Diary Of Boys Sitter {11th Diaries}

..@ Leeteuk’s car, 16 Desember 2009, 03.00pm..
*Nara POV*

“Oppa..”, ucapku pelan saat mobil Leeteuk mulai meninggalkan pelataran parkir dan juga meninggalkan Onew yang masih terbelalak tidak percaya dengan ucapan Leeteuk barusan.

“Ne, chagiya?”, ucapnya dengan tatapan dan senyuman jahilnya. Aku tersenyum simpul mendengar ucapannya itu dan memukul lengannya perlahan.

“Oppa, gomawo sudah mau membantuku sampai sejauh ini”, kataku sambil merangkul lengan Leeteuk. Leeteuk mengangguk dan mengacak rambutku pelan, “Dan, mianhae soal jawabanku tadi”, ucapku murung. Leeteuk juga terdiam sejenak.

“ Aishh, sudahlah.. jangan bahas hal itu lagi”, ucapnya setengah memaksa. “Untuk kali ini, biarkan aku merasakan peranku sebagai namjachingu-mu. Ok?”, lanjutnya dengan senyum malaikatnya itu.

Aku masih membeku saat melihat senyuman Leeteuk itu.

Apa aku seorang yeohja yang benar benar bodoh? , sampai rela melepaskan senyuman malaikat ini demi seseorang namja bernama Lee Jinki??

Dan kini, aku telah berbohong pada ‘dia’ yang sangat kusayang itu. Entahlah apa maksudnya, aku sendiri juga sama sekali tak mengerti apa yang telah kulakukan barusan. Mungkin aku hanya terlalu lelah, aku ingin lepas dari semua ini.

Mengapa aku seperti orang bodoh? Otakku mengerti untuk tidak bertindak bodoh terus menerus, tapi hatiku seperti menarikku untuk selalu bertindak bodoh.

Aku ingin lepas dari rasa cintaku pada Lee Jinki. Aku ingin membenci Lee Jinki, tapi semuanya percuma. Bahkan jelmaan malaikat yang kini ada di sampingku inipun tidak berhasil mengusir bayangan seorang Lee Jinki.

Seistimewa apakah Lee Jinki??

Cintaku pada seorang Lee Jinki, benar benar membuatku lelah.

Apa ini yang dinamakan cinta?

Tapi, masih berhakkah aku mencintaimu? Walaupun aku telah meninggalkanmu?

==

..Dorm SHINee, 16 Desember 2009, 03.00pm..
*Onew POV*

BRRAAKK!!!!

“Hyung, ada apa?”, Tanya Key padaku yang tiba tiba datang dan langsung menggebrak pintu. Aku tidak menggubris segala pertanyaanya dan langsung berderap menuju kamar mandi. Langsung kunyalakan keran air di bathtub dan shower sekencang kencangnya dan mengunci pintu kamar mandi rapat-rapat.

Aku terduduk lemas di bawah pancuran air dari shower, air yang meluap dari bathtub pun sama sekali tak kupedulikan. Awalnya aku hanya terdiam membeku di sini, tapi lama kelamaan air mataku meleleh dan tangisku makin meraung.

Aku benci segala hal ini!!! Jadi ini yang namanya CINTA?? Seperih inikah rasanya??

Jonghyun, Key, Minho dan Taemin mulai menggedor pintu kamar mandi dengan khawatir. Tapi, Argghh!! Aku nggak butuh siapa-siapa saat ini. Aku ingin sendiri!!!

Kwan Nara, untukku..aku hanya melihat kamu satu satunya. Bagaimana caranya supaya aku bisa melupakan ini semua?
Tidak ada alasan yang kuat untuk membuatmu kembali. Tapi mengapa hatiku tetap percaya bahwa kamu akan kembali suatu saat nanti?

Mengapa hatiku tak bisa menerima segala kenyataan yang ada?

Aku harus melupakanmu dan terus melanjutkan hidupku. Aku harus menghapus bayanganmu dari pikiranku, jika tidak..mungkin aku akan mati. Karena aku selalu memikirkanmu setiap saat, sama seperti detak jantung ini yang selalu berdenyut setiap saat.

Kwan Nara, kau tidak memiliki perasaan bahwa aku selalu menunggumu!!! Dan kini, sepertinya kau bahagia bersama Leeteuk hyung.

Dia sudah melupakanku. Dia sudah benar-benar menghapus bayanganku dari pikiran dan kehidupannya.

Tapi kenapa aku tidak bisa melakukannya juga??

Ketukan keras di pintu yang dari tadi terdengar, kini mulai tak terdengar lagi. Segalanya terasa sunyi sekarang. Dingin. Dan..gelap.

==
..Dorm SNSD, 16 Desember 2009, 03.00pm..
*Jessica POV*

Ting..Tong..

“Open the door!!!”, teriakku sambil masih diam di tempat dan tetap sibuk membaca majalah fashion-ku. Tapi beberapa detik kemudian, tak ada yang menyahut ucapanku barusan.

Aissh, aku lupa. Mereka semua ‘kan sedang syuting Hello Baby. Arggh, aku malas menerima tamu, apalagi kalau itu adalah wartawan, pasti mereka masih bertanya tentang hubunganku dengan si bodoh Jinki. Arghh, aku bosan!!

Sudahlah, biarkan saja.. Tak perlu dibukakan!

Ting..Tong..Ting…Tong..

Aku masih diam dan masih santai membuka halaman demi halaman majalahku.

Ting..Tong..Ting..Tong..Ting..Tong..

Arggh!!! Berisik!!!

Ting..Tong..Ting..Tong..Ting..Tong..Ting Tong..

“SHUT UP!!!”, teriakku kesal. Dengan terpaksa, akhirnya aku beranjak membukakan pintu untuk tamu nggak diundang ini.

Tapi saat aku membuka pintu, disana sudah ada sosok lelaki yang membuatku melakukan semua kebodohan ini.

Dia langsung membungkukkan badannya seperti memohon padaku dan berkata, “Tolong jangan ganggu takdir mereka berdua”, ucapnya singkat. Setelah Mengatakan itu, dia menatap mataku dalam seakan berusaha menembus segala benteng yang telah kusiapkan, dan semuanya hancur dalam sekejap.

Tatapannya masih sama seperti 3 tahun yang lalu.

“Tolong Jessica, jangan ganggu hubungan Nara dan Jinki”, ucapnya dan lagi-lagi dia membungkukkan badannya seakan memohon padaku. Aku tersenyum sinis dan heran, sebenarnya seistimewa apakah Kwan Nara sampai lelaki di depanku ini mau memohon padaku??

“Lee Donghae, jadi maksudmu..aku pengganggu bagi Nara dan Jinki? Apa hubunganmu dengan mereka? Jinki adalah pacarku, dank kau mencintai Kwan Nara. Bukankah itu menguntungkanmu untuk mendapatkan Nara?”, tanyaku tanpa merubah ekspresi sinisku. Donghae tak menjawab apa-apa.

Aishh, jawablah Donghae!!! Bilanglah kalau kamu cemburu pada Jinki yang telah berhasil menggantikan posisimu dulu!! Bilang hal itu, Donghae!!! Dan aku akan membiarkan Jinki bodoh itu bahagia bersama Nara yang sama bodohnya.

Tapi alih-alih mengucapkan bahwa dia cemburu pada Jinki, dia malah membuatku terdiam membeku dengan mengatakan, “Aku percaya, kamu tidak sejahat itu, Jessica”, ucapnya sambil mengacak rambutku pelan dan tersenyum manis padaku.

Senyuman itulah yang selama ini selalu kurindukan.

“Tapi, aku tahu semua rencanamu itu, Jessica”, ucapannya itu membuat ekspresiku langsung berubah. Setelah mengatakan semua itu, dia langsung berbalik badan dan berjalan meninggalkanku. Dia berjalan pelan sambil melambaikan tangan dan berkata, “Semua rencanamu, tak akan pernah berhasil untukku, Jung Jessica”.

APA MAKSUDNYA INI??

==
..@Dorm SuJu, 16 Desember 03.45pm..

*Nara POV*

“KAMI PULANG!!!”, teriakku dan Leeteuk berbarengan. Beberapa member langsung tersenyum penuh arti kea rah kami berdua. Arrgh, penderitaanku dimulai lagiii~~ <(>.<)>

“Kalian habis kencan darimanaa~??”, Tanya Eunhyuk dengan nada menggoda. Leeteuk kelihatan tidak mempedulikan ucapan Eunhyuk, tapi mukaku langsung memerah. (>///<)

“Bukan kencan, tapi Jalan-jalan”, ucap Leeteuk singkat. Member lainnya langsung berpandangan penuh arti, “Ohhh~~ jalan-jalann..”, ulang mereka jahil.

“Jalan-jalan sama pacar baru ya, Nara?”, Tanya Heechul sambil menoel lenganku pelan. Arggh, tidaaakk..!!!

“Oppa, aku dan Leeteuk Oppa kan nggak pacaran”, ucapku malu. Tapi toh’ itu kenyataannya kan?? Aku menolak Leeteuk demi Jinki, dan kini aku malah berbohong pada Jinki bahwa aku pacaran dengan Leeteuk. Arggh, aku sendiri juga bingung apa yang sedang terjadii??

Kwan Nara bodohhhhh~~!!! (>0<)!!

“Iyaa, kami juga tau kalau kamu nggak pacaran dengan Leeteuk hyung. Tapii.. kami seneng aja ngegodain kalian berdua. Hahahahahahaha~~”, ucap Kyuhyun sambil tertawa kencang. Huuh, memangnya ini lucu?? (=>=)??

“Berarti semua pengorbanan Leeteuk hyung jadi sia-sia semua dong? Padahal dia udah menata dekorasi dorm, nyiapin semua persiapan buat ngelamar kamu. Ehh, ternyata ditolak.. Sabar ya, hyung?”, ucap Kangin sambil menepuk pundak Leeteuk dengan penuh prihatin. Leeteuk hanya menatap mereka datar. Tapi perasaanku langsung diliputi rasa bersalah.

“Oppa, mianhae… Jeongmal mianhaeee~~~”, ucapku sambil megatupkan kedua tanganku didepannya. Leeteuk menggeleng pelan dan mengelus rambutku, “Gwenchanayo,dongsaeng”, ucapnya ringan.

“Adeeeeuuhh.. Oppa dan dongsaeng nih ceritanya??”, ejek member lainnya sambil menatap kami jahil. Argggh, tidaaakkk~~~ (>0<)!!!!

Sorry sorry..sorry sorry..
Naega..Naega..

Handphone-ku ya??

“Yebbseo?”, sapaku singkat.

Dan selanjutnya terdengar suara yang panic, “Noona, bantu kami!! Onew hyung pingsan!!!”

HAH??

==

..Dorm SHINee, 16 Desember 17.56pm..
*Nara POV*

“Noona!!”, seru Taemin saat aku telah berada di depan pintu dorm mereka. Aku mengangguk lemah sambil berupaya mengatur nafas yang memburu. Arggh, kenapa lift’nya rusak sih? Aku jadi mesti naik ke lantai 6 ini lewat tangga darurat. (=.=)>

“Gi..man..naa ke..add..da..an Onew Op..pa?”, tanyaku ngos-ngos’an. Taemin hanya menatapku heran, “Noona kenapa? Dikejar anjing penjaga di depan dorm ya?”,tanyanya polos.

Argggh, kenapa tiba-tiba dia mesti jadi 100% useless gini?? (>.<)!!

“Lift’nya rusak, Taemin. Jadi noona mesti lewat tangga darurat”, jawabku saat nafasku sudah mulai teratur. Dia mengangguk paham. “Mana Onew Oppa?”, tanyaku lagi.

Dia langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam dorm, “Noona..”, ucap Taemin ragu sambil tetap menuntun jalanku menuju kamar mereka. Aku mengernyitkan alis heran, “Apa?”.

“Noona..”, ucapnya lagi, masih ragu. Aku jadi gemas dibuatnya. “Apa Taemin-a? Katakan saja”

“Noona~~ apa yang telah noona katakan pada Onew hyung saat noona pulang dari sini?”, ucapnya pelan. Aku makin heran dengan pertanyaannya itu.

“Tadi? Aku Cuma mengucapkan selamat dan ikut berbahagia atas hubungannya dengan Jessica onnie”, ucapku singkat. Aku bisa melihat Taemin membelalakkan matanya tidak percaya dengan kata kataku barusan.

“Ommona!! Jinca? Pantas saja Onew hyung berbuat seperti itu”, ucapnya sambil menggelengkan kepalanya dan menatapku heran.

“Mwo? Ada yang salah?”, tanyaku padanya. Dia menjawab gemas, “ Nara noona, hal yang kau katakan tadi siang itu SALAH BESAR”, ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai hanya berjarak kurang dari 10 cm. (>///<)

Huwaaaaa, dari jarak segini..Taemin keliatan ganteng bangett!!! (>.<)> Waah, dia udah punya jerawat rupanya.. (0.o)

“Hah?”, tanyaku bingung. Salah besar? Apa maksudnya?

Tiba tiba, Jonghyun dan Key keluar dari kamar tidur, tapi sialnya..mereka malah melihat ku dan Taemin yang masih dalam posisi awal *wajah saling berdekatan (>.<)*.

“AIGO!!!! Taemin-a!! Apa yang sedang kau lakukan??”, teriak Jonghyun dan Key berbarengan. Taemin langsung terlihat gugup dan menjauhkan wajahnya dari wajahku.

Yahh,,padahal aku masih pengen liat wajah Taemin dari jarak sedekat itu. (=3=) Dasar JongKey, ngeganggu aja nihh!!

“Aniyo, hyung. Nggak ada apa-apa kok”, ucapnya sambil menggelengkan kepalanya sebari berjalan menjauh dariku. “Tadi aku Cuma nanya sesuatu aja ke Nara noona”, jelasnya lagi. Jonghyun dan Key masih menatap Taemin curiga.

“Sudahlah, Jonghyun, Key..Nggak ada apa-apa antara aku dan Taemin. Dia hanya menanyakan sesuatu”, ucapku mencoba meyakinkan mereka berdua. Mereka menatapku sejenak dan akhirnya mengangguk paham.

“Lagipula mana mungkin aku ngerebut calon kakak iparku sendiri, hyung”, celetuk Taemin ringan tapi langsung membuat Key berderap ke arahnya dan segera menutup mulut Taemin. Aku masih berdiri terpaku.

Calon kakak ipar?

“Ahh, sudahlah noona. Jangan perdulikan omongan Taemin barusan”, ucap Jonghyun mencoba mengalihkan pembicaraan dan segera mengajakku untuk ke kamar tempat Onew tidur *pengennya sih nyebut kamar tidur mereka, tapi kok kedengarannya malah jadi agak ‘negatif’ ya? (^0^)>??*

“Oya, Jonghyun”, ucapku saat kami masih berjalan. Jonghyun menoleh padaku, “Ada apa, noona?”

“Uhhmp, jangan memanggilku noona. Aku ini dongsaeng-mu. Umurku baru 18 tahun”, jelasku padanya. Jonghyun langsung membelalak tak percaya, “JINCA?? MWO?? Kenapa nggak bilang dari dulu?? Aissh, jadi kau mau ngerjain aku?”, ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

Aku hanya tersenyum simpul tapi sebenarnya sedih juga, sih. Apa iya wajahku terlihat setua itu?? (>.<)

“Berarti, kau juga lebih muda dari Key dan Minho?”, tanyanya lagi. Aku mengangguk singkat. “AIGOOO~~ KEY!! Kita dikerjain sama Naraaa!!”, teriaknya pada Key yang sedang berbicara dengan Taemin.

Key langsung menoleh heran, “Jinca?”, tanyanya nggak percaya. “Masa iya kau lebih muda dariku??”, Tanya Key sambil menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setelah selesai memperhatikan, dia langsung menggelenggkan kepalanya dengan ekspresi yang menyebalkan. (>..<)

Ommonaaaa~~ masa iya wajahku setua itu? Arghh, ini sih bukan wajahku yang terlihat tua..tapi memang wajah mereka yang terlalu imut untuk wajah seorang cowok.. (=.=)

“Ssst”, desis suara di dalam kamar. “Hyung, tolonglah jangan ribut”, ucap suara yang kuyakini sebagai suara Minho.

Key langsung tersadar dan segera menarik tanganku menuju ke dalam kamar , “Nah, Nara..sekarang waktumu untuk bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan pada leader kami”,ucapnya. Aku melongo heran mendengar omongan Key barusan. Salahku?

Dan saat kami sudah ada di dalam kamar, Key langsung melepaskan tanganku dan menarik tangan Minho meninggalkan kamar. Minho yang bingung, hanya bisa menatap heran kea rah Key.

CKLEKK!!!

Dan disinilah aku sekarang, terkunci berdua di dalam kamar tidur para member SHINee bersama Onew yang sedang pingsan. (0.o) (>.<) (T.T) (^0^) (=///=) *Nggak tau mesti berekspresi kayak gimana..*

Arggghh, apa maksudnya semua ini??

Aku segera berderap menuju pintu yang terkunci dan mulai menggedor pintunya, “Aigo, Oppa..bukain pintunyaaa~!!”, rengekku. Tapi sepertinya mereka tak peduli karena sama sekali nggak ada tanggapan apapun dari balik pintu. “Oppa? Aissh, jangan main-main di saat seperti ini. Bukain pintunyaa~ Jebal..”, aku masih merengek, tapi tetap saja nggak ada tanggapan apapun. (>.<)

Aku melirik ke belakang, aigoooo~~ yang lagi terbaring lemah ituu..Onew ya? Ommona..kenapa dia bisa pingsan sih? (T.T) Apa dia kecapekan dengan segala jadwal SHINee yang padat? (=.=)> Atau malahan dia sedang ada masalah dengan Jessica onnie?

Akhirnya aku berjalan pelan mendekati Onew. Setelah agak dekat, aku memperhatikan wajahnya dengan seksama. Tapi biarpun aku telah memperhatikan wajahnya berulang kali, tetap saja aku tak menemukan jawaban dari segala pertanyaanku.

Seistimewa apakah Lee Jinki??

Tanpa sadar, aku makin mendekatinya dan duduk di sebelah ranjangnya. Lagi-lagi kupandangi wajahnya dengan penuh perhatian. Nafasnya masih terhembus teratur, bibirnya yang merah kini sedang terkatup rapat, dan matanya yang berhiaskan bulu mata yang lentik itu sedang terpejam lemah.

Tak lama, aku tersenyum senang setelah menyadari suatu hal.

Ya..inilah alasan mengapa aku mencintai Lee Jinki, alasan mengapa aku tak akan pernah bisa berpaling darinya, alas an mengapa aku selalu memuja dirinya..

Karena dia..

Adalah Lee Jinki..

PLASHH!!

“KYAAAA!!!”, teriakku saat semuanya tiba tiba menjadi gelap gulita. Aku langsung mendekap lengan Onew yang ada di sebelahku dan memejamkan mata rapat-rapat.

ARGHHH, SIALAN!! MATI LAMPU???
AKU PHOBIA SAMA TEMPAT GELAPPP!! TAKUT SAMA KEGELAPANN!!

Dan sekarang di tempat ini?? Berdua dengan cowok yang lagi pingsan??

Arggh, apa yang mesti aku lakukan?? =’(

==

..Dorm SHINee, 16 Desember 2009, 18.06pm..
*Author POV*

“Aigo, Oppa..bukain pintunyaaa~!! Jebal..”

Jonghyun sedang terkikik pelan dan Key malah sedang tertawa tertahan saat mendengar teriakan Nara dari balik pintu kamar mereka. Minho menatap 2 Hyung-nya itu dengan wajah bingung tapi selanjutnya malah ikut tertawa bersama Jonghyun dan Key, sedangkan Taemin menatap ke arah kamar mereka dengan wajah khawatir.

“Hyung, kasian Nara noona”, ucap Taemin dengan nada memelas.

Jonghyun, Key dan Minho tidak menggubris perkataan Taemin dan sibuk bercakap, “Nah, sekarang ngapain lagi nih?”, Tanya Jonghyun serius. Key langsung berpikir keras, “AHAAA!! I got an idea”, ucapnya dan langsung berderap ke sikring listrik dorm mereka. Jonghyun, Minho dan Taemin mengikuti Key dengan wajah bingung. Sesampainya di depan sikring, Key langsung tersenyum jahil.

“Haha..pasti mereka berdua bakal romantic-romantis’an di situ”, ucap Key dengan wajah bangga. Jonghyun dan Minho mengangguk setuju.

“Hyung, jangan!! ”, cegah Taemin saat Key bersiap mematikan aliran listrik . Key langsung menatap Taemin galak, “Taemin-a, kau lebih suka Jessica atau Nara?”, Tanya Key tegas. Taemin langsung menunduk takut dan menjawab pelan, “Nara noona..”, bisiknya.

“Jadi dukung saja rencana ini”, ucap Minho santai sambil menepuk bahu Taemin. Taemin mengangguk paham.

CKRREKK!!!

“KYAAAAAA!!!!”, teriakan kencang itu langsung terdengar dari dalam kamar. Dan ke’empat cowok itu langsung bertepuk tangan girang dan beranjak meninggalkan dorm dengan langkah ringan dan wajah tanpa dosa. (=.=)>

“Bersenang-senang ya, Onew hyung”, ucap Minho sebelum mereka meninggalkan dorm. Taemin, Jonghyun dan Key menatap Minho heran.

“Apa maksudmu?”, Tanya Jonghyun bingung. Minho langsung mengangkat bahunya dengan ringan, “Onew hyung udah sadar, tepat saat kamu narik aku keluar dari kamar”, ucap Minho sambil melirik kea rah Key.

“JINCA??”, ucap mereka bertiga kompak. Minho mengangguk yakin, “Yahh, biarpun masih belum sadar sepenuhnya sihh..”, ucapnya santai sambil mengunci pintu dorm.

Jonghyun, Key dan Taemin langsung tertawa senang, “Ternyata kita jago buat ngejodohin orang ya?”, ucap Taemin senang. Jonghyun dan Key mengangguk setuju.

“Ngejodohin siapa?”, Tanya suara bernada dingin dari belakang mereka.

Jonghyun, Key, Minho dan Taemin langsung terpaku begitu melihat sosok yang ada di belakang mereka,

“Jessica noona?”, ucap mereka serempak.

GLEKK!!

==

..Dorm SHINee, 16 Desember 2009, 18.00pm..
*Onew POV*

Dingin..
Gelap..

Aku mencoba membuka kedua mataku perlahan, dan aku melihat Minho yang memandangku khawatir. “Hyung? Sudah sadar?”, tanyanya. Aku masih mengerjapkan mata karena cahaya kamar ini terlalu silau bagiku saat ini.

“Jinca? Masa iya kau lebih muda dariku?”, teriak suara itu. Aissh, itu pasti Key!! Kenapa dia mesti teriak teriak di saat seperti ini?

“Berisik”, lirihku pelan. Minho sepertinya mengerti maksudku dan langsung berkata pada Key, ““Ssst..Hyung, tolonglah jangan ribut”.

Tapi, tepat saat Minho selesai mengucapkan kata-katanya barusan, Key datang sambil menarik Nara.

MWO?? NARA?? KENAPA DIA BISA ADA DI SINI??

Aku langsung memejamkan mata rapat-rapat, Aigoo~ kenapa dia ada di sini? Apa para member yang lain member tahu kalau aku pingsan?? Aishh, memalukann!! (>.<)

“Nah, Nara..sekarang waktumu untuk bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan pada leader kami”, ucapan Key itu langsung membuatku ingin menjatuhkannya langsung dari air terjun Niagara. Apa-apaan maksud omongannya itu?? Itu sama saja seperti dia bilang, italics “Sebenarnya Onew hyung sudah mencintaimu sejak dulu”.

Kim Kibum, kubunuh kau nanti!!! (>.<)!!

Dari sini, aku hanya bisa mengintip sedikit dengan menyipitkan mataku. Yang bisa kulihat setelah itu, Key menarik Minho keluar dari kamar dan meninggalkan Nara di sini. Jadi sekarang aku berdua aja dengannya?? Apa yang mesti kulakukan?? Masa aku mesti tiba-tiba bangun dari ‘pura-pura ’pingsanku ini? Arggh, pasti dia bakal kaget nanti dan menganggap kalau aku membohonginya dengan pura pura pingsan.

Setelah meminta member lainnya untuk membukakan pintu dan tak ada jawaban, Nara menoleh ke arahku. Dan parahnya lagi, dia kini malah berjalan ke arahku!!

Jangan mendekatt!! Aku bisa mimisan nanti!! (>///<)

Tapi akhirnya dia malah duduk di samping ranjangku dan menatapku dalam. Aigoo~~ aku deg-deg’an!! Tapi sebisa mungkin aku mencoba mengatur nafasku supaya dia tak sadar bahwa aku sudah sadar dari pingsan.

Ok, sejauh ini semuanya lancar.. Tenang, Onew.. Tenang..

PLASHH

“KYAAAA!!!”

MATI LAMPU?? DI SAAT SEPERTI INI?? (0.o)

Tapi, masalah utamanya adalah.. KENAPA DIA MENCENGKRAM LENGANKU SE’ERAT INI?? \(>//<)/

==

_T.B.C_

2 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {11th Diaries}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s