Diary Of Boys Sitter {7th Diaries}

“Jadi, sekarang kita minum obat dulu”, ucapku pada Taemin. Taemin hanya mengangguk singkat, berjalan menuju kamar dan langsung berbaring di kasurnya. (Mau lihat fotonya?? Yahh, kira kira sama seperti fotonya terdahulu. Kyahahahaha~~). Aku memegang kening Taemin. Hmmph, suhu badannya sudah tak terlalu panas.

“Tadi kata Minho obatnya ditaruh di kulkas ya?”, tanyaku. Taemin mengangguk lagi. Aku segera berdiri dan beranjak menuju dapur.

“Noona!”, ucapan Taemin menghentikan langkahku. Aku menoleh ke arah Taemin. “Aku boleh pinjam PMP punya noona, ya? PMP punyaku rusak”, ucapnya lagi dengan pandangan berbinar ala Shinchan. (Tau ‘kan? Jadi ada sparkling nya gitu.. ^^) Aku mengangguk sambil tersenyum simpul.

“Ambil aja di tas noona. Di saku paling luar”, ucapku sambil menunjuk ke arah tasku di atas meja. Taemin mengangguk dan berjalan menuju meja belajar. Setelah itu, aku kembali berjalan menuju dapur untuk mengambil obat Taemin. Tapi saat aku mengambil plastik obat itu, aku jadi kagett setengahh matiii!!!! Masa di plastik itu ada tulisan “SHINee jjang!!!” dan “SHINee forever!!”. Bahkan ada cap bibirnya segala. (=.=) Ya ampunn, pasti ini perbuatan dokter gila itu!
“NARA NOONA!!! APA-APAAN NIIH?”, teriak Taemin dari kamar. “PMP nya ada gambar begituannn!!!!”

HAH? Gambar begituan? Apaan tuh?

Aku segera berderap menuju kamar dan menghampiri Taemin yang sedang menutup matanya rapat rapat tetapi masih memegangi PMP ku. “Gambar begituan apaan?”, tanyaku penasaran. Taemin langsung menyerahkan PMP ku.

MWO?? GAMBAR APAAN NIHH?? KOK ADA GAMBAR CEWEK NAKED GINI???

“Hah? Nggak tau, Taemin. Sumpahh!! Noona nggak pernah ngumpulin gambar kayak gini kok”, ucapku grogi. Hyaaa!!! Bagaimana bisa ada gambar ini?? Ketahuan sama Taemin pula!! Image ku hancurrrrr!!!!

“Neorago.. Neorago”. Nama Eunhyuk terpampang di layar ponselku. Uhh, ada apa lagi kali ini?

“Yeebseo?”, sapaku agak kencang. Mungkin gara-gara masih grogi. =p “Ada apa Eunhyuk Oppa?”

“Nara, PMP punyaku tuh ketuker ama punyaku ya? Kok PMP punyaku ini isinya jadi foto Onew semua”, ucap Eunhyuk datar. Rasanya semua perasaanku udah campur aduk sekarang!!

“OPPA!!!!!! NGGAK MAU!! JELASIN KE TAEMIN SEKARANG JUGAAA!!! IMAGE AKU JADI HANCUR GARA-GARA OPPA!!!!”

***

Yahh, begitulah. Setelah Eunhyuk menjelaskan segalanya pada Taemin, Taemin langsung percaya lagi padaku. Huuft, untunglahh imageku sebagai noona yang baik tetap terjaga!! (^^)7

“Noona, nggak repot ngurusin 13 cowok sekaligus?”, tanya Taemin setelah Eunhyuk selesai menelfon kami. Aku menghela nafas sejenak.

“Repot. Repot banget malahan”, uacpku sambil membetulkan posisi dudukku sehingga kini aku berhadapan dengan Taemin. Taemin memperhatikan omonganku dengan seksama. Sepertinya dia sangat tertarik dengan ceritaku ini. “Tapi, dari repot itulah, noona bisa ngerasain gimana rasanya jadi dongsaeng, manager, pembantu sekaligus Umma buat mereka ber 13. Kesempatan yang langka banget kan?”.

Taemin mengangguk paham. “Terus, pasti noona punya pengalaman yang paling berharga kan selama bareng Suju Sunbae?”. (Kok aku malah ngerasa kalau aku lagi diwawancara ya?? Bukannya aku disini sebagai pengasuh Taemin?? =p )

Aku mengangguk. “Banyaak banget”, ucapku sambil menerawang. “Oh iya, tunggu dulu ya?”, ucapku sambil beranjak untuk mengambil handphoneku di meja. “Pengalaman noona yang paling berharga tuh, waktu kami lagi liburan ke Malibu”

Aku menunjukkan foto saat kami (aku dan para member Suju) sedang liburan. Ini dia salah satu fotonya..

Hmmm, ingatanku jadi kembali melayang ke kejadian itu..

****

“Nara, buruannnn!!!!!”, teriak Heechul dari dalam mobil. Klakson mobil juga sudah dibunyikan beberapa kali. Kelihatannya mereka sudah nggak sabar. Yahh, wajarlah, ini kan kesempatan langka. Kapan lagi pihak SM bakal kasih liburan untuk member Super Junior?? Yahh, biarpun hanya 2 hari, tapi yang penting mereka bisa melepaskan penat untuk sekejap. Kasihan kalau mereka terus-terusan dipaksa bekerja. =)

“Iyaaaaa, oppa! Sebentar lagii!!”, jawabku sambil memeriksa kembali semua kelengkapan dan segala hal di dorm. Gas udah dimatikan, semua pintu dan jendela sudah dikunci, pakaian sudah diangkat dari jemuran, lampu sudah di’set timer. OK!! Semua siaaappp!!!!

Aku segera beranjak menuju minibus yang telah terpakir di depan dorm. “Oke, Oppa!!! Ayo berangkat!!!”, seruku kencang dan dijawab oleh teriakan mereka pula. “SUMMER VACATIONNN!!!”

***

Sesampainya di bandara, kami langsung melangkah menuju deport keberangkatan. Pramugari di depan kami langsung menyapa dengan ramah, tapi raut kegirangan karena bisa bertemu para member SuJu masih bisa tertangkap jelas dari wajahnya. =p

“Permisi, boleh kami periksa pasport dan tiket’nya??”, tanya pramugari itu dengan senyum yang sangat di’manis’kan. Yayayaya, ada 13 member suju di depan matamu, jadi yahh wajar saja kalau dia Tebar Pesona seperti itu. =0

Leeteuk langsung menengadahkan tangannya pada Donghae. “Pasport dan tiketnya?”.

Donghae hanya mengangkat bahunya. “Kemarin aku titipin ke Eunhyuk. Kalau sama aku kan bisa kelupaan”. Siwon mengalihkan pandangannya ke Eunhyuk.

“Kemarin aku titipin ke Shindong”, ucap Eunhyuk sambil menunjuk Shindong. Shindong langsung menunjuk ke arah KangIn. Kangin menunjuk ke arah Sungmin. Sungmin ke arah Ryeowook dan Ryeowook ke arah Siwon. (Jyaah, berasa komentator sepak bola.. =9)

“Siwon?”, tanya Leeteuk. Siwon hanya bisa nyengir garing sambil menatap Leeteuk.

“Kayaknya pasport nya ketinggalan di meja makan”, ucapnya pelannnnnn sekali.

“SIWONNNN!!!!!”, teriak 12 cowok lainnya sambil mengacak rambut Siwon. “Pokoknya kamu mesti ngambil pasport itu lagi!! Nggak mau tahu!! Masa liburan kita gagal sih?”

Siwon mengangguk paham. “Oppa, aku temani, ya?”, tawarku pada Siwon. Ia hanya menggeleng sambil tersenyum dan segera berlari menuju minibus. Huuuft, untung saja minibus nya belum berangkat kembali ke dorm.

Aku kembali ke tempat para member lainnya berkumpul. Huump, jadi apa yang mesti kulakukan sekarang??

Yayayayaya, tanganku iseng untuk memotret para member lainnya. Dan yang jadi sasaran utamaku saat itu adalah Eunhyuk yang sedang tertidur di bangku. (>0<). Hahaaha, kok bisa sih dia tidur seperti itu? Humm, pasti dia capek sehabis siaran di SuKiRa tadi. Sabar ya, Oppa!

*imutt.. imuut.. =) hahahaha, aku baru sadar kalau Eunhyuk itu imut.. *

Uhhmp, motret siapa lagi ya? Uggh, pengennya sih motret Jinki (dia salah satu trainee di Sment. Kemarin aku bertemu dia di tempat training. Wajahnya imuut sekali. Aku kira dia baru 16-17 tahun, ehh ternyata sudah 19 tahun!! Wajah bisa menipu.. =p. Mau lihat fotonya nggak?)

*ini kuambil secara diam-diam. Kyahahahaha, imut kann?? =) *

Oh iya, ada 1 cowok lagi yang menarik perhatianku waktu itu. Aku juga melihatnya di tempat training. Orangnya lucuuu banget. Tapi agak pendiam gitu deh. Kalau nggak salah, namanya Choi Minho. Huuh, emangnya setiap orang yang marganya Choi tuh mesti pendiam ya? Siwon juga marganya Choi, dan dia agak pendiam. =( (berarti, aku nggak boleh kasih nama anakku dengan marga Choi.. Semoga saja marganya Lee.. =9 )

Waktu aku menanyakan soal Minho pada temanku, Sul Li (dia juga anggota training), katanya memang banyak yang suka pada Minho. Hummph, wajar saja. Wajahnya memang ganteng kok. Mau lihat orangnya??

*yahhh, ganteng.. ganteng.. =9*

=Cukup sekian tentang flashback memngingat 2 cowok itu=

Kembali ke bandara, dan aku masih bingung mesti motret siapa lagi. Masa aku Cuma motret Eunhyuk aja?

Aku segera berlari menuju Donghae yang sedang melihat jadwal keberangkatan. Sepertinya dia serius sekali.

“Oppa!!”, ucapku dan Donghae langsung menoleh ke arahku. CKREK!!!

*KYAAA!!! Wajahnya tetep gantengggg!!!!*

“Yahh, kok nggak bilang kalau mau fotoku? Nanti kan aku bisa kasih yang ekslusif”, ucap Donghae sambil manyun. =D *uggh, sebenarnya sih aku pengen potret pas dia lagi manyun, tapi nggak jadi deh! Nanti semua fans nya Donghae bakal kabur.. =)* Aku hanya tertawa ringan melihat tingkahnya.

Tak lama, handphone Donghae berdering. Uhm, sepertinya SMS. “Siapa Oppa? Jessica ya?”, tanyaku pada Donghae. (Jessica adalah pacar Donghae. Trainee nya Sment juga. Yahh, dia cantik siih, tapi aku merasa kurang ‘sreg’ dengannya, nggak tahu kenapa.).

Donghae menggeleng, “Jessica? Aku udah putus dari dia. Katanya sekarang dia lagi pacaran sama Jaejoong atau Yoochun. Yah, nggak tahu juga sih.”, ucapnya santai sambil membalas SMS yang masuk barusan. Hiyaaah, gilaaaa!!! Setelah sama Donghae, kini dia ganti ke Yoochun dan Jaejoong?? Waaah, apa iya dia secantik itu?? =(

“Emang Oppa putus ama dia udah berapa hari??”, tanyaku penasaran.

“Kemarin”, ucapnya santai lagi.

MWO?? KEMARIN BARU PUTUS DAN SEKARANG UDAH PUNYA PACARRRR??? Aku nggak tahu mesti kagum atau malah mesti sebal. Rasanya setengah setengah. Kagum karena dia berhasil mengambil hati Jaejoong atau Yoochun dalam waktu sehari. Sebal karena segampang itu melupakan Donghae. (=.=)7 *netral aja lah!*

Aku menepuk pundak Donghae. “Sabar ya, Oppa. Cewek nggak Cuma dia aja kok. Masih ada banyak cewek yang jauuuuuhhh lebih cantik daripada Jessica”, ucapku menghibur Donghae. Donghae menatap ke arahku dengan pandangan yang aneh.

“Kamu mau jadi pacarku?”, tanya Donghae dengan tatapan serius.

HAHHH??

“Ah, Oppa. Jangan bercanda!”, ucapku grogi tapi wajahku jadi memerah.

“Jadi kamu nggak suka aku?”, tanyanya lagi sambil mendekatkan wajahnya padaku. Hiyyaaa!!

“Aku… suka Oppa kok. Suka sebagai dongsaeng ke Oppa’nya. Tapii…”, ucapku sambil berjalan mundur karena makin lama, Donghae makin mendekatiku. Aduuh, gimana ini? Suka sih suka, tapi..

“Jawab aja, iya atau enggak”, ucapnya lagi sambil terus mendekatiku. DUKK!! Ehh, sialann!! Masa ada tembok dibelakangku?? Aku jadi nggak bisa menjauh lagi..

“Uhhmp, nggak.. Eh, Iya.. Oh, nggak jadi deh!! Eh, tapi aku mau”, ucapku ngejlimet. Acak-acakan. Huwaaa, apa yang harus kulakukan??

Donghae makin mendekatkan wajahnya dan tangannya mulai menyentuh pipiku. Matiiiilah akuu!!! Aku langsung menutup mata takut.

PLAK!!

Keningku mulai terasa sakit dan panas. Saat aku membuka mata, di depanku hanya terlihat Donghae yang sedang berusaha menahan tawa.

“BUWAHAAAAHAAHA!! Nara, kamu bodohhhh!!! Mana mungkin aku pacaran sama kamu? Kamu itu kan dongsaengku!!”, ucap Donghae sambil mengacak rambutku kencang. Yaah, jadi yang tadi Cuma bohongan ya?? Aku kira beneran. Uhhm, agak kecewa juga sih. Yaah, jujur saja, siapa sih yang nggak mau pacaran dengan DONGHAE??? =P

“OPPA JAHAATTT!!!!”, teriakku sambil melemparkan sepatuku ke arah Donghae yang telah lari duluan.

Uggh, seballl!!! =( Aku beranjak ke arah Hankyung yang sedari tadi hanya diam. “Oppa!!”

CKREK!!!

*Orang China terganteng yang pernah kulihat!! =9*

“Yaah, Oppa. Senyum sedikit dong.. Masa cemberut terus sih?”, pintaku pada Hankyung. Hankyung hanya tersenyum tiiiiipppiiiiisss sekali. Huuh, emang sih, tadi aku bilang senyum sedikit saja, tapi masa harus setipis itu?? Nggak seru, ah!

Kalau Sungmin?? Tumbennnnnn banget kali ini dia baca buku. Biasanya kan dia nggak pernah bisa lepas dari handphone nya. Waaaah, kejadian langka. Sekali seumur hidup mungkin. Kyahahahaha.. Wajib diabadikann!!

Karna penasaran, aku mulai menghampiri Sungmin. “Oppa, baca apa?”, tanyaku pelan. Tapi sepertinya Sungmin terlalu berkonsentrasi dan tidak mendengarku karena ia masih memakai earphone sambil mendengarkan musik. Aku berdiri sambil mencoba melihat judul buku itu. Aku pengen tau, buku apa sih yang bisa bikin Sungmin jadi kutu buku seperti sekarang?

Tapi ternyata saat aku membaca sampulnya, judulnya “44 trik kamasutra”. Kyyyyaaa!!!! Apa-apaan sih??

“Oppa, ngapain sih? Mesum!!! Gila !!! Pervert!! Anehhh!!!! Memalukaaaannn!! Masa baca buku begituan di bandara???”, aku memukuli Sungmin dengan bantal yang tadi dipeluk Eunhyuk. Sungmin yang sedang asyik membaca langsung kaget saat diserang oleh pukulan bantal dariku.

Tak beberapa lama kemudian, Siwon telah kembali dengan nafas yang terengah engah. Hahahahaha, diwaktu begini, aku masih saja sempat mengambil fotonya yang masih terengah engah

*tetep ganteng!!! >0< ya kan???*

Kami langsung bersorak gembira saat melihat Siwon yang datang sambil membawa pasport dan tiket kami ber 14. Yahh, akhirnya kami jadi berlibur juga ke Malibu!!! =)

“MALIBU!!! WE’RE COMING!!!!”.

***

“Terus, gimana noona??”, tanya Taemin makin penasaran. “Noona ngapain aja selama di Malibu?”

“Hmmm, lanjutin ceritanya nanti aja ya?? Kita makan dulu. Kamu juga laper kan??”, ucapku sambil mengelus perutku yang sudah protes minta diisi. Taemin mengangguk patuh.

Kok makin lama, aku malah merasa jadi baby sitter?? =(

***

“Huwaah, kenyang!!”, ucap Taemin sambil memegang perutnya. “Nara noona jago banget masaknya! Sama kayak Key umma”.

Aku tersenyum senang. Sudah lama aku nggak mendengar pujian orang lain tentang masakanku. Member SuJu biasanya Cuma mengkritik saja. (>.<)

“Noona, lanjutin dong cerita yang tadi”, ucap Taemin lagi sambil menghadap ke arahku. Aku mengangguk pelan.

“Eh, tapi minum obat dulu ya?”, ucapku pada Taemin. “Kamu tunggu di kamar aja. Noona pengen sekalian bikin cemilan. Biar ceritanya jadi nggak boring”. Taemin mengangguk paham.

Setelah mengambil beberapa snack dan plastik obat dari dalam kulkas (semua snack yang ada di kulkas ini isinya snack rendah lemak semuaa!!!), aku beranjak ke kamar dan menyodorkan plastik obat itu. Taemin meminum beberapa obat itu dan langsung duduk di sampingku.

“Jadi, gimana lanjutannya, noona??”

***

Waaaaahh, kami ternyata dapat kursi di kelas VVIP!!! Wuaaaa, bahagiaaa. Baru kali ini aku bisa duduk di bangku VVIP. Bangkunya empuk banget!! Waah, ada mejanya pula!! Aku langsung melompat kegirangan di dalam pesawat.

“Nara, jangan kampungan”, bisik Leeteuk sambil menarik tanganku untuk duduk di sampingnya. Tapi aku masih tetap saja mengagumi pesawat ini. Huum, ternyata di kelas ini Cuma ada kami ber 14. Baguslah, jadi aku nggak perlu takut dengan serangan dari para ELF yang melihat bahwa pujaannya ada di pesawat yang sama dengan mereka.

Tapi dari bangku paling depan, aku mendengar ada kegaduhan dan para member langsung berkumpul di sana, kecuali Leeteuk dan Siwon. Huum, ada apa sih??

Aku langsung beranjak ke bangku depan (kalau nggak salah, itu bangkunya Donghae dan Eunhyuk). “Oppa, ada apaan sih?”, tanyaku heran dan menyeruak di antara mereka semua. Tapi, saudara-saudara!!!!! Taukah apa yang sedang mereka lakukannn???

“KYAAAAAA!!!!!!!!!!!!!”, aku segera berlari menuju toliet dan langsung mengunci pintu. “OPPA SEMUANYA MESUUMM!!! Ngapain nonton video begituan di dalem pesawatttt????”

***

Sampai juga di Malibu!!! Sesampainya di bandara Malibu, kami langsung memesan taksi. Yahh, karena jumlah kami yang banyak ini, kami sampai harus memesan 7 taksi. (>.<) 5 taksi untuk kami, dan sisanya untuk barang barang kami.

Dan di perjalanan ke hotelpun, kami masih harus merundingkan berbagai masalah. Ternyata semua hotel sudah penuh!! Huh, apa kubilang, kenapa nggak reservasi dulu dari kemarin???? =(
Akhirnya, hampir tengah malam kami memutuskan untuk tinggal di sebuah hotel sederhana (yang lebih mirip disebut losmen atau wisma). Dan masalahnya lagiiiii, kamar ini punya 7 kamar. Tiap kamar hanya punya 2 kasur. Jadi itu berarti, aku mesti tidur sekamar dengan salah seorang diantara 13 cowok ini????

“Jadi Nara, kamu mau sekamar sama siapa??”, tanya Leeteuk padaku. Aku bingung!! Mereka semua mesummm, jadi ‘keselamatan’ku mesti diutamakan (kecuali Siwon. Aku pikir dia nggak mesum, tapi Siwon kan nggak mau tidur sekamar dengan cewek. Takut dosa katanya!!).

“Uhhmp, samaaa..”, ucapku ragu. Sama Eunhyuk?? Nggak ah!! Dia kan rajanya mesum setelah Heechul. Sama Donghae? Nggak, bisa-bisa nanti aku dikerjai terus-terusan!!!!!! Uhhmm..

“Sungmin Oppa”, putusku. Yaah, aku memilih Sungmin karena saat itu, dia memakai baju pink. Dan entah kenapa, saat itu aku melihatnya sebagai sosok perempuan, sama sepertiku (^^,). “Aku sekamar sama Sungmin Oppa aja deh”

Sungmin mengangguk pelan. “Tapi kamu jangan ngapa-ngapain aku ya?”, ucapnya sambil menutupi dadanya. Lha?? Kok malah dia yang khawatir?? Mestinya kan aku yang khwatir!! (=.=’)

Sampai di kamar, kami langsung tidur-tiduran di kasur masing-masing. Humm, tanganku mulai iseng lagi.. (^^)v Dan yang jadi targetku sekarang adalah Sungmin yang sedang membalas SMS.

*hahahaha, lucu kan?? Nahh, kalian udah mengerti kenapa aku milih Sungmin sebagai roommate ku??*

Aku memperhatikan hasil jepretanku barusan. Uhhm, ada 1 pertanyaan yang dari dulu ingin aku tanyakan pada Sungmin.

“Oppa”, panggilku pada Sungmin. Sungmin menoleh sebentar ke arahku.

“Ada apa?”, tanyanya sambil menatap mataku.

“Oppa ituu cowok ‘kan??”, tanyaku hati hati. Sungmin mengangkat alisnya sejenak. Sepertinya ia merasa bahwa itu adalah pertanyaan terbodoh sedunia. “Habisnya, wajah Oppa manis banget. Bulu mata Oppa lentik. Bibir Oppa merah. Kulit Oppa putiiih bersih. Oppa cewek yang pura-pura jadi cowok ya? Biar bisa gabung sama SuJu??”, tanyaku lagi.

Sungmin hanya menyeringai aneh. “Mau tahu jawabannya??”, ucap Sungmin sambil menatap aneh padaku. “Mau bukti??”

“NGGAK MAUUUUU!!!!!”, teriakku sambil bersembunyi di balik selimut. “IYA, OPPA TUH COWOK!! NGGAK USAH BUKTI’IN APA-APA!!!”, teriakku masih takut.

TUHAN!!! Kenapa kau ciptakan cowok ganteng berhati malaikat tapi berotak mesum seperti mereka????

***

Pagi harinya, aku, Heechul, Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Yesung dan Leeteuk memutuskan untuk shopping ke Pasar Kebudayaan di Malibu ini. Sedangkan member yang lainnya langsung pergi ke pantai.

Huhh, untunglah kami sedang berada di Malibu. Jadi, aku nggak perlu repot menyiapkan segala perlengkapan menyamar untuk mereka semua, karena kemungkinan ELF yang ada di Malibu tuh nggak terlalu ekstrim. Paling mereka hanya sekedar minta tanda tangan dan foto saja. Nggak mungkin ada paparazzi kan disini?? Bayangkan saja kalau kami berada di Korea dan sekitarnya tanpa persiapan menyamar, bisa-bisa mereka ber 13 langsung diculik oleh para ELF. (=.=)7

Waktu kami akan keluar pun, aku masih sempatnya memotret mereka semua. Yayayaya, nggak boleh ada satu momentpun yang terlewatkan. (^^,)

“Oppa, mana gayanyaaa??”, ucapku saat mulai memotret Eunhyuk, Yesung dan Donghae. Gaya gokil mereka?? Ini dia…

Tapi alih alih senang, aku malah menggelengkan kepala bingung saat melihat penampilan mereka bertiga. “Oppa!!! Kita ini mau ke pasar, bukan mau ke Golden Disk Award. Ngapain bajunya mesti se’formal inii???”, ucapku gemas saat melihat mereka bertiga yang memakai baju seformal itu. Masa ke pasar mesti pakai jas dan dasi segala???

“Ehh, yang namanya superstar tuh kan mesti prima di setiap kondisi dan keadaan, Nara”, ucap Yesung cuek sambil menata rambutnya. “Jadi kita mesti berpenampilan menarik di manapun”, tambah Eunhyuk.

Aku hanya mengangguk tak peduli. Yaah, terserah mereka deh.

Tapi tiba-tiba Donghae menepuk pundakku. “Nara, kira-kira di pasar nanti bakal ramai, nggak?”, tanya Donghae. Aku mengangguk yakin.

“Pasti ramai dong, Oppa. Namanya juga pasar”, jelasku. Donghae mengangguk mengerti.

“Ya sudah, aku ganti baju aja deh. Sebenarnya jas ini bikin pengap. Panas pula!!”, ucapnya sambil beranjak ke kamarnya. Tak lama kemudian, dia keluar dengan kaus putih, jaket kotak kotak dan celana panjang. Yah, lumayanlah. =)

Berikutnya Leeteuk, Hankyung dan Heechul juga telah keluar dengan pakaian yang nggak kalah ‘’wah’’ nya dengan pakaian Eunhyuk dan Yesung. Ya sudahlah, terserah mereka!

Terakhir, Sungmin keluar dengan memakain kaus putih dan cardigan abu abu. Yaah, baguslah kali ini dia nggak memakai apapun aksesoris yang bercorak pink, kalau iya, bisa bisa nanti aku menganggapnya cewek lagi. (=.=)

Akhirnya kami sampai di pasar Kebudayaan. Wuiiiiihh, rame bangettt!! Aku sampai mesti memegang erat tangan Leeteuk, kalau nggak, bisa-bisa aku terseret ke desakan pengunjung ini.

“Gimana Oppa? Masih mau masuk??”, tanyaku agak berteriak pada mereka ber 7. Arrgh, gaduh sekali di siniiii!!! Kini bukan hanya tanganku yang digenggam erat oleh Leeteuk, tapi juga oleh Hankyung yang sepertinya agak ‘takut’ dengan kerumunan orang ini.

“Pokoknya kita mesti masukkkk!!!!”, teriak Heechul sambil menarik kami ber 7. “Demi semua barang yang berkualitas tapi murah, demi semua barang yang lagi diskon, POKOKNYA KITA MESTI MASSSUUUKKK!!!!”, teriaknya lagi.

“ARRRGGH, OPPA!!! AKU LEBIH SAYANG SAMA NYAWAKU!!!”, teriakku pada Heechul yang masih berusaha mencari celah diantara para pengunjung lainnya.

Kekuatan shoppaholic yang mengerikan.

n.b : tadinya aku mau foto kerumunan orang di pasar itu, tapi nggak bisa! Kedua tanganku ‘kan lagi digenggam oleh Hankyung dan Leeteuk. Jadi, mianhae, aku nggak bisa nunjukin foto pas Heechul lagi ‘berjuang’ di pasar. (^/\^)

***

Huuufft, akhirnya kami bisa selamat dari kerumunan pengunjung itu. Aku kira kami semua akan mati kehabisan nafas atau mati terinjak-injak!! (>.<)

“Huaah, Hyung! Kau memang hebat!!”, ucap Sungmin sambil memeluk Heechul kagum. Heechul yang masih ngos-ngos’an hanya bisa mengangguk pelan.

“Sekarang, ayo kita Shopping!!!!!!”, teriak Donghae semangat. Anehh, bagaimana bisa dia masih semangat setelah ‘perjuangan’ barusan???

“Nara, ayo ikut kami!!”, ucap Eunhyuk sambil menarik tanganku ke rombongan Leeteuk, Donghae, Sungmin, dan Yesung.

“Tapi, gimana sama Heechul Oppa dan Hankyung Oppa?? Masa ditinggalin gitu aja??”, tanyaku cemas.

“Tenanggg, kan ada handphone. Tinggal telefon aja”, ucap Yesung mencoba menenangkanku. Aku mengangguk pelan.

“Jadi kita mau ke mana??”, tanyaku pada mereka ber 5. Mereka langsung menunjuk ke satu arah.

PET SHOP??

***

“Oppa, kalau Cuma ke pet shop sih, di deket dorm juga ada!! Ngapain jauh jauh mesti ke Malibu kalau akhirnya Cuma ke pet shop aja??”, protesku pada mereka berlima. Tapi mereka berlima seakan tak mempedulikanku. (>0<) Seballl!!!!

Eunhyuk dan Leeteuk langsung beranjak ke arah stand aksesoris. Sedangkan Yesung langsung berderap ke stand “all about turtle” (yahh, pasti dia mau beli sesuatu untuk kura-kuranya.. =.=)

Aku hanya berjalan mengikuti Donghae dan Sungmin yang sepertinya syik melihat dan bermain bersama anjing di sekitar kami.

“Nara, jangan cemberut gitu. Coba aja dinikmati dulu pet shop ini. Setiap tempat punya kesan menariknya masing-masing kok”, ucap Donghae mencoba menghiburku yang sedari tadi masih manyun.
Uhhm, mungkin saja omongannya itu benar. Yasudahlah, lagian nggak ada untungnya cemberut seperti ini. =). Aku tersenyum simpul mendengar ucapan Donghae. Donghae balas tersenyum sambil mencubit pipiku pelan. “Nah, gitu dong. Itu baru Nara yang kukenal. Selalu tersenyum dan ceria”, ucapnya lagi.

“Eh, foto aku dong, Nara!! Anjingnya lucu nih”, ucap Sungmin sambil menggendong anjing mungil disampingnya. Aku mengangguk mengerti.

“Eh, Donghae Oppa juga ikutan dong”, aku menyuruh Donghae untuk ikut bergabung bersama Sungmin. Kebetulan saat itu Donghae juga sedang menggendong anjing.

Donghae mengerti dan berjalan ke samping Sungmin. “Eh, fotonya dibikin efek Sephia dong! Biar bagus gitu”, tambah Donghae. Aku mengangguk.

“1, 2, 3,…”

CKREK!!!!

*kyaaaa, lucu bangetttt!!!!*

“Nara, sini!!!” panggil Leeteuk tak jauh dari tempatku berada. Aku berjalan menghampirinya.

“Ada apa, Oppa?”, tanyaku bingung.

“Mau lihat binatang spesies terbaru nggak??”, tanya Leeteuk dengan pandangan yang mencurigakan. Hmm, ada apa dibalik semua iniii??

“Binatang spesies terbaru?”, ucapku heran. “Apaan sih, Oppa??”.

Leeteuk berdehem sejenak sambil membetulkan dasinya. “Ehemm.. saya persembahkan, binatang spesies terbaru : Monyet blasteran kelinci!!!!!”, ucapnya sambil menunjuk ke arah jendela. Tiba-tiba di balik gorden toko, Eunhyuk keluar dengan memakai topeng gigi kelinci!!!! Kyahahahaha, aku mengerti sekarang. Si Monyet, Eunhyuk Oppa, memakai topeng seperti itu. Memang seperti binatang spesies baru!!!! *(^^)*

Hahahahaha, kalian nggak perlu bingung membayangkannya. Aku sudah memotret Eunhyuk waktu itu kok. (Heheheheehe, aduuh..jadi nggak bisa berhenti ketawa kalau lihat foto ini!!) XD*

*Salah satu jenis binatang yang mesti kita budayakan!! Kyahahaha..*

Setelah memotret Eunhyuk, aku tertarik dengan aksesoris beruang yang ada di sampingku. “Oppa, coba pake yang ini deh. Pasti lucu”, ucapku seraya memberikan 2 aksesoris itu.

Dan hasilnya :

*2 beruang gila dan mesum telah mucul.. berhati-hatilah!! Kyahahahaha..*

“Ommo, kalian lagi ngapain??”, tanya Sungmin sambil masih tetap menggendong anjing tadi. Huuh, dua duanya sama sama imutt!!! *jadi itu sama aja Sungmin mirip anjing itu ya?? XD*

Aku hanya nyengir mendengar omongan Sungmin. Tapi Leeteuk malah berjalan mendekati Sungmin. “Sungmin-a, aku pinjam anjingnya sebentar”, pinta Leeteuk. Sungmin menolak tegas.

“Andwae!! Hyung cari aja yang lain, kan masih ada banyak disana”, ucap Sungmin sambil menunjuk ke arah tempat anjing yang lainnya sedang bermain riang. Leeteuk menatapku seperti yang sedang memminta bantuan untuk membujuk Sungmin.

“Ayolah , Oppa. Pinjamkan aja sebentar. Boleh ya??”, rujukku pada Sungmin. Sungmin ragu sejenak, tapi akhirnya dia memberikan anjing itu pada Leeteuk.

“Hahahahahaha”, Leeteuk tertawa dengan nada khasnya. Sepertinya ia sangat senang dengan anjing itu. Huum, sweet moment nih..

CKREK!!

*KIYOPTA!!!! =9*

“Hyung, seharusnya kau menggendong bayi, bukannya menggendong anjing”, ucap Donghae yang tiba-tiba datang. Leeteuk tersenyum sekilas mendengar omongan Donghae.

“Ya, nanti aku bakal nikah kok. Tapi aku harus nunggu Nara sampai usia 20 tahun dulu. Kan usia minimum untuk nikah tuh 20 tahun. Iya kan, Nara??”, tanya Leeteuk sambil tersenyum manis tapi menyeramkan bagiku.

“Oppa!!! Apa maksudnyaaa??”, tanyaku sambil menutup wajahku dengan aksesoris beruang barusan.

“Kan aku mau nikahnya sama kamu”, ucap Leeteuk sambil tetap menggendong anjing itu. “Anggap aja ini anak kita”, ucapnya lagi sambil menunjuk anjing yang digendongnya. “Lihat, keluarga bahagia kan??”, tanya Leeteuk pada Donghae, Sungmin, dan Eunhyuk.

Sungmin menggeleng menjawab pertanyaan Leeteuk. “Mianhae, hyung.. Tapi aku bakal tunangan sama Nara saat umurnya 19 tahun. Jadi hyung kalah cepat daripada aku!!”, ucap Sungmin sambil menarik tanganku dan berdiri disisinya. “Iya kan, Nara??”, tanya Sungmin sambil mendekatkan wajahnya padaku.

NGGGAAAKKK!!!!!

“Hyung, mianhae, tapi aku bakal pacaran sama Nara saat usianya 18 tahun. Hyung berdua kalahh cepaaatt!!!”, ucap Donghae sambil memeletkan lidahnya pada Sungmin dan Leeteuk dan menggenggam tanganku erat.

KYAAA!!! APA-APAAN SIH INII???

Tapi akhirnya, Eunhyuk langsung menarik tubuhku ke sisinya, dan berkata, “Hyung, sebelum kami berdua dilahirkan, kami sudah ditakdirkan untuk bersama!!!”, ucapnya dengan nada dramatis. Alih-alih deg-deg’an atau malu, aku malah tertawa terbahak-bahak mendengar omongan Eunhyuk.

Yesung yang baru datang dari stand kura-kura, hanya bisa bingung melihat kami yang masih tertawa. “Kalian kenapa, sih???”

***

Setelah membeli beberapa aksesoris, kami berjalan keluar Pet Shop. Uggh, kerumunan pengunjung sudah menyeruak di depan mata kami.

“Life couldnt get better..”, handphoneku berdering. Nama Heechul terpampang di layar handphoneku.

“Yebseo??”, sapaku dengan agak berteriak. Suasananya kembali gaduh!!! “Oppa, ada apa??”

“Ya, kalian ada dimana?? Tega banget ninggalin aku bersama si koko’ Cina ini??”, sungut Heechul. Kedengarannya ia sedang sebal.

“Kami ada di Pet Shop, oppa. Oppa kesini aja ya??”, ucapku sambil menjauh dari Leeteuk dan yang lainnya untuk mencari ruang yang agak sepi. Tapi nggak ada, disini mulai penuh sesak!!!! =(

“@@#%$^(^%#@”, ucap Heechul dari seberang sana. Aduuh, dia ngomong apa?? Nggak terdengar jelas.

“Oppa, ngomong apa?? Oppa?? Yebseo, Oppa???”, teriakku cukup kencang.

TUUT..TUUT..TUUT..

“Yaah, kok malah putus???”, ucapku kecewa. Aku bergerak kembali ke tempat Leeteuk dan yang lainnya. Tapi, arrgh, kok bisa jadi penuh sesak begini??? Kemana yang lainnya?? Sialann, aku jadi terjebak di lautan manusia ini!!

“Uggh, telpon yang lainnya aja”, ucapku seraya mengambil hanphone dari dalam saku. Arrrggh, kenapa baterai nya bisa habis di saat genting seperti ini??? Aku malah jadi makin terseret ke tengah kerumunan pengunjung pasar ini. Nafasku sesak!! Kepalaku pusing!!

“Nara!!”, ucap sebuah suara dan tanganku telah ditarik oleh seseorang. Aku sama sekali belum menyadari apa-apa, sampai akhirnya aku terbebas dari kerumunan itu. Nafasku masih tersengal-sengal karena kejadian barusan.

“Nara, kamu nggak apa-apa??”, tanya suara barusan. Aku mengangkat kepalaku dan kulihat senyuman itu telah tersirat di wajahnya, biarpun aura kecemasan tetap saja terasa di senyumannya itu.

“Kibum Oppa??”

***

Setelah kejadian itu, Kibum mengajakku ke kafe di luar pasar kebudayaan itu. Selama perjalanan keluar, Kibum selalu menggenggam erat tanganku. Sepertinya dia tak ingin aku terjebak lagi di lingkaran kematian itu. (>///<)

“Kok oppa bisa ada disini?? Bukannya tadi katanya mau ke pantai??”, tanyaku sambil mengaduk teh hangat yang ada di hadapanku saat kami sudah berada di kafe. Huuft, syukurlah suasana di sini tidak seramai di pasar barusan.

Kibum lagi-lagi hanya tersenyum manis. “Aku ada disini, buat nolongin kamu”, ucapnya sambil menatapku dalamm sekali. (>0<)

“Oppa, jangan bercanda! Aku serius”, ucapku sambil merengut sebal. Lama-lama aku bosan kalau dikerjai terus oleh mereka.

Kini ia tertawa renyah. “Iya, iya.. tadi aku ditelfon Leeteuk hyung, katanya dia ada perlu denganku. Jadi aku datang kesini, dan kebetulan menolongmu”, ucapnya sambil menopang dagunya dan menatapku lagi.

Aiiishh!!! Aku paling nggak tahan dengan tatapan dan senyuman Kibum!!! X(

CKREK!!! (tapi aku tetap masih sempat memotret ekspresinya itu.. Lumayan buat jadi pengantar sebelum tidur. =D )

*kyaaa!!! Si pangeran ‘pembunuh’ dengan senyuman mautnya!!!! (>//<)*

Tiba-tiba handphone Kibum berdering. “Yebseo??”, sapa Kibum. “Nara?? Ada di sini kok, hyung. Dia sedang minum teh di kafe bersamaku”, ucapnya lagi.

Hmm, pasti itu salah satu dari mereka ber7. =)

Setelah mengobrol beberapa saat, Kibum menutup telfonnya dan memandangku lagi. (Aishh, apa dia nggak ada kerjaan lain selain memandangiku terus??)

“Mereka bilang, mereka akan segera ke sini”, ucapnya pelan. Aku mengangguk mengerti. Aku masih salting gara-gara dipandangi terus-terusan oleh Kibum!!! Kyaaa, Jinki, Jinki, Jinki, tolonggg aku!!

Tak ada yang memulai pembicaraan selama beberapa saat, tapi akhirnya Kibum lah yang memulai percakapan.
“Nara, gimana jadinya kalau SuJu Cuma tinggal 12 orang?”, tanya Kibum padaku.

HAH?

“Maksud Oppa apa??”, tanyaku balik. Kibum menghela nafas sejenak. Ia mengaduk kopinya lama.

“Kalau aku nggak ada lagi di SuJu, bagaimana pendapatmu??”, tanyanya lagi.

“Kalau Oppa nggak ada di SuJu dan SuJu tinggal 12 orang, itu bukanlah Super Junior”, ucapku tanpa memandang Kibum.

Apa-apaan maksud pertanyaan ini?? Aku nggak pernah membayangkan kalau SuJu hanya terdiri dari 12 member saja, dan saat Kibum menanyakan hal ini, tiba-tiba aku ingin menangis.

“Dan aku selalu ingin Super Junior tetap 13 member”, ucapku pelan. Mataku mulai panas. Siall, jangan nangis di siniii!!! “Aku nggak pernah mau dan nggak akan pernah ngebayangin bahwa Super Junior akan berkurang atau bertambah. Bukankah kalian itu satu?”, tambahku lagi. Kibum hanya diam menatap gelas kopi yang ada di hadapannya.

“Tapi, aku nggak punya kemampuan apa-apa. Aku nggak jago nyanyi seperti Kyuhyun, Ryeowook hyung, Yesung hyung atau Sungmin hyung. Aku nggak jago bikin lagu seperti Leeteuk hyung. Aku nggak multitalented seperti Heechul Hyung. Aku nggak jago dance seperti Eunhyuk hyung, Donghae hyung atau Hankyung hyung. Aku nggak….”, ucapan Kibum terhenti. Aku mengangkat wajahku dan kulihat Kibum hanya tertawa miris. “Aku bukan apa-apa dibandingkan mereka”, lanjutnya lagi. Wajahnya seperti yang menyimpan sebuah kekecewaan yang sangat dalam.

“Oppa tahu?”, ucapanku membuat Kibum langsung berkonsentrasi padaku. “Bagiku, saat yang membuat kalian kelihatan sangat berkilau adalah saat kalian tampil di atas panggung, dengan 13 member, sebagai Super Junior”. “Jika kalian ber 13 ada di atas panggung, kami nggak lagi menyebut Yesung, Leeteuk, Kyuhyun, Sungmin, atau Donghae, yang kami selalu sebut saat kalian tampil ber 13 adalah Super Junior”, jelasku pada Kibum. Dari pancaran matanya, sepertinya Kibum masih menginginkan alasan yang lebih.

“Jadi, aku mohon, Oppa jangan pernah lagi untuk membandingkan diri Oppa dengan member yang lainnya. Super Junior adalah bintang yang berkilau dan Oppa adalah bagian dari kilauan itu. Nggak peduli seberapa terangnya kilauan itu, tapi kalau salah satu dari kilauan itu nggak ada, tetap saja kilauan itu akan tetap kelihatan berbeda. Nggak akan pernah sama”, ucapku sambil menggenggam tangan Kibum. “Member yang lain juga pasti berpikiran sama sepertiku”.

Kibum tersenyum dan membalas genggamanku. “Gomawo, Nara”, ucapnya sambil mengelus rambutku sayang. “Mungkin ucapanmu benar. Aku hanya mesti lebih berusaha menjadi lebih baik, suapaya tidak kalah dengan member lainnya. Dan berusaha untuk membuat kilauan itu menjadi makin bersinar”.

Aku mengangguk mendengar ucapan Kibum. Kibum masih mengucapkan terima kasih padaku, sepertinya ia memang butuh pencerahan untuk hal ini. (^/\^).

Tak beberapa lama kemudian, mereka ber 7 datang dengan nafas ngos-ngos’an. Hahahaha, pasti mereka habis bertarung untuk keluar dari kerumunan itu.

“Istriku, Kau membuatku khawatir!!!”, ucap Leeteuk sambil memelukku. “Aku kira kau sudah mati! Kalau kau mati, nanti siapa yang akan merawat anak kita ini??”, tambahnya lagi sambil menunjuk anjing yang sedang dipegang Yesung. Yesung yang kebingungan hanya bisa mengangkat alisnya heran.

“Sejak kapan kalian jadi suami istri dan punya anak??”, tanya Yesung dengan wajah polosnya. Aku hanya terkekeh saat melihat wajah bingung Yesung.

Aku menoleh ke arah Kibum, dia masih tersenyum ke arahku dengan senyuman khasnya. Aku balas tersenyum ke arahnya. Ya, aku selalu berharap bahwa Super Junior tak akan pernah kehilangan senyuman manis itu, untuk alasan apapun. (^^,)

***

Saat kami kembali ke losmen, para member yang pergi ke pantai telah duluan tiba di rumah. Hahahaha, baru beberapa jam mereka ke pantai, tapi aku sudah merasa kulit mereka menjadi agak kecoklatan.😄

Heechul, Hankyung, Donghae dan Leeteuk langsung membongkar belanjaan mereka. Aku yang nggak sempat membeli apapun, hanya bisa menatap mereka iri. Huh, padahal kan niat awalku pergi ke pasar itu untuk memborong barang barang bagus. Tapi kini malah aku yang nggak kebagian apa-apa.
=(

“Oppa, beli apa aja??”, tanyaku sambil menghampiri Heechul dan Hankyung. Mereka berdua hanya menyeringai aneh dan langsung mengeluarkan belanjaannya yang pertama.

“JENG JENG JENG!!!!”, ucap mereka berdua berbarengan. Aku langsung tertawa terbahak saat melihat belanjaan mereka berdua. Mereka berdua membeli kacamata yang super duper aneh banget!!!!

Penasaran?? Ini dia kacamatanya Heechul..

*aku nggak yakin dia berani pake kacamata itu diluar dorm..😄, dasar fashion terrorist!!!*

Kalo Hankyung?? Hahahahaha, liat aja dan simpulkan jawabannya sendiri..

*ternyata dia nggak sejaim yang kubayangkan!!! =p*

“Bagus kan, Nara??”, tanya Hankyung semangat. Aku hanya tersenyum garing.

“Hahahaha, kamu nyesel kan nggak ikut belanja bareng kita??”, ucap Heechul sambil membanggakan kacamatanya. Lagi lagi aku hanya tersenyum garing. Sebenarnya aku bersyukur nggak ikut belanja bareng mereka. Nanti bisa-bisa aku ikut-ikutan jadi fashion terrorist. =p

Aku beralih menghampiri Donghae dan Leeteuk yang masih membuka barang belanjaannya.

“Kalau oppa beli apa???”, tanyaku pada Donghae. Donghae langsung mengangkat barang belanjaannya.

*wuaaa, sepatunya lucuuu!!!*

“Oppa, lucu banget sepatunya?? Kok nggak ngajak aku sih?? Aku kan juga mau beli sepatu kayak gituuu..”, aku merajuk pada Donghae. Donghae hanya mengangkat bahunya tapi langsung melemparkan sepatu itu padaku.

“Aku beli sepatu itu buat kamu kok”, ucapnya santai dan mulai memberikan belanjaannya yang lain pada member lainnya.

Aku langsung memeluk Donghae erat. “Oppa, saranghae!!!!”, ucapku senang. Donghae hanya tersenyum sambil mengelus rambutku lagi. “Aku terima Oppa buat jadi suamiku deh!”, ucapku asal-asalan karena terlalu senang.

Tapi tiba tiba Leeteuk datang dengan wajah cemberut, “Nara, kamu itu istriku!! Mau selingkuh, hah??”, tanyanya sambil melemparkan sebuah plastik padaku. Aku menangkap plastik itu dengan sigap.

“Apaan nih, oppa?”, tanyaku bingung. Leeteuk menjawab singkat, “Buka aja”

Aku membuka plastik itu hati hati, siapa tahu ‘kan kalau Leeteuk memberiku barang yang berbahaya. Bom mungkin. (>0<)

Tapi ternyata di dalam plastik itu ada sebuah baju yang motifnya sama persis dengan baju yang dipakai oleh Leeteuk saat ini. Baju yang bertuliskan “Enjoy in Malibu Beach”.

“Kita kan suami istri, jadi mesti punya barang khusus yang kembaran kan??”, ucapnya lagi sambil tersenyum nakal. Aku langsung memeluk Leeteuk senang.

“Oppa juga aku terima jadi suami ke 2 ku deh!!”, ucapku senang. =)

Leeteuk menjitak kepalaku. “Nggak sopan!! Masa aku dijadiin suami ke 2??”, ucapnya sambil manyun. Aku hanya tertawa senang. “Yaudah, ganti bajunya sana. Baju kamu udah basah gara-gara keringet tuh”, tambah Leeteuk. Aku mengangguk paham.

Uhm, aniwei, mau tahu motif baju ‘kembar’ kami berdua???

*Yah, seperti inilah bajunya.. sederhana tapi sangat berharga!!! (^^)*

Setelah kami sibuk dengan pembagian oleh oleh dari pasar kebudayaan, kami memutuskan untuk pergi ke kafe untuk mencari makan malam. Karena aku yang capek dan Ryeowook yang sepertinya sedang malas ngapa-ngapain, kami terpaksa makan malam di luar.

“Uhhm, sekarang pergi ke mana?”, tanyaku bingung. Di sekitar losmen tempat kami menginap memang cukup sepi, dan hanya ada sebuah kafe kopi (semacam Starbucks). Yaah, daripada kami kelaparan di rumah, lebih baik makan di situ saja.

“Nara, ke situ yuk?”, ucap Siwon sambil menarikku menjauh dari para member dan menunjuk ke sebuah fotobox yang terletak di seberang kafe. Waah, kenapa tiba-tiba dia mengajakku ke fotobox??

“Ngapain Oppa?”,tanyaku polos. Siwon memandangku dengan gemas.

“Nara, itu kan namanya fotobox, ya buat foto foto dong”, ucapnya gemas. Aku tersenyum geje. “Mau nggak?”

Hahahaha, pertanyaan yang nggak perlu dijawab!! Aku pasti mau!!!

Dan, setelah beberapa pose yang cukup ‘sensasional’, inilah hasil foto ku dengan Siwon…

*Kyyaaaa!!! Para ELF, jangan bunuh akuuu!!! (>0<)*

Setelah kembali dari fotobox, aku langsung bergabung dengan member lainnya.

Huumph,ini hari terakhir di Malibu, jadi aku mesti foto semua moment di sinii..
=))

Semua member sedang asyik meminum kopinya masing masing, dan posenya juga keren keren lohh..
=D

Mau lihat???

*uhm, kayaknya kopi yang diminum Donghae enak banget. Apa sih namanya???*

*tumben banget Sungmin bisa cool kayak gini?? Tuh kan, apa kubilang?? Sungmin ini hemaprodhit, jadi cewek bisa, jadi cowok juga bisa!!! (^^)7*

*lagi lagi aku baru sadar kalo Eunhyuk itu imutt!!! (>..<)*

uhhmp, nggak lupa..
aku juga foto yang lainnya..
=)

*huum,Kyuhyun itu imut ya?? (lagi lagi baru sadar!! kyahahahaha..)*

*uhhm, aku jadi sedih kalau ingat obrolanku di kafe dengan Kibum tadi.. =(*

Dan aku menyadari, bahwa aku tak akan bisa hidup tanpa mereka ber 13..

***

Keesokan harinya, kami telah bersiap untuk kembali ke Korea. Yahh, kembali menjalani rutinitas sebagai superstar tentunya.

“Oppa, pasport dan tiketnya nggak ketinggalan kan??”, tanyaku pada para member yang telah bersiap untuk berangkat. Leeteuk langsung mengangkat pasport dan tiket itu tinggi tinggi. Aku mengangguk mengiyakan. Jangan sampai kejadian yang dulu terulang lagi. (>0<)

“Oke, berarti nggak ada yang ketinggalan kan??”, tanyaku lagi. Mereka tak menjawab, sibuk dengan tindakannya masing masing. Heechul dan Kyuhyun bahkan masih bisa berfoto foto ria. =p

Uggh, Donghae dan Eunhyuk ikut ikutan pula..

“Ya sudah, ayo berangkat semuanya!!”, ucapku sambil memanggil mereka semuanya untuk segera masuk ke mobil yang akan mengantarkan kami ke bandara. Mereka masuk dengan patuh. =)

Dan untuk terakhir kalinya, aku masih sempat sempatnya memotret Siwon yang beranjak masuk ke mobil.. *mungkin ini foto terakhir dari perjalanan ini. Tapi hasil fotonya keren kok!!!*

*melting.. melting!!!! =D*

“Ok, ayo berangkat pak”, ucapku pada supir bis ini. Supir itu mengangguk mengerti.

Saat mobil mulai berjalan, aku mulai mengabsen para member, uhmmp..

“Leeteuk Oppa?”

“Ada”, jawab Leeteuk. Aku mencontreng nama Leeteuk.

“Heechul Oppa?”

“Paling ganteng!!”, ucap Heechul santai. Uggh, rasanya aku ingin melemparkan pensil ini ke mukanya!!

“Hankyung Oppa?”

“Hmmm..”, gumam Hankyung sambil terkantuk kantuk.

“Yesung Oppa?”

“Paling cute!!”, ucap Yesung sama santainya seperti Heechul. Aku hanya bisa mengelus dada. Sabaar Naraa!!

“KangIn Oppa?”

“no 1 korean handsome guy!!!!”, jawabnya semangat. Yayayayaya, whatever you say.

“Sungmin Oppa?”

“apa?”, tanya Sungmin sambil masih memoleskan bedak ke pipinya. Ya ampuuunnn!!!

“Shindong Oppa?”

“Awwha!!”, ucapnya dengan mulut yang penuh makanan. Tuhannn, tabahkanlah diriku!!

“Ryeowook Oppa??”

Siiing, heninggg…

“Ryeowook Oppa??”

Deg!! Perasaanku tidak enak!!

‘Life couldnt get better’, handphoneku mulai berdering. “Yebseo???”, sapaku

“NARA!!! KOK AKU DITINGGALIN???”

***

“Huahahahahaah!! Masa Ryeowook hyung bisa ketinggalan gitu sih, noona? Kasian banget”, ucap Taemin sambil tertawa terbahak. Aku mengangkat bahu sambil tersenyum.

“Aku kira kehidupan noona tuh sempurna. Tapi ternyata nggak”, tambahnya lagi. Aku mengangguk mengiyakan.

“Nggak selamanya yang terlihat dari luarnya bagus tapi dalamnya juga bagus”, ucapku lagi. Taemin mengangguk paham. “Udah ya? Sekarang kamu tidur dulu. Istirahat, biar cepet sembuh’, ucapku sambil mengelus kepala Taemin. Ia tersenyum lembut.

Aku beranjak berdiri untuk membereskan bungkus snack yang berserakan. “Noona”, panggil Taemin. Aku menoleh ke arah Taemin. “Aku berharap noona bisa jadi bagian dari dorm ini. Dorm SHINee”, ucapnya lagi. Aku mendekati Taemin perlahan.

“Makasih ya”, ucapku sambil mengelus kepalanya lagi. “Sekarang kamu mesti tidur. Ok??”, ucapku. Taemin mengangguk dan mulai memejamkan matanya.

Uhhmp, ternyata jadi baby sitter itu menyenangkan juga!!

ugly girl

Nara’s mind, 27 September 2009

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

=T.B.C=

2 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {7th Diaries}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s