{KyuNara Scene} Don’t Say Goodbye

RECOMMENDED!!

Baca FF ini dengan semua lagu galau yang anda punya : (DBSK – Dont say goodbye, SJ KRY – Lets Not, SHINee – Quasimodo, & 2AM – You wouldnt answer My call)

Atau lagu galau lainnya😄

 

“Tak ada yang bisa kami lakukan.  Maaf, nona”

*

“Penyakit Sinus?!”

“Berkembang menjadi kanker paru-paru”

“Bagaimana bisa ini semua terjadi?!  Kau harus memberi tahu Kyuhyun, Nara-ya!”

Andwae, Haejin Onnie. Jangan beritahu dia.  Jebal, hanya kau yang bisa kupercaya saat ini.  Tolong, Onnie…jangan beritahu dia.”

“Tapi…”

“Percuma.  Semuanya sudah terlambat.”

*

Nara mencoba memejamkan matanya.  Satu hari lagi telah ia habiskan dari sisa waktunya.  Entah berapa hari lagi ia dapat melewati malam-malam seperti ini.

Entahlah, Nara juga tak…

DEG!

Tiba-tiba Nara merasa nafasnya menjadi sesak, jantungnya seakan dihimpit oleh beban yang teramat berat hingga membuatnya tak sanggup untuk mengambil oksigen sedikitpun. Dia meraba-raba meja di samping kasurnya untuk mengambil handphone dan langsung menekan dial number yang membuatnya tersambung ke satu orang, “On..nie, naf..fasku ses..sak..”

*

Haejin mendorong ranjang beroda itu untuk melewati lorong rumah sakit menuju UGD bersama dengan beberapa perawat,  Nafas Nara sudah terlihat makin tersengal, “Bertahanlah, Nara-ya!  Bertahanlah!.”

“Maaf nona, anda tidak boleh masuk”

“Tapi, suster…”

Pintu itu ditutup dengan rapat seakan memblokade seluruh langkah Haejin.  Ia tak bisa melakukan apa-apa lagi.  Tangannya langsung merogoh saku tasnya dan mengambil handphonenya dan menekan beberapa nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala.

“Kyu..hyun-ah, Nara..  Nara..  Dia sekarang…”

*

Kyuhyun tak tahu apa yang telah ia lakukan selama 10 menit kebelakang.  Ia tak sadar apa yang telah dilaluinya.  Yang ia sadari hanyalah, sekarang dia sudah ada di sini.  Di depan ruang UGD dan mendengar semua penjelasan dari bibir Haejin.

“Dia..tak ingin mengkhawatirkanmu.  Dia ingin..kau hidup dengan tenang”

“Dan kau percaya bahwa aku bisa hidup dengan tenang dengan cara seperti ini, Haejin-ah?”

Haejin masih terisak, “Mianhae.  Aku tak bermaksud…”

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan melangkah gontai ke depan ruang UGD itu.  Dia menatap lurus dengan pandangan kosong.  Yang bisa dilihatnya kali ini hanyalah benda-benda tajam yang diujungnya terdapat bercak darah.

Dan itu darah gadis yang amat dicintainya.

“Kau sangat bodoh, Kwan Nara sayang”

*

Kwan Nara sayang…”

Aku tahu jika tak ada yang abadi di dunia ini.

Semuanya akan hilang, musnah, lenyap tanpa bekas.

Dan panggilan itu, dengan nada suara yang berat dan penuh ejekan itu…

Entah sampai kapan aku bisa mendengarnya.

Yang aku tahu, itu tak akan pernah bertahan selamanya.  Aku tahu itu.  Amat sangat tahu.

Dan aku tak pernah berharap jika cerita ini akan bertahan selamanya.

Maafkan aku, Cho Kyuhyun yang tampan.

Semua ini diluar kuasaku…

Maaf.

Maaf…Maaf.

******

Semua ini akan bertahan selamanya.

Kau dan aku akan bersama selamanya.

Katakan saja aku egois, tapi untuk kali ini…aku percaya bahwa keabadian itu nyata.

Dan aku percaya hal ini terjadi hanya terjadi diantara kau dan aku.

Cho Kyuhyun yang tampan…”

Panggilan dengan suara bernada dingin dan diikuti dengan senyum penuh ejekan itu pasti akan selalu kudengar hingga aku mati, karena kau akan selalu bersamaku.

Benar ‘kan, Kwan Nara sayang?

Kita akan selalu bersama ‘kan?

Tolong, untuk kali ini..katakan YA.  Hanya untuk kali ini saja, katakan YA.

Biarpun itu hanya suatu kebohongan, tapi tolong katakan 1 kata itu.

Tolong, sekali ini saja…

*****

Kyuhyun menatap kosong kedalam ruangan bernuansa putih di hadapannya.

Segalanya sangat jelas terlihat dimatanya.

Dan sosok gadis yang terbaring lemah itulah yang hanya menjadi pusat perhatiannya.  Tak ada yang lain.  Hanya sosoknya.

Air mata Kyuhyun menitik perlahan dan membuat sungai kecil di pipinya.

Kyuhyun tak mencoba untuk menyekanya, untuk kali ini…biarkanlah air matanya mengalir demi gadis bodoh itu.  Hanya untuk kali ini.

Helaan nafasnya yang perlahan-lahan melemah dan alat penunjuk arus denyut nadi yang mulai menunjukkan garis lurus yang sempurna itu seakan membuat semuanya terulang kembali.

Bagaikan sebuah film yang tak bisa ia hentikan.

*****

Kwan Nara, kau memang sangat bodoh!”.

“Siapa yang kau bilang bodoh, Cho Kyuhyun yang tampan?”

“Tentu saja kau, Kwan Nara sayang”.

“Dan kau lebih bodoh karena telah memilih gadis bodoh ini untuk menjadi kekasihmu.  Benar ‘kan, Cho Kyuhyun-ssi?”.

*

“Hentikan ucapanmu dan segera pikirkan nama untuk bayi ini, Cho Kyuhyun!”

“Starcraft?”

“Biarpun kita maniak game, tapi nama itu adalah suatu cerminan diri seseorang.  Mana mungkin kita menamai anak ini dengan starcraft?!  Babo gateun~”

“Noona bilang, namai saja Allen!”

“Allen?”

*

“Kau pasti…merasa takut bahwa aku sedang berdua-duaan bersama gadis Italy dan kau takut aku mabuk di pub bersama gadis Italy itu.  Betul begitu ‘kan?”.

“Bagaimana kau bisa tahu?!!”

“Tertulis jelas di dahimu bahwa ‘Kwan Nara LOVE Cho Kyuhyun’”.

“Jinjjayo?”

“Tentu saja tidak, bodoh.  Di dahimu tak tertulis apa-apa selain BABO”

“Mwoyaa?!”

*

“Memasak…bersama?”

“Memangnya kenapa?  Toh kita berdua kan bisa memasak…Ramyeon”.

“Hah~ ya sudahlah, daripada kita mati kelaparan…kurasa lebih baik kita makan ramyeon”

*

“Ajarkan aku matematika”.

“Kau lebih bodoh dari keledai”

“Aku tak butuh cacian darimu, yang penting..sekarang ajari aku matematika”,

*

“Cho Kyuhyun pabo!  Awas jika kau beranjak dari tempatmu!  Akan kubunuh kau~!”.

“Kau merasa dirimu seksi, hah?”

“MEMANG KENAPA KALAU AKU TIDAK SEKSI, HAH?  KAU KIRA HANEUL YANG CEKING ITU SEKSI SAMPAI KAU MAU MENCIUMNYA?!!!   KAU KIRA KAU ADALAH  PRIA PALING TAMPAN SEDUNIA, HAH?”

Ya!!  Kwan Nara, kau sudah gila!!!!”

*

“N”, “Nara adalah gadis yang sadis karena dia selalu mengancamku

“A”, “Ancamannya adalah merusakkan PSP kesayanganku

“R”, “Ratusan kali pun aku tak pernah bosan untuk mengatakan bahwa Nara adalah gadis yang sadis

“A”, “Anehnya, aku tak pernah bisa berhenti mencintai gadis sadis ini

*

“Jadi..hubunganku denganmu adalah, kekasih?”

“Kita bukan kekasih”

“Bukan..kekasih?”

“Kau dan aku adalah dua orang yang ditakdirkan untuk bersama.  Dan kita tak perlu julukan apapun untuk hal itu”

“Kau dan aku tak perlu mengungkapkan segalanya dengan kata-kata yang manis ataupun dengan hal yang romantis.  Kita memiliki cara sendiri untuk mengungkapkan segalanya.  Dan selama 2 tahun ini, kita mengungkapkan hal itu dengan games”

*

“Dan kau tahu jika aku bukan tipe pria seperti itu ‘kan, Kwan Nara sayang?”.

Keurom.  Aku sangat tahu akan hal itu..dan aku tak pernah berharap kau berubah menjadi pria seperti itu.  Cukup dengan sosok Cho Kyuhyun yang seperti ini, aku sudah merasa cukup.  Lebih dari cukup malah

Gadis ini…selalu bisa membuat emosinya naik turun seperti roller coaster.  Kadang gadis ini bisa membuat dirinya merasa bosan setengah mati, merasa kesal sampai ke puncak ubun-ubun, atau malah merasa rindu sampai Kyuhyun rela berlari keujung dunia untuk menyusulnya.

“Sama sepertiku.  Seorang Kwan Nara pun sudah lebih dari cukup untukku”

*

Ada atau tidaknya Kwan Nara dalam hidupnya, tak akan ada yang berubah.  Namun ada yang terasa berbeda”.

Semua itu benar adanya.  Hidup Kyuhyun tidak berubah.  Dia masih bisa bernafas dan berjalan dengan tenang.  Dia masih bisa berbincang dengan hyungnya.  Dia masih bisa makan seperti biasa.  Kyuhyun masih bisa hidup seperti sebelumnya, tanpa ada yang berubah.

Namun dia tidak mendengar suara yang bernada dingin itu lagi.  Dia tak bisa mendengar sebuah nama panggilan yang terucap dari bibir mungil itu, “Cho Kyuhyun yang tampan”.  Kyuhyun tak tahu harus menujukan  panggilan “Kwan Nara sayang” pada siapa lagi, selain gadis itu.  Dan dia tak  menemukan partner dalam bermain game lagi.  Itulah yang membuat hidupnya terasa berbeda.

Ternyata kehadiran gadis bodoh itu sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi seorang Cho Kyuhyun.

*

“Kau tidak berpikir bagaimana jika kita berpisah, ‘hah?!  Kau tidak pernah berpikir tentang hal itu, Kwan Nara?!”

“Aku yakin bahwa kita pasti bisa melewati hal ini”

“Bagaimana bisa aku percaya jika seorang gadis yang tidak tidur semalam ini bisa mengerjakan soal ujian, ‘hah?!  Bagaimana aku bisa percaya?!”

“Aku selalu percaya padamu.  Dan aku mohon, untuk kali ini…kau harus percaya padaku.  Aku pasti, ah..aniya, maksudku..kita pasti bisa”

*

Garis lurus itu terbentuk sempurna.

Kyuhyun bisa mendengar teriakan histeris Haejin dan dia juga melihat dokter itu menyelimuti Nara dengan selimut putih, hingga menutupi wajahnya.

Dia menatap semuanya dengan matanya sendiri.

Dengan jelas, sangat amat jelas.

“Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin”, dokter itu menepuk bahu Kyuhyun dan melewatinya begitu saja.  Sedangkan isakan Haejin masih terdengar di telinga Kyuhyun.

Matanya masih menatap ke sosok yang tergolek tak berdaya di hadapannya.  Entah setan apa yang menyihir dirinya hingga dia melangkah mendekati tubuh kekasihnya yang sudah tidak bernyawa itu.

Tangan Kyuhyun membuka selimut yang menutupi wajahnya dan dia melihat paras yang hanya dimiliki oleh gadis itu.  Kyuhyun melihat garis senyum yang hanya tergurat di wajah kekasihnya.  Kyuhyun melihat bibir yang bahkan belum sempat dimiliki olehnya.

Kyuhyun melihat…segalanya.

“Bangunlah, Kwan Nara.  Bangun..aku mohon, bangunlah”, Kyuhyun mengelus rambut gadis itu dengan sangat lembut.  Kata-kata itu terucap perih dari bibirnya, “Kau lupa?  Kita masih belum menyelesaikan level terakhir starcraft yang kita mainkan.  Bukankah kau bilang ingin mengalahkanku?  Jadi bangunlah dan kita lakukan pertandingan itu, Kwan Nara sayang”.

Kyuhyun beralih mengelus pipinya, “Hei, kenapa kau belum bangun?  Ayolah, waktu kita tak banyak.  Aku masih ada schedule lainnya.  Hei, bangunlah…”, entah sejak kapan suara Kyuhyun berubah menjadi isakan kecil yang bahkan tak kuasa untuk ia kendalikan.

“Bangunlah dan kalahkan aku!  Atau…aku akan sengaja mengalah untukmu, asalkan kau bangun!  Kwan Nara!!  KWAN NARA!  BANGUNLAH!”

*****

Ireona!  Bangunlah!!”

Kyuhyun tersentak kaget dan segera mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. “NARA!”

“Aku disini~”, ucap suara dengan nada khas itu sambil melambaikan kedua tangannya di hadapan Kyuhyun yang masih melongo. “Kau bermimpi ya?”

“Cepat sadar dari mimpimu dan kembali ajarkan aku soal matematika ini”, tambahnya sambil menyodorkan sebuah buku paket matematika miliknya.  “Aku tak boleh membuang waktu sedikitpun.  Ujian Negara tinggal 2 bulan lagi dan akan percuma jika aku lolos ke Seoul University sedangkan aku gagal dalam Ujian Nega…”

Ucapan Nara terhenti karena Kyuhyun langsung merengkuh lehernya dan mengecup bibirnya dengan lembut.   Nara tersontak kaget dan segera melepaskan diri dari rengkuhan tangan Kyuhyun, “MWOYA?!  KENAPA TIBA-TIBA SEPERTI INI?!”, ucapnya tak terima sambil mengelaap bibirnya dengan kaus yang sedang dipakainya, seakan benar-benar jijik.

Kyuhyun terkekeh pelan namun air matanya tetap mengalir di pipinya.  Nara terlihat sedikit kahwatir dan segera mengecek bibir Kyuhyun, “Waeyo?!  Apa gigimu tertabrak gigiku, ‘hah?  Kenapa menangis?!”

Kyuhyun hanya menggeleng lemah, “Aku hanya bermimpi buruk.  Tentangmu”, ucapnya lirih.  Nara langsung menatapnya penasaran, “Tentangku?  Mimpi apa memangnya?”.

Kyuhyun menyeka air matanya dan segera mengacak-acak rambut Nara dengan gemas, “Kau tidak perlu tahu”, jawabnya sambil memeletkan lidahnya.  Nara langsung membelalak lebar, “YA!  KAU MENYEBALKAN!”

Namun Kyuhyun langsung melirik kalender yang terpasang di dinding, “18 Januari ya?”, gumamnya.  Dia langsung mengambil pulpen yang sedang dipegang oleh Nara dan segera beranjak menuju kalender itu kemudian menuliskan sebuah kalimat di kotak tanggal 18 Januari.

FIRST KISS :*

“CHO KYUHYUN SIALAN!  ITU HAL YANG MEMALUKAN!”.  Detik berikutnya, Kyuhyun langsung terkena lemparan buku paket matematika yang mengarah tepat ke arahnya.  Dan untuk kali ini, Kyuhyun tak mencoba untuk melawan.  Dia ingin menikmati segalanya.

Kehadiran gadis ini disampingnya, kelakuannya yang tidak peka, dan semua rasa tulusnya.

Kyuhyun menyadari bahwa gadis ini sangat berarti, hingga dia tak pernah ingin kehilangannya.

Tidak akan pernah.

“Ngomong-ngomong, lain kali kau harus gosok gigi dulu, Kwan Nara sayang.  Ada sedikit bau yang tidak mengenakkan saat kita berdua berciuma…”

“CHO KYUHYUN SIALAN!!  PERGI DARI RUMAHKU!!  SE-KA-RANG!”

****

—END—

29 thoughts on “{KyuNara Scene} Don’t Say Goodbye

  1. onni aku BT ‘——-‘
    aaa… kalo Nara amti bisa – bisa kyuhyun gak muncul – muncul lagi kali d TV dan itu bisa membuat lebih banyak korban berjatuhan karena tidak melihat wajah kyuhyun lagi… aaa.. jagan sampe kejadian deh

    • Wkwk~😄
      Kok bete? Kan itu moment brhrga kyunara dapet first kiss~😄 *plakkk*

      Kalo nara mati, kayaknya onn bakal cri cast baru dong ya? *antis kegirangan* XDD
      *ditabok sparkyu -> PD OD*

  2. ak baru baca… ._.
    sial.. pdhl aku ngs beneran.. kampreeeeeeeeeeeetttttt -________-
    ternyata cuma mimpi … epil jantan sialan dah.. -w-
    lol
    bukan first kiss ituuuhhh
    ga bakal diakui nara o.o

    • Wahh :O
      Mendingan telat baca dripada ga baca sama sekali kan?🙂
      Wkwkwk~ kyuuuu..kamu disebut kampret😄
      *toss* /agree :3

      Aaaa, emang bukan 1st kiss..tapi kan udh kena bibirnya –__– *plakk* <– omongan vulgar😄
      Makasih udh komen yaaa

  3. Annyeong^^ aku readers baru hehe. Salam kenal unnie^^
    ehehe kayanya aku bakal jadi readers tetap nih. ff disini keren-keren! Daebak!
    awalnya aku kira Nara-nya…… eh untungnya engga^^

  4. kirain naranya bener2 ma pergiii….
    tapi pas kyu dibangunin nara, mikir sendiri ini kan isinya kyunara, apa jdnya kalo nara pergi??
    bukan kyunara lagi donk😀
    ttp seperti biasaaa, baguss🙂

  5. 18 januari=First Kiss
    aku ingetin hahaha…..
    Aigo.. Kukira..kukira..
    Aish! Jeongmal paboya!
    Untunglah hanya mimpi buruk,
    terkadang mimpi jg bs merubah sikap dan penilaian seseorang kepada orang yg dimimpikannya secara nyata, bukan khayalan.😀

  6. Q kira nara bnrn mninggal. Tp tryt cm mmpi toh?? Syukur deh.. Aigoooooooo, ciuman prtama nih yeeeeeeeeee.. Tp kx ending2ny g romantis bgt ya?? Ada bau yg tdk mngenakkan wkt brciuman. Hahahahahaha.. Kyuuuuu, kyuuuuuu, ada2 aj.

  7. Astaga….. Aigoooo… Gw udh nangis bacanya.. Kirain si nara deat beneran. Ternyata oh ternyata itu cuma mimpi dr CHO KYUHYUN YG TAMPAN.

  8. kirain bener nara meninggal, eh tak tau nya cuma mimpi kyu ckckck untung saja itu cuma mimpi,kalau beneran gimana dgn nasib kyu? hahaha tapi lucu nya pas kyu bangun main serobot aja bibir orang kkk~

  9. Huh? Aku kira bnr’an. . Gk tw nya mimpi thoo
    Hahaa. . Author yg satu ini bnr2 dch, jalan cerita x gk bisa ketebak. DAEBAK!!! (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s