Diary Of Secret Girlfriend {4th Stories}

Oh, annyeong.

Manager ku bilang, kalian ingin bertemu denganku? Ada perlu apa?  :)

Eh?  Tentang Heechul?

Darimana kalian tahu tentang hubungan kami berdua?

Uhmp, Nara?  Maksud kalian, Kwan Nara?  Yeojachingu Kyuhyun?

Aigoo, baiklah.  Akan kuceritakan tentang kami berdua..

Tapi jangan mengobrol di sini, aku takut ada wartawan yang menguping pembicaraan kita..

Ah, bagaimana jika di kantin saja?  Lagipula aku lapar dan ini juga saatnya makan siang.  :D

Ahh, tenang saja..aku yang traktir kok. ^^

+++++

..16 Mei 2010, Super Junior Comeback  4th Album, Bonamana DAY..

..Nan Neorago, Neorago Naneun, Nan Neorago..

Aku mengambil handphone’ku yang tergeletak di atas meja rias.  Setelah tahu siapa yang mengirim SMS, senyumku langsung terkembang lebar.  Aku segera membalas SMS itu dengan perasaan bahagia yang membuncah.

Sender : *Gege*

16 Mei 2010, 11:23:45

Kyuna-ya, masih ingat padaku?

 

To : *Gege*

16 Mei 2010, 11:24:58

Keurom~!  Malah aku ingin bertanya, “Kau masih ingat padaku?”  XD  Kekekeke

 

Sender :*Gege*

16 Mei 2010, 12:27:05

Kekeke~ :]  Boleh aku minta bantuanmu, Kyuna-ya?

 

To : *Gege*

16 Mei 2010, 11:29:21

Tentu saja~ :]  Sowoneul Malhebwa~😄

 

Sender : *Gege*

16 Mei 2010, 11:31:45

Dasar kau~! :D Datanglah ke MyungSan Park.  Ada sesuatu yang ingin kutitipkan padamu.

 

To : *Gege*

16 Mei 2010, 11:35:35

Oh ya?  Kau ada di Korea?!  Menitipkan sesuatu? Untuk siapa?

 

Sender : *Gege*

16 Mei 2010, 11:37:25

Ya, aku ada di Korea. :] Ada sesuatu yang ingin kutitpkan untuk kekasihmu, Heechul hyung~

+++++

..2 Juli 2007, MyungSan Park, 11.28PM..

Aku masih duduk di bangku taman ini, sendirian.  Ya, benar-benar sendirian, lagipula siapa yang ingin berdiam diri di Taman Kota pada jam segini, pukul setengah duabelas malam?  (T.T)  Entahlah, aku juga tak tahu kenapa aku bisa datang ke sini.  Sepertinya kakiku memiliki pikirannya sendiri dan malah membawaku ke taman ini.

DRRRT..DRRRT..DRRRT..

Aku merasakan handphone di saku jaketku bergetar.  Aku mengambil handphone itu dengan enggan,  dan malah tersenyum perih saat melihat nama pemanggil yang terpampang di layar handphone’ku.

Calling..

~Park JaeYoon~

Aku langsung menekan tombol reject dan menimbang handphone itu dengan hampa.  Hahaha~JaeYoon-ssi, untuk apa kau menelfonku lagi?  Ingin menjelaskan dan mengucapkan berbagai alasan atas semua hal yang terjadi tadi siang?  Aissh, Lee Kyuna, kuatkan hatimu~!

Aku mendongakkan kepala ke atas dan memandang langit gelap tak berbintang.  Benar-benar gelap, sama seperti pikiranku.  Sebisa mungkin aku mencoba untuk tak menangis, tapi percuma..air mataku mengalir tanpa kusadari.  Semuanya terlalu menyakitkan, benar-benar membuatku sesak!  Dan segala hal ini terjadi hanya karena seorang pria bernama Park JaeYoon?

JAEYOON BERENGSEK~!!!!”, teriakku kencang sambil melemparkan handphone’ku jauh-jauh.  Argggh~benar-benar suatu keputusan yang salah untuk kembali ke Korea!!  Seharusnya aku tetap tinggal di Rusia dan menjalani kehidupan sebagai model.  Bukannya malah kembali ke Korea dan bertemu dengan pacar’ku yang telah memiliki istri dan bahkan memiliki ANAK?!

Aku langsung menundukkan kepala dalam-dalam dan menangis terisak.  Aku mengutuk kebodohanku sendiri.  Lee Kyuna, kau TOLOL!!  Mana mungkin ada seorang pria yang mau menunggu pacarnya yang berkarir di luar negeri selama 5 tahun?!  STUPID!!!

“Ini milikmu?”, tanya sebuah suara.  Aku langsung mengangkat kepala dan melihat seorang pria yang…cantik?  Aishh, tidak, bukan cantik layaknya wanita, tapi..entahlah, wajahnya itu benar-benar akan membuat orang-orang akan segera menilai bahwa pria ini CANTIK.  Aku sendiri tak tahu mengapa dia terlihat amat CANTIK.  (T.T)

Aku melirik ke tangannya yang masih terulur ke arahku.  Di tangannya, terdapat handphone’ku yang telah terpisah menjadi beberapa bagian.  “Milikmu?”, tanyanya lagi dengan suara dingin.  Aku menatapnya datar, “Bukan milikku”, balasku.  Aku tak ingin melihat handphone itu lagi, karena di dalam handphone itu terdapat nomor dan SMS dari JaeYoon sejak 5 tahun lalu.  Tapii, arggh..PERCUMA, Toh aku ingat nomor handphone’nya di luar kepala.

Pria ini mengangkat bahu ringan, “Oh~”, ucapnya santai dan beranjak menjauhiku.  Aku menatapnya penasaran dan mengikuti arahnya berjalan, tapi..kenapa dia berjalan menuju TEMPAT SAMPAH?!  Kini tangannya terangkat dan malah menJATUHkan handphone’ku?!

“STOPPPP~!!”, cegahku sambil berlari ke arahnya.  Tapi..

PLUKKK~

Handphone’ku mendarat dengan mulus di dalam tempat sampah.

Aku menatap pria itu dengan ganas, “KENAPA KAU MEMBUANGNYA?!”, teriakku kencang.  Dia menatapku tak acuh, “Ya~!  Bukankah tadi kau bilang bahwa handphone itu bukan milikmu?  Jadi wajar saja jika aku membuangnya kan?”, ucapnya santai.  Aku mendengus sebal, “AMBIL KEMBALI!!”, sentakku sambil menunjuk ke arah tempat sampah.

Dia mengangkat alisnya heran, “Bukan urusanku.  Aku hanya membuang sampah ke tempatnya, dan jika kau terus-terusan berisik seperti ini, mungkin selanjutnya..aku juga akan membuangmu, nona”, ucapnya sengit dan agak membuatku gentar.  “Lagipula, mana ada perempuan baik-baik yang diam di taman kota pada jam segini?  Betul begitu, nona?”, tanyanya sambil menatapku rendah.

Aku membelalakkan mata lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang dia katakan.  Oke, aku tak akan ambil pusing atas kesalahannya membuang handphone’ku, tapi kini..dia bilang bahwa aku bukan perempuan baik-baik?  Tidak, itu sudah keterlaluan~!!

“KAUUU~!!!”, sentakku sambil mendekatinya dengan beringas dan segera menjambak rambutnya dengan kasar.  Argggh, hari yang menyebalkan!!  Tadi siang adalah masalahku dengan JaeYoon, dan kini malah harus berurusan dengan pria gila ini?!!  Hari yang paling buruk di hidupkuuuu~!

Pria ini shock sejenak tapi tak lama kemudian, dia malah balas menjambak rambutku. “YA!  Jangan kau kira kau adalah perempuan, makanya aku tak berani membalasmu!!”, serunya di sela-sela adegan jambak menjambak kami.  Jadi, kini kami berdua malah saling jambak. (==)a   “PRIA GILAAA!!!”, teriakku kencang dan makin menjambak rambutnya dengan kasar.  Dia menatapku sengit dan malah mencekik leherku, “PEREMPUAN ABNORMAL”, teriaknya.

“HYUNG~apa yang kau lakukan?!”, seru sebuah suara di sebelah kami.  Aku menoleh sekilas dan melihat seorang pria sedang membawa sebuah kantong plastik yang berlabel suatu restoran fast food terkenal.  Aku memicingkan mata saat melihatnya, tunggu…aku sepertinya mengenal pria ini.  Bukankah dia adalah..”Hangeng?”, ucapku lirih.

Pria itu juga memperhatikanku tajam, “Lee Kyuna?”, tanyanya memastikan.  Senyumku langsung terkembang, “YA!!  Aku Kyuna~!”, ucapku senang.  Ternyata dia masih mengingatku~!! :]

Pria gila ini mengendurkan tangannya dari leherku dan menatap kami heran, “Kalian..saling kenal?”.

++++

“Model?”, tanyanya heran.  Hangeng hanya mengangguk meyakinkan, “Ya, dulu kami pernah tampil bersama untuk sebuah brand di China.  Dia juga terkenal di China”, ucapnya.  Aku hanya diam mendengarkan sambil membersihkan handphone’ku yang kini telah berbau ‘busuk’ karena ulah pria gila itu.

Arggghh~handphone’ku!!  Malangnya nasibmu.. (T.T)

“Kyuna”, panggil Hangeng pelan.  Aku mengangkat wajah dan melihatnya menyodorkan sebuah hamburger padaku, “Mau?”, tanyanya.  Aku menatap hamburger itu ragu, “Keundae..”

“Jangan sok baik.  Makan saja”, ucap pria gila itu dan beranjak berdiri dari kursinya menuju mobil yang terparkir di luar taman.  Aku menatapnya kesal, “Ya~!  Dasar kau..”

“Ssshh, sudahlah, Kyuna.  Dia memang seperti itu”, sela Hangeng dan menyerahkan hamburger itu ke tanganku.  Aku hanya bisa mencoba menahan emosiku dan kembali menatap hamburger itu, “Thanks”, ucapku akhirnya.  Hangeng hanya mengangkat bahu’nya, “Katakan hal itu padanya, karena dia yang menyuruhku memberikan hamburger itu padamu”, katanya.

Aku membelalak heran saat melihat Hangeng mengeluarkan hamburger lainnya dan mulai memakannya, “Hah?  Ini pemberiannya?”, tanyaku.  Hangeng mengangguk singkat, “Yaa~begitulah”.  Aku langsung mendengus kesal dan kembali menaruh hamburger itu, “HAH~!  Tidak perlu berbaik hati padaku.  Katakan hal itu padanya”, ucapku pada Hangeng.

Hangeng hanya tersenyum tipis dan kembali mengunyah hamburger’nya, “Kau masih belum berubah”, jawabnya.  “Tetap menjadi seorang Lee Kyuna yang sinis”, lanjutnya.  Aku menatapnya ganas, “Kau sudah tak sayang pada nyawamu lagi, Tuan Hangeng?”, tanyaku sinis.  Dia tersenyum lagi.  Argggh, senyumannya tetap maniss.  Sama seperti dulu, saat kami pertama kali bertemu di China. (><)

DDIIINN, DDINNN, DDINN

“Hankyung-a, palliwa!!  Aku ingin segera pulang”, ucap pria gila itu pada Hangeng.  Hangeng mengangguk singkat dan beranjak berdiri dari bangku, “Mau kuantar ke rumah?”, tanyanya.  Aku menggeleng cepat, “Tidak usah, aku tak ingin merepotkanmu.  Lagipula aku tak ingin melihat wajah pria gila itu.”, ucapku.

+++++

Aku mengedarkan pandanganku ke sekitar, berusaha mencari Hangeng.  Tapi suasana taman ini cukup ramai sehingga agak sulit untuk menemukannya.  “Hei”, sapa sebuah suara sambil menepuk bahuku dari belakang.  Aku menoleh dan ternyata benar..Hangeng!  Dia menyamar memakai jaket tebal, topi baseball dan kacamata baca yang amat tebal, penampilannya kali ini benar-benar persis seperti pedagang China.😄.

“Oh, Hai.  Maaf aku terlambat”, ucapku.  Dia hanya tersenyum dan menggeleng singkat, “Gwenchana.  Aku juga baru sampai”, katanya.  Dia menunjuk ke bangku taman yang kebetulan sedang kosong, “Bagaimana jika duduk di sana saja?”, tanyanya.  Aku bergumam mengiyakan ajakannya.

“Jadi, apa yang mau kau titipkan?”, tanyaku to the point saat kami sudah duduk di bangku ini. Aku mulai gelisah karena 1jam lagi aku harus segera ke SBS Studio untuk menonton Konser’nya bersama dengan teman-temanku yang lain.   Dia mulai membuka tas’nya dan mengeluarkan sebuah kotak mungil, “Ini.  Tolong berikan ini padanya”, tambahnya.  Aku menerima kotak itu dengan ragu, “Tapi, Hangeng..kurasa akan lebih baik jika kau yang memberikannya langsung padanya.  Dia juga rindu padamu”, jelasku.

Hangeng menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan berat, “Kyuna, tolong.  Jangan membuat pendirianku goyah lagi, jebal.  Kau tahu, sangat sulit bagiku untuk membuat keputusan seperti sekarang ini”, jelasnya.  Aku mengangguk pelan, “Ara, kau punya hak, Hangeng.  Dan kuyakin, mereka juga pasti mengerti tentang keputusanmu ini”, ucapku lirih, tanganku masih menggenggam kotak mungil ini dengan erat.  Mencoba untuk tak menangis.   Hangeng telah kuanggap sebagai sahabat sekaligus kakak bagiku, jadi rasa sakitku mungkin sama seperti rasa sakit para member SuJu lainnya.

“Mereka?  Siapa?”, tanyanya sambil tersenyum miris.  Aku menatapnya dalam, “Mereka, 12 saudaramu, dan semua orang yang merasa bahwa kau adalah hal terpenting bagi 12 orang itu”.

Hangeng mengangguk singkat dan malah  mendongakkan kepalanya ke langit,”Ahh~sudah waktunya.  Pesawatku akan take off sebentar lagi”, jelasnya dan berdiri dari kursi.  Aku masih duduk sambil menatap kotak mungil itu.  “Hangeng”, panggilku pelan.  Dia menatapku lagi, “Ya?”.

“Dia akan selalu mendoakanmu.  Aku yakin itu”, ucapku sambil mengangkat kotak pemberiannya barusan. “Karena baginya, kau lebih berharga dibandingkan aku”.

++++

Aku membuka kunci pintu hotel dan segera melempar tas sembarangan.  Aku membuka mantel’ku dan menyampirkannya di kursi, bukannya di hanger coat.  Ahh, entahlah..aku benar-benar capek!!

DDDRRRTTT, DRRRTTT, DDDRRRTTT

Handphone’ku lagi-lagi bergetar.  Aku mengambilnya dengan malas dan membuka flip handphone’ku.  1 SMS.

Sender : ~Park JaeYoon~

Today, 00:30:55

Jangan marah padaku.  Kau tahu?  Aku benar-benar masih mencintaimu.

Aku terkekeh dan mendengus pelan.  Seorang pria beristri dan telah memiliki anak, mengatakan bahwa dia cinta padaku?  Arggh, rasanya menjijikkan.  Dibandingkan dengan rasa kecewa dan sedih yang kurasakan tadi, aku lebih merasa muak dan kasihan dengan istri JaeYoon.  Apakah istrinya tahu bahwa suaminya kini sedang mengatakan cinta kepada wanita lain?   Andwae, Kyuna-ya!!  Bangun~wake Up!  U’r strong!!  JaeYoon bukan akhir dari segalanya!!

Aku mengangguk yakin dan menatap handphoneku dengan mantap.  Ya, inilah waktunya untuk memulai hidup baru.  Dan cara pertama adalah dengan membuang segala kenanganku yang ada dalam handphone ini, membuang semua foto, video dan semua SMS darinya yang masih kusimpan semenjak beberapa tahun yang lalu.  Yes, Kyuna~Thats Right!!

Aku keluar dari kamar menuju balkon hotel yang menghadap langsung ke kolam renang.  Aku menghirup nafas dalam-dalam sambil memandang lurus ke kolam renang yang kini gelap gulita.  Oke, Kyuna~Inilah saatnya!! Aku mengambil ancang-ancang untuk melemparkan handphone ini, “Semoga handphone ini hancur berkeping-keping!!!  Amin”, ucapku sebelum melemparkan handphone.  “Oke, Kyuna.  Satuu..Duaaa..Ti..Gaaaaaaa~”

SYUUUUNGGG!

Aku mendengar desingan angin yang membawa pergi handphone’ku yang masih terbang di udara.  Aku tersenyum puas dan menghela nafas lega.  Lee Kyuna, kehidupan barumu yang penuh dengan keceriaan akan segera dimulai.  Welcome, my wonderfull life!!

PLETAAAKK!

Aku mendengar suara itu samar-samar diiringi dengan teriakan kencang, “HANDPHONE INI LAGI?”.  Aku memicingkan mata ke arah sumber suara itu, kini dia malah sedang mengutak-atik handphone’ku sehingga otomatis cahaya dari layar handphone’ku pun ikut menerangi wajahnya.  Dan, benar saja..Orang itu adalah PRIA GILA YANG KUTEMUI BARUSAN!!!

+++++

“Membuang handphone itu hobimu?”, tanyanya sinis.  Aku hanya menunduk segan dan akhirnya meminta maaf pelan, “Mianhae”.   Dia hanya mendengus kesal tetapi segera mengembalikan handphone’ku, “Ini, ambillah!  Aku ingin tidur sekarang juga”, ucapnya.   Aku mengangkat alis heran mendengar ucapannya, “Kau..juga menginap di hotel ini?  Tapi..tadi Hangeng bilang..”, ucapku terbata. Mengapa bisa ada kebetulan seperti ini lagi?  Arghh, kemana perginya kehidupan ceria yang kurencanakan tadi? (><)

Dia hanya menatapku datar dan segera menunjuk ke satu arah.  Mataku mengikuti arahannya dan berhenti di sebuah poster besar yang bertuliskan, “FAN MEETING WITH SUPER JUNIOR“.     Aku balik memandangnya bingung, “So? There’s anything important?”, tanyaku heran.  Memang apa hubungannya dengan Super Junior?  Lagipula..Super Junior itu apa?  Seumur hidup, aku hanya tahu SuperMan, Superfamily, atau Super super lainnya.  Baru kali ini aku mendengar nama Super Junior.  (=o=)

Dia membelalak tak percaya, “Kau..tak tahu SuJu?”, tanyanya seperti menanyakan ‘Kau tak tahu bahwa Leonardo Di Caprio itu sangat tampan?‘.  Aku mengangguk yakin, “SuJu? Apakah itu sama dengan SoJu?”, tanyaku lagi.  Dia makin terlihat bingung, “Kau tak tahu Don’t Don?”, tanyanya sambil menari aneh, yang terlihat seperti tarian gorila. (==,)   Aku menggeleng tegas, “Tidak, sama sekali tidak”, ucapku.  Dia seperti terlihat amat shock dengan pengakuanku barusan.  Tapi, HEI, aku tinggal di Rusia selama 5 tahun, wajar kan bila aku buta mengenai Korea?

Tapi pria ini langsung menarik tanganku menuju ke elevator dengan kalap, “Ayo ikut aku!”.  Aku hanya shock dengan tindakannya ini, “Hei, bodoh!! Lepaskan!!!!”, ucapku sambil berusaha melepaskan tangannya.  Dia terlihat tak perduli dan masih menggenggam tanganku hingga akhirnya kami ada di depan sebuah kamar.

Nomor 1052

+++++

Aku melirik jam tanganku, pukul 13.55 dan pintu studio ini masih belum dibuka.  Arggh, sumpah!  Aku pegal berdiri seperti ini!! (~.~). Jika bukan karena teman-temanku yang memaksaku untuk menonton Heechul, dan jika bukan karena kotak yang dititipkan oleh Hangeng, aku sama sekali tak ingin berdesak-desakan untuk menontonnya. :p

Hingga akhirnya Sangmi memberitahu kami bahwa mereka ber-10 menunggu kami di lobby utama.  Aku membelalak heran, “Lobby utama? Aishh, mereka ingin diserbu oleh wartawan ya?”, ucapku sambil membenarkan syal yang melingkar di leherku.  Sangmi hanya tersenyum simpul sambil menarik tanganku, “Palliwa, Lee Kyuna”, ucapnya semangat dan aku hanya pasrah mengikutinya.

Beberapa saat kemudian, kami bersembilan telah sampai di lobby utama.  Aku mengedarkan pandangan ke sekitar, tetapi tak ada tanda-tanda seorang Kim Heechul berada.  Tapi tak lama kemudian, aku merasa ada seorang wanita yang memperhatikanku lekat-lekat, sepertinya dia mengawasiku.  Aigoo, siapa itu?  Jangan bilang kalau dia adalah wartawan yang mengetahui hubunganku dengan Heechul?!  Andwaeeee~

Aku menggenggam tangan Cherry erat dan dia terlihat terkejut, “Kyuna Onnie, Waegurae?”, tanyanya heran saat melihatku yang agak ketakutan.  Aku langsung berbisik pelan, “Sembunyikan aku, Cherry-a!  Palli~”, ucapku panik.  Cherry menyenggol lengan Nari dan berbisik, “Kyuna Onnie kenapa?”, tanyanya polos.

Aku makin gugup saat wanita itu mendekati kami, langkahnya benar-benar pasti, seakan-akan dia sudah tahu bahwa akulah Lee Kyuna, yeojachingu Kim Heechul.  Andwae~ Andwae~ aku masih punya banyak kontrak di Rusia!!  Tapi percuma, kini dia telah berdiri di depanku dengan anggun dan kacamata hitam tipisnya malah makin membuatnya terlihat meyakinkan.  Arggh, matilah aku~!!  “Bukan!!  Aku bukan yeojachingu Kim Heechul!! Kalian salah orang!”, ucapku cepat dan membuat teman-temanku yang lain terkejut.

Hah?  Apa yang kukatakan barusan?!!

Wanita ini mengangkat tangannya dan aku langsung memejamkan mata pasrah.  Arggh, apapun yang terjadi, terjadilah!  “Kau mau membuat semua orang tau hubungan kita?”, ucap suara itu.  Hah? Tunggu, aku kenal suara itu.  Amat sangat kenal!!  Aku membuka mata perlahan dan menyadari bahwa semua temanku masih terlihat shock dengan wanita ini.  Ahh, tidak..bukan wanita, tapi KIM HEECHUL!!

“Oppaaa?!”, teriak temanku yang lain dengan histeris.  “Neomu yeoppoda, Oppa~!!”, desis Soora sambil memperhatikan Heechul yang memakai rok mini dan jaket jeans.  Semua temanku juga mengatakan hal yang sama, hanya aku yang masih diam, shock!  Ini..pacarku?! Heechul hanya tersenyum simpul pada mereka dan berjalan mendekatiku kemudian kembali berbalik, “Yeorobun, Kim Heesica melawan Lee Kyuna, siapa yang lebih cantik?”, tanyanya. Mereka langsung menjawab kompak, “Heesica Onnieee~!”

Aku langsung down!  Aku, Lee Kyuna, seorang model internasional, dikalahkan oleh seorang wanita gadungan yang ternyata adalah pacarku?   Mungkin benar, aku memang tak seharusnya kembali ke Korea. (T.T)

+++++

Dia membuka pintu kamar dengan tergesa dan segera masuk ke dalamnya, sedangkan aku masih berdiri mematung di luar kamar.  Beberapa saat kemudian, dia menengok kepadaku lagi, “Ayo masuk!!l, sentaknya.  Aku menggeleng, “Shireo!!  Kau mau apa? Jangan mentang-mentang aku lama tinggal di Rusia, jadi kau kira aku adalah wanita bebas!”, ucapku sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dada.

Dia menggelengkan kepalanya sebal, “arggh, sudahlah!  Masuk saja!”, ucapnya sambil menarik tanganku dengan kuat.  Aigoo, kenapa wajah kemayu ini memilik tenaga sekuat itu?  “Arggh. Lepaskan!! Jangan perkosa a…”, ucapanku langsung terhenti saat melihat ada banyak pria bergelimpangan di tengah kamar.  Apa-apaan ini?!

Selama aku masih diterpa rasa bingung, dia malah mendekati seorang pria yang sedang tertidur, “Teuki-ah!!  Bangun~!”, ucapnya, sedangkan yang disentak hanya mengerang pelan, “Ahh~keurae, ayam panggang memang sangat enak!  Aku mau tambah lagi, ahjusshi”, gumamnya.  Sepertinya dia mengigau. (==,)

Dia mendecak kesal dan kemudian beralih ke pria lainnya, “Hyukjae-ya!!  Bangun~”, ucapnya dan ditambah dengan menendang tubuhnya pelan.  Aku hanya mengernyit melihatnya, begitukah cara membangunkan seseorang di Korea? Dengan menendangnya? (=o=)

Pria ini akhirnya mengerjapkan matanya perlahan, “Ahh~hyung, wae?”, tanyanya malas.  Pria gila ini menunjukku tegas, “Dia tidak tahu super junior” ucapnya.  Aku makin bingung, Memangnya apa Super Junior itu? Sampai-sampai aku harus mengetahuinya? Apa itu adalah nama kaisar atau perdana menteri yang baru?! :p

“Uhmm~Super Junior itu terdiri dari 13member, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Kangin, Yesung, Shindong, Sungmin, dan pria yang sangat tampan juga mempesona yang membuat hati wanita langsung luluh, Lee Hyukjae.  Ada 5 member lagi, dan itu akan dijelaskan oleh Heechul hyung”, gumamnya dan menunjuk ke arah pria gila ini, kemudian dia kembali tertidur.  Arggh, sebenarnya ada apa ini?!  Apa Super Junior itu?!

“Heechul-ssi, apa lagi sekarang?”, tanyaku pelan saat dia kembali mencoba membangunkan pria lainnya.  Oke, sekarang aku tahu bahwa namanya adalah Heechul, dan itu merupakan 1 kemajuan besar, menurutku.  Aku menatapnya datar, “Sudahlah, Heechul-ssi.  Aku akan kembali ke kamar dan segera mencari arti Super Junior di internet.  Aku mengantuk”, lanjutku dan segera keluar kamar tanpa menunggu jawaban darinya.  Lagipula, apa gunanya untukku mengetahui arti Super Junior? :p

Aku keluar kamar dan melangkah lemas, aku benar-benar lelah!  Aku seakan tak memiliki tenaga lagi, bahkan untuk melangkah.  Dan aku baru sadar bahwa aku belum makan dari tadi siang, semenjak aku tiba di Korea.  Arggh, dimana lift’nya? Kenapa rasanya lift ini sangat jauh?  Tuhan, tolong aku~ aku hanya ingin tidur!!!

“Nona, kau sendirian?”, tanya seorang pria padaku.  Dia memegang sebotol minuman beralkohol dan aku bisa merasakan aroma khas minuman keras langsung tercium dari mulutnya.  Dia makin mendekatiku dengan langkah oleng, “Mau temani aku melewati malam ini?”, tanyanya.  Aku merasa jijik dan berniat untuk segera kembali ke kamar Heechul, setidaknya aku bisa melarikan diri.

Tapi rasanya langkahku ini terlalu berat, kepalaku sangat pusing.  Aku bisa merasakan tanganku dicengkeram olehnya, dan dia mendorong tubuhku ke dinding. Aku kalut dan mengedarkan pandangan ke sekitar, berharap ada orang yang lewat ke lorong ini, tapi arggh..mana ada orang yang keluar kamar di dini hari seperti sekarang??  Mataku melihat ke setiap penjuru lorong, mencoba menemukan kamera pengawas tapi hasilnya NIHIL.  Tak ada satupun kamera pengawas di sini!

Aku mencoba berontak dan mendorong tubuhnya, tapi percuma!  Kini dia malah menciumi leherku dan tangannya mulai menggerayangi tubuhku, TIDAK!  Hentikan semua ini!!!  Tuhan, jika kau masih menyayangiku, tolong aku, Tuhan!!

“BRENGSEK!”, teriak sebuah suara dan kini pria itu telah tumbang di hadapanku.  Aku shock saat melihat mulut pria itu mengeluarkan darah segar dan melihat Heechul menatapnya beringas, seakan mau membunuhnya.  Heechul menyerang pria itu lagi, bahkan kini lebih parah dari sebelumnya, serangannya makin keras sedangkan pria itu tak bisa melawan banyak.

“Heechul-ssi, hentikan!!”, ucapku lirih.  Heechul sepertinya tak mendengar dan masih menyerang pria itu dengan membabi buta, “HEECHUL-SSI HENTIKAN!”, teriakku akhirnya.  Dia menghentikan gerakannya dan pria itu dengan secepat kilat langsung pergi saat menyadari kesempatan yang diberikan Heechul.

Aku masih diam, tubuhku menggigil dan bibirku bergetar.  Semua itu seperti mimpi buruk!  Tanganku meraba pundakku dan baru kusadari bahwa bajuku telah robek dari bagian dada hingga ke bawah.  Aku berusaha menutupinya dari pandangan Heechul tapi terlambat, dia sudah menyadarinya duluan.  “Tolong berbaliklah”, ucapku pelan.  Heechul mengernyitkan alisnya heran, “Wae? Kau tahu, aku biasa melihat turis yang berpakaian minim lebih daripada keadaanmu sekarang”, ucapnya santai. “Lagipula, bukankah kau model?”

Aku menatapnya tak percaya, kemana perginya pria gagah yang menolongku tadi?  Kenapa dia telah berubah menjadi pria menyebalkan ini lagi?! “Ahh~ya, kau benar”, ucapku lirih dan akhirnya berusaha untuk tak mempedulikan keadaan bajuku ini.  Tapi sesaat kemudian, dia malah melepaskan bajunya dan melemparkannya padaku, “Setelah kupikir-pikir, kau berbeda dengan turis yang sering kulihat”, ucapnya dan memalingkan wajahnya.  Aku menerima kaus itu dan tersenyum samar, “Gomawo”, kataku.  Dia hanya mengangguk dan mengelus kepalanya bingung, “Cepatlah pakai!!”, serunya.

Aku mengangguk dan memakai baju itu, setelah kupakai..benar-benar terasa aman dan hangat.  Aku baru tahu bahwa baju sesederhana ini bisa membawa perasaan nyaman seperti ini.  “Heechul-ssi, jeongmal kamsahamnida”, ucapku lagi.  Dia hanya mengangguk dan tersenyum simpul.  Yaa~senyumannya kali ini benar-benar berbeda, dia terlihat tampan tanpa ada kesan cantik sedikitpun.  Bagaimana bisa seseorang terlihat berbeda di dua waktu?

“Kau pasti utusan Tuhan yang ditakdirkan untuk menolongku, Heechul-ssi”, ucapku dan tiba-tiba senyuman di wajahnya langsung menghilang.  “Tuhan?”, tanyanya lebih pada diri sendiri dan kini malah mendengus kesal, “Aku adalah diriku.  Tak ada siapapun yang mengutusku kesini, bahkan Tuhan sekalipun tak memiliki hak untuk menyuruhku”, ucapnya tegas dan membuatku heran, “Pardon?”, tanyaku heran.

“Aku atheis”, ucapnya singkat dan membuatku shock sejenak, “Oh, mian”, sahutku.  Aku langsung merasa canggung, karena inilah kali pertama aku berhadapan dengan seorang yang atheis sedangkan aku dididik di keluarga taat beragama.  Tapi Heechul langsung mendekatiku dan berjongkok di depanku, “Biarpun aku atheis, tapi kau tak perlu takut.  Setidaknya sikapku masih lebih baik dibandingkan dengan pria barusan”, ucapnya dan mengelus rambutku.  Dia tersenyum lagi, dan senyuman itu membuatku makin berdebar.

“Ahh~ne.  Arasseo.  Aku sudah tahu”, jawabku.  Dia mengangguk dan berdiri, “Ahh~untung saja aku kemari, jika tidak..kau tak akan beruntung, Kyuna-ssi”, ucapnya, dan itulah kali pertama aku mendengar namaku diucapkan olehnya.  Oke, aku suka suaranya saat menyebut namaku, amat sangat suka.

Dia menatapku lagi, “Lain kali, kau tak usah berharap pada Tuhan untuk meminta bantuan.  Tuhan itu berada di tempat yang jauh, dia tak akan mendengar suaramu.  Lagipula dia juga terlalu sibuk mengurusi semua orang yang ada di dunia ini”, ucapnya santai dan membuatku terkekeh pelan.  “Kau hanya perlu memanggilku”, lanjutnya.  Kekehanku langsung terhenti, “Hah?”

Dia mengangguk meyakinkan, “Ya~aku tak punya siapapun untuk diurusi, tidak seperti Tuhan yang selalu sibuk.  Dan oleh karena itu..”, ucapannya menggantung dan bisa kulihat tangannya merogoh saku celananya dan kini dia mengeluarkan handphone, “Aku harus punya nomor handphone’mu supaya aku bisa mendengar suaramu saat meminta pertolongan atau sedang berharap sesuatu”, lanjutnya.

Aku hanya tersenyum simpul dan menonjok bahunya pelan, “Bilang saja kalau kau ingin tahu nomor handphone’ku”, ucapku senang dan dia hanya terkekeh pelan.

Mungkinkah ini awal dari my wonderful life?  I don’t know, but I still believe this is the start for something new.  Eventhough I don’t know it will be happy ending or sad ending.  And someone who bring me to the new world is Heechul. Hahaha~ :]

+++++

Aku melangkah ke luar studio dengan selamat setelah sebelumnya harus berdesak-desakan dengan ratusan ELF di dalam sana.  Arggh, Kim Heechul sialan, kau membuatku ingin meninju setiap yeoja yang berteriak riuh padamu.  Oke, jujur saja, Aku cemburuuuu~!!!  Baru kali ini aku melihat penampilannya secara langsung dan ternyata teriakan ELF untuknya lebih riuh dibandingkan dengan teriakan yang sering kudengar di TV. (>^<)

..Nan Neorago, Neorago naneun..


Sender : *Wonderfull*

16 Mei 2010, 18:22:45

Kau mau memberikan apa?  Tadi kau bilang ingin memberikan sesuatu, bukan?

 

To : *Wonderfull*

16 Mei 2010, 11:23:45

Yapp~ kutunggu di mobil.

 

Sender : *Wonderfull*

16 Mei 2010, 11:23:45

Kau bawa mobil?  Asyikk~biarkan aku yang menyetir, aku sudah punya SIM sekarang.😄

 

To : *Wonderfull*

16 Mei 2010, 11:23:45

Terserah.  Cepatlah kemari. :]

 

Aku menaruh handphone’ku ke dalam tas dan mengucapkan salam perpisahan ke teman-temanku yang lain.  Mereka sepertinya juga sudah punya janji dengan pacar masing-masing.

Aku membuka kunci mobil dan segera masuk ke dalam mobil.  Setelah menyalakan mesin dan menyenderkan tubuh ke kursi, aku menghela nafas dalam dan mengambil kotak itu dari dalam tas.  Kotak berwarna coklat itu benar-benar membuatku penasaran, sebenarnya apa yang disiapkan Hangeng untuknya?  Apakah hadiah yang spesial?

TOKK, TOOKK, TOKK

Aku menoleh dan melihat pria berkacamata sedang mengetuk jendela mobilku.  Aku membuka kunci dan dia segera masuk ke dalam mobil, “Ahh~”, erangnya lega saat bahunya telah menyentuh kursi mobil.  Sepertinya dia amat lelah.  Aku menyodorkan air mineral padanya dan dia menerimanya dengan bahagia seakan-akan menemukan oasis di gurun sahara.

“Ahhh~rasanya waktu sorry-sorry, aku tidak pernah secapek ini”, ucapnya setelah menghabiskan air mineralku.  Aku tertawa ringan, “Oppa, di sorry-sorry kau hanya tampil di detik-detik terakhir.  Sekarang kan kau tampil dari awal sampai akhir”, ucapku dan menyerahkan beberapa helai tissu padanya.  Dia mengambilnya dan menyeka keringat di dahinya, “Atau mungkin itu karena umur Oppa yang masuk ke batas usia non produktif?”, ucapku menggodanya.  Dia langsung mendelik ke arahku, “Aku akan selalu muda, Lee Kyuna”.

Aku mengangguk paham, “Ya, ya, ya.  Kim Heechul akan selalu terlihat muda dan tampan”, ucapku berbasa basi.  Dia terlihat tersenyum puas, tetapi akhirnya dia terlihat antusias, “Ahh~hampir lupa!  Sebenarny apa yang mau kau berikan padaku?”, tanyanya semangat.  Aku mengangkat kotak mungil berwana coklat itu, “Ini”, ucapku dan menyerahkan kotak itu.

Dia langsung tersenyum sumringah, “Jinjja?  Ini hadiah darimu?”, tanyanya senang.  Aku menggeleng lemah, “Dari Hangeng”, ucapku pelan dan senyumannya kini telah hilang, berganti dengan pandangan kekecewaan yang dalam. “Ohh, dari dia?”, tanyanya lirih.

Aku mengangguk prihatin.  “Kenapa dia tidak memberikannya langsung?”, tanyanya lagi.  Aku menunduk segan, “Dia bilang pesawatnya akan lepas landas sebentar lagi dan dia hanya sempat menghubungiku”, jawabku.  Heechul mengangguk singkat dan kembali memperhatikan kotak itu dengan dalam, dan jujur saja..itu membuatku cemburu!

Sebenarnya ada 1 hal yang ingin kutanyakan dari dulu. Tapi entah boleh kukatakan sekarang atau tidak.  Keundae, argghhh..aku bisa makin penasarn jika tak kutanyakan sekarang! “Oppa”, panggilku pelan.  Dia menoleh lemah, “Hmm?”.

“Sebenarnya, kau lebih sayang siapa? Aku atau Hangeng?”, tanyaku akhirnya.  Dia terlihat bingung sejenak, “Kyuna-ya, sejak kapan kau jadi kekanakan seperti ini?”, tanyanya.  Aku menatapnya tajam, “Jawab saja pertanyaanku, Oppa”, desakku.

Dia hanya menghel nafas dan segera mengeluarkan dompetnya dari dalam saku, “Ini, periksalah sendiri dan kau akan tahu jawabannya”, ucapnya.  Aku menerima dompet itu dengan bingung dan membukanya perlahan, foto Heechul dengan Hangeng saat sedang berpesta langsung menyambut mataku.  Aku tersenyum getir, jadi inikah jawabannya?  Selama ini, aku bahkan tak lebih berharga dibandingkan Hangeng?

“Lihat tulisan dibelakang foto itu”,ucapnya.  Aku mengikuti ucapannya dan mengeluarkan foto itu dari dalam dompet.  Betapa kagetnya aku saat melihat bahwa di bawah foto itu masih ada fotoku saat menjadi model di satu majalah Rusia.  Aku menatap Heechul bingung, “Inii..”

“Lihat saja bagian belakang dari dua foto itu”, ucapnya pelan tanpa menatap ke arahku.  Aku mengeluarkan fotoku juga dan kini 2 foto itu sudah ada di tanganku.  Aku membalik foto Hangeng dan Heechul terlebih dahulu, ada sebaris tulisan di belakangnya

..He’s my everything.  I don’t need anybody, just him and everything will be okay..”

Aku menghela nafas pelan, ohh..sebegitukah berharganya Hangeng untuk Heechul?  Arggh, Kyuna, jangan cemburu!!  Hangeng adalah sahabatmu juga kan? Aku mengangguk yakin dan beranjak membalikkan fotoku perlahan.  Kini ada beberapa baris tulisan di balik foto itu,

“..Aku tak pernah percaya bahwa Tuhan itu ada. Tapi bagiku, dia adalah cahayaku dan segala hal yang kuinginkan dalam hidup ada pada dirinya.  She’s my Lord..”

Aku terkekeh pelan tapi anehnya air mataku mengalir dengan sendirinya.  Hei, apa-apaan ini? Aku ingin menangis dan tertawa di saat yang bersamaan! “Oppa, aku bukan Tuhan”, ucapku pelan.  Dia mengangguk pelan, “Aku tahu, setahuku Tuhan itu sabar, tak pernah uring-uringan di tiap bulan karena PMS sepertimu”, ucapnya santai.  Air mataku langsung berhenti mengalir seketika, “Kim Heechul, Kau..!!!”

Tapi tiba-tiba dia mengangkat tangannya, “STOP!  Pertanyaanmu sudah terjawab kan?  Nah sekarang ayo kita buka hadiah dari Setan Cina itu!”, ucapnya ringan.  Niatku untuk mencekik lehernya langsung dikalahkan oleh rasa penasaranku atas hadiah di dalam kotak ini. (==)a

Heechul membuka kotak itu perlahan dan di dalamnya kini ada sebuah kalung salib berwarna perak yang berkilau indah.  Aku langsung menjerit kaget sedangkan Heechul hanya mengernyit heran, “Si setan cina itu lupa kalau aku Atheis?”, tanyanya sambil mengangkat kalung salib itu.  Aku melihat ada secarik kertas yang terselip di dalam kotak itu, aku mengambilnya dan memperhatikan barisa kata di kertas itu.

“Chullie-ya, jangan bingung..

Aku tak pernah lupa jika kau atheis, sama sepertiku..

Aku juga tertawa dan geli saat pergi membeli kalung itu, dan asal kau tahu kini aku juga memiliki kalung yang sama sepertimu ini..

Kau tahu alasannya aku membeli kalung ini?

Aku hanya ingin kau bisa mempersiapkan diri jika pada akhirnya kau akan berdiri di depan altar gereja nanti..

Kau juga tahu kan? Jika buka di gereja, kau akan menikah dimana lagi?😄

Anggap saja kalung ini adalah ‘tanda’ bahwa kau tak terlalu buta agama jika kau berdiri di depan pendeta..

Berterimakasihlah padaku, Kim Heechul..”

Aku menatap Heechul heran, “Menikah?”, tanyaku.  Heechul hanya mengangguk sambil masih memperhatikan kalung itu, “Ya~suatu saat nanti, kita akan menikah kan?  Dan aku pikir, pendeta itu akan memarahiku jika aku mengatakan bahwa aku penganut atheisme”, jawabnya.  Kini dia memakai kalung itu di lehernya.  Hatiku berdesir saat dia mengatakan bahwa kami akan menikah suatu saat nanti, biarpun dia mengatakannya dengan datar, tapi bagiku..kata-katanya terlalu manis. :]

Dia menatap ke kalung itu dengan bimbang, “Kyuna-ya, setalah dipikir-pikir, bagaimana jika kita menikah di hotel saja dan tanpa pendeta? Atau boleh juga jika kita menyuruh Siwon menjadi pendeta!  Aku terlalu takut untuk berhadapan dengan pendeta, rasanya seperti bertemu dengan malaikat penjemput maut”, ucapnya sambil memelas.  Aku menatapnya tak percaya, “OPPA~!!!!”

+++++

 

7 thoughts on “Diary Of Secret Girlfriend {4th Stories}

    • Hahaha~ romantis chul ini kebetulan doang -_-
      *ditabok kyuna
      Ahahaha~😄

      Iyaap, kan impian won dlu tuh pengen jd pendeta🙂
      Haha.
      Makasih udh komen yaa :*

  1. aaaa chullie oppa romantiss…
    oppa percayalah pada tuhan, tuhan itu baik *eaaa ngikutin siwon oppa ceritanya -_-*
    haha kyuna lucu masa cemburunya sama han gege, jelas chullie lebih memilihmu *sok tau* *dilempar ke tengah sungai han*

  2. *sodorin siwon ke oppa tersayang* percaya tuhan dong oppa.. Kaya adekmu ini sudah kembali ke jalan yg benarrr..
    Oppaaaa~cantikmu memang menyilaukan dunia. Kkkkkk~
    onnie ini temen2 onnie apa bukan? Apa cuma karangan onnie?
    Aku sukaaaa,oppa bisa romantis🙂

    • LOL, won oppa udh mau dijadiin pendeta tuh di nikahan kyuna-chul XDD
      Keurae oppa!! Tirulah adikmu itu –___–

      Ni crita murni bkinan onnie, sayang😀
      Bkan temen2 onnie kok. Hahaha~

      • kkkkkk~ *toss sama wonnie*
        bertobatlah oppa~~ *seret ichul ke gereja* xD
        oalahhhhh~ bagus!!
        kok bisa nemu banyak nama sih onn? saya aja bikin satu nama stuck (.___.)!! *merenung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s