Diary Of Boys Sitter {9th Diaries}

*Author POV*

“Hyung?”, ucap Onew sambil menepuk pundak Kyuhyun yang sedang tertidur di samping ranjang Nara. Kyuhyun mengerjapkan matanya karna silau dengan cahaya matahari yang menembus jendela kamar.

“Oh, Jinki”, ucap Kyuhyun saat menyadari kalau Onew sudah ada di ruangan ini. Onew tersenyum simpul dan beranjak duduk di samping ranjang Nara, berhadapan dengan tempat Kyuhyun berada. Onew menatap heran ke sekeliling ruangan.

“Kemana member yang lainnya??”, Tanya Onew bingung. Biasanya kamar Nara dirawat ini selalu penuh sesak oleh 15 cowok ini. Kyuhyun juga terlihat bingung. Tapi ia hanya mengangkat bahunya ringan.

“Mungkin mereka ada jadwal masing masing”, ucap Kyuhyun santai. Onew mengangguk paham. Selama beberapa saat, tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua. Mereka sama sama menatap kea rah Nara.

“Gimana caranya supaya dia bisa siuman?”, Tanya Kyuhyun memecah keheningan. Onew menatap heran ke arah Kyuhyun.

“Yahh, kalau di dongeng dongeng tuh, biasanya para putri selalu bangun dari tidurnya karna ciuman dari pangeran”, ucap Onew datar. Kyuhyun menatap takjub kea rah Onew.

“Jadi maksudmu, Nara mesti dicium oleh pangeran??”, Tanya Kyuhyun bingung. Onew mengangkat bahunya.

“Itu kan Cuma dongeng, Hyung”, ucap Onew sambil tetap menatap Nara dengan tulus. Kyuhyun menatap dalam kea rah Onew.

“Jinki, apa kamu tau?”, ucap Kyuhyun pelan. Onew menoleh kea rah Kyuhyun.

“Apa hyung??”

“Sebenarnya, ada seseorang yang suka sama kamu. Suuuukkkaaa bangett!!!!”, ucap Kyuhyun sambil tetap menatap dalam kea rah Onew. Onew langsung mundur beberapa langkah dari tempatnya berada.

“Hyung, kauu.. mencurigakan”, ucap Onew takut takut. Kyuhyun langsung menatap nggak percaya. “Hyung, kau bukan homo kan??”

“Aigo!! Orang itu bukan aku!! Aku masih normal!”, ucap Kyuhyun gemas. Onew langsung menghembuskan nafas lega. Ia beranjak untuk duduk kembali di depan Kyuhyun.

“Habisnya, pandangan mata mu tadi padaku, terlihat..mencurigakan”, ucap Onew pelan sambil tersenyum geje. Kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya kencang kencang.

“Aku masih normalllll, Jinki!!”, teriak Kyuhyun yang nggak terima kalau dirinya disebut homo.

“Ok, hyung. Mianhae”, ucap Onew. “Jadi, siapa yang sebenarnya suka denganku??”

Kyuhyun masih ragu untuk mengucapkannya. “Bilang nggak ya?? Ini kan rahasia yang dijaga Nara setengah mati. Tapi, mau gimana lagi? Ini kan biar Onew tau kalau pangeran yang ditunggu Nara itu adalah dia. Jadi, dia bisa cium Nara, trus Nara jadi siuman”, piker Kyuhyun. Onew masih menatap penasaran kea rah Kyuhyun.

“Jadi, cewek itu udah lamaa sekali suka denganmu. Bahkan sebelum kamu debut sebagai Leader SHINee”, ucap Kyuhyun serius. Onew mengangguk paham. “Dan cewek itu adalah….”

“AAARRRRGHH!!!! TIDAAAKKKK!!!!”, teriak seseorang sambil langsung menutup mulut Kyuhyun yang sedang bersiap mengucapkan suatu kata.

Onew langsung menatap takjub ke sosok itu. “NARA?? KAMU SIUMANN?”

===

*Nara POV*

Uggh, kok rasanya badanku berat banget sih?? Bahkan buat buka mata aja rasanya susah banget.

“Gimana caranya biar dia bisa siuman?”, ucap sebuah suara. Aha, aku tau suara itu! Kyuhyun Oppa! Hahaha, pasti mereka masih menyangka kalau aku masih belum siuman.

Aku membuka mataku sedikit, berusaha untuk mengintip apa yang sedang terjadi. Aisssh, ada Kyuhyun di samping kiriku. Wajahnya kelihatan sangat khawatir.

“Yahh, kalau di dongeng dongeng tuh, biasanya para putri selalu bangun dari tidurnya karna ciuman dari pangeran”, ucap suara dari sebelah kanan ku. Huweee?? Suara siapa itu?

Aku mencoba melirik pelan ke sebelah kanan. AIGO!!! ONEW!! Rambutnya kini dipotong agak pendek dan diwarnai merah tua. Huwaaa, dia makin ganteng!!!!

“Jadi maksudmu, Nara mesti dicium oleh pangeran??”, Tanya Kyuhyun kaget. Aku juga ikutan kaget. Mwo?? Dicium pangeran?? Pikiran childish banget sih!! Ehh, tapi kalau pangerannya Onew sih, aku mauuu!!!

“Itu kan Cuma dongeng, Hyung”, ucap Onew sambil tetap menatap ke arahku dengan pandangan yang luar biasa amat sangat memabukkan. (alaah!!!) Ya ampuuun, Onew di sampingkuu.. menatap diriku dengan khawatir!! Yess.. Yess.. Kalau gini, aku rela deh pingsan berkali kali.

“Jinki, apa kamu tau?”, ucap Kyuhyun pelan. Aku melirik sedikitt kea rah Kyuhyun. Wajahnya kelihatan sangat serius. Uhm, ada apa ini??

“Apa hyung??”

“Sebenarnya, ada seseorang yang suka sama kamu. Suuuukkkaaa bangett!!!!”, ucap Kyuhyun. DEG!! Kok tiba tiba perasaanku jadi nggak enak kayak gini?? Jangan jangan dia mau membocorkan rahasiaku yang emang sukaa banget sama Onew. Kalau iya, TIDAAAAAKKK!!! Aku nggak mau kalau Onew sampai tau bahwa aku suka sama dia.

Tapi tiba tiba Onew menjauh dari Kyuhyun, sepertinya dia ketakutan. “Hyung, kauu.. mencurigakan”
“Hyung, kau bukan homo kan??”.

HUAHAAAHAHAHA!!! Sumpahh, kalau bukan karena aku lagi pura pura pingsan, aku bakalan ketawa ngakak. Bagaimana mungkin Onew pikr bahwa orang yang suka dengannya itu adalah Kyuhyun?? Dasar Onew!

“Aigo!! Orang itu bukan aku!! Aku masih normal!”, ucap Kyuhyun dengan gemas. Hahahaha, aku mengerti, dia pasti jengkel sekali!!

“Jadi, cewek itu udah lamaa sekali suka denganmu. Bahkan sebelum kamu debut sebagai Leader SHINee”, ucap Kyuhyun melanjutkan pembicaraannya. Mwo?? Aku yakin, dia pasti akan membocorkan rahasiaku!!! ANDWAEE!!!!

“Dan cewek itu adalah….”

“ARGGGHH, TIDAAAAKKK!!!!!”, teriakku sambil langsung membekap mulut Kyuhyun dengan tanganku.

“NARA?? KAMU SIUMAN??

===

“Naraaa!!!!!!!!”, teriak 13 cowok itu serempak saat mereka masuk ke kamar tempatku dirawat. Mereka berebut untuk memelukku. Bahkan Shindong langsung menggunakan tubuhnya yang besar untuk menahan langkah 12 cowok lainnya, hanya untuk menjadi orang yang pertama memelukku. Hahahahaha, aku sangat merindukan suasana ini!!!

“Nara, kamu sadar!!! Ya ampuun, istriku sadaar!!”, ucap Leeteuk dengan ekspresi yang amat sangat berlebihan. Dia menggendong anjing yang pernah kami beli di Malibu. “Lihatlah, nak!! Ibumu sudah siuman!! Kamu nggak akan jadi anak piatu”, ucap Leeteuk pada anjing yang sedang digendongnya itu. Aku hanya tertawa senang melihat nya.

“Oppa, aku ingin menggendong anak kita”, ucap ku sambil mengangkat tanganku untuk menggendong anak anjing itu. Leeteuk langsung terperangah mendengar ucapanku. Biasanya aku nggak pernah menanggapi leluconnya tentang hubungan suami istri kami. Tapi sekarang?? Entahlah, aku hanya kangen dengan suasana ini.

“Kamu baik baik aja?”, Tanya Siwon sambil mengelus rambutku. Aku menatap pelan kea rah Siwon. AIGOOO!! Aku kangen dengan tatapan malaiakatnyaaaaa. Aku mengangguk semangat menjawab pertanyaan Siwon.

“Oppa, liat sendiri kan?? Aku sehat banget kok!!”, ucapku sambil menggerakkan tanganku ke atas. Tapi, “ARRGH!!!”, aduuh, sepertinya aku terlalu bersemangat. Badanku jadi langsung sakit lagi. (T.T)

“AWAS!!” , Onew langsung menahan pundakku. OMMONA !! Aku lupaa, disini kan masih ada Onew!! Aku menatap pelan kea rah Onew yang juga sedang menatapku. Aigo, aku baru tau kalau matanya benar-benar jernih.

“EHEMM!!!!”, suara yang kompak itu langsung membuat aku dan Onew langsung melepaskan pandangan masing masing.

“Nara, aku suami keduamu. Ingatt!! Suami ke dua!! Jangan selingkuh di depan mataku seperti tadi”, ucap Donghae pura pura marah. Aku hanya tersenyum simpul. Sedangkan Onew hanya menjauh sambil menggaruk kepalanya malu.

“Donghae-a, aku juga tunangannya!!”, ucap Sungmin menyela ucapan Donghae. Donghae hanya menatap sengit kea rah Sungmin.

“Hyung, suami sama tunangan itu jabatannya lebih tinggi suami kan??”, ucap Donghae.

Leeteuk malah ikut ikutan berkontroversi, “Ehem, suami ke 2 dan tunangan itu, jabatannya masih kalah dengan suami ke 1”, ucapnya sambil menyombongkan diri. Ommona!! Apa-apaan sih mereka ini???

“Tapi kalian masih kalah denganku. Karna aku adalah soulmate’nya Nara sampai akhir hayat”, ucap Eunhyuk sambil memelukku erat, dan membuat 13 member lainnya membelalak lebar.

“Hyukkie—a, aku juga belum peluk Nara!!!!!!!!!”, teriak mereka serempak dan kembali berebutan untuk memelukku. Hahahaha, aku rindu mereka. Sangat rindu mereka!!

Aku menatap Onew yang sedang terkekeh melihat kelakuan kami semua. Aigoo-a, senyumannya itu lohh!!!😄

Tapi tak beberapa lama, pintu kamar ku terbuka dan menyiratkan sesosok bayangan yang amat sangat kurindukan. Sosok itu membawa sebuket bunga yang sangat cantik. Di wajahnya terlihat keringat yang membasahi pipinya. Kelihatannya dia buru buru ke sini. Senyuman mautnya terlihat menghiasi mimpinya saat ia melihat wajahku.

“Kibum Oppa!!”, teriakku saat melihat nya. Ya ampunn, aku sangat kangen Oppa ku yang satu inii!! Kibum berjalan menghampiriku dan memberikan sebuket bunga itu untukku. Aku tersenyum senang.

“Nara, would you marry me??”, ucapan Kibum itu membuat tubuhku kaku dalam sekejap.

HAH????

==

“Nara, would you marry me??”, ucap Kibum sambil menatapku dengan serius. Aku langsung membelalak kaget. Member yang lainnya juga sama kagetnya sepertiku.

“Kibum-a, kamu seriuss??”, Tanya Heechul yang nggak percaya dengan omongan Kibum barusan. Aku masih nggak bisa ngelakuin apapun. Kibum bilang suka padaku???

Kibum mengedarkan pandangannya pada seluruh member. “Apa wajahku kurang meyakinkan?? Apa aku keliahatan bercanda?? Apa aku nggak serius?”, Tanya Kibum sambil tetap menatap tiap member. Aku bisa mendengar jantungku berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Huwaa, aku yakin sebentar lagi pasti jantungku bakal keluar dari mulutt!!!

“Nara, kamu mau kan?”, Tanya Kibum sambil menatapku dalam. Matilahhh aku!!!!!

===

Kibum menghampiriku, dekat dan makin mendekat. Akhirnya dia malah memelukku erat. Aigooo!!! Aku bisa pingsan karena deg deg’an.

“Nara”, ucap Kibum pelan, tapi terdengar sangat nyaring di ruangan ini. Semua member dan Onew hanya diam melihat kami berdua.

Onewww!! Jangan salah pahammmm!!!

“Maaf karena udah ngerjain kamu untuk kesekian kalinya”, ucap Kibum dan melepaskan pelukannya dari tubuhku. MWO??

Kini Kibum hanya tertawa terbahak saat melihat wajahku yang sudah semerah kepiting kepiting rebus. “Ya ampuun, Nara. Apa kamu beneran berpikir bahwa aku benar benar suka padamu??”, ucapnya sambil memegang perutnya. Member yang lainnya malah ikut tertawa melihatku yang dikerjai lagi oleh Kibum.

“OPPA!!! KUBUNUH KAUU!!!”, ucapku sambil melempar bantal kea rah Kibum. Mereka langsung berusaha menghindar dari serangan bantalku. Saat aku melirik kea rah Onew, dia seperti terlihat lega. Entah karena apa.

***

Aissh, dimana ini? Kenapa segalanya terasa pucat dan buram??

“Nara”, panggil seseorang dari belakangku. Aku menoleh pelan dan disana kulihat ada sesosok perempuan, dia berdiri di samping sosok yang begitu kukagumi. Ya, dia berdiri di samping Onew. Badanku terasa kaku melihatnya. Onew hanya diam menatapku, tapi dia nggak beranjak dari sisi perempuan itu. Ia masih diam!! Aku mencoba berjalan menghampiri mereka, tapi omongan perempuan itu membuat langkahku langsung terhenti.

“Onew milikku”, ucap perempuan itu dengan senyum dinginnya. Kini ia menggenggam tangan Onew dan berjalan menjauh dariku sambil menggenggam tangan Onew. Badanku kini benar-benar kaku, nggak bisa bergerak!! Nggak mungkin!! Aku mau berteriak, tapi mulutku seakan dikunci, suaraku seakan habis. Onew, kenapa kamu diam saja?? Jangan hanya bisa diam dan memandangku dengan tatapan polos itu!!

“ANDWAEE!!”, teriakku spontan.

Kini segalanya terasa terang, sangat terang. Aku menyipitkan mata sambil masih terengah-engah karena kejadian barusan. Yang kulihat kini adalah wajah Leeteuk, Kyuhyun dan Donghae yang menatapku khawatir.

“Kenapa, Nara? Kamu mimpi buruk? Tenanglah, besok kita sudah boleh pulang ke rumah dan keluar dari rumah sakit ini”, Tanya Leeteuk sambil mengelus keningku pelan. Aku masih gemetar karena kejadian itu. Apa benar yang barusan itu hanya mimpi?? Apa benar itu akan terjadi?? Kenapa mimpi itu benar benar terasa nyata?

Aku menangis terisak sambil menundukkan kepala dalam-dalam.

Kyuhyun dan Donghae saling berpandangan bingung melihatku menangis, sedangkan Leeteuk masih mengelus kepalaku pelan.

Onew dan Jessica??

===
..Keesokan paginya..

“Noona!!!!!!”, teriak suara yang tanggung itu. Aku mengalihkan pandanganku dari majalah yang sedang kubaca. Wajah tampan sekaligus manis itu kini sedang melambai ke arahku dari balik jendela kamar tempatku dirawat.

Aku langsung menaruh telunjukku dimulut, “Jangan berisik, Taemin”, bisikku pada cowok itu. Ia hanya mengangguk paham sambil tersenyum senang. Aku memberi isyarat padanya untuk duduk di sebelahku. “Sendirian?”, tanyaku padanya. Ia hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.

“Hyung lainnya lagi sibuk, noona”, ucapnya. Aku bergumam paham. “Jonghyun hyung, Key hyung sama Minho hyung lagi siaran StarKing, Onew hyung lagi ada show ama Jess noona”, jelasnya.

DEG!!!!

“Jessica?”, tanyaku pelan. Taemin mengangguk. “Kan masih promosi One Year Later, noona. Wajar dong kalau sering tampil bareng”, jelasnya. Aku menghembuskan nafas lega. Setidaknya omongan Taemin tadi dapat membuat perasaanku menjadi lebih tenang.

“SuJu sunbaenim pada kemana, noona?”, tanyanya heran saat melihat kamar ini kosong. Aku mengangkat bahu ringan, “nggak tau, katanya lagi ada keperluan”. Taemin mengangguk paham.

“Noona bakal pulang hari ini kan?”, Tanya Taemin lagi. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. “Kenapa?”, tanyaku penasaran . Taemin tersenyum senang.

“Syukurlah, dari kemarin Key hyung selalu menanyakan kabar noona, dia selalu berdoa setiap malam buat kesembuhan noona”, jelas Taemin.

“Key?”, tanyaku sangsi. Taemin mengangguk pasti. Aigo, kenapa mesti Key yang selalu mendoakan kesembuhanku? Kenapa bukan Onew?

“Kalauu, member lainnya??”, tanyaku hati hati. Taemin mengangkat alisnya bingung. “Maksud noona?”

“Yaah, apa ada member lainnya yang mendoakan kesembuhanku?”, tanyaku lagi. Taemin kelihatan berpikir sejenak.

“Ada kok. Aku, Minho hyung dan Jonghyun hyung juga selalu berharap noona cepat sembuh”, ucapnya polos.

Hatiku langsung mencelos perih saat nama Onew tak kunjung disebut oleh Taemin.

==
..Sore harinya..

“Nggak ada yang ketinggalan kan?”, Tanya Heechul sambil memeriksa kembali kamarku, kalau kalau ada barang yang tertinggal.

“Nggak ada Oppa”, ucapku pelan “Emangnya aku bawa barang apa aja sih?? Aku kan dirawat pas lagi pingsan, mana sempet bawa perlengkapan apapun”, jelasku. Heechul mengangguk angguk dan langsung mendorong kursi rodaku kea rah minibus yang sudah terparkir tak jauh dari tempatku berada sekarang.

“Yang lainnya pada kemana sih, Oppa?? Masa Cuma Oppa aja yang jemput aku dari rumah sakit?”, keluhku saat kami sudah duduk di minibus.

“Sibuk”, jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya. Sepertinya dia sedang meng-SMS seseorang yang penting. Huuh, kenapa rasanya aku jadi makin canggung jika berduaan dengan Heechul seperti sekarang ini?? Mungkin aku sudah terlalu lama nggak mengobrol dengannya.

Aku langsung manyun mendengar jawaban Heechul. “Oppa yang nggak care ama dongsaeng-nya!!!”, gerutuku. Heechul yang sedang SMS’an pun langsung mendelik ke arahku.

“Apa? Ngapain oppa melotot ke arahku?”, tantangku dengan nada mengancam. Hhahaha, udah lama aku nggak ngejailin oppaku yang 1 ini. Dia terlalu sibuk dengan drama dan kegiatan MC nya.

Heechul langsung memandangku dengan tatapan buas.

“Heechullie, pabooo~~”, ucapku sambil memeletkan lidah kea rah Heechul dengan nada yang diucapkan Eunhyuk saat mereka berdua sedang ada di Intimate Note. Heechul langsung berderap ke arahku dan langsung mengelitiki pinggangku.

“OPPPA!!!! AMPUUUUNNN!!!!!”

“Siapa yang pabo, hah??”, tanyanya sambil tetap mengelitiki ku.

Heechul yang dulu kukenal kini sudah kembali.

==

Kami sampai di dorm saat langit sudah mulai memerah. Aku memandang heran kea rah dorm yang gelap gulita.

“Oppa, kok gelapp banget sih?”, tanyaku sambil memperhatikan dorm dari jendela mobil. “Member lainnya msih belum pulang?”

Heechul mengangkat bahunya bingung. “Mungkin juga”

“ Ayo kita turun”, ucapnya sambil menggenggam tanganku dan menuntunku turun dari minibus. “Hati hati”, tambahnya saat kakiku mulai menapaki aspal. Aku mengangguk paham sambil tersenyum simpul. Ternyata dia nggak se-careless yang kubayangkan.

“Oppa, sereeemmm!!!”, ucapku sambil menggenggam tangan Heechul lebih erat. “Aku fobia sama tempat gelapp”, tambahku lagi. Heechul melengos sebal dan langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam dorm.

“Jangan manja”, ucapnya datar.

“Aigooo!!! Oppa, aku baru sembuh!!! Jangan tarik tarik sembarangan dong, sakit taauuu..”
<(=3=)>

===

“Saklar lampunya di mana, Oppa??”, ucapku sambil meraba-raba tembok di dalam kegelapan dorm. Tanganku yang satu lagi tetap menggenggam tangan Heechul dengan kuat. Heechul sempat meringis kesakitan karena genggamanku, tapi aku nggak akan melepaskan tangannya!!!! Aku benar-benar takut gelaaaappp!!!

“Awas loh, Nara. Nanti kamu malah nggak sengaja ngeraba-raba setan”, ucap Heechul datar. Aku langsung memukul lengannya kencang. “OPPPA!!”, teriakku sebal. Yang terdengar hanyalah suara kekehan tawa Heechul.

Aku masih tetap meraba-raba tembok dorm untuk mencari saklar lampu. Aisssh, baterai handphone ku habis siih, makanya jadi repot kayak gini!!! (=..=)

“Oppa, pinjem hape!!”, ucapku pada Heechul. Heechul mengeluarkan handphone dari sakunya. Tapia pa kalian bisa tebak apa yang dia lakukan?? Malah menaruh handphonenya itu dibawah wajahnya, jadi seakan akan dia adalah hantu yang hanya keliahatan wajahnya!!! (>..<)

“UWAAAAA!!!!”, aku langsung menangkis handphone Heechul sehingga suasana kembali gelap.

“HUAAAA, HAPE KU!!!!”, teriak Heechul sambil meleepaskan tangannya dari genggamanku untuk mencari handphonenya.

“OPPA!!! Jangan kemana-manaaaa!!!”, ucapku ketakutan di tengah kegelapan. Huweee, disini gelap bangettttt!!! Takuut, gimana kalau di dorm ini beneran ada hantunyaaa??

Tanpa sadar, aku malah menangis terisak. Aku benar-benar takut. Aku nggak mau kejadian saat aku pingsan setelah tabrakan itu terulang lagi. Sendirian di tempat gelap. Sunyi. Dingin. NGGAK!!!

“Oppa~~”, lirihku di tengah isakku yang hebat. “Oppa, aku takuut~~ Jangan tinggalin aku sendiriiii..”

“SURPRISEEEEE!!!!!!”, seru suara itu dengan kompak dan dibarengi dengan lampu yang mulai menyala satu persatu. Kini semua member *bahkan Kibum juga ada* sedang memegang terompet kecil dan memakai topi ulang tahun. Eunhyuk memegang beberapa kado yang telah ditata indah.

Aku masih terdiam terpaku melihat kejutan dari mereka. Aku ingin tertawa, tapi ingin menangis sekaligus ingin menghajar mereka semua!!! Akhirnya, aku malah tetap diam terduduk dan terus menangis. Tapi kali ini bukan tangisan ketakutan, ini adalah tangisan bahagia. Bahagia karena sudah memiliki 13 malaikat pelindung seperti mereka semua.

Kini mereka menghampiriku perlahan. Eunhyuk langsung menaruh kado itu dan duduk di hadapanku. Siwon mengelus pundakku lembut. Kini mereka duduk mengelilingiku yang masih menangis terisak.

“Oppa jahat~”, ucapku sambil terkekeh. Sungmin menggenggam tanganku dan mengelusnya perlahan. “Jangan takut, Nara. Kami nggak akan pernah ninggalin kamu. Nggak akan pernah. Biarpun hanya sedetik, itu nggak akan pernah terjadi”, ucapnya dan dijawab oleh anggukan setuju member lainnya. Aku tersenyum tulus mendengar ucapannya.

Selama beberapa saat, tidak ada yang memulai pembicaraan di antara kami semua. Sampai akhirnya Yesung mengatakan sesuatu. “Nara..”

Aku menoleh perlahan kea rah Yesung. “Apa Oppa?”, tanyaku lembut.

“Lap dulu tuh ingus kamu. Jijik tau”, ucapnya dengan wajah tanpa dosa. Ekspresi wajahku langsung berubah.

“OPPAAAAA!!!!!”

Kehidupanku bersama 13 cowok gila ditambah 2 cowok cina yang sama gilanya ini, akan segera kembali dimulai…

p.s : Onew, kamu lagi ngapain sekarang?? Nggak lagi bareng Jessica kan??
==

=TBC=

5 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {9th Diaries}

  1. anak2 suju tuh demen banget ngerjain nara ya-___- waktu itu donghae pura2 nembak nara, skrg kibum pura2 ngelamar nara, 2 kata untuk nara eonnie: tetap SABAR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s