Diary Of Secret Girlfriend {2nd Stories}

Hai.

Seo Sangmi imnida. :)

Uhmm, darimana kalian tahu tentang aku?

Apa? Dari Nari-ssi?

Ahh, arasseo.  Pasti dia sudah menceritakan tentang ‘kami’, kan?

Baiklah, sekarang apa yang ingin kalian ketahui tentangku?

Apa?  Bisa tolong kau ulangi ucapanmu?

Ah, tentu saja kalian ingin tahu tentangku dan Joongsoo bukan?

Baiklah, akan kuceritakan kisahku.

Tapi alangkah baiknya jika kau menyiapkan beberapa snack disampingmu saat ini.

Kenapa?

Karena kisah kami berdua, amat sangat panjang dan mungkin agak membosankan.  Hahahaha~

Nah, harus dimulai dari mana ceritaku ini?

****

..16 Mei 2010, SBS Inkigayo Studior, Super Junior Comeback Special..

Aku masih berdiri di barisan antrian para ELF yang berdesakan untuk segera masuk ke dalam studio.  Wajah mereka terlihat sangat antusias dan gembira, atau malah terkesan amat bernafsu untuk berteriak di depan pujaan mereka?  Entahlah, aku belum pernah merasakan perasaan fangirls seperti mereka.

Oya, hari ini aku bersama 9 yeojachingu member lainnya sedang berkumpul untuk menonton comeback performance para ‘suami’ kami.  Sejujurnya aku paling tak suka dengan hal-hal seperti ini, toh nanti aku bisa menontonnya di TV ‘kan?  Bahkan aku bisa menontonnya dengan lebih leluasa tanpa harus berdesak-desakan. (=.=)  Tentang masalah melihat para member Super Junior secara langsung, ahh~ bukankah aku sudah sering melihat mereka secara langsung, bahkan tanpa make up. (==,)

Yah..sudahlah, toh sudah lama aku tak berkumpul bersama 9 teman seperjuanganku ini.  :D .  Tapi sayang sekali Jiyeon belum datang ke sini, sepertinya lagi-lagi dia sibuk dengan tugas karya ilmiahnya itu.  Semoga saja dia masih sempat melihat penampilan Sungmin nanti.

.Sorry, sorry, sorry.

“Onnie, handphone’mu berdering”, ucap Sooyeon yang ada di sebelahku.  Tangannya masih mengelus-elus Little Sweet Potato milik Yesung.  Ahh~dasar mereka berdua, pasangan yang abnormal, pantas saja jika mereka bisa cocok satu sama lain. (=A=)

Aku mengambil handphone’ku yang tersimpan di dalam tas.  Uhmmp, SMS?

Sender : _x_x_x_

16 May 2010, 13:23:45

Kau dimana?  Sudah sampai di studio?

To : _x_x_x_

16 May 2010, 13:24:35

Belum, kami masih di depan pintu masuk.  Studionya belum dibuka.

Sender : _x_x_x_

16 May 2010, 13:26:56

Bagus!  Kalian semua pergilah ke lobby utama, kami ingin bertemu sebentar.

To : _x_x_x_

16 May 2010, 13:27:22

Ne, ara.

Aku menutup flip handphone’ku dan kembali menaruhnya ke dalam tas.  Yahh, kalian jangan bingung jika kata-kata di SMS kami sama sekali tak menunjukkan kesan romantis, karena jika sebuah pasangan telah bersama selama lebih dari 2 tahun, maka mereka akan lupa bagaimana cara untuk bersikap romantis.  Kalian juga begitu kan?

Aku beranjak menghampiri teman-temanku yang lain dan segera mengajak mereka ke lobby utama untuk bertemu dengan para member.  Yaa, ini memang sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk member mereka semangat sebelum mereka naik ke atas panggung.  Dan bagiku, aku sudah melakukan hal ini lebih dari puluhan kali, yahh~wajar saja ‘kan?  Aku dan Joongsoo sudah bersama sejak 4 tahun yang lalu, dan selama 4 tahun itu, sudah ratusan kali Joongsoo tampil diatas panggung bukan? :)

“Lobby utama?  Aigoo, mereka ingin kita ditangkap basah oleh wartawan ya?”, Tanya Kyuna sambil membetulkan letak scarf yang melilit indah di lehernya yang jenjang.  Aku hanya mengangkat bahu sambil tersenyum simpul, dia memang amat sangat waspada dengan setiap hal yang menyangkut dengan wartawan.  Yahh, maklum..karirnya sebagai model tentu akan terguncang jika hubungannya dengan Heechul Oppa diketahui oleh media massa.

Akhirnya kami keluar dari antrian ELF dan beranjak pelan menuju lobby utama.  Sesampainya di lobby utama, kami masih tak melihat siapapun disana kecuali 2 orang resepsionist yang sedang duduk santai di balik meja jaga.  Aissh, jangan-jangan dia hanya mau mengerjaiku saja?

.You’re my everything.

Aku melirik ke sampingku dan melihat Soora sedang sibuk mencari sesuatu di dalam tas’nya, dan tak lama kemudian dia mengeluarkan handphone dari dalam tasnya.  Kemudian dia menoleh ke belakang dan tersenyum simpul, “Onnie~ aku kesana dulu ya?  Dia menyuruhku ke sana”, ucapnya sambil menunjuk ke satu arah.  Aku memperhatikannya menghampiri seseorang yang memakai jaket tebal dan memakai masker penutup hidung.  Ahh~ pasti itu Donghae-ssi.

Tak lama kemudian, teman-temanku yang lain mulai mendapatkan SMS dan beranjak pergi menghampiri namjachingu’nya yang ternyata sedang berpencar di tempat yang berbeda-beda.  Kini hanya ada aku dan Nara yang masih sibuk dengan game di PSP’nya.  Aigoo~ kenapa 2 game lovers ini bisa saling jatuh cinta?  Aku masih sering bingung sendiri jika memikirkan kisah cinta Nara dan Kyuhyun, karena aku pernah melihat mereka saling bertengkar hebat.  Kalian tahu mengapa?  Karena Kyuhyun dan Nara saling memperebutkan stick play station saat kami sedang berkunjung ke rumah Yoonri onnie untuk mengadakan pesta pertunangannya dengan Siwon.  (T.T)  Dasar magnae~!

Karena tak sabar menunggu, aku mulai meng’SMS Joongsoo lagi.

To : _x_x_x_

16 May 2010, 14:04:35

Oppa, kau dimana?  Mau mengerjaiku ya? (TT.TT)

.Kwan Nara, ada SMS dariku!! Cepat bukaaaa~!.

Aku melirik heran kea rah Nara yang sedang merogoh sakunya untuk mengambil handphone.  Aku terkikik pelan padanya, “Nara-ya, nada dering SMS’mu lucu”, ucapku pelan.  Dia terkekeh pelan dan menatapku lugu, “suaranya memang lucu, onnie.  Tapi orang’nya sama sekali tidak lucu~”, katanya dan membuatku ikut terkekeh.  “Itu suara Kyuhyun ‘kan?”, tanyaku.  Dia hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.  Lagi-lagi, dia juga melirik ke satu arah dan mengangguk pelan kea rah namja yang melambai padanya, “Ahh~Sangmi Onnie, aku duluan ya?”, ucapnya dan beranjak meninggalkanku.

Dan kinii~ hanya tinggal aku sendirii!!! (>.<)  Masih berdiri mematung seperti orang bodoh di sini.

Aku mengedarkan pandangan ke segala arah dan aku melihat seseorang datang dari pintu masuk sambil membawa 2 gelas kopi dan sebuah kantong plastik.  Dia tersenyum ringan dan berjalan ke arahku, “Menunggu lama?”, tanyanya sambil memperlihatkan lesung pipinya itu.

Jujur saja, aku ingin sekali berteriak, “YA!  HAMPIR SETENGAH JAM AKU BERDIRI DI SINI, PARK JOONGSOO!”.  Tapi, tetap saja kata-kata itu tak akan pernah keluar saat aku melihat lesung pipi itu terpampang indah di wajahnya.  Dan akhirnya aku hanya bisa tersenyum tipis dan menggeleng pelan setaip kali dia menanyakan hal yang biasanya selalu membuatku marah.  Yaa~inilah kelemahanku : TAKLUK PADA LESUNG PIPI SEORANG SUPER JUNIOR LEETEUK.

Penampilannya kali ini tetap tak berubah, dia masih tetap menyamar dengan jaket tebal bertudung dan kacamata baca yang agak tebal.  Aku melirik ke kantung plastic yang ada di tangannya, “Oppa habis darimana?”, tanyaku.  Dia menyerahkan salah satu dari gelas kopi yang dipegangnya padaku dan tangannya yang bebas segera  menggenggam tanganku yang lain, “Beli burger, aku lapar.  Kau juga belum makan ‘kan?”, tanyanya.  Aku mengangguk singkat dan dia kembali tersenyum manis.  “Ayo kita ke bangku taman belakang saja”, ucapnya dan menarik tanganku pelan.  Aku hanya mengikuti langkahnya sambil menyesap kopi yang diberikannya padaku.  Yaa, hot chocolate blended coffe, dia memang tahu minuman kesukaanku ini.  :D

Sampai di bangku taman di luar studio SBS, aku masih sibuk memperhatikan keadaan di sekeliling.  Masih waspada, bisa saja kan ada orang lain yang tahu bahwa namja ini adalah Super Junior Leeteuk?  Tapi, sepertinya aman.  Tak begitu banyak berlalu lalang di sini, hanya ada beberapa karyawan kantor yang kelihatannya sibuk dan itu berarti mereka tak akan sempat memperhatikan sekitar, bukan?

Leeteuk mengajakku duduk di salah satu bangku dan setelahnya dia langsung menyodorkan sebuah hamburger padaku, “Cheese burger special untuk seseorang yang special”, ucapnya.  Aku hanya menerimanya sambil terkekeh pelan, “Rayuanmu sudah ketinggalan jaman, oppa”, jawabku.  Dia kelihatan sebal dan segera duduk di sebelahku, “Hei, kau lupa?  Itu kata-kata yang kuucapkan 4 tahun lalu, Sangmi-ya”, ucapnya dan mengacak rambutku gemas.  Aku mengangguk pelan dan mulai menggigit hamburger itu.

Taman, Kopi, Cheese burger dan dengan Joongsoo yang ada di sisiku.  Benar-benar seperti 4 tahun yang lalu…

****

..8 Desember 2006, GangNam Hospital..

“Gomawo, Sangmi-ya.  Kau benar-benar menyelamatkan nyawa Appa”, ucap Appa sambil membuka map berkas yang kuberikan padanya.  Aku hanya mengangguk malas dan menatap Appa  singkat, “Ahh~ Appa sudah mulai pikun!  Lain kali rapikan dulu barang yang harus Appa bawa untuk presentasi”, ucapku mencoba menasehati.  Appa menatap bingung ke arahku, “Waah~ Seo Sangmi-nya Appa sudah bisa menasihati orang”, ucapnya dengan nada bangga dan mengacak rambutku gemas.  Mau tidak mau, aku tersenyum tipis mendengar ucapannya.

“Yasudah, cepatlah pulang.  Dan bilang pada Umma kalau Appa akan pulang terlambat.  Ara?”, ucap Appa.  Aku mengangguk pelan dan memeluk Appa sejenak, “Semoga berhasil dengan rapat dan presentasi’nya, Oppa”, ucapku.  Appa menepuk punggungku pelan, “Ne, gomawo”.

Tak lama kemudian, aku sudah berjalan pelan melewati lorong rumah sakit ini.  Yaa~ aku sama sekali tak takut dengan segala suasana di sini, bisa dibilang rumah sakit ini adalah taman bermainku sejak kecil.  Bahkan waktu kecil, aku pernah berkeliling ke kamar mayat pada tengah malam saat menunggu Appa dan Umma menyelesaikan otopsi pada seorang korban pembunuhan.  Dan tak ada yang menyeramkan dengan kamar mayat itu, malah aku pernah menusuk mata salah satu mayat dengan pensil yang kubawa.  Tapi, itu waktu aku masih kecil, jadi kini jangan anggap bahwa aku adalah seorang psikopat berdarah dingin.  Ok?

Aku tersenyum simpul pada Jiyoung Onnie, salah seorang suster penjaga yang kukenal.  Dia balas tersenyum padaku.  Yahh, sekedar formalitas belaka pada seorang anak dokter yang menjadi atasannya. (=.=).  Sampai saat aku tiba di luar rumah sakit, aku melihat ada seseorang yang berjalan terhuyung-huyung sambil menggenggam sebotol soju.  Ahh~lagi-lagi ada pemabuk di tengah jalan rumah sakit.  Dasar orang tak berguna! (>.<)

Aku mencoba untuk tak peduli dan segera bergegas menuju mobilku yang terparkir tak jauh dari tempatku berada sekarang.  Tapi aku makin merasa bahwa pemabuk itu malah mengikuti langkahku, dan saat aku mencoba berlari, dia malah ikut berlari.  AAAHH~PENGUNTIT!!!  (>M<) Aku berlari makin kencang dan segera masuk ke dalam mobil.  Tapi tepat saat aku ingin menutup pintu mobil, tangan pria itu menahannya.  Aaaargh, tidaak!! Aku tidak mau diperkosaa!!

“Lepaskannn!!!!”, teriakku kencang dan tetap menarik pintu mobil, sampai akhirnya, DUAKKK~

“ARRGGGHH~!”, teriaknya kencang sambil memegang tangannya.  Aaah, sepertinya tangannya terjepit pintu mobil.  Tapi aku tak peduli dan segera menyalakan mesin mobil, namun..dia malah menempelkan wajahnya ke kaca mobil dan tangannya berusaha membuka pintu.  Aigooo, mimpi apa aku hingga harus dikejar orang gila?!  Otakku sudah tak bisa diajak berkompromi karena saking paniknya, aku langsung menginjak pedal gas dan…

BRAAAKK!

Tak beberapa jauh setelah  aku menjalankan mobil, aku melihat namja itu tergeletak tak berdaya.  Ehh, apa itu karena ulahku yang menjalankan mobil tanpa mempedulikan posisinya barusan?  Aigooo, aku tak mau masuk penjara!!   Akhirnya aku keluar dari mobil dan kembali menghampirinya.  Aku menatapnya bingung dan mengitarkan pandangan ke sekitar, untunglah tak ada siapa-siapa disini, jadi tak akan ada yang bisa menjadi saksi mata bahwa akulah yang membuatnya terjatuh.

Aku menyenggol tubuhnya dengan kakiku, dia masih tak bergerak.  Aigoo~dia mati?!  Umma~bagaimana ini?!  Apa sebaiknya kubawa ke dalam rumah sakit saja?  Arggh, andwae!  Pasti nanti Appa akan memarahiku habis-habisan.  Aissh, ottokhe?

****

“Hei~!”, ucap Joongsoo sambil menggerakkan tangannya di depan wajahku.  Aku tersentak sejenak dan menatapnya singkat, “Kau melamun?”, tanyanya padaku.  Aku hanya menggeleng pelan dan tersenyum simpul, “Aniyo, aku hanya mengingat kejadian 4 tahun lalu”, ucapku.  Dia terlihat antusias akan hal ini, dan menatapku dengan berbinar.  “Kau masih mengingatnya?  Hei! Apa kau tahu, kau hampir membuatku mati saat aku terjatuh dari mobil”, katanya cepat.

“Yaa~ siapa suruh Oppa menyerangku seperti orang mabuk dan seakan menguntitku?”, ucapku tak terima.  Dia hanya membalas ucapanku dengan mengelus rambutku pelan, “Ne, mianhae telah menakutimu waktu itu”, ucapnya dan menuntun kepalaku untuk bersender di bahunya.  Aku tersenyum simpul dan menutup mataku dan menikmati angin yang berhembus di taman ini, “Gwenchana Oppa.  Kalau Oppa tak mabuk seperti itu, mungkin saat ini aku sedang di mengantri di barisan para ELF untuk menonton Super Junior dan meneriakkan nama Leeteuk”, jelasku padanya.  Dia terkekeh lagi sehingga lesung pipinya kembali terlihat.

Aku membiarkan kepalaku bersandar nyaman dibahunya dan menutup mata dengan tenang, mencoba membiarkan angin sejuk ini membelai wajahku dan kembali mengingatkan segala hal yang dulu pernah terjadi 4 tahun yang lalu.  “Oppa..”, kataku dan dia hanya menggumam pelan, “Apa kau ingat saat pertama kali kita berkenalan?”, tanyaku.

****

Akhirnya aku memutuskan untuk menggotong tubuh pria ini menuju ke dalam mobil, yahh..keputusan bodoh memang, tapi aku lebih tak ingin dimarahi oleh Appa karena membuat seseorang pingsan seperti ini. (>.<)  Bagi Appa, membuat seseorang menjadi sakit itu sama saja dengan membunuhnya.  Aissh, beginilah menyebalkannya jika memiliki orangtua yang adalah seorang  dokter terkenal.  (TT.TT)

Untunglah selama aku menggotong tubuh pria itu, tak ada seseorangpun yang memperhatikan kami berdua.  Suasana saat itu memang sangat sepi, dan itu membawa keuntungan bagiku. :) Setelah menaruhnya di kursi penumpang, aku segera mengemudikan menuju suatu tempat, dimana aku bisa berpikir lebih jernih untuk melakukan hal selanjutnya pada pria ini.

Tapi tepat saat aku hendak menginjak pedal gas, suara erangan dari bangku penumpang itu langsung mengagetkanku.  Aku menoleh pelan ke belakang dan melihat pria itu sedang mengusap dahinya sambil mengaduh kesakitan, Aigooo~jinca ottokhe?  Aissh, Seo Sangmi, kau memang sangat bodoh!!  Mana ada yeoja yang memasukkan seorang pemabuk ke dalam mobilnya sendiri?!  Itu malah menguntungkan dia untuk memperkosamu~!

“JANGAN BERGERAK!!”, teriakku kencang dan membuatnya terkejut sambil mengangkat kedua tangannya, “JIKA KAU BERGERAK SEDIKIT SAJA, AKAN KUBUNUH KAU!!”, tambahku lagi.  Dia terlihat shock dan meneguk ludahnya dengan berat, “Hah?  Memang apa salahku?”, tanyanya pelan.  Aku langsung gugup, “kau..hampir menyerangku”, jawabku ragu.  Matanya langsung membulat lebar, “Hah? Jinca?  Aigoo~maafkan aku.  Sepertinya tadi aku mabuk berat, aku jadi benar-benar tak sadar dengan apa yang kulakukan tadi”, ucapnya  sambil memijat dahinya, kelihatannya dia masih pusing.

Aku menghela nafas ragu, “kau..bukan penjahat ‘kan?”, tanyaku.  Dia menatapku heran, “penjahat?  Hei, apa aku mempunyai tampang seperti seorang buronan?”, dia malah balik bertanya.  Aku memperhatikan wajahnya dari kaca spion, yaa~ wajahnya memang tak berkesan seperti seorang buronan atau pemerkosa, malah berkesan seperti seorang malaikat.  Tapi, HEI, orang lain bilang, don’t judge a book from the cover, ‘kan?  Bisa saja tampangnya menipu.

Tapi segala keraguanku langsung sirna saat dia terkekeh pelan dan membuat lesung pipinya terbentuk indah, “sudahlah, aku ini orang baik-baik.  Aku hanya stress saja tadi”, jelasnya dan kembali bersender di headrest sambil memijat dahinya lagi.  “Baiklah, sekali lagi..maafkan aku, nona..”

“Seo Sangmi”, jawabku singkat.  Dia mengangguk pelan dan menjawab lemah, “namaku Park Joong..OEEEKKK~!!”

HEI, JANGAN MUNTAH DI MOBILKU!!!”

****

Aku memberhentikan mobilku di taman sekitar Namsan tower, dan melirik ke arah Joongsoo yang masih membersihkan mobilku dari ‘hal’ yang telah dia lakukan tadi.  Setidaknya dia bertanggung jawab untuk membersihkan ‘hal’ itu, dan itu membuatku yakin bahwa dia bukan orang jahat seperti yang kuduga sebelumnya.

Aku menepuk bahunya pelan, “Hei”, ucapku.  Dia menoleh sejenak, “Oh, sebentar lagi selesai,Sangmi-ssi.  Tenang saja, mobilmu pasti akan kembali bersih seperti sediakala”, ucapnya dan kembali membungkuk di dalam mobil.  Aku menghela nafas dalam, aigoo~lama-lama aku jadi merasa bersalah padanya, padahal dia belum sepenuhnya pulih dari mabuk’nya tapi dia sudah melakukan hal seperti ini.

Aku mengedarkan pandangan dan melihat ada sebuah toko mini yang menjual kudapan, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari mobil dan meninggalkan Joongsoo sendirian.  Tapi aku masih sempat mengancamnya tajam, “Jangan pernah berniat untuk mencuri mobilku, Joongsoo-ssi”.  Dia hanya mengedipkan matanya berulangkali dengan ekspresi innocent, “Tenang saja, Sangmi-ssi, aku tak bisa menyetir mobil”, jawabnya.  Aku mengangguk lega dan berlari menuju toko mini itu, dan ternyata itu adalah toko hamburger. (=.=)  Ya sudahlah, anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku karena telah membuatnya pingsan.

Aku memesan 2 double cheeseburger dan 2 cup kopi hangat, tak lama kemudian..pesanan itu telah ada di tanganku.  Setelahnya, aku langsung ke minimarket yang ada di dekat situ dan membeli sebuah obat pusing dan sebotol air mineral.  Aku berjalan pelan menuju Joongsoo yang kini sedang duduk di sebuah bangku tak jauh dari mobilku, dia masih menunduk sambil memijat dahinya.  Aissh~dia masih pusing?

“Joongsoo-ssi?”, sapaku sambil menyentuh pundaknya pelan.  Dia mengangkat wajahnya dan tersenyum simpul, “Ahh, sangmi-ssi, mobilmu sudah bersih”, ucapnya lemas.  Aku mengangguk dan duduk di sebelahnya, “Ini, aku membelikanmu obat pusing.  Cepatlah diminum dan setelah itu, makanlah burger ini”, ucapku sambil menyodorkan obat dan burger yang tadi kubeli.  Dia menatapnya ragu, “kau..tidak salah?  Jangan-jangan kau mencampurkan racun di burger itu?”, tanyanya dengan nada takut.  Aku membelalak tak percaya, “Aigoo~atas dasar apa kau menuduhku seperti itu?!!”.

Dia menerima burger dan obat itu dengan ragu, “Yahh, karena daritadi sepertinya kau benci padaku.  Aku hanya heran kenapa tiba-tiba kau bisa baik seperti ini”, ucapnya.  Aku menggembungkan pipi sebal, “Yaa~memang awalnya begitu.  Tapi setelah kuperhatikan, kau tak semenyeramkan itu”, jelasku dan mulai menggigit hamburger milikku.  Joongsoo menatapku dengan pandangan berbinar, “Ahh~syukurlah jika kau sadar”, ucapnya dengan nada lega.  Aku hanya tersenyum simpul mendengar ucapannya barusan.

“UHHUK!! UHHUKK!!”, tiba-tiba Joongsoo sudah terbatuk-batuk sambil memegang cup kopi yang kuberikan tadi.  Aku langsung menepuk-nepuk punggungnya dengan panic, “Aigoo~kau meminum obat dengan kopi?!!”, tanyaku heran.  Dia masih diam sampai akhirnya bisa menguasai kondisi, “Ituu..kau hanya memberiku kopi ‘kan?”, jawabnya innocent.  Aku menepuk dahi dengan kencang, “Aissh, no neomu babo-ya!!”, ucapku sambil mengambil sebotol air mineral dari kantong plastic yang ada di sampingku, “mana mungkin aku menyuruhmu meminum obat dengan kopi?”.

Dia tak menjawab dan segera meminum obat itu dengan tenang.  Aku bingung mesti bersikap bagaimana, rasanya dia seperti Appa.  Pria yang bertanggung jawab tapi juga amat teledor dalam melakukan segala hal. (TT.TT)  Aku jadi merasa ingin menjaga’nya, seperti yang sering kulakukan pada Appa.  Tapi, Aisssh..apa yang kupikirkan?!  Bodohh~sadarlah Sangmi!!  Kau baru mengenalnya 3 jam yang lalu~!

“Jal mokkesenmnida”, ucapnya pelan sebelum menggigit burger itu.  Aku menatapnya dalam, jika dilihat dari samping..dia sangat polos! (>.<)  Aissh~naega micchoso!!

“Ah ya, Joongsoo-ssi”, ucapku memulai pembicaraan, dia menoleh ke arahku, “Ne?”.  “Ituu..sebenarnya kenapa kau mabuk seperti tadi?  Apa kau sedang punya masalah?”, tanyaku ragu.  Dia tersenyum simpul dan menaruh hamburger itu di pangkuannya, “Ahh~ kau menyadarinya?  Ya, aku sedang punya masalah.  Tapi, sepertinya kau tak ingin mendengar masalahku kan?”, tanyanya.  Aku memiringkan kepala dan mengerjapkan mata beberapa kali, “Ahh, anii.  Jika kau ingin bercerita, silakan saja.  Setahuku, jika seseorang yang sedang memiliki masalah, dia harus menyalurkan segala perasaannya pada orang lain.  Barulah orang itu akan merasa tenang.  Keurae?”, jelasku.

Dia mengangguk singkat, “Ahh~keurae”, ucapnya sambil tersenyum dan menengadah ke langit. “Masalahku sangat sederhana.  Aku hanya cemburu…”, ucapnya menggantung.  Aissh, ya~aku sudah tahu, pasti masalahnya adalah tentang yeojachingu’nya kan? (TT.TT).  Dan itu berarti, dia sudah punya pacar?!  Arggh, hancurlah harapanku.  (=3=)

“Pada hoobae’ku yang akan debut beberapa minggu ke depan.  Padahal aku sangat berharap untuk bisa segera debut sebelum mereka”, ucapnya lagi.  “Hah?”, tanyaku tak percaya.  Jadi dia bukan cemburu pada yeojachingu’nya?😄 .  Tiba-tiba aku merasakan bahwa segala hal menjadi terang benderang dan seakan menunjukkan banyak harapan padaku. :)

“Hoobae’mu?  Debut?”, tanyaku bingung dan masih berusaha mencerna segala katan-katanya barusan.  Dia mengangguk pelan, “Ya~aku ini trainee di SMent”, ucapnya.  Aku membelalak tak percaya, “Trainee?”.  Dia mengangkat sebelah alisnya, “Yaa, kenapa kau terkejut seperti itu?  Apa wajahku ini tak meyakinkan untuk menjadi seorang trainee di SMent?”, tanyanya.

Aku hanya tersenyum miris, “Mian”, ucapku singkat, takut menyakiti perasaannya.  Dia terkekeh lagi dan menggigit  burger yang ada di pangkuannya, “Gwenchana”, ucapnya singkat.  Selama beberapa menit tak ada yang memulai pembicaraan sebelum akhirnya aku berucap, “Kau akan mengikuti hoobae’mu itu, Joongsoo-ssi.  Aku yakin kau akan segera debut bersama group yang lebih hebat”.

Dia menatapku dalam, “Gomawo”, ucapnya tulus sambil tersenyum lebar.  Aissh, lagi-lagi hatiku menjadi tak karuan saat melihat lesung pipinya ituu~!! (>.<)  Aku mengangguk pelan dan menengadahkan kepalaku ke atas langit, uhhmp..pemandangan yang sangat indah.  :) .  “Hei, kita sudah ada di Namsan.  Sayang rasanya jika kita tidak pergi ke atas sana bukan?”, ucap Joongsoo sambil menunjuk kea rah Namsan tower.  Aku tersenyum senang dan segera mengangguk yakin.  “Kkaja!”, ucapku semangat.

****

Sesampainya di atas Namsan tower, aku langsung berlari ke pinggir pagar dan segera melihat pemandangan kota Seoul dari teleskop yang ada di sini.  “Aaaah~perasaanku menjadi lebih baik sekarang”, ucap Joongsoo dari belakangku.  Aku menoleh padanya, “Jinca?”.  Dia mengangguk yakin, “Yahh~terima kasih untukmu, Sangmi-ssi”, tambahnya.  Aku mengangguk senang dan kembali memperhatikan teleskop, “Aigooo~JoongSoo-ssi, lihat!!  Itu~Bintang Jatuh!!!”, teriakku sambil menunjuk ke atas langit.

Joongsoo mengikuti arah pandanganku dan segera menarik tanganku untuk segera berdiri di sisinya, “Heii, apalagi yang kau tunggu?  Cepat buat permohonan!!!”, ucapnya cepat.  Aku langsung mengatupkan kedua tanganku dan menutupkan mata rapat-rapat.

“Tuhan, jika dia adalah bintang yang kau takdirkan untukku, maka biarkanlah dia terus ada di sisiku.  Aku mohon, Tuhan~  Pleaseee!!  Sekalii saja, tolong kabulkan permohonanku ini”, ucapku dalam hati.

“Sangmi-ssi”, bisik Joongsoo pelan.  Aku hanya bergumam tanpa membuka mata karena masih berkonsentrasi dalam meminta permohonan, tapi aku bisa mendengar nafas Joongsoo terasa amat berat.  “Bisakah..aku minta nomor handphone’mu?  Karena sepertinya, aku butuh teman untuk berbagi masalah”,ucapnya pelan.

Aku langsung membelalak tak percaya dan langsung menoleh kea rah Joongsoo yang ternyata sedang tersenyum gugup ke arahku, “Boleh?”, tanyanya ragu.

AAAAAA~Tuhaaann, neomu kamsahamnida!!  Kau mengabulkan permintaan’ku secepat iniiiii~!😄

****

“Sangmi-ya!”, ucap seseorang sambil menepuk bahuku pelan.  Aku mengerjapkan mata karena silau dengan sinar yang tiba-tiba menyambut mataku. Aku menoleh ke sampingku, dan Joongsoo sedang mengecek jam tangannya, “Ayoo~aku harus kembali ke studio.  Sungmin sudah menelfonku tadi, sebentar lagi kami akan tampil”, ucapnya cepat.  Aku mengangguk dan menguap sekali, “Aku tertidur ya?”, tanyaku polos.

Joongsoo hanya tersenyum pelan, “Ya, kau tidur, Sangmi-ya!  Dan tahu dengan posisi bagaimana?”, tanyanya antusias.  Aku menatapnya heran, tapi pertanyaanku langsung terjawab saat melihat fotoku yang sedang tidur dengan mulut menganga lebar.  Arggh, dia memotretnya?!!

“OPPPAAAA~!!!”, ucapku sambil mengejarnya dan meleparkan sepatu kets’ku sebagai boomerang atas kelakuannya tadi.  Dia hanya tertawa lepas dan berhenti tiba-tiba sehingga aku langsung menabrak tubuhnya, dan dia langsung memeluk tubuhku dengan lembut.  “Kau harus tahu, 20 tahun mendatang pun, kau akan keriput seperti nenekku, Sangmi-ya.  Jadi jangan pernah malu untuk berlaku aneh dihadapanku.  Supaya 20 tahun ke depan, aku tetap merasa melihat seorang Seo Sangmi yang sekarang ada di pelukanku ini”, ucapnya tulus.

Aku mengangguk senang dan balas memeluknya penuh sayang, tapi..”Oppa, kau tak boleh hanya memakai jas pada saat perform nanti!”, ucapku sambil menatapnya galak.  Dia menatapku heran, “Waeyo?  Kau tak suka melihat banyak yeoja yang mendambakan pacarmu ini?”, tanyanya.

Aku langsung mencubit pinggangnya, “Tidak boleh ada yeoja lain yang melihat tubuhmu!!!  Karena kau adalah milikku!”, ucapku ketus.  Joongsoo tersenyum nakal dan merangkul pundakku, “Hei, biarkanlah mereka melihat tubuhku, toh’ hanya kau yang bisa melihat hatiku, ‘kan?”, tanyanya dan menggenggam tanganku erat.  Aisssh~apa-apa’an ini?  Kenapa dia selalu tahu cara supaya membuatku berdebar-debar?! (>3<)

“Sangmi-ya”, ucapnya pelan saat kami tepat berada di depan gedung SBS, aku bisa melihat teman-temanku yang lain juga sedang mengucapkan salam perpisahan dengan namjachingu’nya masing-masing.  “Hmm?”, gumamku pelan dan kembali menatap matanya yang jernih.

Tiba-tiba dia mendekatkan keningnya ke keningku sehingga hidung kami kini saling bersentuhan, “Oppa~apa yang mau kau lakukan?!!”, tanyaku gugup.  Dia menutup matanya dan berbisik pelan, “Mianhae harus membuatmu menunggu selama 4 tahun, tapi aku mohon..tolong bersabarlah sebentar lagi, Sangmi-ya.  Berikan aku waktu untuk mengambil tindakan seperti yang dilakukan oleh Shindong pada Nari”.

Aku hanya bisa diam dan ikut menutup mata, membiarkan setiap kata yang diucapkan Joongsoo itu masuk ke tiap relung hatiku ini.  Membiarkan hatiku merasakan keyakinan bahwa setiap hela nafas yang dihembuskan oleh Joongsoo adalah bagian dari hidupku juga. “Jebal, Sangmi-ya.  Aku tahu kau bosan menunggu, tapi aku takut untuk melakukan tindakan itu. Masih sangat takut.  Dan aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku karena segala ketakutan ini.  Kau tetap mau menungguku, kan?”, tanyanya sambil memegang kedua pipiku dan mengarahkannya tepat di depan wajahnya.

Aku masih diam, aku tetap masih ragu dengan kata-katanya barusan.  Apakah 4 tahun bukan waktu yang cukup untuk mengatasi segala ketakutannya itu?  Bagaimana jika dia membutuhkan 4 tahun lagi untuk mengobati rasa takutnya?  Apa aku bisa bertahan hingga saat itu akan tiba?  Saat dimana Joongsoo akan mengakui bahwa Seo Sangmi adalah kekasihnya sejak bertahun-tahun yang lalu.

Joongsoo sepertinya bisa melihat keraguan yang terpancar di mataku.  Dia menghela nafas dalam-dalam dan melepaskan kedua tangannya dari pipiku, “Ara~ aku tahu perasaanmu.  Mungkin aku keterlaluan karena sudah memintamu bersabar selama 4 tahun, tapi asal kau tahu..aku akan mencoba mengatasi hal ini secepat mungkin, Sangmi-ya”, ucapnya sambil menyentuh bibirku dengan jarinya.  “Dan hingga saat itu tiba, jangan pernah serahkan ‘harta’-mu ini pada pria lain”, ucapnya sambil mengelus bibirku.  Aku tersenyum singkat dan mengangguk pelan, “Ara~”, jawabku dan menggenggam tangannya itu, “tak akan pernah kuserahkan pada pria lain. Hanya pada Park Joongsoo, calon suamiku”,tambahku lagi.

Dia mengangguk senang dan mengambil sebatang coklat dari dalam sakunya.  Dia mengecup bungkus coklat itu dan segera menempelkan coklat itu ke bibirku, “Anggap saja itu sebagai uang muka yang menandakan bahwa aku sudah membeli’mu, Seo Sangmi”, ucapnya dan tersenyum jahil.  Aku menerima coklat itu dengan perasaan tak menentu.

Handphone Joongsoo berdering dan aku bisa melihat sekumpulan namja berkumpul dan melambai sembunyi-sembunyi kea rah Joongsoo.  “Gotta go~”, ucapnya dan mengelus kepalaku sekali lagi.  “Wish us luck!”, tambahnya.  Aku hanya mengangguk pelan, “Saranghae”, lanjutku.

****

6 thoughts on “Diary Of Secret Girlfriend {2nd Stories}

  1. OMO !! n.n
    perasaan aku kemaren udah komen tp ko gada yah? ha gpp deh xD
    Soo oppa ampe mabok gtu ih, itu yg debut ceritanya dbsk ya neng? /soktau

    • Haha~ mgkin komen kemaren ga msuk yaa? :O
      *tabok WP* –__–

      Iyaa, yg debut dluan itu critanya dbsk🙂
      Kan teuk prnah crita klo dia prnah kcewa pas anak2 dbsk dbut dluan dripada dia TT^TT

  2. onnieeee,ada satu typo. Harusnya appa bukan oppa..
    Daaaan itu 2006 kan onnie? Suju kan udah debut onn,hehe ^^
    salah disitunya doang sih🙂 keseluruhan sukaaaaa!!
    Soo ahjussi romantis :3 apa lagi waktu ngmg ke sangmi onnie “biarkanlah mereka melihat tubuhku, toh hanya kau yang bisa melihat hatiku” huweeeeeee *gigit bantal* ituukkk kamu romantis >3<
    sekian dehhhh,lanjut next chapter😀

  3. aduh teukkie oppa mabuk2an, haha tp gapapa kalo ga gitu ni ff gak bakal jadi wkwk
    ya!! teukkie oppa bisa masuk angin juga? yang kerenan dikit dong oppa sakitnya masa masuk angin-_- *ditabok sangmi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s