Diary Of Secret Girlfriend {5th Stories}

 

Haii, akhirnya kalian datang juga. (^^)

Aku sudah menunggu kalian dari tadi, katanya kalian datang jam 2 siang, tapi sekarang hampir jam 3 loh. (=w=)a

Ahh~ya.  Aku juga tahu kalau jam segini memang sering terjadi macet di pusat kota.

Baiklah, aku juga bisa maklum kok. :)

Ahh~baiklah, ayo masuk.

Akan segera kuceritakan kisahku dengan Lee Hyukjae, si dancing machine.

Atau sering kusebut sebagai : Okey_Monkey

*****

To :  Okey_Monkey

16 Mei 2010, 12:22:56

Cepatlah makan siang~!  Jangan sampai kau pingsan saat perform nanti.  :)

Aku menaruh handphone’ku di atas meja rias dan beranjak ke arah lemari untuk mencari baju yang akan kupakai untuk ke gedung SBS.  Uhmmp, bagaimana jika aku memakai kemeja coklat dan jins putih?  (=.=)a   Ahh~aniya, terasa tidak matching.  Blouse biru dengan celana hitam?  Uhmmp, cukup lucu~  (^^)  Ditambah dengan memakai Jaket couple yang pernah kubeli dengannya dan sepasang sepatu kets, yayaya~manis dan minimalis. 😄

O..O..Only for you, O..Only for you

Sender :  Kyuhyun_Jo

16 Mei 2010, 12:25:30

Kau juga cepatlah makan, lama-lama tubuhmu terlihat seperti tengkorak berjalan.

Aku mengangkat alis heran, kenapa Kyuhyun mengirim SMS seperti ini padaku?  (=.=)  Apa dia salah mengirim SMS untuk Nara? Dan, apa itu maksudnya TENGKORAK BERJALAN?!  (>M<) Aigoo~kasihan Nara, mempunyai namjachingu yang tidak peka seperti Kyuhyun.

To :  Kyuhyun_Jo

16 Mei 2010, 12:27:21

Kyuhyun-a, sepertinya kau salah mengirim SMS.  Aku Cherry, bukan Nara.

O..O..Only for you, O..Only for you

Sender :  Kyuhyun_Jo

16 Mei 2010, 12:29:56

Ahh~noona, arassoyo.  Hyukkie hyung yang menyuruhku membalas SMS’mu.  Katanya dia tidak punya pulsa.  (=.=) Pulsa’nya habis dipakai untuk OnLine twitter.  :p

To : Kyuhyun_Jo

16 Mei 2010, 12:22:56

Oh, mian.  :) Hwaiting untuk perform nanti, Kyuhyun-a.  Kami akan datang untuk menonton. ^w^

Sender : Kyuhyun_Jo

16 Mei 2010, 12:22:56

Ya, noona.  Gomawo

Aku mendesah kesal dan merutuk handphone di tanganku, “Hyukjae-ya!!  Kau bodoh~”, geramku dan berteriak di depan handphone kemudian membanting handphone itu dengan kasar ke arah kasur.  Tapi..SIALAN~!!! Handphone’nya malah terpantul dan akhirnya terbanting ke lantai.  (>M<)   Ahh~aku tak pedulii~!!  Lagipula handphone’ku sudah tahan banting, kok.  (=.=)

Aku mengurungkan niat untuk mencari baju yang akan dipakai untuk ke gedung SBS dan malah menelungkup di kasur.  “AAAAAAHH~!!  LEE HYUKJAE PABO~!!”, teriakku sambil membenamkan kepala ke bantal, sehingga teriakanku tidak terlalu terdengar.    Tiba-tiba saja aku merasa bad mood, mungkin karena SMS dari Kyuhyun tadi yang bilang bahwa Eunhyuk lebih memilih twitter dibandingkan dengan membalas SMS’ku.  (>M<)  Arggh, siapa pula pembuat twitter itu?!  Ingin rasanya aku membunuhnya atau setidaknya memukul kepalanya yang terlalu kreatif karena telah menciptakan twitter~!!

Bukan hanya kali ini dia menyampingkan aku demi twitter sialan itu.  Dulu dia pernah lupa bahwa dia ada janji kencan denganku dengan alasan dia ketiduran dan terlambat bangun.  Setelah kutanyakan pada Leeteuk, dia memang ketiduran..DI DEPAN KOMPUTER sehabis ber’twitter ria!!  Dan ditambah lagi, dia tersenyum aneh setiap membaca mention para ELF padanya.  Arggh, dasar playboy~!!!

Bagaimana bisa yeoja setia sepertiku memiliki pacar yang playboy seperti dia?!  Aigooo~Tuhan, apa dosaku padamu hingga kau memberikanku cinta untuk namja playboy seperti dia.  (>.<)  Tuhan, apa kau ingin mempermainkanku? (T.T)  Arggh, lebih baik dia pelit padaku dibandingkan dengan selalu menunjukkan sifat playboy’nya didepanku!

Dan tambahan lainnya, apa maksud dari TENGKORAK BERJALAN?!! Dia kira, aku zombie?~  (>.<)

Aku menghela nafas dalam dan berpikir sejenak, dia harus diberi pelajaran~!  Ya, PE-LA-JA-RAN yang akan membuatnya jera, untuk selamanya!  Aku tersenyum licik dan segera bangkit menuju meja belajar dan mengambil sebuah buku panduan memasak dari tumpukan buku yang ada.  Aku membuka lembar demi lembar buku itu, dan tanganku langsung terhenti di sebuah halaman yang menunjukkan resep, “Super Spicy Chicken Curry”.

Aku terkekeh pelan dan menggumam, “Lee Hyukjae, sebagai pacar yang baik, aku tahu bahwa kau sangat menyukai makanan pedas, bukan begitu?”.   Aku membuka halaman lainnya dan memastikan bahwa semua bahan yang dibutuhkan, ya..semua bahan ini ada di dapur.  Jadi aku tak perlu membeli bahan-bahan ini lagi ke supermarket.

Aku menengok kea rah jam yang tergantung di dinding, jam 12.30.  Masih 2 jam lagi sebelum waktu yang dijanjikan, dan kurasa 2 jam itu cukup untuk membuat ‘hadiah’ untuk HyukJae’ku tersayang. 😄.   Setelah mengangguk yakin, aku segera mengambil handphone’ku yang masih tergeletak di lantai.  Aku memencet tombol untuk mengaktifkan handphone, tapi..KENAPA MASIH MATI?!  Aku mulai panic dan memencet tombol-tombol lainnya, tapi hasilnya tetap saja nihil, handphone’ku masih belum mau menyala!!!

Argggh, Lee Hyukjae~!  Alasanku bertambah, Kau memang harus merasakan pembalasan karena telah merusakkan handphone keramat milikku~!!!!! (>M<). Untung saja aku punya handphone cadangan lainnya~ :( Tapii, arghh..itu kan handphone keramat milikku~ (=3=)

*****

16 Mei 1993, Me, 6 years old

Aku menggenggam tangan ibuku dengan erat di tengah kerumunan para pengunjung festival kebudayaan di kotaku ini.  Ya, di kota kecil seperti ini, festival kebudayaan merupakan event meriah yang wajib untuk dikunjungi.  Dan akupun sampai harus merengek pada ibu untuk mengajakku ke festival ini. 😄.

Tanganku yang lain kini sedang menggenggam gulali berukuran jumbo.  Aku benar-benar bahagia!!  Rasanya tempat ini bagaikan surgaa~ :) . Kenapa? Karena disini ada banyak cemilan enak, dan aku sangat suka ngemil.  :3. Wajar kan? Toh aku masih 10 tahun, saudara-saudara.  Wajar jika aku suka gulali atau yang semacamnya itu, bukan? ^^

Ibuku terlihat kesulitan mencari celah untuk berjalan karen sesaknya pengunjung di sini, tapii..apa boleh buat, inilah resiko menjadi seorang Ibu yang harus membahagiakan anaknya.  (>W<)

Aku masih sibuk memperhatikan pedagang stand yang berjualan di sekitar. Sampai akhirnya, gulali di tanganku sudah direbut oleh seseorang.  Aku menengok cepat ke sampingku dan melihat seorang namja yang sepertinya..seumuran denganku.  (==)a. Atau malah lebih tua?  Aissh, aku tak peduli dengan hal itu, yang menjadi masalah sekarang..DIA MALAH MEMAKAN GULALI’KU?!!

Aku menarik tangan Ibu dengan panik, “Umma~dia mengambil gulali’ku~!!”, aku mulai merengek sambil menunjuk ke arah namja itu.  Dia juga sedang menggenggam erat tangan Ibunya yang sedang kesulitan mencari celah untuk melangkah, sama seperti ibuku.

Ibu menatap ke arah namja itu dengan jengah dan segera mengambil gulali yang dipegangnya olehnya dan kembali menyerahkannya padaku.  Aku tersenyum senang dan menjulurkan lidah pada namja itu. :p. Hahaha~rasakan itu, bocah nakal!!

Tapi, tiba-tiba saja, “HUWEEE~UMMA!!  Nenek sihir itu jahat sekalii.  Dia mengambil gulali’ku, Umma”, isaknya kencang sekali.  Aku menengok kaget, begitupun juga ibuku (mungkin karena panggilan nenek sihir itu =.=), “MWORAGO?!”, teriak Ibuku dan Ibunya bersamaan.

Tiba-tiba saja, Ibuku sudah beranjak maju dan menarik tanganku dengan kasar, dan kini kami berdua telah berada di hadapan Ibu dan namja itu.   Ibu menatap mereka dengan sengit, “Ya!!  Ajari anakmu itu sopan santun dalam berkata!”, sentak Ibu agak kencang sehingga perhatian pengunjung langsung tertuju ke arah kami berempat.

Ibu namja itu juga berteriak kencang, “Ya!!  Kau juga tak tahu sopan santun!  Kenapa merebut gulali milik anakku?!”.  Aku mendelik kesal, heii..ahjumma, sudah jelas anakmu itu yang merebut gulali milikku!!  (>M<).

Aku menatap Ibuku dengan pandangan berapi, “Umma~jangan mau kalah oleh nenek keriput seperti dia!!!”, seruku sambil menunjuk Ahjumma di depanku.  Ahjumma itu langsung membelalakkan mata lebar sedangkan Ibuku langsung mengangguk yakin, “Ya, chaeri-ya, tentu saja Umma akan menang darinya”, ucap Ibu optimis, kali ini sambil melepas genggaman tanganku dan menggulung lengan bajunya.

Sedangkan namja itu juga berteriak kencang, “Umma~serang nenek sihir ini dengan jurus yang kau punya!!!”, serunya.  Ahjumma itu mengangguk yakin dan optimis pula.  Dia menurunkan kantung belanjaannya dan maju mendekati Ibuku.  Aku menatap mereka berdua antusias sambil memakan gulaliku, yaaaaiy~ini akan menjadi kejadian yang menyenangkan!!!😄

Aku bisa melihat dari mata Ibuku dan Ahjumma itu mengeluarkan semacam sinar bercahaya yang menakutkan.  Ahaha~seperti DragonBall!!  Yaaa~aku suka kejadian seperti ini~!!  (>W<)

“Ummaaa~hwaitingg!!”, teriak namja itu dengan semangat.  Aku menatapnya rendah, “Ya~Ummaku itu sudah terlatih untuk bertarung!!”, seruku padanya sambil menjulurkan lidah.  Dia menatapku sengit, “Umma’ku juga begitu!!  Umma’mu pasti kalah~!!”, balasnya. “Lagipula, Umma’mu itu jelek, tak seperti Umma’ku yang cantik”, tambahnya lagi.

Aku menunjuknya tegas, “NEO..~“, teriakku sambil berlari ke arahnya dan langsung mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke tanah.  Aku benci jika ada orang yang membawa kondisi fisik sebagai suatu kelemahan seseorang!! Dan dia malah mengatakan hal itu pada Ibuku?!  Menyebalkann~

Dia meringis sejenak dan menatapku beringas, sedangkan aku bisa mendengar teriakan Umma’ku dan ahjumma itu saling beradu.  Aku menengok pelan dan benar saja..mereka berdua saling mengacak rambut dan menjambak!!  Ahahahaha~ini seruu!!!

“Ummaaa~hwaitinggg!!”, teriakku kencang. Aku memperhatikan mereka berdua dengan antusias dan hampir melupakan pertengkaranku dengan namja itu.  Tapi tiba-tiba saja, sesuatu telah menghantam tubuhku, dan kini aku sudah tersungkur di tanah dengan mata terpejam.

Arggh, Ummaaa~appo!!  Sakit sekalii~!!   Keundae, changkaman…bibirku terasa hangat, dan aigooo~kenapa aku bisa merasakan rasa gulali ini?!!

Aku membuka mata dengan cepat, dan ternyata BENAR..namja itu kini telah menindih tubuhku juga bibirnya menempel di bibirku!!!!

“ARGGGGGGHHHH~!!!”

Dan itulah first kiss’ku.  Terjadi di usia 6 tahun, di festival kebudayaan, dengan seorang namja yang bahkan aku tak tahu siapa namanya.  (>M<)

****

Aku melangkah ke arah dapur dan pandanganku terhenti ke ruang televisi, Ibu sedang menonton TV dengan posisi tidur menyamping *posisi para ahjumma* (T.T). Dia masih mengunyah keripik kentang dengan santai.

Ahh~apakah 15tahun nanti aku akan menjadi seperti beliau?  Tidur bermalas-malasan di ruang TV sambil makan keripik kentang? (=.=)a

“Aigooo~tampan sekali dia”, ucapnya tiba-tiba.  Aku langsung penasaran dan menengok ke arah TV, Aishh..Siwon Oppa sedang diwawancara tentang drama’nya yang terbaru. (T.T) jadi menurut Ibu, Siwon Oppa itu tampan ya?  Tapi bagaimana tanggapannya mengenai Eunhyuk?  Apa dia akan menganggap Eunhyuk itu tampan? :(

Aku melangkah ke ruang TV, “Umma~”, panggilku pelan.  Umma menoleh pelan ke arahku, “Ohh, waeyo, Chaeri-ya?”, tanya Ibu tak tertarik dan kembali menoleh ke arah TV.  Sepertinya dia sama sekali tak ingin kehilangan waktu sedetikpun untuk melihat Siwon Oppa. (=M=)a.

Aku duduk di samping Ibu dan mengeluarkan handphone’ku, “Umma, apakah pria ini tampan?”, tanyaku sambil menunjukkan foto Eunhyuk bersama Leeteuk yang sedang siaran di SuKiRa.

Ibu memperhatikan foto itu sejenak, “Dia tidak tampan, tapi manis sekali”, jelas Ibu.  Aku menghela nafas lega, setidaknya Ibu masih menganggap bahwa Eunhyuk itu manis.😄.  Umma berkata lagi, “Tapi, namja di sebelahnya..standard”, tambahnya dan kali ini sambil menunjuk foto EUNHYUK!!

Hah?!

“Umma, bukannya tadi Umma bilang bahwa dia sangat manis?!”, tanyaku tak percaya.  Ibu menatapku heran, “aigoo~maksud umma, yang manis itu adalah dia”, ucapnya sambil menunjuk foto Leeteuk.  Argggh, gawat~!!  Dari dulu, Ibu selalu bilang padaku untuk mencari jodoh yang tampan. (>M<). Aigoo~ottokhe?!

“Tapi dia cukup tampan kan, Umma?”, tanyaku penuh harap.  Umma melirik ke foto Eunhyuk sejenak, “Uhhm, jika dibandingkan dengan Siwon, bagaikan Langit dan Tanah terdalam di lapisan ke 7″, ucapnya santai dan kembali menatap ke arah TV.

Aku mendesah kecewa, Sepertinya nama Park Chaeri – Lee Hyukjae tak akan terpampang di sebuah resepsi pernikahan.  (>S<).

Baiklah, akan kusuruh dia mengoprasi wajahnya supaya agak mirip dengan wajah Siwon. (=A=). Setidaknya Ibu akan menganggap bahwa menantunya itu mirip dengan idolanya. Atau..bagaimana jika menikah saja dengan Siwon Oppa?  Hahahaha~ (>w<)

Ehh, kurasa itu ide bagus.  Bukan begitu?😄

O..O..Only for you, O..Only for you

Sender : Yoonri_Onnie

16 Mei 2010, 12:45:39

Heii, tiba-tiba saja aku merasa bahwa Siwon akan direbut oleh seseorang.  Cherry-ya, kau tahu orangnya? (=A=)a

Upss, lebih baik aku segera mengurungkan niatku ini.😄. Yoonri Onnie yang sedang mengamuk itu lebih menyeramkan dibandingkan dengan seekor dinosaurus purba.  :3

Akhirnya aku keluar dari ruang TV dan kembali beranjak menuju dapur.  Sebelum keluar ruangan, aku sempat berbisik pada Ibu, “Umma~namja yang kau katakan standard itu, dia punya harta yang melimpah loh, Umma”.

Aku bisa melihat mata umma langsung berbinar, “Jinjja?”

Yaah, benar kan?  Bagi para Ahjumma, Uang diatas segalanya. (=±=)d

****

19 Oktober 2005. Me, 18 years old

Aku berdiri di seberang halte bus dan melirik ke sekeliling terminal bus itu dengan perasaan berdebar.  Aigoo, kenapa dia belum datang juga?  Padahal biasanya dia selalu datang jam segini. (=o=)>.

“Hyukjae-ya!!  Palliwa~ Kita tidak boleh terlambat lagi.  Nanti Lee Songsaenim akan marah lagi!!”, teriak seorang pria pada pria lainnya yang sedang berjalan cepat sambil menggigit selembar roti di mulutnya.  Terlihat sekali bahwa mereka berdua tak ingin terlambat ke sebuah acara.

Wajahku langsung merona merah dan menggenggam sebuah amplop di tanganku ini makin erat.  Uwaa~tanganku berkeringat!!  (>M<)*  Park Chaeri, kuatkan dirimuu~ inilah saatnya!!  Inilah saatnya kau akan merasakan cinta pertama’mu.  Ayolahh~ayolahh. Aku menghela nafas dalam-dalam dan mengangguk yakin, ya~Park Chaeri, hwaiting!!!😄

Akhirnya aku berjalan pelan menuju halte itu dan berdiri tegap di sebuah sudut halte.  Aku melirik ke samping dan melihat pria itu berdiri di sampingku, ya!! Tepat disampingku, saudara-saudara! :D . Ahh~tuhan memang merestui tindakanku ini~ :)

“Ya, gara-gara kau, sepertinya kita akan terlambat lagi!”, ucap pria itu sambil melirik ke jam tangannya.  Sedangkan pria yang disentak hanya diam tak perduli dan sibuk memakan rotinya.

Aku menatap pria itu sekilas, ahh..gayanya memang cool.  Dia tampan~ (>W<). Ummaa, kau akan mendapatkan menantu yang tampan!!! 😄. Biarpun dia pendek, yang penting dia tampann~

Aku menghela nafas sejenak dan akhirnya memantapkan hati.  Tanganku yang memegang amplop ini terasa bergetar dan berkeringat!!! (>A<). Ommo~Ommo~Ommo~ jantungku mau keluar dari mulut!! :( Ottokhe?  Nan Ottokhe?!

Detak jantungku makin berdetak kencang.  Arggh, apapun yang terjadi, terjadilah~!!!

Aku menutup mata rapat-rapat dan segera berbalik ke arahnya.  Aku segera menyodorkan surat itu kepadanya, “Noreul Saranghae!!”, ucapku cepat.  Aku bisa merasakan wajahku memanas dan memerah~ (>////<). Ommaa~ Omma~ Omma~

Selama beberapa detik, tak ada tanggapan.  Tapi tiba-tiba saja, “UHHUKK~UHHUK~UHHUK”, hanya suara itu yang terdengar.  Aku membuka mata perlahan dan melihat di depanku hanya ada pria yang sedang memakan roti itu.  Lho? Kemana perginya Junsu?!

Aku menoleh ke samping dan melihat Junsu hanya melongo dari bangku halte di belakang kami dan melihat temannya ini sedang terbatuk-batuk.  Aku menganga hebat, KENAPA DIA MALAH DUDUK DI SAAT YANG TIDAK TEPAT?!

“Hyukjae-yaaa!!!  Kau punya pacar~!!”, teriak Junsu sambil memeluk temannya yang masih tersengal-sengal.  Aku masih melongo hebat, Andwaee~bukan ini maksudku.  Semua ini diluar rencanaku!!!

Pria di depanku ini (yang dipanggil Hyukjae) menatapku segan, “Gomawo, nona.  Keundae..”, ucapannya menggantung.  Aku langsung berharap banyak, yaa..bilanglah bahwa kau sudah punya pacar atau kau sudah punya yeoja lain yang kau sukai.  Arggh, pokoknya cepat bilang kalau kau tak suka akuu~!!!  Supaya aku bisa cepat bilang bahwa ini semua salah paham!  Cepat bilanggg~!!!

“Kau siapa?”, tanyanya datar.  Aku makin menganga.  YA!  AKU JUGA TAK TAHU SIAPA KAU.  (TT.TT). Aku hanya tahu bahwa kau adalah teman dari Kim Junsu, pria yang kusukai. (>M<)

Junsu langsung memukul kepala Hyukjae, “Ya!! Keterlaluan~ bagaimana bisa kau tak tahu identitas yeoja yang mencintaimu?!”, tanyanya tak percaya.  Hyukjae hanya mengaduh kesakitan dan menatapku malu-malu.  “Lalu, siapa namamu?”, ucapnya dengan wajah yang *sok* imut.  :p

Aku ingin menangis!!!  Arrgh, semua ini salah paham!!  Junsu harus tahu hal ini, yaa~dia harus tahu!!  Aku melirik ke arah Junsu sekilas, “Ahh~Junsu-ssi, sebenarnya…”

Yaksokheyoo~ Oo~Ooo~

Handphone Junsu berbunyi dan dia segera mengangkat telepon’nya.  “Ahh~kau ada dimana? Ohh, ya, arasseo.  Tunggu aku disana, jagiya”.

JAGIYA?!  <(O.o)>

Arghh, Andwae!!  Ommo, tuhan~ hari apa ini?!  Kenapa semua kejadian buruk selalu terjadi di hari ini?!  Waeyoo? (>M<). Dimulai dari salah paham ini dan kenyataan bahwa Junsu sudah punya pacar?!!  Ummaa~nasib anakmu ini sial sekalii?!

Junsu mengakhiri pembicaraannya dan tersenyum ke arah kami berdua.  “Ahh~sudahlah Hyukjae.  Kau tak usah ikut latihan hari ini!  Akan kubilang pada Lee Songsaenim bahwa kau sedang sakit”, ucapnya semangat.  Hyukjae menatapnya bingung, “Aissh, wae?”, tanyanya.

Junsu menggelengkan kepala dengan gemas, “Aishh, maksudku, aku memberikanmu waktu untuk mengenal pacarmu ini, sahabatku tersayang”, jelasnya.  Hyukjae langsung mengangguk paham dan bisa kulihat wajahnya memerah, sedangkan aku hanya mendesah bingung dan kecewa. (=s=)>

“Arasseo? Oke, annyeong!”, seru Junsu sambil naik ke bus yang datang ke halte kami.  Dia terus melambai dan mengacungkan jempol ke arah kami berdua sambil tersenyum ikut bahagia.  Tapii, arggh!!  Siapa yang bahagiaa?! (>M<)

Aku menunduk dalam dan tak menatap ke arah Hyukjae.  Sampai akhirnya dia berkata, “Siapa namamu?”

Aku mendesah pelan dan akhirnya menjawab pelan, “Chaeri.  Park Chaeri imnida”.

Dia menggumam paham dan mendehem pelan, “Annyeong, Chaeri-ya”, ucapnya ramah.  Aku menengadah menatapnya dan melihat dia sedang tersenyum manis (tapi tetap saja tidak semanis senyuman Junsu) (=w=)a.  “Lee Hyukjae imnida”, jelasnya.  Aku hanya mengangguk seadanya, tak tertarik.

Oke, aku hanya akan pacaran dengannya selama 1 minggu~!! INGAT, HANYA UNTUK 1 MINGGU!!

Keundae, changkaman.. Aku seperti pernah bertemu dengannya. (=A=)a. Tapi, dimana dan kapan?

Ahh~sudahlah, mungkin itu hanya perasaanku saja. (T.T). Yang pasti selama seminggu ini, aku akan menghadapi the biggest nightmare I ever had!! (>M<) Ommaaa~kenapa si lumba-lumba Junsu berubah jadi mirip Monyet?! (TT.TT)

*****

Aku membuka rak penyimpanan bahan-bahan makanan di dapur.  Aku mengeluarkan bumbu kari, kentang, wortel dan SEBOTOL TABASCO!! (^M^) hahaha~

Setelah memotong kentang dan wortel juga sayuran lainnya, akhirnya sampai ditahap percampuran bumbu untuk kari ini.  Aku membaca panduan memasak di buku yang tadi kubawa.  Disitu tertulis, tuangkan tabasco secukupnya (jika anda suka pedas).  Aku tersenyum picik, “Hyukjae tersayang, kau suka pedas kan?l”, gumamku dan menuangkan sebotol penuh tabasco itu ke dalam panci. “Kurasa, ini sudah cukup untukmu, oppa”, tambahku lagi sambil mengaduk kari itu dengan perasaan puas.

Hahahahaha~Lee Hyukjae, jangan pernah main-main dengan Park Chaeri!!!

*****

1 week later

“Kau akan memutuskan hubungan dengannya?  Hari ini?”, tanya Raena takjub.  Aku mengangguk yakin dan segera membereskan semua bukuku dan memasukkannya ke dalam tas, “Ya, dulu aku sudah bertekad bahwa aku hanya akan pacaran selama 1 minggu dengannya.  Lagipula, hubungan kami ini hanya berawal dari salah paham”, ucapku ringan.

Raena menggelengkan kepala heran dengan kelakuanku ini.  “Ya~Park Chaeri, jika kau terus-terusan bersikap seperti ini, lama-lama kau akan mendapatkan hukum karma”, ucap Raena.  Aku hanya menggumam mengiyakan tanpa menaruh minat sedikitpun. Ahh~sahabatku ini memang masih berpikiran kolot. (=o=)

“Yaa,I’m Raena~hukum karma tak akan berlaku untuk seorang Park Chaeri”, ucapku sambil menoel hidungnya sambil terkekeh pelan.  Raena hanya menggeleng pelan dan menghembuskan nafas pasrah, “Terserahlah, setidaknya aku sudah mengingatkanmu”.

Aku hanya tersenyum simpul dan beranjak menutup retsleting tas’ku.

DRRTT, DRTT, DRRT

Sender : Hyukjae (=w=)

26 Oktober 2005, 15:12:56

Aku sudah di depan sekolahmu. :)

Aku menghela nafas datar dan menyampirkan tas ke pundakku.  Raena menatapku datar, “Semoga berhasil, Chaeri-ya.  Kabari aku besok tentang hasil hari ini”, ucapnya.  Aku tersenyum simpul dan mengacungkan jempol’ku padanya.  “Pasti!!!”

Aku melangkah keluar kelas dan berlari menuju depan gerbang sekolah.  Dia sudah berdiri sambil menyender di samping tembok gerbang.  Dia terlihat sedang menatap langit tanpa ekspresi.  Aishh, apa maksudnya berwajah *sok* melankolis seperti itu? (=A=)

“Hyukjae-ya”, panggilku kencang.  Dia menoleh ke arahku dan melambai pelan sambil tersenyum ramah, senyuman yang selalu dia perlihatkan untukku.  Aku membalasnya dengan tersenyum seadanya.

“Ayoo~cepatlah.  Nanti taman bermainnya keburu tutup, Chaeri-ya”, ucapnya sambil mengacungkan 2 tiket taman bermain terkenal padaku.  Aku hanya mengangguk pelan.  Ya, mungkin memutuskan hubungan dengannya di taman bermain, tak akan membuat hatinya terlalu sakit..

*****

To : Okey_Monkey

16 Mei 2010, 14:30:23

Jagiyaa~ada hadiah yang akan kupersembahkan untukmu. (^w^) Kau pasti suka~

Aku menaruh handphone’ku lagi ke dalam tas.  Soora menatapku penasaran, “Cherry-ah, kau membawa apa?”, tanyanya sambil menunjuk ke kotak makanan yang kubawa.  Aku hanya terkekeh sekilas, “Aniiya, hanya sebuah persembahan dari seorang yeoja untuk kekasihnya tersayang”.😄

O..O..Only for you, Oo..O..Only for you

Sender : Sungmin_Lee

16 Mei 2010, 14:36:56

Jinjja? Aigoo~kau memang the best girlfriend in the world~!!! :* Chu~

Aishh, tadi memakai handphone Kyuhyun, sekarang Handphone Sungmin? (=A=)> Ckckckck~apa pendapatan dari performance Super Junior itu tidak cukup untuk membeli pulsa seharga 10000 won?! (>M<)

Aku menaruh lagi handphone’ku ke dalam tas, dan tak lama kemudian, Super Junior tampil membawakan lagu Boom-Boom.  Argggh~teriakan para ELF ini agak mengganggu, tapi sekaligus membuatku bangga bahwa kenyataannya mereka berteriak riuh untuk pacarku.😄

Tapi, Oh.My.God!!!! “DIA MELAKUKAN HAL ITU LAGI?!”, teriakku tak percaya saat dia membuka bajunya dan memperlihatkannya kepada para ELF yang berteriak riuh. (>M<)

Lee Hyukjae~!!! Aku akan membunuhmu dengan ramuan yang kubuat ini~!!!

*****

“Aaarghhhhh~!!!!”, teriakku berbarengan dengan penumpang lainnya saat kami menaiki string comedy, semacam wahana yang menaikkan kita setinggi-tingginya dan akhirnya menghempaskan kita ke bumi dengan mudahnya.  Arggh, aku benci naik wahana ini, tapi apa boleh buat, aku harus membuat Hyukjae tenang di saat-saat terakhir aku bersamanya. (=A=)

“Lalu, mau naik apalagi?”, tanyanya semangat.  Aku hanya menggeleng pelan sambil memegangi kepalaku yang terasa amat pusing, “Molla.  Terserah kau saja”, ucapku lemas.  Hyukjae menatapku khawatir, “Aigoo~kau pusing?”, tanyanya khawatir.

Aku berdehem kesal, “Aniya”, ucapku bohong.  LEE HYUKJAE, Mana ada orang yang turun dengan keadaan baik-baik saja setelah menaiki wahana string comedy?!  Kaulah yang diluar kewajaran karena masih bisa tertawa kencang tanpa beban. (=3=)

“Kau terlihat pucat, mau istirahat?”, tanyanya lagi.  Aku mengangguk pelan, “Aku ingin duduk saja”,ucapku.  Dia menggumam paham dan menggenggam tanganku, “Kau kuat berjalan?”, tanyanya.  Aku mengangguk, “Tenang saja, aku yeoja yang kuat”, ucapku sambil tersenyum lesu dan melepaskan genggaman tangannya perlahan.

Heii, aku bukannya jahat, hanya saja aku tak ingin memberikannya harapan lagi di detik-detik terakhir kami akan berpisah. (>M<)

Hyukjae hanya mengangguk paham dan berjalan mendahuluiku menuju sebuah bangku yang kosong.  “Kemari”, panggilnya dan menepuk sisi disampingnya.  Aku mengangguk pelan dan berjalan lemas, tapii..hei,segalanya benar-benar berputar dimataku~!! (>M<). Hei, kenapa Hyukjae ada 2 dimataku? (=A=)

Tiba-tiba saja aku merasa badanku menjadi ringan dan tubuhku seakan diangkat, “Kau memang tak pernah mengikuti perkataan orang, Chaeri-ya”, ucap Hyukjae sambil mengangkat tubuhku di pundaknya, seperti orang yang sedang mengangkat karung beras.  (=o=).

Aishh, tak bisakah dia menggendongku seperti ksatria? Kenapa malah seperti tukang beras yang mengangkat karung berasnya? (>M<). Tapi tak urung, jantungku berdetak cepat saat aku berada di dekatnya seperti sekarang. (>///<)

Tak lama kemudian dia menurunkanku di bangku tadi, “wajahmu memerah, Chaeri-ya.  Demam?”, tanyanya lagi.  Aku agak terkejut dan memegang wajahku spontan, aigooo~kenapa wajahku memanas seperti ini?! Ayolah Park Chaeri~jangan berdebar untuknya.

Aku menggeleng cepat, “Aniya, mungkin efek dari string comedy tadi”, ucapku lirih.  Hyukjae menggelengkan kepalanya heran, “Ahh~kalau memang tak kuat naik string comedy, bilanglah padaku.  Jadi kita tak usah naik wahana itu.  Apa artinya jika hanya aku yang tertawa senang tapi kau malah tersiksa seperti ini”, ucapnya sambil memandang ke langit.

Aku hanya tersenyum lirih, “Animida.  Aku hanya ingin membuatmu bahagia hari ini”, ucapku.  Hyukjae berhenti menatap ke langit dan beralih memandangku.  Dia berkata pelan,”Benar-benar seperti mimpi saat semua harapanku berubah menjadi kenyataan”.

Aku menatapnya heran, “Mworago?”, tanyaku.  Dia terkekeh pelan dan mengusap rambutku,”aku juga sudah mencintaimu sejak 2 tahun yang lalu.  Kira-kira semenjak kau sering tiba dan menunggu bus di halte yang sama sepertiku dan Junsu”, ucapnya dengan raut wajah bahagia.

Aku tersenyum miris, Aishhh..2 tahun yang lalu?  Itu memang saat dimana aku mulai menyukai Junsu dan akhirnya malah sering menunggu’nya di halte, tapi tak pernah kusangka bahwa yang menyukaiku malah Hyukjae?  Ya ampun, kenapa jadi rumit seperti ini? (=M=)a

Aku menggeleng pelan sambil memegang keningku, oke..Park Chaeri, mantapkan hatimu!!  Jangan terpengaruh oleh semua omongannya hari ini.  Kau sudah memutuskan untuk memutuskan hubungan dengannya HARI INI.  (>3<).  Aku menghela nafas dalam-dalam, dan berkata pelan, “Hyukjae-ah…”

“Baru kusadari kalau matamu itu bulat, Chaeri-ya”,, ucapnya tiba-tiba dan membuat semua omongan yang ada di otakku langsung buyar seketika.  Kenapa dia harus membicarakan masalah ini?!  Andwae~  kau bisa membicarakan apapun, asal jangan membicarakan tentang hal ini.  “Matamu, namamu, benar-benar seperti Cherry.  Apa itu alasannya kenapa namamu itu Chaeri?”, tanyanya sambil tersenyum simpul.

Semua omongannya sama persis!  Benar-benar sama seperti..APPA.


“Chaeri-ya, kau tahu kenapa Umma dan Appa menamakanmu Chaeri?”

“Molla, Appa.  Memang ada alasannya?”

“Tentu saja, sayang.  Appa menamakanmu Chaeri, karena matamu itu bulat, berbeda dengan orang kebanyakan.  Kau mirip seperti buah Cherry.  Itulah yang membuatmu spesial”.


“Umma~ kenapa Appa tidak bangun? Padahal banyak orang yang datang ke sini untuk menemuinya.  Lihat, Kakek saja datang ke sini. Kenapa Appa belum bangun?”

“Chaeri-ya, Appa dipanggil oleh Tuhan untuk mendampingi Tuhan di surga”.

“Oh ya? Appa hebat, Umma!  Chaeri juga ingin seperti Appa yang dipercaya Tuhan untuk menemaninya”

“Andwae, Chaeri-ya.  Kau harus menemani Umma.  Jangan pernah tinggalkan Umma”


“Chaeri-ya?”, suara itu langsung membuyarkan semua lamunanku.  Begitu aku mengerjapkan mata, yang tampak hanyalah sosok Appa yang menatapku khawatir.  Ahh~bukan, itu bukan Appa, itu adalah Hyukjae, Lee Hyukjae.

“Gwenchana?  Kau menangis.  Apa ada yang sakit?  Mau ke Rumah Sakit?”, tanyanya khawatir sambil memegang keningku.  Aku merasakan mataku kembali memanas dan sepertinya aku menangis lagi.  “Chaeri-ya, katakanlah sesuatu!  Aigoo~aku tak akan pernah membawamu ke taman bermain lagi”,ucapnya dan mulai panik.  Aku makin menangis terisak.  Dia benar-benar mirip Appa, Appa yang meninggal 15 tahun yang lalu.

“Ucapkan itu lagi”, ucapku pelan.  Hyukjae menatapku penasaran, “Hah?”.  Aku membuka mata dan menatapnya dalam,”Cherry.  Ucapkan itu sekali lagi”, isakku dalam tangis.

Hyukjae tampak bingung untuk sejenak tapi detik selanjutnya dia malah tersenyum manis, “Tidak hanya untuk sekali saja, tapi ribuan kalipun akan terus kuucapkan, Cherry-ah.”

Aku makin terisak, rasanya Appa benar-benar ada di sampingku saat ini.  Dia benar-benat mirip Appa.

Mungkin Raena benar, Lee Hyukjae’lah yang membuatku merasakan karma.  Tapi inilah karma yang kuharapkan dari dulu, dan mungkin..inilah kesalahan terindah yang pernah kulakukan.  Ya, kesalahan itu adalah me’nembak’ Lee Hyukjae.

*****

To : Okey_Monkey

16 Mei 2010, 18:15:25

Kau ada jadwal SuKiRa?

Sender : JoongSoo_Park

16 Mei 2010, 18:17:25

Tidak. Kau dimana sekarang?

To : Okey_Monkey

16 Mei 2010, 18:19:55

Di depan toilet.  Kau kemarilah, hadiahku sudah disiapkan dari tadi.

Sender : DongHee_Shin

16 Mei 2010, 18:21:15

Toilet? Hei, temui saja aku di backstage.  Disini tidak ada wartawan.

To : Okey_Monkey

16 Mei 2010, 18:23:15

Shireo!  Kutunggu di toilet~

Sender : Donghae_Lee

16 Mei 2010, 18:25:56

Ne, ara.  Tunggu sebentar~aku ganti baju dulu

Aku menaruh handphone’ku ke dalam tas dan menyenderkan bahuku di dinding ruang toilet.  Aku menghela nafas berat dan menatap kotak bekal yang kubawa, “Hyukjae-ya, aku baik kan?  Aku memintamu bertemu di sini, supaya kau lebih mudah mencari tempat untuk mengeluarkan isi perutmu saat kau merasakan hadiah cinta dariku, jagi”, gumamku pelan dan terkekeh. (=w=)

Kalian pikir, aku yeoja yang jahat? :) . Aissh, ayolah..jujur saja, kalian juga pasti akan melakukan hal gila saat kau sedang cemburu dengan pacarmu kan?  Dan hal gila bagiku adalah dengan mengerjainya seperti ini.  Jadi, aku harap kalian tidak salah paham dengan menganggapku sebagai yeoja gila yang tega meracuni pacarnya. (^w^)d

Aku melirik ke jam tanganku, 7 menit berlalu dari sms’nya yang terakhir.  Tapi dia tak kunjung datang. (=M=)>. Tidak adakah namja yang tepat waktu di dunia ini? (=3=)

Aku mendecak kesal dan akhirnya mengambil handphone’ku lagi, berniat untuk meng’sms’nya. Tapi, …

PATTSS

“KYAAA~~!!”, aku berteriak kencang sambil menutup mata rapat-rapat.  Mati lampu?!  Aigoo~mana ada gedung TV yang mati lampu?!  Arggh, sialann~sialan~sialann~!

Aku membuka mata perlahan dan melirik ke sekitar.  Aigoo~lampu yang padam hanya di sekitar toilet saja?!  Bagaimana bisa?

Di ujung gang toilet, aku bisa melihat cahaya, itu berarti di sana tidak mati lampu kan? (=o=)a Arggh, jangan-jangan ini ulah hantu?!  Andwae~!!  Matilah aku~!!

Aku menggeleng cepat dan menepuk pipiku kencang, “Cherry,jangan bodoh~!! Ayolah~think smart, girls”, ucapku yakin.  Aku melangkah perlahan sambil meraba-raba tembok, aissh..umma, gelap!! (>M<)>

Aku berjalan beberapa langkah sampai akhirnya aku menabrak sesuatu di depanku.  Heh? Apa ini? Pot bunga? (=w=)a

PROK,PROK

Suara tepukan itu terdengar diiringi dengan nyalanya lampu di sekitar toilet.  Aku menghela nafas lega, tapi nafasku langsung tertahan lagi saat aku melihat..Hyukjae berdiri di depanku.  Dan di tangannya menjuntai kalung perak indah berjuntai bandul berbentuk cherry.  Aku masih terpaku menatap kalung itu sampai akhirnya dia berkata pelan, “Happy anniversary”, ucapnya.

Aku mengangkat alis bingung, “Anniversary kita tanggal 19 Oktober, Lee Hyukjae”, ucapku pelan.  Dia mengangguk paham, “Hei~kita merayakan sweet seventeen moment pertama pertemuan kita”, ucapnya santai. Tangannya kini menggoyangkan kalung bandul itu.

Aku makin bingung, “sweet seventeen?”, gumamku.  Hyukjae menatapku tak percaya, “kau tak tahu?”, tanyanya lagi.  Aku mengangguk dengan pandangan blank, tak tahu apa-apa.

Hyukjae menggelengkan kepalanya heran,”Aku kira kau sudah tahu, makanya aku tak pernah memberitahu hal itu padamu”, ucapnya.  Aku malah makin penasaran,”Aishh~ayolah!! Cepat katakan, sweet seventeen apa yang kau maksud!!”, desakku.

Dia akhirnya mundur sejenak dan mengangkat kedua tangannya dengan semangat, “Ummaa~hwaiting!!!  Jangan mau dikalahkan oleh ahjumma itu”, serunya dengan suara cempreng.  Aku mengernyit sejenak, rasanya aku pernah mendengar kata-kata itu.  Tunggu,itu bukannya saat di festival kebudayaan?!

Melihatku yang tidak merespon apapun, Hyukjae mendekatiku dan berbisik pelan, “Bagaimana kabar nenek sihir itu?”.

Aku menganga hebat, “KAUU?!  FIRST KISS ITU..DENGANMU?!”, tanyaku tak percaya.  Dia hanya terkekeh pelan dan mengangguk. “Kaget, nona gulali?”

Aishhh, kenapa aku tak pernah menyadarinya?!  Kesan pertamaku saat melihatnya memang menyiratkan bahwa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya!! (>M<)>. Kenapa aku tak pernah berpikir bahwa Hyukjae adalah pria itu?! Dan parahnya lagi, kenapa aku baru menyadarinya setelah 17 tahun berlalu?! (=o=)a

Aku menggeleng-gelengkan kepala, masih tak percaya.  Sedangkan Hyukjae kembali menunjukkan untaian kalung itu padaku, “Aku mengumpulkan uang untuk membeli kalung ini.  Sampai-sampai aku tak punya uang untuk membeli pulsa”, jelasnya.  Aku mengangguk paham, tapi masih menatapnya curiga, “sampai-sampai tidak bisa membeli pulsa?”, tanyaku.

Dia menggaruk kepalanya pelan, “Yahh~tidak begitu juga.  Tapii, aku hanya membeli pulsa untuk online saja”, jelasnya ragu.

Aku membelalak lebar dan menghembuskan nafas berat, “Haah~arasseo”,ucapku.  Aku kembali menatap kotak bekal yang kubawa, “Ahh~jagiya.  Aku sengaja membuatkan bekal untukmu.  Aku tahu kau pasti capek bukan?  Kau belum makan kan?”, ucapku dengan senyuman termanis yang kupunya.

Dia menatapku dengan pandangan berbinar,”Jinjja?  Kau memang baik, Cherry-ah”, ucapnya terharu.  Aku mengangguk manis, “Apapun akan kulakukan untuk Hyukjae’ku tersayang”, ucapku.  Mata Hyukjae terlihat berair, hahahaha~lihatlah pembalasanku, sayang.  (>W<)d

Hyukjae mengambil kotak bekalku ini dengan semangat, “Boleh kubuka sekarang?”, tanyanya.  Aku mengangguk.  Tapi sesaat sebelum membuka kotak itu, dia berseru pelan,”Aigoo~hampir lupa.  Ini kalungnya”, ucapnya sambil menyerahkan kalung itu.  Aku hendak mengambil kalung itu, sampai saatnya dia malah memanyunkan bibirnya,”Chuuu~”,serunya.

Sontak aku langsung mundur selangkah untuk menghindari bibirnya, “Lee Hyukjae, kau gila!!!”, teriakku padanya.  Dia hanya terkekeh pelan dan kembali menyerahkan kalung itu, “Kau memang selalu punya refleks yang bagus, Cherry-ya”, ucapnya.

Aku mencibir pelan dan mengambil kalung itu dengan waspada.  Setelah kalung itu berada di tanganku, aku membuka bandulnya. Ada 2 inisial yang tertulis di masing-masing sisi bandul itu, huruf C dan E.  Mungkin inisial untuk Chaeri dan Eunhyuk? (==,)d

Mau tidak mau, aku lumayan terharu dengan perlakuannya ini.  Jujur saja, aku bukan tipikal yeoja yang menginginkan hal yang romantis, aku hanya ingin hal yang memang sewajarnya dilakukan oleh kekasih.  Tak usah berlebihan.  Dan bersama dengannya lah, aku merasakan hal ‘sederhana’ tetapi ‘mengejutkan’ ini.

Gomawo,Hyukjae-ah.

Aku kembali menatapnya yang kini sedang menyendok nasi dari kotak bekalku. Ahh, inilah saatnya!!  Satuu~ Duaa~ Tigg…~~

Hyukjae menyuap sendok itu kedalam mulutnya, dan aku langsung menyiapkan senyum mautku.  “Bagaimana,jagi?  Enak?”.

Bisa kulihat wajah Hyukjae memerah dan sepertinya kepulan asap juga mulai keluar dari telinganya.  Hahaha~

Lee Hyukjae, itulah tanda cintaku untukmu. b(^w^)d

*******

8 thoughts on “Diary Of Secret Girlfriend {5th Stories}

  1. chaeri-ssi *noel2 chaeri* sebenarnya yeoja chingu-nya junsu oppa itu aku /plakk *reader gila*
    yaampun oppa demi kalung sampe minjem hp kyumin wkwk
    chaeri: demi kalung atau demi twitter?
    hyukkie: *garuk2 kepala sambil nyengir gaje*
    haha kasian hyukkie oppa, tanda cintanya hot ya oppa? ._.V *maksud?*

  2. ohya satu lagi eonnie, ketinggalan nih komennya .____.
    aku ngakak banget pas yoonri tiba2 sms chaeri, kyknya yoonri punya indera keenam haha *ditoyor yoonri*
    terus ternyata stlh aku perhatiin lagi, hyukkie oppa jg pinjam hp leeteuk, shindong, dan donghae oppa. haduh hyukkie oppa jgn menghancurkan reputasi suju dengan sifat pelitmu itu o.O

  3. baby boooo~~
    kamu kok pelit banget sih?
    Awas aja kalo sampe pelit sama aku juga u.u
    tapi gapapa pelit yang penting tetep sayang sama baby boo :* *peluk baby boo*
    si baby boo romantis lohhh😀
    tapi icha onnie,baby boo ku itu serius ketawa2 abis naik wahananya? Orang naik roller coaster aja sujud2 tobat ga jelas gitu xD /ditendang baby boo

    • Baby boo? (–////–) *merinding sndiri dengernya*
      Hahaha~ panggilannya jd inget lagu g.na sama rain – what I do if I have a lover :3 sweet banget tuh lagunya ^____^

      Hialahhh, iya juga ya? Pas naik roller coaster ama teuki, inget deh gmana dia triak gaje😄
      Tapi pas turun dr roller coasternya, muka dia sok sokan jago gtu😄 hahaha~

      Makasih udh baca ya say🙂

      • kkkkkk~ itu panggilan kesayangan kita berdua .___.
        rapp nya dia yang di all my heart kan buat aku xD /plakk
        aku belum dengeeer,bagus yah onn? ^^
        iyaaaa! muka si baby boo mau ditabok -_-
        mana gitu astagaaaaa *malu sendiri* /tabok hyuk
        iya onnie,aku emang suka baca ff kok,tenang aja semua aku baca perlahan tapi pasti😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s