke kepala leadernya itu.  “Dan misi kedua ada di balik TV”.  Tepat setelah mengatakan hal itu, Leeteuk langsung memutuskan sambungan teleponnya dan membuat Kyuhyun segera beranjak kea rah TV untuk mengambil petunjuk mengenai misi selanjutnya.

Misi #2 :  Kalian lapar?  Segeralah memasak~  Kalian mengantuk?  Segeralah tidur~

Kyuhyun mengernyit heran membaca misi ini.  Rasanya ini lebih seperti menebak petunjuk dibandingkan dengan memberikan misi.

Nara keluar dari kamar sambil menggendong Allen, “Siapa yang menelpon?”, tanyanya.  Kyuhyun menjawab sambil melambaikan kertas yang berisi misi itu, “Leeteuk hyung, dan ini misi kita selanjutnya…”

Nara terlihat tertarik dan membaca tulisan di kertas itu, “Memasak?  Tidur?”, ulangnya.  Ia menatap Kyuhyun, “Kau tahu artinya?”, tanyanya dan dijawab dengan gelengan.  Nara menggumam, “Sepertinya…kita disuruh untuk memasak bersama”, tebaknya.

Kyuhyun terlihat agak terkejut, “Memasak…bersama?”

Nara mengangguk santai, “Memangnya kenapa?  Toh kita berdua kan bisa memasak…”, Nara melanjutkan ucapannya dengan berat, “Ramyeon”.

Kyuhyun mendesah kecewa, “Hah~ yasudahlah, daripada kita mati kelaparan…kurasa lebih baik kita makan ramyeon”, lanjutnya dan dijawab dengan anggukan lemah dari Nara.

Kini mereka berdua sudah berada di dapur dan telah menggunakan celemek masing-masing.  Allen kini tengah berada di dalam kain yang dipanggul ke punggung Kyuhyun (karena Nara tak ingin membiarkan Allen sendirian di kamar tanpa ada yang mengawasi).  Karena digendong di punggung, tangan Kyuhyun jadi bebas untuk membantu Nara yang sedang menyiapkan peralatan untuk memasak.

“Coba kau ambil ramyeonnya”, ucap Nara sambil menyalakan kompor.  Kyuhyun beranjak mengambil ramyeon yang ada di rak makanan, tapi tepat saat dia berbalik untuk memberikan ramyeon itu untuk Nara…

DDUAKK!

“Huweeeeee~!!”, Allen langsung menangis histeris saat kepalanya membentur salah satu dari pintu rak yang dibuka Kyuhyun.  Kyuhyun lupa bahwa dia sedang menggendong Allen dipunggungnya hingga dia tak memikirkan kemungkinan itu.  “Aiyaa~yayayaya..uljjima!”, Kyuhyun langsung panik.

Nara tergopoh-gopoh datang menghampiri mereka dan melihat dahi Allen yang agak memerah, “YA!  APA YANG KAU LAKUKAN?!”, Nara memekik khawatir sekaligus panik dan langsung mengambil Allen dari gendongan Kyuhyun, “Mengapa bisa seperti ini?!  Allen masih bayi, tahu!  Seluruh tubuhnya ini rentan terhadap benturan!  Aishh~kau bodoh sekali!”, sentaknya dan segera menepuk-nepuk punggung bayi itu sambil meniupi bekas benturan di dahinya.  “Uljjima~”, kata Nara sambil membawa pergi Allen dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menggaruk kepalanya, sedikit merasa bersalah.  Dia benar-benar lupa jika Allen sedang berada di gendongannya tadi.  “Aishh~kau ceroboh sekali, Cho Kyuhyun!”, desisnya sambil menjitak kepalanya sendiri.

Tangisan Allen masih terdengar dari dalam kamar, Kyuhyun bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.  Dia ingin membantu Nara menenangkan bayi itu, tapi dia takut akan disemprot lagi oleh kata-kata pedas gadis itu.

Tapi matanya tertarik ke air yang kini telah mendidih di dalam panci yang berada di atas kompor.  Dia juga melirik ke 2 bungkus ramyeon di tangannya, “Hhh~anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku”, ucapnya sambil beranjak mendekati kompor dan memasukkan ramyeon itu ke dalam panci.

Untuk kali ini dia berharap takaran air yang dia gunakan sudah tepat.

******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

“YA!!  Itu kening keponakanku!!  Aigoo~ aku bisa dibunuh oleh sepupuku jika aku mengembalikannya dengan memar seperti itu!!”, Donghae langsung panik saat melihat adegan Kyuhyun yang tak sengaja membenturkan kepala Allen ke salah satu pintu rak makanan.

Sungmin masih menjawab ringan, “Bukankah sudah kubilang?  Kau tinggal membuat bayi baru bersama Haejin”

*****

…Super Junior’s Dorm, 12th Floor…

Kyuhyun mendorong pintu kamar dengan sangat hati-hati, berusaha tak menimbulkan suara yang bisa mengganggu ketenangan dua penghuni di dalamnya.  Di tangannya, dia membawa nampan yang terdapat dua mangkuk berisi ramyeon buatannya.

Dia melongokkan kepalanya terlebih dahulu, mencoba mengecek keadaan.  Ternyata Nara sedang mengelus-ngelus kepala Allen sambil menggumam menyenandungkan sebuah lagu anak-anak, sedangkan Allen kini sudah tidur terlelap sambil menghisap jempolnya.  “Ehem~”, Kyuhyun berdehem pelan hingga membuat Nara menengok ke arahnya.  Pandangannya masih agak marah, “Mwo?  Jika ingin menyakiti Allen, jangan kemari!”, ucapnya ketus.

Kyuhyun nyengir kecil dan mengangkat nampan yang dibawanya, “Ayo makan”, ajaknya singkat.

Nara menyipitkan pandangannya, “Kau yang masak?”, tanyanya tak percaya.  Kyuhyun mengangguk dan beranjak mendekati Nara yang duduk di tepi kasur, “Kali ini kujamin rasanya enak”, ucapnya yakin dan menyerahkan semangkuk ramyeon itu pada Nara yang masih ragu.

“Sudahlah, makan saja dulu~”, Kyuhyun memulai memakan ramyeon duluan.  Nara yang juga merasa lapar, akhirnya terpaksa memakan ramyeon buatan kekasihnya itu.  Tapi sedetik kemudian, ekspresi wajahnya langsung berubah, “Ini…kau yang membuatnya sendiri?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun mengangguk semangat, “Enak ‘kan?”.

Nara tersenyum simpul dan mengangguk seadanya, “Lumayan.  Setidaknya tidak seperti yang sering dikatakan oleh Leeteuk Oppa”, ucapnya ringan dan membuat Kyuhyun menjitak kepalanya pelan.  Nara terkekeh dan diam untuk sejenak, “Lain kali jangan seperti itu lagi”, ucapnya tiba-tiba dan membuat Kyuhyun heran.

“Kau harus berhati-hati, jangan ceroboh.  Suatu saat nanti kau akan merasakan menjadi Ayah dan posisi Allen tadi akan digantikan dengan posisi anakmu.  Dan kau tak boleh menyakiti anakmu sendiri”, ucapan Nara itu kembali membuat Kyuhyun terdiam, masih sibuk mencerna setiap kata-katanya.

Tapi akhirnya dia mendesah pelan dan mengangguk paham, “Arasseo, yeobo”, ucapnya dan kembali memakan ramyeonnya.  Nara agak terkejut dengan panggilan yang tadi diucapkan oleh Kyuhyun, tapi dia tak menolaknya dan tak memprotesnya sama sekali.  Panggilan itu cukup dapat diterima oleh telinganya yang biasanya sukar sekali untuk menerima hal-hal romantis seperti itu.

Rasanya sudah saatnya hubungan mereka sedikit menjadi lebih dewasa.

*******

…30 Minutes Later, Super Junior’s Dorm, 12th Floor…

“Kau tidur disini dengan Allen.  Biar aku tidur di kamar yang lain saja”, ucap Kyuhyun saat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.  Sudah tiba saatnya untuk beristirahat bagi mereka berdua.

Nara mengangguk dan kini tidur di samping Allen yang sudah terlelap pulas, “Jangan bermimpi tentangku, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucap Nara saat Kyuhyun hendak mematikan lampu kamar.  Kyuhyun mendengus cepat, “Teruslah berharap, Kwan Nara sayang”, ucapnya dan langsung mematikan lampu.  Nara tak bisa menyembunyikan senyumnya saat mendengar ucapan kekasihnya itu.

Sementara itu, Kyuhyun kini beranjak menuju kamar milik Leeteuk dan Donghae yang berada di ujung ruangan.  Dia menguap beberapa kali dan mereangkan tubuhnya untuk sejenak, “Argh, pegalnyaa~”.

Tangannya telah memegang kenop pintu dan berniat untuk membukanya, namun…”Loh?  Loh? Loh?”, kenop pintu itu lagi-lagi tak bisa dibuka.  Kyuhyun sudah merasakan ada hal yang tak beres dan beralih ke kamar milik Heechul, namun hasilnya tetap sama.  PINTUNYA TERKUNCI!

Kini dia mengerti maksud dari kartu yang berisi misi itu, Kalian mengantuk?  Segeralah tidur~

Itu berarti : Kyuhyun dan Nara harus tidur dalam kamar yang sama!!

Kyuhyun mendecak kesal dan bimbang untuk sejenak.  Apa yang harus dia lakukan sekarang?! Kembali ke kamar itu?  Lalu tidur bersama gadis itu?

“Aishh~”, Kyuhyun mengutuk pelan dan akhirnya kembali berjalan menuju kamar, karena tak memiliki pilihan lain.  Dia membuka pintu kamar dengan perlahan dan mendengar dengkuran halus milik Nara.  Itu tandanya dia sudah terlelap, mungkin. (.___.).  Kini Kyuhyun berjalan berjingkat-jingkat, berusaha tak menimbulkan suara sedikitpun dan perlahan-lahan naik ke atas kasur.  “Hhh~”, dia bernafas lega saat dia telah berada di atas kasur dan tak membangunkan salah satu diantara mereka berdua.

Kyuhyun melirik kearah Nara dari ujung matanya.  Dengan sinar bulan yang masuk dari sela-sela jendela, dia melihat tangan kekasihnya itu tengah berada di atas tubuh Allen, seperti sedang memeluknya dan ingin menjaganya dengan maksimal.

Dia tersenyum sekilas memikirkan setiap hal yang terjadi hari ini.  Hari ini dia melihat sisi yang berbeda dari seorang Kwan Nara yang dikenalnya selama 2 tahun terakhir.

Hari ini Kyuhyun tidak melihat seorang Kwan Nara yang selalu cuek dengan hal yang terjadi di sekelilingnya, tapi seorang Kwan Nara yang peduli dengan setiap hal yang terjadi dengan bayi ini.

Hari ini Kyuhyun tidak melihat Kwan Nara yang sering berteriak tanpa alasan yang jelas, tapi seorang Kwan Nara yang telah memberikan nasehat kecil yang menunjukkan bahwa kekasihnya itu lebih dewasa dibandingkan dirinya sendiri.

Kyuhyun tersenyum samar dan memiringkan tubuhnya hingga menghadap kearah Nara yang sedang tertidur lelap dengan Allen di pelukannya. Entah setan apa yang menghipnotis tubuh Kyuhyun hingga kini tangannya menggenggam tangan Nara yang tengah memeluk Allen sedangkan sebelah tangannya lagi tengah mengelus pipi kekasihnya itu.  “Ternyata kau tak seburuk yang kubayangkan, Kwan Nara sayang”.

Inilah kali ketiga saat tangan Nara dan Kyuhyun terpaut bersama.  Dan ini bukanlah  anniversary mereka.

********

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

“YEAHHHH~!!!!”, kini Eunhyuk, Leeteuk, Ryeowook, Donghae, Yesung dan Sungmin langsung berteriak bahagia saat melihat Kyuhyun menggenggam tangan Nara dan mengelus pipi gadis itu dengan sebelah tangannya yang lain.  Kebahagiaan mereka berenam kini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.  “HYUNG!  KITA BERHASIL!!”, seru Ryeowook sambil memeluk Leeteuk yang hampir menangis saking bahagianya.

“Yaa~! Ini wajib di dokumentasikan!!”, ucap Eunhyuk sambil memastikan bahwa dia sedang merekam adegan di recorder CCTV itu.  “Ya Tuhan, maknae kita!!”, ucapnya masih tak percaya dengan kejadian ini.

Sementara itu Sungmin dan Yesung langsung mengambil soju dan beberapa cemilan dari dalam kulkas, “KITA PESTA HARI INI!!”.

Donghae?  Awalnya dia memang ikut berteriak bahagia, tapi pada akhirnya dia langsung murung saat mengingat kenyataan bahwa 2 IPadnya akan berpindah tangan ke duo iblis itu.

******

[Epilog..]

…Super Junior’s Dorm, 12th Floor, Tomorrow Morning…

Kyuhyun langsung membuka kertas yang berisi misi ketiga yang diberikan oleh para hyungnya itu.  Tadi pagi-pagi sekali, Leeteuk sudah mengirimkannya SMS yang memberitahukannya mengenai keberadaan mission card.  Sementara itu, Nara sedang memandikan Allen sambil bercanda riang.

Misi #3 : Ambillah foto keluarga~ ;]  Gunakan kamera Polaroid yang ada di lemari TV. Setelah itu, serahkan hasil foto itu pada kami dari celah pintu.  Dan baru kalian bisa bebas!!

Kyuhyun mengenyitkan alisnya, “Foto keluarga?”, tanyanya heran.  Tapi rasa herannya itu tak berlangsung lama saat dia melihat Nara yang keluar dari kamar mandi bersama Allen yang sudah memakai baju baru, “Ahh~keurae..foto keluarga”, gumamnya paham.

Nara yang tak tahu menahu, hanya bisa menghampiri Kyuhyun yang sedang memegang kamera Polaroid di tangannya, “Itu misi selanjutnya?”, tanyanya.  Kyuhyun mengangguk dan menyerahkan kartu itu padanya, “Foto keluarga?”, ulang Nara, masih belum paham.

Kyuhyun tak menjawab dan hanya menunjuk dirinya, Allen dan Nara dengan jarinya lalu mengangkat kamera Polaroid di tangannya.  Nara mengangguk paham, “Oh~ arasseo”, ucapnya.  Dia kemudian berdiri di samping Kyuhyun sambil menggendong Allen, “Kalau begitu, Ayo lakukan~”, ucapnya santai.  Kyuhyun sedikit heran dengan sikap Nara yang bisa langsung mengiyakan misi ini tanpa banyak pertanyaan.  Tapi biarlah..toh itu satu keuntungan juga untuknya.

Setelah melakukan sedikit pengarahan gaya (Allen berada di tengah dengan Kyuhyun dan Nara yang mengapitnya), mereka bersiap melakukan self camera.  “Allen, lihat ke kamera~”, ucap Nara sambil menunjuk kearah kamera yang sedang diset timernya oleh Kyuhyun.  Allen menatap kamera itu tanpa ekspresi kemudian segera menggengam jempol Kyuhyun dengan erat saat dia sudah duduk disampingnya.

Kyuhyun memulai melakukan hitungan mundur, “Lihat ke kamera dan senyu…”

“Appaa~ Umma~”, tiba-tiba Allen bergumam pelan sambil memainkan jari Kyuhyun dan Nara hingga membuat keduanya langsung menganga, “Heh?!”

CKREKK~

Lampu blitz itu tiba-tiba menyala tepat saat perhatian Kyuhyun dan Nara teralihkan kea rah Allen.  Sia-sia saja semua tindakan yang telah Kyuhyun lakukan untuk mengatur pose mereka bertiga, apalagi ditambah dengan ekspresi bodoh dari muka mereka berdua saat mendengar kata-kata Allen barusan.

IGE MWOYA?!  ULANGI LAGI!!”, teriak Nara yang kesal saat melihat hasil foto barusan, ekspresi wajahnya sangat mirip seperti idiot. Kyuhyun menggeleng panik, “Tidak bisa, dari awal..sisa foto di kamera ini hanya ada satu”, ucapnya sama kesalnya seperti Nara.

“Ehehehehe~”, Allen hanya tertawa senang melihat dua iblis itu bisa sengsara karenanya.

******

END

22 thoughts on “{KyuNara Scene} IPad, Thanks To You

  1. Wahhhh……msih adkah cerita cinta yg sprti itu d’dunia ini(true story)?? Atau hanya dlam fiksi saja??,, sgt smpurna memiliki kbhagiaan sprti yg mreka alami….wlaupun bnyk prtengkaran,,.crita cinta mreka unik,,,,, ^^

  2. Ahahaha..😀
    pas aku bca cerita ini, aku jdi ingat sesuatu.. ceritanya samaaa bnget dgan pengalamanku.. hihihi
    tapi bedanx aku gak dpat IPad.
    Onnie I Like this strory!!😄 *bhs inggris ngasal*

  3. semoga mereka ntar menikah dan punya anak beneraaaan😄
    lucuunyaaa dibilang appa sama umma..
    bahagia banget baca cerita ini.. berasa mereka beneran udah nikah.. kyu jadi ayah yg baik. nara jadi umma yang baik juga.. mana kyuhyun panggil dia yeobo..😄😄

  4. Huahahaha misinya bagus banget xDD
    So sweet ><
    itu si Eunhyuk maksa mau ngedokumentasi in -__-"
    abang ikan (?) kasian banget huahaha 2 IPad harus direlain xDD
    Sungmin maksa abang ikan buat bayi ama Haejin u,u

  5. Ahahahaha~ Aduh! Hubungan percintaan Kyuhyun dan Nara harus lebih dari sekedar bertanding game, harus lebih dewasa (?) … Ck. KyuNara udah cocok punya aegi, tapi mereka kan belum nikah. Wew😀

  6. Ah gk ada fotonya ya? Pdl aku sgt sgt sgt penasaran sm hasil fotonya wkwkwkwk
    ya ampun
    seru bgt
    aku gk nyangka ff2 disini seru2
    aku suka kyunara couple
    daebak!!!

  7. Aishh . . .smakin seru aja ini kisah2 kyunara!
    Couple yg dgn cara2 tdk wajarnya mengungkapkn cinta tp justru jd menarik!hyahaha . . .

  8. Ya ampun, sll lucu, lucu & lucu. Oppadeul tu bnr2 byk ide ya? Hahahaha.. Stuju bgt tu sm ideny. Smoga aj stlh misi itu slse, hub kyu & nara bs sdkit lbh romantis. Wkwkwkwk.. Aigooooooo si kecil lucu bgt yaaaa.. G bs bayangin gmn wajah kyunara wkt allen mnggil appa omma. Hahahaha..

  9. aigoo sebuah misi yg merubah pasangan evil ini menjadi malaikat dan lebih dewasa dalam bersikap kekeke~ apalagi ditambah adanya allen seperti pasangan suami istri beneran saja >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s