{KyuNara Scene} Cho Kyuhyun VS Kwan Nara (ENDING)

…Siwon’s Car…

“Jadi apa yang harus kita lakukan, hyung?”, tanya Kyuhyun dengan wajah cemas sekaligus bingung.  Siwon hanya menggaruk kepalanya dan menguap pelan, matanya masih fokus menatap jalanan.  “Mollayo.  Lebih baik kita bicarakan di dorm dan meminta bantuan Eeteuk hyung.  Aku benar-benar mengantuk, jangan paksa aku untuk berpikir dalam keadaan seperti ini”, jawabnya dan membuat Kyuhyun mendesah kecewa.

Kyuhyun menengok ke bangku belakang, mencoba meminta masukan dari ketiga hyungnya yang lain.  “Hyung, apa yang sebaiknya kita lakuka…”, ucapan Kyuhyun langsung terputus saat melihat ketiga orang itu tengah tertidur pulas dan saling menyender ke bahu satu sama lain. Donghae menyender ke Sungmin, Sungmin menyender ke Eunhyuk dan Eunhyuk menyender ke kaca jendela dengan posisi yang…kurang enak untuk dilihat. (.___.)

“Aish~!”, Kyuhyun mendengus kesal dan mengacak-acak rambutnya sendiri, “Gadis bodoh itu…tak pernah bisa berhenti membuatku khawatir!  Babo!”, ucapnya lirih dan membuat Siwon terkekeh, “Bukan Nara yang tidak bisa berhenti membuatmu khawatir tapi kau yang tak bisa berhenti mengkhawatirkannya”, jawab Siwon sambil menyenggol punggung Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam untuk sejenak dan kemudian mencibir, “Cish~ tidak mungkin, hyung.  Jika benar begitu, itu tandanya aku sudah gila”, elaknya.

Siwon menjawab ringan, “Kau memang sudah gila”.

“Ah~ayolah, hyung.  Jangan mengejekku seperti ini.  Aku benar-benar butuh masukan pendapat!”, Kyuhyun mulai merengek karena hyungnya ini malah mencibirnya dan bukan membantunya.  Siwon terkekeh pelan, “Kau hanya perlu mengingatkannya dengan semua hal yang pernah kalian lakukan bersama, Kyuhyun-ah”, jawabnya dan membuat Kyuhyun agak penasaran, “Hah?”

Siwon mengangguk singkat, “Yah, maksudku…kalian saling bicara dari hati ke hati dan…”

“STOP!”, Kyuhyun menyela ucapan Siwon dan menutup kupingnya rapat-rapat, “Hyung, tolong jangan gunakan bahasa kiasan seperti hati ke hati.  Kau membuatku merasa mual dengan kata-katamu itu”, ucapnya dan membuat Siwon mengernyitkan alisnya heran, namun akhirnya mengangguk pasrah, “jadi bicaralah berdua dan kau harus membicarakan tentang semua hal mengenai kalian selama 2 tahun ini, Kyuhyun-ah”

Kyuhyun menghela nafas dengan berat, “Itu terlalu sulit”, jawabnya.  Siwon menatapnya heran, “Waeyo?  Ayolah~ kau pasti bisa!”

Kyuhyun menggeleng yakin, “Itu sulit, hyung.  Karena selama 2 tahun ini, aku dan dia hanya menghabiskan waktu dengan bertanding game!”, jawabnya putus asa dan membuat Siwon menganga kemudian menggeleng heran, “Makanya aku bilang tadi, kau sudah gila!”.

******

…Nara’s Bedroom…

“SELINGKUH?!”, Haejin dan Ririn membelalak tak percaya saat mendengar kata itu terucap dari bibir Nara.  Nara mengangguk sambil mencomot potato crispy lagi dan memasukkannya dalam mulutnya, “Memangnya kenapa?”, tanyanya ringan.

Haejin menggeleng kencang, “Andwae!  Tak akan pernah kuizinkan kau selingkuh, Nara-ya”, ucapnya bijak, “Nanti kau malah terkena karma dari perbuatanmu ini!!  Pokoknya tidak boleh!”.

Nara terkekeh, “Ayolah onnie~ ini zaman modern dan kau masih percaya dengan karma?  Aigoo~ jangan-jangan Donghae Oppa yang mengajarkan adat Mokpo itu padamu?”, tanyanya ringan dan memakan potato crispynya lagi.  Haejin menggembungkan pipinya dengan kesal, “Jangan berbicara yang aneh-aneh tentang Mokpo!  Itu kampung halamanku juga”, ucapnya tajam dan membuat Nara segera nyengir kecil dan mengacungkan jari telunjuk juga jari tengahnya hingga membentuk huruf V.  “Ups~ sorry, Onnie”, ucap Nara polos.

Ririn masih penasaran, “Kenapa kau ingin selingkuh, Nara-ya?”.

Nara menggumam pelan, “Bukan selingkuh dalam artian sebenarnya, Onnie.  Maksudku..aku hanya ingin dekat dengan seorang pria untuk membuat si bodoh itu cemburu”, jawabnya dan membuat Haejin juga Ririn makin menganga, “Kau…sudah membohonginya dengan berpura-pura amnesia, sekarang juga ingin membuatnya cemburu?!  Aigoo~ Kwan Nara, kau benar-benar ratu iblis!”, ucap Ririn tak percaya dan Nara hanya mengangkat bahunya dengan ringan, “Raja Iblis memang hanya pantas dengan Ratu Iblis ‘kan?”, jawabnya santai.

Haejin menggeleng-gelengkan kepalanya, masih shock.  “Okay, kita berdua hanya bisa membantu sebisanya.  Asalkan kau berjanji untuk tak menjalin hubungan lebih dengan pria itu.  Kau hanya boleh mendekatinya untuk membuat Kyuhyun cemburu.  Arasseo, Nara-ya?”, tanya Haejin memastikan.  Bagaimanapun juga Cho Kyuhyun adalah dongsaeng Donghae, dan bagi Haejin..keluarga Donghae adalah keluarganya juga.  Jadi sebisa mungkin Haejin mencoba netral diantara dua iblis ini, biarpun sulit tentunya.

Nara mengangguk singkat, “Arasseo, Lee Haejin-ssi”, jawab Nara dengan nada merendahkan khasnya dan membuat Haejin menjitak kepalanya dengan gemas.

Ririn ikut menengahi, “Jadi kau sudah tahu mau selingkuh dengan siapa?”

Nara  menggeleng, “Aku tidak ada ide.  Onnie punya nama yang bisa dipertimbangkan?”, nada bicara Nara seakan menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis tercantik di dunia, dan membuat Ririn yang sangat gemas itu langsung pura-pura mencekik lehernya, “Aigoo~seriuslah sedikit!!”, ucapnya.

Nara terkekeh, “Haha~ arasseo.  Tapi aku berpikir untuk mendekati seorang artis”, jawabnya.  Haejin mengernyit heran, “Artis?!”.

Nara menatap Haejin dengan penuh aegyo, “Onnie~ kau pasti punya banyak nomor handphone artis kan?  Ayolah~ masa seorang leader Felidis tak memiliki nomor handphone beberapa artis tampan?”, goda Nara dan membuat Haejin mendesah pasrah kemudian mengeluarkan handphonenya, “Arasseo, kau ingin dengan siapa?  Mungkin saja aku punya nomor handphonenya dan mereka bisa diajak bekerja sama dengan kita”.

Nara menjawab yakin, “SONG JOONGKI!!”.

“Hah?!  Aku tak punya nomornya!!”,  tolak Haejin tapi Nara menatapnya curiga, “Onnie, jangan berbohong~!.  Felidis sudah berkali-kali memenangkan award di Music Bank dan kau pasti sudah berkali-kali bertemu dengan Joongki.  Mana mungkin kau tak punya nomor handphonenya?”, desak Nara tapi Haejin masih menggeleng, “Sumpah!  Selama Music Bank itu aku tak pernah lepas dari pengawasan Donghae!  Mana bisa aku dekat-dekat dengan Joongki, Nara-ya?”.

Nara mengangguk kecewa dan gantian menatap Ririn, “Onnie, kau punya ide?”.  Ririn langsung menggeleng, “Mana kutahu tipemu yang seperti apa, Nara-ya?!”, ucapnya skeptic.

Nara menggumam lagi, “Uhm..bagaimana jika member SHINee?”, tanyanya.

Haejin dan Ririn menggeleng cepat, “Mereka itu cerewet, apalagi Key.  Dia sering curhat tentang semua masalahnya pada hubby”, ucap Ririn dan didukung oleh anggukan Haejin, “Minho juga.  Dia sama sekali tak mau lepas dari Donghae. Hahh~ membuatku cemburu saja”, lanjut Haejin.

Nara berpikir lagi, “CNBLUE Jonghyun?  Umurnya tak terlalu berbeda jauh dariku kan?”.

“Kau ingin dibunuh oleh JooEun?”, tanya Haejin, mengingatkan Nara pada JooEun, kekasih Eunhyuk yang sangat mengangumi CNBLUE Jonghyun bahkan melebihi kekagumannya pada kekasihnya itu sendiri. (.___.)

“Kenapa kau tak meminta bantuan dari artis JYP saja?  Bukankah Haejin akan lebih mudah meminta bantuan dari mereka karena mereka sama-sama satu manajemen?”, Ririn menawarkan satu usul yang membuat Nara dan Haejin mengangguk membenarkan ucapannya.  Haejin memainkan handphone di tangannya dengan gaya angkuh, “Kau mau dengan siapa, Nara-ya?  Jika dengan member 2PM atau 2AM, aku bisa menjamin kepastiannya”, ucapnya penuh percaya diri.

Nara tersenyum lebar, “Nichkhun Oppa!”

“Dia sudah menikah dengan Victoria Onnie!”, Haejin langsung mengingatkan.

“Taecyeon Oppa?”

ANDWAE!!”, Haejin langsung panik saat mendengar nama itu keluar dari bibir Nara.  Tapi Nara langsung menatapnya dengan merajuk, “Onnie~ ayolah, dia kan hanya cinta lamamu”.  Haejin masih menggeleng kencang, “Siapapun boleh, asal jangan dia!”.

Nara mendesah kecewa lalu berpikir lagi, “Im Seulong?”

“ITU JUGA JANGAN!!”, Haejin langsung mengguncang-guncangkan bahu Nara, seperti benar-benar mencegahnya memilih Seulong.  Nara menatapnya malas, “Onnie, kau bilang boleh siapa saja selain Taecyeon Oppa?!”, dengusnya agak kesal.

Jebal, jangan kedua orang itu”, Haejin kini malah mengatupkan kedua tangannya di depan Nara.  “Ya?  Jangan mereka berdua.  Pilihlah yang lain”, tanyanya dengan pandangan penuh harap.  Nara mendecak kesal dan berpikir lagi, “Junsu Oppa saja kalau begi…”

“JANGAN!!”, Haejin menyela lagi.  Nara langsung emosi, “Onnie!  Jadi aku harus dengan siapa?!  Ini tidak boleh, Itu juga jangan.  Aigoo~”.

“Chansung saja, Chansung!”, Ririn langsung menjawab dengan santai, “Umurnya tak terlalu beda jauh denganmu, Nara-ya.  Dan dia itu teman dekatmu ‘kan, Haejin-ah?”, tanya Ririn memastikan.  Haejin mengangguk ragu, “Tapi kalau Chansung…”

Onnie~!!!!!”, seru Nara, “Kau ini terlalu banyak affair!  Mentang-mentang member JYP Nation itu tampan-tampan semua!”, lanjutnya dengan nada kesal dan membuat Haejin akhirnya menghela nafas dengan berat, “Arasseo!  Baiklah kalau begitu, aku akan berbicara dengan Chansung.  Semoga saja dia bisa membantu”, ucapnya terpaksa dan segera menekan nomor handphone milik Chansung.

Perlu menunggu waktu beberapa lama hingga akhirnya nada sambung itu terhenti dan terdengar suara sapaan berat dari seberang sana, “Yoboseyo, Chansungie?”

******

…Tomorrow Morning, Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

“Operasi saja otaknya!”, jawab Ryeowook dengan ekspresi polos saat Kyuhyun menceritakan kembali kejadian yang menimpa Nara kemarin kepada para member yang belum tahu mengenai hal ini : Ryeowook, Yesung, Leeteuk, Heechul dan Shindong.

Kyuhyun langsung melemparkan sandal yang sedang dipakainya itu kearah Ryeowok, “Pikirkan cara yang lebih logis!”, ucapnya dengan nada dingin dan membuat Ryeowook meringis kesakitan karena sambitan sandal itu tepat mengenai kepalanya, “Maknae iblis!”, umpatnya pelan.

Kyuhyun mencoba untuk tak peduli dan kembali menatap kea rah hyungnya yang lain, “Ottokhae, hyung?!”, tanyanya meminta pendapat.

Shindong menggumam sejenak, “Menurutku akan lebih baik jika kau berbicara baik-baik padanya dan mengingatkan tentang hubungan kalian secara perlahan”, jawabnya kemudian didukung dengan anggukan Yesung.

Kyuhyun mendesah bingung, “Tapi masalahnya, aku bingung bagaimana harus mengawali pembicaraan itu dan apa saja yang harus kuceritakan padanya selain cerita kami yang selalu bermain game?!”, ucapnya pesimis.  Dia menjambak rambutnya dengan depresi, “Argh~aku bisa gila!”

Heechul tersenyum kecil, “Dari dulu kau sudah gila, Kyuhyun-ah”, katanya dan membuat Kyuhyun menatapnya tajam, namun Heechul segera menambahkan, “Aniya..maksudku kau sudah gila karena gadis itu, bukan gila dalam arti yang sebenarnya”, ucapnya dengan nyali yang agak ciut setelah melihat tatapan tajam dari maknaenya itu.

Leeteuk tak sengaja melirik kearah kotak berwarna coklat yang tergeletak begitu saja di samping TV yang ada di lantai 11 ini.  Dia bangkit untuk mengambil kotak itu dan mengecek isinya, “Kyuhyun-ah, barang apa ini?”, tanyanya sambil mengangkat sepasang sepatu berwarna biru metalik yang ada di dalam kotak itu.

Kyuhyun menengok sekilas dan menjawab dengan lemah, “Itu hadiah dariku untuknya.  Tiba-tiba saja kemarin dia mengembalikannya padaku”.

Leeteuk mengangguk paham, “Berarti dia sudah ada niatan untuk putus denganmu sebelum kecelakaan itu terjadi”, ucapnya dan membuat Kyuhyun mendengus kesal, “Hyung, aku sudah mendengar hal itu dari berbagai mulut dan kau tak perlu menjelaskannya lagi”, katanya dengan nada muak.

Leeteuk terkekeh kecil dan menaruh kotak itu ke pangkuan Kyuhyun kemudian menyuruhnya untuk segera bangkit, “Ayo kita berangkat”, ajaknya dan membuat Kyuhyun menatapnya dengan heran.  “Kemana, hyung?”

“Kau mau membuang waktu untuk diam disini dan membiarkan Nara tetap lupa mengenai semua hal tentangmu?”, tanyanya cepat.  Kyuhyun diam sejenak dan menatap kotak coklat itu dengan hampa, “Apa gunanya jika aku pergi ke sana tapi aku tak tahu harus berbuat apa, hyung?”, ucapnya pesimis.

Leeteuk menatapnya tegas, “Jadi apa yang kau inginkan sekarang?”, jiwa leadernya mulai terlihat jelas saat mengatakan hal itu hingga membuat member lainnya menjadi agak segan.  Kyuhyun menghela nafas dengan berat, “Aku…benar-benar tidak tahu, hyung.  Tapi aku masih belum yakin jika datang ke rumahnya sekarang adalah jalan yang terbaik”, ucapnya skeptis.

“Hah~ ya sudahlah, terserah kau!”, Leeteuk yang agak kecewa dengan sikap pengecut maknaenya itu akhirnya memutuskan untuk tak peduli, “Tak kusangka Cho Kyuhyun itu masih belum dewasa”, desisnya kesal dan langsung merebahkan tubuhnya ke sofa sedangkan Kyuhyun masih diam saja di tempatnya semula.

Member lain yang ada di situ langsung berbisik-bisik dengan takut saat melihat leader dan maknaenya itu saling beradu pendapat, “Ottokhae?”, bisik Ryeowook ke tiga hyungnya yang lain.  Heechul menggeleng dengan pandangan blank, “Baru kali ini aku lihat Eeteuk semarah itu”.

“Wajar saja, hyung.  Jika aku jadi Eeteuk hyung, mungkin aku akan kesal setengah mati karena ulah Kyuhyun yang tak berani ke rumah Nara.  Memalukan harga diri kita sebagai lelaki saja”, jawab Yesung masih dengan suara yang berbisik, takut terdengar oleh maknaenya itu.

Keurae!  Tapi apa kalian punya ide lag…”, ucapan Shindong itu langsung terputus saat melihat Donghae masuk ke dalam dorm dengan langkah tergesa dan dengan nafas yang tersengal-sengal, “KYUHYUN-AH!!  MANA KYUHYUN-AH?!”, tanyanya panik dan mengedarkan pandangannya ke sekitar, matanya menangkap pandangan dari para member yang tertuju padanya, “MANA KYUHYUN?!”, tanyanya sekali lagi.

“Aku disini, hyung~”, jawabnya sambil mengangkat tangannya dengan lemas. “Tidak usah berteriak-teriak seperti itu, telingaku masih normal”, tambahnya.

Donghae tak mempedulikan ucapan Kyuhyun dan malah langsung berderap ke arahnya dengan ekspresi gusar yang tak dapat dia sembunyikan, “Kyuhyun-ah!!  Ige…”, ucapnya tak sabar sambil mengeluarkan handphone miliknya dari dalam saku celananya, “Haejin mengSMSku”.

Kyuhyun mendengus, “Lalu apa hubungannya denganku?  Sejak kapan aku menjadi operator yang harus mendengar kabar bahwa Haejin telah mengSMSmu?”, tanyanya dengan nada kesal karena Donghae mengingatkan pada dirinya yang dari kemarin tidak bisa menghubungi Nara yang nomor handphonenya sedang tidak aktif hingga saat ini.

Donghae menjitak kepala Kyuhyun, “Dengarkan aku dulu!.  Haejin bilang, dia sedang bertemu dengan Chansung!”, ucapnya, masih dengan ekspresi panik.  Kyuhyun masih belum mengerti, “Lalu?  Ada yang penting dengan hal itu?!  Ayolah hyung, mereka itu satu manajemen jadi tak heran jika Haejin bertemu dengan Chan…”

“Haejin pergi dengan Nara!.  Dan pertemuan itu memang atas keinginan Nara sendiri!!”, sela Donghae dan membuat Kyuhyun membelalak lebar, “MWOYA?!!”, teriaknya tanpa sadar.

Detik berikutnya, Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya dan menatap para hyungnya itu dengan pandangan cemas yang tak terkira.  “HYUNG, ANTARKAN AKU KE GEDUNG JYP!!!”

“Hah?”, semua member masih terlihat bingung dengan perkataan maknaenya itu.  “Gedung JYP?”

“SEKARANG!!!!”, teriakan Kyuhyun yang menggelegar dan membahana itu langsung membuat para member berdiri secara refleks dan mengikuti langkah Kyuhyun yang keluar dengan langkah tergesa.  Shindong mendesah sebal, “Sejak kapan ada maknae yang bisa memerintah hyungnya seperti ini?”.

Leeteuk menjawab singkat, “Apa boleh buat, kita tak pernah bisa melawan perkataan Raja Iblis!”

******

…JYP Entertainment…

Waah~”, Nara menganga lebar saat melihat isi dari gedung trainee milik JYP, “Luasnyaa~”.

Haejin segera menarik tangan Nara dan menutup mulut sahabatnya itu, “Jangan kampungan!.  Kau harus menjaga sikapmu disini”, desisnya dan membuat Nara berontak melepaskan diri dari bekapan tangan Haejin karena dia tak bisa bernafas, “Ahrasshoyo, Ohhnie..”, Nara menjawab dengan nafas tersengal dan dengan intonasi yang tidak jelas.

Haejin melepaskan bekapan tangannya dari mulut Nara, “Bagus!.  Dan ingat, namamu Lee Nara, saudara sepupu Lee Haejin yang datang ke sini karena ingin meminta tanda tangan dan berfoto bersama Chansung.  Kau harus ingat identitasmu itu!”, jelas Haejin dengan suara berbisik karena tak ingin didengan oleh orang lain.

Nara menggembungkan pipinya, “Hahh~ padahal aku kira Onnie mau mengenalkanku secara tulus pada Chansung, ternyata hanya untuk berfoto saja”, ucapnya kecewa dan segera dibalas dengan jitakan Haejin, “Babo!  Aku tak mau membuat hubunganmu dengan Kyuhyun itu putus!”.

Nara menatapnya heran, “Aish~ arasseoyo.  Lagipula Chansung juga menolak untuk membantu misi kita ‘kan?  Ya sudahlah, gwenchanha.  Anggap saja ini kesempatan bertemu dengan malaikat tampan itu”, ucap Nara dengan senyum lebarnya dan membuat Haejin menggelengkan kepala dengan heran, “Cho Kyuhyun, malang sekali nasibmu selama 2 tahun ini”, desisnya heran.

Nara masih mengedarkan pandangannya dengan penuh rasa penasaran ke segala arah gedung JYP, dan akhirnya melihat sosok yang dari dulu selalu ada di dalam khayalannya. “Onnie!!  Itu Nichkhun dan Taecyeon!!  Onnie, Onnie, Onnie!! Onnieeeee~”, Nara menggigit bajunya untuk menahan suara teriakannya dan mencubiti lengan Haejin dengan gemas.  “Onnie!!  Ada 2 malaikat!!!  Onnieeeee~ aku mau pingsan!!!”.

“Ya!! Pingsan ya pingsan saja, tapi tidak usah mencubiti tanganku seperti ini!”. Haejin menepuk-nepuk tangan Nara dengan agak kencang karena cubitan asalnya itu makin merajarela di lengannya, “Kwan Nara, berhenti mencubitku!”

Nara masih menggigit bajunya dan menatap Haejin dengan penuh harap, “Kenalkan aku pada merekaaaa~!”, pintanya sambil menarik-narik lengan baju Haejin.  Namun Haejin langsung menggeleng, “Sirheo!!  Kau akan kukenalkan pada Chansung, bukan pada mereka berdua!”, ucapnya sambil menarik tangan Nara untuk segera menuju ruang dimana Chansung sedang menunggu mereka berdua.

Nara berontak dari genggaman tangan Haejin.  Tapi apa daya, tenaganya tak cukup kuat untuk melawan tenaga dari gadis yang sering dibilang After School Gahee’s Junior itu.  Jadi Nara hanya menatap sosok Nichkhun dan Taecyeon yang semakin menjauh dengan pandangan hampa, “Oppaa~!!”, desis Nara dengan penuh gaya dramatis.  Sungguh, baru kali ini dia memperlihatkan sosok  fangirlnya secara terang-terangan. (.__.)  Dan hal itu tentu saja terlihat agak…memalukan.  Padahal selama 2 tahun ini dia selalu melihat sosok Cho Kyuhyun yang digilai oleh ratusan ribu gadis di Korea secara langsung namun tetap saja hanya para member 2PM yang bisa membuat seorang Kwan Nara berteriak histeris seperti ini.

Onnie kejam!”, Nara merengek, hampir menangis.  “Onnie, aku ini fans berat mereka berdua.  Apalagi Taec…”

“Ah, Chansungie!”, Haejin mengangkat tangannya dan melambai ke satu penjuru.  Nara mengikuti arah tujuan lambaian itu dan langsung menganga lebar.  Seorang pria dengan tubuh kekar dan badan yang tegap, kini sedang melambai kearah mereka (kepada Haejin lebih tepatnya).  Nara langsung merasakan lututnya gemetar hingga tak mampu menahan beban tubuhnya lagi, “Onnie…jangan kesitu!.  Aku bisa pingsan!  Dia tampan sekali!”.

Haejin terlihat tak peduli dan kembali menarik tangan Nara hingga akhirnya mereka berdua kini sudah berdiri di hadapan Hwang Chansung, maknae 2PM.  Haejin langsung memperkenalkan Nara padanya, “Ah, ini sepupuku yang kemarin kuceritakan.  Dia penggemar beratmu”, jelasnya.  Chansung mengangguk paham dan segera mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah, “Annyeonghaseyo, Chansung imnida”, katanya memulai perkenalan.

Nara merasa tubuhnya kini menggigil hebat namun tangannya tetap terangkat untuk meraih uluran tangan itu, “Aku Kwan…AWWWW!.  Maksudku, Lee Nara imnida”, Nara buru-buru mengoreksi namanya saat kaki Haejin itu mendarat dengan sangat sempurna di atas kakinya.

Chansung terkekeh pelan melihat kelakuan dua gadis di depannya ini dan lalu menatap Nara secara langsung, “Jadi, mana kameranya?  Katanya kau ingin berfoto denganku?”

******

…Super Junior’s Mini Bus, In Front of JYP Building…

“Dimana dia?!”, Kyuhyun melongokkan kepalanya kesana-kemari, matanya masih memperhatikan setiap penjuru gedung JYP itu dari dalam mobil.  Terlihat sekali dari ekspresinya bahwa dia sangat cemas dengan gadis itu.

Leeteuk menarik kerah baju Kyuhyun kebelakang, seakan menyuruhnya untuk menjauhi kaca jendela mobil.  “Jangan gegabah.  Mungkin saja ada paparazzi disini”, ucap Leeteuk singkat.  Kyuhyun mendesah kesal dan akhirnya menatap Donghae dengan penuh penasaran, “Hyung, apa benar kalau Nara yang meminta Haejin untuk membantunya menemui Chansung?”, tanyanya.

Donghae mengangguk dan menunjuk ke satu arah, “Lihat saja, itu mobil milik Haejin dan dia jarang bawa mobil kecuali jika dia sedang pergi dengan seseorang”, Kyuhyun menengok kea rah mobil yang ditunjuk oleh Donghae dan kembali mendengus, “Cish~ Lagi-lagi 2PM?!”, rutuknya kesal.  Sulit untuk diakui, namun kali ini Kyuhyun yakin bahwa rasa yang tengah bergejolak di dalam dirinya ini adalah rasa cemburu.  Ya, Kyuhyun yakin tentang hal itu.

Ryeowook yang agak ketakutan saat melihat ekspresi Kyuhyun yang hanya diam dan menatap lurus kearah gedung JYP itu, akhirnya memutuskan untuk sedikit menghiburnya.  “Kyuhyun-ah, ayolah~ jangan terlalu khawatir seperti itu.  Ini, minumlah dulu supaya perasaanmu menjadi sedikit membaik”, ucap Ryeowook sambil menyerahkan sekaleng minuman ringan padanya.

Kyuhyun melirik kaleng minuman itu sekilas dan mengambilnya dengan ekspresi dingin.  Setelah kaleng minuman itu sudah ada ditangannya, bukannya meminumnya tapi dia malah kembali menatap ke depan dan mendesis pelan, “Jadi kau sama sekali tidak mengingatku dan malah mengingat mereka berenam? Mencoba mencari kesempatan ditengah kesempitan, hah?”.

Tepat saat kata-kata Kyuhyun itu berakhir, keenam member lainnya dapat mendengar suara yang langsung membuat tubuh mereka merinding.  Kyuhyun mencengkram kaleng minuman itu dengan sangat erat hingga membuat kalengnya menjadi penyok dan buih soda meluap keluar dari dalamnya.  Tak urung cairan soda itu kini merembes membasahi celana sekaligus jok bangku mobil.

Baru saja Heechul akan memarahi maknaenya itu, namun kata-katanya tertahan karena desisan yang terucap tajam, “Kwan Nara, kau akan mati ditanganku!”

Ryeowook yang ketakutan setengah mati saat melihat ekspresi Kyuhyun itu langsung merangkul lengan Leeteuk yang juga tengah menganga lebar.  Tidak hanya Leeteuk dan Ryeowook, namun Shindong, Yesung, Heechul dan Donghae yang juga ada di mobil itupun menelan ludah dengan gugup saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Kyuhyun.

Karena mereka tahu bahwa duel sengit antara duo iblis itu akan segera dimulai.

“Ayo kita kembali ke dorm!. SEKARANG!!”

*******

…JYP Building…

“Tampan sekalii~!!!”, entah sudah keberapa kalinya Nara mengatakan hal itu sambil terus memperhatikan beberapa foto dirinya dengan Chansung yang diambil beberapa waktu yang lalu.  Haejin mengorek telinganya dengan ekspresi bosan, “Sekali lagi kau mengatakan hal itu, maka genap sudah 100 kali kau memuji bahwa Chansung itu tampan, Nara-ya”, ucapnya tanpa minat.

Nara tak terlihat peduli dan kini menciumi layar handphonenya dengan mesra, “Aaah~ Hwang Chansung, tampan sekali dirimu~!!”, ucapnya dengan nada merajuk dan membuat Haejin lagi-lagi merinding karena melihat sifat sahabatnya yang kini berubah drastis.

“Lebih baik kau bersikap seperti biasanya, Kwan Nara-ssi”, ucap Haejin sambil beerkalan menuju pintu utama dari gedung JYP itu.  “Aku mual melihat keadaanmu yang sekarang”, tambahnya lagi.  Nara tetap tak peduli, “Ahh~ aku sangat bahagi…”.

Ucapan Nara terhenti saat melihat beberapa orang gadis dengan penampilan yang cukup mencolok itu masuk dari pintu utama.  Mereka melambai kearah Haejin yang membungkuk formal, “Annyeonghaseyo”, sapanya sopan dan dibalas dengan senyuman ramah dari mereka semua.

“Haejin-ah, lama tidak bertemu denganmu.  Bagaimana kabar promosi Felidis?”, tanya salah satu diantaranya.  Haejin tersenyum lebar, “Baik, Ye Eun Onnie. Doakan saja semoga kami bisa menyusul untuk promosi dalam skala Internasional”.

Detik berikutnya, Haejin terlibat perbincangan yang cukup ramai dengan beberapa gadis itu. Ya, para member Wonder Girls lebih tepatnya.  Namun perhatian Nara hanya tertuju pada 1 gadis yang memakai sweater biru dan memakai earphone di telinganya.  Sungguh, hanya dengan meliriknya sekilas pun Nara yakin bahwa semua  pria pasti akan tergila-gila untuknya.

“Ah, Onnie..kenalkan.  Ini sepupuku, Lee Nara.  Nara, kau sudah tahu kan siapa mereka?”, tanyanya yakin.  Nara mengangguk singkat dan memaksakan untuk tersenyum, “Tentu saja aku tahu.  Ini Sunye Onnie, Ye Eun Onnie, Yoo Bin Onnie, Soo Hee Onnie dan…”, Nara menelan ludah untuk sejenak sebelum menyebut namanya, “Hye Lim Onnie”.

Nara tak bisa berhenti mengagumi sosok gadis di hadapannya ini. Baru kali ini dia melihat sosoknya secara langsung selain dari acara music maupun fotonya di internet.  Dan yang dapat Nara simpulkan adalah : cantik, tinggi semampai, atraktif dan memiliki bakat yang tak dimilikinya. Beberapa alasan yang memungkinkan membuat seorang Cho Kyuhyun berpaling dari Kwan Nara tentunya.

Onnie..aku tunggu di mobil saja ya?”, Nara meminta izin untuk keluar dari forum itu dan tanpa menunggu jawaban dari Haejin, Nara langsung pergi meninggalkan gedung itu kemudian beranjak menuju mobil Haejin yang terparkir di lapangan parkir.

Nara mencoba membuka pintu mobil itu, “Aish~babo.  Terkunci!”, desisnya dengan nada kesal.  Dia berniat untuk masuk kembali ke dalam gedung namun ketika mengingat keberadaan gadis itu, Nara jadi enggan untuk kembali menemuinya.

Akhirnya Nara memutuskan untuk menunggu Haejin keluar sambil bersandar pada bagian samping mobil.  Beberapa kali dia harus mengeratkan jaketnya karena udara dingin yang begitu menusuk tulangnya, “Hahhh~ dingin sekali”, ucapnya lirih sambil menggosokkan kedua telapak tangannya untuk memberikan sedikit kehangatan.  Sesekali uap dingin keluar dari setiap hembusan nafas Nara.

Karena agak bosan menunggu, Nara mengeluarkan IPodnya dari dalam tas.  Dia memasangkan earphone ke telinganya dan memilih lagu secara acak.  Namun detik berikutnya dia malah tercengang heran saat mendengar melodi yang mengalun dari IPodnya,

“Naoe rowo dodoe neol sanghaek hal tteun…”

(It doesn’t matter even if I’m lonely)

Misoga naui eolgure beonjyeo…”

(Everytime I thinking of you, smile flashes on my face)

Nara mengecek track lagu yang sedang terputar di playlistnya dan kemudian malah terkekeh hambar, –Super Junior {Kyuhyun} –  Hope My Dreams that Never Sleep–

“Cish~ kau selalu datang di saat yang tidak tepat, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucapnya ketus.  Namun telinganya tak urung tetap menikmati tiap nada yang dialunkan dari bibir pria itu.  Kaki Nara menghentakkan tanah dengan pelan sesuai dentuman musik dan wajahnya menengadah ke langit yang luas.

Cho Kyuhyun?.

Nara akui bahwa dia tak setampan Hwang Chansung yang baru saja ditemuinya tadi.  Nara tahu bahwa tubuh seorang Cho Kyuhyun itu tak sekekar Ok Taecyeon, dan tak perlu melihat secara jelas, semua itu dapat dilihat secara sekilas.  Sungguh perbandingan yang sangat kontras dan berbanding terbalik.

Nara tahu bahwa pria itu tak akan pernah berhenti mengejeknya sebagai gadis bodoh dan sama sekali tak memiliki bakat apapun.

Nara paham bahwa Cho Kyuhyun akan selalu ditempa oleh skandal dengan gadis cantik dari kalangan manapun.  Tua maupun muda, artis ataupun bukan, penyanyi atau dari profesi lainnya.  Nara sangat paham akan hal itu, sangat amat paham.

Dan Nara juga sangat amat mengetahui bahwa saat ini dia sedang merindukan sosok pria menyebalkan dan tidak sempurna itu.

Tiba-tiba Nara merasakan ada sesuatu bulir yang jatuh ke hidungnya.  Tidak hanya satu, namun banyak.  Nara mencoba sadar dari lamunannya dan menatap ke langit biru diatasnya, buliran kristal berwarna transparan itu kini mulai menghujani tubuhnya.  “Salju?”, tanya Nara takjub.  Inilah salju pertama selama musim dingin tahun sekarang dan secara tidak terduga, Nara teringat akan pembicaraan Ririn yang disampaikannya kemarin malam.

“Salju pertama itu melambangkan perasaan yang murni dan paling tulus dari dasar hati seorang wanita.  Jika saat salju pertama itu turun dan kau sedang memikirkan seseorang, maka kau benar-benar mencintai orang itu.  Tidak terkecuali.”

Nara tersenyum kecil dan kemudian menghembuskan nafas dengan berat, asap dingin kembali keluar dari mulutnya.  “Dan aku memikirkan tentangmu, Cho Kyuhyun”, ucap Nara dengan nada terpaksa, seakan masih belum menerima segala pemikirannya itu.  “Cish~ nan jeongmal babo gateun”, desisnya sambil terkekeh pelan, masih menertawakan jalan pikirannya barusan.

“Nara-ya!!”, Haejin keluar dari dalam gedung dan beranjak menghampiri Nara dengan langkah tergesa, asap putih mengepul dari mulutnya setiap kali dia menghembuskan nafas.  “Aigo~ dingin sekali!  Kenapa kau tak masuk ke dalam saja?”, tanya Haejin sambil mengibaskan salju yang ada di rambut Nara, “Kau pasti kedinginan kan?”, tanyanya khawatir.

Nara menggeleng ringan, “Aniya.  Malah karena aku menunggu disini, aku jadi bisa melihat salju pertama yang turun di tahun ini”, ucapnya senang.  Haejin agak mengernyit heran, “Salju pertama?”, tanyanya ragu namun kemudian teringat ucapan Ririn kemarin, “Ah!  Keurae!  Salju pertama ya?  Lalu siapa yang kau pikirkan saat itu?”.

Nara tersenyum samar dan menatap Haejin dengan pandangan penuh aura Iblis yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri, “Cho…”, Nara menggantungkan kalimatnya, tapi Haejin sudah tersenyum lebar saat mendengar nama Cho itu disebut, “Cho?”, tanya Haejin penasaran.

“Cho…”

“Cho?!  Cho apa?!  Cho…”

“Cho…i Minho”, jawab Nara ringan dan tersenyum lebar.  “Aku membayangkan Choi Minho datang menemaniku yang sedang kedinginan di bawah guyuran salju ini sambil membawakan boneka teddy bear yang ada di MV Hello”, tambahnya ringan dan langsung membuat Haejin naik darah.  “KWAN NARA!  KAU MEMANG RATU IBLIS!”, serunya sambil mencekik leher gadis itu dengan penuh nafsu.

“Hhhekkk!! Onnie, lep..phas..kan!  Se..sak!”

Tak perlu ada yang tahu mengenai perasaannya yang sesungguhnya.  Untuk saat ini, cukup dirinya sendiri yang tahu tentang hal itu.  Dan suatu saat nanti, Nara akan memberikan kesempatan untuk pria itu mengetahui seluruh isi hatinya.  Ya, suatu saat nanti.

*******

…Super Junior’s Dorm, 11th Floor…

Kwan Nara akan mati di tanganku!. Kwan Nara akan bertekuk lutut di hadapanku!. Kwan Nara akan menjadi budakku!  SE-LA-MA-NYA!”, desis Kyuhyun selama mereka berada di dalam lift menuju lantai 11.  Dia terus mengulangi kata-kata itu tanpa henti dan membuat member lainnya merasa merinding.

Yesung menjitak kepala Donghae dan berbisik, “Ini gara-gara kau!.  Kalau kau tak memberitahu bahwa Nara sedang ada di gedung JYP, pasti masalahnya tak akan seperti ini”.  Donghae meringis dan menjawab pelan, “Mana kutahu bahwa kejadiannya akan seperti ini, hyung?!”, ucapnya memberikan pembelaan pada dirinya sendiri.

“Kyuhyun-ah, sudahlah.  Kata-katamu tadi terlalu berlebihan”, Leeteuk mencoba menenangkan Kyuhyun yang sangat terlihat emosi, namun nyalinya langsung ciut saat melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan tajam, “Hyung, biarkan aku mengurus masalahku sendiri”, ucapnya dengan nada dingin dan membuat Leeteuk dan member lainnya menelan ludah dengan penuh rasa takut, “Ah, ne~”, jawab mereka dengan kompak.

TTING!

Pintu lift terbuka di lantai 11 dan Kyuhyun berderap keluar dari dalam lift, mendahului kelima hyungnya yang masih shock dengan tatapan penuh nafsu membunuh dari maknaenya itu.  Shindong langsung menghembuskan nafas lega saat Kyuhyun sudah berjalan menjauh, “Hahh~tatapannya tadi sangat menyeramkan!. Aku kira kita akan diterkam olehnya”, ucap Shindong dan dibalas dengan anggukan member yang lain.

Namun baru saja Ryeowook, Yesung, Leeteuk, Heechul, Shindong dan Donghae melangkah keluar dari lift, Kyuhyun sudah kembali keluar dari dalam dorm sambil membawa kotak coklat pemberian dari Nara sekaligus membawa kantong plastic yang terisi penuh oleh beberapa jenis benda.

“Ya!  Kau mau kemana?”, Heechul menahan langkah Kyuhyun yang tergesa untuk masuk ke dalam lift, “Kita baru sampai dan kau mau pergi lagi?”, tanyanya lagi. Kyuhyun  menjawab singkat, “Membunuh Kwan Nara!”.  Kemudian dia masuk ke dalam lift dan menghilang di balik pintu lift yang kini tertutup rapat.

Leeteuk menganga, “Hah?!”

Ryeowook yang merasa ada yang tak beres dengan benda yang dibawa oleh Kyuhyun di dalam kantong plastic itu, akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dorm.  Dia mengecek semua bahan makanan yang seharusnya ada di dalam rak makanan, ternyata benar..ada beberapa bahan makanan yang hilang.  “Tapi kenapa yang hilang malah spagetthi?”.

*****

…Kwan’s House…

Kamsahamnida.  Anda bisa kembali ke dorm, biar nanti saya menelfon member lainnya untuk menjemput saya”, ucap Kyuhyun sebelum dia turun dari mini bus yang mengantarkannya ke rumah keluarga Kwan.  Supir itu mengangguk paham dan setelah Kyuhyun turun dengan selamat, dia langsung kembali ke dorm dan meninggalkan Kyuhyun seorang diri di depan rumah yang megah itu.

“Cho Kyuhyun, kau pasti bisa!”, ucapnya yakin seakan memberikan sugesti pada dirinya sendiri.  Akhirnya dia maju perlahan dan memencet bel rumah itu beberapa kali.  Namun setelah beberapa saat menunggu, masih belum ada yang membukakan pintu untuknya.  “Aish!  Kemana dia?!”.

Kyuhyun memutuskan untuk menelfon handphone gadis itu, namun..

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan servis area.  Cobalah beberapa saat lagi…”

“Argh!”, Kyuhyun segera menekan tombol reject dan kembali memasukkan handphone itu ke dalam saku celananya.  Dia memencet bel lagi hingga beberapa kali, namun hasilnya tetap sama.  Tak ada yang menyambutnya.

Kyuhyun bisa merasakan angin musim dingin kembali berhembus kencang dan membuatnya agak menggigil, “Aigoo~!!”, desisnya sambil merapatkan retsleting jaketnya.  Dia menggosok-gosokkan kedua tangannya untuk mendapatkan kehangatan.  “Dingin sekali!!”, keluhnya sebari diiringi oleh asap putih yang keluar dari mulutnya.

Akhirnya Kyuhyun memilih untuk duduk dan menunggu hingga gadis itu membukakan pintu untuknya.  Tak peduli harus menunggu berapa lama, Kyuhyun akan tetap menunggu disini.  Dia bertekad bahwa masalah ini harus segera terselesaikan.  Secepatnya!

Dia duduk dengan menyender ke pintu rumah sehingga otomatis pandangannya langsung menghadap ke halaman rumah milik keluarga Kwan yang hijau dan tertata rapi.  Karena bosan, akhirnya Kyuhyun mengeluarkan handphonenya dan membuka tracklist lagunya.  Ternyata ada sebuah lagu yang dulu pernah Nara kirimkan padanya lama sebelum kecelakaan kemarin terjadi.

Kyuhyun masih ingat pesan gadis itu yang menyuruhnya mendengarkan lagu itu hingga selesai, “Kau harus mendengarkan lagu ini, Cho Kyuhyun yang tampan.  Aku jamin kau tak akan menyesal karena telah mendengarnya”.

Tanpa dia sadari, tangannya kini memutarkan lagu itu.  Ternyata sebuah instrument piano milik Yiruma – Maybe.

Kyuhyun mendengarkan alunan piano itu dengan seksama dan tersenyum simpul saat mengingat kata-kata gadis itu.  ‘Cho Kyuhyun yang tampan’, entah sejak kapan Kyuhyun sangat merindukan panggilan yang awalnya sangat ia benci setengah mati ituDan terlebih lagi, dia sangat merindukan gadis yang selalu menyebut nama panggilan itu.

Padahal belum genap sehari semenjak Nara hilang ingatan, namun Kyuhyun merasa sudah ada satu hal yang berbeda dalam hidupnya.  Ya, dulu Kyuhyun pernah mengatakan, “Ada atau tidaknya Kwan Nara dalam hidupnya, tak akan ada yang berubah.  Namun ada yang terasa berbeda”.

Semua itu benar adanya.  Hidup Kyuhyun tidak berubah.  Dia masih bisa bernafas dan berjalan dengan tenang.  Dia masih bisa berbincang dengan hyungnya.  Dia masih bisa makan seperti biasa.  Kyuhyun masih bisa hidup seperti sebelumnya, tanpa ada yang berubah.

Namun dia tidak mendengar suara yang bernada dingin itu lagi.  Dia tak bisa mendengar sebuah nama panggilan yang terucap dari bibir mungil itu, “Cho Kyuhyun yang tampan”.  Kyuhyun tak tahu harus menujukan  panggilan “Kwan Nara sayang” pada siapa lagi, selain gadis itu.  Dan dia tak  menemukan partner dalam bermain game lagi.  Itulah yang membuat hidupnya terasa berbeda.

Ternyata kehadiran gadis bodoh itu sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi seorang Cho Kyuhyun.

“Ah, salju?!”, tanyanya tak percaya karena salju pertama di musim dingin tahun ini telah menampakkan dirinya. Kyuhyun mendesah kesal saat pintu itu tak kunjung dibuka sedangkan dirinya sudah benar-benar menggigil kedinginan karena menunggu diluar rumah, apalagi ditambah dengan salju yang kini mengguyur daerah sekitarnya.

Akhirnya dia memutuskan untuk memakai tudung jaketnya, berharap bisa sedikit merasa lebih hangat.  “Jika aku mati kedinginan, itu semua gara-gara kau, Kwan Nara sayang

*******

…Haejin’s Car…

“Mengaku bahwa kau telah berbohong?!”, tanya Haejin tak percaya saat mendengar kata-kata yang keluar dari bibir sahabatnya itu.  Nara mengangguk, “Kupikir aku sudah keterlaluan karena sudah membohonginya hanya karena alasan cemburu.  Aku akan mencoba untuk menjadi lebih dewasa”, ucapnya singkat dan membuat Haejin menganga, “Jinjjayo?!”

Nara menggumam yakin, “Ne.  Aku yakin, Onnie.  Cho Kyuhyun dan Kwan Nara tak akan selamanya menjadi pasangan yang childish kan?”.

Haejin makin menganga, “Kau terkena demam musim dingin, hah?!  Bagaimana bisa seorang Kwan Nara berpikiran seperti itu?”, Haejin memegang kening Nara, mencoba memastikan suhu tubuhnya.  Namun Nara langsung menepis tangannya, “Onnie~sudahlah.  Aku lelah dan ingin segera pulang lalu tidur di kasurku yang nyaman”, ucap Nara, mcoba menghentikan pembicaraan ini.  Haejin menggeleng heran, “Ck~ dasar kau”.

Akhirnya Haejin memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah Nara, “Onnie, ayo masuk dulu”, ajak Nara dan diiyakan oleh Haejin.  Setidaknya secangkir teh hangat akan sedikit membuat tubuhnya sedikit menjadi lebih segar kan?

Baru saja saat Nara membuka pintu pagar, tiba-tiba teriakan itu langsung terdengar. “KWAN NARA, CEPAT BUKA PINTUNYA!  AKU BISA MATI KEDINGINAN DISINI!”.

“Eh?”, Nara dan Haejin menengok ke sumber suara dan menemukan sesosok pria yang memakai jaket berwarna coklat  dan membawa beberapa bungkus kantung plastic.  Tanpa perlu menebak lagi, Nara sudah tahu bahwa sosok itu adalah Kyuhyun.  Begitupun dengan Haejin.

Haejin yang merasa dia tak boleh mengganggu moment ini akhirnya meminta izin untuk pamit, “Ups, Nara-ya..tampaknya aku ada rapat dengan Jin Young sajangnim.  Membicarakan mengenai konsep Album Felidis yang terbaru.  Jadi, aku harus pergi~  Annyeong..”, tanpa menunggu persetujuan dari Nara, Haejin langsung melenggang pergi sambil melambaikan tangannya.

Onnie!!  Kajima~!!”, Nara mencoba menahan langkah Haejin namun Haejin langsung masuk ke dalam mobilnya dan menancap gasnya tanpa ba-bi-bu lagi.  Dia melihat sosok Nara yang menatap kepergiannya dengan wajah anic dari kaca spion mobilnya kemudian Kyuhyun tiba-tiba sudah ada di belakang gadis itu.  Kelihatannya mereka mengobrolkan sesuatu.

Haejin tersenyum tipis dan segera menelfon Ririn dengan dial number, “Yoboseyo, Ririn-ah?  Bagaimana jika kita ke café?”.

“Untuk apa?  Kurasa kita harus merayakan perubahan duo iblis itu, Ririn-ah.  Mereka sedang dalam proses menjadi malaikat.  Hahaha~.  Kulanjutkan ceritanya di café.  Oke?”

Haejin berharap, mulai besok panggilan Iblis itu sudah tak melekat pada diri mereka berdua.  Oh, mungkin juga tidak…  Ah, entahlah.  Haejin tak ingin berharap banyak.  Karena berharap Kyuhyun dan Nara menjadi sosok malaikat adalah sama dengan melihat dirinya yang akan berhenti melakukan skinship dengan Donghae.

Semua itu mustahil.

Eh, tapi tak ada hal yang mustahil ‘kan?

*******

Nara menatap kepergian Haejin dengan wajah cemas, “Onnie~ Kajima!!!”, teriaknya.  Namun Haejin seakan tuli dan tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga meninggalkan Nara sendirian di sana.  Oh, bukan sendirian rupanya karena

Buka…kan pint…tunya!”, tiba-tiba suara yang sudah amat dikenalnya itu sudah ada di belakangnya.  Cho Kyuhyun berdiri tepat di belakangnya dan berbicara dengan suara yang bergetar karena menggigil kedinginan, “Ak..ku bisa ma..ti keding..nginan disin..ni, Kwan  Nar..ra”, lanjutnya dengan suara yang masih bergetar.

Nara menoleh ke arahnya dan memperhatikan seluruh tubuh pria itu, dari ujung kepala hingga ujung kaki.  Memang benar, di jaketnya itu sudah ada taburan salju yang menempel tipis, menandakan bahwa pria ini sudah menunggu agak lama di depan rumahnya  dan warna kulit wajahnya sudah benar-benar berubah menjadi pucat karena cuaca dingin ini.  Nara mendesah pelan, merasa agak khawatir.  “Cho Kyuhyun-ssi, sudah berapa lama kau menunggu disini?”, tanyanya dengan nada seakan-akan dia belum mendapatkan ingatannya kembali.

Nara berpikir bahwa bukan saat yang tepat untuk mengakui kebohongannya sekarang, mungkin sebentar lagi dia akan mengakui hal itu.  Tapi bukan sekarang.

Nara bisa menangkap pandangan kecewa yang terpancar dari mata Kyuhyun, “Kau mas..sih belu..m ingat ten..tang diri..ku?”, tanyanya dengan suara serak.  Nara benar-benar miris melihat keadaan pria ini dan akhirnya memutuskan untuk menarik tangannya ke depan pintu, “Kau bodoh, Kyuhyun-ssi.  Kenapa kau mesti menunggu diluar selama hujan salju ini?  Kenapa kau tidak pulang saja?!”, tanyanya dengan gemas sambil membuka kunci pintu rumahnya.  Kyuhyun tidak menjawab dan masih menggigil kedinginan.

Akhirnya pintu rumah terbuka dan Nara segera mendorong tubuh Kyuhyun untuk segera masuk ke dalamnya, “Aish~ kau diam saja disana.  Aku ingin mengambil baju milik Appa dan handuk untuk mengeringkan rambutmu”, ucapnya.  Nara menyuruh Kyuhyun untuk duduk di sofa ruang tamu dan menyuruhnya untuk menunggu sedangkan dirinya pergi ke kamar orang tuanya untuk mengambil salah satu baju milik Ayahnya yang akan dipinjamkan untuk Kyuhyun.

Selama perjalanan menuju kamar, Nara masih mengomel pelan.  “Babo!  Menunggu di depan rumah saat hujan salju?  Kau kira rumahku ini tempat penampungan mayat yang membeku menjadi boneka salju, Cho Kyuhyun yang tampan?” desisnya dengan suara pelan karena takut Kyuhyun mendengarnya.

Akhirnya Nara memutuskan mengambil 1 kaus milik Ayahnya dan membawanya ke ruang tamu untuk diberikan pada Kyuhyun.  Namun tiba-tiba telinganya mendengar ada suara yang asing dari arah dapur, “Heh?  Apa itu?”, tanyanya penasaran dan segera berderap menuju dapur.  Namun matanya tidak menangkap sosok Kyuhyun yang sedang duduk di sofa ruang tamu, pria itu menghilang entah kemana.  “Eh?!  Kemana dia?”.

Namun tiba-tiba seraut wajah yang dicarinya itu malah melongok dari salah satu sisi dapur, “Mencariku, Kwan Nara?”, tanyanya.  Nara mengernyit heran saat melihat Kyuhyun yang sedang berada di dapur dengan memakai celemek dan membawa sebuah wajan beserta sebuah spatula.

“Apa yang sedang kau lakukan?!”, tanya Nara yang tak terima jika dapurnya direcoki oleh tangan pria itu.  Dia mencoba merebut spatula dan wajan dari tangan Kyuhyun, namun Kyuhyun dengan sigap langsung mengatasi hal itu.

Kyuhyun menutup wajah Nara dengan wajan dan mendorong tubuhnya dengan bantuan ujung spatula yang sedang dibawanya, “Diamlah!.  Aku akan membuatmu kembali mengingat segalanya”, jawabnya singkat dan mengarahkan Nara untuk duduk di meja makan rumahnya.  “Duduklah dengan tenang disitu, Kwan Nara-ssi”.

Nara masih bingung dengan hal yang akan dilakukan oleh pria itu, namun dia mencoba untuk menurut saat mendengar bahwa Kyuhyun akan membuat ingatan tentang hubungan mereka berdua akan kembali lagi.  Dan jujur saja, Nara penasaran dengan hal yang akan dilakukan oleh pria itu.

Sementara itu Kyuhyun beranjak kembali ke dapur dan mulai mengeluarkan benda-benda yang senagaja dia bawa dari dorm.  Dari posisinya ini, Nara bisa melihat bahwa Kyuhyun membawa spaggethi dan bahan makanan lainnya.  “Hah?”, gumamnya heran.

Kyuhyun menoleh ke arahnya dan tersenyum kecil, “Daripada memperhatikan ketampananku, lebih baik kau membuka kotak berwarna coklat yang ada di atas meja”, ucapnya dengan penuh percaya diri sehingga membuat Nara ingin melemparinya dengan vas bunga yang ada disampingnya.  Namun dia masih mengingat bahwa saat ini dia sedang pura-pura hilang ingatan, dan jika dia melakukan hal itu..malah hanya akan membuat kebohongannya itu terbongkar.  Jadi sebisa mungkin Nara menahan emosinya, biarpun hal itu sangat sulit untuknya.

Akhirnya Nara mengambil kotak berwarna coklat yang ada disampingnya itu, matanya masih mengernyit heran.  Bukankah ini kotak berisi hadiah yang pernah Nara kembalikan padanya?  Kenapa dia membawanya kemari lagi?

Kyuhyun melirik sekilas kearah Nara yang masih tercengang saat melihat kotak itu.  Dia tertawa kecil sambil mengambil sebuah pisau yang ada di dalam laci rak, kemudian mulai mengiris bawang putih kemudian mencincangnya sampai halus.  “Kau ingat dengan hadiah-hadiah itu?”, tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari bawang putih di tangannya.

Nara menggeleng pelan, “Aku…tak ingat.  Sama sekali tak ingat”, jawabnya lirih, merasa berdosa karena sudah berbohong lagi pada pria yang dicintainya itu.  Kyuhyun mendesah agak kecewa, “Baiklah…”, ucapnya singkat dan kini mulai mengiris bawang Bombay.

“Gantungan kunci itu adalah…”

******

…HyongDon Games Shop, 2 Juli 2008…

“Lihat itu!  Hadiah utamanya Nintendo Wiii!”, Nara berseru dengan riang saat melihat sebuah spanduk yang cukup besar itu terpampang di sebuah toko mainan.  Beberapa orang berkumpul didalam toko itu dan terlihat antusias, sama seperti Nara.

Kyuhyun memperhatikan spanduk itu, “Untuk mendapatkan Nintendo Wiii, anda harus mengikuti games tembak target sesuai sasaran”, ucapnya setelah membaca peraturan dalam permainan untuk merebutkan Nintendo Wiii itu.  Nara langsung menatap Kyuhyun dengan pandangan berbinar, “Ayo kita ikut games itu!  Kita sudah terlatih dalam hal menembak di games Time Crisis ‘kan?”, tanya Nara dengan nada berharap.

Kyuhyun mendengus, “Ayolah~ itu hanya Nintendo.  Kita sudah punya PSP”, ucapnya dengan nada malas.  “Untuk apa mengharapkan hadiah yang tak lebih bagus dari barang yang kita miliki?”

Nara langsung diam setelah mendengar perkataan Kyuhyun.  Pandangan berbinar yang ada di matanya itu kini berganti dengan pandangan dingin yang dimilikinya.  “Arasseo”, jawabnya datar dan bernjak meninggalkan Kyuhyun sendirian di tengah keramaian games shop itu.

Kyuhyun memanggil Nara dengan nada cemas, “Ya!  Kau mau kemana?!”

Nara tak menjawab dan tetap melangkah maju, meninggalkan Kyuhyun.   Namun beberapa saat kemudian, dia berhenti melangkah dan berbalik menghadap kearah kekasihnya itu.  “KAU PENGECUTTTTT!!!!”, teriak Nara dengan suara yang sangat kencang dan menggelegar hingga membuat beberapa pengunjung itu langsung menatap mereka dengan heran.  “BILANG SAJA KALAU KAU TAK MAU DIKALAHKAN OLEHKU DALAM GAME ITU KAN?!  HADAPI KEKALAHANMU ITU, PRIA TAMPAN!”, tambahnya lagi sambil melemparkan sebuah boneka anime Harvest Moon yang terpajang di rak etalase itu kearah Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kepergian gadis itu dengan menganga lebar.  Tak lama kemudian dia mendengar suara bisikan beberapa orang yang membicarakan mengenai kejadian tadi kemudian tertawa terkekeh seakan mengejeknya.  Kyuhyun mendengus kesal dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari toko itu sebelum keadaan makin memburuk.

Tapi sebelum meninggalkan toko, matanya menatap kearah arena pertandingan tembak target itu.

“KAU PENGECUTTTTTTTT!!”

Kata-kata itu terus terdengar dan terulang di dalam memori otak Kyuhyun.  “Aish~!”, dia mengacak-acak rambutnya dengan kesal dan akhirnya mendengus kesal. Dengan langkah yang diseret, akhirnya dia mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membeli tiket guna mengikuti pertandingan itu.

“Aku bukan pria pengecut, Kwan Nara sayang”.

*****

Nara mengelilingi pandangan ke setiap sudut toko yang ada di mall ini.  Sesekali dia memakan ice cream cone yang dibelinya tadi sambil tak berhenti melihat setiap objek yang dapat menarik perhatian matanya.

Selama 3 jam ini, Nara berjalan-jalan sendirian di mall tanpa ditemani oleh Kyuhyun.  Dia berpikir bahwa dia tak perlu ditemani oleh pria pengecut seperti itu.  Nara lebih suka berjalan-jalan sendirian seperti ini.  Lebih tenang dan damai, menurutnya.

“Betul-betul pantang menyerah ya?”, ucap seorang pria yang melintas di hadapan Nara.  Teman pria itu mengangguk mengiyakan, “Sudah hampir 3 jam dan dia masih bersikeras untuk terus bermain.  Padahal kurasa dia sama sekali tak berbakat dalam permainan seperti itu”, balas temannya.

Nara mulai tertarik saat mendengar kata permainan yang diucapkan oleh mereka, “Maniak games jugakah?”, tanya Nara dalam hati.  Dia masih mendengar percakapan mereka saat mendengar jawaban lain, “Lagipula apa menariknya sebuah Nintendo Wiii di jaman sekarang?  Aigo~ lebih baik memiliki PSP ‘kan?”.

Nara langsung terdiam dan merasakan ada hal yang tidak beres dengan perkataan pria itu.  Hati Nara mengatakan bahwa pria yang dibicarakan oleh kedua orang tadi adalah sosok yang sudah dikenalnya itu.  “Aissh~ gawat!”, desis Nara sambil segera memakan potongan terakhir dari Ice Cream conenya kemudian dia segera beranjak kembali menuju toko games itu.

“Ya!  Player A kalah lagi!  Aigo~ ini adalah percobaan yang ke 103, namun dia gagal lagi”, suara MC itu langsung terdengar jelas di telinga Nara dan matanya langsung menangkap sosok pria yang memakai jaket berwarna hitam itu.  Dia menunduk kecewa dan menggeleng pelan, kelihatannya amat kecewa.

Tanpa pria itu ketahui, Nara tengah tersenyum penuh arti saat melihat sosoknya itu.  “Aku selalu tahu, kau bukan pria pengecut”, gumam Nara sambil melipat kedua tangannya di depan dada.  “Kau hanya pria yang penuh dengan rasa gengsi, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Akhirnya Nara berdiri di luar toko itu dan menyender ke tembok di samping toko.  Dia tak bisa menahan senyumnya saat membayangkan perasaan jengkel pria itu saat menerima kekalahan 103 kali berturut-turut.  “Hahaha~…”

“Apa yang sedang kau tertawakan?”, tiba-tiba saja Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang ditekuk muram.  Nara menggeleng singkat namun tak bisa menyembunyikan senyumnya, “Hanya ada satu kejadian yang lucu saja”, jawabnya.

Kyuhyun mengangguk singkat, mencoba untuk tak peduli.  Namun detik berikutnya dia menunjukkan sebuah gantungan kunci berbentuk replica Nintendo Wiii kepada Nara, “Aku kalah 103 kali dan ini adalah hadiah hiburannya”, jawabnya pelan, benar-benar merasa malu.

Nara terlihat terkejut sejenak dan akhirnya tersenyum lebar, “Gwenchanha.  Yang penting kau sudah mencoba”, jawabnya sambil menerima gantungan kunci itu.  Kyuhyun tak menjawab dan menatap Nara dengan yakin, “Suatu hari nanti, aku pasti akan membelikanmu Nintendo Wiii!”

Nara terkekeh pelan dan memasukkan gantungan kunci itu ke dalam tas selempangnya.  “Tidak perlu.  Bukankah kita sudah punya PSP?  Kurasa itu saja sudah cukup”, jawab Nara dan langsung membuat Kyuhyun menganga.  “YA!  Kalau begitu, untuk apa aku susah-susah memainkan games it…”

Ucapan Kyuhyun langsung terhenti saat Nara merangkul lengannya dan berbisik pelan, “Aku tak perlu media untuk permainan itu, yang sekarang kubutuhkan hanya lawan tandingku ini mau mentraktirku makan siang sebelum aku memberitahu ke member lainnya bahwa maknae Super Junior kalah telak 103 kali dalam permainan tembak target”.

“Kau tak mau hal ini bocor dan menjadi bahan tertawaan mereka ‘kan, Cho Kyuhyun yang tampan?”

******

Nara tersenyum simpul saat mendengar cerita Kyuhyun itu.  Dia benar-benar tak menyangka bahwa kekasihnya ini masih mengingat kejadian 2 tahun yang lalu itu.  Bahkan Nara sendiri hampir melupakannya.

Kyuhyun melirik kearah Nara yang terlihat sedang tersenyum simpul.  Dia juga ikut tersenyum sambil mengangkat spagetthi yang sudah direbusnya itu.  “Mengenai sepatu biru itu, kurasa tak harus dijelaskan.  Aku membelikan sepatu itu untukmu saat ulang tahunmu yang ke 17 karena aku tahu bahwa kau sangat menginginkannya semenjak beberapa bulan sebelumnya”, jelasnya.

Nara  mengangguk paham dan kembali menutup kotak itu dan menatap kearah Kyuhyun yang sedang mengaduk spagetthi dan menuangkan bumbu racikan buatannya sendiri ke atasnya.  “Jadi..hubunganku denganmu adalah, kekasih?”, tanya Nara.

Kyuhyun diam sejenak dan menggeleng pelan, “Kita bukan kekasih”, jawabnya singkat dan membuat Nara merasa jantungnya berhenti berdebar untuk sejenak saat mendengar jawabannya itu.  “Bukan..kekasih?”, tanyanya memastikan.

Kyuhyun mengambil sendok dan garpu dan menaruhnya disamping piring itu, “Keurae, kita bukan kekasih”, kini dia beranjak menuju meja makan sambil membawa piring berisi spagetthi itu.  “Kau dan aku adalah dua orang yang ditakdirkan untuk bersama.  Dan kita tak perlu julukan apapun untuk hal itu”, jawabnya ringan dan menyajikan makanan itu kepada Nara kemudian dia duduk di bangku yang berhadapan langsung dengannya.

Kau dan aku tak perlu mengungkapkan segalanya dengan kata-kata yang manis ataupun dengan hal yang romantis.  Kita memiliki cara sendiri untuk mengungkapkan segalanya.  Dan selama 2 tahun ini, kita mengungkapkan hal itu dengan games”, tambahnya dan menyerahkan sebuah garpu pada Nara.  Nara menerima garpu itu tanpa berbicara apapun, Kyuhyun yang memperhatikan segala tingkahnya itu hanya bisa tersenyum dan mengacak rambutnya dengan lembut.

Dan kau tahu?  Selama 2 tahun itu kau selalu membicarakan mengenai member 2PM, apalagi Taecyeon dan Chansung.  Aish~”, Kyuhyun mendecak kesal.  “Aku tahu, sampai kiamat datang pun aku tak akan bisa memiliki badan yang sekekar Taecyeon.  Jadi aku hanya bisa membuat spagetthi ini karena kau bilang bahwa kau suka saat melihat Chansung membuat spagetthi untuk kekasihnya.  Setidaknya aku bisa sedikit mendekati tipe pria idamanmu kan?”, tanyanya ringan.

Nara masih diam dan tak menjawab apapun namun tangannya mulai menyendok spagetthi itu.  “Kau  tahu?”, tiba-tiba saja Nara berbicara dengan nada pelan hingga membuat Kyuhyun harus menajamkan pendengarannya, “Hah?”, tanya Kyuhyun.

Nara mengangkat wajahnya dan langsung menatap mata Kyuhyun dengan tajam, “Jika spagetthi ini rasanya masih sama seperti saat kau membuatkannya untukku di Italy, aku tak akan segan-segan membunuhmu, Cho Kyuhyun yang tampan”.

Kyuhyun langsung membelalak lebar dan terlihat sangat shock, “MWOYA?!! KENAPA KAU INGAT HAL ITU?!”, tanyanya histeris.  Nara tak bisa menahan tawanya lagi, “Hahahaha~  Cho Kyuhyun babo~!  Aku ingat segalanya, Cho Kyuhyun yang tampan”, ejeknya sambil tertawa terbahak-bahak.  Kini wajah Kyuhyun sudah menjadi merah padam karena merasa malu sekaligus emosi karena gadis ini berhasil menipunya dan membuatnya khawatir setengah mati.

KWAN NARA, KAU…!!”, Kyuhyun langsung menghampiri Nara dan mencekik lehernya dengan penuh amarah.  “Kau tak tahu bahwa aku sangat mengkhawatirkanmu, hah?!”, tanyanya kesal.  Nara hanya terkekeh dan tiba-tiba memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat, “Gomawo.  Jeongmal gomawo, Cho Kyuhyun”, bisiknya sambil tak melepaskan pelukannya itu.

Baru kali ini Nara merasakan bahwa pria bodoh ini sangat memiliki peran penting dalam kehidupannya.

Kyuhyun melepaskan pelukan Nara dan beralih menatap mata Nara dengan penuh arti dan seakan dapat menembus seluruh syaraf yang ada di tubuhnya.  Kini tangan Kyuhyun beralih mengelus pipi Nara dengan lembut, “Kau…bodoh! Amat sangat bodoh!”, bisiknya dengan nada kesal namun bibirnya tak bisa berhenti memperlihatkan senyum.

Nara ikut tersenyum kecil, “Dan kau lebih bodoh karena telah mencintai gadis yang bodoh ini”.

Kyuhyun mencubit pelan pipi gadis itu, namun tiba-tiba Nara bisa melihat bahwa wajah Kyuhyun perlahan makin mendekat ke wajahnya.  Nara ingin mencoba untuk berontak dan melepaskan diri, namun entah setan apa yang menghipnotis dirinya saat matanya malah terpejam pelan dan tak berniat untuk melakukan apapun.

Lama kelamaan Nara bisa merasakan wajah Kyuhyun makin mendekat walau dengan mata yang terpejam.  Sungguh, jantung Nara tak bisa berhenti berdebar seribu kali lipat lebih cepat.  Tuhan, jika ini adalah waktu yang tepat, maka Nara tak akan menolak ciuma…

“HATSSYIIII!!!!”, tiba-tiba saja suara bersin itu terdengar jelas di telinga Nara dan diiringi dengan ‘hujan lokal’ yang tepat mengenai wajahnya.  Nara membuka matanya dan melihat Kyuhyun sedang mengusap hidungnya dan bersin lagi, “HATTSYII!!”.

“CHO KYUHYUN SIALAN!!  KELUAR DARI RUMAHKU!  SE-KA-RANG JUGA!!”

“Ya!!  Kau  tega mengusirku di tengah hujan salju seperti ini?!!”

******

-END-

15 thoughts on “{KyuNara Scene} Cho Kyuhyun VS Kwan Nara (ENDING)

  1. Aaah penasaran pgn tau gmn critanya kl kwan nara cemburu gara2 nntn acara reality show yg ada super junior sm wonder girls dipasang-pasangin.. Pasti seru.. Kkkkk!

  2. annyeong~~
    mau comment *yaiyalah!*
    endingnya kecepetan unn~~
    enakan nara nya biar selingkuh dulu, jadi ntar kyu n selingkuhannya nara bisa berantem~~ biar seru~ *brasa sinetron yak ._.*
    tapi tetep~~~
    kyunara daebak❤😀

  3. Muahahahahahahahahahahahahaha ngakak sumpah wkwkwkwkwk
    Aduh sumpah ini ff daebak bgt :))
    Ya ampuuun kenapa ga ciuman juga siiih /plak
    Padahal suasananya mendukung banget itu ._. Hehehhe ._.v
    Kyunara daebak😄

  4. Qo g d lanjutin ceritanya…pdhl ini fenomenal lho…lanjut…lanjut…lanjut..!! Kagak bosen bc ceritany meski sdh berkali2 baca

  5. Yah yah yah, acara ciumanny gagal deeeeehhh.. Mlh dpt ujan lokal dr kyu. Wakwakwakwak.. Tp syukur deh 2org itu bs baikan lg. Haaahhh, ada2 aj, krjaanny kx brantem mulu.

  6. aish keren, seru >.< arrgghh kenapa gak jadi sih ?! padahal tinggal dikit lagi tu, kyu kau sih bersin makanya gak jadi deh hufftt.. #ngomongapaansih?!gaje…

  7. Bwahaha ngakak abis baca nich ff. . Aigoo ratu dan raja iblis di persatukan yhaa seperti itulah jadi x. Hahaa Ending x kocak, sukaaaa bngt sama semua cerita2 author. Yhaaa walaupun aku blm baca semua x sich, hehe B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s