Diary Of Secret Girlfriend {6th Stories}

Annyeonghaseyo. \(^w^)/

Aigoo, terima kasih karena kalian sudah datang ke Busan hanya untuk mendengar ceritaku ini.

Bagaimana perjalanan kalian dari tempat masing-masing? :)

Ahh~keurae, di Busan memang sangat macet akhir-akhir ini.  (=A=)

Tapi aku bersyukur kalian bisa tiba dengan selamat ke sini. :)

 

Nah, sekarang..ayo mulai ceritaku ini. ^^

Upps, tapi harus kalian ketahui, ceritaku ini agal mirip dengan cerita cinderella. (=o=)a

Kenapa?  Haha~tunggu saja dan temukan jawabannya dari ceritaku ini.

****

..Busan,15 Mei 2010..

[SBS Inkigayo, Super Junior Comeback Show Bonamana D-1]

Aku mengecek semua persediaan di tas’ku.  Uang, sudah!  Cemilan, sudah!  Handphone, sudah!  Oke, semua sudah siap~  tinggal berangkat menuju Seoul. (^/w^)/.  “Leena-ah, sudah kau siapkan semua barang-barangmu?”, tanya Umma saat aku sedang menalikan tali sepatu kets’ku.  Aku mengangguk dan menoleh padanya, “Tenang saja Umma.  Aku hanya menjenguk teman lama di Seoul sana.  Besok sore aku akan segera pulang”, ucapku.

Umma mengangguk paham dan mengelus kepalaku, “Hati-hati,ya?  Jangan lupa pakai jaketmu”, ucap Umma.  Aku mengangguk lagi sambil mengangkat jaket tebalku, “Sudah kusiapkan,Umma”, jawabku.

Aku beranjak keluar rumah dan angin dingin langsung menerpa wajahku. Haaah~dinginn!! (>M<).  Aissh, kenapa Super Junior mesti mengadakan comeback di musim yang tak menentu seperti ini? (=3=)>.   “Umma,aku berangkat~!!”, teriakku sambil melambaikan tangan pada Umma.  “Hati-hati,Leena-ah!!”, balasnya.

Aku menghela nafas dalam dan tersenyum senang.  4 bulan sudah aku tak bertemu dengannya, kira-kira bagaimana penampilannya sekarang?  Apa dia makin tinggi?  Apa dia makin tampan?  Apa dia mulai dewasa dan meninggalkan semua aegyo-nya?  Aisshh, bagaimana penampilan Kim Ryeowook sekarang? (>W<).   Oke, honestly…aku hanya sempat melihat penampilannya dari TV saja,karena jarak Seoul dan Busan yang ‘menyita waktu’ maka aku harus bersabar untuk berhubungan jarak jauh dengannya. (T.T).   Lagipula, siapa yang percaya dengan panampilan di TV?  Bahkan seseorang yang cantik’pun bisa terlihat buruk jika dia tampil di TV, begitu juga kebalikannya.  Aku hanya ingin bertemu dengannya secara langsung~! :D

..Press the reset, Press Press Press the reset..

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 12:56:33

Sudah berangkat?

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 13:05:22

Yap~ :) . Sekarang aku baru naik bis menuju stasiun.  Kau sudah makan?

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 13:12:56

Hati-hati di jalan. (^/A^)/ Mau kujemput jika kau sudah tiba di Seoul?  Aku sedang makan bersama Hyungie dan Kyu.  Kau?

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 13:20:51

Ara~ Tidak usah, katanya Yoonri onnie akan menjemputku dan kami akan shopping di Myungdong. :) . Ah~johta,makanlah yang banyak.  Aku tak mau dihajar para ELF karena Kim Ryeowook menjadi amat kurus~ (>A<)

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 13:23:59

Kenapa Siwon Hyung tidak memberitahuku ya? (=w=)a. Ne,aku akan makan yang banyak supaya Choi Leena tak dihajar para ELF. b(^_^)d.  Keke~ hati-hati di jalan~ :*

Aku menutup flip handphoneku dan kembali menaruhnya ke dalam saku.  Kepalaku menyender di jendela bis dan menatap pemandangan di luar jendela.  Daun mulai berguguran,padahal ini belum waktunya musim gugur.  Aissh~inikah dampak global warming?.  Cuaca menjadi tidak menentu~

Aku menghela nafas perlahan dan menatap jalanan dengan pandangan kosong.  1,5 tahun berlalu semenjak kejadian itu, tapi aku masih merasa bahwa kejadian itu baru terjadi kemarin.  Ya, benar-benar terasa seperti kemarin~

****

..21 Desember 2008, Seoul Grand Hall..

[National Drama Contest DAY]

“Nan ottokhae?  Rasanya jantungku mau keluar dari mulut, Saera-ah~!!”, ucapku gugup.  Sedangkan Saera yang bertugas menjadi make-up stylist untuk kelompok drama kami, hanya memandangku heran.  “Jangan berlebihan,Leena-ah!”, ucapnya dan menyapukan blush-on ke pipiku.

Aku menggembungkan pipi karena sebal, “Huhh~kau tak pernah merasakan rasanya berdiri di atas panggung dan berhadapan dengan orang banyak,Saera-ah~!”, balasku.  Saera tampak tak perduli dan kini memoles bibirku dengan lipstik cair,”Itulah alasannya kenapa aku bergabung sebagai Make-up stylist, bukan sebagai artist.  Karena aku tak mau merasakan hal yang merepotkan”, jawabnya santai.

Aku terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk mengiyakan, “Ahh~ya, benar.  Lagipula jika bukan kau yang menjadi stylist kami, siapa lagi yang akan mendandani aku secantik ini?”, ucapku dan tersenyum padanya.  Dia terkekeh pelan dan akhirnya menepuk pipiku semangat, “Ayo~Choi Leena, menangkan best female artist itu!”, ucapnya kencang.

Aku mengangguk yakin dan akhirnya berdiri perlahan.  Aissh~gaun ala princess ini benar-benar membuatku kerepotan!! (>A<).  Aku berjalan perlahan dan akhirnya berputar di depan Saera, “Bagaimana?”, tanyaku.  Dia menopang dagunya sejenak dan akhirnya mengangguk yakin, “10 point out 10″, ucapnya sambil menirukan tarian 2PM. :)

Aku tersenyum simpul dan menatap bayanganku di cermin sekali lagi. Mahkota dan gaun ini benar-benar membuatku merasa seperti cinderella. Arrgh~jangan cinderella..dia kan harus menghadapi banyak cobaan sebelum akhirnya bertemu dengan pangerannya?! (=A=)

Tiba-tiba saja pintu terbuka, “Leena, sudah siap? Kita masih harus rehearshal dulu~!  Palliwa!!”, seru pelatih klub drama kami.  Aku mengangguk singkat,”Ye,Sonsangenim”, jawabku.

Aku menatap Saera ragu, “Aku takut~!”, cemasku.  Saera beranjak dari duduknya dan akhirnya langsung menarik tanganku untuk segera keluar dari ruangan. “Kita sudah jauh-jauh datang dari Busan.  Sudah terlambat untuk mengundurkan diri!!”, ucapnya galak.  Aissh~sahabat apa yang malah mengancam temannya disaat seperti ini?!  Im Saera, how dare you~!

****

..Seoul, GyongHwa Station,15 Mei 2010..

Aku mengeratkan jaketku dan berjalan pelan di lorong stasiun ini.  Haah~dingin sekali di sini~!! (>..<) Bagaimana Ryeowook bisa bertahan di tempat sedingin ini sedangkan tubuhnya yang makin kurus?!.  Ahh~sepertinya aku sudah menjadi pacar yang gagal karena tak bisa menjaga pacarnya dengan baik.

Neorago..Neorago..Neorago..

Calling..

»Yoonri Onnie«

“Yoboseyo?”

“Leena-ah, kau dimana?”

“Ahh~aku sudah sampai,onnie.  Sekarang aku sedang ada di gerbang B.”

“Ahh~arasseo.  Tunggu onnie, arachi?  Jalanan menuju stasiun tiba-tiba menjadi macet.  Kau pergi saja ke salah satu restoran, nanti Onnie yang akan bayar.  Yang penting, kau mesti menghangatkan diri dulu ke satu tempat, Leena-ah~!  Udara diluar pasti dingin”, ucap Yoonri onnie di seberang telefon.

Aku menggumam paham, “Ye,Onnie.  Arasseo.  Onnie jangan khawatir.  Udara di sini tidak terlalu dingin kok”, ucapku berbohong, aissh..padahal rasanya seluruh darahku ini sudah beku. (>M<) tapi,ahh..aku tak mau merepotkan Yoonri onnie lagi.  Tadi aku sudah memintanya menjemputku di sini, dan sekarang aku mau ditraktir dan nanti juga akan diajak shopping ke Myundong?! ($w$). Aigooo~kekasih Siwon Oppa ini memang serupa dengannya, benar-benar seperti malaikat yang baik hati.

“Ahh~kojitmal!  Sudahlahh~cepat pergi ke restoran fast food yang ada di dekat gerbang B.  Itu restoran milik Onnie.  Kau tak usah segan,Leena-ah.  Arachi?  Cepatlah makan dan tunggu onnie disana.  Annyeong~”, ucapnya cepat dan segera memutuskan hubungan telefonnya.  Ahh~memang mustahil untuk menolak semua omongan dari nona muda itu. (=A=)a

Aku menoleh ke kiri dan menemukan sebuah restoran fast food bernama “KimLicious~“.  Uhhmp, Ini pasti milik Yoonri onnie.  Yaah~lihat saja dari namanya, Kimlicious~ mungkin itu diambil dari nama keluarganya, Kim Yoonri? (=w=)>. Ahh,hanya perkiraanku saja sih.  Akhirnya aku masuk ke dalam restoran itu, dan memang benar seperti yang dikatakan Yoonri Onnie, disini memang hangat~!!!  Ahh~aku merasa hidup kembali!! :D

Suasana di restoran ini cukup padat tapi masih terlihat beberapa bangku tanpa pengunjung.  Saat aku masih memperhatikan suasana restoran, seorang pelayan menghampiriku, “Permisi, anda nona Choi Leena?”, tanyanya.

“Ah,ye.  Keurae..”,ucapku agak gugup.  Pelayan itu lalu menambahkan,”Kami sudah menyiapkan tempat khusus untuk anda”,ucapnya singkat dan menuntunku ke salah satu meja.  Aissh~ini pasti karena ucapan Yoonri Onnie lagi!! (>O<)>. Kenapa dia terlalu baik,sih?  Lama-lama aku jadi merasa segan padanya~  Tapi pada akhirnya, aku duduk di meja yang ditunjuk oleh pelayan itu.  Dan bahkan di mejaku itu sudah tersedia beberapa makanan yang masih mengepul hangat. (O.o). “Silakan,nona”, ucap pelayan itu.  Aku masih merenung heran di depan makanan ini.

Aigooo~aku tak bisa membayangkan bagaimana nasib anak dari Yoonri onnie dan Siwon Oppa?  Anak itu pasti adalah anak yang paling beruntung sedunia.  (=X=) Siwon Oppa dan Yoonri Onnie itu sama-sama memiliki fisik yang sempurna, aura yang dipenuhi oleh kharisma, harta yang melimpah, otak yang cerdas, bakat yang istimewa, aissshh..aku sendiri sampai bingung untuk menyebutkan kelebihan keduanya. (=3=)

“Leena-ah~?”, suara lembut itu membuatku sadar dari lamunanku dan kembali ke dunia nyata.  “Heii~kenapa belum mulai makan?”, ucap Yoonri onnie yang sudah ada di hadapanku.

Aku hanya mengangguk seadanya dan tersenyum simpul, “Ahh~aku hanya kagum dengan nuansa dan interior restoran ini,onnie”, ucapku jujur.  Yoonri onnie tersenyum manis dan mengangguk, “Sudahlah~cukup melihat-lihatnya.  Ayo cepat makan, atau kita tak akan sempat membeli barang yang kau ceritakan padaku itu”,lanjutnya.

Pikiranku langsung teringat oleh sesuatu dan menatap Yoonri onnie dengan penuh terima kasih, “Ahh~benar Onnie!!  Aku hampir saja lupa dengan benda itu.  Untung onnie mengingatkanku~!”, ucapku.  Yoonri onnie hanya mengangguk pelan dan mengelus kepalaku lembut, “Makanlah~nanti keburu dingin”.

Aku tersenyum simpul dan segera menatap makanan di depanku ini dengan buas.  “Ahh~onnie juga harus makan bersamaku.  Ayo~!”. :)

****

“Dan pemenang dari kategori aktris terbaik adalah…”, ucapan MC itu benar-benar membuatku berdebar setengah mati!! (>M<) ayolahh~cepat katakan saja siapa pemenangnya~!!!

“Choi…”.    Choi?  Aishhh~ ayolahh.. 1 kata lagi!!!  Leena~Leena~Leena!!!  Cepat ucapkan nama itu!!!

“SooJun-ssi!!!  Best female actrist dimenangkan oleh Choi SooJun-ssi.  Chukkaehamnida~!!!”, teriak MC itu dan diiringi oleh letusan kembang api yang mewah.  Seorang yeoja disampingku kini melonjak kegirangan sedangkan aku hanya terpaku di atas panggung ini!! (>A<) arggh, aku kalah?!.   Tapi demi kesopanan, maka aku ikut menyalami Choi Soojun dan mengucapkan selamat padanya, walaupun aku benar-benar tidak rela!! (>3<)

“Sudahlah,Leena-ah.  Masih ada banyak kesempatan~”, ucap Saera sambil menepuk bahuku.  Aku hanya tersenyum perih dan membungkuk dalam kepada pelatih drama kami, “Sonsaengnim, jeongmal mianhamnida.  Maaf sudah mengecewakanmu”, sesalku.

Pelatihku hanya tersenyum simpul dan mengelus pundakku, “Gwenchana.  Tahun depan akan kita coba lagi, Leena-ah”, jawabnya.  “Nahh~ayo ganti baju, tuan puteri”, ucap Saera sambil menarik tanganku.  “Ahh~changkaman!  Aku mau ke toilet dulu,Saera-ah”, kilahku dan melepaskan genggaman tangannya.

Saera mendecak kesal, “Aissh~aku ada urusan penting, Leena-ah.  Aku mesti bertemu dengan seseorang.  Setidaknya aku harus membantu’mu berganti baju dulu”, ucapnya.   Aku menatapnya jahil, “Ahh~bertemu dengan siapa? Keke~ sudahlah, tak apa.  Kau pergi saja sekarang, aku bisa minta bantuan teman-teman yang lain”, ucapku sambil mencubit hidungnya.  “Kau cepat pergilah untuk menemui pria Seoul’mu itu”, tambahku.

Saera terlihat tersipu dan akhirnya mengangguk, “Baiklah, aku pergi dulu,tuan putri.  Cepat ganti bajumu, karena sihir untuk cinderella akan segera berakhir”, jawabnya.  Aku menggembungkan pipi sebal.  Tapi ia terlihat tidak perduli dan malah tertawa lebar, “Annyeong,Leena-ah.  Sampai bertemu di Hotel!”, ucapnya.

Aku membalas lambaiannya dan akhirnya berjalan menuju toilet dengan lesu.  Ahh~rasanya semua make-up’ku ini membuatku tersiksa!!  Aku ingin segera cuci muka~!! (T.T).   Setelah sampai di toilet, aku langsung membasuh mukaku sampai bersih.  Kemudian aku terdiam sejenak di depan cermin, aishh..Choi Leena, kau payah~!!!  Kenapa kau tak bisa mewujudkan keinginan kelompok drama’mu?!  Padahal mereka sudah jauh-jauh datang dari Busan, tapi kau malah mengecewakan mereka?!  Aisshh~paboya!! (>X<)

Tanpa kusadari, air mataku sudah mengalir perlahan.  Ya, aku menangis! :’(  aigoo~aku benar-benar merasa bersalah pada mereka semua. (T.T)

CKLEEKK

Tiba-tiba saja pintu terbuka dan 2 orang yeoja masuk ke dalam toilet.  Aku segera masuk ke dalam bilik toilet dan segera mengunci pintu bilik ini.  Ahh~aku paling tidak suka jika ada orang yang melihatku menangis, maka lebih baik aku bersembunyi saja di sini dulu.

Tapi, aissh..kenapa 2 yeoja tak keluar-keluar juga?! Arrghh, aku lelah menunggu dan aku juga mengantuk.   Ya, aku mengantuk~ amat sangat mengantuk~  Hoaammph. \(=o=)/

***

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 18:32:44

Sudah sampai?

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 18:36:18

Sudah~ Sekarang aku sedang shopping bersama Yoonri Onnie.  Dia banyak mentraktirku. (=A=)

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 18:40:20

Syukurlah kalau kau sudah sampai.  Jinjja? Jangan terlalu merepotkan Yoonri noona~

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010,18:43:22

Aku juga tak mau merepotkannya.  Tapi dia yang memaksa untuk membelikanku sesuatu. (T.T)  Belum lagi, nanti malam juga aku akan menginap di rumahnya.  Ahh~aku jadi seperti benalu.

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010,18:47:56

Ahh~aku juga sering diperlakukan seperti itu oleh Siwon hyung.  Mereka berdua memang cocok~ (=w=)

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010,18:51:02

Yaa~bilang pada Siwon Oppa..dia amat beruntung memiliki tunangan seperti Yoonri Onnie~ :)

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 18:54:53

Ara, akan kusampaikan. ^^  Siwon hyung sama beruntungnya seperti Kim Ryeowook yang memiliki kekasih seperti Choi Leena kan? (^A^)v

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 18:57:25

Bagi Kim Ryeowook, mungkin itu adalah anugrah tak ternilai saat dia memiliki seorang Choi Leena.  Tapi bagi Choi Leena, itu adalah malapetaka karena memiliki seorang pacar yang imut?😄

Sender :»Shorty Melody«

15 Mei 2010, 19:02:23

Berhenti menyebutku imut~ (=A=) abs’ku sudah mulai terlihat, dan aku yakin..kau pasti pingsan saat melihatnya! (=w=)d

To : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 19:06:36

Imut,Imut,Imut,Imut,Imut,1000x :)

Jinjja? Arachi, aku akan melihat bagaimana hasil dari perjuangan Kim Ryeowook untuk kabur dari image imut’nya?😄

Sender : »Shorty Melody«

15 Mei 2010, 19:11:23

Pacar tidak berperasaan. (TAT). Sudahlah, selesai shopping..cepatlah beristirahat~ jangan sampai terlambat ke Inkigayo besok. :D .   Ah~hampir lupa, bilang pada Yoonri noona, “Aku sangat berterima kasih karena sudah mentraktir yeoja ini.  Gomawo noona”. ^^

Aku tersenyum sekilas dan menaruh handphone itu kedalam tas.  Aku menarik nafas dalam dan kembali memperhatikan berbagai dagangan yang ditawarkan di toko ini.  Aissh~aku bingung..barang apa yang pantas untuknya? (T.T).

“Leena-ah!”, panggil Yoonri onnie padaku, aku langsung menghampirinya dan menatap penasaran ke barang yang ditunjuknya.  Aaaah~keurae!!  Ini sangat manis dan lucu.  Sangat cocok untuknya. \(^w^)/.   “Bagaimana?”, tanya Yoonri onnie.  Aku langsung tersenyum senang dan mengacungkan kedua jempolku, “ACCEPTED!!”

****

Aku mengerjapkan mata dengan perlahan dan mengedarkan pandangan ke sekeliling.  Ahh~ini di dalam bilik toilet?, aku ketiduran rupanya~ (=o=)>. Berapa lama aku tertidur? 15 menit kah? Uhhm, sepertinya tidak selama itu,toh buktinya aku masih mengantuk~ :( mungkin hanya sekitar 5menit?

Aku membuka kunci bilik toilet ini dan keluar menuju wastafel.  Setelah mencuci muka sebentar, aku langsung berjalan menuju pintu keluar dan menguap lebar. HOAHMMP~ (=/w=)/ aku ingin segera sampai di hotel dan segera tidur~!!

Tapi, Ehhh…ehhh…ehh..KENAPA PINTUNYA TAK BISA DIBUKA?!  Hah? Aku terkunci di dalam toilet?! (OAo). Aigooo~mimpi buruk apa ini?  Aku tadi hanya tertidur selama 5 menit, tapi kenapa pintu ini sudah terkunci?!  Keundae, changkaman..5menit?  Benarkah hanya selama itu? Bagaimana jika ternyata lebih dari 5menit?

Aku segera beranjak menuju ventilasi yang menghadap ke luar aula, dan benar saja, suasana diluar sudah GELAP!! (>M<) padahal aku masuk ke toilet ini saat masih siang hari, kenapa sekarang sudah malam?!  Berapa lama aku tertidur?!.

Ya ampun, bagaimana ini? Pasti anggota drama yang lainnya juga sudah berangkat ke hotel!

Aku segera merogoh saku celanaku untuk mengambil handphone dan menelepon Saera atau pelatih dramaku.  Tapi..SAKU CELANA apanya?!  Aku hanya memakai gaun yang tadi kukenakan saat tampil drama, sedangkan handphone’ku kutaruh di saku celana.  Aigoo~bagaimana ini?! Seharusnya aku menuruti omongan Saera untuk mengganti bajuku dulu sebelum ke toilet~!!! (>A<)

“BUKA PINTUNYA~!!!”, teriakku kencang sambil menggedor pintu kuat-kuat.  Tapi ahh..percuma~suasana diluar masih hening seperti barusan.  Umma~ottokhae?😥

Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, “Oke~tenang Leena.  Pikirkan semuanya dengan jernih.  Tenang dan pikir~tenang dan pikir~”, ucapku mencoba menenangkan pikiranku.  Aku menatap pintu itu dengan keras, Apa yang harus kulakukan?

Mendobrak pintu?  Ahh~tak mungkin bisa dengan tubuhku yang kecil ini.

Mencongkel lubang kunci pintu dengan jepit rambut? Aissh~bagaimana caranya?! Sekalipun dalam hidupku, aku belum pernah menonton film mafia seperti itu. (>X<)

Menunggu disini hingga seseorang datang membukakan pintu toilet ini, dan kemungkinan itu akan terjadi besok pagi?  Ahh~andwae!  Besok pagi, semua anggota akan segera kembali ke Busan~!  Jangan sampai aku ditinggal lagi!! (T.T). Jebal, ini bukan cerita Home Alone atau sejenisnya kan?

Akhirnya, aku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru toilet ini.  Ayolahh~Leena..pasti ada jalan keluarnya.  Ayolah, ayolah, ayolahh~.   Aku menengadah ke langit-langit dan pandanganku langsung terhenti pada, “LUBANG UDARA!!”, teriakku optimis dan segera beranjak menuju pijakan closet.

Dengan memakai closet sebagai pijakan, aku membuka lapisan yang menutupi lubang udara itu dan ternyata ruang di dalamnya memang cukup luas untukku dengan gaunku ini.

Ahhh~tuhan, terima kasih!  Ternyata kau memang masih menyanyangiku~ :3

Aku mencoba naik ke dalam lubang udara itu dan HUP~!  Oke, aku berhasil naik, dan harapanku kali ini adalah SEMOGA DI LUBANG ANGIN  INI TAK ADA TIKUS YANG BERKELIARAN~!! (>/\<).  Aku menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk yakin,”Choi Leena, hwaiting!!”,ucapku optimis dan mulai merangkak perlahan di lubang udara itu.

Aissh~memang disini tak ada tikusnya, tapi bau lubang udara ini tak ubahnya seperti bau tikus-tikus itu, :P . Ya tuhan, tak kusangka jika warga Seoul ternyata jorok seperti ini~ (>s<)p

Aku mulai melihat cahaya di ujung lubang ini, dan senyumku langsung terkembang lebar.  Yaa~aku berhasil!!!😄. Choi Leena, kau berhasil~!!!  Kau hebat.  Choi Leena jjang!

Akhirnya, aku bisa keluar dari lubang udara itu dan bisa mencium udara segar di luar aula.  Tapi..ada masalah baru lagi : AKU BERADA DI ATAP LANTAI 2!! Disini tak ada tangga dan hanya ada pintu darurat,sialnya lagi..pintu darurat itu juga TERKUNCI!  Ya Tuhan, apa-apaan ini?  Kau ingin mengerjaiku, Tuhan? \(±o±)/

Aku langsung terduduk depresi di tepi lantai dan kakiku kubiarkan menjuntai ke bawah.  Arggh~bagaimana nasibku nanti?  Apa aku akan jadi gelandangan di Seoul?! Huwaaa~bagaimana dengan cita-citaku untuk mejadi aktris teater?! (>A<;)

“Oppa~lihat! Ada princess di atas sana”, sayup-sayup aku bisa mendengar suara seseorang dari bawah sana.

“Bukan, itu hanya manekin saja, Ye Eun-ah.  Ayo kita pulang~  nanti umma’mu akan marah jika Oppa terlambat membawa’mu pulang”, jawab suara lainnya.  Itu..suara laki-laki!!!

Aku langsung bangkit dengan penuh harapan, “HEI,TOLONG AKU~!!”, teriakku sekuat tenaga.  Pria itu dan anak di sampingnya langsung menatapku tak percaya,”Kau..manusia?”, tanya pria itu tak percaya.

Aku tak memperdulikan ucapannya dan melanjutkan ucapanku, “Tuan,Tolong aku!!  Sekarang aku terkunci di sini dan aku harus segera keluar karena rombongan drama’ku yang berasal dari Busan akan segera kembali besok pag….”

CCIIT,CCITT,CCITT

Aku menoleh perlahan saat mendengar suara itu.  Andwae, jangan bilang kalau itu adalah suara… “TIKUUUUSS!!”, teriakku kencang saat melihat binatang menjijikkan itu berjalan mendekatiku dengan gesit.  Dan,…

SLAPPP~

Kakiku tergelincir oleh genangan air yang terdapat di tepi atap.  Aku bisa merasakan tubuhku terbang di udara dan waktu terasa amat lambat.  Ahh~inikah rasanya jika kau akan menghadapi kematian?

BRAAKK~

“Oppa~!!!”, teriak anak kecil itu.  Aku langsung tersadar dan menatap anak kecil di sampingku itu.  Lho? Aku masih hidup? <(OAo)>.   “Princess, kau bisa membuat Wookie Oppa mati!!”,ucapnya.  Aku menengok ke bawah dan tubuhku kini sedang menindih tubuh pria tadi!!!  Arggh~apa-apaan ini?!

Aku segera bangkit dan membantu pria ini untuk segera sadar, “Aigoo~mianhae!! Ayo, sekarang ambil nafas dalam-dalam..sekarang keluarkan perlahan! Ulangi lagi,Tuan!”, ucapku panik.  Sedangkan pria ini malah terkekeh pelan biarpun nafasnya masih tersengal, “Nona, kau kira aku akan melahirkan?”, tanyanya.

Aku langsung membelalak lebar saat melihat senyumannya dan mendengar suara lebih jelas, bukankah dia..Kim Ryeowook?! (OxO). Super Junior?! (OAo) KRY? (Oso) SJ-M? (Omo)

“Wookie Oppa~!!”, seru anak ini sambil berlari dan segera memeluk Ryeowook.

Aku langsung bingung setengah mati, nan ottokhe?!  Kim Ryeowook ada di hadapanku sedangkan aku malah berpenampilan seperti tikus yang baru keluar dari lubang udara yang amat kotor? Aahh~tidaak.  Bunuh saja aku~! (>E<)

“Ah nona, kau…”, ucapannya langsung terhenti karena saat itu juga aku memutuskan untuk KABUR!!.   Tapi, arggh..kenapa sebelah sepatuku malah lepas?!! Aigoo~padahal itu kan sepatu kesayanganku!! :( arggh~tak peduli!! Yang penting aku harus segera kabur sebelum Ryeowook melihat wajahku yang acak-acakan seperti ini!! (>M<)

Sayup-sayup aku masih bisa mendengar teriakan anak kecil itu, “Oppa~dia bukan princess!  Dia itu cinderella!! Lihat sepatunya tertinggal, persis seperti cinderella~”

Eh? Benar juga ya? Kenapa aku bertingkah seperti cinderella yang akan kehabisan mantra sihirnya?

****

“Kita sampai~!!”, ucap Yoonri onnie saat mobilnya berhenti di sebuah bangunan yang mewah.  Yaa, ini memang tak pantas disebut rumah, tapi pantas disebut bangunan karena bentuknya yang luassss sekali.  Aku sudah masuk ke dalamnya beberapa kali saat berkunjung dalam pesta pertunangan Yoonri Onnie dan Siwon Oppa, dan aku yakin..bangunan ini cukup menampung sekitar 1000 orang! (^_^)a

Aku mengeluarkan kantung belanjaanku dan kotak yang berisi hadiah untuk Ryeowook.  Ahh~cukup merepotkan memang karena aku takut merusak tatanan dari hadiah ini.  (=A=)

“Sini kubantu”, ucap Yoonri Onnie sambil mengambil kotak itu dengan hati-hati dan berjalan mendahuluiku kedalam rumah.  Ahh~rasanya aku benar-benar memiliki malaikat penolong di sampingku~ :3

Biarpun aku sudah berkali-kali berkunjung ke rumahnya,tapi aku tetap saja tak bisa berhenti tercengang saat melihat setiap penjuru rumahnya.   Karpet beludru halus yang terpasang rapi di tiap sudut rumah, foto keluarga dan lukisan yang amat elegan (bahkan aku bingung bagaimana bisa keluarga Yoonri Onnie tampak amat bersahaja saat sedang difoto?),lampu kristal yang menjuntai anggun, dan nuansa rumah ini yang amat bergaya Eropa benar-benar membuatku seperti Tuan Putri. (>W<)

“Ahh~onnie, dimana Seungho Oppa?”, tanyaku padanya.  Ya, Seungho Oppa adalah kakak Yoonri onnie sekaligus pewaris sebagian besar usaha yang dimiliki keluarga Kim, sedangkan Yoonri onnie bertugas mengatur keuangan usaha tersebut.    Aku memang sengaja tak bertanya tentang keadaan orangtuanya karena aku yakin…mereka pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. (=w=)a. Lagipulaaa, aku agak tertarik dengan Seungho Oppa~😄. Dia amat tammmpaaaaannn~  bahkan Siwon Oppa terlihat amat biasa saja jika dibandingkan dengan Seungho Oppa! :)

“Dia ada di Canada, sedang melakukan tender bersama pemilik Wall-Mart market.  Sepertinya kami akan membuka cabang di Eropa”, ucapnya ringan dan menaruh kotak itu di atas meja.  Dia memanggil seorang pelayan dan menyuruh kotak itu untuk ditaruh di kulkas, “Pastikan bahwa tatanan hadiah ini tak akan rusak,ya?”, tambahnya untuk memastikan dan pelayan itu mengangguk paham.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya lembut, “Onnie, neomu kamsahamnida.  Aku tak akan pernah bisa membalas semua hadiah yang Onnie berikan hari ini, keundae..I wish you every happiness”, ucapku lirih.  Yoonri onnie balas tersenyum dan mengacak rambutku, “Sudahlah, Leena-ah.  Aku sudah menganggap kalian ber-9 seperti adik kandungku, sama seperti Leeteuk yang menjaga member lainnya”, jawabnya.

****

“Kau dari mana saja?! Aku sudah mencarimu kemana-mana, tapi kau tidak ada~!”, tanya Saera cemas saat aku sudah sampai di lobby hotel. Dia kelihatannya menungguku dari tadi dengan khawatir di lobby ini.

Aku masih terengah-engah dan belum menjawab pertanyaannya hingga beberapa saat. “Itu..Ryeowook..SJ..terkunci..toilet..”,ucapku terputus-putus.  Saera tampak kebingungan tapi selanjutnya raut wajahnya berubah drastis, “Aigoo~apa-apaan ini? Kenapa kau amat bau?! Dan rambutmu itu kenapa kotor sekali?  Sebelah sepatumu kemana,Leena-ah?”, tanyanya beruntun saat memperhatikan penampilanku.

Dia langsung menarik tanganku menuju elevator, “Aissh..ceritakan di kamar saja.  Aku tak kuat mencium bau tubuhmu”.

***

Aku menyesap teh hangat yang diberikan oleh Saera setelah  menyelesaikan ceritaku tentang semua kejadian yang kualami barusan.  Dia terlihat berpikir sejenak sambil berjalan bolak-balik di depanku, “Jadi, kau ketiduran di toilet dan saat kau bangun, pintu toilet itu sudah terkunci.  Kemudian kau lewat lubang udara yang ternyata tembus ke lantai 2, dan terpeleset dari situ.  Kemudian kau ditangkap oleh seorang pria yang kau bilang mirip..Kim Ryeowook?”, tanya Saera memastikan.

Aku mengangguk dan mengoreksi ucapannya, “Bukan mirip.  Tapi dia memang benar-benar Kim Ryeowook!”, ucapku yakin.

Saera memutarkan bola matanya, tanda tak percaya sekaligus tak perduli, “Yaa~jika itu Kim Ryeowook, apa yang dia lakukan di malam hari bersama seorang gadis kecil? Apa dia itu pangeran berkuda putih bersama peri kecil yang memang ditakdirkan untuk menolongmu?”, tanyanya.  Aku merenung sejenak, “Hmmp, molla.  Tapi..dia mirip Ryeowook!”, ucapku masih tidak menyerah.

Saera terkekeh sejenak, “Ya~ jika kau berkata seperti itu, pacarku juga mirip dengan Eunhyuk.  Kau juga tahu hal itu kan?”, ucapnya.  Aku menggembungkan pipiku dengan sebal, “Aishh..sudahlah jika kau tak mau percaya~”, jawabku ketus dan menaruh gelas teh itu di atas meja.

Saera hanya tersenyum simpul dan menepuk bahuku pelan, “Sepertinya efek peran’mu di dalam drama mulai berpengaruh pada kehidupanmu di dunia nyata”, ucapnya dan terkekeh senang.

Aku melempar bantal ke arahnya dengan gemas, “Ya~Im Saera, kau menyebalkan!!!”

****

..Seoul,16 Mei 2010..

[SBS Inkigayo, Super Junior Comeback Show Bonamana DAY]

Aku dan Yoonri onnie duduk di bangku lobby gedung SBS, masih menunggu kedatangan 8 temanku yang lain.  Ahh~baru kali ini aku datang ke gedung TV, dan dari tadi..sudah beberapa kali aku melihat artis yang berlalu lalang di depanku.   Barusan saja aku melihat member 2AM melintas di depanku.  Aku sudah semangat untuk menghampirinya dan meminta tanda tangan dari Seulong, Jinwoon, Changmin atau Jo Kwon, tapi langkahku langsung ditahan oleh Yoonri onnie. (=3=)

“Onnie, waeyo? Aku fans Seulong~”, ucapku agak merajuk.  Aisssh, padahal kan jarang sekali aku datang ke Seoul, apalagi datang ke gedung TV dan melihat artis lainnya. (>A<). Di Busan kan jarang ada artis yang berseliweran seperti ini.

Yoonri onnie menatapku tegas, “Kau fans Seulong?  Lalu kau pernah meminta tanda tangan member SJ lainnya?  Masa iya kau lebih mementingkan tanda tangan dari group saingan pacar’mu?!”, desis Yoonri Onnie.  Aku langsung mundur dan duduk patuh disampingnya.

Aisssh~Yoonri Onnie memang amat pantas menggantikan Kibum Oppa sebagai manager SJ.  Dia amat loyal pada setiap orang yang mencintai SJ, tapi bisa jadi amat menyeramkan seperti monster saat tahu bahwa ada orang yang lebih menyukai group lain selain SJ (contohnya seperti aku barusan).

Sepertinya dia akan murka jika tahu bahwa di kamarku, aku memasang banyak poster 2AM, 2PM, Big Bang, FT Island, SHINee, MBLAQ atau BEAST, sedangkan tak ada satupun poster SJ di kamarku.  Tapi, ahh..untuk apa memasang poster sebuah group yang bahkan sudah kau tahu nomor handphone tiap member’nya? (>M<)>. Lagipula aku sudah menganggap mereka semua sebagai Oppa’ku, bukan sebagai group idola.    Tapi aku hanya bisa diam dan mengangguk patuh pada Yoonri Onnie. “Ye, Onnie.  Algessemnida”, jawabku pelan.  Ya, lebih baik patuh saja daripada aku dimakan atau dicincang olehnya.

Akhirnya setelah beberapa saat menunggu, teman-temanku yang lain telah datang.  Ada Nari Onnie, Sangmi Onnie, Chaeri, Nara, Kyuna Onnie, Soora,dan Sooyeon Onnie.  Hanya tinggal Jiyeon yang belum datang, tapi..mungkin dia sibuk dengan bahan eksperimennya yang lain? (=w=)a. Yayaya~lady einstein itu memang tak bisa diganggu saat dia sedang asyik bermesraan dengan rumus fisikanya.😄

Nara mendekatiku yang sedang memeluk kotak ini dengan hati-hati, “Ahh~Leena-ah, kau bawa apa?  Itu oleh-oleh dari Busan ya?  Asyiik~”, serunya kencang sehingga membuat temanku yang lain langsung mendekat karena penasaran.

“Wahh~kau membawakan oleh-oleh untuk kami? Aigooo~kau memang baik hati,Leena-ah”, ucap Soora bersemangat dan langsung mencubit pipiku gemas.  Aku langsung bingung dan memandang Yoonri Onnie untuk meminta bantuan.

“Ahhh~itu..aduhh,semuanya! Ini bukan untuk kalian, ini untuk dia!!!”, ucapku panik saat mereka mulai membuka tutup kotak itu.  Mereka semua langsung terdiam saat melihat hadiah di dalam kotak itu dan langsung berteriak, “Aaaa~lucunya!!!  Ini benar-benar cocok untuknya~ sangat sesuai dengan imej’nya~”, ucap Chaeri antusias.

Aku tersenyum simpul dan kembali berniat untuk menutup kotak itu, tapi Sooyeon onnie malah menyela, “Leena-ah, sepertinya kaki wookie di situ terlihat amat panjang.  Jangan-jangan itu bukan Wookie, tapi Kyuhyun?”, tanyanya innocent.

Aku bisa merasakan pandangan mata Nara yang seperti memancarkan bias laser mematikan.  “Kyuhyun?”, desisnya tak terima.   Aigooo~Sooyeon onnie, omonganmu itu bisa membuat macan tidur itu menjadi terbangun~!! (>X<)

****

“Sudah kau siapkan semuanya? Tidak ada yang tertinggal?”, tanya Saera sambil melongok dari seberang pintu.  Aku mengangguk tanpa menengok ke arahnya dan masih membereskan gaun yang kupakai kemarin.    Ahh~untunglah gaun ini tidak ada yang rusak atau robek dimanapun. (=w=). Soalnya ini gaun milik tetanggaku, bisa gawat jika aku disuruh mengganti kerugian gaun ini.

“Ya sudah, aku tunggu di bis ya?”, ucap Saera sambil menarik kopernya pergi dari kamar.  Aku mengangguk lagi dan mulai menutup koper milikku dan beranjak berdiri untuk berangkat ke bis.  Tapi, aishhh..aku baru sadar, sebelah sepatuku kan tertinggal di aula saat aku mencoba kabur dari Ryeowook dan anak kecil itu.  Aigoo~matilah aku, padahal itu sepatu yang sengaja kubeli untuk penampilan drama kemarin. (T.T). Harganya pun lumayan mahal~😥

Aku menghela nafas kesal dan akhirnya menggeleng lemas, “Hahhh~nasib’mu di Seoul memang selalu buruk, Leena-ah.  Pantas saja jika Tuhan men’takdirkanmu untuk tinggal di Busan”,gumamku dan akhirnya menaruh sepatuku ke dalam koper.  Kuputuskan untuk memakai sepatu kets saja, biarpun rasanya sama sekali tidak matching dengan one suit dress’ku ini. (=3=)

Akhirnya aku keluar dari kamar hotel dan mengunci pintu. Setelahnya aku berjalan santai menuju elevator dan menekan tombol untuk menuju ke lobby. Hahh~baiklah, sampai bertemu tahun depan, Seoul. :) . Semoga aku bisa jadi aktris terkenal di lain kesempatan.  Ayolaah~Choi Leena, Hwaiting~ :D

TRRINGG

Pintu elevator terbuka dan langsung membuatku tersentak kaget dengan seruan, “Princess?!”.  Anak kecil itu ada di sini?!  Dan..di tangannya itu, sebelah sepatuku yang kemarin?!  Bagaimana bisa dia tahu bahwa aku ada di sini?! (OAo).  Tunggu, kalau anak kecil itu ada di sini..itu berarti, dia juga ada di sini?!

“Oppa~Princess Cinderella ada di sini!!!”, teriak anak itu pada pria yang sedang mencari sesuatu.  Pria itu memakai jaket sweater, topi baseball, dan kacamata baca yang agak tebal, tapi..tetap saja aku tahu bahwa dia adalah Kim Ryeowook!! (>M<)

Dia tersenyum sambil melambaikan tangan padaku, kemudian dia beranjak menghampiriku yang masih menganga heran.  Aissh, apa-apaan ini?!  Ya ampun, kenapa penampilanku tak pernah sempurna saat berada di depannya?  Kemarin aku memakai gaun kotor dan bau seperti tikus got.  Sekarang, kenapa aku memakai sepatu kets di tengah one suit dress’ku?!  Aigoo~Choi Leena,malang sekali nasibmu!!

“Nona, maaf mengganggumu, tapi keponakanku ini ingin sekali bertemu denganmu untuk mengembalikan sepatumu yang kemarin tertinggal”, ucapnya sambil mengelus rambut anak kecil itu.  Aku menatap anak kecil itu dan dia bergantian, memang..mereka berdua agak memiliki kemiripan, terletak di hidung dan bentuk wajah mereka yang agak tirus. (=A=).  “Ye Eun-ah, ayo berikan sepatunya pada kakak ini”, ucapnya lagi.

Sedangkan Ye Eun masih memandangku dengan berbinar dan menyodorkan sepatu milikku ini padaku, “Princess cinderella, akan kuberikan sepatu ini asalkan dengan satu syarat…”, ucapnya dengan manis.  Lambat laun, aku mulai luluh dengan wajah manisnya dan senyumnya yang sangat imut.

Aku berjongkok di hadapannya dan mengelus kepalanya, “Syarat apa, Ye Eun-ah?”, tanyaku ramah.  Dia terlihat amat senang dan langsung memelukku dengan gembira, “Ikutlah bermain denganku dan Wookie Oppa ke ParkLand~!”.  Hah?!

Aku langsung menatap Ryeowook tak percaya, “Apa maksudnya, Ryeowook-ssi?”, tanyaku.  Ryeowook hanya menggaruk kepalanya dengan ekspresi bingung, “Bisakah kau ikut dengan kami ke ParkLand, nona Cinderella?”, ucap Ryeowook ragu.

Aku menggeleng kencang, “Tidak, aku harus segera kembali ke Busan sekarang juga”, ucapku tegas.  Ryeowook memandangku dengan penuh harap, “Tolonglah,nona. Sekali ini saja.  Nanti akan kuberikan tiket bus untuk kembali ke Busan”, ucapnya memelas.

Aku menggeleng lagi, “Tapi aku benar-benar…”

Ryeowook langsung menutup telinga Ye Eun dengan kedua tangannya sedangkan matanya menatap lurus dan tajam ke arahku, “Keponakanku ini mengidap leukimia”,desisnya tegas.

Ucapanku langsung terhenti dan menatap Ye Eun tak percaya, “Leu..kimia?”, ucapku terbata.  Ye Eun masih menatapku dengan pandangan berbinar dan tak mendengar omonganku karena kedua telinganya ditutup oleh kedua tangan Ryeowook.

“Tolong nona.  Anggap saja aku mengiba padamu, demi Ye Eun.  Aku akan memberikanmu bayaran untuk hari ini.  Apapun yang kau minta akan kuberikan, asalkan kau mau ikut dengan kami dan berpura-pura menjadi Cinderella untuk 1 hari ini”, pandangan matanya masih tak berubah saat memandangku.  Masih tegas dan tajam, tapi aku bisa merasakan pandangan itu benar-benar penuh harapan padaku.

Ryeowook melepaskan tangannya dari telinga Ye Eun dan Ye Eun langsung tersenyum senang padaku, “Jadi, princess mau ikut dengan kami?”, tanyanya penuh sinar.

Aku langsung tersenyum dan mengangguk senang, “Tentu saja, Ye Eun-ah.  Tapi kita harus segera kembali sebelum matahari terbenam, itulah pesan Ibu Peri padaku.  Jika tidak, nanti mantra sihir yang diberikan untukku akan hilang dan aku akan kembali menjadi Cinderella biasa”, ucapku dan menggenggam tangannya dengan erat. Ah~tangannya ini benar-benar terasa ringkih, aku takut akan menyakitinya nanti.

Ryeowook menghampiriku dan segera mengambil alih koper’ku, “Biar aku yang membawa kopermu.  Silakan, nona Cinderella”, ucapnya dan mempersilahkan’ku berjalan layaknya putri raja.  Aku mengangguk dan berjalan sambil menggenggam tangan Ye Eun.  Aku berbisik pada Ye Eun, “Ye Eun-ah, Oppa’mu itu Kim Ryeowook Super Junior kan?”, tanyaku memastikan.

Dia menatapku dengan polos, “Bukan, princess”, ucapnya ringan dan langsung membuatku tersentak kaget.  “Bukan?”, tanyaku heran.   Ye Eun mengangguk yakin,”Dia adalah Wookie Oppa~”.

Aku tersenyum lebar saat mendengar ucapannya barusan dan langsung mencubit pipinya,”Aigooo~kau lucu sekali!”, ucapku gemas.   Aku teringat sesuatu dan langsung mengeluarkan handphone’ku.

To : »Im Saera«

Today, 09:11:59

Keadaan darurat, aku akan pulang sendiri ke Busan.  Pergilah duluan bersama yang lainnya.  Sampaikan pada pelatih dan anggota lainnya~ :)

P.s : Dia benar-benar SJ Ryeowook!!😄

“Princess?”, panggil Ye Eun saat sms’ku untuk Saera sudah terkirim.  Aku menoleh ke arahnya, “Hmm?”, gumamku.  Ye Eun menatapku penasaran, “Apa ibu peri itu baik sekali? Bagaimana sosoknya?  Apa dia cantik?”, tanyanya.   Aku langsung menelan ludah gugup dan menoleh ke belakang, meminta Ryeowook untuk memberikan bantuan.  Tapi dia malah terkekeh puas saat mendengar omongan Ye Eun.

“Uhm, Ibu peri itu..sangat cantik dan baik”

Aishh~aku sudah lupa dengan dongeng seperti itu~ (>A<)

***

“Kau yakin ingin memeluk kotak itu terus-terusan?”, tanya Kyuna onnie sambil menatap ke arahku yang mulai risih dengan kotak ini.  Aku menatapnya memelas, “Onnie~lama-lama aku capek!”, ucapku dengan penuh aegyo.  Kyuna onnie hanya mencibir dan mengacak rambutku, “Aku tak mempan oleh aegyo’mu,Leena-ah”, ucapnya.

Aku langsung merengut sebal, Aishh..2 sejoli ini memang sama saja, raja dan ratu iblis yang tak punya hati. (=3=)

Nara langsung mendekatiku, “Leena-ah, mau ikut denganku?  Aku juga ingin menaruh kue ini”, ucapnya sambil membawa sebuah kotak, sama sepertiku.  Aku mengangguk mengiyakan dan mengikuti langkahnya menuju sebuah ruangan yang dipenuhi oleh..ELF?!. (OAo)

Aku berbisik pelan padanya, “Kau gila ya? Bagaimana jika identitas kita ketahuan?!  Kita akan dicincang atau dikuliti hidup-hidup, Nara-ya!”

Nara hanya terkekeh pelan dan tetap melangkah santai melewati para ELF itu, “Kau baru pertama kali ke sini ya? Santai saja, ini hanya ruang tunggu untuk para Fans Club yang akan menonton performance.  Lagipula, identitas kita belum ketahuan seperti Nari onnie kan?”, ucapnya rileks.  Sedangkan aku benar-benar gugup, aisshh..ini sih sama saja seperti masuk ke kandang macan!! (>M<)

Akhirnya setelah berjalan melalui kerumunan para ELF, langkah kami berhenti di ujung ruangan dan di situ terdapat sebuah locker kecil, persis seperti yang tersedia di sekolahku. :D .   Nara mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya dan membuka locker itu sedangkan aku menatapnya heran, “Bagaimana bisa?”, tanyaku.

Nara tersenyum simpul, “Ini locker milik si bodoh itu.  Entah apa maksudnya, tapi tiba-tiba dia memberikan duplikat kunci locker ini padaku”, ucap Nara santai dan memasukkan kotaknya ke dalam locker itu.   Aku mengangguk paham, jadi locker ini milik Kyuhyun? Aahh~pantas saja ada tumpukan kaset game di dalamnya. (=U=) ckckck~ duo gamers ini memang menakjubkan seperti Yesung Oppa dan Sooyeon Onnie.

Tapi tepat sebelum aku menaruh kotak itu, aku menatap penasaran ke kotak milik Nara.  “Apa isi kotak’mu, Nara?”,tanyaku.  Nara hanya mengangkat bahu ringan, “Nothing.  Hanya sebuah apresiasi atas kerja kerasnya selama ini”, jawabnya.

Aku tersenyum simpul dan menaruh kotak milikku ke dalam locker itu.  Uhmm, uri maknae ternyata sudah mulai menaruh perhatian untuk pacarnya itu.  :3  Syukurlah. b(^w^)d

***

“Oppa, Princess~ ayo kita naik wahana itu!!!”, ajak Ye Eun dengan semangat sambil menunjuk ke sebuah wahana.  Aku dan Ryeowook masih menghela nafas dengan tersengal-sengal, aishhh..tenaga anak kecil memang tak pernah ada matinya~!!! (>A<)

Ryeowook berbicara pelan pada Ye Eun, “Eun-ah, biarkan Oppa dan Cinderella beristirahat sebentar ya?”, ucapnya dan aku mengangguk mengiyakan.  Ahh~seluruh sendiku seakan mau lepas~!!  Ye Eun menggembungkan pipinya kesal tetapi akhirnya mengangguk terpaksa.

“Ahh~ya ampun!!  Pingganggku..aww, sakit sekali”, ucapku saat kami berdua mulai duduk di sebuah bangku yang kosong.  Ryeowook langsung menyenderkan seluruh tubuhnya ke belakang kursi, terlihat sekali bahwa dia benar-benar kecapekan.

Aku menatap Ye Eun yang kini sedang membeli sebuah gulali jumbo di seorang pedagang.  Aku melirik ke arah Ryeowook dengan curiga, “Dia benar-benar mengidap leukimia?”, tanyaku.  Ryeowook mengangkat jempolnya saat menjawab pertanyaanku, “Kenapa? Kau tak percaya?”, tanyanya.  Aku mengangkat bahu, “Yaah~dia tidak tampak seperti orang sakit”, ucapku sambil memandang Ye Eun nanar.

Dia menjawab lemah, “Mungkin..karena sihir yang diberikan oleh Ibu peri?  Bukan begitu, cinderella?”, ucapnya menggodaku.  Aku menatapnya ganas, “Kim Ryeowook-ssi, aku bukan cinderella. Namaku Choi Leena”, ucapku ketus.

Ryeowook mengangguk paham, “Keurae, Leena-ssi..terima kasih atas waktumu hari ini untuk bersedia menemani keponakanku dan mengabulkan 1 harapannya lagi untuk bisa berjalan-jalan bersama seorang princess”, ucapnya sambil menatapku dengan penuh terima kasih.  Aku mengangguk singkat dan memilih untuk tidak menatap wajahnya berlama-lama.

Mengapa?  Aissh..kenapa kau masih bertanya kenapa?  Tentu saja aku tak bisa berlama-lama menatap wajah Kim Ryeowook, salah satu member SJ yang kusukai selain Siwon, Leeteuk dan Donghae. (>A<)

Tapi, ada 1 hal yang kuherankan dari tadi..”Kita sudah lama berlalu lalang di sini, tapi sepertinya tak ada satupun orang yang mengenalimu, Ryeowook-ssi?”, ucapku spontan dan membuat ekspresinya langsung berubah drastis. Aigoo~apa aku salah bicara?  Apa aku menjatuhkan harga dirinya sebagai artis? (>X<). Yaa~Choi Leena, paboyaaa~!!!

Ryeowook tersenyum miris, “Ahh, mungkin vakum selama 1,5 tahun itu bisa membuat orang lupa tentang Kim Ryeowook?”, ucapnya lebih kepada dirinya sendiri.  Aku merutuk diriku sendiri, Choi Leena bodoh~!!  Tentu saja dia merasa tersinggung!! (>M<)

Aku menggumam pelan, “Ahh~tidak mungkin,Ryeowook-ssi.  Tidak akan ada seorangpun yang bisa melupakan aegyo king di Super Junior,kan?”,ucapku semangat.

Ryeowook mengangguk singkat dan senyumannya kini mulai kembali cerah, “Ahh~sudahlah.  Bulan Maret nanti kami akan comeback dengan album ketiga.  Kau harus mendukung kami ya?”, ucapnya sambil mengacak rambutku dengan gemas.  Dan tak urung membuat wajahku menjadi memerah dan memanas. (>///<)>

“Oppa~ayo kita main lagi!!!”, ajak Ye Eun sambil memakan gulali di tangannya.  Ryeowook mengangguk dan tersenyum manis, “Mau naik wahana apa lagi, peri manis?”, tanyanya sambil mendekatkan wajahnya ke Ye Eun.

Ye Eun menunjuk ke sebuah wahana dan langsung membuatku terbelalak, “ROLLER COASTER?”, tanyaku tak percaya.  Ye Eun mengangguk semangat, “Princess juga pasti ingin mencoba wahana itu kan?  Setahuku tak ada roller coaster di negeri dongeng”, ucap Ye Eun innocent.

Aku menggeleng kencang, “Tidak, Ye Eun-ah.  Onnie sudah terlalu sering naik roller coaster di negeri dongeng, sampai Onnie bosan menaikinya”, kilahku cepat.  Untung saja Ye Eun terlihat percaya pada ucapanku barusan, tapi Ryeowook malah terkekeh kencang.

Aku sendiri juga baru tahu bahwa di dunia dongeng itu ada roller coaster. <(=W=)>. Choi Leena, kau memang tak berbakat berbohong!

****

Aku kini berada di dalam studio bersama ratusan ELF lainnya.  Aku berdiri tepat di depan tepi panggung bersama 8 temanku yang lain.  Yaa~Jiyeon belum juga datang, entah kenapa.  Aigoo~masa dia tak ingin melihat penampilan Sungminnie Oppa? (>A<)

..Press the reset, Press Press Press the reset..

Sender : »Shorty Melody«

16 Mei 2010, 14:39:56

Arah jam 2!

Aku menoleh ke kanan dan melihat Ryeowook melambai dari samping stage bagian dalam.  Aku balas melambai singkat dan mengacungkan jempolku, “Hwaiting~”, desisku dan membentuk hati dengan kedua tanganku dan Ryeowook membalasnya dengan membuat hati di atas kepalanya. :)

Sangmi onnie mendecak heran, “Ckckck~inilah hubungan pasangan baru.  Leena-ah, jika kau sudah berpacaran dengan Ryeowook lebih dari 4 tahun, maka kau akan lupa bagaimana cara untuk ber’romantis seperti barusan”, ucapnya sambil menepuk bahuku.  Aku hanya terkekeh pelan. “Anii, onnie dengan Leeteuk oppa juga masih terlihat romantis sampai sekarang”, balasku ringan.

Sangmi onnie tersenyum simpul dan mengelus kepalaku lagi,”Aigoo~neomu kiyoptaa!”, ucapnya saat mencubit pipiku dengan gemas.  Oke, aku memang yeoja yang paling imut diantara 9 temanku yang lain.  Tapi resikonya, aku harus siap tiap kali mereka mencubit pipiku karena gemas. (=o=)>

****

“Sudah puas bermainnya, peri manis?”, ucap Ryeowook sambil memberikan sebotol air mineral untuk Ye Eun dan sekaleng jus jeruk untukku.  Ye Eun mengangguk senang dan kini menggandeng tanganku dan tangan Ryeowook, “Ahh~aku benar-benar bahagia, Wookie Oppa, princess cinderella.  Kalian benar-benar telah mewujudkan keinginanku”, ucap Ye Eun gembira.

Aku tersenyum simpul sambil menggandeng tangannya erat.  Sedangkan Ryeowook mengucapkan ‘gomawo’ tanpa suara padaku, dan kubalas dengan anggukan singkat. (^w^)

“Ahhh~nan paegopha! Aku lapar~”, sela Ye Eun tiba-tiba.  Ryeowook langsung menunjuk ke arah sebuah restoran fast food terkenal, “Bagaimana jika makan disana saja?”.  Ye Eun mengangguk semangat, “Princess, apa kau suka chicken?”, tanyanya dengan pandangan berbinar.

Aku hanya mengangguk pelan dan mencubit pipinya gemas.  Ye Eun terkekeh lagi dan membuat kami ikut senang, aishh..inikah hal yang membuat para ibu sangat bahagia saat sedang membesarkan seorang anak? Hal yang paling membahagiakan memang saat melihat tawa ceria yang murni itu. (^_^)

Akhirnya, kami bertiga duduk bersama di meja ini dan beberapa porsi ayam goreng hangat sudah ada di hadapan kami.  Ye Eun memintaku untuk menyuapinya makan, aku menatap Ryeowook ragu tapi dia seakan memberikan keputusan penuh padaku.

“Princess, ayolah.  Aku lapar~”, ucap Ye Eun manja dan menggelayut padaku.  Aku tersenyum geli melihat tingkahnya ini dan akhirnya menyuapinya satu demi satu. Dia makan dengan lahap! :D . “Enak?”, tanyaku memastikan.  Dia tersenyum lebar,”Masshita!!”, ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.  Aigoo~kiyoptaa!! (>/w<)/

“Ahh~bahagianya bisa berlibur bersama-sama dengan keluarga”, sapa seorang nenek yang membawa cucunya.  Kami hanya tersenyum sopan dan mengangguk seadanya.  Nenek itu melanjutkan, “Sudah berapa lama kalian menikah?”.

“MWO?”, teriakku dan Ryeowook bersamaan, sedangkan Ye Eun menatap nenek itu dengan antusias, “Nek, dia adalah Princess Cinderella dan Oppa’ku ini adalah pangeran yang ditakdirkan untuknya.  Mereka belum menikah, tapi sebentar lagi mereka pasti akan menikah.  Dan jika waktunya tiba, aku pasti akan mengundang nenek dan seluruh pengunjung ParkLand ini”, ucapnya semangat.

Tiba-tiba saja seluruh pembeli yang ada di restoran ini langsung bertepuk tangan riuh dan mengucapkan selamat padaku dan Ryeowook. (>///<). Arggh,apa-apaan ini?

“Ayo cepat kita pergi”, desisku pada Ryeowook.  Dia hanya mengangguk paham dan segera menggendong Ye Eun untuk segera keluar dari restoran.  Sedangkan Ye Eun menatapku dan Ryeowook bergantian. “Lho? Kenapa kita pergi sekarang,Oppa? Makanannya kan belum habis~”

****

Akhirnya kami bertiga berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir di luar ParkLand.  Aku memijit keningku pelan, ahhh~aku benar-benar capek! (=m=)

“Princess, boleh pinjam handphone’mu?”, tanya Ye Eun tiba-tiba.  Aku segera merogoh sakuku dan memberikan handphone’ku padanya,”Untuk apa, Eun-ah?”.  Dia tak menjawab dan malah memencet beberapa nomor di handphone’ku itu.  Aissh~apa dia akan menelfon seseorang?  Arggh, pulsaku tinggal sedikit lagii~ (>A<)

Tapi tiba-tiba saja handphone Ryeowook berdering dan tepat saat Ryeowook akan mengangkat telefon itu, Ye Eun langsung menutup flip handphone’ku.  “Princess, aku sudah menyimpan nomor handphone Wookie Oppa di handphone’mu.  Sesampainya di rumah, Princess harus segera menelfon kami.  Oke?”, ucap Ye Eun sambil menyerahkan handphone’ku kembali.

Aku menerima handphone itu dengan bergetar, Aigooo~ada nomor handphone Ryeowook di handphone’ku?! (>///<). Haah~mimpi apa aku semalam? :3

Ryeowook langsung mengacak rambut Ye Eun dengan gemas, “Eun-ah, lain kali kau tidak boleh berbuat hal gegabah seperti itu ya?  Nomor handphone Oppa tidak boleh sembarangan diberikan pada orang lain”, ucapnya.  Ye Eun mengangguk paham, “Tapi untuk princess, boleh kan,Oppa?”, tanyanya sambil menatapku.  Ryeowook melirikku,”Uhhmp, itu pengecualian~”, jawabnya dan membuat senyumku mengembang tanpa bisa kukendalikan.

“Baiklah~ayo kita pulang.  Nona cinderella, aku akan mengantarkanmu ke terminal bus.  Aku juga sudah menyiapkan tiket untukmu”, ucapnya sambil menyerahkan selembar tiket bus menuju Busan padaku.  Aku tersenyum perih saat menerima tiket itu, “Ah,Ye. Kamsahamnida”, ucapku sopan.

Akhirnya setelah beberapa menit berlalu di perjalanan, kini aku benar-benar telah berada di dalam bus yang akan mengantarku menuju Busan.  Aku menengok keluar jendela dan melihat Ye Eun masih menggandeng tangan Ryeowook dengan erat dan dia juga melambai semangat padaku, “Princess, hati-hati di jalan!!!”, teriaknya.

Aku mengangguk dan membalas lambaiannya, dan kemudian bus ini langsung melaju pelan.  Tanpa kusadari..air mataku ikut mengalir,bagaimana bisa anak semanis itu harus mengidap penyakit yang mematikan seperti leukimia?  Tuhan, mengapa kau tega memberikan cobaan pada Ye Eun?  Dia benar-benar anak yang manis, Tuhan.

DDRRT, DRRRTT, DRRRT

Handphone’ku bergetar dan menunjukkan sebaris nomor tidak dikenal.  Aku mengangkat’nya dan mencoba untuk menyembunyikan isak tangisku, “Yoboseyo?”, sapaku lirih.

“Nona cinderella, ahh..bukan, Leena-ssi.  Terima kasih atas segalanya di hari ini.  Kau benar-benar membuatku lega karena sudah mewujudkan permintaannya padaku”, ucap sebuah suara di seberang sana.  Ahh~Ryeowook?  Aissh, benar!  Aku belum sempat menyimpan nomor yang diberikan oleh Ye Eun.

“Ne, gwenchana.  Aku juga senang bisa bersama dengan kalian selama sehari ini”, jawabku.  Ryeowook hanya menggumam pelan, aku melanjutkan, “Ahh~bagaimana dengan Ye Eun sekarang?”

“Oh, dia langsung tertidur.  Sepertinya dia benar-benar kelelahan”, jawabnya.  Aku tersenyum simpul saat membayangkan wajah imut Ye Eun yang sedang tertidur.  Ahaha~pasti lucu! :D

“Leena-ssi, sebenarnya masih ada 1 permintaan Ye Eun yang belum sempat kukabulkan”, sahut Ryeowook tiba-tiba.  Aku mengernyit penasaran, “Ahh? Jinjja? Apa aku masih bisa membantumu?  Katakan saja jika kau butuh bantuanku, Ryeowook-ssi”, ucapku cepat.  Ryeowook sepertinya menggumam pelan disana, “Ahh~tapi permintaannya kali ini rasanya agak diluar logika”, tambahnya.

Aku berpikir,”Dia tidak meminta untuk pergi ke dunia dongeng supaya bisa bertemu dengan princess lainnya,bukan?”, tebakku asal-asalan.  Ryeowook terdengar terkekeh pelan,”Ahh~bukan.  Bukan itu..”, jawab Ryeowook santai.

Aku benar-benar mulai penasaran,”Aishh,lalu apa,Ryeowook-ssi?  Aku benar-benar ingin membantumu”, lanjutku.

Ryeowook diam sejenak sebelum akhirnya berkata, “Dulu dia pernah bilang padaku untuk menikahi Princess yang datang dari negeri dongeng”, ucapnya dalam.

Mataku langsung membelalak lebar, “Hah?!  Princess? Menikah?  Kau? Dongeng?”, tanyaku terbata.  Aissh~sebentar!! Katakan bahwa aku hanya bermimpi!!  Siapapun, bangunkanlah aku~!!!!

“Ya, Princess.  Dan bukankah kau adalah Princess Cinderella, Leena-ssi?”.

SEOUL~!!  Aku cinta padamu~!!!  (>/W<)/  Umma~aku punya pacar!!!  Kim Ryeowook~!! Super Junior~ SJ K.RY~ SJ-M!!!

Ya tuhan, jeongmal gomawo~!!  Aku cinta padamu~!! b(^////^)d

****

Aku beranjak menuju ruang tunggu dan membuka locker yang tadi ditunjukkan oleh Nara.  Kebetulan tadi Nara memberikanku kunci duplikat miliknya, lagipula sepertinya dia kini sedang sibuk dengan BabyKyu’nya. (=w=)

Kotak yang tadi kusimpan, masih tergeletak rapi di tempatnya semula.  Uhhmp~syukurlah tak ada siapapun yang menyadari keberadaan kotak ini. :)

Aku mengambil handphone dari sakuku dan segera mengsms’nya.

To : »Shorty Melody«

16 Mei 2010, 17:03:59

Oppa, bisa lebih cepat sedikit? Aku tidak boleh terlambat sampai di rumah

Sender : »Shorty Melody«

16 Mei 2010, 17:05:45

Kau dimana sekarang? Kau ke waiting room saja.  Disini tidak ada siapapun selain Sungmin hyung dan Jiyeon

To : »Shorty Melody«

16 Mei 2010, 17:08:01

Ah~ara. :)

Aku mengangkat kotak itu dan beranjak menuju waiting room Super Junior.  Aigoo~gedung SBS ini luas sekalii~(>M<). Tapi, ada 1 masalah lagii, aku tak tahu dimana waiting room mereka?! :( ahh~ottokhae?

Tapi tepat saat aku kebingungan, ada seseorang keluar dari sebuah ruangan. Aigoo~itu..itu..itu..Younghwa CNBlue?! Bersama Lee Joon MBLAQ?! 😄. Aigoo~mereka tampan sekali!!!  Arrggh, aku ingin minta tanda tangannya~!!.  Tepat saat aku berjalan mendekati mereka, tiba-tiba ada sebuah ruangan lain yang terbuka.  Itu..KiKwang BEAST?!  Aigoo~ada Hyunseung juga!! Ommaa~tempat ini adalah surga!

Dan dalam waktu kurang dari 1 menit, aku bisa melihat para artis sudah berkeliaran di lorong ini!!!  Itu Nickhun 2PM!!😄. Arggh, ada Amber f(x) jugaa~  aigooo~itu Seulong 2AM!!  Omma~aku harus minta tanda tangan mereka~!!!

Tapi tiba-tiba saja tanganku sudah ditarik oleh seseorang, “Apa yang kau lakukan di sini?!”, desisnya dan kini ia mendorong tubuhku menuju sebuah ruangan.  Aku sempat melihat tulisan yang terpampang di depan pintu itu, f(x) waiting room? (OAo)

Dan benar saja, saat aku masuk ke dalamnya, aku melihat Luna, Victoria, Krystal dan Sulli sedang menatapku heran.  Tapi pandangan mereka langsung berubah antusias saat melihat orang yang menarikku, “Aah~Oppa, inikah Leena onnie yang sering Oppa ceritakan itu?”, tanya Victoria sambil menghampiriku dengan ceria.

Aku menatapnya heran, tapi aku juga ikut terbelalak heran saat melihat orang yang menarikku barusan,”Oppa?”, sahutku saat melihat Ryeowook melepas tudung jaketnya dan mengangguk sambil tersenyum lebar.  “Yeorobun, inilah Choi Leena.  Kalian harus baik padanya karena dia adalah Princess’ku”, tambahnya sambil merangkul bahuku.  Aissh~semoga wajahku yang memerah ini tidak terlihat olehnya.

“Aigoo~Onnie manis sekali”, ucap Krystal sambil menatapku dalam.

“Sangat cocok dengan Wookie oppa”, tambah Sulli sambil memakan potato chips’nya.  Aku hanya tersenyum seadanya dan mengangguk singkat.

Ryeowook merangku bahuku makin erat, “Kau tahu mereka kan?  Merekalah hoobae kesayanganku, f(x).  Aku sudah banyak menceritakan tentangmu ke mereka dan katanya mereka amat penasaran denganmu”, jelasnya.  Aku mengangguk paham dan membungkuk sopan pada mereka,”Annyeonghaseyo, Choi Leena imnida”.

Mereka langsung berdiri berjajar dan berkata kompak, “Annyeonghaseyo, f(x)-eu imnida”.

Tiba-tiba Luna langsung berdiri di hadapanku, “Onnie, akulah adik iparmu, Luna imnida”, ucapnya akrab.  Ryeowook langsung menjelaskan padaku, “Ahh~kau suka cemburu kan jika mendengar gosipku dengan Luna? Nah, sekarang kau harus tahu bahwa Luna adalah adik ipar’mu.  Kenapa? Karena dia adalah dongsaeng kesayanganku”, ucapnya sambil mengacak rambut Luna.

Luna mengangguk dan menggenggam tanganku, “Onnie, kudengar Onnie tinggal di Busan bukan?  Ahh~tenang saja,onnie, aku akan menjaga Ryeowook Oppa sebisaku demi Onnie.  Jika dia ketahuan sedang mengincar gadis lain, akan segera kuhajar dia dengan jurus tinjuku”,ucap Luna semangat.  Aku tertawa lebar dan langsung melirik Ryeowook dengan buas, “Dengar itu, Oppa?  Kau akan dihajar oleh Luna jika ketahuan macam-macam diluar sepengetahuanku”, ancamku.

Ryeowook menggeleng takut dan dibalas oleh tawa riuh dariku dan member f(x) lainnya.  Tapi tiba-tiba saja aku teringat, “Tapi, kalian akan merahasiakan hubungan kami berdua kan?”, tanyaku pada mereka berempat.  Mereka menatapku sekilas dan kemudian terkekeh, Ryeowook langsung mendekatiku dan mengelus rambutku.  “Tenang saja, mereka juga memiliki rahasia seperti kita.  Mereka juga sudah punya pacar.  Jadi, tidak mungkin jika aku dan Luna itu berpacaran”, jelasnya.

Aku membelalak tak percaya, “Kalian..juga punya pacar?”.  Mereka mengangguk singkat dan tersenyum lebar, “Onnie, kami juga hanya remaja biasa yang butuh cinta”, jelas Luna.  Aku mengangguk paham, “Ahh~keurae”, gumamku.

Tiba-tiba Sulli menyeletuk, “Onnie, itu kotak apa?”, tanyanya.  Aku menatap kotak ini dan tersenyum senang, “ahh~iya.  Hampir saja lupa..”, ucapku dan langsung berbalik menuju Ryeowook dan menyerahkan kotak itu, “Saengil Chukkae, Kim Ryeowook”, lanjutku.

Ryeowook tampak terkejut dan menatapku heran,”Ahh~ulang tahunku kan masih lama, Leena-ah. Jangan-jangan kau lupa dengan tanggal ulang tahunku?”, ucap Ryeowook sebal.

Aku menggeleng, “ahh~ani.  Kau kan tahu, jarak dari Busan-Seoul itu cukup jauh, dan aku tak punya cukup waktu untuk bolak balik ke sini hanya untuk memberikanmu kado ulang tahun.  Jadi kupikir, kenapa tidak sekarang saja?”, ucapku sambil tersenyum simpul.  Dia mengangguk paham dan balas tersenyum manis, “Gomawo,Jag…”, ucapannya terputus saat menyadari bahwa member f(x) lainnya masih ada di ruangan ini bersama kami.

“Ahh~Oppa, gwenchana.  Anggap saja kami hanya patung atau angin lalu”, sela Krystal yang tampak gemas melihat kami berdua.  Ryeowook menggaruk kepalanya gugup, “Aissh, dasar kalian..”, ucapnya tersipu.

Kini mereka berempat malah menghampiri kami penasaran, “Oppa, buka hadiahnya~!!!  Ayolah, buka..buka..”, desak Victoria sambil menatap penasaran ke kotak itu.  Ryeowook akhirnya membuka kotak itu perlahan dan, “Uwaaa~manisnya”, seru mereka berempat kompak saat melihat kue tart yang dihiasi dengan krim biru muda dan sebuah miniatur piano dengan sebuah boneka mungil yang memakai topi.

Ryeowook langsung menatapku penuh terima kasih, “Leena-ah, gomawo.  Ini hadiah pertama di ulang tahunku kali ini”, ucapnya dan mencium keningku lembut.  Member f(x) lainnya langsung berteriak riuh, “Aigooo~aku juga ingin dicium seperti itu”, ucap Krystal penuh harap.  Aku hanya mengelus rambut Krystal lembut, “Sabarlah, dongsaeng”. :)

“Onnie, ini Ryeowook Oppa kan?”, tanya Luna sambil menunjuk ke miniatur itu.  Aku mengangguk singkat, tapi Luna terlihat ragu, “Kalau ini Ryeowook Oppa, kenapa kakinya sepanjang itu?”, tambahnya.

Ryeowook langsung menyenggol bahu Luna agak kencang dan berkata tajam,”Berani mencemooh tinggiku, berarti kau juga sedang mengejek dirimu sendiri, Luna”, ancamnya sehingga membuat Luna langsung manyun.   Aku terkekeh senang dan merangkul bahu Luna, “Sudahlah.  Berhenti bercanda~”, ucapku menenangkan mereka berdua.

Aku kembali menatap Ryeowook lagi, “Ah iya, Oppa, aku ingin bertemu dengan Ye Eun”.

****

Aku menaruh karangan bunga itu di atas gundukan tanah yang tertata rapi.  Setelahnya, aku mengelus nisan di depanku ini dengan hati-hati dan lembut.

Aku menghela nafas dalam-dalam dan berkata lirih, “Ye Eun-ah, Princess datang lagi ke sini.  Apa kau rindu padaku?”, ucapku sambil tetap mengelus nisan batu ini sedangkan Ryeowook berdiri di sampingku dan diam mendengarkan ucapanku.

“Ye Eun-ah, Princess minta maaf padamu.  Aku benar-benar tak bisa menjaga Oppa’mu ini dengan baik.  Lihatlah tubuhnya sekarang, sangat kurus bukan?  Ahh~aku benar-benar merasa berdosa padamu, Ye Eun-ah”, lanjutku dan aku bisa mendengar kekehan Ryeowook setelah mendengar kata-kataku.

“Tapi tenang saja, Princess akan menjaga Wookie Oppa supaya dia akan bertambah gemuk dan bertambah tinggi tentunya.”

“Oh ya, sebentar lagi Ulang Tahun Wookie Oppa dan aku sudah memberikan kue tart dengan miniatur dirinya sebagai hadiah.  Tapi anehnya, banyak orang yang berkata bahwa kaki miniatur itu tampak lebih panjang dibandingkan dengan kaki Wookie Oppa.  Haha~menyedihkan ya?”, ucapku dan membuat Ryeowook menyenggol bahuku.  “Hei, tak usah menceritakan hal itu padanya”, katanya menyela.

Aku tak peduli dan kembali berbicara sambil membetulkan letak karangan bunga yang tadi kusimpan, “Ye Eun-ah, kau jangan khawatir.  Biarpun Oppa’mu ini agak imut, tapi Princess akan menerima dia apa adanya.  Jadi tenang saja, oke?  Kau tidak perlu khawatir jika aku akan meninggalkan Wookie Oppa, karena hal itu tidak akan pernah terjadi”, ucapku dan menarik nafas dalam-dalam.

“Doakanlah Oppa’mu ini dari tempatmu berada sekarang, Ye Eun-ah.  Aku yakin, Wookie oppa pasti sangat mengharapkan tiap doa darimu.  Bukan begitu, Wookie Oppa?”, tanyaku sambil menoleh ke arahnya.

Ryeowook mengangguk singkat dan beranjak berjalan ke dekat nisan, “Ye Eun-ah, Oppa akan bahagia bersama Princess cinderella ini.  Jadi kau juga harus bahagia di sana, arachi?”, ucapnya dan kini dia mengelus bahuku lembut.


Aku mengangguk singkat dan menggenggam tangannya erat, “Ye Eun-ah, Princess punya satu permintaan.  Tolong sampaikan pada Tuhan, berikanlah sedikit tambahan tinggi badan pada Wookie Oppa.  Sepertinya aku akan menjadi lebih tinggi daripada dia”, gurauku dan menatap ke arah Ryeowook yang sudah menatapku beringas.

“Sekali lagi kau berkata tentang tinggi badan, maka aku akan menjitakmu, Choi Leena”, ucapnya tegas dan membuatku terkekeh senang.

Yaa~ he will always be my Shorty Melody, yeongwonhi. (^_^)

****

4 thoughts on “Diary Of Secret Girlfriend {6th Stories}

  1. bisa2nya leena ketiduran di toilet .____.
    kasian ye eun masih kecil udh kena leukimia, terus meninggal ;_;
    leena kesian mentang2 plg imut pipinya jd sasaran teman2nya trs wkwk
    haha kasian wookie oppa masalah tingginya diungkit2 trs, bahkan pas dimakam pun smpt2nya bahas hal itu .__.

  2. enternal magnae!
    Dirimu daebaaaak! Sepupuku imut2 gitu bisa romantis jg xD
    ahhh leena imut ya? Penasaran!
    Yuhuuu pasangan imut abad kini..
    Aku ketawa waktu wookie bilang ke luna ‘jika kau mengejek tingiku maka kau mengejek dirimu sendiri luna’
    lol si luna onn ga sadar diri xD /disambit
    thanks icha onn,dulu aku sempet males sama luna onn. Tapi gatau sihir drmn ni ff bisa meyakinkanku kalo mereka kakak-adik😀 soalnya aku ryeonsomnia jg u.u

    • Aiyaaa..😄
      Ntar onnie mau bkin poster ff buat DoSG kok l |tar bisa diliat sgimana imutnya leena😄 LOL

      Santai ajaa, onn jga ga bgitu suka vict gara2 kabar kyutoria tapi yahh..percaya aja deh ^_^
      Vict kan udh punya khun😄 *khuntoria mode : ON
      Ayoo semangat!! Mreka cuma kaka ade kok~ *hipnotis
      Makasih udh komen yaa

      • mauuuuu! penasaran tu sama Leena trus nona muda Kim Yoon Ri. pasti Yoon Ri cantik banget yaaaa u.u
        sama penasaran sama cherry xD mirip sama aku soalnya xD mana pacarnya baby boo~ *romantisan depan kyunara* /digampar
        tenang ajaaa~~ si cece udah sms aku kalo dia maunya sama nickhun kok😀 sama si evil cuma sahabatan😀
        iyaaaa!! sepupu aku percaya padamu!! *peluk wook*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s