Diary Of Secret Girlfriend {3rd Stories}

Lho, siapa kalian?  Ada perlu apa denganku?

Hah? Sangmi Onnie yang menyuruh kalian untuk datang menemuiku?

Oh, pasti kalian adalah orang yang ‘katanya’ ingin mendengar kisahku dengan Kyuhyun bukan?

Uhmmp, bagaimana kalau kita bercerita di dalam saja?   Ayo masuk~ :)

Oya, siapa namamu? Ahh~arasseo, choneun Kwan Nara imnida.  Umurku?  Aku baru 18 tahun, mahasiswa tingkat 2 di universitas Seoul.  Masih cukup muda bukan? Hahaha~

Aigoo, mianhae.  Rumahku memang berantakan dan penuh dengan kaset game yang dipinjamkan oleh Kyuhyun.  :D

Nah, ayo duduk di sini, maaf kalau kursinya agak kurang nyaman.

Jadi, dari mana aku harus mulai bercerita?

Aissh, aku lupa..kau mau minum apa? :)

****

..My house, 16 Mei 2010, Comeback Special Stage Super Junior “Bonamana” DAY..

.Kwan Nara, ada SMS dariku!  Cepat bukaaa~.

Aku mengalihkan pandangan dari game yang sedang kumainkan dan beranjak bangun dari kasur untuk mengambil handphone yang kusimpan di atas meja belajar.  Aissh, bisakah dia tak menggangguku saat aku sedang bermain game?  Awas saja jika dia hanya meng’sms hal yang sepele.  (T.T)

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:22:43

Kau akan ke sini kan?

To : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:23:53

Entahlah, Nari Onnie belum menelfonku lagi. Mungkin tidak jadi.

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:25:13

Ya!  Kau bilang, kau pasti akan ke sini kan?!  Kenapa kau malah bilang tidak jadi?!!

To : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:26:22

Aku malas berdesakan dengan banyak orang hanya untuk melihatmu yang diteriaki oleh banyak yeoja.

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:22:43

Kau harus datang! TITIK!  Aku ingin menantangmu untuk melanjutkan game yang dulu belum kita selesaikan.  Kau harus datang!

Aku hanya menghela nafas dalam-dalam sambil menatap handphone ini dengan nanar.  Sejak kapan dia menjadi sering memaksakan kehendaknya seperti ini? (T.T)  Oke, mungkin aku memang salah karena tidak datang untuk melihatnya saat mereka sedang melakukan comeback stage di Music Bank ataupun di Music Core, padahal dia sudah mengingatkanku untuk datang ke sana dan melihat penampilannya secara langsung.

Tapi HEI, bisakah kau bayangkan bagaimana rasanya saat melihat pacar kita sedang tampil di atas panggung dan diteriaki riuh oleh ratusan atau bahkan ribuan fans’nya?  Bangga?  Ya, kuakui..aku bangga menjadi pacar Cho Kyuhyun, seorang main vocal dan *sekarang* menjadi lead dancer Super Junior.  Tapi kepada siapa aku dapat membanggakannya jika tak ada seorangpun yang tahu bahwa aku ini adalah pacarnya sejak 3 tahun yang lalu?

*****

.. 2 Mei 2006, Chungdam High School ..

“Kamsahamnida, songsaenim”, ucapku berbarengan dengan teman sekelasku yang lain.  Park Songsaenim hanya balas mengangguk singkat dan beranjak meninggalkan kelas, sedangkan aku langsung memasukkan semua peralatan sekolahku ke dalam tas.  Aku hanya ingin segera pulang dan tidur! (>.<) Aku ingin mendapatkan ketenangan setelah mendapat siksaan selama 8 jam oleh segala tulisan dan angka-angka yang memuakkan!!

“Nara~!”, panggil seseorang sambil menepuk bahuku dari belakang. Aku hanya menggumam pelan tanpa menolehkan kepala, “Hmm?  Ada apa, Jiyoo?”, tanyaku datar sambil terus memasukkan buku pelajaran yang kusimpan di kolong meja.  Jiyoo langsung berdiri di hadapanku dan menatapku antusias, “Nara-ya, temani aku membeli hadiah ulang tahun untuk Junsu.  Kau mau kan?”, ucapnya sambil mengedipkan matanya dengan *sok* imut.  (=.=).  Aku langsung menggelengkan kepala cepat, “Shireo, aku capek, Jiyoo-ya”, ucapku lemas.  Dia langsung menatapku sebal, “Aissh, ayolah Nara.  Jebal~!  Nanti akan kutraktir kau CD Software starcraft terbaru!  Bukankah di Mal itu ada sebuah toko game?”, rayunya.  Pandanganku langsung berbinar terang, dan langsung tersenyum lebar pada Jiyoo.

Ahh~ sepertinya harga diriku bisa dibeli oleh sekeping CD Starcraft. (==,)

*****

.Kwan Nara, ada SMS dariku~!  Cepat bukaaa~!!.

Aissh, mau apalagi dia?

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:49:13

Hei, semua yeojachingu para hyungie bilang akan datang kemari.  Jadi, segera ganti baju dan hadapilah kekalahanmu, Kwan Nara sayang~

To : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 12:25:13

That  just Your Wish, Cho Kyuhyun yang tampan~

ARGHHHH, TAK AKAN KUBIARKAN DIA MENANG~!!!

Aku segera beranjak menuju lemari pakaian dan segera berganti baju.  Aku hanya mengambil baju secara asal : t-shirt putih & celana jins yang agak kusam.  Untuk apa berdandan hanya demi seseorang seperti Cho Kyuhyun yang bahkan tak pernah memperhatikan bahwa rambutku telah dipotong atau belum, sedangkan dia menyadarinya setelah 2 bulan rambutku dipotong.  (T.T)

Aigoo~jika kalian berpikir bahwa berpacaran dengan artis adalah hal yang menyenangkan, itu semua adalah BOHONG!! Apalagi jika kau berpacaran dengan Cho Kyuhyun yang sama sekali tidak peka. :’(  Umma, mengapa anakmu ini mesti memiliki pacar yang benar-benar bodoh seperti diaaa?  Tapi, anehnya..aku tetap saja merasa sebal setiap melihat banyak teman sekelasku yang membicarakan tentang perubahan Kyuhyun yang menjadi tampan, jago dance atau lain sebagainya.  Aissh, aku juga bingung dengan perasaanku ini.

Tapi pandanganku langsung berhenti pada sebuah kertas yang terpampang di dinding lemari.  Sebuah kertas kumal yang berisi garis-garis beraturan dan berwarna merah.  Aku terhenyak.  Changkaman, kalau tidak salah..kemarin aku menghitungnya dan semua itu berjumlah 99.  Berarti kali ini, 100?

Aigooo, kenapa aku bisa lupa hal sepenting ini??!!  Kwan Nara, kau bodoh sekalii~!

Aku melirik jam dinding, HAH~ hanya tinggal 2 jam lagi sebelum konser dimulai??!  Aishh, jangan sampai terlambat~!  Biarpun aku harus mati, tapi hal ini mesti tetap terlaksana!!!

Aku segera berganti baju dan memasukkan PSP, handphone, dompet dan ‘barang berharga’ku ke dalam tas simpang’ku.  Tanpa menunggu lama, aku beranjak keluar kamar dan segera memakai sepatu dengan gesit.  Tepat sebelum berangkat, aku masih sempat berteriak pada Umma, “Umma, kau tahu toko cake yang enak dengan harga yang murah?!!”

****

.. 2 May 2006, Seoul Plaza ..

“Nara, bagaimana dengan yang ini?”, tanya Jiyoo sambil menunjukkan sebuah kemeja bergaris berwarna coklat.  Aku hanya menatapnya tak tertarik dan mengangguk singkat, “Cukup bagus.  Tapi asal kau tahu, ayahku juga punya kemeja yang persis seperti ini”, ucapku.  Jiyoo menatapku tak percaya, “Jinjja?  Aisssh, tidak~jangan yang ini!!  Mana mungkin Junsu Oppa mendapatkan baju yang sama seperti ahjusshi”, sahutnya dan segera beralih ke bagian toko yang lain.  Aku hanya menghela nafas dengan bosan.

Aku keluar dari toko itu dan mengedarkan pandangan ke sekitar, mencoba mencari sesuatu yang bisa menghiburku dari rasa bosan ini.  (=.=)  Tapi pandanganku langsung terpaku pada sebuah toko yang memajangkan poster para tokoh anime dalam StarCraft.  Ahh~sepertinya toko itu lebih menarik dibandingkan disini, lagipula Jiyoo tak akan tersesat bila kutinggalkan sendiri kan? :D

Jadi kuputuskan untuk pergi ke toko itu.  Toko itu adalah semacam game center yang juga menjual berbagai CD Software untuk meng’install banyak permainan yang bisa dimainkan di computer.  Pandanganku langsung berbinar saat melihat semua itu, aissh..tempat ini bagaikan surga~!😄

“ahujusshi, apa kau menjual CD Software StarCraft ver 1?”, tanyaku pada sang pemilik toko.  Dia terlihat berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk padaku.  Ahh~anggukannya itu sama seperti nyanyian surga untukku.  :D kenapa? Asal kalian tahu, Starcraft ver 1 itu sangat sulit didapatkan, karena CD itu sudah tak diproduksi lagi.  Banyak gamers yang memburu CD ini dan aku sudah pergi ke puluhan toko game tapi tetap tak bisa menemukannya.  Akhirnyaa~kutemukan di siniii. 😄

“Tapi kalau tidak salah, hanya tinggal 1, nona”, ucap pemilik itu di sela perjalanan kami untuk mengambil CD itu.  Aku mengangguk senang, “Gwenchana, ahjusshi.  Aku ingin membeli’nya!!  1 saja cukup”, jawabku.  Pemilik itu menggumam paham.  “Nah, itu dia kasetnya nona”, ucapnya sambil menunjuk ke satu arah.  Aku mengangguk lagi, “Kamsahamnida, ahjusshi”, ucapku sopan dan pemilik itu pun beranjak meninggalkanku.

Aku tersenyum bahagia saat melihat CD itu masih terpampang di rak, dan aku berjalan dengan langkah seringan angin.  Tapi saat aku hendak menyentuh CD itu, ada sebuah tangan lain yang ikut memegangnya.  Hah?!  Siapa pria ini?!  Untuk apa dia ikut-ikutan memegang CD ini?  Heii, ini milikku~!

Selama beberapa detik, tak ada yang bergerak di antara kami.  Tangan kami masih menggenggam erat cover CD itu, seakan-akan jika ada salah satu diantara kami yang lengah, maka itu akan membawa keuntungan bagi lainnya.  Akhirnya aku membuka suara, “Permisi, tapi aku sudah…”

“Ini milikku”, jawabnya singkat dan dingin.  Aku menyipitkan mata, “Hah?”, tanyaku tak percaya.  Dia hanya mengangguk singkat dan makin memperat genggamannya, “Aku sudah mengincarnya sejak 3 minggu yang lalu, nona”, ucapnya lagi.  Aku terkekeh pelan, “Hahaha~ apa hubungannya, tuan?  Toh aku yang pertama kali memegang CD ini kan?”, ucapku tak mau kalah.  Dia memandangku sengit, “Tolong berikan CD ini padaku nona.  Aku tak mau kita ribut di dalam toko ini”, tambahnya.  Aku balas memandangnya sengit, “Hei, kenapa tak kau saja yang melepaskannya, tuan?”.  Akhirnya aku memberanikan diri untuk menarik CD itu dari genggamannya, dia sempat kaget sejenak dengan perlakuanku ini, tapi ternyata dia malah balas menariknya.  Aku tak mau kalah dan masih berusaha menarik CD itu, “LEPASKAN!!  INI MILIKKU!!”, teriakku kencang.  Dia seakan tak peduli, “Tak akan pernah kulepaskan~!!!”, ucapnya bersikeras.

Aku bisa merasakan pandangan semua orang yang ada di toko ini langsung tertuju pada kami, bahkan mungkin sang pemilik toko sudah berada di antara mereka.  Tapii, ahh~aku sama sekali tak peduli!!  Yang kupedulikan hanya CD yang ada di antara kami ini!!  “LEPASKANNNNN~!!!”, teriakku lagi.

PRRAKK~!

Suara itu langsung terdengar jelas, dan kini di tangan kami berdua telah ada separuh bagian dari CD itu.  Aku menatap benda yang ada ditanganku ini dengan tak percaya, “Pa..tah?”, ucapku.

Dan tiba-tiba, sang pemilik itu sudah ada di hadapan kami berdua sambil berkacak pinggang. “Eheem..”, dehemnya dan menunjuk ke label yang terpampang di rak. “BILA TERJADI KERUSAKAN, MAKA DIANGGAP MEMBELI”. Aku menatapnya dengan bingung, “Keundae, Ahjusshi..”

“Harga CD itu 70.000won”, ucap Ahjusshi itu dengan datar.  Aku langsung terjatuh tak berdaya dan menatap CD itu lagi, “70.000won?”, ucapku pelan.  Dan tiba-tiba, air mataku sudah mengalir pelan, “Huweeee~umma!!!”

*****

“Aigoo~kau memang bodoh!!!!”, rutuk Jiyoo sambil memberikanku selembar tissue padaku.  Aku mengambil tissue itu dan mengusap air mataku pelan,”Keundae..semua itu salah dia!!”, ucapku sebal.  Jiyoo hanya menghela nafas dalam, “Ya~!  Jangan berkata seperti itu, dia ‘kan sudah membantumu membayarkan seluruh harga CD itu”, tambahnya.  Aku langsung menatapnya sengit, “Apa’nya yang membantu?!!!  Dia malah memerasku, Jiyoo~!!  Kau tak tahu?!  Tadi dia bilang bahwa aku harus menggantikan uangnya dengan bunga 25%.   Itu berarti, selain aku harus mengganti 35.000won, aku juga  harus menggantikan bunga’nya”, ucapku sambil terisak.

Jiyoo menatapku heran, “Tapi aku bingung, bukankah kau bilang bahwa sejak awal kau berniat untuk membeli CD itu, tapi kenapa kau malah tak bisa membayar ganti rugi CD itu?”. Aku masih menghapus air mataku, “Mana kutahu jika harganya semahal itu?!  CD Software yang biasa kubeli kan harganya hanya 3500 won!!”, jawabku kesal.  Jiyoo langsung memukul kepalaku, “Makanya, kalau sudah terbiasa beli bajakan, jangan sok suci dengan beli yang original!”, ucapnya.

Aku langsung manyun dan memperhatikan kertas yang ada di tanganku ini.  Kertas yang berisi alamatnya, dan aku harus mendatanginya untuk membayar uang yang dipakainya untuk membayar CD itu, dan sebagai gantinya..dia akan memberikan separuh bagian dari CD itu.   Tapi toh untuk apa mendapatkan CD yang patah?!😥

Aku masih menatap lekat-lekat tulisan itu, Cho Kyuhyun.

****

Aku memperhatikan lagi rumah yang ada di hadapanku ini dan membandingkannya dengan kertas yang ada di tanganku ini.  Yaa~benar ini rumahnya, tak salah lagi.  Aku memencet bel beberapa kali sampai akhirnya terdengar jawaban dari interphone rumahnya.  “Nuguya?”, tanya sebuah suara halus yang keluar dari interphone itu.  Aku terdiam sejenak karena gugup, “Ahh~permisi, aku mencari Kyuhyun-ssi”, ucapku pelan.  “Ah, ne.  Tunggu sebentar”, kedengarannya suara itu agak antusias saat mengetahui bahwa aku mencari Kyuhyun.  Entah karena apa. (=.=)

Tak lama kemudian, seorang perempuan yan tak terlalu tinggi keluar dari dalam rumah.  Kelihatannya dia hanya berbeda beberapa tahun dariku, karena penampilan dan wajahnya benar-benar gaya anak muda zaman sekarang.  “Mencari Kyuhyun?”, tanyanya.  Aku mengangguk singkat.  Dia langsung tersenyum senang, “Aigoo~ ayo masuk!  Masuk! Umma pasti senang melihatmu kemari”, ucapnya dan segera membukakan pagar untukku.  Aku masih diam untuk beberapa saat, dan akhirnya dia menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumah, “Ahh~jangan malu-malu.  Kau harus terbiasa denganku”, ucapnya lagi.

Aku mengernyit heran, ‘terbiasa’? Tapi seakan tak peduli dengan rasa heranku, dia malah menatapku senang, “Jadi siapa namamu?”, tanyanya.  Aku membungkuk padanya, “Choneun Kwan Nara imnida”.  Dia mengangguk paham dan balas membungkuk, “Nan Cho Ah Ra, noona’nya Kyuhyun.  Panggil saja AhRa onnie”, ucapnya akrab.  Aku agak takjub, “Noona’nya Kyuhyun-ssi?”.  Dia mengangguk cepat.  Aigoo~masa iya dia lebih tua daripada Kyuhyun yang kutemui kemarin?  Benar-benar tak bisa kupercaya.  (=.=)

Sampai akhirnya aku tiba di dalam rumah, AhRa onnie langsung berteriak kencang, “Ummaaa~ dia datanggg!!”.  Dan tak lama kemudian, seorang perempuan paruh baya langsung muncul dari arah dapur, “Nuguya?”, tanyanya.  AhRa onnie langsung tersenyum senang, “Yeojachingu Kyuhyun yang dijanjikannya dari dulu itu loh, Umma”.

HAH?!! YEOJACHINGU KYUHYUN?!!!!

Aku langsung menatap AhRa onnie dengan kalut, “Onnie, aniyaa~ aku bukan yeojachingu’nya Kyuhyun-ssi”, ucapku.  AhRa onnie langsung tersenyum penuh arti, “Aiyaaa~jangan malu-malu seperti itu, Nara-ya!  Ayo, sebaiknya kau berkenalan dengan Umma’ku dulu”, lanjutnya dan mendorong tubuhku ke hadapan Umma’nya.  Pandangan dari Umma’nya itu benar-benar..terharu saat melihatku.  Sepertinya dia memang sudah menunggu saat seperti ini.  Aku hanya tersenyum kaku di depannya, “Annyeonghaseo, Ommoni.  Choneun Kwan Nara imnida”, ucapku sopan.

“Aigoooo~ Uri Kyuhyun memang pintar memilih calon istrii~!!!”, ucapnya sambil memelukku.  Aku yang shock hanya bisa pasrah saat dipeluknya.  Ommoni langsung memperhatikan wajahku, “Ommo, neomu Yeppoda!! Kau manis sekali, Nara-ya”, ucapnya kini sambil mencubit pipiku.  Aku masih tersenyum kaku.  Aisshh~apa-apaan ini?!  MIMPI APA AKU SEMALAM?!!

Umma, lebih baik kita suruh dia duduk dulu”, ucap AhRa onnie dan Ommoni langsung setuju.  Setelah duduk, aku langsung diserang oleh berbagai pertanyaan. “Nara-ya, rumahmu dimana?”

“Di daerah Kyachon, Onnie”

“Umurmu berapa?”

“Aku 15 tahun, Ommoni.  Kelas 1 SMA”

“Sejak kapan kau pacaran dengan Kyuhyun?”

Nahh, inilah pertanyaan yang tak bisa kujawab!!  Omma, seharusnya tadi aku mengajak Jiyoo kemari~ (>.<)

Tapi suara itulah yang menyelamatkanku dari interogasi mereka, “Aku pulang~  Umma, kau masak ap..”, ucapannya langsung terhenti saat melihatku yang sedang duduk diapit oleh Noona dan Umma’nya.  “Kau?!”, tanyanya tak percaya.  Aku hanya tersenyum tawar dan member pandangan minta tolong padanya.  “Kenapa kau ada di sini?”, tanyanya lagi.

AhRa onnie langsung menyela, “Kyuhyun-a, jangan begitu!!  Bukankah wajar jika seorang yeoja mengunjungi rumah pacarnya?”.   Aku mengangguk lemas dan mata Kyuhyun langsung terbelalak, “Pacar?”,  Tapi beberapa detik kemudian, pandangannya langsung berubah, “Ah iya, aku lupa bilang pada kalian bahwa dia akan berkunjung hari ini.  Nah, Umma, Noona, kalian sudah mengenalnya ‘kan?”

HEII, APA MEREKA BERSEKONGKOL UNTUK MENGERJAIKU??!

Aku masih shock dan membisu, tapi akhirnya Kyuhyun mendekatiku dan menggenggam tangaku, “Nah, sekarang..biarkan aku dan pacarku ini menikmati waktu berdua.  Lain kali akan kuajak dia makan malam di sini.  Boleh kan Umma?”, tanya Kyuhyun dan Ommoni langsung mengangguk semangat.  “Nara-ya, datanglah kapan saja”, ucap AhRa onnie.  Aku hanya mengangguk singkat meskipun masih bingung dengan yang terjadi saat ini.

Saat telah berada di luar, Kyuhyun langsung melepaskan genggaman tangannya dan berjalan mendahuluiku, “Jangan bicara di sini, nona.  Sepertinya kita masih diawasi”, bisiknya.  Aku menengok ke belakang dan memang benar..2 orang itu masih mengawasi kami dari balik tirai.  Aku menatap Kyuhyun yang berbalik ke arahku dan tersenyum manis, “Jagi, palliwa~ nanti restorannya keburu tutup”.

Ommo, apa dia berkepribadian ganda?

****

“Jadi kau berbohong pada mereka?”, tanyaku akhirnya.  Dia mengangguk sambil meneguk cola’nya, sedangkan aku masih memegang kaleng orange juice ini tanpa selera. Kini dia mengajakku ke sebuah taman dan tiba-tiba saja dia menceritakan alasan mengapa dia malah mengakui bahwa aku adalah pacarnya. :p

“Ya, aku hanya sebal pada noona yang terus-terusan membandingkan aku dengan pacarnya yang baru.  Umma juga terus-terusan kapan aku punya pacar.  Ya sudah, jadi aku berbohong saja dengan bilang bahwa aku sudah punya pacar”, jelasnya.  Aku menganggu paham, “Dan sekarang mereka salah paham bahwa pacarmu itu adalah aku?”, gumamku tanpa sadar.

“Hei, jangan berbangga diri dulu.  Belum tentu aku mau denganmu ‘kan?”, ucapnya ketus.  Aku langsung merengut, “ya! Lagipula siapa yang mau jadi pacarmu?! Biarpun cuma pura-pura, aku tak akan sudi”, jawabku.  Lagi-lagi dia hanya terkekeh, “sudahlah, mian.  Mau tidak mau, karena keluargaku sudah mengenalmu sebagai pacarku, kau sudah ‘resmi’ menjadi bagian dari keluarga Cho, nona…”, ucapnya menggantung.

“Kwan Nara”,lanjutku.  Dia mengangguk, “Nara, nama yang manis”.  Aku hanya mendengus sebal, “ya! Kau merayuku?”, tanyaku.  Dia mengangkat sebelah alisnya, “rayuan? Menurutku kata-kataku ini lebih mirip pujian, bukan rayuan”,ucapnya masih dengan nada tinggi.

Aku menghela nafas kesal tapi segera teringat dengan tujuanku semula, “aah, iya. Hampir saja lupa, tujuanku kemari adalah untuk mengembalikan uangmu yang kemarin kupinjam”, aku mulai merogoh saku untuk mengambil dompet.  Setelah menemukannya, aku segera mengeluarkan 35.000won dan menyerahkannya, “ini, hutangku lunas”, lanjutku.  Dia menerima uang itu dan mengangguk, “johta.  Sekarang, ayo kerumahku lagi untuk mengambil CD bagianmu”, ucapnya dan beranjak berdiri.  Aku mengikuti langkahnya pelan, “Kyuhyun-ssi”, panggilku.

Dia menoleh sejenak dan mengernyitkan alisnya lagi, “kyuhyun-ssi? Kau ingin Umma dan noona curiga dengan hubungan kita? Mulai sekarang, panggil aku Kyu oppa”, ucapnya  Aku memiringkan kepalaku heran, “hei, bukankah aku tidak bilang untuk menerima tawaran menjadi pacarmu?”, ucapku tak terima.  Dia menghela nafas dalam dan mengeluarkan handphone’nya, “bukankah sudah kubilang? Mau tidak mau, kau telah menjadi bagian dari keluarga Cho, Kwan Nara”.

Dia langsung menyerahkan handphone’nya padaku dan menunjukkan sebuah SMS padaku.

Sender : Noona! :p

2 Januari 2007, 15:56:44

Kyuhyun-a, ajak Nara kemari lagi.  Umma ingin mengenalkannya pada Appa!!😄

HAHH?!

****

Aku membuka pintu toko cake itu dengan pelan, “Permisi”, sapaku pada pemilik toko itu.  Beliau melirik kepadaku dan tersenyum ramah, “Osso osseyo, agashi”, ucapnya akrab.  Aku mengangguk seadanya dan beranjak ke deretan cake yang terpajang rapi di rak yang bersih.  Aku memperhatikan kue-kue itu dengan bingung, “Aissh, semuanya kelihatan enak.  Mana yang harus kubeli?”, ucapku bingung.

Pemilik toko itu langsung menghampiriku, “Nona, kau mencari cake yang seperti apa?”, tanyanya sopan.  Aku menggaruk kepala bingung, “ehmm, cake yang cocok untuk seorang penyanyi yang sedang merayakan hari ‘bersejarah‘-nya”, jelasku.  Beliau terlihat bingung sejenak tapi langsung berseru, “ahh~ bagaimana dengan yang ini, Nona?!”, ucapnya sambil menunjuk sebuah cake yang mungil dan diatasnya berhiaskan dengan omantic seseorang yang sedang menyanyi.  Hei, wajahnya mirip Kyuhyun!!

“Waah, bagus sekali, ahjusshi.”, pujiku sambil memperhatikan kue itu.  Beliau langsung tersenyum senang, “keundae..ini cake hasil putriku, dia sangat menyukai Kyuhyun Super Junior, katanya omantic inipun adalah sosok Kyuhyun”, jelasnya.

Aku sempat shock sejenak : benar-benar sebuah keberuntungan!! Keundae, aishh..lagi-lagi fans’nya bertambah.  Tapi sudahlahh, toh kecintaannya pada Kyuhyun kali ini memberikan keuntungan padaku ‘kan?

Aku mencoba tersenyum simpul, “Aah, Kyuhyun? Arasseo. Ahjusshi, aku beli yang ini”, ucapku dan ahjusshi itu mengangguk.

“Ah iya, ahjusshi, apa kau punya lilin yang berinisial 100?”

****

..19 April 2007..

.Cause I can’t stop thinking about you, girl.

Aku mengalihkan pandangan dari PSP’ku dan mengangkat telefon itu dengan enggan, “Yoboseyo?”, sapaku malas. Suasana di sana masih terdengar berisik, sepertinya dia sedang bersiap untuk tampil di stage.  “Oppa?”, tanyaku sebal karena sapaanku tadi tak dibalas.  Kedengarannya dia masih berbincang dengan orang lain.  Yaa, untuk apa dia menelfonku jika dia masih harus berbincang dengan orang lain?!

Aku hanya diam sampai akhirnya dia mulai berbicara, “Nara-ya?”, tanyanya pelan.  Aku menggumam malas, “Hmm? Ada apa?”.  Dia terdengar menghela nafas dalam, “Entahlah, tiba-tiba saja aku ingin mendengar suara sinis’mu”, ucapnya samar.  Aku hanya terkekeh, “Kau merayuku lagi?”, tanyaku.  Dia menggumam, “Uhmm, untuk kali ini, anggap saja bahwa aku merayumu”, katanya.  Aishh, untunglah dia sedang tak ada disampingku, jadi dia tak bisa melihat wajahku yang memerah karena kata-katanya barusan.  (>///<)  Karena sungguh sebuah kesempatan yang langka bahwa seorang Cho Kyuhyun mengakui bahwa dia sedang merayuku, bahkan setelah 3 bulan kami berpacaran!!😄

Hahaha~kalian bingung?  Yaa~kepura-puraan kami waktu dulu, kini berubah menjadi kenyataan.  Kini kami bukan lagi pacar pura-pura, tapi sudah resmi menjadi sepasang kekasih. OFFICIAL!!  :D .  Entahlah, mungkin pepatah zaman dulu itu benar adanya, ‘semakin sering seseorang bertemu, maka rasa cinta akan tumbuh’.  Yaah, seperti itulah kira-kira.😄

Jangan bertanya bagaimana caranya menyatakan cinta, dia mengatakan hal itu pada saat kami sedang bertanding Starcraft di rumahnya dan otomatis dia langsung membuatku kalah karena gugup mendengar pengakuannya.  (=.=)  Apalagi ditambah dengan statusnya sebagai salah satu member Super Junior yang terkenal itulah yang makin membuatku gugup.  Tapi dia bilang bahwa dia akan merahasiakan identitasku dari siapapun, kecuali keluarganya. Dan aku yakin bahwa keluarganya pasti mengerti keadaan kami ini.  (TT.TT)

“Ah, AhRa noona sudah memberitahumu?”, tanyanya.  Aku menggumam yakin, ‘Ne, tentang makan malam bersama itu?”, aku balas bertanya.  “Ya~ dan bilang pada Umma, Appa dan Noona untuk tak mulai makan sebelum menunggu kedatanganku.  Aku juga lapar~”, ucapnya.  “Ara~”, jawabku singkat.

Selama beberapa detik, tak ada yang mulai pembicaraan di antara kami. Sampai akhirnya dia berkata, “Kau tak akan meninggalkanku ‘kan?”, tanyanya tiba-tiba.  Aku mendelik heran, “Yaa~untuk apa kau menanyakan hal itu?  Aku masih berbicara dengan Cho Kyuhyun kan?  Sejak kapan dia menjadi puitis seperti ini?”, tanyaku.  Dia mendesah kesal, “Aissh, jawablah!! Sebentar lagi aku harus tampil~!”, desaknya.  Aku berpikir sejenak, “Entahlah, aku tak bisa menjawab apapun, karena..bagaimana jika aku mati duluan?  Itu berarti aku harus meninggalkanmu ‘kan?”, jawabku.

Dia menggumam pelan, “Aissh, kau memang tak romantis.  Kenapa kau tak bilang, ‘Keurae Oppa.  Aku tak akan pernah meninggalkanmu, selamanya~!’”, ucapnya sebal.  Aku hanya terkekeh pelan, “Ya!  Kau tahu kan kalau aku bukan tipe yeoja seperti itu?”, jawabku enggan.  Dia ikut tertawa, “Keurae, kau memang tak romantis, tapi itulah Kwan Nara yang kusuka”, lanjutnya.  “Ahh~sudah ya?  Aku mesti rehearshal dulu.  Leeteuk hyung sudah memanggilku.  Ok?  Jangan lupa sampaikan pesanku pada Umma~”.

TREK~

Telefon itu langsung terputus.  Tapi entah kenapa aku merasa, telefon ini tak akan pernah tersambung lagi padanya.  Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja. :) .  Ahh~sebaiknya aku bersiap-siap untuk menghadiri makan malam bersama keluarga Cho.

****

Aku melirik jam dinding, entah untuk kesekian kali.  Jam itu menunjukkan angka 10, dan hingga saat ini Kyuhyun masih belum datang.  AhRa onnie masih mencoba berulang kali menghubungi handphone Kyuhyun, tapi hasilnya nihil.  Dia tak mengangkat telefonnya.  Akhirnya, Cho aboji mengawali pembicaraan, “Sudahlah, lebih baik kita mulai makan saja dulu.  Mungkin sebentar lagi dia akan tiba di rumah”.  AhRa onnie dan Ommoni tampak setuju dengan kata-kata Aboji.  Akupun hanya mengangguk seadanya, lagipula aku sudah lapar! :p

Saat piring kami sudah terisi oleh berbagai hidangan dan bersiap untuk memulai doa, tiba-tiba telefon rumah berdering, “Ahh~biar Umma yang angkat”, cegahnya saat AhRa onnie beranjak pergi.  Beliau pergi untuk mengangkat telefon, “Ayo, Nara-ya, makanlah”, ucap Cho Aboji padaku.  Aku tersenyum simpul dan mengangguk.  AhRa onnie juga tersenyum padaku, “Ayo~kau pasti lapar”, tambahnya.

“ANDWAE~!!!!”, teriak Ommoni dari ruang tengah.  Tiba-tiba aku merasa sesak saat mendengar teriakan itu, dan yang terbayang pertama kali adalah wajah Kyuhyun.  Ada apa ini?!  Perasaan sesak apa ini?!

.Cause I can’t stop thinking about you, girl.

Sender : Siwonnie Oppa

19 April 2007, 22:12:55

Nara-ya, Kyuhyun kecelakaan mobil. Cepatlah ke rumah sakit.

*****

“Onnie~ tidak!  Aku tidak bisa masuk ke sana”, ucapku sambil menatap AhRa onnie dengan cemas.  Aku menatap kea rah rumah sakit itu dengan ragu, aku melihat di sekeliling rumah sakit itu dipenuhi oleh rombongan wartawan dan reporter dari stasiun TV.  Terlalu beresiko jika aku ikut masuk ke sana bersama rombongan keluarga Kyuhyun.  “Onnie, jebal.  Aku tak bisa ikut ke dalam sana!”, ucapku sambil terisak.  AhRa onnie mengelus kepalaku pelan, “Arasseo, akan segera kukabarkan keadaan Kyuhyun di dalam sana padamu, Nara”, ucapnya dan segera turun dari mobil untuk menyusul Cho Aboji dan Ommoni.

Aku masih menunduk takut.  Jadi inikah arti ucapannya di telefon tadi? Aku terisak lagi saat melihat foto Kyuhyun yang kujadikan wallpaper di handphone’ku.

Ya! Cho Kyuhyun, tak akan pernah kumaafkan kau jika kau benar-benar meninggalkanku!!!

****

To : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 18:16:32

Palliwa~!!  Jika dalam 10 menit kau tak datang, aku pulang! Kau kira aku ini patung, Cho Kyuhyun?

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 18:18:22

Kau dimana? Tunggu, 20 menit lagi!  Aku harus ganti baju dulu.

To : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 18:20:11

Taman sebelah gedung SBS.  15 menit!  Jika terlambat, aku pulang~

Sender : Naui ‘game’

16 Mei 2010, 18:21:29

14menit 59detik, aku akan tiba di sana!

Aku langsung menaruh kotak cake itu dibawah kursi taman yang sedang kududuki dan memakai headset’ku.  Kuputar lagu yang ada di ipod-ku secara acak.  Dan bisa kau tebak, lagu yang muncul malah lagu Kyuhyun-listen to you!  Aigoo~kebetulan apa ini?!

Tapi pikiranku langsung terpaku saat melihat daun daun yang berguguran di sekitar taman.  Ah, benar..sudah masuk ke musim gugur.  Sama seperti 3 tahun yang lalu, saat Kyuhyun mengalami kecelakaan itu, suasananya juga benar-benar seperti ini kan?  Tapi untunglah, dia bisa sembuh meski dalam waktu yang cukup panjang.  Dan syukurlah, dia kembali menjadi Cho Kyuhyun yang kukenal dulu.  Keundae, akibat dari kejadian itu, aku selalu merasa paranoid jika dia selalu bersikap romantis.   Entah kenapa, rasanya sikap romantisnya itu seperti membawa pertanda bahwa ia akan mengalami hal yang buruk.  Jadi bagiku..lebih baik dia bersikap sewajarnya saja, atau mungkin lebih baik jika dia menjadi ‘setan’ disbanding menjadi ‘malaikat’ untukku.

“Hei~!”, ucapnya dan dia langsung duduk di sampingku.  Dia terlihat terengah-engah dan kemeja’nya masih belum terpasang dengan rapi, sepertinya dia memang buru-buru ke sini, hahahaha~.  Aku mengecek jam tanganku, “14menit  32detik”,ucapku puas.  “Hebat, Cho Kyuhyun yang tampan~”, lanjutku tanpa menatapnya dan beranjak mengambil PSP dalam tas’ku.  Dia masih menarik nafas dalam-dalam dan berkata pelan, “Tentu saja, Kwan Nara sayang~”, dengan nada sama seperti yang kuucapkan barusan.

Aku menatapnya heran saat dia masih belum melakukan apa-apa, “Hei, mana PSP’mu?  Bukankah katanya kau mau bertanding denganku?”, tanyaku.  Dia masih diam menatap langit, “Ahh~game yang akan kita mainkan kali ini bukan game biasa”, ucapnya dan beranjak berdiri dari kursi.  Dia mengulurkan tangannya padaku, “Kkaja”.

Aku langsung bingung, “Kita bukan bertanding Starcraft?”, tanyaku tak percaya.  Dia mengangguk yakin, “Ppaliwa~ nanti tokonya keburu tutup”.  Aku mengangguk paham dan menerima uluran tangannya.  Tapi..ah!!  Hampir saja lupa~

“Tunggu!!”, ucapku tiba-tiba.  Kyuhyun menatapku kesal, “Apalagi sekarang?”, tanyanya tak sabar.  Aku segera mengambil kotak cake yang kusimpan di bawah kursi tadi.  Dia menatap kotak itu dengan penasaran, “Apa itu?”.  Aku hanya tersenyum simpul, “Kau tahu, hari ini adalah hari peringatan apa?”, tanyaku.  Dia terlihat berpikir sejenak, “Hari jadian?”, gumamnya.  Aku menggeleng kencang, “Hei, kita mulai pacaran tanggal 6 Januari!!”.   Dia berpikir lagi, “Hari first kiss kita?”.  Aku menatapnya kesal, “Kapan kau pernah menciumku, Cho Kyuhyun?!!”, jawabku kesal.  Ahh~rasanya aku ingin meninjunya~!

Karena tak sabar menunggu jawabannya, akhirnya aku membuka kotak cake itu dan tampaklah sebuah cake coklat berukuran sedang yang dihiasi oleh serangkaian lilin berinisial 100.  Tapi alih-alih senang, Kyuhyun malah mengernyitkan dahinya, “100?”, tanyanya heran.  Aku mengangguk senang, “Chukkae!!  Hari ini adalah 100 kalinya kau menyanyi diatas panggung~!!”, ucapku agak kencang sehingga membuat beberapa orang menatap kami penasaran.  Untung saja penyamaran Kyuhyun kali ini benar-benar sempurna!!😄

Dia masih menatapku heran, “Kau benar-benar menghitungnya?”, tanyanya ragu.  Aku menatapnya ganas, “Hei, jangan kau kira karena aku jarang melihat penampilanmu secara langsung, maka aku sama sekali tak memperhatikan segala sesuatu tentangmu”, ucapku kesal.  Dia terkekeh sejenak dan mengelus rambutku pelan, “Kau…sangat..aissh, entah aku harus berkata apalagi, Kwan Nara.  Kau memang tak pernah berhenti membuatku  terkejut”, ucapnya.  Aku hanya tersenyum senang, “Ahh, tapi sebenarnya ini adalah 101 kalinya kau menyanyi di atas panggung, karena tadi kau menyanyikan 2 lagu di Inkigayo”, jelasku.  Dia terlihat tak peduli dan segera mengambil cake itu dari tanganku, “Ya! Cho Kyuhyun~, setidaknya ucapkan terima kasih padaku”, ucapku kesal.

Dia menatapku sekilas, “Saranghae”, ucapnya sambil tersenyum maniiiiiiiiissss sekali.  Mungkin itu senyuman termanis selama 3 tahun terakhir ini, bahkan aku tak pernah sekalipun melihat senyuman itu di TV.  (>///<)  “Kata-kata itu lebih manis daripada ucapan terima kasih kan?”, lanjutnya lagi.  Aku diam seribu bahasa, dan mengiyakan dalam hati.  :D

Dia berjalan kembali ke bangku taman, aku memandangnya heran, “Lho~bagaimana dengan pertandingannya?”.  Dia hanya mengangkat bahu, “Nanti saja~ sekarang aku ingin menikmati cake yang diberikan oleh yeojachingu-ku”, jawabnya santai dan mulai mencolek krim yang ada di cake itu.  Aku mendekatinya lagi, “Hei, sisakan untuk member yang lainnya”, ucapku mengingatkan.  Dia memandangku galak, “Andwae~!  Bukankah kau belikan cake ini khusus untukku?! “.

Aku hanya tersenyum kecil, ternyata sifat childish’nya masih tetap ada biarpun penampilannya sudah berubah total.  Aku duduk di sampingnya lagi dan kembali memperhatikannya yang sedang asyik mencomot  beberapa bagian dari cake itu.  Neomu kiyoptaa~  :)

Beberapa saat kemudian, dia menatap ke arahku.  “Ahh~nona, apa kau tahu tentang yeoja bernama Kwan Nara?”, ucapnya dengan wajah yang innocent.  Aku menatapnya heran, “Hei, kau hilang ingatan?  Aku Kwan Nara!!”, jawabku.   Dia seakan tak peduli dan kembali menatap lurus ke depan tanpa memandangku, “Kwan Nara itu adalah pacarku.  Dan selama ini dia selalu bilang bahwa pertemuannya denganku adalah sebuah kecelakaan yang membuatnya selalu kerepotan.  Tapi bagiku, the day we met was not accident.  It was fate

“Dia selalu memanggilku dengan berbagai sebutan yang informal, kadang-kadang dia memanggilku ‘YA!’, atau seringkali dia memanggilku, ‘Cho Kyuhyun yang tampan’, dengan nada suara seakan-akan dia amat merendahkanku.  Padahal aku sangat berharap dia memanggilku ‘Kyuhyun Oppa’ dengan nada manis.  Tapi yahh, apa boleh buat..itulah sifatnya, dan aku mencintai dirinya apa adanya”.

“Seringkali dia bisa tampil amat mempesona di hadapanku tapi kadangkala dia bisa tampil dengan wajah baru bangun tidur bahkan belum menggosok gigi saat menemuiku.  Tapi aku tak pernah merasa bahwa itu adalah suatu hal yang aneh, malah aku menganggap bahwa itu aalah variasi dalam hubungan kami.  Dan terbukti, aku tak pernah bosan melihatnya setiap saat.  Karena dia selalu memiliki cara yang berbeda untuk membuatku tetap mencintainya”.

“Hentikan”, ucapku dengan suara bergetar.  Aku tak sanggup lagi menahan air mataku jika dia mengeluarkan 1 kata lagi dari bibirnya.  “Tolong hentikan segala ucapan itu, Cho Kyuhyun”.  Tapi dia seakan tak perduli dan malah menarik nafas dalam-dalam, selanjutnya aku mendengar lantunan melodi indah itu muncul.

She, maybe the face I can’t forget

The trace of pleasure or regret

Maybe my treasure or the prize I have to pay

She, maybe the song that summer sings

Maybe the chill that autumn bring

Maybe a hundred different things, within a measure of the day

She, maybe the beauty or the beast

Maybe the famine or the feast

May turn each day into the heaven or the hell

She, whose always seem so happy in a crowd

Whose eyes can be so private and so proud

No one’s allowed  to see them when they cry

Me, I’ll take her laughter and her tears

And make them all my souvenirs

For where to goes I’d used to be

The meaning of my life is she..

Dia mengakhiri lagunya itu dengan sempurna dan membuatku menangis terisak.  Tapi lagi-lagi dia seakan tak peduli dengan diriku dan malah mengambil sepotong cake itu dan menyuapkannya padaku, “Jagi, aaaa~ buka mulutmu”, ucapnya santai tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah membuatku menangis.  Aku menggeleng pelan dan dia mencibir sebal, “Ayoo~buka mulutmu!!”, teriaknya dan langsung menyerangku  untuk segera memakan cake itu.  Otomatis aku langsung tertawa kencang karena tiba-tiba dia menggelitikiku, “YA!  Cho Kyuhyun, SHIREO~!!!!!!!!!  AKU TIDAK MAUUU~!!”

Dia memang tak berbakat untuk menjadi seorang namja yang romantis. :p  Tapi, yahh..itulah Cho Kyuhyun-ku, pria bodoh dan aneh yang hanya ada satu di dunia ini.  (^^)

****

23 thoughts on “Diary Of Secret Girlfriend {3rd Stories}

  1. “pria bodoh dan aneh yang yang hanya ada satu di dunia ini”
    wkwkwkwkwk…Kyu emang bener2 barang langka!😄
    ouuhh…jadi begini first met KyuNara, cuma gara2 kaset game bisa jadi pacarO_o , benar2 pasangan yang aneh, ckckck…tapi meskipun aneh, aku tetep sukaaa, hahaha😀

    • Haha, kyu emang limited edition lah (?)
      Hehehe ^____^
      Yap, bsa dibilang..bginilah ptemuan prtama kyunara😄

      Makasih yaa udh suka biarpun gaje segaje-gajenya. Haha~ *bow

  2. Ooh jadi ini , first meet kyunara.. Cuman gara2 kaset doang, suka deh sama kyunara, karena ga suka keromantisan tapi suka kejailan…wkwkwk

  3. kyu nembak mbil main starcraft.. uoow! cara baru nan efektif!

    eh author.. itu berarti keluarga.a kyu dah kenal nara dri awal toh??./
    omo kasian nara pas kyu kcelakaan.. nara gag bsa masuk gra” ada wartawan..qp

    nara daebak! smpe ngitung brpa kali kyu naik stage.. kirain 100 thu apaan.. n.n
    KYUNARA DAEBAK!!..

  4. aaa kyunara couple emg cocok deh raja & ratu iblis :3 cuma nara yg aku izinkan untuk menggantikan posisiku dihatinya kyu *maksud?* *ditatap pandangan mematikan sm sparKYU*
    ohiya itu nama panggilan sayangnya kereeeen, lain daripada yang lain *ceilah bahasanya XD*
    jadi pengen dipanggil ‘park minri sayang~’ deh sama cho kyuhyun yg tampan *kabur……*

  5. pasangan evil ditakdirkan bersama hanya karena sebuah kaset game❤
    daaan waktu kyuhyun deskripsiin nara tadi aku ikutan nangis :') baru liat sepanjang jalan kyunara kyu so sweet. Walaupun emang ga se romantis siwon sama donghae..
    Onnie tapi kok berantemnya sedikit? Kurang cekek2an tuuuh! *ditabok*

  6. whoa~ joaa! ternyata gini ya first met nya kyunara,, aku bayangin sm mupeng😄 lucky bgt ya si nara bs dpt-in kyu, walaupun si kyu evil, nara jg ga kalah evil (?) love this! (y)

  7. uwah biasku di suju punya pacar?! daebak untung pacarnya cantik trus setipe ^ ^, kurestui hehehehe. Ceritanya keren euy alurnya enak trus bisa ngebayangin kalo kyu ngomong gitu, bagus deh pokoknya menyentuh kalbu😄

  8. Tinggalin jejak(?) dulu😀
    Oohh. . Jadi gitu yhaa awal pertemuan merekaaa, lumayan sweet juga sich. Aah karena itu juga yhaa Nara sama Kyuhyun gk pernah bisa romantis. Emg bnr juga sich “Dunia akan kiamat” kalw mereka bersikap romantis hahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s