Diary Of Boys Sitter {10th Diaries}

..Dorm SHINee..

*Onew POV*

“HYUNGGG!!!!”, teriak suara itu. Uggh, dari suaranya pasti itu teriakan si Taemin sama Jonghyun. Yang satu cempreng, yang satunya lagi powernya gede banget. Ahh, apaan sih??

“HYUNGGG!! BANGUNN!!”, Kini suara cempreng itu malah menggoyangkan tubuhku. “Hyung, di TV!!”, ucap suara lainnya. Aissh, ini pasti Key.

“Apaan di TV?”, tanyaku pelan sambil masih tetap memejamkan mata. Ngantuk banget!! Kemaren aku mesti nganterin Jessica noona ke dorm SNSD jam 1 pagi (Habisnya kemarin dia curhat sampe 3 jam!!). Sampai di dorm SNSD, aku malah disuruh dengerin curhatnya Sunny noona. Arrrgh!!!! (>.<) Otomatis aku tidur jam 3 pagi!! (=3=)

“Acara gossip!!”, jawab Taemin panik. “Hyung jadian sama Jessica noona!!!”

“MWO??!!”, teriakku nggak percaya. “PACARAN?”

..Ring Ding Dong.. Ring Ding Dong..

“Yebbseo?”, ucap Minho saat mengangkat telepon dari HP ku. Aku masih shock. Pacaran dengan Jessica noona? Bagaimana bisa? Kemarin aku hanya mendengarkan curhatnya dan mengantarkannya pulang. Nggak ada kejadian apapun lagi setelah itu. Tapi bagaimana bisa ada kabar seperti itu?

“Hyung, Jessica noona”,ucap Minho sebari menyerahkan handphone ku. Tanganku bergetar saat menerima telepon dari Jessica noona.

“Jinki-ya”, sapa suara di seberang sana.

“Noona, berita di TV itu..”, ucapku ragu. “Sebenarnya apa yang telah terjadi?”, tanyaku bingung. Jessica noona hanya menghela nafas berat.

“Semuanya sudah terlanjur, Jinki. Nggak ada jalan lain selain kamu berpura-pura menjadi pacarku”, ucapnya tenang.

MWO??

====

*Jessica POV*

..Dorm SNSD, 01.25 am..

Jinki mengantarkanku sampai ke depan dorm. Daritadi dia hanya diam dan menatap lurus kea rah jalanan. Aku juga tak berminat berbincang dengannya, setelah dia menolak permintaanku tadi.

“Noona..”, ucapnya memecah keheningan. “Jeongmal mianhae”, katanya lagi sambil membungkukkan kepalanya padaku.

“Ahh, sudahlah. Gwenchana”, ucapku dingin. Jinki masih tetap memandangku dengan tatapan bersalah.

“Tapi noona, sebagai gantinya..aku akan membantumu dekat dengan Donghae hyung lagi”, bujuknya. Aku tetap tak menghiraukan ucapannya dan tetap berjalan santai menuju dorm. Tapi saat membuka pintu dorm, disana sudah ada Sunny yang sepertinya sedang menungguku. Tiba tiba dia sudah menghambur ke pelukanku.

“Huweeeee~~~~ Sica”

Aisssh, kenapa dia malah merengek begini?? Aku lagi bad mood buat dengar curhatan siapapun!!!

“Aigoo, Sunny. Aku nggak ada waktu untuk curhatmu. Sudahlah, curhat saja ke Jinki”, ucapku sambil menepis pelukan Sunny dan menunjuk kea rah Jinki yang masih kebingungan. Sunny langsung beranjak kea rah Jinki dan kini ocehannya mulai terdengar kencang.

Aku berjalan pelan ke kamarku. Tapi baru beberapa langkah, aku menengok kea rah Jinki lagi, “Jinki-ya”, panggilku dan membuatnya menoleh. “Gomawo”, ucapku singkat. Dia hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.

Sampai di kamar, aku melihat Sooyoung yang sedang memeriksa kameranya. “Ohh, Onnie sudah pulang?”, tanyanya. Aku hanya mengangguk pelan sambil menghampirinya. “Mianhae tadi aku pulang duluan, habisnya dingiiiinnn”, ucapnya.

“Aissh, pantas saja tadi aku nggak melihatmu”, ucapku sambil memeriksa kameranya. Disana sudah ada fotoku yang sedang duduk berdua dengan Jinki dan juga fotoku yang sedang memeluk Jinki. “Aigo, kau memang tak berbakat menjadi kameraman. Kenapa hasilnya buram begini?”, ucapku sebal padanya, dia langsung manyun.

“Yang penting kan ada foto buktinya, Onn”, ucapnya sambil mengambil potato crispy yang ada di samping tempat tidur. Aku hanya mengangguk singkat. “Tapi, Onnie..Onnie benar-benar ingin menyebarkan foto ini ke media pers?”, tanyanya sangsi. Aku mengangguk singkat.

“Yaa..seandainya tadi dia mau membantuku, aku nggak akan berbuat nekad seperti ini”, ucapku ringan dan tetap memperhatikan foto barusan.

“Tapi, Onnie.. image SNSD..”, katanya ragu. Aku menatapnya santai, “Sooyoung-a, kamu tau? Berita ini akan membuat SNSD makin terkenal. Juga akan membuat Donghae cemburu sehingga dia akan meninggalkan Kwan Nara dan kembali mengejarku”, jelasku. Sooyoung hanya mengangguk-angguk paham.

“Tapii, kenapa mesti Onew?”, tanyanya dengan wajah yang memerah.

“Aigoo, aku lupa kalau kamu suka Jinki”, ucapku sambil menepuk dahiku. “Sudahlah, setelah keinginanku terpenuhi , nanti aku akan membantumu untuk dekat dengan Jinki”, jawabku santai sambil menepuk bahunya. Sooyoung langsung tersenyum senang.

Aku masih memperhatikan foto skandal ini.

Pasti besok foto ini akan menjadi berita utama dimanapun.

===

..Dorm SuJu..

*Nara POV*

“Jessicaaa??”, teriak Leeteuk nggak percaya. Aku masih saja diam terpaku, badanku seakan beku. Mimpiku dulu benar-benar jadi kenyataan??

Tiba-tiba semua member SuJu sudah langsung keluar kamar karena terkejut oleh suara piring yang kupecahkan dan teriakan Leeteuk.

“Ada apa?”, Tanya Donghae bingung, tetapi detik berikutnya dia malah terdiam menyaksikan berita di TV. “Jessica? Bikin ulah apa lagi dia?”, ucapnya pelan sambil menuruni tangga.

Aku masih menunduk dalam, mencoba untuk nggak menangis di depan para member. Aku nggak ingin membuat mereka khawatir. Tapi, entahlah.. rasanya air mataku ini berontak untuk mengalir di pipiku.

“Nara?”, ucap Kyuhyun sambil mengelus rambutku. “Gwenchanayo?”, tanyanya lembut.

Gwenchana? Aigoo, Oppa.. bagaimana bisa aku baik-baik saja?? Cowok yang kupuja dan kucintai setengah mati dari dulu, kini ada di acara gossip yang mengatakan bahwa dia sudah punya pacar?? Dan dengan Jessica??!!!!

“Ne, gwenchana Oppa”, ucapku pelan dengan senyum yang dipaksakan. Kyuhyun menatapku dengan penuh curiga. Tapi aku mencoba untuk memasang wajah meyakinkan. “Jessica cantik dan suaranya merdu. Dia cocok dengan Onew. Pantas saja jika Onew menyukainya”, tambahku lagi.

“Nara, sudahlah. Jangan memaksakan dirimu seperti ini”, ucap Heechul sambil mengangkat wajahku sehingga aku kini bertatap mata dengannya. “Kamu ingin menangis, ‘kan?”, tanyanya tegas. Aku mencoba menggelengkan kepala, tapi mata Heechul seakan bisa menembus segala perasaanku.

Tanpa terasa, air mataku mengalir membentuk sungai kecil di pipiku. Aku mulai terisak pelan dan terbenam dalam pelukan hangat Heechul. Bisa kurasakan para member mulai mengelus kepalaku dan memelukku lagi. Tapi entah kenapa, itu semua membuat aku makin ingin terisak.

Naneun babo, menangis seperti ini hanya karena seorang cowok yang nggak pernah memikirkanku.

===

..Dorm SHINee..

*Onew POV*

Kilatan blitz dari kamera puluhan wartawan kini tengah menyorot setiap langkahku. Aku mencoba berkelit tapi langkah wartawan ini terlalu lihai. Kini aku malah jadi terjebak di depan elevator dorm yang tak kunjung terbuka.

“Onew-ssi, apa kau benar-benar pacaran dengan Jessica??”

“Di foto yang beredar, Jessica terlihat sedang menangis di pelukanmu. Apa dia hamil??”

“Bagaimana dengan SHINee? Apa ini ada ‘pengaruh dalam’ dari SMent?”

Aku hanya tersenyum simpul menjawab semua pertanyaan mereka. Aku bingung mesti jawab apa??? Rasanya setiap kata yang akan keluar dari bibirku ini adalah ‘mangsa’ yang sangat dinanti oleh mereka semua.

“Onew-ssi, tolong jawab pertanyaan kami..”, tiba tiba wartawan itu terpaku setelah melihat sosok yang keluar dari elevator. “JESSICA!!!”,teriak wartawan itu dan kini kamera mereka telah terarah pada sosok Jessica noona yang melangkah anggun ke arahku.

Aku masih terperangah,untuk apa dia ada di sini??

Tapi, kini dia malah berdiri di sampingku dan menggenggam tanganku erat. Tentu saja hal ini jadi bahan santapan wartawan. Kilaan blitz itu kembali mengarah pada kami. Arrrgh, aku benci keadaan ini!!!!!

“Aku dan Onew memang sedang pacaran. Itu saja. Terima kasih dan semoga kalian mendukung hubungan kami”, ucap Jessica noona pada para wartawan dan makin membuatku terhenyak. Tapi Jessica noona tak peduli dengan ekspresiku dan malah menarik tanganku kea rah elevator yang tengah terbuka dan langsung masuk ke dalamnya. Ia masih sempat melambaikan tangan pada wartawan sebelum pintu elevator ini tertutup.

Dan kini, kami hanya berdua. Masih saling diam membisu.

Mimpi buruk apa ini?? Padahal dari dulu aku bertekad, jika aku sudah debut..aku nggak ingin terlibat skandal seperti ini. Tapi kenapa sekarang seperti ini?? Dan, yang paling kupikirkan saat ini adalah..Nara.

Bagaimana tanggapannya saat ia melihat berita tentang ku dan Jessica noona??
Apa dia menangis??
Atau malah diam saja??

“Noona”, ucapku pelan dan membuat nya menoleh ringan.

“Yes?”, ucapnya dengan aksen inggris yang sangat kental. Aku menghela nafas berat sebelum mengatakan hal ini.

“Aku..juga mencintai Nara”, jelasku singkat. Aku bisa melihat dia terkejut sejenak, tapi dapat ditutupinya dengan sigap.

“Ohh..kau juga mencintainya?”, ucapnya dingin tanpa menatap ke arahku. Aku mengangguk pelan. Dia menggangguk ringan dan menghadap ke arahku.

“Tapi apa kamu pernah berfikir, jika sekarang kamu mengatakan para pers bahwa kamu mencintai seseorang yang bernama Kwan Nara, maka akan ada banyak SHINee world yang meneror hidup Kwan Nara. Apalagi jika mereka tahu bahwa selama ini, Kwan Nara adalah seorang pengasuh para member SuJu, otomatis tidak hanya SHINee world yang campur tangan tapi juga ELF. Ditambah lagi, jika 2 tim itu bergabung menjadi satu untuk meneror nya, aku nggak yakin akan ketenangan hidup Kwan Nara”, penjelasan Jessica itu langsung membuatku terdiam.

Semua itu benar adanya.

“Sudahlah, Jinki. Tenang saja, jika Donghae sudah bisa kembali menjadi milikku, kamu bisa lepas dari skandal ini”, ucapnya dingin.
Aku bingung.

Kenapa baru sekarang aku baru sadar bahwa aku dan Nara nggak akan pernah bisa ditakdirkan bersama?

==

*Nara POV*

..Dorm SuJu, My Room, 16 Desember 2009, 01.30pm..

Sudah beberapa hari ini, berita skandal Jessica dan Onew sedang menjadi topic utama di berbagai acara. Lagu “One Year Later” yang dinyanyikan oleh mereka berdua kini menjadi lagu hits dimana-mana. SNSD semakin dikenal oleh khalayak umum. SHINee menjadi semakin sering tampil di berbagai acara music, biarpun mereka masih belum mengeluarkan album baru.

Dan aku? Masih menjadi seorang Kwan Nara yang selalu menangis setiap mendengar atau mengingat nama Lee Jinki.

==

“ Nara?”, panggil Eunhyuk saat aku sedang duduk di balkon kamarku. “Ayo, makan siang”, ajaknya lembut. Aku menggeleng.

“Aku masih kenyang, Oppa”, jawabku singkat dan kembali menatap lurus ke depan. Eunhyuk melengos sebal.

“Kenyang apanya? Terakhir kali kamu makan tuh…”, Eunhyuk terlihat seperti berpikir sejenak. “Kemarin pagi, Nara”, lanjutnya. Aku hanya menarik nafas berat dan tak mempedulikan ucapannya.

“Aku nggak lapar”, jawabku lagi. Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya sejenak dan beranjak menghampiriku.

“Mau pakai cara lembut atau cara kasar?”, tanyanya sambil meremas jarinya. Aku menatapnya bingung.

Apa maksudnya??

Tapi belum sempat aku bertanya padanya, tiba tiba Eunhyuk sudah bersiul kencang. Dan tiba tiba dari pintu kamarku telah muncul Shindong dan Kangin yang langsung berderap ke arahku dan langsung menggendongku keluar kamar. OPPAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN??” “, teriakku sambil berusaha melepaskan diri dari Shindong dan Kangin.

*Huwee, badan mereka berdua kan gede banget??!! Mana bisa aku lolos?? XC*

Tapi, aku langsung terkejut saat melihat keadaan di luar kamarku.

Seluruh dorm telah didesain seperti sebuah restoran, ditambah lagi beberapa member (Kibum, Siwon, Sungmin, Henry dan ZhouMi) telah berpakaian ala waitress handal di restoran terkenal. Mereka langsung mengangguk hormat dengan kompak begitu melihatku yang masih digendong oleh Shindong dan Kangin.

“Welcome to Super Junior restaurant, miss Nara” , ucap mereka kompak dan makin berhasil membuatku melongo. (0.o)>??

Siwon dan Kibum langsung menghampiriku yang masih terpaku heran, “Mari nona, saya antar ke meja pesanan anda”, ucap mereka sambil menuntun langkahku menuju ruang makan. Dan yang paling menakjubkan, ruang makan di dorm kini telah berubah menjadi sebuah tempat makan ekslusif dan ada sebuah panggung kecil juga sebuah piano di sampingnya.

Kapan mereka mendesain semua ini??
Apa saat aku mengurung diri di dalam kamar, mereka mempersiapkan ini semua??

ZhouMi dan Henry segera mempersilakan aku untuk duduk, sedangkan Sungmin memberikanku sebuah buku menu. “Mau pesan apa, nona?”, tanyanya lembut.

Arrrgh, ini mimpi bukan sihh?? (>..<)>

“Eh?? Hah?”, aku masih nggak terlalu sadar untuk memahami apa yang sedang terjadi. Sungmin masih tersenyum hangat dan menunjuk salah satu baris di menu. “Saya sarankan, anda memilih menu Nasi goreng Beijing, Nona. Ini adalah menu andalan restoran kami”, jelasnya padaku.

Nasi goreng Beijing??

Spontan aku langsung menengok kea rah dapur, di sana sudah ada Hankyung yang telah memakai baju dan topi ala koki terkenal. Ia mengangguk hormat padaku sambil tersenyum jahil.

Aku masih bingunggg~~~

“Ya, itu saja”, jawabku lemas tapi masih dipenuhi dengan berbagai perasaan bingung. Sungmin mengangguk paham dan beranjak menuju dapur.

Ada apa’an sih??

Belum lagi rasa bingungku terjawab, tiba tiba di panggung sudah ada Heechul yang memakai jas hitam elegant. Dia memegang mike dan berkata ringan, “Nona Kwan Nara..Sebagai pelanggan pertama dari Super Junior Restaurant, kami akan memberikan pelayanan khusus pada anda!! Maka, nikmatilah persembahan dari artist kebanggaan kami, Super Junior KRY!!!!”, teriaknya sehingga membuat kupingku agak berdenging. (=.=)

Tak lama setelahnya, kini Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung sudah ada di atas panggung ditemani Donghae yang akan mengiringi mereka bermain piano.

Aku menatap mereka takjub, mereka semua mempersiapkan ini semua??

Sungmin datang mengantarkan pesananku bertepatan dengan intro lagu yang sangat kukenal, Let’s Not.
“Lagu ini, kami persembahkan untuk seorang wanita yang sedang merasa kehilangan cinta sejatinya. Tapi yakinlah, cinta sejatimu bukan dia yang menyakitimu. Tapi cinta sejatimu yang sebenarnya, selalu ada di sini, di dekatmu dan selalu menjagamu”, ucap Yesung sebelum mulai menyanyi. Aku mendongak menatapnya. Semua member tersenyum padaku.

Jadi inikah maksudnya?
Mereka ingin aku tahu, bahwa mereka ber 15 lah cinta sejatiku?
Apa itu maksud mereka??

Mengatakan ini adalah saat terakhir..
Kepada seseorang yang sangat aku sayangi..
Meskipun kamu mencoba untuk menghindarinya..
Meskipun kamu menangis..
Akulah yang mengawali perpisahan ini..

Jinki, apakah kau merasakan hal ini??
Kau yang mengakhiri semua harapanku..
Kau yang membuatku terus menangis..
Apa itu yang kau harapkan??

Aku selalu bersikap tegar..
Tapi aku hanyalah pengecut yang tidak memiliki keyakinan untuk menjagamu selamanya..
Dan malah meninggalkanmu..

Lee Jinki, bagaimana caranya supaya aku bisa membencimu?
Bantu aku untuk membencimu..


Jangan pernah mencintai orang sepertiku lagi..
Jangan pernah merindukan aku lagi..
Carilah orang yang tidak pernah berpaling darimu dan membutuhkanmu..
Seseorang yang sangat mencintaimu..
Seseorang yang tidak dapat hidup tanpamu.
.

Aku sudah mencoba melakukan itu, Jinki..
Mencoba melupakanmu..
Mencoba membencimu..
Mencoba mencari penggantimu..
Tapi, aku belum bisa menemukannya, Jinki..

Aku menangis terisak. Tertunduk dalam saat bridge lagu masih dilantunkan oleh alunan piano Donghae.
Sebegitu bodohnya kah aku?? Masih saja mencintai seseorang yang mungkin tidak pernah memikirkanku?? Menangisi seseorang siang dan malam, padahal orang yang kutangisi itu mungkin sedang berjalan bersama kekasih barunya??

Ya, sebegitu bodohnyalah aku..

Tapi tiba tiba, aku merasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang. Aku shock, tapi tidak berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan itu. Karena pelukan hangat inilah yang saat ini sangat kubutuhkan. Entah siapa yang memelukku sekarang, tapi aku merasa nyaman untuk menumpahkan segala perasaanku di dalam dekapan erat ini.

Aku masih menangis kencang saat KRY memulai lagi lagunya.

Jangan menangisi segala sesuatu yang telah berlalu..
Jangan pernah merindukan cinta yang telah pergi meninggalkanmu..
Carilah seseorang yang tidak pernah berpaling darimu..
Seseorang yang membutuhkanmu..
Dan tidak bisa hidup tanpamu..

“Dan, seseorang itu adalah aku”, ucap suara dari belakangku itu. Mataku membelalak lebar dan segera menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa yang memelukku dari tadi.

Dan ternyata, wajah malaikatnya itu kini sedang tersenyum padaku. Dia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mengelap air mataku pelan. “Kamu kaget, Nara?”, tanyanya lembut sambil masih tetap tersenyum. “Saranghae”, ucapnya singkat dan diiringi oleh tepuk tangan dari seluruh member yang ada di dorm. “Bukan cinta seorang Oppa pada dongsaengnya, Nara”, jelasnya lagi.

Aku menggeleng tak percaya.

Apa maksudnya ini??
Apa ini maksudnya cinta sejati yang Yesung ucapkan barusan??

Apakah itu berarti..Leeteuk??

==

..Dorm SHINee, 16 Desember 2009, 02.45pm..

*Onew POV*

..Ting Tong.. Ting Tong..

“Taeminn~ buka pintunya!!”, teriak Key dari arah dapur. Taemin hanya mengangguk dan beranjak malas menuju pintu depan, sedangkan aku masih duduk lemas di sofa sambil menatap nanar kea rah TV yang masih membahas hubunganku dengan Jessica noona.

Sudah 3 hari berlalu sejak berita skandal itu mulai menyebar. Banyak dampak yang terjadi setelahnya. Memang nama SHINee menjadi makin terkenal, tapi aku tersiksaaa!!! Aku benci menjadi ‘boneka’ Jessica noona. Selama 3 hari ini, dialah yang mengatur jadwal kencan kami sehingga media massa dapat mengekspos kedekatan kami selama kami sedang pura pura kencan. Dan aku benci jika mesti tersenyum di depan pers sambil menggenggam tangan Jessica noona seraya mengatakan, “Aku bahagia bisa punya pacar seperti dia”.

ARGHHHH!!!! Aku malah mengacak-acak rambutku frustasi. Entahlah sampai kapan aku bisa bertahan. Yang pasti, aku nggak ingin Jessica noona membocorkan pada pers bahwa aku mencintai Nara. Aku nggak mau Nara diteror oleh ShaWol. Aku juga nggak mau identitasnya sebagai pengasuh Super Junior ikut terbongkar.

Biarlah aku yang menjalani hal ini, yang penting Nara bisa hidup tenang.

“Onew hyung~~ ada tamuu!!!”, ucap Taemin sambil berlari riang ke arahku. Aisssh, apa-apaan lagi sih dia?? Aku sama sekali nggak berminat untuk melihat italics aegyo nya kali ini.

“Siapa?”, tanyaku malas. Taemin malah menarik tanganku dengan semangat. “Ayolah Hyung!!! Hyung pasti gembira melihatnya!!!”, serunya dan menarikku menuju pintu depan. Aku mengikutinya dengan malas.

“Noona, ini Onew hyung!! Silakan dipakai sesukanya~~”,ucap Taemin asal sambil mendorongku ke depan pintu dan dia beranjak pergi meninggalkanku Aku heran, siapa sih yang bikin Taemin seriang ini??

Tapi jawabannya bisa kupahami saat aku melihat sosok perempuan yang sangat kurindukan selama 3 hari ini..

“Nara?”

Dia tersenyum simpul saat aku memanggilnya.

Aisssh, jangan tersenyum seperti itu~~ nanti aku makin nggak bisa melupakanmu!!!! (>.<)>

“Annyeonghaseyo, Oppa”, salamnya sambil membungkukkan badannya. Aku membalasnya dengan agak canggung. “A-annyeong”, jawabku gagap. Nara hanya tersenyum manis.

Tak ada yang berbicara di antara kami selama beberapa menit..

“Uhhmp, Oppa.. boleh aku masuk?”, tanyanya pelan. Aku langsung sadar dan segera mempersilahkannya masuk. Aisssh, Lee Jinki!!! Bodoh banget dirimuu~~

“Ayo duduk”, aku mempersilakannya duduk. Dia mengangguk singkat. “Kamsahamnida”, balasnya pelan. Lha?? Kenapa suasananya jadi formal dan kaku begini?? (0.o)>??

“Uhhmp, ada perlu apa, Nara?”, tanyaku. Nara menatapku dengan pandangan yang…aneh. Entahlah, seakan ada tatapan sedih, marah dan senang yang tercermin di sinar matanya.

“Aku mau mengucapkan selamat atas hubungan Oppa dan Jessica onnie. Aku ikut bahagia untuk kalian”, ucapnya lirih.

Aigoo~~ apa maksudnya ini? Menerima ucapan selamat untuk hubungan bodoh ini dari seorang yang sangat kucintai? Dan dia bilang, ‘aku ikut bahagia’?? Siapa yang merasa bahagia, Nara?? SIAPA?? Aku benar-benar tersiksa saat ini!!

“Kalian berdua benar-benar cocok. Cantik dan tampan. Kalian berdua juga penyanyi yang handal. Aku yakin, kalian berdua juga pasti akan selalu bahagia”, tambahnya lagi dengan wajah malaikatnya itu.

ARGHH!!! Hentikan!!! Jangan bicara lagi tentang hal ini!!!

“Ne,gomawo”, jawabku singkat tanpa memandangnya.

Lagi lagi hanya ada keheningan di antara kami..

“Oppa, kalau begitu.. aku pulang dulu”, ucapnya seraya berdiri dari bangku. Aku juga ikut berdiri. “Ah..kau pulang dengan siapa? Sendirian? Perlu kuantar?”, tawarku padanya. Dia hanya menggeleng pelan.

“Tidak perlu, Oppa. Leeteuk Oppa sudah menunggu dari tadi”, ucapnya sambil memakai sepatunya. Aku mengangguk paham.

Ohh..ada Leeteuk hyung rupanya. (=.=)>

“Kalau begitu, ayo kuantar sampai ke tempat parkir”, ucapku. Ia mengangguk singkat.

Selama di elevator, suasananya heniiiiiiiinnggg~~~. Nggak ada yang berniat membuka pembicaraan diantara kami berdua. Sampai akhirnya didepan mobil Leeteuk hyung pun, kami masih tetap tidak bersuara.

Sampai akhirnya, ucapan Leeteuk hyung lah yang dapat membuatku membuka suara, “Chagiya, bisa tolong cepat sedikit?? Nanti aku terlambat untuk siaran”, dan Nara langsung mengangguk singkat.

MWO??? CHAGIYA??

==

T.B.C

6 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {10th Diaries}

  1. KENAPA SELALU JESICCA????
    ini nih yg bikin sebel sm sicca, dia selalu ada dimana2 perusak hubungan org!!
    eh tp si donghae cinta jg sama nara???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s