{KyuNara Scene} Cho Kyuhyun VS Kwan Nara (2Shot)

…SBS Strong Heart recording LIVE…

“Hahaha~”, penonton di dalam studio itu langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat tingkah konyol dari Kang Ho Dong maupun Lee Seung Gi yang menjadi pembaca acara strong heart.  Kyuhyun tersenyum simpul, sekedar untuk menunjukkan kesopanan yang formal.

Ho Dong membalik cue card miliknya dan langsung menatap Kyuhyun penuh minat, “Kyuhyun-ssi~!”, serunya dengan nada khasnya dan langsung membuat Kyuhyun segera memfokuskan pikirannya pada pertanyaan Ho Dong, “Ah, ye?”.

“Akhir-akhir ini pamormu sedang berada di atas puncak, Kyuhyun-ssi.  Bahkan katanya kau sudah menggantikan posisi Siwon-ssi sebagai frontman maupun icon dari Super Junior…”, ucapnya dan membuat Siwon yang juga menjadi bintang tamu di acara itu langsung menatapnya tajam.

Kyuhyun menggeleng cepat, “Animida~! Aku hanya maknae yang mencoba untuk melakukan yang terbaik”, jawabnya diplomatis.  Siwon mengangguk puas saat mendengar jawaban Kyuhyun, “Ah~santai saja, hyung.  Aku tak memiliki abs sepertimu, jadi tak mungkin aku menjadi icon Super Junior”, ucapnya saat menyadari perubahan ekspresi di wajah Siwon dan kembali membuat penonton tergelak.

Seung Gi langsung menambahkan, “Ah, keundae..memang banyak sekali perubahan yang terlihat dalam diri Kyuhyun-ssi.  Wajahnya menjadi tampan sekali ‘kan?”, tanya Seung Gi dan langsung membuat Kyuhyun mendelik, “Maksudmu, aku tidak tampan sebelum ini, Seung Gi-ssi?”, balasnya tajam dan membuat Seung Gi salah tingkah, “Ah~ani..aigoo, Kyuhyun-ssi, jangan membuat tanggapan yang membuat homepage ku dikunjungi oleh para antis”, rengeknya dan membuat Kyuhyun tertawa kecil.

Ho Dong langsung menanyakan hal yang membuat Kyuhyun lupa bernafas untuk sejenak, “Pasti kekasihmu sangat bangga melihat perubahanmu ini, Kyuhyun-ssi”, ucapan Ho Dong langsung membuat penonton berteriak riuh, banyak yang mengeluh lebih tepatnya.

Kyuhyun menatap kearah Leeteuk yang juga sedang menatap ke arahnya.  Dia memberikan tatapan ‘hyung, ottokhae?’, namun Leeteuk hanya mengangkat bahu dan mengalihkan pandangannya kearah kamera yang sedang mengambil gambar dirinya.

Kyuhyun tersenyum simpul dan menggeleng pelan, “Tidak ada yang akan merasa bangga.  Aku belum memiliki kekasih”, jawabnya ringan.  “Perubahan ini hanya akan dinikmati oleh para ELF dan untuk Super Junior sendiri”.

Di sisi panggung, Eunhyuk menoel pundak Leeteuk yang terlihat agak kecewa, “Hyung~boleh aku menginap di lantai 12 selama seminggu ini?  Aku rasa akan terjadi perang dunia ketiga antara duo iblis itu”

Leeteuk hanya mengangguk pelan dan menatap Kyuhyun yang masih berbicara ke arah kamera, “Cho Kyuhyun, neo neomu baboya~!  Berapa kali lagi kau ingin membuat ratu iblis itu marah-marah terus?”

Bukan tanpa alasan jika Kyuhyun menjawab seperti ini, tapi dia masih memikirkan karirnya kedepan.  Tentang perasaan ELF dan juga kelangsungan karir Super Junior.  Bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan kenyataan bahwa dia telah memiliki kekasih semenjak 2 tahun yang lalu.

Dan Kyuhyun yakin bahwa gadis itu akan memaklumi jawabannya ini.

******

…Nara’s Bedroom…

Nara mengunyah potato crispy di tangannya itu dengan santai.  Pandangannya masih tak lepas menatap kearah televisi yang sedang menyiarkan acara Strong Heart.  Dia menatap TV dengan pandangan bosan sampai akhirnya dia mendengarkan pertanyaan Ho Dong, “Pasti kekasihmu sangat bangga melihat perubahanmu ini, Kyuhyun-ssi”.

Potongan potato crispy yang sedang dipegangnya itu kini terhenti di udara dalam perjalanan menuju mulutnya.  Tanpa disadari, jantungnya berdebar lebih kencang saat menunggu Kyuhyun memberikan jawaban.  Nara benar-benar mengharapkan Kyuhyun mengatakan suatu hal tentang dirinya ataupun memberikan jawaban bahwa dia sudah memiliki kekasi…

Tidak ada yang akan merasa bangga.  Aku belum memiliki kekasih

Dan jawaban singkat itu langsung membuat Nara tersadar dan kemudian langsung terkekeh pelan, “Aish~jinjja..untuk apa kau mengharapkan hal itu, Kwan Nara?”, ucapnya kesal dan mengutuk dirinya sendiri yang tadi merasa berdebar saat menunggu jawaban pria itu.  Kini dia melanjutkan memakan potato crispynya itu dalam kebisuan dan masih menatap kosong ke arah TV.

“Cish~ apa-apaan ini?”, Nara mengusap air mata yang tiba-tiba mengalir dari ujung pelupuk matanya, tanpa dia sadari matanya kini terasa makin panas. Air mata itu kembali mengalir tanpa dia inginkan dan membentuk sungai kecil di pipinya.  Matanya masih menatap kearah TV yang sedang menyorot gambar Kyuhyun yang sedang tertawa kecil saat mendengar guyonan dari Ho Dong maupun Seung Gi, “Na…jeongmal babo gateun”, desisnya.

Nara paham bahwa dia tak seharusnya berharap jika Kyuhyun akan mempublikasikan hubungan mereka secara terang-terangan di hadapan publik.  Nara paham akan hal itu, sangat amat paham.  Namun ketika mendengar kenyataan itu secara langsung, entah kenapa itu malah membuat hatinya makin sakit.

“Aishh~sejak kapan kau menjadi cengeng seperti ini, Kwan Nara?”, rutuknya pada dirinya sendiri sambil menyeka air matanya.

Dia mengedarkan pandangan dan menemukan handphone miliknya yang tergeletak begitu saja di sampingnya.  Nara mendesah untuk beberapa saat dan akhirnya mengambil handphone itu dengan tegas dan segera membuka casingnya.  Dia melepaskan baterai handphonenya kemudian mengambil sim card dari dalamnya.

Ketika sim card itu sudah berada di tangannya, dia kembali menatap kearah TV dan mendesis pelan, “Cho Kyuhyun?  Nugulka?  Aku tak mengenalnya…”, tepat ketika ucapan Nara itu selesai diucapkan, tangannya langsung mematahkan sim card itu menjadi dua bagian dan segera membuangnya ke tempat sampah yang ada di kamarnya.

Kwan Nara sudah menjadi single semenjak detik ini.  Oh, bukan…Nara masih single semenjak 2 tahun yang lalu.  Kenapa?  Karena Cho Kyuhyun bukanlah kekasihnya sejak dulu.  Ya, Nara tak pernah  mengenal Cho Kyuhyun.

Nara menguap pelan dan beranjak menuju kasurnya kemudian mencoba menutup matanya rapat-rapat.

Dia berharap saat dia bangun keesokan harinya, dia akan sadar dari semua mimpi ini.  Mimpi mengenai dirinya yang menjadi kekasih Cho Kyuhyun selama 2 tahun dan menyembunyikannya dari khalayak publik.  Ya, besok pagi Nara pasti akan bangun dari mimpi itu.

Semua kejadian ini hanyalah mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

*****

…Super Junior’s Dorm 11th Floor, Kyuhyun & Sungmin’s bedroom…

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan servis area.  Cobalah beberapa saat lagi…”

Kyuhyun mendengus pelan dan langsung menekan tombol reject di handphonenya.  Dia melemparkan handphonenya begitu saja ke atas kasur miliknya, “Aishh~”, keluhnya sambil memijat keningnya yang tiba-tiba terasa amat pusing, “Dimana dia?”.

Sungmin menurunkan majalah yang sedang dibacanya dan menatap heran kearah dongsaengnya itu, “Waeyo?”, tanyanya.  Kyuhyun menghela nafas dengan berat sebelum akhirnya menjawab, “Si bodoh itu…tidak mengangkat telefonku”, jawaban Kyuhyun itu langsung membuat Sungmin mengangguk paham.

“Nara?”, tanyanya memastikan.  Kyuhyun langsung mendelik tajam, “Kau pikir, ada berapa gadis yang ada di otakku ini, hyung?”, sahutnya yang merasa bahwa Sungmin menilainya seperti playboy yang memiliki ribuan gadis dalam otaknya.

Sungmin terkekeh dan akhirnya mendecak heran, “Ckck~kau memang aneh, Kyuhyun-ah.  Jika Nara datang ke dorm, sikapmu sangat dingin padanya.  Tapi giliran dia menjauhimu, kau malah kelabakan seperti sekarang.  Aigoo~”, Sungmin makin prihatin dengan hubungan maknae groupnya ini.

Kyuhyun mendengus kesal, “Cish~aku bukannya khawatir dengan keadaannya.  Aku hanya ingin menyuruhnya untuk segera mengembalikan kaset game milikku secepatnya”, elaknya tapi Sungmin sudah tahu bahwa jawabannya hanya kebohongan semata.  Dongsaengnya yang satu ini memang tak mau memperlihatkan kenyataan bahwa sesungguhnya dia sangat mencintai gadis bernama Kwan Nara itu.

“Kyuhyun-ah…”, Eunhyuk melongokkan kepalanya ke dalam kamar milik Kyuhyun dan Sungmin, dia membawa sebuah kotak berwarna coklat yang dibungkus dengan sangat rapi di tangannya.  “Ada kiriman untukmu”, ucapnya.

“Oh..”, Kyuhyun menjawab singkat dan segera menghampiri Eunhyuk, “Dari siapa, hyung?”, tanyanya.  Eunhyuk mengangkat bahunya, “Molla~ aku menemukannya di depan pintu dan diatasnya ada kartu yang ditujukan untukmu”, jawabnya ringan.  “Mungkin hadiah dari ELF”, tambahnya.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan perkiraan Eunhyuk, kini dia duduk di tepi kasurnya kemudian membuka bungkusan kotak itu dengan hati-hati.  Setelah kotak itu terbuka, dia melihat beberapa benda yang tampak familiar dimatanya, “Benda ini…”, ucapan Kyuhyun terhenti saat melihat sebuah kotak IPad yang sama persis dengan yang pernah diberikan oleh Donghae padanya dan Nara.  Selain kotak IPad, ada pula gantungan kunci dan sepasang sepatu berwarna biru metalik yang membuat Kyuhyun makin heran, “Kenapa dia mengembalikannya?”

Sungmin dan Eunhyuk yang daritadi memperhatikan perubahan ekspresi wajah maknaenya itu, langsung menghampiri Kyuhyun dengan agak khawatir, “Waeyo? Apa isinya itu benda berbahaya?”. Tanya Sungmin waspada.

Eunhyuk mencoba mencuri lihat isi dari kotak itu, “Apa isinya, Kyuhyun-ah?  Bom?!  Racun?!  Atau jangan-jangan itu kaset yadong yang sengaja kupesan kemarin sia…AAWWWW!  Hyung, neomu appo~”, Eunhyuk merengek sambil mengelus kepalanya yang mendapatkan jitakan pelan dari Sungmin, “Jangan berbicara macam-macam, apalagi tentang yadong”, Sungmin mengingatkan Eunhyuk untuk tak mencemari kesucian otak maknaenya ini.

Arasseo~”, jawab Eunhyuk agak kesal.

Akhirnya setelah kembali memfokuskan pikirannya, Kyuhyun mendesis pelan, “Ini…hadiah yang pernah kuberikan pada Nara”, jawabnya dan membuat kedua hyungnya itu menatapnya heran, “Hah?!  Kau memberikannya hadiah?  Jinjjayo?!”, bukannya mengkhawatirkan kondisi emosi Kyuhyun, mereka berdua malah lebih merasa heran saat mendengar bahwa Kyuhyun pernah memberikan hadiah untuk Nara.

Namun ketika mata Kyuhyun sudah menatap kearah mereka berdua dengan ganas, Sungmin dan Eunhyuk langsung mengalihkan topic pembicaraan.  “Ah~masalahnya sekarang…kenapa Nara mengembalikan hadiah ini padamu?”, tanya Sungmin dengan nada agak takut saat menatap tatapan tajam dari Kyuhyun.

Eunhyuk menggumam sejenak dan kemudian menjentikkan jarinya dengan semangat, “Jika berbicara mengenai masalah cinta, siapa lagi yang lebih ahli selain…”

******

Itu berarti dia ingin putus”, Donghae dan Haejin maupun Ririn dan Siwon menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Kyuhyun dengan kompak.  Sedangkan Kyuhyun, Sungmin dan Eunhyuk langsung menganga tak percaya, “PUTUS?!”.

Kini kedua pasangan itu sedang berkumpul bersama Kyuhyun, Sungmin dan Eunhyuk di lantai 12 dan membicarakan mengenai hal yang amat membuat Kyuhyun penasaran mengenai tujuan Nara mengembalikan kotak berisi hadiah pemberiannya ini.

Haejin mengangguk semangat sambil tak melepaskan genggaman tangannya dari lengan Donghae, “Jika seorang gadis mengembalikan semua barang pemberian kekasihnya, kemungkinan yang paling kuat adalah gadis itu mau berpisah denganmu”.

“Atau mungkin dia merasa bosan karena selalu dinomor duakan dengan game”, jawab Ririn singkat dan langsung membuat Siwon terkekeh, “Baby~bagi mereka berdua, nomor satu itu adalah game.  Jadi tidak ada masalah dalam hal itu”, jelasnya dan dibalas dengan anggukan paham dari Ririn, “Ah~keurae…”.

Kyuhyun mulai merasa segalanya menjadi tidak jelas, semua hal ini terlalu tiba-tiba.  Rasanya tidak mungkin jika Nara tiba-tiba melakukan hal seperti ini padanya.  Dan apa itu tadi? PUTUS?  Tuhan, bahkan untuk sedetik saja dalam 2 tahun terakhir ini..1 kata dan 5 huruf itu tak pernah terlintas dalam pikirannya. Biarpun mereka sering sekali bertengkar karena hal sepele tapi…

“Mungkin karena hal itu…”, Sungmin menggumam pelan dan membuat semua pandangan tertuju ke arahnya, “Mwo, hyung?!”, Kyuhyun langsung mendesak Sungmin, pikirannya sudah benar-benar blank saat ini.

“Mungkin dia cemburu saat melihat semua skandal yang sedang menimpamu sekarang?”, tebak Sungmin.  Semua orang mengangguk pelan, seperti memikirkan adanya kemungkinan itu namun Kyuhyun langsung menggeleng sambil terkekeh pelan, “Jika dia cemburu, seharusnya dia tinggal datang ke dorm dan memukulku dengan sapu atau melempari tubuhku dengan buku paket matematikanya, bukannya mengembalikan semua hadiah ini”, jelasnya.

Donghae  mengangguk cepat, “Ah~itu lebih masuk akal”, jawabnya yakin.  Sungmin mendesah pelan saat menyadari bahwa tebakannya itu salah.  “Lalu apa yang membuatnya seperti ini?”, tanya Eunhyuk yang kini makin menjadi penasaran dengan sikap Nara yang berubah secara tiba-tiba.

Haejin dan Ririn berpandangan sejenak kemudian menatap Kyuhyun dengan galak, “Jangan jadi pengecut begitu~!  Ayo datangi dia di rumahnya dan tanyakan hal ini secara langsung!!”, ucap mereka berdua dengan kompak dan langsung membuat Kyuhyun menganga lebar.

“Hah?”

*******

…Kwan’s House…

Mobil milik Siwon itu kini berhenti di sebuah rumah yang lumayan megah dan cukup membuat beberapa penumpang di dalam mobil itu cukup tercengang tak percaya, kecuali Kyuhyun tentunya.  “Kau yakin ini rumahnya?”, tanya Eunhyuk dari bangku belakang, matanya masih mengagumi desain rumah itu.  Kyuhyun mengangguk pelan dan matanya masih menatap kearah rumah itu dengan ragu, “Hyung, ottokhae?”, tanyanya agak panik dan gugup.  “Lebih baik kita pulang ke dorm saja!”

Donghae menepuk bahu Kyuhyun dengan penuh gaya kebapakan, “Kyuhyun-ah, cinta itu harus diperjuangkan~!  Jika kau tak mau berusaha, maka hubungan kalian selama 2 tahun itu tak akan berarti apa-apa”, ucapnya bijak dan didukung dengan anggukan dari Haejin yang setia disampingnya.

“Aishh~”, Kyuhyun mendengus kesal dan menatap kearah pasangan itu, “Jangan dekat-dekat denganku, hyung.  Kau tahu ‘kan bahwa aku sangat alergi dengan pasangan yang romantis?”, pintanya dan menyender ke pintu yang ada di bangku tengah. Dia mulai merasakan bulu kuduknya langsung meremang saat melihat tangan Haejin yang melingkar erat di lengan Donghae.

Namun Siwon dan Ririn langsung menyela, “Kyuhyun-ah, kami ini romantic couple~!  Mereka berdua itu skinship couple~!”, protes Siwon, Ririn mengangguk singkat, “Romantis itu tidak sama dengan skinship”, tambah Ririn.

Haejin membelalak lebar, “Jagiya~mereka mengejek kitaaa..”, kini dia merengek manja sambil menunjuk kearah Siwon dan Ririn dengan penuh aegyo, yang membuat Kyuhyun sangat ingin menamparnya dengan sepatu sneakers yang sedang dikenakannya. (.____.)

“HENTIKAN!”, Kyuhyun tak bisa menahan emosinya lagi dan malah berteriak di dalam mobil dengan seluruh kemampuan vibra yang dimiliki olehnya sehingga membuat semua penumpang langsung terdiam membisu karena shock mendengar suara Kyuhyun yang menggelegar, “Diam!  Sekarang bantu aku memikirkan cara supaya aku bisa bertemu dengannya!”, ucapnya sambil berusaha mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

Sungmin mendecak heran, “Cara apalagi yang kau maksud?  Kau tinggal keluar dari mobil, berjalan ke depan pintu, memencet bel rumahnya, menunggunya keluar rumah dan kemudian mengatakan, ‘Saranghae’,” ucapan Sungmin itu langsung dibalas dengan lemparan sepatu sneakers milik Kyuhyun yang terbang ke kepalanya.  “Ya, Kyuhyun-ah..aku hanya memberi pendapat saja!”.

Siwon mencoba menenangkan suasana diantara mereka dan mengatakan sesuatu pada Kyuhyun, “Yang pertama harus kau lakukan adalah bertemu dengan dia dahulu.  Mengenai hal yang harus kau bicarakan, itu bisa terjadi secara alami”, ucapnya dengan nada tenang.  Ririn mengangguk semangat, “Ne, contohnya seperti kita ya, hubby?”, tanyanya dengan penuh aegyo dan membuat Kyuhyun harus mengepalkan tangannya erat-erat untuk tak melemparkan sebelah sepatunya ini ke kepala kekasih hyungnya itu.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Kyuhyun akhirnya turun dari mobil dan berjalan menuju rumah kekasihnya itu dengan langkah ragu.  Sementara keenam orang lainnya kini sibuk berebutan mencari posisi strategis di depan jendela untuk mengintip hal yang terjadi di luar.  Sungmin menggumam pelan, “Kira-kira apa yang akan terjadi padanya ya?”.

Donghae menjawab singkat, “Kurasa…dipukul dengan sapu?”

Eunhyuk menggeleng, “Ani, itu terlalu lemah.  Nara pasti bisa melakukan hal yang lebih spektakuler seperti…mengangkat pot bunga dan melepamparkannya kearah Kyuhyun?”

Siwon menyela, “Kenapa kalian malah menyumpahi hal yang seperti itu?!  Kalian harus yakin bahwa Tuhan selalu melindungi langkah umatnya”, jawabnya alim dan membuat penumpang di dalam mobil itu langsung menatapnya dengan pandangan takjub, termasuk Ririn yang notabene adalah kekasihnya sendiri.

******

…Nara’s Bedroom…

Nara masih asyik memainkan PSP-nya saat bel di rumahnya berbunyi kencang.  Dia mencoba untuk tak peduli dan membiarkan tamu itu berpikiran bahwa tak ada siapapun di rumah, entahlah…saat ini dia sedang malas untuk bertemu dengan siapapun.  Dia hanya ingin sendiri.

TING TONG..TING TONG..TING TONG..

Bunyi bel itu tak kunjung berhenti dan membuat Nara agak emosi, namun tetap berusaha untuk tak mempedulikan suara itu.  Tapi sampai 5 menit kemudian, suara bel itu masih tetap terdengar jelas, menandakan bahwa sang tamu itu masih tetap gigih untuk bertemu dengannya.

Aishh~”, dia mendengus kesal dan menaruh PSP itu di kasurnya kemudian beranjak menuju lantai dasar.  Dia mengenakan jaket berwarna biru safir dan mengikat rambutnya ke belakang membentuk ekor kuda kemudian mencuci muka seadanya.

“Ah~ ne, tunggu sebentar!”, Nara menuruni tangga dengan langkah malas sambil menguap beberapa kali.  Hari ini dia benar-benar kurang tidur karena tadi pagi-pagi buta, Nara harus mengantarkan kotak yang berisi hadiah pemberian dari  Kyuhyun itu.  Jadi sebenarnya dia sangat ingin menghabiskan waktu liburannya ini dengan tidur seharian penuh, namun apa daya?  Godaan untuk menyelesaikan level game di PSPnya itu ternyata lebih menggoda dibandingkan untuk tidur. (.___.)

TING TONG..TING TONG..

Nara mendecak kesal, “Ya~sabarlah sedikit”, desisnya sebelum membuka pintu itu.  Dia sudah benar-benar kesal karena tamu ini sudah mengacaukan rencana liburannya yang sempurna, namun sebisa mungkin Nara tetap berusaha mengatur emosinya.  Setidaknya dia masih memiliki etika untuk menghormati tamu kan?

Akhirnya tangan Nara membuka pintu rumahnya dan melihat sosok yang paling tidak ingin dia lihat saat ini, kini sedang berdiri tepat dihadapannya.  Nara terkejut untuk sejenak namun dia mencoba memasang wajah tenang dan bersikap dingin di hadapan pria ini, “Ada perlu apa, Cho Kyuhyun yang tampan?”.

Kyuhyun terkekeh pelan saat mendengar nada angkuh yang keluar dari bibir gadis ini, “Cish~jadi aku harus punya alasan khusus untuk datang ke rumah kekasihku sendiri?”, tanyanya singkat.  Ekspresi di wajah Nara langsung mendengar satu kata : kekasih.

Tidak ada yang akan merasa bangga.  Aku belum memiliki kekasih

Nara mendengus kesal dan menatap mata Kyuhyun dengan tegas, “Siapa yang kau maksud dengan kekasih, Cho Kyuhyun-ssi? Bukankah Cho Kyuhyun yang tampan itu belum memiliki kekasih semenjak dia putus dengan Haneul?”, tanya Nara dengan nada dingin, sama seperti sebelumnya.

Kyuhyun terlihat agak kesal, “Ya~!  Berhenti membawa-bawa nama dia lag…”, ucapan Kyuhyun terputus saat dia menyadari satu hal, “Ah~ arasseo!  Kau pasti cemburu dengan semua ucapanku di Strong Heart kemarin ‘kan?”, tanyanya langsung.

Nara masih tak menjawab dan menatap mata Kyuhyun dengan pandangan tertajam dan terdingin yang dimiliki olehnya, “Cemburu?  Teruslah bermimpi, Cho Kyuhyun yang tampan”, ucapnya tenang dan tak menunjukkan kegugupan yang biasanya muncul saat Kyuhyun menanyakan mengenai perasaan Nara yang sesungguhnya.

Kyuhyun tersenyum penuh arti, “Kwan Nara cemburu pada ucapan Cho Kyuhyun.  Ommona~ bukankah itu sangat memalukan, Kwan Nara sayang?  Kau sendiri yang selalu mengatakan bahwa kau tak akan pernah cemburu padaku, tapi kenyataannya sekarang kau malah cembu…”

BRAKK!

Nara langsung menutup pintu itu dengan sekuat tenaga tanpa menunggu Kyuhyun menyelesaikan ucapannya terlebih dahulu.  Dia benar-benar kesal, kenapa pria satu itu sangat amat tidak peka?!  Kenapa sosok Cho Kyuhyun yang sekarang ini sangat berbeda dengan sosoknya yang dulu?!

“Kwan Nara sayang~ aku akan hitung mundur dari 20, jika kau keluar sebelum hitungan ini selesai..itu tandanya, kau tergila-gila padaku!”, Nara bisa mendengar seruan Kyuhyun dengan jelas dari balik pintu itu.  “Cish~siapa pula yang mau mengakui hal memalukan seperi itu?”, gumam Nara sambil berencana untuk kembali ke kamarnya dan tak mempedulikan tindakan gila pria itu.

“20..”

“19..”

Hitungan mundur yang diucapkan oleh Kyuhyun kini mulai mendekati akhirnya.  Nara masih tak peduli, tapi tiba-tiba matanya menangkap sebuah ember yang bisa dimanfaatkan untuk membalaskan semua rasa kesalnya pada Cho Kyuhyun yang tampan itu.  Tidak masalah kan untuk membuat Cho Kyuhyun menjadi  sedikit kebasahan di tengah cuaca terik seperti ini?

Setelah mengambil ember itu, Nara langsung beranjak ke kamar mandi dan mengisinya dengan air hingga penuh.  “6..” , sayup-sayup suara hitungan Kyuhyun masih terdengar di telinga Nara.  Senyum sinis tak pernah lepas dari raut wajahnya saat dia mematikan keran air.

“5..”

Kini Nara berjalan keluar dari kamar mandi dengan membawa ember yang terisi penuh oleh air, langkahnya terasa berat saat dia mencoba menuruni tangga.

“4..”

Senyum Nara masih terpampang jelas.

“3..”

Air yang ada di ember itu kini mulai bergemericik.

“2…”

Kaki Nara baru akan menginjak lantai dasar saat matanya tak sengaja melihat penampakan di atas lantai yang akan dia pijaki.  Glek!

“1..”

“KECOAKKKK!!!!”, teriakan Nara langsung membahana di seluruh penjuru rumah dan otomatis kakinya langsung menjadi oleng, ditambah lagi dengan beban berat dari ember yang sedang dibawanya itu kini membuatnya tak bisa menghindar dari suatu hal yang juga tak ia sadari.

Yang ia sadari hanyalah, tiba-tiba ruangan disekelilingnya menjadi amat gelap dan tak lama kemudian muncul ribuan bintangan yang berputar hebat di kepalanya. Ditambah dengan kicauan burung yang merdu, sungguh..saat ini Nara seperti merasa…

Hei, ini bukan film Tom & Jerry kan? (.___.) kenapa deskripsinya harus seperti itu? (.___.)

*****

“1..”

DUAKK!

Dari dalam rumah, Kyuhyun mendengar teriakan Nara dan diiringi dengan suara tubrukan yang cukup kencang.  Kyuhyun merasa agak khawatir, “Ya~!  Jangan bercanda!”, ucapnya dengan nada tenang yang berkesan dipaksakan.

Setelah beberapa saat tak terdengar suara apapun dari dalam rumah, Kyuhyun tak bisa berpura-pura tenang lagi.  “Kwan Nara!  Jawab aku!  Jangan mencoba untuk main-main di saat seperti ini”, kini Kyuhyun menggedor-gedor pintu itu dengan ekspresi panik.  Keenam orang yang awalnya sedang menunggu di dalam mobil itu, sekarang langsung menghampiri Kyuhyun yang masih menggedor-gedor pintu dengan kalap, “Waegurae?”, tanya Donghae.

“Tadi…dia berteriak dan kemudian disusul dengan suara tubrukan yang keras”, jelas Kyuhyun sambil berusaha membuka kenop pintu, “Aish~dikunci!”.

Siwon menyuruh Kyuhyun untuk minggir dan dia mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu itu, namun Donghae segera berdiri di sampingnya dan ikut membantu Siwon.  Ririn dan Haejin hanya menatap mereka berdua dari belakang dengan penuh ekspresi kagum, “Kyaaa~hubby, hwaiting~!!!”

“Jagiya~kau tampan sekali!!!”

Sungmin dan Eunhyuk menatap kedua gadis itu dengan ekspresi heran dan mengalihkan pandangannya kearah Siwon dan Donghae yang sedang tersenyum-senyum kecil.  Eunhyuk mendesah heran, “Apa wanita selalu menganggap bahwa pria yang akan mendobrak pintu itu terlihat sangat keren?”

Sungmin mengangkat bahunya, “Molla~, tapi yang pasti..Siwon dan Donghae hanya ingin berlagak keren di depan mereka berdua”, jawabnya sambil mengedikkan kepalanya kearah Ririn dan Haejin yang masih menyemangati kekasihnya masing-masing.  Eunhyuk menggeleng heran, “Hyung~menurutmu lebih baik menjadi pasangan kekasih yang romantis, atau selalu melakukan skinship, atau malah pasangan yang pelit?”.

Sungmin menatap Eunhyuk dengan heran, “Aku ingin menjadi pasangan yang normal, dan kriteria normal itu sama sekali tak ada di pilihan yang kau ucapkan tadi ”.

Sementara itu, Kyuhyun yang sudah kepalang panik dan bosan menunggu Siwon dan Donghae yang dari tadi tak bisa mendobrak pintu itu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke samping rumah dan menemukan ada sebuah jendela yang terbuka lebar.  Tanpa membuang waktu, Kyuhyun langsung menerobos masuk dari jendela itu dan akhirnya dapat masuk ke dalam rumah dalam waktu singkat.

“Ya~!! Kau dimana?!”, seru Kyuhyun sambil berjalan keluar dari kamar yang diperkirakannya sebagai kamar tamu karena tak ada satupun foto keluarga Kwan yang terpajang disitu.  Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar dan menemukan tubuh kekasihnya itu sedang terkulai tak berdaya di atas lantai, di sampingnya terdapat sebuah ember dan genangan air yang membasahi seluruh tubuhnya.

Kyuhyun segera menghampiri Nara dan menepuk-nepuk pipinya dengan agak kencang, “Ireona~!  Kwan Nara, palli ireona~!”, ucapnya namun Nara tak kunjung bangun.  Kyuhyun masih agak panik, “Aishh~”, akhirnya dia memutuskan untuk menggotong tubuh Nara menuju pintu.  Tapi…

“Arghhh!!”, Kyuhyun kesulitan untuk mengangkat tubuh Nara, “Kenapa kau berat sekali??!!”, serunya kesal dan masih berusaha untuk mengangkat tubuhnya.  Dia tak menyangka bahwa tubuh mungil kekasihnya itu ternyata sangat berat, diluar perkiraannya.

Saat tubuh Nara sudah agak terangkat, tiba-tiba mata Kyuhyun tak sengaja melirik ke baju Nara yang kini sudah basah kuyup karena genangan air itu hingga membuat lekuk tubuhnya menjadi terlihat jelas dan membuat Kyuhyun menelan ludah dengan gugup.  Namun dia langsung menggelengkan kepalanya dengan sekuat tenaga dan menepuk pipinya beberapa kali untuk menemukan kembali kesadarannya, “Cho Kyuhyun!  Fokus~!”, desisnya seakan memberikan sugesti pada dirinya sendiri.

Akhirnya Kyuhyun melepaskan jaket yang sedang dipakainya dan langsung menyampirkannya ke atas tubuh kekasihnya itu, “Babo!  Sudah sendirian di rumah, memakai baju tipis seperti itu pula?!  Kau kira tubuhmu itu seksi, hah?”, omelnya.  Kini tubuh Nara sudah tertutupi oleh jaket Kyuhyun dan membuat nafasnya menjadi agak lebih lega.

Kyuhyun kembali mencoba mengangkat tubuh Nara, “Lain kali kau harus mencoba untuk diet, Kwan Nara sayang”, desisnya saat dia lagi-lagi kesulitan untuk mengangkat tubuh kekasihnya itu.  “Huppp~!”, dengan mengerahkan seluruh tenaganya, akhirnya Kyuhyun dapat mengangkat tubuh Nara dan kini beranjak menuju pintu rumah.

Tak lama kemudian dia membuka kunci pintu dan langsung menghadapi ekspresi heran dari keenam orang itu, “Dia pingsan?”, tanya Ririn heran.  Kyuhyun mengangguk cepat dan langsung menatap Siwon, “Hyung, antarkan kami ke rumah sakit!”, serunya.

Siwon masih terlihat ragu, “Kyuhyun-ah, kau tak memikirkan akibatnya jika media massa melihatmu menggendong seorang gadis yang tak dikenal?”, tanyanya khawatir.  Kyuhyun diam sejenak dan mendengus kesal, “Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”.

Haejin tiba-tiba berdiri di samping Kyuhyun, “Serahkan pada kami!  Biar aku dan Ririn yang akan mengantarkan Nara ke rumah sakit.  Pasti tak akan ada yang curiga jika kami berdua yang mengantarkannya”, jelas Haejin.

Donghae menatapnya dengan khawatir, “Jagiya, tapi siapa yang akan mengantarkanmu kesana?”

“Aku bisa menyetir”, ucap Ririn dengan penuh percaya diri.  Kemudian dia menatap kea rah Siwon dengan penuh aegyo, “Hubby, kemarikan kunci mobilmu.  Biar aku yang menyetirnya”.

Siwon menelan ludah dengan gugup, “Baby, lebih baik aku yang mengantarkan kalian kesana..”.

Ririn langsung manyun, “Hubby, kau tidak percaya padaku?!”, rengeknya.

Kyuhyun langsung melemparkan sepatunya kearah pasangan itu, “Siwon hyung, sudahlah!!  Jangan bertengkar disaat seperti ini!  Biarkan Ririn menyetir!”, serunya dan merebut kunci mobil dari tangan Siwon dan segera menyerahkannya pada Ririn, “Cepat kalian berangkat!  Dan jika dia sudah sadar, cepat segera beri kabar padaku”, pesan Kyuhyun dan dibalas dengan anggukan Haejin dan Ririn.

Setelah membaringkan Nara di bangku tengah, Kyuhyun langsung menutup pintu mobil dan menatap Ririn dan Haejin, “Gomawo atas bantuan kalian”, ucapnya dan dibalas dengan acungan jempol dari keduanya.  “Sama-sama, adik ipar”, jawab mereka kompak dan langsung membuat Kyuhyun terkekeh pelan, “Jangan lupa kabari aku!”

Akhirnya Ririn mulai menyalakan mesin mobil dan memanaskan mesinnya terlebih dahulu, sementara itu Kyuhyun kembali kearah hyung’nya yang masih berdiri di depan pintu rumah.  “Hyung, sebaiknya kita tunggu di dalam rumah saja.  Bisa-bisa orang lain menyadari kehadiran kita disini”, ajak Kyuhyun sambil membuka pintu rumah milik keluarga Kwan.  Sungmin dan Eunhyuk langsung masuk ke dalam, namun tak begitu dengan Donghae dan Siwon yang masih menatap lurus ke depan.

Kyuhyun menatap kedua hyungnya dengan heran, “Hyung, ayo masuk!”, ajaknya.  Donghae menggeleng, “Tidak, aku ingin memastikan dia sudah berangkat dengan selamat”, ucapnya sambil mengarahkan matanya kearah Haejin yang sedang berada di dalam mobil.  Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk menahan emosinya, dia berusaha sekuat tenaga supaya tidak melemparkan pot bunga disampingnya ini kearah hyungnya itu.

Akhirnya Siwon berkata pelan, “Sebaiknya aku yang mengantarkan mereka ke rumah sakit”.  Kyuhyun mendesah kesal, “Hyung, sudahlah~ Ririn bilang dia bisa menyetir kan?”, ucapnya karena menganggap kekhawatiran hyungnya ini terlalu berlebihan.  Siwon menggeleng, “Kyuhyun-ah, dia memang bisa menyetir mobil.  Tapi mobil itu hanya permainan mobil yang sering ada di game center.  Bukan mobil yang sesungguhnya”, ucapan Siwon itu langsung membuat Kyuhyun menganga lebar.

Mwoya?!! Kenapa hyung tidak bilang dari tad…”, ucapan Kyuhyun langsung terhenti saat dia mendengar teriakan kedua gadis itu dan disusul dengan suara tabrakan yang cukup keras.  Kyuhyun, Donghae dan Siwon langsung berlari ke depan, kemudian melihat mobil Marcedes Benz milik keluarga Choi itu sudah menabrak tiang listrik tak jauh dari tempat mereka berada.

“Mobilku…”, Siwon meratap sedih melihat nasib mobilnya sedangkan Ririn hanya tersenyum lebar, “Hubby, mianhaeyo~”, ucapnya sambil membentuk gambar hati diatas kepalanya.  Sementara itu Donghae bisa melihat Haejin sedang berusaha mengatur nafasnya yang terlihat sangat terkejut, “Jagiya~kita masih belum menikah!  Jangan mati dulu~”, teriak Donghae.

Dan kali ini Kyuhyun sudah tak tahan untuk melemparkan pot bunga itu ke kepala Donghae.

*****

…7 hours later, 02.00AM…

Kyuhyun menyesap cappuccino di gelasnya dan memandang kearah TV dengan pandangan kosong.  Ririn dan Haejin masih belum memberikan kabar apapun padanya, padahal sudah 7 jam berlalu semenjak keberangkatan mereka berdua.

Dia mengalihkan pandangannya ke samping dan melihat para hyungnya sudah tidur terlelap di sofa.  Siwon dan Donghae yang awalnya sangat khawatir dengan kedua kekasihnya itu pun akhirnya tertidur juga karena kelelahan menunggu.  Eunhyuk dan Sungmin yang tidak sengaja bergabung dalam masalah inipun akhirnya memilih untuk tidur karena tak tahu apa yang harus mereka lakukan.

Kyuhyun juga sebenarnya sangat mengantuk, apalagi jadwalnya kemarin sangat padat hingga membuat tubuhnya amat lelah.  Tapi entahlah..rasanya dia masih merasa tidak tenang sebelum mengetahui kabar gadis itu.  Apakah dia sudah sadar?  Apakah dia baik-baik saja?  Apakah

Ah~terlalu banyak pertanyaan yang ada di kepala Kyuhyun sekarang.  Dan sangat memalukan untuk mengakui bahwa dirinya sangat mengkhawatirkan kondisi kekasihnya itu.

Tak lama kemudian, telinga Kyuhyun mendengar suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumah.  Dia langsung bangkit dan segera mengintip dari balik tirai jendela yang langsung menghadap keluar, ternyata benar!.  Mobil Marcedes Benz milik Siwon kini sudah terparkir di depan rumah dan diikuti dengan kemunculan Haejin juga Ririn.

Kyuhyun mengernyitkan alisnya, “Dimana dia?”, desisnya saat tak melihat sosok Nara yang tak turun dari mobil.  Karena tak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya dia langsung beranjak ke pintu untuk menemui Haejin dan Ririn.

“Ah, Kyuhyun-ah…”, ucap Haejin yang terdengar agak terkejut karena melihat kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba.  Ririn langsung tergesa-gesa menutup pintu mobil bagian tengah dan tersenyum gugup, “Kau masih bangun?”, tanyanya.  Kyuhyun melihat bahwa kedua gadis itu terlihat salah tingkah saat menyadari kehadirannya.

“Aku tak bisa tidur”, jawab Kyuhyun singkat.  Mereka berdua mengangguk paham, namun Kyuhyun langsung menyela, “Dimana dia?”, tanyanya jelas.  Haejin menggaruk kepalanya, “Itu…Nara baik-baik saja, tapi…”

Kyuhyun menatap Haejin dengan curiga, “Tapi?”

Ririn langsung menengahi, “Kurasa lebih baik kau jangan bertemu dengannya dulu, Kyuhyun-ah.  Dia masih butuh waktu untuk mengingat semuanya”, ucap Ririn dan makin membuat Kyuhyun heran, “Mengingat apa?”, tanyanya tajam.  Ririn menyadari kecerobohannya dalam mengatakan hal itu dan langsung menutup mulutnya kemudian menggeleng kencang.  Tapi hal itu malah membuat Kyuhyun makin curiga, “Sebenarnya ada apa?”.

Haejin menjawab dengan ragu, “Kurasa lebih baik jika kau berbicara langsung dengannya”, ucapnya dan membukakan pintu mobil bagian tengah untuk mempersilakannya masuk.  Kyuhyun melongokkan kepalanya ke dalam mobil dan melihat Nara sedang menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, gadis itu seperti tak menyadari kehadirannya sama sekali.  Dan dia baru menyadari bahwa dikepala Nara sudah dipasang perban putih yang melilit rapi.

Kyuhyun agak heran melihat sikapnya, “Ya!”, sentaknya dan membuat Nara segera menoleh dengan ekspresi terkejut.  Dia mundur menjauhi Kyuhyun dan terlihat amat takut, “Kyuhyun-ssi, kenapa kau ada disini?”, tanyanya singkat dan membuat Kyuhyun menganga.

“Jangan main-main denganku, Kwan Nara sayang”, ucap Kyuhyun waspada, takut jika Nara hanya mempermainkannya saja.  Namun ekspresi wajah Nara tetap sama, masih terlihat takut, “Kenapa kau..tahu namaku?”, tanyanya lirih.

Kyuhyun makin tak mengerti apa yang terjadi, “Kau..serius tidak mengenalku?!”.

Nara mengangguk singkat, “Aku hanya tahu kau adalah Super Junior Cho Kyuhyun”, jawabnya pelan.  Kyuhyun langsung berbalik menghadap Haejin dan Ririn, “Apa yang sebenarnya sudah terjadi?!  Kenapa malah dia tak ingat padaku?!  Dan sikapnya itu, kenapa dia seperti orang yang hilang inga…”, ucapan Kyuhyun terhenti saat memikirkan kemungkinan itu.  Sedangkan Haejin dan Ririn malah menunduk takut, tak berani menatap wajah Kyuhyun.

“Dia…hilang ingatan?”, tebak Kyuhyun , wajahnya masih terlihat tidak percaya.  Namun sedetik kemudian, Haejin dan Ririn mengangguk sangat pelan.  “Nara…hanya lupa tentang hubungan kalian, Kyuhyun-ah”.

“HAH?!”

*****

“Kau tak tahu ini siapa?”, tanya Donghae pada Nara, dia menunjuk Kyuhyun yang masih kelihatan blank dan tak mempercayai apa yang sudah terjadi.  Nara menjawab pelan, “Aku tahu, dia adalah Cho Kyuhyun.  Dan kalian adalah member Super Junior”, jawabnya polos.

Sungmin langsung menyela, “Aniya.  Maksud kami bukan itu.  Maksudnya..kau tak tahu tentang hubungan kalian berdua?!”, tanyanya heran.  Nara menggeleng, “Memangnya aku punya hubungan apa dengannya?  Apa jangan-jangan…aku ini adik Kyuhyun-ssi yang terpisah?”, jawabnya asal dan membuat semua orang disitu langsung mendesah kecewa kemudian beralih kearah Kyuhyun yang menyender ke tembek dengan lemas, “Dia…benar-benar lupa”, ucap Ririn meyakinkan para pria yang ada di situ.

“Dokter bilang, sebelum benturan itu terjadi…otak Nara sedang memikirkan satu hal yang benar-benar ingin dia lupakan dan mungkin dia ingin melupakan status kalian”, jelas Haejin dan membuat Kyuhyun mendesah berat, “Kenapa hanya tentang aku?!”, tanyanya kecewa.

“Apa aku memiliki hubungan yang penting denganmu?”, tanya Nara dan menatap langsung ke mata Kyuhyun.  “Kelihatannya dari caramu mengkhawatirkanku, hubunganku denganmu sangat…entahlah, penting?”, tebak Nara.

Eunhyuk baru akan menjawab pertanyaan Nara itu ketika Kyuhyun mendengus kesal dan menatap Nara dengan tajam, “Hubungan kita berdua itu sangat penting!  Dan aku bersumpah akan membuatmu mengingat kembali tentang hubungan kita, Kwan Nara sayang”, janjinya dan membuat Nara terlihat semakin bingung, “Kwan Nara sayang?”, ulangnya heran.

Kyuhyun tak peduli dengan keheranannya dan mengalihkan pandangannya itu ke seluruh hyungnya, “Ayo kita pulang”, ajaknya cepat.  Siwon menatap Kyuhyun dengan ragu, “Kau mau pulang?  Lalu bagaimana dengan dia?”, ucapnya sambil menunjuk kea rah Nara yang terlihat blank.

“Biarkan saja.  Besok aku akan mencari cara untuk membuatnya mengingat kembali tentang semuanya.  Jadi sekarang ayo kita pulang dan segera berpikir!”, ucapnya dengan nada agak tinggi, seperti memaksa keempat hyungnya itu untuk segera pulang.

Haejin dan Ririn langsung mendekati kekasihnya masing-masing dan merajuk, “Jagiya, biarkan aku tinggal disini untuk sehari ya?”

Donghae mengernyit heran, “Untuk apa?”.

“Aku ingin membantu Nara mengingat hubungannya dengan Kyuhyun.  Mungkin aku bisa membuatnya sedikit mengingat sesuatu”, jelasnya.  Ririn juga mengangguk dan tersenyum kearah Siwon, “Hubby, aku juga ingin membantu~”, pintanya.

Siwon mengangguk mengiyakan dan mengelus kepala Ririn, “Baiklah.  Kalian berdua tinggallah di sini dan bantulah Nara mengingat bahwa dia adalah kekasih Kyuhyun”.

Haejin dan Ririn mengangguk kompak lalu beralih menatap Kyuhyun, “Tenang saja, adik ipar.  Kami pasti membantumu semaksimal mungkin”, ucap mereka sambil mengacungkan jempolnya kearah Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul dan membungkuk singkat, “Gomawo, kakak ipar”.

******

“Hati-hati di rumah!  Jangan lupa kunci semua pintu dan jangan biarkan seekor nyamukpun menyentuhmu, Jagiya!!”, seru Donghae dari jendela mobil dan detik berikutnya mulut Donghae telah dibungkam oleh Eunhyuk dan Sungmin yang merasa malu dengan kelakuan temannya itu.

Siwon hanya menengok dari jendela dan melambaikan tangannya kearah Ririn, “Mimpi indah, Baby~”, ucapnya dan dibalas dengan kiss bye dari Ririn, “Ne, hubby”.

Kyuhyun beralih menatap kedua gadis itu, “Aku mohon bantuan dari kalian berdua, Haejin-ah, Ririn-ah”, katanya dan segera dijawab dengan jawaban kompak, “OK~!”

“Baiklah, kami pulang dulu!  Bye~”, setelah mengucapkan hal itu, Siwon segera menstarter mobilnya dan beranjak menjalankan mobil menuju dorm Super Junior.  Haejin dan Ririn berpandangan sekilas dan kemudian tersenyum penuh arti.  Mereka saling melakukan toss dengan bahagia, “Berhasil!”, desis Ririn dan dijawab dengan anggukan Haejin.

“Lebih baik kita masuk dulu.  Bisa gawat kalau ada yang mendengar hal ini”, ajak Haejin.

Setelah mereka masuk ke dalam rumah, mereka langsung menangkap keberadaan Nara yang sedang menatap mereka dengan antusias.  “Mereka semua sudah pergi?”, tanya Nara dengan suara pelan.

Ririn mengacungkan jempolnya, “Sudah.  Mereka sudah kembali ke dorm”, ucapnya.  Nara langsung terkekeh pelan dan segera duduk di sofa dengan ekspresi lega, kini tangannya membuka perban putih yang membalut kepalanya.  “Aish~aku risih memakai perban ini.  Onnie mengikatkan perbannya terlalu kencang”, keluhnya.  Haejin dan Ririn hanya tersenyum kecil, “Mianhae, ini hanya untuk mendukung kebohongan kita kan?”,

Akhirnya Nara berhasil melepaskan perban itu dengan sempurna dan segera menaruh perbannya di atas meja, “Haha~ mereka memang sangat polooos!.  Bagaimana bisa mereka percaya jika ada seseorang yang hilang ingatan tapi hanya mengenai hubungannya dengan kekasihnya saja?  Aigoo~ dimana-mana juga amnesia itu selalu lupa mengenai segalanya”, kata Nara dan didukung dengan anggukan kedua temannya itu.

“Mungkin acting kita bertiga tadi terlalu meyakinkan?”, tanya Ririn dan membuat mereka bertiga tertawa puas. Tapi detik berikutnya Haejin langsung menjitak kepala Nara, “Dasar Kwan Nara!  Kau hampir membuat kami mati saat menabrak tiang listrik, tahu!”

Ririn langsung menambahkan, “Keurae~!  Kau tiba-tiba bangun dan berbisik, ‘Onnie~’.  Aishh~kukira itu suara Sadako!”, ucapnya.  “Makanya kami berteriak ketakutan dan kami malah menabrak tiang listrik.  Untungnya mereka semua tak curiga sama sekali tentangmu”.

Nara tersenyum kecil dan mengikat rambutnya kebelakang sehingga membentuk kuncir kuda, “Aishh~lagipula sejak awal itu aku sama sekali tidak pingsan, Onnie.  Aku hanya penasaran saja dengan hal yang akan dilakukan oleh si bodoh itu saat melihatku pingsan”, ucap Nara.

Haejin tersenyum penuh arti, “Bagaimana rasanya digendong oleh Kyuhyun?”

Nara mendesah kesal, “Onnie~ aku harus menahan emosiku supaya tidak menjitak kepalanya atau meninju mukanya!.  Kau tahu?  Saat menggendongku tadi, dia mengeluh tubuhku berat sekali dan menyuruhku diet!  Cish~ padahal aku ingin sekali menimpuknya dengan asbak ini”, jawabnya sambil mengangkat sebuah asbak yang ada di atas meja.

“Tapi dia terlihat sangat mengkhawatirkanmu, Nara-ya.  Dia sampai tidak sabar menunggu pintu didobrak dan memilih masuk lewat jendela”, jelas Ririn dan membuat Nara mendengus pelan, “Aniya, onnie~ jika dia mengkhawatirkanku itu sama saja dengan kiamat”, ucap Nara skeptic.

Haejin dan Ririn menyerah untuk memberi masukan pada maknaenya ini, “Hahh~ya sudahlah.  Terserah kau saja”, jawab Ririn.  Tapi Haejin masih terlihat penasaran, “Nara-ya, sebenarnya apa latar belakang dari semua rencana ini?”

Nara menjawab santai, “Aku hanya ingin memberikan pembalasan padanya.  Kemarin dia mengatakan bahwa dia tak memiliki kekasih dan sekarang aku memberikannya kesempatan untuk merasakan bagaimana keadaannya saat dia tak memiliki kekasih”.

“Jadi…semua hal ini, hanya untuk balas dendam?!”, tanya Ririn tak percaya.  Nara mengangguk ringan, “Onnie tahu sendiri kan jika aku benci untuk menerima kekalahan? apalagi jika aku kalah di tangan Cho Kyuhyun yang tampan itu, ahh..lebih baik aku mati saja”, jawabnya lagi.

Haejin dan Ririn mulai terlihat ragu untuk membantu kelanjutan dari misi ini, “Nara-ya, bagaimana jika kita ketahuan?”

Nara menggeleng yakin, “Tidak mungkin.  Mereka bisa percaya mengenai masalah hilang ingatan ini, dan akan mudah bagi kita untuk melanjutkan rencana ini.  Onnie tenang saja, mereka tak secerdas yang kelihatannya”, ucapnya santai.

“Lagipula aku penasaran dengan hal yang akan dilakukan oleh si bodoh itu untuk mengembalikan ingatanku.  Onnie juga penasaran kan?”, tanyanya menggoda rasa ingin tahu Ririn dan Haejin.  Dan detik berikutnya mereka langsung mengangguk semangat dan membuat senyum Nara kembali terkembang lebar.

Sebuah keputusan yang amat salah jika kau ingin mempermainkan Kwan Nara, Cho Kyuhyun yang tampan.

******

T.B.C

14 thoughts on “{KyuNara Scene} Cho Kyuhyun VS Kwan Nara (2Shot)

  1. onni.. ini cerita awalnya mana?
    q pnasaran abis baca ff onni yg jdiin mrka d wgm lupa judulnya… ?.?
    pnasaran crita awalnya… O.O
    crita awalnya dari ff yg mana y onni?
    pas mrk bru ktmu.. ><
    onni bikin gk..?.?
    mianhe klo banyak nanya y..

  2. Wooooo~~~ aku kira Nara bener-bener hilang ingatan, udah dug-dug seer ni jantung, eh tapi nya malah boongan, hahahahaha balas dendam. Kekeke😀

  3. Hahahahahahahahahaha.. Sll ada2 aj ulah mreka tu. Kyu jg sih, knp blg gt. Prsaan nara kn pst jg sakit. Pcar, tp g dianggap. Ya emg sih niat kyu demi suju jg. Yaaaahhh susaaah deeeeehhh.. Btw, donghae tu lebai bgt sih, g blh dgigit nyamuk mskipun cm 1. Hedeeeeeehhhh.. Rsain tu kyu, nara jd bls dendam. Rsain gmn stresny kyu th nara hilang ingatan. Wkwkwk.

  4. udah kaget tau nara amnesia >o< eh eh ternyata cuma cara untuk balas dendam ke kyu doang -_-' kira-kira kyu tau gak rencana nara ini ??'

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s