Diary Of Boys Sitter {12th Diaries}

..SHINee bedroom, 16 Desember 2009, 18.46pm..
*Nara POV*

Argggh, Omma!! Gelap bangett~ Aku mesti ngapain sekarang? Nelfon Oppadeul? Aishh, tapi kan sekarang mereka semua lagi goodbye stage di MuCore. Nanti aku ngeganggu mereka lagi. (=.=)

“Oppaa~”, tanpa sadar aku menggoyangkan lengan Onew, berharap supaya dia segera sadar dan bisa sedikit menenangkanku. Soalnya kalau dia tetap pingsan seperti ini, aku seperti merasa sedang bersama mayat. (>.<)

Tapii, percuma!! Dia masih tetap tak bergeming.

Aku mencoba mengeluarkan handphone dari sakuku dan mulai mengedarkan sinar handphone ku ke seluruh ruangan, huweeee~ gelapp!! Omma, aku takutt!! (>.<) Gimana kalau nanti ada setan yang tiba-tiba mencengkeram tanganku dan menarikku ke dalam lubang kegelapan yang akan mengurungku selama-lamanya disana? Arggh, andwaee!!!! Kwan Nara, sejak kapan kau menjadi bodoh seperti ini?? (=.=)

“Oppaa~ cepatlah sadar!! Jangan bikin aku takut seperti ini!! Lama-lama kau makin terlihat seperti mayat!!”, ucapku sambil menggoyangkan lengannya lagi, tapi kali ini agak lebih kencang. Tapi dia masih tetap tak bergerak sedikitpun. Atau jangan-jangan, dia sudah matii?

Dengan agak panic (karena takut jika dia benar-benar mati), aku segera mengambil segelas air yang kebetulan ada di atas meja di sampingku dan menyiramkan air itu langsung ke wajahnya. “Oppaa!! Mianhaee!!”, ucapku sebelum menyiramkan air dalam gelas itu.

PLASSSH

Dia masih juga belum sadar!!! (>.<) Ya ampuun, jangan-jangan dia benar-benar matii?? Aissh, tapi dia masih bernafas kok!!

Aku berniat beranjak untuk mencari bantuan, setidaknya mencoba menelfon member SHINee lainnya. Tapi baru saja aku mengambil handphone ku, tiba-tiba handphone Onew berbunyi. Sepertinya SMS.

Aku mengambil handphone nya yang kebetulan diletakkan tak jauh dari tempatku berada. RingTone’nya JoJo ternyata, sama sepertiku. (^0^) Aku melihat pengirim SMS itu, uhhmp, ternyata hanya SMS dari operator. (=.=) Aku kira SMS dari Jessica onnie.

Setelahnya, aku mulai memperhatikan handphone Onew. Handphonenya merek Samsung tipe Omnia. Huahh, ini kan mahal?! Berbeda sekali dengan Samsung corby milikku (=.=) Aissh, selera artis memang berbeda.

Wallpaper handphone’nya, adalah foto Onew bersama Jonghyun dan Taemin. Sepertinya ini foto saat mereka sedang liburan.

*Hahaha, lucuu~ (>.<)*

Ehh, kalau begitu, di handphone ini juga pasti ada banyak foto Onew yang belum dipublikasiin ke fans-fans nya!!😄 Hahaha, mumpung orangnya lagi pingsan, sekalian aja aku transfer semua foto-fotonya. Hahahaha *otak criminal mode : ON*

Aku mulai mengaktifkan handphone itu dan membuka folder foto-foto miliknya. Ada beberapa folder di sana, tapi aku langsung membuka folder yang berisi foto-fotonya, ada yang bersama member SHINee lainnya, tapi ada juga yang bersama artist lainnya. Ada yang bersama Taeyeon onnie,

Dan sebenarnya masih banyak foto member SHINee bersama artist lainnya. Tapi yang membuatku bingung, kenapa nggak ada foto Onew bersama Jessica onnie? Bukankah seharusnya yang namanya pasangan kekasih itu wajib mempunyai foto bersama ya? (=.=)

Aishh, Nara.. Jangan bodoh seperti ini, tentu saja foto mereka berdua ada di folder lain. Mana mungkin foto mereka digabungkan dengan foto bersama member lainnya. (>.<)

Aku keluar dari folder foto SHINee itu, dan mataku langsung tertuju ke satu folder yang ber title, _Naui Juliette_

Ini pasti folder untuk foto-foto Jessica Onnie. (=3=)

Aku meneguhkan hati untuk membuka folder itu. Sempat kutarik nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol options. Kwan Nara, jangan jadi pengecut!! Bukankah yang penting kau hanya ingin melihat Onew bahagia? Tak peduli bagaimana caranya atau dengan siapa dia bahagia, yang penting jika ia bisa tersenyum bersama Jessica Onnie, kau harus merelakannya!! Bukankah kau sudah bertekad seperti itu, Kwan Nara?

Aku mengangguk yakin dan mencoba untuk tersenyum. Aku sempat menoleh sekejap ke arah Onew yang masih pingsan, wajahnya masih amat damai.

Wajahnya masih dapat kulihat meskipun di tengah kegelapan sekalipun, masih dapat kubayangkan senyumannya saat ia sedang menyanyi, keseriusannya saat menjadi leader SHINee, tawanya saat ia membuat suatu hal yang bodoh, dan segalanya.

Tapi sayangnya bukan aku yang memiliki semua itu.

Aku kembali memperhatikan handphone yang sedang kugenggam, dan aku berniat untuk menekan tombol options itu. Tapi belum sempat aku menekannya, tiba-tiba sudah ada suara gaduh dari arah pintu masuk dorm. Dan tak lama setelahnya, lampu dorm kembali menyala.

Yessss!!!! Lampunyaa nyala!! \(^0^)/

Tapi suara gaduh itu kembali terdengar dan kali ini semakin berisik. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi, tapi aku bisa mendengar suara Jonghyun, Key, Minho dan Taemin. Entahlah siapa lagi yang ada di luar sana. Tapi sayup-sayup aku masih bisa mendengar percakapan mereka.

“Aku hanya ingin bertemu Jinki. Apa ada yang salah? Aku ini yeojachingu’nya. Apa hak kalian menghalangiku?”

“Tapi, noona..Onew hyung sedang tak ada di rumah. Dia sedang ada urusan dengan perusahaan”

“Don’t Lie!!! Sepatunya masih ada di depan ‘kan?”

“Noona, Onew hyung nggak hanya punya 1 sepatu, kan? Kami punya puluhan sepatu dari sponsor”

“Biarkan aku memeriksa kamar kalian!!”

“Jessica noona, andwae!!”

Aku mendengar suara langkah kaki itu makin mendekat ke arah kamar. Dan kini kenop pintu itu mulai bergerak, tapi tak kunjung terbuka, “Hei, buka pintunya!!”, seru Jessica onnie sambil menggedor pintu kamar. Aku benar-benar takut sekarang. Apa jadinya jika Jessica onnie melihat aku dan Onew sedang berdua di kamar seperti sekarang ini? (>.<)

Tapi tiba-tiba, tanganku ditarik oleh seseorang. “Nara, ayo ikut aku!!”, bisiknya sambil menuntunku ke arah kamar penyimpanan baju show mereka yang kebetulan langsung tersambung dari kamar tidur. Aku benar-benar terkejut, Bagaimana bisa dia tiba-tiba sadar??

“Oppa!!! Kau sadar?”, bisikku sambil tetap mengikuti langkahnya. Dia tidak menjawab dan tetap menarik tanganku. Bahkan akupun masih sempat membawa handphone Onew yang sedari tadi kugenggam.

Sesampainya di kamar penyimpanan baju show, Onew langsung membuka lemari dan segera mendorong tubuhku ke lemari itu, “Cepat masuk dan jangan berisik”, ucapnya tegas. Aku langsung mengangguk paham dan mencari celah di antara tumpukan baju show mereka yang tergantung rapi. “Aissh, aku sembunyi dimana?”, ucapnya dengan panik.

Tapi dia melirik ke lemari tempatku bersembunyi dan dia langsung menghampiriku, “Nara, mianhae! Kau jangan khawatir, ini demi keselamatan kita berdua”, ucapnya cepat. Tak lama kemudian, dia langsung masuk ke dalam lemari. Tapi karena lemari itu tak cukup menampung kami berdua, Onew langsung memelukku sehingga kami saling berhadapan sekarang dan itu membuat ruang yang ada di lemari ini menjadi cukup untuk kami berdua. “Nara, mianhae. Hanya untuk beberapa menit saja, bertahanlah di pelukanku!!”, bisiknya tepat di telingaku. Aku hanya bisa mengangguk pelan.

Dari luar, aku hanya bisa mendengar suara gaduh dan perdebatan di kamar tidur para member SHINee. Dan tak lama, aku kembali bisa mendengar suara derap langkah itu mendekat ke tempat persembunyian kami.

”Noona, Onew hyung tak ada di sini!!”

“Aku yakin dia pasti masih ada di sini!!”

“Memangnya noona ada urusan apa dengan Onew hyung? Bukankah itu bisa dibicarakan lewat telefon saja?”

“Choi Minho! Punya hak apa kau untuk mengatur hubunganku dan Jinki?”

Perdebatan itu masih berlangsung. Sedangkan aku masih diam di pelukan Onew, aku ingin menangis. Kenapa aku mesti terlibat di keadaan yang rumit begini??

Aku mengencangkan pelukanku dan membenamkan wajahku ke tubuh Onew, air mataku mulai merembes ke bajunya. Tapi Onew hanya bisa mengelus kepalaku lembut dan seakan berkata, “Sudahlah, kau tak salah apa-apa”

Setelah beberapa menit berlalu, suasana menjadi sunyi. Sepertinya mereka sudah pergi dari sini.
“Onew hyung, kau ada di sini ‘kan?”, ucap sebuah suara dari luar. Onew mengintip dari celah lemari untuk mengetahui siapa yang berkata barusan. “Keluarlah, Jessica noona sudah diantar keluar oleh yang lainnya”, tambahnya lagi.

Onew mengedurkan pelukannya dan mengangkat wajahku supaya menatap ke arah wajahnya. Kini kamisaling bertatapan, “bukankah sudah kubilang? Semuanya akan baik-aik saja.”,ucapnya sambil tersenyum dan menghapus air mataku. Aku mengangguk pelan.

Onew membuka lemari itu dan bisa kulihat Minho sedang berdiri sambil bersender di samping lemari. “Nyaris saja”, ucapnya pada Onew. “Kalau saja tadi dia membuka lemari ini, maka habislah nyawamu, hyung! Untung saja aku terus-terusan berdiri di depan lemari ini”, ucapnya datar. Onew langsung memeluk dongsaengnya itu dengan penuh terima kasih.

Aku hanya menatap mereka dari jauh dan mencoba tersenyum. Aku menengok ke handphone Onew yang masih kugenggam dari tadi, Aissh, tanganku sampai berkeringat gara-gara terus menggengam handphone ini dengan erat (=.=)

Tapi, mataku langsung terbelalak saat melihat fotoku ada di handphone Onew. Terlebih lagi fotoku itu ada di folder _Naui Juliette_. Bukankah seharusnya ini folder yang berisi foto Jessica Onnie? Tapi kenapa malah ada fotoku di sini?

Disini ada fotoku saat sedang tertidur di kasur Onew (saat aku menginap untuk mejaga Taemin yang sakit), foto saat aku sedang bersama dengan SuJu Oppadeul, bahkan ada fotoku *yang aku yakin* beberapa tahun yang lalu saat SuJu masih dalam masa debut dan aku baru ditugaskan untuk menjadi manager mereka. (0.o) Apa maksudnya ini?? Kapan dia mengambil foto-fotoku?

“Oppa”, panggilku pelan dan membuat Onew menoleh ke arahku. “Ne, Nara?”, jawabnya lembut. Aku langsung menunjukkan layar handphone yang terpampang fotoku, “Apa maksud Oppa?”, tanyaku lemah. Ekspresi Onew langsung berubah menjadi sedikit takut dan terkejut. “Naui Juliette?”, tambahku lagi. Onew makin salah tingkah. Sedangkan Minho memilih untuk pergi dan meninggalkan kami berdua.

“Apa hubunganmu yang sebenarnya dengan Jessica onnie?”, tanyaku lagi. Onew hanya menatapku dengan pandangan yang sulit kujelaskan.

“Nara..”, ucapnya pelan, dia terlihat mengambil nafas dalam sebelum mengatakan, “Saranghae”

ANDWAEE! Aku tak mau mendengar penjelasan apapun!!! Lebih baik aku tak tahu apa-apa!! Mengapa semua ini terjadi di saat aku bertekad untuk melepaskan Onew??

==

..SHINee ‘s dorm, 16 Desember 2009, 20.00pm..

“Nara, tunggu!!”

Aku masih berlari terisak menuju elevator dorm tanpa mempedulikan teriakan Onew. Tepat saat aku berdiri di depan elevator, pintu elevator itu langsung terbuka. Tanpa menunggu lama, aku langsung masuk dan menutup pintu elevator ini. Aku masih bisa sekilas melihat wajah Onew yang berlari menghampiri ku dengan cemas, tapi pintu elevator ini segera tertutup rapat.

Aku menunduk dalam dan mengambil handphone’ku dari dalam tas. Foto Onew langsung menyambut mataku dan membuat air mataku mengalir makin deras.

Aku tak habis pikir, apa maksudnya menaruh fotoku di handphone’nya? Dan apa maksudnya kata-kata itu?

Naui Juliette? Saranghae?

Lalu apa artinya Jessica onnie untuknya? Ia ingin mempermainkan ku dan Jessica onnie? Apa Jessica onnie hanya sebagai batu loncatannya untuk lebih populer? Jika iya, wajah innocent’nya itu hanya sebuah topeng yang telah menipuku selama bertahun-tahun!!! Aissh, terlalu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku

Kepalaku seakan berputar. Pandanganku buram. Badanku panas, tapi bagaimana bisa aku merasa menggigil seperti sekarang?

Aku harus menelfon Oppadeul, tak perduli jika mereka masih perform atau tidak. Aku benar-benar membutuhkan mereka sekarang!!

Nada sambung mulai terdengar , “Yobbseo?”, sapa seseorang di seberang sana.

Suara ini? Henry-kah? “Haloo~?”

Aku masih terisak, “Henry~”, ucapku pelan.

“Nara? Ada apa? Gwenchanayo? Kenapa kau menangis?”, tanya nya khawatir dan tak lama kemudian terdengar suara gaduh di sana. “Halo? Nara? Kau menangis? Siapa yang mengganggumu?! Katakan kepadaku!!”, ucap suara itu.

Pasti itu suara Yesung. Mau tidak mau, aku jadi tersenyum simpul mendengar suaranya yang cemas. Aku senang karena mereka amat mengkhawatirkanku.

“Oppa~ bisa tolong jemput aku sekarang?”, tanyaku sambil menyeka air mataku. “Akuu~ kurang enak badan”, lanjutku ragu. Yesung menggumam paham, tapi kemudian Leeteuk menyela, “Memang kau ada di mana sekarang?”, ucapnya cemas. “Bukannya kau ada di dorm saat kami pergi untuk perform?”, tambahnya.

Nada suara Leeteuk seperti yang sedang memarahiku. (>.<;)

“Akuu~ pergi ke dorm SHINee untuk menjenguk Jinki”, ucapku pelan. Leeteuk mendecak sebal, “Aissh, Nara! Bisakah kau tak memikirkan Jinki terus-terusan? Dia sama sekali tak pernah memikirkanmu.”, ucapnya kencang. Kudengar ada suara di belakangnya yang mencoba untuk membujuknya, “Hyung, sudahlah. Dia sedang tidak enak badan”, aku tahu itu pasti suara Sungmin.

Aku hanya diam membisu dan menangis lagi.

Ya, semua itu benar! Dia tak pernah memikirkanku. Dia milik Jessica Onnie. Jadi untuk apa aku terus-terusan memikirkannya? Terus-terusan menangis untuknya? Benar-benar idiot!!

“Nara?”, panggil Leeteuk di telefon. Aku masih tak menjawab. “Nara? Aiggo, jangan marah! Mianhaeyo, Nara. Aku hanya sebal jika kau terus-terusan memikirkan Jinki tanpa memikirkan kesehatanmu sendiri”, lanjutnya.

“Mianhae, Oppa. Tolong jangan marahi aku saat ini. Jika Oppa ikut-ikutan memojoki’ku, aku tak tahu harus mengadu ke siapa lagi. Jebal, Oppa~”, isakku. Aku tahu ini memang egois, tapi..inilah kenyataannya. Aku tak punya siapapun selain mereka.

Pintu elevator terbuka. Setelahnya, aku melihat Onew yang terengah-engah sedang berdiri di depan elevator. Aku langsung menganga hebat, “Bagaimana bisa?”, ucapku pelan. Ia mengangkat kepalanya perlahan sambil memegang dadanya dan masih mengambil nafas panjang, “Aku..lewat tang..ga”, jawabnya singkat sambil terengah dan tersenyum ke arahku.

Aku benci melihat senyumannya! Aku muak melihat segala keindahannya tanpa bisa memilikinya!

“Nara, jebal! Dengarkan penjelasanku dulu”, pintanya. Aku menggeleng kuat dan berusaha menutup pintu elevator itu lagi, tapi ia lebih sigap dan malah menarik tanganku sehingga aku keluar dari elevator tepat sebelum pintu elevator itu tertutup.

“Hanya 1 menit, Nara”, mohonnya padaku. Aku hanya menunduk sambil menggelengkan kepala tanpa tenaga.

Sumpah, aku merasa melayang! Segalanya terasa berputar.

“Ok, 30 detik saja”, ucapnya lagi.

Aku tak menjawab apapun, kepalaku benar-benar berat!!

“Nara, aku dan Jessica noona hanya berpura..”

Entahlah apa lagi yang dikatakan Onew selanjutnya.

Sepertinya aku pingsan *lagi*. Iya kan? (T.T)

==

“Aku dan Jessica noona hanya berpura..”

GUBRAKK

“Eh?”, ucapku bingung sambil menahan tubuhnya yang terhuyung lemas di pelukanku. (0.o)

Dia pingsan? Aissh, kenapa dia mesti pingsan di saat genting seperti ini? (>.<)

Aku menepuk-nepuk bahunya pelan, “Nara! Jangan pura-pura! Kau mesti sadar sekarang sebelum ada wartawan yang menyadari dirimu! Nara, bangunn!!”. Tapi tetap saja ia tidak terbangun juga.

Aku mengangkat wajahnya dan menepuk pipinya, tapii~ badannya panas sekali!!

Ya ampun, jadi dia benar-benar pingsan?.

Kurogoh saku celana untuk mengambil handphone dan menelpon member lainnya, tapii~ aissh..handphone’ku ketinggalan di ruang tamu!! (>.<;) Otteokhe?

Sayup-sayup kudengar suara seseorang, “Nara~”. Aku menengok untuk mencari suara itu, tapi disini tak ada siapapun selain kami berdua. Tapi pandanganku langsung tertarik ke lantai di dekat kakinya, ada sebuah handphone, sepertinya telefon itu masih tersambung ke seseorang. Milik Nara?

Aku mengambil handphone itu sambil masih menahan tubuh Nara. Aish, tak kusangka..ternyata dia berat juga! Padahal badannya kecil mungil begini, tapi kok berat banget? .

Kubaca name contact itu, Teuki Oppa.

“Nara! Jawablah~ Kau diapa’kan oleh Jinki? Gwenchanayo? Nara??”, ucap suara di sana. Ada beberapa suara lain yang ikut menambahkan, tapi tetap saja hanya suara Leetuk hyung yang terdengar jelas.

Aku menarik nafas panjang, Aissh, bahkan di mata SuJu sunbaenim pun, aku sudah tak bisa dipercaya lagi untuk menjaga Nara.

Suara para hyung di sana masih terdengar jelas, sedangkan aku masih diam. Lagi-lagi aku menarik nafas panjang, Sudahlah, mungkin ini takdirku, tak akan pernah bisa memiliki gadis yang kini berada di pelukanku sekarang. (=.=) Its time to give up, Jinki. (==,)

“Ji..n..ki”, ucap suara itu pelann sekali, nyaris berbisik. Tangannya mencengkram erat lengan jaketku, seakan tak mau lepas dariku. Aku menatapnya khawatir, suhu tubuhnya makin panas!! Ia harus segera dibawa ke rumah sakit. “Din..gi..n”, ucapnya lagi dengan terbata. Aku merasakan bahwa tangannya gemetar hebat. Aigo, otteokhe?

Aku benar-benar sudah tak sadar akan apapun lagi saat aku mengatakan, “Hyung, aku akan bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada Nara! Hyung tak usah khawatir!!”,ucapku tegas. Aku menutup telefon itu tanpa menunggu jawaban dari Leeteuk hyung, dan segera menggendong Nara menuju mobil manajer hyung (untung saja kunci mobil ini ada di sakuku).

Aku mendudukkan Nara di bangku sebelah supir dan menyampirkan jaketku padanya. Wajahnya pucat pasi, tangannya dingin sedangkan badannya panas. GAWATTTT!!! (>.<)

Aku duduk di bangku supir dan mulai menstater mobil. Tapi ada 1 hal yang baru kusadari, AKU NGGAK BISA NYETIR MOBIL!!! . Aku hanya bisa naik ATV, itupun karena diajari Minho. (;>.<’;). Aku menatap Nara di sebelahku, kondisinya makin parah. Aku menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk yakin, “BISAA!! JINKI, KAMU BISAA!!”, teriakku semangat dan mulai menginjak gas.

BRAAKK!!

“Heh?”, aku tercengang. Dan menengok ke kaca spion, kulihat bagian belakang mobil sudah menyerempet *atau lebih tepatnya : menabrak* mobil lain. Aku menggaruk kepala bingung, dan akhirnya memutuskan untuk memanggil Minho yang memang sudah biasa mengendarai mobil. Yahh, daripada nanti akhirnya aku malah ikut masuk rumah sakit dengan Nara, lebih baik aku cari aman saja. (^^;)

Sesaat sebelum menutup pintu mobil, aku melihat satu hal yang tak asing dari handphone Nara yang tergeletak di dashboard mobil. Wallpaper di handphone itu..aku?

==

..MBC Music Core Studio, 16 Desember 2009, 20.09pm..

Leeteuk tercengang sambil memegang handphone’nya. “Hahhh~?”, ucapnya lemas dan jatuh terduduk. Member lainnya langsung menghampiri Leeteuk, “Hyung, Wae kereuyo?”, Tanya Siwon yang khawatir semenjak Leeteuk mulai memarahi Nara. “Nara baik-baik saja?”, Tanya Donghae cemas.

Leeteuk menggeleng skeptic. “Tadi Nara menangis..”, ucap Leeteuk pelan. Member lainnya langsung mendengarkan dengan seksama. “Lalu, Jinki bilang, dia yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada Nara”, lanjutnya lagi dan langsung membuat para member terbelalak kaget.

“TANGGUNG JAWAB?!!”, teriak mereka berbarengan. Leeteuk mengangguk pelan. “Mungkin itu berarti Nara..”

“HAMIL?! OLEH JINKI?”

==

T.B.C

 

7 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {12th Diaries}

  1. An individual I do the job with visits your site very often and encouraged it to me to study also. The writing design is superb as well as content material is relevant. Many thanks for that insight you present the readers!

  2. Anyone I operate with visits your site very often and suggested it to me to read through also. The creating fashion is great and the subject material is suitable. Thank you for that insight you deliver the readers!

  3. I’m undecided the spot you’re getting your information and facts, but fantastic matter. I wants to invest a while studying significantly a lot more or comprehending additional. Thank you for good data I was searching for this information and facts for my mission.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s