{KyuNara Scene} Adventure in Italy

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di jangkauan servis area.  Cobalah beberapa saat lagi..”
Dimana sebenarnya si bodoh itu berada?
Cho Kyuhyun, apa kau sedang bersembunyi dariku?!
*****

..October 1st 2010, Nara’s Room..

“Kami benar-benar tak tahu dimana dia berada sekarang, Nara-ya”, suara Leeteuk terdengar agak jengah setelah mendengar pertanyaan yang sama dariku, ‘Apa Oppa tahu dimana Kyuhyun sekarang?’.

“Jinjja?”, tanyaku menyelidik.  Leeteuk hanya menggumam mendengar pertanyaanku.  Aku melanjutkan ucapanku dengan curiga, “Mana ada member yang bisa pergi tanpa meminta izin dari leadernya?  Apalagi jika member itu adalah maknae?  Bukankah itu terlalu mengherankan, Leeteuk Oppa?”, tanyaku pasti.

Leeteuk terdengar menggumam ragu, seperti sedang sibuk mencari jawaban atas pertanyaanku.  Aish, aku tahu..pasti ada yang disembunyikan dari mereka.  Tapi akhirnya Leeteuk menjawab datar, “Bukankah kau tahu sendiri jika Kyuhyun itu adalah maknae yang paling menyalahi aturan dan tak pantas disebut sebagai maknae?”.

Aku terdiam sejenak, merenungi perkataan Leeteuk dan mengakui bahwa kata-kata itu benar adanya.  Cho Kyuhyun memang tak pernah pantas menyandang gelar maknae. (.____.).  “Lalu dimana dia sekarang?”, tanyaku tak sabar.

Leeteuk mencoba menenangkanku, “Sudahlah, sekali-kali kau harus memberikan sedikit waktu untuk privasinya, Nara-ya”.  Aku mengerutkan alisku saat mendengar ucapan Leeteuk, “Privasi?  Aku bahkan belum menghubunginya semenjak 1 bulan yang lalu, Oppa.  Apa itu belum cukup untuk memberinya privasi?”, tanyaku tak terima.

Leeteuk mendecak pelan setelah mendengar ucapanku, “Aiyaa, dasar kalian.  Memang seperti pinang dibelah 2, selalu saja memaksakan pendapat”, celetuknya membuatku sedikit terkekeh.

Aku menghela nafas dalam-dalam dan akhirnya bertanya memastikan, “Oppa benar-benar tak tahu keberadaan Kyuhyun?”.

Leeteuk menjawab pasti, “Ya!  Aku benar-benar tak tahu dimana dia berada.  Kenapa kau tak tanya pada AhRa saja?  Mungkin dia lebih tahu mengenai Kyu…”

“EETEUK HYUNG!!!  KITA DIIZINKAN MENYUSUL KYUHYUNNIE KE ITALY!!  YESSS!!”, teriakan nyaring Ryeowook dari seberang telefon ini sangat teramat dapat kudengar.

Dan selanjutnya aku bisa mendengar Ryeowook mengaduh kesakitan dan suara jitakan pelan, tapi bukan itu yang paling kupikirkan…yang kupikirkan sekarang adalah, “*****

..October 1st 2010, SJ’s Dorm 11th floor..

“Kenapa Italy?!  Kenapa jauh sekali?! Kenapa tidak ke Busan atau Daegu saja?!  Kenapa mesti ke situ?!  Kenapa…”, aku masih berjalan mondar-mandir di lantai 11 Dorm Super Junior.  Setelah mendengar dan mengetahui bahwa Kyuhyun sedang berada di Italy, aku langsung bergegas ke dorm mereka untuk menanyakan kabar yang sebenarnya.

Dan ternyata…DIA MEMANG SEDANG DI ITALY!!!

Sungmin langsung menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa tepat di samping tubuhnya.  Dia mengacak rambutku pelan, “Hentikan gerakanmu!   Kau membuat kami pusing, Nara-ya”, ucapnya.

Aku masih menatap sekitar dengan pandangan blank, “Tapi dia pergi kesana sendirian?  Tanpa siapapun?  Yakin?!  Tanpa Henry Oppa?”, tanyaku panik.

Yesung menatapku heran, “Kenapa mesti membawa nama Henry?”.

“Karena si bodoh itu sama sekali tak bisa berbahasa Inggris!!  Aku tahu itu!!”, jelasku cepat.

Eunhyuk langsung berdiri dan membusungkan dadanya, “Jangan terlalu khawatir, Nara-ya.  Sewaktu aku pergi ke Prancis dan bermodalkan kamus yang kubeli dari pinggiran jalan Myeongdong, aku masih bisa hidup disana”, jelasnya bangga.

Aku segera menatap Ryeowook, “Kapan Oppadeul akan menyusul ke Italy?  Secepatnya ‘kan?  Besok?”, tanyaku panik.  Ryeowook berpikir sejenak, “Mungkin…besok lusa.  Kami tak bisa kesana secepat mungkin karena kami masih ada jadwal masing-masing”.

Aku menggelengkan kepala dengan frustasi, “Omma.  Bagaimana jika dia pingsan disana?  Atau bagaimana jika telinganya meledak karena tekanan pesawat terbang itu berpengaruh ke bekas operasinya?  Ottokhae?!”, tanyaku panik.

Ryeowook menyentuh dahiku dengan penasaran, “Kau…Kwan Nara kan?  Benar-benar Kwan Nara?”, tanyanya heran.   Aku mengangguk yakin, “Ne, Kwan Nara.  Waeyo?”

“Sejak kapan Kwan Nara yang kami kenal bisa sekhawatir ini terhadap Cho Kyuhyun?”, tanya Ryeowook dengan nada menggoda.

Shindong langsung menepuk tangannya, mengiyakan ucapan Ryeowook.  “Keurae!!  Kwan Nara yang biasanya bahkan tak pernah mempedulikan jika Kyuhyunnie sudah makan atau belum.  Benarkah ini Kwan Nara yang kami kenal?”, tanyanya.

Aku bisa merasakan pipiku memanas dan kuyakin wajahku pasti memerah seperti kepiting rebus.  Aishh, apa yang terjadi pada diriku ini?!  Kenapa aku harus sekhawatir ini kepada si bodoh itu?!

“Mollayo~!!  Molla, Molla~!”, teriakku cepat sambil menutup kedua telingaku dan menunduk ke dalam pangkuan pahaku.  Para member di lantai 11 langsung berteriak riuh meledekku dan makin membuatku ingin menghilang dari sini.

Tapi aku langsung teringat akan 1 hal dan segera menengadahkan wajahku kembali, “Kenapa dia tak memberitahuku jika dia sedang berada di Italy?”, tanyaku penasaran pada member lainnya.  Eunhyuk, Yesung, Ryeowook, Shindong dan Sungmin saling berpandangan dan tersenyum penuh arti tapi kemudian langsung mengangkat bahunya bersamaan, “Molla~”, jawab mereka kompak.

Aku merasa ada yang disembunyikan diantara mereka semua

*****

..October 2nd 2010, Nara’s Room..

Aku mengecek persediaan rekening tabunganku dan ternyata rekeningku ini mencukupi untuk biaya pergi ke Italy.  Baguslah, mungkin besok pagi aku akan mencairkan sejumlah uang.

Dan pada tanggal 3 pagi hari, aku akan segera berangkat ke Italy untuk menyusulnya dan menjewer telinganya karena tak memberitahuku bahwa dia telah pergi ke Italy.

Aku menghela nafas dan kembali menaruh buku tabunganku di atas meja kemudian merebahkan tubuhku ke atas kasur.  Kupandangi langit-langit kamarku yang berwarna biru langit dan bermotif awan putih bersih dengan pandangan kosong dan nanar.  Pikiranku benar-benar melayang jauh, sedang apa dia disana?

Apakah dia sedang memandangi langit-langit kamar hotelnya, sama sepertiku?

Atau sedang berjalan-jalan mengunjungi Venice dengan santainya?

Atau malah..bersenang-senang dan mabuk bersama gadis Italy?!

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar dan menggeleng cepat, “Andwae!!!”, teriakku kencang saat membayangkan sosoknya yang sedang menari erotis bersama gadis Italy di sebuah pub dan membayangkan wajah keduanya mendekat..sangat amat dekat dan…, “OMMAAA~!!”

Aku langsung mengambil buku tabunganku dan pergi ke bank saat itu juga.  Aku harus pergi saat ini juga!!  SE-KA-RA-NG!

*****
..October 2nd 2010, Incheon Airport..

Selamat datang di penerbangan Seoul Airlines menuju Italy.  Perjalanan kali ini akan menempuh waktu selama...”

Aku menghempaskan punggungku ke sebuah kursi bernomor 33C.  Untunglah masih ada tiket untuk penerbangan menuju Italy pada hari ini, aku benar-benar beruntung.  Apalagi aku mendapat tempat duduk yang bersebelahan dengan jendela, sehingga bisa membuat perasaanku agak lebih tenang karena bisa sedikit melihat pemandangan diluar sana.

Kulirik jam tanganku, pukul 23.09 malam.  Dan kulihat masih ada beberapa penumpang yang sibuk berlalu lalang untuk mencari tempat duduknya dan kini ada seorang wanita bertubuh ramping yang duduk di sebelahku.  Baguslah, karena aku agak sedikit khawatir jika aku harus duduk dengan pria lain.

Hingga beberapa menit kemudian, akhirnya keadaan sudah mulai tenang dan mesin pesawat mulai dinyalakan.  Pramugari yang bertugas mulai menerangkan mengenai penjelasan pemakaian alat penyelamat, aku memperhatikan tanpa minat dan menoleh ke arah jendela.  Keadaan diluar amat sangat gelap hingga membuat aku bisa memandang sosokku yang tercermin dari pantulan kaca.

Tak lama, pesawat mulai bergerak dan terjadi guncangan yang cukup keras saat pesawat akan take off hingga saatnya pesawat ini terbang di angkasa luas.  Aku mendesah pelan dan mengeluarkan i-pod dari saku jaketku, kemudian tanpa kusadari…tanganku malah membuka folder foto khusus si bodoh itu dan kemudian tertawa kecil.

Sudah kuduga, aku tak akan pernah bisa marah padanya.  Tak akan pernah bisa jika aku sudah melihat garis senyuman simpul itu terpampang manis diwajahnya yang tegas.

Setelah melihat-lihat beberapa foto, aku menguap pelan dan mengusap mataku yang terasa perih.  Uhmm, mungkin aku harus tidur sejenak sebelum pergi transit di bandara lainnya.

Ayo, Kwan Nara..istirahatlah~.  Waktumu untuk sampai di tempat si Bodoh itu, masih amat sangat panjangg.
“Hwaiting~”.

*****
..October 3rd 2010, (finally) ITALY..

Aku keluar dari terminal kedatangan dan angin sejuk langsung menerpa wajahku.  Aku melirik ke arah jam digital yang terpampang megah di hadapanku, pukul 12.30 siang.  Arghh, pantas saja jika tulangku seakan mau copot..karena hampir 15 jam aku berada di pesawat.  (.___.)

Tapi, jika dipikir-pikir kembali, kenapa aku rela mengejar si bodoh itu hingga kesini hanya karena membayangkan sosoknya yang sedang berduaan dengan gadis Italy?  (.____.)a.  Bukankah ini terasa aneh jika seorang Kwan Nara terlalu khawatir dengan keadaan Cho Kyuhyun? (–A–)

Ini..terasa tidak masuk akal.  Aishh, otak sehatmu memang sedang tidak berfungsi, Kwan Nara

Aku mengeluarkan handphoneku dan segera mengaktifkannya kembali setelah sekian lama tergeletak tak berdaya di dalam tas karena peraturan yang menyuruh bahwa penumpang tak boleh mengaktifkan handphone selama berada didalam pesawat.  Setelah mengecek berbagai SMS yang masuk, akhirnya aku membuka twitter untuk melihat mention yang masuk padaku.  Tapi…WHAT THE?!  Si bodoh itu mengupdate twitternya beberapa menit yang lalu?!  Mengupload twitpic pula?!

Setelah melihat dan memperhatikan latar belakang tempat itu, aku langsung bergegas menghentikan sebuah taksi dan menunjukkan foto dari twitter itu padanya.  “Do you know about this place?  Its a train station, right?”, tanyaku cepat.  Supir itu memperhatikan foto itu dan akhirnya mengangguk mengiyakan, “I know that place”, ucapnya singkat dan langsung membuatku tersenyum lebar.

Bring me to that place.  As fast as you can!”

*****

Here we are, lady”, ucap supir ini sambil menghentikan mobilnya di sebuah stasiun yang terlihat tak terlalu ramai.  Aku mengangguk dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang jumlahnya sesuai dengan yang tertera pada argo mobil kemudian segera beranjak memasuki stasiun itu.

Dari suasana yang ada, memang inilah stasiun yang menjadi latar tempat Kyuhyun mengambil foto barusan.  Aku mengedarkan pandangan ke segala penjuru, mencoba mencari keberadaannya.  Tapi sejauh mata memandang, yang kulihat hanyalah lintasan rel kereta yang seakan tak berujung. (.____.)

Akhirnya aku mendesah kecewa dan memilih untuk duduk di sebuah bangku panjang yang ada di stasiun ini.  Karena udara yang cukup dingin, aku memakai jaket tebalku dan memakai topi baseball juga kacamata hitam tipis yang sengaja kubawa dari rumah.

Aku mengeluarkan handphoneku dan mencoba-coba memencet nomor telefonnya yang sudah kuhafal diluar kepala.  Kudekatkan speaker handphone ini ke telingaku dan menunggu beberapa saat hingga akhirnya..TERSAMBUNG!  Aku bisa mendengar suara nada sambung dari seberang.

“Yoboseyo?”, suara yang amat kukenal itu kini menyapaku dengan nada yang datar.  Dan hal ini benar-benar membuatku kesal.

“Sedang di Italy, huh?”, ucapku ketus sambil menghentakkan kakiku ke tanah dengan tak sabar.  Dia hanya menggumam pelan, “Ne.  Hanya…ingin liburan”.

Aku tertawa sinis, “Liburan…bertemu dengan gadis Italy?”.

“Bukan”, jawabnya singkat.

Aku terkekeh kaku, “Haha, kau kira aku percaya dengan ucapanmu ini?  Siapa yang tahu apa yang kaulakukan disana kan?”.

Dia mendesah berat dan menjawab datar, “Aku sedang liburan.  Haruskah kau mengganggu kebahagiaanku yang sedang liburan ini dengan bersikap cemberut seperti itu?”, tanyanya dengan nada yang agak tinggi dan membuatku agak terkejut.

“Arasseo.  Liburanlah dengan tenang disana dan bersenang-senanglah dengan gadis Italy yang ada di situ”, ucapku datar dan langsung memutuskan pembicaraan.

Aku segera menonaktifkan handphoneku dan kembali memasukkannya kedalam saku jaket.  Sungguh, selama beberapa menit kemudian..aku hanya diam menunduk menatap tanah dengan pandangan kosong.  Benar-benar merutuki perbuatanku yang seperti orang gila ini.  Pergi ke Italy hanya untuk menyusul seorang pria bodoh bernama Cho Kyuhyun?!  Argh, sialan!!  Kwan Nara, kau benar-benar sudah gila!!

Akhirnya aku berdiri dari bangku dan memutuskan untuk kembali ke Korea saat ini juga.  Entahlah, aku sama sekali tak berniat dan tak tertarik untuk melihat-lihat pemandangan yang ada di sini biarpun harus kuakui bahwa segala hal yang ada di sini memang sangat indah.  Tapi, ah..otakku sudah tak bisa menerima segala macam keindahan ini.  Sialan!

Kakiku melangkah pelan menyusuri lorong stasiun ini dan tanpa kusangka, aku melihat sosoknya masih berdiri di depan pintu masuk ke dalam stasiun!.  Bisa kulihat tangannya masih sibuk mengetik SMS dan sesekali menempelkan speaker handphone itu ke telinganya, seperti sedang berusaha untuk menelfon seseorang.  Apa dia sedang berusaha untuk menelfonku?

Tapi pikiranku langsung sirna saat aku melihat ada seorang gadis berkulit putih dan berambut pirang datang menghampiri Kyuhyun yang sedang menelfon.  Saat gadis itu datang, Kyuhyun langsung mematikan telefon itu dengan tergesa, seakan tak mau ketahuan bahwa ia telah menelfon seseorang tanpa sepengetahuan gadis pirang itu.

Aku langsung bersembunyi di balik pilar yang berada dalam jarak aman dari penglihatan mereka.  Aku melihat Kyuhyun berbincang dengan akrab bersama gadis itu dan sang gadis yang juga terlihat tertawa bahagia saat mendengar setiap ucapan Kyuhyun.

Tanpa kusadari, hatiku benar-benar sakit saat melihat segala hal itu.  Sungguh, rasanya benar-benar menyesakkan.

Aku menggigit bibirku saat melihat Kyuhyun menghentikan sebuah taksi dan mempersilakan gadis itu untuk memasuki taksi terlebih dahulu, sebuah hal yang tak pernah ia lakukan untukku selama beberapa tahun aku menjalin hubungan dengannya.  Lalu kenapa ia bisa berlaku sesopan, seromantis, dan semesra itu padanya?  Siapa sebenarnya dia?

Akhirnya aku keluar dari persembunyianku tepat saat taksi yang membawa mereka berdua pergi menjauh.  Aku juga menghentikan sebuah taksi dan segera memintanya untuk membuntuti laju taksi yang ditumpangi oleh mereka berdua, “Follow them”, seruku sambil menunjuk ke sebuah taksi.  Supir itu mengangguk paham.

Selama perjalanan, aku tak bisa melepaskan pandanganku dari taksi itu.  Tanganku masih kumasukkan kedalam saku jaket sambil memegang handphoneku dengan erat hingga bisa kurasakan bahwa jari-jariku langsung gemetar.  Jantungku berdebar, entah karena apa.  Aku sendiri juga tak tahu mengapa aku bisa merasakan hal ini untuk si bodoh itu.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di sebuah restoran kecil yang lumayan ramai oleh pengunjung.  Aku kembali melihat Kyuhyun keluar dari taksi beriringan dengan gadis berambut pirang itu.  Mereka berbincang dan masuk ke dalam restoran itu dengan pandangan yang berbinar.

Aku mendesah kecewa dan menyenderkan seluruh tubuhku ke jok mobil.  Oke, segalanya sudah jelas.  Amat teramat jelas.  Seorang gadis masuk kedalam restoran bersama seorang pria dengan wajah yang saling berbinar dan tersenyum bahagia.  Apalagi yang dapat kalian simpulkan dari segala hal itu selain : mereka sedang kencan!.

Sang supir taksi ini menoleh ke arahku, “So…what will we do now, lady?”, tanyanya.  Aku mencoba menahan air mata yang seakan sudah berada di ujung mataku dan tersenyum tipis, “Nothing”, ucapku singkat sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk membayar biaya taksi, “Thank you”, ucapku sebelum turun dari taksi.

Dan kini aku berada di depan sebuah restoran dimana kekasihku sedang berada bersama seorang gadis asing lain di dalam sana.  Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?

Apa aku harus masuk ke dalam dan memasang wajah angkuh kemudian bertemu dengannya lalu berkata, “Berniat untuk mengenalkan kekasih barumu padaku, Cho Kyuhyun?”.

Atau masuk ke dalam dan berekspresi sangat marah kemudian mendatangi mejanya lalu segera menyiramkan jus pesanannya itu ke wajahnya yang tampan dan memakinya hingga puas?


Jangan-jangan…aku harus memotret keberadaan mereka berdua kemudian menyebarluaskannya ke media massa supaya publik tahu bahwa Cho Kyuhyun adalah seorang pria playboy yang tak berotak?

Tapi aku tak bisa melakukan segala hal itu dan hanya bisa terdiam mematung di depan restoran ini dengan tubuh yang kaku.

Mataku memandang lurus ke arah pintu restoran itu, seakan berharap Kyuhyun keluar dengan wajah manisnya lalu tersenyum sambil berkata, “Kau tertipu!  Mana mungkin seorang Cho Kyuhyun berniat untuk mengkhianati Kwan Nara?”.  Aku benar-benar Kyuhyun melakukan hal itu sekarang juga.
Tapi pada kenyataannya, dia tak keluar dari dalam restoran itu.

TTAAARRR!

Suara petir mulai terdengar dan hujan mulai turun rintik-rintik dan lama kelamaan berubah menjadi hujan deras.  Tapi aku masih tak beranjak dari tempatku semula, membiarkan seluruh tubuhku basah kuyup dan kedingingan.  Biar saja, toh tak akan ada yang perduli dengan keadaanku ini.

Aku merasa mataku memanas dan seakan akan mengeluarkan sebuah hal yang dulu sempat kuanggap tabu untuk kulakukan : mengeluarkan air mata dan menangis.  Aish, sialan!  Sejak kapan Kwan Nara menjadi cengeng seperti ini?!

“Nara?!!”, aku mendengar suara yang amat kukenal itu memanggilku.

Kutengadahkan wajahku dan kulihat sosoknya yang sedang berdiri dibawah naungan atap restoran, sedang menatapku tak percaya.  “Nara?!  Kau Nara kan?”, tanyanya lagi sambil berlari menghampiriku.  Dia menyentuh wajahku dan mengecek seolah-olah aku ini adalah objek penelitiannya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”, tanyanya khawatir.  Aku baru sadar bahwa dia langsung berlari menghampiriku tanpa memakai payung ataupun alat pelindung lainnya hingga kini tubuhnya sama basah kuyupnya seperti diriku.

Aku menggeleng pelan dan tersenyum tipis, “dia…cantik”, ucapku lirih.  Kyuhyun mengernyitkan alisnya dan mendekatkan telinganya ke bibirku, “Apa yang kau katakan?  Aku tak bisa mendengar apapun karena hujan ini!!”, serunya agak kencang.

Aku menghela nafas lagi dan menatap tubuhnya yang ada di hadapanku ini.  Telinganya yang tepat di depan bibirku, tubuhnya yang menempel dekat dengan tubuhku, rambutnya yang basah kini benar-benar tepat berada di hidungku hingga bisa membuatku mencium bau shampoo-nya yang khas, aku bisa melihat lehernya yang putih jenjang itu dengan jelas.
Aku bisa melihat segala tentangnya.

“Aku…mencintaimu”, bisikku tepat di depan telinganya.  Dia terlihat terkejut dan langsung menoleh kearahku, “Kau..jauh-jauh datang ke Italy hanya karena ingin mengatakan hal ini?”, tanyanya tak percaya.  “Aish, jinjja?!  Kojittmal!”

Aku mengangguk pelan, “Benar, ini suatu hal yang bodoh, bukan?.  Padahal kau sudah menemukan gadis cantik lainnya disini.  Aku mengkhawatirkan sesuatu yang sia-sia”, ucapku lirih.  Dia terlihat bingung, “Gadis lainnya?  Nugu?”.

Tepat saat Kyuhyun menyelesaikan kalimat terakhirnya, gadis berambut pirang itu keluar dari restoran sambil membawa 2 buah payung dan beranjak menghampiri kami berdua.   Aku mengedikkan kepalaku ke arah gadis itu, “Dia”, ucapku singkat dan membuat Kyuhyun menoleh cepat.

“Maksudmu, Christine?”, tanyanya memastikan.  Aku mendengus sebal, “Kau tak pernah memanggil namaku selembut itu”, gerutuku.

Dia mencubit pipiku pelan, “Tentu saja aku harus memanggilnya dengan lembut karena dia adalah bibiku, Kwan Nara sayang”, ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku dan langsung membuatku shock.  “Bi..bi?  Ahjum..ma?”, ulangku tak percaya.

Kyuhyun mengangguk singkat dan menoleh ke arah Christine, “Christ, ini gadis yang tadi aku ceritakan, Kwan Nara sayang”, ucapnya sambil merangkul bahuku.

Aku masih belum mengerti dengan segala hal yang terjadi dan hanya bisa mengedipkan mata beberapa kali saat Christine berbicara bahasa Korea dengan fasih biarpun wajahnya sangat berkesan Italia, “Sudahlah, nanti saja perkenalannya.  Yang pasti, cepat pakai payung ini supaya kalian tidak makin kedinginan”, perintahnya sambil menyerahkan satu payung yang dia bawa pada Kyuhyun.  Kyuhyun langsung memayungi diriku sambil tersenyum manis, “Ayo masuk.  Kita berteduh”.

Akhirnya kini kami berada di dalam restaurant pasta dan pizza ini.  Udara hangat dari mesin penghangat langsung menyapa tubuh kami yang basah kuyup dan langsung membuat senyumku terkembang simpul, “Hangat~”, ucapku singkat.

Christine menengok ke arah kami, “Tahukah kalian?  Pelangganku memberitahu bahwa ada 2 orang Asia yang sedang syuting sekuel film Winter Sonata di depan restoranku ini.  Dan aku sangat shock saat melihatmu sedang beromansa ria bersama kekasihmu ini, Kyuhyun-ah”, jelasnya sambil menjitak kepala Kyuhyun.

Aku memiringkan kepalaku heran, “Restoranmu? Kyuhyun-ah?”, tanyaku tak mengerti.  Christine tersenyum ke arahku dan menyerahkan sebuah handuk dari lemari untukku, “Ya.  Ini restoran milikku.  Dan Kyuhyun ini adalah keponakanku.  Kenapa?  Kau tak percaya?”, tanyanya sambil terkekeh senang.

Aku membandingkan wajah Christine dengan Ibu ataupun Ayah Kyuhyun, tapi… “sama sekali tidak mirip”, gumamku.

Kyuhyun mengacak rambutku pelan dan menjawab pertanyaanku, “Kakekku itu playboy.  Memang agak memalukan untuk diakui, tapi kakek memiliki jiwa petualang dan dia memiliki 1 istri di tiap tempat yang pernah ia kunjungi.  Dan di Italy ini, Ibu Christine lah yang menjadi korban keganasan kakek.  Haha”.

Christine mengangguk sambil menghidangkan segelas lemonade hangat untukku, “Dan…Ibuku terlambat melahirkanku sampai-sampai aku punya keponakan yang hanya berbeda umur beberapa tahun saja dariku”.

Aku mengangguk paham dan beralih menatap Kyuhyun lagi, “Lalu..apa yang kau lakukan disini?  Kenapa kau pergi ke Italy tanpa sepengetahuanku?”.
Christine langsung berdiri dan mengangkat kedua tangannya dengan ekspresi tidak tahu, “Upss, looks like my customer need me now.  Gotta go~”, ucapnya singkat dan langsung pergi meninggalkan kami berdua.

Aku kembali menatap Kyuhyun yang sedang menggaruk kepalanya dengan bingung, “Jadi, apa alasanmu, Cho Kyuhyun yang tampan?”

Dia menghela nafas sejenak dan menatapku dengan pandangan yang tak dapat kujelaskan, “Sebenarnya bukan maksudku untuk menyembunyikan hal ini darimu.  Tapi, apa kau ingat kejadian 6 bulan yang lalu?”.

“6 Bulan yang lalu…?”

*****
..March 14th 2010, Seoul, South Korea..

Take on my heart (follow your soul)..
“Ommona, Nichkhun kyeopta!!”
Take on my heart (follow your soul)..
“Omma, Wooyoung imut!!”
I know you’re faze away your looking to your eyes..
“Uwaa, Eye Smile Junho lucuu~!”
Dont ever lie..

Take on my heart (follow your soul)..
“Aigoo~Abs Taecyeon keren~!!!”
Take on my heart (follow your soul)..
“Suara Junsu Daebak!!”
I dont know when you might keep calling..
“Ommomomo~ Chansung masak spaghetti buat pacarnya? Soo sweet?”
So that I dont stop here right here..

Kyuhyun mendecak kesal dan mengalihkan pandangannya dari PSP miliknya, “Ya!!  Kenapa kau membicarakan 2PM di depan kekasihmu sendiri?  Naega SyuJu Kyuhyunnida”.

Nara memencet tombol pause di laptopnya hingga video klip 2PM-Follow Your Soul itu kini berhenti sejenak, “Karena kau adalah anggota SJ, makanya aku sudah tak tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan SuJu”, ucapnya datar dan langsung membuat Kyuhyun menganga.

“Tapi lain halnya jika kau bisa melakukan hal yang dilakukan member 2PM di video klip ini, mungkin penilaianku padamu akan berubah”.

“Jinjja?  Kau akan menganggap bahwa SuJu lebih hebat daripada 2PM?”

“Ne, jeongmalyo”.

*****

“Lalu?”, aku masih bingung dengan hal yang dimaksud Kyuhyun pada 6 bulan yang lalu. Dia menggaruk telinganya dengan gugup, “Ya…aku mencoba untuk melakukan hal yang dilakukan oleh Chansung, memasak spaghetti.  Supaya penilaianmu terhadap SuJu bisa berubah”.

Aku membelalakkan mata tak percaya, “Hah?!  Hanya karena itu?!  Jinjja?  Hal sepele seperti itu?!!”.

Kyuhyun menggeleng cepat, “Ini bukan hal sepele!.  Ini menyangkut nama baik Super Junior.  Mana mungkin aku membiarkan Super Junior berada di bawah nama Boyband lain, apalagi di mata kekasihku sendiri”, jelasnyacepat.  “Maka dari itu, hyungdeul menyetujui ideku untuk berguru memasak spaghetti di Italia bersama Christine yang pemilik restoran ini”.

Aku menganga paham, “Ahh, jadi itu alasannya kenapa Oppadeul tak memberitahukan alasan kau datang ke sini?  Karena mereka menjaga rahasia bahwa kau ingin belajar memasak?!”, tanyaku memastikan dan dijawab dengan anggukan Kyuhyun.

“Kenapa kau tak belajar memasak pada Ryeowook Oppa saja?!  Kenapa mesti jauh-jauh ke Italy?”, aku masih merasa heran.  Tapi Kyuhyun hanya menjawab ringan, “Gwenchana.  Aku hanya ingin kau melihat seberapa besar pengorbananku untuk membuatkan spaghetti khusus untuk anda, Kwan Nara sayang”, ucapnya dengan nada menggodaku.

Aku hanya menggembungkan pipi dengan sebal, “Useless”, gumamku pelan.  “Tapi, kenapa kau seperti sedang kesal saat menerima telefon dariku?  Aku kira kau sedang mengamuk padaku karena sudah mengganggu liburanmu”, tanyaku lagi.

Kyuhyun menggeleng, “Aku tidak mengamuk.  Aku hanya kesal karena sepatuku menginjak kotoran burung di stasiun itu.  Padahal itu sepatu kesayanganku”, ucapnya sambil merengut dan memanyunkan bibirnya.  Mau tidak mau, aku jadi tertawa saat mendengar alasannya.  “Kotoran burung? Hahahaha~”.

Tapi dia langsung menatapku curiga, “Lalu kenapa tiba-tiba kau bisa ada di sini?”.  Aku langsung gugup dan menggosok-gosokkan tanganku karena grogi, “Aku…tidak apa-apa.  Aku juga hanya ingin jalan-jalan saja disini”, kilahku cepat.

Kyuhyun menatap kedua bola mataku lekat-lekat dan berkata pelan, “Kau pasti…merasa takut bahwa aku sedang berdua-duaan bersama gadis Italy dan kau takut aku mabuk di pub bersama gadis Italy itu.  Betul begitu ‘kan?”.

Ucapannya langsung membuatku menganga lebar, “Bagaimana kau bisa tahu?!!”.  Dia terkekeh senang dan menunjuk dahiku dengan jari telunjuknya, “Tertulis jelas di dahimu bahwa ‘Kwan Nara LOVE Cho Kyuhyun’”.  Ucapannya itu langsung membuatku menyentuh dahiku tanpa sadar, “Jinjjayo?”.

Kyuhyun menyentil dahiku dengan agak keras, “Tentu saja tidak, bodoh.  Di dahimu tak tertulis apa-apa selain BABO”, ucapnya mengejekku dan membuatku kesal lalu memukul bahunya.  “Mwoyaa?!”, teriakku kencang.

Kyuhyun tertawa kencang dan segera beranjak ke kompor gas kemudian memakai celemek berwarna biru, “Baiklah, kini akan kupraktekkan hasil latihanku selama seharian penuh untuk membuat spaghetti khusus untuk Naui Babo, Kwan Nara”, ucapnya sambil menepukkan tangannya 2 kali kemudian segera menyalakan api di kompor gas itu.

“Yeeay~!  CookKyu hwaiting!!”, teriakku semangat dan memukul meja makan dengan sendok dan garpu yang sedang kupegang.

Selama beberapa menit, aku benar-benar menikmati segala hal yang dilakukannya.  Aku mencintai senyumannya, gerakannya dan suaranya.  Karena dia memasak sambil menyanyikan Listen To You. :)

Nae maeumeun gaeudaereul deudjyo, muhribootuh balkkeutkkaji..
Chingudeul nareul nollyouhdo, nae gaseumeun modu geudaemeun deullyuhyo..
Hana, dul, set, geudaega wootjyo..
Sumi muhjeul guhtman gatjyo..
Geudae misoreul damasuh, maeil sarangiran yorihajyo yongwonhi..
I love u, love u, love u..

Dan kini dia sedang berjalan menghampiriku sambil membawa sepiring spaghetti yang mengepul sedap.  Dia menaruh piring itu di hadapanku dan tersenyum manis, “Silakan dimakan, Ms. Kwan”.

Aku mengangguk dan membungkuk singkat, “Kamsahamnida, Mr. Cho.  Jal mokkesemnida”.

Aku mulai menyendok spaghetti itu dan menyuapkannya kemulutku, “…….”

“Otthe?  Masshita?”

Aku  menelan spaghetti itu dengan wajah yang sangat dipaksakan dan tersenyum palsu ke arah Kyuhyun, “Cho Kyuhyun, kau membenciku?!  Kau ingin membunuhku?!”

“Hah?  Waeyo?”, tanyanya sambil mengambil sendokku dan menyuap spaghetti itu kedalam mulutnya.  “………”

“ASINNNNNNNNNN!!  BERAPA SENDOK GARAM YANG KAU MASUKKAN?!!”

“HOWEEEKKK!!”

*****
-Epilog-
Christine menengok ke arah dapurnya dan melihat sepasang kekasih itu kini sedang berebut mengambil gelas untuk mengobati rasa asin dari garam yang ada di spaghetti buatan Kyuhyun.  Tanpa sadar, dia terkekeh pelan dan menggeleng heran dengan kelakuan 2 orang itu.
“Pasangan yang aneh, dan..bodoh”.
*****
-END-

44 thoughts on “{KyuNara Scene} Adventure in Italy

  1. baru nyadar belum baca yang ini😀
    jarang banget ngeliat nara cemburu . trus nara bilang “aku mencintaimu ?” daebaaak~
    sungguh sesuatu yang langka hahaha /plakk

  2. anyeong thor..
    reader baruuuu nii eke..bangappseumnida!!!
    ff ny daebak,,baru baca udh langsung sukaa..
    btw ff pertama ato crita awal kyuNara ni yg mana y??
    bingung baca dr mana duluuu..

    • Ratu gengsi sedunia mgkin ya dia -_- tapi kalo buat 2PM, dia ga gengsi kok ‘-‘)b haha
      Waduh, iyaaa~ itu udh hampir..ehm, 3 tahun yg lalu kali ya di sjff. Pas jamannya sorry sorry xD

  3. uuu keren banget😀
    halo thor, aku new reader, dulu baca di sj-ff terus kangen *elahcurhat -_-
    jadi aku kesini, dan taraaaa *beksonperanggagal(?) ff disini banyak banget! aku suka banget ff-mu dear😀
    semangat terus buat ff^^ *cipokjauh(?)

  4. Anyeong chingu
    aku ijin baca ff disini
    wah.. FF special kyunara scene ini daebak!
    Suka bgt!
    Ijin baca untuk selanjutnya ya

  5. Pertama kali baca ff ini. Wah, ternyata dr thn 2011. Skg malah 2013. Ketinggalan beuudd.
    Ceritanya ringan ή segar. Aq suka

  6. lagi iseng-iseng ngobrak ngabrik google eh ketemu FF ini, walaupun ini FF dibuat 2 tahun lalu tapi tetep seru dan kereeenn🙂

  7. Bodoh…!
    Yang bodoh itu bukan nara tapi kamu sayang.. Jauh” ke Italya cuman belajar sama.. Tapi hasil,a sama aja asin hahaha *gamparkyuhyun..

    Nara~ya.. Cieeee *pipimerah…

    Baru beberapa ngebaca yg 1 shoot itu terakhir.a bikin gemess.. Teriakaaaaan hahha.. *tendang nara

    eonni.. Boleh minta alamat fb or twitter mu..!
    Say halloo..

    @sie_leechochoi

  8. Jiah!!! Jadi itu alasan Kyuhyun jauh-jauh terbang ke Italy pengen buatin Nara pasta. UWOW sekali untuk seorang Cho Kyuhyun. Hahaha

  9. FF pertama yg aku baca d blog ini,
    kereeennnn

    ijin ngubek2 ff lain ya thor,

    tp ga jnji bsa komen semuanya, soalny baca dr hp,
    mianhamnida author,

  10. Hahaha*ketawaguling2* . . .ini bnr2 babo couple!!
    Gokil bnr,smpe keram perut ktwa!
    Pasti heboh ini stiap kyunara scene . . .
    Kyaaa!!!aku suka,aku suka!!

  11. Bwahahahahahahahahaha.. Sok2an masak, optimis bakal enak hasilny, tp nyatanyaaaaaaaaaaaaaa, asiiiiiiiiiiiinnn.. Wakakakakakakakaka.. Sumpah ngakak poooolll oen.. Wah romantis ya panggilannya, cho kyuhyun tampan & kwan nara sayang.. So sweet..

  12. annyeong aku reader baru, salam kenal ^^ gokil masa cuma ngebayangin kyu berduaan dengan cewek lain, nara langsung pergi ke italy, cinta benar-benar membuat orang gila kkkk~ but daebak😉

  13. annyeong^^
    maaf ya selama ini cuman jadi siders hehe tapi cerita keren semuaaaa ;/\; buat lagi dooong kelanjutan dr cerita2 lama..
    kan sekarang pasti kyunara udh bertambah umur n pasti kisahnya bakal beda ddoong .. yekan ??
    fighting buat penulisnya..
    one hundred thumb deh hahaha

  14. annyeong^^
    maaf ya selama ini cuman jadi siders hehe tapi cerita keren semuaaaa ;/\; buat lagi dooong kelanjutan dr cerita2 lama..
    kan sekarang pasti kyunara udh bertambah umur n pasti kisahnya bakal beda ddoong .. yekan ??
    fighting buat penulisnya..
    one hundred thumb deh hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s