Diary Of Boys Sitter {8th Stories}

Minggu, 04 Oktober 2009.. 15.30 waktu seoul.

“Nara Noona, makasih karna udah ngebantuin kami ngejaga Taemin. Kami pasti udah bikin noona repot dengan tingkah Taemin”, ucap Key pada saat kami akan berpisah. Taemin tampak agak manyun.

“Hyung, aku nggak ngerepotin Nara noona kok!”, ucapnya ketus pada Key dan membuatku tersenyum mendengarnya.

“Jangan sakit lagi ya, Taemin?”, ucapku sambil memandangnya hangat. Taemin mengangguk patuh. “Tenang aja noona! Aku pasti bisa jaga kondisi, kok!!”, ucapnya sambil menepuk dadanya. Aku mengacak rambutnya dengan gemas.

Aku mulai beranjak untuk kembali ke dorm Suju, aku benar benar kangen mereka ber 14!!!!! (Yahh, sebenarnya 15, jika Kibum juga dihitung.)

Tapi tiba-tiba Onew menghampiriku, “Nara, benar kamu nggak mau kuantar sampai ke dorm?”, tanyanya. Aku menggeleng menjawab pertanyaannya.

“Nggak usah. Aku pengen bikin surprise buat mereka semua!”, ucapku tanpa bisa menyembunyikan kegembiraanku. “Hari ini kan mereka tampil di Music Bank, jadi dorm pasti kosong. Dan aku pengen bikin sebuah kejutan”, ucapku lagi.

Onew tersenyum simpul, “SuJu sunbae benar-benar beruntung karna udah memiliki bidadari yang setia menemani mereka”. Aku hanya tersipu malu mendengar ucapannya.

Setelah selesai mengepak barang, Jonghyun dan Minho langsung membantuku membawakan koperku sampai ke depan elevator. Mereka berlima membungkukkan badannya untuk yang terakhir kali padaku. “Kamsahamnida, Nara noona”, ucap mereka kompak. Aku tersenyum dan ikut membungkuk. Tapi, tiba tiba Jonghyun langsung memelukku erat.

“Hati hati ya, Nara noona”, ucap Jonghyun padaku. Aku hanya mengangguk pelan sambil menepuk punggungnya.

“Hei, aku nggak bakal pergi jauh. Kalian juga bisa main ke dorm SuJu kalau kangen aku”, sahutku menenangkan Jonghyun yang sepertinya mulai terisak. Ya ampuuun, apa perpisahan ini terlalu menyedihkan untuk mereka???

“Maaf, noona, Jonghyun hyung memang suka lebay!”, ucap Minho sambil menarik Jonghyun untuk melepaskan pelukannya dariku. Jonghyun masih saja terisak. *dibalik wajahnya yang ‘gentle’ banget, ternyata dia cengeng.. =)*

Setelah berpelukan dengan masing-masing member, aku langsung masuk ke elevator yang telah tiba. Aku hanya melambaikan tanganku saat pintu elevator mulai menutup. Mereka berlima juga melambaikan tangannya. “Dahh, noona”, ucap mereka pelan. Sekilas aku melihat Onew mengucapkan ‘saranghae’ tanpa suara.

Ahhh, mungkin hanya khayalanku saja!! Mana mungkin Onew mengucapkan hal itu??? (=.=)7

***

Minggu, 4 Oktober 2009.. 16.00 waktu Seoul

Aku menghentikan sebuah taksi yang melintas di depanku. Aku nggak sabar untuk segera bertemu mereka!!!!

Aku langsung duduk di sebelah supir itu, entah kenapa aku sedang nggak mood untuk duduk di belakang. Mungkin karna aku sedang ingin memandang jalanan sekitar. =)

“Mau ke mana, nona?”, tanya supir taksi itu.

“Ke toko kue di daerah sana, pak.”, ucapku sambil menunjuk satu arah pada supir taksi itu. Ia hanya mengangguk lesu. Sepertinya beliau lelah sekali.

Aku ingin membelikan kue yang spesial untuk mereka semua. Pasti mereka lapar setelah tampil show nanti!!

Tak ada yang memulai pembicaraan di antara kami berdua selama beberapa saat. Suasananya mulai canggung. =p Yasudah, aku memutuskan untuk mendengarkan lagu dari i-pod ku saja.

Uhhmp, lagu apa ya?? Yang bikin suasana hati jadi tenang. (^^)
Let’s Not? Wuaaa, nggak.. nggak!! Bisa bisa nanti aku jadi nangis kalo denger suara 3 cowok itu!
Sorry sorry? Aduuuh!!, nanti aku malah pengen nge’dance setiap dengar beat musiknya..
Neorago? Huuh, bisa bisa aku jadi deg-deg’an gara-gara liriknya yang romantis banget itu!

Yaudah, Love u more, Shining star dan happy together lah yang kupilih!! Lagu yang ‘asyik’ kan?

Uhhm, SMS para member, ahh!! Biar mereka tetep semangat!! Hehehehe

“Oppa, hwaiting!! Lakukan yang terbaik!! Tetep kasih perfomance yang paling OK!!! Pokoknya SEMANGATTTT!!! Aku mau nonton Oppa Oppa ku dapet mutizen.. =). Oh ya, dan jangan kecwain para ELF ya?? (^/\^)”

MESSAGE SENT!!!!

“Shining star.. Like a little diamond..”, aku mulai bergumam pelan mengikuti irama lagu. Pandanganku hanya menatap lurus ke arah jalanan yang ada di depanku. Huum, ada sekelompok anak kecil yang lagi asyik main bola di lapangan yang ada di depan. Lucunyaaa!!

“Yaah”, ucapku spontan kecewa saat bola yang ditendang salah satu anak itu tidak kena sasaran dan malah keluar lapangan dan bergulir ke jalanan. Kini anak itu malah dengan santainya berjalan mengambil bola itu ke tengah jalan.

HAH?? APA??

“PAK!! AWASSS!!”, teriakanku yang spontan membuat supir itu langsung membanting setir mobilnya ke kiri.

DUAKKK!!!

Bunyi tubrukan yang kencang itu membuat telingaku berdenging dan kepalaku sekan mau pecah. Aku merasakan ada aliran yang hangat dari seluruh wajahku. Darah??

***

*author’s POV*

Minggu , 4 Oktober 2009.. 16.00 waktu seoul.

“Ya, pemirsa sekalian!! Setelah ini akan ada penampilan dari SUPER JUNIORRRR!!!”, teriakan MC itu langsung disambut oleh jeritan histeris para ELF. “Tapi tunggu setelah commercial break berikut inii!!!”

Di backstage, Leeteuk dan 11 member lainnya masih mondar mandir mempersiapkan apapun sebelum show. Baik dance, vokal ataupun performance mereka. Seorang staf bergerak ke arah mereka.
“10 menit lagi!!!”, teriak staff itu. Para member Suju hanya mengangguk paham.

Mereka langsung beranjak ke panggung dan menunggu hingga iklan selesai. Kebetulan di studio itu ada sebuah layar besar yang menunjukkan semua kegiatan secara penuh. Jadi penonton juga bisa menonton iklan dan program apa saja yang sedang tersiar di channel ini.

“Uggh, buruann dong!! Aku udah nggak sabar pengen nge’dance!”, ucap Eunhyuk yang nggak bisa diam untuk tidak menggerakkan tubuhnya. Donghae hanya menjitak kepala Eunhyuk pelan. “Sabar!!”, ucap Donghae sambil memperhatikan layar besar itu.

Tapi, tiba tiba dari layar itu terpampang acara headline news. Dan langsung terpampang sebuah gambar mobil yang menabrak pembatas jalan. Mobil itu terbalik dan hampir seluruh body mobil itu hancur.

“Hyung, mirip banget sama kondisi mobil kita waktu kita tabrakan ya??”, ucap Kyuhyun pada Leeteuk yang hanya mengangguk pelan.

“Nggak, kayaknya ini lebih parah”, ucap Heechul yang dulu juga pernah mengalami tabrakan itu.

“Kasihan banget ya?”, ucap Ryeowook prihatin.

“Kecelakaan mobil terjadi di daerah xxx, mobil taksi yang ditumpangi oleh seorang supir dan 1 penumpang ini menabrak pembatas jalan. Supir taksi, Lee Dong Woon hanya mengalami luka ringan dan masih dalam keadaan shock. Berbeda dengan keadaan penumpang yang mengalami luka berat dalam keadaan kritis dan sekarang telah dibawa ke unit darurat. Penumpang ini dikonfirmasi bernama Kwan Nara”

“NARA?”, teriak mereka bersamaan saat melihat kamera menyorot gambar Nara yang diangkut dengan tandu menuju ambulance.

Leeteuk langsung terduduk lemas. Ryeowook dan Sungmin langsung terisak. Donghae, Siwon, Kyuhyun, dan Kangin langsung berderap keluar dari stage dan menerobos para penjaga untuk bisa segera keluar dari studio. Manager dan staff dari Sment langsung menarik mereka berempat.

“APA APAAN KALIAN?”, bentak salah seorang staff dari SMent. Mereka masih berusaha menahan langkah para member yang kini ramai ramai berderap meninggalkan panggung. Staff dari KBS langsung kebingungan dengan apa yang telah terjadi.

“Waktu tampil kalian tinggal 5 menit lagi”, ucap staff dari KBS itu.

“Kami nggak mau tampil!!!”, jawab Eunhyuk sambil tetap mendorong pertahanan para penjaga.

“INGAT KARIR KALIANN!!”, teriak staff itu lagi.

“Apa gunanya kami tampil kalau orang yang paling kami ingin lihat senyumannya, sekarang lagi dalam keadaan kritis?”, seru Siwon sambil melepaskan kostum perfomancenya.

“KALIAN, TUNGGU!!!”, teriak Leeteuk dan menahan para dongsaengnya. “Ini!”, ucapnya sambil menyerahkan handphonenya. “SMS dari Nara, mungkin sesaat sebelum kecelakaan”.

Mereka langsung berkumpul untuk membaca SMS itu. Sesaat kemudian, ekspresi wajah mereka langsung berubah. Dari yang awalnya penuh emosi, kini benar benar penuh haru.

“Nara ingin lihat kita tetap tampil, menang Mutizen! Dan yang paling penting, jangan kecewain mereka!!”, ucap Leeteuk sambil menunjuk ke arah para ELF yang masih meneriakkan nama Super Junior.

Kyuhyun langsung menyender ke tembok. Pandangan matanya benar benar hampa. “Aku sayang Nara! Aku nggak ingin dia pergi ninggalin kita, hyung!”, pandangannya tertuju pada Leeteuk. “Aku nggak akan bisa konsentrasi buat nyanyi!!”, ucapnya lagi. “Aku nggak mau kondisi Nara sama sepertiku dulu”.

“1 menit sebelum tampil!”, teriak staff KBS dan teriakn para ELF makin riuh terdengar. Leeteuk mendekati Kyuhyun yang masih terdiam lemas.

“Kyuhyun, lakukan performance ini untuk 2 hal terpenting di hidup kita. ELF dan Nara”, ucap Leeteuk sambil menatap tajam Kyuhyun.

***

*author’s POV*

“Suster, ruangan Kwan Nara!!”, ucap Leeteuk dengan nafas yang tersengal. Sang suster yang kaget karna melihat para member Super Junior ada di rumah sakit ini, hanya bisa bengong. “SUSTER!!”, teriak Leeteuk tidak sabar.

Suster itu langsung tersadar dan langsung mencari ruangan Nara. “Mawar 202”, ucap Suster itu dengan terbata. Sepertinya dia masih shock dengan bentakan Leeteuk tadi.

“Makasih”, ucap Leeteuk dan diikuti oleh member lainnya.

Sesampainya di depan kamar, mereka mengintip perlahan ke dalam kamar. Di dalam ruangan itu sudah ada para member SHINee yang sedang terdiam di pinggir kasur Nara. Leeteuk masuk dan diikuti member lainnya. “Jinki-a”, ucap Leeteuk menyadarkan Onew dan yang sedang mengelus rambut Nara.

“Oh, hyung. Kalian sudah datang?”, tanya Onew seraya melepaskan pandangannya dari Nara. Leeteuk mengangguk sekejap. “Mianhae hyung, tadi aku berniat mengantarkannya kembali ke dorm. Tapi dia menolak, katanya dia ingin menyiapkan kejutan untuk kalian semua. Tapi nggak aku sangka malah jadi kayak begini. Mianhae”, ucap Onew sambil membungkukkan badannya. Jonghyun, Key, Minho dan Taemin juga membungkuk di hadapan para member SuJu yang lain.

Kangin langsung mengangkat pundak Minho yang sedang membungkuk ke arahnya. “Sudahlah, ini bukan salah kalian”, ucap Kangin pelan.

Kyuhyun langsung menghampiri Nara yang tergolek tak berdaya di kasurnya. Kepalanya dibalut perban dan di tubuhnya dipasang jarum infus. Wajahnya banyak terdapat luka goresan.

“Nara”, panggil Siwon pelan sambil mengelus pipi Nara. “Nara.. bangun. Aku mohon Nara, bangunlah. Apa perlu aku menciummu supaya kamu bangun dan langsung berlari mengejarku? Supaya kamu langsung berteriak, ‘OPPA, KUBUNUH KAU!’. Apa perlu aku melakukan itu, Nara?”, ucap Siwon perlahan. “Tolong jawab, Nara.”

Donghae menghampiri Kyuhyun yang terisak pelan. “Sudahlah Siwon, Nara malah jadi ikut sedih kalau kamu berkata seperti itu”, ucap Donghae sambil mengelus rambut Siwon.

Tiba tiba Henry dan ZhouMi datang ke kamar Nara. “Koko Hangeng, gimana keadaan Nara?”, Ucap Henry pada Hankyung. Hankyung melirik ke arah Nara.

“Yaah, seperti yang kelihatannya”, ucap Hankyung pelan. Henry dan ZhouMi mendekati ranjang Nara dan memandang Nara dengan tidak rela.

“Nara, mianhae. Kami pernah ngebohongin kamu, kami sebenarnya bisa bahasa Korea. Kami Cuma suka ngelihat wajah kamu yang sedang kebingungan ketika berbicara dengan kami”, ucap ZhouMi sambil menggenggam tangan Nara erat.

“Sudahlah, jangan bikin pengakuan dosa disini”, ucap Ryeowook sambil menepuk pundak ZhouMi. ZhouMi mengangguk paham.

“Kalian pulang saja, biar kami yang menjaga Nara di sini”, ucap Yesung pada para member SHINee. Mereka berlima mengangguk.

“Kalau begitu, kami pulang dulu hyung”, pamit Jonghyun pada para member Suju yang sedang mengelilingi ranjang Nara.

“Gomawo udah menjaga Nara”, ucap Siwon sambil melambaikna tangannya pada mereka berlima.

Tapi saat Onew membuka pintu, di balik pintu itu sudah ada sesosok bayangan.

“Kibum hyung??”

***

Kini, di ruangan itu hanya tinggal Nara bersama 15 member SuJu. Suasananya benar benar tidak nyaman. Semuanya sibuk dengan pikirannya masing masing.

“Dia bener bener ngasih kita kejutan”, ucap Heechul tanpa melepaskan pandangannya dari Nara. “Tapi ternyata malah kejutan yang seperti ini yang dia kasih untuk kita”.

“Dia bodoh ya?”, ucap Yesung sambil masih tetap menggenggam tangan Nara. “Ngapain dia mesti susah susah nyiapin kejutan buat kita? Apa dia nggak tahu kalau sebenarnya tuh kejutan terindah buat kita adalah Dirinya sendiri?”, ucap Yesung lagi. Ia hanya tertawa miris.

Eunhyuk mendekati Yesung dan memberikannya secangkir teh, “Mungkin aku yang paling banyak bikin dosa padanya. Aku udah masukin kaus kaki ku ke mulutnya, nakut nakutin dia dengan semua video xxx yang aku punya, dan…”, omongan Eunhyuk terhenti. Kini ia malah menangis di pundak Yesung. “Terlalu banyak dosa yang aku bikin padanya”

Leeteuk beranjak pelan ke samping Nara sambil membawa piala dari acara Music bank tadi. “Nara, kami menang! Ini sesuai keinginan kamu kan? Kami udah kabulin permintaan kamu, dan giliran kamu yang mesti kabulin permintaan kami. Kami mohon Nara, sadarlah..”, bisik Leeteuk di telinga Nara. “Nggak ada gunanya kami dapat piala ini kalau kamu nggak bisa melihatnya sendiri, Nara.”, ucap Leeteuk lagi. “Bangun Nara, please.. Kami butuh kamu di sisi kami”

“Hyung, sudahlah. Nara pasti akan segera sadar”, Shindong mengajak Leeteuk untuk duduk di sofa. Leeteuk mengikuti langkah Shindong walaupun masih terisak.

“Nara”, kini giliran Kyuhyun yang mendekati ranjang Nara. “Aku tahu rasanya seperti kamu sekarang ini. Aku juga pernah ngalamin peristiwa itu. Kamu pasti ngerasa sendiri di sana. Gelap. Dingin. Bingung. Tapi, apa kamu tahu? Waktu aku pingsan karena kecelakaan itu, yang bisa aku dengar saat itu hanya suara kamu. Ditengah kebingungan aku di tempat yang gelap itu, aku denger suara kamu! Percaya nggak??”, ucap Kyuhyun mencoba berbicara dengan Nara.

Kyuhyun hanya tertawa perih. “Dan kata kata yang bikin aku tenang dan nggak ngerasa sendirian lagi adalah, ‘kami keluargamu, Kyuhyun Oppa. Super Junior adalah 13 bintang di langit yang luas. Dan aku yakin, Tuhan nggak akan ngambil salah satu bintang berkilau itu dengan cara seperti ini’.”, ucap Kyuhyun lagi. Kini ia menatap para hyung’nya yang lain. Mereka kini malah sedang menangis di belakangnya.

“Tau nggak Nara? Sebenarnya yang dulu kamu bilang itu salah besar. Super Junior itu bukan 13 orang, bukan diawali dengan Leeteuk hyung dan diakhiri olehku. Tapi Super Junior itu adalah 14 orang, diawali oleh Leeteuk hyung, dan diakhiri oleh… kamu”, ucap Kyuhyun sambil mengusap kening Nara. “Dan Tuhan nggak mungkin ngambil bintang ke 14 itu. Karena tanpa bintang ke 14 itu, 13 bintang yang lainnya nggak akan bersinar lagi”, tambahnya lagi. “Iya kan?”

Kibum mendekati Kyuhyun yang sudah terisak hebat. “Kyu, Nara pasti ngerti. Dia cewek yang kuat. Cewek yang tahan menghadapi 13 monster seperti kita. Jadi aku yakin, untuk menghadapi hal yang seperti ini, bukan hal yang sulit untuknya”, ucap Kibum sambil menepuk pelan pundak Kyuhyun. “Kwan Nara bukan cewek cengeng dan lemah. Aku tahu itu.”

***

“Jadi kita semua mau menginap di sini?”, tanya Leeteuk pada 14 member lainnya. Mereka semua mengangguk, kecuali Kibum.

“Mianhae hyung, aku masih ada schedule syuting”, ucap Kibum sambil menunduk dalam. Sepertinya ia menyesal. “Mianhae, aku nggak bisa bantu kalian jaga Nara”.

Leeteuk mendekati Kibum. “Sudahlah, nggak apa-apa. Nara pasti maklum. Lagipula, selama ini ‘kan Nara yang terus terusan ngotot untuk menyuruhmu main drama. Dia pasti maklum”, ucap Leeteuk sambil mengacak rambut Kibum. “Dan, jangan lupa makan. Aku rasa tubuhmu jadi makin kurus”.

Kibum mengangguk singkat. Ia memeluk Leeteuk dan para member lainnya satu persatu. Tapi saat ia berniat untuk memeluk Kyuhyun yang ada di samping kasur Nara, tiba tiba ada sebuah buku yang terjatuh dari tas Nara yang tersimpan di atas meja dekat kasur Nara.

“Buku apaan ini?”, tanya Shindong yang berada tak jauh dari tempat buku itu terjatuh. Ia meneliti buku itu sejenak. “Ohh, ini note Nara. Dia kan selalu melarang kita untuk membacanya”.

“Kalau gitu, simpan lagi note itu”, ucap Heechul ringan.

“Tapii..”, ucap Shindong ragu. “Sepertinya kalian mesti baca note ini, karena isi note ini tentang kita semua”.

“HAH?”, teriak mereka serempak.

“Coba baca!!”, ucap Donghae penasaran.

Shindong menarik nafasnya dalam dalam sebelum membacakan isi note itu. “ Judulnya : 13 + 1 = 1.” “Apa kalian tahu kisah cinta paling menyedihkan di muka bumi ini?”

“Terus??”, tanya Henry makin penasaran.

“Itu adalah kisah cinta antara seorang fans dan artis pujaannya. Para fans itu sebenarnya tahu kalau cinta mereka itu tak akan pernah terbalas, mungkin untuk selamanya. Tapi mereka nggak kenal lelah untuk terus terusan meneriakkan nama artis pujaannya, demi melihat senyuman sang atis pujaannya. Aku yakin hal ini juga berlaku untuk Super Junior dan ELF. Super Junior dan ELF itu satu. SuJu nggak akan ada tanpa ELF, dan ELF nggak akan kompak tanpa SuJu. Biarpun kadangkala aku sedih dan cemburu saat melihat para member yang lebih memperhatikan para ELF, tapi aku juga senang saat melihat para ELF yang selalu mendukung SuJu. Jika diibaratkan, SuJu adalah 13 bintang dan ELF adalah langit tempat para member menyinarkan cahayanya. Mereka adalah satu, dan aku percaya itu”.

Mereka hening untuk beberapa saat. “Dia benar benar gadis polos”, ucap Hankyung sambil menatap ke arah Nara yang masih diam tak berdaya.

“Cerita kedua, Judulnya 13 MALAIKAT.”, ucap Shindong lagi

“6 November 2005, perjalanan hidupku dimulai saat itu. Perjalanan hidup bersama 12 calon malaikat yang akan membimbing langkahku.”

“27 Mei 2006, malaikat yang satu itu datang di hadapan kami. Dan inilah untuk yang pertama kalinya 13 malaikat berkumpul bersama sama dan bersiap untuk mengembangkan sayapnya. 13 malaikat itu bekerja lebih keras dari siapapun, dan aku selalu men-support mereka dari belakang. Memastikan bahwa mereka tak akan jatuh dan merasakan hal yang paling menyakitkan”.

“25 Juni 2006, akhirnya mereka mendapatkan posisi pertama semenjak mereka debut. Tangisan mereka saat itu mungkin adalah salah satu jiwaku”

“Desember 2006, mereka mendapatkan NEW BEST COMER AWARD!! Penghargaan yang nggak pernah kami duga akan kami dapatkan. Aku masih mengingat bagaimana sulitnya aku mem’vote mereka dengan habis habisan demi untuk memberikan penghargaan itu bagi mereka. Kenapa? Karena itu adalah moment sekali seumur hidup, dan aku dengan para ELF ingin menghadiahkan itu untuk mereka semua. Kami kira hari itu adalah hari yang paling membahagiakan, tapi kenapa Heechul malah tabrakan?? Aku selalu sedih setiap melihatnya berusaha menyembunyikan rasa sakitnya itu selama 2 tahun”

“19 April 2007, peristiwa terbesar dalam ingatanku. 4 malaikat itu akhirnya terjatuh. Dan bodohnya lagi, aku nggak bisa melakukan apapun selain berdoa. Aku selalu berdoa ratusan kali di hadapan mereka berempat, Eeteuk, Kyu, Hyuk, dan Shindong. Berharap mereka akan bangun dan berkata, “Kami nggak apa-apa, Nara”. Tuhan, biarkan mereka bisa berdiri lagi, bangun untuk menyanyi dan memberikan senyuman untuk kami semua.”

“Sepetember 2007, akhirnya malaikat yang terakhir itu sudah bisa mulai mengembangkan sayapnya lagi dan bergabung dengan 12 malaikat lainnya. Aku senang melihat mereka terbang dengan pesonanya masing masing. Aku berharap masih bisa melihat pesona itu untuk selamanya.”, Shindong muali tak bisa menahan tangisan yang ia pendam sedari tadi. “Super Junior akan tetap berdiri untuk orang yang mereka cintai dan orang yang mencintai mereka. Iya kan, Oppa? =)”

“Nara, kenapa kamu mesti datang di kehidupan kami?”, ucap Ryeowook sambil menangis saat Shindong sudah tak bisa lagi berkata apa-apa.

“Ayo kita lakukan apa yang telah Nara lakukan untuk kita”, ucap Leeteuk sambil menggenggam tangan tiap member dan mereka berdiri di sekeliling ranjang Nara.

“Tuhan, kami mohon..biarkan peri ini tetap tinggal untuk membimbing kami.”

***

=T.B.C=

8 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {8th Stories}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s