Diary Of Boys Sitter {4th Diaries}

“Mati, dok? Masa gara-gara pingsan doang bisa mati?”, tanya Kyuhyun nggak percaya. Aku yang terlalu shock hanya bisa memegang erat tangan Leeteuk.

“Oppa, ini pasti mimpi kan?”, tanyaku dengan tawa yang dipaksakan. “Bohong kan?”

Leeteuk tersenyum miris, dia merengkuh kepalaku ke dalam pelukannya. Pelukan ketenangan yang benar-benar sangat kubutuhkan saat ini. Aku nggak bisa melakukan apa-apa lagi. Rasanya badanku kaku. Benar-benar kaku. Bahkan untuk menangis pun, aku sama sekali nggak bisa.

Aku mendengar isakan Ryeowook dan Eunhyuk. Donghae yang bersender di bahu Siwon. Kyuhyun dan Kangin yang masih belum percaya dengan omongan dokter. Hankyung sepertinya masih berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada ZhouMi dan Henry. Sungmin, Heechul dan Shindong langsung beranjak menghampiriku, mereka menatap wajahku dengan hampa.

“Kita nggak akan biarkan hal itu terjadi, Nara. Apapun akan kami lakukan supaya kamu nggak pergi ninggalin kami”, ucap Sungmin dengan wajah serius. Baru kali ini aku melihat ekspersinya yang seperti itu.

Aku makin merasa hal ini nggak mungkin terjadi!!!!

***

Sore harinya, kami sudah kembali ke dorm. Leeteuk mati-matian membujuk ke pihak rumah sakit supaya membiarkanku pulang. Entah apa alasannya, aku juga nggak tahu.

“Hati-hati, Nara”, ucap Kyuhyun sambil menggandeng tanganku. Sepertinya ia tak ingin aku tergores sedikitpun, bahakan ada kemungkinan ia tak akan membiarkan nyamuk mendekatiku.

“Nggak apa-apa, Oppa”, ucapku menenangkan Kyuhyun.

Donghae langsung membukakan pintu kamarku dan langsung menyuruhku untuk istirahat. Member yang lainnya juga berderet masuk ke kamarku membawakan buah-buahan, obat, makanan dan lain lain.

“Oppa, tapi aku harus masak makan malam”, ucapku pada mereka semua.

“NGGAK!!!”, teriak mereka serempak. “Pokoknya kamu nggak boleh bergerak, kecuali berkedip!!!”, jelas Leeteuk. (0.o)

“HAH?”, aku nggak percaya dengan apa yang diucapkan Leeteuk. Bisa apa mereka tanpa bantuanku??? (=.=)a

Ehhm, bukannya aku sombong atau apaa, tapi memang biasanya semua pekerjaan sehari-hari, (apalagi memasak) biasa dilakukan olehku. Para member Cuma ‘terima jadi’ saja.

“Masaknya gimana, Oppa?”, tanyaku sangsi

“Ada ryeowook!!”, ucap Kangin sambil menunjuk Ryeowook. Ryeowook yang kebingungan hanya bisa mengangguk pelan. Yahh, kalau soal memasak, Ryeowook memang hobi memasak, jadi sepertinya tak apa-apa jika dia yang mengambil alih dalam soal memasak

“Nyuci baju??”, tanyaku lagi

“Ada Ryeowook”, ucap Eunhyuk.

“Aku lagi?”, tanya Ryeowook sambil menunjuk dirinya sendiri. Hhaaha, wajahnya benar-benar imut!!

“Ngepel?? Nyapu?? Nyiram tanaman?? Bayar Listrik?? Setrika?? Bayar Air??”, tanyaku lagi. “Siapa??”

“RYEOWOOK!!”, ucap mereka serempak sambil menatap Ryeowook.

Kasihan Ryeowook.. (^_^)

***

“Makanan udah siapppp!!!!”, teriak Ryeowook sore harinya. Humph, berhasil juga dia memasak tanpa bantuanku.

Aku berjalan menuju pintu kamarku, tapi betapa kagetnya aku saat melihat ada banyak sekali kertas yang ditempelkan di dinding ruang tengah.

‘NGGAK BOLEH ADA YANG NGEGODAIN NARA!!!’

‘NGGAK BOLEH BUKA BAJU SEMBARANGAN!! (DIKHUSUSKAN UNTUK SIWON)’

‘NGGAK BOLEH BIKIN NARA CAPEK!!’

‘NGGAK BOLEH CIUM CIUM NARA!! (KHUSUS UNTUK SUNGMIN)’

Dan masih ada baaaannnnyyyaaakk sekali kata-kata yang tertempel di kertas itu.

“GYYAAA!!! Nara, jangan keluar ruangan sembarangan!!!!”, ucap Heechul saat melihatku yang masih terpaku membaca tulisan itu. Ia langsung menghampiriku dan memapahku hingga sampai di meja makan. “Kalau mau kemana-mana, bilang dulu sama kita!! Kamu nggak boleh jalan sendiri”, ucapnya lagi.

PESHHH!!! Mukaku menjadi merah lagi. Sejak kapan Heechul menjadi so sweet seperti ini? (>.<)

Sesampainya di meja makan, para member lainnya langsung ribut menawarkanku makanan.

“Nara, mau makan apa?”, ini Leeteuk

“Nih, nasinya kurang nggak?”,tanya Eunhyuk

“Mau disuapin nggak, Nara?”, tanya Siwon

“Mau minum teh atau air putih?”, tanya Donghae

“Lauknya mau apa, Nara?”, tanya Hankyung

“Jangan lupa buahnya nanti dimakan ya?”, ucap Ryeowook.

“Nara, kamu pegel kan? Sini aku pijitin”, ucap Kyuhyun

“OPPAAA!!! BERHENTI!!! STOOP!!!”, teriakanku membuat gerakan mereka terhenti. “Aku bisa ngelakuin semuanya sendiri”, ucapku sambil mengambil piring dari tangan Eunhyuk.

“Tapi kan..”, ucap Sungmin menggantung

“Masalah pingsan??”, tanyaku lagi. Mereka semua mengangguk. Huuft, apa harus kukatakan rahasia ini pada mereka??

Yah, sudahlah. Kasih tahu aja. Kasihan juga kalau mereka terus-terusan khawatir seperti ini. =p

“Gini ya, Oppa. Selama ini aku selalu pingsan gara-gara Onew”, ucapku kemudian.

“Onew???”, ucap mereka serempak tak percaya.

***

Sialaaaan!!! Aku nggak pernah nyangka kalau omonganku tadi bisa berdampak seperti ini.. (>.<)
Setelah aku mengatakan alasanku sering pingsan barusan, mereka ber14 langsung melakukan hal yang diluar dugaanku.

MELENYAPKAN SEGALA HAL TENTANG ONEW!!!!

TIDAKKK!!!!

Hankyung dan Heechul langsung menyita kaset Summer SM town 2008 dari kamarku (maklum, kan di album itu ada SHINee nya juga). Bahkan semua album SHINee juga mereka sita!!!

Leeteuk dan Eunhyuk juga Donghae mengambil laptop ku dan menghapus semua video Yunhanam, dan semua reality show SHINee. Bahkan video Onew yang sedang live sambil menyanyikan “Forever More” juga tak luput dari mata mereka. (gyaaa!!! Padahal itu video kesayanganku…)

Kangin, Shindong dan Yesung malah melakukan hal yang lebih parah. Mereka menggunting foto Onew dari poster SM town di Bangkok tahun lalu!!!!

KEJAAAMMMMM!!!!

Kalau begini, aku bukan pingsan karena deg-degan saat melihat Onew, tapi pingsan karena nggak bisa bertemu Onew. =’(

****

Hari ini, jadwal ‘piket’ untuk menjagaku adalah Siwon dan Kyuhyun. Para member tak percaya bahwa aku bisa melakukan segalanya sendiri. Jadi kini, mereka telah menyiapkan jadwal piket harian untuk menjagaku. (=.=)

Kini, di rumah Cuma tinggal kami bertiga. Leeteuk dan Eunhyuk masih ada jadwal di SuKiRa, dengan Henry dan ZhouMi sebagai guest starnya. Donghae, Kangin, Heechul, dan Hankyung ada jadwal di Star Golden Bell. Shindong, Yesung, Sungmin sepertinya ada urusan masing masing. Nggak tahu kemana deh!!

“Oppa, aku bosenn tidur di kamar terusss!!!”, teriakku pada Kyuhyun dan Siwon yang sedang asyik nonton di ruang tengah.

“Kamu nggak boleh nonton tipi!!!!!! Sekarang lagi Music Bank, ada SHINee’nya!!!!”, Kyuhyun langsung menghadang langkahku yang ingin ke ruang tengah.

“SHINee?? Berarti ada Onew’nya??? MAUUUUUU NONTOOONNN!!!!”, teriakku sambil mendorong tubuh Kyuhyun. Gyyaa, tak kusangka biarpun badan Kyuhyun ini kurus, tapi kekuatannya tak diragukan.

“SIWON OPPA!! BANTUINN!!!”, ucapku pada Siwon yang masih tenang menghadap televisi.
Tapi Siwon malah mematikan televisi dan beranjak ke arah kami. “Ayo kita jalan-jalan”, ucap Siwon pada ku dan Kyuhyun.

LHA, KOK??

***

“Mau kemana sih, Oppa?”, tanyaku sambil mempersiapkan topi dan kacamata ‘’wajib’’ untuk Siwon dan Kyuhyun.

“Nggak perlu pake kacamata sama topi, Nara. Kita ke taman aja”, ucap Siwon santai. Aku mengangguk dan menaruh kembali kacamata dan topi itu.

“Ayo kita berangkaaattt!!”, teriak Kyuhyun saat keluar dari kamarnya. Ia memakai vest pink dan kemeja putih, sedangkan Siwon memakai kaus hitam dan cardigan biru.

Huwaaaa!!! Pergi ke taman aja kok penampilan mereka kereen gini??

NARAAA!!! INGET!! JANGAN PINGSAN ATAU MIMISAN!! KALAU NGGAK, KAMU BAKALAN MATII!!!

Kami sampai di luar dorm. Kebetulan suasana saat itu memang sepi. Sangat sepi malah.

“Ayo naik”, ucap Siwon sambil berjongkok membelakangiku. Lha?? Apa-apaan lagi ini?

“Kamu nggak boleh capek kan?”, ucap Siwon lagi. Jyaaah, jadi aku mau digendong lagii?? Setelah kejadian ZhouMi kemarin? Ya ampun, mimpi apa sih aku saat dilahirkan ke dunia??

Aku naik ke punggung Siwon dengan ragu-ragu. “Berat nggak, Oppa?”, tanyaku pelan. Siwon menggeleng.

“Sini tasnya”, ucap Kyuhyun sambil mengambil tas selempangku.

Lagi-lagi jadi ratu sehariii!!!! (^_^)a

Kami berjalan-jalan di taman itu. Seringkali malah kami jadi kejar-kejaran karena Kyuhyun yang terus-terusan menggoda kami berdua.

“Oppa, hujaaannn!!!”,teriakku saat hujan mulai turun rintik-rintik.

“Berteduh di manaa?”, tanya Kyuhyun sambil menutupi kepalaku dengan tas selempangku yang sedari tadi dipegangnya.

“Di box telepon itu”, ucap Siwon sambil menunjuk Box telepon yang berada di seberang tempat kami berada.

Dan jadilah kami berada di sini, di box telepon, di tengah hujan!!!

***

Deg Deg Deg Deg

Kok Deg Degan lagi???

Uggh, kok rasanya agak pusing ya?

Lho kok, rasanya aku merasa wajah Siwon dan Kyuhyun makin mendekat?? Mau apa mereka??

GUBRAAKKK!!!

“NARAA!! JANGAN PINGSANN!!!!”

***

Segalanya putih. Hangat tapi sakit. Aku dimana??

“Nggak, Hyung!! Kami nggak ngelakuin apa-apa. Tiba-tiba aja Nara pingsan!”, ucap suara itu. Kyuhyun kah?

“Nggak mungkin bisa pingsan tanpa alasan!!!”, teriak suara yang lainnya.

Suaraku nggak bisa keluar. Mataku berat sekali.

Apa aku sudah mati?

CKLEK!!!

“Sungminn!!! Siwonn!!! Kyuhyun!!! Kangin!!!!”, teriak suara cempreng itu. Aku kenal suaranya. Dokter yang kemarin itu, ya?? “Apa yang terjadi dengan nona SoonAh??”, tanya dokter itu.

“Jadi begini Dok”, ucap sebuah suara. “Eh?? Nona SoonAh?? Siapa itu Dok?”

“Lho? Nama nona ini Lee SoonAh kan?”, ucap Dokter itu.

Aku heran, meskipun aku cuma bisa mendengar tanpa melihat dan bicara, tapi aku mulai merasakan kejanggalan.

“Bukan!!! Namanya Kwan Nara!!!”, ucap suara yang mirip Kyuhyun.

“Lho? Jadi hasil diagnosa yang kemarin, salah dong??”, ucap dokter itu datar.

APAAAAAA??????

***

“Jadi sebenarnya, nona Nara ini baik-baik saja. Hanya dia terkena anemia. Jadi apabila dia merasa capek atau terlalu deg-degan, dia akan pingsan”, jelas dokter itu saat aku sudah mulai sadar.

Ke 14 cowok itu langsung menghambur untuk memelukku. “OPPA!!!! SEKARANG AKU BENERAN BAKAL MATII!!! HHEKK!! NAFASS!!!!”, teriakku.

“Nara!! Kamu masih bakalan nemenin kitaaaa!!!”, teriak Leeteuk bahagia. Mau tidak mau, aku juga tersenyum mendengarnya. Biarpun agak keki karena diagnosa dokter ini.

“Jadi hasil diagnosa yang kemarin itu, punya siapa Dok?”, tanya Eunhyuk.

“Punya pasien yang meninggal bulan lalu karena penyakit ”itu”, ucap dokter itu malu-malu.

Ke 14 cowok itu gantian memeluk dokter itu sampai akhirnya,

GUBRAKK!!!

“Lha?? Kok pingsan?? Dok?? Bangun Dok!!!”,ucap Donghae sambil menepuk pipi Dokter yang telah pingsan karena kegirangan itu.

Nahh, sekarang tau kan rasanya jadi cewek yang dikelilingin cowok-cowok gila ini?? =9

Aku menarik tangan Hankyung dan Heechul, “Oppa, kaset SM town ama kaset SHINee aku dikemanain??”, tanyaku

Mereka berdua berpandangan dengan polosnya.

“Udah kita jual, Nara. Habisnya, kita kira kamu bakalan mati. Kan uangnya lumayan buat beli peti mati. Ya kan?”, ucap Heechul dan disambut kekehan Hankyung.

OPPPAAAA!!!!!!!

***

Happiest girl,

Nara’s Room, 20 Sepetember ’09

—T.B.C—

7 thoughts on “Diary Of Boys Sitter {4th Diaries}

  1. Nara unnie..Kau harus bersabar.
    Kalo kaga bisa sabar bunuh aja tuh member suju pake pisau maenan (lhoh).

    Nexxxttttt !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s